GRESIK,1minute.id – Ide anyar bermunculan ketika Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah melakukan kunjungan kerja di hari pertama ke Pulau Bawean pada Selasa, 8 Juni 2021.
Ketika melaunching transportasi umum dan perahu penyeberangan ke Gili Noko gratis di Dermaga Pelabuhan Sangkapura muncul gagasan mendorong pelajar Kota Santri melakukan studi tour ke Pulau Bawean. Pulau yang memiliki banyak keberagaman budaya dan keindahan alamnya ini.
Ide anyar lainnya, mewacanakan organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkab Gresik melakukan Work form Bawean (WfB) bergilir. Gagasan itu menvuat dalam Rembuk Akur bertajuk Silaturahmi bersama ulama, kiai dan tokoh agama di Pesanggrahan Kecamatan Sangkapura pada Selasa malam, 8 Juni 2021.
Semua ide itu muaranya untuk mengungkit pariwisata, pemerataan ekonomi dan pelayanan pemerintah di Gresik dan dan di Pulau Putri-sebutan lain-Pulau Bawean itu.
Bupati Fandi Akhmad Yani mengungkapkan, ada tiga hal utama yang dibutuhkan masyarakat berada di jarak 80 mil laut dari pusat pemerintahan Gresik itu. Tiga persoalan itu adalah transportasi, kesehatan dan pendidikan. Kehadiran organisasi perangkat daerah (OPD) melakukan Work from Bawean (WfB) untuk mengetahui dan memecahkan persoalan yang ada di Pulau Bawean.
OPD perlu melakukan WfB secara bergilir. Disamping itu, kebijakan di daratan harus bisa dilakukan di kepulauan Bawean. Ia mencontohkan persoalan penerangan, Dinas Perhubungan perlu dibenahi jalur lingkar Bawean. Kemudian terkait sekolah, Dispendik apa yang perlu dibenahi segera diselesaikan. Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) sudah rampung, tinggal di launching.
“Sehingga kita tahu persoalan yang belum terselesaikan di bawah, Bupati tidak bisa dikantor terus, seperti saat ini bertemu kiai tokoh masyarakat rembuk akur terus berjalan. Kita bisa urai persoalan yang belum terselesaikan. Memberikan keadilan di daratan dan di Pulau Bawean,”kata mantan Ketua DPRD Gresik itu.
Gus Yani mengakui gagasan WfB muncul bermula dari gagasan Menko Maririm Luhut Binsar Pandjaitan karena kondisi pariwista di Bali lumpuh. Para pengusaha di bidang pariwisata terdampak, seperti hotel dan lain sebagainya.
“Usulan ini cocok, kunker digilir, ada sistem, ada regulasi bagian tugas pemerintah. Sebagai regulasi, maka butuh satu treatmen manajemen mudah-mudahan pulang kita bawa ciptakan pemerintahan yang adil dan merata,” paparnya. (yad)
GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani meletakkan batu pertama pembangunan masjid Assholihien di Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Gresik.
Peletakan batu pertama dalam rangkaian kunjungann kerja bersama Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah ini diawali dengan tradisi budaya, tari Pencak Pendekar Bawean.
Dalam sambutannya, Bupati Fandi Akhmad Yanii mengatakan peresmian masjid Assholihien menjadi amal baik. “Semoga penuh keberkahan mudah-mudahan kita bisa merasakan sebagai manusia bermanfaat. Karena manusia meninggalkan,”harap Gus Yani.
Ketua Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik Taufiqullah A. Ahmady mengatakan, peletakan batu pertama pembangunan masjid ini untuk pengembangan pendidikan. Dia mengungkapkan, Gresik sebagai pusat sekolah unggulan secara nasional akan ditularkan di Pulau Bawean.
“Keinginan kita mendirikan sekolah unggulan di Gresik kita tularkan ke Sangkapura,”kata Taufiqullah. Ia berharap peletakan batu pertama dilakukan oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani ini menuju awal kelancaran pembangunan gedung ini.
“Mudah-mudahan peletakan batu pertama menjadi mudah menuju kelancaran gedung mendukung kegiatan pendidikan di lingkungan kita,” terangnya. (yad)
GRESIK,1minute.id – Bupati dan Wakil Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah melaunching angkutan umum perintis di Pulau Bawean, Gresik pada Selasa, 8 Juni 2021.
Ada dua angkutan yang diperuntukan kepada masyarakat Pulau Putri-julukan lain-Pulau Bawean. Dua unit kendaraan itu berjenis minibus Damri yang beroperasi Sangkapura – Tambak. Kemudian, transportasi penyeberangan ke Gili Noko.
Ini bentuk komitmen pemerintah bahwa kebijakan dan pelayanan tidak tersentralisasi pada wilayah daratan saja. Tapi, merata sampai ke Pulau Bawean. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, transportasi tersebut untuk mempermudah aktifitas masyarakat di pulau berjarak 80 mil laut dari pusat pemeritahan kabupaten Gresik.
“Mudah-mudahan dua kendaraan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat Bawean. Sehingga berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat,”ujar Gus Yani-panggilan akrab-Fandi Akhmad Yani dalam kunjungan kerja kali pertama di Pulau Bawean pada Selasa,8 Juni 2021. Rencananya kunjungan kerja ini selama 3 hari.
Gus Yani menyebut, Pulau Bawean memiliki alam yang indah dan mempesona. Tidak kalah dari destinasi wisata di Kota/kabupaten lain di Indonesia. Sebagai anak muda, keindahan pulau Bawean harus dikenalkan kepada seluruh masyarakat.
PENCAK SILAT : Kesenian tradisional pencak silat ini ditampilkan untuk menyambut tamu istimewa, Bupati-Wabup, Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah di Pulau Bawean pada Selasa, 8 Juni 2021 (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)
“Tadi ada usulan yang cukup bagus, siswa di Gresik kalau studi tour tidak perlu ke tempat lain. Cukup di Pulau Bawean,”katanya. “Harus diawali oleh masyarakatnya sendiri. Memperkenalkan kepada seluruh lapisan masyarakat di penjuru Indonesia sampai mancanegara. Pulau Bawean sangat istimewa, makanya, harus dijaga dan dirawat dengan baik. Melalui inovasi dan kreatifitas,”pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Gresik Nanang Setiawan mengatakan, launching angkutan umum perintis Sangkapuran – Tambak ini untuk memenuhi transportasi masyarakat Bawean.
Trasnportasi ini akan beroperasi selama 30 hari kedepan. Setiap hari dua kendaraan yang beroperasi keliling Pulau Putri tersebut. “Untuk transportasi penyeberangan Gili Noko juga PP setiap hari yang berlangsung selama 30 hari juga,”ujar Nanang.
Pihaknya berharap, keberadaan transportasi ini dapat memudahkan masyarakat dalam beraktifitas sehari-hari. Juga, meningkatkan perekonomian warga Bawean. (yad)
GRESIK,1minute.id – Pagebluk corona belum ada tanda-tanda berakhir. Setiap hari selalu ada penambahan kasus dan sembuh baru. Sinergitas semua elemen masyarakat diperlukan untuk menghambar persebaran wabah berawal dari Wuhan, Tiongkok itu.
Seperti yang dilakukan sejumlah tenaga kesehatan (nakes) di Puskesman Alun-alun Gresik pada Senin, 7 Juni 2021. Nakes Puskesmas Alun-alun Gresik bersama anggota Koramil, Polsek dan Trantib Kecamatan Gresik naik mobil pikap menggunakan pengeras suara mengajak masyarakat untuk vaksinasi.
Mereka tidak hanya membawa pengeras suara. Juga membentangkan bener, poster yang isinya mengajak masyarakat untuk vaksinasi. Serta atribut menyerupai suntik vaksin. Mereka keliling Kota Gresik, berangkat dan finish dari Puskesmas Alun-alun Gresik. Kemudian keliling menuju Jalan Pahlawan, Panglima Sudirman – Kapten Dulasim – Amak Kasim – Harun Thohir dan Pelabuhan Gresik.
Neneng Rahayu, salah satu nakes Puskesmas Alun Alun Gresik mengatakan kegiatan bersama 3 pilar untuk sosialisasi vaksin Covid- 19. “Kegiatan ini bertujuan agar masyarakat mau berbondong bondon vaksin ke Balai Desa, Balai Kelurahan, maupun ke Puskesmas terdekat,”ujar perempuan 40 tahun yang juga koordinator aksi sosialisasi vaksinasi Covid-19 pada Senin, 7 Juni 2021.
Neneng melanjutkan, ia dan temannya terpanggil turun langsung untuk menepis kabar hoax yang beredar di masyarakat mengenai vaksin agar masyarakat percaya akan manfaat untuk mencegah penularan Covid-19. “Kendalanya memang seperti itu, karena itu kita harus terjun langsung ke lapangan sosialisasi, karena banyak masyarakat yang masih galau terkait vaksinasi atau pun efek dari vaksinasi itu seperti apa,” terangnya. (yad)
GRESIK,1minute.id – Narapidana penghuni Blok D di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Gresik kelabakan pada Senin, 7 Juni 2021. Sebab, petugas keamanan rutan berlokasi di Jalan Raya Banjarsari, Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme, Gresik melakukan penggeledahan barang bawaan warga binaan yang sedang menjalani masa tahanan.
Dalam instagram @rutangresik disebutkan pengeledahan dipimpin oleh Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan ( Ka.KPR) Kelas II B Zulfikar Dyabir itu untuk pencegahan dini masuk barang terlarang di rutan. Penggeledahan itu dilakukan rutin merujuk arahan Dirjen Pemasyarakatan Kemenkum dan HAM.
Penggeledan barang bawaan binaan ini difokuskan di Blok D. Yakni, D 1, 2, 3 dan D 4 atas. Blok D ini khusus untuk narapidana terbelit perkara hukum antara lain, narkoba, curanmor dan lainnya.
GELEDAH BAWAAN NAPI : Petugas keamanan rutan melakukan penggeledahan barang bawaan narapida di Rutan Kelas II B Gresik dan menemukan 9 ponsel , charger dan barang terlarang lainnya (foto : ist)
Penggeledahan ini guna meminimalisir barang-barang yang dilarang masuk atau lebih tepatnya Zero Halinar (Handphone, Pungli, Narkoba). Dalam penggeledahan itu, petugas menemukan sembilan unit telepon genggam, charger, botol kaca dan lainnya.
Diketahui, larangan menggunakan alat elektronik berupa handphone diatur dalam Pasal 4 huruf J Permenkumham 6/2013 yang selengkapnya berbunyi setiap narapidana dilarang memiliki, membawa dan atau menggunakan alat elektronik, seperti laptop atau komputer, kamera, alat perekam, telepon genggam, pager, dan sejenisnya.
Adapun sanksi yang dapat dijatuhkan terhadap setiap Narapidana yang diketahui memiliki, membawa, dan/atau menggunakan handphone diatur dalam Pasal 10 ayat (3) huruf f Permenkumham 6/2013 yang selengkapnya berbunyi narapidana dan tahanan dijatuhi hukuman Disiplin tingkat berat jika melakukan pelanggaran.
Kepala Sub Seksi (Kasubsi) Pelayanan Tahanan Rutan Gresik Anis Handoyo ketika dikonfirmasi mengaku belum mendapatkan kabar kegiatan penggeledahan barang bawaan anak binaannya. “Mungkin ada, Saya tidak monitor tadi saya ada di Surabaya,”kata Anis pada 1minute.id pada Senin, 7 Juni 2021. (yad)
GRESIK,1minute.id – Fenomena menarik di Kabupaten Gresik, Jatim belakangan ini. Pasangan nikah siri berbondong-bondong mengajukan permhonan kartu keluar (KK) di Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Gresik.
Sebagian besar pemohon itu telah memiliki anak dari pernikahan siri mereka. Data yang di dapat 1minute.id mulai Januari hingga Mei 2021 tercatat 643 pasangan nikah siri mengajukan permohonan dan mendapatkan KK. Diperkirakan jumlah pasangan nikah siri yang belum mendapatkan KK ini lebih banyak. Bagai sebuah fonomena gunung es.
Kepala Disdukcapil Gresik Khusaini membenarkan ada fonomena pasangan nikah siri yang mengajukan permohonan KK itu. “Sebagian besar mereka adalah pasangan nikah siri dari ekomoni kurang mampu. Dan, mereka telah memiliki anak dari pernikahan siri itu,”kata Khusaini ditemui di kantornya di Jalan KH Wachid Hasyim, Gresik pada Senin, 7 Juni 2021.
Nikah siri atau nikah di bawah tangan adalah sebuah pernikahan yang tidak dicatat di Kantor Urusan Agama. Masif pasangan nikah siri yang telah memiliki anak mengajukan permohonan kartu keluarga (KK) karena gencarnya sosialisasi yang dilakukan disdukcapil Gresik ke lapisan grassroot yakni pedesaan. “Tujuan kami untuk melindungi anak dan ibu pasangan siri,”ujar mantan Kepala Kesra Pemkab Gresik itu.
Dia mencontohkan, berdasarkan undang-undang administrasi kependudukan semua warga negara harus memiliki nomor induk kependudukan (NIK). Berdasarkan NIK ini, mereka bisa mendapatkan akses pendidikan atau kesehatan. Ketika anak hendak masuk sekolah harus memiliki KK dan nomor induk anak (KIA).
Kartu Identitas Anak atau KIA merupakan kartu yang diberikan kepada anak-anak yang berumur 0-17 tahun dengan bentuk seperti KTP. Kartu KIA berwarna pink. Tujuan diterbitkannya Kartu Identitas Anak adalah untuk meningkatkan pendataan, perlindungan dan pelayanan publik serta sebagai upaya memberikan perlindungan dan pemenuhan hak konstitusional warga negara.
“Tujuan kami, semata-mata melindungi hak anak dan ibu pasangan siri ini,”tegasnya lagi. Pasangan nikah siri bisa mendapatkan kartu keluarga (KK) dengan cara membuat surat pernyataan tanggungjawab mutlak perkawinan atau perceraian dan ditandatangani dua orang saksi.
Form pengisian telah disiapkan oleh Disdukcapil Gresik merujuk pada undang-undang (UU) nomor 23/2013 tentang administrasi kependudukan (Adminduk). “Tapi, dalam KK itu ada keterangan belum menikah di kantor urusan agama (KUA),”kata Khusaini.
Pasangan nikah siri bisa mendapatkan pengakuan negara bila meminta penetapan dari Kantor Pengadilan Agama (PA). Selanjutnya, pasangan mengurus ke kantor urusan agama (KUA) dibuatkan buku nikah. (yad)
GRESIK,1minute.id – Dua kecamatan di Pulau Bawean yakni Sangkapura dan Tambak penyumbang terkecil persebaran virus corona di Gresik. Pagebluk memasuki tahun kedua ini, di dua kecamatan berjarak 80 mil laut dari pusat pemerintahan Gresik itu “hanya” tercatat masing-masing 15 dan 6 kasus konfirmasi per Minggu, 6 Juni 2021.
Sinergitas dan kerja keras aparat di pulau terluar berjuluk Pulau Putri patut diapreasiasi. Apalagi sosialisasi kepada masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan seakan tidak pernah lelah dilakukan petugas gabungan dari TNI, Polri dan trantib disana.
Diantaranya, dilakukan oleh anggota Polsek, Koramil dan Trantib Sangkapura kepada penumpang kapal cepat, Ekspres Bahari 6F di Dermaga Sangkapura pada Minggu pagi, 6 Juni 2021. Petugas terus menghimbau memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, memakai, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan membatasi mobilitas.
Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui Kapolsek Sangkapura Iptu Sujai mengatakan, himbauan dilakukan sebagai ikhtiar memutus rantai penyebaran virus corona. “Optimis pandemi ini akan segera berlalu, dengan bersama kita meningkatkan disiplin mematuhi protokol kesehatan,”kata Sujai.
Sementara itu, update data Satgas Covid-19 Gresik per Minggu, 4 Juni 2021 mencatat ada pertambahan empat kasus baru sehingga menjadi 5.660 kasus. Kasus sembuh juga bertambah empat menjadi 5.256 kasus. Sedangkan, isolasi dan meninggal dunia, masing-masing 48 dan 356 orang.
Berdasarkan data persebaran kasus, lima kecamatan terbesar belum bergeser sejak awal pandemi pada Maret 2020 itu. Lima penyumbang kasus konfirmasi tertinggi adalah kecamatan Manyar 1.027 kasus ; Kebomas (927) ; Gresik (658) ; Driyorejo (596) dan Menganti (569).
Sedangkan, lima kecamatan penyumbang kasus terkecil adalah Tambak 6 kasus ; Sangkapura (15) ; Dukun (91) ; Kedamean (96) dan Panceng (127). (yad)
GRESIK,1minute.id – Kabar gembira bagi guru, tenaga kependidikan non PNS dan marbut (penjaga masjid) di Gresik. Bila tidak aral melintang pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik akan mencairkan bantuan pada Senin besok, 7 Juni 2021.
Anggaran bantuan kepada 24.404 penerima manfaat itu telah meja badan pendapatan, penggelolaan keuangan dan aset daerah (BPPKAD) Gresik.
“Sekarang tinggal proses pencairan di BPPKAD. Semoga, Senin besok anggaran bisa dicairkan,”kata Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Gresik Setot Supriyohadi dikonfirmasi telepon genggamnya pada Minggu, 6 Juni 2021.
Sentot mengatakan proses bantuan itu butuh waktu lumayan panjang. Antara peraturan bupati (Perbup), konsultasi ke pemprov Jatim kemudian penetapan calon penerima manfaat oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani.
Sebelum penetapan calon penerima manfaat dilakukan verifikasi sehingga bantuan yang bakal disalurkan itu tepat sasaran. “Jadi, setelah ada penetapan dari Pak Bupati, tinggal proses pencarian,”ujar Sentot.
Proses pencairan bantuan ini, kata Sentot, dilakukan setelah anggaran dari BPPKAD masuk ke rekening Dinsos. Selanjutnya, pencairan akan dilakukan oleh petugas dinas sosial melalui kecamatan masing-masing kepada penerima manfaat. “Pencairan kepada penerima dilakukan secara tunai. Nominalnya Rp 200 ribu,”katanya. Pemkab Gresik mengalokasikan melalui APBD Gresik 2021 sebesar Rp 5,3 miliar.
Seperti diberitakan, memasuki hari ke-73 Bupati dan Wakil Bupati Gresik tepatnya 11 Mei 2021 merealisasikan bantuan kepada guru non PNS, TPQ, Marbot, dan tenaga kependidikan lain misalnya staf TU di sekolah, tukang kebun, tukang bersih-bersih dan lainnya. Pencairan dilakukan setelah lebaran karena harus melalui tahapan pemrosesan. (yad)
GRESIK,1minute.id – Koleksi motif batik khas Gresik bertambah. Sebelumnya ada motif batik Sisik Bandeng , Damarkurung, Ndulit. Dan, BatikPamiloto Ceplokan.
Motif batik terakhir, Pamiloto Ceplokan ini ditetapkan sebagai pakaian khas Gresik melalui hak paten yang diterbitkan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) RI Nomor D002017004963, tertanggal 31 Januari 2017.
Ajang Anugerah Wisata Gresik (AWG) 2021 di halaman Kantor Bupati Gresik pada Jumat, 4 Juni 2021 memilih tiga dari puluhan motif batik sarung khas Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik sebagai pemenang. Untuk kali pertama Kabupaten Gresik yang memasuki 47 tahun memiliki sarung batik khas Gresik.
PRASASTI MEMBATIK : Ketua Dekranasda Gresik Nurul Haromaini menggoreskan canting ke kain sebagai penanda Launching Sarung Batik Khas Gresik dengan disaksikan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Dirut Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo dalam Anugerah Wisata Gresik 2021 di halaman Kantor Bupati pada Jumat, 4 Juni 2021 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)
“Dalam AWG kali pertama, saya dan Gus Yani (Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani,Red) memakai sarung tenun dari Cerme yang di modifikasi sebagai busana,”kata Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah ditemui usai pelepasan ekspor perdana kacang hijau ke Filipina di Desa Metatu, Kecamatan Benjeng, Gresik pada Sabtu, 5 Juni 2021.
Bu Min-begitu sapaan- wabup perempuan pertama di Kota Santri ini mengatakan, pihaknya terus mendorong masyarakat untuk berinovasi menciptakan motif batik khas Gresik lainnya. Bisa motif khas desa di kecamatan masing-masing.
PEMENANG LOMBA : Tiga motif sarung batik khas Gresik ditetapkan sebagai pemenang lomba yang.diumumkan pada Anugerah Wisata Gresik 2021 di halaman kantor Bupati pada Jumat, 4 Juni 2021 (foto : ist)
“Karena saya dan bapak bupati berusaha menggerakkan semua UMKM. ASN bebas memakai batik motif apa saja. Asalkan hasil dari UMKM asal Gresik,”kata Bu Min. Lomba Sarung Batik Khas Gresik ini diprakarsai Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Gresik diketuai Nurul Haromaini Akhmad Yani. (yad)
PEMERINTAH Kabupaten Gresik menggelar Anugerah Wisata Gresik 2021. Event kali pertama dan terbesar itu bagian dari Program Nawa Karsa 99 Hari pertama masa kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah.
Data Dinas Periwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Gresik, saat ini memiliki 128 daya tarik wisata dengan didukung oleh 51 kelompok sadar wiasata (pokdarwis) dan 6 desa wisata. Ada tiga kategori yang ditetapkan panitia yakni wisata alam, budaya dan buatan.
Dalam AWG dihelat halaman Kantor Bupati Gresik pada Jumat malam, 4 Juni 2021 untuk kategori wisata alam diraih Eduwisata Mangrove Hijau Daun Sangkapura di Desa Daun, Kecamatan Sangkapura. Kemudian, ketegori wisata buatan Selo Tirta Giri (Setigi) di Desa Sekapuk, Kecamatan Ujungpangkah dan wisata budaya adalah wisata religi Sunan Giri.
Yuk, kita simak hasil liputan chusnul cahyadi, wartawan 1minute.id juga penulis buku Grissee Kota Bandar tentang objek wisata para jawara Anugerah Wisata Gresik 2021.
1. Ekowisata Edukasi Mangrove Daun Hijau Sangkapura
Ekowisata Mangrove Daun Hijau Sangkapura, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Gresik pada Agustus 2017 (foto : chusnul cahyadi)
Dalam buku Grissee Kota Bandar ada dua cara bagi wisatawan untuk bisa mencapai bibir pantai tempat konservasi mangrove yang dikembangkan Pokwasmas Hijau Daun. Wisatawan bisa berjalan kaki sejauh sekitar 2 kilometer mengitari pantai.
Pemandangan alam nan indah ditambah area pertanian yang subur begitu menyejukkan mata. Bisa pula naik ojek yang disediakan pengurus pokwasmas di gerbang masuk dusun. Menyusuri jalan setepak berkonstruksi cor selebar 50 sentimeter.
Hanya cukup untuk satu kendaraan roda dua alias motor. Lalu, naik jhukung dengan membayar cukup murah. Yakni Rp 25 ribu per orang. ‘’Mereka dapat dua pohon dan harus ditanam di sini,”ujar Subhan pada 18 Agustus 2017.
JHUNGKUNG : Wisatawan menyusuri kawasan ekowisata Mangrove Daun Hijau Sangkapura bisa naik perahu bersayap (Jhungkung) pada Agustus 2017 (foto : chusnul cahyadi)
Pengelolaan ekowisata hutan mangrove mengangkat Pokwasmas Hijau Daun menjadi yang terbaik di Jatim dalam pengelolaan lingkungan. Mereka pun berhak menjadi Duta Jatim ke tingkat nasional pada 2017. Untuk membuat hutan mangrove itu.
Tidak semuda membalik telapak tangan. Butuh waktu 12 tahun pokwanas untuk mewujudkan. Kerja keras dan tekad menyelamatkan lingkungan itu setelah melihat puluhan hektare sawah terendam air laut. Ratusan petani gagal panen. Luas area pertanian yang tergerus abrasi dan terendam air laut diperkirakan mencapai 35 hektare.
2 . Wisata Religi Sunan Giri
ZIARAH : (ki-ka) Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail, Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto dan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani berziarah ke makam Sunan Giri dalam rangkaian HUT Pemkab dan Hari Jadi Kota Gresik pada 8 Maret 2021 ( foto : chusnul cahyadi)
Melansir dari Wikipedia Sunan Giri, salah satu wali songo. Penyebar agama Islam di Indonesia. Sunan Giri adalah nama salah seorang Walisongo dan pendiri kerajaan Giri Kedaton, yang berkedudukan di daerah Gresik, Jawa Timur.
Sunan Giri membangun Giri Kedaton sebagai pusat penyebaran agama Islam di Jawa, yang pengaruhnya bahkan sampai ke Madura, Lombok, Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku.
Sunan Giri lahir di Blambangan pada 1442 M dan wafat di Bukit Giri, Desa Giri, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik pada 1506 masehi. Sunan Giri bernama lengkap Muhammad Ainul Yakin ini adalah anak dari Maulana Ishak dengan Dewi Sekardadu kemudian diasuh Nyai Gede atau Ageng Pinatih, syahbandar perempuan pertama di Gresik.
LENGGANG : Sebelum pandemi corona destinasi wisata religi Sunan Giri nyaris tidak pernah sepi. Peziarah mengalir non stop. Pagebluk corona dilakukan pembatasan ketat kepada peziarah sehingga terasa lenggang pada 6 Mei 2021 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)
Sunan Giri memiliki anak diantaranya, Sunan Kulon, Sunan Dalem, Sunan Kidul, Sunan Tegalwangi, Ratu Gede Kukusan , dan Sunan Weruju. Sunan Giri bergelar Prabu Satmata dan dijuluk Joko Samudro.
Sebelum pandemi corona, jutaan peziarah dari Indonesia hingga wisatawan luar negeri berkunjung untuk ngalap berkah ke Sunan Giri yang makamnya berada dalam Kompleks Masjid Sunan Giri.
Wisatawan yang mau berziarah ke makam Sunan Giri melalui tangga atau melewati jalan perkampungan yang berdekatan dengan makam Sunan Prapen.
3. Wisata Selo Tirta Giri
JEMBATAN PERADAPAN : Lokasi ini jujugan wisatawan ketika berkunjung ke wisata Setigi karena dianggap instagramable pada Mei 2021 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)
SELO (Batu) , Tirta (Air) dan Giri (Bukit) berdiri diatas bekas Galian C di Desa Sekapuk, Kecamatan Ujungpangkah. Luasnya sekitar 4,6 hektare. Wisatawan datang tidak dalam negeri.
Wisatawan mancanegara juga ada. Mereka ini terpesona melihat bukit-bukit kapur yang megah. Dindingnya menyajikan lekuk-lekuk eksotis bak ukiran batu kapur. Sedangkan, wisatawan domestik (wisdom) memilih tempat yang instagramable. Antara lain, Jembatan Peradaban, Rumah ada Papua serta lainnya.
INSTAGRAMABLE : Salah satu spot foto bagi wisatawan di Setigi pada Mei 2021 (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)
Kini, destinasi Setigi menyediakan tempat pemandian khusus kaum emak-emak. Pemandian itu bernama Kolam Banyu Gentong. Pemandian bernuansa Islami itu diklaim kali pertama di Indonesia. Pemandian yang diperuntukkan khusus kaum hawa ini dibangun di dalam Goa Angin-angin dikelilingi bebatuan alami dengan kerlip lampu warna warni.
Pengunjung bakal merasakan kesegaran yang luar biasa seperti mandinya putri raja. Pengunjung bisa leluasa berendam dengan nyaman bak pemandian bidadari. (*)