Bikin Bangga, Skuad Sepak Takraw Putra Jatim Peraih Emas di PON ke-XX Papua Diperkuat Atlet Asal Bawean

GRESIK,1minute.id – Tim sepak takraw Putra Jawa Timur berhasil merebut medali emas di Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-XX Papua 2021. Skuad asuhan Muhammad Habib itu mengalahkan tim dari Sulawesi Selatan (Selsel) 2 : 1.

Final cabor takraw kategori double even dihelat di GOR Trikora, Kota Jayapura pada Rabu, 29 September 2021. Yang membanggakan tim Sepak Takraw Putra Jatim itu diperkuat oleh Farid.  Ia adalah atlet sepak takraw asal Pulau Bawean. Farid, bapak satu anak yang masih berusia 3 bulan itu lahir di Desa Telukjatidawang, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean.

Setelah mempersunting gadis pujaan hatinya, lelaki 24 tahun itu tinggal dirumah istrinya di Desa Gelam, Kecamatan Tambak. Sayang, Farid belum bisa dikonfirmasi keberhasilan merebut medali emas perdana bagi kontingen Jawa Timur di PON ke-XX Papua ini.

Menurut Nurul Yaqin, Farid berlatih sepak takraw sejak kelas IV. Ia sangat tekun dan disiplin ketika latihan. Sehingga terlihat paling menonjol dari atlet lainnya.”SD kelas VI, Farid mewakili ke Jakarta,”terang Nurul ketika dihubungi selulernya pada Rabu, 29 September 2021. 
Farid sempat down ketika ibunya meninggal. 

“Saat itu, Farid masih SMP,”terangnya. Ia tinggal bersama ayahnya bernama Abu Bajar. Namun, Farid kembali bangkit. Ia pun terpilih menjadi wakil Jatim di PON ke-XIX di Bandung 2016. “Dua kali ikut PON, dua kali merebut medali,”tegas Nurul.  Meski telah berprestasi dan mengharumkan nama baik Jawa Timur dan Gresik,  Farid tergolong anak supel. Mudah bergaul dan hidup sederhana. “Kalau tidak ada latihan, Farid ya bertani di Desanya (Desa Telukjatidawang, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean,Red),”terang Nurul. 

MEDALI EMAS PERTAMA: Farid (dua dari kanan berdiri) bersama tim sepak takraw putra Jatim meraih medali emas di PON ke-XX Papua 2021 (Foto: ist)

Farid memilih bertani membantu orang tuanya daripada melanjutkan kuliah. Ia pun lebih giat berlatih. “Ia belum sempat kuliah. Tapi, Farid memiliki cita-cita tinggi,”tegas Nurul. Sejak menikah, Farid tinggal bersama istrinya di Desa Gelam, Kecamatan Tambak. Nurul mengaku bersyukur Farid, yang tergabung kelompok double event bisa mempersembahkan medali emas untuk kontingen Jatim. 

Saat ini, kata Nurul, pihaknya sedang mempersiapkan atlet untuk perhelatan Pekan Olah Provinsi (Porprov) Jatim,  Pekan Olahraga Daerah (POPDA) dan Pekan Olahraga (POR) SD/MI. “Kami mempersiapkan kelompok putra dan putri. Masing-masing kelompok 5 atlet,”tegasnya. (yad)

Bikin Bangga, Skuad Sepak Takraw Putra Jatim Peraih Emas di PON ke-XX Papua Diperkuat Atlet Asal Bawean Selengkapnya

Petani Keluhkan Hama Tikus, Bupati Siap Mendirikan Rubuha dan Gagas Pembuatan Ultrasonik

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani melakukan panen raya buah Semangka di Desa Gredek, Kecamatan Duduksampeyan pada Rabu, 29 September 2021. Sistem pola tanam tumpang sari yakni  dua kali padi dan sekali buah-buahan membuat hasilnya panen cukup memuaskan. Petani semringah. 

Akan tetapi, bukan berarti para petani di desa itu puas. Penyebabnya, ada hama tikus masih menjadi momok bagi para petani. Sebab, mereka acap kali gigit jari karena gagal panen akibat serangan hama tikus itu.
Nah, ketika Bupati Fandi Akhmad Yani melakukan kunjungan kerja (kunker) ke desa para petani mengungkapkan uneg-unegnya. 

As’ad, diantaranya. Petani berusia 50 tahun itu  menceritakan, selama ini dirinya dan petani lainnya menggunakan metode setrum untuk menghalau hama tikus. Namun,  As’ad mengakui metode  tersebut dinilai kurang efektif dan justru menimbulkan resiko yang cukup besar. Tak jarang menimbulkan korban jiwa karena tersengat setrum jebakan tikus sawah. 

“Pak Bupati, tolong kami dicarikan solusi,”pinta As’ad. 
Syarifuddin, petani lainnya mengeluhkan tingginya biaya produksi panen. Ia membeberkan penyebab tingginya biaya diakibatkan karena belum tersedianya Jalan Usaha Tani (JUT). Biaya angkut gabah yang dinilai tinggi karena rute jalan yang dilalui. “Kami ingin adanya jalan usaha tani pak Bupati. Mohon ada tindak lanjut agar kami dapat memangkas ongkos,”katanya. Bupati Fandi Akhmad Yani terlihat nyamak semua keluhannya para petani. 

Bagaimana respon Bupati Fandi Akhmad Yani yang saat itu didampingi Kepala Dinas Pertanian Eko Nandito Putro dan Kepala Desa (Kades) Gredek Muhammad Bahrul Ghofar kemudian menjawab satu per satu keluhan petani itu. 

Terkait hama tikus, Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani mengatakan, langkah awal dengan mendirikan rumah burung hantu (rubuha). Tujuannya adalah untuk menyeimbangkan ekosistem yang ada. Sehingga diharapkan mampu meminimalisir merebaknya hama tikus. 

SAPA PETANI: (ki-ka) Kades Gredek Muhammad Bahrul Ghofar, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Kadis Pertanian Eko Anindito Putro dalam kunker di Desa Gredek, Kecamatan Duduksampeyan pada Rabu, 29 September 2021 (Foto : Humas Pemkab Gresik)

Langkah kedua, sambungnya, membuat satu terobosan dengan menciptakan alat yang bisa mengusir tikus dengan menimbulkan suara ultrasonik. Menurutnya, langkah ini perlu dilakukan uji coba untuk melihat seberapa besar efektif kegunaan alat tersebut. “Kita sedang memperlajari bagaimana caranya menciptakan suatu alat untuk mengusir tikus. Misalnya saja kita ciptakan suatu alat semacam robot yang menimbulkan suara ultrasonic yang dapat mengusir hama tikus tersebut,”kata Gus Yani. 

Sedangkan, biaya produksi tinggi karena belum ada JUT? Mantan Ketua DPRD Gresik itu mengatakan, Pemkab Gresik siap membangun JUT, asalkan wilayah desa sudah masuk wilayah LP2B (Lembaga Pertanian Pangan Berkelanjutan). “Kalau sudah masuk wilayah LP2B, maka kami siap untuk membangun JUT,”tegas Gus Yani. 

Selain Kunker yang dikemas dalam program Sapa Petani ini, Gus Yani menyempatkan melakukan blusukan. Diantaranya melihat kondisi embung desa setempat. Orang nomor satu di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik itu melihat kondisi embung yang digunakan sebagai saluran irigasi pertanian itu terjadi pendangkalan. 

Bupati berjanji akan melakukan normalisasi embung secepatnya. “Kita minta Dinas Pekerjaan Umum untuk menyiapkan alat berat. Bila perlu kita lakukan pengadaan agar normalisasi embung dapat sesegera mungkin dilakukan. Tujuannya agar para petani tak kerepotan jika membutuhkan pasokan air saat musim panen ke dua, atau ketika memasuki musim kemarau,”tegasnya. (yad)

Petani Keluhkan Hama Tikus, Bupati Siap Mendirikan Rubuha dan Gagas Pembuatan Ultrasonik Selengkapnya

Jaksa Menuntut Kakek 76 Tahun Penjara 9 Tahun Diduga Cabuli Anak Dibawah Umur

GRESIK,1minute.id – Kakek berinisial M terancam menghabiskan masa tua di balik jeruji besi. Jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri Gresik menuntut kakek 76 tahun hukum penjara selama 9 tahun dan denda Rp 10 juta.

Jaksa penuntut Umum Arga Bramantyo mengatakan, terdakwa M terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana melanggar Pasal 81 ayat (2) Undang-undang RI Nomor 17/ 2016 tentang penetapan Peraturan Pemerintah pengganti Undang-undang RI Nomor 1/2016 tentang perubahan kedua atas Undang-undang Nomor 23/2002 tentang perlindungan anak menjadi Undang-undang, juncto pasal 64 ayat (1) KUHP. 

“Menuntut, supaya majelis hakim Pengadilan Negeri Gresik yang memeriksa dan mengadili perkara ini, menjatuhkan pidana terhadap terdakwa M dengan pidana penjara selama sembilan tahun dan denda sebesar Rp 10 Juta subsider tiga bulan kurungan,”kata Jaksa Arga, menggantikan Jaksa Nurul Istiana pada Selasa, 28 September 2021.

Sidang dengan hakim ketua Ida Ayu Sri Adriyanthi Astuti Widja digelar di Pengadilan Negeri Gresik secara tertutup itu. Dalam surat dakwaan diterangkan dugaan perbuatan terdakwa pada Juni 2020 pukul 19.00, melakukan tipu muslihat terhadap anak di bahwah umur untuk melakukan perbuatan asusila.

Terdakwa membujuk rayu anak korban dengan diiming-iming akan dibelikan bakso, kalung dan gelang. Sampai akhirnya, terdakwa bisa melampiaskan hawa nafsunya. 
Penasihat hukum terdakwa M, yaitu Agus Djunaidi dari Posbakum Fajar Trilaksana mengatakan, akan mengajukan pembelaan secara tertulis pada persidangan pekan depan. “Kita akan menyampaikan pembelaan secara tertulis dan disampaikan dalam persidangan pekan depan. Intinya, terdakwa sudah tua dan hukumannya terlalu berat,”kata Agus. (yad)

Jaksa Menuntut Kakek 76 Tahun Penjara 9 Tahun Diduga Cabuli Anak Dibawah Umur Selengkapnya

Tingkatkan Produktivitas Hewan Peliharaan, SIG Berikan Pelatihan UMKM Sektor Peternakan

GRESIK,1minute.id – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) melalui SIG Mandiri menggelar Pelatihan Peternakan Terpadu di Gresik dan Tuban. Kegiatan ini sebagai upaya pemberdayaan serta peningkatan kompetensi masyarakat khususnya UMKM mitra binaan SIG di sektor peternakan agar usahanya lebih produktif.

Pelatihan peternakan terpadu di Gresik dilaksanakan pada Senin dan Selasa, 27-28 September 2021 di Aula Hotel Aston Gresik diikuti oleh 31 peternak yang berasal dari 13 Desa dan Kelurahan di 9 Kecamatan. Sedangkan pelatihan di Tuban, telah dilaksanakan pada Rabu dan Kamis,15-16 September 2021 di Hotel Mustika, diikuti 45 peternak yang berasal dari 12 desa di Kecamatan Merakurak, Kerek, Semanding, dan Plumpang, Tuban.

Materi pelatihan yang diberikan diantaranya mengenai cara budidaya ternak sapi, kambing, domba dan ayam. Peserta juga diajarkan cara pengelolaan limbah peternakan sehingga bisa dimaksimalkan sebagai pupuk dan energi alternatif untuk kebutuhan rumah tangga.
Selain memberikan pemahaman tentang teori peternakan terpadu, para peserta juga diajak untuk turun langsung melihat pengelolaan peternakan terpadu di Kelompok Lembu Jaya Pangestu, Gresik. 

Sedangkan untuk pelatihan peternakan di diajak ke UPT Pembibitan Ternak (PT) dan Hijauan Makanan Ternak (HMT) Dinas Peternakan di Tuban. General Manager of CSR SIG Edy Saraya mengatakan, kegiatan ini untuk membina dan memberdayakan usaha peternakan agar lebih produktif. Tidak hanya diajarkan tentang peningkatan produktivitas ternak namun juga cara mengelola limbah ternak agar lebih bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi.

Melalui pelatihan ini diharapkan dapat melahirkan sebuah ekosistem pertanian dan peternakan terpadu. Mulai pakan ternak, hewan ternak, hingga limbah ternak bisa menjadi pupuk dan bio gas, semua bisa bermanfaat. “Mudah-mudahan ilmu ini bisa meningkatkan produktivitas usaha ternak,”kata Edy Saraya dalam siaran pers yang di terima 1minute.id pada Senin, 28 September 2021.

Trainer pelatihan dari PT Swen Inovasi Transfer Sri Wahyuni menjelaskan, usaha peternakan memiliki potensi yang besar jika dikelola dengan baik. Selama ini peternak hanya mengandalkan cara konvensional. Padahal jika dikelola dengan baik, usaha peternak dapat lebih produktif sehingga mampu menambah penghasilan bagi mereka. “Melalui pelatihan ini kami mengajak peternak lebih kreatif, inovatif dalam mengembangkan usahanya,”ujar Sri Wahyuni.

Sementara itu, Kholidah, salah satu peserta mengaku sangat senang bisa mengikuti pelatihan ini. “Banyak manfaat yang diperoleh, diantaranya lebih mengenal berbagai jenis kambing dan domba yang baik untuk dibudidayakan juga pengolahan makanan agar kambing lebih tumbuh maksimal,”ujar pemilik peternakan kambing UD Arbaii, Gresik itu.  

Selain mendapatkan tambahan ilmu, imbuhnya, pelatihan ini menjadi wadah silaturahmi bagi peternak yang ada di Gresik. ” Dari pelatihan Saya bisa silaturahmi dan menjalin sinergi sesama peternak untuk pengembangan usaha kedepan,”katanya. (yad)

Tingkatkan Produktivitas Hewan Peliharaan, SIG Berikan Pelatihan UMKM Sektor Peternakan Selengkapnya

Pertahankan Surplus Beras, Usulkan Ranperda RTRW untuk Lindungi Lahan Pertanian

GRESIK,1minute.id – Program blusukan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani untuk Sapa Petani dilakukan di Desa Turirejo, Kecamatan Kedamean pada Selasa, 28 September 2021. Desa itu, selain penghasilan padi juga bawang. Kedatangan orang nomor satu di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik itu disambut antusias oleh petani setempat. 

Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani dengan humanis menyapa mereka. Sesekali ia melambaikan tangan membalas sapaan warga setempat. Dihadapan para petani itu, mantan Ketua DPRD Gresik itu mengapresiasi kerjakeras petani sehingga Pemkab Gresik meraih penghargaan Abdi Bakti Tani dari Kementerian Pertanian. Piagam Penghargaan diberikan oleh Wakil Presiden Ma’ruf Amin di Istana Wapres di Jakarta. 

“Penghargaan Abdi Bakti Tani yang saya terima kemarin, sejatinya adalah penghargaan kepada njenengan semua. Bapak, Ibu tani di Kabupaten Gresik. Terima kasih atas upayanya dalam peningkatan produktivitas padi,”ujar Gus Yani disambut tepuk tangan petani Desa Turirejo. 

Bupati kembali menegaskan komitmen pemerintah untuk melindungi para petani. Diantaranya, bersama DPRD Gresik membuat rancangan peraturan daerah (Ranperda) Inisiasi tentang rencana tata ruang wilayah (RTRW) yang tujuannya menjaga luas lahan pertanian agar tidak semakin berkurang di Gresik. 

“Sektor pertanian ini tidak boleh diremehkan, terbukti di masa pandemi seperti saat ini, sektor pertanian adalah sektor yang bisa bertahan menembus keterbatasan yang ada,”katanya.

Sementara itu, Camat Kedamean Arifin mengatakan, Kecamatan Kedamean, salah satu lumbung padi di Gresik. Luas lahan pertanian di Kecamatan Kedamean sekitar 3.400 hektare dari 6.400 hektare luas wilayah Kecamatan Kedamean. Rata-rata hasil panen padi 6,5 ton per hektare.  “Kecamatan Kedamean merupakan salah satu daerah penopang peningkatan produktivitas padi. Surplus padi di Kabupaten Gresik,”kata Arifin. (yad)

Pertahankan Surplus Beras, Usulkan Ranperda RTRW untuk Lindungi Lahan Pertanian Selengkapnya

MUI Gresik bersama Polda Jatim Lindungi Kiai dan Umat dengan Vaksinasi plus Hadiah Paket APD

GRESIK,1minute.id – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Gresik bekerjasama Polda Jatim dan Polres Gresik menggelar vaksinasi masal di Aula Masjid Agung Maulana Malik Ibrahim Gresik pada Selasa, 28 September 2021.

Vaksinasi Mandiri itu sebagai ikhtiar lahiriyah menjaga umat mendukung upaya Pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik mempercepat terbentuknya herd immunity warga Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. 

Vaksinasi untuk para kiai, pengurus dan keluarga MUI Gresik, guru madin dan TPQ, serta para dai dan masyarakat sekitar dihadiri oleh Kabid Dokkes Kombes Pol Erwin Zainul Hakim, Dirbinmas Kombes Pol Asep Rosadi serta Kapolres Gresik AKBP Mochammad Nur Azis. Vaksin yang disuntikkan berjenis Sinovac.

Ketua MUI Gresik KH Mansoer Shodiq mengatakan, pelaksanaan vaksinasi sebagai  ikhtiar lahiriyah mencapai herd immunity. “Disamping itu, vaksinasi ini sebagai upaya menjaga umat dari serangan virus Covid-19,”ujar KH Mansoer Shodiq kepada wartawan pada Selasa, 28 September 2021.

Kabid Dokkes Kombes Pol Erwin Zainul Hakim didampingi Dirbinmas Kombes Pol Asep Rosadi serta Kapolres Gresik AKBP Mochammad Nur Azis menyatakan, pihaknya siap mendukung penuh kegiatan vaksinasi yang diselenggarakan oleh MUI Gresik. Hal tersebut sebagai wujud Polres dalam mendukung percepatan Vaksinasi dan sebagai ikhtiar melawan Covid-19.

“Ada sebanyak 2.300 peserta yang mengikuti vaksinasi. Terdiri dari para kiai dan masyarakat sekitar Kebomas. Semoga dengan terlaksana vaksinasi penyebaran virus Covid-19 segera mereda,”kata dia.

Menariknya, dalam gelaran vaksinasi, panitia juga menyediakan foto board. Para peserta yang menggungah fotonya di media sosial dengan pose terbaik akan diberi hadiah. Panitia menyediakan 10 pemenang. Hadiahnya antara lain, berupa kaos cantik dan paket APD lengkap. (yad)

MUI Gresik bersama Polda Jatim Lindungi Kiai dan Umat dengan Vaksinasi plus Hadiah Paket APD Selengkapnya

Wabup Jamin Seleksi Calon Kepala Sekolah Fair Play

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 146 guru mengikuti seleksi kepala sekolah. Rinciannya, 108 guru sekolah dasar (SD) dan 38 guru sekolah menengah pertama (SMP). Seleksi digelar di Universitas Qomarudin Bungah, Sampurnan, Desa/Kecamatan Bungah, Gresik.

Seleksi selama dua hari mulai Selasa, 28 September 2021 itu dibuka oleh Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah dengan didampingi Plt Kepala Dinas Pendidikan Gresik Hariyanto.  Aminatun Habibah meminta kepada peserta seleksi untuk semangat mengikuti tahapan seleksi ini. 

“Tentunya Anda semua sudah mempersiapkan diri sedemikian rupa untuk berlaga pada seleksi Kasek Ini. Sekarang eranya berbeda, Kami akan memilih yang terbaik dan Insya Allah yang terbaik ini akan ikut serta bersama kami untuk memajukan pendidikan di Gresik,”kata Bu Min-sapaan akrab-Aminatun Habibah serius.

Bu Min meminta agar para calon kasek ini tidak  terpengaruh dengan isu-isu yang tidak baik yang ada di luar sana. Saat ini di era Gresik baru ini kami akan berlaku adil dan fair play. “Insya Allah yang terbaik yang terseleksi dan lulus menjadi Kepala sekolah,”tegasnya. 

Sementara Plt Kadis Dinas pendidikan  Hariyanto mengatakan bahwa materi ujian seleksi Kasek selama 2 hari ini meliputi leadership, pedagogic, problem solving, rancangan anggaran pendapatan belanja sekolah (RAPBS), Pancasila dan Kewarganegaraan. (yad)

Wabup Jamin Seleksi Calon Kepala Sekolah Fair Play Selengkapnya

Nelayan Penemu Guci Diduga Dinasti Ming itu, Membantah Gunakan Jaring Trawl

GRESIK, 1minute.id – Ifan Suparno, terdakwa perkara perikanan, larangan menangkap ikan menggunakan jaring trawl kembali di sidang. Sidang lanjutan digelar di Pengadilan Negeri (PN) Gresik pemeriksaan saksi meringankan dan dilanjutkan pemeriksaan terdakwa. 

Sidang dipimpin hakim Ketua Wiwin Arodawanti digelar pada Senin, 28 September 2021. Dalam pemeriksaan terdakwa, jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri Gresik Arga Bramantyo Cahya Sahertian menanyakan kronologis kejadian sehingga terdakwa duduk di kursi pesakitan. 

Sidang itu, terdakwa Ifan Suparno, nakhoda KM Indah Jaya mengaku perjalanan pulang dari Masalembu, Bangkalan ke Paciran, Lamongan. Di tengah perjalanan, di perairan Pulau Bawean, kata Ifan, kapal mengalami kebocoran pipa.

“Sambil memperbaiki perahu, kami menangkap ikan,”dalih Ifan. Posisi kapal berada di sekitar 5 mil dari bibir pantai Pulau Bawean. Aktivitas Ifan menangkap ikan diduga menggunakan jaring trawl diketahui oleh nelayan Pulau Putri-sebutan lain-Pulau Bawean itu.

Ifan dan seluruh kru memotong jaring penangkap ikan. Ia lalu kabur. Nelayan setempat mengejar hingga akhirnya tertangkap dan diserahkan ke Polisi Air Pulau Bawean.  
“Saya lari karena takut ditangkap massa. Mereka sambil membawa parang,”dalih terdakwa kepada JPU. Usai menjawab pertanyaan JPU, giliran hakim yang bertanya.

Salah satunya yang disinggung keterangan terdakwa tidak sesuai dengan berita acara pemeriksaan (BAP) di kepolisian. Didalam berkas BAP, terdakwa mengaku jika alat tangkap yang dipakai adalah jaring trawl. Tetapi, saat dipersidangan, terdakwa membantah.

Terdakwa bersikukuh jika selama ini ia memakai alat tangkap jenis cantrang. Bukan trawl. “Dulu (saat BAP, Red) langsung tanda-tangan, tidak saya baca,”kata terdakwa Ifan Suparno. Hakim pun mematahkan pernyataan terdakwa. Majelis hakim meminta pernyataan itu dibuktikan dengan alat bukti yang dimiliki. 

“Kalau tidak ada bukti bagaimana kami tahu dan yakin kalau terdakwa menggunakan trawl atau cantrang,” ujar hakim anggota Bagus Trenggono. Sidang yang dipimpin Wiwin Arodawanti ditunda pada 4 Oktober dengan agenda tuntutan JPU.

Usai persidangan, penasehat hukum (PH) terdakwa  Fasichatus Sakdiyah mengaku akan menyiapkan bukti-bukti saat pledoi. Dia menyebut, bahwa di wilayah Brondong, Lamongan tidak ada nelayan yang memakai jaring trawl. Semuanya cantrang.

Disinggung mengenai keterangan terdakwa saat di BAP, Fasichatus Sakdiyah menyebut jika kliennya tidak memahami perbedaan jaring trawl dengan cantrang. “Seperti yang tertera di BAP poin ke 17, terdakwa mengatakan trawl tapi dalam kurung ada cantrang,” ujarnya.

Sakdiyah juga mengakui jika alat tangkap jenis trawl dan cantrang memiliki dampak yang sama terhadap kerusakan laut. Terutama pada laut yang dangkal. “Kalau dangkal tentu sama-sama akan merusak karang, tapi kalau ditengah laut kedalaman tidak apa-apa,” pungkasnya.

Seperti diberitakan Ifan Suparno ditangkap karena menangkap ikan menggunkan jaring trawl di wilayah perairan, Desa Lebak, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean pada Juni 2021 lalu. Ia didakwa dengan Pasal 85 jo Pasal  9 ayat (1) Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perubahan atas Undang – Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan.

GUCI MOTIF NAGA : Dalam penangkapan itu, nelayan menemukan guci diduga peninggalan Dinas Ming. Guci itu kini tersimpan di rumah salah satu warga di Pulau Bawean (Foto: Ist)

Dalam penangkapan ini, ditemukan dua buah guci diduga peninggalan Dinas Ming. Akan tetapi, dua guci kuno tidak masuk dalam berita acara pemeriksaan.
Menteri Kelautan dan Perikanan (MKP) Sakti Wahyu Trenggono melalui Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KP) Nomor 18 Tahun 2021 melarang penggunaan cantrang atau trawl untuk menangkap ikan.

Ketua Advokasi Kerukunan Nelayan Bawean (KNB) Baharudin mengapresiasi Polair Polres Gresik yang telah menetapkan penggunaan cantrang ke meja hijau, Pengadilan Negeri Gresik. “Pembelajaran nelayan cantramg memahami kearifan lokal. Empati kepada nelayan lokal,”tegas Baharudin. 

Dalam penangkapan itu, pegiat lingkungan di Pulau Bawean dihebohkan temuan guci diduga dari Dinasti Ming. Guci dengan ornamen gambar ular Naga ditemukan di perairan Barat Pulau Bawean. Guci tersimpan di Pulau Bawean. (yad)

Nelayan Penemu Guci Diduga Dinasti Ming itu, Membantah Gunakan Jaring Trawl Selengkapnya

Pasar Modal Indonesia dan Pemkab Gresik Kolaborasi Siapkan 51 Ribu Dosis Vaksin untuk Percepatan Herd Immunity

GRESIK,1minute.id – Ikhtiar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) melakukan percepatan pembentukan herd immunity mendapat sokongan dari Pasar Modal Indonesia. Pasar Modal Indonesia melalui Self-Regulatory Organization (SRO) terdiri dari PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kliring Penjamin Efek Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) didukung oleh Otoritas Jasa Keungan (OJK) menggelontor 51 ribu vaksin Sinovac untuk masyarakat Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik pada Senin, 27 September 2021.

Penyerahan ribuan vaksinasi dosis pertama dipusatkan Hal Parkir Selatan Kantor Bupati Gresik di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas, Gresik. Ribuan dosis vaksin itu diserahkan oleh Ketua Pelaksana HUT ke-44 Pasar Modal Indonesia Syarfuddin kepada Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani didampingi Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah.

Fandi Akhmad Yani mengatakan penanganan Covid-19 memang membutuhkan kolaborasi hebat dan juga gotong royong bersama. Kali ini, dirinya mendorong agar percepatan vaksinasi dilakukan dengan strategi yang berbeda dari sebelumnya. Vaksinasi dilakukan dengan cara masif di desa. 

“Strategi yang akan kita lakukan adalah dengan melakukan vaksinasi di desa-desa. Jadi 51 ribu dosis vaksin ini akan kami distribusikan ke desa-desa. Kita mulai bergerak ke Gresik bagian utara,”kata Gus Yani.

Pasar Modal Indonesia, imbuhnya, turut andil dalam percepatan laju vaksinasi di Gresik dengan memberikan 102 ribu jumlah total vaksin dosis 1 dan dosis 2 kepada Pemkab yang akan digunakan untuk masyarakat Gresik. Gus Yani optimis, antusias masyarakat dalam gelaran vaksinasi ini cukup tinggi. Dengan begitu, capaian herd immunity di Gresik dapat segera tercapai. 

“Kami minta para kades untuk turut aktif melakukan sosialisasi terkait dengan vaksinasi ini,”tegasnya. Pada kesempatan itu, Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani, berterima kasih kepada Pasar Modal Indonesia yang turut membantu Pemkab Gresik dan memberikan support vaksin kepada Gresik.

SIMBOLIS : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menerima penyerahan 51 ribu dosis vaksin dari Ketua Pelaksana HUT ke-44 Pasar Modal Indonesia di Gresik pada Senin, 27 September 2021 ( Foto: Humas Pemkab Gresik)

Sementara itu, Ketua Pelaksana HUT ke-44 Pasar Modal Indonesia Syarfuddin, menjelaskan bahwa vaksinasi Covid-19 merupakan salah satu hal yang diupayakan oleh Pasar Modal Indonesia untuk mewujudkan kesehatan herd immunity agar semua masyarakat dapat kembali produktif dalam kehidupan keseharian.

“Untuk mendukung dan mempercepat pemberian vaksin kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk membantu meringankan vaksin dan pelaksanaan vaksinasi, salah satunya dilakukan di kabupaten Gresik,”kata Syafruddin dalam sambutannya.

Penyerahan vaksinasi dilanjutkan dengan pemberian vaksinasi kepada masyarakat ini dihadiri Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufiq Ismail , Kapolres Gresik AKBPMuchamad NurAzis dan Plt Kepala Dinas Kesehatan Gresik dr Mukhibatul Khusnah. (yad)

Pasar Modal Indonesia dan Pemkab Gresik Kolaborasi Siapkan 51 Ribu Dosis Vaksin untuk Percepatan Herd Immunity Selengkapnya

Kahyuna, Tas Inovasi Siswa SMA Negeri 1 Gresik Memadukan Teknologi dan Batik Cocok untuk Milenial

GRESIK, 1minute.id – Sepintas tas motif batik khas Gresik ini terlihat seperti tas pada umumnya. Begitu diteliti lebih detail, tiga model tas karya inovasi Aiko Vitranty Araminta S., dan Sarasifa Mashia berbeda. Tas temuan dua siswa SMA Negeri 1 Gresik keren. Kekinian. Karena tas itu memadukan unsur teknologi dan budaya batik.

“Tas ini tetap modis buat belanja, mejeng bahkan naik gunung,”kata Kiko-panggilan-Aiko Vitranty Araminta S., kepada wartawan pada Minggu, 26 September 2021. Penasaran ? Kiko menceritakan tiga model tas motif batik itu memiliki fungsi berbeda. Ada berfungsi untuk kesehatan, traveling dan hangout di mal.

Kiko memberi label berbeda setiap model tas hasil ciptaannya. Tas Kahyuna Sehat. Tas ini didalamnya ada kotak berbahan kain aluminium foil dan teknologi UVC (sinar ultra violet) yang disalurkan ke USB layaknya kabel HP. Kemudian di alas tas tersebut diberi roda kecil, sehingga dapat ditarik seperti tas koper.

Para ibu yang biasa berbelanja di supermarket, dapat memasukkan barang-barangnya itu di tas setelah dari kasir. Kemudian ditarik menuju parkiran tanpa harus menjinjing . “Dan sesampai di rumah dapat menancapkan kabel USB yang sudah tersedia itu pada aliran listrik seperti kalau kita ngecharge HP untuk mensterilkan belanjaannya,”terangnya.

Berikutnya, Kahyuna Slim (Hasil Limbah). Tas ini cocok untuk para milenial ketika hang out ke mal. Sebab, bahannya dari  limbah konveksi denim jins. Bentuknya masih tote bag. Tetapi, bahan utama dari kain jins dan dipermanis dengan kain batik bergambar khas Gresik.

“Sama dengan tas Kahyuna Sehat, Tas Kahyuna Slim ini lebih manis jika dipakai remaja yang sangat dinamis dan tentu saja lebih murah,”sela Sarasifa Mashia, rekan Kiko.
Model tas ketiga adalah tas Kahyuna Amarta. Bentuknya tas ransel. Bedanya, jika desain ransel, kotak strerilisasi dari kain aluminium foil berada di bawah dan bisa dibuka dengan membuka ritslitingnya. Tetapi kalau Tas Kahyuna berada di dalam tasnya. “Tas ini cocok untuk traveling atau naik gunung,”tegasnya. 

Bagaimana awal mula gagasan itu muncul ? Kiko mengatakan, awal penemuan tas trendy berawal dari keisengan mengutak-atik tote bag atau tas kasual agar mempunyai manfaat lebih, multifungsi. Untuk mempercantik tampilan menggunakan motif batik.

“Kami menggunakan motif batik khas Gresik,”terangnya. 
Untuk memasarkan produk Inovasi ini, ia menggunakan media sosial dan menitipkan di beberapa toko. “Alhamdulillah, ternyata sambutan masyarakat positif.  Banyak yang order, baik lewat platform medsos, maupun menghubungi kami langsung untuk ke 3 model tas tersebut,”kata Mashia.  (yad)

Kahyuna, Tas Inovasi Siswa SMA Negeri 1 Gresik Memadukan Teknologi dan Batik Cocok untuk Milenial Selengkapnya