Pol PP Menindak, Bila Melawan Protokol Kesehatan akan Dijerat Pidana

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto ketika memimpin Operasi Yustisi, Selasa 15 September 2020

GRESIK,1minute.id–Operasi yustisi penegakan protokol kesehatan semakin intensif dilakukan aparat. Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto memimpin patroli gabungan untuk melakukan tindakan kepada pelanggar penerapan dan protokol kesehatan pencegahan penularan korona, Selasa 15 September 2020.

Sasaran operasi adalah tempat kerumunan massa. Di kafe, warkop atau di ruang terbuka hijau ini dimulai pukul 20.00. Pasalnya, tempat-tempat itu ditengarai pengunjung kerap tidak memakai masker. 
Puluhan petugas gabungan itu berangkat dari Mapolres Gresik di Jalan Basuki Rahmat, Gresik.

Petugas kemudian menyusuri sejumlah tempat nongkrong. Diantaranya, kafe Yuyun di Jalan Raya Desa Roomo  ; kafe Gresik Seru di Jalan Panggang, Desa Suci dan Pits Stop Cafe di Desa Suci. Semuanya berada di Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik.
Dalam patroli itu petugas menyita dua kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) pengunjung yang tidak memakai masker.

Sementara itu, di Jalan Sumatera Kompleks Perumahan Gresik Kota Baru (GKB), petugas gabungan kembali menggelar operasi yustisi, Rabu 16 September 2020. Puluhan pengendara terjaring tidak memakai masker. Operasi selama 60 menit itu, selesai pukul 10.30.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto berdialog dengan masyarakat dalam Operasi Yustisi Penegakan Protokol Kesehatan, Selasa 15 September 2020 ( foto : chusnul cahyadi / 1minute.id )

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto mengatakan operasi yustisi penegakan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 dilakukan secara humanis. “Kita kedepankan rekan-rekan dari Satuan Polisi Pamong Praja untuk melakukan penindakan administratif maupun denda,”ujar Kapolres Arief Fitrianto didampingi Kasat Sabhara Polres Gresik AKP Yudi Prasetyo, Selasa malam.

Akan tetapi, tambah alumnus Akpol 2001 itu, bila ada perlawanan dalam pelanggaran protokol kesehatan akan dilakukan penindakan sesuai kitab undang-undang hukum pidana (KUHP). “Akan kami terapkan Pasal 212, 214, 216 ayat 1 dan Pasal 218 KUHP,”tegas mantan Kapolres Ponorogo itu. (*)

Pol PP Menindak, Bila Melawan Protokol Kesehatan akan Dijerat Pidana Selengkapnya

Bagikan 50 Ribu Masker, Cegah Penularan Covid-19

Bupati Gresik Sambari Halim Radianto membagikan masker kepada pengendara di depan gerbang kantor Bupati Gresik, Selasa 15 September 2020. 

GRESIK,1minute.id-Vaksin korona belum ada di pasaran. Pasien terkonfirmasi coronavirus disease (Covid-19) masih terus bertambah. Memakai masker harus menjadi gaya hidup masyarakat di era kenormalan baru (new normal).

Gresik Bermasker semakin digalakkan Pemkab Gresik. Bahkan, Bupati Gresik Sambari Halim Radianto turun sendiri membagikan alat pelindung itu kepada pengendara di depan kantor Bupati Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kebomas, Selasa 15 September 2020.

Pemkab Gresik menyiapkan 50 ribu masker untuk masyarakat. Tujuannya menekan penyebaran wabah dari Wuhan, Tiongkok itu. Bupati Gresik Sambari Halim Radianto mengatakan pembagian masker kali ini merupakan bagian dari pembagian masker terdahulu.

“Kalau dahulu kami bagikan melalui camat, anggota TNI, Polri serta berbagai organisasi kemasyarakatan. Kali ini kami melibatkan ASN Pemkab Gresik,”kata Bupati Sambari didampingi Kepala Bagian humas dan protokol Pemkab Gresik Reza Pahlevi, Selasa 15 September 2020.

Bupati Gresik Sambari Halim Radianto bersama anggota TNI,Polri dan ASN Pemkab Gresik usai membagikan masker di gerbang kantor Bupati, Selasa 15 September 2020

Pembagian masker untuk masyarakat dilakukan serentak di tiga titik untukmembantu TNI, Polri dan Satpol PP. Tiga titik itu tersebar  di Jalan Dokter Wahidin Sudirohusodo ; Simpang empat Segoromadu Jalan Veteran dan di depan Pasar Baru di Jalan Gubernur Suryo. “Hari ini kami sediakan 10 ribu masker untuk dibagikan ke masyarakat,”tegasnya.

Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemkab Gresik Reza Pahlevi menambahkan, sebulan terakhir perkembangan kesembuhan Covid-19 di Gresik menunjukkan perbaikan dibanding yang terkonfirmasi positif.

Data,  Senin, 14 September 2020 ada penambahan kesembuhan 35 orang sehingga menjadi 2.468 orang. Sedangkan penambahan konfirmasi positif 31 kasus sehingga menjadi 2.955 orang. “Pak Bupati mengapresiasi masyarakat yang sudah memakai masker,”kata Reza. (*)

Bagikan 50 Ribu Masker, Cegah Penularan Covid-19 Selengkapnya

Terjaring Operasi Yustisi, 24 Pelanggar Pilih Denda, 4 Orang Memilih Kerja Sosial.

SIDANG di tempat dilakukan petugas dalam operasi yustisi penegakan protokol kesehatan di depan kantor Bupati Gresik, Senin 14 September 2020 . ( foto : chusnul cahyadi / 1minute.id)

GRESIK, 1minute.id--Tindakan represif semakin diintensifkan petugas untuk menertibkan masyarakat pelanggar protokol kesehatan. Tim gabungan, terdiri TNI, Polri dan Pol PP menggelar operasi yustisi di halaman Pemkab Gresik, Senin 14 September 2020. 

Operasi penegakan protokol kesehatan, terutama pemakaian masker saat beraktivitas di luar rumah itu dimulai pukul 10.00. Selama 60 menit, operasi yang dipimpin langsung Bupati Gresik Sambari Halim Radianto. 

TIGA Pilar, Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, Bupati Gresik Sambari Halim Radianto, Dandim 0817 Gresik Letkol Inf TaufikIsmail usai memimpin Ops Yustisi Penegakan Protokol kesehatan, Senin 14 September 2020 ( foto : chusnul cahyadi / 1minute.id)

Dan, dihadiri Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail, Ketua Pengadilan Negeri Gresik Fransiskus Arkadeus Ruwe, perwakilan kejaksaan negeri Gresik ini mengamankan 28 orang tanpa masker.

Puluhan pelanggar upaya pencegahan persebaran coronavirus disease (Covid-19) langsung menjalani sidang di tempat. Sebanyak 24 dari 28 pelanggar memilih denda. Dan, empat orang pelanggar memilih kerja sosial. Nyapu jalan. 

Bupati Gresik Sambari Halim Radianto mengatakan, operasi yustisi tindaklanjut instruksi Presiden (Inpres) 6/2020 tentang peningkatan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan dalam pencegahan, pengendalian korona.

“Operasi gabungan ini tujuannya menekan penyebaran wabah korona di Jawa Timur khususnya di Gresik. Memberikan efek jera kepada masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan,”tegas Bupati Sambari. (*)

Terjaring Operasi Yustisi, 24 Pelanggar Pilih Denda, 4 Orang Memilih Kerja Sosial. Selengkapnya

Pemuda Pancasila Energi Perubahan untuk NIAT

Bakal calon bupati Gresik Fandi Akhmad Yani usai menerima dukungan dari Pemuda Pancasila di rumah pemenangan NIAT di Srembi, Kedanyang, Kebomas, Gresik, Kamis 10 September 2020 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

GRESIK,1minute.id–Pemuda Pancasila Gresik merapat ke pasangan Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah (NIAT). Deklarasi dukungan PP itu dihelat Rumah Pemenangan NIAT di Srembi, Kedanyang, Kebomas, Kamis 10 September 2020.

Puluhan anak buah Sarjono, Ketua Pemuda Pancasila Gresik tumplek blek di rumah pemenangan NIAT. Apalagi, saat itu dikabarkan La Nyalla Mattaliti, pimpinan pusat PP juga Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) akan hadir memberikan dukungan kepada NIAT.

Prosesi dukungan dengan memasangkan jaket loreng warna hitam dan oranye kepada Yani. “Gus Yani, anggota PP,”teriak massa disambut sorak dan tepuk tangan hadirin.

Cabup Fandi Akhmad Yani mengatakan dukungan Pemuda Pancasila menjadi tambahan darah untuk memenangi Pilbup Gresik. “Mudah-mudahan kami (pasangan NIAT,Red) dan Pemuda Pancasila menjadi pelopor energi perubahan yang ada di Gresik,”kata Yani usai acara deklarasi, Kamis 10 September 2020. 

Untuk memangi kontestasi itu, tambah mantan Ketua DPRD Gresik itu, akan terus melakukan konsolidasi di tingkat bawah. “Menyapa masyarakat untuk mengajak berjuang. Mendorong Gresik tidak hanya lebih baik, tetapi yang terbaik setidaknya di wilayah Jawa Timur,”katanya. (*)

Pemuda Pancasila Energi Perubahan untuk NIAT Selengkapnya

Ketua Terpapar Covid, Komisioner Pastikan Tahapan Pilkada Tak Terganggu.

Ilustrasi coblosan pilbup , 9 Desember 2020 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

GRESIK,1minute.id–Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gresik Akhmad Roni dikabarkan terkonfirmasi positif korona. Roni kini menjalani isolasi mandiri. Sekana 14 hari kedepan.

Makmun, anggota komisioner KPU memastikan tahapan pemilih tidak terganggu. Sesuai tahapan. Kabar Roni terpapar Covid-19 setelah melakukan test uji usap (swap) di RSU dr Soetomo, Surabaya. Roni, memantau perkembangan tes kesehatan dua calon pasangan (paslon) bupati Gresik pada Kamis (10/9).

Komisioner KPU Devisi Sosialisasi dan SDM Makmun mengatakan, membenarkan Ahmad Roni terpapar Covid-19. “Setelah dapat konfirmasi itu, empat komisioner dan kepala seksi menjalani uji usap,”ujar Makmun dikonfirmasi 1minute.id, Kamis 10 September 2020.

Komisi juga koordinasi dengan Dinas Kesehatan dan Satgas Penanggulangan Covid-19. “Seluruh ruang juga telah disemprot desinfektan,”imbuhnya. Bagaimana tahapan pemilu? Komisioner Devisi Sosialisasi dan SDM itu memastikan tahapan pilkada tidak akan terganggu.

Komisioner juga telah menunjuk pelaksana harian, yakni Abdullah Sidiq Notonegoro juga menjabat Komisioner Divisi Perencanaan dan Data. Hari ini, Jumat 11 September 2020 penyelenggara akan mengumumkan hasil pemeriksaan kesehatan paslon.

Tim dokter rumah sakit RSU dr Soetomo Surabaya hanya menyampaikan hasil kesimpulan pemeriksaan kesehatan selama 3 hari itu. Calon Bupati Fandi Akhmad Yani mengaku lega bisa menyelesaikan proses pemeriksaan kesehatan. “Semua lancar. Untuk tes psikologi kami harus menjawab 750 pertanyaan,”ujar pasangan cawabup Aminatun Habibah ini, Kamis 10 September 2020.

Calon wakil Bupati dr Asluchul Alif memastikan kondisi kesehatannya baik. “Alhamdulillah sehat semua,”kata pasangan dari cabup Moh Qosim ini. (*)

Ketua Terpapar Covid, Komisioner Pastikan Tahapan Pilkada Tak Terganggu. Selengkapnya

Sidak BPPKAD, Bupati Minta Data PAD Gresik untuk Bahan Rapat Anggaran

Bupati Gresik Sambari Halim Radianto ketika melakukan inspeksi mendadak di kantor BPPKAD Gresik, Senin 7 September 2020 ( Foto : Humas Pemkab Gresik)

GRESIK, 1minute.id—Bupati Gresik Sambari Halim Radianto melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kantor Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD).

Sidak dilakukan, karena Sambari di dampingi Kepala Inspektorat Edi Hadi Siswoyo dan Kabag Humas Protokol Reza Pahlevi mencari data terkait pendapatan asli daerah (PAD) Pemkab Gresik.

Data tersebut akan digunakan Sambari sebagai bahan rapat paripurna zoom meeting dengan panitia anggaran DPRD Gresik. Saat berada di ruang Kepala BPPKAD Siswadi, Bupati Sambari menanyakan berbagai hal tentang PAD yang masuk ke kas DPPKAD Gresik.  

”Berapa rata-rata perhari dana PAD yang masuk dari berbagai pajak daerah. Dari pajak hotel restoran, PBB, BPHTB dan beberapa pajak lain,”tanya Bupati Sambari kepada Siswadi. Siswadi kemudian menuju meja bendahara yang berada di ruang pelayanan pajak daerah di dekat lobi kantor. Bendahara lalu mencetak rincian PAD yang diminta oleh Bupati Sambari.  

Sayangnya, Bupati Sambari tidak menyebut angka PAD tersebut. Rencananya, Bupati  bersama DPRD juga akan melaksanakan pengambilan keputusan terhadap nota perubahan APBD (P-APBD) 2020

Sebelumnya, Bupati Gresik Sambari Halim Radianto meminpin apel pagi. Bupati Sambari seakan tidak pernah lelah mengingatkan pegawainya untuk mematuhi protokol kesehatan . Mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak aman (3M).  

”Setiap hari masih saja ada yang terkonfirmasi positif meski sudah menurun. Kita harus melaksanak 3M dan 3T yaitu testing, tracing dan treatmen”kata Bupati Sambari dalam apel di halaman Kantor Pemkab Gresik, Senin 7 September 2020.

Data Minggu, 6 September 2020, jumlah yang terkonfirmasi positif sebanyak 2.779 orang. Sembuh 2.252 orang, dan meninggal dunia 174 orang.   ”Pasien yang sedang dalam perawatan sebanyak 353 orang. Dan Alhamdulillah data kemarin (Minggu) tidak ada yang meninggal dunia,”kata Sambari.  (*)

 

Sidak BPPKAD, Bupati Minta Data PAD Gresik untuk Bahan Rapat Anggaran Selengkapnya

Proyek Underpass Pertama Gresik itu Mulai Dikerjakan

Proyek pembangunan underpass di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kebomas mulai di bangun. Petugas melakukan penutupan jalan nasional itu, Sabtu,5 September 2020. Tahap pertama pembangunan trowongan kali pertama di Gresik ini dianggarkan Rp 4,32 miliar dari APBD Gresik. (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

GRESIK,1minute.id–Sempat molor karena izin administrasi pemerintah pusat. Proyek pembangunan underpass alias trowongan mulai dikerjakan. Jalan nasional mulai simpang tiga Gresik Kota Baru (GKB) hingga depan kampus Universitas Muhammadiyah Gresik sementara ditutup.

Semua kendaraan dari Gresik menuju Lamongan dialihkan melewati jalan alternatif di jalan Sumatra Kompleks Perumahan GKB. Juga, kendaraan dari arah berlawanan, Lamongan menuju Gresik dibelokkan di depan gerbang masuk Kompleks Perumahan Griya Kembangan Asri (GKA).

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik Gunawan Setijadi mengatakan izin dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) dan Kementrian Perhubungan telah dikantongi. Sebab, Jalan Wahidin Sudirohusodo merupakan jalan nasional.

“Izin sudah dibahas tim dari pusat. Tim dari Jakarta juga turut meneliti. Tidak hanya itu, tim dari Provinsi dan Kepolisian juga dilibatkan,”kata Gunawan Setiaji, Minggu 6 September 2020.

Proyek pembangunan underpass itu, memiliki panjang 8 meter, lebar 15 meter dan kedalaman sekitar 7 meter. Underpass di cor, pengukuran sudah lengkap semua. Namun, pengerjaan dijadwalkan molor dari rencana semula karena terganjal izinnya.

Pembangunan proyek underpass di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kebomas ini dibangun oleh CV Wijaya dengan anggaran Rp 4,23 miliar diperkirakan selesai minggu ketiga Desember 2020. Mundur dari jadwal awal November 2020 karena proses perizinan dari pemerintah pusat. (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

“Diperkirakan minggu ketiga Desember 2020 sudah selesai,”tambah Gunawan. Akan tetapi, Gunawan buru-buru menambahkan penghujung  2020, pengerjaan underpass itu belum 100 persen tuntas.  DPUTR masih harus melengkapi bagian di samping kanan dan kiri proyek underpass senilai Rp 5 miliar itu.

“Kelengkapan itu akan dibangun lagi tahun depan. Total pembangunan selesai tahun 2021,”ujarnya. Dalam pengamatan di lapangan, proyek pembangunan underpass dikerjakan CV Wijaya. Dalam plakat yang di pasang diperkirakan “mulut” trowongan kali pertama selama Pemkab Gresik itu, mulai dikerjakan 8 Juni hingga 4 Novmber 2020. Anggarannya Rp 4,23 miliar tepatnya Rp 4.237.457.072,27. 

Terpisah, Kasatlantas Polres Gresik AKP Yanto Mulyanto mengatakan, pihaknya bersama Dishub Gresik telah melakukan dua kali simulasi untuk jalan alternatif selama proyek pembangunan underpass itu. Selama pengerjaan dilakukan pengalihan arus kendaraan. Kendaraan roda dua dan roda empat dari arah terminal Bunder menuju arah Gresik kota melalui jalan alternatif.

“‘Jalur anternatif itu melalui Jalan Sumatera depan perumahan Graha Kembangan Asri (GKA), melewati depan kampus UMG dan putar balik di Bundaran GKB,. Juga, kendaraan dari arah sebaliknya. Melalui jalur alternatif itu”ujarnya. Akan tetapi, kendaraan besar dari arah Surabaya langsung diarahkan menuju Jalan Mayjen Sungkono saat melintas di simpang empat Segoromadu Gresik. (*)

Proyek Underpass Pertama Gresik itu Mulai Dikerjakan Selengkapnya

Launching Tahapan Pilbup 9 Desember Virtual.

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gresik ketika launching tahapan pilbup di salah satu hotel di Gresik, Selasa 1 September 2020 ( Foto : KPU Gresik )

GRESIK, 1minute.id—Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gresik resmi melaunching tahapan pemilihan bupati (Pilbup) Gresik. Launching tahapan coblosan 9 Desember 2020 itu dilakukan secara virtual dimeriahkan artis Fatin Shidqia Lubis  serta tari jaffin Mandailing asal Pulau Bawean itu dihelat di Hotel Horisson di Jalan Kalimantan, Kompleks Perumahan Gresik Kota Baru (GKB).

 Selain launching tahapan, komisi juga meresmikan jingle dan maskot Pilbup 2020 hasil dari kompetisi yang dilakukan Maret 2020. Maskot Pilbup itu bernama Si Marung. Si Marung mengkalaborasikan muatan lokal Gresik. Yakni, Sarung dan Damarkurung. Damarkurung adalah lukisan berbentuk kubus mirip lampu lampion karya maestro lukis almarhuman Mbah Masmundari.

Ketua KPU Gresik Akhmad Roni mengatakan Pilbup 2020 digelar di tengah pandemi coronavirus disease 2019.  Mulai dari persiapan hingga pelaksanaan nanti. ”Ini manjadi tantangan tersendiri bagi komisioner KPU,”ujar Roni, Selasa 1 September 2020.

Roni mengatakan, KPU Pusat menargetkan tingkat partisipasi masyarakat untuk menggunakan hak pilih dalam pemilu masa pandemi korona ini adalah 77, 5 persen.  ”Kami optimistis target itu bisa tercapai,”tegas Roni. Dia merujuk pada partisipasi pemilu 2019 dengan capaian partisipasi 85,18 persen.

Roni optimis bahwa partipisasi Pilkada nanti bisa dicapi. Sebab, apda pemilu pada  2019 lalu, tingkat partisipasi mencapai  85,18 persen. “Ini menjadi modal teman-teman untuk terus mendongkrak partisipasi masyarakat,” jelasnya. Meskipun, begitu komisi tetap bekerja ekstrakeras untuk mencapai target tingkat partisipasi itu. Caranya, KPU di berbagai kegiatan melakukan sosialisasi. Menyakinkan pemilih tidak ragu untuk mencoblos di tempat pemungutan suara (TPS).

”Kami pastikan semua berjalan aman. Semua tahapan selalu  berkoordinasi dengan tim gugus tugas penangan Covid maupun pihak keamanan,”katanya. Sementara itu, Anggota Devisi Sosialisasi pendidikan pemilih dan partisipasi masyarakat KPU Jatim Gogot Cahyo Baskoro menambahkan, mengapresasi langkah KPU Gresik  melakukan launching secara virtual itu.  ”Ini (launching, Red) kali kedua kedua di Jawa Timur setelah Kota Surabaya secara virtual,”tegas Gogot.

Gogot berharap langkah KPU Gresik ini bisa menjadi inspirasi bagi penyelenggara pemilu lainnya.  ”Apalagi ini pertama kali KPU melakukan pemilihan di era new normal,”ujarnya.

Dia berharap agar seluruh jajaran KPU Gresik mampu menjalankan tugas. Tidak hanya melaksanakan edukasi elektoral atau sosialisasi pemilihan.  ”KPU juga dituntut kampanye publik tentang protokol kesehatan dengan baik,”katanya.  Gogot memiliki harapan besar, pelaksanaan pilkada di 18 kabupaten dan Kota di Jatim tidak sampai melahirkan klaster baru persebaran Covid-19. (*)

Launching Tahapan Pilbup 9 Desember Virtual. Selengkapnya

Cegah Percaloan, Pemkab Luncurkan e-BPHTB

Bupati Gresik Sambari Halim Radianto didampingi Kajari Gresik Heru Winoto, Kepala BPN Gresik Asep Heri ketika melaunching e-BPHTB di kantor Pemkab Gresik, Jumat 28 Agustus 2020. (foto : Humas Pemkab Gresik)

GRESIK, 1minute.id –Percaloan pengurusan bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) bakal tidak lagi terjadi di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD). Pasalnya, Pemkab Gresik mengganti proses pengurusan dengan e-BPHTB. Bupati Gresik Sambari Halim Radianto melaunching proses pelayanan publik di kantor Bupati Gresik, Jumat 28 Agustus 2020.

Ada sekitar 30 undangan yang hadir dalam launching e-BPHTB itu. Diantaranya, Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik Heru Winoto dan Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Gresik Asep Heri, serta perwakilan notaries, PPAT dan wajib pajak (WP).

Bupati Gresik Sambari Halim Radianto mengatakan.  diluncurkannya aplikasi e-BPHTB ini untuk memudahkan para wajib pajak, notaris, PPAT serta BPPKAD serta BPN.  ”Aplikasi ini dapat membantu mempermudah dan meningkatkan perolehan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pajak BPHTB, juga akan meminimalisir perselisihan antara WP dengan berbagai pihak terkait,”ujar bupati berlatar pengusaha itu dalam sambutannya.

Masyarakat, tambahnya, bisa langsung mengakses aplikasi ini melalui gawai. Dalam aplikasi itu sudah ada ketentuan tarif yang harus dibayar. Setelah membayar dan mengunggah bukti pembayaran, surat pengesahan BPHTB sudah bisa langsung dicetak. ”Mulai Senin besok (31 Agustus 2020) aplikasi ini sudah bisa di akses secara penuh. Hari ini (Jumat,Red) hanya launching saja sekaligus sosialisasi awal kepada masyarakat,”kata doctor alumnus Unair Surabaya itu.

Peluncuran aplikasi ini, Sambali melanjutkan, sekaligus menghilangkan praktek percaloan dalam pengurusan BPHTB.  ”Karena nominal yang harus dibayarkan sudah pasti, tidak ada lagi tawar-menawar tarif,”tegasnya. Bagi pihak BPN, dan pihak terkait bisa memantau langsung.  ”Jadi semuanya transparan,”imbuhnya.

Sambari mengakui masa pemerintahannya, perolehan BPHTB terbilang minim. Akan tetapi, pihaknya terus melalukan berbagai upaya dalam meningkatkan serapan di sektor tersebut.

Pada 2010,  urainya,  perolehan BPHTB hanya Rp 30 miliar. Setahun kemudian naik menjadi Rp 52 miliar.  Pada 2015 perolehan BPHTB meroket menjadi Rp  194 miliar.  ”Pada 2019 naik lagi menjadi Rp 261 miliar. Kedepan agar lebih maksimal perlu mengagas program zona nilai tanah (ZNT),”harap suami Hj Maria Ulfa itu. (*)

Cegah Percaloan, Pemkab Luncurkan e-BPHTB Selengkapnya

500 Ribu Masker untuk Cegah Penyebaran Korona

Ketua Tim Penggerak PKK Gresik Maria Ulfa Sambari menyerahkan bantuan masker kepada Ketua Persit Chandra Kirana Kodim 0817 Gresik dalam Pencanangan Gerakan Gresik Bermasker di halaman Kantor Bupati Gresik. ( foto : Humas Pemkab Gresik)

GRESIK,1minute.id—Pandemi korona belum berlalu. Gresik masih masuk zona ronye. Kondisi itu membuat Pemkab Gresik semakin aktif melakukan upaya pencegahan penyebaran virus berasal dari Wuhan, Tiongkok itu.  Diantaranya, ”Gerakan Gresik Bermasker”

Gerakan ini dicanangkan langsung Bupati Gresik Sambari Halim Radianto di halaman Kantor Pemkab Gresik pada Rabu, 12 Agustus 2020. Dalam acara itu, Bupati berlatar pengusaha ini membagikan sebanyak 500 ribu masker kepada masyarakat. Ribuan masker itu sumbangan dari berbagai pihak yang peduli meredam penyebaran wabah Kota Giri ini.

 ”Kami sangat berterima kasih karena pandemic  Covid-19 saat ini sudah berangsur membaik. Alhamdulillah saat ini kita sudah berada di zona oranye. Insya Allah tidak lama lagi kita akan masuk zona kuning. Mohon dukungan dan doa dari semuanya,”ujar Bupati Sambari dalam sambutannya.

 Untuk bisa masuk zona kuning, lalu hijau, tambahnya, butuh kerjakeras dan kesadaran semua pihak untuk melaksanakan protokol kesehatan. Selalu mengenakan masker, selalu dan sering cuci tangan dengan sabun, physical distancing dan menghindari kerumunan.

”Mematuhi protokol kesehatan adalah vaksi terbaik sebelum vaksin korona ditemukan,”ujarnya. Bupati Sambari meminta kepada para camat lebih aktif melaksanakan sosialisasi protokol kesehatan ke masyarakat.  ”Sosialisasikan dan sambil bagi-bagi masker sampai ke tingkat RT/RW,” saran Sambari.

Pada kesempatan itu, Bupati Sambari secara simbolis membagikan masker kepada perwakilan masyarakat. Sedangkan, Ketua Tim Penggerak PKK Gresik Maria Ulfa Sambari menyerahkan satu kotak masker kepada Ketua Gerakan Organisasi Wanita (GOW) Gresik Zumrotus Sholihah Qosim, Ketua Bhayangkari Polres Gresik dan Persit Kartika Candrakirana dan Ketua Dharma Wanita Gresik serta masyarakat. (*)

500 Ribu Masker untuk Cegah Penyebaran Korona Selengkapnya