Lindungi PMI, Bupati Gresik Teken Kesepakatan dengan BP2MI

GRESIK,1minute.id –  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik menandatangi nota kesepakatan dengan Badan Perlindugan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) di Bali pada Kamis, 28 Juli 2022.

Nota kesepakatan dua institusi itu diteken oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dengan Ketua BP2MI Benny Rhamdani. Nota kesepakatan meliputi penyelenggaraan pendidikan, pelatihan dan keterampilan bagi calon Pekerja Migran Indonesia (PMI). Sinergi para pihak dalam melaksanakan pelayanan penempatan dan pelindungan calon PMI dan PMI. Termasuk sosialisasi peluang kerja di negara tujuan penempatan.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, bahwa penandatanganan nota kesepakatan ini menjadi hal yang sangat penting, apalagi dalam hal memberikan perlindungan bagi PMI yang bekerja di luar negeri. Ia mengungkapkan pekerja migran Indonesia sudah sepantasnya mendapatkan perlindungan yang maksimal, sebagai pahlawan devisa.

Oleh karena itu, menurutnya negara harus hadir untuk memberikan garansi perlindungan kepada setiap calon pekerja migran Indonesia dan keluarganya. “Kami yakin jika kolaborasi ini diperkuat dilapangan, tidak hanya pusat yang bertanggung jawab soal penempatan PMI, tapi juga daerah. Maka kecil kemungkinan terhadap upaya penempatan ilegal yang dilakukan sindikat,”ujarnya.

Sementara itu, Ketua BP2MI Benny Rhamdani menyampaikan, kerja sama yang dilakukan dengan Pemda ini menjadi awal yang baik. “Sebab kolaborasi pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam hal tata kelola penempatan pelindungan yang kita inginkan lebih baik lagi,”kata Benny. 

Seperti diberitakan Nur Hayati alias Sainiyah sebagai tenaga Migran Indonesia (PMI) menjadi potret buram bagi pahlawan devisa. Perempuan 45 tahun asal Desa Desa Gelam, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik itu harus mendekam 6 bulan di penjara sebelum akhirnya di deportasi ke Indonesia. 

Sainiyah, PMI di Negeri Mahatir Muhammad itu selama puluhan tahun. Ia diduga pekerja gelap. Ketika terjaring operasi kepolisian Diraja Malaysia tidak bisa menunjukkan dokumen.  Pemkab Gresik bersinergi dengan Kementerian Tenagakerjaan akhirnya bisa mengembalikan Sainiyah kepada keluarganya pada Senin, 18 Juli 2022 lalu. (yad)

Lindungi PMI, Bupati Gresik Teken Kesepakatan dengan BP2MI Selengkapnya

Eksibisi Bola Voli Semarakkan Peringatan HUT Kemerdekaan RI dan Mahkamah Agung 

GRESIK,1minute.id – Semarak Peringatan HUT ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia dan HUT ke-77 Mahkamah Agung mulai terasa di Pengadilan Negeri/Pengadilan Hubungan Industri kelas 1-A pada Jumat, 29 Juli 2022.

Menandai dua peringatan itu, PN Gresik/PHI Gresik menggelar Pekan Olahraga dan Seni di halaman kantor Pengadilan Negeri Gresik di Jalan Permata, Kompleks Perumahan Bunder Asri, Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik yang dibuka oleh Ketua PN Gresik Agus Walujo Tjahjono.

Pekan Olahraga dan Seni diawali senam bersama dan pertandingan eksibisi bola voli antara hakim PN dengan kelompok kerja (Pokja) wartawan. Pertandingan berakhir 2 : 1 untuk keunggulan tim hakim Pengadilan Negeri Gresik. 

Sebelum pertandingan eksibisi itu, ketua PN Gresik Agus Walujo Tjahjono didampingi ketua panitia HUT ke-77 Kemerdekaan RI dan HUT ke-77 Mahkamah Agung bersama insan Pengadilan Negeri melepaskan balon secara bersamaan. Meski, sederhana namun Pembukaan Pekan Olahraga dan Seni berlangsung sederhana itu terasa meriah.

Ketua PN Gresik Agus Walujo Tjahjono mengatakan bahwa pada rangakaian kegiatan HUT ini ada sejumlah perlombaan yang bakal digelar. Diantaranya, jalan sehat, bola voli, tepung estafet, catur, bulu tangkis, memasukkan paku dalam botol , catur, gaple dan lomba balap bola plastik menggunakan terong. Lomba ini akan dikuti oleh pegawai, staff dan hakim Pengadilan Negeri/Pengadilan Hubungan Industri Kelas 1-A Gresik secara internal.

“Kami juga menggelar kegiatan Bhakti sosial yakni donor darah yang akan diikuti seluruh keluarga besar PN Gresik, wartawan dan juga Posbakum. Kegiatan donor darah sebagai bentuk keperdulian PN Gresik untuk menyumbangkan setetes darah bagi yang membutuhkan,” Jelas Agus Walujo Tjahjono

didampingi ketua panitia HUT ke-77 Kemerdekaan RI dan HUT ke-77 Mahkamah Agung Bagus Trenggono dan Humas PN Gresik Mochamad Fatkur Rochman dalam sambutan Pembukaan Pekan Olahraga dan Seni pada Jumat, 29 Juli 2022. (yad)

Eksibisi Bola Voli Semarakkan Peringatan HUT Kemerdekaan RI dan Mahkamah Agung  Selengkapnya

Luncurkan Program Jaketku, Inisiasi TP PKK untuk Entas 1.892 Anak Putus Sekolah 

GRESIK,1minute.id – Satu lagi program dilaunching oleh Pemkab Gresik. Program anyar itu adalah Kejar Paket Tuntaskan Putus Sekolah (Jaketku). Data Pemkab Gresik ada 1.892 anak Gresik yang putus sekolah. Mereka ini yang menjadi sasaran awal dari program yang berkolaborasi sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkab Gresik itu.

Program Jaketku dilaunching di Gedung Serbaguna Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) di Desa Padeg, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama Ketua TP PKK Gresik Nurul Haromaini Ali Akhmad Yani pada Senin, 25 Juli 2022.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan program Jaketku ini merupakan bentuk komitmen bersama dalam rangka mewujudkan perbaikan sumber daya manusia yang berkualitas.

“Saya tadi sampaikan kepada peserta agar tidak perlu pesimis atau malu. Karena dengan hari ini mengikuti program Jaketku ini merupakan langkah awal dan yakinlah bahwa tidak ada persiapan yang sia-sia. Ini merupakan suatu proses panjang dan Insya Allah semua akan ada hasilnya,”kata Bupati Fandi Akhmad Yani. 

Hal senada disampaikan oleh Ketua Tim Penggerak PKK Nurul Haromaini Ali Fandi Akhmad Yani. Gagasan program Jaketku ini muncul saat TP PKK turun ke desa dan menemukan banyak dari anak-anak  yang belum bisa menuntaskan pendidikannya. Program Jaketku ini merupakan jalur pendidikam non formal yang difasilitasi oleh pemerintah untuk siswa yang belajarnya tidak melalui jalur sekolah formal.

Didalamnya terdapat 3 paket yakni Paket A untuk kesetaraan tingkat SD, Paket B untuk kesetaraan tingkat SMP dan Paket C untuk kesetaraan tingkat SMA. Data yang ada, terdapat 1.892 anak-anak Gresik yang terputus sekolahnya dan akan menjadi sasaran awal program kolaborasi yang diinisiasi oleh Tim Penggerak (TP) PKK Gresik bersama Dinas Pendidikan, Dinas KBPP, Dinas Komunikasi dan Informas ( Kominfo) dan Dinas Sosial Gresik.

Dari total data tersebut, terdiri dari 8 anak yang terputus di tingkat pendidikan SD, 431 anak di tingkat SMP, dan 1.093 di tingkat SMA.

“Mereka ini akan kita fasilitasi mendapatkan akses dan kesempatan untuk meneruskan pendidikannya dengan proses melalui ujian dan sebagainya sehingga mendapatkan ijasah,” terang Ning Nurul, sapaan akrab Ketua TP PKK Gresik itu.

Lewat program inovasi yang dilaunching hari ini, disamping membantu kualitas anak-anak secara tidak langsung juga akan bisa mengangkat angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

“Menurut data BPS 2021, IPM Gresik adalah 76,50 menempati urutan ke-72 dari 514 kabupaten/kota se-Indonesia atau urutan ke-8 dari 38 kabupaten/kota se-Jatim. IPM ini dipengaruhi oleh angka harapan lama sekolah dan rata-rata lama sekolah,”tambah istri Bupati Fandi Akhmad Yani ini.

Selepas melaunching program JAKETKU secara resmi, Bupati Yani bersama Ning Nurul langsung membaur di gebyar hari anak nasional yang diadakan di halaman kantor SKB. Dalam kegiatan tersebut, ditampilkan berbagai pertunjukan seni dari anak-anak Gresik, serta berbagai stan UMKM dari berbagai kecamatan.(yad)

Luncurkan Program Jaketku, Inisiasi TP PKK untuk Entas 1.892 Anak Putus Sekolah  Selengkapnya

Kota Industri, Idealnya Minimal 10 Posko Damkar di Gresik

GRESIK,1minute.id – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Gresik akan menambah satu menjadi empat posko pemadam kebakaran di wilayah Gresik Selatan. Satu posko tambahan itu lokasi tepatnya di depan Kantor Kecamatan Menganti. 

“Meskipun masih jauh dari ideal, namun penambahan satu posko di wilayah selatan akan sedikit membantu kecepatan anak-anak menuju lokasi kejadian kebakaran,”kata Kadis Damkar Gresik Agustin Halomoan Sinaga pada kegiatan Forum Discussion Group (FGD) yang digelar di Hotel Khas Gresik pada Kamis, 21 Juli 2022. 

FGD mengambil tema ‘Peran Serta Masyarakat/Badan Usaha dalam Penanganan Dini Kebakaran di Kabupaten Gresik’. Selain Sinaga, narasumber lain yang dihadirkan adalah Wakil Ketua DPRD Gresik Ahmad Nurhamim, anggota Komisi II DPRD Gresik Suberi dan Kabid Pencegahan Kebakaran Kota Batu Santoso Wardoyo.

Sinaga melanjutkan, pembentukan posko baru. di Menganti akan menggenapkan jumlah posko menjadi empat untuk meng-cover seluruh wilayah Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. Tiga posko lainnya berada di Desa Krikilan, Kecamatan Driyorejo, posko pusat di Jl Wahidin Sudirohusodo dan di Kecamatan Dukun.

“Idealnya memang di setiap kecamatan ada posko damkar atau minimal ada 10 titik posko. Karena sesuai Permendagri, ukuran ideal itu dilihat dari respon time yakni 15 menit petugas sudah harus sampai ke lokasi kebakaran usai menerima laporan,”kata mantan Kadispora Gresik itu.

Dinas Damkar dan Penyelamatan Gresik terbentuk 6 bulan lalu. Bagai bayi baru lahir, Dinas Damkar masih merangkak. Belum bisa berlari cepat. Apalagi, sokongan anggaran belum maksimal. Pada APBD 2022 Dinas Damkar mendapat alokasi anggaran sebesar Rp 8,5 miliar.  Pada R-APBD 2023 hanya naik Rp 500 juta menjadi Rp 9 miliar. 

“Kalau melihat alokasi anggaran memang terlihat cukup besar, namun sebagian besar dari anggaran itu dipakai untuk membayar gaji pegawai, sekitar Rp 6 miliar lebih. Tapi kami tetap optimistis bisa melayani masyarakat secara optimal,”tegasnya.

Sinaga melontarkan tiga gagasan kepada peserta FGD yang berasal dari 23 perwakilan perusahaan itu. Gagasan pertama adalah membentuk paguyuban perusahaan pemilik alat damkar. Kedua, peningkatan sumber daya manusia (SDM) Damkar dan ketiga, membentuk forum bersama. 

Wakil Ketua DPRD Gresik Ahmad Nurhamim mengapresiasi gagasan tersebut. Ia menyebut,  pembentukan posko ideal setiap kecamatan. “Peningkatan SDM juga penting. Karena baru ada satu orang bersertifikasi,”kata Nurhamim yang Ketua DPD Partai Golkar Gresik itu. Sedangkan, pembentukan forum bersama  dengan perusahaan akan menimbulkan solidaritas. “Kata kunci membangun adalah kolaborasi,”tegasnya. (yad)

Kota Industri, Idealnya Minimal 10 Posko Damkar di Gresik Selengkapnya

Mendagri Buka AOE 2022, Sarung Wedani Gresik Jadi Magnet Pengunjung

 GRESIK,1minute.id – Sarung Wedani menjadi magnet pengunjung dalam Apkasi Otonomi Expo (AOE) 2022 di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan. AEO adalah ajang pameran produk unggulan se-Indonesia. Pameran yang digelar oleh Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) dibuka oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian pada Rabu, 20 Juli 2022.

Motif kain dari Desa Wedani, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, Jawa Timur yang apik dan telah di ekspor ke mancanegara itu menjadi daya tarik pengunjung pameran yang bakal berlangsung sampai Jumat, 22 Juli 2022. Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Nurul Haromaini serta Plt Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perindag (Diskoperindag) Gresik Malahatul Wardah, diantaranya yang memakai busana berbahan kain sarung Wedani. Mereka terlihat elok. Anggun.

Selain Mendagri Tito Karnavian, AOE 2022 juga dihadiri oleh Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL), sejumlah Duta Besar dan perwakilan negara sahabat, di antaranya Nigeria, Turki, Rusia, Iran, dan Chile. Serta, Bupati se-Indonesia, diantaranya Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani.

Ketua Umum Apkasi Sutan Riska Tuanku Kerajaan mengatakan, Apkasi memiliki tanggung jawab moral untuk terus menjaga dan mendorong agar momentum pemulihan perekonomian nasional untuk terus membaik pasca pendemi coronavirus disease 2019 (Covid-19). “Apkasi Otonomi Expo (AOE) 2022, salah satu strategi dalam rangka upaya pemulihan ekonomi daerah yang diharapkan berdampak pada pemulihan ekonomi nasional,”ujar Sutan Riska yang juga Bupati Dharmasraya, Sumatera Barat (Sumbar) itu.

Dalam AOE 2022, semua peserta memamerkan produk dan komoditas unggulan dari Kabupaten masing-masing. Kabupaten Gresik memamerkan Sarung Wedani, diantaranya.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, Pemkab Gresik sangat mendukung dengan diadakannya event ini. Menurutnya, melalui event ini, Kabupaten Gresik dapat memperkenalkan produk unggulan di level nasional. “Melalui event ini, kita kenalkan bahwa Kabupaten Gresik memiliki berbagai macam produk unggulan dan juga komoditas unggulan, maka kita kenalkan di AOE kali ini. Dan kita kenalkan juga bahwa Gresik sebagai kota industri sebagai salah satu kabupaten penopang ekonomi di Jawa Timur,”ujarnya.

Selain itu, kata Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani, melalui AOE ini Pemkab Gresik semakin optimis dan terus mendorong agar UMKM berani tampil dan berani ekspor. “Targetnya mendorong potensi daerah. Kita bawa produk unggulan untuk kita kenalkan. Disamping itu juga ada langkah konkrit, yakni kita turun kebawah memberikan pendampingan terhadap UMKM,” katanya. 

“Kita dampingi urus izinnya, kita dampingi kekuatan modal dengan menggandeng bank lokal atau bank daerah melalui kredit lunak mikro, juga kita dampingi masuk e-Katalog. Maka buat masyarakat Gresik jangan takut untuk berusaha. Karena pemerintah sudah memberikan kemudahan dari sisi perizinan hingga permodalannya,”katanya. (yad)

Mendagri Buka AOE 2022, Sarung Wedani Gresik Jadi Magnet Pengunjung Selengkapnya

Tangis Haru Sainiyah, Bupati Gresik Menyerahkan PMI kepada Keluarga 

GRESIK,1minute.id – Tangis Nur Hayati alias Sainiyah pecah. Tangis haru perempuan 45 tahun itu setelah bertemu dengan keluarga di kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Gresik pada Senin malam, 18 Juli 2022. 

Sainiyah, Pekerjaan Migran Indonesia (PMI) di Malaysia ini asal Desa Gelam, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Ia sempat di penjara selama 6 bulan karena tidak memiliki dokumen. Disnaker Gresik bersinergi dengan Kementerian Tenagakerjaan (Kemenajer) Indonesia menjemput Sainiyah di RS Darurat Wisma Atlet di Jakarta Utara. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani didampingi Kadisnaker Gresik Andhi Hendro Wijaya menyerahkan Sainiyah kepada keluarganya. “Semoga kejadian ini tidak terjadi lagi pada pekerja dari Gresik,”ujar Bupati Fandi Akhmad Yani.  Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani mengapresiasi kinerja Disnaker Gresik bersinergi dengan Kementerian Tenagakerjaan untuk memulangkan Sainiyah. Sebab, memberikan perlindungan kepada Tenaga kerja menjadi tanggung jawab pemerintah. 

Sainiyah adalah potret buram PMI. Sainiyah sudah bekerja selama 20 tahun di negeri jiran, Malaysia. Ia bekerja sebagai cleaning service di Jalan Duta, Kuala Lumpur, Malaysia. Akhir Desember 2021, Sainiyah sedang menunggu bus ditangkap oleh aparat kepolisian Diraja Malaysia. Karena tidak memiliki dokumen, Sainiyah kemudian di penjara. 

Sejak Desember 2021 itu, Sainiyah tidak bisa berkomunikasi dengan pihak keluarga di Desa Gelam, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik. Setelah menjalani penahanan selama 6 bulan Sainiyah kemudian di deportasi ke Indonesia. Kondisi Sainiyah sakit. Ia pun kemudian dirawat di RS Atlet di Jakarta Utara. 

Kementerian Ketenagakerjaan mengidentifikasi Sainiyah berasal Kabupaten Gresik. Kadisnaker Gresik Andhy Hendro Wijaya kemudian menjemput Sainiyah ke Jakarta. Sainiyah tiba di kantor Dinas Tenaga Kerja Gresik pada Senin, 18 Juli 2022 sekitar pukul 18.00 WIB. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama keluarga Sainiyah sudah menunggu di kantor Disnaker berada di Jalan Permata, Kompleks Perumahan Bunder Asri, Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas. 

Dalam Kementerian Ketenagakerjaan, pada 2005, Sainiyah pernah di deportasi dari Malaysia. Namun, tiga tahun kemudian atau 2008 Sainiyah kembali nekat berangkat ke Malaysia tanpa dokumen. (yad)

Tangis Haru Sainiyah, Bupati Gresik Menyerahkan PMI kepada Keluarga  Selengkapnya

Gercep Serta Huda , Stroke Ny Jumani Bisa Tertangani Cepat 

GRESIK,1minute.id – Kondisi kesehatan Ny Jumani drop pada Minggu, 17 Juli 2022.  Penyakit stroke yang Ibu dua anak berusia 60 tahun  itu kambuh. Kabar stroke Jumani kambuh itu sampai ke telinga Serda Huda. Anggota Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 0817/10 Benjeng itu bergegas menuju rumah Ny Jumani di Dusun Medangan, Desa Metatu, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. 

Serda Huda langsung berkoordinasi dengan Pipit, bidan Desa setempat untuk membawa Ny Jumani yang tidak berdaya di tempat tidurnya. Serda Huda membopong Ny Jumani masuk ke ambulans. Sejurus kemudian Ny Jumani tiba di puskesmas untuk mendapatkan pertolongan awal. Ny Jumani, selama ini tinggal bersama anak wedoknya bernama Risty. 

Saat penyakit stroke kambuh, Risty tidak berada di rumah. Kerja. Risty adalah tulang punggung ekonomi keluarga Ny Jumani. Sehingga, Ny Jumani kerap di rumah sendirian. Sebab, suami dan anak perjaka Ny Jumani memiliki riwayat gangguan kejiwaan. Keduanya masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) di Malang. 

Kondisi kesehatan Ny Jumani itu menjadi perhatian Serda Huda. Karena itulah, ketika ia mendengar Ny Jumani sakit, Serda Huda gerak cepat (gercep) menolong. “Setiap waktu saya siap membantu untuk mengatasi kesulitan warga, itu merupakan bentuk kepedulian kami sebagai Babinsa yang mempunyai tanggung jawab untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah binaan,” Serda Huda. Semoga penyakit Ny Jumani cepat sembuh. (yad)

Gercep Serta Huda , Stroke Ny Jumani Bisa Tertangani Cepat  Selengkapnya

IAD Dirikan Posyandu, Ning Nurul Mengapresiasi, Organisasi Wanita Pertama Membina Posyandu 

GRESIK,1minute.id – Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Gresik memiliki Posyandu. Namanya, Pos Pelayanan Keluarga Berencana-Kesehatan Terpadu (Posyandu) Melati. Posyandu binaan istri jaksa itu berada di Balai Rukun Warga (RW) 05 di Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik. 

Posyandu Melati binaan IAD itu diresmikan Ketua Tim Penggerak PKK Gresik Nurul Haromaini Ali Akhmad Yani pada Selasa,12 Juli 2022.

Ketua TP PKK Gresik Nurul Haromaini Ali Akhmad Yani mengapresiasi berdirinya Posyandu Melati itu. Sebab, baru kali pertama ada organisasi wanita di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik memiliki binaan Posyandu. Berdirinya Posyandu Melati ini menunjukkan kepedulian dan juga kemauan dari salah satu organisasi wanita untuk peduli terhadap Posyandu khususnya di Kabupaten Gresik,”katanya.

Hadirnya Posyandu penting karena salah satu sarana pendukung dalam memberikan pelayanan kesehatan dasar pada masyarakat di tingkat paling bawah, khususnya bagi ibu dan balita. Tujuannya untuk mengurangi angka kematian ibu dan kualitas tumbuh kembang balita.

“Di Kabupaten Gresik sendiri terdapat kurang lebih 1.500 Posyandu, dan disitu kita harus bisa merangkul semuanya dan memastikan bahwa 1.500 Posyandu ini bisa berjalan dengan baik. Jadi dengan adanya organisasi wanita yang peduli dengan Posyandu akan memberi dampak yang sangat baik,”imbuh Ning Nurul yang juga Ketua Gerakan Organisasi Wanita (GOW) Gresik ini.

Ketua ikatan Adhyaksa Dharmakarini Gresik Idar Hamdan, sepakat bahwa Posyandu memiliki peran yang sangat penting di tengah masyarakat. “Meski identik dengan bayi dan balita, tetapi sebenarnya peran Posyandu tidak hanya sebatas itu. Hadirnya Posyandu ditengah masyarakat merupakan penunjang pelayanan masyarakat yang terjangkau, masyarakat memperoleh kemudahan informasi disamping pertumbuhan balita bisa terpantau,”ujar istri Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Gresik ini.

“Kami mengaharapkan Posyandu Melati binaan ikatan Adhyaksa Dharmakarini ini menjadi lebih baik dan bermanfaat dalam meningkatkan pelayanan bagi ibu hamil dan balita khususnya di wilayah Kecamatan Kebomas,”harapnya.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Gresik dr Mukhibatul Husnah mengataka Posyandu Melati binaan ikatan Adhyaksa Dharmakarini yang diresmikan hari ini terdapat 100 balita dan 4 ibu hamil sebagai sasarannya. Tingkat kehadiran ibu hamil dan balita di Posyandu ini juga cukup tinggi, yakni mencapai 80%. “Ini bukti dengan tingginya antusiasme masyarakat sekitar untuk menerima pelayanan Posyandu begitu selesai diresmikan hari ini,”katanya. (yad)

IAD Dirikan Posyandu, Ning Nurul Mengapresiasi, Organisasi Wanita Pertama Membina Posyandu  Selengkapnya

Layanan OPD di Pemkab Gresik Kini Dipantau Warga, Bupati Gresik Teken Sukma-e 

GRESIK,1minute.id – Kinerja organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkab Gresik bakal semakin diawasi masyarakat. Pelayanan harus semakin baik. Sebab, Pemkab Gresik telah menandatangani komitmen dan penerapan replikasi inovasi pelayanan publik Survei Kepuasan Masyarakat Elektronik Jawa Timur (SuKMa-e Jatim) pada Senin, 11 Juli 2022.

Penandatanganan komitmen replikasi dan penerapan inovasi pelayanan publik SuKMa-e tersebut dilakukan oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama Biro Organisasi Sekretariat Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Timur Ramliyanto disaksikan Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftahul Rahman di ruang rapat Graita Eka Praja Kantor Bupati Gresik di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas Gresik. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, Inovasi SuKMa-e Jatim merupakan sebuah Aplikasi guna memudahkan dalam mengukur tingkat kepuasan terhadap pelayanan publik di suatu Pemerintah Daerah. “Dengan aplikasi ini diharapkan masyarakat lebih mudah menyampaikan penilaiannya saran dan kritik,” ujar Bupati Fandi Akhmad Yani dalam sambutannya 

“Semakin canggihnya teknologi di era milenial saat ini menuntut kita untuk mampu mengikuti permintaan masyarakat yang cepat, efektif dan efisien dalam hal pelayanan publik,”tambahnya.

Dengan memanfaatkan penerapan Aplikasi SuKMa-e Jatim ini, seluruh unit pelayanan publik di perangkat daerah se-Kabupaten Gresik dapat dinilai oleh masyarakat secara langsung. “Saran dan masukan dari masyarakat tersebut menjadi bahan evaluasi kita sebagai pemberi pelayanan,”ungkapnya.

“Dengan adanya penerapan Aplikasi SuKMa-e Jati di Pemerintah Kabupaten Gresik merupakan salah satu bentuk komitmen kami dalam rangka upaya peningkatan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat,”imbuh mantan Ketua DPRD Gresik itu. 

Bupati berharap melalui Aplikasi SuKMa-e Jatim mampu memberikan layanan yang cepat, efisien dan efektif yang diinginkan masyarakat saat ini. Sehingga kualitas pelayanan publik di Kabupaten Gresik semakin meningkat seiring meningkatnya nilai atau indeks kepuasan masyarakat,”tuturnya.

SURVEI KEPUASAN: Indeks kepuasan masyarakat dalam survei melalui sukma-e . (FOTO: Skrenshot/1minute.id)

Sebelumnya Biro Organisasi Pemprov Jatim Ramliyanto mengatakan, sebuah aplikasi sederhana namun mempunyai kelebihan dimana aplikasi berbasis IT tersebut mengetahui indeks kepuasan masyarakat sehingga langkah-langkah peningkatan kualitas pelayanan publik dapat ditingkatkan mengikuti kecepatan tuntutan aspirasi masyarakat.

“Aplikasi ini mudah dilakukan, ketika masyarakat dibutuhkan responnya dalam pelayanan publik untuk mengukur nilai kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik pemerintah daerah secara praktis,”katanya. “Selain praktis dan mudah, hasil yang didapat juga akuntabel dan laporannya bisa real time,”tambahnya.

Bagaimana cara masyarakat memberikan penilaian tingkat kepuasan pelayanan kepada masyarakat. Dalam pengamatan 1minute.id masyarakat harus login terlebih dulu di sukma.jatimprov.go.id. Setelah itu, memilih Kabupaten/kota. Berikutnya, pilih dinas/instalasi. Selanjutnya, pilih UPT/bagian. (yad)

Layanan OPD di Pemkab Gresik Kini Dipantau Warga, Bupati Gresik Teken Sukma-e  Selengkapnya

Dokkes Semprot Disinfektan Cegah PMK, Pemdes Dapet Sosialisasi Penyembelihan Hewan Kurban

GRESIK,1minute.id – Dokter kesehatan (Dokkes) Polres Gresik turun tangan untuk mencegah persebaran wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) di wilayah hukum Polres Gresik. Diantaranya, melakukan penyemprotan disinfektan di tempat penampungan hewan kurban di Desa Randuagung, Kecamatan Kebomas, Gresik pada Sabtu, 9 Juli 2022.

”Penyemprotan disinfektan ini sebagai upaya pencegahan PMK di Gresik,”kata Kapolres Gresik AKBP Mochamad Nur Azis pada Sabtu, 9 Juli 2022. Penyemprotan disinfektan dilakukan menyeluruh ke setiap sudut kandang agar selalu terjaga kebersihan. Pihaknya juga memantau sejumlah kadang peternakan hewan di Gresik untuk mencegah atau mengetahui sejak dini ternak yang terjangkit PMK. 

“Menjelang Idul Adha, di mana hewan kurban harus kondisi sehat bebas PMK,”tegas mantan Kapolres Ponorogo itu. 

SOSIALISASI PMK : (ki-ka) Danramil Balongpanggang Kapt Inf Erik Tjahya, Camat Balongpanggang Muhammad Amri dan Kades Dapet, Kecamatan Balongpanggang Siswadi dalam sosialisasi Persiapan Pelaksanaan Idul Adha 1443 H ( Foto: istimewa)

Sementara itu, Pemerintah Desa (Pemdes) Dapet, Kecamatan Balongpanggang menggelar sosialisasi Persiapan Pelaksanaan Idul Adha 1443 H ditengah Wabah PMK.Kepala Desa Dapet Siswadi saat membuka acara tersebut menyampaikan bahwa kegiatan ini sebagai tindaklanjut dari rakor Forkopimda Gresik. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengajak  Pemerintah Desa kolaborasi mencegah persebaran wabah PMK. Sebab, pencegahan lebih baik daripada mengobati. 

Siswadi meminta kepada para peternak untuk menjaga kebersihan hewan dan kandang, Pola minumnya ternak harus diperhatikan bila perlu menggunakan air hangat. “Pola makan hewan ternak hendaknya dijaga dan perlu menggunakan makanan yang mempunyai fungsi peningkatan imun dan makanan yang mampu membunuh virus seperti tumbuhan meniran, toga yang dicampur dengan gula aren dan terakhir pemberian vaksin hewan, pungkasnya sembari menjelaskan bagaimana penularan PMK itu terjadi,”kata Siswadi menirukan ucapan Prof Suprapto Ma’at dari Unair Surabaya. 

Sosialisasi dIhadiri Forkopimcam yakni Camat Balongpanggang Muhammad Amri, Danramil Kapten Inf Erik Tjahya dan Kapolsek Balongpanggang AKP  Muhammad Zainudin ini diikuti semua stakeholder di Desa tersebut. (yad)

Dokkes Semprot Disinfektan Cegah PMK, Pemdes Dapet Sosialisasi Penyembelihan Hewan Kurban Selengkapnya