GU Akuisisi Dua Pemain Muda Persebaya, Presiden GU : Kami Punya Mimpi Jadi Klub Profesional

GRESIK,1minute.id – Manajemen Gresik United mengontrak dua pemain muda. Dua pemain itu Dicky Kurniawan dan Akbar Firmansyah. Kontrak jangka panjang diteken pada Sabtu, 28 Januari 2023.

Penandatanganan kontrak itu menjadi status kedua pemain berubah dari sebelumnya pemain pinjaman dari Persebaya menjadi pemain sah klub berjuluk Joko Samudro itu. Presiden Klub Gresik United Fandi Akhmad Yani menuturkan, dengan bergabungnya dua pemain ini merupakan bentuk sinergitas kolaborasi antara Gresik dan Surabaya.

“Dicky Kurniawan dan Akbar Firmansyah resmi kami akuisisi. Mereka kami kontrak jangka panjang, dan Gresik United ingin menjadikan Persebaya sebagai inspirasi bagaimana mengelola klub secara profesional,” tutur Gus Yani-panggilan akrab- Fandi Akhmad  Yani pada Sabtu, 28 Januari 2023.

Gus Yani juga berterima kasih kepada manajemen Persebaya. Ini karena Gresik United punya mimpi besar menjadi klub profesional tanpa campur tangan. “Perjuangan sepak bola tidak boleh berhenti. Sebab, olahraga ini hiburan masyarakat dan tontonan menghibur masyarakat,” ungkapnya.

CEO Gresik United Muhammad Allan  mengatakan, dua pemain Persebaya ini aset bagi kami. Sekaligus bentuk keseriusan manajemen dalan jangka panjang. “Rata-rata pemain kami berusia 19 hingga 21 tahun banyak dihuni pemain muda,” kata Gus Allan, sapaan akrab, Muhammad Allan.

Sementara itu, Manager Persebaya Yahya Alkatiri menyatakan timnya dengan Gresik United sudah banyak berkolaborasi. Salah satunya pemain. “Sebenarnya Dicky dan Akbar sudah dilirik oleh klub papan atas liga 1. Tapi kami lebih sreg ke Gresik United karena manajemennya lebih serius dan profesional,” pungkasnya. (yad)

GU Akuisisi Dua Pemain Muda Persebaya, Presiden GU : Kami Punya Mimpi Jadi Klub Profesional Selengkapnya

Bupati Gresik Dorong DKG Manfaatkan GNI untuk Mendukung Kebangkitan Pariwisata di Gresik 

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengukuhkan pengurus Dewan Kebudayaan Gresik (DKG) periode 2022-2025 di Gedung Nasional Indonesia (GNI) pada Jumat malam, 27 Januari 2023. Pengurus DKG-dulu bernama-Dewan Kesenian Gresik, mayoritas anak muda.  Irfan Akbar Prawiro, ketuanya. 

Munculnya anak-anak muda di DKG ini membawa optimisme bagi para pekerja seni dan kebudayaan di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani berharap pengurus DKG membangkitkan  seniman dan kebudayaan di Kabupaten Gresik tanpa meninggalkan nilai sejarah.

“Selama ini Gresik dikenal sebagai salah satu daerah, yang memiliki keberagaman budaya dan sejarah,” ujar Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani. Menurut Gus Yani, DKG merupakan wadah penggiat seni dan pemerhati budaya. Harus mampu memberikan sumbangsih, pemikiran dan menghasilkan karya karya yang mengharumkan Gresik.

“Saya yakin melalui seni dan budaya yang dilakukan oleh DKG, dapat mengedukasi masyarakat hal yang positif. Dan menjadi salah satu unsur pendukung sektor pariwisata di Kabupaten Gresik,” tuturnya. Pengukuhan pengurus DKG di GNI kali pertama pascarevitalisasi. Puluhan tahun gedung berlokasi di Jalan Pahlawan itu suwung. Kondisi kumuh. 

Pemkab Gresik kemudian melakukan revitalisasi secara bertahap mulai 2021 dan 2022. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Sandiaga Sholahuddin Uno meresmikan gedung itu bersamaan launching Bandar Grissee pada 18 Desember 2022. Bupati juga berharap gedung GNI dihidupkan dan dimanfaatkan kembali. Dirinya membuka lebar seluas luasnya penggunaan GNI. Sebagai tempat kegiatan musik, tari, teater, seni dan budaya, dengan tetap menjaga dan merawat bersama sama tempat tersebut.

“Pelantikan DKG di GNI malam ini, mencatat sejarah difungsikannya kembali gedung ini,” ungkapnya. Meski sederhana, pengukuhan pengurus Dewan Kebudayaan Gresik ini tetap meriah karena ada pertunjukan yang ditampilkan. Antara lain, tari Damarkurung dari kelompok Sanggar Seni Nyai Ageng Pinatih Gresik, karawitan dari kelompok Widya Budaya Lowayu.

Serta Macapatan oleh maestro macapat Mat Kauli dari Macapat Gresik. Para undangan seperti Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman, Kepala Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Kebudayaan dan Olahraga Gresik Syaifudin Ghozali serta anggota DPRD Gresik Syaikhu Busyiri. (yad)

Bupati Gresik Dorong DKG Manfaatkan GNI untuk Mendukung Kebangkitan Pariwisata di Gresik  Selengkapnya

Ditinggal ke Sawah, Rumah Petani di Kricak Ludes Terbakar

GRESIK,1minute.id – Matahari baru setinggi tombak. Pardi, 70, warga Dusun Kricak, Desa Karangan, Kecamatan Benjeng,  Kabupaten Gresik sudah berada di sawah. Kakek dua cucu  itu bertani ditemani  istrinya, Ika, 60. Rumah sederhana berdinding gebyok itu kosong. 

Pardi baru satu jam berada di sawah mendapatkan kabar rumahnya terbakar. Saat itu, sekitar pukul 07.30 WIB. Pardi bergegas pulang. Namun, api yang diduga berasal dari bagian dapur itu terus membesar. Tiuapan angin dan bangunan rumah terbuat dari kayu dan bambu semakin mempercepat api membesar. Sejumlah warga setempat berusaha memadamkan amuk si jago merah itu. 

Mereka menggunakan ember, bak mandi berisi air untuk menjinakkan api. Namun, ikhtiar warga belum berhasil memadamkan api. Husen, salah satu warga setempat  berinisiatif meminta bantuan petugas Dinas Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Gresik. Api terus membesar dan melahap seluruh bangunan rumah milik Pardi tersebut. Bangunan rumah pun ambruk, rata dengan tanah. Beruntung api tidak sampai merebet ke rumah warga lainnya. Ketika api mulai padam, petugas Damkar Gresik tiba di lokasi kebakaran. 

Menurut Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Gresik Agustin Halomoan Sinaga mengatakan, petugas damkar mendapatkan laporan kebakaran sekitar pukul 07.28 WIB. Petugas tiba di lokasi kebakaran sekitar pukul 08.00 WIB. Ada sejumlah penyebab petugas tidak bisa cepat datang ke lokasi kebakaran. Pertama, lokasi tempat kejadian kebakaran (TKK) cukup jauh. Selain itu, imbuhnya, ketika laporan masuk api sudah besar dan nyaris menghabiskan bangunan rumah. “Rumah cepat terbakar habis dikarenakan terbuat dari kayu dan bambu,” tegasnya. 

Informasi yang dihimpun keluarga Pardi masih menggunakan tungku pemasak bahan bakar kayu. Diduga, saat meninggalkan rumah, api di tungku pemasak belum mati total. Tiuapan angin membuat api di tungku membesar. Api kemudian membakar rumah. Benarkah? “Belum mengetahui penyebab kebakaran tersebut. Masih dalam penyelidikan,” imbuhnya.

Musibah kebakaran rumah Pardi ini menambah panjang jumlah kebakaran di awal tahun ini. Catatan Dinas Damkar Gresik selama Januari 2023 terjadi 6 kali kebakaran. (yad)

Ditinggal ke Sawah, Rumah Petani di Kricak Ludes Terbakar Selengkapnya

UHC Mencapai 99,65 Persen, Bupati Gresik: Psikologis Orang Sakit Tdak Sabar, Niati Pelayanan Penuh Keikhlasan

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik  melakukan pemantapan program Universal Health Coverage (UHC). Program jaminan kesehatan masyarakat Gresik telah menca cakupan sebanyak 99,65 persen sejak dilaunching pada Oktober 2022.

“Prinsipnya, kita berani memulai sesuatu yang baru itu sudah jempol. Tinggal bagaimana kita mengevaluasi apa yang salah, apa yang kurang kita perbaiki bersama-sama,” kata Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat bertemu dengan seluruh ekosistem kesehatan pada Fasilitias Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) wilayah Kecamatan Manyar pada Kamis, 26 Januari 2023.

Menurut Gus Yani, begitu Bupati Fandi Akhmad Yani kerap disapa, dengan adanya UHC ini program pelayanan jaminan kesehatan di Kabupaten Gresik menjadi tuntas. Pemantapan ini, menurutnya, juga harus dibarengi dengan peningkatan mutu kualitas pelayanan dasar.

Gus Yani berharap, dalam pelayanan kepada masyarakat sudah tidak ada lagi pelayanan yang kurang ramah, cemberut, atau kurang simpatik. “Ini harus benar-benar tidak ada lagi. Karena panjenengan semua ini bersentuhan langsung dengan masyarakat. Harus diingat bahwa secara psikologis, orang yang sakit itu cenderung tidak sabar. Jadi harus diniati pelayanan ini penuh keikhlasan,” tegas Gus Yani.

Orang nomor satu di Kabupaten Gresik ini juga menegaskan akan pentingnya sinergi dengan berbagai pihak dalam penyempurnaan program UHC. Contohnya dalam permasalahan BPJS bagi tenaga kerja, Gus Yani mengungkapkan agar dilakukan koordinasi antara Dinas Kesehatan (Dinkes) dengan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) untuk ditemukan solusi.

Contoh lain menurut Gus Yani adalah, penyelarasan data kependudukan tiap-tiap wilayah yang bisa dilakukan oleh pemerintah desa sehingga bisa memudahkan program UHC berjalan lancar. Rama, salah warga Gresik yang telah menikmati program jaminan kesehatan (UHC) itu. 

Remaja 16 tahun menangis karena menahan sakit setelah terjatuh di rumah. Rama dibawa oleh orang tuanya  ke RSUD Ibnu Sina Gresik. Ia hanya berbekal kartu induk anak (KIA) dan Kartu Keluarga (KK).
Setelah melakukan serangkaian pemeriksaan dokter rumah sakit milik Pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik itu memutuskan untuk melakukan operasi karena tulang yang patah. Proses operasi hingga obat diberikan secara gratis. Rama, satu dari ratusan warga Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik yang menikmati program 

Universal Health Coverage (UHC). 

Tahun ini, duet Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah, Bupati dan Wakil Bupati Gresik itu menganggarkan salah satu program Nawa Karsa itu sebesar Rp 100 miliar. 

Sementara itu, Kadinkes Gresik dr. Mukhibatul Khusnah, inovasi yang dilakukan oleh Puskesmas di Kabupaten Gresik ini banyak dan menyentuh permasalahan kesehatan di masyarakat. Salah satunya adalah penurunan angka stunting serta kematian ibu dan bayi.

Tak hanya membahas masalah UHC, dalam kesempatan ini ditampilkan juga berbagai kebolehan dari dokter dan perawat Puskesmas di Kecamatan Manyar. Momen haru terasa kala dipertunjukkan berbagai kebolehan dari anak-anak berkebutuhan khusus dari Puskesmas Sukomulyo. 

Di Puskesmas Sukomulyo memiliki pelayanan khusus bagi anak-anak spesial. Inovasi pelayanan tersebut juga mendapatkan apresiasi tinggi dari Gus Yani. “Pemerintah Kabupaten Gresik terus mendorong kesetaraan. Dan kedepan harapannya seluruh Puskesmas di Kabupaten Gresik memiliki pelayanan sama seperti yang ada di Puskesmas Sukomulyo ini,” pungkasnya. (yad)

UHC Mencapai 99,65 Persen, Bupati Gresik: Psikologis Orang Sakit Tdak Sabar, Niati Pelayanan Penuh Keikhlasan Selengkapnya

SIG Sukses Uji Coba Aplikasi Beton Cepat Kering di Jalan Raya Karangawen Semarang-Godong

GRESIK,1minute.id – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) melalui unit usahanya PT Pendawa Lestari Perkasa (PLP)  berhasil  melakukan uji coba rekonstruksi jalan  raya  menggunakan beton cepat kering dengan metode rapid setting. Metode ini memiliki kecepatan pengeringan hanya 12 jam dan dapat segera dilalui oleh kendaraan lagi seperti semula.

Rekonstruksi menggunakan beton cepat kering  atau SpeedCrete dilakukan oleh PLP di Jalan Raya Karangawen, Semarang-Godong, KM Smg 21+715-21+717, Demak, Jawa Tengah pada 15-16 Desember 2022 lalu. Yakni, lajur arah Semarang dan lajur arah Purwodadi yang terdiri dari masing-masing dua slab per hari dengan total panjang 11,4 meter dan lebar 3,4 meter.

Corporate Secretary SIG Vita Mahreyni mengatakan, perbaikan jalan menggunakan SpeedCrete dengan metode rapid setting terbukti berhasil memberikan hasil maksimal dengan proses pengerjaan lebih cepat untuk mengurangi potensi dampak kemacetan. Khususnya di wilayah perkotaan dengan tingkat kepadatan lalu lintas tinggi, yang dapat menganggu kelancaran mobilitas masyarakat.

Selain cepat kering, kata Vita Mahreyni, SpeedCrete juga memiliki ketahanan lebih baik karena dikerjakan menggunakan sumber daya dan metode yang sangat khusus.

SpeedCrete menggunakan material semen, batu agregat dan bahan aditif khusus karya anak negeri untuk mempercepat waktu ikat beton. Proses pengerjaannya juga didukung dengan peralatan mutakhir, seperti laser screed yang dapat menjamin kerataan dan kemiringan hasil jalan, serta aspek keselamatan kerja dalam proses pengerjaannya.

Kekuatan dan performa tinggi  SpeedCrete  sangat cocok diaplikasikan pada jalan-jalan  dengan tingkat kepadatan lalu lintas yang tinggi untuk meminimalkan kemacetan karena perbaikan jalan.

SpeedCrete menawarkan beberapa level kecepatan kering yang dapat disesuaikan dengan tingkat kepadatan lalu lintas jalan di suatu daerah, mulai dari 4 jam, 6 jam, 8 jam, 10 jam dan 12 jam. Ia mencontohkan perbaikan empat koridor jalur Bus TransJakarta di Provinsi DKI Jakarta yang menggunakan kecepatan kering 8 jam pada 2019.

Salah satu dari empat koridor tersebut diantaranya adalah koridor satu, mulai dari Blok M – Kota dan koridor tiga, dari Kalideres ke Harmoni. Selain itu, SpeedCrete dengan juga sudah diaplikasikan di jalan tol yang ada di Indonesia dalam rentang 2009 sampai dengan sekarang.

Vita Mahreyni menjelaskan, pada 2019, PLP bekerja sama dengan Dinas Bina Marga DKI Jakarta untuk melakukan perbaikan jalur Bus TransJakarta menggunakan SpeedCrete dengan kecepatan kering 8 jam. Pengerjaan dilakukan pada tengah malam hingga pagi hari, dimulai pukul 21.00 WIB hingga 06.00 WIB, untuk menghindari kemacetan. “Pengerjaan dilakukan pada waktu malam agar pada pagi hari sudah bisa dilalui kembali, sehingga mengurangi dampak kemacetan lalu lintas dan gangguan aktivitas masyarakat” jelas Vita Mahreyni.

Sementara itu, Kepala Seksi Pengawasan Teknis, Dinas PU Bina Marga dan Cipta Karya, Jawa Tengah Prawindari Kusumastuti mengapresiasi langkah SIG yang telah berinovasi menciptakan solusi beton cepat kering untuk mendukung pembangunan infrastruktur yang cepat dan berkualitas. “Semoga kedepan, SpeedCrete dapat diaplikasikan oleh Dinas PU Bina Marga dan Cipta Karya, Jawa Tengah,” ujarnya.

Selain SpeedCrete, SIG juga memiliki beragam produk solusi beton yang bisa digunakan untuk berbagai aplikasi seperti ThruCrete (beton berpori) yang memiliki kemampuan untuk menyerap air sehingga membantu konservasi air tanah dan mengendalikan air limpasan (water runoff). DekoCrete, solusi beton dekoratif dengan berbagai pilihan warna dan pola untuk taman, trotoar, area parkir dan jalan. Selain itu juga LocooCrete, solusi beton rendah emisi karbon untuk memenuhi kebutuhan  pembangunan  yang ramah lingkungan. (yad)

SIG Sukses Uji Coba Aplikasi Beton Cepat Kering di Jalan Raya Karangawen Semarang-Godong Selengkapnya

Petrokimia Gresik Resmikan Musala dan TPQ Korban Erupsi Gunung Semeru Pun Semringah

GRESIK,1minute.id – Puluhan anak belasan tahun itu semringah. Sebab, mereka kini bisa mengaji dan salat dengan khusyuk. Sebab, Petrokimia Gresik telah menyelesaikan pembangunan TPQ dan Musala bagi anak-anak korban erupsi Gunung Semeru itu.

Petrokimia Gresik melalui Unit Pengumpul Zakat – Badan Amil Zakat Nasional (UPZ Baznas) Petrokimia Gresik membangun Taman Pendidikan Quran (TPQ) dan Musala An Nur di Dusun Sidorejo, Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang. Peresmian dilakukan oleh Ketua UPZ Baznas Petrokimia Gresik Yusuf Wibisono mewakili Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo, baru-baru ini.

Terpisah, Dwi Satriyo menyampaikan bahwa, TPQ dan Musala An Nur merupakan salah satu bentuk dukungan perusahaan terhadap program pemulihan korban erupsi Gunung Semeru. “Saat ini para korban erupsi Gunung Semeru sudah mulai menempati huntap yang dibangun oleh Pemerintah. Dalam kawasan relokasi tersebut sebenarnya sudah dilengkapi sarana ibadah. Tapi karena jumlah korban ribuan, tentu mereka membutuhkan lebih banyak lagi fasilitas. Musala ini merupakan salah satu bentuk kepedulian kami untuk para korban, disamping bisa dimanfaatkan juga oleh anak-anak lainnya yang ada di Desa Sumbermujur,” ujar Dwi Satriyo dalam siaran pers diterima 1minute.id pada Selasa, 24 Januari 2023.

Petrokimia Gresik dalam pembangunannya bersinergi dengan Pemerintah Desa (Pemdes) Sumbermujur. Sehingga bantuan yang disalurkan tepat sasaran. Adapun nilai bantuan musala yang disalurkan senilai Rp124 juta. “Musala tersebut sebenarnya sudah ada sebelumnya. Tapi bangunannya sudah rapuh, bagian atap sudah lapuk dan bocor, plafon sudah banyak yang anjlok, jadi tidak aman dipakai. Berdasarkan diskusi dengan Pemerintah Desa, maka diputuskan untuk membangun kembali musala tersebut. Alhamdulillah sekarang sudah bisa dimanfaatkan,” tandasnya.

TPQ dan Musala An Nur sebelumnya sudah aktif dimanfaatkan oleh warga, mulai dari salat berjamaah dan menjadi tempat belajar mengaji Quran bagi 40 anak di sekitarnya. Saat ini Pemdes Sumbermujur juga telah membantu sosialisasi kepada para korban penghuni huntap agar anak-anak mereka bisa menempuh pendidikan agama di Musala An Nur.

“Meskipun Sumbermujur jauh dari wilayah operasional kami, bantuan ini merupakan wujud kepedulian Petrokimia Gresik yang merupakan Koordinator Satgas Tanggap Bencana Nasional BUMN Wilayah Jawa Timur, sekaligus anggota holding dari Pupuk Indonesia. Semoga dengan berbagai bantuan kepedulian yang diberikan bisa mempercepat pemulihan para korban dan kembali seperti sedia kala,” tutup Dwi Satriyo. (yad)

Petrokimia Gresik Resmikan Musala dan TPQ Korban Erupsi Gunung Semeru Pun Semringah Selengkapnya

Kajati Jawa Timur Resmikan Rumah Rehabilitasi Napza, Khusus Pencandu Narkoba Gresik Gratis

GRESIK,1minute.id – Rumah Rehabilitasi Napza resmi berdiri di Kabupaten Gresik. Rumah rehabilitasi bagi pencandu narkotika, psikotropika dan zat terlarang (Napza) berada di kompleks Rumah Sakit Ibnu Sina Gresik itu diresmikan langsung oleh Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Timur Mia Amiarti pada Selasa, 24 Januari 2022.

Peresmian rumah rehabilitasi Napza ke-22 di Jawa Timur dan rumah rehabilitasi Napza ke-31 di Indonesia itu bersamaan dengan peresmian rumah dinas (Rumdin) Kejari Gresik dan musala Nurul Jannah dipusatkan di Kompleks Rumdin Kejari Gresik di Jalan Jurit, Desa Cerme Kidul, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik.  

Rumdin Kejari Gresik berdiri diatas lahan seluas 3.645 meter persegi (m²). Dilahan itu terdapat 14 bangunan dengan total luas bangunan 1.375 m². Belasan bangunan rumah itu, terdiri dari 1 rumdin Kejari Gresik, 6 rumdin jaksa dan 6 rumdin staf tata usaha (TU). Serta, 1 unit musala Nurul Jannah. Nama musala itu usulan dari Kejati Jawa Timur Ami Amiarti. Semua bangunan beratsitektur minimalis. 

Tanah dan bangunan rumah di kompleks rumdin Kejari Gresik itu dibangun oleh Dinas Cipta Karya Kawasan Perumahan dan Permukiman (DCKPKP) Gresik selama 4,5 bulan adalah hibah dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik. 

Kajati Ami Amiarti mengapresiasi berdirinya rumah rehabilitasi Napza hasil sinergi dan kolaborasi antara Kejari Gresik dengan Pemkab Gresik ini. “Ini rumah rehabilitasi Napza ke-22 di Jawa Timur. Dan, rumah rehabilitasi Napza ke-31 di Indonesia,” kata Ami Amiarti kepada  wartawan usai peresmian pada Selasa, 24 Januari 2023. Kajati Ami Amiarti didampingi Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Gresik Muhammad Hamdan Saragih dan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. 

“Ini suatu kebanggaan bagi kami. Karena rumah rehabilitasi Napza di Indonesia berjumlah 31. Sebanyak 22 rumah Napza ada di Jawa Timur,” imbuhnya. Berdirinya rumah rehabilitasi Napza di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini, patut diapresiasi. Apalagi, rumah rehabilitasi bagi para pencandu narkotika itu tidak dipungut biaya. “Ini kebaikan dari Bupati dan tentu bersama-sama DPRD setempat. Kami sangat terima kasih,” ujar Ami Amiarti. 

Ia menyebutkan tidak semua pencandu narkotika dilakukan rehabilitasi. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Diantaranya, pencandu bukan anggota jaringan narkoba. Baik, kurir hingga pengedar. Selain itu, bukan seorang residivis. “Pencandu yang bisa dilakukan rehabilitasi adalah untuk diri sendiri. Ia menjadi korban. Sehingga, ketika perkara masuk ke Kejaksaan bisa dilakukan upaya restoratif jaustice,” katanya. Untuk penetapan pecandu masuk rehabilitasi, kata Ami Amiarti, telah mendapatkan assement dari Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) setempat.

Kajati Ami Amiarti menyebutkan kasus narkoba di Gresik cenderung meningkat dalam tiga tahun terakhir. Indikasi, adalah jumlah surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) yang masuk di Kejari Gresik. Pada 2020 sebanyak 160 SPDP perkara narkoba. Pada 2021 meningkat menjadi 173 kasus dan tahun lalu sebanyak 188 perkara. 

Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, berdirinya rumah rehabilitasi Napza sebagai strategi menurunkan angka penyalahgunaan narkoba. 

Kami mengajak semua stakeholder jajaran forkopimda, khusus Kejari Gresik melihat banyak anak Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik terkait bahaya penyalahgunaan narkoba ini. “Mudah-mudahan dengan berdirinya rumah rehabilitasi Napza ini bisa menurunkan angka kecanduan narkoba,” harap Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad. 

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik Muhammad Hamdan Saragih mengatakan, rumah rehabilitasi Napza berada di kompleks RSUD Ibnu Sina Gresik. Rumah rehabilitasi napza ini memiliki dua fungsi yakni rehabilitasi bagi terpidana narkoba. Dan, kedua khusus untuk melakukan rehabilitasi bagi warga Gresik yang kecanduan. “Khusus untuk rehabilitasi warga Gresik gratis,” kata Kajari Hamdan. 

Telah disepakati untuk rehabilitasi bagi warga Gresik yang kecanduan narkotika dilakukan dua tahap secara gratis. “Tahap ketiga berbayar karena kalau sudah 3 kali itu sudah keterlaluan,” tegasnya. (yad)

Kajati Jawa Timur Resmikan Rumah Rehabilitasi Napza, Khusus Pencandu Narkoba Gresik Gratis Selengkapnya

Terbukti Meningkatkan PAD Rp 103 Miliar, Bupati Gresik : Sinergi, Kolaborasi Pemkab dan Kejari Gresik Bisa Sustainable

GRESIK,1minute.id – Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik bersinergi dan kolaborasi dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik dalam melakukan percepatan peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) membuahkan hasil. Kurun waktu April sampai Desember 2022 berhasil menambah pundi-pundi PAD Gresik sebesar Rp 103.498.406.000. 

Penambahan pendapatan ratusan miliar itu berasal dari pajak bumi dan bangunan (PBB) dan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (PBHTB). 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan sinergitas dan kolaborasi yang terjalin antara Pemkab Gresik dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik dilakukan karena melihat potensi pendapatan yang besar di Kabupaten Gresik. Pemkab Gresik memandang perlu melakukan kerjasama dengan Kejari Gresik dalam percepatan peningkatan PAD. 

“Kabupaten Gresik sangat luas, memiliki potensi luar biasa. Kami tidak bisa sendiri,” kata Bupati Fandi Akmad Yani dalam peresmian Rumah Dinas Kejari Gresik, Musala dan Rumah rehabilitasi Napza pada Selasa, 24 Januari 2022.

Peresmian Rumah Dinas (Rumdin) Kejari Gresik , musala dan rumah narkotika, psikotropika, dan obat terlarang (Napza) dipusatkan kompleks  rumdin Kejari di Jalan Jurit, Desa Cerme Kidul, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik ini dihadiri oleh Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Timur Mia Amiarti, Kepala Kejari Gresik Muhammad Hamdan Saragih serta para kepala seksi (Kasi) Kejati dan Kejari Gresik. 

Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani melanjutkan sinergi dan kolaborasi yang telah terjalin terbukti bisa meningkatkan PBB dan BPHTB 2022. “Upaya ini (percepatan peningkatan PAD) akan terus kita lanjutkan. Sustainable karena telah terbukti ada peningkatan PAD kurang lebih Rp 100 miliar, ” katanya. 

Ia berharap hubungan baik antara dua institusi ini bisa semakin mesra dengan dibangunnya rumah dinas (Rumdin) Kejari Gresik di Jalan Jurit, Desa Cerme Kidul, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik ini. 

Sementara itu, Kepala Kejari Gresik Muhammad Hamdan Saragih mengatakan, sinergi dan kolaborasi dengan Pemkab Gresik ini telah terjalin sejak 2022. Sinergi, kolaborasi Kejari Gresik dengan Pemkab Gresik mulai April 2022. “Bupati menerbitkan surat keputusan (SK) tentang peningkatan PAD. Bupati (Fandi Akhmad Yani, Red) sebagai ketua. Saya sebagai Wakil Ketua bersama tim dari BPPKAD (Badan Pendapatan,  Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah,Red) bisa  membantu peningkatan pendapatan sebesar Rp 103 miliar lebih,” terang Hamdan Saragih dalam sambutannya. 

Selain kerjasama peningkatan pendapatan asli daerah, imbuhnya, pihaknya menjalin kolaborasi dengan Pemkab Gresik terkait pendirian rumah rehabilitasi narkotika, psikotropika dan zat terlarang (Napza).

“Rumah rehabilitasi napza ini satu gedung dengan RSUD Ibnu Sina Gresik,” terangnya. Ada dua fungsi rumah rehabilitasi napza ini. Pertama, terang Kajari Hamdan, untuk rehabilitasi terpidana narkoba. Sedangkan, fungsi kedua adalah untuk rehabilitasi khusus warga Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini. 

Telah disepakati untuk rehabilitasi bagi warga Gresik yang kecanduan narkotika dilakukan dua tahap secara gratis. “Tahap ketiga berbayar karena kalau sudah 3 kali itu sudah keterlaluan,” tegasnya.  Hamdan berharap kepada Kepala Kajati Ami Amiarti untuk bisa meresmikan rumah dinas Kejari Gresik, Musala dan Rumah rehabilitasi Napza ini. Ditempat sama, Kajati Jawa Timur Mia Amiarti mengapresiasi langka yang dilakukan oleh Kejari Gresik dengan Pemkab Gresik itu. (yad)

Terbukti Meningkatkan PAD Rp 103 Miliar, Bupati Gresik : Sinergi, Kolaborasi Pemkab dan Kejari Gresik Bisa Sustainable Selengkapnya

Jari Nenek Sumiati “Dimakan” Cincin, Damkarmat Turun Tangan 

GRESIK,1minute.id – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Gresik kembali melakukan penyelamatan jari manusia pada Senin, 23 Januari 2023. Bila sebelumnya, jari anak masuk lubang kunci. 

Kali ini, penyelamatan jari manis nenek Sumiati. Perempuan 70 tahun tinggal di Jalan Siwalan, Desa Yosowilangun, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik itu harus menahan sakit karena cincin “memakan” jari manisnya. Akibatnya, jari nenek itu bengkak. Andry, anak Sumiati kelabakan. Sebab, nenek Sumiati terus menangis menahan rasa sakit. 

Andry membawa nenek Sumiati ke puskesmas terdekat. Namun, petugas puskesmas angkat tangan. Karena keterbatasan alat. “Petugas puskesmas menghubungi kami meminta bantuan,” kata Kepala Dinas Damkarmat Gresik Agustin Halomoan Sinaga pada Senin, 23 Januari 2023.

Sekitar pukul 14.05 WIB, Andry bersama nenek Sumiati tiba di posko damkar kota di Jalan DR.Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas. Selama 30 menit petugas melakukan upaya penyelamatan dengan cara memotong cincin emas dengan menggunakan gerinda. Cincin akhirnya terlepas. Nenek Sumiati kembali bisa tersenyum.

Ia pun berulangkali mengucapkan rasa syukurnya. Ia pun tidak lupa mengucapkan terimakasih kepada petugas Damkarmat. “Matur nuwun nak. Mugi-mugi pinaringan lancar nyambut gawe,” doa nenek Sumiati dan diamini oleh delapan orang petugas yang melakukan operasi penyelamatan. 

Data Damkarmat Gresik Periode 1 – 23 Januari 2023 telah melakukan rescue sebanyak 40 kejadian. Mayoritas penyelamatan hewan ular. (yad)

Jari Nenek Sumiati “Dimakan” Cincin, Damkarmat Turun Tangan  Selengkapnya

227 Mahasiswa KKN UQ Wujudkan Desa SIAP, Desa Melek Teknologi 

GRESIK,1minute.id – Teknologi informasi berkembang begitu cepat. Desa harus berbenah. Lebih modern. Warga Desa semakin melek teknologi.  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik melalui sistem informasi administrasi publik (SIAP), salah satu program Nawa Karsa di tingkat desa terus digeber. 
Menurut Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, 

salah satu target Desa SIAP adalah mempersiapkan warganya untuk lebih siap dengan teknologi. “Dengan program Desa SIAP, kita inginkan di Kabupaten Gresik punya satu data yang terintegrasi. Nah ini semua harus dimulai dari desa. Karena yang bertugas memasukkan data awal adalah dari desa,” kata Wabup Aminatun Habibah di depan peserta kuliah kerja nyata (KKN) dan para dosen Universitas Qomaruddin pada Minggu, 22 Januari 2023.

Bu Min-sapaan karib-Aminatun Habibah melanjutkan, nantinya akan ada program yang berkaitan dengan kondisi sosial dan kesehatan. Seperti penyamaan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) di desa dengan Dinas Sosial (Dinsos), dan upaya dalam penurunan stunting.

“Karena DTKS akan sangat berpengaruh dalam pendistribusian bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. Sehingga, nanti dapat membantu dalam pencegahan dan penanganan stunting saat ini,” imbuh Wabup perempuan pertama di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik itu.

Oleh karenanya, Bu Min berharap agar program kerja tersebut dapat berkelanjutan.Kedepannya, dia juga  mengharapkan agar KKN UQ dapat merambah ke Pulau Bawean. Menurutnya, kehadiran para mahasiswa UQ akan sangat bermanfaat bagi warga yang berada di 180 mil laut dari Kota Gresik itu.

“Saya harapkan kedepannya (KKN UQ) dapat pergi ke Pulau Bawean. Karena desa di sana sangat membutuhkan kehadiran para mahasiswa. Ditambah kondisi sosial di sana itu sangat religius, jadi cocok dengan Universitas Qomaruddin,” ujar wabup berlatar pendidik itu. 

Program KKN UQ kali ini diikuti 277 peserta. Mereka akan disebar di beberapa kecamatan. Yakni, 3 desa di Kecamatan Sidayu, 5 desa Kecamatan Bungah, 2 desa Kecamatan Manyar, dan 4 desa Kecamatan Glagah, Lamongan.

Program kerja yang difokuskan tahun ini meliputi lima hal, yaitu, pendidikan lingkungan dan kesehatan ; organisasi dan kepemudaan ; sosial ekonomi dan kewirausahaan ; lingkungan dan kesehatan dan teknologi tepat guna.

Untuk mendukung semua itu, dalam pembekalan kali ini, menghadirkan Kepala Dinas Pemberdayaan masyarakat desa (PMD) Gresik Abu Hasan dan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik dr Mukhibatul Khusnah. Mereka akan memberikan materi terkait topik yang dibutuhkan dalam pelaksanaan KKN Februari mendatang. (yad)

227 Mahasiswa KKN UQ Wujudkan Desa SIAP, Desa Melek Teknologi  Selengkapnya