Terapkan Prokes Ketat, Bupati Gresik Optimistis PTM Aman

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 80 persen peserta didik mengingingkan pembelajaran tatap muka (PTM). Antusiasme itu terlihat di PTM hari pertama pada Senin, 19 April 2021.

Seluruh lembaga pendidikan negeri dan swasta jenjang SD dan SMP melakukan PTM. Ada 112 lembaga jenjang sekolah menegah pertama (SMP) dan 452 sekolah dasar (SD) melakukan PTM. 

Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani dan Aminatun Habibah melakukan inspeksi mendadak di SMP Negeri 2 Gresik dan SMP Negeri 4 Gresik. Di dua sekolah negeri itu, peserta didik kelas IX sedang menjalani ujian sekolah. Ini US offline kali pertama sejak pandemi Covid-19 merebak Maret tahun lalu.

Di SMP Negeri 4 Gresik ujian sekolah menggunakan komputer. Sedangkan, di SMP Negeri 2 Gresik ujian menggunakan papertest. Di SMP Negeri 2 Gresik, misalnya. 

Rombongan belajar (Rombel) kelas IX berjumlah 254 siswa. Peserta PTM sebanyak 250 siswa. Empat siswa sisanya memilih ujian sekolah dalam jaringan. Sedangkan, di SMP Negeri 4 Gresik, siswa kelas IX memilih ujian offline “hanya” 3 siswa.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, semua itu putusan demokratis wali murid, peserta didik, komite sekolah dan satgas Covid sekolah.

“Tidak memaksakan wali murid dan memberatkan sekolah. Ini bentuk musyawarah yang baik dan mengikuti PTM atau daring,”kata Fandi Akhmad Yani yang juga Komandan Satgas Covid-19 Gresik itu. Akan tetapi, untuk siswa kelas VII dan VIII, tambah Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani, banyak wali murid yang menginginkan PTM.

Data dari kepala SMP Negeri 4 Gresik Arif Abd Rohman menyebutkan siswa kelas VII SMP Negeri 4 Gresik berjumlah 287 siswa memilih PTM 264 siswa. Sedangkan, siswa kelas VIII berjumlah 280 siswa meninginkan PTM 256 siswa. “Mayoritas menghendaki PTM,”ujar Gus Yani.

Putusan PTM diambil Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani setelah rapat koordinasi bersama forkopimda terkait perkembangan virus covid-19. Pagebluk mengalami tren menurun dari zona merah menjadi kuning.

Selain itu hasil polling Dispendik mayoritas atau sekitar 80 persen wali murid menginginkan PTM. Meski begitu, Gus Yani akam melakukan evaluasi PTM. Gus Yani berharap PTM tidak menimbulkan klaster baru. 

Dalam sidak di dua sekolah negeri itu, Bupati Fandi Akhmad Yani terlihat puas tindakan sekolah yang menerapkan protokol kesehatan ketat untuk siswa dan guru. Bahkan, Gus Yani yang menjadi Komandan Satgas Covid-19 Gresik tetap menjalani prokes yakni masuk bilik sanitizer, cuci tangan dan tes suhu badan. (yad)

Terapkan Prokes Ketat, Bupati Gresik Optimistis PTM Aman Selengkapnya

80 Persen Peserta Didik Inginkan PTM

 GRESIK,1minute.id – Pembelajaran tatap muka (PTM) dimulai serentak di Kota Santri pada Senin hari ini, 19 April 2021. Ada 112 lembaga jenjang sekolah menegah pertama (SMP) dan 452 sekolah dasar (SD) negeri dan swasta melakukan PTM kali pertama sejak pandemi Covid-19 merebak Maret tahun lalu.

Bupati dan Wabup Gresik, Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah melakukan inspeksi mendadak (sidak) di dua sekolah yakni SMP Negeri 2 Gresik dan SMPN 4 Gresik. Di dua lembaga pendidikan itu, dilakukan penerapan protokol kesehatan (prokes).

Seluruh siswa wajib memakai masker, face shild, cuci tangan, tes suhu badan menggunakan thermo gun

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, pembelajaran tatap muka (PTM) di mulai sesuai hasil evaluasi bersama forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda) perkembangan corona virus disease 2019 di Gresik menunjukkan tren menurun. 

“Dari semula zona merah, sekarang zona kuning,”ujar Gus Yani-sapaan-Bupati Fandi Akhmad Yani pada Senin, 19 April 2021. PTM, tambahnya, dilakukan sesuai prokes. “Dalsm seminggu pertama kami akan melakukan evaluasi. Semoga PTM tidak menimbulkan klaster baru,”kata Gus Yani didampingi Wabup Aminatun Habibah, dan Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik Mahin usai sidak di SMPN 4 Gresik.

Gus Yani terlihat puas kesiapan sekolah dalam menerapkan protokol kesehatan. Bahkan, Komandan Satgas Covid-19 ini menjalani pemeriksaan suhu badan. 

Kepala Dinas Pendidikan Gresik Mahin mengatakan, hasil polling dengan cara pengisian angket mayoritas peserta didik menginginkan untuk PTM. “Lebih dari 80 persen peserta didik menginginkan PTM,”kata Mahin. (yad)

80 Persen Peserta Didik Inginkan PTM Selengkapnya

Senin Besok, Awali PTM, Langsung Ujian Sekolah

GRESIK,1minute.id – Pembelajaran tatap muka (TPM) siswa di Kota Santri dimulai Senin besok, 19 April 2021. PTM kali pertama sejak pagebluk corona virus disease 2019 ini dikhususkan untuk siswa sekolah dasar negeri (SDN) kelas VI dan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) kelas IX.

Mereka bakal mengikuti ujian sekolah secara offline. Peserta ujian sekolah ini adalah siswa yang telah mengisi angket kesediaan untuk mengikuti pembelajaran tatap muka. Angket  itu ditandatangani wali murid. 

Ada dua mata pelajaran di hari pertama ujian sekolah jenjang SD dan SMP. Pukul 08.00-09.30 mapel PPKn (Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan). Jam kedua, pukul 09.45 – 11.15 mapel Pendidikan Agama dan Budi Pekerti (PABP).

Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik Mahin mengatakan, pembelajaran tatap muka (PTM) kali pertama sejak wabah corona dimulai bertepatan dengan ujian sekolah untuk kelas VI SD dan Kelas IX SMP. 

Di Gresik, ada 33 lembaga sekolah negeri jenjang SMP dan 389 lembaga sekolah jenjang sekolah dasar yang siap untuk PTM. Sosialiasi PTM ini, maksimal 50 persen dari pagu sekolah. “Pagu setiap sekolah berbeda-beda,”ujar Mahin.

Dia mencontohkan bila pagu kelas berjumlah 28 siswa. “Separohnya atau 14 siswa yang mengikuti PTM,”ujar Mahin. Bila pagu kurang dari 20 siswa bisa semuanya mengikuti ujian sekolah.

Terpisah, Kepala UPT SDN 372 Gresik di Desa Pekalongan, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean Ahmad Firdaus mengatakan ujian sekolah hanya diikuti 3 siswa. “Dan, kami sudah siap melaksanakan ujian sekolah dengan protokol kesehatan,”kata Ahmad Firdaus dikonfirmasi melalui WhatsApp pada Minggu petang.

Seperti diberitakan Bupati Gresik yang juga Komandan Satgas Covid-19 Gresik Fandi Akhmad Yani usai rapat koordinasi dengan forkopimda memutuskan PTM dimulai Senin besok, 19 April 2021. PTM mencermati tren kasus Covud-19 menunjukkan tren menurun. Selain itu, pengajar juga telah menjalani vaksinasi.

PTM tetap mematuhi protokol kesehatan. Antara lain, jumlah siswa dalam kelas maksimal 50 persen. Siswa memakai masker, mencuci tangan dan tidak bergerombol. (yad)

Senin Besok, Awali PTM, Langsung Ujian Sekolah Selengkapnya

Ujian Sekolah Siswa SD dan SMP Secara PTM mulai Senin Depan

GRESIK,1minute.id – Pembelajaran tetap muka (PTM) untuk siswa SD dan SMP sederajat dimulai Senin, 19 April 2021. PTM kali pertama sejak pagebluk corona Maret 2020 itu. Tahap awal PTM untuk siswa kelas VI Sekolah Dasar (SD) dan siswa kelas IX Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang akan mengikuti ujian sekolah. Ujian sekolah utama ini dilakukan secara bergelombang. Maksimal kapasitas siswa dalam kelas 50 persen.

Fandi Akhmad Yani, Bupati Gresik juga komandan Satgas Covid-19 Gresik menggelar rapat evaluas i di Ruang Mandala Bhakti Praja lantai IV Kantor Bupati Gresik pada Jumat, 16 April 2021.

Rapat evaluasi dihadiri Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail, Ketua DPRD Gresik Abdul Qodir dan Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah ini, Bupati Fandi Akhmad Yani berharap PTM tidak hanya siswa SD dan SMP. Bila, memungkin  juga disegerakan PTM untuk jenjang taman kanak-kanak dan pendidikan usia dini (TK-PAUD).

“Diknas lakukan kajian agar mensegerakan juga pemberlakukan PTM untuk TK dan PAUD,”ujar Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani diamini Wabup Aminatun Habibah pada Jumat, 16 April 2021.

Selain evaluasi persiapan PTM, Gus Yani-sapaan-Bupati Fandi Akhmad Yani meminta kepada peserta rakor untuk mengevaluasi kembali Peraturan Bupati (Perbup) Gresik nomor 50/2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka di masa Transisi Menuju Tatanan Normal Baru pada Kondisi Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Kabupaten Gresik. Perbup itu ditetapkan pada 3 Desember 2020.

“Saya harap Perbup 50/2020 tersebut disesuaikan dengan keadaan saat ini yang sedang berlaku di Kabupaten Gresik. Misalnya tentang larangan yang ada di perbup tersebut bahwa siswa dilarang naik kendaraan umum, guru luar Gresik dilarang mengajar,”kata Gus Yani yang juga Komandan Satgas Covid-19 Gresik ini.

Bupati meminta agar semua yang hadir memberikan solusi yang paling aman dan tidak beresiko. Pengaturan jam belajar, kapasitas murid serta durasi pembelajaran setiap minggu juga dipastikan. Selain itu yang tak kalah pentingnya ijin pernyataan tertulis dari orang tua murid maupun dari pihak komite sekolah.

Berdasar evaluasi Dinas Pendidikan (Dispendik) masih ada sekolah yang belum melengkapi sarana dan prasarana PTM, Bupati Fandi Akhmad Yani dan Wabup Aminatun Habibah meminta Dispendik untuk melakukan pendampingan. “Jadi sekolah yang belum siap tersebut tetap memulai pembelajaran tatap muka didampingi oleh pihak Diknas,”kata Bupati Gus Yani.  

Wakil Bupati Aminatun Habibah berharap semua pihak membantu agar semua sekolah SD dan SMP bisa semuanya memulai PTM pada Senin besok. “Bila ada sekolah yang masih belum siap dan belum memenuhi syarat agar dibantu seoptimal mungkin,”harap Bu Min-sapaan-Aminatun Habibah. (yad)

Ujian Sekolah Siswa SD dan SMP Secara PTM mulai Senin Depan Selengkapnya

Guru Mapel Bahasa Inggris SD Wadul ke Wabup, Ada apa?

GRESIK,1minute.id – Sejumlah guru bahasa Inggris di sekolah dasar mengadu ke Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah pada Kamis, 15 April 2021.

Mereka adalah guru yang tergabung dalam kelompok Kerja Guru (KKG) mata pelajaran Bahasa Inggris. Mereja dipimpin oleh Ngatijan dan Kadek Ayu. Pembina dan Ketua KK itu diterima di ruang rapat Wakil Bupati Gresik. 

Dalam pertemuan dengan Wabup Aminatun Habibah mereka menumpahkan keluh kesah karena sebagian besar para guru Bahasa Inggris SD tidak bisa mengajar maksimal. 

Pembina KKG Mapel Bahasa Inggris Ngatijan mengatakan sejak berlakunya kurikulum 2013, pelajaran Bahasa Inggris untuk SD tidak lagi menjadi mata pelajaran di sekolah. Hanya beberapa sekolah yang memberlakukan mapel Bahasa Inggris sebagai muatan lokal (mulok).

“Bahkan beberapa SD di Gresik menjadikan Bahasa Inggris sebatas kegiatan ekstra kurikuler,”ujar Ngatijan. Mantan ketua KKG ini menambahkan, kebijakan para kepala sekolah tersebut akibatnya banyak guru mapel Bahasa Inggris tidak mendapatkan jam mengajar dan tidak bisa lagi mengajarkan Bahasa Inggris di sekolah.

“Memang ada solusi, yaitu para guru tersebut melimpah ke SMP. Tapi tidak semudah itu, mengingat SMP yang ada sekarang pelajaran Bahasa Inggrisnya telah dikurangi dan masing-masing SMP sudah ada guru Bahasa Inggrisnya,”imbuh Ngatijan.

Ketua KKG Kadek Ayu menambahkan akibat tidak dapatn jam mengajar, mereka saat ini tidak mendapat tunjangan sertifikasi. Peraturan Bupati yang lama kurang mendukung terhadap berlakunya kurikulum 2013.

“Kami mohon Pemkab Gresik membuat peraturan Bupati yang baru untuk menguatkan kami bisa mengajar kembali. Kami menganggap Pendidikan Bahasa Inggris masih sangat diperlukan di Gresik. setidaknya di perbup yang baru nanti, pelajaran Bahasa Inggris bisa menjadi muatan lokal yang diajarkan di seluruh SD di Kabupaten Gresik,”pinta Kadek Ayu.

Menanggapi keinginan para guru Bahasa Inggris tersebut, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah berjanji akan mengkonsultasikan ke bagian hukum Pemkab Gresik. 

“Kami akan mempelajari semua aduan saudara-saudaraku semua, bagaimanapun saya dulu sebagai pengajar Bahasa Inggris. Tentu sangat tahu betul keinginan saudara. Namun demikian, saya tetap akan mengkonsultasikan dengan Dinas Pendidikan terutama dengan Bagian Hukum Pemkab Gresik,”kata Bu Min-sapaan akrab- Wabup Gresik  Aminatun Habibah. (yad)

Guru Mapel Bahasa Inggris SD Wadul ke Wabup, Ada apa? Selengkapnya

Sambut Ramadan, Rumah Anjal Gelar Lomba Azan, Pasang Mukena


GRESIK,1minute.id – Bulan Suci Ramadan kurang hitungan jari. Namun, suasana bulan suci yang dinantikan umat muslim itu sudah terasa rumah belajar anak jalanan di terminal Gubernur, Gresik pada Kamis, 8 April 2021.

Mereka menggelar perlombaan azan, pasang sarung, mukena, membaca doa salat , buka puasa hingga peragaan busana. Gelaran sederhana menyambut Ramadan dan Hari Kartini ini membuat para keluarga senyum-senyum. Mereka senang. 

Perlombaan yang bagi membikin orang dewasa dan anak yang biasa mengais rezeki di jalanan terlihat ceria. Menurut Iin Budiarti, perlombaan menjelang Ramadan bertujuan mengajak anak anak asuh untuk menyemarakkan, disamping membuat suasana gembira menyambut Ramadan.

“Kami juga melatih dan membiasakan dan memasang perlengkapan serta mengajari doa-doa dalam salat,”terang ustadzah Iin Budiarti.
Sebab, anak anak jalanan yang biasanya  ngamen dan ngemis juga perlu sentuhan budaya dan kebiasaan yang Islami. Dalam peombaan busana dewasa Ny Sutinah, 45, terpilih sebagai pertama. 

LOMBA AZAN : Agung, peserta lomba azan di rumah anak jalanan di terminal Gubernur Suryo, Gresik pada Kamis, 8 April 2021 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Sedangkan, Agung terpilih sebagai juara pertama azan. Agung keseharian ngamen di simpang empat Sidomoro, Gresik. “Sudah sangat lama tidak pernah azan. Sempat sedikit grogi,”ujar Agung sambil tersenyum.

Hj Fatimah, salah seorang pengajar di rumah belajar anjal  berharap kepada peserta lomba untuk tetap giat dan istiqomah dalam melaksanakan kehidupan yang Islami.

“Untuk pemenang lomba kali ini, jangan dilihat hadiahnya, namun semangat dalam menyongsong bulan Ramadan dan sekaligus membiasakan budaya Islami,”harap pengasuh di Ponpes Kholidiyah ini. (yad)

Sambut Ramadan, Rumah Anjal Gelar Lomba Azan, Pasang Mukena Selengkapnya

Bupati Berharap Kadispendik Beri Kado Terindah untuk Guru Honorer

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bertemu dengan perwakilan guru honorer dalam saturahmi dan Sarasehan Pendidikan Forkom GTK – PTK non K-2 se-Kabupaten Gresik pada Selasa, 6 April 2021.
Bupati memberi target kepada Dinas Pendidikan Gresik agar guru honorer di Gresik menerima surat keputusan (SK) pada tahun ini.

Menurut Gus Yani-panggilan akrab- Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, pertemuan dengan tenaga pendidik non ASN ini tidak hanya sekadar sarasehan biasa. Gus Yani berharap pertemuan di Ruang Mandala Bhakti Praja lantai IV Kantor Bupati  ini, menghasilkan manfaat khusus bagi guru honorer.

Pertemuan ini adalah bagian dari rembuk akur mendengar harapan dari para guru honorer selama ini kurang mendapat perhatian. Dikatakannya, mulai dari program PPPK, insentif guru dan surat keputusan (SK) yang bisa digunakan oleh guru untuk bisa mendapatkan sertifikasi. 

“Sebelum kepala dinas pendidikan pensiun, saya minta untuk dilakukan kajian hukum sehingga guru honorer bisa mendapatkan sertifikasi,”kata Gus Yani. “Mudah-mudahan ini bisa terlaksana karena kesejahteraan guru merupakan tanggungjawab kami berdua,”imbuh mantan Ketua DPRD Gresik itu didampingi Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah dan Kepala Dinas Pendidikan Gresik Mahin.

Gus Yani berharap kajian bisa cepat kelar sehingga bisa menjadi kado terindah bagi Kadispendik sebelum purna tugas. “Beri kado terindah untuk para guru honorer ini,”seloroh Gus Yani.

Sementara itu, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah menambahkan, guru di sekolah negeri tidak bisa mendapat sertifikasi karena tidak pernah dapat SK dari Bupati.

“Selama ini tidak menyalahi aturan dan hukum yang berlaku, bupati siap menerbitkan SK bagi teman-teman yang menjadi honorer di sekolah negeri,”tegas Bu Min-sapaan-Aminatun Habibah itu.

Guru honorer yang mendapat SK dari kepala daerah berhak mendapatkan tunjangan sertifikasi sebesar Rp 1,5 juta setiap bulan jika lolos program pendidikan dan pelatihan guru (PPG). Tunjangan sertifikasi ini bersumber dari APBN.

Ketua PGRI Gresik Arief Susanto mengakui pengabdian guru honorer tidak diragukan lagi. “Meskipun gaji dibawah rata-rata, tetap mengabdi,”terang Arief. (yad)

Bupati Berharap Kadispendik Beri Kado Terindah untuk Guru Honorer Selengkapnya

Hore…Pemkab Izinkan PTM Dimulai 19 April

GRESIK,1minute.id – Hore…! Pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik akhirnya memberikan izin pembelajaran tatap muka (PTM) di gelar di Gresik. Izin PTM diberikan setelah melakukan pengkajian perkembangan wabah coronavirus disease 2019 (Covid-19) menunjukkan tren mereda.

Status Kota Santri yang semula masuk zona merah berubah menjadi zona kuning. Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah mengatakan, hasil rapat koordinasi dengan Satgas Covid-19, Dinas Pendidikan, Kementerian Agama (Kemenag) Gresik , Komisi IV DPRD Gresik di Ruang Graita Eka Praja lantai II Kantor Bupati semua sepakat dan menyetujui PTM bisa dilakukan di Gresik.

“Alhamdulillah semua menyetujui PTM diberlakukan,”kata Bu Min-sapaan akrab-Aminatun Habibah usai rakor pada Senin, 5 April 2021.

Bu Min menambahkan, berdasarkan hasil rapat, PTM disetujui digelar pada Senin, 19 April 2021 mendatang. “Secara prinsip, 98 sekolah di Gresik sudah siap,”kata Wabup perempuan pertama di Gresik itu.

Meski demikian, Bu Min mengingatkan PTM nanti lembaga pendidikan harus memenuhi syarat dan ketentuan sesuai Perbup 50/2020.
“Secara teknis, Dispendik dan Kemenag serta Satgas Covid-19 kecamatan yang mempersiapkan semuanya,”katanya.

“Terutama berapa sekolah yang siap melaksanakan PTM di masing-masing kecamatan,”sambungnya. Demi kelancaran PTM, kata Bu Min, nantinya akan melibatkan Dinas Kesehatan dan Polres Gresik untuk mengawasi protokol kesehatan (prokes). “Supaya PTM berjalan sesuai yang diharapkan,”pungkas Wabup perempuan pertama di Gresik tersebut.

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dispendik Gresik Nur Maslichah mengatakan, sinyal lampu hijau tentu menggembirakan. “PTM akan dimulai 19 April 2021. Untuk detailnya kami masih harus berkoordinasi dengan sekolah,”ujarnya. (yad)

Hore…Pemkab Izinkan PTM Dimulai 19 April Selengkapnya

Pemkab Gresik Serius Persiapkan Pembelajaran Tatap Muka

GRESIK,1minute.id – Rencana Pembelajaran tatap muka terus dimatangkan. Rencananya, Wakil Bupati Gresik Aminatun akan bertemu dengan semua stakeholder untuk membahas rencana pembelajaran tatap muka (PTM) pada Senin nanti, 5 April 2021.

Pembelajaran tatap muka mulai serius dibahas, seiring perkembangan coronavirus disease 2019 (Covid-19) di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik menunjukkan tren berkurang. Gresik yang semula zona merah kini masuk zona kuning. 

Selain itu, sudah ada Keputusan Bersama tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi COVID-19. Dalam panduan PTM antara lain, jarak antarsiswa dalam kelas 1,5 meter, maksimal 18 siswa dalam kelas atau 50 persen dari kapasitas kelas.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Nadiem Anwar Makarim membebas sekolah untuk memecahan rombel di kelas. Bisa dua kali atau tiga rombel.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, Pemkab terus mematangkan rencana PTM. “Senin depan , Bu Min akan melakukan pertemuan membahas PTM,”kata Gus Yani dan dibenarkan Aminatun Habibah pada Kamis, 1 April 2021. “Kita akan fokus pendidikan dulu,”kata Gus Yani. (yad)

Pemkab Gresik Serius Persiapkan Pembelajaran Tatap Muka Selengkapnya

Simulasi PTM di SLB Kemala Bhayangkari 2 Gresik Lancar Dihadiri Ketua Bhayangkari Jatim

GRESIK,1minute.id – SimulasI pembelajaran tatap muka dilakukan SLB Kemala Bhayangkari 2 Gresik. Simulasi disaksikan langsung Ketua Bhayangkari Jatim Ny Ulli Nico Afinta pada Selasa, 30 Maret 2021.

Dalam sosialisasi siswa sekolah luar biasa berlokasi di Jalan Randuagung, Kompleks Perumahan Randuagung, Desa Randuagung, Kecamatan Kebomas, Gresik itu wajib melewati bilik sanitizer, cuci tangan, memakai masker dan melepas sepatu untuk ganti sandal yang disediakan oleh sekolah dalam naungan Bhayangkari Polres Gresik itu.

Setelah itu, siswa masuk ke kelas. Jumlah siswa dalam satu kelas ada dua hingga empat siswa. Selain, kegiatan belajar mengajar, siswa juga mengikuti belajar mengaji di musala dalam kompleks SLB Kemala Bhayangkari 2 Gresik itu.

Ketua Yayasan Kemala Bhayangkari Jatim Ully Nico Afinta dan Ketua Bhayangkari Gresik Ny Inanda Arief Fitrianto dalam simulasi PTM di SLB Kemala Bhayangkari 2 Gresik pada Selasa, 30 Maret 2021 (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Simulasi PTM ini dihadiri Ketua Bhayangkari Cabang Gresik Ny Inanda Arief Fitrianto, Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Ketua TP PKK Gresik Nurul Haromaini Fandi Akhmad Yani.

Sehari sebelumnya, Senin 29 Maret 2021, Ketua Bhayangkari Cabang Gresik Inanda Arief Fitrianto mengatakan sejumlah persiapan sudah dilakukan untuk menyambut PTM di lembaga pendidikan yang dinaunginya itu.

Nantinya, proses pembelajaran akan mendapatkan pengawasan dan pengawalan, serta memfasilitasi pengobatan bagi tenaga pendidik dan peserta didik yang terdampak Covid-19. “Kami juga membentuk Tim Satgas Covid-19 sekolah,”ujarnya pada Senin, 29 Maret 2021.

Protokol kesehatan ditrerapkan ketat, mulai dari memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Melewati bilik sterilisasi dan membawa peralatan ibadah pribadi. Dan sejumlah standar operasional prosedur (SOP) lainnya.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Ketua Ketua Bhayangkari Gresik Inanda Arief Fitrianto dengan siswa SLB Kemala Bhayangkari 2 Gresik sedang mengaji di TPQ sekolah pada Selasa, 30 Maret 2021 (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto menambahkan persiapan pembukaan sekolah tatap muka SLB Kemala Bhayangkari 2 di Aula Mapolres Gresik. Bersama Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani dan Pasiter Kodim 0817/Gresik, Kapten Inf Siari beberapa kesiapan protokol kesehatan dipaparkan.

“Kami melaporkan kesiapan protokol kesehatan pembelajaran tatap muka kepada Bupati. Namun pelaksanaan dimulai kapan menunggu satgas covid. Kami hanya memaparkan kesiapan, bahwa kami sudah siap,” ucapnya.

Alumnus Akpol 2001 ini menerangkan sudah ada surat persetujan pelaksanaan PTM. Mulai dari guru, wali murid, SOP telah disiapkan. Mulai dari tempat mencuci tangan, thermo gun dan protokol kesehatan lainnya.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, sebelum pelaksanaan PTM, akan dilaksanakan simulasi terlebih dahulu. “Simulasi persiapan pembelajaran tatap muka, diawali oleh SLB Kemala Bhayangkari 2, mudah-mudahan besok itu persiapan lancar. Besok simulasi di SLB, berikutnya di  sekolah-sekolah yang lain,” paparnya.

Gus Yani sapaan akrabnya menjelaskan, perkembangan pelaksanaan PTM di Gresik memang terus dikebut. Terbaru Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Jawa Timur sudah bertemu dengan Wakil Bupati Gresik, Aminatun Habibah.

“Mudah-mudahan bulan Juni sudah bisa, tetapi bulan Juni itu paling lama. Awal tahun ajaran baru,”katanya. (*)

Simulasi PTM di SLB Kemala Bhayangkari 2 Gresik Lancar Dihadiri Ketua Bhayangkari Jatim Selengkapnya