Masjid Kampus Universitas Qomaruddin, Mirza Ahmad Yani Di Bangun

GRESIK,1minute.id – MasjidMirza Ahmad Yani mulai dibangun pada Kamis, 30 Desember 2021. Peletakan batu pertama pembangunan masjid kampus Universitas Qomaruddin itu dilakukan oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. Sebelum agenda utama peletakan batu pertama pembangunan masjid kampus Universitas Qomaruddin dilakukan pembacaan Salawat bil Julus dan tahlil yang dipimpin oleh KH. Ali Murtadlo.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengapresiasi dan mendukung adanya pembangunan masjid kampus Universitas Qomaruddin. Menurutnya, membangun rumah ibadah merupakan tanggung jawab bersama. Untuk itu, Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani mengajak masyarakat untuk ikut berpartisipasi menyukseskan pembangunan masjid kampus Qomaruddin.

Gus Yani berharap setelah dibangunnya masjid diatas tanah berukuran 36×40 tersebut dapat dirawat dan menjadi pusat kegiatan keagamaan. “Masjid tidak hanya ikonik tetapi bermanfaat buat warga Bungah dan masyarakat yang melintas di area sini,”harap Gus Yani. 

“Mari sama-sama kita doakan kepada para panitia agar dalam pembangunan berjalan dengan baik dan lancar Mudah-mudahan masjid ini memberikan jariyah kita bersama dan semoga di ridhoi  Allah SWT,”imbuhnya. Sebelum mengakhiri sambutan, Gus Yani kembali mengingatkan kepada masyarakat tetap menjalankan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari untuk menjaga dari paparan Covid-19.

Sebelumnya, Ketua panitia pembangunan masjid kampus Universitas Qomaruddin KH. Nawawi Sholih mengatakan masjid yang akan dibangun rencananya akan diberi nama masjid “Mirza Ahmad Yani”.

“Saya ucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Gresik yang telah mendukung pembangunan masjid ini, mudah-mudahan dengan dibangunnya masjid kampus Universitas Qomaruddin dapat bermanfaat untuk masyarakat dalam meningkatkan iman dan takwa kita kepada Allah SWT,”tutur KH.Nawawi Sholih yang juga merupakan pengasuh Yayasan Pondok Pesantren Qomaruddin Bungah itu.

Peletakan batu pertama pembangunan masjid Mirza Ahmad Yani ini dihadiri oleh Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman, Anggota DPRD Gresik Noto Utomo, Asisten II Gunawan Setyadi, Asisten III Abu Hassan, Kadis Pendidikan Haryanto, Kadis KBPP dr. Ghozali serta Pengasuh Yayasan Pondok Pesantren Qomaruddin, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat setempat. (yad)

Masjid Kampus Universitas Qomaruddin, Mirza Ahmad Yani Di Bangun Selengkapnya

Barongsai Ngamen di Trotoar Jalan Pahlawan

GRESIK,1minute.id- Wabah pandemi memaksa pekerja seni turun ke jalan. Mengamen. Tapi, ngamen yang dilakukan oleh lima pemuda mengaku asal Benowo, Surabaya ini berbeda. Mereka memainkan pertunjukan Barongsai. 

Tentu dengan kostum layaknya kesenian yang identik dengan etnis Tionghoa itu. Kostum Naga warna merah dengan alat penabuhnya.  Penampilan mereka ketika di trotoar Jalan Pahlawan depan Gedung Nasional Indonesia (GNI) menyita perhatian pengguna jalan maupun pemilik toko di sekitarnya. 

NGAMEN : Pekerja seni Barongsai ketika mengamen di trotoar Jalan Pahlawan depan Gedung Nasional Indonesia pada Kamis, 30 Desember 2021 (Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Dua pemain Barongsai meliuk-meliuk, dua orang lagi pemain alat musik dan seorang lain membawa wadah berbentuk kubus terbuat dari plastik sebagai “stiker” menerima saweran pengguna jalan. “Kami dari Benowo, Surabaya,”katanya ketika ditemui di dekat Bangjo alias traffic light di Jalan Pahlawan, Gresik pada Kamis, 30 Desember 2021. 

Karena pertunjukan tidak resmi sehingga permainan mereka sepotong-potong karena lampu bangjo menunjukkan warna hijau.  Ia mengaku hampir dua tahun tidak bisa berekspresi akibat pandemi coronavirus disease 2019. Kegiatan kesenian dibatasi karena khawatir menimbulkan kerumunan.  Memasuki akhir tahun, trauma varian Delta dari India belum hilang, muncul varian baru, Omicron yang berasal dari Afrika Selatan itu. (yad)

Barongsai Ngamen di Trotoar Jalan Pahlawan Selengkapnya

Menteri Desa, PDTT Apresiasi Percepatan Pembangunan Desa di Kabupaten Gresik

GRESIK,1minute.id – Satu lagi penghargaan diraih Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik. Penghargaan di penghujung tahun itu berasal dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT). Kabupaten Gresik, salah satu Kabupaten/Kota di Jawa Timur yang sukses melakukan percepatan pembangunan desa pada 2021.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Mendes, PDTT Abdul Halim Iskandar di Gedung Negara Grahadi di Surabaya pada Rabu, 29 Desember 2021. Abdul Halim Iskandar dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi, karena meskipun bukan yang pertama dalam hal tidak ada lagi desa tertinggal dan sangat tertinggal, namun Provinsi Jawa Timur merupakan provinsi besar yang kali kali mendapatkan penghargaan ini karena terdapat 29 kabupaten dan satu kota yang memperoleh penghargaan.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan pemerataan pembangunan di Jatim terus menunjukkan perkembangan yang positif. Tidak hanya di perkotaan, tapi juga di pedesaan. “Hal ini terbukti dengan semakin banyaknya desa dengan status Mandiri dan Maju serta nihilnya desa dengan status tertinggal dan sangat tertinggal di Jatim,”kata Khofifah dalam sambutannya. 

Sebagai informasi, dalam pemutakhiran data indeks desa mandiri (IDM) 2021 tercatat 3.269 desa di Indonesia dinyatakan sebagai desa mandiri. Dari jumlah tersebut, sebanyak 697 desa atau 21,32 persen berada di Jatim. Pencapaian ini merupakan yang tertinggi di Indonesia dan selanjutnya disusul oleh Jawa Barat di peringkat kedua dengan total 586 desa mandiri serta di peringkat ketiga Jawa Tengah dengan total 199 desa mandiri.

Tidak hanya status desa mandiri yang tertinggi, desa dengan status maju di Jatim juga tercatat mendominasi secara nasional dengan total 3.283 desa. Angka ini diikuti oleh Jawa Tengah dengan total 2.295 desa maju dan Jawa Barat sebanyak 2.102 desa maju.

Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan keberhasilan meraih penghargaan ini merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi dari berbagai pihak. “Penghargaan yang kita dapat hari ini merupakan bentuk apresiasi dari pemerintah pusat terhadap kerja keras kita selama ini, dan tentunya ini tidak bisa lepas dari kolaborasi baik dari pemerintah daerah lewat Dinas PMD, camat, pemdes dan masyarakat,”ujar Fandi Akhmad Yani didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Gresik Malahatul Fardah.

Kabupaten Gresik mendapatkan penghargaan kategori pertama karena seluruh desanya memiliki status perkembangan desa berkembang, maju, dan mandiri. Selain Kabupaten Gresik, penghargaan juga diberikan kepada 29 dari 37 Kabupaten/Kota di Jawa Timur. Diantaranya adalah Kabupaten Tulungagung, Tuban, Trenggalek, Sumenep, dan  Situbondo.

Kemudian, Kabupaten Sidoarjo, Sampang, Probolinggo, serta Ponorogo. Berikut, Kabupaten Pasuruan, Pamekasan, Pacitan, Ngawi, Nganjuk, dan Mojokerto. 
Selanjutnya, Kabupaten Malang, Magetan, Madiun, Lumajang, Lamongan dan Kediri. Serta, Kabupaten Jombang, Jember, Bondowoso, Bojonegoro, Blitar, Banyuwangi, Bangkalan dan Kota Batu. (yad)

Menteri Desa, PDTT Apresiasi Percepatan Pembangunan Desa di Kabupaten Gresik Selengkapnya

Keponakan Terdakwa Akui Diminta Merestart Gawai Milik Janda Korban Pembunuh

GRESIK, 1minute.id – Sidang dugaan pembunuhan dengan terdakwa Abdullah Musyafak alias Pak Eko, 39, kembali digelar di Pengadilan Negeri Gresik pada Rabu, 29 Desember 2021. Sidang lanjutan pembunuhan janda bernama Erni Kristiana, warga Desa Bringkang, Kecamatan Menganti, Gresik itu memasuki keterangan saksi. 

Saksi yang dihadirkan jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Gresik A.A.Ngurah Wirajaya diantaranya Habibur Rohman, keponakan terdakwa. Rohman dimintai kesaksian karena me-restrat gawai belakangan diketahui milik korban Erni Kristiana.

Dalam keterangan dihadapan majelis hakim diketuai Fitrah Dewi Nasution, saksi Rohman mengaku awalnya tidak mengetahui jika pamannya (terdakwa, Red) telah membunuh korban Erni Kristianah. Ia hanya diminta untuk me-restart sebuah handphone. Saksi baru ngeh ketika bibinya memberitahunya. Ia pun harus berurusan dengan polisi. 

“Iya saya didatangi 3 polisi untuk dimintai keterangan masalah hp itu,”kata Rohman dalam persidangan. Rohman mengaku tidak mengenal korban. Usai memberikan keterangan, saksi langsung meninggalkan ruang persidangan. Sidang ditunda pekan depan dengan agenda pemeriksaan saksi. “Memerintahkan terdakwa tetap berada dalam tahanan,”tegas ketua majelis hakim Fitra Dewi Nasution.

Seperti diberitakan sebelumnya, dalam  sidang  pembacaan surat dakwaan secara daring Jaksa Penuntut A.A Ngurah Wirajaya menyatakan dugaan  pembunuhan  yang dilakukan oleh terdakwa Musyafak alias Pak Eko dilakukan pada Rabu, 7 Juli 2021 sekitar pukul 23.00

Ketika ditemukan oleh tetangga korban janda satu anak berusia 36 tahun itu dalam kondisi sudah membusuk. Posisi korban dalam keadaan terlungkup di lantai sebelah tempat tidur. Pakaian yang digunakan korban tersikap sebagian sehingga memperlihatkan organ tubuh bagian bawah korban. Dari kaki sampai dengan bagian paha atas. Pada bagian kepala tertutupi selimut dan ketika dibuka ditemukan pada bagian kepala korban terdapat luka dan genangan darah pada lantai kamar.

Kematian korban akibat kekerasan tumpul pada kepala sisi belakang kanan yang menembus tulang atas kepala hingga selaput lunak pembungkus otak. 

Atas perbuatan yang dilakukan oleh terdakwaTerdakwa Pak Eko yang tinggal di Kecamatan Sukodono, Sidoarjo itu, jaksa penuntut menjerat dengan pasal 338 KUHP berbunyi  : Barang siapa dengan sengaja menghilangkan jiwa orang lain, dihukum, karena makar mati, dengan hukuman penjara selama-lamanya lima belas tahun. (yad)

Keponakan Terdakwa Akui Diminta Merestart Gawai Milik Janda Korban Pembunuh Selengkapnya

Pemkab Gresik Segera Menerapkan e-Parkir

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) segera memberlakukan parkir non tunai (cashless). Rencana penerapan parkir model anyar itu pada awal tahun depan, Januari 2022.

Pemkab Gresik melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Gresik mulai melakukan sosialisasi kepada masyarakat di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani memantau langsung proses ujicoba penerapan parkir non tunai atawa e-Parkir itu sepanjang area parkir di Kawasan Gresik Kota Baru (GKB) itu.

Fandi Akhmad Yani (Gus Yani) mengatakan mekanisme pembayaran parkir dengan menggunakan scan barcode atau dengan aplikasi Qris (Quick Response Code Indonesian Standard). “Masyarakat yang sudah mempunyai aplikasi pembayaran dan berisi saldo, sudah langsung bisa melakukan pembayaran. Tetapi yang tidak memiliki saldo akan menggunakan handphone dari rekan jukir dulu,”kata Gus Yani. 

Ia menuturkan, pihaknya akan terus melalukan sosialisasi agar masyarakat mengetahui secara jelas mekanisme yang diterapkan. “Saya minta kepada Dishub dan Satpol PP untuk terus memantau di lapangan dan memberikan sosialisasi intens kepada para jukir dan masyarakat terkait mekanismenya,”tuturnya.

Gus Yani melanjutkan, penerapan e-Parkir di Gresik ini juga sebagai implementasi Kabupaten Gresik sebagai Kabupaten Smart City menuju pemerintahan yang good government. Disisi lain, Gus Yani optimistis bahwa penerapan e-Parkir ini juga akan terwujudnya tata kelola pemerintahan dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang transparan serta akuntabel. “Ini salah satu implementasi Gresik sebagai Kabupaten Smart City dengan diimbangi tata kelola pemerintahan yang akuntabel dan juga transparan,”bebernya. 

Diharapkan masyarakat juga dapat mendukung penerapan e-Parkir ini. Adapun bagi pihak jukir yang kedapatan memungut uang parkir secara tunai, maka akan ada sanksi tegas, yakni pemutusan kontrak kerjasama bagi pengelola jukir yang bandel. (yad) 

Pemkab Gresik Segera Menerapkan e-Parkir Selengkapnya

Bupati Dorong Naik Kelas, 4 UMKM Kantongi Sertifikat Jaminan Keamanan Pangan

GRESIK, 1minute.id – Sebanyak empat UMKM dengan produk berbasis ikan di Kabupaten Gresik menerima sertifikat jaminan keamanan pangan. Empat jenis sertifikat Usaha Mikro, Kecil dan Menengah itu adalah Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP), sertifikat Instalasi Karantina Ikan (IKI) dan sertifikat Cara Karantina Ikan Yang Baik (CKIB) dari Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Pangan (BKIPM) Kementrian Kelautan dan Perikanan.

Penyerahan sertifikat keamanan pangan itu dilakukan di Ruang Ruang Putri Mijil area Pendopo Alun-alun Gresik pada Senin, 27 Desember 2021. Penyerahannya dihadiri oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Kepala BKPIM Surabaya II Hasim ;  Kasub Koordinator Tata Pelayanan BKIPM Surabaya II Ricat Pahlefi Hidayat, Kadis Koperindag Kabupaten Gresik Agus Budiono, Kadis Perikanan Choirul Anam, Bagian Kepabeanan Cukai II Gresik Hendra Cahyono, serta jajaran Camat wilayah terkait.

Fandi Akhmad Yani dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi terhadap sektor UMKM dalam perannya dalam usaha pemulihan ekonomi nasional. Hal ini terbukti dengan masih bertahannya sektor usaha UMKM dalam masa pandemi seperti saat ini.

“UMKM ini merupakan tulang punggung ekonomi nasional. Kemandirian yang telah dilakukan pelaku UMKM di tengah kemajuan teknologi dan kondisi pandemi merupakan suatu hal yang luar biasa apalagi bapak ibu bisa beradaptasi dengan keadaan,”kata Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani.
Sebagai pemangku kebijakan, imbuhnya, Pemkab akan selalu mendukung UMKM dengan menjadi fasilitator yang bijak. “Salah satunya kita lakukan lewat Nawa Karsa yaitu 3 B (Bela, Beli, Bagi) produk UMKM,”katanya.

Kabupaten Gresik dibawah nahkoda Bupati Yani dan Bu Min mendorong UMKM untuk selalu berorientasi dan berani ekspor. Hal ini penting dalam usaha pemulihan ekonomi nasional lantaran ekspor merupakan salah satu komponen produk domestik bruto yang dapat mendorong pemulihan ekonomi nasional.

“Pemerintah Kabupaten Gresik berupaya dan telah menyiapkan berbagai program dalam menaikkan kelas UMKM, diantaranya fasilitasi pelatihan ekspor, pendampingan dan asistensi, perizinan, branding, sertifikasi halal dan lain-lain,” jelasnya.

Terkait kegiatan penyerahan sertifikat hari ini, Bupati Yani berpandangan bahwa hal tersebut merupakan suatu pencapaian keberhasilan kolaborasi pendampingan dengan beberapa OPD dan lembaga terkait, diantaranya Diskoperindag, Dinas Perikanan, Bea Cukai, BKIPM Surabaya II dan asosiasi UMKM. Sehingga penerbitan sertifikasi tersebut bisa rampung dengan waktu yang tidak lama dan proses yang tidak berbelit serta gratis tanpa dipungut biaya. 

Empat UMKM yang menerima sertifikat keamanan pangan itu , Mansyur Farm Bawean dari Kecamatan Sangkapura menerima sertifikat IKI dan CKIB ; Mie Hokky dari Kecamatan Manyar ;  UD. Multi Sarana Niaga/Bandeng Mentari dari Kecamatan Gresik, dan UD. Family Food dari Kecamatan Driyorejo yang masing-masing menerima sertifikat HACCP. (yad)

Bupati Dorong Naik Kelas, 4 UMKM Kantongi Sertifikat Jaminan Keamanan Pangan Selengkapnya

Woooo! Sinergi BPN, Pemkab, DPRD Gresik Bisa Selesaikan 2.060 Sertifikat Selama 40 Hari


GRESIK, 1minute.id – Ribuan sertifikat tanah program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) 2021 dibagikan kepada warga Desa Kepatihan, Kecamatan Menganti, Gresik. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyerahkan secara simbolis kepada warga di Balai Desa setempat pada Kamis, 23 Desember 2021.

Fandi Akhmad Yani mengatakan PTSL adalah program strategis nasional yang diselenggarakan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN). PTSL program terobosan dan akselerasi yang manfaat bagi masyarakat. Program ini tidak bisa diterwujud tanpa adanya sinergi dan dukungan dari seluruh pihak. Yakni, Pemkab, BPN maupun DPRD, serta tak lupa komitmen dari masyarakat melalui pemerintahan desa. 

“Dengan adanya sinergi dan dukungan dari pihak-pihak tersebut, Alhamdulillah PTSL di Desa Kepatihan ini bisa tercapai dalam waktu 40 hari,”ujar Fandi Akhmad Yani.  Di Desa Kepatihan ini mendapat alokasi 2.060 PTSL. Selama 40 hari, BPN Gresik bisa menuntaskan ribuan permohonan warga tersebut. Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani mengungkapkan dirinya selalu menjalin komunikasi intens dengan Kepala BPN Gresik Asep Heri. Tujuannya, mencari strategi yang pas agar PTSL prosesnya bisa cepat.

“Bahkan kita melibatkan dunia pendidikan, kita bicara kepada Rektor Universitas Muhammadiyah agar KKN mahasiswa bisa diterjunkan untuk mendukung program PTSL di tingkat desa. Ini semua dalam rangka percepatan agar masyarakat bisa mendapatkan sertifikat,” terangnya.

Dalam kesempatan ini, Bupati berpesan kepada masyarakat yang menerima sertifikat tanahnya agar bisa memanfaatkan dengan bijak. Yakni apabila memang diperlukan seyogyanya diutamakan untuk keperluan modal usaha, dan tentunya menghindari menggunakannya untuk membeli barang-barang yang konsumtif.

Sementara itu  Kepala BPN Gresik Asep Heri menambahkan Desa Kepatihan menjadi sebuah inspirator. Success story. Sebab, “hanya” butuh waktu 40 hari, sebanyak 2.060 sertifikat bisa kelar. Ia menjelaskan di Kecamatan Menganti ada tiga desa yang ditetapkan menjadi lokasi PTSL. Dari 3 desa tersebut ditargetkan sebanyak 4.600 sertifikat. Nah, separuhnya ada di Desa Kepatihan ini. sebanyak 2.060 sertifikat.

“Saya sangat bangga bisa bekerja sama dengan Desa Kepatihan, karena banyak sekali terobosan-terobosan yang bisa kita jadikan model pelaksanaan PTSL di Kabupaten Gresik,”katanya. Sebab, ada desa yang mampu menyelesaikan 1.050 sertifikat dalam 1,5 tahun. Asep Heri tidak menyebutkan desa yang dinilai lamban tersebut. “Desa Kepatihan 40 hari 2.060 sertifikat selesai. Ini sangat luar biasa, sehingga saya mengusulkan agar desa Kepatihan ini untuk diikutsertakan PTSL tahun depan, 2022,”tambahnya.

Untuk diketahui, BPN Gresik mendapatkan kuota PTSL 2021 sebanyak 77 ribu peta bidang termasuk 58.800 sertifikat. Kabupaten Gresik juga melewati target yang diberikan KPK dalam hal sertifikasi aset pemerintah daerah. Dimana yang ditargetkan 500 sertifikat teralisasi 684 sertifikat atas nama Pemkab Gresik. Capaian itu, menempatkan Kabupaten Gresik di urutan pertama di Provinsi Jawa Timur. (yad)

Woooo! Sinergi BPN, Pemkab, DPRD Gresik Bisa Selesaikan 2.060 Sertifikat Selama 40 Hari Selengkapnya

Amankan Nataru, Cegah Persebaran Virus Omicron, Terjunkan Ratusan Personel Gabungan

GRESIK,1minute.id – Apel gelar pasukan pengamanan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru) digelar Polres Gresik di halaman Kantor Bupati Gresik pada Kamis, 23 Desember 2021. Apel gelar pasukan bersandi Operasi Lilin Semeru 2021 ini dipimpin oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. 

Fandi Akhmad Yani yang membacakan sambutan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menyatakan, apel gelar pasukan dilaksanakan sebagai bentuk pengecekan akhir kesiapan pelaksanaan Operasi Lilin Semeru 2021 dalam rangka pengamanan perayaan Nataru secara aspek personel maupun sarana prasarana, serta keterlibatan unsur terkait seperti TNI, Polri dan Pemkab Gresik dan Mitra Kamtibmas Lainnya.

“Perayaan Natal dan Tahun Baru oleh masyarakat secara universal dirayakan melalui kegiatan ibadah dan perayaan pergantian tahun di tempat-tempat wisata tentunya akan terjadi peningkatan aktivitas yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas, Kamseltibcar lantas, dan pelanggaran Protokol Kesehatan Covid 19,”terang Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani.

Apel dihadiri oleh Dandim 0817/Gresik Letkol Inf Taufik Ismail, Kapolres Gresik AKBP Much Nur Azis ini diikuti jajaran Polres Gresik, Kodim 0817/Gresik, Denpom dan Subkogartap 0817/ Gresik, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Pramuka, Pemadam Kebakaran, Linmas, Senkom, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat.

Polri memyelenggarakan Operasi Lilin Semeru 2021 selama 10 hari, mulai 24 Desember 2021- 2 Januari 2022. Gus Yani menambahkan selama pelaksanaan tetap dengan mengedepankan kegiatan Preemtif dan Preventif secara humanis, serta penegakan hukum secara tegas dan profesional dengan tetap menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran Covid 19. Sehingga masyarakat dapat merayakan Natal dan Tahun Baru dengan rasa aman dan nyaman

“Jangan sampai kegiatan perayaan Natal dan Tahun Baru menimbulkan klaster-klaster baru penyebaran Covid-19,”tegasnya. Dalam pelaksanaan pengamanan Nataru, Polri telah mempersiapkan 83.917 personel ; TNI sebanyak 15.842 personel, serta 55.086 personil instansi terkait lainnya. Personel tersebut akan ditempatkan pada 1.607 pos pengamanan untuk melaksanakan pengamanan terkait gangguan Kamtibmas dan Kamseltibcar Lantas, dan 675 pos pelayanan untuk melaksanakan pengamanan di pusat keramaian, pusat belanja, stasiun, terminal, bandara, pelabuhan dll.

Gus Yani mengingatkan kepada personel yang terlibat pengaman Ops Lilin Semeru 2021 tidak boleh dianggap sebagai agenda rutin tahunan biasa sehingga menjadikan kita cenderung under estimate dan kurang waspada terhadap setiap dinamika perkembangan masyarakat, apalagi dimasa Pandemi Covid 19 saat ini.
Laksanakan penegakan hukum secara profesional dan proporsional serta bertindaklah secara tegas namun humanis terhadap setiap pelanggaran hukum yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas.

Mantapkan kerja sama, sinergi, dan soliditas para pihak yang terlibat demi keberhasilan pelaksanaan operasi. 
“Tetaplah menjadi teladan bagi keluarga, rekan, dan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan mencegah penyebaran Covid-19, yaitu mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, serta menerapkan pola hidup sehat dan bersih,”paparnya. 

Berdasarkan mapping kerawanan yang telah dilakukan, ada beberapa prediksi gangguan kamtibmas yang harus kita antisipasi, antara lain ancaman terorisme dan radikalisme, ancaman sabotase, penyalahgunaan narkoba, pesta miras, aksi perusakan fasilitas umum, aksi kriminalitas seperti curat, curas, curanmor, tawuran antar kelompok pemuda atau antar kampung, balap liar, kemacetan dan kecelakaan lalu lintas, maupun ancaman bencana alam seperti banjir dan tanah longsor sebagai dampak dari musim penghujan.

Usai Apel, Forkopimda bersama undangan lainnya, antara lain Ketua MUI Gresik KH. M. Mansoer Shodiq, Ketua FKUB Gresik KH Afif Maksum dan PJU Polres Gresik melakukan pemantauan Pos Pengamanan di Gereja Kristen Indonesia (GKI) di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas. Sementara itu, jumlah personel pengamanan Operasi Lilin Semeru 2021 di wilayah hukum, Polri menerjunkan 150 personel; TNI 15 personel dan instansi terkait sebanyak 87 personel.  (yad)

Amankan Nataru, Cegah Persebaran Virus Omicron, Terjunkan Ratusan Personel Gabungan Selengkapnya

Mempermudah UMKM Kantongi NIB, Bupati Gresik Mendapatkan Apresiasi dari Menteri Investasi/BKPM


GRESIK,1minute.id – Kinerja DPM-PTSP Gresik dalam kecepatan memberikan pelayanan nomor induk berusaha (NIB) menuai apresiasi dari Menteri Investasi/ Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia. 

Penghargaan diberikan oleh Bahlil Lahadalia kepada Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani di Graha Institut Teknologi Surabaya (ITS) pada Rabu, 22 Desember 2021. Apresiasi diberikan oleh Kementerian Investasi/BKPM kepada Bupati Fandi Akhmad Yani atas partisipasinya dalam Penerbitan dan Pembagian Nomor Induk Berusaha (NIB) Pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) Perorangan. 

Menurut Bahlil Lahadalia, Kementerian Investasi/BKPM melaksanakan percepatan pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB), Kemenkop UKM melakukan pendampingan dan pembinaan dalam proses NIB.
Saat ini, kata Bahlil, proses pengurusan NIB dilakukan melalui aplikasi Online Single Submission (OSS) Indonesia yang dapat diunduh pada Google Playstore. Artinya, pelaku usaha dapat secara mudah mendapatkan NIB melalui perizinan online dengan menggunakan sistem OSS Berbasis Risiko.

“Jawa Timur merupakan penggerak perekonomian kedua di Indonesia. Sebanyak 70 persen banyak melibatkan dari UMKM,” ujarnya. Penyerahan penghargaan itu dihadiri Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, dan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak.

Kemudian Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Walikota Surabaya Ery Cahyadi, Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali, Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron, Walikota Mojokerto Ika Puspitasari, Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati, dan Rektor ITS Prof. Mochamad Ashari. Serta ratusan pelaku UMKM perorangan dari 4 Kabupaten dan 2 Kota di Jawa Timur yang telah mengantongi NIB.

“Kedepan pihaknya menggelar Milenial Job Center dengan menggandeng talenta-talenta IT Jawa Timur untuk melakukan pendampingan pemasaran melalui digital buat UKM,”tambahnya. Bahlil menegaskan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah akan hadir untuk membantu dan memastikan program pendampingan pembiayaan secara nyata kepada pelaku UMKM. “Kami akan lakukan pembersihan terhadap oknum-oknum yang menguntungkan dirinya sendiri dan mengorbankan pelaku UMKM,”tegasnya.

Kemudian pembiayaan kepada UMKM antara lain dilakukan oleh Bank Rakyat Indonesia. BRI akan melakukan 40 persen untuk Ultra Mikro dan UKM kita memastikan yang dibawah Rp 400 juta dengan 13.700 UKM. Pasalnya UKM merupakan Pondasi Bangsa Indonesia dalam usaha dan menciptakan lapangan kerja. “Pelaku UKM merupakan pahlawan dimana 99,6% termasuk dari Mikro yang naik kelas dari Informal ke Formal,”katanya. 

Melalui Nomor Induk Berusaha (NIB) nantinya pelaku UKM akan dilakukan pendampingan sampai pembiayaan untuk membuat komponen di sistem produksi hingga pemasarannya. “Presiden sudah menginstruksikan untuk menaikkan kredit perbankan termasuk porsi KUR (kredit usaha rakyat) untuk pelaku UKM dalam pembenahan dan mengembangkan usahanya agar UMKM bangkit dan terus tumbuh,”pungkasnya. (yad)

Mempermudah UMKM Kantongi NIB, Bupati Gresik Mendapatkan Apresiasi dari Menteri Investasi/BKPM Selengkapnya

Lampu Pintar Usir Hama Padi Dilaunching, Petani Bisa Tidur Nyenyak

GRESIK,1minute.id – Petani di Kota Santri bakal bisa tidur pulas. Hama tanaman padi selama ini menjadi momok petani bakal segera teratasi. Dinas Pertanian Gresik kolaborasi dengan Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) menemukan alat pembasmi serangga. 

Alat pembasmi serangga diberi label Smart Light Trap Insect (SLTI). Lampu cerdas perangkap hama. Smart Light tidak memakai setrum listrik yang selama digunakan petani untuk membasmi hama padi. Akan tetapi, lampu pintar ini menyala menggunakan solar cell atawa tenaga surya. 

Lampu pintar penangkap hama padi inovasi Dispertan Gresik dan mahasiswa PENS ini dilaunching pada Rabu, 22 Desember 2021. Launching dilakukan oleh Dosen Elektro PENS Indra Ferdiansyah yang juga ketua pelaksana penelitian dan Kepala Dispertan Gresik Eko Anindito Putro ini dihadiri penyuluh pertanian. 

Lampu pintar bertenaga surya ini dipasang di sebuah tiang setinggi 1,5 meter di sawah. Lampu pintar memiliki empat warna yaitu putih, kuning, biru dan ungu. Lampu biru untuk perangkap kepiting tanah biasa muncul antara pukul 17.00 – 20.00. Lampu warna putih untuk menangkap hama wereng yang biasanya beraksi antara pukul 20.00 – 23.00. Warna ungu dinyalakan mulai pukul 23.00-02.00. Nah, warna kuning menyala pukul 02.00 – 05.00 untuk mengusir lebah. 

Lampu warna kuning disukai lebah, warna putih disukai hama wereng, lampu warna biru kepiting tanah. Pasalnya serangga memiliki mata tunggal dan majemuk. Jadi bisa membedakan warna lampu. Waktu dan warna lampu ini sudah sesuai dengan riset data dari Dispertan. Kapan serangga itu keluar sehingga sesuai dengan nyala lampu. Pasalnya serangga memiliki mata tunggal dan majemuk. Jadi bisa membedakan warna lampu. 

“Panel surya bisa bertahan selama tiga hari jika tidak ada sinar matahari maksimal,”ucap Indra Ferdiansyah selaku ketua Pelaksana dan Dosen Elektro PENS. Smart Lamp kali pertama dilaunching dan dipasang di Gresik. Kedepan rencananya akan di produksi massal. 

Kepala Dinas Pertanian Gresik Eko Anindito Putro menyebut kolaborasi ini mendapat apresiasi Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. Sebab, telah memberikan penyuluh pelayanan terbaik bagi petani dengan lampu perangkap cerdas ini. Bisa mendeteksi seluruh hama serangga yang selama ini menjadi momok petani. “Ini merupakan salah satu terobosan mengamankan produksi. Penekanan populasi wereng bisa dikendalikan,”kata Eko. 

Menurut data Dispertan 2020 tercatat hama wereng batang coklat 1.608 meyerang batang padi di Gresik. Diharapkan dengan alat ini makin digencarkan penggunaannya. Bisa dibeli melalui APBDes maupun Dana Desa. “Nantinya kita pasang banyak di lokasi masing-masing. Agar surplus pangan Kabupaten Gresik bisa kita pertahankan,”tegasnya. (yad)

Lampu Pintar Usir Hama Padi Dilaunching, Petani Bisa Tidur Nyenyak Selengkapnya