GRESIK,1minute.id – Vaksinasi merambah kampus. Ribuan mahasiswa di Universitas Qomarudin, Bungah mengikuti vaksinasi yang digagas oleh Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Gresik pada Senin, 23 Agustus 2021.
Serbuan vaksin di kampus di Desa/Kecamatan Bungah, Gresik bagian percepatan pembentukan herd immunity di Kota Santri ini. Vaksinasi sebanyak 2 ribu mahasiswa akan berakhir Rabu, 25 Agustus 2021 nanti.
Ketua PC IKA PMII Gresik Aminatun Habibah menjelaskan, percepatan vaksinasi terus dilakukan supaya segera membentuk herd immunity sesuai target pemerintah 70 persen paling lambat akhir tahun ini. Sampai saat ini target tersebut belum tercapai. Data Dinkes Gresik menyebutkan warga yang telah melakukan vaksinasi dosis satu dan dua baru mencapai 40-an persen. IKA-PMII turut serta berkolaborasi dengan pemerintah melakukan vaksinasi.
“Semoga usaha kita dalam membentuk herd immunity segera tercapai. Sehingga masyarakat gresik bisa terhindar dari pandemi Covid-19,” kata Aminatun Habibah yang juga Wakil Bupati Gresik itu. Bu Min-sapaan-Wabup Aminatun Habibah mengapresiasi antusiasme mahasiswa untuk vaksinasi. Selain warga Gresik, ada juga yang berasal dari Lamongan dan Surabaya. “Alhamdulillah, gresik sudah masuk zona oranye. Percepatan vaksinasi terus dilakukan. Semoga kasus Covid-19 terus menurun hingga menjadi zona kuning,”harap Bu Min.
Meski sudah dilakukan vaksin, protokol kesehatan (prokes) harus tetap dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Juga, jangan sampai menciptakan kerumunan. “Kami juga berikan sembako, obat-obatan dan hand sanitizer kepada warga yang terdampak pandemi Covid-19,” imbuhnya. (yad)
GRESIK,1minute.id – Budaya literasi masih terjaga di SD Iradah Full Day Education di tengah masa pandemi Covid-19 yang belum berujung saat ini. Sebanyak seratus siswa di sekolah berlokasi di Kompleks Perumahan Graha Bunder Asri (GBA) di Kecamatan Kebomas, Gresik itu berkirim surat kepada Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani.
Seratus surat itu sebuah buku yang berjudul “Surat Kecil Untuk Gus Yani”. Isinya sebuah harapan dan doa siswa kepada Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. Penasaran seperti apa isi buku “Surat Kecil untuk Gus Yani ” itu. Simak ya…, karya Nasywa Khailila Nauthaputri, kelas IV SD Irada.
PENULIS CILIK: Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah bersama Nasywa Khailila Nauthaputri, sisw kelas IV SD Irada, salah satu penulis buku Surat Kecil untuk Gus Yani (Foto : Humas Pemkab Gresik for 1minute.id)
“... Pak Bupati yang terhormat. Media sosial selalu mengabarkan bahwa kasus Covid ini semakin meningkat dari waktu ke waktu. Itu sebab, kegiatan belajar di sekolah dan momen bertemu guru juga teman-teman kembali tertunda. Seragam yang memulai kekecilan tanpa pernah terpakai lagi. Bahkan tahun ini saya naik kelas tampa masuk kelas. Dampak pandemi memang luar biasa. Pak Bupati yang baik, rasanya baru kemarin Bunda saya bilang, “jangan main HP terus, nak. Ayo berangkat sekolah”. Dulu anak-anak tidak boleh main HP, tapi disuruh belajar dan pergi sekolah. Akan tetapi sekarang berbanding terbalik. Anak-anak tidak boleh pergi sekolah, tetapi belajar dirumah menggunakan HP. Bertemu teman atau guru juga melalui HP.Bahkan, saya diajak silaturrahmi dengan nenek di Jakarta juga dengan HP. Dampak pandemi menang luar biasa ya, Pak! Tapi ini semua adalah hikmah Allah SWT dalam bentuk yang berbeda. Kita semua merasakan dampaknya, tidak terkecuali. Pak Bupati yang baik, semoga bapak selalu dalam lindungan dan bimbingan Allah SWT, dan semoga bapak bisa menjadi pemimpin yang amanah dan selalu di hati rakyat. Dan, sebagai pelajar, tugas saya adalah belajar sungguh-sungguh, baik belajar dunia dan akhirat. Dan, hikmah yang saya dapat dari pandemi adalah hidup ini bukan soal panjang dan pendeknya usia, tapi seberapa besar kita dapat membantu dan bermanfaat bagi orang lain. Semoga pandemi segera berakhir dan semoga kota Gresik menjadi lebih baik. Tetap semangat bapak Bupati dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab. Membantu mereka yang membutuhkan, teruslah menjadi orang baik dan dikagumi masyarakat. Semoga Bapak sehat selalu. Amin ya robbal alami…”
Sementara itu, penyerahan Buku ini disampaikan melalui Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah yang didampingi Plt Kepala Dinas Pendidikan Gresik Hariyanto.
Mereka diundang dalam rangka rangkaian Peringatan HUT Ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia yang berlangsung di lingkungan sekolah tersebut pada Kamis, 19 Agustus 2021.
Didampingi oleh Kepala Sekolah SD Iradah Shobirin, salah satu siswanya bernama Nasywa Khalilah Nauthaputri. Ia siswa kelas IV yang merupakan salah satu penulis surat kecil untuk Gus Yani menyerahkan buku tersebut kepada Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah itu.
“Insya Allah nanti akan kami sampaikan kepada Bapak Bupati. Salam Bapak Bupati untuk semua masyarakat sekolah SD Iradah dan mohon maaf Bapak Bupati tidak bisa hadir kali ini karena ada undangan Presiden di Madiun,”kata Bu Min-sapaan-Aminatun Habibah itu.
Bu Min Wabup smengapresiasi upaya para guru SD Iradah yang dapat mendidik dan memotivasi anak didiknya sehingga bisa membuat karya literasi. “Saya berharap prestasi ini bisa menular kepada sekolah yang lain sehingga nantinya seluruh sekolah yang ada di Gresik ini bisa berprestasi juga,”kata Bu Min.
“Kepada Kepala Sekolah dan para guru yang masih tampak sangat muda-muda dan enerjik ini saya sampaikan banyak terima kasih. Saya bangga kepada anda sebagai pendidik yang kreatif bisa mengantarkan anak didik menuju masa depan,”imbuhnya.
Selain Launching buku, SD Iradah Gresik juga memberikan santunan yatim piatu yang dikumpulkan dari para orang tua murid dan guru. Panitia berhasil mengumpulan dana sebesar Rp 91,56 juta.
Menurut Kepala SD Iradah Shobirin, kegiatan santuanan yatim piatu ini rutin dilangsungkan setiap tahun baru Islam, Muharram. Tahun ini, ada 225 yatim piatu yang bisa kami santuni termasuk kepada yatim piatu anak didik SD Iradah Sendiri. “Selama berlangsunya pandemi ini saja, ada 5 anak yatim dan piatu baru yang orang tuanya meninggal dunia terpapar Covid-19,”kata Shobirin. Pemkab Gresik melalui Dinas Pendidikan Gresik telah mengalokasikan anggaran untuk beasiswa bagi anak yatim piatu akibat Covid-19. (yad)
GRESIK, 1minute.id – Kapal fiberglass buatan nelayan Gresik itu siap melaut. Selama sebulan sejumlah nelayan di Dermaga Pesona Pekelingan, Kecamatan Gresik, menyelesaikan kapal pesanan dari nelayan di Jawa Barat itu. Dermaga Pesona Pekelingan di Jalan R.E. Martadinata, Kelurahan Pekelingan, Gresik menjadi Living Laboratory Maritime yang diklaim pertama di Indonesia itu berdiri diinisiasi nelayan setempat bersama UMG ; Petrokimia Gresik dan Pemkab Gresik. Keel laying (peletakan lunas awal dari konstruksi) kapal dilakukan 18 Juni 2021.
Dosen Teknik Perkapalan UMG Ali Yusa mengatakan kapal buatan nelayan Gresik itu pesanan nelayan asal Bekasi, Jawa Barat. “Pekerjaan dilakukan oleh nelayan setempat. Mahasiswa melakukan pengawasan dan pembelajaran secara langsung mekanisme pembuatan kapal berbahan fiberglass ini,”kata Yusa dalam pesan WhatsApp pada Sabtu, 7 Agustus 2021.
Yusa ketika dikonfirmasi masih memakai alat bantu pernapasan karena terpapar coronavirus disease 2019. Kondisi kesehatan Yusa semakin membaik. “Hari ini (Sabtu), kapal buatan nelayan Gresik itu dibawa ke Bekasi,”ujar Yusa.
Dalam pengamatan 1minute.id pada Jumat, 6 Agustus 2021, dua orang nelayan sedang melakukan finishing. Diantaranya, pemasangan alat di bagian kemudi. “Sabtu besok( hari ini) sudah siap dikirim ke Bekasi,”kata seorang nelayan. Kapal berbahan fiberglass ini, akan digunakan di tempat wisata. Kapal itu berukuran panjang 7 meter, lebar 2,8 meter. Kapal berbobot 2 grosstonage itu bisa mengangkut berat 4 ton.
SIAP MELAUT: Kapal Fiberglass buatan nelayan Gresik, pesanan dari nelayan Bekasi siap untuk dikirim pada Sabtu, Agustus 2021 (foto: chusnul cahyadi/1minute.id)
Seperti diberitakan, sejumlah nelayan terlihat melakukan keel laying (peletakan lunas awal dari konstruksi) kapal di Dermaga Pesona Pekelingan, Kecamatan Gresik pada Jumat, 18 Juni 2021. Momentum bersejarah bagi para nelayan di pesisir Pekelingan itu disaksikan oleh Kepala Dinas Perikanan Gresik Choirul Anam, VP Humas PT Petrokimia Gresik Awang Djohar Bachtiar, Dosen Teknik Perkapalan UMG Ali Yusa, Kasat Polair Polres Gresik AKP Poerlaksono dan pengurus persatuan penyelam tradisional pelestari kawasan pantai (Parasandi) Gresik untuk merayakan Hari Dermaga Nasional yang diperingati setiap 16 Juni itu.
Living laboratory atau sebuah laboratorium hidup adalah konsep penelitian, yang dapat didefinisikan sebagai ekosistem inovasi terbuka yang berpusat pada pengguna, berulang , sering beroperasi dalam konteks teritorial (misalnya kota, aglomerasi, wilayah atau kampus), mengintegrasikan penelitian bersamaan dan proses inovasi dalam kemitraan publik-swasta-masyarakat.
Laboratorium hidup di pesisir Pekelingan khusus tentang maritim akan digunakan sebagai tempat antara lain, doking kapal terapung, edu eco wisata, klinik kapal dan pelestarian lingkungan. “Jadi Living Laboratory Maritime ini kali pertama di Indonesia,”ujar Dosen Teknik Perkapalan UMG Ali Yusa pada Jumat, 18 Juni 2021.
Sementara, Keel laying ini bagian dari pencanangan Living Laboratory Maritime yang diinisiasi nelayan setempat bersama UMG ; Petrokimia Gresik dan Pemkab Gresik. Laboratorium hidup di pesisir Pekelingan khusus tentang maritim akan digunakan sebagai tempat antara lain, doking kapal terapung, edu eco wisata, klinik kapal dan pelestarian lingkungan. “Jadi Living Laboratory Maritime ini kali pertama di Indonesia,”ujar Dosen Teknik Perkapalan UMG Ali Yusa pada Jumat, 18 Juni 2021. (yad)
GRESIK,1minute.id – Siswa mulai masuk sekolah lagi hari ini, Senin, 12 Juli 2021. Awal masuk sekolah ini dulu masa yang paling ditunggu-tunggu bagi para pelajar. Kesekolah memakai baju seragam, sepatu serta tas baru. Mereka pun sudah stanby sejak matahari belum terbit. Orang tua pun bersiap mengantar anak ke sekolah.
Akan tetapi, suasana yang dirindukan siswa dan orang tua itu bagai sebuah mimpi dalam dua tahun terakhir ini. Siswa memakai seragam sekolah bersiap bertemu dengan teman-teman. Senang dan gembira bagi siswa. Sementara, para orang tua menyambut tahun ajaran baru terasa lebih sibuk. Namun, mereka terasa senang. Toko sepatu, baju seragam dan alat tulis pun kemriyek pembeli.
Kini, memasuki tahun kedua, awal masuk sekolah di tahun ajaran seakan biasa saja. Lempeng. Tidak terlihat antrian orang tua belaja buku, seragam, tas dan sepatu sekolah. Sementara, siswa seakan seperti kurang gairah menyambut tahun ajaran baru sekolah. “Ngak asyik,”celetuk siswa.
Pagebluk corona virus disease 2019 (Covid-19) menerjang Indonesia, termasuk Gresik diantaranya memasuki tahun kedua. Belum adq yang bisa memastikan kapan wabah ini berakhir. Apalagi, kondisi saat ini terjadi lonjakan tajam.
BELAJAR DARING : Muhammad Rifky Putra Cahyadi, memakai baju seragam untuk mengikuti pembelajaran daring pada Senin, 12 Juli 2021 ( Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)
Jumlah kasus baru ( positif, isolasi hingga kematian) terjadi lonjakan tajam. Presiden Joko Widodo memutuskan melakukan PPKM Darurat Jaw-Bali mulai 3-20 Juli 2021. Wabah berawal dari Wuhan, Tiongkok itu sempat mereda. Namun, kembali mengganas. Tsunami corona gelombang kedua semakin dasyat. Sejumlah instalasi gawat darurat (IGD) rumah sakit penuh. Pelayanan kegawatdaruratan seakan lumpuh.
Kamar pasien di rumah sakit semakin sulit didapatkan masyarakat. Meski, pemerintah terus menambah tempat tidur baru untuk pasien. “Dua ratus tempat tidur tambahan kami buka. Hanya empat hari sudah penuh,”kata Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani pafa suatu kesempatan.
Tempat tidur untuk pasien isolasi di Gelora Joko Samudro (G-Jos) nyaris penuh. Dinkes berencana menambah 50 tempat tidur sehingga total menjadi 190 tempat tidur. Ini belum termasuk pasien isolasi mandiri (isoman). Untuk para isoman ini, Jumat lalu, Bupati Fandi Akhmad Yani menggulirkan program bantuan paket obat dan multivitamin. Bantuan distribusikan melalui Satgas Covid-19 Desa dengan koordinator tiga pilar kecamatan dan puskesmas.
Vaksinasi juga dilakukan saban hari kepada masyarakat. Gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP) dijadikan Vaksin Center di Gresik. ” Sudah lebih 250 ribu telah divaksin,”kata Kepala Dinas Kesehatan Gresik drg Syaifuddin Ghozali.
Semua ikhtiar telah dilakukan. Semua upaya itu akan sia-sia bila tanpa kepedulian masyarakat mematuhi protokol kesehatan. Saatnya bersatu, mencegah persebaran Covid-19. (chusnul cahyadi)
GRESIK, 1minute.id – Sejumlah nelayan terlihat melakukan keel laying (peletakan lunas awal dari konstruksi) kapal di Dermaga Pesona Pekelingan, Kecamatan Gresik pada Jumat, 18 Juni 2021.
Momentum bersejarah bagi para nelayan di pesisir Pekelingan itu disaksikan oleh Kepala Dinas Perikanan Gresik Choirul Anam, VP Humas PT Petrokimia Gresik Awang Djohar Bachtiar, Dosen Teknik Perkapalan UMG Ali Yusa, Kasat Polair Polres Gresik AKP Poerlaksono dan pengurus persatuan penyelam tradisional pelestari kawasan pantai (Parasandi) Gresik untuk merayakan Hari Dermaga Nasional yang diperingati setiap 16 Juni itu.
Keel laying ini bagian dari pencanangan Living Laboratory Maritime yang diinisiasi nelayan setempat bersama UMG ; Petrokimia Gresik dan Pemkab Gresik. Living laboratory atau sebuah laboratorium hidup adalah konsep penelitian, yang dapat didefinisikan sebagai ekosistem inovasi terbuka yang berpusat pada pengguna, berulang , sering beroperasi dalam konteks teritorial (misalnya kota, aglomerasi, wilayah atau kampus), mengintegrasikan penelitian bersamaan dan proses inovasi dalam kemitraan publik-swasta-masyarakat.
Laboratorium hidup di pesisir Pekelingan khusus tentang maritim akan digunakan sebagai tempat antara lain, doking kapal terapung, edu eco wisata, klinik kapal dan pelestarian lingkungan. “Jadi Living Laboratory Maritime ini kali pertama di Indonesia,”ujar Dosen Teknik Perkapalan UMG Ali Yusa pada Jumat, 18 Juni 2021.
VP Humas PT Petrokimia Gresik Awang Djohar Bachtiar mengatakan, pelatihan ini sangat berarti bagi para nelayan dan mahasiswa. Sebab, mereka bisa menaikkan kapabilitas dan keahlian. “Ini langkah awal. Pilot project dengan bahu membahu semua elemen dan semakin meningkatnya kapabilitas dan keahlian akan menjadi jujugan masyarakat lainnya,”ujar Awang.
Keel Laying : Nelayan sedang menyesaikan pekerjaan pembuatan kapal berbahan fiberglass di Dermaga Pesona Pekelingan di Jalan RE Martadinata, Kelurahan Pekelingan, Kecamatan Gresik pada Jumat, 18 Juni 2021 (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)
Kepala Dinas Perikanan Gresik Choirul Anam menambahkan, laboratorium hidup khusus maritim ini sesuai dengan program Nawa Karsa keempat Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah. Nawa Karsa keempat ini tentang Agropolitan. “Kemandirian nelayan, kebersihan lingkungan. Alhamdulillah pendanaan didukung Petrokimia Gresik sehingga bisa membantu meningkatkan kesejahteraan nelayan,”kata Choirul Anam.
Sebab, di Living Laboratory Maritime ini, lanjutnya, kapal rusak diambilalih UMG dibantu pendanaan oleh Petrokimia Gresik untuk perbaikannya. “Berdirinya tempat ini akan mengajak nelayan sekitarnya bisa belajar disini,”katanya.
Sementara itu, dalam pengamatan 1minute.id sejumlah nelayan sedang menyelesaikan pembuatan kapal berbahan fiberglass. Kapal itu berukuran panjang 7 meter, lebar 2,8 meter. Kapal berbobot 2 grosstonage itu bisa mengangkut berat 4 ton. Mahasiswa teknik perkapalan ikut melakukan pengawasan dan pembelajaran secara langsung mekanisme pembuatan kapal berbahan fiberglass ini. (yad)
GRESIK, 1minute.id – Penerimaan peserta didik baru (PPDB) jenjang SMP running. Ada empat sistem yang bisa ditempuh calon peserta didik baru. Yakni, jalur zonasi , prestasi, perpindahan tugas orang tua/ wali dan afirmasi.
Proses PPBD ini menjadi perhatian serius pucuk pimpinan di Kota Santri-sebutan lain- Kabupaten Gresik. Bupati – Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah dan Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Abimanyu Pontjoatmojo Iswinarno memantau langsung ke kantor Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik pada Rabu, 2 Juni 2021.
Gus Yani-panggilan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani meminta kepada warga melapor jika ada pungutan dalam proses PPDB 2021. “PPDB sedang berlangsung, berharap tidak ada pungutan terhadap penerimaan murid. Kita lebih terbuka, regulasi jelas,”kata Gus Yani.
Gus Yani berharap dalam pelaksanaan PPDB berjalan lancar dan terbuka tidak ada pungutan di seluruh SD dan SMP. Tidak ada lagi suara-suara dari para wali murid terkait adanya punguntan dalam penerimaan. “Kalau ada laporkan ke saya, bisa ke bu Wabup. Sanksi tegas akan kita berikan,”tegas mantan Ketua DPRD Gresik ini.
Pada PPDB ini pihaknya lebih terbuka, regulasi jelas, seluruh prestasi pelajar diberikan poin. Mulai jalur akademik dan dan non akademik, seperti prestasi di bidang musik, olahraga, tahfidz diberikan poin.
“Bagi staf di lapangan, baik itu dinas atau lembaga, jika benar-benar ada laporan dari masyarakat menggunakan kewenangan tidak seusai aturan, akan diberikan sanksi baik sanksi ringan berupa peringatan maupun sanksi berat tentunya penundaan kenaikan pangkat,”tegasnya.
Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik Mahin mengatakan PPDB sistem zonasi, mengacu prosedur dan aturan yg ada. Pihaknya tidak akan memberikan kelonggaran kepada hal-hal tidak baik.
“Apabila para pendaftar sampai melakukan hal yang tidak punya integritas. Kalau ada temuan atau laporan, yang bersangkutan baik itu pendaftar masyarakat melakukan kecurangan manipulasi akan diberikan sanksi bahkan bisa digugurkan,”tegas Mahin.
Sementara itu, tahun ini jumlah sekolah jenjang SMP Negeri bertambah satu lembaga yakni SMP Negeri 33 Gresik. Sekolah anyar ini membuka empat rombongan belajar (rombel). Setiap rombel maksimal 32 siswa. Selain sekolah baru, untuk jalur zonasi tidak diperbolehkan menggunakan surat keterangan domisili. Sedangkan, jalur prestasi Dispendik tetap mempertahan bagi calon peserta hafidz alquran minimal 3 juz. (yad)
Jadwal PPDB Jenjang SMP di Gresik
1. Zonasi 31 Mei – 17 Juni 2021
2. Prestasi 31 Mei – 9 Juni 2021
3. Perpindahan tugas orang tua/wali 31 Mei – 9 Juni 2021
GRESIK, 1minute.id – Ngaji Isyarat metode Amakasa 2021 mulai dikembangkan UPT Reseurce Centre Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik. Ngaji Alquran bagi penyandang disabilitas tuna rungu ini kali pertama di Jatim.
Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik pun ditetapkan sebagai kabupaten percontohan ngaji alquran metode Amakasa di Jawa Timur. Dari Gresik untuk Jatim, dari Jatim untuk Indonesia.
Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah mengatakan ngaji Alquran ini saat ini dikembangkan di UPT Resource Centre Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik di Jalan Proklamasi, Gresik. Tahap awal ada 21 anak disabilitas penyandan tuna rungu yang bisa mengaji dengan metode Amakasa ini.
Puluhan anak-anak luar biasa dan hebat belajar tiga kali ngaji bahasa isyarat itu. Mereka mulai belajar ngaji di bulan suci Ramadan. “Tadi kita saksikan mereka telah hafal ngaji bahasa isyarat,”katanya. Pemkab Gresik, tambah Bu Min-sapaan-Aminatun Habibah akan mengusahakan membuka pembelajaran ngaji metode Amakasa ini di seluruh kecamatan di Kabupaten Gresik.
“Sehingga, anak-anak penyandang disabilitas ini tidak perlu jauh-jauh ke Gresik untuk belajar ngaji isyarat ini,”kata Bu Min usai acara di Pelatihan Membaca Alquran Isyarat dengan Metode Amakasa 2021 di Aula Ainul Yaqin Kantor Dinas Pendidikan Gresik pada Senin, 31 Mei 2021.
Untuk guru ngajinya, kata Bu Min, akan memberdayakan guru pendamping yang ada di naungan UPT Resource Centre (RC) Dispendik Gresik. “Saya akan komunikasikan kepada pak Bupati (Fandi Akhmad Yani,Red). Insya Allah beliau setuju,”ujar perempuan berlatar pendidik itu.
Data UPT RC Dispendik Gresik, penyandan tuna rungu di Kota Santri berjumlah 140-an. Saat ini, baru 21 anak yang bisa mengaji metode Amakasa ini. Dia berharap ke depan anak-anak luar biasa ini bisa mengaji dan Salat dengan baik. “Karena apa yang di baca mengetahui dan mengerti,”tegas Wabup perempuan pertama di Kabupaten Gresik itu.
BAHASA ISYARAT : The Arabic Alphabet ini penyandang disabilitas belajar mengaji bahasa isyarat metode Amakasa di UPT RC Dispendik Gresik ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)
Seperti diketahui lantunan ayat suci Alquran berkumandang di Aula Ainul Yaqin kantor Dinas Pendidikan (Dispendik) pada Senin, 31 Mei 2021. Ayat suci itu dibacakan oleh Almaira Raisa Ayu Renaeswari dengan begitu merdu. Joevanka Putra Widyatrianto yang berdiri di sebelah kiri Almaira memberikan bahasa isyarat. Mereka sedang ngaji isyarat.
Kedua anak luar biasa itu adalah penyandang tuna rungu wicara. Membaca ayat suci alquran metode Amakasa ini kali pertama di Jatim dan kelima di Indonesia. Ngaji isyarat ini menjadi bahan penelitian Lajnah Pentashihan Alquran Kementerian Agama Republik Indonesia tentang media literasi alquran isyarat bagi penyandang disabilitas sensori rungu wicara.
Ngaji isyarat ini sebagai kado istimewa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik yang dilaunching bertepatan Sewindu berdirinya UPT Resource Centre (RC) Dinas Pendidikan Gresik. “Ikhtiar kecil pemenuhan hak keagamaan bagi penyandang disabilitas tuna rungu wicara,”kata Kepala Lajnah Pentashihan Alquran Kementerian Agama Republik Indonesia Muchlis M Hanafi dalam sambutannya. (yad)
GRESIK, 1minute.id – Lantunan ayat suci Alquran itu berkumandang di Aula Maulana Ainul Yaqin kantor Dinas Pendidikan (Dispendik) pada Senin, 31 Mei 2021. Surat Al Fatikha dan Al Asr itu dibacakan begitu sempurna.
Ayat suci itu dibacakan oleh Almaira Raisa Ayu Renaeswari dengan begitu merdu. Joevanka Putra Widyatrianto yang berdiri di sebelah kiri Almaira memberikan bahasa isyarat. Mereka sedang ngaji isyarat.
Kedua anak luar biasa itu adalah penyandang tuna rungu wicara. Mereka adalah peserta pelatihan Membaca Alquran Isyarat dengan Metode Amakasa 2021. Mereka membaca Surat Al Fatikha dan Al Asr begitu sempurna.
Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, Kepala Lajnah Pentashihan Alquran Kementerian Agama Republik Indonesia Muchlis M Hanafi, Kepada Dinas Pendidikan Gresik Mahin dan Ketua Pokja Pendidikan Insklusi Dinas Pendidikan Jatim Muh Ilyas terlihat begitu khusyuk mendengarkan ngaji isyarat dilakukan kedua siswa SD IT Melati Nusantara itu.
Membaca ayat suci alquran metode Amakasa ini kali pertama di Jatim dan kelima di Indonesia. Ngaji isyarat ini menjadi bahan penelitian Lajnah Pentashihan Alquran Kementerian Agama Republik Indonesia tentang media literasi alquran isyarat bagi penyandang disabilitas sensori rungu wicara.
Ngaji isyarat ini sebagai kado istimewa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik yang dilaunching bertepatan Sewindu berdirinya UPT Recource Centre Dinas Pendidikan Gresik. “Ikhtiar kecil pemenuhan hak keagamaan bagi penyandang disabilitas tuna rungu wicara,”kata Kepala Lajnah Pentashihan Alquran Kementerian Agama Republik Indonesia Muchlis M Hanafi.
Muchlis mengatakan saat ini Kementerian Agama RI sedang merintis membuat pedoman membaca, menulis bahasa isyarat. Nantinya, akan membuat terjemahan dan tafsir alquran. “Saat ini baru 3 ribu kosakata isyarat keislaman,”ujar Muchlis.
NGAJI ISYARAT : Almaira Raisa Ayu Naeswari dan Joevanka Putra W., ketika membaca alquran dengan metode Amakasa atau ngaji isyarat di Aula Ainul Yaqin Kantor Dispendik Gresik pada Senin, 31 Mei 2021 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)
Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah mengatakan, pihaknya akan berkomunikasi dengan bupati Gresik Fandi Akhmad Yani untuk mendirikan Recource Centre untuk anak-anak disabilitas di setiap kecamatan. ” Sehingga anak-anak hebat tidak perlu ke Gresik untuk belajar. Terutama belajar ngaji isyarat,”kata Bu Min-sapaan-Wabup Aminatun Habibah.
Sementara itu, Ketua Pokja pendidikan Insklusi Dinas pendidikan Jatim Muh Ilyas menambahkan, Kabupaten Gresik telah menjadi kabupaten percontohan pendidikan di Jatim. “Saya mengapresiasi gerak cepat Pemkab Gresik dengan mengembangkan metode amakasa ini,”katanya.
Pemprov Jatim tambahnya sangat konsern untuk berusaha memenuhi hak-hak disiabilitas. Karena itulah, pemprov Jatim telah membuat Peraturan Gubernur nomor 20/2018 tentang pendidikan insklusi. “Dari Gresik untuk Jatim, dari Jatim untuk Indonesia,”kata Ilyas yang asli kelahiran Ujungpangkah, Gresik itu.
Sedangkan, Kadispendik Mahin mengatakan, sekolah inklusi telah berdiri di Gresik sejak 2009. “Tapi, pencangannya dilakukan mulai 2013,”kata Mahin. (yad)
GRESIK,1minute.id – Masa pandemi tidak menjadi kendala bagi dosen Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat.
Kali ini, empat dosen yakni Dr. Nur Fauziyah, S.Pd., M.Pd. sebagai ketua tim dan anggotanya Dr. Slamet Asari, M.Pd., Ulfatul Ma’rifah, M.Pd. dan Churun L. Maknun itu menyasar ke Pulau Bawean, sekitar 80 mil laut dari pusat pemerintahan Gresik sebagai tempat melakukan pengabdian mereka.
Tepatnya, Yayasan Penaber di Kecamatan Tambak. Yayasan ini terdapat sekolah jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA). Dua lembaga pendidikan di yayasan itu menjadi tujuan pengabdian bagi empat dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMG itu merujuk hasil analisis sebelumnya bahwa sebagian besar siswa di sekolah ini masih kurang aktif dalam proses pembelajaran di kelas.
Sedangkan, guru cenderung ceramah dan tidak menggunakan media pembelajaran yang interaktif yang dapat melibatkan siswa baik kognitifnya maupun psikomotoriknya.
“Kegiatan pengabdian kali ini dilakukan melalui kegiatan workshop design pembelajaran yang dapat menumbuhkan keaktifan dan kemampuan siswa dalam berpikir tingkat tinggi (HOTS),”kata Dr Nur Fauziyah dalam rilis yang diterima 1minute.id pada Minggu, 30 Mei 2021.
Kegiatan workshop yang dilakukan selama 2 hari ini menghasilkan 3 perangkat pembelajaran yaitu masing-masing berupa chapter design dan lesson design. Dalam menyusun chapter dan lesson design ini para guru melakukannya secara berkelompok dan berkolaborasi.
Diskusi berjalan sangat baik, satu sama lainnya saling memberikan ide dan gagasannya. “Hasil lesson design ini telah direncanakan akan di implementasikan di kelas pada akhir semester genap tahun pelajaran 2020/2021 ini setelah siswa masuk kelas,”ujar Nur Fauziah.
Pada saat implementasi nanti, imbuhnya, masing-masing tim guru akan mengimplementasikannya di kelas masing-masing. Seorang guru akan bertugas menjadi guru model dan guru lainnya dalam satu tim tersebut akan menjadi observer.
Kemudian, tugas guru model adalah mengeksekusi pembelajaran di kelas dan tugas observer adalah mengamati aktivitas siswa dalam proses pembelajaran. “Hasil observasi akan didiskusikan bersama tim pengabdi secara daring melalui aplikasi zoom,”terangnya.
Kegiatan selanjutnya akan dilakukan kunjungan kembali pada semester ganjil tahun pelajaran 2021/2022 untuk melakukan kegiatan peningkatan kualitas pembelajaran pada siklus kedua. Setelah kegiatan pengabdian ini selesai maka harapannya sekolah dapat melakukan kegiatan peningkatan pembelajaran secara mandiri. (yad)
GRESIK,1minute.id – Penerimaan peserta didik baru (PPDB) jenjang SMP di Gresik segera dimulai. Orang tua memiliki anak masuk jenjang SMP harus mulai bersiap mulai sekarang. Sebab, PPPD akan dimulai 31 Mei 2021.
Ada empat jalur PPDB yakni Zonasi mulai 31 Mei hingga 17 Juni. Sedangkan jalur Prestas ; Perpindahan tugas orang tua/wali dan afirmasi mulai 31 Mei hingga 9 Juni 2021.
Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik Mahin mengatakan, PPDB tahun ini tetap ada jalur zonasi. Akan tetapi, jalur zonasi penerimaan calon siswa baru tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. “Untuk jalur zonasi tahun ini tidak diperbolehkan menggunakan surat keterangan domisi,”kata Mahin.
Artinya, data terkait calon peserta harus sesuai dengan nomor induk kependudukan (NIK). “Identitas sesuai NIK yang tercantum dalam kartu keluarga,”imbuhnya. Dihapusnya surat keterangan domisili berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya menimbulkan banyak protes dari wali calon peserta didik baru.
Selain itu, PPDB tahun ini juga terdapat kabar menyenangkan bagi orang tua peserta didik di kawasan kompleks Perumahan Pondok Permata Suci (PPS) di Desa Suci, Kecamatan Manyar. Sebab, tahun ini Pemkab Gresik melalui Dispendik membuka pendaftaran siswa baru.
Masih menurut Mahin, PPDB tahun ini UPT SMP Negeri 33 Gresik membuka pendaftaran siswa baru. “Ada empat rombel (rombongan belajar) di UPT SMP Negeri 33 Gresik,”katanya. Berdasarkan data website PPDB Gresik di www.gresik.siapppdb.com setiap rombel berjumlah 32 siswa. Tahun pertama ini, UPT SMP Negeri 1 Gresik menerim 128 siswa. (yad)
Jadwal PPDB Jenjang SMP di Gresik
1. Zonasi 31 Mei – 17 Juni 2021
2. Prestasi 31 Mei – 9 Juni 2021
3. Perpindahan tugas orang tua/wali 31 Mei – 9 Juni 2021