Lelang Bandeng Virtual, Pasar Bandeng Digelar Sepuluh Titik, Mulai 5-10 Mei

Tradisi Malam Likuran Ramadan di Kota Santri, Gresik pada masa Pandemi (bagian 3/habis)

Penulis : chusnul cahyadi/1minute.id
PASAR dan LELANG BANDENG
PEMERINTAH Kabupaten memutuskan menggelar pasar dan lelang bandeng pada 27 Ramadan (malam pitu likur) atau Jumat, 7 Mei 2021.Tahun lalu, tradisi ratusan tahun itu ditiadakan. Penyebabnya, corono virus disease 2019 (COVID-19) mengganas di Kota Santri, Gresik. 

Tahun ini, pagebluk berawal dari Wuhan, Tiongkok itu belum ada tanda-tanda berakhir. Pemerintah memutuskan menggelar tradisi itu beda. Pasar bandeng dan pernak-perniknya, lazimnya dipusatkan di depan Pasar Kota Gresik di Jalan H.Samanhudi, HOS Cokroaminoto, Jalan Raden Santri, Basuki Rahmat. 

Kondisi saat ini, pada masa pandemi tentu riskan adanya kerumunan massa yang berpotensi persebaran COVID-19. Pemerintah memutuskan menggelar tradisi digeber di sepuluh tempat. 

Yakni, Lapangan Sitarda Ujungpangkah ;  Alun-alun Sidayu ; Lapangan Gembos Bungah dan Lapangan Suci Manyar. Kemudian, Area Pasar Baru Gresik ; Lapangan Manunggal Kedamean serta Lapangan Klampok Benjeng. Selanjutnya, halaman Kecamatan Cerme, Lapangan Menganti dan Lapangan Duduksampeyan. 

KONTES BANDENG : Lima ekor ikan bandeng hasil budidaya petambak Gresik pada Pasar dan Lelang Bandeng Gresik ( foto : chusnul cahyadi)

Selain tersebar di sepuluh titik itu. Durasi Pasar Bandeng juga diperpanjang. Sebelum pandemi hanya 2 hari. Tahun ini, mulai 5 hingga 10 Mei 2021. Pasar Bsndeng menjadi momen bagi petambak untuk langsung bertemu dengan pembeli. Harga bandeng pun sesuai mekanisme pasar. Meski kecenderungan harga lebih tinggi dari biasa. 

Akan tetapi, masyarakat Gresik selama ini tidak begitu mempersoalkan. Apalagi, ungkapan seakan menjadi kepercayaan di masyarakat. “Lebaran durung mangan bandeng tidak lengkap,”kata Arif Budiman, pemuda asal Gresik.

Semua lapisan masyarakat bisa menikmati makan ikan bandeng dengan aneka menu masakan. Kotokan, Keropok, Bali , Semur semuanya bahan utama ikan bandeng. Aneka menu itu bisa ditemui di berbagai Langgar atau Musala badal salat Id. Suasana lebaran guyup rukun bikin kangen sehingga pekerja selalu kangen mudik. 

Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Abimanyu Poncoatmojo saat memimpin rakor gelaran Pasar Bandeng mengatakan, untuk lelang bandeng dilakukan secara virtual yang akan dihadiri Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan bupati/wali kota se-Jatim.

BANDENG SEUKURAN BAYI : Pedagang ikan bandeng pada Pasar Bandeng Gresik pada 2018

Lelang dipusatkan di halaman Kantor Bupati Gresik di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas. “Kami berharap bandeng peserta kontes ini adalah asli produksi petani Gresik. Kami minta pihak panitia terutama dinas perikanan mengecek betul hal ini. Kami bangga meskipun bandengnya tak terlalu besar tapi hasil petani Gresik asli,”ujar Pj Sekda  Abimanyu menyampaikan harapan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. 

Sementara itu, Camat Gresik Purnomo mengatakan, Pasar Bandeng tetap dibatasi jumlahnya. “Karena pasar bandeng identik di pasar Gresik. Kuota penjual lebih banyak dari 9 titik lainnya,”kata Purnomo dikonfirmasi pada Sabtu, 1 Mei 2021.

Terkait pusat Pasar Bandeng, Purnomo belum bisa memastikan lokasi. “Apakah di Jalan Gubernur Suryo, depan Pasar Gresik atau sepanjag Jalan H. Samanhudi ,”kata Purnomo.

Panitia terus mematangkan gelaran pasar dan lelang bandeng. Juga menghimbau masyarakat tetap patuhi prokes. Sehingga tujuan pemerintah mendongkrak pertumbuhan ekonomi terwujud tanpa muncul klaster baru. Corona cepat berakhir. (*)

Lelang Bandeng Virtual, Pasar Bandeng Digelar Sepuluh Titik, Mulai 5-10 Mei Selengkapnya

Peziarah Malam Selawe Khusus Warga Gresik, Wajib Bawa Hasil Tes Antigen

Tradisi Malam Likuran Ramadan di Kota Santri, Gresik pada masa Pandemi (bagian 2)

Penulis : chusnul cahyadi/1minute.id
MALAM Selawe di Sunan Giri


MALAM  25 (selawe) Ramadan dinyakini umat muslim salah satu malam penuh berkah. Malam ganjil di sepuluh terakhir bulan suci Ramadan itu digunakan warga Kota Santri untuk bermunajat kepada sang Khaliq dengan berharap mendapatkan keistimewaan Ramadan.

Yakni malam Lailatul Qadar. Malam lebih baik dari 1.000 bulan. Makam Sunan Giri di Desa Giri, Kecamatan Kebomas, Gresik menjadi salah satu jujugan masyarakat untuk bermunajat. Mereka tidak hanya berasal dari Gresik. Bahkan, umat muslim berbagai penjuru di Indonesia.

Saking banyaknya orang yang hendak ke makam salah satu Wali Sanga itu, kawasan sepanjang jalan Sunan Giri hingga menuju makam Syeh Maulana Ainul Yaqin sesak manusia. Berkah bagi masyarakat setempat. Jualan mereka laris manis.

Pemandangan itu, sudah bertahun-tahun. Berlangsung ratusan tahun.  Sebuah potensi wisata. Pemuda desa membuat Festival Malam Selawe di halaman parkir Wisata Religi Sunan Giri itu. Di Festival ini, selain kerajinan khas Giri. Juga, makanan khas Giri Ketupat Keteg. 

MAKAM SUNAN GIRI : Pada malam selawe Ramadan, peziarah wajib bawa hasil tes antigen ketika bermunajat di makam wali songo (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Bahan dasar beras ketan, dibungkus dengan daun gebang sejenis janur kemudian dikukus menggunakan air lantung (air sumur minyak di Desa Sekarkurung, Kebomas) selama 4-5 jam.

Keteg kemudian ditiris. Sebelum disantap siapkan parutan kelapa. Ehmmm.Rasa Keteg ini gurih dan ada asinnya. Para wisatawan bisa menikmati kuliner khas Sunan Giri hanya area makam Sunan Giri. 

Wabah corona virus disease 2019 (Covid-19) banyak penjual keteg tutup karena pengelola makam menutup semua aktivitas. Bahkan,  tahun lalu, malam Selawe ditiadakan. Makam Sunan Giri bergelar Prabu Satmata dengan julukan Joko Samudro itu ditutup untuk semua peziarah untuk mencegah persebaran virus berasal dari Wuhan, Tiongkok itu.

Setahun COVID-19 mewabah. Belum ada tanda-tanda berakhir. Jumlah kasus konfirmasi di Kota Santri fluktuatif. Naik-turun. Ketiga Satgas kencang melakukan penindakan jumlah kasus turun. Sebaliknya, petugas lengah jumlah kasus meningkat. 

Gresik sempat masuk zona merah membaik ke zona oranye bahkan sempat zona kuning. Satu langkah lagi masuk zona hijau (aman). Sepekan belakangan ini, tren kasus naik lagi, Gresik zona oranye lagi.

Malam Selawe hitungan jari. Apakah malam Selawe Ramadan sama tahun lalu? Asisten bidang Perekonomian dan Pembangunan Setkab Gresik Ida Lailatussa’diyah mengatakan, hasil kajian musyawarah pimpinan kecamatan Kebomas , tradisi Malam Selawe tetap dilaksanakan. 

“Tentu saja, menggunakan protokol kesehatan ketat,”tegas Ida Lailatussa’diyah. Malam Selawe dengan protokol ketat itu, tambahnya, hasil arahan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani untuk tetap menggerakkan perekonomian.

“Jadi hanya masyarakat sekitar selama ini berjualan boleh membuka lapaknya,”imbuh mantan Sekretaris di DPM PTSP Gresik ini. Hasil resume rapat muspika diperoleh  1minute.id  menyebutkan, makam Sunan Giri tetap dibuka untuk bermunajat masyarakat di malam Selawe Ramadan. Akan tetapi, peziarah hanya warga Gresik.

KETUPAT KETEG : Kuliner khas Giri ( foto : dokumen Buku Grissee Kota Bandar karya Chusnul Cahyadi)

“Setiap peziarah wajib membawa hasil lab antigen,”bunyi hasil resume diteken Camat Kebomas Miftachul Huda itu.

Petugas akan ditempatkan disejumlah sudut jalan yang menuju ke makam Sunan Giri dari Desa Klangonan, diantaranya. “Bila pengunjung makam membludak, waktu kunjungan akan dibatasi,”kata Huda.

Selain mendeteksi pengunjung makam Sunan Giri, petugas mendirikan posko kesehatan. Bagaimana antisipasi pengunjung luar Gresik? Petugas gabungan TNI, Polri, Pol PP, Dishub dan Dinkes akan melakukan penyekatan yakni :1. Jalan Sunan Prapen (Pertigaan Sekarkurung)2. Jalan Sunan Giri (Pertigaan Tlogo Pegat)

Sekretaris Kecamatan Kebomas Zainul Arifin mengatakan, Malam Selawe tetap dilaksanakan dengan protokol kesehatan. “Penerapan prokes akan diperketat. Pengunjung Sunan Giri wajib bawa hasil tes antigen,”tegas Zainul dikonfirmasi melalui WhatApps pada Sabtu, 1 Mei 2021 (*)

Peziarah Malam Selawe Khusus Warga Gresik, Wajib Bawa Hasil Tes Antigen Selengkapnya

Kolak Ayam Sanggring Gumeno, Juru Masak semua Kaum Adam

Tradisi Malam Likuran Ramadan di Kota Santri, Gresik pada Masa Pandemi (bagian 1)

Penulis : chusnul cahyadi/1minute.id

BULAN suci Ramadan memasuki hari ke-19 pada Sabtu, 1 Mei 2021. Sebentar lagi memasuki malam likuran atau 10 hari terakhir Ramadan. 
Memasuki malam likuran puasa Ramadan itu, ada tiga tradisi yang ditunggu masyarakat Kota Santri, Gresik.

Yakni, Kolak Ayam di Desa Gumeno, Kecamatan Manyar, Gresik diperingati setiap 23 Ramadan. Lalu, Malam Selawe atau malam 25 Ramadan di Makam Sunan Giro, Kecamatan Kebomas, serta Pasar dan Lelang Bandeng pada 27 Ramadan.

Bagaimana tiga tradisi turun temurun, konon sejak zaman Kanjeng Sunan Giri atau Maulana Ainul Yaqin bergelar Prabu Satmata dengan julukan Joko Samudro itu.

KOLAK AYAM GUMENO

DILAKSANAKAN setiap 23 Ramadan oleh masyarakat Desa Gumeno, Kecamatan Manyar, Gresik. Tahun lalu, ketika pagebluk corona mengganas, tradisi sejak Sunan Dalem, putra Sunan Giri dirayakan terbatas, hanya masyarakat desa setempat. Masyarakat luar desa tidak bisa masuk ke desa tersebut, “lockdown”.

SERTIFIKAT warisan budaya takbenda dari Kemendikbud untuk tradisi Kolak Ayam Sanggaring Gumeno tahun memasuki ke-496 itu. ( foto : Didik Wahyudi for 1minute.id)

Tahun ini, wabah corona tidak seganas tahun lalu, Kolak Ayam Sanggring ke-496 digelar Selasa, 4 Mei 2021 itu digelar lebih terbatas untuk umum. 
Menurut Humas Acara Kolal Ayam Sanggring Didik Wahyudi, kegiatan dalam masjid hanya untuk undangan dan jamaah.

“Jumlah sekitar 300-an porsi untuk undangan. Termasuk sampeyan kalau datang,”kata Didik sambil tersenyum. Untuk kegiatan masyarakat, pemerintah desa memperbolehkan menerima tamu di rumahnya masing-masing. “Tahun lalu, desa ditutup untuk warga luar desa,”kata Didik melalui pesan WhatApps pada Sabtu, 1 Mei 2021.

Istimewanya, panitia Kolak Ayam ini semua dari kaum Adam itu, mulai memilih bahan rempah, belanja ayam, memasak hingga menyajikan kepada masyarakat. Kolak Ayam Sanggring yang terasa gurih ini hanya setahun sekali yakni har ke-23 (telu likur) Ramadan . Tradisi masuk Warisan Budaya Takbenda Indonesia di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sejak 8 Oktober 2019.

Tahun ini, imbuh Didik, panitia Sanggring ke-496 akan menyembelih 115 ekor ayam ; 1 kuintal bawang daun ; 480 kilogram gula merah, 20 kilogram jinten bubuk dan 460 butir kelapa.

Kolak Ayam ini  disajikan untuk berbuka bersama di masjid Jamik Sunan Dalem. Kolak ayam merupakan makanan takil atau makanan pembuka untuk berbuka puasa yang sifatnya hanya sementara.

BAGIKAN KOLAK AYAM : Panitia Kolak Ayam Sanggring semuahya kaum Adam membagikan kepada masyarakat Desa Gumeno, Kecamatan Manyar, Gresik ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Tradisi ini berasal dari  suatu riwayat, di saat pelariannya di Desa Gumeno, Sunan Dalem jatuh sakit dan  dapat disembuhkan dengan memakan Sanggring ini.

Menurut Babad Gresik, Sunan Dalem adalah putra dari Sunan Giri yang memerintah di Giri Kedaton. Sunan Giri meninggal pada 1506 M, kemudian kekuasaan Giri Kedaton digantikan oleh putranya yaitu Sunan Dalem.

Di tengah kebingungan penduduk tersebut, Sunan Dalem mendapat petunjuk dari Allah SWT lewat mimpi agar membuat suatu masakan untuk obat. Esok harinya Sunan Dalem memerintahkan semua penduduk supaya membawa seekor ayam jago berumur sekitar satu tahun atau jago lancur ke Masjid.

Maka segeralah semua penduduk membawa seekor ayam jago untuk dimasak dengan santan kelapa, jinten, gula merah dan bawang daun. Setelah masakan selesai, Sunan Dalem memerintahkan kepada penduduk Gumeno agar membawa ketan yang sudah dimasak.

Pada saat itu bertepatan dengan Bulan Ramadan sehingga ketika tiba waktu Mahrib (waktu berbuka puasa), Sunan Dalem dan semua penduduk berbuka bersama di masjid.
Akhirnya Sunan Dalem mendapat Hidayah, Ma’unah serta Inayah dari Allah sehingga beliau sembuh dari sakit yang dideritanya setelah menyantap masakan tersebut (*)

Kolak Ayam Sanggring Gumeno, Juru Masak semua Kaum Adam Selengkapnya

Pantau PTM, Satgas Covid Balongpanggang Blusukan ke Sekolah

GRESIK,1minute.id – Petugas dari TNI, Polri dan Linmas blusukan ke sekolah. Satgas Covid-19 Kecamatan Balongpanggang itu mendatangi SMA Negeri 1 Balongpanggang untuk memantau protokol kesehatan Pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah itu.

Terlihat hadir diantara Camat Balongpanggang M Jusuf Ansyori, Kapolsek Balongpanggang AKP Tulus, bersama Personil dan Koramil Balongpanggang. Mereka ditemui Kepala SMAN 1 Balongpanggang dan Kepala UPT Puskesmas Dapet Kecamatan Balongpanggang dr Masrizal Khilda Taba. Puluhan siswa kelas XI yang masuk sekolah. 

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui Kapolsek Balongpanggang AKP Tulus mengatakan kehadiran Satgas Covid-19 masuk sekolah itu selain memantau prokes juga memberikan sosialisasi kepada guru dan siswa untuk disiplin mematuhi prokes Covid-19.

“Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk melakukan pencegahan Covid-19 di Kecamatan Balongpanggang khususnya di lingkungan SMA Negeri Balongpanggang. Sehingga dengan pemberlakuan pembelajaran tatap muka dapat berjalan dengan aman dan lancar dimasa Pandemi Covid- 19,”kata AKP Tulus pada Jumat, 30 April 2021.

Sementara itu, update data Covid-19 per 30 April 2021 terjadi penambahan 4 kasus konfirmasi terakumulasi menjadi 5.542 kasus. Sembuh tambah dua kasus menjadi 5.137 kasus.

Meninggal dunia 353 orang. Berdasarkan data sebaran Covid-19 di Balongpanggang terakumulasi 151 kasus. Selain itu, Balongpanggang tercatat menjadi salah satu munculnya klaster di Gresik yakni  Pasar Balongpanggang. (yad)

Pantau PTM, Satgas Covid Balongpanggang Blusukan ke Sekolah Selengkapnya

Doa dan Salat Gaib untuk Patriot KRI Nanggala-402 yang Gugur digelar di Polres Gresik

GRESIK,1minute.id – Perasaan duka masih menyelimuti warga Kota Santri, Gresik. Doa dan salat Gaib untuk 53 patriot kru KRI Nanggala-402 yang gugur di perairan Bali itu seakan tidak pernah putus dilakukan warga Gresik.

Rabu malam, puluhan santri dan santriwati Pondok Pesantren Zainal Abidin, Bungah disela memperingati Nuzulul Quran melakukan doa bersama untuk keselamatan bangsa dan korban awak kapal KRI Nanggala-402.

Kamis pagi tadi, 29 April 2021 puluhan anggota Polres Gresik melakukan salat gaib di aula Sarja Arya Racana Polres Gresik. Salat gaib diimami ustadz Achmad Reza itu diikuti Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, Waka Polres Kompol Eko Iskandar dan pejabat utama lainnya.

“Salat gaib ini untuk mendoakan 53 kru KRI Nanggala-402 yang gugur di perairan Bali,”ujat Kapolres Gresil AKBP Arief Fitrianto pada Kamis, 29 April 2021.

Selain berdoa untuk kru KRI Nanggala-402, imbuhnya, mendoakan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan keikhlasan. 

“Semoga pengabdian dan amal ibadah rekan-rekan kita yang telah gugur diterima disisi Allah SWT dan diberikan tempat terbaik disisi- Nya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan keikhlasan,”kata alumnus Akpol 2001 itu. (yad)

Doa dan Salat Gaib untuk Patriot KRI Nanggala-402 yang Gugur digelar di Polres Gresik Selengkapnya

Peringati Nuzulul Quran, Santri Ponpes Zainal Abidin Doa Bersama untuk Kru KRI Nanggala 402

GRESIK,1minute.id – Peringatan Nuzulul Quran di Pondok Pesantren Zainal Abidin lebih khidmat dan khusyuk meski dilakukan dengan protokol kesehatan pada Rabu malam, 28 April 2021.

Sebanyak 50 santri dan santriwati di ponpes berlokasi di Kecamatan Bungah, Gresik melakukan khataman Alquran, tahlil dan doa bersama. Acara itu dilakukan di dua tempat berbeda yakni musala utama dan musala putri ponpes berlokasi di sebelah utara Masjid Kiai Gede Bungah Gresik ini.

Khataman Quran dihadiri oleh Nyai Hj Maisaroh, masing-masing santri diwajibkan membaca 1 juz Al Quran, kemudian dilanjut dengan Tahlil dan Doa bersama yang dipimpin oleh Ustad Suwarno, salah satu guru sepuh di pesantren tersebut.

Pengurus Pesantren Zainal Abidin Ustad Zainal Arifin mengatakan, memperingati Nuzulul Quran, rutinitas kegiatan santri  telah berjalan selama puluhan tahun di setiap malam 17 Ramadan. 

“Khusus tahun ini, para santri bermunajat mendoakan agar bangsa Indonesia diberikan keselamatan dari segala macam wabah dan bencana, terlebih dari wabah Covid-19,”kata Zainal.

Lebih lanjut, kata Zainal, berbagai macam bencana melanda Indonesia akhir-akhir ini menjadi keprihatinan bagi para santri. Tidak terkecuali musibah tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala 402 di perairan Bali. Sebanyak 5 diantara 53 kru kapal selam itu yang gugur adalah patriot asal Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik.

Selain itu, dalam munajat juga mendoakan agar Kabupaten Gresik terhindar dari segala macam tindak kejahatan di tengah masyarakat.

“Para santri juga mendoakan para prajurit kru KRI Nanggala 402, secara khusus kami juga mendoakan Kabupaten Gresik agar diberikan keselamatan dan terhindar dari segala macam tindak kejahatan yang akhir-akhir ini sangat meresahkan masyarakat,”kata Zainal sambil mencontohkan aksi kejahatan seperti pencurian, perampokan, dan narkoba. (yad)

Peringati Nuzulul Quran, Santri Ponpes Zainal Abidin Doa Bersama untuk Kru KRI Nanggala 402 Selengkapnya

Bukber, Salat Jamaah, Lalu Dapat Paket Sembako, Anjal Semringah

GRESIK,1minute.id – Puluhan anak jalanan terlihat semringah pada Sabtu, 24 April 2021Mereka tersenyum bahagia karena bisa salat maghrib dan buka berjamaah bersama para pengurus Asosiasi Bank Sampah Gresik (Asbag).

Buka puasa dan salat berjamaah dilakukan di rumah belajar anak  jalanan (Anjal) di kompleks terminal angkutan kota dan desa di Jalan Gubernur Suryo, Gresik itu.

“Kami senang bisa berbagi dengan anak-anak kurang beruntung,”kata pengurus Asbag Siti Fitria. Fitri mengatakan, selama bulan suci Ramadan ini paket sembako itu dikumpulkan dari anggota Asbag dan donasi masyarakat yang peduli kepada sesama yang secara ekonomi kurang beruntung. Anak yatim dan anjal, diantaranya.

Pembimbing di rumah belajar anak jalanan Ustadzah Iin Budiarti bersyukur ada pihak yang memberikan bingkisan bagi binaannya.

“Kami sangat bahagia dan sangat bersyukur,  beberapa kelompok masyarakat dan juga pribadi yang memberikan support pada kami. Sumbangan ini akan kami bagikan secara langsung kepada mereka yang berhak,”kata Iin-sapaan- ustadzah Iin Budiarti. (yad)

Bukber, Salat Jamaah, Lalu Dapat Paket Sembako, Anjal Semringah Selengkapnya

Peringati Hari Bumi, EH Ajak Masyarakat Diet Plastik

GRESIK,1minute.id – Sejumlah aktivis dari Earth and Human (EH) Gresik dan siswa MTs Maarif Sidumukti, Kecamatan Kebomas turun ke jalan pada Kamis. 22 April 2021. 

Mereka membagikan tumbler, sedotan stainless dan masker kain kepada para pengendara di Jalan Sumatera Kompleks Perumahan Gresik Kota Baru (GKB), Desa Randuagung, Kecamatan Kebomas, Gresik.

Aksi simpatik para aktivis itu untuk memperingati  Hari Bumi Sedunia yang diperingati setiap 22 April itu. Koordinator EH Gresik Syaiful Fauzi mengatakan, aksi ini bagian dari edukasi kepada masyarakat agar bijak berplastik. Diet plastik.

“Sosialisasi penggunaan produk yang ramah lingkungan,”ujar Syaiful Fauzi.
Penggunaan sedotan stainless, botol minum (tumblr) serta masker kain, tambahnya, belum banyak dilakukan masyarakat.

Dengan cara ini, imbuhnya, berusaha menggugah dan mengingatkan masyarakat untuk memakai produk ramah lingkungan. Apalagi, belakangan ini banyak restoran dan kafe berdiri di Gresik.

“Banyak restoran dan kafe yang lebih suka menggunakan kemasan sekali pakai dari pada gelas kaca yang bisa dipakai berulang ulang. Dan juga mengingatkan tentang penggunaan masker yang dapat dipakai berulang-ulang, biar tidak nyampah,”tegasnya.

Untuk diketahui Hari Bumi adalah acara tahunan yang dirayakan di seluruh dunia pada 22 April untuk menunjukkan dukungan bagi perlindungan lingkungan.

Peringatan pertamakali dicanangkan oleh Senator Amerika Serikat Gaylord Nelson pada 1970 seorang pengajar lingkungan hidup.
Menurut data yang diperoleh EH Gresik perolehsedotan plastik dan gelas plastik memerlukan waktu selama ratusan tahun untuk terurai.

Selain itu, setiap tahunnya satu juta burung laut mati karena menelan sampah plastik.Bahkan, diprediksi sekitar delapan juta ton sampah plastik. (yad)

Peringati Hari Bumi, EH Ajak Masyarakat Diet Plastik Selengkapnya

Berkebaya, Perempuan Pegiat Lingkungan tebar Kebaikan Selamatkan Lingkungan

GRESIK,1minute.id – Sejumlah perempuan berkebaya nyebur ke sebuah telaga.  Perempuan pegiat lingkungan kemudian menuangkan  beberapa botol cairan di telaga di kawasan Kebomas itu.

Diantara emak-emak yang getol berupaya menyelamatkan lingkungan itu adalah Siti Fitriah. Ia adalah ketua asosiasi bank sampah Gresik (Asbag). 

Menurut Siti Fitriah, cairan yang dituangkan ke telaga itu adalah cairan alami. Cair serbaguna hasil fermentasi dari sisa buah atau sayuran kemudian dicampur gula aren dan air menghasilkan O3.

“Untuk membuatnya cairan fermentasi itu minimal butuh waktu 90 hari,”kata Siti Fitria pada Kamis, 22 April 2021. Cairan alami fermentasi itu biasa di sebut ecoenzim. Ecoenzim ini memiliki banyak fungsi. Bisa untuk pembersih alami, sabun cair alami hingga bahan kosmetik kecantikan alami.

“Fungsinya itu luar biasa banyak sekali. Pembersih alami sabun cair,  pembersih udara alami, pembersih rumah tangga alami dan hand sanitizer,”terang Fitri.

Cairan ecoenzim itu ketika dituangkan dalam telaga yang tidak mengalir, maka akan ada perbaikan ekosistem atau perbaikan biota air disitu.

“Saya tuang ke danau kemarin itu ph-nya rendah kali 2,60 sampai 2,90 itu berarti pH yang seperti itu cocok untuk perawatan atau di manfaat medisnya untuk mengobati luka detox dan sebagainya mangkanya saya juga menyimpan kalau itu enzim sangat ramah lingkungan,” terangnya.

Mengapa ia dan kaum hawa lainnya membuatekoenzim, sebab 70 persen sampah yang terbuang di tempat pembuangan akhir (TPA) Ngipik, di Kelurahan Ngipik, Kabupaten Gresik adalah sampah organik.

“Dengan membuat ecoenzim ini kita bisa mengurangi beban di TPA. Dengan memproduksi ekoenzim berarti kita telah membantu mengelola banyak daripada sampah non-organik,”katanya.

Ecoenzim ditemukan doktor Rosukon Poompanvong. Pada 2003, doktor dari Thailand ini menerima penghargaan dari FAO (lembaga PBB yang mengurus soal pangan–red).  Ecoenzim ini memiliki manfaat yang berlipat ganda.

Dengan memanfaatkan sampah organik sebagai bahan bakunya, kemudian dicampur dengan gula aren dan air, proses fermentasinya menghasilkan gas O3 dan hasil akhirnya adalah cairan pembersih serta pupuk yang ramah lingkungan.

Sejak berhasil dalam penelitiannya, Dr. Rosukon dengan arif mempersembahkan penemuan ini bagi masyarakat luas, tanpa meminta royalti apa pun. Pengetahuan ini bersikap terbuka untuk siapa saja, demi kepentingan lingkungan.

Masyarakat Malaysia, Australia, Taiwan, hingga Amerika Serikat telah membuat ekoenzim dari sampah dapur mereka sejak beberapa tahun lalu. Di Indonesia, tren ini baru dimulai beberapa tahun belakangan. (yad)

Berkebaya, Perempuan Pegiat Lingkungan tebar Kebaikan Selamatkan Lingkungan Selengkapnya

Dokter Anis, Nakhoda baru KONI, Bupati Berpesan Jangan Ada Atlet Terlantar

GRESIK,1minute.id – Dokter Anis Ambiyo Putri menjadi nakhoda baru Komite Olahraga Nasional Indonesia (Koni) Gresik.  Anis terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Olahraga Kabupaten  (Musorkab) KONI di Ruang Putri Mijil Kompleks Pendapa Rumah Dinas Bupati Gresik pada Rabu, 21 April 2021.

Anis menggantikan posisi dr Singgih Priyanto MARS. Anis  adalah perempuan pertama menjadi pemimpin tertinggi komite olah raga di Kota Santri-sebutan lain-kabupaten Gresik bertepatan di Hari Kartini yang diperingati setiap 21 April itu. 

Musorkab KONI ini dibuka oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. Pada kesempatan itu,  bupati termuda Kota Santri berpesan kepada pengurus KONI 2021-2024 tidak ada lagi kasus atlet yang terlantar.

“Mudah-mudahan ke depan KONI Kabupaten Gresik memberi perhatian terhadap atlet di semua cabor (cabang olahraga). Jangan ada lagi atlet yang terlantar, berangkat sendiri dan tidak dapat penghargaan,”pesan Gus Yani-sapaan-Bupati Fandi Akhmad Yani. 

Gus Yani pun menyebut, bila pengajuan anggaran untuk KONI Gresik telah berada di mejanya. Hanya saja, alumnus Unair Surabaya ini,  ingin pengurus KONI di tata terlebih dahulu sebelum pengajuan anggaran itu diteken.

“Kami ingin KONI menjadi rumah besar bagi atlet di Kabupaten Gresik. Karena atlet ini bisa membawa nama baik Gresik. Kami minta KONI fokus pada satu target sesuai anjuran Pak Presiden,” ungkapnya.

Sejauh ini, lanjut Gus Yani, dirinya sering menerima pengaduan dan masukan. Antara lain, ada atlet disabilitas yang mengadu terkait kurangnya perhatian. Oleh karena itu, dirinya pun berpesan hal ini jangan sampai terulang kembali.

“Untuk itu pemerintah daerah bisa bersinergi dengan KONI. Dan KONI bisa melayani atlet-atlet dari berbagai cabor. Sekali lagi saya pesan jangan sampai ada atlet yang tidak diperhatikan alias gak kreken,”katanya. 

Sementara itu,  Ketua KONI Gresik dr Anis Ambiyo Putri mengatakan pihaknya  bertekad memajukan olahraga di Gresik meraih prestasi di tingkat nasional.

“Saya akan benar-benar menjaga amanah ini. Dan harapan saya olahraga di Gresik lebih maju dan berprestasi,”ujar dokter Anis. Anis pun berupaya agar kasus atlet yang terlantar dan berangkat sendiri tanpa mendapat penghargaan atau apresiasi tidak akan terjadi lagi di bawah kepemimpinannya.

“Kami akan berupaya semaksimal mungkin memenuhi kebutuhan mereka (para atlet). Karena atlet ini juga membawa nama baik Kabupaten Gresik,” tegasnya. (yad) 

Dokter Anis, Nakhoda baru KONI, Bupati Berpesan Jangan Ada Atlet Terlantar Selengkapnya