GRESIK,1minute.id – Ikhtiar pencegahan peredaran narkoba di wilayah hukum Gresik yang dilakukan oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani berbuah apresiasi. Piagam penghargaan itu berasal dari Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur pada Kamis, 27 Juli 2023.
Penyerahan piagam pengharapan atas komitmen dan peran aktif dalam Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) diberikan langsung oleh Kepala BNNP Jatim Mohammad Aris Purnomo kepada Bupati Fandi Akhmad Yani dalam acara Pagelaran Prestasi Pelajar dan Deklarasi Anti Narkoba di Universitas Wijaya Kusuma (UWK) Surabaya. Gelaran itu rangkaian Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2023 yang diperingati setiap 26 Juli itu.
Fandi Akhmad Yani mengatakan, pencapaian ini merupakan bonus dalam mengeksekusi P4GN di Gresik. Kedepan, bersama seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dan organisasi masyarakat, akan terus berkomitmen untuk membasmi narkoba.
Beberapa waktu lalu, Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani sempat prihatin karena maraknya peredaran narkoba dikalangan remaja. Penyebabnya, diantaranya adalah faktor lingkungan dan pergaulan.
“Di era modern saat ini kita dihadapkan pada situasi ancaman serius yaitu peredaran gelap narkoba yang dapat merusak generasi bangsa. Mirisnya lagi, kasus narkoba yang terjadi di dominasi oleh kalangan remaja,” katanya.
Ia mengajak semua stakeholder di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik berkolaborasi. Termasuk dalam dunia pendidikan. Salah satu caranya adalah dengan memberikan edukasi dan turun langsung ke sasaran.
“Saya bersama BNN Kabupaten Gresik tak henti-hentinya turun ke sekolah-sekolah untuk memberikan edukasi dan menyuarakan bahaya narkoba. Mudah-mudahan ini menjadi spirit kami dalam pencegahan narkoba di Kabupaten Gresik. Dan ayo kita selamatkan masa depan anak-anak muda di lingkungan kita,” ujar Fandi Akhmad Yani didampingi Kepala BNNK Gresik Tony Sugiyanto.
Sementara itu, Kepala BNNP Jatim Mohammad Aris Purnomo mengatakan, bahwa tidak ada negara yang terbebas dari narkoba. Oleh sebab itu, tindakan P4GN menjadi barang wajib untuk diaplikasikan. “Bayangkan, dalam satu tahun terakhir ada sekitar 6.000 kasus narkoba yang ada di Jawa Timur. Maka, kita harus saling kerjasama dalam mencegah penyebaran ini. Salah satu caranya adalah dengan memberikan pemahaman yang baik atas narkoba ke masyarakat,” katanya. (yad)
GRESIK,1minute.id – Gresik bebas HIV-AIDS. Itu tekad Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik. Nah, untuk mewujudkan tekad itu, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) menggelar pelatihan Warga Peduli HIV/AIDS (WPA) di Kantor Bupati Gresik pada Rabu, 26 Juli 2023.
Pelatihan yang dibuka oleh Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah ini menghadirkan tiga pemeteri yakni RSUD Ibnu Sina Gresik dr Much. Fakhrudin Fakhry, Dinas Sosial Nur Faridah, dan Dinas Kesehatan Musyayadah.
“Beberapa waktu lalu dari KPA sudah mensosialisasikan hal ini kepada perempuan di Gresik. Kami memilih perempuan, karena di rasa lebih peka terhadap isu seperti ini. Maka hari ini kita lanjutkan dengan pelatihannya,” ujar Bu Min-sapaan karib-Wabup Aminatun Habibah saat membuka pelatihan.
Wabup Aminatun Habibah merasa prihatin. Sebab, kasus orang dengan HIV/AIDS (ODHA) cenderung meningkat. Pada 2021 ODHA berjumlah 65 kasus. Pada 2022 meningkat menjadi 179 kasus. “Jumlah ini meningkat 3 kali lipat,” ujar Bu Min lirih.
Sedangkan di triwulan 1/2023, tercatat 56 kasus baru. Penularan sangat tinggi. Sekitar 49 persennya berasal dari laki-laki seks laki-laki (LSL/homoseksual). Lainnya, ada anak anak, remaja, ibu rumah tangga, dan warga binaan pemasyarakatan (narapidana).
“Oleh karena itu, ini menjadi perhatian kita semua. Meskipun peningkatannya tidak sebanyak nasional yang mencapai sekitar 5.100 kasus per 6 mei 2023, tapi kita tidak bisa lengah dan berdiam diri saja,” ujar Wabup berlatar pendidik itu. Menurut Bu Min, problematik HIV/AIDS bukan hanya sebatas bidang kesehatan saja. Tetapi bisa mempunyai dampak di bidang politik, ekonomi, sosial, etnis, agama dan hukum. Bahkan berimplikasi secara nyata, cepat atau lambat dapat menyentuh semua aspek kehidupan manusia.
Untuk itu, Bu Min berharap agar setelah pelatihan ini dapat menjadi bibit dalam bersikap kepada ODHA. Misalnya seperti mengambilkan obat, mengantarkan ODHA ke tenaga kesehatan, memberikan penguatan mental, tidak mendiskriminasi ODHA, melatih keterampilan/life skill kepada ODHA, mengedukasi masyarakat/meluruskaan persepsi yang salah tentang ODHA, ikut mendorong masyarakat ibu hamil untuk screening tes HIV/AIDS dan lainnya.
“Saya harapkan, agenda hari ini dapat memberikan pengetahuan, bagaimana ibu-ibu ini bisa memberikan arahan kepada warga di sekitarnya dalam mencegah HIV/AIDS dan bersikap kepada ODHA. Terlebih dapat mengeliminir orang-orang dengan keinginan seksual menyimpang, menjadi ke arah yang benar,” tuturnya. Ikhtiar tersebut dilakukan untuk mewujudkan target Gresik Three Zero (zero infeksi baru, zero kematian terkait AIDS, serta zero stigma dan diskriminasi). (yad)
GRESIK,1minute.id – Sosialisasi gerakan gempur rokok ilegal kembali digelar. Bupati Gresik Fandi Akhmad turun tangan langsung untuk bertemu dengan ratusan warga di Balai Desa Laban, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik pada Selasa, 25 Juli 2023.
Pada kesempatan itu, Bupati Fandi Akhmad Yani menegaskan rokok tanpa pita cukai adalah ilegal sangat merugikan negara karena tidak memberikan manfaat apa pun baik secara pajak maupun kesehatan.
“Seluruh stakeholder harus mendukung upaya pemberantasan rokok ilegal ini. Karena ilegal, artinya tidak membayar pajak dan ini tidak memberikan sumbangsih dalam berjalannya program-program pemerintah,” terang Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani. Sosialisasi gempur rokok ilegal ini inisiasi oleh Dinas Satuan Polisi Pamong Praja ( Pol PP) Gresik dan Bea Cukai Gresik menghadirkan ratusan warga.
Kesempatan bertemu langsung dengan ratusan warganya, Gus Yani pun menjlentrehkan salah satu program prioritas di tahun ini. Yakni, infrastruktur jalan. Salah satu adalah pelebaran ruas Jalan Laban – Bringkang, Kecamatan Menganti. Pihaknya telah komunikasi dengan berbagai pihak untuk memperlancar realisasi program tersebut.
Bupati Fandi Akhmad Yani mengaku telah menjalin komunikasi dengan Walikota Surabaya Eri Cahyadi. “Desa Laban adalah desa paling ujung yang berbatasan dengan Surabaya. Saya sudah ngajak Mas Eri (Walikota Surabaya Eri Cahyadi,Red) ngopi. Intinya mengajak untuk berkolaborasi mengembangkan wilayah ini. Ruas jalan sepanjang 13 Km dari Laban – Bringkang, akan kita lebarkan,” ungkapnya.
Ia pun tidak lupa mengajak warga untuk berpartisipasi dengan memberikan dukungan.
Dukungan dimulai dari tingkat rukun tetangga, rukun warga, desa hingga kecamatan. Sebab, kata Gus Yani, dengan ruas jalan yang dilebarkan, ditambah dengan masuknya transportasi massal akan mengurangi kemacetan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat. “Untuk kesuksesan program tersebut, mohon dukungannya,” katanya. (yad)
GRESIK,1minute.id – Proyek infrastruktur jalan terus dikebut oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik. Tahun ini, Pemkab Gresik menggelontorkan anggaran ratusan miliar untuk perbaikan infrastruktur jalan di Kabupaten Gresik ini.
Perbaikan jalan yang ditangani oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik ini ada jalan utama maupun jalur penghubung antarwilayah. Jalur ekonomi yang diharapkan bisa mempercepat pertumbuhan ekonomi terutama sektor pertanian dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Perbaikan infrastruktur jalan yang mendapatkan respon positif warga, antara lain, ruas Jalan Desa Setro menghubungkan Desa Pengalangan, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik. Tahap pertama pembangunan sepanjang 750 meter. Konstruksi badan jalan aspal. Mulus! “Satu bulan lalu memang rusak berat, tapi saat ini sudah selesai diperbaiki,” ujar Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi pada Selasa, 25 Juli 2023.
Fandi Akhmad Yani mengatakan bahwa perbaikan jalan ini untuk menunjang aktivitas warga yang setiap hari melintas di jalan tersebut. “Kita lihat jalan poros ini dikelilingi oleh sektor pertanian. Dengan kondisi jalan yang rusak, maka berdampak pula pada perekonomian masyarakat. Oleh sebab itu, kami berupaya agar aktivitas masyarakat tidak terganggu sehingga mampu memulihkan ekonomi masyarakat,” ujar Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani.
SEMRINGAH: Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani berdialog dengan pengguna jalan saat sidak perbaikan Jalan poros Desa Setro-Pengalangan, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik pada Selasa, 25 Juli 2023 ( Foto: Prokopim Gresik for 1minute.id)
Selain sektor pertanian, perbaikan jalan di Desa Setro ini membawa multiplayer effect di sektor lainnya. Antara lain, bidan pendidikan dan distribusi barang dan jasa, dan perekonomian UMKM. “Alhamdulillah banyak masyarakat yang diuntungkan karena jalan yang dilewati sudah mulus dan tak rusak lagi. Kami harap masyarakat untuk ikut serta menjaga kondisi jalan agar tidak rusak lagi,” harap Bupati Fandi Akhmad Yani.
Tahun ini, pembangunan dan perbaikan infrastruktur menjadi konsentrasi duet Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah. Wabil khusus jalan. “Kami terus perbaiki kondisi jalan yang menghuhungkan antarwilayah, sesuai dengan RPJMD Pemerintah Kabupaten Gresik yakni Gresik Mapan,” pungkasnya.
Bagaimana reaksi masyarakat? Syahidun, misalnya. Petani Desa Setro mengaku senang lantaran jalan yang dilaluinya setiap hari kini diperbaiki oleh pemerintah. “Saya mewakili warga menyampaikan terima kasih kepada pak bupati yang telah memperbaiki jalan kami. Semoga dengan perbaikan jalan ini akan semakin menambah manfaat bagi masyarakat, bukan hanya petani saja. Namun masyarakat-masyarakat lainnya yang melintas di jalan ini setiap harinya,” ucap Syahidun.
Sedangkan, Hengki sekali tiga uang dengan Syahidun. Penjual tahu keliling asal Desa Ambeng-ambengwatangrejo, Kecamatan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik senang karena Jalan Poros Desa Setro dengan Desa Pengalangan, Kecamatan Menganti mulus. Hampir setiap hari Hengki melewati jalan tersebut dengan mengendarai motor Honda Supranya.
Bila sebelum diperbaiki ia harus menempuh waktu cukup lama, 15 menit karena laju motor mencari jalan tidak berlubang agar ronjot plastik tempat Tahu tidak terjatuh. “Alhamdulillah, sekarang sudah diperbaiki. Matur suwun pak Bupati (Fandi Akhmad Yani, Red),” katanya. (yad)
GRESIK,1minute.id – Selangkah lagi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik bakal menyandang Kabupaten Layak Anak (KLA) kategori Utama. “Alhamdulillah kita berhasil mempertahankan penghargaan KLA kategori Nindya. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk berbenah dan naik menjadi kategori Utama pada tahun yang akan datang,” kata Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah usai menerima tropi dan piagam Penghargaan Anugerah KLA 2023 di Semarang pada Sabtu malam, 22 Juli 2023.
Penghargaan KLA ini berasal dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia. Menurut Wabup Aminatun Habibah, penghargaan ini sejalan dengan kebijakan Pemkab Gresik untuk mewujudkan lingkungan yang ramah anak. “Ini upaya kesinambungan,” imbuh Bu Min-sapaan karib-Aminatun Habibah.
Untuk mewujudkan lingkungan ramah anak, lanjutnya, pihaknya akan terus membuka pintu selebar-lebarnya bagi semua elemen masyarakat untuk berkolaborasi bersama Pemkab Gresik. “Selain sinergi antar OPD, kita juga terus membuka diri kepada masyarakat untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang ramah kepada anak-anak kita. Kita yakin, bahwa kolaborasi semua stakeholder ini akan semakin mudah dalam mewujudkan tujuan kita bersama,” terangnya.
Kepada Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (KBPPPA) Gresik Titik Ernawati akan berupaya ekstra keras untuk menjadikan Gresik, Kabupaten Layak Anak kategori Utama. “Insya Allah siap!” tegas Titik Ernawati.
Ia mengaku telah mempersiapkan sejumlah langkah strategis.Diantaranya, membangun sistem berbasis anak, pemenuhan hak anak sesuai dengan standar, serta meningkatkan kesadaran SDM akan hak-hak anak.
Predikat KLA kategori Nindya ini untuk kali kedua. Penghargaan KLA diberikan setiap tiap tahun. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) Bintang Puspayoga menegaskan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi sekaligus dorongan dari pemerintah pusat.
“Ini adalah bentuk apresiasi kami atas segala komitmen dan keseriusan daerah dalam menghadirkan wilayah yang aman bagi anak. Sekaligus juga merupakan cambuk penyemangat bagi daerah untuk bekerja lebih keras dalam pemenuhan hak-hak anak,” tandasnya. (yad)
GRESIK,1minute.id – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) siswa SD dan SMP di Kabupaten Gresik memasuki hari kedua, Selasa, 18 Juli 2023. MPLS tahun ini lebih ramah anak.
Di UPT SMP Negeri 2 Gresik, MPLS terasa berbeda. Ada yang baru di sekolah berlokasi di Jalan KH Kholil, Gresik itu. MPLS siswa laki-laki dan perempuan dilakukan secara terpisah. Kaum adam berjumlah 122 siswa. Kaum hawa berjumlah 134 siswa. Total 256 siswa. Mereka terbagi 8 rombongan belajar (rombel) atau kelas.
Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik sedang melakukan ujicoba memisahkan kelas pria dan perempuan di sekolah yang dipimpin oleh Mohammad Salim itu. Selain di UPT SMP Negeri 2 Gresik, kelas terpisah laki-laki dan perempuan juga diujicobakan di UPT SD Negeri 49 Gresik.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, Pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik belum memutuskan memisah sekolah laki-laki dan perempuan. “Kami masih ingin mengkaji kelebihan dan kekurangan ketika melakukan inisiatif sekolah di pisah antara lelaki dan perempuan,” kata Bupati Fandi Akhmad Yani saat membuka MPLS di UPT SMP Negeri 1 Gresik pada Senin, 17 Juli 2023.
ADA YANG BARU : Suasana MPLS di UPT SMP Negeri 2 Gresik untuk peserta laki-laki pada Selasa, 18 Juli 2023 ( FOTO : SMP Negeri 2 Gresik for 1minute.id)
Karena masih berupa kajian tentu butuh waktu. Harus dilihat dari sudut pandang atau perspektif apa pun. Dampak positif dan negatif. Dan, bagaimana hasil akhirnya bagaimana. “Bila hasilnya baik baru kita tetapkan. Itu pun melalui mekanisme aturan yang ada. Dewan Pendidikan, Dewan pengawas dan lainnya,” katanya.
Jadi saat ini, Dispendik Gresik ingin mencoba inisiatif itu. “Lalu melakukan kajian dan dampaknya,” ujar Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani saat itu didampingi Ketua Dewan Pendidikan Gresik Syaiful Kirom, Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik S.Hariyanto.
Pemisahan peserta pria dan perempuan di sekolah negeri kali pertama diujicobakan. Baru dua lembaga yang menjadi pilot project yakni UPT SMP Negeri 2 Gresik dan UPT SD Negeri 49 Gresik.
Meski tahap ujicoba, MPLS di UPT SMP Negeri 2 Gresik yang memasuki hari kedua terlihat berlangsung lancar. Menurut Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik, peserta MPLS secara terpisah antara laki-laki dan perempuan ini diharapkam memiliki dampak positif bagi siswa. Pertama, pembentukan akhlak siswa. Kedua, efektif dalam menentukan strategi metode dan model pembelajaran yang berfokus pada pembentukan karakter berpusat pada siswa.
“Dampak positif ketiga diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan diri peserta didik dan terbentuk kontrol diri,” kata Mohammad Salim. (yad)
GRESIK,1minute.id – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Gresik bersama Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik menggelar seminar nasional di Gedung Nasional Indonesia (GNI) Gresik pada Senin, 17 Juli 2023.
Seminar pendidikan dengan pemateri Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim, Anggota Komisi X DPR RI Zainuddin Miliki, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah ini mengusung tema Tiga Dosa Pendidikan.
Acara tersebut dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman, Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik S.Hariyanto, para kepala sekolah dan guru di lingkungan Dispendik Gresik.
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim melalui video mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh PWI Gresik bersama Dispendik Gresik ini. Sebab, kata Nadiem, tema ini sangat penting untuk dibahas oleh seluruh stakeholder pendidikan. Sebab, tiga dosa tersebut menjadi trending topik di media. Setiap hari ada berita tentang kekerasan di lingkungan pendidikan.
SEMINAR PENDIDIKAN: (kiri) Prof Zainuddin Maliki dan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dalam seminar pendidikan digelar PWI Gresik dan Dinas Pendidikan Gresik di GNI pada Senin, 17 Juli 2023 ( FOTO : PWI for 1minute.id)
Kemendikbudristek, kata Nadiem, telah melakukan sejumlah regulasi untuk penanggulangan kekerasan. Ia mencontohkan, pusat pengembangan karakter sampai hari ini melakukan sosialisasi edukasi untuk mencegah pelajar menjadi korban maupun menjadi pelaku kekerasan. Pada 2021, pihaknya telah mengambil langka berani mengesahkan Peraturan Menteri (Permen) tentang pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di Perguruan Tinggi.
“Dalam waktu dekat Kami akan meluncurkan peraturan tindak kekerasan di jenjang PAUD , pendidikan dasar sampai pendidikan menengah,” tegas Nadiem. Ia berharap, regulasi ini, proses penanganan kekerasan akan lebih akuntabel tanpa menghilangkan hak pelajar untuk mendapatkan pendidikan.
Untuk mendukung hal ini, Dinas Pendidikan di seluruh Indonesia memainkan peran sangat penting. Kemendikbudristek menyediakan platform Lapor pendidikan yang merangkum data asesmen nasional meliputi hasil survey pendidikan.
“Dari data tersebut Pemda dapat menentukan sekolah mana yang prioritas untuk mencegah dan menangani kasus kekerasan, program apa yang perlu dikembangkan, dan intervensi lain. Mari mewujudkan lingkungan pendidikan yang merdeka dari kekerasan,” kata Nadiem.
FOTO BARENG : Pembicara dan peserta seminar pendidikan yang diselenggarakan oleh PWI Gresik dan Dinas Pendidikan foto bersama usai acara di GNI pada Senin, 17 Juli 2023 ( FOTO: chusnul cahyadi/1minute.id)
Bupati Fandi Akhmad Yani mengatakan seminar pendidikan ini menjadi dorongan bagi pemerintah daerah serta stakeholder terkait agar senantiasa mengevaluasi diri. Bagaimana menghadirkan lingkungan pendidikan di Kabupaten Gresik yang heterogen namun tetap ramah anak.
Tidak ada lagi pelecehan seksual, tidak ada lagi bullying, tidak ada lagi intoleransi. “Saya sangat mengapresiasi seminar ini di momen hari pertama masuk sekolah tahun ajaran baru 2023/2024. Ini sebagai pengingat,” kata Gus Yani-sapaanakrab-Bupati Fandi Akhmad Yani.
Menurutnya, untuk menghapus tiga dosa pendidikan itu memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Diperlukan upaya bersama antara pemerintah, lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat. Tenaga pendidik atau guru. Mereka harus mampu memetakan potensi anak didiknya. Karena itu, guru juga dituntut untuk terus belajar dan meningkatkan kompetensi. ‘’Orang tua juga harus menjadi teladan bagi anak-anaknya,’’ tegasnya.
Pernyataan senada disampaikan Wabup Aminatun Habibah. Namun, dia memberikan tambahan. Dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) dengan sistem zonasi, membuat lingkungan sekolah menjadi lebih heterogen. Sekolah yang dulu dikenal favorit, kini tidak hanya diisi anak didik yang berprestasi saja. Namun, juga siswa-siswi yang bertempat tinggal di dekat sekolah.
Dengan kondisi tersebut, lanjut Wabup, guru dituntut untuk terus meningkatkan kapasitas dirinya dalam mengelola kelas. Nah, lingkungan sekolah yang tidak lagi homogen itu bisa berpotensi memicu terjadinya bullying. ‘’Sehingga para pemangku kepentingan harus mampu mengelola tempat pendidikan itu dengan baik,’’ kata Wakil Bupati perempuan berlatar pendidik itu.
Prof Zainuddin Maliki menekankan pentingnya penguatan karakter dalam menekan tiga dosa pendidikan tersebut. Sekolah-sekolah jangan hanya berfokus pada penilaian literasi dan numerasi. Politikus PAN itu menyebut, akar persoalan pendidikan itu adalah karakter. ’’Nah, pembenahan karakter ini membutuhkan kemauan, kesungguhan, dan pembiasaan. Memang membutuhkan waktu, tapi pasti bisa,” jelas anggota Komisi X DPR RI Dapil Lamongan-Gresik itu.
Kepala Dinas Pendidikan (Kadispedik) Gresik S Hariyanto mengatakan Dispendik Gresik sedang berupaya penuh mewujudkan sekolah ramah anak dan kabupaten layak anak melalui program-program strategis. “Kami semakin menggalakkan dan mensukseskan gerakan sekolah ramah anak menuju kabupaten layak anak. Tentunya tujuan ini tidak bisa dilakukan jika hanya sendiri, kita bergotong royong bersama seluruh stakeholder dan media massa,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua PWI Gresik Deni Ali Setiono mengungkapkan, kegiatan yang bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik tersebut ingin mewujudkan sekolah ramah anak sebagai garda terdepan perlindungan hak-hak anak.
“Berangkat dari masih banyak ditemuinya masalah intoleransi, kekerasan, dan bullying di sekolah, dibuatlah kegiatan seminar pendidikan sebagai salah satu jalan menyelesaikan permasalahan yang ada,” katanya. (yad)
GRESIK,1minute.id – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2023/2024 memasuki hari pertama, Senin 17 Juli 2023. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani berharap MPLS momentum mewujudkan sekolah sebagai tempat yang ramah, aman, dan nyaman bagi peserta didik. Peran serta semua stakeholder. Stop bullying, kekerasan dan intoleransi.
“Ada lima kreteria tujuan MPLS. Salah satunya, menciptakan sekolah ramah anak. Sekolah tempat kedua bagi anak, sehingga harus diciptakan lingkungan sekolah ramah, aman, nyaman,” kata Bupati Fandi Akhmad Yani usai membuka MPLS di UPT SMP Negeri 1 Gresik pada Senin, 17 Juli 2023.
“Sekolah tempat bersosialisasi. Tidak hanya tempat belajar. Sekolah juga tempat peningkatan kreativitas muncul di sekolah,” imbuh Ketua Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi Unair Surabaya ini.
LEPAS BALON : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani beserta peserta MPLS UPT SMP Negeri 1 Gresik pada Senin, 17 Juli 2023 ( FOTO: chusnul cahyadi/1minute.id)
MPLS di sekolah yang dipimpin oleh Beri Avita Prasetiya ini menggelar Deklarasi Sekolah Ramah Anak. Isinya, Kami Keluarga UPT SMP Negeri 1 Gresik :
1. Meningkatkan Keimanan dan Ketaqwaan Kepada Tuhan YME.
2. Mewujudkan Sekolah Aman, Bersih, Sehat, Hijau, Inklusif, dan Nyaman bagi perkembangan peserta didik
3. Menghargai hak-hak anak, menjadi motivator, fasilitator sekaligus sahabat bagi peserta didik
4. Menciptakan sekolah bebas vandalisme, perundangan, kekerasan fisik, non fisik
5. Menciptakan lingkungan sekolah tanpa asap rokok, tanpa minuman keras dan NAPZA
6. Membangun suasana sekolah sebagai komunitas pembelajar dan tempat pendidikan setelah keluarga
7. Menjamin kesehatan dan kesetaraan hak pendidikan tanpa diskriminasi
8. Menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari pornografi dan pornoaksi.
Ada yang baru di tahun ajaran 2023/2024 ini. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) melalui Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik menerapkan program lima hari sekolah. Full day School. Sekolah mulai Senin sampai Jumat. Hari bisa diisi kegiatan ekstrakulikuler. Sekolah sebagai tempat pembelajaran, didorong agar bisa mengembangkan potensi seluruh peserta didik yang dimilikinya melalui kebijakan lima hari sekolah sebagaimana yang tertuang dalam keputusan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik nomor 420/0064/437.53/2023.
SEKOLAH RAMAH ANAK : Siswa UPT SMP Negeri 1 Gresik membentangkan poster dalam Deklarasi Sekolah Ramah Anak saat MPLS di UPT SMP Negeri 1 Gresik pada Senin, 17 Juli 2023 ( FOTO : chusnul cahyadi/1minute.id)
“Pelaksanaan 5 hari sekolah, dalam MPLS keputusan Kemendikbud. Senin sampai Jumat pembelajaran aktif di sekolah, Sabtu diisi ekstra. Ini kita jalankan sesuai instruksi kementerian pendidikan, mudah-mudahan ini bisa menjadi inovasi dalam pendidikan,” ujar Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani.
Melalui kebijakan ini, sambungnya, para peserta didik didorong untuk bisa mengembangkan potensinya. Terutama dengan memberikan wadah bagi mereka yang memiliki keterampilan non akademik.
“Bisa menumbuhkan prestasi, tidak hanya dari akademik saja. Di luar akademik, mereka punya modal di jam ekstra. Artinya, mereka bisa berkembang diluar hari Senin sampai Jumat. Misalnya di sini ada atlet renang, panjat tebing. Disitu memberikan kesempatan, bahwa kesuksesan bisa diraih diluar akademik,” tutur dia.
Dalam hal ini, pihaknya terus melakukan berbagi inovasi dan tetap mengevaluasi secara berkala. Hal ini dilakukan demi mencetak Sumber Daya Manusia yang unggul di Kabupaten Gresik. (yad)
GRESIK,1minute.id – Program Bawean Rintisan Pulau Pendidikan resmi di launching oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. Launching program anyar, Nawa Karsa Gresik Cerdas itu dipusatkan di Alun-alun Sangkapura, Pulau Bawean pada Rabu malam, 12 Juli 2023.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, program ini merupakan awal dari peningkatan kapasitas warga Gresik terutama Pulau Bawean. Tidak hanya di bidang pendidikan, tapi juga ekonomi masyarakat.
“Maka ini menjadi embrio awal dalam mengembangkan pendidikan di Bawean melalui kolaborasi dengan universitas yang ada di Gresik,” kata Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani saat melaunching Program Bawean Rintisan Pulau Pendidikan di Alun-alun Sangkapura pada Rabu, 12 Juli 2023.
Sebelumnya program ini telah diawali dengan kegiatan English Camp di Pondok Pesantren (Ponpes) MBI Mambaul Falah, Desa Sukaoneng, Kecamatan Tambak, Bawean. Pesertanya terdiri dari 42 siswa SMP Negeri dan Swasta dari daratan dan 42 siswa SMP di kepulauan, Bawean.
Mereka semua dibekali dengan pembelajaran bahasa Inggris dan pendidikan karakter selama 14 hari, mulai 2-15 Juli 2023. Ditambah dengan 15 pendamping dari Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG). Serta pengajar dari guru dan pengasuh pondok setempat.
Kegiatan ini sengaja digelar saat liburan semester. Menurut Gus Yani, hal ini demi terciptanya liburan yang berkualitas dengan tidak hanya bermain gadget, tapi juga produktif dalam belajar ditambah dapat mengenal pesantren.
“Kami yakini sepulang dari camp ini akan membawa manfaat yang besar. Baik itu ilmu pengetahuan maupun budaya. Kami harapkan juga mereka dapat menjadi influencer yang mengenalkan Bawean ke seluruh dunia.” ujar Gus Yani.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik).Gresik S. Haryanto mengatakan, tujuan program ini adalah membuat pendidikan di Bawean selangkah lebih maju dari daerah yang lain. Untuk itu, Dispendik telah bekerjasama dengan beberapa perguruan tinggi di Gresik untun mensukseskan program ini.
“Saat ini Dispendik bekerja sama dengan UMG yang mengawali dengan English Camp. Kita harapkan Bawean dapat menjadi Pare-nya Gresik,” kata S.Hariyanto. Selain UMG, lanjutnya, pihaknya akan menggandeng Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI) Gresik untuk mendatangkan tenaga ahli dalam pelatihan intensif pengolahan dan pengawetan ikan. “Ditambah dengan Universitas Qomaruddin yang akan membantu dalam digitalisasi desa yang bermuara Gresik satu data,” terang S.Haryanto.
Ia melanjutkan semua program tersebut akan dituntaskan pada 2023. Nantinya, tahun depan akan dievaluasi serta menyempurnakan. Launching program Rintisan Pendidikan Pulau Bawean ini cukup meriah. Warga dan pelajar di Pulau berjarak 80 mil dari pusat Kabupaten Gresik tumplek-blek memenuhi Alun-alun Sangkapura. Tampak hadir dalam acara tersebut antara lain Ketua PCNU Bawean Muhammad Fauzi Rauf , Ketua LP Ma’arif NU Bawean Kiai Ali Subhan, Forkopimcam Sangkapura dan Tambak, serta tokoh masyarakat sekitar. (yad)
GRESIK,1minute.id – Sebanyak 15 pasangan finalis duta wisata, Cak dan Yuk Gresik 2023 bertemu Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah di Kantor Bupati Gresik pada Rabu, 12 Juli 2023.
Pada kesempatan itu, Wabup Aminatun Habibah lebih banyak memberikan pencerahan terkait pariwisata di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini. Bu Min-sapaan karib-Aminatun Habibah, diantaranya Wedani sebagai Desa Devisa. Desa Wedani berada Kecamatan Cerme. Mayoritas penduduk di kampung itu, perempuan dan laki-laki adalah pengerajin tenun tradisional. Pengerajin tenun tradisional menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM).
“Untuk tenun Wedani, pemerintah sudah berupaya untuk Go Internasional melalui pameran maupun even tingkat nasional. Secara lokal sementara ini kita kenalkan melalui sekolah dan instansi yang ada di Kabupaten Gresik,” kata Aminatun Habibah yang didampingi Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Parekrafbudpora) Gresik Saifudin Ghozali.
Desa Wedani berpotensi menjadi jujugan wisatawan karena keunikan alat tenun dan kain tenun berkualitas sudah merambah pasar dunia, yakni, Asia, ASEAN hingga Timur Tengah. Juga, Bandar Grissee. Penataan kawasan kolaborasi dengan pemerintah pusat.
“Terus gali potensi, selain wisata, dan makanan, pondok pesantren juga harus ikut diperkenalkan. Karena julukan Kabupaten Gresik sebagai kota santri dan kota wali yang di dalamnya terdapat banyak pondok pesantren,” ucap wabup perempuan pertama di Kabupaten Gresik itu.
Audiensi bersama 15 pasangan finalis Cak dan Yuk Gresik ini juga dihadiri Asisten III Nuri Mardiana, Kepala Bappeda Misbahul Munir, Kepala Dinas Kesehatan dr. Mukhibatul Khusnah, Kadis Kominfo Ninik Asrukin serta Sekretaris Disnaker Gresik Nurlailie Indah Kusumawatie. (yad)