Washil Sekda Gresik Terpilih?

GRESIK,1minute.id – Tuntas sudah kerja Panitia Seleksi Terbuka (Selter) Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik 2021. Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) dan Gubernur Jatim dikabarkan telah merekomendasikan satu dari tiga nama calon Sekda Gresik. 

Sumber 1minute.id,  rekomendasi  diberikan kepada Achmad Washil Miftahul Rachman sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik.
Informasi yang dihimpun, bila tidak ada aral melintang Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Sekda Gresik akan direncanakan pada hari ini, Kamis, 30 September 2021. 

Benarkah ? Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Gresik dr Adi Yumanto masih menutup rapat identitas sekda terpilih. “Mohon maaf, silakan tunggu waktunya,”kata Adi Yumanto di konfirmasi melalui selulernya pada Kamis, 30 September 2021.

Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Pemkab Gresik Reza Pahlevi setali tiga uang dengan dr. Ady Yumanto. “Saya detik belum dapat informasinya,”kata Reza dikonfirmasi melalui selulernya pada Kamis, 30 September 2021. 

Terpisah,  Budi Raharjo,  kandidat calon Sekda hanya berharap Sekda terpilih nanti bisa lebih maksimal membantu Bupati dan Wakil Bupati dalam menjalankan roda pemerintahan kabupaten Gresik. “Semoga Sekda terpilih amanah,”kata Budi Raharjo yang juga Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker) Gresik. (yad)

Washil Sekda Gresik Terpilih? Selengkapnya

Petani Keluhkan Hama Tikus, Bupati Siap Mendirikan Rubuha dan Gagas Pembuatan Ultrasonik

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani melakukan panen raya buah Semangka di Desa Gredek, Kecamatan Duduksampeyan pada Rabu, 29 September 2021. Sistem pola tanam tumpang sari yakni  dua kali padi dan sekali buah-buahan membuat hasilnya panen cukup memuaskan. Petani semringah. 

Akan tetapi, bukan berarti para petani di desa itu puas. Penyebabnya, ada hama tikus masih menjadi momok bagi para petani. Sebab, mereka acap kali gigit jari karena gagal panen akibat serangan hama tikus itu.
Nah, ketika Bupati Fandi Akhmad Yani melakukan kunjungan kerja (kunker) ke desa para petani mengungkapkan uneg-unegnya. 

As’ad, diantaranya. Petani berusia 50 tahun itu  menceritakan, selama ini dirinya dan petani lainnya menggunakan metode setrum untuk menghalau hama tikus. Namun,  As’ad mengakui metode  tersebut dinilai kurang efektif dan justru menimbulkan resiko yang cukup besar. Tak jarang menimbulkan korban jiwa karena tersengat setrum jebakan tikus sawah. 

“Pak Bupati, tolong kami dicarikan solusi,”pinta As’ad. 
Syarifuddin, petani lainnya mengeluhkan tingginya biaya produksi panen. Ia membeberkan penyebab tingginya biaya diakibatkan karena belum tersedianya Jalan Usaha Tani (JUT). Biaya angkut gabah yang dinilai tinggi karena rute jalan yang dilalui. “Kami ingin adanya jalan usaha tani pak Bupati. Mohon ada tindak lanjut agar kami dapat memangkas ongkos,”katanya. Bupati Fandi Akhmad Yani terlihat nyamak semua keluhannya para petani. 

Bagaimana respon Bupati Fandi Akhmad Yani yang saat itu didampingi Kepala Dinas Pertanian Eko Nandito Putro dan Kepala Desa (Kades) Gredek Muhammad Bahrul Ghofar kemudian menjawab satu per satu keluhan petani itu. 

Terkait hama tikus, Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani mengatakan, langkah awal dengan mendirikan rumah burung hantu (rubuha). Tujuannya adalah untuk menyeimbangkan ekosistem yang ada. Sehingga diharapkan mampu meminimalisir merebaknya hama tikus. 

SAPA PETANI: (ki-ka) Kades Gredek Muhammad Bahrul Ghofar, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Kadis Pertanian Eko Anindito Putro dalam kunker di Desa Gredek, Kecamatan Duduksampeyan pada Rabu, 29 September 2021 (Foto : Humas Pemkab Gresik)

Langkah kedua, sambungnya, membuat satu terobosan dengan menciptakan alat yang bisa mengusir tikus dengan menimbulkan suara ultrasonik. Menurutnya, langkah ini perlu dilakukan uji coba untuk melihat seberapa besar efektif kegunaan alat tersebut. “Kita sedang memperlajari bagaimana caranya menciptakan suatu alat untuk mengusir tikus. Misalnya saja kita ciptakan suatu alat semacam robot yang menimbulkan suara ultrasonic yang dapat mengusir hama tikus tersebut,”kata Gus Yani. 

Sedangkan, biaya produksi tinggi karena belum ada JUT? Mantan Ketua DPRD Gresik itu mengatakan, Pemkab Gresik siap membangun JUT, asalkan wilayah desa sudah masuk wilayah LP2B (Lembaga Pertanian Pangan Berkelanjutan). “Kalau sudah masuk wilayah LP2B, maka kami siap untuk membangun JUT,”tegas Gus Yani. 

Selain Kunker yang dikemas dalam program Sapa Petani ini, Gus Yani menyempatkan melakukan blusukan. Diantaranya melihat kondisi embung desa setempat. Orang nomor satu di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik itu melihat kondisi embung yang digunakan sebagai saluran irigasi pertanian itu terjadi pendangkalan. 

Bupati berjanji akan melakukan normalisasi embung secepatnya. “Kita minta Dinas Pekerjaan Umum untuk menyiapkan alat berat. Bila perlu kita lakukan pengadaan agar normalisasi embung dapat sesegera mungkin dilakukan. Tujuannya agar para petani tak kerepotan jika membutuhkan pasokan air saat musim panen ke dua, atau ketika memasuki musim kemarau,”tegasnya. (yad)

Petani Keluhkan Hama Tikus, Bupati Siap Mendirikan Rubuha dan Gagas Pembuatan Ultrasonik Selengkapnya

Pertahankan Surplus Beras, Usulkan Ranperda RTRW untuk Lindungi Lahan Pertanian

GRESIK,1minute.id – Program blusukan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani untuk Sapa Petani dilakukan di Desa Turirejo, Kecamatan Kedamean pada Selasa, 28 September 2021. Desa itu, selain penghasilan padi juga bawang. Kedatangan orang nomor satu di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik itu disambut antusias oleh petani setempat. 

Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani dengan humanis menyapa mereka. Sesekali ia melambaikan tangan membalas sapaan warga setempat. Dihadapan para petani itu, mantan Ketua DPRD Gresik itu mengapresiasi kerjakeras petani sehingga Pemkab Gresik meraih penghargaan Abdi Bakti Tani dari Kementerian Pertanian. Piagam Penghargaan diberikan oleh Wakil Presiden Ma’ruf Amin di Istana Wapres di Jakarta. 

“Penghargaan Abdi Bakti Tani yang saya terima kemarin, sejatinya adalah penghargaan kepada njenengan semua. Bapak, Ibu tani di Kabupaten Gresik. Terima kasih atas upayanya dalam peningkatan produktivitas padi,”ujar Gus Yani disambut tepuk tangan petani Desa Turirejo. 

Bupati kembali menegaskan komitmen pemerintah untuk melindungi para petani. Diantaranya, bersama DPRD Gresik membuat rancangan peraturan daerah (Ranperda) Inisiasi tentang rencana tata ruang wilayah (RTRW) yang tujuannya menjaga luas lahan pertanian agar tidak semakin berkurang di Gresik. 

“Sektor pertanian ini tidak boleh diremehkan, terbukti di masa pandemi seperti saat ini, sektor pertanian adalah sektor yang bisa bertahan menembus keterbatasan yang ada,”katanya.

Sementara itu, Camat Kedamean Arifin mengatakan, Kecamatan Kedamean, salah satu lumbung padi di Gresik. Luas lahan pertanian di Kecamatan Kedamean sekitar 3.400 hektare dari 6.400 hektare luas wilayah Kecamatan Kedamean. Rata-rata hasil panen padi 6,5 ton per hektare.  “Kecamatan Kedamean merupakan salah satu daerah penopang peningkatan produktivitas padi. Surplus padi di Kabupaten Gresik,”kata Arifin. (yad)

Pertahankan Surplus Beras, Usulkan Ranperda RTRW untuk Lindungi Lahan Pertanian Selengkapnya

MUI Gresik bersama Polda Jatim Lindungi Kiai dan Umat dengan Vaksinasi plus Hadiah Paket APD

GRESIK,1minute.id – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Gresik bekerjasama Polda Jatim dan Polres Gresik menggelar vaksinasi masal di Aula Masjid Agung Maulana Malik Ibrahim Gresik pada Selasa, 28 September 2021.

Vaksinasi Mandiri itu sebagai ikhtiar lahiriyah menjaga umat mendukung upaya Pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik mempercepat terbentuknya herd immunity warga Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. 

Vaksinasi untuk para kiai, pengurus dan keluarga MUI Gresik, guru madin dan TPQ, serta para dai dan masyarakat sekitar dihadiri oleh Kabid Dokkes Kombes Pol Erwin Zainul Hakim, Dirbinmas Kombes Pol Asep Rosadi serta Kapolres Gresik AKBP Mochammad Nur Azis. Vaksin yang disuntikkan berjenis Sinovac.

Ketua MUI Gresik KH Mansoer Shodiq mengatakan, pelaksanaan vaksinasi sebagai  ikhtiar lahiriyah mencapai herd immunity. “Disamping itu, vaksinasi ini sebagai upaya menjaga umat dari serangan virus Covid-19,”ujar KH Mansoer Shodiq kepada wartawan pada Selasa, 28 September 2021.

Kabid Dokkes Kombes Pol Erwin Zainul Hakim didampingi Dirbinmas Kombes Pol Asep Rosadi serta Kapolres Gresik AKBP Mochammad Nur Azis menyatakan, pihaknya siap mendukung penuh kegiatan vaksinasi yang diselenggarakan oleh MUI Gresik. Hal tersebut sebagai wujud Polres dalam mendukung percepatan Vaksinasi dan sebagai ikhtiar melawan Covid-19.

“Ada sebanyak 2.300 peserta yang mengikuti vaksinasi. Terdiri dari para kiai dan masyarakat sekitar Kebomas. Semoga dengan terlaksana vaksinasi penyebaran virus Covid-19 segera mereda,”kata dia.

Menariknya, dalam gelaran vaksinasi, panitia juga menyediakan foto board. Para peserta yang menggungah fotonya di media sosial dengan pose terbaik akan diberi hadiah. Panitia menyediakan 10 pemenang. Hadiahnya antara lain, berupa kaos cantik dan paket APD lengkap. (yad)

MUI Gresik bersama Polda Jatim Lindungi Kiai dan Umat dengan Vaksinasi plus Hadiah Paket APD Selengkapnya

Pasar Modal Indonesia dan Pemkab Gresik Kolaborasi Siapkan 51 Ribu Dosis Vaksin untuk Percepatan Herd Immunity

GRESIK,1minute.id – Ikhtiar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) melakukan percepatan pembentukan herd immunity mendapat sokongan dari Pasar Modal Indonesia. Pasar Modal Indonesia melalui Self-Regulatory Organization (SRO) terdiri dari PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kliring Penjamin Efek Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) didukung oleh Otoritas Jasa Keungan (OJK) menggelontor 51 ribu vaksin Sinovac untuk masyarakat Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik pada Senin, 27 September 2021.

Penyerahan ribuan vaksinasi dosis pertama dipusatkan Hal Parkir Selatan Kantor Bupati Gresik di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas, Gresik. Ribuan dosis vaksin itu diserahkan oleh Ketua Pelaksana HUT ke-44 Pasar Modal Indonesia Syarfuddin kepada Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani didampingi Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah.

Fandi Akhmad Yani mengatakan penanganan Covid-19 memang membutuhkan kolaborasi hebat dan juga gotong royong bersama. Kali ini, dirinya mendorong agar percepatan vaksinasi dilakukan dengan strategi yang berbeda dari sebelumnya. Vaksinasi dilakukan dengan cara masif di desa. 

“Strategi yang akan kita lakukan adalah dengan melakukan vaksinasi di desa-desa. Jadi 51 ribu dosis vaksin ini akan kami distribusikan ke desa-desa. Kita mulai bergerak ke Gresik bagian utara,”kata Gus Yani.

Pasar Modal Indonesia, imbuhnya, turut andil dalam percepatan laju vaksinasi di Gresik dengan memberikan 102 ribu jumlah total vaksin dosis 1 dan dosis 2 kepada Pemkab yang akan digunakan untuk masyarakat Gresik. Gus Yani optimis, antusias masyarakat dalam gelaran vaksinasi ini cukup tinggi. Dengan begitu, capaian herd immunity di Gresik dapat segera tercapai. 

“Kami minta para kades untuk turut aktif melakukan sosialisasi terkait dengan vaksinasi ini,”tegasnya. Pada kesempatan itu, Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani, berterima kasih kepada Pasar Modal Indonesia yang turut membantu Pemkab Gresik dan memberikan support vaksin kepada Gresik.

SIMBOLIS : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menerima penyerahan 51 ribu dosis vaksin dari Ketua Pelaksana HUT ke-44 Pasar Modal Indonesia di Gresik pada Senin, 27 September 2021 ( Foto: Humas Pemkab Gresik)

Sementara itu, Ketua Pelaksana HUT ke-44 Pasar Modal Indonesia Syarfuddin, menjelaskan bahwa vaksinasi Covid-19 merupakan salah satu hal yang diupayakan oleh Pasar Modal Indonesia untuk mewujudkan kesehatan herd immunity agar semua masyarakat dapat kembali produktif dalam kehidupan keseharian.

“Untuk mendukung dan mempercepat pemberian vaksin kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk membantu meringankan vaksin dan pelaksanaan vaksinasi, salah satunya dilakukan di kabupaten Gresik,”kata Syafruddin dalam sambutannya.

Penyerahan vaksinasi dilanjutkan dengan pemberian vaksinasi kepada masyarakat ini dihadiri Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufiq Ismail , Kapolres Gresik AKBPMuchamad NurAzis dan Plt Kepala Dinas Kesehatan Gresik dr Mukhibatul Khusnah. (yad)

Pasar Modal Indonesia dan Pemkab Gresik Kolaborasi Siapkan 51 Ribu Dosis Vaksin untuk Percepatan Herd Immunity Selengkapnya

Pemkab Gresik Terbaik Program Prioritas Nasional Keamanan Pangan dari BBPOM

GRESIK,1minute.id – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Surabaya mengganjar Pemkab Gresik dengan penghargaan untuk kategori Pemerintah Daerah Terbaik dalam Program Prioritas Nasional Keamanan Pangan di Jawa Timur. 

Apresiasi itu diberikan karena BPOM menganggap  Pemkab Gresik sukses dalam program pengawasan obat dan makanan untuk masyarakat Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik.  Piagam penghargaan itu diserahkan oleh Inspektur Utama BPOM RI Rr. Maya Gustina Andarini kepada Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah dalam rangkaian acara Pencanangan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) BBPOM di Surabaya pada Jumat, 24 September 2021.

Wabup Aminatun Habibah didampingi oleh Plt Kepala Dinas Kesehatan Gresik dr Mukhibatul Khusnah. Wakil Bupati Gresik, Aminatun Habibah mengucapkan terima kasih atas penghargaan yang diberikan BBPOM Surabaya.

Dikatakannya, penghargaan ini akan menjadi motivasi bagi Pemkab Gresik, terutama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dalam melakukan pengawasan obat dan makanan yang tujuan akhirnya adalah memastikan keamanan pangan masyarakat. 

Keberhasilan Gresik meraih penghargaan ini sejalan dengan masuknya 9 sekolah dan 2 desa binaan BBPOM Surabaya yang juga masuk dalam nominasi penghargaan BPPOM Surabaya. Bu Min-sapaan-Aminatun Habibah juga mengingatkan, penghargaan ini tidak lantas membuat kita berpuas diri atas kinerja yang selama ini sudah dilakukan.

“Justru kita jadikan penghargaan ini sebagai motivasi dan semangat untuk terus memberikan pengabdian yang terbaik kepada masyarakat,”katanya. (yad)

Pemkab Gresik Terbaik Program Prioritas Nasional Keamanan Pangan dari BBPOM Selengkapnya

Update Data Objektif, PKH plus Jaslut Bisa Entas Kemiskinan di Gresik

GRESIK,1minute.id – Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah mendatangi rumah nenek Sri, 84 tahun. Ia warga Desa Sirnoboyo, Kecamatan Benjeng. Usia lanjut membuat nenek Sri mengalami gangguan penglihatan dan pikun. Nenek Sri hanya bisa berbaring di tempat tidur dirumah yang sederhana. 

Kedatangan Wabup Aminatun Habibah bersama Plt Kepala Dinas Sosial Gresik Mahfud Ahmadi ; Camat Benjeng Suryo Wibowo ; serta Koordinator PKH Kabupaten Gresik Lestari Widodo untuk menyampaikan bantuan. Bantuan Program Keluarga Harapan plus Jaminan Sosial Lanjut Usia (PKH plus Jaslut).

Penyaluran PKH dan Jaslut dipusatkan di Balai Desa Sirnoboyo. Sebanyak 203 orang termasuk nenek Sri yang mendapatkan program triwulanan senilai Rp 2 juta tersebut. Penerima manfaat  PKH plus Jaslut minimal berusia 70 tahun.

Aminatun Habibah mengatakan bantuan sosial untuk masyarakat lanjut usia ini merupakan salah satu bantuan sosial dari pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup para lansia agar tidak menjadi beban di keluarga yang tidak mampu. Bu Min-sapaan-Aminatun Habibah mewanti-wanti kepada Kepala Desa dan tim pendamping PKH agar bantuan ini dikawal dan dipastikan tepat sasaran. Mulai dari tahap pendataan maupun ketika proses pencairan dana kepada penerima manfaat. 

“Kepada Kepala Desa dan minta agar pendataannya selalu update. Harus obyektif nggih. Benar-benar murni karena kondisi ekonomi calon penerima manfaatnya,” pesan Bu Min. Ketepatan data ini merupakan faktor yang penting dalam keberhasilan program bantuan sosial. Sebab, bantuan sosial ini ditujukan untuk masyarakat yang membutuhkan sehingga bisa memutus kemiskinan. “Kedepan, Kabupaten Gresik akan dijadikan proyek percontohan untuk pengentasan kemiskinan di wilayah,”kata Bu Min. 

PKH plus Jaslut kerja sama antara Pemerintah  Kabupaten (Pemkab) Gresik dengan Bappeda Provinsi Jawa Timur, dimana nanti akan diracik strategi yang pas bagaimana cara untuk mengurangi angka kemiskinan. “Semangatnya adalah, bagaimana semua masyarakat di Kabupaten Gresik ini bisa menjadi masyarakat yang sejahtera,”kata Bu Min. (yad)

Update Data Objektif, PKH plus Jaslut Bisa Entas Kemiskinan di Gresik Selengkapnya

Klinik Pratama Muslimat NU Pertama Diresmikan Bupati dan Wabup

GRESIK,1minute.id – Muslimat Nahdlatul Ulama kini memiliki klinik kesehatan. Klinik kali pertama di salah satu badan otonom (Banom) NU itu berlokasi di Desa Masangan, Kecamatan Bungah. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah meresmikan Klik Pratama NU pada Rabu, 22 September 2021.

Fandi Akhmad Yani  memberikan apresiasi terhadap Muslimat NU yang dinilai gigih atas kontribusinya terhadap pelayanan kesehatan. Muslimat NU hadir memberikan pelayanan kesehatan ditengah pandemi Covid-19. 

“Disaat pandemi belum berakhir, Muslimat NU hadir dengan membawa manfaat bagi masyarakat, yakni dengan beroperasinya klinik pratama. Bagi kami, ini merupakan bentuk kontribusi Muslimat NU terhadap pentingnya pelayanan kesehatan bagi masyarakat,”kata Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani.

Gus Yani menambahkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik siap mensupport apa yang menjadi kebutuhan klinik sehingga pelayanan kesehatan untuk masyarakat dapat dilakukan secara optimal. Bentuk support  Pemkab Gresik diantaranya beru bantuan keuangan senilai Rp 200 juta. Bantuan itu sebagai penunjang beropersasinya klinik tersebut. 

“Mudah-mudahan membawa keberkahan dan manfaat terhadap menunjang pelayanan kesehatan masyarakat agar lebih optimal,” katanya.

Sementara itu, Wakil Bupati Gresik Aminatun menambahkan klinik ini merupakan satu-satunya klinik pratama yang dimiliki organisasi Muslimat NU di Gresik. Dirinya berharap, klinik tersebut dapat membantu meringankan beban masyarakat, utamanya dalam pelayanan kesehatan. 

“Kami berharap pelayanan klinik ini dapat berjalan sebaik mungkin, sehingga masyarakat merasa dilayani dengan baik,”kata Bu Min. Klinik Pratama Muslimat NU ini dibawah naungan Yayasan Muslimat NU Kecamatan Bungah. (yad)

Klinik Pratama Muslimat NU Pertama Diresmikan Bupati dan Wabup Selengkapnya

Panen Tembakau Dulu, Lalu Serap Aspirasi Petani

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani semakin intensif melakukan komunikasi dengan petani. Menyerap aspirasi dari para “pendekar” pertanian. Kali ini, Bupati Fandi Akhmad Yani menyapa petani di Desa Mojoroto, Kecamatan Balongpanggang pada Rabu, 22 September 2021. Petani tembakau. 

Sehari sebelumnya, Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani menyapa petani tanaman padi di Desa Setro, Kecamatan Menganti.  Dalam kunjungan kerja ini, Gus Yani tidak sendirian. Mantan Ketua DPRD Gresik itu bersama dengan Kepala Dinas Pertanian Gresik Eko Anindito, Asisten Vice Presiden (VP) CSR Petrokimia Gresik Wawan Arjuna, Anggota DPRD Gresik Khomsatun, perwakilan Dinas Perkebunan Jawa Timur Ambar Purwati. Kemudian perwakilan dari BNI 46 serta Muspika Balongpanggang. 

“Ini sengaja saya mengajak tim lengkap, ibaratnya seperti toko, apa yang bapak,  ibu petani mau, kita ada,”kata Gus Yani disambut tepuk sorak petani dalam pertemuan lesehan itu.

Menurut Gus Yani, pertanian, salah sektor yang tahan banting dan menjadi penyangga perekonomian daerah. Terbukti di masa pandemi Covid-19 sektor pertanian mampu beradaptasi sehingga produktivitas hasil pertanian meningkatkan. 

Sebelumnya, Gus Yani melakukan panen tembakau  secara simbolis.Tanaman tembakau bisa dijadikan komoditi untuk menambah penghasilan dari petani, selain karena tidak membutuhkan banyak air, juga karena tanaman ini termasuk tanaman yang dihindari hama tikus. Tembakau dari Jawa Timur memberikan sumbangsih sebesar 50 persen dari produksi tembakau nasional. Rata-rata menghasilkan produksi sebanyak 120 ribu ton per tahun. (yad)

Panen Tembakau Dulu, Lalu Serap Aspirasi Petani Selengkapnya

Vaksinasi Pfizer Pertama, Masyarakat Antusias, MCCC Mengalokasikan 6 Ribu Dosis

GRESIK,1minute.id – Antusiasme masyarakat untuk vaksinasi patut mendapatkan apresiasi. Apalagi, vaksin dosis pertama merek Pfizer. Vaksinasi Pfizer kali pertama digelar massal di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. 

Penyelenggaranya, Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) Gresik. MCCC bekerja sama dengan Rumah Sakit Muhammadiyah Gresik (RSMG) dan Jaringan Rumah Sakit dan Klinik Muhammadiyah /Aisyiyah se-Kabupaten Gresik serta Dinas Kesehatan Gresik. Sebanyak 6 ribu dosis. Panitia menyiapkan 100 vaksinator.

Untuk mencegah terjadinya kerumunan massa, aksi mempercepat pembentukan herd immunity di Gresik dilakukan selama 4 hari, mulai Rabu sampai Sabtu, 22-25 September 2021. Gelaran vaksinasi ini dipusatkan di Gedung Dakwah Muhammadiyah (GDM) di Jalan Raya Permata Kompleks Perumahan Bunder Asri, Kecamatan Kebomas, Gresik. 

Sejak pukul 06.00, masyarakat yang hendak mengikuti vaksinasi yang sebelumnya melakukan pendaftaran online itu mengalir ke GDM. Vaksinasi dimulai pukul 08.00. Ribuan dosis itu diprioritaskan untuk masyarakat Gresik. Karena itu, proses administrasinya, peserta diharuskan menyerahkan foto kopi kartu tanda penduduk (KTP) menjelang pelaksanaan vaksinasi.

Panitia juga masih memberikan kelonggaran kepada warga non-KTP Gresik yang tinggal di luar wilayah kabupaten Gresik. Tetapi harus menyerahkan surat keterangan domisili dari desa/kelurahan. Ini dilakukan karena ditengarai banyak juga peserta yang berasal dari pekerja di Gresik, tetapi masih ber-KTP dari daerah asal di luar Gresik.

“Karena jumlah dosisnya lumayan banyak, kami juga melayani warga non-KTP Gresik. Tapi kami minta ada surat keterangan domisili, bahwa mereka memang tinggal di Gresik,”ujar Direktur RSMG dr Imam Suyuthi, Sp.An, didampingi Humasnya, Amang F. Rahman di sela pelaksanaan vaksinasi di GDM Gresik pada Rabu, 22 September 2021.

Untuk bisa tetap dalam jalur protokol kesehatan, panitia menyiapkan puluhan tenaga khusus dari Kokam untuk membantu pengamanan dan penertiban peserta. “Insya Allah bisa berjalan sesuai harapan dan tetap berada dalam koridor protokol kesehatan. Per hari kami plot untuk 1.500 dosis,”ujarnya.

Sementara Ketua MCCC Gresik Hilmi Aziz mengatakan, pelaksanaan vaksinasi ini sebagai bentuk ikhtiar kesehatan dan kepedulian kepada masyarakat, sekaligus membantu program pemerintah menghadang pandemi. Dikatakan, meski Gresik sudah berada di zona hijau atau level-1, masyarakat tidak boleh lengah dan terus waspada dalam berperilaku, khususnya terkait kesehatan.

“Sekarang kita memang sudah berada di zona hijau. Tetapi, kalau kita tidak hati-hati, bahkan sembrono, bukan tidak mungkin yang sudah hijau ini balik ke kuning atau orange, seperti sebelumnya. Karena itu, vaksinasi ini sebagai ihtiar kita agar masyarakat terus sehat,”tandas Hilmi yang juga Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik ini. (*)  

Vaksinasi Pfizer Pertama, Masyarakat Antusias, MCCC Mengalokasikan 6 Ribu Dosis Selengkapnya