Cabup Nomor Urut 2, Nyicipi Teh Tarik Sambil Kenalkan Program Gresik Jagoan, Bantuan Modal Rp 10 Juta

GRESIK,1minute.id – Kedai roti canai dan teh tarik  Dewi Amalia Fitri yang viral belakangan ini kaget didatangi calon bupati (cabup) nomor urur 2 Fandi Akhmad Yani, Rabu 25 November 2020.

Cabup milenial itu mampir untuk nyeruput  roti canai dan teh tarik racikan mantan pramugari di sela-sela kampanye blusukan ke desa-desa di Kecamatan Sidayu. Saat itu, kedai berlokasi di  Desa Kertosono, Kecamatan Dukun, Gresik itu cukup ramai pembeli. 

Kedatangan cabup diusung enam dari delapan partai di DPRD Gresik membuat gadis 20 tahun itu kaget. “Ya Allah nggak nyangka kalau kedai saya didatangi Gus Yani. Ya seneng banget lah soalnya ramai tadi sampai nggak muat tempat duduknya,” ujar Dewi seraya tersenyum dengan mata yang berbinar-binar.

Anak sulung dari dua bersaudara pasangan Zainuri dan Khosatun ini sebelumnya bekerja sebagai Pramugari di maskapai penerbangan internasional. Namun, ia dan pramugari sejawatnya harus kena PHK akibat pandemi Covid-19.  

Kini, Dewi merasa nyaman lantaran bisa usaha sendiri dengan penghasilan harian. Meski ia sempat mendapat tawaran untuk kembali bekerja menjadi pramugari. Dewi menolaknya lantaran ia merasa lebih nyaman bisa bekerja dekat dengan kedua orang tuanya.

Hanya saja, untuk mengembangkan usahanya tersebut Dewi dan orang tuanya masih kesulitan mencari tambahan modal. Dihadapan Gus Yani, Dewi menyampaikan bahwa setiap harinya, kedai miliknya selalu banjir pembeli. 

Bahkan sejak dirinya viral, konsumen yang datang dari Surabaya, Lamongan dan Tuban. Tak jarang pelanggan harus antri sambil berdiri karena ruangannya yang sempit dan kursinya terbatas. 

Pengennya sih memperluas kedai saya biar tempatnya bisa luas. Sekalian meja dan kursi mau saya tambahin supaya kalau pas pembelinya ramai kayak gini biar gak nunggu sambil berdiri. Apalagi sampai meluber di pinggir jalan. Kasihan lihat yang beli kalau tempatnya ramai,”ungkap Dewi dihadapan Cabup milenial itu. 

Menanggapi keluhan tersebut, Gus Yani menjamin Dewi. Jika ia dan Bu Min (Aminatun Habibah) terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Gresik periode 2021-2025. Usaha Dewi dan orang tuanya itu bisa dikembangkan melalui salah satu misinya Gresik Berkarya dan Mandiri. 

Dijelaskan Gus Yani, dalam misi tersebut ada program Gresik Jagoan yang menyentuh jaringan komunitas anak muda berwirausaha. Program itu memberikan bantuan insentif penambahan modal kerja sebesar Rp 10 juta untuk 5.000 usaha rintisan atau start up yang sudah melalui fase inkubator bisnis.  

“Mbak Dewi ini nanti bisa ngajukan ke pemerintahan Gresik Baru. Karena di program kita ada Gresik Jagoan dengan bantuan sebesar Rp 10 juta untuk anak muda yang berwirausaha. Dengan tambahan modal itu mbak Dewi bisa mengembangkan usahanya. Apalagi usaha itu merupakan satu-satunya sumber penghasilan di keluarganya,”ujar Gus Yani sembari melahap roti canai. (*)

Cabup Nomor Urut 2, Nyicipi Teh Tarik Sambil Kenalkan Program Gresik Jagoan, Bantuan Modal Rp 10 Juta Selengkapnya

Gus Yani : Coblos Nomor Dua, Kudung Abang pada 9 Desember

GRESIK,1minute.id –  Dukungan kepada pasangan calon (Paslon) Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah (Niat) terus mengalir. Kali dukungan dari masyarakat Kompleks Perumahan Alam Bukit Raya (ABR), Selasa 24 November 2020. 

Kehadiran Gus Yani dan Bu Min dielu-elukan masyarakat. Terutama kaum emak-emak di kompleks perumahan berlokasi di Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Gresik itu. 

Mereka tumplek-blek menyambut paslon yang diusung enam partai itu. Mereka menginginkan Niat menjadi bupati dan wakil bupati dalam Pilbup 9 Desember 2020. Pada kesempatan itu, Gus Yani mengungkapkan terimakasih atas dukungan masyarakat ABR itu. 

“Mari bersama-sama mewujudkan perubahan. Pada 9 Desember coblos nomor 2 kudung abang,”kata Gus Yani sambil acungkan dua jari. 

Sementara itu, Cawabup nomor 2, Aminatun Habibah menambahkan, perubahan harus dilakukan di Kabupaten Gresik.
Perubahan dalam hal layanan juga kedekatan kepada masyarakat. Tanpa terkecuali.

Seluruhnya keperluan masyarakat Gresik harus diprioritaskan. “Tidak boleh membeda-bedakan. Semua harus diperlakukan sama,”ujar Bu Min di Markaz Niat, Selasa 24 November 2020.

Disampaikan, dukungan warga ABR kepada Paslon Niat sudah diatas 70 persen. Dan harus ditingkatkan lagi menjadi 99 persen.
Suryono sebagai ketua panitia pelaksana mengatakan, mayoritas warga yang tinggal di ABR menginginkan paslon Niat menang dan terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Gresik periode 2021-2025.

Dia menyebut warga ABR sudah kecewa dengan janji-janji yang telah diberikan oleh kepemimpinan sebelumnya. Selama lima tahun janji itu belum direalisasikan sama sekali. “Warga ABR ingin ada perubahan. Gus Yani – Bu Min menjadi bupati terpilih dalam pilkada tahun 2020 ini,”ungkapnya. (*)

Gus Yani : Coblos Nomor Dua, Kudung Abang pada 9 Desember Selengkapnya

Buruknya Layanan PDAM Giri Tirta Jadi Fokus 100 Hari Kerja Paslon Niat

GRESIK, 1minute.id – Buruknya pelayanan PDAM menjadi perhatian pasangan calon (Paslon) Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah (niat).

Bahkan, paslon nomor urut 2 yang diusung enam dari delapan partai di DPRD Gresik itu berjanji memperbaiki pelayanan air minum dikelola perusahaan daerah air minum (PDAM) Giri Tirta itu dalam 100 hari pertama kerja. 

“Bila Niat dapat amanah, maka dalam 100 hari kerja nanti PDAM akan kami kembalikan lagi fungsi awal sebagai perusahaan daerah (PD) berbasis pelayanan yang memprioritaskan kepuasan pelanggan. Bukan berbasis pendapatan seperti sekarang,”tegas Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani, Sabtu 21 November 2020 malam. 

Menurut Gus Yani, selama sepuluh tahun terakhir merasakan standar pelayanan minimal (SPM) PDAM Giri Tirta sangat buruk. Ironisnya, pelayanan buruk itu belum ada solusi kongkrit bagi masyarakat.

Buruknya pelayanan PDAM itu berdampak kerugian bagi  pelanggan air bersih PDAM. “Mereka (pelanggan) sudah membayar. Tapi, kesulitan mendapatkan air bersih,”tegas Gus Yani. Pelanggan yang mengalami krisis air bersih itu diantara di hampir seluruh kecamatan di Gresik.

“Di kecamatan Kota Gresik saja misalnya, masyarakat masih kesulitan mendapatkan pelayanan distribusi air bersih dari PDAM. Apalagi kebutuhan air bersih untuk masyarakat yang berada di pelosok Gresik,”ujarnya.

Disisi lain, kebocoran air dari saluran PDAM di angka 35 persen lebih. Kedepan kami akan menekan kebocoran itu di bawah angka 15 persen. 
Gus Yani bercerita saat menyapa warga diantaranya di Kelurahan Sukorame dan Kelurahan Kebungson. Keduanya, di Kecamatan  Gresik. 

Mulyono, misalnya. Distribusi air PDAM di kelurahannya hanya mengalir 2-3 hari dan selanjutnya tidak mengalir lagi sampai berbulan-bulan. Bahkan kondisi itu sudah terjadi dalam setahun terakhir.

“Ya kondisi ini membuat keluarga saya susah. Mau mandi nggak bisa, nyuci nggak bisa, masak juga nggak bisa. Pokoknya untuk kebutuhan sehari-hari jadi susah. Padahal air merupakan kebutuhan pokok bagi kami,”ungkap Mulyono.

Seperti diketahui, APBD Gresik tahun 2020 menggelontorkan dana Rp 25 miliar untuk PDAM Giri Tirta. Suntikan itu diharapkan dapat meningkatkan pelayanan kepada para pelanggan. Baik kualitas maupun kuantitas. Namun, hingga bulan ini pelayanan PDAM yang dirasakan masyarakat masih sangat buruk. (*)

Buruknya Layanan PDAM Giri Tirta Jadi Fokus 100 Hari Kerja Paslon Niat Selengkapnya

Niat Menang, Cukup Gunakan e-KTP untuk Pelayanan di Gresik

GRESIK,1minute.id – Pasangan calon (paslon)  Bupati dan Wakil Bupati Gresik nomor urut 02, Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah (Niat) menjanjikan masyarakat Gresik cukup menggunakan e-KTP untuk mendapatkan berbagai pelayanan.

Janji itu ucapkan Gus Yani-Bu Min dalam debat perdana Pilbup Gresik, Jumat 20 November 2020. “Program Gresik Baru akan kami realisasikan jika terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati pada Pilkada 9 Desember mendatang,”kata Gus Yani dalam siaran pers diterima 1minute.id, Sabtu 21 November 2020.

Single identitas di e-KTP, tambahnya,  bisa diakses kapan saja oleh siapa saja karena sudah elektronik. “e-KTP ini menunjukkan masyarakat bisa mendapatkan pelayanan pendidikan, beasiswa, kesehatan secara gratis hanya dengan e-KTP saja,”kata Cabup di dukung enam dari delapan partai di gedung DPRD Gresik ini.  

Bagaimana dengan pemulihan ekonomi pascapandemi korona? Gus Yani mengakui pandemi Covid-19 berdampak semua sektor. Bila paslon Niat mendapatkan amanat untuk memimpin Gresik kedepan, Gus Yani mengaku akan melakukan upaya pemulihan ekonomi.

“Pemerintah akan lebih hadir kepada masyarakat dengan mendorong usaha di rumah masing-masing, Dan ini belum tersentuh oleh pemerintah sebelumnya,” kata Gus Yani.

Sementara itu, Cawabup nomor 2 Aminatun Habibah atau akrab disapa Bu Min menambahkan bahwa jika dirinya terpilih akan ada penambahan modal Rp 10 juta buat anak muda kreatif yang sudah bergerak di sektor kewirusahaan di Gresik.

“Kami juga akan meningkatkan ekonomi dengan mendorong usaha ibu-ibu. Kami punya program Bunda Puspa, ini khusus untuk kaum perempuan dengan diberikan pendampingan, pelatihan dan modal untuk meningkatkan ekonomi sekaligus mensupport pemasarannya,”kata Cawabup perempuan pertama di Gresik ini.

Selanjutnya di sektor pendidikan,  Kepala Sekolah SMK Assaadah itu, mengatakan merasakan betul dinamika dunia pendidikan antara sinergi pemerintah dengan tenaga pendidik di Gresik. Sejauh ini Bu Min melihat bahwa peran tenaga pendidik yang menjadi ujung tombak pembangunan pendidikan yang berkualitas belum disentuh pemerintah secara maksimal.

“Kami menginginkan nantinya ada pelatihan untuk peningkatan SDM tenaga pendidik yang di fasilitasi pemerintah Kabupaten Gresik. Tentu gaji mereka yang rendah baik guru non PNS atau honorer K2 maupun yang belum disertifikasi akan kami naikkan,”kata Bu Min.

Pemilu semakin dekat, pada kesempatan itu Gus Yani dan Bu Min mengajak masyarakat Gresik yang memiliki hak pilih agar tidak golput untuk menentukan pilihannya pada paslon nomor 2 demi masa depan Gresik 5 tahun kedepan.

Pihaknya juga berpesan bahwa majunya menjadi Cabup dan Cawabup bukan kehendak pribadi atau kelompok tapi atas dorongan para ulama, Kiai dan masyarakat di Gresik.

“Pasangan Niat  maju, nyalon bukan kehendak Saya dan Bu Min melainkan ini perintah Kiai, karena kami santri maka kami wajib takzim dengan guru kami,”kata Gus Yani. (*)

Niat Menang, Cukup Gunakan e-KTP untuk Pelayanan di Gresik Selengkapnya

Gus Yani – Bu Min Usung Nawa Karsa Gresik Baru di Debat Nanti Malam

GRESIK,1minute.id – Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Gresik nomor urut 2, Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah menyiapkan diri untuk mengikuti debat kandidat di putaran pertama Pilkada Gresik 2020, Jumat 20 November 2020 malam. 

Debat kali pertama ini, pasangan NIAT akan mengusung misi Nawa Karsa Gresik Baru. Ketua Tim Pemenangan NIAT, Khoirul Huda  mengatakan debat nantinya bertema ‘Menyelesaikan Persoalan Daerah, Meningkatkan Pelayanan dan Kesejahteraan Masyarakat’.

Dan ini sudah menjadi perhatian bagi paslon NIAT. “Semua sudah masuk dan terjabarkan dalam Nawa Karsa Gresik baru paslon NIAT. Hal itu menjadi jawaban untuk perbaikan Gresik, baik tentang persoalan daerah hingga kesejahteraan masyarakat,”ujar Huda yang jugaucap Sekretaris DPC PPP Gresik ini,  Jumat 20 November 2020. 

Huda mengambil salah satu contoh permasalahan yang paling mendasar di Gresik. Yakni, tentang lapangan pekerjaan yang dirasa tidak berpihak pada masyarakat Gresik. Karena itu solusi atas persoalan tersebut semuanya ada dalam program Nawa Karsa Gresik baru. Nawa Karsa merupakan sembilan program prioritas pasangan NIAT.

Sembilan program itu adalah, Gresik Akas, Gresik Cerdas, Gresik Agropolitan, Gresik Barokah, Gresik Lestari, Gresik Seger, Gresik Sehati, Gresik Barokah, dan Gresik Mandiri. Pelayanan kesehatan solusinya di program Gresik Sehati dengan meningkatkan fasilitas kesehatan. 

“Menyiapkan tenaga medis profesional dan didukung sarana yang mumpuni. Termasuk pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat yang kurang mampu,” tutupnya. (*)

Gus Yani – Bu Min Usung Nawa Karsa Gresik Baru di Debat Nanti Malam Selengkapnya

Giring : Saatnya Pemimpin yang Membangun Daerah adalah Milenial, NIAT bisa Membuat Kota Gresik Lebih Baik Semua Sektor

GRESIK,1minute.id – Giring Ganesha atau dikenal Giring  Nidji menyambangi posko pemenangan pasangan calon (Paslon) Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah (Niat), Selasa 17 November 2020 malam. 

Kehadiran pelaksana tugas Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia ( PSI) itu membawa angin segar dan menambah “suplemen” penambah semangat  paslon nomor urut 2 untuk memenangkan konstestasi Pilbup Gresik 9 Desember 2020. 

Sebab, deklarasi dukungan vokalis lagu Laskar Pelangi itu semakin mengukuhkan Gus Yani-Bu Min, adalah paslon yang diinginkan anak-anak milenial di Kota Santri. 

Dalam bincang santuy di posko pemenangan Niat di Srembi, Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Gresik itu, Giring menyakini Gus Yani – Bu Min bisa membuat Kota Gresik menjadi lebih baik semua sektor. 

“Pemimpin yang merakyat, yang peduli masyarakat kecil, yang sederhana itu semua ada di Gus Yani dan Bu Min,”kata Giring. “Saatnya pemimpin yang membangun daerah adalah pemimpin millenial dan Niat akan menjadi pemimpin yang benar-benar melayani masyarakat,”tambah Giring yang disambut riuh tepuk tangan milenial Gresik.

Giring Ganesha atau dikenal Giring Nidji ketika mendatangi Posko Niat di Srembi, Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Gresik, Selasa 17 November 2020 malam.

Giring juga mengajak para milenial untuk memilih Niat karena slogan perubahan yang diusung identik dengan karakter anak-anak muda yang cenderung dinamis dan kerap menginginkan sesuatu yang baru. 

“Saya sudah keliling di 18 kabupaten kota mendampingi calon kepala daerah. Hari ini secara khusus saya mendampingi Gus Yani dan Bu Min, karena saya tau masyarakat Gresik, anak muda  yang ingin perubahan dan perbaikan di Gresik,”ungkap penyanyi yang sekaligus aktor film sang pencerah. 

Selama 60 menit “Bincang Seru Bareng Milenial Gresik” berlangsung gayeng. Giring sebelum mengakhiri membawakan sebuah tembang lagi membuat histeris pengemarnya. 

Cabup milenial Gus Yani mengapresiasi langkah PSI yang mencoba menumbuhkan politik partisipatif oleh anak-anak muda. Diakuinya bahwa dukungan PSI Gresik ke Niat merupakan misi awal PSI dalam menggerakan politik anak muda indonesia. 

“Saya sangat berterima kasih karena PSI sudah memberikan amanat penuh kepada Paslon Niat. Ini menjadi bukti bahwa PSI ialah partai yang memberi ruang baru bagi anak muda untuk berperan di dunia politik,”ujarnya. 

Kehadiran Giring di posko pemenangannya itu, membuat Gus Yani lebih bersemangat karena sosok Giring sendiri merupakan anak muda yang tidak apatis terhadap politik,”Bro Giring ini adalah contoh bahwa perubahan itu diawali dari anak-anak muda yang tidak alergi politik tapi justru partisipatif terhadap politik,”pungkasnya. (*)

Giring : Saatnya Pemimpin yang Membangun Daerah adalah Milenial, NIAT bisa Membuat Kota Gresik Lebih Baik Semua Sektor Selengkapnya

NIAT Gandeng NU-Muhammadiyah Membangun Gresik

GRESIK,1minute.id – Jika ditakdirkan menang Pilkada Gresik, 9 Desember 2020 nanti, pasangan calon (paslon) Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah (Niat) punya komitmen untuk Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah. Dalam setiap pembangunan bakal melibatkan kedua ormas besar itu.

Pria yang akrab disapa Gus Yani itu menjelaskan, Gresik punya potensi yang luar biasa. Yang sangat besar yang dapat di eksplore untuk memaksimalkan pembangunan.

“Dalam membangun saya tidak bisa hanya melibatkan Bu Min selaku wakil, juga dewan selaku legislatif. Tetapi harus melibatkan semua elemen masyarakat di Gresik,”kata Gus Yani dalam siaran pers diterima 1minute.id, Senin, 16 November 2020.

Apalagi, lanjutnya, sumberdaya manusia di NU maupun Muhammadiyah cukup banyak. Sangat diperlukan untuk mendukung proses pembangunan di Gresik.

“Jadi sangat tidak elok kalau saya meninggalkan NU atau Muhammadiyah. Juga dengan LDII atau elemen lainya. Apalagi di Gresik banyak komunitas yang bagus-bagus,”ungkpanya lagi.

Ketua Tim NIAT Gresik Khoirul Huda menambahkan, sampai saat ini tim makin kompak menyambut coblosan 9 Desember nanti. Isu-isu negatif yang dihembuskan makin memperkuat loyalitas tim, relawan maupun simpatisan. 

“Progres NIAT makin mendekati pemilihan 9 Desember 2020 terus melonjak naik, baik popularitas maupun elektabilitasnya,”tegas Sekretaris DPC PPP itu. (*)

NIAT Gandeng NU-Muhammadiyah Membangun Gresik Selengkapnya

Roy Jeconiah, Eks Vokalis Boomerang : Wes Wayahe Sing Enom Dadi Bupati

GRESIK,1minute.id – Performa Calon Bupati (Cabup) nomor urut 2, Fandi Akhmad Yani membuat kepincut Roy Jeconian. Eks vocalis grup band Boomerang itu mengapresiasi  pasangan cawabup Aminatun Habibah (Bu Min) maju dalam kontestasi pemilihan bupati (Pilbup) Gresik 2020.

Bahkan, rocker era-90an itu mengajak anak-anak band, komunitas musisi, seniman dan pegiat musik di Gresik untuk mendukung dan memilih Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani.  

Hal itu diungkapkan Roy Jeconiah saat ngopi bareng Gus Yani dengan tajuk “Berbicara dengan Nada dan Lagu Peduli Komunitas Musisi dan Pegiat Musik Gresik” di Posko Pemenangan niat di Srembi, Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Gresik, Minggu 15 November 2020 malam.  

“Sudah saatnya generasi milenial jadi pemimpin. Wes wayahe sing enom iki dadi kepala daerah. Kalau Bupatinya masih muda, insya Allah bisa mengerti keadaan anak-anak muda karena yang paham anak-anak muda ya pemimpin muda,”ucap pelantun lagu Pelangi ini. 

Kongko bareng dengan komunitas musik dari kelompok seniman musik Rock In Gresik (RIG) semakin gayeng dengan dilanjutkan acara deklarasi dukungan kepada paslon Niat. 

Sementara itu, Ketua RIG Andi Kondel menyatakan dukungannya terhadap paslon Niat dianggap sebagai pilihan terbaik. Karena sosok Gus Yani punya perhatian lebih kepada seniman di Gresik. 

“Kami merasakan perhatian nyata Gus Yani kepada seniman sewaktu menjabat sebagai Ketua DPRD Gresik. Kami tahu sendiri upaya beliau waktu itu gigih sekali memperjuangkan musisi Gresik yang gelisah karena tidak adanya kepastian izin keramaian akibat pandemi Covid-19,”ujar Andi Kondel. 

Dukungan RIG kepada paslon Niat ini merupakan harapan baru bagi musisi dan seniman di Gresik untuk bisa terus eksis di kota sendiri. Selain itu, tidak sedikit anak-anak muda di kota Santri ini yang memiliki bakat musik namun tidak pernah teraktualisasi karena minimnya perhatian pemerintah daerah.

Karena itu, RIG menaruh harapan besar kepada paslon nomor urut 2 ini untuk ikut andil memfasilitasi eksistensi para musisi di Gresik jika terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Gresik periode 2021-2025.
“Tujuan kita ingin mengangkat seni di kabupaten Gresik. Tapi kita dulu pernah pinjam WEP saja harus bayar. Padahal biaya kita itu patungan,”jelasnya.

Pria berambut gondrong ini mengaku jika sosok Gus Yani sebagai anak muda merupakan figur pemimpin yang tepat. Senada dengan Roy, Andi Kondel juga menilai hanya anak muda yang mampu memahami anak muda. 

“Sebagai komunitas rocker Gresik, saya sangat berharap jika Gus Yani jadi, nantinya bisa memberi kita kemudahan untuk menggelar event. Dan sebagai pemimpin muda juga turut mensupport,”harapnya.

Komunitas musik rock, RIG dalam ngopi bareng di Posko Pemenangan Niat di Srembi, Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Gresik, Minggu 15 November 2020 malam

Menyikapi dukungan dari Komunitas RIG, Gus Yani sangat mengapresiasi. Pihaknya juga mengingatkan anak-anak muda yang punya kebiasaan bermusik tidak boleh apatis dengan politik. Karena melalui politik, anak-anak muda bisa memperjuangkan habit (kebiasaan) dan passion bermusiknya selama itu positif dan berkontribusi untuk kota Gresik.

“Jangan alergi dengan politik, justru lewat politik lah kita bisa memperjuangkan hobi kita, kreatifitas kita, eksistensi kita selama itu baik dan bermanfaat untuk masyarakat dan kota Gresik,”ujar Cabup milenial ini.

Gus Yani menjamin jika nanti ia dan Bu Min terpilih, dirinya akan memberikan ruang ekspresi kepada pekerja seni dan musisi untuk berkreasi. Sebab dengan adanya kegiatan musik, lanjut Gus Yani, bisa memberikan dampak perputaran ekonomi terhadap pelaku UMKM.

“Wahana Ekspresi Poesponegoro itu didanai APBD. Tentunya saya ingin WEP itu gratis untuk teman-teman musisi, anak band dan seniman Gresik,”tambahnya.
Gus Yani juga mengakui jika talenta anak muda Gresik sesungguhnya sangat luar biasa. Salah satunya Efret, putra daerah yang pernah meraih the best vokal di Indonesia. 

“Gresik ini gudangnya potensi terutama pekerja seni. Sudah sepatutnya pemerintah daerah hadir memberikan fasilitas untuk ajang ekspresi dan kreatifitas mereka karena tugas pemimpin harus memberi kelonggaran pada anak muda untuk mengekspresikan karyanya,”pungkasnya. (*)

Roy Jeconiah, Eks Vokalis Boomerang : Wes Wayahe Sing Enom Dadi Bupati Selengkapnya

Pemerataan Pembangunan, Paslon Niat Luncurkan Program Gresik Mapan, Program Bantuan Khusus untuk Bangun Dusun Senilai Rp 100 Juta/Dusun

GRESIK, 1minute.id – Pemerataan pembangunan menjadi salah satu prioritas pasangan calon (Paslon) nomor urut 2, Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah (Niat). 
Paslon yang diusung enam dari delapan partai yang memiliki kursi di DPRD Gresik itu mengenalkan Program Gresik Maju, Pintar dan Aman (Mapan).

Harapannya, tidak ada pagi istilah Gresik Utara dan Selatan.  Menurut Cabup Fandi Akhmad Yani, Program Gresik Mapan itu adalah program bantuan keuangan khusus Rp 100 juta untuk pembangunan infrastruktur dusun. 

“Guna meningkatkan pelayanan di desa, kami siapkan program Gresik Bangun Dusun. Nantinya setiap dusun mendapat Rp 100 juta. Bantuan keuangan khusus itu meliputi kesehatan, fasilitas pendidikan di RT/RW beserta operasionalnya,”ujar Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani ketika melakukan blusukan menyapa warga di Kompleks Perumahan Pongangan Indah (PPI)  di Desa Pongangan, Kecamatan Manyar, Gresik, Minggu 15 November 2020.

Cabup nomor urut 2 itu menambahkan, Program Gresik Mapan itu untuk mewujudkan pemerataan pembangunan.  Langkah ini ditempuh agar tidak ada lagi istilah yang selama ini kerap digaungkan oleh masyarakat bahwa masih terjadi ketimpangan pembangunan antara Gresik Utara dan Selatan.

Ia dan cawabup Aminatun Habibah, menambahkan pihaknya ingin di masa kepemimpinannya nanti saat terpilih menjadi Bupati Gresik periode 2021-2025, unsur pemimpin terkecil di masyarakat seperti RT dan RW harus dilibatkan dalam pembangunan daerah. 

Gus Yani menilai selama ini pembangunan di Gresik masih memiliki sekat antara kepala daerah dengan RT dan RW. “Pak RT dan Pak RW itu garda terdepan di lingkungan masyarakat. Tapi selama ini mereka tidak pernah dilibatkan di setiap pembangunan. Hanya dilibatkan saat dibutuhkan saja,”ungkap mantan Ketua DPRD Gresik ini. 

Selain gerakan membangun (Gerbang) Dusun, Paslon Niat juga akan menciptakan Gresik sebagai Kota 4.0 dengan membangun infrastruktur jaringan online terpadu untuk pengawasan infrastruktur, lingkungan hidup, dan mobilitas masyarakat yang berpusat pada Command Center. 

“Komitmen paslon Niat membangun Gresik sebagai Smart City (Kota Pintar),”tegasnya. Saat ini, tambahnya,  hampir setiap kota di dunia berlomba-lomba menjadi yang paling depan dalam mengintegrasikan produk teknologi informasi.

“Surabaya, Malang, Tangerang, Bandung dan Cirebon sudah menjadi Smart City. Masak Gresik belum. Padahal APBD kita besar,”jelasnya serius. 

Gus Yani memaparkan, konsep Kota 4.0 itu merupakan salah satu inovasi dalam pelayanan publik yang menyediakan berbagai informasi di lingkup pemerintahan. Sehingga kabupaten Gresik nantinya bisa melengkapi dirinya dengan pusat kendali berbasis teknologi informasi atau yang dikenal sebagai Command Center. 

“Integrasi teknologi informasi dalam kehidupan masyarakat saat ini tidak dapat dihindari. Bahkan akhir-akhir ini konsep smart city atau kota pintar semakin mengemuka di beberapa kota. Gresik tidak boleh ketinggalan, supaya maju maka Gresik harus menuju Smart City,”tegasnya.  (*)

Pemerataan Pembangunan, Paslon Niat Luncurkan Program Gresik Mapan, Program Bantuan Khusus untuk Bangun Dusun Senilai Rp 100 Juta/Dusun Selengkapnya

PPP Gelar Pendidikan Politik Secara Maraton, Target Menangkan Paslon Niat

GRESIK,1minute.id – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP Gresik terus menggelar pendidikan politik secara maraton bagi pengurus dan kader partai  se-Kabupaten Gresik. 

Ikhtiar yang dilakukan partai berlambang Kakbah itu sebagai komitmennya dalam memenangkan pasangan calon (paslon) Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah (Niat) di pilkada Gresik 2020.

Kali pertama roadshow pendidikan politik itu digelar di Desa Pangkah Wetan, Kecamatan Ujung Pangkah, Gresik, Ketua Tim Pemenangan PPP Gresik untuk paslon Niat, Mokhamad Yunus menginstruksikan kepada jajaran PAC dan pengurus ranting PPP se-Gresik agar all out mengawal dan memenangkan paslon yang direstui para kiai kharismatik di Gresik.

“Saya instruksikan PPP harus kompak dan bersatu untuk memenangkan paslon Niat dalam pilkada Gresik 2020. Karena ini keputusan DPP untuk mengusung Niat, jadi wajib hukumnya PPP memenangkan Niat,”tegas Yunus dihadapan para kader PPP, Minggu, 15 November 2020.  

Pendidikan politik tersebut digelar lintas dapil. Kali ini Mokhamad Yunus membekali kader PPP di PAC Dukun, Ujung Pangkah dan Panceng. Yunus menargetkan dalam minggu ini pendidikan politiknya untuk pengurus dan kader PPP bisa rampung karena pilkada Gresik tinggal menghitung hari. 

Selain itu, ia juga menginstruksikan Wanita Persatuan Pembangunan (WPP) untuk bergerak aktif mengawal Niat sampai menang. ” Harapan kami yang dibawah DPC, PAC dan Ranting harus benar-benar mengawal niat dengan cara mengawal calon-calon pemilih yang ada di masing-masing desa sampai ke TPS,”pinta anggota dewan dapil 3 ini.  

Ditambahkan Yunus, pendidikan politik PPP ini membekali para pengurus dan kader dengan menggunakan sistem per-dapil untuk dikumpulkan kemudian digalakkan agar paslon Niat menang. Sebab, kemenangan paslon Niat nantinya merupakan momentum bagi PPP Gresik untuk bangkit dan menang. 

“Kalau PPP ingin bangkit di 2024 maka Niat harus menang. Karena kemenangan Gus Yani dan Bu Min adalah modal awal bangkitnya PPP untuk menang di 2024,”pungkasnya. (*)

PPP Gelar Pendidikan Politik Secara Maraton, Target Menangkan Paslon Niat Selengkapnya