Sediakan 530 Porsi Sanggring Kolak Ayam

GRESIK,1minute.id –  Panitia Sanggring Kolak Ayam mematangkan kegiatan tahunan. Kegiatan tahunan setiap 23 Ramadan. Tahun ini, Sanggring Kolak Ayam ke-497 akan digelar pada Ahad, 24 April 2022. Tradisi yang masuk Warisan Budaya Takbenda Indonesia (WTBI) dipusatkan di Masjid Jamik Sunan Dalem di Desa Gumeno, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik ini diprediksi bakal lebih ramai dibandingkan dua tahun terakhir karena pandemi Covid-19.

Selama dua tahun pengunjung tradisi yang nyaris menyentuh 5 abad ini dibatasi bertujuan mencegah persebaran wabah berawal dari Wuhan, Tiongkok itu. Sehingga, Kolak Ayam hanya dibagikan kepada warga Desa setempat. “Tahun ini untuk umum. Tetapi, tetapi mematuhi protokol kesehatan,”kata Didik Wahyudi, salah satu panitia Sanggring Kolak Ayam ke-497 dikonfirmasi 1minute.id pada Ahad, 17 April 2022.

Tahun ini, panitia akan memasak 530 porsi Kolak Ayam. “Satu porsi bisa untuk 20 orang sampai 25 orang,”terang Didik.  Untuk memasak ratusan porsi Kolak Ayam itu, panitia membutuhkan ayam 250 ekor ; gula merah 750 kg ; kelapa 700 butir ; jinten bubuk 50 kg ; bawang daun 200 kg dan air 1.500 liter. “Kami sediakan lebih banyak dari tahun lalu,”katanya. Dua tahun belakangan panitia menyediakan 250 porsi sampai 350 porsi. Untuk diketahui, panitia Sanggring Kolak Ayam ini semua kaum adam. Mulai belanja, meracik bumbu, memasak hingga menyajikan kepada masyarakat semua kaum adam.  

Kolak Ayam ini  disajikan untuk berbuka bersama di masjid Jamik Sunan Dalem. Kolak ayam merupakan makanan takjil atau makanan pembuka untuk berbuka puasa yang sifatnya hanya sementara. Tradisi ini berasal dari suatu riwayat, di saat pelariannya di Desa Gumeno, Sunan Dalem jatuh sakit dan dapat disembuhkan dengan memakan Sanggring ini. 

KOLAK AYAM : Panitia Sanggring Kolak Ayam melayani warga menu Kolak Ayam sebelum mendapatkan kuah dengan wadah ember pada peringatan.( FOTO : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Menurut Babad Gresik, Sunan Dalem adalah putra dari Sunan Giri yang memerintah di Giri Kedaton. Sunan Giri meninggal pada 1506 M, kemudian kekuasaan Giri Kedaton digantikan oleh putranya yaitu Sunan Dalem.  Di tengah kebingungan penduduk tersebut, Sunan Dalem  mendapat petunjuk dari Allah SWT lewat mimpi agar membuat suatu masakan untuk obat. Esok harinya Sunan Dalem memerintahkan semua penduduk supaya membawa seekor ayam jago berumur sekitar satu tahun atau jago lancur ke Masjid.

Maka segera lah semua penduduk membawa seekor ayam jago untuk dimasak dengan santan kelapa, jinten, gula merah dan bawang daun. Setelah masakan selesai, Sunan Dalem memerintahkan kepada penduduk Gumeno agar membawa ketan yang sudah dimasak. Pada saat itu bertepatan dengan Bulan Ramadan sehingga ketika tiba waktu Maghrib (waktu berbuka puasa), Sunan Dalem dan semua penduduk berbuka bersama di masjid. Akhirnya Sunan Dalem mendapat Hidayah, Ma’unah serta Inayah dari Allah sehingga beliau sembuh dari sakit yang dideritanya setelah menyantap masakan tersebut. (yad)

Sediakan 530 Porsi Sanggring Kolak Ayam Selengkapnya

Ajarkan Kejujuran Siswa Isi Kegiatan Ramadan Sendiri, Rajin Salat Dapat Tanda Tangan Imam

GRESIK,1minute.id – Ada pemandangan beda di setiap masjid dan musala di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik sejak awal bulan suci Ramadan.  Anak-anak khusyuk Salat. Salat rawatib maupun Salat sunah.  Salat Tarawih, misalnya. 

Bocah-bocah polos itu ada yang didampingi orang tuanya. Ada juga tanpa didampingi orang tua ketika Salat.  Nah, pemandangan beda dari hari biasanya sebelum bulan puasa adalah ketika Salat anak-anak itu menenteng sebuah buku. “Tugas dari sekolah. Minta tanda tangan imam Salat Tarawih,”ujar Muhammad Rifky pada Jumat, 8 April 2022. 

TANDA TANGAN IMAM SALAT : Sejumlah siswa sekolah dasar meminta tanda tangan imam masjid usai Salat Isya dan Tarawih di Masjid Agung Gresik pada Jumat, 8 April 2022 ( FOTO:

Apa saja isi buku yang dibawa siswa kelas V SD Muhammadiyah Gresik Kota Baru (Mugeb) itu? Lembar buku itu isinya tentang kegiatan harian siswa selama bulan puasa. Diantara, siswa harus menuliskan kegiatan Ramadan mulai hari ke-1 sampai hari ke-30. Selama sebulan, berapa kali khatam alquran, amalan istimewa sampai tentang sahur. Semuanya diisi sendiri.

Sehingga siswa belajar tentang kejujuran. Untuk aktivitas Salat berjamaah siswa harus meminta tanda tangan imam. Begitu Salat selesai anak-anak bersemangat “berburu” tanda tangan imam. Pemandangan itu bisa terlihat di Masjid Agung Gresik usai Salat Tarawih. (yad)

Ajarkan Kejujuran Siswa Isi Kegiatan Ramadan Sendiri, Rajin Salat Dapat Tanda Tangan Imam Selengkapnya

Berkah Ramadan, Tersangka Pencurian Smartphone Bebas Sebelum Sidang

GRESIK,1minute.id – Umar Buang, 34, bisa menghirup udara bebas pada Jumat, 1 April 2022. Tersangka pencurian smartphone dan uang Rp 92 ribu bebas dari jeratan hukum sebelum proses persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Gresik. 

Pemuda tinggal di Desa Suci, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik itu bisa menjalankan puasa Ramadan bersama neneknya, Munarsih, 72 tahun. Puasa Ramadan memasuki hari kedua pada Senin, 4 April 2022 ini menjadi berkah Buang. Ia bisa bebas karena mendapatkan restorative justice (RJ) dari Kejari Gresik. Pemberian RJ untuk kali pertama ini disaksikan oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani.

Buang tidak menyangka bisa bebas dari jeratan hukum. Barang bukti dan kesaksian sudah lengkap. Sangat sulit bisa lolos dari jeratan hukum. Namun, bila Sang Khaliq menghendaki semua bisa terjadi. Kurniawan, korban yang tinggal di Jalan Bali, Desa Yosowilangun, Kecamatan Manyar memberikan ampunan. Jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Gresik Maria Grace menyetujui pemberian RJ sesuai dengan kebijakan Kejaksaan Agung (Kejagung) sehingga proses pembebasan berjalan lancar. 

Untuk diketahui, Maria Grace adalah jaksa yang baru mualaf. Begitu mendapatkan penugasan di Kejari Gresik, Maria Grace memutuskan untuk berhijab. Saat Buang dibebaskan dan dipertemukan dengan neneknya, mata Maria Grace terlihat berkaca-kaca menahan haru. Ia menutupi wajahnya dengan kain hijabnya.

Tidak semua tersangka bisa mendapatkan “keistimewaan” seperti Buang. Terbebas dari jeratan hukum sebelum disidangkan. “Ini berkah Ramadan,”kata Kajari Gresik Muhamad Hamda pada Jumat, 1 April 2022. Menurut Muhamad Hamda, proses untuk mendapatkan RJ cukup panjang. Sebelumnya jaksa penuntut melakukan gelar perkara dengan seksi pidana umum untuk melakukan kajian bisa atau tidak tersangka pencurian smartphone bernama Umar Buang mendapatkan RJ. “Harus mendapatkan persetujuan dari Kajati Jawa Timur,”katanya.

Hamda berpesan kepada Buang untuk tidak mengulangi perbuatan lagi. Lebih lanjut Kajari Hamda mengatakan, ada sejumlah persyaratan tersangka bisa mendapatkan RJ. Diantaranya, adalah tersangka baru kali pertama, korban memberikan pengampunan dan kerugian kurang lebih Rp 1,6 jutaan. “Sedangkan, untuk tersangka Buang ini, dia mencuri untuk membiayai pengobatan neneknya,”kata Hamda. 

Buang hanya tamatan sekolah dasar. Ia belum memiliki pekerjaan tetap. Untuk mencukupi kebutuhan bersama neneknya, Buang kerja serabutan.  Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani telah meminta kepada Dinas Sosial (Dinsos) Gresik untuk melakukan pendataan terhadap keluarga Buang itu. Bila neneknya Munarsih belum mendapakan bantuan dari pemerintah pusat. Ia akan mendapatkan bantuan dari Pemkab Gresik melalui program PKH ekskusif. 

Seperti diberitakan, suasana haru ketika Buang dipertemukan dengan Munarsih, 72. Buang bersimpuh kepada neneknya yang duduk di kursi roda. Selama 3 menit bersimpuh dan memohon maaf. Pertemuan haru membuat suasana di lobi kantor Kejari Gresik hening. Kajari Gresik Muhamad Hamda, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Kasi Pidum Kejari Gresik Firdaus dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Gresik Maria Grace seakan menahan air mata. 

Buang tersangka pencurian smartphone di warkop di Jalan Poros Banjarsari, Desa Banjarsari, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik pada 13 Januari 2022.
Aksi Buang mencuri gawai milik Tuah Kurniawan, 32, warga Jalan Bali, Desa Yosowilangun, Kecamatan Manyar, Gresik itu terekam CCTV. Buang pun akhirnya dibekuk polisi dan dijebloskan ke penjara. Perkara dilimpahkan ke jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Gresik. Akan tetapi, sebelum proses berlanjut ke Pengadilan Negeri (PN) Gresik memutuskan tidak melanjutkan ke meja hijau. Buang mendapatkan keadilan restoratif atau Restorative Justice.

Konsep keadilan restoratif merupakan suatu konsekuensi logis dari asas ultimum remedium, yaitu pidana merupakan jalan terakhir dan sebagai pengejawantahan asas keadilan, proporsionalitas serta asas cepat, sederhana dan biaya ringan, oleh karena itu penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif dilaksanakan dalam rangka memberikan perlindungan terhadap kepentingan korban dan kepentingan hukum lain. (yad)

Berkah Ramadan, Tersangka Pencurian Smartphone Bebas Sebelum Sidang Selengkapnya

Kisah Mualaf Devan Gunawan, Aktivis Ormas Di Gresik Merasakan Perubahan Hidup Yang Luar Biasa 

GRESIK,1minute.id  – Marhaban Yaa Ramadan.  Bulan suci yang paling di tunggu umat muslim di dunia itu telah tiba. Pemerintah Indonesia telah menetapkan 1 Ramadan 1443 Hijriah pada Minggu, 3 April 2022. Bagi Devan Gunawan, 47, bulan suci Ramadan ini terasa lebih indah. “Ini kali ketiga Saya puasa Ramadan,”kata Devan dihubungi selulernya pada Minggu, 3 April 2022.

Devan menjadi mualaf pada 13 Juli 2019. Dia mengaku mengucapkan syahadat dengan bimbingan Moh Qosim. “Awalnya Saya meminta bantuan Pak Bagus (Bagus Sasmita, Guru SMA Negeri 1 Kebomas,Red) untuk menjadi mualaf,”imbuhnya. Perubahan yang luar biasa pasca hijrah menjadi muslim. Hal itu yang membuat dia tetap istikamah sampai sekarang. “Sekarang Saya diberi amanah sebagai ketua untuk pencarian donator di UPZ di Masjid Agung Gresik,”katanya. 

Kebahagiaan yang dirasakan oleh Devan ini melalui perjuangan panjang. Devan harus berakit-rakit ke hulu. Sakit-sakit dahulu. Ia menceritakan paskagagal menjadi anggota legislatif harus mengalami penderitaan panjang. Hutang menumpuk. Devan digugat cerai oleh istrinya.

Anak semata wayang ikut istri yang non muslim itu. Devan memutuskan indekos. Selama 3 bulan. Kurun waktu itu Devan melakukan perenungan. Dia mendatangi sejumlah tempat pengajian. Di musala atau masjid atau majelis-majelis kajian agama. 

Devan juga menemui sejumlah orang untuk berdiskusi tentang agama Islam. Devan semakin mantap masuk Islam. Pada 13 Juli 2019 Devan mengucapkan kalimat Syahadat dibimbing oleh Moh Qosim saat itu masih menjadi Wakil Bupati Gresik. Devan kemudian mendapatkan “tumpangan” rumah gratis di Desa Padeg, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik. 

Rumah tingkat itu suwung atawa kosong selama 2 tahun. Ada 4 orang yang berminat menempati rumah kosong itu.”Tiga orang sudah  berkeluarga. Tapi, pemilik rumah memilih Saya belum berkeluarga,”katanya.  Dirumah itu, Devan semakin mempertebal dan memperdalam tentang Islam. Ia rajin mengikuti kegiatan di masjid.

“Selama 8 bulan Saya menempati rumah itu secara gratis,”katanya.  Kehidupan Devan semakin bahagia ketika bertemu seseorang perempuan. Ia seorang janda yang usianya lebih dewasa dari Devan. Mereka memutuskan untuk menikah.

“Saya bertemu dengan istri Saya menemukan kebahagiaan lahir batin membimbing saya untuk lebih baik lagi serta istikamah menjalankan syariat Islam yang sesungguhnya. Alhamdulillah, hidup saya bisa bermakna lagi semoga saya bisa menjadi mualaf yang lebih baik, bermanfaat serta bisa menginsiparasi bagi non muslim lainnya. Semoga mendapatkan hidayah,”katanya. 

“Alhamdulillah, ini semua hidayah dari Allah SWT,”ucapnya dengan nada bersyukur. Devan dan keluarga kini tinggal di Kompleks Perumahan Gresik Kota Baru (GKB). Jejak Devan menjadi mualaf itu kemudian diikuti anak semata wayangnya dari pernikahan pertamanya. “Anak saya sekarang mondok,”ujarnya. (yad)

Kisah Mualaf Devan Gunawan, Aktivis Ormas Di Gresik Merasakan Perubahan Hidup Yang Luar Biasa  Selengkapnya

Hilal Awal Ramadan Tak Terlihat di Balai Rukyat Bukit Condrodipo Gresik, Puasa Mulai Minggu 

GRESIK1minute.id – Tim Rukyaktul Hilal Lembaga Falakiyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (LF PCNU) Gresik tidak berhasil melihat Hilal. Rukyaktul hilal awal Ramadan 1443 H/4022 dilakukan di Balai Rukyat Bukit Condrodipo, Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik pada Jumat,1 April 2022.

Rukyaktul hilal ini dihadiri oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Gresik Sahid , Ketua Pengadilan Agama (PA) Gresik dan beberapa orang perukyat. 

Pengamatan dilakukan  dengan berbagai alat manual maupun canggih seperti teodolit, teleskop binokular dan monokular. “Tetapi hilal tidak terlihat,”kata Sekretaris Sekretaris LFNU Gresik Angga Purwancara.

TEROPONG BINTANG: Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah melakukan pengamatan Hilal melalui teropong bintang di Balai Rukyat LFNU di Bukit Condrodipo Gresik pada Jumat, 1 April 2022 (Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Pengamatan dilakukan mulai matahari terbenam berdasarkan metode hisab tadqiqi dengan tinggi hilal antara 1 derajat 22 menit 35 detik hingga 2 derajat 15 menit 56 detik.”Berdasarkan Inkamnur Rukyah Nahdlatul Ulama tinggi hilal minimal 3 derajat dan  elongasi hilal minimal 6,4 derajat,”ujarnya. 

Hasil rukyaktul hilal LF PCNU Gresik itu kemudian diserahkan kepada Kemenag Gresik Sahid. “Semua perukyat tidak melihat Hilal. Hasil ini akan kami laporkan kepada Menteri Agama,”katanya. Penentuan awal bulan suci, Ramadan 1443 Hijriah nanti akan diumumkan oleh Menteri Agama. 

PENGAMATAN: Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani memantau hilal awal Bulan Ramadan 1443 H di Balai Rukyat Bukit Condrodipo Gresik pada Jumat, 1 April 2022 (Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Pantauan 1minute.id di Balai Rukyat Bukit Condrodipo Gresik Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah mencoba untuk melihat Hilal melalui alat teropong bintang itu. Akan tetapi, kedua pemimpin di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik itu mengaku tidak melihat Hilal. “Warna ne putih kabeh,”seloroh Wabup Aminatun Habibah. (yad)

Hilal Awal Ramadan Tak Terlihat di Balai Rukyat Bukit Condrodipo Gresik, Puasa Mulai Minggu  Selengkapnya

Lantunan Puisi Atiqotur Rizqiyah Menghipnotis Santri Ponpes Zainal Abidin Bungah 

GRESIK,1minute.id – Peringatan Isra Mikraj di Pondok Pesantren (Ponpes) Zainal Abidin, Desa Bungah, Kecamatan Bungah khidmat pada Selasa malam, 29 Maret 2022. Peringatan peristiwa penting perjalanan Nabi Muhammad SAW menerima perintah salat 5 waktu itu diisi serangkaian kegiatan menyambut bulan suci, Ramadan. Antara lain dengan membaca Salawat, doa bersama dan pentas seni religi. 

Pentas seni menampilkan salah satu santri peraih juara baca puisi tingkat Nasional. Ia adalah Atiqotur Rizqiyah. Ia membacakan puisi berjudul “Doa”. Suara gadis yang lembut dan merdu itu seakan menghipnotis para tamu undangan serta santriwan-santriwati yang hadir. 

Atiqotur Rizqiyah adalah santri Ponpes Zainal Abidin, Kecamatan Bungah, Gresik. Ia siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Gresik kelas X. Gadis berhijab asal Kecamatan Panceng itu sudah malang melintang di panggung teater dan seni sejak awal masuk sekolah. Sejumlah prestasi diraihnya. Salah satunya, Juara III lomba baca puisi Universitas Wijaya Kusuma (UWK) pada 19 Maret 2022 lalu.

Kepala Madrasah Diniyah (Madin) Ponpes Zainal Abidin Abdul Malik mengaku bangga atas prestasi santri didiknya. Menurutnya, bakat para santri harus terus digali dan dikembangkan. Dengan demikian, potensi yang dimiliki akan memperoleh penyaluran yang positif. 

“Apalagi di era digital seperti saat ini, santri tidak hanya belajar mengaji, tetapi juga belajar ilmu-ilmu yang lain, seperti ekonomi, manajemen, teknologi, bahasa, bahkan ilmu siyasah atau politik sekalipun, sehingga ketika nanti sudah terjun di tengah masyarakat bisa benar-benar mumpuni,”katanya. 

Namun, Malik mengingatkan santri-santri untuk senantiasa tekun belajar agar menjadi pribadi yang memiliki budi pekerti serta akhlakul karimah yang baik. Sehingga tidak hanya mengedepankan akal dan keilmuan saja, tetapi juga bisa menghargai sesama dan menjaga diri dari sifat sombong.

“Karena sepintar-pintarnya seseorang jika tidak memiliki akhlak maka akan diacuhkan oleh orang di sekitarnya, untuk itu yang terpenting bagi santri adalah memiliki akhlak dan budi pekerti yang baik,” pesannya.

Sementara Pengasuh Ponpes Zainal Abidin, KH. Mohammad Ali Musthofa banyak memberikan wejangan kepada santri-santri tentang pentingnya merawat kaifiyah atau tatacara belajar yang baik, agar bisa mendapatkan ilmu yang manfaat barokah. 

“Tanda orang yang cinta ilmu itu siap melakukan apapun demi meraih ilmu yang diinginkan, seperti disiplin ngaji, tekun belajar, dan cinta membaca kitab-kitab,” katanya.
Begitu sederhana dan sangat mengena pesan yang diterangkan KH. Mohammad Ali Musthofa membuat para tamu undangan dan para santri-santri hening khusyuk mendengarkan.

”Semoga santri-santri senantiasa sehat dan mendapat ilmu yang manfaat barokah fiddini waddunya wal akhiroh,”doa KH. Mohammad Ali Musthofa. Selain pembacaan puisi Atiqotur Rizqiyah, acara juga dimeriahkan dengan penampilan sejumlah kelompok tari santri dalam pentas seni, sekaligus pembacaan para juara dalam musabaqoh yang telah digelar sebelumnya. (yad)

Lantunan Puisi Atiqotur Rizqiyah Menghipnotis Santri Ponpes Zainal Abidin Bungah  Selengkapnya

Ini Doa Umat  Konghucu Dalam Sembayang Imlek Di Klenteng Gresik

GRESIK,1minute.id – Perayaan tahun baru Imlek 2573 Kongzili dirayakan secara sederhana oleh warga Tionghoa di Gresik. Pandemi Covid-19 belum berakhir membuat perayaan pergantian tahun tanpa ada pertunjukan seni Barongsai dan kembang api. 
Selama dua tahun ini umat Konghucu  merayakan Imlek hanya melakukan sembayang dan doa bersama di Kelenteng Kim Hin Kiong di Jalan Setiabudi, Kecamatan Gresik. 

Puluhan umat Tri Dharma mulai berdatangan sejak pukul 22.00. Mereka berasal dari Gresik, Surabaya, Sidoarjo dan sekitar Jawa Timur lainnya. Sembayang dan doa bersama  dilakukan mulai pukul 12.00 malam. Selama 45 menit sembayang yang dipimpin oleh Ketua Tempat Ibadat Tri Dharma (TITD) Kim Hin Kiong Edi Prasetyo Tedjo (The Ing Tiong) itu berlangsung secara khidmat. 

“Ada tiga dari 9 altar yang menjadi tempat sembayang,”kata Edi Prasetyo Tedjo usai sembayang. Tiga altar yang wajib disembayangi dalam perayaan Imlek ini adalah Altar Thian Kong ,(Tuhan Yang Maha Kuasa) Altar Makco Thian Sang Sing Boo atau Dewi Laut dan Dewa Bumi.

Selain itu, dia juga mendoakan kepada umat Tionghoa yang telah memberikan donasi untuk TITD Kim Hin Kiong. Sumbangan diantaranya lampu lampion. Jumlah lampion berjumlah ratusan. Sehingga Klenteng berlokasi di Kampung Pecinan di Jalan Setiabudi, Kecamatan Gresik itu terasa semarak.

“Tadi satu per satu nama penyumbang kami laporkan dan di doakan. Bagi yang belum menyumbang juga di doakan yang sama,”katanya.  Umat yang mengajukan untuk menyumbang lampion ini cukup banyak sehingga pengurus Klenteng yang berdiri pada 1 Agustus 1153 Masehi atau 869 tahun ini terpaksa menolaknya.

“Klenteng sudah penuh lampion,”ujarnya. Dia menyebutkan lampion memiliki filosofi tentang menerangi diri sendiri , hidup sejahtera dan rukun damai.
Edy Prasetyo Tedjo menegaskan dalam sembayang umat berdoa pada tahun ke depan hidup semakin rukun dan damai. Dengan rukun dan damai bisa lebih sejahtera. “Kami juga berdoa pandemi Covid-19 ini segera berakhir di Gresik dan NKRI,”tegasnya. Usai sembayang umat Tionghoa bersilaturahmi dan saling.  

SILATURAHMI: Anggota Formagam bersilaturahmi dengan pengurus Klenteng Kim Hin Kiong pada Senin malam, 31 Januari 2022 (FOTO: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Sebelumnya sembayang bersama, anggotaForum Masyarakat Cinta Keberagaman  (Formagam) melakukan silaturahmi ke pengurus Klenteng. Formagam terdiri dari berbagai agama dan organisasi kepemudaan. Antara lain, Ansor,  Banser dan Gusdurian.

Gusdurian merupakan kelompok yang beranggotakan individu, komunitas, atau lembaga yang sama-sama memiliki pemikiran untuk meneruskan perjuangan Gus Dur. Fokus gerakan ini ialah pada isu-isu tertentu. Di antaranya ketauhidan, kemanusiaan, keadilan, kesetaraan, pembebasan, kesederhanaan, persaudaraan, keksatriaan, kearifan tradisi.

Mereka datang bersama Ketua Formagam Djoko Pratomo ditemui ketua TITD Kim Hin Kiong Edy Prasetyo Tedjo. Pertemuan terasa gayeng. Seperti kerukunan antarumat beragama yang sudah lama terjalin rukun dan damai di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini. (yad)

Ini Doa Umat  Konghucu Dalam Sembayang Imlek Di Klenteng Gresik Selengkapnya

Sambut Imlek, Warga Tionghoa di Gresik Mulai Membersihkan dan Menyucikan Rupang Para Dewa

GRESIK,1minute.id – Umat Tri Dharma di TITD Kim Hin Kiong mulai melakukan bersih-bersih tempat ibadat untuk menyambut Tahun Baru Imlek 2573 Kongzili akan diperingati 1 Februari 2022. 

Selain membersihkan tempat ibadat, mereka juga menyucikan rupang para dewa mereka. Diantaranya, YM Makco Thian Sang Sing Boo atau Dewi Samudra, Dewa Kwan Im atau Dewi Welas Asih dan lainnya. Ada sepuluhan orang yang bersih-bersih di kelenteng berlokasi di Jalan Setiabudi, Gresik itu. Mereka membersihkan 8 altar plus satu altar utama tempat Yang Mulia (YM) Makco Thian Sang Sing Boo.

SUCIKAN RUPANG DEWA : Umat Tri Dharma di TITD Kim Hin Kiong menyucikan rupang para dewa untuk menyambut Tahun Baru Imlek 2573 Kongzili pada Kamis, 27 Januari 2022 (Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Menurut Ketua TITD Kim Hin Kiong Budi Prasetyo Tedjo (The Ing Tiong), sembayang tahun baru Imlek 2573 Kongzili akan dilakukan secara bergelombang. Karena pandemi Covid-19 belum berakhir. Umat yang melakukan sembayang berasal dari berbagai kota/Kabupaten di Indonesia. “Kami  akan menerapkan protokol kesehatan secara ketat dengan 5M,”ujarnya. Sembayang Imlek akan dilakukan pada Senin malam, 31 Januari 2022.

Ratusan umat Tionghoa itu melakukan sembayang ke Kelenteng yang berusia 869 tahun itu untuk melakukan doa bersama. Mereka akan berdoa untuk perdamaian dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Kita berdoa semoga diberikan hidup sehat, rukun damai dan pandemi Covid-19 segera berakhir di NKRI,”tegas Budi Prasetyo Tedjo pada Kamis, 27 Januari 2022.

RUPANG DEWA UANG: Umat Tri Dharma di TITD Kim Hin Kiong menyucikan rupang para dewa untuk menyambut Tahun Baru Imlek 2573 Kongzili pada Kamis, 27 Januari 2022 (Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Bersih-bersih Kelenteng dilakukan mulai pagi hari, pukul 08.00. Ada ratusan rupang para dewa. Tidak semua umat Tionghoa bisa ikut membersihkan rupang para dewa itu. Mereka ada orang-orang pilihan yang dianggap memiliki jiwa bersih dan mendapatkan restu dari para dewa. Untuk membersihkan tempat ibadat dan menyucikan rupang para dewa butuh waktu 1 hari sampai 2 hari. (yad)

Sambut Imlek, Warga Tionghoa di Gresik Mulai Membersihkan dan Menyucikan Rupang Para Dewa Selengkapnya

Anjal Terminal Gubernur Suryo Rayakan Maulid Nabi Muhammad SAW

GRESIK.1minute.id – Salawat Nabi Muhammad SAW berkumandang di terminal Gubernur Suryo, Gresik pada Minggu, 31 Oktober 2021. Puluhan anak jalanan didampingi orang tua mereka membaca pujian kepada Rasulullah itu. Mereka duduk bersila beralas terpal plastik warna abu-abu dan biru. Anak-anak jalanan itu terlihat bersemangat ketika merayakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. 

Pembacaan salawat Nabi dilakukan secara bergantian oleh ustadzah pembimbing di rumah belajar anak jalanan. “Merayakan Maulid Nabi Muhammad  sebagai bukti kecintaan kita, termasuk teladan dalam mengarungi hidup di dunia,”kata Ustad Ali Sugiarto dihadapan anak jalanan itu. Mereka ada ditemani orang tuanya. Mereka selama ini tinggal di lapak berukuran 3×3 meter persegi.

Dalam kompleks terminal, sejumlah orang peduli anjal mendirikan Rumah belajar anak jalanan. Di rumah belajar itu, anjal mendapatkan bimbingan belajar untuk pelajaran sekolah, termasuk pelajaran mengaji Al Quran, dan setiap malam Jumat dengan membaca Surat Yasin serta tahlil. 

Koordinator pembimbing rumah belajar anak jalanan Gubernur Suryo, Ustadzah Iin Budiyanti mengungkapkan bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad dilakukan secara sederhana. “Kita persiapan hanya dua hari saja. Untuk menambah semangat kami memberikan hadiah hiburan bagi yang bisa menjawab pertanyaan seputar Maulid Nabi,”kata Iin. (yad)

Anjal Terminal Gubernur Suryo Rayakan Maulid Nabi Muhammad SAW Selengkapnya

Doakan Leluhur dan Orang Tua, Umat Tridharma Lakukan Sembayang Arwah di Kelenteng Kim Hin Kiong

GRESIK,1minute.id – Umat Tionghoa menggelar Sembayang Cioko atau King Ho Ping atau Sembayang rebutan pada Minggu, 22 Agustus 2021. Sembayang rebutan atau dikenal Sembayang Arwah ini diikuti puluhan umat di TITD Kim Hin Kiong di Jalan Setiabudi, Gresik.

Ritual tahun ini dipimpin oleh Ketua TITD Kim Hin Kiong Gresik Budi Prasetyo Tejo. Ritual pun khusyuk.  Menurut Budi Prasetyo Tejo, sembayang Cioko atau King Ho Ping atau Sembayang rebutan oleh warga Tiongkok dikenal dengan Sembayang Arwah. “Kita sembayangi arwah-arwah yang tidak disembayangi oleh keluarganya lagi atau kepaten obor,”kata Budi ditemui 1minute.id pada Minggu, 22 Agustus 2021.

Sembayang arwah ini, dalam tradisi orang Tionghoa menyembayangi leluhur di rumah masing masing sebelum tanggal 15 puncaknya jam 12 siang. “Setelah itu, kalau keluarga tidak menyembayangi kebanyakan mereka ke kelenteng. Jadi kelenteng ini menyembahyangi arwah-arwah yang tidak disembayangi oleh keluarganya atau kepaten obor,”terangnya. 

Sembayang arwah ini, imbuhnya, tujuannya sebagai manusia, anak atau keturunan harus berbakti kepada orang tua. “Jadi ini menunjukkan bakti kita kepada orang tua atau leluhur,”tegasnya. Di Kelenteng berdiri pada 1 Agustus 1153 masehi atau 868 tahun silam itu, tradisi Sembayang Arwah dilakukan setiap bulan 7 tanggal 15 imlek (tahun ini bertepatan Minggu, 22 Agustus 2021.

 

REBUTAN: Warga sekitar Kelenteng mengambil sesaji usai umat TITD Kim Hin Kiong menggelar Sembayang Arwah atau Sembayang rebutan pada Minggu, 22 Agustus 2021 (Foto: chusnul cahyadi/1minute.id)

“Setiap tahun kami adakah karena Kelenteng ada yang lebih luas menyembayangi arwah-arwah yang tidak disembayangi lagi oleh keluarganya,”katanya. Dalam pengamatan 1minute.id, dalam ritual Sembayang Arwah ini, mereka membawa macam sesaji. Sesaji itu ditata rapi di depan kelenteng. Ada daging, buah-buahan, hingga makanan ringan.

“Sesaji itu untuk bakti kepada leluhur atau orang tua. Kita dibagikan kepada masyarakat. Karena lokasinya tidak memungkinkan untuk rebutan,”ujarnya. Sembayang Arwah di masa pandemi Covid-19 ini berbeda. Sebab, umat Tridharma ini tidak hanya membagikan makanan siap saja. Namun, juga membagikan beras kepada masyarakat sekitar yang terdampak wabah yang paling mematikan di era modern ini.

Sebanyak 750 kilogram beras dibagikan oleh pengurus kelenteng. Beras dalam bentuk paket 5 kilogram itu diserahkan oleh Ketua TITD Kim Hin Kiong Budi Prasetyo Tejo kepada Kepala Desa Pulopancikan dan perwakilan dari Lembaga Amin Zakat ,Infak dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LazisNU). “Ada 150 paket beras masing-masing seberat 5 kilogram yang kami bagikan kepada masyarakat yang terdampak coronavirus disease,”ungkap Budi. (yad)

Doakan Leluhur dan Orang Tua, Umat Tridharma Lakukan Sembayang Arwah di Kelenteng Kim Hin Kiong Selengkapnya