Polisi Bekuk Pria Bertubuh Kekar yang Acungkan Paving ke Pengendara Mobil, Pelaku Mengaku Emosi

GRESIK,1minute.id – “Siap salah. Saya menyesal komandan,”kata Beni Kurniawan kepada polisi di Mapolsek Manyar pada Minggu, 21 Februari 2021. Beni adalah lelaki yang viral di media sosial mulai Jumat lalu, 19 Februari 2021.

Lelaki bertubuh kekar, pengendara motor Honda Scoopy tanpa helm sambil mengacung-acunhkan batu paving  kepada pengendara mobil di Jalan Raya Sukomulyo, Kecamatan Manyar, Gresik itu. 

Beni yang berprofesi sebagai Satpam itu berusaha menghentikan paksa mobil yang dikendarai Afra Putri Zairah, 20 tahun. Mahasiswa asal Desa Golokan, Kecamatan Sidayu, Gresik saat itu bersama lima orang lainnya. Tiga orang dewasa dan tiga lagi anak-anak berusia antara 7 tahun hingga 12 tahun.

Tim reserse kriminal (Reskrim) Polsek Manyar dipimpin langsung Kapolsek Manyar Iptu Bima Sakti Pria Laksana bisa mengungkap dan menangkap pelaku dalam kurun waktu tidak lebih 1×24 jam, pascakorban Afra melapor ke Polsek Manyar pada Jumat, 19 Februari 2021 pukul 16.30. 

“Terduga pelaku dan barang buktinya sudah kami amankan Pelaku tidak melakukan perlawanan,”ujar Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui Kapolsek Manyar Iptu Bima Sakti Pria Laksana di Mapolsek Manyar.

Barang bukti yang diamankan polisi berupa satu unit sepeda motor Honda Scoppy nopol W 6820 AV, satu buah batu paving dan kaus yang dipakai tersangka ketika melakukann pengancaman kepada korban Afra.

Berdasarkan pengakuan tersangka Beni Kurniawan, tambah Bima,  aksi mirip premanisme itu dipicu emosional. Saat itu, tersangka asal Desa Suci, Kecamatan Manyar, Gresik berdalih nyaris tertabrak mobil yang dikemudikan oleh korban Afra . Kejadian awalnya di depan swalayan modern di Kecamatan Manyar.

Korban Afra, lanjutnya, telah meminta maaf kepada tersangka. Akan tetapi, tersangka yang masih emosional. Mengancam korban dengan mencoba menghentikan laju kendaraan dan mengacung-acungkan batu paving. “Tersangka sadar, tidak dalam gangguan psikologis. Hanya emosional saja,”tegasnya.

Akibat tindakan yang dilakukan tersangka itu, ketiga anak usia antara 7 tahun hingga 12 tahun mengalami trauma. “Tidak tempat bagi siapa pun yang berprilaku premanisme , main hakim sendiri di wilayah hukum Polsek Manyar. Tersangka kami tahan,”ujar perwira dua balok di pundak itu. 

Seperti diberitakan, sebuah video berdurasi 1 menit 11 detik beredar melalui pesan berantai Whatsapp (WA). Video itu direkam pada Jumat, 19 Februari 2021. Dalam video tersebut, lelaki bertubuh kekar mengendarai motor Honda Scoopy warna Matte Brown tanpa helm dan tangan kirinya menenteng batu paving itu terlihat berulangkali meminta pengendara mobil untuk segera minggir.

Pengemudi mobil yang seorang perempuan itu merasa ketakutan dengan ulah lelaki berlagak jagoan itu untuk diselesaikan di kantor polisi. “Pak ke kantor polisi saja,”teriak orang dalam mobil dengan sedikit membuka kaca depan mobilnya. (*)

Polisi Bekuk Pria Bertubuh Kekar yang Acungkan Paving ke Pengendara Mobil, Pelaku Mengaku Emosi Selengkapnya

Korban Tunjuk Hidung, Pelaku Jambret Sasaran Spesialis Emak-emak Lemas Digiring ke Tahanan


GRESIK,1minute.id -Imron Andi Prasetyo sedang sial. Penjahat jalanan berusia 39 tahun nyaris dihakimi massa. Beruntung anggota reserse kriminal (Reskrim) Polsek Bungah cepat meringkus dedengkot jabret asal Lamongan mengaku indekos Desa Mriyunan, Kecamatan Sidayu, Gresik itu.

Meski, Imron sudah menyamar sebagai calon konsumen servis motor di bengkel motor di Kecamatan Bungah. “Korban mengenali wajah dan nomor polisi pelaku,”ujar Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui Kapolsek Bungah AKP Sujiran pada Minggu, 21 Februari 2021.

Informasi yang dihimpun, korban Rohmawati hendak pulang kerumahnya di Desa Sembayat, Kecamatan Manyar, Gresik. Guru madrasah berusia 39 tahun mengendarai Honda Scoopy nomor polisi (nopol) W 4529 BM. Korban sendirian. Berangkat dari Kecamatan Bungah menuju Kecamatan Manyar. Kebiasaan pengendara perempuan menyimpan barang berharga seperti smartphone atau dompet di dasboard motor yang dikendarai. 

Siang itu, Imron Andi Prasetyo yang malang melintang sebagai jambret sasaran emak-emak beraksi. Imron mengendarai motor Yamaha Mio Soul  warna biru nopol W 5719 AW membuntuti targetnya. Memasuki Desa Sukorejo, Kecamatan Bungah, pelaku kemudian menyikat dompet korban.

Korban Rohmawati refleks teriak maling. Massa mendengar ikut membantu mengejar pelaku. Kanitreskrim Polsek Bungah Aipda Dwi Rahmanto bersama anggota sedang patroli penggal jalan antisipasi 3C mendengar melakukan pengejaran. Imron memacu motor bagai seorang pembalap motor GP. 

Korban, massa dan polisi tertinggal di belakang. Namun, nasib Imron sedang apes. Motor Yamaha Mio rusak. Di dekat lokasi ada sebuah bengkel motor. Imron memasukkan motor ke bengkel tersebut. Dompet merek zahva warna coklat motif bintik putih beserta satu unit gawai merek Redmi 8 warna biru milik korban disembunyikan. 

Massa bersama korban Rohmawati dan polisi lewat. Korban Rohmawati melihat ada motor mirip pelaku di bengkel itu. Dugaan guru madrasah berusia 39 tahun tidak meleset. “Itu orangnya,”kata polisi menirukan ucapan korban.

Anggota Reskrim Polsek Bungah lalu mencokoknya. Imron sempat berakting. Tapi, polisi lebih lihai untuk membuktikan kelakuan bejat pelaku Imron. 

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui Kapolsek Bungah AKP Sujiran membenarkan anggota reskrim telah meringkus pelaku jabret bernama Imron itu. “Dalam pemeriksaan pelaku mengaku berungkali menjambret. Sasarannya mayoritas perempuan,”kata mantan Kapolsek Ujungpangkah dan Sangkapura, Pulau Bawean itu.

Sujiran menghimbau kepada pengendara motor untuk tidak menaruh barang berharga di dashboard karena memancing seseorang untuk melakukan kejahatan. (*)

Korban Tunjuk Hidung, Pelaku Jambret Sasaran Spesialis Emak-emak Lemas Digiring ke Tahanan Selengkapnya

Truk Ekspedisi Barang Terbakar di Duduksampeyan


GRESIK,1minute.id – Truk ekspedisi barang terbakar di Jalan Raya Tebaloan, Kecamatan Duduksampeyan, Gresik pada Sabtu malam, 21 Februari 2021. Tidak ada korban jiwa dalam insiden kebakaran kali keenam di bulan Februari ini.

Namun, terbakarnya truk yang disopiti Romadhon, 36, itu mengakibatkan puluhan bahkan ratusan barang milik konsumen terbakar dan berpotensi rusak. Kerugian ditaksir ratusan juta karena sebagian badan truk nomor polisi AG 8746 UA itu hangus terbakar.

Informasi yang dihimpun truk sarat muatan barang paket itu berangkat dari Sidoarjo tujuan Semarang, Jawa Tengah pada Sabtu, 20 Februari 2021. Sekitar pukul 22.30 memasuki Gresik ke arah Lamongan. Truk muatan barang ekspedisi nomor polisi (nopol) AG 8746 UA.

Memasuki Jalan Raya Tebaloan, Kecamatan Duduksampeyan, sopir barang ekspedisi asal Desa Gayam, Kecamatan Mojoroto,Kediri itu mencium bau sangit. Sopir 36 tahun itu lalu menghentikan laju kendaraan. Malam itu, sekitar pukul 22.30 hujan baru reda. Jalan nasional itu masih basah. Tiba-tiba muncul bara api di bagian muatan truk tersebut.

Lidah api langsung membesar. Tumpukan barang ekspedisi dalam bentuk paketan kemasan kardus, hingga satu unit motor ikut terbakar. Petugas pemadam kebakaran (damkar) Pemkab Gresik tiba di lokasi 5 menit setelah menerima laporan. Api terus membesar. Masyarakat dan pengguna jalan hanya bisa melongo dari kejauhan.

Selama 1,5 jam atau Minggu sekitar pukul 01.00 berhasil menjinakkan amuk di jago merah. Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui Kapolsek Duduksampeyan AKP Sugeng Ari Putra membenarkan kejadian itu. “Langsung ke bagian humas ya,”kata AKP Sugeng dikonfirmasi  1minute.id pada Minggu, 21 Februari 2021. Kasubag Humas Polres Gresik AKP Bambang Angkasa menyatakan dugaan awal sumber api berasal dari tumpukkan barang muatan. “Hanya sebagian barang yang terbakar. Diduga api muncul karena ada gesekan berang muatan,”kata AKP Bambang Angkasa.

Terpisah, Kepala UPT Damkar Gresik Eka Prapagasta dikonfirmasi mengatakan tim damkar berhasil memadamkan si jago merah sekitar pukul 01.00. “Tidak ada korban jiwa. Penyebab truk terbakar saya belum mengetahui. Polisi yang melakukan penyelidikan,”kata Eka.

Kebakaran truk ekspedisi menambah panjang jumlah bencana kebakaran di musim rendeng alias hujan ini. Data di UPT Damkar Gresik dipereoleh 1minute.id  hingga 21 Februari 2021 tercatan 6 kejadian kebakaran. Bila ditambah upaya rescue menjadi 12 kejadian. Sedangkan, kejadian rescue dan kebakaran mulai Januari hingga 21 Februari 2021 menjadi 29 kejadian. (*)

Truk Ekspedisi Barang Terbakar di Duduksampeyan Selengkapnya

Momentum HPSN, Asbag dan Istri Bupati Prakarsai Punguti Sampah, DLH Menggelar Pedas


GRESIK,1minute.id – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik Mokh Najikh menghimbau kepada masyarakat untuk berprilaku hidip bersih dan sehat (PHBS). Caranya, kata Najikh,tidak membuang sampah sembarangan, melaksanakan pemilahan sampah di sumber-sumber sampah yang secara berkelanjutan berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengurangan sampah.

Momentum peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang diperingati setiap 21 Februari ini, Najikh akan menggelar Pekan Sedekah Sampah (Pedas). 
Pedas selain memeriahkan HPSN juga menyemarakkan Bulan Rajab, Syakban, dan menyonsong bulan suci, Ramadan.

“Kami menghimpun sedekah dalam bentuk pengumpulah barang bekas tidak terpakai. Sampah yang masih ada nilai ekonomisnya,”kata mantan Sekretaris DPRD Gresik ini pada Sabtu, 20 Februari 2021.  Hasil yang didapat dari Pedas itu dilaporkan ke Baznas Gresik.

“Tapi, kami mohon kembali untuk disalurkan ke rekan-rekan pasukan kuning, pasukan taman, pasukan TPA dan anak yatim,”kata mantan Plt (Sekretaris Daerah) dan Plt Bupati Gresik menggantikan berakhirnya masa kepemimpinan periode dua almarhum KH Robbach Ma’sum pada 1 September 2010 itu.

Untuk diketahui sampah perkotaan masih menjadi problem pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik. Volume sampah terus bertambah seiring bertambahnya jumlah penduduk. Saat ini, diperkirakan jumlah penduduk Gresik sekitar 1,3 juta jiwa. Sementara, tempat pembuangan akhir (TPA) hanya satu. TPA Ngipik di Jalan Prof Moh Yamin, Kelurahan Ngipik, Kecamatan Gresik. 

Edukasi Sampah : Istri Bupati Gresik terpilih, Nurul Haromaini (dua dari kanan) bersama Ketua Asbag Siti Fitriah saat memperingati HPSN di Desa Ngargosari, Kecamatan Kebomas, Gresik pada Sabtu, 20 Februari 2021 (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Pemerintah sedang berupaya membangun tempat pengelolaan sampah terpadu (TPST) di tiga wilayah. Yakni, Wilayah Selatan di Kecamatan Kedamean, Wilayah Utara diusulkan di Kecamatan Ujungpangkah. Satu lagi, di Pulau Bawean diusulkan di Kecamatan Sangkapura.

Problem sampah rumah tangga itu akan bisa teratasi bila masyarakat peran aktif melakukan tindakan mengurangi (reduce), menggunakan kembali (reuse) dan mendaur ulang sampah (recycle) mulai dari awal yaitu rumah, warung atau kafe masing-masing. 

Tadi pagi, Sabtu. 20 Februari 2021, Nurul Haromain Yani bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik, Asosiasi Bank Sampah Gresik (Asbag) melakukan kegiatan peduli lingkungan. Kegiatan dihelat di sekitar bangunan pendapa Desa Ngargosari, Kecamatan Kebomas, Gresik itu mengawali rangkaian Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang diperingati setiap 21 Februari itu.

Istri Bupati Gresik terpilih, Fandi Akhmad Yani itu secara simbolis menanam pohon kehidupan jenis kedondong, mengedukasi para pemilik kafe di sekitar Desa Ngargosari-kini menjadi-salah satu sentral kafe di Gresik itu. 

Bahkan, ibu dua anak berusia 28 tahun itu, ikut membantu relawan Asbag memunguti sampah plastik, botol air mineral di sekitar lokasi HPSN. Alumnus Ilmu Komunikasi Unair Surabaya tidak terlihat canggung. Puluhan karung berisi botol mineral berhasil dikumpulkan dalam aksi peduli lingkungan itu. (*)

Momentum HPSN, Asbag dan Istri Bupati Prakarsai Punguti Sampah, DLH Menggelar Pedas Selengkapnya

Beredar Video, Pria Bertubuh Kekar Acungkan Paving ke Pengendara Mobil di Gresik

GRESIK,1minute.id – Sebuah video berdurasi 1 menit 11 detik beredar melalui pesan berantai Whatsapp (WA). Video itu direkam pada Jumat, 19 Februari 2021. Dalam video tersebut, lelaki bertubuh tegap mengendarai motor Honda Scoopy warna Matte Brown tanpa helm dan tangan kirinya menenteng batu paving itu terlihat berulangkali meminta pengendara mobil untuk segera minggir.

Pengemudi mobil yang seorang perempuan itu merasa ketakutan dengan ulah lelaki berlagak jagoan itu untuk diselesaikan di kantor polisi. “Pak ke kantor polisi saja,”teriak orang dalam mobil dengan sedikit membuka kaca depan mobilnya.

Pria mengenakan celana panjang dan baju berkerah motif garis-garis berwarna putih, biru dan oranye terus membuntuti mobil Daihatsu Sigra. Pengendara motor itu, membuntuti dari belakang. Berusaha mendahului dari sisi sebelah kanan dan kiri. 

Saat berhasil mendahului dari sebelah kiri tepatnya di simpang tiga Tenger. Pemotor dengan badan tegap itu membawa sebuah paving di tangan kiri. Saat berhasil mendahului, pelaku mengayun-ayunkan paving di depan mobil yang dikemudikan Afra.

Setelah itu, pelaku menghentikan laju kendaraan dan memarkirkan sepeda motor yang tidak dilengkapi spion itu tepat di depan mobil korban. Pelaku kemudian mendatangi korban dari sisi pintu kanan. 

Korban bergegas menutup pintu kaca mobilnya. Ancaman dari lelaki misterius kemudian dilaporkan ke polsek Manyar. Korban bernama Afra Putri Zainifa, 20,  warga Desa Golokan, Kecamatan Sidayu , Gresik bersama lima penumpang lainnya. Mahasiswi cantik itupun melaporkan peristiwa tersebut pada Jumat, 19 Februari 2021 sekitar pukul 16.30.

Kapolsek Manyar Iptu Bima Sakti Pria Laksana ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui Kapolsek Manyar Iptu Bima Sakti Pria Laksana membenarkan adanya peristiwa tersebut. Pihaknya telah menerima keterangan dari para saksi. “Korban baru saja pulang dari swalayan modern di wilayah Manyar kemudian dibuntuti oleh terlapor,”kata Iptu Bima dikonfirmasi pada Sabtu, 20 Februari 2021.

Saat itu, kata Bima, korban berhenti dan menanyakan kepada pelaku. “Korban menanyakan kepada orang tersebut ada masalah apa. Pria tersebut mengaku tertabrak. Kemudian korban meminta maaf,” kata Bima.

Karena kondisi lalu lintas yang padat, diklakson kendaraan lainnya dari belakang, kemudian korban melanjutkan perjalanan.  “Sampai di simpang tiga Tenger, korban mendengar suara keras di bagian sebelah kiri. Setelah dilihat, ternyata pria tersebut masih ada di belakang dan berusaha menghentikan mobil,” terangnya.

Saat korban berhenti, pria tersebut membawa paving dan diarahkan ke korban dan mobil korban. Korban meminta menyelesaikan  ke kantor polisi. Tidak dituruti oleh pria tersebut.”Saat ini kami masih melakukan penyelidikan dan masih kami dalami,”kata Iptu Bima. (*)

Beredar Video, Pria Bertubuh Kekar Acungkan Paving ke Pengendara Mobil di Gresik Selengkapnya
Ning Nurul membantu menaikkan sampah plastik dalam memeriahkan HPSN yang digelar DLH Gresik dan Asbag di Desa Ngargosari, Kecamatan Kebomas pada Sabtu, 20 Februari 2021 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Peringati HPSN, Ning Nurul Ajak Pilah Pilih Sampah dari Sumber Awal, Rumah atau Kafe


GRESIK,1minute.id – Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) diperingati setiap 21 Februari. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik bersama Asosiasi Bank Sampah Gresik (Asbag) Gresik menggelar bakti sosial menanam pohon kehidupan, edukasi memilah sampah dan bersih-bersih lingkungan pada Sabtu, 20 Februari 2021.

Bakti sosial HPSN bertemakan “Sampah sebagai Bahan Baku Ekonomi Masa Depan” ini dilakukan di pendapa Balai Desa Ngargosari, Kecamatan Kebomas ini di hadiri Nurul Haromaini, istri Bupati Gresik terpilih, Fandi Akhmad Yani. 
Kegiatan diawali senam lingkungan, kemudian penanaman pohon produktif di depan balai desa yang berada di kawasan perbukitan Ngargosari itu. Kemudian dilanjutkan menanam pohon kehidupan dan edukasi kepada masyarakat dan pemilik kafe di sekitar lokasi. 

Ning Nurul-sapaan-Nurul Haromaini menanam pohon kendondong. Alumnus Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga Surabaya itu didampingi ketua Asbag Gresik Siti Fitria.  Usai menanam pohon dilanjutkan mendatangi sejumlah kafe di sekitar lokasi memeriahkan HPSN ini. Tujuannya, sosialisasi memilah dan memilih sampah dari sumber awal.

TANAM POHON : Ning Nurul menanam pohon kehidupan memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) di Desa Ngargosari, Kecamatan Kebomas, Gresik pada Sabtu. 20 Februari 2021. (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Nurul Haromaini mengatakan aksi peduli lingkungan ini patut mendapatkan apresiasi. Apalagi kegiatan melibatkan semua gender. Laki-laki dan perempuan. Bapak, ibu hingga anak-anak. Sebab, kegiatan ini sangat berdampak sekali dengan lingkungan. “Lingkungan bisa bersih. Karena tiap bulan ada penimbangan sampah,”kata Ning Nurul-sapaan-Nurul Haromaini ini. 

Ibu dua anak berusia 28 tahun ini menambahkan, organisasi seperti Asbag ini patut melebarkan sayapnya. Terutama di desa-desa yang belum terbentuk organisasi. Ning Nurul berharap masa kepemimpinan Gus Yani (Fandi Akhmad Yani) bisa menaungi organisasi yang peduli terhadap lingkungan ini. “Biasa organisasi seperti ini terkendala biaya bisa dibantu,”harapnya.

Ketua Asbag Gresik Siti Fitria mengatakan hampir 70 persen sampah di kawasan Desa Ngargosari ini berupa sampah plastik dan kertas. “Kami melakukan edukasi kepada pengurus kafe untuk mengumpulkan sesuai jenis. Memilih dan memilih sampah dari sumber awalnya,”kata Fitri. “Sampah plastik atau kardus, kertas ini bisa menjadi sumber kehidupan,”tegasnya. Sampah yang terkumpul ini bisa ditukar dengan uang atau emas.  (*)

Peringati HPSN, Ning Nurul Ajak Pilah Pilih Sampah dari Sumber Awal, Rumah atau Kafe Selengkapnya
Pangdam

Pangdam Pantau Posko PPKM Skala Mikro, Gresik Sudah Mendirikan 306 Posko di Desa/Kelurahan

GRESIK,1minute.id – Panglima Daerah Militer (Pangdam) V Brawijaya Mayjend TNI Suharyanto mengunjungi posko PPKM skala Mikro di Desa Sukorejo, Kecamatan Kebomas pada Jumat, 19 Februari 2021.

Kunjungan itu untuk melihat dari dekat penerapan Posko PPKM skala Mikro di desa yang dipimpin Fatkhur Rokhman itu. Posko PPKM ini salah satu upaya pencegahan penularan coronavirus disease 2019 (Covid-19). Jenderal dua bintang itu tiba di desa hasil bedhol desa itu sekitar pukul 09.00.

Sekitar 60 menit Jenderal Suhariyanto di desa mayoritas penduduk berprofesi sebagai nelayan. Desa Sukorejo, satu diantara ratusan desa/kelurahan di Kota Santri yang mendirikan Posko Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala Mikro di Kota Santri ini. 

Posko berdiri di depan pos satpam. Pangdam Mayjend TNI Suhariyanto terkesan dengan penerapan Posko PPKM skala Mikro di desa itu. Pangdam Suhariyanto disambut Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail, Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, Plh Bupati Gresik Abimanyu Pontjoatmojo Iswinarno, Kadinkes Gresik drg Syaifudin Ghozali serta Kades Sukorejo Fatkhur Rokhman.

Pangdam Jenderal TNI Suhariyanto dalam sambutannya mengatakan persebaran Covid-19 di Jawa Timur menduduki peringkat empat di Indonesia. Program Pemerintah terkait PPKM skala Mikro sudah memasuki hari kesepuluh. ” Hasil Program PPKM Berskala Mikro tersebut sangat baik, terbukti semula berada pada zona oranye menurun drastis menjadi zona kuning,”katanya.

Disisi lain, program vaksinasi terus digeber pemerintah. Saat ini, tambanya, sudah memasuki tahap kedua. “Vaksin yang datang di Indonesia sudah teruji sangat aman dan halal bagi masyarakat, program ini merupakan langkah utama bagi pemerintah untuk memerangi Covid-19,”ujarnya.

Sementara itu, Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail menambahkan, jumlah posko PPKM skala Mikro di Kabupaten Gresik sebanyak 306 desa/kelurahan. Untuk anggaran, tambahnya, tetap berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk melancarkan program pemerintah. 

“Sehingga Kabupaten Gresik dapat membantu dalam memutus penyebaran virus Covid-19 ini. Kodim juga bersinergi bersama 3 pilar untuk selalu melaksanakan patroli prokes dan PPKM di masing -masing wilayah binaan,” jelas Dandim Gresik.

Terpisah, Kepala Desa Sukorejo Fatkhur Rokhman mengatakan Posko PPKM skala Mikro ini di jaga masyarakat 24 jam nonstop. “Selama ada posko ini, motor milik warga keleleran di kampung tetap aman. Cegah persebaran sekaligus siskamling,”kata Fatkhur usai acara pada Jumat, 19 Februari 2021. Fatkhur juga mengucapkan terima kasih apresiasi kepada masyarakat. (*)

Pangdam Pantau Posko PPKM Skala Mikro, Gresik Sudah Mendirikan 306 Posko di Desa/Kelurahan Selengkapnya

Petrokimia Gresik Gunakan Prinsip Enam Tepat dalam Distribusi Pupuk Subsidi

JAMIN DISTRIBUSI : Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satryo A., ketika mendampingi Komisi IV DPR RI Gresik di Bali pada Senin, 15 Februari 2021


GRESIK,1minute.id – Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo  mengatakan, memastikan penyaluran pupuk bersubsidi sesuai dengan ketentuan pemerintah.  “Penyaluran pupuk menjadi faktor yang sangat vital, apalagi peningkatan produktivitas pertanian tidak sekadar menjaga ketahanan pangan tapi juga sebagai upaya pemulihan ekonomi nasional akibat wabah Covid-19,” ujar Dwi Satriyo saat mendampingi anggota Komisi IV DPR RI berkunjung ke Gudang Pupuk Petrokimia Gresik di Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali pada Senin,  15 Februari 2021.

Dwi Satriyo memastikan, untuk penyaluran pupuk bersubsidi, Petrokimia Gresik berpedoman pada Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) 49/2020 tentang Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi (HET) Pupuk Bersubsidi Tahun Anggaran 2021 dan Permendag 15/2013 tentang Pengadaan dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi untuk Sektor Pertanian. Petani yang berhak atas pupuk bersubsidi adalah petani yang menggarap lahan tidak lebih dari 2 hektar, tergabung dalam kelompok tani (Poktan), dan menyusun Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (E-RDKK).

“Isu kelangkaan pupuk biasanya terjadi pada petani yang belum menyusun E-RDKK. Karena memang syarat wajib petani menerima subsidi harus menyusun E-RDKK terlebih dahulu,” jelasnya. Selain itu, Dwi Satriyo menyadari potensi isu kelangkaan pupuk pada 2021, karena memang alokasi pupuk bersubsidi dari pemerintah belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan pupuk petani.

Merujuk pada E-RDKK 2021, kebutuhan pupuk petani di Indonesia tercatat 23 juta ton. Sementara alokasi pupuk bersubsidi yang disediakan oleh pemerintah hanya 9,04 juta ton dan 1,5 juta liter pupuk organik cair (setara 1.500 ton).  “Gap inilah yang sering kali memicu isu kelangkaan pupuk di beberapa daerah. Tapi petani tidak perlu khawatir, karena Petrokimia Gresik menyiapkan pupuk non-subsidi sebagai alternatifnya,”tandas Dwi Satriyo.

Sementara ini, dalam penyaluran pupuk bersubsidi, Petrokimia Gresik juga berpegang teguh pada Prinsip 6 Tepat, yaitu Tepat Tempat, Tempat Harga, Tepat Jumlah, Tepat Mutu, Tepat Jenis, dan Tepat Waktu. Serta dikawal oleh petugas lapangan di seluruh Indonesia yang rutin berkoordinasi dengan Dinas Pertanian, Petugas Penyuluh Lapangan (PPL), kelompok tani, hingga aparat berwajib setempat.

Terkait pemupukan, Petrokimia Gresik menghimbau petani untuk mengikuti rekomendasi pemupukan berimbang 5:3:2. Dimana untuk satu hektar sawah cukup diberikan 500kg pupuk organik Petroganik, 300kg pupuk NPK Phonska atau Phonska Plus, dan 200kg pupuk Urea.

Pemupukan berimbang adalah solusi dari Petrokimia Gresik atas pemakaian pupuk yang cenderung berlebih oleh petani. Sehingga alokasi pupuk bersubsidi yang terbatas dapat lebih efektif dan efisien, dengan hasil atau produktivitas tetap maksimal.

“Pemupukan berimbang sangat kami rekomendasikan karena sudah teruji mampu meningkatkan hasil panen satu hingga dua ton per hektar,” ujar Dwi Satriyo. Terakhir, Petrokimia Gresik mengimbau kepada distributor maupun pihak terkait untuk meningkatkan sinergi demi kepentingan petani dan kelancaran penyaluran pupuk bersubsidi. 

Ia mengingatkan bahwa pihaknya tidak ragu untuk menindak tegas distributor dan penyalur pupuk bersubsidi yang kedapatan melakukan kecurangan. Sebab, pupuk bersubsidi merupakan barang dalam pengawasan dan harus disalurkan sesuai aturan.

Segala bentuk penyelewengan akan berhadapan dengan pihak berwajib. “Kami tidak segan menindak tegas para distributor dan penyalur pupuk bersubsidi yang tidak jujur. Ingat, bahwa setiap tindakan penyelewengan pupuk bersubsidi dapat dijerat hukuman pidana maksimal 5 tahun penjara,” tutupnya. (*)

Petrokimia Gresik Gunakan Prinsip Enam Tepat dalam Distribusi Pupuk Subsidi Selengkapnya

Tilang Elektronik Segera Diterapkan Satlantas Polres Gresik


GRESIK,1minute.id – Satuan Polisi Lalu Lintas (Satlantas) Polres Gresik segera menerapkan tilang elektronik (electronic traffic law enforcement /ETLE).  Satlantas Polres Gresik telah memasang kamera pengjntai (closed circuit television/CCTV) di 15 titik.

Akan tetapi, tahap awal e-tilang itu diterapkan di lima titik persimpangan, yakni simpang empat Segoromadu ; simpang tiga GKB ; simpang tiga exit tol Kebomas ; Jalan Raya Duduksampeyan dan simpang empat Jalan R.A. Kartini.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto dan Kasatlantas Polres Gresik AKP Yanto Mulyanto telah meninjau lima titik itu pada Kamis, 18 Februari 2021. “Peninjauan ini dilakukan untuk mengecek kesiapan sarana prasarana E-TLE di Gresik. Seperti Closed Circuit Television (CCTV) dan lokasi penempatan,”ujar alumnus Akpol 2001 itu.

Kapolres Arief menegaskan, pihaknya siap memberlakukan tilang elektronik di Kota Santri. Sebab, sejumlah persiapan sudah dilakukan dan tinggal menunggu arahan Korlantas Mabes Polri. “Hal ini merupakan program kerja prioritas Kapolri sesuai visi Presisi. Kami pun siap mendukung penuh hal itu,”tegas mantan Kapolres Ponorogo itu. 

Dengan diberlakukannya e-tilang, perwira dua melati di pundak itu mengimbau masyarakat agar lebih disiplin dan tertib saat berlalu lintas. “Tidak hanya saat ada petugas yang berjaga, namun harus tertib kapan pun dan dimana pun,”ujarnya. Sebab, setelah e-tilang diberlakukan, maka penindakan tidak lagi dilakukan secara manual. “Melainkan secara elektronik yang sudah tersambung dengan big data,”tandasnya.

Titik pemasang CCTV persiapan perberlakuan tilang elektronik di Polres Gresik

Sementara itu, Kasatlantas Polres Gresik AKP Yanto Mulyanto menyatakan kesiapan rencana pemberlakuan e-tilang dimulai dengan serangkaian uji coba dalam beberapa waktu. Yanto belum bisa memastikan kapan e-tilang mulai diberlakukan. “Prinsipnya, kami sudah siap kapan pun. Saat ini menunggu arahan dari Korlantas Mabes Polri untuk penerapan sistem e-tilang tersebut,”ujar Yanto Mulyanto. 

Sumber di kepolisian menyebutkan perkiraan pemberlakuan e-tilang sekitar Maret 2021. (*)

Tilang Elektronik Segera Diterapkan Satlantas Polres Gresik Selengkapnya

Tergerus Arus Kali Lamong, Jembatan Sirnoboyo Putus, Komisi III Desak DPUTR Gunakan Anggaran Darurat

GRESIK,1minute.id – Curah hujan tinggi membuat jembatan Desa Sirnoboyo, Kecamatan Benjeng putus. Debit air Kali Lamong yang tinggi sepekan terakhir membuat badan jembatan sepanjang 20 meter lebar 4 meter tidak terlihat.

Hanya bagian tiang-tiang jembatan yang menghuhungkan Desa Sirnoboyo dengan Munggungebang menjulang ke angkasa. Kondisi yang memprihatinkan itu mematik Asroin Widyana, Ketua Komisi III DPRD Gresik melakukan inspeksi mendadak pada Kamis, 18 Februari 2021.

Selama 60 menit legislator dari Partai Golkar Gresik berada di lokasi. Mengamati kondisi jembatan yang semakin mengkhawatirkan itu. Menurut Asroin Widyana, kerusakan fasilitas umum itu harus segera ditangani. Apalagi, jembatan tersebut menjadi jalur utama penghubung desa setempat. “Kondisinya juga membahayakan, perlu upaya antisipasi agar tidak jatuh korban,”katanya.

Saat ini, debit sungai masih belum memasuki puncak musim penghujan. Kerusakan lebih parah hampir bisa dipastikan ketika curah tinggi. Apalagi jika ada air bah kiriman. “Ini baru arus lokal saja. Apalagi kalau induknya Kali Lamong meluap dan dapat air kiriman,”katanya menduga.

Asroin mendesak Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik untuk segera mengambil tindakan. Meskipun, perbaikan jembatan tersebut tidak masuk dalam anggaran 2021. “Tetap harus dicari solusinya. Bisa menggunakan dana URC (Unit Reaksi Cepat) atau anggaran darurat,”ujarnya. DPRD Gresik telahn mengalokasikan sebesar Rp 25 miliar. “Bisa diambilkan dari anggaran tersebut. Terdekat, kami akan undang dinas terkait untuk melakukan hearing agar segera mengambil langkah cepat dan tepat,”imbuhnya.

Sementara itu, Camat Benjeng Suryo Wibowo mengaku sudah melaporkan kerusakan jembatan tersebut ke kabupaten. “Kini, pihaknya menunggu tindak lanjut guna perbaikan atau solusi agar masyarakat bisa melintas kembali,”katanya.

Terputusnya jembatan Sirnoboyo membuat masyarakat Desa Munggungebang harus mencari alternatif sejauh 3 kilometer. Masyarakat bisa mencari alternatif lainnya melewati Bareng, Karangankidul. “Memutar lebih jauh lagi,”ujar Agus, warga Sirnoboyo. (*)

Tergerus Arus Kali Lamong, Jembatan Sirnoboyo Putus, Komisi III Desak DPUTR Gunakan Anggaran Darurat Selengkapnya