Dua Wakil Ketua DPRD Gresik Gelar Sosper Desa Wisata untuk Dongkrak PAD 

GRESIK,1minute.id – Dua Wakil Ketua DPRD Gresik yakni Ahmad Nurhamim dan Nur Saidah menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosper) nomor 7 tahun 2021 tentang Desa Wisata. Sosper tahap pertama tahun 2022 itu dihelat di salah satu kafe di Kecamatan Cerme pada Minggu malam, 30 Januari 2022.

Dalam pemaparannya, Ahmad Nurhamim menjelaskan prinsip diselenggarakannya Desa Wisata. Menurut Anha-sapaan-Ahmad Nurhamim, ada tiga prinsip yakni pemberdayaan masyarakat, potensi dan pengembangan budaya dan kearifan lokal serta kelestarian alam dan perlindungan lingkungan hidup.

Prinsip pemberdayaan masyarakat tersebut diharapkan melalui pengembangan Desa Wisata bisa meningkatkan nilai tambah di desa khususnya ekonomi masyarakat. “Wajib hukumnya, melalui perda ini bisa terwujud Desa Wisata yang berdampak positif pada peningkatan ekonomi masyarakat,”tegas Ketua DPD Partai Golkar itu optimis.

Di kesempatan yang sama Nur Saidah juga menjelaskan maksud dengan adanya perda Desa Wisata ini. Menurut Nur Saidah, Perda Desa Wisata adalah memberikan pedoman bagi penyelenggaraan, pengelolaan dan pengembangan kepariwisataan berbasis kawasan pedesaan agar sesuai perencanaan pembangunan Daerah.

Legislator dari Partai Gerindra juga menekankan bahwa tujuan utama dari pengembangan Desa Wisata adalah peningkatan  pendapatan asli daerah (PAD)”Tentunya tujuan akhirnya adalah Peningkatan Pendapatan Asli Daerah sehingga nantinya desa bisa mandiri,” pungkasnya. Sosper Tahap I/2022 digelar serentak oleh 50 anggota DPRD Gresik di berbagai tempat selama Januari-Februari 2022. (yad)

Dua Wakil Ketua DPRD Gresik Gelar Sosper Desa Wisata untuk Dongkrak PAD  Selengkapnya

Pasar Pahing Sidayu Ditempat Penampungan Bergairah, Pemkab Revitalisasi Pasar Sidayu Tahun Ini

GRESIK,1minute.id – Ratusan pedagang Pasar Sidayu membuka lapak di Alun-alun Sidayu pada Senin, 31 Januari 2022. Mereka berjualan di tempat penampungan sementara pascabencana kebakaran pada Minggu, 30 Januari 2022. Suasana tempat penampungan ratusan pedagang riuh. Maklum, sedang pasaran, Pahing. Momentum yang paling di tunggu oleh pedagang di pasar berlokasi di Desa Mriyunan, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik itu. 

“Untuk sementara, sesusi arahan pak Bupati (Fandi Akhmad Yani, Red) pedagang diperbolehkan membuka lapak di Alun-alun. Sehingga, perekonomian tetap jalan,”kata Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro,  Perdagangan dan Perindustrian (Diskoperindag) Gresik Agus Budiono pada 31 Januari 2022.

Pihaknya telah memasang tenda untuk para pedagang. “Dan, hari ini (Senin, Red) bertepatan dengan Pasaran Pahing semua pedagang sudah berjualan di tempat penampungan sementara,”tegasnya. Terkait revitalisasi Pasar Sidayu yang dibangun masa Kolonial Belanda pada 1881 Masehi itu, Diskoperindag akan segera diwujudkan. “Tahun ini, revitalisasi akan dilakukan,”tegasnya. 

Berapa kerugian yang dialami 259 pedagang yang kiosnya ludes di lahap amuk si jago merah, Agus Budiono, mengestimasikan cukup besar. “Estimasi kerugian pedagang sekitar Rp 5,1 miliar,”tegasnya. 

Terpisah, Sekretaris Komisi II DPRD Gresik M. Syahrul Munir menyarankan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik mengajukan penggunaan biaya tidak terduga (BTT) dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Gresik 2022.

BTT, imbuhnya, bisa diajukan oleh pemerintah daerah dalam keadaan darurat termasuk keperluan mendesak, termasuk recovery atau renovasi pasar yang terbakar. “Pemerintah bisa ambil dana untuk recovery kebakaran dari pos Biaya Tak Terduga atau BTT. Kemudian, sosialisasi call center kebakaran menjadi sangat penting untuk antisipasi di kemudian hari mengingat Damkar sudah menjadi Dinas sendiri,” ujar Syahrul pada Senin, 31 Januari 2022.

Bantuan tak terduga, sambungnya, bisa diajukan pemerintah daerah melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Gresik. Kemudian hasil evaluasi penggunaan dana akan disampaikan kepada DPRD Gresik. “Domainnya ada di DPPKAD, mereka lebih faham teknis penggunaan BTT,” terang Syahrul. 

Seperti diberitakan sebanyak 259 dari 527 kios di Pasar Sidayu ludes terbakar pada Minggu pagi, 30 Januari 2022. Kebakaran diduga akibat korsleting listrik. Polisi masih menyelidiki penyelidikan penyebab kebakaran tersebut. Musibah yang dialami ratusan pedagang yang membuka lapak yang dibangun pada masa Kolonial Belanda itu menjadi perhatian serius Pemkab Gresik. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani meninjau ke lokasi kebakaran. 

Bupati berusia 36 tahun langsung memutuskan merelokasi pedagang di tempat penampungan sementara di Alun-alun Sidayu yang jaraknya sekitar 100 meter dari lokasi kejadian kebakaran. Relokasi itu dilakukan agar perekonomian masyarakat tetap jalan.

Selain merelokasi, Bupati Fandi Akhmad Yani juga menjanjikan secepatnya melakukan revitalisasi Pasar Sidayu yang memiliki nilai historis yang konon  dibangun di masa kejayaan Kanjeng Sepuh, Adipati Sidayu yang makannya di kompleks Masjid Jamik Sidayu yang lokasi sisi barat dari Alun-alun Sidayu itu. (yad)

Pasar Pahing Sidayu Ditempat Penampungan Bergairah, Pemkab Revitalisasi Pasar Sidayu Tahun Ini Selengkapnya

Bupati : Secepatnya Berkoordinasikan dengan DPRD untuk Revitalisasi Pasar Sidayu 

GRESIK,1minute.id – Pasar Sidayu terbakar pada Minggu, 30 Januari 2022. Sebanyak 257 dari 527 kios hangus terbakar. Kebakaran hebat di pasar tradisional berlokasi di Desa Mriyunan, Kecamatan Sidayu, Gresik itu diduga akibat korsleting listrik.  

Kebakaran menjelang Salat Subuh ini menjadi perhatian serius Pemkab Gresik. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani langsung meninjau lokasi kebakaran pasar yang berdiri sejak zaman kolonial Belanda itu. Pasar Sidayu berada di sisi utara Alun-alun Sidayu itu mulai buka Badal Subuh hingga pukul 12.00. Pada, hari pasaran yakni Pahing, pasar buka sampai pukul 15.00.

Selama 3 jam, Bupati Fandi Akhmad Yani berada ditengah-tengah pedagang yang terkena musibah kebakaran itu. Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani yang pagi memakai baju koko warna putih dan berkopiyah mendengarkan keluhan pedagang setempat. Sesekali Bupati 36 tahun itu memeluk pedagang untuk menenangkan mereka. 

PASAR DARURAT: Sejumlah pedagang mulai berjualan di Alun-alun Sidayu karena tempat jualan mereka di Pasar Sidayu terbakar pada Minggu, 30 Januari 2022 ( FOTO: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Bupati Fandi Akhmad Yani kemudian memutuskan aktifitas pedagang pasar tidak boleh terhenti. Untuk sementara, pedagang diperbolehkan membuka lapak di Alun-alun Sidayu. Pemkab akan mendirikan tenda untuk para pedagang berjualan di Alun-alun. Revitalisasi Pasar Sidayu akan dilakukan secepatnya.

“Secepatnya kita akan koordinasikan dengan DPRD dan pihak terkait. Mohon doanya agar pemulihan pasar ini dapat kita lakukan secepatnya,”kata Gus Yani. Dalam pengamatan 1minute.id,  amuk si jago merah terjadi pukul 04.00. Pasar masih tutup. Tiba-tiba api menyembul ke angkasa. Dalam hitungan menit api membesar dan meluluhlantakkan 259 dari 527 kios yang ada. 

Sekitar pukul 07.00, petugas Damkar Gresik berhasil menguasai amuk si jago merah. Pembasahan hingga pukul 13.00 masih terus dilakukan. Meski, terbakar pedagang masih bersyukur. Sebab, tidak semua barang dagangan ludes. Bahkan, sebagian barang dagangan belum dikirim. “Kami baru kulakukan. Tapi, barang akan dikirim besok (Senin Pahing,Red),”kata seorang pedagang. 

Pahing adalah hari pasaran di Pasar Sidayu. Biasanya, banyak pembeli. Saking banyaknya calon pembeli jam operasional pasar buka hingga badal Asar. “Hari biasa, jam 9-an sudah sepi,”kata Maskur, warga setempat ditemui 1minute.id pada Minggu, 30 Januari 2022. (yad)

Bupati : Secepatnya Berkoordinasikan dengan DPRD untuk Revitalisasi Pasar Sidayu  Selengkapnya

Pasar Sidayu, Dibangun Zaman Kolonial, Kios yang Terbakar Dulu Lahan Parkir

GRESIK,1minute.id – Pasar Sidayu terbakar pada Minggu pagi, 30 Januari 2022. Ratusan kios ludes terbakar. Ratusan kios dahulunya tempat parkir kendaraan pengunjung pasar tradisional berlokasi di Desa Mriyunan, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik.

Pasar Sidayu memiliki memiliki historis cukup panjang. Sebab, pasar yang berlokasi disisi utara Alun-alun Sidayu itu dibangun pada masa Kolonial Belanda. Saat itu, Sidayu masih menjadi kadipaten dengan seorang pemimpin yang juga tokoh agama bernama Raden Adipati Suryo Diningrat (pada versi lain dikenal juga dengan Suryo Adiningrat), putra Sayid Abdur Rohman Sinuwun Solo dinobatkan menjadi Bupati di Sidayu dengan gelar Kanjeng Sepuh Sidayu pada 1817 Masehi.

Kanjeng Sepuh lahir pada 1784 Masehi. Pada masa kekuasaannya, Kanjeng Sepuh dikenal sebagai sosok yang berani dalam menentang diskriminasi yang dilakukan Belanda terhadap pribumi. Selain pemimpin yang berani, Kanjeng Sepuh juga dikenal sebagai pemuka agama. Makam Kanjeng Sepuh berada di dalam Kompleks Masjid Jamik Sidayu atau sisi barat Alun-alun Sidayu. Jaraknya tidak lebih dari 1 kilometer Pasar Sidayu. 

Menurut Kepala Desa Mriyunan, Kecamatan Sidayu Sujari, Pasar Mriyunan ini dibangun sejak pemerintah Kanjeng Sepuh. “Zaman kolonial Belanda,”katanya ditemui 1minute.id di lokasi Pasar Sidayu pada Minggu, 30 Januari 2022. Pasar Sidayu dahulu berbentuk huruf U. “Bagian kios yang terbakar itu, dulunya tempat parkir,”imbuh Sujari.

KOKOH : Konstruksi bangunan Pasar Sidayu masih terlihat kokoh. Pasar Sidayu yang ludes terbakar pada Minggu, 30 Januari 2022 ini dibangun pada zaman Kolonial Belanda (FOTO: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Purnomo, salah satu setempat setali tiga uang dengan Sujari. Ia mengatakan berdirinya Pasar Sidayuberbarengan dengan Pasar Keputran, Surabaya. “Setahu Saya pasar Sidayu ini dibangun sekitar 1881,”katanya pada Minggu, 30 Januari 2022.

Dalam pengamatan wartawan 1minute.id, bekas bangunan memiliki konstruksi sangat kokoh. Tiang penyangga dari cor. Sedangkan atap berbahan kayu jati. Pada 2007, Pemkab Gresik menambah ratusan kios baru. Kios di bangun belakang gerbang pintu masuk bergaya Kolonial Belanda.  Bangunan baru berkonstruksi tiang baja dan tanpa penyekat. Kios baru tidak tersentuh api. Selamat. 

Selain bangunan baru, ada penambahan lapak atau kios di dalam area pasar. Akibatnya, parkir kendaraan pedagang atau pengunjung pasar berada di luar pasar. Dekat Alun-alun Sidayu. (yad)

Pasar Sidayu, Dibangun Zaman Kolonial, Kios yang Terbakar Dulu Lahan Parkir Selengkapnya

Sebanyak 257 Kios Hangus, Kebakaran di Pasar Tradisional Sidayu 

GRESIK,1minute.id – Petugas pemadam kebakaran (Damkar) Gresik masih terus melakukan pembasahan pada Minggu, 30 Januari 2022. Sebagian kios di Pasar Sidayu yang terbakar masih terlihat api dan asap. 

Hampir separoh kios di pasar tradisional berlokasi Desa Mriyunan, Kecamatan Sidayu ludes dilahap si jago merah. Berdasarkan data UPT Pasar Sidayu jumlah kios berjumlah 527 uni. Sebanyak 259 kios hangus menjadi arang. Ratusan kios yang ludes terbakar itu sebagian menempati bagian bangunan kuno.

Menurut polisi kali pertama yang mengetahui pasar tradisional Sidayu terbakar adalah Ainul Wafa. Pagi itu, sekitar pukul 04.00 lelaki 40 tahun hendak Salat Subuh. Ainul Wafa melihat nyala api sudah membakar atap salah satu kios. Tiupan angin pagi membuat api cepat membesar. Apalagi bangunan kios semi permanen, papan dan kayu.

PEMBASAHAN: Petugas Pemadam kebakaran Dinas Damkar Gresik melakukan pembasahan di Pasar Sidayu pada Minggu, 30 Januari 2022 (FOTO : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Api terus membesar dan meluluhlantakkan ratusan kios. Belum diketahui secara pasti penyebab kebakaran di pasar yang bangunan utamanya berarsitektur Kolonial Belanda itu. Menurut Purnomo, Pasar Sidayu berdirinya berbarengan dengan pasar Keputran, Surabaya. “Setahu Saya pasar Sidayu ini dibangun sekitar 1881,”katanya. 

Dalam pengamatan 1minute.id, asap masih terlihat menyembul di tumpukan barang dagangan yang hangus terbakar. Petugas mobil tangki membawa air masih hilir mudik menyuplai air hingga pukul 11.50 WIB. Sejumlah pedagang pasar terlihat ada yang mengais sisa barang di kios yang terbakar. 

Seperti diberitakan Pasar tradisional Sidayu ludes terbakar tadi pagi, Minggu,30 Januari 2022. Puluhan kios terbakar. Aparat masih menyelidiki kebakaran pasar di musim hujan itu. Kebakaran ratusan kios pasar Sidayu, Kecamatan Sidayu, Gresik itu terbakar pukul 04.00 WIB. (yad)

Sebanyak 257 Kios Hangus, Kebakaran di Pasar Tradisional Sidayu  Selengkapnya

Pasar Sidayu Ludes Terbakar, Pedagang Semburat

GRESIK,1minute.id- Pasar tradisional Sidayu ludes terbakar tadi pagi, Minggu,30 Januari 2022. Puluhan kios terbakar. Aparat masih menyelidiki kebakaran pasar di musim hujan itu. 

Informasi yang dihimpun kebakaran kios pasar Sidayu, Kecamatan Sidayu, Gresik itu terbakar pukul 04.00 WIB. Saat itu, pedagang pasar ada sudah berjualan. Pembeli mulai berdatangan badal Salat Subuh. Tiba-tiba salah pedagang berteriak-teriak kebakaran. Pedagang dan calon pembeli berhamburan menyelamatkan diri. 

PELUK PEDAGANG: Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menenangkan salah satu pedagang Pasar Sidayu yang layaknya ludes terbakar pada Minggu, 30 Januari 2022. (FOTO : Ist)

Pedagang membawa barang yang ada didekatnya untuk menyelamatkan asetnya. Tiupan angin membuat bara api semakin membesar. Lidah api menjilat kios-kios bangunan semi permanen itu dengan cepat. Pedagang hanya bisa melongo melihat layaknya terbakar. 

Sekitar pukul 07.10, petugas Damkar berhasil menguasai si jago merah. Camat Sidayu Nuryadi masih belum bisa memastikan berapa lapak yang hangus. “Nanti perkembangan saya Informasikan. Ini pak Bupati (Fandi Akhmad Yani, Red) masih di lokasi kebakaran,”katanya. (yad)

Pasar Sidayu Ludes Terbakar, Pedagang Semburat Selengkapnya

Minapolitan Berintegrasi di DAS Bengawan Solo Desa Randuboto Segera Direalisasikan 

GRESIK,1minute.id – Revitalisasi kawasan Heritage di Gresik Kota Lama berlanjut. Tahun ini make over wajah GKL yang memiliki nilai sejarah berpotensi menjadi destinasi wisata minat khusus dijanjikan kelar. 

Selain melakukan revitalisasi kawasan Heritage di Gresik Kota Lama itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik melalui Dinas Cipta Karya, Perumahan dan Kawasan Permukiman (CK-PKP) Gresik akan mewujudkan kawasan integrasi di bantaran atau Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo di Desa Randuboto, Kecamatan Sidayu, Gresik sebagai kawasan Minapolitan.

Seperti apa kawasan integrasi  Minapolitan  Randuboto  itu? Menurut Kepala Dinas CK PKP Gresik Ida Lailatussa’adiyah, sejumlah bangunan di bantaran Sungai Bengawan Solo di Pantai Utara Gresik itu dilakukan pemugaran. Bangunan yang saat ini banyak membelakangi DAS Bengawan Solo itu akan diubah menghadap aliran sungai terpanjang di Pulau Jawa. 

“Harapan masyarakat tidak membuang sampah di bantaran sungai,”ujar Ida Lailatussa’adiyah dalam sosialisasi dengan puluhan jurnalis di salah satu kafe di Gresik pada Jumat, 28 Januari 2022. Arsitektur bangunannya, imbuhnya, juga akan di make over bergaya arsitektur Dhurung (bangunan berarsitektur khas Bawean). 

2018 : Kondisi DAS Bengawan Solo di Desa Randuboto, Kecamatan Sidayu, Gresik. Kawasan ini di make over menjadi minapolitan terintegrasi. (Foto atas) maket minapolitan yang akan dikerjakan oleh Dinas CK PKP Gresik kepada jurnalis pada Jumat, 28 Januari 2022 (Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Dhurung adalah bangunan multifungsi. Selain sebagai tempat menyimpan padi, hasil panen. Dhurung juga difungsikan untuk menerima tamu. “Bangunan rumah saat ini berada sekitar 7 meter dari bantaran sungai akan mundur menjadi 8 meteran,”katanya. 

Sehingga akses jalan semakin lebar. Di kawasan Minapolitan, tambahnya, akan dibangun diantaranya, tempat pelelangan ikan (TPI). TPI akan menampung hasil tangkapan ikan dari nelayan di Kecamatan Ujungpangkah yakni Desa Pangkah Kulon ; Pangkah Wetan, dan Banyuurip. Serta hasil tangkapan ikan nelayan Desa Randuboto, Kecamatan Sidayu.

“Hasil kajian mobilisasi hasil laut lebih mudah melalui Desa Randuboto,”kata mantan Asisten bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Kabupaten (Setkab) Gresik itu.

PENGOLAHAN IKAN : Konsep pembangunan kawasan minapolitan di Desa Randuboto Kecamatan Sidayu yang bakal dilakukan oleh Dinas CK PKP Gresik (Foto: Tangkapan layar /1minute.id)

Program integrasi di Desa Randuboto ini, rencananya mulai dikerjakan pada tahun ini. Untuk diketahui, kawasan minapolitan di bantaran atau  DAS Bengawan Solo di Desa Randuboto, Kecamatan Sidayu digagas mulai September 2021. 

Langkah awal dimulai sosialisasi antara Badan Pertanahan Nasional (BPN) Gresik bersama pemerintah desa setempat.  Rpat konsolidasi tanah komprehensif pada Rabu, 1 September 2021. Kepala Kantor BPN Gresik Asep Heri mengatakan untuk mendukung kawasan minapolitan, dibutuhkan sinergi antarlembaga baik Pemkab, Pemdes serta pemerintah pusat.

“Jadi program ini induknya DAK integrasi didanai Kementrian PUPR, tetapi dibarengi dengan program ATR BPN konsolidasi tanah. Jadi nanti ada penataan tanah,”kata Asep Heri.  Asep menambahkan, dalam pengembangannya juga akan diatur terkait fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos). Bahkan, penataan jalan serta segala fasilitas yang ada.

Dia menyatakan, untuk tahap pertama ada 186 rumah yang akan dijadikan pilot projek. Nantinya, akan diklirkan soal legalitas tanah termasuk dengan sertifikat hak milik. “Selain bidang tanah ditata kebutuhan dasar masyarakat dibantu seperti sertifikat tanah, pemasangan instalasi listrik, PDAM, jalan dan lain sebagainya. Kebutuhan dasar akan diperbaiki,”tambahnya.

Sementara itu, Kepala Desa Randuboto Andhy Sulandra menerangkan pihaknya siap menerima program DAK Integrasi sebagai upaya penataan kawasan bantaran sungai. (yad)

Minapolitan Berintegrasi di DAS Bengawan Solo Desa Randuboto Segera Direalisasikan  Selengkapnya

SBI Bangun Pelabuhan Terminal Khusus di Tuban dengan Investasi Rp 1,4 Triliun

GRESIK,1minute.id – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI), unit usaha dari PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) memulai proyek pembangunan pengembangan pelabuhan Terminal Khusus di Tuban, Jawa Timur.

Pengembangan pelabuhan Terminal Khusus tersebut bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pasar luar negeri dalam hal ekspor semen dan clinker.Peletakan batu pertama tanda dimulainya pembangunan dilakukan oleh Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky, Direktur Strategi Bisnis dan Pengembangan Usaha SIG Aulia Mulki Oemar, Direktur Operasi SIG Yosviandri.

Kemudian,  Plt. Direktur Utama SBI Lilik Unggul Raharjo, Direktur Offtake and Partnership SBI Yasuhide Abe serta Direktur Operasi II PT Hutama Karya (Persero) Ferry Febrianto. Proyek dengan investasi sebesar Rp1,4 triliun ini diantaranya meliputi, peningkatan kapasitas Terminal Khusus dari 15.000 DWT menjadi 50.000 DWT. Penambahan kapasitas pada Terminal Khusus dilakukan dengan membangun trestle jetty dan jetty platform baru dari jetty existing. 

Selain peningkatan kapasitas pada terminal khusus, guna menunjang kebutuhan operasi di pabrik, maka dilakukan pembangunan sarana pabrik berupa fasilitas blending silo sistem kapasitas 8 ribu ton, clinker silo sistem kapasitas 15 ribu ton, dan semen silo sistem kapasitas 2×18.000 ton serta alat transportasi berupa tube conveyor beserta sarana pendukungnya, yang berfungsi mengirim semen curah dari silo menuju ke kapal.

Plt Direktur Utama SBI Lilik Unggul Raharjo mengatakan bahwa proyek pengembangan dermaga dan sarana produksi semen di Tuban merupakan salah satu realisasi kerja sama strategis antara SBI dengan Taiheiyo Cement Corporation (TCC) yang mulai resmi berjalan sejak 4 Agustus 2021. 

Proyek pengembangan dermaga ini direncanakan untuk mampu memenuhi permintaan pasar ekspor hingga 500 ribu ton semen per tahun. Pengembangan dermaga ini melengkapi kemampuan pabrik Tuban untuk memperluas jangkauan pasar ekspor dalam sinergi bersama SIG dan TCC. “Kami juga akan memiliki sarana transportasi untuk mengirim semen curah dari silo langsung menuju ke kapal,”tutur Lilik Unggul Raharjo. 

Pengembangan dermaga dan sarana produksi & transportasi yang direncanakan akan memakan waktu selama dua tahun ini, menjadi langkah strategis SBI untuk berkontribusi pada akselerasi perwujudan visi SIG menjadi penyedia solusi bahan bangunan terbesar di regional, melalui optimalisasi utilisasi aset-aset perusahaan dan peningkatan arus kas dan profitabilitas. 

Sementara itu Direktur Strategi Bisnis dan Pengembangan Usaha SIG Aulia Mulki Oemar menyampaikan pengembangan dermaga dan sarana produksi merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam menyediakan produk untuk ekspor.

“Pembangunan ini memiliki banyak aspek, tidak hanya komitmen perusahaan kepada investor, tetapi juga bagian dari komitmen negara yang memberikan kenyamanan kepada investor asing untuk berinvestasi di Indonesia,”ujar Aulia Mulki Oemar.

Menurutnya, kerja sama ini merupakan salah satu bentuk sinergi BUMN antara SIG dan Hutama Karya yang menjadi amanah Kementerian BUMN. “Semoga proyek ini juga dapat memberikan kebaikan bagi masyarakat Kabupaten Tuban serta Indonesia pada umumnya,” tambah Aulia Mulki Oemar. (yad) 

SBI Bangun Pelabuhan Terminal Khusus di Tuban dengan Investasi Rp 1,4 Triliun Selengkapnya

Komisi III DPRD Gresik Gelar FGD Bahas Pembangunan Jalan dan Jembatan Berbasis Ekologis

GRESIK,1minute.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) mulai menggagas pembangunan infastruktur berbasis ekologis. Seharusnya, pembangunan infrastruktur seperti jalan dan jembatan tetap harus tetap ramah lingkungan. 

Sayangnya, masifnya pembangunan jalan dan jembatan seringkali mengabaikan dampak ekologis atau lingkungan. Kondisi ini mendapat perhatian serius dari Komisi III DPRD Gresik. Komisi yang membidangi urusan infrastruktur dan lingkungan hidup ini mengundang sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk membahas persoalan tersebut.

Mulai dari Dinas Pekerjaan Umum (DPU), Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), BPPKAD, Dishub dan perwakilan masyarakat.

Anggota Komisi III DPRD Gresik Moh Syafi’ AM mengatakan ada sebuah dilema dalam pembangunan infrastruktur. Disatu sisi pembangunan penting dilakukan untuk meningkatkan ekonomi tapi disisi lain pasti akan merusak lingkungan. “Untuk itu kami mengajak OPD untuk duduk bersama membahas permasalah  ini,”ujarnya dalam Focus Group Discussion (FGD) di ruang rapat pimpinan DPRD Gresik pada Kamis, 27 Januari 2022.

Untuk itu, perlu ada kajian bersama bagaimana pembangunan jalan dan jembatan yang tetap berbasis ekologis. Entah itu terkait dampaknya maupun material yang digunakan. “Misalnya apakah wajib pembangunan jalan dan jembatan harus ada analisis dampak  lingkungan (amdal). Atau bisa juga terkait material menggunakan geopori yang bisa menyerap air agar mengurangi banjir,”ungkap dia.

Hal senada disampaikan anggota Komisi III Mustajab. Pihaknya meminta agar pembangunan jalan tetap harus ada penghijauannya. “Jadi tidak hanya jalan dibiarkan panas seperti itu. Tapi juga ada pohonnya,”katanya.
Di tempat yang sama, anggota Komisi III lainnya, Khomsatun meminta agar DPU bisa belajar dari daerah lain yang telah berhasil menyelesaikan pembangunan jalan. Misalnya Mojokerto. “Jalannya sudah bagus. Bisa belajar dari mereka bagaimana menyelesaikan pembangunan jalan,”imbuhnya.

Menanggapi hal ini, Kabid Bina Marga DPU Gresik Eddy Pancoro mengatakan selama ini DPU selalu menyertakan UKL-UPL dalam pembangunan jalan. Tapi UKL-UPL untuk satu ruas. “Bukan per proyek. Tapi per ruas. Kami juga selalu berkoordinasi dengan DLH terkait pergantian pohon yang ditebang karena pembangunan,”kata Eddy Pancoro.

Terkait penggunaan material seperti geopori maupun aspal plastik pihaknya memang belum mengaplikasikannya. Sebab sesuai aturan hanya ada tiga jenis pengerasan jalan. Yakni, beton, aspal dan makadam. Selain itu juga menghitung anggaran yang ditetapkan APBD Gresik.

“Selama ini kami hanya mengkaji kondisi tanahnya. Seperti di utara bisa menggunakan aspal karena tanahnya keras. Kalau di selatan beton karena tanahnya tidak sekeras di utara,” terangnya.

Sementara itu, Perwakilan Bappeda Gresik Hafi mengaku cukup mengapresiasi wacana dewan dalam menggunakan material yang ramah lingkungan. Karena anggarannya terbatas mungkin tidak perlu satu ruas. Bisa dicoba pilot projek beberapa kilometer. Hasilnya lebih kuat mana dan seberapa jauh efisiennya dalam penggunaan anggaran. “Memang perlu dicoba inovasi dalam pembangunan jalan. Kami nanti akan berkoordinasi dengan DPU dan DLH terkait hal tersebut,” imbuhnya. (yad)

Komisi III DPRD Gresik Gelar FGD Bahas Pembangunan Jalan dan Jembatan Berbasis Ekologis Selengkapnya

Revitalisasi Kawasan Heritage Gresik Kota Lama Dituntaskan Tahun Ini

GRESIK,1minute.id – Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) diprakarsai Dinas Cipta Karya, Perumahan dan Kawasan Permukiman (CK PKP) Gresik berlanjut. Tahun ini, dinas digawangi oleh Ida Lailatussa’adiyah itu akan  menuntaskan tujuh ruas jalan di Gresik Kota Lama (GKL).

Tujuh ruas yang bakal menjadi destinasi wisata minat khusus di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini. Tujuh ruas jalan itu adalah Jalan Basuki Rahmat dengan panjang 200 m ; Jalan AKS Tubun (200 m) ; Jalan Kramatlangon (317 m) ; Jalan Agus Salim (269 m) ; Jalan Malik Ibrahim (460 m) ; Jalan KH Zubair (625 m) dan Jalan Setia Budi (160 m).

Menurut Kepala Dinas CK PKP Gresik Ida Lailatussa’adiyah, pembangunan drainase dan pedestrian di tujuh ruas jalan di Gresik Kota Lama dikerjakan secara bergiliran. Sehingga, masyarakat pengguna jalan tetap bisa melakukan aktivitas secara normal. “Hanya pengalihan arus lalu lintas yang akan dilakukan,”kata Ida Lailatussa’adiyah dalam sosialisasi bersama jurnalis pada Jumat, 28 Januari 2022.

Pekerjaan pembangunan drainase akan dituntaskan pada tahun ini. Revitalisasi kawasan Gresik Kota Lama (GKL) ini akan mengubah kawasan heritage di GKL. Lebih menarik dan ciamik. “Penataan kawasan heritage ini menggunakan anggaran dari APBN dan APBD Gresik,”tegasnya. Konsep revitalisasi untuk mewujudkan salah satu Program Nawa Karsa, Gresik Lestari. 

MAKET KAWASAN MALIK IBRAHIM: Dinas CK PKP Gresik tahun ini akan melakukan revitalisasi kawasan Heritage di Gresik Kota Lama. Diantaranya, ruas Jalan Malik Ibrahim, Gresik (FOTO : tangkap layar CK PKP Gresik for 1minute.id)

Revitalisasi dilakukan digagas oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Gresik menggunakan konsep tematik. Kepala DPKP Gresik Ida Lailatussa’adiyah mengatakan, revitalisasi tujuh ruas kawasan heritage di Gresik Kota Lama. 

Seperti diberitakan revitalisasi di tujuh ruas jalan itu berupa pembangunan saluran air, penerangan jalan, pavingisasi dan lainnya. “Untuk konsepnya kita sesuaikan dengan kawasan tersebut,”ujarnya. Ia mencontohkan, ruas jalan Basuki Rahmat, Kelurahan Bedilan, Kecamatan Gresik. Kawasan itu banyak bangunan peninggalan Kolonial Belanda. 

Bangunan yang masih terawat apik diantaranya rumah dinas (rumdin) Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah. Informasi yang dihimpun rumdin Wabup itu sebelumnya adalah Wedana. Wedana adalah pembantu pimpinan wilayah Daerah Tingkat II (kabupaten ), membawahkan beberapa camat; pembantu bupati.  Lalu, Kantor Pos Pelabuhan dan lainnya. “Bagaimana konsep PJU, pavingnya akan disesuaikan dengan konsep kolonial. Tapi, unsur khas Gresik tetap harus masuk. Lampu ada Damarkurung,”tegasnya. 

TUJUH RUAS : Ini tujuh ruas jalan yang tahun ini akan dilakukan revitalisasi Dinas Cipta Karya PKP Gresik untuk mewujudkan Nawa Karsa ( FOTO : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Konsep tematik itu, juga untuk ruas lainnya. Seperti, Jalan Malik Ibrahim yang terdapat situs religi, Sunan Maulana Malik Ibrahim, Wali Sanga. Penyebar agama Islam di Pulau Jawa sekaligus Syahbandar pertama di Gresik. “Konsep revitalisasinya akan memadukan kekhasan setempat,”ujarnya. 

Contohnya di kampung Pecinan (kawasan Kelenteng Kim Hin Kiong,Red). “Untuk 2022 akan mensupport kawasan permukiman pribumi seperti Kampung Kemasan, kampung  Bedilan dan Pulopancikan,”terangnya.
 Dinas CK PKP juga telah melakukan pertemuan dengan sejumlah pemilik utilitas seperti PT Telkom, PT PLN, PDAM dan lainnya. Karena utilitas itu nantinya harus ditanam. “Satu minggu sebelum kegiatan harus diamankan semuanya,”katanya. (yad)

Revitalisasi Kawasan Heritage Gresik Kota Lama Dituntaskan Tahun Ini Selengkapnya