GRESIK,1minute.id – Tenaga kesehatan menangani pasien pondok Rehabilitasi Covid di Stadion Gelora Samudro (G-Jos) semringah. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menandatangi peraturan bupati (Perbup) perubahan atas Perbup 22/2020 di pondok rehabilitasi Covid di G-Jos itu pada Rabu, 3 Maret 2021.
Insentif nakes yang menangani pasien corona yang beberapa bulan mandeg itu diperkirakan bisa dicairkan besok, Kamis, 4 Maret 2021. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, dirinya membaca aduan di media sosial mengenai masalah belum diterimanya insentif sejak awal tahun bagi para nakes Covid yang bertugas di G-Jos.
Gus Yani- panggilan akrab- Fandu Akhmad Yani langsung menghubungi Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) drg Syaifuddin Ghozali dan Kabag Hukum Edi Hadi Siswoyo untuk menanyakan belum cairnya insentif nakes di G-Jos itu. “Ternyata, masalahnya adalah isi perbup lama yang masih tertera tahun anggaran 2020 sehingga belum bisa dicairkan untuk tahun anggaran 2021,”kata Gus Yani.
Rabu pagi tadi, 3 Maret 2021, Gus Yani didampingi Wakil Bupati Gresik Aminantun Habibah, Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Abimanyu Poncoatmojo Iswinarno, Kadinkes Syafuddin Ghozali mendatangi pondok rehabilitasi di G-Jos di Jalan Veteran, Kebomas itu.
“Pagi tadi pagi Perbup perubahan itu bisa saya tandatangi,”kata Gus Yani. Saat ini, Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPPKAD) Gresik melakukan proses pencairan insentif nakes di G-Jos itu. “Paling lambat besok, Kamis (4 Februari 2021) akan diberikan ke para nakes Covid-19 yang telah bertugas,”harapnya. (*)
GRESIK,1minute.id – Ratusan aktivis Gepal turun jalan pada Selasa,2 Maret 2021. Aktivis Gerakan Penolak Lupa (Gepal) Gresik itu mendesak kejaksaan negeri (Kejari) Gresik menuntaskan perkara korupsi di Gresik.
Lembaga swadaya masyarakat (LSM) itu mendatangi dua institusi yakni Kantor Bupati Gresik dan Kejari Gresik. Di kantor Bupati Gresik, aktivis Gepal dibawah komando Syafi’uddin itu ditemui Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. Sedangkan, di kantor Adhyaksa mereka ditemui Kasi Intel Kejari Gresik Dimaz Atmadi Brata Anandiansyah.
Dalam aksinya, mereka menyoroti kejanggalan terkait penangan korupsi selama ini terjadi di Gresik. Menurut Koordinator lapangan (korlap) Syafi’uddin selama ini sejumlah kasus korupsi yang ditangani aparat penegak hukum terkesan hanya berdiri sendiri dan seolah-olah memutus mata rantai, bahkan ada juga yang terkesan mandek.
“Yang namanya korupsi pasti ada yang memberi dan menerima, maka dari dari itu tidak ada korupsi yang berdiri sendiri, kami meminta untuk mengusut tuntas seluruh kasus korupsi yang ada di Kabupaten Gresik ini,” kata Udin.
Ia mencontohkan, dua kasus korupsi yang cukup menyita perhatian publik di Gresik pada 2019 lalu. Dua kasus itu, Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik atas dugaan pemotongan dana insentif pegawai di Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Gresik dan OTT di Inspektorat Kabupaten Gresik oleh pihak kepolisian yang sampai saat ini belum ada pengembangan tersangkanya.
Kasus OTT dilakukan Kejari Gresik di BPPKAD Gresik, fakta dalam proses sidang di pengadilan tindak pidana korupsi, nama-nama dibacakan oleh jaksa penuntut umum (JPU) Gresik tidak tidak diusut tuntas. “Sedangkan OTT di inspektorat yang dilakukan pihak kepolisian belum ada tersangkanya,”ujar Udin.
Usai berorasi menggunakan pengeras suara diatas mobil komando, para aktivis itu ditemui Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. Gus Yani-panggilan akrab-Fandi Akhmad Yani dihadapan para aktivis memberikan apresiasi kepada aktivis Gepal itu.
“Saya menyampaikan terimakasih karena para aktivis selama ini selalu menjadi alarm, dan saya setuju kedepan Gresik kita jadikan pemerintahan yang bersih dari korupsi,”ujar Gus Yani. Usai bertemu Bupati Gresik itu, mereka bergeser menuju kantor Kejari Gresik di Jalan Permata, Kompleks Perumahan Bunder Asri, Kecamatan Kebomas.
Kasi Intel Kejari Gresik Dimaz Atmadi Brata Anandiansyah menyatakan kejaksaan siap mendukung para aktivis dalam pemberantasan korupsi di Gresik. “Mari kita jadikan Gresik lebih baik, bebas dari korupsi,”kata Dimaz yang juga Humas Kejari Gresik itu.
Dimaz menegaskan, terkait tuntutan untuk masalah penangguhan penahan Camat Duduksampeyan tidak ada penangguhan tahanan.”Untuk perkara korupsi tidak ada yang di peti es kan semua masih dalam proses,”tegasnya. (*)
GRESIK,1minute.id – Marhaban Ya Ramadan. Bulan Suci itu sebentar lagi tiba. Untuk memberikan perasaan aman dan nyaman jamaah di bulan Suci paling ditunggu umat muslim itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani memasukkan program vaksinasi untuk 1.000 imam masjid dan musala dalam Progran Kerja 99 Hari Bupati dan Wakil Bupati Gresik.
Rencana vaksinasi imam masjid dan musala itu diungkapkan ketika melaunching Gerakan Sang Mantan menjadi Pahlawan (Gerbang Pahlawan) di Pendapa Bupati Gresik pada Selasa, 2 Maret 2021.
Gerbang Pahlawan ini, mengajak para peyintas Covid-19 untuk melakukan donor plasma Convalense. Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani menjadi orang pertama yang melakukan donor plasma convalense bekerjasama dengan PMI Cabang Gresik itu.
“Saya alumni Covid-19,”kata Bupati Gresik berusia 35 tahun itu. Meski tidak mengalami gejala atawa orang tanpa gejala (OTG). Akan tetapi, hasil test swab berulangkali hasilnya positif. Pada 25 Desember 2021, Gus Yani memutuskan untuk melakukan isolasi mandiri.
Selama 25 hari isolasi, Gus Yani tetap melakukan aktivitas yakni pembicara webinar dan membaca buku. “Selama 25 hari itu, Saya bisa menamatkan 5 buku,”kata suami Nurul Haromaini itu.
Menurutnya, gerakan donor plasma konvalesen, salah satu treatmen yang sangat bermanfaat untuk meningkatkan angka kesembuhan dan mengurangi angka kematian pasien Covid-19. Ada 100 orang yang siap untuk melakukan Gerakan Sang Mantan menjadi Pahlawan ini.
SERTIFIKAT DONOR PLASMA : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani didampingi Wabup Gresik Aminatun Habibah menyerahkan sertifikat donor plasma kepada penyintas Covid-19 di Pendapa Bupati Gresik pada Selasa, 2 Maret 2021 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)
“Saya sangat berterima kasih kepada masyarakat penyintas yang telah memberikan donor plasma konvalesen kepada pasien Covid-19 di Gresik menuju Gresik Baru,”tegasnya.
Gus Yani berharap kasus Covid-19 Gresik menunjukkan tren menurun. Mantan Ketua DPRD Gresik berharap pagebluk corona bisa cepat berakhir. Pemkab Gresik, tambahnya, menggeber vaksinasi. Nakes, TNI, Polri dan petugas pelayanan publik telah menjalani vaksinasi.
“Tadi pagi, sebelum acara Gerbang Pahlawan, Saya mendatangi vaksinasi untuk anggota Babinsa di Makodim 0817 Gresik. Semua Babinsa sudah divaksin dan mereka dinyatakan sehat,”tegasnya.
Kedepan, menjelang bulan Suci, Ramadan, tambahnya, Pemkab Gresik akan memprogramkan 1.000 vaksinasi covid untuk imam masjid dan musala,”katanya.
Vaksinasi untuk imam masjid itu untuk memberikan perasaan aman dan nyaman bagi jamaah saat beribadah di bulan suci, Ramadan. “Semoga upaya ini bisa meningkatkan kualitas Ibadah Ramadan di seluruh jajaran dan mengurangi kekhawatiran di masyarakat,”katanya.
Sebelumnya, Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Abimanyu Poncoatmojo Iswinarno mengatakan, jumlah vaksin yang telah disalurkan oleh Gubernur Jawa Timur sampai kemarin sebanyak 20 ribu dosis, untuk 10 ribu orang. Setiap orang dua kali vaksin selang 14 hari dari vaksin kali pertama.
“Kami berharap Pemerintah terus menambah jumlah alokasi vaksin di Gresik sehingga semua elemen masyarakat dapat menerima vaksin anti covid-19, selanjutnya dapat memberikan kesejahteraan masyarakat,”harap Abimanyu yang juga Asisten III Pemprov Jatim itu.
Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Gresik drg Syaifudin Ghozali menambahkan, pihak sedang mengusulkan vaksinasi tahap kedua. Peruntukkan vaksinasi itu, diantaranya untuk imam masjid, musala, takmir, guru atau tenaga pendidik dan pegang di pasar tradisional. (*)
GRESIK,1minute.id – Koleksi lukisan RSUD Ibnu Sina Gresik bertambah pada Selasa, 2 Maret 2021. Lukisan terbaru itu karya Ariel Ramadhan. Lukisan berjudul “Bersatu Melawan Pandemi” itu dihadiahkan kepada rumah sakit rujukan Covid-19 milik Pemkab Gresik bertepatan 1 tahun Pagebluk Corona di Indonesia.
Lukisan berukuran 80 x 100 cm menggunakan cat air dan arklik diatas kanvas itu diterima oleh Wakil Direktur Medik RSUD Ibnu Sina Gresik Maftuhan dan Ketua Tim Pinere RSUD Ibnu Sina Gresik dr Wiwik Kurnia Ilahi.
Ariel, penyandang disleksia itu terlihat semringah. Disleksia adalah gangguan dalam proses belajar yang ditandai dengan kesulitan membaca, menulis, atau mengeja. Penderita disleksia akan kesulitan dalam mengidentifikasi kata-kata yang diucapkan, dan mengubahnya menjadi huruf atau kalimat.
Ariel yang didampingi ayahnya, Eko Sumargo dan kurator lukis,Arik S Wartono itu mengaku senang bisa berkontribusi dalam upaya memerangi pagebluk corona melalui karyanya. “Covid ini berdampak semua sektor, termasuk seniman lukis,”kata Ariel dengan nada lirih.
Pagebluk corona membuat sejumlah agenda pameran tertunda. Antara lain, keliling pantai utara Jawa, Singapura dan Australia. Namun, Ariel mengambil hikmah dari pandemi berawal dari Wuhan, Tiongkok itu bisa menyelesaikan sejumlah lukisan. “Lukisan Bersatu Melawan Pandemi bisa saya selesaikan dua bulan,”katanya.
Ariel mengungkapkan lukisan tentang sejumlah wajah dari berbagai profesi memakai masker menunjukkan covid menyerang semua lapisan masyarakat. “Semua warga harus bersatu untuk bisa melawan penyebaran pandemi ini,”ujarnya. Tentang kapal pinisi berbendera palang merah, mahasiswa ITS Surabaya mengaku dibesarkan di kawasan pesisir Kota Santri.
Sementara itu, dr Wiwik Karunia Ilahi mengatakan rumah sakit sangat senang menerima lukisan Bersatu Melawan Pandemi ini. Lukisan ini, tambahnya,akan dipasang di depan lobi masuk rumah sakit untuk menginspirasi masyarakat yang berkunjung di RSUD Ibnu Sina Gresik.
“Lukisan ini membuat kita, para nakes bangga. Memerangi Covid -19 bukan tugas nakes saja. Tapi, tugas kita semua dengan cara mematuhi protokol kesehatan,”ujar ketua Tim Pinere (Penyakit infeksi emerging dan remerging) RSUD Ibnu Sina Gresik ini.
Terkait kembangan Covid-19 di RSUD Ibnu Sina Gresik dalam dua pekan ini cenderung menurun. Di ruang ICU tersisa 3 pasien. Di dua ruang lainnya sekitar 10 pasien. Rumah sakit menyediakan 110 bad untuk pasien covid kategori sedang dan berat. “Dibandingkan bulan November dan Desember tahun lalu semua ruang nyaris penuh. Semoga Covid segera berakhir,”harapnya. (*)
GRESIK,1minute.id – Program 99 Hari Nawa Karsa di hari kedua masa kepemimpinan duet Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah di depan Pendapa Bupati Gresik pada Selasa, 2 Maret 2021.
Pidato kerakyatan dengan protokol kesehatan diawali santunan anak yatim itu dihadiri pimpinan partai politik, tokoh masyarakat, ulama, forkopimda dan para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkab Gresik.
Menurut Gus Yani-panggilan akrab-Fandi Akhmad Yani, Nawa Karsa menuju Gresik Baru berisi sembilan visi dan misi. “Misi utama untuk mewujudkan Gresik Baru yang Mandiri, Sejahtera, Berdaya Saing dan Berkemajuan berlandaskan Akhlakul Karimah,”kata Gus Yani didampingi Wabup Aminatun Habibah.
Program 99 Hari kerja pertama, Gus Yani–Bu Min untuk menciptakan tata kelola yang dinamis dan transparan menuju good and clean government. Bupati akan membangun Gresikpedia.
“Kami akan berkolaborasi dengan berbagai komunitas untuk media sinkronisasi data dan integrasi sistem informasi menuju sistem satu data rujukan yang dapat diakses oleh seluruh warga kabupaten Gresik ( One data, One Portal, and Open Access ),”kata Bupati Gresik termuda itu.
Untuk menjaga identitas kota religius, tambahnya, sebagai apresiasi memberikan santunan kehormatan kepada 1.000 hafidz. Selanjutnya, berkembang untuk menjangkau guru ngaji, marboth masjid dan musala, penjaga makam, situs religi, dan situs budaya.
“Prioritas kami dalam 99 hari pertama, dalam rangka membangun Gresik Baru adalah dengan melakukan perbaikan kualitas air PDAM,”katanya.
Caranya, mengeliminasi kebocoran, peremajaan pipa untuk mendukung mata air Umbulan, serta pengawasan kejernihan air. Selanjutnya, keberlanjutan pemantaban infrastruktur daerah, untuk kelayakan hunian dan ketangguhan daerah menghadapi bencana.
“Gresik Baru memprioritaskan kota bebas banjir, oleh sebab itu pemerintah daerah akan melakukan normalisasi kali lamong, kami akan menyiapkan lahan secara progresif untuk pembangunan tanggul dan dengan ditambah kolam retensi untuk menampung luapan kali lamong,”terangnya.
Bupati menyebut perbaikan Infrastruktur desa melalui program gerbang dusun. Gresik Baru bergerak mempercepat pembangunan desa dengan melakukan alokasi pembangunan infrastruktur sebesar Rp. 178,8 miliar yang ditujukan untuk pembangunan jalan, infrastruktur pertanian, perekonomian dan pelayanan publik.
PROGRAM NAWA KARSA : Sembilan program Bupati – Wabup Gresik, Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)
“Program ini, 99 hari pertama, kami berupaya menciptakan warga desa yang ayem tentrem dan dapat menerima manfaat pembangunan secara langsung. Kami juga akan menghadirkan kartu Go Tani. Kartu ini memiliki kebermanfaatan yang luas bagi petani dan nelayan untuk mengakses dana bantuan berupa alat produksi, permodalan, asuransi, akses terhadap gudang tani, serta kemudahan dalam distribusi dan penjualan,”urainya.
Pada bidang Pendidikan, Bupati dan Wakil Bupati, Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah, akan menghadirkan beasiswa Gresik Cerdas, melalui Nawa Karsa Gresik cerdas.
“Kami berkomitmen untuk mewujudkan pendidikan murah berkualitas untuk seluruh masyarakat Gresik. Peningkatan infrastruktur dan suprastruktur pelayanan pendidikan akan menjadi prioritas pembangunan Gresik Baru untuk menguatkan kualitas sumber daya manusia Gresik guna bersaing dalam era disruptif,”tandasnya.
Kemudahan layanan kependudukan. Melalui Nawa Karsa Gresik sehati, kami menjamin seluruh anak Gresik yang baru lahir akan mendapatkan akta kelahiran. “Lahir, pulang bawa akta. Secara serentak akan kami mulai di 12 rumah sakit bersalin dan 32 puskesmas.
Di akhir sambutannya, mengajak seluruh masyarakat mendukung visi-misi-program. Gus Yani mengakui, warisan Sambari-Qosim adalah capaian yang sangat penting dan menjadi kerja yang akan kami apresiasi untuk kami rawat dan lanjutkan pada fase yang lebih baik.
“Mulai hari ini sudah tidak ada lagi kubu Gus Yani dan Bu Min serta Pak Qosim- Alif, Wahai Warga Gresik apabila kita semua ditanya, berapa jumlahmu? Jawablah jumlah kita adalah satu sebagai warga Gresik yang berjuang bersama untuk kemajuan melalui jalan perubahan,”pungkasnya. (*)
GRESIK,1minute.id – Program 99 hari Gresik Baru resmi launching oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani pada Selasa, 2 Maret 2021.
Antara lain, Gerakan Sang Mantan jadi Pahlawan (Gerbang Pahlawan). Program mengajak para penyintas Covid-19 untuk mendonor plasma convalesen. Sekitar seratus mantan Covid-19 yang siap untuk donor plasma itu.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Ketua DPC PPP Gresik Achmad Nadir dan Veri, anggota Polres Gresik yang menjalani donor plasma di ruang tamu rumah Dinas Bupati Gresik di Jalan KH Wachid Hasyim, Gresik.
“Sebagai seorang pemimpin saya harus memberikan contoh. Dan, saya alumni S-1 atau Covid,”kata Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani sambil tersenyum. Gus Yani menceritakan, dirinya masuk kategori orang tanpa gejala (OTG). Dalam kondisi sehat.
“Tidak ada gejala apa pun. Swab positif. Berulangkali saya lakukan hasilnya tetap positif. Akhirnya saya putuskan untuk isolasi mandiri,”terang suami Nurul Haromaini itu.
Pada 25 Desember 2020, Gus Yani menjalani isolasi mandiri selama 25 hari. Selama masa isolasi itu, Bupati Gresik berusia 35 tahun itu menjalani berbagai kegiatan secara daring atawa dalam jaringan. Yakni, webinar dan membaca buku.
“Selama 25 hari isolasi itu Saya bisa menghatamkan 5 buku. Alhamdulillah ada hikmah,”terang Gus Yani. Gus Yani menjadikan pengalaman OTG Covid-19 itu sebagai sebuah hikmah. Dia pun mengajak masyarakat alumni S-1- istilah lain – penyintas Covid versi Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Abimanyu Poncoatmojo Iswinarno untuk menjadi pahlawan bagi masyarakat yang sedang berjuang hidup karena terpapar pagebluk berawal dari Wuhan, Tiongkok itu.
Gus Yani menegaskan ikhtiar penuntasan penanganan Covid-19 ini bisa segera teralisasi. Selain donor plasma convalense dan vaksinasi Covid-19 akan terus digeber di Kota Santri – sebutan lain – Kabupaten Gresik ini.
“Kita berusaha maksimal mendukung vaksinasi serentak,”tegasnya. Sebelum pencanangan Program Gerbang Pahlawan, Gus Yani mendatangi program vaksinasi di markas komando distrik militer (Kodim) 0817 Gresik. “Semua babinsa sudah menjalani vaksin. Mereka sudah sehat,”tegasnya.
Tentang program seribu vaksin untuk imam masjid dan musala menyambut bulan Suci Ramadan, akan segera dilakukan. “Harapannya, imam masjid dan musala saat menjadi imam membuat jamaah merasa aman dan nyaman,”tegasnya. (*)
GRESIK,1minute.id – Puluhan senjata api anggota Polres Gresik menjalani pemeriksaan. Pemeriksaan untuk mengantisipasi penyalagunaan senpi itu dipimpin Waka Polres Gresik Kompol Eko Iskandar. Pemeriksaan puluhan senpi dilakukan di Mapolres Gresik pada Senin, 1 Maret 2021.
Menurut Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, meminta kepada seluruh personil yang membawa senjata api (senpi) bisa menggunakannya secara profesional dan sesuai SOP (Standar Opersional Prosedur). Alumnus Akpol 2001 itu, kembali menegaskannanggota yang memegang senpi selalu waspada dan tidak ceroboh saat membawa maupun menggunakan senpi.
“Gunakan senjata api sebaik mungkin dan pedomani Standar Opersional Prosedur yang berlaku, dan jangan dipergunakan hal-hal yang dapat merugikan diri sendiri dan kesatuan,”ujar AKBP Arief Fitrianto.
Sementara itu, Waka Polres Gresik Kompol Eko Iskandar mengatakan pemeriksaan senpi anggota Polres dan polsek jajaran Polres Gresik antara lain pengecekan surat-surat dan kebersihan senpi. “Tujuannya untuk memastikan senpi dinas atau yang dipegang anggota siap pakai dan digunakan,”ujar Wakapolres Gresik Kompol Eko Iskandar didampingi Kasi Propam Polres Gresik Ipda Suharto dan Kasubag Sarpras Bag Sumda M. Zainudin pada Senin, 1 Maret 2021.
Ia menambahkan, jika surat-surat dalam kondisi mati maka senpi tersebut akan diambil. “Jika surat maupun kebersihan tidak diperhatikan, maka senpi tersebut akan ditarik. Itu sudah menjadi sanksi bagi anggota,”katanya. Kompol Eko Iskandar melanjutkan tidak semua anggota memegang senpi. Sebab, anggota yang memegang senpi harus memenuhi syarat. Seperti lulus ujian psikotes atau psikologi kemudian uji praktek menembak.
“Itu syarat yang harus dilalui oleh anggota. Nantinya pemeriksaan senpi ini juga akan terus dilakukan secara berkala,”kata perwira satu mawar di pundak itu. “Pemeriksaan senpi juga untuk mengantisipasi penyalahgunaan senpi oleh anggota,”tegas mantan Kasatlantas Polresta Sidoarjo itu.
Kasi Propam Polres Gresik Ipda Suharto menyatakan, ada 49 senpi yang di tarik karena masa berlaku habis. “Selain memeriksa kondisi fisik senjata, pihaknya juga mengecek administrasi penggunaan senjata api para anggotanya. Hal itu agar kepemilikan senjata ini jelas dan terdata,”katanya. (*)
GRESIK,1minute.id– Kinerja PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) meraih pertumbuhan kinerja positif pada 2020. SIG mencatatkan kenaikkan laba yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar 16,73 persen menjadi Rp 2,79 triliun.
Rincian kinerja keuangan konsolidasi 2020 meliputi Pendapatan tercatat sebesar Rp 35,17 triliun, turun 12,87 persen dibandingkan 2019 sebesar Rp 40,37 triliun. Beban pokok pendapatan tercatat sebesar Rp 23,56 triliun turun 14,82 persen dibandingkan 2019 sebesar Rp 27,65 triliun.
Laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp 2,79 triliun naik 16,73 persen dibandingkan 2019 sebesar Rp 2,39 triliun.
Direktur Utama SIG Hendi Prio Santoso mengatakan, meskipun kondisi ekonomi dan industri semen di Indonesia mengalami kontraksi akibat pandemi Covid-19, serta semakin ketatnya persaingan, Perseroan mampu melalui tahun 2020 dengan pencapaian kinerja yang baik, khususnya dalam hal efisiensi biaya.
Perseroan mampu menjaga kinerja melalui berbagai inisiatif strategis, beban pokok pendapatan 2020 mengalami penurunan yang lebih besar dibandingkan dengan penurunan pendapatan sehingga mampu mencatatkan peningkatan marjin EBITDA menjadi 25,80 persen.
Pelabuhan Teluk Bayur, Sumatera Barat, sebagai fasilitas penunjang ekspor produk semen dan klinker ke berbagai negara (foto : humas SIG)
“Selain itu, Perseroan juga melakukan pengelolaan arus kas secara disiplin, serta menerapkan kebijakan belanja modal yang ketat, sehingga Perseroan mampu mengelola arus kas dari aktivitas operasi tetap positif,”kata Hendi Priyo Santoso.
Hendi Prio Santoso menambahkan akibat pandemi Covid-19, sepanjang tahun lalu, Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp 35,17 triliun, lebih rendah 12,87 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Penurunan ini, imbuhnya, disebabkan oleh turunnya permintaan akan produk bahan bangunan serta beberapa proyek strategis nasional yang mengalami penundaan akibat kebijakan realokasi anggaran Pemerintah.
Menyikapi kondisi pasar dalam negeri, pada 2020, Perseroan melakukan penjualan ekspor ke berbagai negara, seperti Australia, Bangladesh, Srilanka, dan Cina. Sejalan dengan visi perusahaan yaitu menjadi perusahaan penyedia solusi bahan bangunan terbesar di Regional.
SIG, tambahnya. terus berupaya mengoptimalkan potensi pasar baru dan menghadirkan berbagai solusi di bidang building material.
Pada 2020 SIG meluncurkan berbagai solusi baru, baik produk baru seperti Masonry Cement, maupun pengembangan digital marketing dengan menghadirkan beberapa platform seperti Sobat Bangun, Akses Toko serta Official Store untuk memberikan kemudahan kepada pelanggan dalam mendapatkan produk-produk SIG. (*)
GRESIK,1minute.id – Badan Kepagawaian Daerah (BKD) Kabupaten Gresik menghentikan sementara Suropadi sebagai Camat Duduksampeyan dan menunjukan Suyono sebagai Plt merangkap Camat Cerme.
Kepala BKD Gresik Nadlif mengatakan, dengan status sebagai tersangka dan penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik melakukan penahanan membuat Suropadi tidak bisa melaksanakan tugas sebagai aparatur sipil negara (ASN). Memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Karena itu lah, Suropadi untuk sementara diberhentikan sebagai camat,”kata Nadlif ditemui usai salat Duhur di Masjid Al Inabah Kompleks Kantor Bupati Gresik pada Senin, 1 Maret 2021.
BKD, tambahnya, telah menunjuk Camat Cerme Suyono sebagai pelaksana harian (Plh) Camat Duduksampeyan. ” Harapannya pelayanan kepada masyarakat tetap bisa berjalan dengan baik,”kata mantan Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik itu.
Suyono, imbuhnya, memiliki kapasitas untuk merangkap jabatan sebagai camat. “Selain itu, lokasi Kecamatan Cerme dengan Duduksampeyan juga dekat,”ujarnya.
Terpisah, keinginan Suropadi menghidup udara bebas dengan status tahanan rumah bakal sulit dikabulkan oleh penyidik kejaksaan. Kuasa hukum Suropadi, Fajar Trilaksana Yulianto dikonfirmasi mengatakan, penyidik Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Gresik belum memberikan jawaban terkait surat permohonan pengalihan penahanan dari rumah tahanan (Rutan) Gresik menjadi tahanan rumah.
“Tapi, Saya mendapatkan surat pemberitahuan perpanjangan masa penahanan hingga 15 April mendatang,”ujar Fajar dikonfirmasi selulernya pada Senin, 1 Maret 2021. Masa penahanan 20 hari pertama Suropadi berakhir 6 Maret 2021. “Tapi, Saya menghormati putusan penyidik kejari,”kata Fajar.
Seperti diberitakan, tersangka Camat Duduksampeyan Suropadi ditahan oleh Kejari Gresik atas dugaan tindak pidana korupsi anggaran Kecamatan selama tiga tahun sejak tahun 2017-2019. Suropadi ditahan sejak 15 Februari 2021. Hasil audit yang dilakukan Inspektorat Kabupaten Gresik, selama kurun waktu 3 tahun, negara dirugikan sekitar 1,041 Miliar. (*)
GRESIK,1minute.id – Jarum jam menunjukkan pukul 06.00. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersiap berangkat dari rumah dinas di Jalan KH Wachid Hasyim, Gresik menuju Kantor Bupati Gresik di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kebomas.
Bupati Gresik termuda ini lalu jalan kaki menuju dekat masjid Jamik Gresik menyapa masyarakat sekitar yang sedang belanja di penjual sayur keliling (welijo). Ia lalu ngecek media sosial (medsos) untuk memantau keluhan masyarakat terkait pelayanan publik di Kota Santri-sebutan-Gresik itu.
Mantan Ketua DPRD Gresik itu masih mendapati adanya keluhan air PDAM di sejumlah warga di Gresi Kota Lama hingga kawasan Manyar yang kesulitan air bersih sejak Minggu sore, 28 Februari 2021.
Akhmad Fatoni, warga Jalan KH Abdul Karim gang XII , Kecamatan Gresik kerap membeli air jerigen untuk mandi cuci dan kakus (MCK) karena air PDAM hanya keluar angin saja. Sementara, Agung Adi Putranto, warga Jalan Optima, Perum Permata Optima, Desa Banjarsari, Manyar.
Agung belum menikmati layanan air bersih secara maksimal sejak membeli rumah tahun 2017. Dia lebih banyak membeli air kubikan ketimbang menikmati air PDAM.
“Tidak keluar airnya, selama ini beli air kubik. Seminggu dua kali beli, satu bulan beli air Rp 320 ribuan. Masih bayar abonemen setiap bulan pak,”terangnya. Gus Yani – panggilan akrab – Fandi Akhmad Yani mencoba menghubungi Direktur Utama (Dirut) Giri Tirta Siti Aminatus Zariyah untuk mengetahui penyebab air mampet.
Beberapa kali Gus Yani mencoba menghubungi Risa-sapaan-Siti Aminatus Zariyah. Namun, telepon dari orang nomor satu di Pemkab Gresik tidak diangkat. Hanya terdengar nada sambung dari nomor pribadi dirut PDAM itu.
“Belum (telepon tidak bisa), nanti saya cek,”katanya sambil pamit masuk mobil dinas kelir putih menuju kantor Bupati. Gus Yani memimpin apel pagi perdana sebagai Bupati Gresik. Apel pagi dimulai pukul 07.00 diikuti ASN, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan seluruh camat di kabupaten Gresik. (*)