Bupati Gresik : Santri Harus Berani Dakwah Lewat Teknologi Digital, Launching Progresif TV

SIDOARJO, 1minute.id – Generasi muda Nahdlatul Ulama (NU) tidak boleh sungkan dalam memanfaatkan teknologi informasi, khususnya media sosial sebagai sarana dalam melakukan kegiatan dakwah.

Hal ini disampaikan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani ketika menjadi narasumber dalam kegiatan Grand Launching Progresif TV dan Sarasehan Literasi Dakwah Digital yang diadakan di Pesantren Progresif Bumi Sholawat, Sidoarjo pada Minggu, 20 Februari 2022.
Dalam Kegiatan yang mengangkat tema besar Inovasi Dalam Literasi Dakwah Digital ini, Gus Yani, begitu Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani biasa disapa, menyampaikan pandangannya terhadap pentingnya pemanfaatan pesatnya perkembangan teknologi informasi dalam kegiatan dakwah.

Gus Yani, mengajak para santri dan alumni pondok pesantren untuk memahami pola kehidupan masyarakat, lalu kemudian mengubah metode dakwah sesuai dengan pola tersebut. Berikutnya, menyesuaikan substansi dakwah yang disampaikan dengan kondisi yang ada di masyarakat. Dan yang terakhir dan tidak kalah penting di era saat ini adalah memaksimalkan teknologi dan penggunaan media sosial seperti Youtube, Zoom, Instagram, bahkan Tiktok.

“Dengan kemajuan teknologi yang begitu luar biasa, diharapkan santri-santri kita harus melek teknologi, harus bisa mengimbangi tantangan kemajuan teknologi yang begitu cepat,”ujar Gus Yani. Menantu KH Agoes Ali Masyhuri itu mengibaratkan bahwa dunia saat ini ada dalam genggaman, oleh karenanya kita harus beradaptasi dan cerdas dalam genggaman tersebut.

“Melalui dakwah yang merupakan suatu ikhtiar dalam menyebarkan agama, jika dalam prakteknya masih menggunakan cara-cara konvensional maka ini akan tertinggal dengan perubahan zaman. Padahal hari ini kita bisa berdakwah lewat berbagai saluran media sosial, ini lebih mudah tersampaikan,”jelas Bupati berusia 36 tahun itu.

Seperti nasihat para orang bijak, didalam suatu tantangan dan kesulitan sejatinya ada kesempatan. Hal inilah yang coba ditangkap Pesantren Progresif Bumi Sholawat dengan dilaunchingnya Progresif TV. “Mudah-mudahan, dalam kesempatan ini Progresif TV bisa hadir ditengah masyarakat dengan konten-kontennya yang dibuat semenarik mungkin, sehingga bisa memberikan manfaat sebesar-besarnya dan menutup kesempatan berkembangnya radikalisme,”tutup suami Nurul Haromaini Ali Fandi Akhmad Yani ini.

Kegiatan Grand Launching Progressif TV dan Sarasehan Literasi Dakwah Digital dengan tema besar Inovasi Dalam Literasi Dakwah Digital ini dihadiri oleh Walikota Surabaya Eri Cahyadi, dan Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali yang didapuk menjadi narasumber dalam sarasehan yang dimoderatori oleh pakar komunikasi Suko Widodo itu.

Beberapa tokoh tampak hadir di Pesantren yang diasuh oleh KH. Agoes Ali Masyhuri ini, diantaranya seperti Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali,  Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah dan ketua Bu Nyai Nusantara yang mengikuti kegiatan launching di Pesantren Progresif Bumi Sholawat hari ini. (yad)

Bupati Gresik : Santri Harus Berani Dakwah Lewat Teknologi Digital, Launching Progresif TV Selengkapnya

Pemenuhan Tenaga Medis Spesialis di Bawean, Pemkab Gresik Memberikan Beasiswa Warga

GRESIK,1minute.id – Dokter Umar Nur Rachman, kembali terpilih sebagai Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Gresik.  Pelantikan pengurus baru dihelat di Hotel AstonInn pada Sabtu, 19 Februari 2022. Pelantikan pengurus organisasi profesi mengusung tema  “IDI Tumbuh Maju, Bersinergi Mendukung Nawakarsa Gresik Baru”dilakukan secara hybrid dan virtual ini dihadiri Bupati Gresik Fandi Akhmad. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengajak organisasi  IDI semangat gotong royong dan saling membantu. Dampak pandemi Covid-19hanya pada kesehatan. “Namun juga di sisi ekonomi dimana semua kegiatan atau mobilitas yang dibatasi,”ujar Fandi Akhmad Yani. 

Ia mengapresiasi langkah IDI yang ikut serta dalam strategi kebijakan vaksinasi  dilaksanakan oleh pemerintah sebagai langkah untuk segera bangkit dalam pemulihan ekonomi masyarakat secara nasional.

Bupati Fandi Akhmad Yani menghimbau pengurus IDI yang baru dilantik agar bekerja dengan dedikasi yang tinggi dan sikap profesional, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh semua kalangan masyarakat di Kabupaten Gresik. “Pemerintah Kabupaten Gresik membuka lebar kerjasama dengan IDI sebagai jembatan mitra kerja antara dokter dengan pemerintah daerah,”tegasnya. 

Menanggapi ajakan Bupati Fandi Akhmad Yani, Ketua IDI Gresik dr. Umar Nur Rachman menyambut baik. Pihaknya, akan mendukung penuh program Nawakarsa dari Bupati dan Wakil Bupati Gresik. ” Salah satunya adalah peningkatan pelayanan di bidang Kesehatan,”ungkapnya.

Sementara itu hadir secara daring, Ketua Umum IDI Jawa Timur  dr. Sutrisno, SpOG berharap sinergi antara IDI dengan Pemkab Gresik semakin baik. Pemkab telah menjadi jembatan mitra terbaik IDI Gresik. Ia berharap penambahan tenaga kesehatan spesialis di Pulau Bawean menitipkan warga asli Bawean melalui pemerintah daerah untuk memberikan beasiswa.”Warga Bawean yang sekolah di Jurusan Kesehatan untuk pemenuhan tenaga spesialis di pulau tersebut,”ungkapnya. (yad)

Pemenuhan Tenaga Medis Spesialis di Bawean, Pemkab Gresik Memberikan Beasiswa Warga Selengkapnya

34 Orang Lolos Seleksi Administrasi, Calon Direksi Ada Mantan Dirtek , Calon Dewas ada Plt Dirut

GRESIK,1minute.id – Seleksi Calon Direksi dan Dewan Pengawas (Dewas) Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Giri Tirta Gresik memasuki babak baru. Panitia Seleksi (Pansel) Calon Direksi dan Dewas di perusahaan milik Pemkab Gresik itu menetapkan 34 orang kandidat calon direksi dan dewas pada Jumat, 18 Februari 2022.

Rincian, 22 pendaftar calon direksi dan 12 calon dewas. Mayoritas calon yang lolos administrasi itu adalah wajah baru. Ada satu atau dua kandidat wajah lama. Di posisi calon direksi, wajah lama adalah Harisun Awali.  Ia sebelumnya ada Direktur Teknik (Dirtek). Harisun yang berada satu gerbong bersama Siti Aminatus Zariyah, Direktur Utama (Dirut) di Perumda Giri Tirta yang diberhentikan oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. 

Sedangkan di posisi Dewas, terdapat nama Gunawan Setiadji. Gunawan, saat ini adalah Plt Dirut Perumda Giri Tirta Gresik yang Asisten Pembangunan Setkab Gresik.  
Penetapan calon yang lolos seleksi itu tertuang dalam surat Nomor 801/072/437.22/2022 tentang Hasil Seleksi Administrasi Seleksi Calon Dewan Pengawas dan Calon Direksi Perusahaan Umum Daerah Giri Tirta Kabupaten Gresik 2022.

Penetapan calon direksi dan Dewan di teken oleh Akhmad Washil Miftahul Rachman, Ketua Pansel yang juga Sekretaris Daerah (Sekda) itu. Penetapan diteken Jumat, 18 Februari 2022. Tahapan berikutnya, 34 kandidat itu akan menjalani psikotes, ujian tulis, wawancara dan presentasi. Nantinya, pansel akan menetapkan masing-masing tiga orang untuk dewas dan direksi. (yad)

Tahapan Calon Dewas  22 Februari :  Psikotes 
24 Februari :  Ujian tulis. 1-4 Maret.   : Pengumpulan makalah strategi                          pengawasan. 7 Maret.       : Presentasi  dan wawancara                         makalah strategi pengawasan 

Tahapan Calon Direksi 23 Februari. : Psikotes 
25 Februari  : Ujian Tertulis Keahlian 
1-4 Maret.    : Pengumpulan makalah strategi                         rencana bisnis. 8 Maret         : Presentasi dan wawancara  rencana bisnis. (Data Pansel Calon dewas dan direksi Perumda Giri Tirta Gresik)

34 Orang Lolos Seleksi Administrasi, Calon Direksi Ada Mantan Dirtek , Calon Dewas ada Plt Dirut Selengkapnya

Kuasa Hukum FFB Membantah Semua Tuduhan, Kuasa Hukum Korban Ngaku Kantongi Bukti 

GRESIK,1minute.id – Owner Fairuz Skincare Aestetic, berinisial FFB membantah semua tuduhan korban Lilik Fauziyah. Perempuan 26 tahun asal Desa Lowayu, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik itu mengaku dirinya bukan seorang dokter. Apalagi, dokter spesialis kulit. Selain itu, tempat kecantikan Fairuz Skincare Aestetic bukan klinik tetapi salon kecantikan. 

Hal itu diungkapkan oleh kuasa hukumnya, Zubairi kepada wartawan di Balai Wartawan pada Jumat, 18 Februari 2022. Fairuz, panggilan akrabnya, didampingi oleh tim kuasa hukumnya dari kantor Hukum Riyadi & Patner. Fairuz memakai long dress kelir oranye terlihat cantik. Dia duduk diapit oleh tiga orang kuasa hukum yakni Muhammad Takim, Zubairi dan Riyadi. 

Zubairi menyatakan bahwa kliennya tidak pernah melakukan tindakan klinis, seperti injeksi, infus yang dituduhkan korban. Menurutnya, Fairuz Skin Care itu adalah salon bukan klinik yang selama ini dituduhkan.”Perlu kami tegaskan, klien kami tidak pernah melakukan tindakan klinis. Klien kami hanya melakukam perawatan kulit dan tidak melakukan perbuatan klinis yang dituduhkan,” tegas Zubairi yang duduk di samping kanan Fairuz Fatin Bhahriyah ketika melakukan klarifikasi.

Terkait kliennya yang mengaku sebagai dokter, Zubairi mengungkapkan bahwa klienya bukan dokter dan dia tidak pernah mentasbihkan dirinya sebagai dokter. Semua tindakan yang dilakukan di salonnya hanya untuk perawatan kulit. “Perbuatan yang dilaporkan ke Polres Gresik oleh korban Lilik Fauziyah merupakan kejadian setahun lalu, kenapa hari ini baru dilaporkan. Saya yakin yang mendasari korban melaporkan, berawal dari perjanjian hutang,”tegasnya.

Bagaimana dengan krim pagi, malam, toner dan facial foam semua bernomor BPOM MD -1428C itu? Kode MD adalah makanan produksi dalam negeri. Zubairi menegaskan krim tersebut bukan produk kliennya. “Tekait masalah produk kecantikan yang diberikan kepada korban dengan kode BPOM MD, kami tegaskan produk itu dibeli oleh klien kami dan tidak pernah membuat produk itu sendiri,”tegasnya.

Terpisah kuasa hukum Lilik Faiziyah, Wellem Mintarja mengungkapan bahwa sah-sah aja pihak mereka menampik tuduhan itu. “Kita punya alat bukti dan saksi bahwa Fairuz Fatin B mengaku sebagai dokter dan melakukan tindakan klinis di klinik kecantikannya,” tegasnya.

Dijelaskan Wellem, yang mengalami dan merasakan adalah korban. Bahwa di klinik itu dilakukan tindakan medis dan berdampak pada korban seperti wajahnya lebam dan kulitnya mengelupas. “Biarkan penyidik Polres Gresik yang melakukan pemeriksaan ini, apakah tindakannya masuk rana hukum pidana atau tidak. Kita percayakan semua pada penyidik Polres Gresik,” jelasnya.

Seperti diberitakan, Lilik Fauziyah melaporkan pemilik klinik kecantikan berinisial FFB kepada polisi. Perempuan asal Jalan Lingkungan Jarkali, Kelurahan Gedungombo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, Jawa Timur itu melakukan tiga jenis perawatan di klinik FSC Aestetic yakni perawatan kulit, pengencangan payudara dan penyempitan miss V. Perawatan dilakukan di FSC Aestetic di Jalan Merak, Kompleks Perumahan Griya Kembangan Asri (GKA), Desa Randuagung, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik itu.

“Wajah Saya di anestesi dan  di suntik beberapa kali sehingga wajah saya bengkak. Tidak hanya itu, untuk mengencangan Miss V dimasuki alat selama setengah jam. Rasanya terasa panas dan nyeri. Itu semua yang melakukan adalah dr. Fairuz,”kata korban Lilik didampingi kuasa hukum Wellen Mintarja saat selesai diperiksa di Polres Gresik pada Kamis, 17 Februari 2022.

Masih menurut korban, setelah perawatan selang dua hari kulit tangan dan kaki saya mengering dan mengelupas dan wajah lebam dan merah merah. “Wajah saya seperti kena pukul,”terangnya. Korban Lilik lalu konsultasi. “Saya disuruh untuk kontrol lagi akan tetapi tidak ada hasil bahkan wajah saya rusak,” ujarnya.
Untuk tindakan treatment pertama selama 8 jam biaya Rp 8 juta. Selanjutnya ketika kontrol bayar lagi sebesar Rp 1,6 juta. “Saya juga dikasih krem perawatan wajah, karena tidak ada hasil maka saya berhentikan,”tegasnya. (yad)

Kuasa Hukum FFB Membantah Semua Tuduhan, Kuasa Hukum Korban Ngaku Kantongi Bukti  Selengkapnya

Mata Bu Min Berkaca-kaca, Trenyuh Melihat Lansia Sakit, Berikan PKH Inklusi 

GRESIK,1minute.id – Mata Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah berkaca-kaca. Wabup perempuan pertama di Kabupaten Gresik itu seakan menahan tangis melihat kondisi tiga bersaudara yakni Waras, 70 ; Chamim, 62 , dan Siti Chodijah, 53, serba kekurangan. Hidup di rumah sederhana di gang sempit di Jalan K.H.Kholil, Kelurahan Pekelingan, Kecamatan/Kabupaten Gresik itu. 

Apalagi, mereka selama ini belum tersentuh oleh bantuan dari Kementerian Sosial. Antara lain, Program Keluarga Harapan (PKH) maupun Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).  Bu Min-sapaan-Wabup Aminatun Habibah begitu mendapatkan kabar ada warga belum tersentuh bantuan sosial dari Kementerian Sosial langsung menyambangi mereka pada Jumat, 18 Februari 2022. 

Bu Min tiba sebelum salat Jumat didampingi Lurah Pakelingan Muslich disambut Chamim, dan Siti Khodijah. Sedangkan, Waras, sulung dari tiga bersaudara tergolek sakit. Tidur di kasur lantai di ruang tamu tanpa perabot rumah tangga seperti meja dan kursi. Apalagi, televisi. 
Bu Min mengatakan seharusnya mereka masuk dalam data penerima  PKH maupun BPNT. Akan tetapi, karena mereka tidak punya anak maka tidak bisa masuk. “Ketiganya  belum mendapakan  PKH dan BPNT karena syarat dari Kemensos harus punya anak, sedangkan mereka tiga bersaudara ini belum berkeluarga,”kata Bu Min. 

Saat ini, Pemkab Gresik memiliki program PKH Inklusi. “Nanti kita masukkan pada program tersebut agar bisa membantu meringankan bebannya,”imbuhnya. Wabup meminta kepada kepala desa atau lurah untuk melakukan pendataan warga yang kurang mampu di data secara real. Sehingga, bisa tercover oleh bantuan PKH Inklusi.  Tujuan akhir, tingkat kemiskinan bisa segera teratasi. Tingkat kemiskinan menurun. 

“Gresik ini terlihat tingkat kemiskinan masih tinggi karena pengaruh dari besar UMK yang tinggi. Sehingga ada kesenjangan yang tinggi dari yang berpendapatan UMK dibanding  mereka yang berpendapatan di bawah UMK. Padahal dibandingkan kabupaten lain tingkat pendapatan di Kabupaten Gresik  sudah cukup tinggi,”imbuhnya. Sebelumnya pamit, Bu Min menyerah bantuan sembako dan uang tunai kepada keluarga Waras.

“Semoga bantuan yang tidak seberapa ini tadi bisa bermanfaat bagi ketiga bersaudara. Dan kelurahan juga agar memperhatikan dan mengupayakan bantuan bagi warganya yang kurang mampu,”tegasnya.

Untuk diketahui, selama ini kebutuhan hidup tanggung oleh Chamim yang bekerja di kerajinan kopyah. Namun, sejak Waras, kakak sulung sakit, Chamim memilih berhenti bekerja. Untuk kebutuhan hidup mereka bergantung welas asih tetangga. Pada Ramadan lalu bantuan mulai mengalir. Antara lain, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Gresik. (yad)

Mata Bu Min Berkaca-kaca, Trenyuh Melihat Lansia Sakit, Berikan PKH Inklusi  Selengkapnya

Baru Setahun Buka, Klinik Kecantikan Terlihat Tutup, Pasien Menduga Pemilik Bukan Dokter Spesialis Kulit 

GRESIK,1minute.id – Klinik kecantikan Fairuz Skincare Aestetic itu terlihat sepi pada Kamis, 17 Februari 2022. Beberapa kali wartawan 1minute.id mengucapkan salam tidak ada jawaban dari pemiilik klinik berlokasi di Jalan Merak, Kompleks Perumahan Griya Kembangan Asri (GKA) di Desa Randuagung, Kecamatan Kebomas, Gresik itu.

Hampir 30 menit menunggu. Namun, tidak ada satu pun orang keluar dari klinik dengan bangunan berlantai dua itu. Menurut Alzarani, 26 tahun, sejak awal Februari 2022, klinik tutup. “Padahal sebelumnya, selalu ada orang datang. Kebanyakan ibu-ibu muda. Klinik terasa ramai,”kata Alza, tetangga klinik kecantikan itu.

Namun, pemuda yang hobi desain itu tidak mengetahui apa saja yang di dalam klinik tersebut. “Saya tidak pernah masuk,”katanya. Kapan klinik kecantikan itu mulai buka? “Secara pasti saya tidak tahu. Kemungkinan baru setahun,”ujarnya menduga. 

Dalam pengamatan 1minute.id sepintas tidak terlihat rumah dengan tembok warna oranye dan pagar besi setinggi 1,5 meter berwarna hijau itu adalah sebuah klinik kecantikan. Sebab, bangunannya nyaris sama dengan bangunan rumah lainnya. Hanya sebuah spanduk yang membedakan bangunan itu adalah klinik kecantikan. Spanduk itu bertuliskan Fairuz Skincare Aestetic. Tulisannya berwarna pink sehingga terlihat mencolok. 

Di klinik ini lah, Lilik Fauziyah melakukan treatment kecantikan. Mulai perawatan kulit wajah, pengencangan payudara hingga menyempitkan Miss V. Untuk tiga perawatan pertama selama 8 jam, korban yang asal Jalan Lingkungan Jarkali, Kelurahan Gedungombo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, Jawa Timur itu merogoh kocek Rp 8 juta. 

Sedangkan, untuk kontrolnya membayar Rp 1,6 juta. Semua treatment kecantikan itu ditangani oleh pemilik klinik itu yakni perempuan berinisisl FFB bersama stafnya. FFB mengaku seorang dokter spesialis kulit. Namun, niat Lilik Fauziyah bisa tampil dengan kulit kinclong tidak sesuai yang diinginkan. “Ini masih ada bekas garis hitam di bagian wajah,”katanya usai melaporkan ke Polres Gresik pada Kamis, 17 Februari 2022. Lilik didampingi kuasa hukumnya, Wellem Mintarja. 

Kini, polisi masih melakukan penyelidikan atas laporan korban Lilik atas dugaan malapraktek itu. Terlapor disangka dengan melanggar Undang-Undang 29/2004 tentang Praktik Kedokteran dan atau Undang-Undang 36/2009 tentang Kesehatan. 

Seperti diberitakan, Lilik Fauziyah melaporkan  FFB ke Polres Gresik atas dugaan tindak pidana malapraktek yang dilakukan di klinik kecantikannya. Kuasa hukum korban, Wellem Mintarja mengatakan awalnya korban datang ke klinik milik dr. FFB untuk melakukan perawatan kulit, pengencangan payudara dan penyempitan Miss V. Waktu itu, korban bertemu lansung dengan FFB yang mengaku sebagai dokter spesialis kulit.

“Wajah Saya di anestesi dan  di suntik beberapa kali sehingga wajah saya bengkak. Tidak hanya itu, untuk mengencangan Miss V dimasuki alat selama setengah jam. Rasanya terasa panas dan nyeri. Itu semua yang melakukan adalah dr. Fairuz,”kata korban Lilik didampingi kuasa hukum Wellen Mintarja saat selesai diperiksa di Polres Gresik pada Kamis, 17 Februari 2022.

Masih menurut korban, setelah perawatan selang dua hari kulit tangan dan kaki saya mengering dan mengelupas dan wajah lebam dan merah merah. “Wajah saya seperti kena pukul,”terangnya. Korban Lilik lalu konsultasi. “Saya disuruh untuk kontrol lagi akan tetapi tidak ada hasil bahkan wajah saya rusak,” ujarnya.

Wellem Mintarja mengatakan bahwa pemilik klinik berinisial FFB yang mengaku dokter patut diduga abal-abal. Pasalnya, kami sudah melakukan kordinasi dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Gresik maupun IDI Jawa Timur. “Nama dr. FFB tidak terdaftar sebagai dokter,”kata Wellem. Atas dasar itulah, kliennya kemudian melapor ke Polres Gresik.  “Dugaan kami FFB itu bukan dokter. Anehnya, dia malah mengaku sebagai dokter spesilis kulit pada klien kami,”tegasnya. Selain itu, krem pemutih yang diberikan terlapor ke kliennya ada BPOM dengan kode MD yang digunakan untuk makanan bukan untuk kosmetik.

Terpisah, kuasa hukum FFB, Muhammad Takim mengatakan, pihaknya belum memegang secara utuh dan penuh terkait perizinannya. “Maka kami belum bisa memberikan statemen,”kata Takim dikonfirmasi melalui seluler milik keluarga kliennya. “Kami belum berani membantah atau bagaimana pun karena kami belum memegang data-data secara langsung dari klien kami.  Sebab, hari ini ada pergantian kuasa hukum,”imbuh pengacara dari kantor Hukum Riyadi & Patner itu. (yad)

Baru Setahun Buka, Klinik Kecantikan Terlihat Tutup, Pasien Menduga Pemilik Bukan Dokter Spesialis Kulit  Selengkapnya

Pasien Klinik Kecantikan dengan Dokter Spesialis Kulit Diduga Abal-abal Melapor ke Polisi

GRESIK,1minute.id – “Bu Saya ini dokter,. Bukan….!”kata FFB kepada korban Lilik Fauziyah melalui pesan WhatsApp. Perempuan asal Jalan Link Jarkali, Kelurahan Gedungombo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, Jawa Timur itu akhirnya kepincut. Ia pun akhirnya melakukan perawatan kecantikan kepada FFB.

Ada tiga jenis perawatan dilakukan oleh Lilik Fauziyah di klinik FSC Aestetic yakni perawatan kulit, pengencangan payudara dan penyempitan miss V di milik dokter FSC di Jalan Merak, Kompleks Perumahan Griya Kembangan Asri (GKA), Desa Randuagung, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik itu.

Hasilnya? Lilik Fauziyah kemudian melapor ke Polres Gresik pada Kamis, 17 Februari 2022. Ia didampingi oleh kuasa hukumnya, Willem Mintarja. Ia melaporkan FFB atas dugaan tindak pidana malapraktek yang dilakukan di klinik kecantikannya. Kuasa hukum korban, Wellem Mintarja mengatakan awalnya korban datang ke klinik milik dr. FFB untuk melakukan perawatan kulit, pengencangan payudara dan penyempitan Miss V. Waktu itu, korban bertemu lansung dengan FFB yang mengaku sebagai dokter spelalis kulit.

“Wajah Saya di anestesi dan  di suntik beberapa kali sehingga wajah saya bengkak. Tidak hanya itu, untuk mengencangan Miss V dimasuki alat selama setengah jam. Rasanya terasa panas dan nyeri. Itu semua yang melakukan adalah dr. FFB,”kata korban Lilik didampingi kuasa hukum Wellen Mintarja saat selesai diperiksa di Polres Gresik pada Kamis, 17 Februari 2022.

Masih menurut korban, setelah perawatan selang dua hari kulit tangan dan kaki saya mengering dan mengelupas dan wajah lebam dan merah merah. “Wajah saya seperti kena pukul,”terangnya. Korban Lilik lalu konsultasi. “Saya disuruh untuk kontrol lagi akan tetapi tidak ada hasil bahkan wajah saya rusak,” ujarnya.

Lalu berapa biaya treatment ke klinik FSC Aestetic ? Untuk tindakan treatment pertama selama 8 jam biaya Rp 8 juta. Selanjutnya ketika kontrol bayar lagi sebesar Rp 1,6 juta. “Saya juga dikasih krem perawatan wajah, karena tidak ada hasil maka saya berhentikan,” tegasnya.

Sementara itu, Wellem Mintarja mengatakan bahwa pemilik klinik berinisial FFB yang mengaku dokter patut diduga abal-abal. Pasalnya, kami sudah melakukan kordinasi dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Gresik maupun Jawa Timur. “Nama dr. FFB tidak terdaftar sebagai dokter,”kata Wellem. 

Atas dasar itulah, kliennya kemudian melapor ke Polres Gresik.  “Dugaan kami FFB itu bukan dokter. Anehnya, dia malah mengaku sebagai dokter spesilis kulit pada klien kami,”tegasnya. Ditambahkan Wellem, saat ini krem perawatan kulit yang dberikan ke kliennya patut dipertanyakan keaslian dan risikonya. Pasalnya, pada produk itu BPOM-nya tertera kode MD yang digunakan untuk produk makanan bukan untuk kosmetik.

“Kami laporkan dugaan malapraktek ini agar tidak ada lagi korban lain. Pasalnya, saat ini banyak klinik kecantikan ilegal yang beredar di masyarakat. Untuk itu, kami himbau agar masyarakat lebih teliti untuk datang ke klinik kecantikan,”ujarnya.

Terpisah, kuasa hukum FFB, Muhammad Takim mengatakan, pihaknya belum memegang secara utuh dan penuh terkait perizinannya. “Maka kami belum bisa memberikan statemen,”kata Takim dikonfirmasi melalui seluler milik keluarga kliennya. “Kami belum berani membantah atau bagaimana pun karena kami belum memegang data-data secara langsung dari klien kami.  Sebab, hari ini ada pergantian kuasa hukum,”imbuh pengacara dari kantor Hukum Riyadi & Patner itu. (yad)

Pasien Klinik Kecantikan dengan Dokter Spesialis Kulit Diduga Abal-abal Melapor ke Polisi Selengkapnya

Kuasa Hukum Pak Eko, Minta Majelis Hakim Bebaskan Terdakwa Terduga Pembunuh Janda

GRESIK,1minute.id – Sidang perkara dugaan pembunuhan dengan terdakwa Abdullah Musyafak alias Pak Eko kembali digelar di Pengadilan Negeri Gresik, dengan agenda nota pembelaan pada Rabu,16 Februari 2022. Agenda sidang adalah pembacaan nota pembelaan terdakwa. Isi nota pembelaan tersebut menerangkan bahwa dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) hanya berangkat dari sebuah asumsi. Tidak ada bukti materiil sebagaimana asas pembuktian dalam pemeriksaan hukum pidana.

“Tidak ada seorang saksi yang melihat dan mengetahui perbuatan terdakwa. Mulai kapan, di mana dan dengan cara apa terdakwa melakukan perbuatannya,”kata Kuasa Hukum terdakwa dari Posbakum YLBH Fajar Trilaksana, Rudi Suprayitno usai sidang pada Rabu, 16 Februari 2022.

Tidak hanya itu, dalam perkara tersebut juga tidak ada bukti materiil sidik jari terdakwa yang ditemukan pada mayat korban, Erni Kristianah. Begitu juga hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dari sidik jari terdakwa. Jaksa penuntut umum juga belum cukup mampu memperkuat dalil-dalil dakwaan dan tuntutannya sehingga terdapat keragu-raguan bagi Majelis Hakim.
“Jika terjadi keragu-raguan apakah terdakwa salah atau benar, maka sebaiknya diberkan hal yang menguntungkan bagi terdakwa. Yaitu, dibebaskan dari dakwaan,”jelasnya. Atas dasar itulah, serta fakta di persidangan pihaknya meminta kepada Majelis Hakim yang diketuai Fitra Dewi Nasution untuk menjatuhkan putusan sebagai berikut.

Menyatakan terdakwa Abdullah Musyafak tidak terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan perbuatan pembunuhan menghilangkan nyawa orang lain. Kemudian meminta majelis hakim membebaskan terdakwa Abdullah Musyafak dari seluruh dakwaan Jaksa Penuntut Umum. Menyatakan hukum, mengembalikan terdakwa pada harkat dan martabar serta nama baiknya. 

Seperti diketahui, terdakwa Abdullah Musyafak diseret ke persidangan karena diduga membunuh Erni Kristianah warga Desa Bringkang, Kecamatan Menganti, Gresik pada Juli 2021. Ketika ditemukan oleh tetangga korban janda satu anak berusia 36 tahun itu dalam kondisi sudah membusuk.Posisi korban dalam keadaan terlungkup di lantai sebelah tempat tidur. 

Pakaian yang digunakan korban tersikap sebagian sehingga memperlihatkan organ tubuh bagian bawah korban. Dari kaki sampai dengan bagian paha atas. Pada bagian kepala tertutupi selimut dan ketika dibuka ditemukan pada bagian kepala korban terdapat luka dan genangan darah pada lantai kamar.

Kematian korban akibat kekerasan tumpul pada kepala sisi belakang kanan yang menembus tulang atas kepala hingga selaput lunak pembungkus otak. Atas perbuatan yang dilakukan oleh terdakwa Pak Eko yang tinggal di Kecamatan Sukodono, Sidoarjo itu, jaksa penuntut menjerat dengan pasal 338 KUHP berbunyi : Barang siapa dengan sengaja menghilangkan jiwa orang lain, dihukum, karena makar mati, dengan hukuman penjara selama-lamanya lima belas tahun. Pada sidang sebelumnya, terdakwa telah dituntut dengan pasal 338 KUHP dengan anacaman hukuman 12 tahun penjara. (yad)

Kuasa Hukum Pak Eko, Minta Majelis Hakim Bebaskan Terdakwa Terduga Pembunuh Janda Selengkapnya

Realisasi Investasi Melebihi Target,Bupati Gresik Raih Penghargaan Menteri Investasi/BKPM 

GRESIK,1minute.id – Investasi masuk ke kabupaten Gresik menunjukkan tren peningkatan. Pada 2021, realisasi investasi yang masuk melebihi target yang dicanangkan Pemkab Gresik sebesar Rp 9,09 triliun. Tahun ini,  Pemkab Gresik mengestimasikan target investasi yang masuk sebesar Rp 15,9 triliun. 

Capaian positif bidang investasi itu membuat  Kementerian Investasi/BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal) mengganjar dengan apresiasi. Penghargaan diserahkan oleh Menteri Investasi/BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal) Bahlil Lahadalia kepada Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani didampingi Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DMP-PTSP) Reza Pahlevi di ruang rapat Nusantara Kementerian Investasi/BKPM Jl Gatot Subroto Jakarta pada Rabu sore, 16 Februari 2022.

Penghargaaan itu diberikan kepada Gubernur dan Bupati/Walikota di Indonesia yang berhasil menaikkan target capaian realisasi Investasi 2021 sesuai yang diharapkan negara. “Bupati Gresik telah memberikan kontribusi terhadap target capaian realisasi investasi 2021 yang diinginkan pemerintah,”kata Bahlil.

Menurut Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, penghargaan ini menjadi salah satu kebanggaan yang mendorong untuk lebih baik dalam melakukan inovasi, mendorong penguatan di bidang perizinan berinvestasi, terutama di era new normal ini menciptakan inovasi baru. “Proses pelayanan publik tidak terganggu, bahkan lancar dan dijamin kemudahan,”ungkap Fandi Akhmad Yani. 

Penghargaan itu, imbuhnya, akan menjadikan semangat dan motivasi untuk lebih berinovasi, khususnya dalam peningkatan investasi di daerah. (yad

Realisasi Investasi Melebihi Target,Bupati Gresik Raih Penghargaan Menteri Investasi/BKPM  Selengkapnya

Alfan Wahyuddin  : Apindo Akan Lebih Modern, Digitalisasi dan Transparan

GRESIK,1minute.id – Alfan Wahyuddin, nakhoda baru Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Gresik. CEO Asuka Grup itu meraih suara mayoritas, 50 dari 84 suara anggota yang memiliki hak pilih dalam Musyawarah Kabupaten (Muskab) Apindo DPK Gresik di Wisma Kebomas PT Petrokimia Gresik pada 16 Februari 2022.

Sedangkan, tiga calon lainnya yakni Brigjend Pol F.X. Sumarno 8 suara ; Tri Andhi Suprihartono 17 suara dan Ichwansjah 6 suara. Tidak sah 3 suara serta 11 anggota tidak menggunakan hak pilih. Total 95 bukan 94 hak suara seperti diberitakan sebelumnya. 

Tri Andhi Suprihartono adalah inkumben dua periode di asosiasi para pengusaha di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik itu. Apa saja yang bakal dilakukan oleh ketua terpilih, Alfan Wahyuddin? Sebelum proses pencoblosan dengan sistem drive thru untuk menghindari kerumunan pemilih, Alfan Wahyuddin kepada wartawan mengatakan pihaknya akan menjalin hubungan lebih harmonis dengan tiga pilar yakni pemerintah, pengusaha dan pekerja. “Yang lebih penting lagi, Apindo kedepan lebih punya marwah dan martabat sebuah organisasi pengusaha yang besar di Gresik,”kata Alfan.

Apindo, katanya, harus mewakili  1.600 lebih perusahaan di Gresik. Saat ini, baru 10 persen menjadi anggota Apindo Gresik. “Saya terpilih sebagai ketua Apindo maka jumlah anggota harus di tingkatkan. Lebih dari yang ada sekarang,”katanya. 

Kedua, keberpihakan asosiasi terhadap kepentingan perusahaan. Saat ini,  banyak perusahaan dalam kondisi sulit karena pandemi Covid-19 memasuki tahun kedua ini. Bahkan, katanya, ada yang tidak produksi faktor lain. Seperti kesulitan masalah keuangan dan sebagainya. ” (Anggota) akan kita ayomi , kita akan melakukan pendampingan sehingga bisa tumbuh kembali sehingga bisa mengurangi jumlah pengangguran yang ada di Gresik,”ujarnya. 

Berikutnya adalah masalah transparasi dalam organisasi. Karena transparan itu penting. Adanya transparansi muncul adanya trust.  Adanya kepercayaan akan mendapatkan dukungan dari anggota dan mungkin yang akan mendaftar sebagai anggota Apindo. 

“Dengan adanya transparasi yang selama ini kurang mendapatkan manfaat akan merasa senang bergabung dengan Apindo,”harapnya. Selain itu, Alfan berjanji akan membangun komunikasi yang baik dengan pekerja yang ada di Gresik. “Kita akan kerjasama dengan pemerintah. Khusus dalam pelatihan, training, serifikasi. Kebetulan Pemkab Gresik saat ini lagi menggagas berdirinya rumah vokasi. Dengan ada vokasi akan tercipta link and macht,”terangnya. 

Rumah vokasi ini menjadi nanti media pendidikan akan dilakukan sejenis magang di perusahaan. “Ini akan kami inisiasi menjadi program unggulan,”tegasnya. Program terakhir adalah akan membuat  portal website yang aktif sehingga seluruh anggota bisa mencari apa pun di website tersebut. Kegiatan maupun program Apindo. Nantinya, bisa dugunakan untuk orang mencari kerja. 

“Sekarang orang mencari kerja di website orang lain. Ini kah parah. Sementara websitenya pengusaha tidak punya. Bila saya terpilih digitalisasi semua pengurus dan anggota bisa mengakses websitenya Apindo,”janji Alfan. Seperti diberitakan, Muskab perdana Apindo DPK Gresik ini dibuka oleh Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah. Wabup perempuan pertama itu berharap Apindo bisa menjadi mitra dan bersinergi untuk mengurangi angka pengangguran di Gresik. Saat ini, angka pengangguran masih dua digit, tepatnya 12,9 persen. 

Sebelumnya , Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dihadapan perwakilan perusahaan di Pudak Galeri mengatakan tingginya angka pengangguran saat ini menjadi pekerjaan rumah (PR) yang harus ditindaklanjuti oleh seluruh stakeholder. Ia meminta untuk adanya kolaborasi dan koordinasi yang intens. “Ini merupakan tanggungjawab bersama, artinya tidak hanya pemerintah saja yang dituntut menyelesaikan persoalan yang ada saat ini, namun juga stakeholder dan unsur terkait untuk bisa saling kolaborasi,”katanya. 

Disisi lain, Gus Yani menegaskan bagi investor yang ingin mendirikan perusahaan di Gresik, salah satu syarat yang harus dipenuhi adalah penyerapan tenaga kerja lokal. “Kedepan Saya ingin memastikan bahwa investor yang ingin mendirikan perusahaan di Gresik, maka masyarakat lokal harus diutamakan. Namun apabila tidak sanggup memenuhi, maka pemerintah akan mengambil sikap tegas sesuai dengan kewenangan kami,”tegasnya. 

“Dan Saya tekankan, ini bukan warning, namun saya selaku pemerintah daerah mengajak kepada perushaaan-perusahaan untuk mempunyai sikap peduli pengurangan pengangguran di Kabupaten Gresik,”imbuhnya dengan nada serius. Ia berharap bagaimana pemerintah  juga pemangku kepentingan serta perusahaaan mempunyai kepedulian serta memberi manfaat yang terbaik bagi masyarakat Gresik. (yad)

Alfan Wahyuddin  : Apindo Akan Lebih Modern, Digitalisasi dan Transparan Selengkapnya