Hore…Pemkab Izinkan PTM Dimulai 19 April

GRESIK,1minute.id – Hore…! Pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik akhirnya memberikan izin pembelajaran tatap muka (PTM) di gelar di Gresik. Izin PTM diberikan setelah melakukan pengkajian perkembangan wabah coronavirus disease 2019 (Covid-19) menunjukkan tren mereda.

Status Kota Santri yang semula masuk zona merah berubah menjadi zona kuning. Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah mengatakan, hasil rapat koordinasi dengan Satgas Covid-19, Dinas Pendidikan, Kementerian Agama (Kemenag) Gresik , Komisi IV DPRD Gresik di Ruang Graita Eka Praja lantai II Kantor Bupati semua sepakat dan menyetujui PTM bisa dilakukan di Gresik.

“Alhamdulillah semua menyetujui PTM diberlakukan,”kata Bu Min-sapaan akrab-Aminatun Habibah usai rakor pada Senin, 5 April 2021.

Bu Min menambahkan, berdasarkan hasil rapat, PTM disetujui digelar pada Senin, 19 April 2021 mendatang. “Secara prinsip, 98 sekolah di Gresik sudah siap,”kata Wabup perempuan pertama di Gresik itu.

Meski demikian, Bu Min mengingatkan PTM nanti lembaga pendidikan harus memenuhi syarat dan ketentuan sesuai Perbup 50/2020.
“Secara teknis, Dispendik dan Kemenag serta Satgas Covid-19 kecamatan yang mempersiapkan semuanya,”katanya.

“Terutama berapa sekolah yang siap melaksanakan PTM di masing-masing kecamatan,”sambungnya. Demi kelancaran PTM, kata Bu Min, nantinya akan melibatkan Dinas Kesehatan dan Polres Gresik untuk mengawasi protokol kesehatan (prokes). “Supaya PTM berjalan sesuai yang diharapkan,”pungkas Wabup perempuan pertama di Gresik tersebut.

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dispendik Gresik Nur Maslichah mengatakan, sinyal lampu hijau tentu menggembirakan. “PTM akan dimulai 19 April 2021. Untuk detailnya kami masih harus berkoordinasi dengan sekolah,”ujarnya. (yad)

Hore…Pemkab Izinkan PTM Dimulai 19 April Selengkapnya

Gelar Reses di Yosowilangun, Khoirul Huda, Disambati Jalan Macet, Sulit Cari Pekerjaan hingga Sengketa Lahan Makam

GRESIK,1minute.id – Ketua Komisi IV DPRD Gresik Khoirul Huda blusukan ke Desa Yosowilangun, Kecamatan Manyar, Gresik pada Sabtu malam, 3 April 2021. Kedatangan Sekretaris DPC PPP Gresik itu untuk melakukan penyerapan aspirasi masyarakat di daerah pemilihannya itu.

Anggota Fraksi PPP DPRD Gresik ini ingin mengetahui aspirasi lapisan grassroot itu secara langsung. Dalam pertemuan agenda Reses masa sidang pertama pada 2021 ini, Huda mendapatkan banyak masukan dari konstituen di daerah pemilihan (Dapil) VIII yang meliputi kecamatan Sidayu, Bungah dan Manyar itu.

Di Desa Yosowilangun, Kecamatan Manyar, misalnya. Masyarakat mengeluhkan tidak transparan pemerintahan desa setempat dalam penggunaan dana desa (DD) maupun alokasi dana desa (ADD).

Selain itu, lelaki murah senyum itu disambati jalan macet, kesulitan mencari kerja hingga sengketa tanah pemakaman. Anggota DPRD Gresik tiga periode itu terlihat begitu serius dan mencatat keluhan masyarakat itu.

Bagaimana tanggapan anggota legislator dari partai berlambang Kakbah itu? Khoirul Huda mengatakan, terkait tidak transparan pemerintah desa dalam penggunaan DD dan ADD, meminta pemerintah desa harus menyampaikan ke masyarakat melalui papan data di kantor desa.

“Sehingga, masyarakat bisa mengetahui program dan pengalokasi anggarannya,”kata Huda.
Terkait masyarakat mengalami kesulitan mendapatkan pekerjaan, Sekretaris DPC PPP Gresik itu mengatakan DPRD lagi berproses membuat peraturan daerah (Perda) mengatur ketenagakerjaan di Gresik.

“Dan juga meminta dinas tenaga kerja menegur perusahaan agar menyampaikan lowongan kerja melalui Gresikpedia,”jelasnya. Bagaimana dengan kondisi jalan macet? Huda menjanjikan untuk segera berkoordinasi dengan dinas perhubungan (Dishub) Gresik.

“Kita segera koordinasi dengan Dishub, meminta pengaturan pengguna jalan khususnya jam kerja untuk kendaraan besar,”ujarnya. Berikutnya, tentang sengketa tanah pemakaman, Khoirul Huda mengatakan secepatnya melakukan koordinasi dengan dinas pertanahan Gresik. Jawaban itu membuat masyarakat terasa lega. (yad)

Gelar Reses di Yosowilangun, Khoirul Huda, Disambati Jalan Macet, Sulit Cari Pekerjaan hingga Sengketa Lahan Makam Selengkapnya

Tradisi Padusan, Berkah bagi Penjual Bunga dan Jasa Potong Rumput


GRESIK,1minute.id –  Sejumlah makam islam mulai ramai peziarah. Makam Islam Tlogopojok, diantaranya. Kesibukan mulai terlihat di makam islam terluas di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik sejak Jumat lalu, 2 April 2021.

Peziarah semakin ramsi diperkirakan menjelang H-1 bulan suci, Ramadan. Ratusan bahkan ribuan orang akan melakukan ziarah ke makam leluhur dan orang-orang yang dicintai telah menghadap sang Khaliq.

Tahun lalu, ketika pagebluk coronavirus disease 2019 mengganas, makam islam Tlogopojok di Jalan Gubernur Suryo, Kelurahan Tlogopojok, Kecamatan/kabupaten Gresik ini ditutup. Lockdown untuk antisipasi penyebaran virus berasal dari Wuhan, Tiongkok itu. Sehingga, tradisi Padusan – ada nyebut -Nyadran tidak bisa dilakukan masyarakat.

Tahun ini, perkembangan covid-19 meredah bahkan Gresik telah berubah status dari zona merah menjadi zona kuning.  Berubahan status menjadi kuning itu memungkinkan masyarakat bisa melaksanakan tradisi Padusan.

Membersihkan, berdoa untuk leluhur, atau orang dikasihi telah mendahului menghadap sang Khaliq. Makam islam Tlogopojok seakan tidak pernah sepi hingga H-1 bulan suci Ramadan.

Banyaknya peziarah ini menjadi berkah bagi penjual bunga dan profesi tukang babat rumput. Hukum ekonomi, semakin banyak pembeli , dan stok barang menipis harga bunga untuk nyekar ke makam terkerek naik. “Bunga kenongo (kenanga) mulai telat,”ungkap Kholifah, penjual bunga di simpang empat Pasar Gresik pada Minggu, 4 April 2021.

TUKANG POTONG RUMPUT : Hanafi sejak kelas V SD hingga memilki satu anal menjadi petugas potong rumput freelance di pemakaman islam Tlogopojok, Gresik ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Hanafi, jasa pemotong rumput di makam Islam Tlogopojok mengatakan, peziarah ke makam untuk padusan mulai banyak. “Sejak Jumat sudah banyak orang padusan,”ujar Hanafi. Kondisi pemakaman yang rimbun tanaman rumput membuat mayoritas peziarah memilih jasa mbabati rumput. “Saya sejak kelas V SD sampai punya 1 anak disini,”ujar pemuda 30 tahun itu.

Hanafi enggan membeber penghasilannya dari jasa mbabati tanaman di makam Islam Tlogopojok itu. “Ramainya paling-paling setahun sekali,”dalih duda satu anak itu.

Dalam pantauan 1minute.id , suasana padusan terlihat hampir di sejumlah pemakaman di Gresik. Makam Sumur Songo, diantaranya. Di pemakaman berlokasi di Jalan Panglima Sudirman, Gresik juga ramai peziarah.

Namun, area pemakan Sumur Songo lebih tertata bagus dibandingkan pemakaman Tlogopojok.
Akses jalan baik dan nyaris tidak terlihat tanaman tumbuh liar menutupi nisan kuburan.

Padusan berasal dari kata adus yang berarti mandi. Padusan merupakan tradisi masyarakat Jawa untuk menyucikan diri, membersihkan jiwa dan raga, dalam menyambut datangnya bulan suci. (yad)

Tradisi Padusan, Berkah bagi Penjual Bunga dan Jasa Potong Rumput Selengkapnya

Punya Lima Unit sebagian Rusak, Bupati Gresik Usulkan Pengadaan Alat Berat


GRESIK,1minute.id – Pembangunan tetenger yang dibiayai CSR terancam tidak berditeruskan. Pasalnya, pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik bakal fokus pengadaan berat. Sebab, pengadaan alat berat, seperti ekskavator dan backhoe lebih urgen untuk melakukan normalisasi kawasan pesisir pantai hingga Kali Lomong.

Mengapa alat berat? Gresik memiliki garis pantai cukup panjang, sejumlah sungai atau waduk penampungan air dangkal. Ancaman banjir di musim hujan, atau kekeringan musim kemarau. 
Pemkab kesulitan untuk melakukan pengerukan karena alat yang dimiliki hanya 5 unit.

Kalah jauh dari Kota Surabaya sudah memiliki 70 alat berat. Di Kota Pahlawan ini, puluhan alat berat itu berasal dari Corporeate System Responsibility (CSR) dari perusahaan.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan pihaknya berencana menambah jumlah alat berat untuk mempercepat menangani keluhan masyarakat, salah satunya normalisasi sungai yang menyebabkan banjir. Rencananya, pengadaan alat berat menggunakan dana dari CSR dari perusahaan.

“Kami cari lewat CSR untuk alat berat, jangan bangun-bangun lagi. Kami cari inovasi dan kami juga akan beli dari APBD kami,”kata Bupati Fandi Akhmad Yani pada Sabtu, 3 April 2021.

Gus Yani-sapaan akrabnya sudah mendengar sendiri bahwa alat berat yang dimiliki Gresik hanya lima saja. Kondisinnya, tidak semua alat berat berfungsi dengan baik. “Dari segi jumlah, sudah sangat ketinggalan dibandingkan dengan Surabaya, yang memiliki 70 alat berat,”ujar Gus Yani.

Sebagai daerah penyangga Ibu Kota, maka harus mengejar ketertinggalan. Dikatakannya, jika Surabaya sudah berlari, Gresik harus bisa berlari. Bahkan saat serah terima jabatan oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mencontohkan kinerja pemerintah harus melompat bukan berlari lagi agar lebih cepat dalam melayani masyarakat.

“Persiapan sambil menunggu MoU penanganan Kali Lamong dengan BBWS, kami juga menambah alat berat kepingin seperti Surabaya alat beratnya 70, kami cuman lima itupun banyak yang rusak,” tegasnya.

Alat berat itu  akan digunakan untuk membantu mempercepat normalisasi Kali Lamong jika Memorandum of Understanding (MoU) sudah diteken oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo. Pemkab Gresik memang ingin pembagian wewenang lebih dalam menangani Kali Lamong, karena jika hanya menjalani kewajiban membebaskan lahan saja kurang efektif, banjir Kali Lamong masih terus terjadi.

BBWS sendiri baru akan melakukan normalisasi dengan memasang tanggul setelah Pemkab Gresik berhasil membebaskan lahan. Hal inilah yang mendorong meminta adanya MoU agar Pemkab bisa akselerasi menangani Kali Lamong yang sudah menjadi bencana tahunan bahkan semakin parah, ditandai dengan intensitas banjir setiap tahunnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik Gunawan Setiaji mengatakan, kebutuhan alat berat cukup mendesak. Namun, kata Gunawan untuk saat ini kebutuhannya berkisar 15 unit. “Kita akan mencoba untuk mencari solusinya, sehingga alat berat bertambah dan menyiapkan operatornya,”kata Gunawan. (yad)

Punya Lima Unit sebagian Rusak, Bupati Gresik Usulkan Pengadaan Alat Berat Selengkapnya

Optimistis Harumkan Nama Gresik di Kejurprov Sepatu Roda

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 38 atlet sepatu roda Gresik terlihat semringah pada Jumat, 2 April 2021. Mereka senang karena bisa bertemu dengan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani di pendapa rumah dinas di Jalan KH Wachid Hasyim, Gresik.

Bahkan, Bupati Fandi Akhmad Yani memberangkatkan puluhan atlet yang bakal mengingikuti uji tanding kejuaraan provinsi (Kejurprov) sepatu roda di Lumajang pada Sabtu dan Minggu, 3-4 April 2021.

Anak-anak belasan tahun ini anggota Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Porporosi) Gresik. Putrisia Mutiara Sakti, salah satu atlet sepatu roda berprestasi di Kota Santri. Dia siswa UPT SDN 7 Gresik. Bocah kelahiran 22 Mei 2008 ini sarat prestasi.

Kali terakhir, Putri menyabet juara pertama kejurnas di Bekasi. Perhatian pemerintah membuat mental atlet semakin bergelora. Mereka optimistis bisa mengharumkan nama Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani berpesan kepada para atlet agar tetap menjaga nama baik daerah serta berprestasi mendapatkan juara. “Semoga pada kontestasi di Lumajang nanti kalian dapat meraih prestasi setinggi-tingginya,”harap Gus Yani-panggilan akrab-Fandi Akhmad Yani.

Dikatakan Gus Yani, pemerintah daerah akan membantu sepenuhnya pembinaan olah raga di Gresik, termasuk cabor sepatu roda. “Kami sangat komitmen untuk membina dan memajukan olah raga Gresik menuju perubahan yang lebih baik,” imbuh bupati milenial itu.

Sebelum melepas rombongan atlet, Gus Yani juga memberi bekal sejumlah uang kepada para atlet melalui Ketua Umum Pengcab Porserosi Gresik Kapten Arh Sali. Kemudian bekal tersebut diserahkan ke ketua klub sepatu roda yang mengikuti ajang uji tanding di Lumajang.

Pada ajang laga sepatu roda di Lumajang kali ini Gresik mengirim 38 atlet. Mereka akan bertanding di kelas pemula, standart dan speed. Sebagai bentuk kehormatan, atlet sepatu roda Gresik yang akan mengikuti tanding Kejurprov di Lumajang diberangkatkan Gus Yani. (yad) 

Optimistis Harumkan Nama Gresik di Kejurprov Sepatu Roda Selengkapnya

Kerahkan 346 Personil, Misa Jumat Agung Khidmat


GRESIK,1minute.id – Ratusan personil TNI, Polri dan Pol PP dikerahkan untuk melakukan pengamanan perayaan ibadat Misa Jumat Agung pada Jumat, 2 April 2021. 

Pengamanan ketat itu dilakukan untuk memberikan perasaan aman dan nyaman bagi umat kristiani di Gresik ketika melakukan ibadat di gereja atau tempat ibadat memperingati Wafatnya Isa al Masih

Ibadat Jumat Agung merenungkan dan memperingati misteri sengsara dan wafatnya Yesus disalib demi menebus dosa umat manusia berlangsung khidmat.

Sebelum umat Kristiani beribadat, polisi melakukan sterilisasi gereja. Sterilisasi dilakukan untuk memastikan tidak ada barang berbahaya di tempat ibadat umat kristiani itu. Pengamanan gereja ini dipimpin Kabag Ops Polres Gresik Kompol Zainal Arifin.

Sterilisasi adalah standar operasional prosedur (SOP). Peringatan Jumat Agung ini petugas keamanan gereja bersama aparat keamanan melakukan pemeriksaan barang bawaan jemaat. Selain itu, petugas juga mewanti-wanti untuk menjaga jarak dan menerapkan protokol kesehatan karena pandemi belum berakhir. 

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui Kabag Ops Kompol Zainal Arifin  mengatakan pengamanan gereja maupun rumah Ibadah sebagai upaya Polri dalam pencegahan dengan meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Caranya, menyiapkan pengamanan pada titik – titik rawan gangguan kamtibmas, melakukan koordinasi dengan pengurus gereja dalam setiap kegiatan ibadat untuk pengamanan dan meningkatkan deteksi dini.
“Kami menerjunkan sebanyak 346 personil kegiatan ibadat baik di gereja maupun rumah ibadat pada pagi ini,”kata Kompol Zainal Arifin. (yad)

Kerahkan 346 Personil, Misa Jumat Agung Khidmat Selengkapnya

Pemkab Gresik Serius Persiapkan Pembelajaran Tatap Muka

GRESIK,1minute.id – Rencana Pembelajaran tatap muka terus dimatangkan. Rencananya, Wakil Bupati Gresik Aminatun akan bertemu dengan semua stakeholder untuk membahas rencana pembelajaran tatap muka (PTM) pada Senin nanti, 5 April 2021.

Pembelajaran tatap muka mulai serius dibahas, seiring perkembangan coronavirus disease 2019 (Covid-19) di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik menunjukkan tren berkurang. Gresik yang semula zona merah kini masuk zona kuning. 

Selain itu, sudah ada Keputusan Bersama tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi COVID-19. Dalam panduan PTM antara lain, jarak antarsiswa dalam kelas 1,5 meter, maksimal 18 siswa dalam kelas atau 50 persen dari kapasitas kelas.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Nadiem Anwar Makarim membebas sekolah untuk memecahan rombel di kelas. Bisa dua kali atau tiga rombel.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, Pemkab terus mematangkan rencana PTM. “Senin depan , Bu Min akan melakukan pertemuan membahas PTM,”kata Gus Yani dan dibenarkan Aminatun Habibah pada Kamis, 1 April 2021. “Kita akan fokus pendidikan dulu,”kata Gus Yani. (yad)

Pemkab Gresik Serius Persiapkan Pembelajaran Tatap Muka Selengkapnya

Genap Sebulan Program Nawa Karsa, Bupati Keluhkan Pelayanan Giri Tirta

GRESIK,1minute.id – Hari ini, genap sebulan Fandi Akhmad Yani dan Aminatun Habibah menjalankan amanah sebagai Bupati dan Wakil Bupati Gresik. Sejumlah gebrakan telah dilakukan di program 99 hari kerja Nawa Karsa.Program untuk mewujudkan “Gresik Baru”.

Namun, duet Bupati Gresik termuda dan Wakil Bupati perempuan pertama itu belum sreg akan kinerja anak buahnya. Antara lain, pelayanan di Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Giri Tirta -dulu bernama- PDAM Giri Tirta itu.

Indikatornya netizen masih menyoroti buruknya kinerja perusahaan yang dipimpin oleh Siti Aminatus Zariyah itu. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dihadapan Kajari Gresik Heru Winoto, kepala seksi kejari Gresik dan para kepala cabang Giri Tirta mengaku baru ngeh di struktur organisasi Perumda ada kepala cabang.

“Artinya, struktur organisasinya gemuk. Seharusnya dibarengi layanan lebih maksimal,”sentil Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani pada Kamis, 1 April 2021. Gus Yani meminta komitmen para kepala cabang untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. 

“Apakah anda semua untuk berubah?”tanya Gus Yani dan dijawab siap secara bersamaan. “Mudah-mudahan bisa berubah. Dan ini terus menjadi evaluasi,”imbuh Gus Yani didampingi Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah.

Kehadiran direksi dan jajaran pimpinan cabang untuk menyaksikan MoU pendampingan Hukum antara Perumda Giri Tirta dan Kejaksaan Negeri Gresik yang dilakukan Direktur Utama Siti Aminatus Zariyah dengan Kajari Gresik Heru Winoto.

Dirut Perumda Giri Tirta Siti Aminatus Zariyah meminta kepada seluruh pegawainya untuk lebih kerja keras. Melakukan inovasi, sinergitas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. (yad)

Genap Sebulan Program Nawa Karsa, Bupati Keluhkan Pelayanan Giri Tirta Selengkapnya

Sinergi Bakorwil, Pemprov dan Empat Daerah, Percepat MoU Normalisasi Kali Lamong


GRESIK,1minute.id – Percepatan normalisasi Kali Lamong membuat empat kabupaten/kota bersatu. Mereka sepakat untuk menemui kementerian pekerjaan umum dan perumahan rakyat (Kemen-PUPR) di Jakarta. 

Selain itu, empat kepala daerah yakni Gresik, Lamongan, Mojokerto dan Surabaya dengan difasilitasi Pemprov Jatim dan Bakorwil II Bojonegoronakan mendesak BBWS meneken Memorandum of Understanding (MoU) untuk normalisasi Kali Lamong. Sebab, penanganan Kali Lamong tidak bisa dilakukan secara parsial. Harus dilakukan secara bersama-sama.

Kesamaan persepsi, sinergitas antardaerah itu tercetus dalam sinkronisasi percepatan pembangunan sistem pengendali banjir Kali Lamon di ruang Graita Eka Praja  Kantor Bupati Gresik pada Kamis, 1 April 2021.

Rakor itu dihadiri Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Kepala Bakorwil Bojonegoro Provinsi Jawa Timur Dyah Wahyu Ermawati, Kepala Biro Administrasi Pemerintahan dan Otonomi Daerah Pemerintah Provinsi Jatim Jempin Marbun serta Perwakilan BBWS Bengawan Solo,  Kepala Dinas PU Gresik Gunawan Setijadi dan perwakilan Dinas PU dari Lamongan, Mojokerto dan Surabaya.

Dalam rapat yang berlangsung satu jam lebih itu menyimpulkan, pengendalian banjir Kali Lamong, tidak bisa diselesaikan sendiri-sendiri harus bersama-sama.  “Perencanaan kegiatan oleh BBWS. Jadi untuk kabupaten dan Kota terlintas untuk samakan persepsi perencanaan kabupaten seperti apa akan kita selaraskan dengan Perencanaan BBWS,”kata Bupati Fandi Akhmad Yani.

Perpres nomor 80/2019 merupakan satu apresiasi dari provinsi Jatim. Maka kabupaten/kota yang teraliri Kali Lamong , mengusulkan duduk bersama melakukan normalisasi. Harapannya, BBWS memberikan kelonggaran kepada kabupaten dan kota masing-masing membantu melakukan normalisasi. Pengerukan Kali Lamong.

“Bersama Kabupaten Mojokerto, Lamongan ingin punya satu cantolan, punya kewenangan sungai Kali Lamong beserta cucu sampai cicit-cicitnya Kali Lamong agar kita mengoptimalisasi air curah hujan tinggi bisa kita alirkan ke waduk-waduk kita. Kita sepakat dan dikomandoi oleh Bakorwil Bojonegoro dan BBWS mudah-mudahan ibu Gubernur hadir dalam MoU tersebut,”imbuh Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani.

Provinsi membuka lebar berusaha lari kencang memberikan regulasi yang mudah. “Ini tidak boleh disia-siakan kabupaten dalam hal ini, Gresik memang lebih sedikit maju studi larap sudah selesai. Tinggal menentukan penentuan lokasi perencanaan BBWS, maka mudah-mudahan tahun ini pembangunan tanggul pembebasan lahan kali lamong dimulai tahun ini tentunya,”harapnya.

Rencana jangka panjang, penentuan lokasi sudah dipaparkan oleh Kepala Biro Administrasi Pemerintahan dan Otonomi Daerah Provinsi Jatim Jempin Marbun. 

Jempin Marbun menyatakan pihak Pemprov akan menerbitkan penetapan LLokasi (penlok) sekitar 50 hari sejak pengajuan. Hal ini apabila semua syarat yang telah ditentukan sudah beres.

Pejabat Pemprov Jatim ini merinci profil pengendalian Kali Lamong di Gresik meliputi 6 kecamatan dengan total luas 282,78 hektare atau 2.391 bidang. Rinciannya TKD 79 bidang, Wakaf 2 bidang, Pemerintah 1 bidang dan masyarakat 2.309 bidang.  

“Untuk penentuan lokasi di atas 5 hektare kewenangan Provinsi, dibawah 5 hektare kewenangan daerah,”kata Jembun Marbun.

Kepala Bakorwil Bojonegoro Provinsi Jawa Timur Dyah Wahyu Ermawati menyebut pertemuan ini sudah selangkah lebih maju. Kesimpulan yang dihasilkan memiliki progres untuk mempercepat normalisasi Kali Lamong.

“Saya siap koordinasi dengan Pemprov untuk menekan MoU, saya juga siap untuk menjadi koordinator bersama kepala-kepala daerah yang dilintasi Kali Lamong,”katanya. (*)

Sinergi Bakorwil, Pemprov dan Empat Daerah, Percepat MoU Normalisasi Kali Lamong Selengkapnya

Gunakan Kartu Tani, Tebus Pupuk Subsidi Kini Non Tunai


GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mendorong penebusan pupuk bersubsidi lebih praktis. Antara lain, melalui Kartu Tani. Dinas Pertanian Gresik menggandeng bank plat merah, BNI 46 untuk penebusan kuota pupuk petani.

Bank BUMN ini menyediakan mesin EDC di setiap agen dan kios resmi pupuk bersubsidi. Petani yang bisa menebus pupuk harus sesuai elektronik rencana definitif kebutuhan kelompok (e-RDKK). Kartu ini berisi data pribadi, luas lahan, dan alokasi pupuk bersubsidi. Transaksi penebusan pupuk nontunai atau cashless.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani berharap penebusan pupuk bersubsidi berdasarkan RDKK tidak dipersulit karena faktor administrasi. Kejadian di Balongpanggang dan Benjeng, petugas salah input NIK (nomor induk kependudukan) mengakibatkan petani tidak bisa menebus jatah pupuk bersubsidi.

“Padahal, musim tanam terus berjalan. Petani tidak bisa menanam karena kesulitan pupuk,” tegas Bupati Fandi Akhmad Yani. Kartu Tani menjadi harapan baru bagi petani garda terdepan menjaga ketahanan pangan Indonesia. 

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Eko Anindito Putro mengatakan, jumlah petani Gresik berjumlah 94 ribuan. Kartu tani yang baru tersalurkan 43 ribuan. Kartu Tani itu dimulai 2017. “Tapi, baru diaplikasi tahun ini,”kata Eko. 

Selama tiga tahun itu, ada sejumlah kartu tani yang hilang atau rusak. “Launching ini, untuk mendorong petani segera melapor bila kartu taninya hilang atau rusak,”ujar Eko.

Kabupaten Gresik, salah satu kabupaten lumbung pangan di Jatim. Hasil produksi beras kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini mencapai 270 ribu hingga 300 ribu ton pertahun. Jumlah penduduk 1,3 juta mengonsumsi sekitar 140 ribu ton per tahun. “Rata-rata Gresik masih surplus 110 – 120 ribu ton per tahun,”terang Eko. (*)

Gunakan Kartu Tani, Tebus Pupuk Subsidi Kini Non Tunai Selengkapnya