GRESIK,1minute.id – Upacara HUT ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia di halaman Kantor Bupati Gresik terasa khidmat pada Selasa,17 Agustus 2021. Masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) tidak membuat semangat pasukan pengibar bendera Merah-Putih kendur.
Para Ksatria itu tetap bersemangat mengibarkan sang saka Merah-Putih. Pimpinan Upacara Peringatan Hari Kemerdekaan itu adalah Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. Ini kali pertama Bupati termuda dalam sejarah Pemkab Gresik menjadi pemimpin upacara di HUT ke-76 Kemerdekaan R.I ini. Bupati Fandi Akhmad Yani dilantik sebagai Bupati Gresik pada 26 Februari 2021.
Peserta dan undangan dalam peringatan Hari Kemerdekaan yang kali ini mengangkat tema ” Indonesia Tangguh Indonesia Tumbuh” dibatasi. Protokol kesehatan (prokes) ketat. Bila tahun sebelumnya, anggota pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka) berjumlah 75 orang. Tahun ini “hanya” berjumlah 38 orang.
Komandan Upacara adalah Danramil Kebomas Kapten Inf Pariono. Pembaca teks Proklamasi dibacakan Ketua DPRD Gresik Much Abdul Qosir. Sedangkan, pembawa bendera pusaka Naura Khairunnisa (SMAN Kebomas) serta pengibar bendera masing-masing Aldo Jaguar Rianto (SMAN Cerme), Rangga Rasen Driya (SMAN Sidayu), Romadhon Fajrul Falah (SMAN I Manyar).
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang memimpin upacara didampingi wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah secara simbolis menyerahkan Piagam Penghargaan Presiden Satya Lencana Karya Satya kesetiaan 10 tahun, 20 tahun dan 30 tahun kepada 370, yang diwakili oleh 6 orang ASN Pemkab Gresik.
Gus Yani Bupati dan Bu Min Wabup juga secara simbolis menyerahkan Surat Keputusan Menkumham RI tentang Remisi kepada 408 orang warga Binaan Rumah Tahanan (Rutan) kelas II B Gresik yang diwakili oleh 4 orang warga Binaan.
Dihadapan peserta Upacara dan Undangan, Gus Yani dan Bu Min yang juga didampingi oleh Kepala Rutan Aris Sukariyadi menyerahkan SK remisi tersebut kepada perwakilan warga binaan. “Setelah ini harus lebih baik, dan jangan ulangi lagi keslahan yang sama. Berbuatlah yang baik-baik saja” pesan Bupati Gus Yani kepada M. Yunus salah seorang warga Binaan. (yad)
GRESIK,1minute.id – Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Gresik 2021, resmi dikukuhkan oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani.Pengukuhan para Ksatria yang akan mengibarkan bendera Merah Putih dalam HUT ke-76 Kemerdekaan R.I dilakukan di Mandala Bhakti Praja Kantor Bupati pada Senin sore, 16 Agustus 2021.
CIUM MERAH-PUTIH: Silviana Adelia Putri mencium bendera Merah-Putih dalam Upacara pengukuhan Anggota Paskibraka di Ruang Mandala Bhakti Praja Kantor Bupati Gresik pada Senin sore , 16 Agustus 2021 ( Foto: chusnul cahyadi/1minute.id)
Ada nuansa beda dalam upacara Pengukuhan Anggota Paskibraka pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 ini. Upacara pengukuhan hanya diikuti sebagian anggota. Sebagian lainnya mengikuti upacara dari vurtual dari tempat mereka melakukan karantina.
Meski demikian, suasana tetap berlangsung khidmat dan haru. Terutama saat mereka mengucapkan ikrar Putra Indonesia dan saat melakukan prosesi mencium sang saka merah putih dengan komandan upacara Silviana Adelia Putri.
IKRAR INDONESIA: Anggota Paskibraka Gresik dalam Upacara Pengukuhan Anggota Paskibraka di Ruang Mandala Bhakti Praja Kantor Bupati Gresik pada Senin sore, 16 Agustus 2021 ( foto: chusnul cahyadi/1minute.id)
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dalam amanatnya memberikan motivasi dan semangat kepada putra-putri terbaik di Kota Santri ini. Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani, mereka bisa terus berbuat yang terbaik untuk bangsa dan negara dengan tetap mengedepankan Iman, akhlak dan budi pekerti yang luhur. “Jemputlah masa depan yang gemilang. Wujudkan dengan kerja keras,”kata mantan Ketua DPRD Gresik itu.
Sehingga bisa mewujudkan Indonesia Tangguh Indonesia Tumbuh sesuai tema Peringatan Hari Ulang Tahun ke 76 Kemerdekaan Republik Indonesia. Gus Yani juga mendoakan kepada seluruh anggota Paskibraka bisa mewujudkan cita-citanya dan diberikan kelancaran dalam bertugas. Upacara Pengukuhan Anggota Paskibraka 2021 dihadiri oleh Forkopimda dan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Gresik. (yad)
GRESIK,1minute.id- Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP Hipmi), Badan Pengurus Daerah (BPD) Hipmi Jawa Timur, dan Badan Pengurus Cabang (BPC) Hipmi Gresik menggelar vaksinasi massal Covid-19 di Pelabuhan Gresik. Sebanyak 10.000 dosis vaksin disiapkan untuk masyarakat ini digelar selama 5 hari mulai Senin, 16 Agustus 2021.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang membuka vaksinasi masal yang dihadiri pengurus HIPMI dari pusat hingga daerah itu.
Fandi Akhmad Yani mengatakan vaksinasi massal ini sebagai ikhtiar dalam percepatan penanganan Covid-19 dengan membentuk herd immunity di Gresik. “Hikmah dari pandemi mendorong rasa kemanusiaan. Bersama-sama HIPMI agar ada kecepatan dan Alhamdulillah ini lokasinya di pelabuhan,”kata Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani.
Ia melanjutkan vaksinasi massal selama 5 hari ini dengan tujuan adalah pemulihan ekonomi. Pelabuhan salah satu fasilitas penggerak perekonomian. “Investasi harus sehat Pelabuhan harus sehat karena kunci pemulihan ekonomi adalah investasi terus berjalan mudah-mudahan dengan program vaksinasi massal yang diselenggarakan oleh Hipmi mendorong pemulihan ekonomi,”kata mantan Ketua DPRD Gresik itu.
Vaksinasi massal ini diperuntukkan untuk masyarakat maritim. Banyak asosiasi yang berkecimpung di Pelabuhan. “Vaksinasi ini juga masyarakat sekitar Pelabuhan Gresik,”tegas Gus Yani.
Ketua Umum BPP Hipmi Mardani H. Maming mengatakan, program ini digeber Hipmi untuk membantu percepatan vaksinasi demi melindungi masyarakat dari penularan Covid-19. Program Hipmi digelar nasional bertajuk Hipmi Peduli. Anggaran untuk vaksinasi ini hasil urunan anggota terkumpul sebesar Rp 21 miliar. “Program Hipmi pertama di Jakarta. Hari ini di Gresik, Jawa Timur. Berikutnya, Banten, Jawa Barat dan Solo, Jawa Tengah,”tegas Mardani.
BARENG: Forkopimda dan Pengurus Hipmi dalam vaksinasi massal di Pelabuhan Gresik pada Senin, 16 Agustus 2021 (Foto : chusnul cahyadi/1minute.id)
Dia berharap program vaksinasi secara nasional sebanyak 50 ribu vaksin bisa tercapai tepat waktu. “Khusus di Pelabuhan Gresik ini selama 5 hari targetnya 10 ribu vaksin,”tegas Bupati Tanah Bumbu Kalimantan Selatan dua periode 2010 – 2018 itu.
Program vaksinasi yang digelar Hipmi di Gresik bertajuk “Vaksin Aman Masyarakat Sehat”, program ini berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Gresik, PT. Pelindo III Gresik, Relawan Tangguh Gresik, dan berbagai elemen masyarakat lainnya.
Vaksinasi massal di pelabuhan Gresik yang memiliki historis yang luar biasa dalam persebaran Islam di Jawa dan Nusantara itu terasa istimewa karena dihadiri artis yang juga youtuber Baim Wong. Forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) Gresik Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail dan Ketua DPRD Gresik Much Abdul Qodir. Serta Ketua BPD Hipmi Jawa Timur Rois S Maming dan pengurus Hipmi Gresik.
“Kami akan terus mendukung program percepatan vaksinasi ini. Dengan vaksinasi, kita berharap masyarakat semakin terlindungi, dan pada akhirnya aktivitas sosial-ekonomi bisa kembali bergerak secara bertahap,”kata lelaki 40 tahun itu. (yad)
GRESIK,1minute.id – Tren kasus Covid-19 menurun. Pemkab Gresik berencana melakukan percepatan vaksinasi kepada masyarakat Kota Santri. Vaksinasi masal nanti, Pemkab Gresik berkolaborasi dengan tenaga kesehatan (nakes) Kota Surabaya dan Sidoarjo. Sinergitas itu dilakukan untuk percepatan membentuk herd immunity minimal 70 persen jumlah penduduk Kota Santri.
Sinergitas tiga puncuk pimpinan di Surabaya Raya ( Surabaya, Gresik dan Sidoarjo) ini akan diawali dari Kota Pahlawan, Surabaya. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Gresik mengatakan, fokus penyerbuan vaksin pertama ada di Kota Surabaya. Nakes dari Gresik dan Sidoarjo membantu melakukan vaksinasi masal masyarakat Kota Pahlawan itu.
“Kami sudah ada kesepakatan bersama dengan Pemkot Surabaya dan Pemkab Sidoarjo melakukan serbuan vaksinasi ini. Dan semua nakes dari Gresik akan ditempatkan di Surabaya,”ujar Fandi Akhmad Yani pada Jumat, 13 Agustus 2021.
Untuk serbuan vaksinasi terakhir, Gus Yani-panggil akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani, dilakukan di Kabupaten Sidoarjo. Nakes dari Surabaya serta Gresik akan bersama-sama membantu wilayah itu melakukan vaksinasi masal masyarakat setempat.
Dia berharap agar upaya kerja sama tiga pemerintah daerah di Surabaya Raya akan mempercepat kekebalan komunal di wilayah Surabaya dan sekitarnya. Hal tersebut sesuai target pemerintah pusat yakni mencapai 70 persen pada akhir 2021.
“Kami harapkan kekebalan komunal masyarakat Surabaya Raya bisa mencapai 70 persen pada akhir 2021, sesuai target pemerintah pusat,”ujar mantan Ketua DPRD Gresik itu.
Kapan serbuan vaksinasi kalaborasi di Surabaya dimulai, Gus Yani mengaku masih menunggu droping vaksin dari pemerintah pusat diperkirakan akhir Agustus sampai September 2021.
”Untuk saat ini, vaksin di Gresik sudah habis. Hanya tinggal dosis kedua. Nanti, ketika tiba vaksin secara besar-besaran baru program serbuan vaksinasi Surabaya Raya kami lakukan bersama,”terangnya.
Disisi lain, Pemkab Gresik merencanakan pemberian vaksinasi untuk penyandang disabilitas. Jumlah mereka diperkirakan 600-an orang. “Sedangkan, kami diskusikan tempat dan waktu pelaksanaannya,”kata Gus Yani.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Gresik drg Saifudin Ghozali menambahkan saat ini keterisian tempat tidur di seluruh sakit di Kabupaten Gresik saat ini telah mengalami penurunan sampai 35,98 persen. Sebelumnya, BOR di sejumlah di RS rujukan Covid-19 Gresik mencapai diatas 86 persen, kemudian turun menjadi rata-rata 68 persen. “Dan saat ini 35,98 persen,”kata Ghozali. (yad)
GRESIK, 1minute.id- Satu lagi perusahaan berjuang bersama Pemkab Gresik dalam mencegah persebaran coronavirus disease 2019 (Covid-19) di Kota Santri. Perusahaan itu adalah PT Petro Oxo Nusantara (PON). Perusahaan yang sahamnya dimiliki pemerintah sebesar 50 persen itu mendonasikan bantuan senilai Rp 6,5 miliar kepada Pemkab Gresik dan masyarakat sekitar perusahaan yang berlokasi di Jalan RE Martadinata, Kelurahan Tlogopojok, Kecamatan Gresik itu.
Bantuan bernilai miliaran rupiah dalam bentuk barang untuk kebutuhan membantu Pemkab Gresik dalam penanganan wabah yang memasuki tahun kedua itu bertajuk “PON Peduli” itu diserahkan secara simbolis oleh Direktur Utama (Dirut) PON Jaya Martapa kepada Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah.
Direktur Utama PT Petro Oxo Nusantara Gresik Jaya Martapa mengatakan program “PON PEDULI” merupakan bukti nyata perusahaan dalam penanggulangan pandemi Covid-19. Utamanya di wilayah operasional perusahaan. “Program ini merupakan bentuk nyata kepedulian dari PT Petro Oxo Nusantara terhadap kondisi pandemi yang kian memprihatinkan. Ke depan, perusahaan akan selalu berkontribusi lagi kepada masyarakat dengan program- program lainnya. Kami akan selalu membantu masyarakat kota Gresik secara umum dan masyarakat di lingkungan sekitar Pabrik,”ujar Jaya Martapa dalam sambutan peresmian program “PON PEDULI” pada Jumat, 13 Agustus 2021.
Rangkaian “PON PEDULI” yang digelar selama 5 bulan mulai Agustus – Desember terdiri atas menciptakan Kampung Tangguh yang ada di sekitar area pabrik. Memberikan pelayanan ambulans sejumlah empat unit. Pemberian asupan bagi semua warga yang terpapar virus COVID-19 sebanyak 3 kali sehari selama menjalankan masa isolasi.
Kemudian, bantuan paket sembako yang berisi beras 5 kg, minyak goreng 2 liter, gula 1 kg dan mie instan 1 dus sebanyak 10.500 paket kepada masyarakat yang terdampak virus COVID-19. “Utamanya, warga yang tinggal kelurahan Tlogopojok dan kelurahan Lumpur. Selain itu juga menyerahkan 1500 paket sembako ke Pemda Gresik,”paparnya.
Tidak itu saja, perusahaan yang sahamnya dimiliki Kementrian Keuangan dan Pertamina melalui PT Tuban Petrochemical Industries (TubanPetro) juga memberikan bantuan alat Pelindung Diri (APD) dan perlengkapan medis. Antara lain, tenaga kesehatan ( Nakes) yang terdiri dari 20 buah tabung oksigen berukuran 6 m3. Juga 3 ribu baju hazmat, 1.000 buah gown medis, 1.000 buah appron medis, 10.000 buah masker medis, 3.000 buah masker N95, 20.000 buah sarung tangan latex dan 100 buah kantong jenazah.
Disampaikan Jaya–panggilan akrabnya–di tengah pandemi, kerja sama dan bahu membahu dari semua pihak. Baik pemerintah, korporasi dan tokoh masyarakat, akan jadi salah satu kunci utama dalam upaya penanggulangan pandemi. Prinsip sinergi itulah yang menjadi visi dalam kegiatan Corporate Social Responsibilty (CSR) yang dilakukan PT Petro Oxo Nusantara melalui program “PON PEDULI”.
Masih menurut Jaya, peluncuran PON PEDULI itu dilakukan dengan dua pertimbangan. Kali pertama, sebut Jaya Martapa, perusahaan tetap mampu menjaga kinerja bisnis di tengah tantangan pandemi. Pertumbuhan bisnis juga semakin meningkat seiring dengan semakin tingginya permintaan terhadap produk yang dihasilkan perusahaan.
Sebagai catatan, bisnis PON bergerak di bidang industri 2-Ethyl Hexanol (2EH), Iso-Butanol (IBA), N-Butanol (NBA) dan Liquid Carbon Dioxide (LCO2) untuk konsumsi dalam negeri maupun ekspor dimana telah berkontribusi bagi pemasukan devisa negara.
Kapasitas produksi 150.000 MT untuk Ethyl Hexanol dan Isobutanol menjadikan PON sebagai produsen terbesar di Indonesia, dengan penjualan 80 persen ekspor. “Ekspor kita sebagaian besar ke China,”katanya. Pertimbangan kedua adalah, rasa keprihatinan manajemen ketika 4 diantara 66 orang pegawai mereka terpapar Covid-19 meninggal.
BANTUAN SEMBAKO: Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah menyerahkan bantuan dari Program PON PEDULI kepada masyarakat disaksikan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Dirut PON Jaya Martapa pada Jumat, 13 Agustus 2021 (foto: chusnul cahyadi/1minute.id)
“Mereka meninggal pagi hari. Tapi, baru bisa dimakamkan malam hari karena keterbatasan mobil ambulans,”ujarnya dengan nada lirih. Manajemen memutuskan untuk memberikan bantuan berupa 4 unit mobil ambulans untuk Pemkab Gresik. Dalam pengamatan 1minute.id, mobil jenis MPV yang telah dimodifikasi menjadi mobil ambulans. Dalam mobil itu dilengkapi vastafel, dan keranda untuk jenazah.
Bupati Fandi Akhmad Yani dan Dirut PON Jaya Martapa sempat menjajal ambulans kinyis-kinyis itu. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan terima kasih kepada PT Petro Oxo Nusantara yang terus peduli dengan lingkungan sekitar khususnya warga Kota Gresik. Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani yakin, bantuan yang telah diberikan akan berdampak signifikan bagi usaha penanganan pandemi COVID 19 di kota Santri, Gresik. “Semua bantuan dari PT Petro Oxo Nusantara (PON) akan disebar ke semua wilayah Kota Gresik,”kata mantan Ketua DPRD Gresik itu.
“Saya berdoa semoga PT Petro Oxo Nusantara selalu sukses ke depannya, dan dapat selalu berkontribusi kepada pembangunan negeri ini,”kata Fandi. Pada kesempatan itu, Gus Yani juga menyinggung tentang perkembangan kasus Covid-19 di Gresik. Ia mengungkapkan kasus Covid-19 mengalami tren menurun. “Semoga terus menurun, dan menjadi zona oranye hingga hijau,”imbuhnya.
Sementara Lurah itu, Tlogopojok Muhammad Iqbal, menyampaikan terimakasih karena PT Petro Oxo Nusantara tidak henti-hentinya selalu hadir membantu warga. Terlebih lagi di masa sulit akibat pandemi ini. Harapannya, PT PON makin sukses dan karyawannya selalu dalam lindungan YME. (yad)
GRESIK,1minute.id – Nia Naelul Hasanah Ridwan angkat bicara terkait penemuan guci diduga zaman Dinasti Ming di Perairan Bawean. Peneliti Arkeologi Maritim KKP, dan Kepala Loka Riset Sumber Daya dan Kerentana Pesisir, Pusat Riset Kelautan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan itu menyatakan penemuan tinggalan arkeologis berupa guci-guci gerabah (Earthenware Storage Jar) atau yang disebut juga sebagai “Martaban” dari bawah air Pulau Bawean oleh nelayan Pulau Bawean pada Juni 2021 merupakan bukti fisik arkeologis yang memperkuat narasi tentang peran penting Pulau Bawean di Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur dalam sejarah maritim Nusantara.
Guci-guci gerabah atau tembikar yang berglasir kuning kecoklatan, mempunyai pegangan (loop handles) di bagian bahu, dan mempunyai motif dekorasi berupa naga tersebut kemungkinan berasal dari masa Dinasti Ming (1368-1644 M) yang berkuasa setelah masa keruntuhan Dinasti Yuan (1271-1368). Guci gerabah dengan bentuk dan model seperti yang ditemukan di perairan Pulau Bawean ini umum diproduksi di sejumlah Kiln di wilayah Southern China seperti Guangdong dan masih dapat ditemukan hingga masa Dinasti Qing (1644–1912 M).
Guci Martaban umum digunakan dalam transportasi barang dalam perdagangan dengan China, negara-negara di Asia Tenggara seperti Thailand, Vietnam, Burma, Kamboja dan kerajaan-kerajaan yang berada di Nusantara.
Guci-guci tersebut dapat menjadi barang komoditas untuk diperdagangkan, sebagai sebagai wahana untuk menyimpan barang komoditas lain seperti biji-bijian, teh, piring dan mangkok porselen, dan juga sebagai alat untuk menyimpan bahan makanan bahan makanan seperti saus, tepung, dan juga air.
Guci tembikar banyak ditemukan di situs-situs kapal karam di Indonesia yang berada di Jalur Rempah dan Sutra Laut (Maritime Silk and Spice Route) yang menghubungkan Dunia Timur dengan Dunia Barat dan membentang dari Asia Timur (China, Jepang) hingga ke Asia Barat, Afrika dan Eropa dengan melewati Asia Tenggara dan Asia Selatan.
PETA perairan Pulau Bawean, Gresik, Jawa Timur
Perairan Nusantara beserta pulau-pulaunya termasuk Pulau Bawean memegang peranan sangat penting dalam sejarah pelayaran dan perdagangan internasional sejak dulu kala karena Indonesia berada di jalur utama dan juga persimpangan Maritime Silk and Spice Route sehingga banyak kapal-kapal asing dari berbagai negara yang datang dan melewati perairan Nusantara.
Pelayaran dan perdagangan dunia juga melibatkan masyarakat di pulau-pulau di wilayah Nusantara baik masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil maupun penduduk di pedalaman sebagai penghasil komoditas seperti rempah dari Indonesia Timur berupa pala dan cengkeh dari Ternate, Tidore, Banda, lada dari Banten dan Lampung, barang tambang seperti emas dan perak dari Sumatera, dan komoditas hasil bumi lainnya.
Banyak pulau-pulau di Indonesia juga menjadi tempat singgah kapal-kapal yang berlayar untuk melakukan tukar menukar atau jual beli, mengisi persediaan air, atau menunggu angin yang cocok untuk berlayar kembali.
Penemuan guci dari China dari bawah air Pulau Bawean dari masa sekitar Dinasti Ming atau Qing tersebut dan banyaknya tinggalan arkeologis lain di pulau Bawean seperti keramik dari masa Dinasti Yuan, keramik Asia Tenggara dan Eropa, koin-koin dari China maupun masa VOC dan pemerintahan kolonial Belanda, meriam-meriam kuno, adanya pelabuhan kuno Bawean dan sarana pendukungnya seperti di Desa Sawahmulya dan Sangkapura, adanya nisan-nisan kuno, arca Budha dari perunggu, stupika, penemuan situs kapal karam di Gosong Gili dan di dekat Pulau Nusa ini, serta adanya sejumlah toponomi (nama unsur geografis) seperti Pulau Cina dan Tanjung Cina menunjukkan bahwa Pulau Bawean mempunyai perjalanan sejarah cukup panjang dan latar historis yang sangat menarik yang berhubungan dengan berbagai bangsa asing sejak zaman dahulu.
MARTABAN: Guci diduga zaman Dinasti Ming yang terjaring oleh nelayan yang menggunakan alat penangkap ikan cantrang di perairan Bawean (foto: tangkapan layar konservasi Bawean for 1minute.id)
Pulau Bawean juga dihuni oleh masyarakat dari berbagai tempat di Nusantara seperti Jawa, Madura, Kalimantan, Sulawesi, dan lain-lain, memperlihatkan juga bahwa sejak dahulu kala Bawean telah dikunjungi dan berinteraksi dengan berbagai orang dari berbagai pulau di Nusantara sendiri maupun dari negara lain.
Posisi geografis Bawean juga sangat strategis sebagai titik yang menghubungkan wilayah barat Indonesia dari Selat Malaka, Laut China Selatan, ke Selat Sunda, dan Laut Jawa dengan bagian tengah Indonesia kemudian menuju ke arah atas ke Selat Makassar yang mengarah ke Filipina, China, Jepang dan ke arah timur yaitu ke wilayah-wilayah penghasil rempah eksotis di Nusantara.
Dalam sejarah Pulau Bawean, disebutkan bahwa sejumlah pelaut dari Kerajaan Majapahit menemukan Pulau Bawean sekitar tahun 1350 yang merupakan masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk di Majaphit. Para pelaut Majaphit tersebut terdampar di Bawean saat terjebak badai di Laut Jawa.
Hal tersebut membuktikan bahwa Pulau Bawean sangat penting bagi kapal-kapal yang berlayar di Laut Jawa yang membutuhkan tempat perlindungan di saat kondisi cuaca di laut berbahaya untuk pelayaran. Akan tetapi, kondisi perairan Bawean di beberapa lokasi juga cukup berbahaya karena banyak terdapat beting karang dengan kedalaman yang dangkal yang dapat membahayakan kapal yang berlayar sehingga tidak heran apabila ditemukan bangkai kapal karam di Gosong Gili dan area sekitar Pulau Nusa.
Latar historis menyebutkan bahwa Pulau Bawean pernah dikunjungi oleh armada yang membawa rombongan puteri Kerajaan Champa di Kamboja yang diyakini sebagai ibu dari Sunan Ampel. Puteri tersebut kemudian meninggal di Pulau Bawean dan saat ini makamnya terletak di Tanjung Putri, Desa Kumalasa.
Sejarah terdamparnya pelaut dari Majapahit, cerita mengenai puteri dari Champa, dan adanya temuan keramik dari masa Dinasti Yuan yang berkuasa di tahun 1271-1368 serta temuan guci bawah air dari masa Dinasti Ming menunjukkan bahwa Bawean pernah menjadi titik yang penting yang terkait dengan berbagai kerajaan besar di Asia Tenggara yaitu Champa dan Majapahit, dan juga kekaisaran China dari Yuan Mongol dan Dinasti Ming.
Guci-guci tembikar dari bawah air Bawean yang merupakan Benda Muatan Kapal Tenggelam (BMKT) dan keberadaan situs kapal karam di Bawean perlu dilindungi, dilestarikan dan dapat dikembangkan sesuai dengan amanat dari Undang-Undang Nomor 11 tahun 2010 tentang Perlindungan Cagar Budaya, Undang-Undang Kelautan Nomor 32 tahun 2014, dan UU Nomor 1 tahun 2014 Tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2007 Tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil.
Situs bawah air temat ditemukannya guci-guci tembikar perlu dikaji secara ilmiah untuk diketahui secara pasti kondisinya saat ini baik kondisi situs, kondisi BMKT, dan kondisi ekosistem serta kondisi fisik lingkungannya. Apabila kondisi situs masih baik dengan temuan BMKT di dalamnya, maka situs dapat dimanfaatkan secara lestari dan berkelanjutan dengan menjadikannya sebagai lokasi wisata selam minat khusus yaitu shipwreck diving yang tentu saja harus sejalan dengan upaya pelindungan dan pelestariannya.
Keterlibatan masyarakat dan pemerintah daerah secara aktif di Bawean, Kabupaten Gresik, maupun Pemprov Jawa Timur sangat diperlukan dalam upaya pelindungan, pelestarian dan pengembangannya ke depan.
Sosialisasi kepada masyarakat nelayan dan masyarakat Bawean umumnya perlu dilakukan agar masyarakat mengetahui bahwa artefak dari bawah air perlu dilindungi dan tidak boleh dijarah karena dapat berimplikasi terhadap masalah hukum sesuai dengan legislasi nasional Indonesia.
Pemerintah daerah juga diharapkan untuk segera memberikan perhatian terhadap temuan bawah air ini dengan menggandeng pemerintah pusat dikarenakan peninggalan dari laut di Bawean sangat penting sebagai bukti dan saksi sejarah pentingnya Pulau Bawean di Jalur Rempah dan Sutera Maritim yang sangat signifikan untuk memperkuat sejarah maritim Nusantara.
Penulis :
Peneliti Arkeologi Maritim KKP, dan Kepala Loka Riset Sumber Daya dan Kerentana Pesisir, Pusat Riset Kelautan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan.
GRESIK,1minute.id – Capaian positif diraih Satgas Covid-19 di Kota Santri. Selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 periode 3-9 Agustus 2021 semua pasien berjumlah 370 di rumah sakit lapangan Gelora Joko Samudro (G-JOS) bisa sembuh. Sembuh 100 persen.
Hal itu terungkap dalam rapat analisa dan evaluasi (Anev) yang dipimpin Komandan Satgas Covid-19 Gresik yang juga Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Wakil Satgas Covid-19 Gresik Aminatun Habibah, Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail dan Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto di ruang Graita Eka Praja Kantor Bupati Gresik pada Kamis, 12 Agustus 2021.
Anev diikuti secara daring oleh seluruh Kepala OPD, Camat, Kapolsek, Danramil, Kepala Puskesmas dan Kades/Lurah serta seluruh relawan tracing, testing dan treatment (3T) di Gresik. Fandi Akhmad Yani menyatakan Rumah Sakit Lapangan G-JOS menjadi tempat perawatan sangat representatif bagi pasien Covid-19 kategori ringan hingga sedang di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik.
Sebab, di rumah sakit indoor berlokasi di Jalan Veteran, Desa Segoromadu, Kecamatan Kebomas, Gresik itu ditangani oleh petugas kesehatan yang terlatih untuk melakukan perawatan bagi pasien Covid-19. Selain itu, rumah sakit lapangan itu juga disediakan fasilitas yang sangat baik. Mulai ketersediaan obat, vitamin hingga oksigen medis untuk semua pasien.
Berdasarkan data kasus Covid-19 aktif yang tercatat mulai 3-9 Agusus 2021 berjumlah 938 orang. Rinciannya, sekitar 250 orang di rawat semua rumah sakit rujukan Covid-19 di Gresik. Sedangkan, sisanya menjalani isolasi mandiri (isoman). “Kita menghimbau kepada pasien isolasi mandiri untuk mau menjalani perawatan di rumah sakit lapangan G-JOS,”kata Gus Yani-panggil akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani pada Kamis,12 Agustus 2021.
Pada kesempatan itu, imbuh mantan Ketua DPRD Gresik itu, meminta kepada seluruh Camat dan Kepala Desa untuk membantu kegiatan 3T dan mensosialisasikan kepada masyarakat tentang kegiatan 3T tersebut dan protokol kesehatan. “Saya berharap Kades membantu relawan nakes untuk mengarahkan pasien yang isoman agar mau isolasi terpusat di Gelora Joko Samudro. Fasilitasnya lengkap ada dokter spesialis, oksigen yang tak terbatas, obat-obatan yang lengkap dan konsumsi tiga kali sehari,”tandas Gus Yani.
Bagaimana dengan penjemputan dan pengantaran pasien isoman menuju Isoter di G-JOS? Bupati Fandi Akhmad Yani menegaskan untuk penjemputan dan pengantaran pasien ke Gejos, semua Posko darurat yang ada di Gresik siap membantu.
RAKOR EVALUASI PPKM: Komandan Satgas Covid-19 juga Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani ketika memimpin rapat evaluasi PPKM di Ruang Graita Eka Praja Kantor Bupati Gresik pada Kamis, 12 Agustus 2021 (foto: Humas Pemkab Gresik for 1minute.id)
Menanggapi kasus Covid yang makin menurun, Wabup Aminatun Habibah meminta agar masyarakat tidak lengah. Masyarakat juga harus jujur dan mau di tracing, testing dan treatmen. “Kami berharap tidak lama lagi kita masuk zona oranye bahkan bisa segera masuk zona kuning agar pembelajaran tatap muka bisa dilaksanakan dan ekonomi bergerak kembali,”katanya optimis.
Senada, Ketua DPRD Gresik Abdul Qodir dan Komandan Kodim 0817 Gresik Letkol Infantri Taufik Ismail juga berharap agar masyarakat jangan lengah sampai membuat euforia masyarakat menjadi berlebihan. “Kita tetap prokes dan memaksimalkan Prokes dan 3T.
Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melaporkan bahwa pihaknya sudah menugaskan aparat kepolisian yang ada dibawahnya untuk mendukung dan melaksanakan 3T, menitikberatkan kepada 15 kontak erat dengan pasien positif.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Gresik Syaifudin Ghozali menambahkan tak hanya pasien rumah sakit lapangan G-JOS yang sembuh 100 persen atau 370 pasien. Kasus Covid-19 di Gresik saat ini mengalami tren menurun. Bed Ocupancy rate (BOR) atau tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit juga mengalami penurunan. Saat ini BOR hanya 35,98 persen.
“Posisi kita saat ini hampir mendekati zona oranye. Di rumah sakit lapangan G-JOS banyak tempat tidur yang kosong dan hanya 30 orang yang tengah dirawat disana,”kata Ghozali. (yad)
GRESIK, 1minute.id – Pandemi Covid-19 belum berakhir. Eksekutif dan legislatif Gresik optimistis anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Gresik pada 2026 di Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) belanja mencapai Rp 5 triliun. Sedangkan anggaran pendapatan mencapai Rp 4,5 triliun.
Hal ini diungkapkan Juru Bicara (Jubir) DPRD Gresik Jumanto saat menyampaikan laporan badan anggaran (banggar) dan pengambilan keputusan terhadap RPJMD 2021-2026 dalam rapat paripurna di gedung DPRD Gresik pada Selasa lalu, 10 Agustus 2021.
Paripurna yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Ahmad Nurhamim didampingi Ketua DPRD Much Abdul Qodir, dan Nur Saidah ini, dihadiri Bupati Fandi Ahmad Yani, Wabup Aminatun Habibah, dan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) secara virtual.
Jumanto menyatakan, proyeksi APBD Rp 5 triliun dan pendapatan Rp 4,5 triliun ini mengalami kenaikan dari proyeksi yang diajukan oleh Pemerintah Kabupaten Gresik sebelumnya. Di mana, para rencana akhir (rankhir) RPJMD 2021-2026 yang diajukan Pemkab Gresik, kekuatan belanja pada APBD pada 2026 diproyeksikan Rp 4 triliun. Sementara proyeksi pendapatan daerah (PD) Rp 3,821 triliun.
Jadi, dari rapat finalisasi kami, baik melalui alat kelengkapan DPRD (AKD) maupun badan anggaran (banggar), proyek kekuatan APBD dan belanja pada 2026 kita naikkan. Tentunya berdasarkan sejumlah pertimbangan logis,”ujar Jumanto.
Dijelaskan Ketua Komisi I dari Fraksi PDIP ini, pertimbangan meningkatkan proyeksi APBD itu antara lain karena Peraturan Daerah (Perda) tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Gresik sudah disahkan. “Sehingga, akan banyak investasi masuk ke Gresik, yang akan berdampak positif pada pendapatan,”terangnya.
Pada kesempatan ini, Jumanto juga memberikan kritik konstruktif agar ditindaklanjuti oleh Pemerintah Gresik Baru di bawah kepemimpinan Bupati Fandi Akhmad Yani dan Wabup Aminatun Habibah.
Diantaranya, di sektor pendidikan. Dinas pendidikan harus memvalidasi sekolah-seqtþþþtkolah yang rusak dalam kurun waktu 2022 sampai dengan 2026 dengan menunjuk konsultan untuk mengetahui kebutuhan perbaikan, baik SD maupun SMP. “Sehingga, diketahui besaran anggaran yang diperlukan,”katanya.
Pihaknya juga meminta pemkab membuat grand design meningkatkan insentif guru tidak tetap (GTT) non sertifikasi, baik sekolah negeri maupun swasta. “Untuk dinas kesehatan, DPRD minta persentase pengurangan balita stunting dari 12 persen menjadi 10 persen pada 2026,”kata Jumanto.
Sementara, Bupati Gresk Fandi Akhmad Yani menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada DPRD dan semua pihak yang telah berperan dan memberikan kontribusi dan partisipasi aktif terhadap proses penyusunan RPJMD 2021-2026 hingga pengambilan keputusan. “Saya ucapkan terima kasih atas kerja samanya untuk Pemerintahan Gresik Baru,”kata mantan Ketua DPRD Gresik itu. (yad)
GRESIK, 1minute.id – Pemerintah memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 di sejumlah wilayah Jawa-Bali. Kebijakan berlaku pada 10 Agustus-16 Agustus 2021 dan akan dievaluasi setiap satu pekan sekali.
Adapun daftar daerah yang melanjutkan PPKM Level 4 di sejumlah daerah Jawa dan Bali tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 30 Tahun 2021.
Berikut daftarnya Kabupaten/Kota di Jawa Timur : 1. Kabupaten Tulungagung 2. Kabupaten Sidoarjo 3. Kabupaten Madiun 4. Kabupaten Gresik 5. Kota Surabaya 6. Kota Mojokerto 7. Kota Malang 8. Kota Madiun 9. Kota Kediri 10. Kota Blitar 11. Kota Batu 12. Kabupaten Trenggalek 13. Kabupaten Malang 14. Kabupaten Lumajang 15. Kabupaten Bangkalan 16. Kabupaten Lamongan 17. Kabupaten Mojokerto
GRESIK,1minute.id – Wabah Covid-19 telah merengut kebahagiaan banyak orang. Termasuk anak-anak. Masa kebahagiaan bersama dengan orang yang mereka sayangi terasa begitu cepat berakhir. Mereka menjadi yatim bahkan yatim piatu.
Sebab, orang tuanya meninggal. Fathrur, diantaranya. Bocah kelas V Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Desa Gredek, Kecamatan Duduksampeyan, Gresik. Dalam dua hari, bocah menggemaskan itu harus berpisah dengan bapak, ibu dan adik yang ada dalam kandungan. Mereka meninggal karena terpapar coronavirus disease 2019.
Fathrur tidak sendirian. Diduga masih banyak anak yang menjadi yatim dan piatu. Sebuah fenomena gunung es. Pemerintah pun harus hadir untuk membangkitkan semangat mereka. Seperti yang dilakukan Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah pada Senin, 9 Agustus 2021.
Bu Min, sapaan akrabnya, mengumpulkan 25 anak yatim dan piatu di Ruang Mandala Bhakti Praja Kantor Bupati di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas. Mereka dihadirkan untuk mendapatkan bantuan. Bantuan dari Bu Min, juga berasal dari sejumlah pihak. Antara lain, UPT Dinas Sosial Propinsi Jawa Timur dan UPT Perlindungan Rehabilitasi Social Marsudi Putra (PRSMP) Surabaya yang memprakrasai kegiatan itu.
Pada kesempatan itu, Bu Min memotivasi mereka untuk tetap semangat dan rajin belajar. Pemkab Gresik telah menyiapkan beasiswa untuk membiayai sekolah anak-anak semua. “Teruslah belajar bahkan harus lebih semangat. Pemerintah telah menyiapkan beasiswa untuk membiayai sekolah anak-anak semua,”kata Wabup.
Selain rajin belajar, Bu Min juga mengingatkan mereka untuk mematuhi protokol kesehatan. Sering mencuci tangan pakai sabun, memakai masker dan tidak bergerombol. “Doakan Covid-19 bisa segera berakhir,”kata Bu Min.
Ia menceritakan, tentang anak-anaknya dulu yang sejak kecil sudah ditinggal bapaknya. “Suami saya dulu meninggal saat anak-anak saya masih kecil. Alhamdulullah, saat ini pendidikannya juga sudah selesai bahkan sudah lulus S2. Makanya, anak-anak harus tetap semangat belajar agar kelak mendapat kesuksesan.” Kata Bu Min.
Sementara itu, Kepala UPT PRSMP Surabaya Pitono mengatakan bahwa pihaknya membawa beberapa orang instruktur untuk memberikan bantuan layanan psikososial. “Layanan kami tidak hanya kepada anak yang hadir disini, tapi anak-anak yang belum sempat hadir akan kami datangi rumahnya,”kata Pitono.
Plt Kepala Dinas Sosial Mukhibatul Khusnah mengakui bahwa tidak semuanya anak-anak yang orang tuanya meninggal akibat covid ini bisa hadir disini. “Jumlahnya belum terinput semuanya, saat ini tengah proses. Pemerintah Kabupaten Gresik tengah menyiapkan paket bantuan untuk meringankan beban anak-anak tersebut sehingga masa depan anak-anak ini bisa lebih terjamin,”tandas dr Mukhibatul Khusnah yang juga Sekretaris Dinas Kesehatan Gresik itu. (yad)