Bupati Gresik Siap Selaraskan Program Nawa Cita, Nawa Bhakti dan Nawa Karsa untuk Gresik Baru

GRESIK,1minute.id – Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa berharap Gresik Baru bisa terwujud di masa pemerintahan duet Bupati – Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani dan Aminatun Habibah.

Sebab, Kabupaten yang akan memperingati Hari Jadi ke-534 Kota Gresik dan HUT ke-47 Pemkab Gresik tahun ini memiliki potensi luar biasa. Sektor UMKM maupun Industri dengan berdirinya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Java Integreted Industrial and Port Estate (JIIPE) di Kecamatan Manyar.

Gresik Baru akan bisa terwujud bila pembangunan yang dilakukan Pemkab Gresik selaras dengan visi-misi Nawa Cita, Nawa Bhakti dan Nawa Karsa. Hal itu diungkapkan Gubernur Khofifah ketika memberikan sambutan di rapat paripurna Serah Terima Jabatan (Sertijab) Bupati Gresik di ruang Paripurna DPRD Gresik pada Sabtu, 6 Maret 2021.

Sertijab dari Plh Bupati Gresik Abimanyu Poncoatmojo Iswinarno kepada Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dengan protokol kesehatan. Rapat Paripurna yang dihadiri Gubernur Khofifah dipimpin Ketua DPRD Gresik Abdul Qodir.

Dalam pidatonya 60 menit lebih itu, Gubernur Khofifah menyampaikan beberpa hal, terutama terkait percepatan pemulihan ekonomi nasional yang menjadi prioritas Presiden Republik Indonesia Joko Widodo untuk bisa diimplementasikan Pemerintahan baru di Kabupaten Gresik menyelerasakan dengan Visi-Misi Bupati.

“Mari kita selaraskan Nawa Cita, Nawa Bhakti dan Nawa Karsa dalam pembangunan Gresik ke depan, Gresik Baru,”ujar Khofifah. Rapat Paripurna Sertijab Bupati ini dihadari Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail, Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto dan Ketua Pengadilan Negeri Gresik Wiwin Aradowanti itu, Gubernur Khofifah mengingatkan saat ini menjelang musyarawah rencana pembangunan (Musrenbang). 

“Ini sudah akan Musrenbang, selalu kami tekankan komplementaritas program pembangunan Daerah dan Pusat,”imbuh mantan Menteri Sosial itu.

Dalam hierarki kewenangan kekuasaan negara, Khofifah, lanjut Khofifah, sesungguhnya Presiden adalah pemegang kekuasaan pengelolaan keuangan negara, kemudian diserahkan sebagian kepada Gubernur dan Bupati-Walikota. “Oleh karena itu Program kita harus inline (selaras) ada RPJMN, RPJMD Provinsi, RPJMD Kabupaten Kota,”jelasnya.

Khofifah kemudian menjelentrehkan beberapa arahan presiden untuk diimplementasikan pada level daerah. Antara lain, Pembangunan Sumberdaya Manusia (SDM) yang unggul, pekerja keras, dan bertalenta global.

“Kemudian pembangunan infrastruktur, yang disampaikan Pak Bupati tadi soal SPAM, yang saat ini sudah tersedia sumber airnya dari SPAM Umbulan baru 300 liter per detik masuk ke Gresik, saya harap ada percepatan hingga 2000 liter per detik,”kata Khofifah.

Terkait peningkatan infrastruktur, Gubernur Jatim ini, menyoroti soal kali Lamong. Menurutnya dana normalisasi kali Lamong sejak dulu sudah ada, ketika disiapkan budget 1,04 triliun rupiah terjadi perbedaan cara pandang. Menteri PUPR saat itu menginginkan dibuat tanggul, namun ada yang mengatakan sungai cukup dikeruk.

“Hal-hal seperti ini yang harus kita cocokkan dengan PUPR, melalui 11 UPT-nya, kalau tidak seperti ini maka akan menjadi banjir tahunan,”ujar Khofifah. 

Gubernu Jatim Khofifah Indar Parawansa didampingi Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani memasuki ruang rapat Paripurna agenda Sertijab Bupati dari Plh Bupati Abimanyu Poncoatmojo Iswinarno kepada Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani pada Sabtu,6 Maret 2021 ( foto : ist)

Birokrasi

Terkait Birokrasi, Khofifah mewanti-wanti kepada duet Fandi Akhmad Yani dan Aminatun Habibah melakukan penyenderhanaan birokrasi dan transformasi ekonomi. “Transformasi ekonomi ini antara lain proses digitalisasi sistem,”terangnya.

Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Ahmad Yani mengatakan, pesan Gubernur Khofifah akan menjadi suplemen yang sangat berguna menguatkan program visi dan misi yang diusungnya, Nawa Karsa. Gus Yani – sapaan akrab – Fandi Akhmad Yani menegaskan komitmen menjalankan program yang selaras dengan arahan pemerintah pusat.

“Pesan ibu Gubernur tadi terkait Penyederhanaan birokrasi, normalisasi kali Lamong, penyediaan air minum bersih itu semua program yang kami usung, sehingga akan selaras dengan arahan pemerintah pusat,”kata Gus Yani usai acara sertijab didampingi Wabup Bu Min – sapaan – Aminatun Habibah di kantor DPRD Gresik.

Dalam menjalankan roda pemerintahannya, Yani menekankan kolaborasi, dan akan mempertahankan dan melanjutkan apa yang sudah baik tinggalan pemerintahan Sambari -Qosim. Akan tetapi, akan melakukan langkah kebijakan yang dianggap lebih baik.

“Jadi pasti dalam mewujudkan Nawa Karsa akan ada hal-hal baru yang akan kita tempuh, untuk meningkatkan UMKM, kesehatan dan ketahanan sosial, mewujudkan Gresik Baru. Gresik Baru untuk semua,”tegasnya.. 

Ketua DPRD Gresik Abdul Qodir menegaskan DPRD Gresik yang dipimpinnya siap membantu mewujudkan Visi-Misi Pemerintahan Bupati Fandi Akhmad Yani.

” Dalam program legislasi saat ini sedang digodok perda kredit lunak, perda perikanan dan pertanian, serta UMKM, itu semua dalam rangka percepatan pembangunan yang menunjang program kerja Bupati dan Wakil Bupati terpilih,”katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Gresik Ahmad Nurhamim dan Mujib Ridwan dalam konfrensi pers setali tiga uang dengan Abdul Qodir. DPRD Gresik, kata Nurhamim, telah menyiapkan dua regulasi untuk menyukseskan visi-misi Nawa Karsa, Gus Yani dan Bu Min. Dua regulasi itu adalah peraturan daerah (Perda) Pemberian Kredit Lunan untuk UMKM. Dan, satu lagi, tambahnya, menggagas atau perhatian sektor pertanian dan perikanan. (*)

Bupati Gresik Siap Selaraskan Program Nawa Cita, Nawa Bhakti dan Nawa Karsa untuk Gresik Baru Selengkapnya
Jalan poros desa di Kecamatan Cerme yang tergenangi luapan Kali Lamong pada Sabtu, 6 Maret 2021

Balongpanggang Surut, Banjir Kali Lamong merambah 4 Desa di Cerme

GRESIK,1minute.id – Kali Lamong kembali meluap. Curah hujan tinggi membuat air bah membanjiri empat desa di Kecamatan Cerme pada Sabtu, 6 Maret 2021.
Data Posko Bencana Alam Kecamatan Cerme, empat desa terdampak banjir luapan Kali Lamong itu adalah Desa Dungus, Morowudi, Betiting dan Dadapkuning. 

Di Desa Dungus menggenangi 50 rumah dengan ketinggian antara 10-20 centimeter. Selain rumah, air bah kiriman dari kabupaten tetangga itu merendam sawah seluas 30 hektare,  tambak seluas 20 ha serta jalan poros desa (JPD) sepanjang 650 meter dengan ketinggian air 50 cm serta jalan lingkungan sepanjang 250 m dengan ketinggian air 30 cm. 

Sedangkan, di Desa Morowudi, air menggenangi sawah seluas 50 ha, tambak seluas 25 ha serta jalan raya sepanjang 250 m dengan ketinggian air 3 cm. Di Desa Betiting air menggenangi sawah seluas 20 ha dan tambak seluas 10 ha. Kemudian, di Desa Dadapkuning. sawah seluas 10 ha dan JPD sepanjang 100 m dengan ketinggian air 15 cm.

“Air mulai datang siang hari,”kata Rahman, warga Desa Dungus,”katanya pada Sabtu, 6 Maret 2021. Camat Cerme Suyono ketika dikonfirmasi mengatakan, sebagian besar banjir Kali Lamong masih menggenangi area sawah, tambak dan jalan poros desa. “Hanya di Desa Dungus ada sekitar 50-an unit rumah yang tergenangi banjir. Ketinggian airnya antara 10-20 centimeter,”ujar Suyono yang juga Plt Camat Duduksampeyan ini ketika dikonfirnasi melalui WhatsApp pada Sabtu, 6 Maret 2021. 

Penyelesaian banjir Kali Lamong di Gresik Selatan berasal dari kabupaten tetangga yang bertahun-tahun ini menjadi prioritas masa kepemimpinan Bupati-Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani dan Aminatun Habibah yang baru dilantik oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pada 26 Februari 2021. 

“Kali Lamong akan tetap menjadi prioritas dalam masa bakti kami, Gresik Baru,”kata Gus Yani usai acara serah terima jabatan (sertijab) dari Plh Bupati Gresik Abimanyu Poncoatmojo Iswinarno kepada Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani di Gedung DPRD Gresik pada Sabtu, 6 Maret 2021. (*)

Balongpanggang Surut, Banjir Kali Lamong merambah 4 Desa di Cerme Selengkapnya

Bupati dan Wabup Sepakat Tolak Pengadaan Mobdin Baru, Masih Banyak Warga Terdampak Covid

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani dan Wakil Bupati Gresik, Aminatun Habibah  sepakat menolak pengadaan mobil dinas baru.  Pagebluk coronavirus disease 2019 belum berakhir sehingga pengadaan mobil dinas bupati dan wakil bupati tidak diperlukan. 

Masih banyak masyarakat Gresik yang terdampak pandemi Covid-19. Ditambah lagi, angka pengangguran dan kemiskinan di Gresik masih tinggi. 

Bupati Fandi Akhmad Yani dan Wakil Bupati Aminatun Habibah memilih memakai mobil Toyota Innova kelir putih untuk menghadiri serah terima jabatan (sertijab) Bupati  yang dihadiri Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Gedung DPRD Gresik pada Sabtu, 6 Maret 2021.

“Kami berdua sudah sepakat untuk menolak mobil dinas baru. Dalam kondisi pandemi Covid-19 ini sangat menghemat anggaran kita,” kata Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani di halaman kantor DPRD Gresik. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan mobil dinas yang lama ketika menghadiri Sertijab Bupati yang dihadiri Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Gedung DPRD Gresik pada Sabtu, 6 Maret 2021 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Sejak dilantik Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi di Kota Surabaya pada Jumat, 26 Februari 2021 lalu, Gus Yani masih menggunakan mobil dinas lama yang digunakan mantan Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto, yaitu Toyota Fortuner rakitan 2016 itu.

Begitu juga dengan Aminatun Habibah yang menggunakan bekas mobil dinas mantan Wabup Gresik Moh Qosim. Kondisi mobil dinas lama yang digunakan selama masa pemerintahan Sambari – Qosim itu adalah mobil dinas Toyota Fortuner Vrz Tetradrive warna putih itu masih layak dipakai.

Kondisi mobil masih prima, perawatan servis rutin dan belum ada kerusakaan yang berarti sehingga tidak terlalu penting baginya untuk pengadaan mobil dinas baru.

Sikap Gus Yani dan Bu Min yang menolak mobil dinas baru itu, menghemat anggaran sebesar Rp 1,4 miliar untuk pembelian mobil dinas baru. Dengan rincian, satu mobil dinas baru Toyota New Fortuner Vrz 4×4 2.4 SRZ A/T DSL terbaru dengan harga sekitar Rp 700 jutaan untuk Bupati dan Wakil Bupati. “Pakai ini saja, efisiensi anggaran,” tutupnya. (*)

Bupati dan Wabup Sepakat Tolak Pengadaan Mobdin Baru, Masih Banyak Warga Terdampak Covid Selengkapnya

1.200 Imam Masjid Divaksin Ibadah Ramadan semakin Khusyuk

Gresik Letkol inf Taufik Ismail, Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, Ketua MUI Gresik KH Mansoer Shodiq memantau vaksinasi imam masjid di Kecamatan Manyar di kantor Bupati Gresik pada Sabtu, 6 Maret 2021 (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

GRESIK,1minute.id – Ribuan ulama dan imam masjid melakukan vaksinasi Covid-19 di kantor Bupati Gresik pada Sabtu, 6 Maret 2021. Vaksinasi dilakukan untuk memberikan perasaan nyaman dan aman bagi jamaah dalam beribadah di bulan suci, Ramadan nanti. 

Vaksinasi ulama dan imam masjid ini dikabarkan kali pertama di Indonesia ini hasil kalaborasi Pemkab Gresik bersama Kodim 0817 Gresik dan Polres Gresik ini dicanangkan oleh Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah.

Ulama dan imam masjid terlihat antusias untuk mengikuti vaksinasi ini. Dr Abdul Kholiq, diantaranya. Imam dan khatib salat Jumat di masjid Agung Maulana Malik Ibrahim di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Gresik mendapakan vaksin buatan Sinovac itu.

Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah mengatakan vaksinasi untuk ulama dan imam masjid se-Gresik sebagai ikhtiar memutus persebaran wabah berawal dari Wuhan, Tiongkok itu. Ulama, imam dan mabrot masjid menjadi prioritas karena mereka banyak bersentuhan langsung dengan jamaah. “Apalagi, saat ini menjelang bulan suci Ramadan,”kata Bu Min-panggilan akrab-Aminatun Habibah. Bu Min didampingi oleh Kepala Dinas Kesehatan Gresik drg Syaifuddin Ghozali.

Vaksinasi yang dipusatkan di Kantor Bupati Gresik untuk ulama dan imam masjid berasal dari empat kecamatan yakni Gresik, Kebomas, Manyar , Cerme dan Duduksampeyan. Untuk ulama dan imam masjid di luar empat kecamatan dilakukan di puskesmas dan fasilitas pelayanan kesehatan di kecamatan masing-masing. Kabupaten Gresik memiliki 18 kecamatan. 

“Saya pastikan, untuk vaksinasi ulama dan imam masjid ini selain disini (Kantor Bupati) juga digelar serentak di puskesmas dan fasyankes di seluruh Gresik,”kata Kadinkes Syaifudin Ghozali.

Vaksinasi ini dihadiri oleh Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail, Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Gresik Markus serta Ketua MUI Gresik KH Mansoer Shodiq dan Ketua Dewan Masjid Indonesia Zainal Abidin.

Ketua MUI Gresik KH Mansoer Shodiq mengapresiasi program vaksinasi untuk ulama, imam masjid dan marbot ini. Sebab, vaksinasi sebagai ikhtiar menjaga kesehatan. “Apalagi menjelang bulan suci Ramadan, ulama dan imam akan semakin banyak beraktivitas bertemu dengan umat atau jamaah,”kata Kiai Mansoer Shodiq didampingi Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Gresik Zainal Abidin 

Vaksin coronavirus disease 2019 ini, tambahnya, diharapkan jamaah mendapatkan ketenangan dalam beribadah. “Karena imamnya sehat telah mendapatkan vaksin mudah-mudahan pelaksanaan Ramadan bisa semakin khusyuk,”harap Kiai Mansoer Shodiq. 

Selain vaksinasi 1.200 ulama, imam dan marbot ini, Pemkab Gresik mencanangkan seribu vaksinator dan memberikan penghargaan kepada 200 fasilitas pelayan kesehatan (fasyankes). Penghargaan itu diserahkan simbolis oleh wakil bupati Gresik Aminatun Habibah. (*)

1.200 Imam Masjid Divaksin Ibadah Ramadan semakin Khusyuk Selengkapnya

Besok, Giliran Imam Masjid Suntik Vaksin


GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani memantau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 untuk pedagang Pasar Petiken, Kecamatan Driyorejo pada Jumat, 5 Maret 2021.

Bupati Fandi Akhmad Yani ingin memastikan pelaksanaan vaksin Sinovac itu berjalan lancar. Menurut Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani, pedagang pasar adalah salah satu cluster yang diprioritaskan untuk mendapatkan vaksinasi. 

“Sebab para pedagang setiap hari selalu berhadapan dengan masyarakat dan menjadi cluster yang rentan terhadap virus Covid-19. Pedagang pasar harus kami prioritaskan untuk menerima vaksinasi,”katanya. 
Vaksinasi kali ini, tambahnya, merupakan tahap awal untuk para pedagang pasar. Nantinya para pedagang di seluruh pasar se-Gresik juga direncanakan akan menerima vaksinasi. 

“Melalui vaksinasi ini, kami berupaya memberi rasa aman dan nyaman bagi para pedagang dalam melakukan aktifitasnya di pasar terhadap bahayanya virus Covid-1,”kata Bupati Gus Yani. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani didampingi Kadinkes Gresik drg Syaifudin Ghozali memantau pelaksanaan vaksinasi pedagang Pasar Petiken, Kecamatan Driyorejo, Gresik pada Jumat, 5 Maret 2021 (foto : ist)

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto menghimbau dan mengajak pedagang lain untuk melakukan vaksinasi. Sebab vaksinasi merupakan salah satu upaya untuk mencegah penularan Covid-19. “Vaksin Sinovac ini aman dan halal serta tidak berefek buruk bagi kesehatan penggunanya,”tegas alumnus Akpol 2001 itu.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Gresik drg Syaifudin Ghozali menambahkan, untuk pedagang pasar di wilayah lain akan dimasukkan dalam jatah vaksinasi untuk pelayan publik pada termin berikutnya.
“Pedagang pasar akan diprioritaskan karena selalu berinteraksi dengan banyak orang setiap harinya,”ujar Ghozali. Ghozali menyebut vaksinasi untuk pedagang Pasar Petiken berjumlah 275 vaksin dan Pasar Baru Gresik (PBG) berjumlah 525 vaksin. 

Sementara itu, berdasarkan data Satgas Covid-19 Gresik jumlah pasien konfirmasi mencapai  5.177 kasus, sembuh 4.738 kasus dan meninggal 345 kasus. Sedangkan sebaran ada 14 klaster. Yakni, Klaster Surabaya, Jakarta, Pelatihan Haji, Sidoarjo. Kemudian, klaster Mojokerto, Banyuwangi, Pasar Pabeancantikan , Pelni dan HM Sampoerna.

Berikutnya, klaster Sidowungu, Pasar Gresik, Pasar Benjeng, Pasar Balongpanggang, transmisi lokal dan dalam pendalaman. Rencananya, Sabtu besok sekitar seribu imam masjid dan musala akan mendapatkan vaksin Covid-19 di Pemkab Gresik. (*)

Besok, Giliran Imam Masjid Suntik Vaksin Selengkapnya

Bupati Gresik :Sekarang Berubah atau Orangnya Saya Ganti, tentang Sampah Berserakan di Pasar

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani (kanan) ketika di Pasar Petiken, Kecamatan Driyorejo, Gresik pada Jumat, 5 Maret 2021 (foto : ist)

GRESIK,1minute.id – Sampah berserakan. Bau menyengat menusuk hidung. Kondisi pasar Petiken, Kecamatan Driyorejo, Gresik yang jorok itu membuat Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani muntap.

Gus Yani-sapaan akrab-Fandi Akhmad Yani kemudian menyemprot pengelola pasar berlokasi di Desa Petiken, Kecamatam Driyorejo, Gresik itu pada Jumat, 5 Maret 2021. Jumat pagi itu, Bupati Fandi Akhmad Yani memantau program vaksinasi untuk pedagang pasar setempat.

Ada 200 lebih pedagang yang mendapatkan vaksinasi Covid-19 buatan Sinovac, Tiongkok itu. Bupati Gresik termuda itu bersama forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda) Gresik. Antara lain, Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail, Ketua DPRD Gresik Abdul Qodir menyempatkan menyapa para pedagang pasar setempat.

Gus Yani, begitu sapaannya, Fandi Akhmad Yani mendapatkan sambutan hangat pedagang dan memberikan apresiasi karena memberikan kesempatan ratusan pedagang setempat mendapatkan vaksinasi Covid-19 yang telah lama dinantikan itu.

Nah, ketika blusukan di dalam pasar tradisional itu melihat banyak tumpukan sampah berserakan. Gus Yani sekita menghentikan langkahnya melihat dua bak sampah terbuat dari kayu penuh hingga berserekan di grill (besi) saringan selokan yang berada di dalam pasar tersumbat sampah.

MURKA : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani ketika menyemprot penggelola Pasar Petiken, Kecamatan Driyorejo, Gresik pada Jumat, 5 Maret 2021 ( foto : ist)

“Jangan terima retribusi saja tapi tidak mau dibersihkan. Besok saya cek tidak bersih awas kamu,” tegas Gus Yani dengan nada tinggi. Pihak pengelola pasar hanya menunduk di depan Bupati yang kecewa dengan kebersihan pasar. 

Gus Yani kembali menegaskan pengelola pasar jangan hanya menerima uang retribusi dari pedagang saja, tapi tidak mau bekerja menjaga kebersihan pasar. “Pemerintah melalui vaksinasi membantu para pedagang sehat, tugasmu membuat pasar ini bersih. Pasar itu aman, jangan sampai ada copet nanti kalau ada copet saya pastikan tidak ada yang mau kesini,”kata Gus Yani.

Dia kembali berjalan menyisir pasar di area depan. Raut wajahnya langsung berubah menjadi murah senyum menyapa para pedagang. Sembari menanyakan vaksinasi yang diterima oleh para pedagang hari ini.

Sebelum meninggalkan pasar, Gus Yani kembali memanggil pengelola pasar dan Kepala Diskoperindag Gresik Agus Budiono. “Pasar harus bersih, sehat dan aman. Tidak boleh santai-santai begitu kerjanya.  Sampeyan harus punya tanggungjawab, kebersihan itu tanggungjawabmu. Harus berubah! Kalau tidak siap berubah, Saya merubah orangnya,”tegasnya. (*)

Bupati Gresik :Sekarang Berubah atau Orangnya Saya Ganti, tentang Sampah Berserakan di Pasar Selengkapnya

Gairahkan Perekonomian, 738 Pedagang Suntik Vaksin Sinovac

GRESIK,1munute.id – Pemkab Gresik menggeber vaksinasi Covid-19. Setelah tenaga kesehatan, pelayan publik, TNI, dan Polri. Hari ini, Jumat, 5 Maret 2021, vaksin buatan Sinovac disuntikkan untuk pedagang Pasar Baru Gresik dan Pasar Petiken, Kecamatan Driyorejo, Gresik.

Sebanyak 738 vaksin untuk para pedagang di dua pasar tradisional itu. Rinciannya, pedagang Pasar Baru Gresik (PBG) di Jalan Gubernur Suryo, Gresik sebanyak 538 pedagang. Sedangkan Pasar Petiken, Driyorejo 200 pedagang. 

Di Pasar Petiken, Driyorejo pencanangan dilakukan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. Sedangkan, di PBG pencanangan dilakukann Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah. Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah mengatakan, vaksinasi untuk pedagang pasar dilakukan karena mereka ini berinteraksi langsung dengan masyarakat (pembeli).

“Para pedagang masuk kategori rentan. Vaksinasinasi upaya pemerintah memutus mata rantai penyebaran Covid-19,”kata Bu Min-sapaan-Aminatun Habibah.
Selain itu, vaksinasi bagi pedagang pasar ini juga memberikan perasaan aman dan nyaman bagi masyarakat yang sedang berbelanja. 

VAKSIN : Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, Sekretaris Dinkes Gresik dr Mukhibatul Husna dan Wakil Ketua Pengadila Negeri Gresik Ida Ayu Sri Andriyanthi Astuti Widja memantau vaksinasi Covid-19 untuk pedagang Pasar Baru Gresik pada Jumat, 5 Maret 2021 (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

“Diharapkan bisa membangkitkan kembali perekonomian masyarakat,”kata Bu Min. Setelah pedagang pasar, Pemkab Gresik melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik melanjutkan vaksinasi kepada pedagang kaki lima (PKL). “Besok (Sabtu, 6 Maret 2021) giliran imam masjid dulu yang akan mendapatkan vaksinasi,”jelas Bu Min.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) dr Mukhibatul Husna mengatakan, pelaksanaan vaksinasi sudah berjalan empat tahap, dan saat ini menyasar kepada para pedagang pasar.

“Berdasarkan catatan Dinkes Gresik total masyarakat mulai dari unsur tenaga kesehatan (Nakes), TNI, Polri maupun ASN serta pelayan publik yang akan divaksin mencapai 18.135 orang,”kata dr Husna. 

Terpisah, Anik, 46, pedagang PBG mengapresiasi langkah pemkab Gresik melakukan vaksinasi untuk pedagang pasar ini. Sebab, pagebluk corona setahun terakhir ini membuat dirinya waswas. Khawator terhadap lalu-lalang masyarakat yang menjalankan aktivitasnya di pasar.

“Kalau sudah divaksin agak tenang meski tadi sama petugas kesehatan tetap diminta menjalankan protokol kesehatan,”katanya sambil tersenyum. (*)

Gairahkan Perekonomian, 738 Pedagang Suntik Vaksin Sinovac Selengkapnya

Bupati Gresik Turun Gunung, Warga Nurut Ajakan Mengungsi

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Gresik Ida Lailatussa’diyah, Kepala DPKP Gresik Achmad Washil dan Kepala DLH Gresik Mokh Najikh melihat kondisi bagian dapur rumah keluarga Musa’adah lantainya mulai longsor (foto : chusnul cahyadi1minute.id)

GRESIK,1minute.id – Pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik bergerak cepat mengantisipasi terjadinya korban jiwa akibat tanah longsor di kawasan Bukit Putri Cempo. Pemkab menyediakan rumah untuk keluarga Musa’adah, 70, yang semakin mengkhawatirkan. Apalagi, lantai dapur sudah bolong. Longsor. 

Rumah tinggal sementara tersebut tidak jauh dari rumah Musa’adah sebelumnya.  Jaraknya sekitar 100 meteran. Letaknya, dekat Makam Putri Cempo. Rumah berdinding tembok itu selama ini ditempati oleh Sulaiman, ASN di Dinas Informasi dan Komunikasi (Diskominfo) Gresik. Leman-sapaan-Sulaiman bertugas menjaga tower komunikasi milik Diskominfo tersebut.

Tower komunikasi ini sangat vital karena pusat pengendali jaringan internet semua kegiatan Pemkab Gresik. 

Tawaran Bupati Gresik termuda itu membuat kepala organisasi perangkat daerah (OPD) turun tangan. Pasca Gus Yani – panggilan akrab – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani turun tangan. Ada tiga kepala OPD yang berusaha menyakinkan keluarga Musa’adah agar mau menerima tawaran Gus Yani itu.

Tiga kepala OPD itu adalah Asisten Perekonomian dan Pembangunan Ida Lailatussa’diyah, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Achmad Washil Miftachul Rachman, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik Mokh Najikh. Mereka didampingi Sekcam Kebomas Zainul Arifin dan Lurah Gending dan Ngargosari.

MENGUNGSI : Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Gresik Ida Lailatussa’diyah untuk melihat rumah keluarga Musa’adah pada Rabu,3 Maret 2021 ( foto : ,chusnul cahyadi/1minute.id)

Musa’adah dan keluarganya luluh hatinya. Mereka menyatakan akan segera boyongan ke “rumah” barunya itu. 

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Ida Lailatussa’diyah pun lega. Ida mengatakan, pemerintah mengantisipasi kondisi terjelek. “Bila longsor terus jadi, jangan sampai ada korban,”kata Ida Lailatussa’diyah.

Sebab, kondisi rumah kediaman keluarga Musa’adah sangat mengkhawatirkan. “Lantai dapur sebagian sudah longsor,”katanya.  Karena itulah, Pemkab Gresik menyediakan rumah pengungsian sementara. “Untuk kondisinya ya apa adanya,”katanya. 

Saifuddin, anak Musa’adah mengaku selama ini, bila hujan turun keluarga pindah ke tempat yang lebih aman. “Setelah hujan reda ya kembali lagi,”ujar pria yang berprofesi sebagai juru kunci Makam Putri Cempo itu. Namun, Syaifudin mengaku sesekali tinggal rumah.

Sebab, profesi sebagai juru kunci Makam Putri Cempo -ada menyebut-Putri Campa harus memberikan pelayan kepada masyarakat hendak berziarah ke Putri Cempo. Tamu, tambahnya, datang sewaktu-waktu. Kadang pagi, sore hingga malam hari. “Kalau Saya hampir tidak tidur malam. Semoga diparingi keselamatan semua,”katanya. (*)

Bupati Gresik Turun Gunung, Warga Nurut Ajakan Mengungsi Selengkapnya

Kawasan Bukit Putri Cempo Semakin Mengkhawatirkan, Begini Kondisinya

LONGSOR : Bangunan kafe di kawasan Putri Cempo mulai longsor (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

GRESIK,1minute.id – Azan Asar baru selesai berkumandang, nenek Musa’adah mengambil wudu kemudian salat Asar. Setelah salat nenek 70 tahun itu menuju dapur rumahnya untuk memasak. 

Bangunan dapur ibunda juru kunci Makam Putri Cempo – ada yang menyebut – Putri Campa, Ahmad Syaifudin itu berdinding asbes gelombang. Lantai tanah liat. Namun, di bagian pojok timur lantai rumah nenek di kawasan Bukit Putri Cempo, Kelurahan Gending, Kecamatan Kebomas, Gresik itu terlihat berlubang cukup besar. Diameternya sekitar 1 meteran. 

Begitu 1minute.id mencoba melonggo lubang itu terlihat dasar tebingnya. Cukup dalam. Sekitar 7-10 meteran. “Tanahnya longsor,”kata Musa’adah pada Rabu, 3 Maret 2021. 

Musa’adah seakan tidak terlihat risau. Apalagi,  waswas dan khawatir dapur rumah dan bangunan rumah yang berada di depan makam Syeh Sayyid Abdurrahmah, Paman Sunan Giri (Maulana Ainul Yaqin) akan ikut tergerus air hujan dan ke dalam jurang kawasan Bukit Putri Cempo (Puncem) itu.

Apalagi  bagian lantai tanah liat rumah Musa’adah sudah mulai retak-retak. Sehingga, salah satu blandar rumah disanggah kayu balok. “Untuk menahan atap biar tidak ambruk,”sela Syaifuddin, anak Musa’adah yang berprofesi sebagai juru kunci Makam Putri Cempo itu.

Ada tiga bangunan rumah di sekitar makam Syeh Sayyid Abdurahman itu. Semuanya keluarga Musa’adah berjumlah empat orang. Yakni, Musa’adah, Syaifudin dan anaknya. Serta, Samsul Arif, adik Musa’adah. 

Bukit Puncem mengalami longsor sejak 2018. Kondisi tanah kapur yang labil membuat longsoran di kawasan yang terdapat situs religi Makam Putri Cempo dan Syeh Sayyid Abdurahman, paman Sunan Giri itu semakin parah. Dan, kali terakhir, tanah longsor pada Selasa,  2 Maret 2021.

Akses jalan alternatif Gending-Ngargosari terputus. Sejumlah bangunan rumah dan kafe di sekitar Bukit Puncem itu rawan longsor.   

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani ketika berkunjung ke rumah Musa’adah pada Rabu, 3 Maret 2021 merasa khawatir terkait kondisi rumah Musa’adah itu. Bupati Gresik milinial itu telah meminta keluarga Musa’adah untuk mau pindah rumah.

Pasalnya, kondisi rumah mengkhawatirkan. Pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik telah menyediakan rumah sebagai tempat pengungsian sementara. (*)

Kawasan Bukit Putri Cempo Semakin Mengkhawatirkan, Begini Kondisinya Selengkapnya

Gus Yani Teken Perbup Perubahan Insentif Nakes di G-Jos, Nakes Semringah


GRESIK,1minute.id – Tenaga kesehatan menangani pasien pondok Rehabilitasi Covid di Stadion Gelora Samudro (G-Jos) semringah. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menandatangi peraturan bupati (Perbup) perubahan atas Perbup 22/2020 di pondok rehabilitasi Covid di G-Jos itu pada Rabu, 3 Maret 2021.

Insentif nakes yang menangani pasien corona yang beberapa bulan mandeg itu diperkirakan bisa dicairkan besok, Kamis, 4 Maret 2021. 
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, dirinya membaca aduan di media sosial mengenai masalah belum diterimanya insentif sejak awal tahun bagi para nakes Covid yang bertugas di G-Jos. 

Gus Yani- panggilan akrab- Fandu Akhmad Yani langsung menghubungi Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) drg Syaifuddin Ghozali dan Kabag Hukum Edi Hadi Siswoyo untuk menanyakan belum cairnya insentif nakes di G-Jos itu. “Ternyata, masalahnya adalah isi perbup lama yang masih tertera tahun anggaran 2020 sehingga belum bisa dicairkan untuk tahun anggaran 2021,”kata Gus Yani.

Rabu pagi tadi, 3 Maret 2021, Gus Yani didampingi Wakil Bupati Gresik Aminantun Habibah, Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Abimanyu Poncoatmojo Iswinarno, Kadinkes Syafuddin Ghozali mendatangi pondok rehabilitasi di G-Jos di Jalan Veteran, Kebomas itu.

“Pagi tadi pagi Perbup perubahan itu bisa saya tandatangi,”kata Gus Yani. Saat ini, Badan  Pendapatan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPPKAD) Gresik melakukan proses pencairan insentif nakes di G-Jos itu.  “Paling lambat besok, Kamis (4 Februari 2021) akan diberikan ke para nakes Covid-19 yang telah bertugas,”harapnya. (*)

Gus Yani Teken Perbup Perubahan Insentif Nakes di G-Jos, Nakes Semringah Selengkapnya