Ngeuriiii, Perundungan karena Cemburu, Pacar Terduga Jalan Bareng Korban yang Masih Kelas VI SD

(tengah) Waka Polres Gresik Kompol Eko Iskandar saat konferensi pers perkara dugaan perundungan di mapolres Gresik, Jumat 8 Januari 2021

GRESIK,1minute.id – Setelah menjalani pemeriksaan penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Gresik memulangkan tujuh anak terduga pelaku perundungan, Jumat dini hari, 8 Januari 2021.

Penyidik masih menetapkan mereka sebagai saksi. Bila hasil gelar perkara ditemukan dua alat bukti cukup melakukan perundangan penyidik akan menjerat Pasal 80 ayat (1) UU 14/2014 tentang Perlindungan anak. 

Bunyi pasal 1 itu adalah setiap orang yang melakukan kekejaman, kekerasan atau ancaman kekerasan atau penganiayaan anak diancam hukuman paling lama 3,5 tahun dan/atau denda paling banyak Rp 72 juta. 

Kapolres Gresik melalui Waka Polres Gresik Kompol Eko Iskandar mengatakan, dugaan perundungan kepada korban berinisial ZR, 11, terjadi pada Rabu, 6 Januari 2021 sekitar pukul 15.30. Korban berusia 11 tahun masih di duduk di kelas VI sekolah dasar (SD) itu dijemput dua temannya dirumahnya di Kecamatan Gresik. 

Korban ZR lalu diajak untuk mencari spot foto di Alun-alun Gresik di Jalan KH Wachid Hasyim, Gresik. “Mereka naik angkot menuju Alun-alun,”kata Waka Polres Gresik Kompol Eko Iskandar di Mapolres Gresik, Jumat 8 Januari 2021.

Mantan Kasatlantas Polres Sidoarjo itu didampingi Kasubbag Humas Polres Gresik AKP Bambang Angkasa dan Kanit Pidum Satreskrim Polres Gresik Ipda Joko Supriyanto. Kompol Eko melanjutkan ketika tiba di lantai dua Alun-alun Gresik ada lima teman lainnya. 

Akan tetapi, lantai 2 atawa selasar Alun-alun Gresik bukan untuk swafoto. Akan tetapi, korban ZR diinterogasi oleh terduga berinisial AM terkait jalan bareng dengan gacoan terduga pelaku bernisial P. Korban ZR membantah sehingga membuat AM, P dan lima lainnya, yakni NR, D, MND, IT dan CD murka. 

Korban ZR kemudian “dihakimi” ramai-ramai. Dijambak, ditendang dan dipukul oleh tujuh terduga pelaku itu. “Luka korban banyak dibagian punggung,”kata Waka Polres Gresik Kompol Eko Iskandar.
Motif penganiyaan terhadap korban ZR  karena pelaku sakit hati, cemburu karena pacar salah satu terduga pelaku diajak jalan oleh korban. 

Apakah ketujuh terduga pelaku perundungan itu satu sekolah, Kompol Eko mengatakan bukan satu sekolah. “Mereka hanya teman bermain, tidak satu sekolah,”jelas Eko. 

Meski, bukti-bukti telah dikantongi akan tetapi penyidik masih belum menetapkan ketujuh terduga perundungan itu sebagai tersangka. “Status mereka masih saksi. Masih proses penyelidikan. Dan,  mereka diperbolehkan pulang,”ujarnya. 

Akan tetapi, bila hasil gelar perkara bukti-bukti cukup kuat akan dinaikkan menjadi penyidikan dan penetapan tersangkanya.

“Mereka akan disangka melanggar Pasal 80 ayat (1) UU Perlindungan Anak,”tegasnya. 

Seperti diberitakan vidoe dugaan perundungan viral di media sosial (medsos). Dalam vpideo berdurasi 23 detik itu seorang anak perempuan diperkirakan usia belasan tahun menjadi korban perundungan sejumlah remaja putri di selasar Alun-alun Gresik. 

Dalam video itu, anak memakai kaus bercorak garis-garis horisontal di tampar, di tendang sejumlah remaja putri. Meski, korban kekerasan itu sudah terjatuh sambil menutupi wajahnya dengan jilbab warna hitam, pelaku seakan tidak mau memaafkan. (*)

Ngeuriiii, Perundungan karena Cemburu, Pacar Terduga Jalan Bareng Korban yang Masih Kelas VI SD Selengkapnya

Berkolaborasi dan Bersinergi untuk Melampaui Jangkauan SIG

GRESIK,1minute.id – Hari ulang tahun (HUT) ke-8 PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) menggelar perayaan secara virtual, Kamis (7/1) yang diikuti seluruh karyawan di lokasi operasional perseroan. 

Mengusung tema Berkolaborasi dan Bersinergi untuk Terus Melampaui Jangkauan SIG berkomitmen untuk terus berinovasi dan mengembangkan teknologi untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan bagi generasi mendatang.

Direktur Utama SIG Hendi Prio Santoso mengatakan, kolaborasi dan sinergi menjadi semangat utama dalam perayaan tahun ini. 
Perayaan HUT SIG membawa semangat baru bagi perusahaan untuk terus berinovasi dan melebihi jangkauan.

Tahun 2020, tambahnya, menjadi tahun yang penuh tantangan dan persaingan yang ketat, namun SIG berhasil melaluinya dengan capaian kerja yang memuaskan. 

Sinergi yang baik, didukung dengan pengelolaan bisnis yang optimal dan program efisiensi berkelanjutan menjadikan Perseroan mampu mencapai kinerja yang memuaskan. 

“Ini menjadi pelajaran baik yang harus dilanjutkan pada tahun ini,”kata Hendi Prio Santoso dalam siaran pers diterima 1minute.id, Kamis 7 Januari 2021.

Hendi Prio Santoso melanjutkan, pada 2021 Perseroan dihadapkan pada tantangan yang lebih berat. Selain persaingan yang ketat, pandemi yang dirasakan sejak tahun lalu mempengaruhi peluang dan potensi yang dapat diraih oleh perseroan.

“Dengan rasa optimis dan terus bersemangat, kita yakin akan mampu menjawab tantangan dengan capaian yang lebih baik lagi,”ujarnya.

Sementara itu, Komisaris Utama SIG Rudiantara menyampaikan, SIG patut bersyukur bisa dilewati walaupun menghadapi pendemi Covid-19. 

“Kita bersyukur setidaknya 9 bulan pertama tahun 2020 kinerja SIG lebih baik dibanding tahun 2019,”kata Rudiantara.  “Banyak orang kaget, kenapa bisa lebih baik padahal ada pandemi, kita bisa melakukan banyak hal yang tadinya tidak pernah dilakukan di SIG terutama dalam bidang efisiensi,”imbuhnya. 

Dalam rangkaian perayaan HUT ke-8 ini, Perseroan memberikan Penghargaan Kesetiaan Kerja kepada 309 karyawan. Penghargaan diberikan sebagai apresiasi atas masa bakti karyawan yang telah bekerja selama 10, 25, dan 30 tahun. 

Selain itu, Perseroan juga memberikan santunan kepada 1.727 anak yatim piatu, membagikan 4.150 paket sembako dan Alat Pelindung Diri kepada masyarakat di beberapa wilayah operasional Perseroan.

Diantaranya, Lhoknga (Aceh), Indarung (Sumatera Barat), Narogong (Jawa Barat), Cilacap dan Rembang (Jawa Tengah), Tuban dan Gresik (Jawa Timur) serta  Pangkep (Sulawesi Selatan). (*)

Berkolaborasi dan Bersinergi untuk Melampaui Jangkauan SIG Selengkapnya

16 RS Rujukan Covid-19, Sisakan 100 Tempat Tidur , Dinkes Sepakat PSBB

Stadion Gelora Joko Samudro untuk Pondok Rehabilitasi Covid-19 di Gresik (foto : chusnul cahyadi /1minute.id)

GRESIK,1minute.id – Jumlah kasus Covid-19 meningkat tajam sepekan terakhir. Peningkatan hampir dua kali lipat. Akibatnya, hampir semua rumah sakit rujukan coronavirus disease 2019 nyaris penuh. 

Pembatasan sosial berskala besar (PSBB), pengetatkan lalu lintas manusia, operasi yustisi dan penerapan jam malam bakal dilakukan oleh Pemkab Gresik untuk menahan laju persebaran pagebluk berawal dari Wuhan, Tiongkok itu.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Gresik drg Syaifudin Ghozali menyatakan jumlah pasien Covid 19 di Gresik saat ini meningkat tajam. “Semua rumah sakit rujukan Covid-19 di Gresik hampir penuh. Termasuk yang ada rumah sakit lapangan di Stadion Gelora Joko Samudro yang kami peruntukkan untuk pasien OTG dan pasien Covid ringan,” kata Ghozali dalam rakor di ruang Graita Eka Praja Kantor Bupati Gresik, Kamis 7 Januari 2021.

Rapat itu dipimpin Wakil Bupati Gresik Moh Qosim, Ghozali menambahkan dari 16 rumah sakit rujukan Covid di Gresik dengan kapasitas 500 tempat tidur, sudah terisi 400 tempat tidur. “Sedangkan 100 tempat tidur disiapkan untuk isolasi khusus, misalnya pasien anak, bedah dan melahirkan,”terangnya. 

Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt)  Direktur RSUD Ibnu Sina Gresik dr Zainul Arifin, Sp.OT menambahkan saat ini pihaknya tengah merawat 75 pasien Covid 19 yang parah dan sedang. “Bahkan saat ini  di pelayanan IGD RS sudah ada 13 antrian pasien Covid-19,”katanya. 

Terpisah, update data Covid-19 Gresik, Kamis 7 Januari 2022 tercatat penambahan kasus baru 17 konfirmasi corona menjadi 4.288 kasus. Sedangkan, sembuh bertambah 11 kasus menjadi 3.877 kasus.

Dan meninggal dunia bertambah 2 kasus menjadi 455 kasus ( meninggal probable 173 kasus dan RT-PCR 282 kasus) (*)

16 RS Rujukan Covid-19, Sisakan 100 Tempat Tidur , Dinkes Sepakat PSBB Selengkapnya

Tren Kasus Covid-19 Meningkat, Pemkab Gresik Ikuti Kebijakan PSBB Jawa Bali mulai 11-25 Januari 2022

GRESIK,1minute.id – Persebaran wabah coronavirus disease 2019 nasional semakin mengkhawatirkan. Pemerintah pusat berencana menetapkab masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) Jawa-Bali mulai 11-25 Januari 2021.

Diantaranya, Jawa Timur meliputi Surabaya Raya yakni Surabaya, Sidoarjo dan Gresik. Menindaklanjuti wacana itu, Wakil Bupati Gresik Moh Qosim menggelar rapat koordinasi (rakor) bersama Satgas Covid-19 Gresik dan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di ruang rapat Graita Eka Praja Kantor Bupati Gresik, Kamis 7 Januari 2021.

Wabup Moh Qosim mengatakan Kabupaten Gresik tidak tertera sebagai prioritas pada data yang ditetapkan kabupaten/kota yang masuk Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jawa Timur. 

Namun melihat situasi dan kondisi perkembangan kasus Covid 19 di Gresik yang masuk wilayah Surabaya Raya terbilang cukup tinggi. “Pemkab akan mendukung dan mengikuti kebijakan pemerintah pusat untuk perbelakuan PSBB,”ujar Wabup Qosim, Kamis, 7 Januari 2021.

Pemerintah pusat menetapkan PSBB Jawa-Bali mulai 11-25 Januari 2021. Wabup Qosim menambahkan pihaknya memantau perkembangan data kasus Covid di Gresik sepekan terakhir, mulai 3 – 7 Januari 2021 jumlah kasus Covid bertambah dua kali lipat dibanding yang sembuh.

“Kondisi itu sebagai dasar kebijakan mendukung dan penetapan PSBB di Kabupaten Gesik ini,”imbuh Qosim. 

Selain menetapkan mengikuti kebijakan pemerintah pusat, dalam rapat itu Wabup Qosim membahas langkah langkah persiapan pemberlakuan PSBB di kota Santri ini.  

Diantaranya, memutuskan untuk mengaktifkan kembali check point di beberapa wilayah kecamatan yaitu Kecamatan Gresik, Kebomas, Manyar, Menganti dan Driyorejo. 

“Kami masih akan mengkaji kembali beberapa wilayah kecamatan lain yang dipandang rawan, untuk kita aktifkan kembali pos chek point tersebut,” katanya.

Selain itu, Wabup juga memerintahkan kembali untuk melakukan operasi yustisi serta razia jam malam pada warung-warung kopi dimana banyak kerumunan masyarakat.(*)

Tren Kasus Covid-19 Meningkat, Pemkab Gresik Ikuti Kebijakan PSBB Jawa Bali mulai 11-25 Januari 2022 Selengkapnya

Polisi Gerak Cepat, Kurun Waktu 4 Jam, Tujuh Terduga Perundungan Diamankan

Kanit Pidum Satreskrim Polres Gresik Ipda Joko Supriyanto dan orang tua anak terduga pelaku perundungan memasuki ruang PPA Satreskrim Polres Gresik, Kamis 7 Januari 2021 (foto : chusnul cahyadi /1minute.id)


GRESIK,1minute.id – Tujuh remaja putri diduga pelaku perundungan anak di selasar Alun-alun Gresik diamankan tim cyber dan opsnal Satreskrim Polres Gresik dan Polsek Gresik Kota. 

Mereka dijemput dirumahnya masing-masing. Di Kecamatan Gresik dan Kebomas. Namun, polisi belum membeberkan identitas terduga pelaku yang semuanya anak dibawah umur. “Mereka masih pelajar SMP,”kata sumber dikepolisian, Kamis 7 Januari 2021.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui Kanit Pidana Umum (Pidum) Satreskrim Polres Gresik Ipda Joko Supriyanto membenarkan ketujuh pelaku telah diamankan.

“Mereka kami jemput dirumahnya masing-masing,”kata Ipda Joko Supriyanto , Kamis 7 Januari 2021.

Saat ini, tambahnya, terduga anak itu menjalani pemeriksaan intensif di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Gresik.  Polisi mendapat laporan dari masyarakat sekitar pukul 05.30.

Tim Cyber dan tim Opsnal Polres Gresik langsung turun melakukan penelusuran. Sekitar pukul 09.30, polisi kemudian mengamankan satu per satu terduga pelaku perundungan itu. 

Seperti diberitakan video dugaan perundungan viral di media sosial (medsos). Dalam video berdurasi 23 detik itu seorang anak perempuan diperkirakan usia belasan tahun menjadi korban perundungan sejumlah remaja putri di selasar Alun-alun Gresik. 

Dalam video itu, anak memakai kaus bercorak garis-garis horisontal di tampar, di tendang sejumlah remaja putri. Meski, korban kekerasan itu sudah terjatuh sambil menutupi wajahnya dengan jilbab warna hitam, pelaku seakan tidak mau memaafkan. 

Dugaan perundungan ini, mengingatkan kejadian 1 April 2016 lalu. Pelaku dan  anak korban adalah pelajar SMK. (*)

Polisi Gerak Cepat, Kurun Waktu 4 Jam, Tujuh Terduga Perundungan Diamankan Selengkapnya

Satu Terduga Pelaku Perundungan Diamankan?

GRESIK,1minute.id –  Polisi bertindak cepat. Sumber menyebutkan salah satu pelaku dugaan perundungan di selasar Alun-alun Gresik itu telah diamankan.  

Sayangnya, polisi masih belum membuka identitas pelakunya tersebut. “Masih dikembangkan,”kata sumber meminta identitasnya tidak disebutkan itu. 

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui Kasatreskrim Polres Gresik AKP Bayu Febrianto Prayoga dikonfirmasi belum menjawab. Konfirmasi 1minute.id dikirim melalui Whatsapp sudah centang dua warna biru.

KUNGFU : satu tendangan ala kungfu dilakukan terduga pelaku perundungan di selasar Alun-alun Gresik kini diselidiki polisi (foto : tangkapan layar)

Seperti diberitakan vidoe dugaan perundungan viral di media sosial (medsos). Dalam vpideo berdurasi 23 detik itu seorang anak perempuan diperkirakan usia belasan tahun menjadi korban perundungan sejumlah remaja putri di selasar Alun-alun Gresik. 

Dalam video itu, anak memakai kaus bercorak garis-garis horisontal di tampar, di tendang sejumlah remaja putri. Meski, korban kekerasan itu sudah terjatuh sambil menutupi wajahnya dengan jilbab warna hitam, pelaku seakan tidak mau memaafkan. Remaja-remaja putri itu semakin beringas. (*)

Satu Terduga Pelaku Perundungan Diamankan? Selengkapnya

Dinas KBP2A Miris Lihat Video Perundungan , Tren Meningkat

TKP : Lokasi dugaan perundungan anak di selasar Alun-alun Gresik ( foto : chusnul cahyadi /1minute.id)

GRESIK,1minute.id –  Kepala Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Anak (KBP2A) Gresik dr Ady Yumanto mengatakan pihaknya merasa prihatin itu.

“Miris saya melihat video itu,”kata Ady Yumanto dikonfirmasi seluler, Kamis 7 Januari 2021.

Menurut Ady Yumanto, kekerasan terhadap anak itu setiap tahun meningkat di Gresik. “Penyebab utama faktor ekonomi, orang tua kemudian sering bertengkar,”katanya. 

Ketidakharmonisan rumah tangga itu, tambahnya, membuat anak menjadi liar. “Mereka mencari kepuasan di luar rumah,”katanya. 

KEKERASAN ANAK : Salah satu adegan dugaan perundungaan di Alun-alun Gresik

Dan, jumlah kekerasan anak itu terus meningkatkan di Kota Santri ini. “Memang tidak banyak, tapi dua tahun terakhir meningkat,”kata Ady.

Sayangnya, dr Ady Yumanto tidak membawa data terkait kekerasan terhadap anak di Gresik. “Tidak banyak tapi tetap miris,”ujarnya. 

Dalam waktu dekat, tambahnya, akan duduk bareng dengan semua elemen masyarakat yang peduli terhadap anak. Dan,  Ady berharap pelaku kekerasan terhadap anak harus dijatuhi hukuman setimpal.

Sesuai aturan perundang-undangan yang ada. “Agar ada efek jera terhadap orang tua atau anak yang melakukan kekerasan terhadap anak,”tegasnya. 

Seperti diberitakan vidoe dugaan perundungan viral di media sosial (medsos). Dalam video berdurasi 23 detik itu seorang anak perempuan diperkirakan usia belasan tahun menjadi korban perundungan sejumlah remaja putri di selasar Alun-alun Gresik. 

Dalam video itu, anak memakai kaus bercorak garis-garis horisontal di tampar, di tendang sejumlah remaja putri. Meski, korban kekerasan itu sudah terjatuh sambil menutupi wajahnya dengan jilbab warna hitam, pelaku seakan tidak mau memaafkan. Remaja-remaja putri itu semakin beringas. (*)

Dinas KBP2A Miris Lihat Video Perundungan , Tren Meningkat Selengkapnya

Video Aksi Brutal Remaja Putri Beredar di Medsos, Mirip Anggota Geng


GRESIK,1minute.id – Vidoe dugaan perundungan viral di media sosial (medsos). Dalam video berdurasi 23 detik itu seorang anak perempuan diperkirakan usia belasan tahun menjadi korban perundungan sejumlah remaja putri di selasar Alun-alun Gresik. 

Dalam video itu, anak korban memakai kaus bercorak garis-garis horisontal di tampar, di tendang, di jambak sejumlah remaja putri.

Meski, korban kekerasan itu sudah terjatuh sambil menutupi wajahnya dengan jilbab warna hitam, pelaku seakan tidak mau memaafkan.  Bahkan, pelaku itu semakin beringas. Terlihat mereka meringis seakan terpuaskan hasratnya menyakiti si korban.

Belum diketahui secara pasti video dugaan perundungan itu kapan dilakukan pelaku dan kemudian direkamnya. Akan tetapi, video kekerasan itu tersebar di medsos sejak Kamis hari ini, 7 Januari 2021.

TAMPARAN : Seorang anak diduga korban perundungan menutupi wajah ketika usai ditampar terduga pelaku di selasar Alun-alun Gresik (foto : tangkapan layar)

Kejadian ini mengingatkan kejadian 1 April 2016 lalu. Seorang pelajar putri dihajar di sebuah jalan di kawasan Industri Gresik. Korban adalah pelajar SMK di Kota Gresik. Terduga pelaku adalah anak Geng Cutes. 

BRUTAL : salah satu adegan dugaan perundungan di selasar Alun-alun Gresik diduga dilakukan sejumlah remaja putri ( foto : tangkapan layar)

Kasat Pol PP Gresik Abu Hasan mengatakan, pihaknya masih melakukan penelusuran video dugaan perundungan itu. Abu Hasan belum bisa memastikan kebenarannya vidoe tersebut.

“Tapi, kalau video itu benar, saya berharap diusut tuntas,”kata Abu Hasan dikonfirmasi seluler, Kamis 7 Januari 2021.

Pengusutan untuk mencari pelaku kekerasan dan perekam video kemudian di share ke medsos itu.  “Kalau video itu benar harus diusut semua yang terlibat,”tegasnya. 

Terkait antisipasi menangkal kejadian di fasilitas umum (fasum) atawa di Alun-alun Gresik, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik. 

“Kami akan usulkan pada jam tertentu akses ke lantai atas (selasar) Alun-alun Gresik harus dibatasi,”tegasnya. Sebab,  pihaknya tidak mungkin mengawasi 24 jam nonstop di kawasan Alun-alun itu. 

Sebenarnya, sebelum pandemi Covid-19, pihaknya mengusulkan ada pemasangan closed circuit television (CCTV) di kawasan Alun-alun Gresik. Namun,  rencana belum teralisasi karena anggaran terserap penanganan pagebluk corona itu. 

“Anggota sudah sering menghalau masyarakat yang nekat menaikkan motor di lantai atas Alun-alun Gresik itu,”ujarnya.  (*)

Video Aksi Brutal Remaja Putri Beredar di Medsos, Mirip Anggota Geng Selengkapnya

15 Perwira dan 119 Bintara Polres Gresik Naik Pangkat


GRESIK, 1minute.id – Sebanyak 134 anggota Polres Gresik dan 2 PNS Polri mendapatkan kenaikaan pangkat satu tingkat. 

Mereka terdiri 15 perwira dan 119 bintara. Upacara Korp Rapor kenaikkan pangkat digelar secara virtual di gedung Rupatama Polda Jatim, Rabu 6 Januari 2021. Inspektur upacara virtual bersama dengan polres jajaran Polda Jatim itu adalah  Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta.

Pada kesempatan itu, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta meminta kepada seluruh personel untuk meningkatkan kinerja dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. 

“(Kenaikkan pangkat) perwujudan penghargaan dari Polri menjadi motivasi untuk melaksanakan tugas,”kata Irjen Nico Afinta dalam siaran pers melalui Sub Bagian Humas Polres Gresik, Rabu 6 Januari 2021.

Dikatakan Irjen Pol Nico Afinta,  kenaikkan pangkat reguler periode 1 Januari 2021 di jajaran Polda Jatim sebanyak 5.058 personel Polri dan 168 aparatur sipil negara (ASN) Polri. 

“Terimakasih dan apresiasi kepada pejabat yang meninggalkan Polda Jatim atas dedikasi dan loyalitas yang diberikan dan selamat kepada pejabat yang baru dilantik diharapkan dapat melaksanakan tugas dan segera menyesukan diri dengan baik di Polda Jatim,”katanya. 

Usai upacara virtual Korp Rapor itu, ratusan personel Polres Gresik yang mendapatkan kenaikkan pangkat reguler itu menggelar tasyakuran secara sederhana dan doa bersama dipimpin Waka Polres Gresik Kompol Eko Iskandar. (*)

15 Perwira dan 119 Bintara Polres Gresik Naik Pangkat Selengkapnya

Berangsur Surut, Warga Tetap Waswas Banjir Susulan

GRESIK,1minute.id – Banjir Kali Lamong di Kecamatan Cerme berangsur surut. Siang hari ini menyisakan tujuh desa yang masih tergenangi air bah Kali Lamong itu.

Tujuh desa itu, Guranganyar ; Iker-ikergeger; Pandu dan Jono. Berikutnya, Desa Tambak Beras ; Banjarsari dan Dungus. Sudah dua pekan lebih air bah kiriman itu menggenangi tujuh desa itu.

Desa Tambak Beras dan Jono, kondisinya paling parah. Sebab, banjir telah menggenangi ratusan rumah warga di dua desa itu. Di Desa Tambak Beras ada 300 somah atawa rumah. Sedangkan, Jono ada 160 rumah.

Banyaknya rumah yang kemasukkan air bah itu karena sejumlah tanggul jebol di Desa Jono. Pemerintah belum bisa melakukan perbaikan karena air Kali Lamong belum surut.

“Untuk perbaikan tanggul menunggu air surut,”kata Camat Cerme Suyono, Rabu 6 Januari 2021. Sejumlah alat berat sudah digeser ke desa.

Meski air mulai surut. Namun, masyarakat di sekitar daerah aliran Kali Lamong masih dilanda waswas. Sebab, berdasarkan perkiraan badan meteorologi klimatologi dan geofisika (BMKG) Surabaya curah hujan masih tinggi. Terutama di bagian hulu Kali Lamong yakni Mojokerto dan Lamongan. Merujuk perkiraan BMKG itu, hampir setiap hari wilayah Mojokerto turun hujan selama sepekan kedepan. (*)

Berangsur Surut, Warga Tetap Waswas Banjir Susulan Selengkapnya