Cawabup Perempuan Pertama di Gresik dan Garnita Nasdem Blusukan untuk Wujudkan Perempuan Terampil dan Berdaya

GRESIK,1minute.id – Pasangan calon bupati dan wakil bupati, Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah (Niat) mendapatkan amunisi baru. Amunisi baru itu adalah Garda Wanita (Garnita) Malahayati 

Komunitas emak-emak dibawah naungan DPD Partai Nasdem Gresik itu, bergerak aktif mengkampanyekan program paslon nomor urut dua itu. Mereka ikut melakukan blusukan bersama Cawabup Aminatun Habibah ( Bu Min) ke masyarakat. Mereka terlihat antusias menggalang gerakan perubahan kepada akar rumput (grassroot).

Ketua Garnita Malahayati Nasdem Gresik Hj Erni Rofikah mengaku pihaknya sejak awal all out mendukung paslon Niat. Saat kampanye Bu Min di beberapa desa, ia menginstruksikan anggotanya di desa tersebut untuk mengawal dan mendampingi cawabup perempuan pertama di Gresik itu. 

“Garnita ini adalah garda perempuannya partai Nasdem. Sehingga wajib bagi kami untuk membackup calon perempuan (Bu Min) yang diusung Nasdem,”kata Erni Rofikah.

Tak hanya mendampingi Bu Min, Garnita Malahayati Gresik juga turut mensosialisasikan visi misi paslon Niat yang programnya berorientasi pada pemberdayaan perempuan. Salah satunya memberdayakan ibu rumah tangga melalui sektor UMKM.

“Sudah menjadi tugas kami untuk memberdayakan ibu-ibu rumah tangga. Mereka sebagai istri selain bisa melayani suami, sambil di rumah dan menunggu suami pulang kerja nantinya juga bisa dapat penghasilan,”terang istri Ketua DPD Nasdem Gresik Saiful Anwar ini.

GARNITA NASDEM : Antusiasme emak-emak Partai Nasdem untuk mengkampanyekan Bu Min, cawabup pertama di Gresik dalam Pilbup 2020 ( foto : tim media NIAT for 1minute.id)

Selain melakukan pendampingan terhadap cawabup Bu Min, tambahnya,  juga melakukan konsolidasi ke kecamatan maupun desa. Hal ini dilakukan karena sudah saatnya perempuan di Gresik berdaya memiliki soft skill yang output-nya bisa menghasilkan income. 

Menurutnya, semangat memberdayakan para perempuan ini didasari keprihatinan dia terhadap para perempuan di Gresik yang selama ini kurang mendapatkan peran. Pihaknya ingin menumbuhkan jiwa kewirausahaan para perempuan dengan training peningkatan sumber daya yang dimilikinya.

“Selama pandemi Covid-19 Garnita juga mendampingi banyak perempuan untuk memproduksi makser untuk dijual dan hasilnya bisa dinikmati keluarga. Dan ini sejalan dengan visi misi paslon Niat terhadap kaum perempuan. Karena itu kami dan Bu Min komitmen memperjuangkan peran perempuan,”tandasnya. (*)

Cawabup Perempuan Pertama di Gresik dan Garnita Nasdem Blusukan untuk Wujudkan Perempuan Terampil dan Berdaya Selengkapnya

Pilih Kampanye Tatap Muka, Anjuran KPU Kampanye Daring Belum Dilirik Paslon

GRESIK,1minute.id – Masa kampanye memasuki bulan kedua. Dimulai 26 September 2020. Dua pasangan calon (paslon) yakni nomor urut satu, Moh Qosim-Asluchul Alif (QA) dan nomor urut dua, Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah (Niat) pun memilih blusukan ke kantong-kantong massa.

Pedesaan hingga perkotaan. 
Kampanye daring mengenalkan visi-misi paslon untuk menjaring suara pemilih pada Pemilihan Bupati (Pilbup) Gresik 9 Desember 2020 yang dianjurkan penyelenggara masih minim dilakukan paslon. 

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gresik menggelar rapat koordinasi untuk memaksimalkan peran media sosial dan media daring dalam kampanye, Rabu 28 Oktober 2020. Rakor itu mengundang dua paslon QA dan Niat.

Komisoner KPU Divisi Sosialisasi dan SDM Makmun membenarkan jika presentasi kampanye daring masih rendah. Data dari KPU hanya 4 persen tim paslon yang menggelar kampanye daring. Baik dari tim paslon QA dan NIAT.

KPU, tambahnya, melihat kedua tim paslon masih lebih banyak kampanye menggunakan tatap muka. “Kampanye tatap muka memang tidak dilarang, tetapi KPU tetap menghimbau agar kedua tim paslon memaksimalkan kampanye daring,”kata Makmun dikutip 1minute.id dari laman kab-gresik.kpu.gresik.go.id.

Makmun menambahkan apa yang dilakukan oleh KPU adalah ikhtiar bersama untuk melakukan pencegahan penularan Covid19. Karena itu semua pihak diminta untuk menjaga dan mentaati protokol kesehatan agar pelaksanaan pemilihan tidak menjadi klaster baru penyebaran Covid-19. 

Seperti diberitakan persebaran kasus korona mulai bisa dikendalikan. Gresik yang beberapa lalu masuk zona oranye kini menjadi zona kuning. Bupati Gresik Sambari Halim Radianto memperkirakan Desember 2020, Gresik masuk zona hijau. Asalkan, tidak ada klaster baru. Dan, masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan yakni mencuci tangan, menjaga jarak dan memakai masker. Perubahan zona tetap bergantung kepada kepatuhan masyarakat melaksanakan prokes.

Pilbup 2020, penyelenggara pemilu telah diwanti-wanti untuk melaksanakan prokes.(*)

Pilih Kampanye Tatap Muka, Anjuran KPU Kampanye Daring Belum Dilirik Paslon Selengkapnya

Klarifikasi ke Bawaslu, Tim Niat Tegaskan Musala Milik Pribadi Gus Yani

GRESIK, 1minute.id – Tim advokat pasangan calon (Paslon) Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah (Niat) mendatangi kantor Bawaslu Gresik, Rabu 28 Oktober 2020. 

Kedatangan tim advokat paslon nomor urut dua yang diusung enam parpol itu untuk melakukan klarifikasi terkait beredarnya video Niat yang ditudingkan seseorang melakukan kampanye di musala. 

Sekitar pukul 14.00, ketua harian tim advokat Niat Irfan Choirie dan juru bicara Sururi tiba di kantor Bawaslu. Sururi lalu disumpah di bawah Alquran oleh Divisi Pengawasan Bawaslu Syafi’ Jamhari. 

Juru bicara paslon Niat Sururi mengaku jika kegiatan di musala tersebut bukan kampanye melainkan acara doa bersama. “Itu acara doa bersama alumni Ponpes Tebuireng yang berada di barisan Niat. Jadi saya tegaskan tidak ada kampanye di situ,”kata Sururi.

Dikatakan Sururi saat sambutan pihaknya menyampaikan kepada Kiai Ponpes Tebuireng Gus Fahmi yang berkesempatan hadir bahwa teman-teman alumni ponpes Tebuireng mendukung Gus Yani, karena kebetulan Kyai dan santri banyak yang mendukung Gus Yani.

“Banyak teman-teman alumni ponpes Tebuireng yang mendukung paslon Niat karena selain manut Kyai, visi misi Niat programnya peduli kepada pesantren dan agama,”ujar Ketua Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Jawa Timur usai disumpah. 

Sementara Ketua Harian Tim Advokat Niat Irfan Choiri mengatakan musala yang dituduhkan seseorang itu merupakan musala milik pribadi di rumah Gus Yani. Bukan musala umum di kampung maupun perumahan. 

“Musala itu ada di dalam rumahnya Gus Yani. Jadi yang biasa beribadah di situ kalau bukan keluarganya Gus Yani ya tamunya,”tegas Irfan Choiri yang juga Ketua Bappilu DPC Nasdem Gresik.

Irfan menambahkan musala yang dipersoalkan itu juga berlokasi di posko pemenangan paslon Niat di Srembi, Desa Kembangan Kecamatan Kebomas. Sehingga musala tersebut termasuk fasilitas dari tim pemenangan Niat. 

“Karena itu, acara yang dipimpin oleh H. Sururi tidak menggunakan tempat ibadah sebagai fasilitas umum tetapi fasilitas pribadi,”katanya.  

Terpisah, Ketua Bawaslu Gresik Imron Rosyadi mengatakan bahwa temuan video yang beredar itu masih berupa dugaan di tempat ibadah. Karena itu pihaknya akan melakukan investigasi nantinya. 

“Karena masih dugaan maka harus dilakukan investigasi. Dari hasil investigasi nanti kami putuskan lewat pleno. Termasuk definisi tempat ibadah yang dimaksud sebagai fasilitas umum sesuai UU nomor 10 tahun 2016 akan kami lakukan kajian-kajian,”katanya kepada wartawan. (*)

Klarifikasi ke Bawaslu, Tim Niat Tegaskan Musala Milik Pribadi Gus Yani Selengkapnya

Gelar Refleksi Hari Sumpah Pemuda, Mahasiswa Serukan Cabut Omnibus Law dan Desak Hentikan Kriminalisasi Aksi Massa

GRESIK,1minute.id – Puluhan aktivis Perhimpunan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Gresik menggelar refleksi Sumpah Pemuda di Tetenger Keris Sumelang, Rabu 28 Oktober 2020.

Momentum kebangkitan pemuda ini digunakan oleh mahasiswa berbagai perguruan tinggi itu untuk menyatukan tekad mendesak pemerintah mencabut omnibus law. Undang-undang Cipta Kerja (Ciptaker) yang disahkan 5 Oktober 2020 dianggap cacat prosedural dan berpotensi menyengsarakan rakyat. 

“Omnibus law Cipta Kerja harus dicabut,”teriak Ketua PC PMII Gresik Ahmad Faishol Ridho Abdillah, Rabu 28 Oktober 2020. Selain itu, mahasiswa terus mendesak pemerintah menghentikan tindakan represif, intimidasi dan penangkapan terhadap aktivis. 

Aksi dilakukan mulai pukul 11.30 itu mendapatkan penjagaan ketat aparat kepolisian. Bahkan, jumlah personil pengamanan lebihi perserta aksi yang berlangsung tertib hingga pukul 12.30 itu.

Aktivis mahasiswa itu berusaha menggelorakan semangat pemuda di Kota Santri-sebutan lain- Kabupaten Gresik mengambil peran aktif untuk mewujudkan dan memajukan kesejahteraan rakyat.

Momentum memperingati ke 92 tahun Sumpah Pemuda kembali merajut Persatuan Rakyat untuk mendesak pemerintah mencabut omnibus law dan hentikan kriminalisasi, intimidasi dan penangkapan massa aksi. (*)

Gelar Refleksi Hari Sumpah Pemuda, Mahasiswa Serukan Cabut Omnibus Law dan Desak Hentikan Kriminalisasi Aksi Massa Selengkapnya

KPU Sediakan Bilik Khusus Pemilih Suhu Badan Diatas 37,5 Derajat Celcius. Pemilih Terkonfirmasi Korona Petugas Datangi Pakai Hazmat

GRESIK, 1minute.id – Potensi adanya klaster baru, pemilihan bupati (Pilbup) masih menjadi momok bagi penyelenggara pemilu. Komisi Pemilihan Umum (KPU) berusaha keras mengantisipasi.

Bahkan, untuk mencegah adanya klaster baru itu, kerja komisioner bagai petugas satuan gugus tugas (satgas) Covid-19. Hal itu diungkapkan Ketua KPU Gresik Akhmad Roni dalam sosialisasi pemilihan bupati dan wakil bupati Gresik di Hotel Aston Inn Gresik, Senin 26 Oktober 2020.

“Pilbup ini tantangan bagi kami. Karena aturan cukup rigit terkait protokol kesehatan. Bahkan, kami bagai satgas Covid-19 meski tidak punya kompetensinya,”kata Akhmad Roni dalam sosialisasi kerjabareng Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Gresik.

Sosialiasi dimoderatori Ketua PWI Gresik Sholahuddin itu berlangsung gayeng. Roni menjelaskan semua kegiatan terkait tahapan pilbup harus dilakukan dengan protokol kesehatan. “Seperti satgas covid. Ngurusi prokes itu ribet. Karena tidak ada keahlian untuk penanganan covid,”imbuhnya.

Dia mencontohkan rencana hari pencoblosan 9 Desember 2020. Seluruh petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS), Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) lebih 22 ribu anggota itu harus menjalani rapid test. Anggaran tes cepat itu berasal dari APBN setiap anggota dianggarkan maksimal Rp 150 ribu. “Anggarannya sekitar Rp 3,4 miliar,”tegasnya. 

Data didapat 1minute.id  pilbup Gresik ini ada 2.264 tempat tempat pemungutan suara (TPS). Setiap TPS rata-rata 7 petugas. Total petugas yang terlibat sekitar 15.848 orang.  Ditambah Petugas Pemungutan Suara (PPS) dan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) mencapai 22 ribuan. Anggaran Covid-19 sebesar Rp 150 ribu per anggota dibutuhkan anggaran Rp 2,4 miliar.

Roni mengatakan, setiap TPS akan disiapkan tiga bilik suara. Dua bilik suara untuk pemilih yang suhu tubuhnya di bawah 37 derajat celcius. “Satu bilik suara untuk pemilih yang hasil pengecekan thermo gun diatas 37,5 derajat celcius,”terangnya.

SOSIALISASI : Ketua KPU Gresik Akhmad Roni dalam sosialisasi Pilbup Gresik kerjabareng PWI Gresik, Senin 26 Oktober 2020 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Saat ini, pihaknya sedang mengusulkan tinta tetes bagi pemilih yang telah melaksanakan hak pilihnya. “Pemilu sebelumnya pemilih mencelup jari ke wadah tinta,”katanya.

Bagaimana dengan pemilih yang terkonfirmasi korona? Mereka ada melakukan isolasi mandiri, dirawat di rumah sakit atau di pondok rehabilitasi korona di Stadion Gelora Joko Samudro (G-Jos).

Roni mengatakan, pemilih yang terkonfirmasi korona tetap memiliki hak untuk partisipasi dalam pilbup. “Nanti ada petugas memakai hazardous materials (hazmat) yang mendatangi pemilih yang terkonfirmasi korona,”tegasnya. Perkembangan korona di Kota Santri menunjukkan indikasi tertangani semakin baik.

Saat ini, status Gresik di zona oranye akan terus baik hingga zona hijau. “Saat pencoblosan wabah korona telah terselesaikan,”harapnya. 

Sehingga partisipasi masyarakat dalam pilbup ini bisa mencapai standar nasional yakni 77,5 persen. “Target itu memang sulit. Apalagi saat ini kegiatan dibatasi,”tegasnya.
Sebagai ilustrasi pemilu 2010 tingkat partisipasi masyarakat “hanya” 70,1 persen. Pad 2015 meningkat menjadi 70,10 persen. Pada pemilu 2019 menjadi 85,18 persen. (*)

KPU Sediakan Bilik Khusus Pemilih Suhu Badan Diatas 37,5 Derajat Celcius. Pemilih Terkonfirmasi Korona Petugas Datangi Pakai Hazmat Selengkapnya

Satu Komando, Menangkan NIAT. Mbalelo Siapkan Sanksi Pemecatan

GRESIK, 1minute.id – Kontestasi pemilihan bupati (Pilbup) semakin dekat. Pengurus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Gresik terlihat semakin solid untuk memenangkan pasangan calon (paslon) Bupati – Cawabup, Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah (NIAT).

Seluruh pengurus  partai yang mengusung paslon nomor urut dua itu menyatakan akan all out untuk memenangkan NIAT. 
Sekretaris DPC PPP Gresik Khoirul Huda mengatakan, dalam pertemuan dilakukan Minggu, 25 Oktober 2020, pimpinan pusat telah menginstruksikan kepada pengurus mulai kabupaten hingga desa untuk memenangkan paslon NIAT.

“Semua jajaran PPP Gresik mulai tingkat kabupaten hingga desa harus satu komando memenangkan Niat. Hal ini tak bisa ditawar-tawar lagi,”tegas Ketua DPC PPP Gresik Ahmad Nadlir, Senin 26 Oktober 2020.

Dia menanbahkan pihaknya telah menginstruksikan semua pengurus dan kader PPP agar satu suara, satu tujuan, satu perjuangan untuk mewujudkan kemenangan Niat di Pilbup Gresik. “Alhamdulillah, semua kader dan pengurus sudah bulat, satu suara siap memenangkan Niat,”ujar Nadlir.

SOLID : Pengurus DPC PPP Gresik siap menangkan NIAT pada Pilbup Gresik ( foto : NIAT for 1minute.id)

Sementara Sekretaris DPC PPP Gresik Khoirul Huda menambahkan proses penentuan rekomendasi oleh DPP kepada Gus Yani-Bu Min di Pilbup Gresik 2020 membutuhkan waktu cukup panjang. “Makanya, kenapa akhirnya DPP menjatuhkan pilihan kepada Niat, sebab DPP menilai Niat yang terbaik untuk pemimpin Gresik lima tahun mendatang,”kata Huda.

Karenanya, DPC PPP telah menginstruksikan kepada semuanya pengurus dan kader wajib memenangkan Gus Yani – Bu Min di Pilbup 2020,”imbuh Huda yang juga Ketua Tim Pemenangan Niat ini.

“Insya Allah, semua infrastruktur untuk berikhtiar memenangkan Paslon Niat sudah siap. Insya Allah ikhtiar kami ini akan berbuah hasil, Niat yang akan memenangkan Pilbup 2020 untuk mewujudkan Perubahan Gresik Baru yang lebih baik,”tambahnya. (*)

Satu Komando, Menangkan NIAT. Mbalelo Siapkan Sanksi Pemecatan Selengkapnya

Desak Cabut Omnibus Law denganTabur Bunga di Jalan Nasional , Simbol Kematian Demokrasi

GRESIK,1minute.id – Puluhan massa mengatasnamakan Aliansi Rakyat Gresik (ARG) menggelar unjuk rasa di depan Kantor Bupati Gresik, Selasa 20 Oktober 2020.

Tuntutan massa tetap sama dari aksi pekan sebelumnya. Menolak omnibus law UU Cipta Kerja. Massa di dominasi mahasiswa itu berorasi di bahu jalan depan gerbang masuk kantor bupati di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Gresik.

Sinar matahari di atas ubun-ubun tidak menyurutkan semangat mereka mendesak pemerintah mencabut UU Cipta Kerja. Sebab, omnibus law ciptaker banyak menguntungkan tuan tanah.

Kordinator lapangan ARG Ahmad Faishol Ridho Abdillah mengatakan, disahkannya  omnibus law UU Cipta Kerja menunjukkan kebijakan pemerintah tidak mempedulikan aspirasi rakyat Indonesia. 

Omnibus law ini akan semakin banyak monopoli tanah oleh pemodal. Dan, penguasa yang memiliki kebijakan.

“Pemodal yang akan membangun  industri dengan upah murah, dan PHK sepihak,”tegasnya sambil menabur bungah sebagai simbol kematian demokrasi birokrasi di Indonesia.

AKSI ARG : Massa mengatasnamakan Aliansi Rakyat Gresik ketika berunjuk rasa di depan Kantor Bupati mendesak pemerintah cabut omnibus lawa, Selasa 20 Oktober 2020 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id )

Faishol menjelaskan, sebelum omnibus law, monopoli dan perampasan tanah telah terjadi di Gresik. Perusahan-perusahan swasta dan BUMN menguasai ratusan bahkan ribuan hektar.

Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Gresik mengilustrasikan kondisi Kota Industri Gresik memiliki luas daratan 119.125 hektare. Petani Gresik berjumlah 61.243 kepala keluarga hanya memiliki rata-rata  0,5 hektare. 

“Angka tersebut menunjukan betapa besarnya monopoli tanah yang dikuasai oleh tuan tanah dan pengusaha industri besar dalam negeri untuk memfasilitasi dominasi tuannya. Penjajahan kolonialisme, dan imperialisme  terus melanggengkan penghisapan pada rakyat,”tegasnya.

MASSA ARG : Massa didominasi mahasiswa ini berunjuk rasa depan Kantor Bupati Gresik mendesak pemerintah mencabut UU Ciptaker ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Masa pandemi korona semakin membuat rakyat menderita. Selama pandemi, mulai Maret 202 sekitar 1.049 buruh di PHK dan 511 dirumahkan. Diperparah lagi, mahalnya biaya pendidikan Gresik yang tidak sebanding dengan keilmuan dan fasilitas.

“Ada sekitar 251.079 siswa dari SD-SMA mengalami putus sekolah. Angka kemiskinan, pengangguran dan buta huruf pun masih banyak dialami pemuda, dengan usia produktif di  Gresik,”katanya. UU ciptaker, imbuhnya, bukan solusi. Mereka pun berulangkali meneriakkan kata Cabut Omnibus Law. 

Selain berorasi aktivis ARG juga membagikan selebaran kepada pengguna jalan. Ada enam tuntutan mereka teriakkan. Antara lain, terbitkan Perpu membatalkan omnibus law ; Hentikan represif dan kriminalisai massa aksi. Kemudian, bebaskan semua massa aksi yang ditangkap tanpa syarat serta wujudkan pendidikan yang ilmiah, demokratis dan mengabdi pada rakyat. (*)

Desak Cabut Omnibus Law denganTabur Bunga di Jalan Nasional , Simbol Kematian Demokrasi Selengkapnya

Tim QA Menganggap Larangan Cabup Berceramah Agama Berlebihan. Pak Qosim Sudah Lama Ceramah di Masjid

GRESIK, 1minute.id – Tim kampanye pasangan Qosim-Alif (QA) menyatakan keprihatinannya atas desakan ke Bawaslu untuk melarang Cabup Moh Qosim berceramah di tempat ibadah. 

Menurut Sekretaris Tim Kampanye QA Hariyanto, calon bupati (Cabup) Gresik Moh Qosim sejak lama melakukan ceramah di masjid dan menyampaikan gerakan salat subuh berjamaah. “Sehingga, tudingan tim advokasi dan hukum pasangan Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah (Niat) dinilai tidak berdasar dan berlebihan,”kata Hariyanto dalam siaran pers diterima 1minute.id, Minggu 18 Oktober 2020.  

Hariyanto menambahkan pihaknya belum mengetahui fisik surat Tim Advokasi dan Hukum Niat nomor 019/TIM-NIAT/X/2020 perihal keberatan berisi Gerakan Sholat Shubuh Berjamaah dan Tausiah ke Bawaslu Gresik itu. Jauh sebelum Pilbup Gresik 2020, tambahnya, Cabup Qosim memiliki aktivitas rutin sebagai seorang dai atau penceramah. 

“Selama menjadi wakil bupati, Pak Qosim hampir tiap pagi mengawali aktivitasnya berceramah usai salat subuh di seluruh masjid di Kabupaten Gresik. Kegiatan ceramah ini sudah dilakoni Pak Qosim sejak lama,”kata Hariyanto.

Tidak hanya ceramah subuh, kata Hariyanto, Pak Qosim juga sering menjadi penceramah khutbah Jumat. Di beberapa kesempatan, Pak Qosim juga sering berceramah di kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan. Di antaranya saat menerima undangan walimatul nikah, aqiqoh, peringatan hari besar Islam.

“Sehingga Pak Qosim berceramah tidak karena ada pemilihan bupati saja. Di tiap kegiatan dan undangan warga, Pak Qosim selalu diminta jadi penceramah,” terang dia.

Pak Qosim saat berceramah memenuhi undangan warga yang menggelar Aqiqoh di Desa Tebalo Kecamatan Manyar. Dalam ceramahnya, Pak Qosim menyampaikan imbauan pemerintah terkait protokol kesehatan serta teladan Nabi Muhammad SAW ( foto tim media center QA )

Dikatakan, selama berceramah, Pak Qosim tidak sekalipun menyinggung persoalan politik. Baik politik nasional maupun regional, lebih-lebih terkait pemilihan bupati Gresik seperti saat ini.  Pak Qosim dalam setiap berceramah menyesuaikan momen dan undangan yang ada. Seperti mendukung imbauan pemerintah untuk protokol kesehatan Covid-19. Juga ceramah kehidupan  Nabi Muhammad SAW untuk menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari.

“Sehingga kami menilai tudingan dari Tim Advokasi Niat terlalu berlebihan dan tidak memiliki dasar yang jelas. Apalagi meminta Bawaslu melarang Pak Qosim berceramah di masjid ini yang kami anggap berlebihan,” jelas Hariyanto. 

Sementara itu, Cabup Moh Qosim mengatakan, selama ini dia memang berkeliling ke masjid, musala dan pondok pesantren untuk berceramah atau memenuhi undangan menyampaikan tausiyah kebaikan. 

“Insya Allah selama saya berceramah agama, saya tidak pernah membawa-bawa masalah politik dalam konten ceramah. Saya hanya menyampaikan pesan kebaikan dan teladan Nabi Besar Muhammad SAW. Kalaupun ada materi di luar itu, biasanya menyampaikan imbauan pemerintah seperti bersama-sama melaksanakan protokol kesehatan untuk menekan Covid-19,”jelas Pak Qosim. (*)

Tim QA Menganggap Larangan Cabup Berceramah Agama Berlebihan. Pak Qosim Sudah Lama Ceramah di Masjid Selengkapnya

Berpotensi Kampanye, Tim Advokasi Minta Bawaslu Tidak Mengizinkan Cabup Beri Tausiyah di Masjid. NIAT Apresiasi Kinerja Bawaslu yang Profesional

GRESIK, 1minute.id – Tim advokasi NIAT mengapresiasi kinerja badan pengawas pemilu ( Bawaslu) Gresik. Menurut ketua harian advokasi pasangan calon (Paslon) Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah (NIAT) Irfan Choirie, kinerja bawaslu cukup profesional.

“Ditolaknya laporan Hariyadi menunjukkan kinerja bawaslu profesional. Kami mengapresiasinya,”puji Irfan Choirie didampingi Sekretaris tim advokasi Ali Muchisin dan Ponco Pratikno di Rumah Perjuangan NIAT di Srembi, Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Gresik, Sabtu 17 Oktober 2020.

Menurut Irfan, laporan terkait nota kesepahaman (MOU) antara paslon NIAT dengan Barisan Guru Gresik (Barugres) tidak ada aturan yang dilanggar. Tim advokat sependapat dengan keputusan Bawaslu menyatakan laporan Hariyadi tidak memenuhi syarat (TMS). 

TIM ADVOKAT NIAT : (ki-ka) Sekretaris Tim Advokat NIAT Ali Muchsin, Ketua harian tim advokat Irfan Choirie , dan Ponco Pratikno memberikan keterangan pers di Rumah Pemenangan NIAT, Sabtu 27 Oktober 2020 ( foto chusnul cahyadi/1minute.id )

“Laporan itu bertujuan untuk menggiring paslon nomor urut 2 (NIAT) di diskualifikasi. Dan Bawaslu sudah memutuskan laporan itu TMS. Keinginan menjadi calon tunggal gagal,”katanya. 

Selain mengapresiasi kinerja bawaslu, Irfan mengatakan pihaknya telah bersurat kepada bawaslu terkait rencana salah satu calon memberikan tausiyah di salah satu tempat ibadah di Desa Sidorukun, Gresik, Minggu 18 Oktober 2020.

Menurut Irfan, pihaknya tidak melarang paslon untuk salat di masjid. Akan tetapi, tambahnya, seorang calon memberikan tausiyah berpotensi untuk berkampanye.

“Kami keberatan. Suratnya sudah dikirimkan kepada bawaslu. Sifatnya  sebagai tindakan preventif. Karena paslon NIAT berkomitmen pilkada kondusif, jujur dan adil,”tegas Irfan. (*)

Berpotensi Kampanye, Tim Advokasi Minta Bawaslu Tidak Mengizinkan Cabup Beri Tausiyah di Masjid. NIAT Apresiasi Kinerja Bawaslu yang Profesional Selengkapnya

PSG Merapat ke Paslon QA. Karena Percaya Bisa Fasilitasi Kesejahteraan

GRESIK, 1minute.id – Paguyuban Sopir Gresik (PSG) merapat ke Qosim-Alif (QA). Dukungan para driver konvensional itu di deklarasikan bersamaan dengan peresmian posko relawan Qosim-Alif (QA) di Cafe Soge Roso Dusun Hulaan, Desa Sidolemu, Kecamatan Menganti, Sabtu 17 Oktober 2020.

Deklarasi itu dihadiri langsung calon bupati (Cabup) nomor urut 1 Moh Qosim. Mereka percaya paslon Qosim – Alif (WA) mampu mengakomodir sejumlah harapan para sopir, jika nanti terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati Gresik lima tahun ke depan. 

“Jika nanti Pak Qosim bersama Dokter Alif memimpin Kabupaten Gresik, kami berharap bisa memfasilitasi kesejahteraan para sopir,” ujar Ketua PSG Parsan Hadi Prayitno. PSG berdiri tahun 2019. Paguyuban memiliki 117 anggota aktif ini mengedapankan rasa solidaritas antarsesama.

“Jika ada keluarga sopir yang kena musibah, pasti kita bantu dengan keuangan kas dari PSG. Yang sering, jika ada anggota kena musibah kecelakaan pasti kami galang bantuan,”imbuhnya.

DUKUNGAN PSG : Cabup Moh Qosim ditengah-tengah pendukungnya dari paguyuban sopir Gresik, Sabtu 17 Oktober 2020

Sementara itu, Cabup Moh Qosim mengapresiasi ketulusan paguyuban sopir yang sebagian besar adalah sopir truk untuk saling tolong menolong.

“Meski di lapangan banyak kerja tapi mereka punya kepekaan sosial. Ini jarang sekali sampai ada (paguyuban) kegiatan sosial seperti santunan anak yatim dan duafa,”tutur cabup yang diusung  PKB dan Partai Gerindra ini.

Pak Qosim-sapaan akrab- Moh Qosim mengaku sudah mendengar kekompakan anggota PSG. “Ke depan kami Qosim – Alif jika mendapat amanah dari warga Gresik akan membantu untuk legalitas hukum paguyuban ini dengan gratis,”katanya.

Selain itu, tambahnya, juga akan berkoordinasi dengan dinas sosial terkait bantuan sosialnya (bansos). “Dan pastinya akan kami fasilitasi,” jelas cabup Qosim yang berpasangan dengan cawabup Asluchul Alif itu.

Pak Qosim menjanjikan memfasilitasi dengan melakukan sinergi antara pemerintah, paguyuban, dan perusahaan. Sehingga nantinya para pihak ini bisa saling melengkapi.”PSG adalah kebanggaan Kabupaten Gresik. Kami Qosim – Alif siap menjadi pelindung atau penasehatnya. Meski independen, tapi juga harus di akomodir oleh pemerintah demi kemajuan PSG,”tegas Pak Qosim. (*)

PSG Merapat ke Paslon QA. Karena Percaya Bisa Fasilitasi Kesejahteraan Selengkapnya