Dishub Wacanakan Menggunakan Sistem Retribusi Parkir Non-Tunai


GRESIK, 1minute.id – Dinas Perhubungan Gresik mulai serius menggarap potensi pendapatan asli daerah (PAD) dari retribusi parkir kendaraan di tepi jalan umum. Hasil kajian akademisi sektor pendapatan retribusi parkir di ruang milik jalan (rumija) mencapai Rp 9 miliar hingga Rp 12 miliar per tahun. Akan tetapi, proyeksi itu nyaris tidak pernah teralisasi. 

Tahun ini, misalnya, Dishub Gresik menargetkan pendapatan dari retribusi parkir Rp 4 miliar. Namun, sampai triwulan keempat, Oktober 2021 baru teralisasi sekitar Rp 800 jutaan. “Mestinya pendapatan parkir di Gresik ini berpotensi bisa mencapai Rp 9 milyar, tetapi sampai hari ini dari yang ditargetkan Rp 4 miliar  saja baru 20 persen capaiannya,”ungkap Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Gresik Tursilowanto Hariogi saat mendampingi Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani melakukan pertemuan dengan perwakilan perbankan di Pudak Galery pada Kamis, 4 November 2021.

Belum teralisasi target tersebut ditengarai ada faktor kebocoran. Penyebab kebocoran diantaranya, ada oknum juru parkir nakal. Sebab, Pemkab masih menggunakan  sistem pemungutan retribusi parkir di rumija masih konvensional. Menggunakan karcis. Disejumlah rumija kerap ditemui pengguna parkir mendapatkan karcis parkir yang lusuh. Karena telah berulang kali dipakai. Ada juga oknum ujug-ujug datang memungut parkir tanpa karcis. 

Kelemahan itu, akan diperbaiki oleh pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik. Pemkab akan menetapkan model pembayaran parkir non tunai alias cashless. Yakni,  petugas parkir dibekali alat scan melalui gawai yang dimiliki. Pengguna parkir cukup melakukan scanner barcode antargawai , petugas jukir dengan pengguna parkir. Mirip scan aplikasi #PeduliLindungi ketika masuk mal atau tempat lainnya. 

Dishub mewacanakan pembayaran parkir melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). QRIS adalah standarisasi pembayaran menggunakan metode QR Code dari Bank Indonesia agar proses transaksi dengan QR Code menjadi lebih mudah, cepat, dan terjaga keamanannya.

Tursilo-panggilan-Tursilowanto Hariogi mengatakan, pengalihan pembayaran parkir dari tunai menjadi non-tunai merupakan strategi yang diambil oleh Pemkab Gresik agar pemasukan PAD bisa masuk dengan baik, dan di lain pihak juga bagaimana memberdayakan juru parkir lewat sistem bagi hasil sehingga nantinya tidak ada pihak yang merasa dirugikan.

Pengelolaan parkir di Kabupaten Gresik telah diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) 3/2020 tentang Penyelenggaraan dan Retribusi Parkir. Dalam perda tersebut diantaranya menjelaskan penyelenggaraan parkir di jalan umum dapat dilakukan dengan cara non-tunai serta penetapan tarif parkir yang dihitung berdasarkan jenis kendaraan, frekuensi, dan zona parkir.

“Pengalihan pembayaran parkir dari tunai menjadi non-tunai merupakan strategi yang diambil oleh Pemkab Gresik agar pemasukan PAD bisa masuk dengan baik, dan di lain pihak juga bagaimana memberdayakan juru parkir lewat sistem bagi hasil sehingga nantinya tidak ada pihak yang merasa dirugikan,”kata mantan Asisten Administrasi Umum Pemkab Gresik itu.

Sejumlah sumber menjelaskan, pengalihan pembayaran parkir dari tunai dan non-tunai adalah sebuah kemajuan yang patut diapresiasi. Namun, sumber yang enggan disebutkan identitasnya meminta Pemkab Gresik, sebagai pengelola langsung penarikan retribusi menyiapkan perangkat yang memadai untuk meminimalisir terjadinya kebocoran retribusi itu.  

Ia mencontohkan, ada oknum jukir nakal berdalih alat scanner barcode rusak sehingga meminta pengguna membayar tunai. “Bisa kah pengguna parkir menolak membayar,”katanya. Atau, pengguna parkir tidak memiliki saldo untuk bayar non-tunai. “Semua celah terjadinya kebocoran harus diminimalisir. Sehingga, target PAD bisa terpenuhi,”tegas sumber itu. (yad)

Dishub Wacanakan Menggunakan Sistem Retribusi Parkir Non-Tunai Selengkapnya

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Raih Penghargaan Tokoh Muda NU Inspiratif 2021


GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dinobatkan sebagai Tokoh Muda NU Inspiratif oleh Forum Jurnalis Nahdliyin (FJN). Penghargaan diberikan di ruang Graita Eka Praja Kantor Bupati Gresik pada Kamis, 4 November 2021.

Selain Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani, penghargaan Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif Jawa Timur 2021 juga diberikan kepada sebelas tokoh pemuda inspiratif lainnya. Penghargaan itu salah satu bentuk support dan apresiasi yang diberikan FJN kepada tokoh muda NU sekaligus memperingati Hari Sumpah Pemuda dan Hari Santri Nasional (HSN). Sumpah Pemuda diperingati setiap 28 Oktober dan HSN diperingati setiap 22 Oktober. 

Gus Yani dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada FJN atas penghargaan tersebut. Bupati termuda , 36 tahun dalam sejarah Pemkab Gresik ini mengungkapkan penghargaan tersebut merupakan motivasi bagi dirinya dan juga sebagai motivasi bagi anak-anak muda lainnya. 

“Sebenarnya masih banyak anak-anak muda yang berprestasi, tetapi ini juga sebagai suatu amanah yang melekat untuk saya dan semoga menjadi motivasi bagi saya untuk dapat memberikan inspirasi untuk anak-anak muda yang lain,”ujar Gus Yani. 

Ia berpesan kepada seluruh anak-anak muda, khususnya anak muda NU untuk terus berkontribusi dan berdedikasi pada daerah dan organisasi NU. “Tidak usah berebut di struktur, tetapi ada kewajiban dedikasi dan loyalitas bagi anak muda untuk mengabdi di organisasi NU,” jelas Gus Yani.

Santri, ujar Gus Yani, merupakan sumber daya manusia yang lebih siap dalam hal kemandirian. Santri juga harus modern dan memiliki wawasan yang luas di era yang penuh tantangan ini. “Potensi dan kelebihannya banyak, tinggal mentalnya saja yang harus dibangun untuk memiliki mental pejuang,” tambahnya.

Gus Yani juga berharap FJN dapat terus bersinergi dengan Pemkab Gresik dalam mensukseskan program Nawa Karsa yang mengedepankan kemanfaatan bagi masyarakat. Pemerintah Kabupaten Gresik juga akan memberikan dukungan dan terbuka kepada FJN untuk program-program selanjutnya. 

Sebelumnya, Koordinator FJN Didi Rosadi, menilai sosok Gus Yani sebagai tokoh pemuda NU yang inspiratif. Ia juga melihat program-program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik yaitu Nawa Karsa yang berhubungan langsung dengan anak muda dan Nahdliyin. Diantaranya, Gresik Seger. Program ini memberikan kesejahteraan bagi takmir masjid dan petugas makam. Kemudian,  Gresik Cerdas yang memberikan insentif bagi penghafal Quran dan santri. (yad)

Berikut 12 Tokoh muda NU Inspiratif 2021.

1. Emil Elestianto Dardak (Wakil Gubernur Jatim),

2. Anwar Sadad (Wakil Ketua DPRD Jatim),

3. Eri Cahyadi (Wali Kota Surabaya),

4. KH Abdussalam Shohib (Wakil Ketua PWNU Jatim),

5. Ahmad Muhdlor Ali (Bupati Sidoarjo),

6. Fandi Akhmad Yani (Bupati Gresik),

7. Muhammad Al Barra (Wakil Bupati Mojokerto),

8. Mohammad Haerul Amri (Wakil Ketua Umum PP GP Ansor),

9. Fauzan Fuadi (Ketua F-PKB DPRD Jatim),

10. AKBP Rofiq Ripto Himawan (Kapolresta Mojokerto),

11. Dewi Mariya Ulfa (Wakil Bupati Kediri),

12. Surokim Abdussalam (Dekan FISIB Univ Trunojoyo Madura).

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Raih Penghargaan Tokoh Muda NU Inspiratif 2021 Selengkapnya

Harapan Bupati Fandi Akhmad Yani kepada Kafilah MTQ Jawa Timur 2021

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 79 kafilah, pendamping dan official asal Kabupaten Gresik berangkat mengikuti Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-XXIX Jawa Timur di Pamekasan, Madura pada Selasa, 2 November 2021. MTQ akan digelar mulai 2-11 November 2021dengan target mempertahankan juara umum digelaran 4 tahunan itu.

Puluhan kafilah asal Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik itu diberangkatkan oleh Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah dari Ruang Putri Cempo Kantor Bupati Gresik. Puluhan kafilah itu berlomba di tujuh cabang perlombaan yakni Tilawah Quran ;  Hifdzil Quran ; Tafsir Quran ;  Fahmil Quran; Syarhil Quran ; Khattil Quran dan Makalah Ilmiah.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengingatkan kepada kafilah yang mengikuti MTQ Jawa Timur tetap mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan agar kesehatan setiap peserta tetap terjaga.  “Semuanya di sana terus memakai masker ya, jangan ikut-ikutan yang tidak disiplin. Sehat itu nomor satu, untuk menang itu nomor dua, karena kesehatan adalah faktor utama dan selanjutnya kemenangan akan mengikuti, mudah-mudahan pulang membawa kemenangan,”kata Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani. 

Harapannya MTQ ke-XXIX kali ini Kafilah Kabupaten Gresik dapat meraih juara umum kembali. “Insya Allah apa yang menjadi kebiasaan, karena kita sudah pernah 3 kali berturut-turut menjadi juara umum MTQ, mudah-mudahan ini juga menjadi kebiasaan karena keseringan menang, sehingga besok kita akan mendapatkan juara,”ujarnya.

Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah menambahkan, para kafilah sebelum keberangkatan untuk tetap menjaga kesehatan dan menjaga suara masing-masing, karena suara adalah hal yang sangat penting bagi peserta. Agar saat perlombaan semua tubuh fit dan tidak ada kendala apapun.

Bu Min-sapaan-Aminatun mengatakan disebuah perlombaan, menang dan kalah adalah suatu hal yang biasa. Tapi kita harus tetap berperang, dan mempunyai keinginan untuk menang. “Kita harus senantiasa fight, punya keinginan untuk menang itu harus, karena memang ini lomba. Kami Pemerintah Kabupaten Gresik senantiasa  mendukung apa yang menjadi keinginan kita semua,”ujarnya. 

Menang menurut Bu Min adalah suatu kesiapan dari diri kita sendiri. Karena sebenarnya peserta lomba MTQ yang dikirim adalah seorang pemanang dari kabupaten masing-masing. “Kadang ada yang tidak siap menang, semua kembali pada diri kita masing-masing. Jadi kita harus tetap optimis, karena kesiapan kita untuk menang adalah modal utama kita. Mudah-mudahan keinginan bapak Bupati kita untuk menjadi juara umum lagi akan terwujud,”harapnya. (yad)

Harapan Bupati Fandi Akhmad Yani kepada Kafilah MTQ Jawa Timur 2021 Selengkapnya

Serbuan Vaksinasi untuk Lansia dan Penyandang Disabilitas Digeber

GRESIK,1minute.id – Ikhtiar Percepatan pembentukan herd immunity terus dilakukan Satgas Covid-19 Kecamatan Manyar. Setelah vaksinasi jemput bola untuk awak kapal, lanjut usia (lansia). Satgas Covid-19 Kecamatan Manyar kini melakukan vaksinasi diperuntukkan masyarakat umum dan penyandang disabilitas.

Vaksinasi dilakukan di gerai vaksin Gedung Olahraga (GOR) Onggo Joyo Kusumo di Desa Manyarejo, Kecamatan Manyar pada Senin, 1 November 2021.
Diantaranya, Achmad Shofiyuddin. Pemuda 27 tahun ini penyandang down syndrome atawa difabel intelektual. Yudi-panggilan-Achmad Shofiyuddin tinggal di Jalan Makam Dalem, Desa Manyarejo diantar Ibundanya, Siti Fatimah naik motor. Yudi yang periang dan supel itu membuat suasana gerai vaksin semakin gayeng. 

Melihat Yudi datang ke gerai vaksin Aiptu Asyhari, anggota Polsek Manyar yang melakukan pengamanan vaksinasi membantu memapahnya. Yudi tersenyum. Alumnus SMA Luar Biasa di Desa Golokan, Kecamatan Sidayu itu memberikan apresiasi. Yudi pun memberi hormat. Polisi berpostur tinggi besar itu lalu mengantar Yudi ke ruang dan membantu membesarkan hati untuk tidak takut vaksin. 

“Alhamdulillah Pak, lega rasanya akhirnya anak saya telah menerima dosis kedua vaksin Covid-19. Semoga senantiasa diberikan kesehatan,”kata Siti Aminah, ibunda Yudi. Siti Aminah mengisahkan, Yudi, anak semata wayangnya  mengalami down syndrome sejak lahir. Meski mengalami difabel intelektual, Yudi tetap bersemangat belajar hingga lulus SMALB di Desa Golokan, Kecamatan Sidayu.

Siti Aminah bersyukur masyarakat dilingkungan tempat tinggal sangat membantu. Memberi motivasi bagi keluarganya. Juga membantu menjaga Yudi ketika bermain diluar rumah.

Sementara itu, Kepala UPT Puskesmas Manyar dr Ovaldo Kurniawan mengatakan target 1.600 dosis vaksin. “Hari ini petugas vaksinator Puskesmas Manyar memberikan 1.600 vaksin Sinovac dosis pertama dan kedua kepada masyarakat,”kata dia. Kapolres Gresik AKBP Mochamad Nur Azis melalui Kapolsek Manyar AKP Windu Priyo Prayitno menyebut serbuan vaksinasi ini berkolaborasi dengan Puskesmas Manyar. “Kami berkoordinasi mendorong Puskesmas Manyar untuk terus melakukan vaksinasi bagi masyarakat yang belum divaksin,”kata Windu.

Mantan Kasat Sabhara Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya itu juga mengimbau masyarakat yang belum divaksin, agar mendatangi gerai vaksin terdekat untuk bisa menerima vaksin Covid-19. “Vaksinasi sebagai ikhtiar menyudahi pandemi Covid-19 yang berkepanjangan,”pungkasnya. (yad)

Serbuan Vaksinasi untuk Lansia dan Penyandang Disabilitas Digeber Selengkapnya

Jalan Nasional Diatas Proyek Underpass Dibuka setelah Setahun Ditutup, Terowongan Masih Ditutup

GRESIK, 1minute.id – Proyek pembangunan underpass belum kelar seratus persen. Namun, pengguna jalan sudah bisa melintas diatas proyek terowongan kali pertama di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik itu mulai hari ini, Senin, 1 November 2021.

Terowongan yang membelah jalan nasional, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) yakni Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Desa Randuagung,Kecamatan Kebomas itu ditutup sejak September 2020. Proye underpass itu, memiliki panjang 8 meter, lebar 15 meter dan kedalaman sekitar 7 meter. Anggaran pembangunan underpass itu sekitar Rp 9,2 miliar. Rinciannya, pada 2020 Rp 4,2 miliar dan tahun ini sebesar Rp 5 miliar. 

Kepala Bagian Komunikasi Pimpinan (Forkopim) Pemkab Gresik Reza Pahlevi membenarkan jalan nasional diatas terowongan telah di buka untuk umum. “Mulai hari ini (dibuka),”kata Reza Pahlevi. 

Dalam pengamatan 1minute.id, pengguna jalan tetap harus waspada. Sebab, di jalan nasional itu masih ada sejumlah pekerjaan. Akses jalan masuk SMA Muhammadiyah 1 Gresik juga masih dipasang pita pembatas. Sedangkan di sisi selatan ada sejumlah orang pekerja terlihat beraktivitas di bahu jalan. 

Sementara jalan alternatif depan pintu terowongan di Jalan Sumatera Kompleks Perumahan Gresik Kota Baru (GKB) masih belum di aspal. Terowongan yang dibangun dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Gresik 2020 dan 2021 belum di buka untuk umum. (yad)

Jalan Nasional Diatas Proyek Underpass Dibuka setelah Setahun Ditutup, Terowongan Masih Ditutup Selengkapnya

Gubernur, Wabup dan Generasi Z dan Milenial Nandur Mangrove


GRESIK,1minute.id –  Siapa bilang generasi Z dan milenial tidak peduli terhadap perubahan iklim. Buktinya pada momentum Hari Sumpah Pemuda ratusan anak muda melakukan penanaman ribuan pohon mangrove di Banyuurip Mangrove Center (BMC) di Desa Banyuurip, Kecamatan Ujungpangkah. 

Penanaman mangrove yang melibatkan semua elemen GP Ansor, mahasiswa, pramuka, nelayan, kelompok pemerhati mangrove serta masyarakat setempat itu dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman. 

Untuk menjangkau bibir pantai yang menjadi tampat menanam, peserta harus menyusuri hutan mangrove sejauh 1 kilometer. Tempat ini juga termasuk kawasan ekosistem esensial Mangrove Ujungpangkah (KEE MUP).

Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, menanam mangrove di bibir pantai merupakan upaya menjaga kelestarian alam utamanya menjaga ekosistem ruang laut. “Ini juga kan sejalan dengan program pemerintah pusat,”kata Khofifah di sela tanam mangrove pada Kamis, 28 Oktober 2021. 

Khofifah menyatakan, ke depan pihaknya meminta dinas kehutanan untuk terus melakukan tanam mangrove. Program ini bernama ‘Nandur Mengrove’. Penanaman mangrove ini, lanjut Khofifah juga merupakan rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke’76 Pemprov Jatim. Tak hanya di Gresik, kegiatan serupa bakal dilakukan di sejumlah daerah. “Ini untuk menjaga keberlangsungan alam. Luasan mangrove yang semakin ditambah juga akan berdampak pada ekosistem secara jangka panjang,”imbuhnya.

NANDUR MANGROVE : Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah simbolis menanam mangrove di BMC di Desa Banyuurip, Kecamatan Ujungpangkah pada Kamis, 28 Oktober 2021. (Foto : humas Pemkab Gresik)

Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah menambahkan, penanaman mangrove harus dilakukan secara bersama-sama. Berkolaborasi. “Padi pagi kita juga memulai restorasi kawasan magrove di Kalimireng Manyar yang mana itu merupakan sinergi dari berbagai unsur, mulai dari pemerintah, perusahaan, mahasiswa, dan tentunya masyatakat sekitar,”kata BuMin-sapaan-Aminatun Habibah itu.

Lebih lanjut, ia menambahkan gerakan restorasi magrove sejatinya memiliki banyak manfaat, baik dalam hal pelestarian lingkungan maupun dalam hal ekonomi. “Dengan adanya banyak mangrove, maka kualitas air dan udara akan menjadi semakin bagus. Belum lagi dengan terbentuknya ekosistem fauna laut seperti ikan atau kepiting yang bagus,”ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Banyuurip Ihsanul Haris menyatakan wilayahnya memang tengah mengembangkan wisata edukasi mangrove. Ada 17 jenis mangrove yang ada. Ia menerangkan, adanya perhatian dari pemerintah daerah maupun provinsi menambah semangat warga desa untuk terus mengembangkan potensi ini.

“Jadi yang kami kembangkan total ada 17 jenis mangrove disini, jadi untuk wisata edukasi sangat cocok. Tinggal 2 jenis lagi, akan terus kami kembangkan,” terangnya. Ihsan menyampaikan, pengembangan mangrove di desanya merupakan kolaborasi antara kelompok pemerhati mangrove, nelayan, pemerintah, perusahaan sekitar serta masyarakat setempat. “Dengan dikomando kelompok, mangrove disini sangat rindang. Kita terus bersemangat untuk memgembangkan mangrove,”tegasnya. (yad)

Gubernur, Wabup dan Generasi Z dan Milenial Nandur Mangrove Selengkapnya

Peradi Gresik Gelar Serbuan Vaksinasi, Tetap Ingatkan 5M

GRESIK,1minute.id – Menyambut Hari Sumpah Pemuda ke-93 DPC Perhimpunan Advokad Indonesia (Peradi) Gresik bersama Pemerintah Kabupaten Gresik mengadakan vaksinasi pada  Kamis, 28 Oktober 2021.
Serbuan vaksinasi dipusatkan di Gedung Pramuka di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas itu diikuti 700 peserta.

Ada tiga merek vaksin yang disuntikkan kepada masyarakat. Tiga vaksin itu adalah AstraZeneca, Pfizer dan Sinovac. Vaksinasi massal itu dihadiri Plt Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Gresik dr Mukhibatul Khusna, Ketua DPC Peradi Gresik Kukuh Pranomo dan para pengurusnya itu dimulai pukul 08.00.

Serbuan vaksinasi untuk membantu Pemkab Gresik ini sebagai ikhtiar percepatan pembentukan herd immunity. “Harapannya kekebalan komunal dan herd immunity di Kabupaten Gresik tercapai. Alkhamdulillah Peradi diberi kesempatan untuk andil dalam percepatan vaksinasi,” kata Kukuh Pranomo.

Selain menggelar vaksinasi, Peradi juga memberi fasilitas pelayanan konsultasi hukum gratis untuk peserta vaksin maupun masyarakat umum dilokasi vaksinasi. Sebanyak empat peserta vaksinasi terlihat mengambil kesematan disela-sela waktu vaksin untuk berkonsultasi hukum, mereka dilayani oleh beberapa anggota Peradi dilokasi vaksinasi.

“Kami juga melayani konsultasi hukum secara gratis diluar dari lokasi vaksin ini, namun dengan tetap melaksanakan prokes ketat,”imbuhnya.  Sementara itu, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Gresik dr Ummi Khoiroh bahwa vaksin adalah cara keenam mencegah virus setelah 5M, untuk itu ia menginbau agar terus menerapkan 5M yakni memakai masker ; mencuci tangan ; menjaga jarak ; menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas. 

“Jadi jangan andalkan vaksin saja untuk menekan penyebaran Covid-19 yang memang melandai saat ini. Namun juga harus terus menerapkan 5 M, dan jangan melepas masker saat aktivitas diluar,”pungkas dr. Umi Khoiro. (yad)

Peradi Gresik Gelar Serbuan Vaksinasi, Tetap Ingatkan 5M Selengkapnya

Wabup Optimistis Pemuda Gresik Inovatif, Adaptif untuk Mempercepat Pemulihan Ekonomi

GRESIK,1minute.id – Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah optimistis pemuda Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik memiliki kreativitas yang tinggi, mandiri dan kemampuan dalam berinovasi untuk mempercepat pemulihan ekonomi paska pandemi Covid-19. 

“Kita berharap Indonesia, Jawa Timur khususnya Kabupaten Gresik mampu bangkit dari keterpurukan akibat pandemi Covid-19. Hal ini tak lepas dari peran pemuda untuk mampu menjawab tantangan yang semakin kompleks. Terutama dalam menggerakkan pertumbuhan dan pemulihan ekonomi di tengah Pandemi Covid-19 yang saat ini masih melanda,”kata Wabup Aminatun Habibah dalam sambutannya saat menjadi pimpinan upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke 93 di halaman kantor  Kantor Bupati Gresik pada Kamis, 28 Oktober 2021. 

Bu Min-sapaan-Aminatun Habibah menambahkan pemuda memiliki peran yang sangat penting dalam pemulihan ekonomi karena mampu beradaptasi ditengah situasi pandemi Covid-10 yang belum usai.
“Pemuda sebagai salah satu komponen penggerak bangsa juga memiliki kapasitas serta mampu bertahan dan unggul dalam menyongsong masa depan yang lebih baik,”katanya. Ia mencontohkan perusahaan rintisan,Startup. 

“Dibidang teknologi startup yang saat ini banyak digandrungi generasi milenial. Hal ini mampu menjadi faktor dalam pemulihan ekonomi masyarakat,”katanya. 
“Dengan terbiasa dan terlatih dengan situasi seperti saat ini, akan melahirkan generasi muda yang survive dan tangguh serta menjadi generasi yang lebih maju di masa mendatang,”harap Bu Min (yad)

Wabup Optimistis Pemuda Gresik Inovatif, Adaptif untuk Mempercepat Pemulihan Ekonomi Selengkapnya

Normalisasi Avour Anak Sungai Brantas di Driyorejo Dimulai

GRESIK,1minute.id – Proyek normalisasi Sungai Avour melintasasi wilayah Driyorejo mulai dikerjakan. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani memantau langsung upaya mitigasi bencana itu didampingi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman.

Normalisasi sungai merupakan salah satu prioritas Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, dalam usaha penanggulangan ancaman banjir tahunan khususnya yang disebabkan luapan Sungai Avour dan Kali Lamong saat memasuki musim hujan. 

Di Kecamatan Driyorejo, sungai Avour yang merupakan anak Sungai Brantas yang membentang  dari kawasan Krikilan hingga Bambe. Panjangnya sekitar 7 kilometer. Normalisasi ini diperkirakan akan menelan biaya sebesar Rp 8 miliar. Pemkab Gresik akan menggandeng perusahaan-perusahaan di wilayah Kecamatan Driyorejo lewat dana Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan.

Sebelumnya, Bupati Fandi Akhmad Yani melakukan pemantauan kondisi avour di Kecamatan Driyorejo itu. Kondisi sungai yang sangat dangkal dan sempit merupakan penyebab utama terjadinya banjir yang setiap tahunnya merugikan masyarakat. Baik dalam hal ekonomi maupun kualitas hidup. 

Dalam doa bersama yang dihadiri para perwakilan perusahaan itu, GusYani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani memberikan apresiasi mendukung penuh program Pemerintah Kabupaten Gresik. “Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen dan tanggung jawab sosial perusahaan terhadap lingkungannya,”ujar Bupati Yani. 

Gus Yani melanjutkan momentum kebersamaan masyarakat yang mendorong semangat gotong royong. “Ibaratnya adalah berat sama dipikul, ringan sama dijinjing. mudah-mudahan ini menjadi berkah untuk kita semua,”ujar Bupati Yani. Ia berharap mulai ada perubahan mindset dalam menghadapi bencana, dimana kebiasaan lama berupa pemberian donasi ketika bencana datang, diubah menjadi donasi untuk pencegahan bencana itu sendiri.

“Mudah-mudahan ada multi effect dari pengerjaan normalisasi ini, minimal mengurangi bencana banjir, dan banjir menjadi lebih cepat surut,”ujarnya. 
Pemerintah, imbuhnya,tetap berkontribusi dalam normalisasi sungai Avour melalui kolaborasi dengan DPRD. “Tahun depan akan ada anggaran khusus untuk sungai Avour,”katanya. 

Sementara itu, Sekda Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman menjelaskan normalisasi sungai merupakan salah satu program pemerintah dalam mengurangi bencana banjir, utamanya di Gresik Selatan. Ia juga menekankan pentingnya sinergi dan support dari stakeholder agar pengerjaan ini terus berkelanjutan. “Kita berharap sinergi dan support dari pengusaha, pihak desa dan kecamatan yang terkait dengan program ini supaya berkelanjutan,”ujarnya. (yad) 

Normalisasi Avour Anak Sungai Brantas di Driyorejo Dimulai Selengkapnya

Wabup Dorong Industri Lebih Sinergi dengan Ponpes dan SMK untuk Mengentas Pengangguran

GRESIK,1minute.id –  PT Smelting membagikan ratusan lemari besi atau loker ke sejumlah pondok pesantren (Ponpes) di Kecamatan Manyar, Bungah dan Sidayu. Kegiatan yang mengandeng Pengurus Cabang Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (PC RMI NU) Gresik itu dipusatkan di SMK Assa’adah, Kecamatan Bungah pada Rabu, 27 Oktober 2021.

Bantuan loker itu diserahkan oleh Assisten Manager General Affair PT Smelting Indra Junor kepada Ketua PC RMI NU Gresik KH. Ala’uddin dan disaksikan Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah. Wabup Gresik Aminatun Habibah mengharapkan sinergi antara industri dengan pondok pesantren (Ponpes) harus terus dijalin. Apalagi Gresik dikenal sebagai Kota Santri.

“Saya dan Pak Bupati (Fandi Akhmad Yani, Red) berharap dukungan industri bagi sekolah maupun pesantren di Gresik. Baik bantuan program atau sarana pembelajaran untuk kepentingan santri,”ujarnya.  Lebih lanjut, Bu Min-sapaan-Aminatun Habibah,  juga mendorong adanya perusahaan mampu mengurangi jumlah pengganguran di Gresik.

“Kami berharap industri semakin banyak menyerap tenaga kerja warga Gresik. Dengan begitu diharapkan pula angka pengangguran dapat berkurang dan masyarakat Gresik bisa sejahtera,” harap Wabup.

Indra Junor mengatakan pemberian lemari besi ke pondok pesantren (Ponpes) merupakan bagian dari program CSR perusahaan. “Ada 142 lemari besi bekas karyawan yang kami bagikan,”ujarnya. Ditambahkan Indra, sebelum diberikan kepada ponpes, terlebih dulu lemari besi direkondisi. Sehingga seperti baru. “Kami berharap bantuan ini dapat bermanfaat bagi pondok,”katanya.

Sementara itu, Ketua PC RMI NU Gresik KH. Ala’uddin mengaku senang atas kepedulian Smelting ke sejumlah ponpes di tiga kecamatan. “Nantinya lemari ini dapat dimanfaatkan untuk menyimpan berkas atau barang-barang pondok,”ungkap Gus Ala-panggilan akrab-KH. Ala’uddin didampingi Sekretaris RMI NU Gresik Imam Junaidi. “Kami tentunya berharap, semakin banyak perusahaan yang peduli dengan pondok,” imbuhnya. (yad)

Wabup Dorong Industri Lebih Sinergi dengan Ponpes dan SMK untuk Mengentas Pengangguran Selengkapnya