Jalan Nasional Diatas Proyek Underpass Dibuka setelah Setahun Ditutup, Terowongan Masih Ditutup

GRESIK, 1minute.id – Proyek pembangunan underpass belum kelar seratus persen. Namun, pengguna jalan sudah bisa melintas diatas proyek terowongan kali pertama di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik itu mulai hari ini, Senin, 1 November 2021.

Terowongan yang membelah jalan nasional, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) yakni Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Desa Randuagung,Kecamatan Kebomas itu ditutup sejak September 2020. Proye underpass itu, memiliki panjang 8 meter, lebar 15 meter dan kedalaman sekitar 7 meter. Anggaran pembangunan underpass itu sekitar Rp 9,2 miliar. Rinciannya, pada 2020 Rp 4,2 miliar dan tahun ini sebesar Rp 5 miliar. 

Kepala Bagian Komunikasi Pimpinan (Forkopim) Pemkab Gresik Reza Pahlevi membenarkan jalan nasional diatas terowongan telah di buka untuk umum. “Mulai hari ini (dibuka),”kata Reza Pahlevi. 

Dalam pengamatan 1minute.id, pengguna jalan tetap harus waspada. Sebab, di jalan nasional itu masih ada sejumlah pekerjaan. Akses jalan masuk SMA Muhammadiyah 1 Gresik juga masih dipasang pita pembatas. Sedangkan di sisi selatan ada sejumlah orang pekerja terlihat beraktivitas di bahu jalan. 

Sementara jalan alternatif depan pintu terowongan di Jalan Sumatera Kompleks Perumahan Gresik Kota Baru (GKB) masih belum di aspal. Terowongan yang dibangun dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Gresik 2020 dan 2021 belum di buka untuk umum. (yad)

Jalan Nasional Diatas Proyek Underpass Dibuka setelah Setahun Ditutup, Terowongan Masih Ditutup Selengkapnya

Anjal Terminal Gubernur Suryo Rayakan Maulid Nabi Muhammad SAW

GRESIK.1minute.id – Salawat Nabi Muhammad SAW berkumandang di terminal Gubernur Suryo, Gresik pada Minggu, 31 Oktober 2021. Puluhan anak jalanan didampingi orang tua mereka membaca pujian kepada Rasulullah itu. Mereka duduk bersila beralas terpal plastik warna abu-abu dan biru. Anak-anak jalanan itu terlihat bersemangat ketika merayakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. 

Pembacaan salawat Nabi dilakukan secara bergantian oleh ustadzah pembimbing di rumah belajar anak jalanan. “Merayakan Maulid Nabi Muhammad  sebagai bukti kecintaan kita, termasuk teladan dalam mengarungi hidup di dunia,”kata Ustad Ali Sugiarto dihadapan anak jalanan itu. Mereka ada ditemani orang tuanya. Mereka selama ini tinggal di lapak berukuran 3×3 meter persegi.

Dalam kompleks terminal, sejumlah orang peduli anjal mendirikan Rumah belajar anak jalanan. Di rumah belajar itu, anjal mendapatkan bimbingan belajar untuk pelajaran sekolah, termasuk pelajaran mengaji Al Quran, dan setiap malam Jumat dengan membaca Surat Yasin serta tahlil. 

Koordinator pembimbing rumah belajar anak jalanan Gubernur Suryo, Ustadzah Iin Budiyanti mengungkapkan bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad dilakukan secara sederhana. “Kita persiapan hanya dua hari saja. Untuk menambah semangat kami memberikan hadiah hiburan bagi yang bisa menjawab pertanyaan seputar Maulid Nabi,”kata Iin. (yad)

Anjal Terminal Gubernur Suryo Rayakan Maulid Nabi Muhammad SAW Selengkapnya

Bhabinkamtibmas dan Vaksinator Naik Perahu Motor untuk Suntik Vaksin Awak Kapal Kargo

GRESIK,1minute.id – Pandemi Covid-19 belum berakhir. Jangan kendur mematuhi protokol kesehatan plus vaksin. Semangat itu ditujukan petugas Satgas Covid-19 Kecamatan Manyar pada Jumat, 29 Oktober 2021. Terik matahari tidak membuat petugas kehilangan semangat mengarungi lautan menggunakan perahu motor selama 45 menit. Petugas vaksinator didampingi Bhabinkamtibmas Polsek Manyar harus naik-turun kapal. 

Butuh keberanian dan kerja ekstra keras bagi petugas. Sasaran kali pertama adalah kapal kargo, MV Ammar yang sedang sandar di salah satu dermaga di kawasan Manyar.  Ada puluhan awak kapal yang belum mendapatkan vaksin. Sebab, sejak Maret 2021 kapal kargo yang di nakhodai Wahdjudin, 54, asal Kabupaten Brebes, Jawa Tengah itu  melakukan pelayaran. Sehingga mereka belum pernah mendapatkan vaksinasi. 

“Alhamdulillah akhirnya bisa vaksinasi. Terima kasih tim Puskesmas dan Polsek Manyar,”kata kapten kapal itu. 
Niko Santoso, 33, bapak dengan dua orang anak asal Bengkulu mengaku bersyukur. Bisa menerima vaksinasi di atas dak wing kapalnya. “Sudah lama Saya ingin divaksin, akan tetapi waktu kesehariannya dihabiskan mengarungi samudera, tidak sempat mendatangi gerai vaksin di daratan,”katanya semangat. 

Petugas vaksinator menyuntik awak kapal  diatas dak kapal.  Setelah semuanya mendapatkan vaksinasi dan tidak keluhan. Petugas meninggalkan MV Ammar. Sasaran berikut adalah tagboat (TB), yakni TB Laurel dan TB Grenada. Kedua TB menarik  kapal tongkang  bermuatan batu bara. Semua kru kapal antusias menerima vaksin Covid-19 dibawah tenda kecil diatas dak kapal.

Kepala UPT Puskesmas Manyar dr Ovaldo Kurniawan menerangkan, vaksinator telah memberikan sebanyak 46 dosis vaksin. Baik dosis pertama maupun kedua. “Vaksinator menyiapkan jenis Sinovac dan AstraZeneca, menyesuaikan kondisi daripada kru kapal,” terangnya.
Sementara itu, Kapolres Gresik AKBP Mochamad Nur Azis melalui Kapolsek Manyar AKP Windu Priyo Prayitno mengatakan, meski tren Covid-19 mereda. Bahkan, Gresik telah masuk level 2. Namun, pihaknya bersama Puskesmas Manyar terus melakukan vaksinasi kepada masyarakat yang belum divaksin. 

“Kami berkoordinasi dengan Puskesmas Manyar untuk terus melakukan vaksinasi bagi masyarakat yang belum divaksin,”kata mantan Kasat Sabhara Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya itu. Ia  mengimbau masyarakat yang belum divaksin, agar mendatangi gerai vaksin terdekat untuk bisa menerima vaksin Covid-19.
“Vaksinasi diatas kapal kargo dan tugboat ini guna mempercepat terbentuknya kekebalan komunal. Juga ikhtiar menyudahi pandemi Covid-19 yang berkepanjangan,”pungkasnya.

Ada cerita menarik, ketika vaksinasi dilakukan diatas dak kapal kargo. Seorang vaksinator gemetaran ketika naik tangga kapal. “Ternyata, ia phobia ketinggian. Bhabinkamtibmas Polsek Manyar terus memberikan semangat,”kata polisi. (yad)

Bhabinkamtibmas dan Vaksinator Naik Perahu Motor untuk Suntik Vaksin Awak Kapal Kargo Selengkapnya

Gubernur, Wabup dan Generasi Z dan Milenial Nandur Mangrove


GRESIK,1minute.id –  Siapa bilang generasi Z dan milenial tidak peduli terhadap perubahan iklim. Buktinya pada momentum Hari Sumpah Pemuda ratusan anak muda melakukan penanaman ribuan pohon mangrove di Banyuurip Mangrove Center (BMC) di Desa Banyuurip, Kecamatan Ujungpangkah. 

Penanaman mangrove yang melibatkan semua elemen GP Ansor, mahasiswa, pramuka, nelayan, kelompok pemerhati mangrove serta masyarakat setempat itu dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman. 

Untuk menjangkau bibir pantai yang menjadi tampat menanam, peserta harus menyusuri hutan mangrove sejauh 1 kilometer. Tempat ini juga termasuk kawasan ekosistem esensial Mangrove Ujungpangkah (KEE MUP).

Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, menanam mangrove di bibir pantai merupakan upaya menjaga kelestarian alam utamanya menjaga ekosistem ruang laut. “Ini juga kan sejalan dengan program pemerintah pusat,”kata Khofifah di sela tanam mangrove pada Kamis, 28 Oktober 2021. 

Khofifah menyatakan, ke depan pihaknya meminta dinas kehutanan untuk terus melakukan tanam mangrove. Program ini bernama ‘Nandur Mengrove’. Penanaman mangrove ini, lanjut Khofifah juga merupakan rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke’76 Pemprov Jatim. Tak hanya di Gresik, kegiatan serupa bakal dilakukan di sejumlah daerah. “Ini untuk menjaga keberlangsungan alam. Luasan mangrove yang semakin ditambah juga akan berdampak pada ekosistem secara jangka panjang,”imbuhnya.

NANDUR MANGROVE : Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah simbolis menanam mangrove di BMC di Desa Banyuurip, Kecamatan Ujungpangkah pada Kamis, 28 Oktober 2021. (Foto : humas Pemkab Gresik)

Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah menambahkan, penanaman mangrove harus dilakukan secara bersama-sama. Berkolaborasi. “Padi pagi kita juga memulai restorasi kawasan magrove di Kalimireng Manyar yang mana itu merupakan sinergi dari berbagai unsur, mulai dari pemerintah, perusahaan, mahasiswa, dan tentunya masyatakat sekitar,”kata BuMin-sapaan-Aminatun Habibah itu.

Lebih lanjut, ia menambahkan gerakan restorasi magrove sejatinya memiliki banyak manfaat, baik dalam hal pelestarian lingkungan maupun dalam hal ekonomi. “Dengan adanya banyak mangrove, maka kualitas air dan udara akan menjadi semakin bagus. Belum lagi dengan terbentuknya ekosistem fauna laut seperti ikan atau kepiting yang bagus,”ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Banyuurip Ihsanul Haris menyatakan wilayahnya memang tengah mengembangkan wisata edukasi mangrove. Ada 17 jenis mangrove yang ada. Ia menerangkan, adanya perhatian dari pemerintah daerah maupun provinsi menambah semangat warga desa untuk terus mengembangkan potensi ini.

“Jadi yang kami kembangkan total ada 17 jenis mangrove disini, jadi untuk wisata edukasi sangat cocok. Tinggal 2 jenis lagi, akan terus kami kembangkan,” terangnya. Ihsan menyampaikan, pengembangan mangrove di desanya merupakan kolaborasi antara kelompok pemerhati mangrove, nelayan, pemerintah, perusahaan sekitar serta masyarakat setempat. “Dengan dikomando kelompok, mangrove disini sangat rindang. Kita terus bersemangat untuk memgembangkan mangrove,”tegasnya. (yad)

Gubernur, Wabup dan Generasi Z dan Milenial Nandur Mangrove Selengkapnya

Legislatif Gelar FGD, Berharap Normalisasi Kali Lamong Berjalan Efektif

FGD NORMALISASI KALI LAMONG: Wakil Ketua DPRD Gresik Mujid Riduan memberikan sosialisasi kepada masyarakat Desa Dapet, Kecamatan Balongpanggang pada Kamis, 28 Oktober 2021 (Foto: Istimewa)

GRESIK,1minute.id – Normalisasi Kali Lamong  di Gresik Selatan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik mendapat sokongan dari parlemen. Sejumlah anggota DPRD Gresik menggelar focus grup discussion (FGD) di Desa Dapet, Kecamatan Balongpanggang pada Kamis, 28 Oktober 2021.

Diskusi  bertemakan  Strategi Penanganan dan Upaya Pengendalian Banjir Kali Lamong dipimpin Wakil Ketua DPRD Gresik Mujib Riduan. Diskusi itu berlangsung gayeng. Dalam FGD Mujib Riduan mengajak masyarakat desa setempat untuk mendukung upaya Pemkab Gresik melakukan normalisasi Kali Lamong itu.

Harapan, problem banjir tahunan segera teratasi. Masyarakat tidak lagi waswas dan ekonomi masyarakat meningkat.  FGD dilakukan di Desa Dapet, karena satu dari tujuh desa di Kecamatan Balongpanggang itu menjadi langganan banjir akibat luapan Kali Lamong itu.

Menurut Wakil Ketua DPRD Gresik Mujid Riduan berdasarkan dari analisa lapangan, proses normalisasi Kali Lamong tersebut membutuhkan waktu dan persiapan matang. “Termasuk tahapan-tahapan normalisasi yang harus disosialisasikan agar tidak menimbulkan masalah lain,”ujar Mujid Riduan.

Ia melanjutkan dipastikan saat tahap pengerukan endapan, hal tersebut akan berdampak pada aktifitas warga. Khususnya sebagian lahan milik warga disepanjang bantaran Kali Lamong. Baik pertanian, tambak maupun kawasan pemukiman. “Untuk itu, sebelum pengerjaan dilakukan, masyarakat kami minta untuk mempersiapkan diri. Demi kepentingan bersama untuk terbebas dari banjir,” kata Ketua DPC PDI-P Gresik itu.

Salah satunya, dalam waktu dekat akan dilakukan mobilitas alat berat. Pihaknya berharap masyarakat kompak dan ikut berkontribusi selama proses normalisasi untuk penanganan banjir Kali Lamong itu. Sehingga banjir rutin yang melanda masyarakat Gresik Selatan dalam satu dekade terakhir segera teratasi.

Hal senada  disampaikan Ketua DPRD Gresik Much Abdul Qodir. Dalam rapat lanjutan KUA-PPAS, Badan Anggaran (Banggar) DPRD bersama tim anggaran Pemkab Gresik, pemerintah mengusulkan anggaran belanja sebesar Rp 8,3 miliar.

Rencananya, akan digunakan untuk membeli tujuh alat berat excavator dan biaya operasional untuk normalisasi Kali Lamong. Terlebih, usulan penambahan anggaran dari Pemkab Gresik itu belum termasuk dalam mega proyek normalisasi yang melibatkan pemerintah pusat dan provinsi. “Tentu kami mengapresiasi langkah tersebut. Kolaborasi ini diharapkan mampu mempercepat proses penanganan banjir,” kata Qodir.

Usulan tersebut tentunya akan segera ditindaklanjuti bersama Komisi III dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Sekaligus membahas teknis pelaksanaan normalisasi yang akan memprioritaskan kawasan terdampak. “Kami targetkan pembahasan ini segera rampung. Agar bisa segera dilakukan eksekusi,”ujar Abdul Qodir.

Pihaknya berharap pemerintah daerah juga mengusulkan pembangunan prioritas pada tahun anggaran (RA) 2022. “Khususnya fasilitas umum yang terdampak luapan. Baik itu jembatan dan jalan desa yang rusak akibat luapan,”tegas Qodir yang juga Ketua DPC PKB Gresik itu. 

Seperti diberitakan, Pemkab Gresik ngebut melakukan normalisasi Kali Lamong. Sebelum puncak musim hujan proyek yang masuk pemulihan ekonomi nasional (PEN) itu kelar. Bahkan, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menargetkan pekerjaan normalisasi tahap awal sepanjang 6 kilometer di Kecamatan Benjeng dan Balongpanggang kelar akhir November 2021.

Disisi lain, pembebasan lahan dilakukan di Kecamatan Cerme meliputi Desa Tambak Beras, Desa Jono, Desa Morowudi, Desa Putat Lor, dan Desa Sukoanyar, serta membangun Parapet di Desa Jono dan Tambakberas sepanjang 1,5 kilometer tuntas sebelum akhir tahun anggaran 2021. Selain itu, Pemkab juga melakukan pekerjaan pengerukan Avour Anak Sungai Brantas di Kecamatan Driyorejo. Panjangnya sekitar 7 kilometer dari Krikilan hingga Bambe. 

Kondisi Avour anak Sungai Brantas yang melintasi Kecamatan Driyorejo itu sangat memprihatinkan. Dangkal dan sempit. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengajak pelaku usaha sekitar bersinergi dan kolaborasi melalui anggaran Corporate Social Responsibility (CSR). Pengerukan avour dimulai pada Rabu, 27 Oktober 2021. (yad)

Legislatif Gelar FGD, Berharap Normalisasi Kali Lamong Berjalan Efektif Selengkapnya

Peradi Gresik Gelar Serbuan Vaksinasi, Tetap Ingatkan 5M

GRESIK,1minute.id – Menyambut Hari Sumpah Pemuda ke-93 DPC Perhimpunan Advokad Indonesia (Peradi) Gresik bersama Pemerintah Kabupaten Gresik mengadakan vaksinasi pada  Kamis, 28 Oktober 2021.
Serbuan vaksinasi dipusatkan di Gedung Pramuka di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas itu diikuti 700 peserta.

Ada tiga merek vaksin yang disuntikkan kepada masyarakat. Tiga vaksin itu adalah AstraZeneca, Pfizer dan Sinovac. Vaksinasi massal itu dihadiri Plt Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Gresik dr Mukhibatul Khusna, Ketua DPC Peradi Gresik Kukuh Pranomo dan para pengurusnya itu dimulai pukul 08.00.

Serbuan vaksinasi untuk membantu Pemkab Gresik ini sebagai ikhtiar percepatan pembentukan herd immunity. “Harapannya kekebalan komunal dan herd immunity di Kabupaten Gresik tercapai. Alkhamdulillah Peradi diberi kesempatan untuk andil dalam percepatan vaksinasi,” kata Kukuh Pranomo.

Selain menggelar vaksinasi, Peradi juga memberi fasilitas pelayanan konsultasi hukum gratis untuk peserta vaksin maupun masyarakat umum dilokasi vaksinasi. Sebanyak empat peserta vaksinasi terlihat mengambil kesematan disela-sela waktu vaksin untuk berkonsultasi hukum, mereka dilayani oleh beberapa anggota Peradi dilokasi vaksinasi.

“Kami juga melayani konsultasi hukum secara gratis diluar dari lokasi vaksin ini, namun dengan tetap melaksanakan prokes ketat,”imbuhnya.  Sementara itu, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Gresik dr Ummi Khoiroh bahwa vaksin adalah cara keenam mencegah virus setelah 5M, untuk itu ia menginbau agar terus menerapkan 5M yakni memakai masker ; mencuci tangan ; menjaga jarak ; menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas. 

“Jadi jangan andalkan vaksin saja untuk menekan penyebaran Covid-19 yang memang melandai saat ini. Namun juga harus terus menerapkan 5 M, dan jangan melepas masker saat aktivitas diluar,”pungkas dr. Umi Khoiro. (yad)

Peradi Gresik Gelar Serbuan Vaksinasi, Tetap Ingatkan 5M Selengkapnya

Wabup Optimistis Pemuda Gresik Inovatif, Adaptif untuk Mempercepat Pemulihan Ekonomi

GRESIK,1minute.id – Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah optimistis pemuda Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik memiliki kreativitas yang tinggi, mandiri dan kemampuan dalam berinovasi untuk mempercepat pemulihan ekonomi paska pandemi Covid-19. 

“Kita berharap Indonesia, Jawa Timur khususnya Kabupaten Gresik mampu bangkit dari keterpurukan akibat pandemi Covid-19. Hal ini tak lepas dari peran pemuda untuk mampu menjawab tantangan yang semakin kompleks. Terutama dalam menggerakkan pertumbuhan dan pemulihan ekonomi di tengah Pandemi Covid-19 yang saat ini masih melanda,”kata Wabup Aminatun Habibah dalam sambutannya saat menjadi pimpinan upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke 93 di halaman kantor  Kantor Bupati Gresik pada Kamis, 28 Oktober 2021. 

Bu Min-sapaan-Aminatun Habibah menambahkan pemuda memiliki peran yang sangat penting dalam pemulihan ekonomi karena mampu beradaptasi ditengah situasi pandemi Covid-10 yang belum usai.
“Pemuda sebagai salah satu komponen penggerak bangsa juga memiliki kapasitas serta mampu bertahan dan unggul dalam menyongsong masa depan yang lebih baik,”katanya. Ia mencontohkan perusahaan rintisan,Startup. 

“Dibidang teknologi startup yang saat ini banyak digandrungi generasi milenial. Hal ini mampu menjadi faktor dalam pemulihan ekonomi masyarakat,”katanya. 
“Dengan terbiasa dan terlatih dengan situasi seperti saat ini, akan melahirkan generasi muda yang survive dan tangguh serta menjadi generasi yang lebih maju di masa mendatang,”harap Bu Min (yad)

Wabup Optimistis Pemuda Gresik Inovatif, Adaptif untuk Mempercepat Pemulihan Ekonomi Selengkapnya

Polair Polres Gresik Larang Nelayan Menggunakan Jaring Trawl

GRESIK,1minute.id – Satuan Polisi Air (Sat Polair) Polres Gresik mulai melakukan sosialisasi larangan penggunaan jaring trawl kepada nelayan Desa Campurejo, Kecamatan Panceng pada Rabu, 27 Oktober 2021. Sosialisasi dipimpin oleh Kasat Polair Polres Gresik AKP Poerlaksono itu diikuti puluhan nelayan setempat. “Penggunaan Trawl dilarang oleh pemerintah karena bisa merusak ekosistem dan biota laut,”kata Kapolres Gresik AKBP Mochamad Nur Azis melalui Poerlaksono.  

Untuk diketahui, Menteri Kelautan dan Perikanan (MKP) Sakti Wahyu Trenggono melalui Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KP) Nomor 18 Tahun 2021 melarang penggunaan cantrang atau trawl untuk menangkap ikan. 

UIfan Suparno, 32, nelayan asal Paciran, Lamongan diadili Pengadilan Negeri Gresik. Terdakwa ditangkap oleh petugas bersama nelayan di Pulau Bawean karena diduga menggunakan jaring trawl.  Jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri Gresik menuntut Ifan, nakhoda perahu tersebut dengan hukuman selama 2 tahun dan denda Rp 30 juta subsider 3 bulan. 

Jaksa menjerat terdakwa Ifan Suparno dengan Pasal 85 jo Pasal  9 ayat (1) Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perubahan atas Undang – Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan. Kuasa hukum terdakwa Ifan, Fasichatus Sakdiyah dalam pledoi meminta majelis hakim diketuai Wiwin Arodawanti untuk menghukum ringan. Majelis akan memutus perkara Ifan pada Kamis besok, 28 Oktober 2021. (yad)

Polair Polres Gresik Larang Nelayan Menggunakan Jaring Trawl Selengkapnya

Normalisasi Avour Anak Sungai Brantas di Driyorejo Dimulai

GRESIK,1minute.id – Proyek normalisasi Sungai Avour melintasasi wilayah Driyorejo mulai dikerjakan. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani memantau langsung upaya mitigasi bencana itu didampingi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman.

Normalisasi sungai merupakan salah satu prioritas Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, dalam usaha penanggulangan ancaman banjir tahunan khususnya yang disebabkan luapan Sungai Avour dan Kali Lamong saat memasuki musim hujan. 

Di Kecamatan Driyorejo, sungai Avour yang merupakan anak Sungai Brantas yang membentang  dari kawasan Krikilan hingga Bambe. Panjangnya sekitar 7 kilometer. Normalisasi ini diperkirakan akan menelan biaya sebesar Rp 8 miliar. Pemkab Gresik akan menggandeng perusahaan-perusahaan di wilayah Kecamatan Driyorejo lewat dana Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan.

Sebelumnya, Bupati Fandi Akhmad Yani melakukan pemantauan kondisi avour di Kecamatan Driyorejo itu. Kondisi sungai yang sangat dangkal dan sempit merupakan penyebab utama terjadinya banjir yang setiap tahunnya merugikan masyarakat. Baik dalam hal ekonomi maupun kualitas hidup. 

Dalam doa bersama yang dihadiri para perwakilan perusahaan itu, GusYani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani memberikan apresiasi mendukung penuh program Pemerintah Kabupaten Gresik. “Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen dan tanggung jawab sosial perusahaan terhadap lingkungannya,”ujar Bupati Yani. 

Gus Yani melanjutkan momentum kebersamaan masyarakat yang mendorong semangat gotong royong. “Ibaratnya adalah berat sama dipikul, ringan sama dijinjing. mudah-mudahan ini menjadi berkah untuk kita semua,”ujar Bupati Yani. Ia berharap mulai ada perubahan mindset dalam menghadapi bencana, dimana kebiasaan lama berupa pemberian donasi ketika bencana datang, diubah menjadi donasi untuk pencegahan bencana itu sendiri.

“Mudah-mudahan ada multi effect dari pengerjaan normalisasi ini, minimal mengurangi bencana banjir, dan banjir menjadi lebih cepat surut,”ujarnya. 
Pemerintah, imbuhnya,tetap berkontribusi dalam normalisasi sungai Avour melalui kolaborasi dengan DPRD. “Tahun depan akan ada anggaran khusus untuk sungai Avour,”katanya. 

Sementara itu, Sekda Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman menjelaskan normalisasi sungai merupakan salah satu program pemerintah dalam mengurangi bencana banjir, utamanya di Gresik Selatan. Ia juga menekankan pentingnya sinergi dan support dari stakeholder agar pengerjaan ini terus berkelanjutan. “Kita berharap sinergi dan support dari pengusaha, pihak desa dan kecamatan yang terkait dengan program ini supaya berkelanjutan,”ujarnya. (yad) 

Normalisasi Avour Anak Sungai Brantas di Driyorejo Dimulai Selengkapnya

Wabup Dorong Industri Lebih Sinergi dengan Ponpes dan SMK untuk Mengentas Pengangguran

GRESIK,1minute.id –  PT Smelting membagikan ratusan lemari besi atau loker ke sejumlah pondok pesantren (Ponpes) di Kecamatan Manyar, Bungah dan Sidayu. Kegiatan yang mengandeng Pengurus Cabang Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (PC RMI NU) Gresik itu dipusatkan di SMK Assa’adah, Kecamatan Bungah pada Rabu, 27 Oktober 2021.

Bantuan loker itu diserahkan oleh Assisten Manager General Affair PT Smelting Indra Junor kepada Ketua PC RMI NU Gresik KH. Ala’uddin dan disaksikan Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah. Wabup Gresik Aminatun Habibah mengharapkan sinergi antara industri dengan pondok pesantren (Ponpes) harus terus dijalin. Apalagi Gresik dikenal sebagai Kota Santri.

“Saya dan Pak Bupati (Fandi Akhmad Yani, Red) berharap dukungan industri bagi sekolah maupun pesantren di Gresik. Baik bantuan program atau sarana pembelajaran untuk kepentingan santri,”ujarnya.  Lebih lanjut, Bu Min-sapaan-Aminatun Habibah,  juga mendorong adanya perusahaan mampu mengurangi jumlah pengganguran di Gresik.

“Kami berharap industri semakin banyak menyerap tenaga kerja warga Gresik. Dengan begitu diharapkan pula angka pengangguran dapat berkurang dan masyarakat Gresik bisa sejahtera,” harap Wabup.

Indra Junor mengatakan pemberian lemari besi ke pondok pesantren (Ponpes) merupakan bagian dari program CSR perusahaan. “Ada 142 lemari besi bekas karyawan yang kami bagikan,”ujarnya. Ditambahkan Indra, sebelum diberikan kepada ponpes, terlebih dulu lemari besi direkondisi. Sehingga seperti baru. “Kami berharap bantuan ini dapat bermanfaat bagi pondok,”katanya.

Sementara itu, Ketua PC RMI NU Gresik KH. Ala’uddin mengaku senang atas kepedulian Smelting ke sejumlah ponpes di tiga kecamatan. “Nantinya lemari ini dapat dimanfaatkan untuk menyimpan berkas atau barang-barang pondok,”ungkap Gus Ala-panggilan akrab-KH. Ala’uddin didampingi Sekretaris RMI NU Gresik Imam Junaidi. “Kami tentunya berharap, semakin banyak perusahaan yang peduli dengan pondok,” imbuhnya. (yad)

Wabup Dorong Industri Lebih Sinergi dengan Ponpes dan SMK untuk Mengentas Pengangguran Selengkapnya