Finalis Baca Berita PWI Kunjungi Kantor DPRD Gresik

GRESIK,1minute.id – Setahun lebih pandemi Covid-19 melanda Indonesia. Hampir setahun pula proses belajar mengajar dilakukan secara daring. Para pelajar seakan mulai jenuh dan kangen dengan pembelajaran tatap muka (PTM). 

Finalis lomba baca berita PWI Gresik mengadu ke wakil rakyat berkantor di Jalan KH Wachid Hasyim, Gresik agar bisa sekolah lagi. Mereka ditemui langsung Ketua DPRD Gresik Abdul Qodir. Para finalis lomba baca berita PWI Gresik seakan tidak melewatkan kesempatan langka itu. Mereka mengungkapkan uneg-unegnya kepada Abdul Qodir. 

Irsyad Maulana, diantaranya. Siswa kelas XI SMA Negeri 1 Kebomas itu menyampaikan keluh kesah para siswa soal pembelajaran daring.

Menurut Irsyad, pembelajaran daring tidak begitu efektif jika dibandingkan pembelajaran tatap muka (PTM). Sebab, ketika PTM ada interaksi sesama siswa hingga guru secara langsung. 

Terutama yang Irsyad keluhkan yakni, sudah kangen suasana di sekolah. “Kangen ketemu dengan teman-teman. Kangen hal-hal di sekolah pokoknya,”ucapnya dengan nada lirih.

KETUA DPRD Gresik Abdul Qodir ketika berdialog bersama finalis baca berita PWI Gresik do kantor DPRD Gresik ( foto : PWI Gresik for 1minute.id)

Atas keluhan itu, Ketua DPRD Gresik Abdul Qodir bisa memaklumi keinginan para pelajar di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik itu. 
Legislator dari Fraksi PKB itu menjelaskan  Pemkab Gresik sebetulnya sudah siap melaksanakan PTM.

Bahkan peraturan bupati (Perbup) sudah diteken. Bahkan, saat akan diterapkan pada 4 Januari 2021 lalu, muncul kebijakan PPKM. Sehingga terpaksa PTM ditunda.

“Kita sudah siap dan kami pun pengennya PTM segera dilakukan. Bahkan teknis PTM pun sudah rinci dalam perbup itu. Misalnya hanya beberapa mata pelajaran saja yang di PTM-kan. Yang jelas PTM itu terbatas, ya jumlah siswanya, jamnya, hingga pelaksanaan secara bergantian,”jelasnya.

Sepuluh finalis lomba baca berita PWI mengunjungi kantor DPRD Gresik pada Selasa, 23 Maret 2021.  Pada kesempatan itu, banyak pertanyaan yang dilontarkan para siswa kepada anggota dewan. Termasuk Ketua DPRD Abdul Qodir dan Sekertaris Komisi II Lilik Hidayati.

Rombongan pelajar itu juga diajak untuk melihat aktifitas para anggota dewan di masing-masing ruang fraksi. Mereka terlihat antusias saat berjumpa Lilik Hidayati di ruang fraksi Amanat Pembangunan DPRD Gresik. Lilik sendiri merupakan salah satu dari sepuluh perempuan yang menjadi anggota legislatif Gresik periode 2019-2024.

Salah satu finalis Sharim Dezhneva Denalis pun terinspirasi untuk mengikuti jejaknya. “Apa sih bu hal yang harus dimiliki untuk menjadi anggota dewan?” tanya siswi kelas IX SMPN 1 Gresik itu. Lilik pun menjawab bahwa modal sosial menjadi hal yang paling penting.

“Berbuat baik dan berpikir positif kepada siapapun. Sikap itu wajib dimiliki agar kita bisa mewakili berbagai aspirasi masyarakat untuk dituangkan dalam kerja-kerja legislatif,” terangnya.

Sekretaris Komisi II itu juga menceritakan sepenggal pengalamannya selama dua periode terkahir menjadi anggota dewan. “Tentunya, wajib juga memiliki kemampuan intelektual yang mumpuni,”ujarnya. 

Fiinalis Baca Berita PWI Gresik bersama Ketua Ketua Komisi II DPRD Gresik Lilik Hidayati di kantor DPRD Gresik (foto : PWI Gresik for 1minute.id)

Agar bisa melaksanakan tugas dan fungsi anggota dewan dengan baik dan penuh amanah. Antara lain fungsi anggaran, pengawasan dan regulasi. “Jangan putus asa meraih mimpi. Tetap semangat dan berdoa untuk mewujudkan mimpi kalian sebagai generasi penerus,”pesannya.

Perlu diketahui, untuk menyambut PTM ini, vaksinasi covid-19 yang dilakukan Dinas Kesehatan kepada para tenaga pendidik juga mulai dilakukan. Setidaknya terdapat 45 ribu guru yang masuk sasaran vaksinasi. Vaksinasi itu dimulai dari guru SMA dan selanjutnya SMP pada minggu depan.

Tidak hanya vaksin, tahun 2021 ini kebijakan alokasi dana BOS berbeda dengan tahun sebelumnya. Jika di tahun lalu, semua daerah mendapat alokasi yang sama. Kali ini, dana disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing daerah. 

Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik ) Gresik Mahin mengatakan, untuk dana BOS  Gresik bagi jenjang pendidikan SD dan SMP terdapat kenaikan. Kenaikan itu tidak lain agar digunakan sekolah untuk mempersiapkan PTM.

Pada 2020, setiap siswa SD mendapat jatah Rp 900 ribu. Tahun ini, siswa SD Gresik akan mendapat jatah sebesar Rp. 1,12 juta. Sedangkan untuk jenjang SMP ada peningkatan senilai Rp 290 ribu dari besaran dana sebelumnya yakni Rp 1,1 juta kini menjadi Rp 1,39 juta.

Mahin mengaku tidak bisa menyebutkan besaran anggaran BOS 2021 secara pasti, sebab Dispendik Gresik belum menerima keputusan. Terkait pengggunaan alokasi dana tersebut, sesuai dengan Permendikbud nomor 6/2021.

Penggunaan dana BOS tahun ini bisa dipakai lebih fleksibel sesuai dengan kebutuhan sekolah masing-masing, utamanya untuk persiapan PTM.
“Ya amanatnya regulasi pusat kan fleksibel. Tapi saat ini kebutuhannya kan untuk PTM, ya digunakan saja untuk persiapan PTM. Untuk PTM akan dilaksanakan setelah ada intruksi bupati. Perkiraan setelah vaksin atau sekitar bulan Juni-Juli,”ujarnya.

Kabid Managemen Pendidikan Suwono menambahkan, besaran anggaran dana BOS bisa dihitung dari jumlah siswa yang terdaftar di Dapodik dengan alokasi dana per siswa yang sudah ditetapkan pemerintah pusat.

Anggaran dana BOS dari APBN 2021 mengacu pada Dapodik di bulan Agustus 2020. Yakni ada 900 siswa SD dan 1 juta siswa SMP. Sedangkan terkait anggaran BOS reguler 2020, Dispendik Gresik menerima dana sebesar Rp 103 miliar. Ia juga menambahkan jumlah siswa didik di Gresik untuk jenjang SD dan SMP selalu meningkat di tahun sebelumnya. (*)

Finalis Baca Berita PWI Kunjungi Kantor DPRD Gresik Selengkapnya

Peserta Didik Kangen Sekolah, Besok Pemkab Vaksinasi Seribu Guru

GRESIK,1minute.id – M.Rizal Umam terlihat serius mengerjakan soal di sebuah warung kopi (warkop) di Kawasan Sunan Giri. Siswa kelas VIII Madrasah Ibtidaiyah (MI) 272 Ahsani di Desa Klangonan, Kecamatan Kebomas, Gresik itu mengerjakan tema 8.

Rizal mengerjakan soal dalam pembelajaran dalam jaringan (daring). “Soal UTS (ujian tengah semester),”ujar Rizal. Sejak naik kelas VI, Rizal belum pernah bertemu dengan temannya. Pagebluk coronavirus disease pembelajaran dilakukan secara daring. “Kapan bisa masuk sekolah,”kata Rizal.

Rizal sebuah fonomena gunung es yang diduga merasa jenuh belajar di rumah. Sudah setahun, pembelajaran tatap muka ditiadakan karena pandemi covid belum berakhir.

Kini, tren penularan virus corona menurun. Vaksin Covid-19 sudah disuntikkan kepada ribuan orang di Kota Gresik. Pemkab Gresik rencananya akan melakukan vaksinasi 1.000 tenaga pendidik pada Rabu besok, 10 Maret 2021.

Vaksinasi dipusatkan di Kecamatan Ujungpangkah, Gresik rencananya akan dihadiri forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) Gresik.

UTS : M Rizal Umam mengerjakan UTS di warkop Kompleks Sunan Giri pada Senin, 8 Maret 2021 ( Foto : chusnul cahyadi/1minute.id )

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani berharap Covid-19 segera berakhir. “Sehingga bisa kembali beraktivitas lagi,”ujar Gus Yani di kantor Bupati Gresik pada Selasa, 9 Maret 2021.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik Mahin mengatakan, vaksin Sinovac akan disuntikkan kepada 1.000 guru, mulai PAUD, TK, SD dan SMP Negeri dan Swasta. 

Setelah vaksinasi, tambahnya, pihaknya akan mengusulkan pembelajaran tatap muka (PTM) dengan protokol kesehatan. “Tentu saja, PTM nanti berdasarkan zona yang sesuai dengan peraturan bupati (perbup),”kata Mahin dikonfirmasi 1minute.id melalui telepon genggamnya pada Selaasa, 9 Maret 2021.

Namun, Mahin belum bisa memastikan kapan rencana PTM dimulai. “Kami harap pelaksanaan vaksinasi terhadap tenaga pendidikan ini berjalan lancar, sehingga PTM bisa segera dilaksanakan,” ujarnya. (*)

Peserta Didik Kangen Sekolah, Besok Pemkab Vaksinasi Seribu Guru Selengkapnya

Lulus Pascasarjana 15 Calon Wisudawan Siap Mengabdi

Rektor UMG Prof Dr Ir Setyo Budi M.Si dan 15 Calon Wisudawan Pascasarjana Prodi Magister Manajemen dan Bahasa Inggris di Hall Sang Pencerah Lantai 8 Kampus UMG pada Selasa, 8 Maret 2021 (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 15 calon wisudawan  melangsungkan Yudisium Pascasarjana ke-3 Wisuda XXXVIII UMG pada Senin, 8 Maret 2021. Rinciannya, 13 mahasiswa program studi (Prodi) Magister Manajemen dan 2 mahasiswa Prodi Magister Bahasa Inggris.

Yudisium Pascasarjana ke-3 yang akan di wisuda pada 20 Maret 2021 itu dihelat di Hall Sang Pencerah lantai 8 Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG). 

Rektor UMG Prof Dr Ir Setyo Budi MSi dan wisudawan Pascasarjana Prodi Magister Management UMG pada Senin, 8 Maret 2021 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Rektor UMG Prof. Dr. Ir Setyo Budi, M.Si menyampaikan pesan kepada calon wisudawan untuk menjaga nama baik almamater. Caranya, berprilaku jujur sesuai kompetensi sehingga bermanfaat bagi bangsa dan negara. “Jujur lah dalam berbuat, dan berkarya, semoga menjadi insan yang sukses dan berakhlak mulia,”ujarnya. 

Direktur Pascasarjana UMG Dr Yudhi Irfani  berharap keilmuan yang telah diterima bisa bermafaat bagi keluarga, bangsa dan negara. Manfaat keilmuan pascasarjana tidak bisa langsung instan dirasakan. “Tapi, berproses satu, dua atau tiga tahun. Keilmuan akan bisa membawa nama baik almamater setelah kembali ke masyarakat,”katanya.

Ketua Program Studi Pascasarjana Prodi Magister Manajemen UMG Eva Desembri Anita menjelaskan, sejak pandemi pembelajaran melalui daring, mahasiswa tidak datang ke kampus dan belajar dari rumah maupun kantor.

“Model perkuliahan dalam kondisi pandemi tidak mengurangi jam kuliah, selain itu UMG membuka program pembelajaran cepat yang dulunya 24 bulan menjadi 18 bulan, dengan harapan wisudawan memiliki kompetensinya mampu memberikan solusi dalam manajemem bisnis berbasis entrepreneur Islami sesuai visi misi UMG,”imbuhnya. 

Sementara itu, calon wisudawan Surya Yetni berharap ilmu yang diterima bisa bermanfaat baik ditempat kerja maupun masyarakat. “Saya akan lebih produktif, menjadi inspirasi maupun motivasi terutama bagi anak saya,”kata ibu tiga anak ini. Surya Yetni tetap melanjutkan mengajar dan mengurus usaha online shop yang ditekuninya. (*)

Lulus Pascasarjana 15 Calon Wisudawan Siap Mengabdi Selengkapnya

Besok, Program Mengaji untuk Anjal dan Orang Tua Direalisasikan

GRESIK,1minute.id – Iin Budiarti dan Fatimah tidak bisa menahan air mata. Mereka terharu,  senang melihat anak jalanan dan orang tuanya mau belajar mengaji, salat bahkan olah raga. Mereka yang biasanya mendapat stigma kumuh,  lecek, kotor,  jorok serta stempel lainnya berkeinginan hidup bersih dan sehat.

Bagi Bunda Iin dan Fatimah, dua perempuan pembimbing di kawasan anak jalanan di terminal Gubernur Suryo, Gresik, keinginan anjal dan orang tuanya itu bagai sebuah hidayah. Saban Ahad pagi, Iin Budiarti mendatangi kawasan terminal Gubernur Suryo, Gresik. 

Mereka ngobrol bareng sambil mendengarkan harapan mereka. Mendengarkan keinginan anak-anak anjal dan orang tua. Selama ini, kehidupan mereka seakan tidak ada yang mempedulikan.  “Dengan pendekatan hati, dan juga contoh perilaku secara langsung, sehingga kebiasaan baik akan biasa dilakukan bagi penghuni kawasan terminal,”ujar Bunda Iin Budiarti pada Minggu, 14 Februari 2021.

Dalam ngobrol santai itu, keta Guru PAUD itu, mereka memiliki mimpi bisa menjalani kehidupan layaknya masyarakat lainnya. Hidup di lingkungan sehat. “Kita begitu bergaul dengan anak-anak dan juga orang tuanya, ternyata mereka butuh bimbingan dalam senam dan mengaji bahkan bacaan dalam salat,”terang Bunda Iin menirukan permintaan warga penghuni terminal.

Bunda Fatimah menambahkan, saat mendampingi ibu-ibu membaca alquran masih banyak menjumpai mereka belum hafal bacaan bahkan gerakan salat. “Baca surat Al Fatihah saja, ibu-ibu yang usianya 40-an tahun ke atas tidak hafal,”kata Fatimah. Fatimah bertekad bisa membimbing, melatih dan mengajarkan ilmu agama, terutama dalam bacaan salat kepada mereka.

“Semoga saya bisa ikut mendampingi dalam pembelajaran ilmu agama, baik pada ibu ibu, juga pada anak anak, karena ini sangat penting bagi kehidupan mereka saat ini dan buat yang akan datang,”paparnya. 
Rencananya, bimbingan agama untuk anak anjal dan orang tuanya itu akan memulai memberikan pembelajaran membaca alquran pada Senin, 15 Februari 2021. (*)

Besok, Program Mengaji untuk Anjal dan Orang Tua Direalisasikan Selengkapnya

Empat Sekolah di Gresik Sabet Penghargaan Adiwiyata Jawa Timur

GRESIK,1minute.id – Sebanyak empat sekolah di Gresik meraih penghargaan Adiwiyata tingkat Provinsi Jatim. Saat, ini jumlah sekolah adiwiyata mandiri atau nasional berjumlah 29 sekolah.

Empat sekolah peraih Adiwiyata Provinsi Jatim itu adalah UPT SDN 2 Gresik (Karangturi-Gresik) ; UPT SDN 24 Gresik (Kembangan-Kebomas) ; UPT SMPN 10 Gresik (Bungah) dan UPT SMPN 21 Gresik (Panceng).

Penyerahan penghargaan tersebut dilakukan oleh Plt Bupati Gresik Moh Qosim pada saat  apel pagi ASN dan para Kepala OPD Pemkab Gresik di halaman Kantor Bupati Gresik pada Senin, 8 Februari 2021. Piagam penghargaan diserahkan langsung kepada kepala sekolah masing-masing.

Plt Bupati Gresik Moh Qosim menyampaikan selamat kepada para Kepala Sekolah yang telah berjuang sehingga dapat meraih penghargaan lingkungan sekolah sehat tertinggi di Jawa Timur.

“Semoga penghargaan ini dapat memberikan semangat yang nantinya akan melecut kinerja masyarakat sekolah untuk lebih giat lagi dalam membangun sekolah sehat. kalau sudah meraih penghargaan di tingkat propinsi, agar diperbaiki lagi untuk maju ke tingkat nasional,”kata Qosim.

Lebih jauh, Qosim mengingatkan bahwa kebersihan lingkungan ini amat penting untuk membentuk kesehatan lingkungan untuk masyarakat sekolah dan sekitarnya. Apalagi dimasa pandemi covid-19 saat ini. “Anda semua telah berjasa untuk meningkatkan lingkungan masyarakat yang sehat,”kata Qosim.

Dimasa pandemik ini, imbuhnya, sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kesehatan lingkungan terutama lingkungan sekolah. Kesehatan dapat mendukung masyarakat untuk sehat. Sesuai penelitian, ternyata 45 persen kesakitan diakibatkan oleh lingkungan yang kurang baik. “Tingkatkan terus dan terus untuk ikut menggalakkan disiplin protokol kesehatan di masa pamdemi ini,”pesan Qosim. 

Sementara itu, Kepala Sekolah UPT SMPN 21 Matokan menyatakan, menciptakan kondisi sekolah Adiwiyata tidak mudah. Mulai dari penyiapan lingkungan yang tertata rapi dan asri sampai menyiapkan dokumen lingkungan.

“Seluruh komponen sekolah serta siswa harus bisa bekerjasama. Mereka mengerjakan semua keperluan termasuk mengajak masyarakat di sekitar sekolah untuk sadar lingkungan hijau adalah lingkungan sehat sekolah,”katanya kepada Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemkab Gresik Reza Pahlevi.(*)

Empat Sekolah di Gresik Sabet Penghargaan Adiwiyata Jawa Timur Selengkapnya

Tumbuhkan Kecintaan pada Polisi, Bhabinkamtimas Bagikan Buku kepada Anak

GRESIK,1minute.id – Suasana Markas Polisi Sektor (Mapolsek) Ujungpangkah berbeda. Sejumlah anak pelajar sekolah dasar terlihat keluar masuk markas polisi berlokasi di Jalan Pendidikan, Banyulegi, Desa Banyuurip, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik itu. 

Mereka terlihat semringah ketika keluar mapolsek sambil menenteng dua buku. Buku itu berjudul “Mengenal Polri” dan “Polisi Sahabat Dan Pelindung Kita”. Buku itu dibagikan oleh bhabinkamtimas Polsek setempat. 

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, melalui Kapolsek Ujungpangkah AKP Sujito menjelaskan, buku-buku tersebut menjadi sarana mengenalkan tugas Polisi kepada para anak, serta untuk menumbuhkan kecintaan pada Polisi.
“Jadi polisi itu bukan untuk ditakuti, namun polisi pun bisa jadi sahabat anak, yang mengayomi dan melindungi,” ujarnya. 
Masa pandemi Covid-19, kegiatan belajar dilakukan secara daring atawa dalam jaringan. “Meski di masa pandemi seperti ini, Saya harap semangat untuk belajar tidak turun,”katanya.

Buku-buku itu juga dibagikan dibagikan kepada anak yang dijumpai oleh anggota bhabinkamtibmas di kampung-kampung. Pasalnya,  sampai saat ini kegiatan belajar mengajar di sekolah belum aktif seperti biasanya dikarenakan Covid-19. (*)

Tumbuhkan Kecintaan pada Polisi, Bhabinkamtimas Bagikan Buku kepada Anak Selengkapnya

Kasus Covid-19 Meningkat, Rencana Ujicoba Pembelajaran Tatap Muka Dipending


GRESIK, 1minute.id –  Perkembangan kasus corona virus disease 2019 semakin mengkhawatirkan. Jumlah pasien terpapar virus dari Wuhan, Tiongkok itu menunjukkan peningkatan.

Termasuk di Kota Santri, Gresik ini. .Kondisi itu membuat Pemkab Gresik mengkaji ulang rencana ujicoba pembelajaran tatap muka. Semula pemerintah mewacanakan ujicoba pembelajaran tatap muka mulai Senin, 4 Januari 2021.

“Sehubungan meningkatkannya kembali kasus covid nasional maupun regional termasuk dilingkungan pendidikan dihimbau sementara rencana ujicoba pembelajaran tatap muka ditunda sampai ada pemberitahuan lebih lanjut,”kata Wabup Qosim dalam suratnya tertanggal 30 Desember 2020.

Sementara itu, pantau 1minute.id, sejumlah sekolah jenjang SD hingga SMA sederajat di Gresik telah siap melaksanakan ujicoba tatap muka.  “Tapi, karena anjuran begitu kami hanya bisa nunggu kabar selanjutnya,”kata seorang guru enggan disebut identitasnya itu. 

Disisi lain,  Satgas Covid-19 Gresik meliris perkembangan kasus hari ini,  Rabu 30 Desember 2020. Data Satgas Covid-19, hari ini ada penambahan kasus baru berjumlah 20 orang. Sedangkan, pasien sembuh “hanya” 9 kasus. Sedangkan, meninggal dunia dua orang. 

“Dua orang yang meninggal dunia itu dari Desa Sumari, Kecamatan Duduksampeyan dan Padangbandung,  Kecamatan Dukun,”ujar Kepala Bagian Humas dan Protokol Kesehatan Pemkab Gresik Reza Pahlevi, Rabu 30 Desember 2020. (*)

Kasus Covid-19 Meningkat, Rencana Ujicoba Pembelajaran Tatap Muka Dipending Selengkapnya

Wanda, Anak Buruh Tani Jawara Tahfidz Alquran, Keterbatasan Penglihatan Bukan Penghalang Remaja Bercita-cita menjadi Dosen


GRESIK, 1minute.id – Bagi Wanda Nur Nabilah keterbatasan penglihatan bukan suatu halangan menjadi seorang tahfidz alquran. Ketekunan belajar siswa kelas X SMA Muhammadiyah 1 Gresik itu bisa menjadi jawara dalam lomba tahfidz alquran dihelat Pengurus Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim belum lama ini. 

Wanda menyisihkan ratusan peserta lainnya se-Indonesia dalam lomba virtual tersebut.  Wanda, anak pasangan Sajib Iswandi, 42 dan Nursiyanah, 37, memiliki keterbatasan melihat. 

Sajib, buruh tani asal Desa Turirejo, Kecamatan Kedamean, Gresik mengajari Wanda mengaji setelah menggarap sawah. Kecerdasan Wanda dengan mudah menghafalkannya. “Saya tidak menyangka Wanda bisa menjadi juara,”kata Sajib kepada wartawan, Selasa 29 Desember 2020.

Ibunda Wanda, Nursiyanah menambahkan hampir setiap hari mengajari Wanda mengaji. Karena keterbatasan penglihatan, ibu rumah tangga berusia 37 tahun mengajari Wanda mengaji dengan cara dibacakan. 

“Wanda kemudian menirukannya,”kata perempuan yang hanya sempat mengenyam pendidikan jenjang madrasah Tsanawiyah atau setingkat SMP itu. 

Wanda yang tergolong siswa cerdas itu akhirnya bisa menamatkan SMP di Kecamatan Kedamean. Wanda memiliki impian menjadi dosen itu kemudian melanjutkan SMA Muhammadiyah 1 Gresik. 

“Wanda ini cita-citanya menjadi dosen dan penghafal Alquran,”kata Nursiyanah. Akan tetapi, Nursiyanah sempat ragu. Sebab, ekonomi keluarga sangat sederhana. 

Jarak rumah Wanda di Desa Turirejo, Kecamatan Kedamean ke sekolah berlokasi di Jalan KH Kholil, Gresik cukup jauh. Sekitar 35 kilometer. Bila harus pergi-pulang akan kerepotan. Sedangkan, indekos tentu membutuhkan biaya tambahan lagi bagi keluarga Wanda membayar uang kos. 

Kepala SMA Muhammadiyah 1 Gresik  Ainul Muttaqin mendengar kabar ada calon siswa memiliki keistimewaan menghafal Alquran langsung menerimanya. 

Wanda kemudian ditempatkan di Pondok Madinatul Ilmi, pondok pesantren (Ponpes) dibawah naungan Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik. Kemampuan Wanda dalam menghafal Alquran semakin terasa. Karena setiap hari Wanda wajib setoran hafalan ayat Alquran.

Wanda (kiri) ketika belajar mengaji bersama ustad dan temannya. (foto : istimewa)

“Padahal, peserta lomba hafidz adalah siswa-siswa yang tergolong sempurna. Wanda bisa mengalahkan peserta yang tanpa kekurangan dalam panca inderanya,”kata Ainul Muttaqin bangga.

Sejak diterima di SMA Muhammadiyah 1 Gresik, para guru di sekolah belum pernah bertemu secara langsung. Karena pembelajaran dalam jaringan (daring). Tapi, Wanda bisa mengukir prestasi.

Dia mengatakan melihat kondisi keluarga Wanda,  beberapa guru di sekolah menawarkan menjadi bapak angkat, juga menjadi pembimbing di dalam pondok. “Kami sebagai pendidik dan pengasuh layak bangga, pasalnya ada kekurangan dipenglihatan, namun bisa mengalahkan yang penglihatannya normal,”ujar Ainul Muttaqin. (*)

Wanda, Anak Buruh Tani Jawara Tahfidz Alquran, Keterbatasan Penglihatan Bukan Penghalang Remaja Bercita-cita menjadi Dosen Selengkapnya

Ketua PGRI Gresik Arief Susanto : Segera Audiesi Pemkab untuk Agenda Solusi Tingkatkan Kesejahteraan Guru Honorer


GRESIK, 1minute.id – Arief Susanto terpilih kembali sebagai Ketua PGRI Gresik.  Kepala SMK PGRI 1 Gresik meraih suara mayoritas dari tiga kandidat lainnya dalam Konferensi Kabupaten (Konkab) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Gresik, Sabtu , 26 Desember 2020.

Konfercab di Gedung PGRI Gresik ini rencana dibuka Bupati Gresik Sambari Halim Radianto. Akan tetapi, bupati berhalangan diwakilkan kepada Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik Mahin.

Ada empat kandidat yang maju dalam bursa calon ketua  PGRI Gresik periode 2020-2025 ini.  Mereka adalah Arief Susanto ; A. Fathoni  ; Sutrisno dan Suryanto ini. Mereka memperebutkan 771 suara.  Masa pagebluk corona virus disease 2019,  konkab dilakukan secara daring. Pemungutan suara dilakukan di dua tempat pemungutan suara (TPS) 

Dalam peoses demokrasi ini,  patahana Arief Susanto kembali terpilih dengan perolehan suara mutlak. Arief mendapatkan 765 suara. Sedangkan, tiga kandidat lainnya yakni A. Fathoni,  Sutrisno dan Suryanto, masing-masing mengantongi 2 suara. 

Konkab dihadiri Kadispendik Gresik Mahin, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Gresik  Puji Astuti dan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Gresik Markus itu berlangsung cukup demokratis. 

Ketua PGRI Gresik terpilih Arief Susanto (kanan)

Ketua PGRI Gresik terpilih Arief Susanto mengatakan, sesuai dengan visi dan misi PGRI serta Tema konfrensi kabupaten (Konkab) kali ini, “Mewujudkan PGRI sebagai Organisasi Profesi dan Perannya dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Abad 21”. 

Maka, tambah Arief,  PGRI selalu berupaya memperjuangkan kesejahteraan guru guna meningkatkan mutu pendidikan.

“Bukan  hanya untuk anggota PGRI, namun untuk seluruh guru di semua jenjang dan lapisan, utamanya guru honorer agar benar-benar mendapat perhatian dari pemerintah dengan penghasilan yang layak,”ujar Arief, Minggu malam,  27 Desember 2020. 

Agenda utama PGRI Gresik itu segera dikomunikasikan dengan pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik setelah pelantikan Bupati dan Wakil Bupati terpilih.

“Selama ini para guru honorer sudah mendapat perhatian dari Pemkab namun masih sangat perlu ditingkatkan perhatiannya,”tegas Arief. (*)

Susunan Pengurus PGRI Gresik hasil konferensi kabupaten Gresik Periode 2020-2025

Ketua PGRI Gresik Arief Susanto : Segera Audiesi Pemkab untuk Agenda Solusi Tingkatkan Kesejahteraan Guru Honorer Selengkapnya

Temukan Ekstrak Daun Mimba, Obat Potensial Corona, Dua Siswa SMAM10 Raih Medali Silver, Olimpiade Sains Internasional

 
GRESIK,1minute.id  – Pagebluk corona virus disease 2019 kapan berakhir. Vaksin untuk menangkal virus dari Wuhan, Tiongkok belum bisa dipastikan kemujarabannya. 
Ditengah kondisi pandemi Covid-19, dua siswa SMA Muhammadiyah 10 (SMA10) Gresik menemukan obat potensial untuk Covid-19. Obat itu berasal dari Daun Mimba. 

Hasil temuan dua siswa bernama Yoraisa Ghany Setyawan dan Salsabila Meutia itu menarik perhatian dewan juri dalam lomba sains internasional digelar secara daring atawa dalam jaringan. 

Lomba sains internasional dihelat oleh Indonesia Scientific Society (ISS) bertajuk World Innovatife Science Project Olympiade (WISPO) itu, inovasi dua siswa SMAM10 Gresik meraih medali silver. Lomba ini diikuti ratusan peserta berasal dari 13 negara termasuk Indonesia. 

Menurut Yoraisa Ghany Setyawan , penelitian setelah membaca sejumlah jurnal tentang manfaat daun Mimba. Tanaman ini telah terbukti mempunyai aktivitas anti virus. Daun mimba atau Intara (neem tree) ini dikenal tanaman berjuta manfaat.

Yoraisa dan temannya, Salsabilah melakukan penelitian dengan di fasilitasi pihak sekolah. “Awalnya daun Mimba di cuci bersih, lalu dikeringkan. Selanjutnya diblender kemudian di campur dengan ethanol nanti ada ekstrak dari daun tersebut. Selanjutnya bisa dijadikan kapsul,” ujarnya kepada wartawan, Rabu 23 Desember 2020.

Dengan dibimbing guru, pelajar Kelas IX ini, melakukan penelitian lebih lanjut dan hasilnya bahwa daun Mimba bisa menjadi obat potensial SARS CoV-2 merupakan virus munculnya Pandemi Covid-19 yang sedang terjadi saat ini.

“Protein penting yang terlibat dalam siklus hidup SARS CoV 2 dalam manusia antara lain chymotrypsin-like protease (3CLpro), papain-like protease (PLpro), helicase, RNA-dependent RNA polymerase (RdRp), serta Angiotensin converting enzyme 2 (ACE 2) dari manusia yang berperan sebagai pintu masuk virus,”jelasnya.

Pada penelitian ini, lanjut Yoraisa, metabolit sekunder daun Mimba yang digunakan adalah Gedunin, Analisis in silico dilakukan untuk mengetahui mekanisme kerja dari senyawa ini dapat menghambat pertumbuhan virus dalam tubuh manusia. 

Kemudian, analisis in silico ini untuk melakukan persiapan dan analisis molekulnya. Analisis in silicio suatu istilah untuk percobaan atau ujicoba yang dilakukan dengan simulasi komputer.

Uji in silico telah menjadi metode yang digunakan untuk mengawali penemuan senyawa obat baru dan untuk meningkatkan efisiensi dalam optimasi aktivitas senyawa induk.

“Dari riset ini kita menemukan ada enzim yang bisa menghambat virus Corona itu dalam tubuh manusia. Tentu ini masih penelitian awal yang butuh riset lanjutan,”katanya.

Sementara, Kepala SMA Muhammadiyah 10 GKB Hari Widianto mengungkapkan, riset yang dilakukan anak didiknya ini baru tahap awal sehingga masih dibutuhkan penelitian lanjutan di laboratorium lebih lengkap. Seperti di laboratorium Universitas Airlangga.

Hari menambahkan, ia sangat bangga atas prestasi tingkat Internasional, melalui pengembangan siswa bidang riset ini, sekolahnya meraih medali silver.

“Kami akan tindaklanjuti dengan uji coba laboratorium yang memiliki riset bagus bidang biologi. Sekolah kami memang terus berinovasi sehingga bisa dikenal sekolah berbasis riset,”tegas Hari. (*)

Temukan Ekstrak Daun Mimba, Obat Potensial Corona, Dua Siswa SMAM10 Raih Medali Silver, Olimpiade Sains Internasional Selengkapnya