Kini, Wisata Setigi Memiliki Pemandian Khusus Perempuan Hijab

GRESIK,1minute.id – Destinasi Selo Tirta Giri (Setigi) berusaha memanjakan para wisatawan. Teranyar, wisata bekas tambang kapur di Desa Sekapuk, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik itu menyediakan tempat pemandian khusus kaum emak-emak.

Pemandian itu bernama Kolam Banyu Gentong. Pemandian bernuansa Islami itu diklaim kali pertama di Indonesia. Pemandian yang diperuntukkan khusus kaum hawa ini dibangun di dalam Goa Angin-angin dikelilingi bebatuan alami dengan kerlip lampu warna warni.

Pengunjung bakal merasakan kesegaran yang luar biasa seperti mandinya putri raja. Pengunjung bisa leluasa berendam dengan nyaman bak pemandian bidadari. 

Kepala Desa Sekapuk Abdul Halim mengatakan, wisata Setigi terus berusaha memberikan pelayanan terbaik bagi pengunjung. Kali ini, pengelola menghadirkan kolam pemandian khusus perempuan berhijab.

“Hari ini, kami luncurkan wahana wisata halal menyambut bulan suci, Ramadan, yakni Pemandian Hijaber,”kata Abdul Halim pada Senin, 22 Maret 2021.

“Kami ingin, wisata Setigi juga menjadi wisata dakwah dengan menghadirkan pemandian Syariah. Hanya perempuan berhijab yang bisa menikmati Pemandian hijaber. Dengan begitu, bagi perempuan yang belum berhijab bisa tergerak hatinya untuk berhijab,”imbuh Abdul Halim.

Kades Abdul Halim menambahkan untuk bisa menikmati wahana wisata halal yang eksotis dan eksklusif ini, pengunjung hanya membayar Rp 10 ribu dan selanjutnya mereka bisa berendam dan berenang dengan nyaman dan santai. “Karena masih masa pandemi, jumlah pengunjung dibatasi beberapa orang saja,”tegasnya. (*)

Kini, Wisata Setigi Memiliki Pemandian Khusus Perempuan Hijab Selengkapnya

Bagikan Ribuan Paket Sembako, Berikutnya Normalisasi Kali Lamong

GRESIK,1minute.id – Banjir luapan Kali Lamong berangsur surut. Masyarakat terdampak banjir hanya berdoa Kali Lamong tidak meluap lagi untuk kali kelima di awal tahun ini.

Kondisi yang dialami masyarakat desa terdampak banjir tahunan menjadi perhatian pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik. Kini, giliran Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah turun mendatangi masyarakat.

Ada dua desa yang disambangi Bu Min-sapaan-Aminatun Habibah bersama Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik Tarso Sagito pada Senin, 22 Maret 202q.
Dua desa itu, adalah Bulurejo, Kecamatan Benjeng dan Iker-ikergeger, Kecamatan Cerme. Di dua desa itu, Bu Min membagikan sembako secara simbolis. 

“Paket bantuan kepada korban banjir ini kami bagikan simbolis agar tidak terjadi kerumunan,”ujar Bu Min. Untuk warga Desa Iker-ikergeger , pemkab mengalokasikan 350 paket sembako. Sedangkan, warga Desa Bulurejo mendapatkan 1.052 paket sembako.

Paket sembako itu, diharapkan bisa meringankan warga terdampak banjir Kali Lamong. Bu Min mengatakan, dirinya bersama Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani sedanv berupaya melakukan penanganan banjir tahunan itu.

“Saat ini kami tengah berupaya untuk membebaskan lahan di sekitar Kali Lamong. Upaya itu demi melakukan normalisasi sehingga warga Gresik bisa terbebas dari banjir tahunan akibat meluapnya Kali Lamong,”kata Bu Min. 

Seperti diberitakan, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani berencana melakukan normalisasi Kali Lamong pada musim kemarau tahun ini.

Diperkirakan mulai April 2021. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengalokasikan anggaran sekitar Rp 100 miliar. Sedangkan, pemkab Gresik menyediakan anggaran untuk pembebasan lahan. (*)

Bagikan Ribuan Paket Sembako, Berikutnya Normalisasi Kali Lamong Selengkapnya

Bayi Lahir, Pulang Bawa Akta Kelahiran, BPS Mencatat ada 20.946 Bayi Lahir

GRESIK,1minute.id – Satu lagi terobosan anyar pelayanan publik, program 99 hari kerja pasangan Bupati-Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani dan Aminatun Habibah terealisasi pada Senin, 22 Maret 2021.

Program pelayanan publik di bidang administrasi kependudukan itu bertajuk “Lahir Pulang Bawa Akte”.

Pemkab Gresik memberikan pelayanan dan kemudahan kepada masyarakat untuk memperoleh akta kelahiran bagi orang tua yang baru melahirkan di 32 puskesmas atau 21 rumah sakit di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. 

Sebelum resmi dilaksanakan, 21 rumah sakit dan 32 puskesmas tersebut melakukan penandatanganan MoU dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) serta Dinas Kesehatan Gresik di ruang Mandala Bhakti Praja lantai IV Kantor Bupati Gresik di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas, Gresik.

Penandatanganan MoU tersebut disaksikan Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah. Wabup Gresik Aminatun Habibah mengatakan pemerintah fokus memperbaiki dan menpercepatan pelayanan kepada masyarakat. Pemerintah berusaha terus hadir dan dekat kepada masyarakat dalam memberikan pelayanan publik.

“Program ini memberikan kemudahan dalam mengurus akta kelahiran. Masyarakat tak perlu lagi khawatir dan repot dalam mengurus akta anaknya. Ibu baru melahirkan, ketika pulang sudah bisa bawa pulang akta kelahiran buah hatinya,”kata Bu Min-sapaan-Aminatun Habibah.

Bu Min berharap kepada orang tua yang akan melahirkan sudah mempersiapkan nama calon bayinya. Sehingga dalam prosesnya tidak terlalu memakan waktu lama untuk mencetak akta kelahiran buah hatinya. 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Gresik pada 2019 tercatat 20.946 bayi lahir. Bila di rata-rata ada 1.746 bayi lahir per bulan. (*)

Bayi Lahir, Pulang Bawa Akta Kelahiran, BPS Mencatat ada 20.946 Bayi Lahir Selengkapnya

Melongok Kawasan Bukit Pucem yang Longsor, Pemilik Kafe Seakan Berlomba Tawarkan View Gresik Kota Bandar

GRESIK,1minute.id – Puluhan kafe berdiri di kawasan Bukit Putri Cempo (Pucem). Sebelum tahun 2000-an kawasan berada di Desa Ngargosari, Kecamatan Kebomas, Gresik menjadi tempat wisata religi ke makam Putri Cempo dan Sayyid Abdurahman, Paman Sunan Giri. Kawasan itu hanya ramai hari tertentu.

Kini, berubah 180 derajat celsius. Kawasan itu, ramai setiap hari. Siang hingga malam hari. Mereka yang datang mayoritas bukan lagi untuk berselancar rohani, bermunajat kepada sang Khaliq.  Tapi, berselancar dunia maya dan berswafoto. Pengunjung lainnya bisa menikmati pemandangan Kota Gresik dari atas bukit itu.

Sekitar 23 kafe berdiri di kawasan Pucem itu. Rata-rata bangunan kafenya menjulang. Pemilik kafe seakan berlomba menawarkan view Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik yang ciamik.

Pada Siang hari terlihat hamparan lautan dengan kapal berderet seperti sedang menunggu giliran labuh atau sandar di kawasan Gresik Kota Bandar (Pelabuhan). Bila malam hari, gemerlap lampu dan asap cerobong pabrik seakan menambah suasana berbeda.

Bukit Pucem menjadi tempat alternatif bagi para milenial hingga emak-emak untuk melepas penat setelah seharian berkutat dengan aktivitas rutin.

“Suasana mirip di Batu, Malang,”ujar Zainuri, salah seorang pengunjung kafe di kawasan Pucem ditemui 1minute.id pada Minggu, 21 Maret 2021. Remaja 18 tahun itu bersama tiga orang temannya. Langit Gresik juga sedang mendung. “Lagi, santai saja karena hari libur,”imbuh remaja asal Kecamatan Bungah, Gresik itu.

Kondisi Bukit Pucem yang mengalami longsor cukup parah tidak membuat pengunjung waswas. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani turun gunung ikut merayu masyarakat antara lain keluarga juru kunci makam Putri Cempo mau mengungsi. Pasalnya, bagian dapur rumah telah longsor sehingga mengkhawatirkan keselamatan jiwa para penghuninya.

Sementara perangkat desa hingga kecamatan telah mengeluarkan himbauan kepada pemilik kafe untuk meningkatkan kewaspadaan bencana tanah longsor. Pada Minggu, 21 Maret 2021, tansh longsor di Bukit Pucem semakin mengkhawatirkan.

Akses jalan ke kawasan Bukit Pucem hanya dari Jalan Sunan Giri atau Desa Ngargosari. Sebab, alternatif dari Kelurahan Gending ke Desa Ngargosari, Kecamatan Kebomas terputus.

Sebagian masyarakat ada yang mengaitkan salah satu penyebab terjadi tanah longsor di kawasan Bukit Pucem akibat bermunculan bangunan kafe itu. Sebab, sebelumnya kawasan Pucem itu cukup sakral karena tempat makam orang-orang alim keturunan maupun santri Sunan Giri, Wali Songo.

Apalagi, belalakangan muncul duga pembangunan sejumlah kafe di kawasan itu tidak mengindahkan faktor lingkungan. Selain itu, bangunan permanen ditengarai tidak memiliki izin mendirikan bangunan. (*/bersambung)

Melongok Kawasan Bukit Pucem yang Longsor, Pemilik Kafe Seakan Berlomba Tawarkan View Gresik Kota Bandar Selengkapnya

Wabup Gresik Serahkan SK P3K kepada 227 Tenaga Honorer K-2

GRESIK,1minute.id – Penantian panjang ratusan tenaga honorer berbuah manis. Mereka akhirnya diangkat sebagai pegawai pemerintah dengan perjanjian kontrak (P3K) Pemkab Gresik pada Senin, 22 Maret 2021.

Pengangkatan 227 pegawai itu langsung disambut salat Dhuha dan sujud syukur berjamaah di halaman Kantor Bupati Gresik di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas, Gresik. Ratusan pegawai baru itu, hasil seleksi pada 2019. Mereka adalah hononer yang ketegori K-2. 

Rinciannya, tenaga pendidik 167 orang , tenaga kesehatan 26 orang dan penyuluh pertanian 34 orang. Berdasarkan data Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Gresik, ratusan orang itu tercatat sebagai tenaga honorer sejak 1 Januari 2005. 

Artinya, minimal masa kerja per 1 Januari 2021 lalu, adalah 16 tahun. Bila di rata-rata terutama tenaga pendidik bergelar sarjana strata-1 usia mereka kini berkepala tiga. 

Penyerahan surat keputusan (SK) P3K diserahkan langsung oleh Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah disaksikan para kepala organisasi peringkat daerah. Sebelum, penyerahan SK P3K itu, Bu Min-sapaan-Aminatun Habibah menyerahkan secara simbolis santunan kepada anak yatim.

Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah yang membacakan sambutan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan selamat kepada para P3K tersebut. “Tentunya Anda sudah sangat menunggu momen seperti ini selama bertahun-tahun. Alhamdulillah kali ini sudah tiba saatnya anda menerima SK P3K. Saya mengajak anda untuk selalu bersyukur kepada Allah,  semuanya dari Allah SWT,”ujar Bu Min mengingatkan.

SUJUD SYUKUR : Ratusan tenaga hononer K-2 melakukan sujud syukur ketika menerima SK P3K di halaman Kantor Bupati Gresik pada Senin, 22 Maret 2021 ( foto : humas Pemkab Gresik for 1minute.id)

Bu Min mengajak kepada para P3K ini untuk bekerja melayani masyarakat lebih baik dan profesional. Mereka diminta untuk kreatif dan selalu berinovasi untuk kesejahteraan masyarakat.

“Yang dari Pendidik, jadilah guru dan pendidik yang baik. Untuk yang tenaga kesehatan, saya ingatkan bahwa di masa pandemi ini anda merupakan garda terdepan dalam pelayanan kesehatan. Dan, untuk Penyuluh pertanian, anda bertanggung jawa terhadap kesejahteraan para petani dan swasembada pangan masyarakat,”ujar Bu Min mantap.

Kepala BKD Gresik Nadlif kepada Kepala Bagian Humas dan Protokol Reza Pahlevi menambahkan SK P3K kali ini merupakan formasi tahap I pada 2019. Jumlahnya 227 orang dengan formasi yakni Guru 167 orang, Tenaga Kesehatan 26 orang dan penyuluh pertanian 34 orang.

“Mereka semuanya sudah mengabdi sejak lama dan puluhan tahun, bahkan yang tertua yaitu Ir. Suwiji berumur 56 tahun. Dia adalah penyuluh pertanian. Jadi kotrak kerjanya hanya 2 tahun,”kata Reza Pahlevi. (*)

Wabup Gresik Serahkan SK P3K kepada 227 Tenaga Honorer K-2 Selengkapnya

Jasad Tersangkut Tali Perahu Penyeberangan Aliran Kali Surabaya

GRESIK,1minute.id – Supriyadi ditemukan mengambang di Kali Surabaya di Desa/Kecamatan Driyorejo pada Minggu, 21 Maret 2021. Lelaki 49 tahun asal Desa Kepuhklagen, Kecamatan Wringinanom itu dalam kondisi meninggal dunia. 

Jasad korban ditemukan tersangkut pada perahu penyeberangan Kali Surabaya tepatnya di Desa/Kecamatan Driyorejo. Operator perahu, Sugeng ,50, kaget saat melihat jasad mengapung di sisi barat perahunya. Tubuh korban sudah mengembang. Tubuh korban mengenaskan. 

Diduga korban meninggal lebih dari sehari. Kapolsek Driyorejo AKP M Zunaedi menduga korban kecebur Kali Surabaya di sekitar Wringinanom. Korban kemudiab terbawa arus dari arah barat menuju hilir sungai. Arah timur masuk wilayah Kecamatan Driyorejo. Pihaknya dibantu warga sekitar selanjutnya mengevakuasi jasad korban ke daratan.

“Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,”kata AKP Zunaidi. Berdasarkan pengakuan pihak keluarga korban hilang sejak Jumat, 19 Maret 2021. “Pihak keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi. Hanya dilakukan visum luar dengan dilampirkan surat pernyataan dari keluarga dan dikuatkan oleh kepala desa setempat,”imbuh mantan Kasat Binmas Polres Gresik itu. (*)

Jasad Tersangkut Tali Perahu Penyeberangan Aliran Kali Surabaya Selengkapnya

Dump Truck Seruduk Truk Gandeng dan Tiga Mobil MPV


GRESIK,1minute.id – Kecelakaan karambol terjadi jalan Raya Manyarrejo, Kecamatan Manyar, Gresik pada Minggu, 21 Maret 2021. Kecelakaan itu melibatkan empat kendaraan yakni  dump truck, truk gandeng dan tiga mobil MPV. Untungnya tidak ada korban jiwa dalam kecelalaan di jalan Deandles di Pantai Utara (Pantura) Gresik

Informasi yang dihimpun, kecelakaan beruntun melibatkan lima kendaraan itu diduga dipicu pengemudi dump truck nopol L 8144 UV. Pagi itu, sekitar pukul 10.00, dump truck yang disopiri oleh Beni Arianto, 39, warga Mojosarirejo, Kecamatan Kemlagi, Mojokerto melaju dari Gresik ke arah Manyar. 

Kondisi jalan raya nasional itu lengang. Karena hari libur. Beni lengah. Diduga ngantuk sehingga menabran bodi belakang truk gandeng nomor polisi BE 8583 YV yang di sopiri Joni. Serudukan dump truck itu membuat Joni, sopir truk gandeng terkejut hingga menabrak tiga mobil multi purpose vehicle atau multi guna (MPV).

KARAMBOL : Kecalakaan karambol di Jalan Raya Manyarrejo, Kecamatan Manyar, Gresik pada Minggu, 21 Maret 2021 ( foto : ist)

Tiga mobil MPV adalah Daihatsu Sigra nopol W 1243 CX dikemudikan M.Ayub, 51, warga Desa Roomo, Kecamatan Manyar, Gresik ; Daihatsu Ayla nopol L 1895 YJ dikendarai Nicho Agus P, 34, asal Waru, Sidoarjo dan Suzuki Ertiga L 1353 SY dikemudikan oleh Suyanto, 46, warga Sambikerep, Surabaya.

Tiga kendaraan multiguna itu rata-rata mengalami kerusakaan di kap depan dan bagian belakangnya akibat terseruduk dari belakang.
Kasatlantas Polres Gresik AKP Yanto Mulyanto melalui Kanit Laka Satlantas Polres Gresik Ipda Yossi Eka Prasetya ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian kecelakaan beruntun di Jalan Raya Manyarrejo, Kecamatan  Manyar, Gresik.

“Berdasarkan keterangan saksi dan olah TKP (tempat kejadian perkara) kecelakaan diduga akibat human error,”kata Yossi pada Minggu, 21 Maret 2021. Penyebab kecelakaan itu, tambahnya, diduga sopir dump truck tidak memperhatikan arah di depan. “Tidak ada korban jiwa. Hanya kerugian materi saja sekitar Rp 50 jutaan,”kata Yossi. (*)

Dump Truck Seruduk Truk Gandeng dan Tiga Mobil MPV Selengkapnya

Khawatir Bangunan Ambruk, Pemilik Luminous Pilih Bongkar Kafe di Pucem

GRESIK,1minute.id – Kawasan Bukit Putri Cempo (Pucem) semakin mengkhawatirkan. Bukit kapur itu terus tergerus. Para pemilik kafe di kawasan Desa Ngargosari, Kecamatan Kebomas, Gresik bakal tidak bisa tidur nyenyak.

Pengunjung kafe juga harus waspada.Pasalnya, ancaman bencana tanah longsor bisa sewaktu-waktu terjadi. Meski, curah hujan mulai mereda. 

General manager Liminous Cafe Edi Purwanto mengatakan, kondisi longsor Kawasan Bukit Putri Cempo semakin mengkhawatirkan. “Untuk menghindari ada korban, pihaknya memutuskan untuk membongkar bangunan kafe itu,”ujar Edi Purwanto pada Minggu, 21 Maret 2021.

Pihaknya, tidak menginginkan adanya suatu kejadian yang bisa membahayakan pengunjung kafe. Meski, pihak kecamatan maupun pemerintah desa Ngargosari hanya menyarankan untuk membatasi para pengunjung kafe. “Membatasi pengunjung bisa saja dilakukan, tapi khawatir ketika mereka sedang menikmati ngopi tiba-tiba ada bencana longsor,”ujarnya.

Karena itu, pemilik Luminous Cafe, tambah Edi, memutuskan untuk membongkar bangunan tiga lantai di sisi timur tersebut. “Sedangkan bangunan di sisi barat tetap dipertahankan. “Untuk saat ini, bangunan di sisi barat masih tetap aman. Sambil melihat perkembangannya,”katanya.

Dalam pantauan 1minute.id longsor bukit kapur di Kawasan Putri Cempo semakin parah. Akses jalan alternatif dari Kelurahan Gending-Desa Ngargosari terputus. Sejumlah bangunan terancam longsor. Antara lain, bagian dapur rumah juri kunci Makam Putri Cempo. Tugu gerbang masuk makam Sayyid Abdurrahman, Paman Sunan Giri dan sebagian bangunan Liminous Cafe rontok karena tanah longsor.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani ketika berkunjung ke rumah Musa’adah pada Rabu, 3 Maret 2021 merasa khawatir terkait kondisi rumah Musa’adah itu. Bupati Gresik milinial itu telah meminta keluarga Musa’adah untuk mau pindah rumah. Pasalnya, kondisi rumah mengkhawatirkan. Pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik telah menyediakan rumah sebagai tempat pengungsian sementara.

Siapa yang harus bertanggungjawab longsornya kawasan Bukit Putri Cempo ini? (*)

Khawatir Bangunan Ambruk, Pemilik Luminous Pilih Bongkar Kafe di Pucem Selengkapnya

Polisi Tangkap Pecandu Narkoba, Rencana Nyabu pun Ambyar


GRESIK,1minute.id – Kebiasaan Dwi Dery Sigit tidak boleh di tiru siapa pun. Sebab, kelakuan pemuda 25 tahun itu bertentangan dengan kaidah hukum yang ada di Indonesia. Yakni, mengonsumsi sabu-sabu. 

Hampir tiga bulan terakhir, pemuda asal Kecamatan Kedamean, Gresik ini kecanduan narkoba jenis sabu-sabu. Bahkan, Dwi sampai menyimpan barang haram itu dalam grenjeng atau alumuniam foil dalam bungkus rokok untuk menyamarkan endusan polisi.

Namun, sepandai-pandai Dwi Dery Sigit menyembunyikan, polisi tetap bisa mengendusnya.  Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui Kasat Narkoba Polres Gresik AKP Hery Kusnanto mengatakan pelaku ditangkap dikampung halamannya Jalan Balongjerambah, Desa/Kedamaean,”kata Akp Hery pada Minggu, 21 Maret 2021.

Barang bukti sabu-sabu, tambahnya, disimpan dalam bungkus rokok kemudian dimasukkan dalam saku celana tersangka. “Barang itu hendak dikonsumsi. Tapi, anggota menangkapnya lebih dulu,”kata perwira tiga balok di pundak itu. 

Selain mengamankan satu poket SS, juga mengamankan satu unit seluler warna hitam sebagai barang bukti. Penyidik Satreskoba Polres Gresik menjerat tersangka Dwi dengan Pasal 114 ayat (1) Subs Pasal 112 ayat (1)  UU  35/ 2009 tentang Narkotika diancam paling sedikit empat tahun penjara. (*)

Polisi Tangkap Pecandu Narkoba, Rencana Nyabu pun Ambyar Selengkapnya

Bersepeda Listrik, Berkeliling Bagikan Masker hingga Probiotik


GRESIK,1minute.id – Puluhan anggota yayasan Budi Mulia Christian (BMC) School (BMS), Forum Masyarakat Gresik Pecinta Keberagaman (Formagam) dan PGIS Gresik, bersama Kodim 0817 dan Polres Gresik membagikan masker, vitamin dan probiotik kepada masyarakat pada Sabtu, 20 Maret 2021.

Mereka membagikan paket kesehatan tersebut dengan berkeliling menggunakan 60 sepeda listrik di berbagai rute, seperti Pasar Baru Gresik, Alun-alun Gresik, dan simpang empat Sentolang.
Pembina Yayasan BMC Abraham Budi menjelaskan aksi sosial ini menjadi kampanye pengingat agar masyarakat tidak lengah terkait penyebaran Covid-19.

Meski, jumlah kasus sembuh lebih tinggi daripada kasus konfirmasi. Artinya hingga sekarang, virus yang sudah melanda di tanah air lebih dari setahun ini masih ada di sekitar kita. “Mungkin karena sudah lama, masyarakat banyak yang lengah dalam menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19, seperti tidak menggunakan masker,” ujarnya.

Ia menambahkan, aksi sosial ini merupakan bentuk dukungan Yayasan BMC terhadap pemerintah dalam memerangi Covid-19. Menurut Abraham, virus ini akan cepat ditekan kasusnya jika setiap orang aktif memerangi, sehingga ia memilih kampanye pengingat ini sebagai peranan aktifnya.

“Semoga kegiatan ini juga menginspirasi masyarakat untuk kembali aktif memerangi Covid-19 dengan senantiasa menerapkan protokol kesehatan,” tandasnya. Sementara itu, Ketua Yayasan BMC Tabita Dasa Murni Ningsih menambahkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membangun “sense of human” kepada muridnya. Sehingga mereka memiliki kepedulian dan bermanfaat bagi masyarakat.

Dalam kegiatan ini dibagikan sekitar 3.000 paket yang berisi masker dan vitamin untuk meningkatkan imun masyarakat di tengah wabah Covid-19. Tampak hadir pula dalam kegiatan ini Kasdim 0817 Gresik Mayor Inf Sugeng Riyadi dan Waka Polres Gresik Kompol Eko Iskandar.

“Sinergitas ini bentuk dukungan kami terhadap pemerintah dalam menekan kasus Covid-19,”tegasnya. (*)

Bersepeda Listrik, Berkeliling Bagikan Masker hingga Probiotik Selengkapnya