Kerja Keras TP-PKK Gresik Ikut Serta Menurunkan Angka Stunting Berbuah Penghargaan Manggala Karya Kencana

GRESIK,1minute.id – Kerja keras Tim Penggerak PKK Gresik menurunkan angka stunting berbuah apresiasi. Apresiasi berupa penghargaan Manggala Karya Kencana dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) RI. Penghargaan diserahkan langsung oleh Kepala BKKBN RI Hasto Wardoyo kepada Ketua TP PKK Gresik Nurul Haromaini Ali di Griya Agung di Rumah Dinas Gubernur Sumatera Selatan pada Selasa malam, 4 Juli 2023.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani ikut menyaksikan pemberian apresiasi tersebut. Manggala Karya Kencana merupakan penghargaan tertinggi yang diberikan Pemerintah Pusat melalui BKKBN kepada sosok yang dinilai berdedikasi tinggi dan komitmen dalam pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana (Bangga Kencana). 

Penghargaan dalam rangka peringatan Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) ke-30 tingkat Nasional yang dipusatkan di Provinsi Sumatera Selatan.

“Syukur Alhamdulillah kita (TP-PKK,Red) sebagai mitra pemerintah Kabupaten Gresik mendapatkan penghargaan Manggala Karya Kencana dari BKKBN. Hal ini merupakan buah dari sinergitas dan kolaborasi kami dengan berbagai pihak dalam upaya penurunan angka stunting di Gresik,” kata Ning Nurul-sapaan-Nurul Haromaini Ali. 

Penghargaan ini, lanjut ibu dua anak itu, menjadi dorongan semangat untuk semakin berkolaborasi. Sesuai arahan Menko PMK dan Kepala BKKBN, ke depan akan mulai bagaimana meningkatkan kualitas keluarga, khususnya mempersiapkan generasi berkualitas menyongsong Indonesia Emas 2045.

Ning Nurul menceritakan perkembangan angka stunting di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini. Pada 2021, angka stunting mencapai 23 persen. Setahun kemudian, turun menjadi 10 persen. Menurutnya, keberhasilan ini tidak lepas dari komitmen bersama dan sinergitas antara Pemerintah Kabupaten Gresik, TP-PKK serta kerjasama lintas sektoral. 

Ia juga menyampaikan, keberhasilan dalam penurunan angka stunting ini juga karena dukungan dari masyarakat Kabupaten Gresik. “Kami aktif turun ke masyarakat untuk memberikan pendampingan dan edukasi. Alhamdulillah masyarakat sangat antusias dan mendukung atas pemdampingan kami lakukan selama ini. Maka, penghargaan ini saya persembahkan pula untuk masyarakat Gresik,” ucapnya.

Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat mengaku bersyukur atas penghargaan yang telah diterima oleh Ketua TP-PKK Kabupaten Gresik. Menurutnya, ini adalah prestasi yang membanggakan.

Bagaimana tidak, perjuangan yang dilakukan selama ini dalam upaya menurunkan angka stunting ternyata membuahkan hasil. Kami selaku pemerintah kabupaten Gresik juga turut memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas keberhasilan tersebut.

“Memang benar, selama ini kami selalu intens dalam berkolaborasi kaitannya dengan upaya menurunkan angka stunting. Dan kolaborasi ini akan terus kami lakukan untuk terus menekan kasus stunting di Gresik,” kata Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani. 

Ia menuturkan, penghargaan ini hendaknya menjadi motivasi dan spirit untuk semakin meningkatkan semangat juang demi kepentingan masyarakat di Kabupaten Gresik. Pemkab Gresik memiliki kepedulian yang tinggi terhadap berbagai persoalan terutama pada sektor pengendalian penduduk serta upaya-upaya aksi Konvergensi Penurunan Stunting. “Apa yang kami lakukan ini semata-mata demi masyarakat di Kabupaten Gresik,” pungkasnya. (yad)

Kerja Keras TP-PKK Gresik Ikut Serta Menurunkan Angka Stunting Berbuah Penghargaan Manggala Karya Kencana Selengkapnya

Bupati Fandi Akhmad Yani Sebut Pelaksanaan Haji Tahun Ini Relatif Lancar, Layanan Lebih Baik

GRESIK,1minute.id – Bupati GresikFandi Akhmad Yani lega. Sebab, pelaksanaan haji secara keseluruhan berlangsung lancar. Bupati Gresik termuda itu menunaikan rukun Iman kelima bersama istri, Nurul Haromaini Ali. 

Seluruh jemaah haji asal Gresik sudah melaksanakan rangkaian ibadah mulai wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, mabit dan lempar jumrah di Mina hingga tawaf ifadha di Makkah.

“Terima kasih kepada Kementerian Agama RI dan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi yang telah membantu jemaah haji bisa melaksanakan safari wukuf, lempar jumrah hingga tawaf ifadhah,” terang Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani pada Senin, 3 Juli 2023. Hari itu, Bupati Fandi Akhmad Yani sedang berada di Masjidil Haram Makkah. 

Selain melaksanakan rukun haji secara khusyuk, Gus Yani juga ikut memantau perkembangan warganya, asal Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik yang sedang berhaji. Bupati Gus Yani bersyukur selalu mendapatkan update terbaru dari para petugas haji.

Selain itu, Ia juga menyambangi tempat pemondokan jemaah haji asal Kabupaten Gresik. Dikatakan, kondisi jemaah haji asal Kabupaten Gresik, hingga saat ini dikabarkan dalam kondisi baik dan sehat. Jemaah yang meninggal dunia asal Gresik ada dua, yakni di Madinah dan Mina. Sementara sejumlah jemaah masih menjalani perawatan medis oleh Petugas Kesehatan PPHI maupun dirawat di sejumlah rumah sakit di Makkah.

Jumlah jemaah haji yang berangkat dari Kabupaten Gresik pada 1444H/2023 M ini sebanyak 2.051 jemaah. Rincian, jamaah haji lunas sebanyak 2.103 jemaah, mutasi masuk sebanyak 30 jemaah, dan mutasi keluar sebanyak 82 jemaah. “Dari total 2.051 jemaah asal Gresik, sekitar 15 persen merupakan berisiko tinggi karena usianya sudah di atas 75 tahun serta memiliki penyakit kronis,” katanya.

Dari pengamatanya selama di Madinah dan Makkah, jemaah berisiko tinggi mendapat pendampingan ketat dari PPIH maupum Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) masing-masing. “Para jeqmaah lansia juga nurut saat diarahkan untuk tidak keluar pemondokan siang hari karena cuaca terik. Serta jarak ke Masjidil Haram yang cukup jauh bila dengan jalan kaki sekira 2,5 hingga 3 km,” ujar Fandi Akhmad Yani.

Gus Yani juga mengaku terus melakukan komunikasi intens dengan para jemaah asal Gresik untuk memantau keadaan dan kondisinya. Setiap kali bertanya tentang pelayanan, jemaah mengatakan sudah cukup baik, hotelnya bagus, pelayanan kesehatan bagus, makananya juga lumayan.

“Walau jarak hotelnya jauh di sektor 6 wilayah Sisyah Aziziah namun tidak alasan bagi jemaah haji Gresik untuk tidak ke Masjid Al Harram karena ada layanan bus shalawatnya 24 jam,” tuturnya.

Gus Yani, mengaku pelayanan haji terus mengalami peningkatan signifikan. “Alhamdulillah, layanan haji terus mengalami peningkatan meski ada kejadian haji terlantar di Muzdalifah dan Mina,” ujarnya. Menurutnya, penyelenggaraan haji semakin bagus dan teratur, baik dari pemondokan hingga makanan. Kesan ini muncul, aku Gus Yani, karena dirinya pernah berhaji pada 2015 silam. 

Perbaikan layanan bahkan tidak hanya dia rasakan saat di Tanah Suci. Perubahan signifikan juga sudah terjadi sejak awal proses pemberangkatan haji dari embarkasi. Secara umum, menurut bupati, mereka merasa puas terlayani. Terkait layanan katering, Bupati Gresik juga menilai sudah bagus. Dari segi menu sesuai selera orang Indonesia, pendistribusiannya juga sudah relatif tepat waktu. Namun demikian, Gus Yani berharap layanan katering bisa diberikan secara penuh selama jemaah berada di Makkah. (yad)

Bupati Fandi Akhmad Yani Sebut Pelaksanaan Haji Tahun Ini Relatif Lancar, Layanan Lebih Baik Selengkapnya

Wabup Gresik Aminatun Habibah Ajak Jemaah Teladani Akhlaq KH Abdul Karim

GRESIK,1minute.id – Ribuan jemaah memenuhi Pondok Pesantren (Ponpes) Alkarimi di Desa Tebuwung, Kecamatan Dukun. Jemaah datang untuk ngalab berkah. Menghadiri Haul ke-131 Almaghfurlah KH. Abdul Karim, pendiri Ponpes Alkarimi. 

Tampak hadir ditengah jemaah yang menyemut itu, antara lain, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, Habib Umar Muthohar dari Semarang, KH. Muhammad Yusuf Chudlori (Magelang), Ketua PWNU Jatim KH. Marzuqi Musta’mar, Ketua LP. Ma’arif NU Gresik H. Muhammad Mujib, Pengasuh Ponpes Al Karimi KH. Abdul Muhshi dan Camat Dukun Gunawan P. Atmaja, 

Pada kesempatan itu Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah mengajak para jemaah yang hadir meneladani akhlak para ulama dan guru-guru kita terdahulu. “Melalui haul ini, kita akan dapat meneladani sifat para ulama dan guru-guru kita terdahulu. Agar nantinya dapat bermanfaat dalam bermasyarakat terutama dalam beragama,” ujar Bu Min-sapaan karib-Aminatun Habibah pada Senin, 3 Juli 2023.

Ponpes Al Karimi di Tebuwung ini, salah satu pondok tertua di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini. Tahun ini, pondok yang didirikan oleh KH Abdul Karim ini memasuki usia lebih satu abad tepatnya 131 tahun. Pengurus Besar  Nahdlatul Ulama (PBNU) memberikan apresiasi karena melampaui usia organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Indonesia yang didirikan oleh KH Hasyim Asy’ari. NU berusia 1 Abad.

“Saya juga mengucapkan terimakasih kepada Pondok Pesantren Al Karimi yang konsisten membantu Pemkab Gresik dalam mendidik putra putri kita semua,” kata wabup berlatar pendidik itu.

Pada kesempatan itu, Bu Min memaparkan capaian program pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik bersama Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang memasuki tahun ketiga ini. Salah satunya, program mensejahterakan masyarakat. Mulai dari bidang kesehatan hingga peningkatan infrastruktur.

“Saat ini kami di Pemkab Gresik sedang mengerjakan banyak hal. Diantaranya adalah program Universal Health Coverage (UHC) untuk berobat gratis dan peningkatan infrastruktur jalan yang Insya Allah pada 2024 ini akan banyak titik jalan yang kita tuntaskan,” ujarnya. Tahun ini, progres infrastruktur telah berjalan sampai 70%. Sisamya, 30% akan dituntaskan pada 2024 mendatang.

Sementara itu, Kepala Bakorwil Bojonegoro Agung Subagyo mengatakan peringatan haul ini, dapat meningkatkan tali silaturahmi dan ukhuwah islamiyah para kyai, ulama, pengurus, dan santri Ponpes Al Karimi. Sehingga, para santri diharapkan dapat membangkitkan semangat dalam menjunjung tinggi rasa nasionalisme bangsa Indonesia.

“Maka kita khususnya para santri perlu mengambil bagian dan memberikan kontribusi kepada bangsa sesuai kemampuan yang dimiliki,” kata Agung Subagyo mewakili Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa itu. (yad)

Wabup Gresik Aminatun Habibah Ajak Jemaah Teladani Akhlaq KH Abdul Karim Selengkapnya

Kadistan Gresik: Hewan Kurban Aman, Sudah Vaksinasi

GRESIK,1minute.id – Sebagian umat muslim akan melakukan Salat Idul Adha 1444 Hijriah pada Rabu besok, 18 Juni 2023. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik menjamin ketersediaan dan kesehatan hewan kurban yang memenuhi syarat termasuk umur hewan kurban. 

Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah tempat penjualan hewan kurban di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini. Sasaran yang dituju antara lain, di Pondok Permata Suci ( PPS). Ada sejumlah penjual hewan kurban di lokasi di Desa Suci, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik itu.

Bu Min-sapaan karib-Aminatun Habibah didampingi Kepala Dinas Petanian (Distan) Gresik Eko Anindito Putro, dan Kabid Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur Iswahyudi melihat langsung kondisi puluhan hewan kurban.

“Jadi kita memastikan kesehatannya, apakah sudah vaksin dan terbebas dari Penyakit Kuku dan Mulut (PMK). Sehingga nanti diharapkan bisa terjual semua biar pedagang senang,” ujar Bu Min. 

Pada Idul Adha 1444/ 2023 M ini, stok hewan kurban di Gresik mencapai 7.372 sapi jantan, 7.150 ekor kambing, dan 2.148 domba. Pedagang hewan kurban berjumlah 189 pedagang lapak yang tersebar di 16 dari 18 kecamatan di Kabupaten Gresik. Dua yang lain belum dilakukan pemantauan adalah Kecamatan Sangkapura dan Tambak, Pulau Bawean sekitar 80.mil laut dari pusat Kota Gresik. 

Di Pulau berjuluk Pulau Putri itu, rata-rata warganya langsung membeli ke peternak setempat. Sedangkan untuk Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) yang telah terbit mencapai kurang lebih 516 surat.

Dari inspeksi yang dilakukan wabup bersama jajaran, didapatkan kepastian bahwa hewan kurban yang ada di Kabupaten Gresik relatif aman. Distan Gresik belum menerima adanya laporan terkait hewan kurban yang terserang penyakit.

“Semuanya sudah kita vaksin, dan Insya Allah dengan penanganan dan pengawasan yang tepat dari kita dan dokter hewan, dapat meminimalisir terjadinya serangan penyakit terhadap hewan kurban.” ujar Eko Anindito Putro. (yad)

Kadistan Gresik: Hewan Kurban Aman, Sudah Vaksinasi Selengkapnya

Malang, Kota Pertama Road Show Pameran APFI 2023, Kadiskominfo: Foto Akan Menjadi Saksi Sejarah

MALANG,1minute.id  – Road Show Pameran Anugerah Pewarta Foto Indonesia (APFI) 2023 yang diselenggarakan Pewarta Foto Indonesia (PFI) Malang resmi dibuka pada Senin, 26 Juni 2023. Pameran dihelat di Malang Creative Center (MCC) Kota Malang ini buka oleh Kepala Dinas Kominfo Kota Malang M Nur Widianto. 

Dalam sambutannya, M Nur Widianto mengapresiasi kiprah PFI Malang yang dalam usia muda sudah berprestasi tingkat nasional. 

“Semangat teman-teman ini sesuai dengan harapan bapak Wali Kota dari Malang untuk Indonesia dan dunia. Teman-teman PFI mampu menunjukkan bahwa dari Malang berprestasi dan mewarnai tingkat nasional,” ungkapnya. 

Menurutnya, fotografi merupakan bidang yang sangat menarik. Dalam pengamatannya, fotografi jurnalistik sangat berperan dalam pemberitaan. “Jangan salah, sebagian besar ada kalanya kalau kita mencermati hasil karya media yang dilihat pertama kali adalah judul dan foto. Artinya foto ini miliki poin yang sangat tinggi. Kalau boleh saya sampaikan foto akan menjadi saksi sejarah, dari sebuah foto akan menjadi saksi peradaban kota, negara bahkan dunia,” tambahnya. 

Karya yang dihasilkan teman-teman PFI, lanjutnya, akan memiliki nilai sejarah tersendiri. Pihaknya berharap, karya-karya dari teman-teman PFI sebagaimana spirit media sesuai kode etik jurnalistik semoga bisa menginspirasi, mengedukasi, menjadi literasi. 

“Penting juga untuk kita nggak ingin hate-visual karena sebuah stimulus gambar bisa memicu silang pendapat yang kurang produktif. Tapi saya yakin produk teman-teman PFI mampu mengedukasi. Atas nama Pemkot Malang kami sampaikan Terima kasih atas sinergi yang selama ini dan akan kita kuatkan,” tegasnya.

Ketua PFI Malang Darmono menyampaikan terima kasih untuk support semua pihak atas terselenggaranya kegiatan ini. “PFI Malang ini nom-noman (anak muda) terbentuknya 2015, masih muda dibanding organisasi profesi lain. Selain kegiatan pameran selama ini sudah banyak kegiatan yang kami lakukan, mulai dari workshop foto, pelatihan jurnalistik, penggalangan bantuan dan lain-lain,” ujarnya.

Karya-karya foto jurnalis dari berbagai penjuru Indonesia akan dipamerkan di Malang Creative Center (MCC) pada 26 Juni – 2 Juli 2023. 

Ketua panitia kegiatan Ipunk Purwanto mengungkapkan gelaran Anugerah Pewarta Foto Indonesia (APFI) merupakan ajang penghargaan tertinggi untuk insan wartawan foto di Indonesia. APFI 2023 diikuti sebanyak 300 pewarta foto dengan total karya sebanyak 2.512 foto.

“Lokasi pameran tepatnya di MCC lantai 2. Sebanyak 35 foto pemenang dan nominasi APFI 2023 akan ditampilkan. Pameran ini terbuka untuk umum dan juga gratis,” ungkap Ipunk. Ipunk menyebut, sebelumnya pameran tersebut telah digelar di Kota Surabaya dan dilanjutkan road show ke Kota Malang.

“Malang menjadi kota pertama road show pameran APFI karena pemenang Foto of The Year tahun ini berhubungan erat dengan Malang. Banyaknya anggota PFI Malang yang meraih penghargaan tahun ini juga menjadi alasan kuat mengapa PFI Malang menggelar acara ini,” tambahnya.

Menurut Ipunk, Road Show Pameran APFI 2023 ini bertujuan untuk mengingatkan akan peristiwa yang terjadi di tahun 2022 lewat karya para wartawan foto. Juga memberikan edukasi bagi masyarakat pentingnya memahami, mengabadikan, dan mengarsipkan sebuah peristiwa. Selain itu, nantinya selama pameran PFI Malang juga akan menyelenggarakan sejumlah kegiatan. Mulai dari workshop fotografi, Diskusi Bersama Pemenang Foto of the Year APFI 2023, dan lain sebagainya. (yad)

Malang, Kota Pertama Road Show Pameran APFI 2023, Kadiskominfo: Foto Akan Menjadi Saksi Sejarah Selengkapnya

Wabup Gresik : SDM Handal Sulit Dipenuhi Jika Banyak Anak Stunting

“Butuh Komitmen TPPS dan Stakeholder Dalam Penurunan Stunting”

GRESIK,1minute.id – Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah membuka rapat koordinasi (Rakor) penyusunan laporan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) semester 1/2023. Kegiatan yang diinisiasi Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBPPPA) Gresik ini digelar di Hotel Aston Inn Gresik pada Senin, 26 Juni 2023.

“Kebutuhan SDM yang handal tersebut tentu akan sulit dipenuhi apabila banyak dari anak-anak penerus bangsa yang mengalami stunting,” kata Bu Min-sapaan karib-Aminatun Habibah. Dikatakan, hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Kementerian Kesehatan menunjukkan, prevalensi balita stunting di Jawa Timur mencapai 19,2% pada 2022. Kabupaten Gresik telah berhasil menurunkan angka stunting sebesar 10,7% dari semula sebesar 23% pada 2021.

“Hal ini menjadi sebuah prestasi Kabupaten Gresik untuk terus semangat hingga mencapai target prevalensi stunting di 2024 sebesar 10%,” kata Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting terintegrasi di Gresik dalam rakor

penyusunan laporan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) menghadirkan narasumber dari tim INEY (Investing in Nutrition and Early) Direktorat Jenderal Bina Bangda Kementerian Dalam Negeri Bagus Affandri. 

Ia berharap konsistensi dan komitmen TPPS dengan stakeholder terkait dalam upaya menurunkan angka stunting di Kabupaten Gresik. Kegiatan terkait percepatan penurunan stunting haruslah dituangkan dalam pelaporan TPPS yang sesuai dari kabupaten, kecamatan hingga desa. “Saya harapkan rapat koordinasi ini akan menjadi konsistensi dan komitmen kita bersama untuk dapat menurunkan stunting di Kabupaten Gresik,” tandasnya.

Sementara, Kepala Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBPPPA) Gresik Titik Ernawati dalam laporannya menerangkan, TPPS ada organisasi percepatan penurunan stunting yang bertugas mengkoordinasikan, mensinergikan, dan mengevaluasi penyelenggaraan percepatan penurunan stunting.

Berdasarkan Perbup No 09 tentang percepatan penurunan stunting terintegrasi di Kabupaten Gresik bahwa Kepala Desa/Lurah melalui Camat menyampaikan laporan penyelenggaraan percepatan penurunan stunting kepada bupati melalui koordinator TPPS paling sedikit 3 bulan sekali atau sewaktu waktu apabila diperlukan. “Ini harus menjadi perhatian kita semua, karena kita yakini bahwa desa/kelurahan memiliki peran paling vital dalam menurunkan angka stunting,” pungkasnya. (yad)

Wabup Gresik : SDM Handal Sulit Dipenuhi Jika Banyak Anak Stunting Selengkapnya

Wakil Bupati Gresik Ajak Ansor Promosikan Wisata Religi Kanjeng Sepuh dan Kota Tua Sidayu

GRESIK,1minute.id – Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Gresik Abdul Rokhim melantik Pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Sidayu pada Ahad, 25 Juni 2023.

Pelantikan PAC Ansor Sidayu masa khidmat 2023-2025 dibawah komando Ikhsan Minarso ini dipusatkan di Aula Soerjodiningrat UPT SMP Negeri 6 Gresik. Tampak hadir dalam acara tersebut, antara lain, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, Anggota DPRD Gresik Mustajab, Bendahara Pengurus Wilayah (PW) GP Ansor Provinsi Jatim Muhammad Muslih Muandar, Rais Syuriah MWCNU Sidayu KH Ma’ruf, pengurus IPNU, IPPNU, dan Fatayat.

Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah dalam sambutannya mengucapkan, selamat kepada pengurus GP Ansor Sidayu yang telah dilantik bisa melaksanakan amanah dengan penuh dedikasi dan tanggung jawab. Serta mampu mengemban amanat organisasi dengan sebaik mungkin, demi kemajuan GP Ansor Kecamatan Sidayu.

“Kecamatan Sidayu meninggalkan bukti-bukti sejarah kebesaran sebagai bekas sebuah Kadipaten. “ungkap Bu Min sapaan akrab wabup.

Menurut Bu Min-sapaan karib-Aminatun Habibah, Sidayu merupakan Kota tua, jejak sejarah Kabupaten Gresik tertapak jelas di bekas Kadipaten Sedayu yang kini menjadi Kecamatan Sidayu. Berbagai peninggalan masih membekas sebagai ikon sebuah kadipaten di zaman penjajahan Belanda.

“Meski hanya sebuah kecamatan, Sidayu memiliki alun-alun yang cukup luas dan bangunan-bangunan tua yang cukup megah. Sidayu dulu merupakan kota tua yang pernah jaya,” terang wabup perempuan berlatar pendidik itu. 

Ia mengajak kepada pengurus GP Ansor Sidayu yang baru untuk menjalankan roda organisasi peran Ansor juga harus mengenalkan Sidayu ini sebagai tujuan wisata religi selain Sunan Giri dan Maulana Malik Ibrahim.

“Wilayah Sidayu merupakan peninggalan budaya dan sejarah dari Kanjeng Sepuh yang juga menjadi rujukan sejarah Kabupaten Gresik,” pungkasnya. 

Di tempat sama, Ketua PC GP Ansor Gresik Abdul Rokhim mengajak para pengurus yang baru dilantik untuk segera tancap gas untuk membantu pemerintah untuk mensejahterakan masyarakat di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini. Sesuai dengan tema “Transformasi Kepemimpinan Menuju Tatanan Organisasi yang Mandiri dan Bermanfaat”.

“Mari bergerak bersama mewujudkan visi misi GP Ansor baik dari sisi kontek kepemudaan, kegamaaan dan kebangsaan,” tegas Kasdul-begitu panggilan akrab-Abdul Rokhim dalam sambutannya. 

Ia berharap, kepengurusan GP Ansor dapat bersinergi dan berkolaborasi dengan pemerintah, sehingga kontribusi yang diberikan diharapkan dapat mendukung kemajuan daerah untuk kesejahteraan masyarakat. “Tantangan kita saat ini dan kedepan luar biasa, terus bersinergi dengan pemerintah, aparat, serta sowan ke para kiai dan ulama untuk meminta saran masukan dan doa agar kita tidak salah melangkah, “tuturnya.

Ia juga mengingatkan pada saat ini sedang digalakkan secara serntak nasional dalam rangka aktivasi kartu tanda anggota (KTA) Ansor. “Saya berharap kepengurusan KTA GP Ansor terus digenjot. Mari memaksimalkan dalam pendataan anggota ini sejalan dengan arahan Pimpinan Pusat Ansor,” tandasnya. (yad)

Wakil Bupati Gresik Ajak Ansor Promosikan Wisata Religi Kanjeng Sepuh dan Kota Tua Sidayu Selengkapnya

Lebar Ruas Jalan Sekapuk-Banyuurip jadi 7 Meter, Bupati Gresik Optimistis Meningkatkan Ekonomi Masyarakat

GRESIK,1minute.id – Ruas Jalan Raya Sekapuk-Banyuurip, Kecamatan Ujungpangkah bakal tambah lebar dan mulus. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik dibawah kepemimpinan Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah,

Bupati dan Wakil Bupati Gresik akan melebarkan dari 3 meter menjadi 7 meter. Panjangnya sekitar 2,5 kilometer. Peningkatan infrastruktur jalan di Pantai Utara (Pantura) di Gresik Utara itu untuk memanjajakan wisatawan yang dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat itu.

Di kawasan tersebut terdapat sejumlah destinasi wisata yang sedang naik daun. Yakni, Destinasi wisata Selo Tirta Giri (Setigi), Kebun Pak Inggih (KPI) di Desa Sekapuk dan Destinasi Wisata Gosari, Desa Gosari, Kecamatan Ujungpangkah. Kemudian, wisata pasir putih, Pantai Delegan , Desa Delegan, Kecamatan Panceng. 

Selain itu, di kawasan tersebut dikenal salah satu penghasil ikan bandeng terbesar di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini. Di sektor industri doking kapal serta industri pupuk dolomit.

“Perluasan ruas ini kita yakini mampu memberikan manfaat dan memiliki multiplier effect dalam penguatan ekonomi masyarakat. Kita tahu di wilayah tersebut banyak terdapat kawasan perikanan, wisata, bahkan ada industri pupuk dan docking kapal yang luar biasa besar potensinya,” ujar Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani melalui pesan tertulis pada Jumat, 23 Juni 2023.

Perluasan ruas Jalan Sekapuk—Banyuurip kali ini, sejatinya merupakan kelanjutan dari pengerjaan perluasan ruas dengan total 6 Km di tahun lalu. Ruas jalan juga dilebarkan dari yang sebelumnya 3,5 meter menjadi 7 meter.

Dengan ruas jalan yang dilebarkan dua kali lipat, mobilitas masyarakat dalam memutar roda perekonomian dan kenyamanan wisatawan diharapkan semakin terjamin. 

Sesuai perjanjian kontrak pengerjaan, perluasan ruas ini dijadwalkan akan selesai pada akhir November 2023. (yad)

Lebar Ruas Jalan Sekapuk-Banyuurip jadi 7 Meter, Bupati Gresik Optimistis Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Selengkapnya

Keris Pusaka Gresik Mulai Sunan Giri, Kanjeng Sepuh dan Poesponegoro Dipamerkan 

GRESIK,1minute.id – Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafbudpora) Gresik menggelar Pameran Keris Pusaka Gresik di GNI Gresik pada Jumat, 23 Juni 2023.

Ada puluhan Keris Pusaka Gresik, koleksi Museum Daerah Kabupaten Gresik “Sunan Giri” yang dipamerkan selama 3 hari, mulai Jumat, 23 Juni 2023 ini. Pameran Keris Pusaka Gresik, milik Kanjeng Sunan Giri, Kanjeng Sepuh dan Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) Poesponegoro, Bupati Gresik pertama ini dibuka oleh Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah. 

Menurut Aminatun Habibah, Kabupaten Gresik kaya akan peninggalan zaman dulu yang mempunyai nilai historis. Baik berupa budaya maupun kesenian yang hingga saat ini terus dilestarikan oleh masyarakat. “Seperti pelaksanaan malem slawe, pasar bandeng dan kolak ayam Gumeno di tiap bulan Ramadan. Termasuk pusaka keris yang menjadi salah satu peninggalan masa lampau juga ada di Gresik,” kata Bu Min sapaan akrab Wabup Gresik.

PEMERAN KERIS: Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah didampingi Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Gresik dr Mukhibatul Khusnah ketika melihat pameran Keris Pusaka Gresik di Gedung Nasional Indonesia Gresik pada Jumat, 23 Juni 2023 ( Foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Bu Min-sapaan karib-Aminatun Habibah  memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya gelaran pameran Keris Pusaka Gresik. Sebab, pameran keris ini memiliki substansi yakni memperkenalkan sejarah pusaka keris yang digunakan di masa lampau kepada masyarakat Gresik.

“Tidak banyak masyarakat yang tahu akan sejarah masa lampau, khususnya para generasi muda. Maka melalui pameran ini, masyarakat akan lebih kenal dengan sejarah dan perjuangan para pendahulu,” harap Wabup perempuan berlatar pendidik itu.

Ia berharap, melalui pameran keris ini menjadi pemikat dan daya tarik bagi wisatawan yang berkunjung ke Gresik. Terlebih, menjadi salah satu wisata edukasi dengan adanya museum Sunan Giri. “Kita kenalkan museum Sunan Giri sebagai salah satu destinasi wisata edukasi bagi wisatawan yang berkunjung di Gresik,” katanya. 

Keris merupakan salah satu warisan budaya yang sangat populer, khususnya di Pulau Jawa. Selain sebagai pelengkap aksesori dan warisan budaya, masyarakat Indonesia juga mempercayai keris sebagai senjata sekaligus sebuah benda yang memiliki kekuatan supranatural. UNESCO (Organisasi Pendidikan, Keilmuan dan Kebudayaan Serikat Bangsa-Bangsa) juga telah menetapkan bahwa keris sebagai warisan budaya tak benda (WBTB) yang dimiliki oleh Indonesia. Oleh sebab itu, keris merupakan warisan budaya yang harus dilestarikan.

Pameran Keris Pusaka Gresik ini, bertujuan nguri-nguri budaya. Sejumlah keris bernilai historis tinggi di pajang dalam pameran kali pertama di tahun ini tersebut. Diantaranya, Keris Kalam Munyeng, peninggalan Sunan Giri, salah satu Wali Sanga yang juga Kepala Pemerintahan di Bukit Giri bergelar Prabu Satmata itu. Keris Empu Kriendoehadji milik Kanjeng Sepuh. 

Kanjeng Sepuh adalah Adipati ke-8 di Kabupaten Sidayu di masa Kerajaan Mataram. Kanjeng Sepuh dianggap sebagai aulia dan pemimpin besar Kadipaten Sedayu yang layak mendapatkan penghormatan. Kanjeng Sepuh tersohor lantaran beliau adalah seorang bupati yang ulama atau ulama yang menjadi seorang bupati (Rojo Pandito). Beliau sangat dicintai masyarakatnya karena beliau sangat memperhatikan nasib rakyat yang dipimpinnya terutama kawula alit. Kecintaan itu hingga kini tidak luntur.

“Koleksi keris pusaka peninggalan Kanjeng Sepuh ini jumlahnya puluhan. Pak Bupati (Fandi Akhmad Yani, Bupati Gresik, Red) berencana membuat museum di Sidayu,” kata Bu Min. 

Sementara itu, Kepala Disparekrafbudpora Gresik Syaifuddin Ghozali mengatakan, kegiatan ini melibatkan seluruh lintas sektor. Diantaranya para budayawan dan seluruh organisasi dibawah Disparekrafbudpora.

“Kami harap seluruh yang terlibat untuk dapat mengajak dan memromosikan kepada masyarakat yang lain untuk berkunjung ke pameran ini,” katanya. (yad)

Keris Pusaka Gresik Mulai Sunan Giri, Kanjeng Sepuh dan Poesponegoro Dipamerkan  Selengkapnya

Pembangunan RSGS Tahap Konstruksi, Wujudkan Pemerataan Kesehatan Di Gresik 

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik membangun rumah sakit di Gresik Selatan. Rumah Sakit Gresik Sehati (RSGS) berlokasi di Desa Slempit, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik ditargetkan selesai tahun ini.

RSGS itu nanti untuk mengkover layanan kesehatan bagi masyarakat di empat kecamatan yakni Menganti, Kedamean, Driyorejo dan Wringinanom. Pemerataan pelayanan kesehatan.

Menurut Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani  keberadaan RSGS krusial mengingat wilayah Gresik Selatan merupakan kawasan padat penduduk. Jumlah penduduk di Gresik Selatan itu mencapai 365.970 jiwa atau 28,3% dari total penduduk di Kabupaten Gresik (data BPS tahun 2023). Terlebih dengan jarak yang selama ini ditempuh masyarakat, untuk menuju RSUD Ibnu Sina yang berjarak sekitar 30 km.

“Pembangunan RSGS di Kecamatan Kedamean Ini adalah komitmen Pemkab Gresik dalam pemerataan pembangunan dan kesehatan. Karena di wilayah Gresik selatan yang padat penduduk, dan belum memiliki rumah sakit daerah,” ujar Fandi Akhmad Yani saat meninjau lokasi pembangunan beberapa waktu lalu.

Ia melanjutkan, rumah sakit sebagai salah satu fasilitas pelayanan kesehatan, memiliki peran sangat penting dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Oleh karenanya, Pemkab Gresik telah mempersiapkan sarana dan prasarana pendukung lainnya. Infrastruktur jalan, diantaranya. 

Sebagai informasi, pembangunan RSGS sudah direncanakan sejak tahun lalu. Nantinya, RSGS akan menjadi rumah sakit tipe C dengan kapasitas 100 bed.  Pembangunan RSGS dilakukan secara bertahap.

Diawali dengan pemadatan lahan dan sebagainya. Sedangkan untuk pekerjaan konstruksi dimulai pada Juni 2023. Setelah rampung, RSGS akan menjadi rumah sakit milik ketiga milik Pemkab Gresik. Dua rumah yang sudah ada yakni RSUD Ibnu Sina Gresik dsn RSUD Umar Mas’ud di Pulau Bawean. Beroperasi RSGS nanti diharapkan memaksimalkan program Universal Health Coverage (UHC). 

Menurut Bupati Yani, UHC di Gresik merupakan program kesehatan gratis yang sangat sukses dan besar manfaatnya. Saat ini, tercatat UHC Gresik telah mencover 100% warga se-Kabupaten Gresik. Capaian ini menjadikan Gresik sebagai salah satu kabupaten dengan UHC tertinggi. Artinya, masyarakat ber-KTP Gresik hanya membutuhkan KTP untuk menerima pelayanan kesehatan di seluruh faskes di Kabupaten Gresik.

“UHC ini terus kita highlights. Kita ajak rapat secara langsung kepala Puskesmas di seluruh Gresik, sekaligus kita konfirmasi penguasaan puskesmas terkait program ini. Tujuan akhirnya adalah kemudahan warga Gresik dalam mengakses pelayanan kesehatan.” katanya.

Dengan sudah berjalannya UHC dan pembangunan RSGS, diharapkan dapat menjadi angin segar bagi warga Gresik Selatan. Dua hal ini akan menjadi kombo ciamik Gresik dalam memastikan pelayanan kesehatan pada masyarakat. 

“Mudah-mudahan, pembangunan RSGS dengan UHC di Pemkab Gresik yang sudah 100%, bisa memberikan jaminan kesehatan kepada masyarakat Kabupaten Gresik,” pungkas Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani. (yad)

Pembangunan RSGS Tahap Konstruksi, Wujudkan Pemerataan Kesehatan Di Gresik  Selengkapnya