GRESIK,1minute.id – Ratusan rumah di empat desa di Kecamatan Cerme masih terendam banjir Kali Lamong, Sabtu 2 Januari 2021.
Ratusan rumah yang terendam air bah itu di Desa Tambak Beras ada 300 unit rumah ; Jono 170 rumah dan Guranganyar 150 rumah dan Cerme Kidul 5 unit rumah. Total 625 rumah yang masih terendam air setinggi antara 10 – 55 centimeter. Sudah hampir seminggu rumah ratusan warga itu tergenangi air banjir.
Selain rumah, banjir Kali Lomong ini juga membuat jalan poros desa (JPD) bagai telaga dadakan. Di Desa Tambak Beras, panjangnya mencapai 2,5 kilometer.
Evakausi warga Desa Tambak Beras, Kecamatan Cerme yang sakit menggunakan kendaraan bermotor Kamis 31 Desember 2020 ( foto : chusnul cahyadi /1minute.id)
Jalan kampung pun ditutup untuk semua kendaraan bermotor. Roda dua maupun roda empat. “Kasih warga kalau tidak ditutup,”ujar Sudarsomo, Sabtu 2 Januari 2021.
Dibandingkan sehari sebelumnya, ketinggian air menyusut. Desa yang terganangi semakin berkurang. Berdasarkan data di Posko Bencana Alam Kecamatan Cerme sekitar pukul 12.00 masih sembilan desa yang terdampak luapan Kali Lamong.
Sembilan desa itu adalah Sukoanyar, Iker-ikergeger, Guranganyar dan Morowudi. Kemudian, Desa Pandu, Jono, Tambak Beras, Cerme Kidul dan Banjarsari. (*)
GRESIK,1minute.id – Salah satu warung di Kecamatan Duduksampeyan digerebek polisi. Pasalnya, warung milik Malik, 51, warga Desa Ambeng-ambengwatangrejo itu menjual minuman berakohol (mihol).
Dalam penggrebekan dipimpin Kapolsek Duduksampeyan AKP Sugeng Ari Putra itu, diamankan ratusan mihol berbagai merek. Malik, penjual mihol harus menjalani pemeriksaan di Mapolsek Duduksampeyan.
Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui Kapolsek Duduksampeyan AKP Sugeng Ari Putra mengatakan sebelum malam tahun baru hingga awal pergantian tahun, petugas melalukan operasi cipta kondisi (cipkon).
Dari patroli yang dilakukan petugas, ada satu warung di Desa Ambeng-ambengwatang Rejo, Kecamatan Duduk yang kedapatan menjual mihol. Ratusan botol mihol itu disimpan di rak dan kardus.
“Total ada 245 botol miras (minuman keras) disita petugas,”kata Sugeng, Sabtu 2 Januari 2021. Dari 245 botol yang disita itu, ada 57 mihol jenis arak dan oplosan.
Penjual dijerat Perda no 15/2002 jo nomor 19 / 2004 Pasal 9 dan 10 tentang larangan peredaran minuman keras. “Penjual mihol akan di sidang tipiring pada hari Kamis besok,”tambah mantan Kanitreskrim Polsek Driyorejo itu. (*)
GRESIK, 1minute.id – Perayaan pergantian tahun masehi berjalan aman dan kondusif. Tidak terdengar suara knalpot memekakkan telinga.
Tidak ada pesta tahun baru yang menyedot kerumunan massa. Kondisi kamtibmas kondusif itu mendapatkan apresiasi dari aparat keamanan. TNI, Polri dan Pol PP Gresik.
Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto mengucapkan terimakasih kepada masyarakat atas kerjasama dan sinergitasnya. Forkopimda dan jajaran Polres Gresik memastikan pelaksanaan malam pergantian tahun berjalan aman dan kondusif. Tidak ada temuan atau aktifitias menonjol dalam detik-detik pergantian tahun itu.
Penerapan jam malam dan pelaksanaan protokol kesehatan ketat berjalan sesuai harapan. “Karena sudah menjalan aturan dan regulasi sesuai himbauan pemerintah. Termasuk tertib mematuhi pembatasan aktifitas jam malam sejak pukul 20.00 hingga 4.00 pada momen pergantian tahun,”kata AKBP Arief Fitrianto, Jumat 1 Januari 2021.
Pembatasan jam malam maupun penyekatan arus lalu lintas antarkabupaten tidak diberlakukan lagi. “Sejauh ini belum ada intruksi atau kebijakan yang mengarah kesana,”imbuh alumnus Akpol 2001 ini. Kini, kepolisian Resor Gresik kembali fokus pada pelaksanaan Operasi Lilin Semeru (OLS) 2020 yang akan berakhir pada 4 Januari 2021.
OLS untuk antisipasi gangguan kemanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) dan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran (Kamseltibcar) lalu lintas. “Dan yang terpenting pencegahan penyebaran virus Covid-19 di Gresik,”tegasnya.
Dalam pantauan 1minute.id, usai apel gelar pasukan di halaman Mapolres Gresik baru di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Gresik, tim pengamanan langsung menyebar tempatpenjagaan di titik rawan kerumunan dan melakukan penyekatan wilayah perbatasan.
Sebanyak 250 personel gabungan TNI, Polri, Pol PP, Dishub dan ormas langsung menyebar ke sejumlah titik penyekatan. (*)
GRESIK,1minute.id – Destinasi wisata Selo Tirto Giri ( Setigi) punya wahana baru. Yakni, Kolam Banyu Gentong. Wahana kolam renang untuk anak-anak resmi dilaunching pagi tadi, Jumat 1 Januari 2020.
Wahana baru di tahun anyar itu langsung diserbu wisatawan. Masa pagebluk corona, pengelola membatasi 50 persen. Maksimal 30 pengunjung, dan dibatasi 2 jam wahana dilengkapi air mancur dari bawah gentong raksasa sehingga menjadi spot foto yang apik.
Protokol kesehatan diterapkan ketat oleh pengelola untuk mencegah penyebaran corona virus disease 2019. Pengunjung wisata bekas tambang kapur ini dibatasi hanya 50 persen. Biasanya, Weekend pengunjung maksimal 6 ribu, kini hanya dibatasi 3 ribu pengunjung saja.
Pengelola Wisata Setigi Abdul Halim mengatakan, pihaknya menambah satu wahana untuk menyambut tahun baru. Diharapkan bakal bisa menarik pengunjung, khususnya anak-anak.
“Pada Jumat Pahing, 1 Januari 2021, di wisata Setigi, dengan mengucapkan Bismillah, resmi dibuka Kolam Banyu Gentong,”kata Abdul Halim dalam rilisnya di terima 1minute.id.
Wahana baru ini, tambah Halim yang juga Kepala Desa Sekapuk, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik itu, kado dari desa untuk Indonesia. “Semoga kolam ini bisa meningkatkan ekonomi kerakyatan dan bermanfaat, bisa menambahkan imun tubuh kita makin kuat, sebab bahagia,”ujarnya.
Ditanya terkait nama Kolam Banyu Gentong, Halim menjlentrehkan filosofi gentong adalah tempat air minum yang berbentuk seperti tempayan besar. Biasanya terbuat dari tanah liat.
“Dan air inilah merupakan sumber kehidupan. Semoga dengan sumber kehidupan ini, seluruh warganya sejahtera dan bahagia,”katanya.
Kehadiran wahana baru ini, diharapkan Wisata Setigi semakin berkembang dan dapat terus menerus memberikan manfaat serta membangun ekonomi kerakyatan yang dimulai dari desa. (*)
GRESIK,1minute.id – Ratusan rumah di Desa Tambak Beras, Kecamatan Cerme, Gresik masih terendam banjir Kali Lamong, Jumat 1 Januari 2021.
Diantaranya, Sudarsono. Lelaki 60 tahun itu, terlihat duduk di teras rumahnya. Perkakas rumah tangga, seperti kursi ditempatkan di teras karena ketinggian air hanya semata kaki orang dewasa.
“Teras ini sudah saya tinggikan setengah meter. Kalau bagian dalam rumah sangat dalam,”kata lelaki yang sudah 3 tahun terkena stroke itu ditemui 1minute.id , Kamis 31 Desember 2020.
Luapan Kali Lamong belum surut. Bahkan, cenderung semakin meluasnya. Kini, masyarakat berada di aliran Kali Lamong hanya bisa berharap kepada pemerintah untuk bisa menyelesaikan problem banjir tahunan ini.
Begini kondisi luapan banjir Kali Lamong itu pada Kamis 31 Desember 2020. Memasuki awal tahun masyarakat hanya berharap Kali Lamong bisa tertangani secepatnya. (*)
Jalur penyekatan pengamanan tahun baru dilakukan aparat kepolisian Resor Gresik
GRESIK, 1minute.id – Hujan mulai turun di Kota Santri sekitar pukul 19.25 malam ini. Mending merayakan tahun baru di rumah. Memaksakan diri merayakan malam pergantian di luar rumah seperti bukan pilihan tepat.
Sebab, polisi telah menetapkan pemberlakuan jam malam mulai pukul 20.00 atau kurang 35 menit lagi. Selain itu, bahaya corona virus disease 2019 juga semakin mengganas.
Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto bersama forkopimda mengimbau dan mengajak seluruh masyarakat Kota Santri agar merayakan malam tahun baru bersama keluarga di rumah saja.
“Kami akan berlakukan jam malam sejak 20.00 hingga 04.00. Jangan berkumpul di luar rumah, apalagi dalam jumlah besar karena potensi penyebaran virus Covid-19 masih mengancam. Lebih baik di rumah saja bersama keluarga,”imbuh Arief, Kamis 31 Desember 2020.
Apabila masyarakat tetap nekat merayakan malam tahun baru di luar rumah yang menimbulkan potensi penyebaran virus Covid-19, Kapolres secara tegas menyatakan siap mengambil tindakan.
“Mengacu ketentuan gubernur, kami berkomitmen apabila ada yang mengadakan kerumunan, perkumpulan, akan kita minta untuk segera membubarkan diri,”tegas alumnus Akpol 2001 ini.
Sikap tegas petugas itu, kata mantan Kapolres Ponorogo itu didasarkan atas surat edaran nomor 736/24068/013.4/2020 tentang Penerapan Protokol Kesehatan Pembatasan Jam Malam Sebelum dan Sesudah Pelaksanaan kegiatan libur Tahun Baru 2021 di seluruh wilayah Jatim.
“Pembatasan jam malam diberlakukan untuk mengurangi angka penyebaran Covid-19 di Jawa Timur yang semakin hari terus meningkat,”katanya. Arief memastikan, personilnya bersama TNI akan melakukan operasi dan tindakan persuasif di masyarakat jika ada yang berkerumun dan melanggar ketentuan SE Gubernur Jatim itu.
Kapolres pun mengingatkan kembali pentingnya penerapan protokol kesehatan (Prokes). “Vaksin belum diberikan, sehingga protokol kesehatan yang harus dijalankan,”katanya.(*)
Relawan mengoperasikan perahu karet di Desa Pandu, Kecamatan Cerme, Gresik, Kamis 2020. (foto : chusnul cahyadi /1minute.id
GRESIK, 1minute.id – Air bah luapan Kali Lamong terus mengalir jauh. Sekitar pukul 08.00 air bah kiriman itu sudah menggenangi Raya Cerme.
Ketinggian air jalan nasional itu setinggi 20 centimeter. Kendaraan masih bisa lalu lalang. Kondisi berbalik 180 derajat ketika memasuki Jalan Desa Tambak Beras, Kecamatan Cerme, Gresik.
Jalan desa itu ditutup untuk semua jenis kendaraan bermotor. Mobil hingga motor. Berdasarkan data dari Posko Bencana Alam Kecamatan Cerme jalan poros desa (JPD) berubah bagai telaga dadakan sepanjang 2 kilometer.
Ketinggian air antara 10-50 centimeter. “Sebanyak 150 somah (rumah) tergenangi air setinggi 35 cm,”kata Camat Cerme Suyono.
Diantara ratusan rumah yang terendam air adalah milik Sudarsono. Lelaki 60 tahun itu, sekitar pukul 08.30 terlihat duduk di teras rumahnya.
Perkakas rumah tangga, seperti kursi ditempatkan di teras karena ketinggian air hanya semata kaki orang dewasa.
“Teras ini sudah saya tinggikan setengah meter. Kalau bagian dalam rumah sangat dalam,”kata lelaki yang sudah 3 tahun terkena stroke itu ditemui 1minute.id, Kamis 31 Desember 2020.
Darsono hanya bisa pasrah menghadapi banjir tahunan ini. “Air bah mulai datang tadi malam (Rabu) sekitar pukul 20.00,”katanya. Dalam pantauan 1minute.id , sejumlah akses jalan dipasang woro-woro kondisi jalan. “Jalan Morowudi di tutup karena banjir”. Pemberitahuan itu dipasang di simpang tiga Desa Morowudi, Kecamatan Cerme.
Akan tetapi, masih banyak masyarakat dan pengguna jalan yang nekat menerobos meski harus menuntun sepeda motornya.
Sementara itu, Jalan Raya Boboh, Kecamatan Menganti juga ditutup oleh masyarakat. Sebab, ketinggian terus bertambah. Hanya sepeda motor yang boleh wira-wiri melewati jalan akses menuju Benowo, Surabaya itu.
Banjir Kali Lamong ini untuk kali ketiga di bulan Desember 2020. Dan, banjir luapan Kal Lamong ini, sudah berlangsung tahunan. Masyarakat hanya bisa berdoa semoga pihak yang berwewenang bisa segera menuntaskan problem menahun ini. “Wis soro, tambah soro (sudah susah semikin susah),”celetuk seorang warga. (*)
GRESIK, 1minute.id – Perkembangan kasus corona virus disease 2019 semakin mengkhawatirkan. Jumlah pasien terpapar virus dari Wuhan, Tiongkok itu menunjukkan peningkatan.
Termasuk di Kota Santri, Gresik ini. .Kondisi itu membuat Pemkab Gresik mengkaji ulang rencana ujicoba pembelajaran tatap muka. Semula pemerintah mewacanakan ujicoba pembelajaran tatap muka mulai Senin, 4 Januari 2021.
“Sehubungan meningkatkannya kembali kasus covid nasional maupun regional termasuk dilingkungan pendidikan dihimbau sementara rencana ujicoba pembelajaran tatap muka ditunda sampai ada pemberitahuan lebih lanjut,”kata Wabup Qosim dalam suratnya tertanggal 30 Desember 2020.
Sementara itu, pantau 1minute.id, sejumlah sekolah jenjang SD hingga SMA sederajat di Gresik telah siap melaksanakan ujicoba tatap muka. “Tapi, karena anjuran begitu kami hanya bisa nunggu kabar selanjutnya,”kata seorang guru enggan disebut identitasnya itu.
Disisi lain, Satgas Covid-19 Gresik meliris perkembangan kasus hari ini, Rabu 30 Desember 2020. Data Satgas Covid-19, hari ini ada penambahan kasus baru berjumlah 20 orang. Sedangkan, pasien sembuh “hanya” 9 kasus. Sedangkan, meninggal dunia dua orang.
“Dua orang yang meninggal dunia itu dari Desa Sumari, Kecamatan Duduksampeyan dan Padangbandung, Kecamatan Dukun,”ujar Kepala Bagian Humas dan Protokol Kesehatan Pemkab Gresik Reza Pahlevi, Rabu 30 Desember 2020. (*)
GRESIK,1minute.id – Pagebluk Covid-19 belum berakhir. Bahkan, tren kasus meningkat. Jam malam kembali diberlakukan mulai pukul 20.00 – 04.00, pada Kamis, 31 Desember 2020.
Aparat akan membubarkan semua aktivitas perayaan tahun baru yang berpotensi menimbulkan kerumunan massa. “Rayakan tahun baru di rumah saja. Jaga keluarga agar terhindar dari Covid-19,”ujar Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto saat rilis capaian kinerja akhir tahun di Mapolres Gresik, Rabu 30 Desember 2020.
Alumnus Akpol 2001 itu didampingi Ketua DPRD Gresik Abdul Qodir, Wakil Bupati Gresik Moh Qosim, Kasdim 0817 Gresik Mayor Sugeng Riyadi dan Kasi Pidum Kejari Gresik Firdaus, menambahkan pihaknya tidak segan-segan akan membubarkan aktivitas merayakan tahun baru yang berpotensi menimbulkan kerumunan.
Tindakan tegas itu dilakukan karena ada dasar hukumnya. Perda 22/2020 tentang protokol kesehatan, diantaranya. Serta, maklumat Kapolri Jenderal Idham Aziz. “Lebih baik rayakan tahun baru di rumah bersama keluarga,”kata perwira dua melati di pundak itu.
Khusus untuk mengantisipasi kerawanan sosial, jelas AKBP Arief, Polres Gresik menggelar operasi cipta kondisi (cipkon) serentak di Polres dan jajaran Polres Gresik. Sasarannya, adalah peredaran minuman berakohol (mihol) maupun penggunaan knalpot brong.
“Kami intensifkan operasi cipkon untuk memberikan perasaan aman dan nyaman masyarakat,”tegasnya. “Tentu saja harapannya perayaan tahun baru tetap aman,”imbuhnya.
Sementara itu, capaian kinerja Polres Gresik menunjukkan peningkatan dalam penyelesaian kasus kriminalitas di Kota Giri. “Untuk perkara pembunuhan tahun ini semuanya terungkap. Tidak ada tunggakan perkara,”tegas mantan Kapolres Ponorogo itu.
Untuk tahun depan, tambahnya, pihaknya akan memprioritaskan penanganan curat, curas dan curanmor (3C). “Perkara 3C menjadi prioritas kami,”katanya.
Kapolres Arief menyebutkan, kurun waktu Januari hingga Desember 2020, Polres Gresik menerima laporan 1.117 kasus kejahatan. “Sebanyak 893 kasus atau 80 persen telah diungkap,”terangnya. (*)
GRESIK, 1minute.id– Bagi Wanda Nur Nabilah keterbatasan penglihatan bukan suatu halangan menjadi seorang tahfidz alquran. Ketekunan belajar siswa kelas X SMA Muhammadiyah 1 Gresik itu bisa menjadi jawara dalam lomba tahfidz alquran dihelat Pengurus Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim belum lama ini.
Wanda menyisihkan ratusan peserta lainnya se-Indonesia dalam lomba virtual tersebut. Wanda, anak pasangan Sajib Iswandi, 42 dan Nursiyanah, 37, memiliki keterbatasan melihat.
Sajib, buruh tani asal Desa Turirejo, Kecamatan Kedamean, Gresik mengajari Wanda mengaji setelah menggarap sawah. Kecerdasan Wanda dengan mudah menghafalkannya. “Saya tidak menyangka Wanda bisa menjadi juara,”kata Sajib kepada wartawan, Selasa 29 Desember 2020.
Ibunda Wanda, Nursiyanah menambahkan hampir setiap hari mengajari Wanda mengaji. Karena keterbatasan penglihatan, ibu rumah tangga berusia 37 tahun mengajari Wanda mengaji dengan cara dibacakan.
“Wanda kemudian menirukannya,”kata perempuan yang hanya sempat mengenyam pendidikan jenjang madrasah Tsanawiyah atau setingkat SMP itu.
Wanda yang tergolong siswa cerdas itu akhirnya bisa menamatkan SMP di Kecamatan Kedamean. Wanda memiliki impian menjadi dosen itu kemudian melanjutkan SMA Muhammadiyah 1 Gresik.
“Wanda ini cita-citanya menjadi dosen dan penghafal Alquran,”kata Nursiyanah. Akan tetapi, Nursiyanah sempat ragu. Sebab, ekonomi keluarga sangat sederhana.
Jarak rumah Wanda di Desa Turirejo, Kecamatan Kedamean ke sekolah berlokasi di Jalan KH Kholil, Gresik cukup jauh. Sekitar 35 kilometer. Bila harus pergi-pulang akan kerepotan. Sedangkan, indekos tentu membutuhkan biaya tambahan lagi bagi keluarga Wanda membayar uang kos.
Kepala SMA Muhammadiyah 1 Gresik Ainul Muttaqin mendengar kabar ada calon siswa memiliki keistimewaan menghafal Alquran langsung menerimanya.
Wanda kemudian ditempatkan di Pondok Madinatul Ilmi, pondok pesantren (Ponpes) dibawah naungan Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik. Kemampuan Wanda dalam menghafal Alquran semakin terasa. Karena setiap hari Wanda wajib setoran hafalan ayat Alquran.
Wanda (kiri) ketika belajar mengaji bersama ustad dan temannya. (foto : istimewa)
“Padahal, peserta lomba hafidz adalah siswa-siswa yang tergolong sempurna. Wanda bisa mengalahkan peserta yang tanpa kekurangan dalam panca inderanya,”kata Ainul Muttaqin bangga.
Sejak diterima di SMA Muhammadiyah 1 Gresik, para guru di sekolah belum pernah bertemu secara langsung. Karena pembelajaran dalam jaringan (daring). Tapi, Wanda bisa mengukir prestasi.
Dia mengatakan melihat kondisi keluarga Wanda, beberapa guru di sekolah menawarkan menjadi bapak angkat, juga menjadi pembimbing di dalam pondok. “Kami sebagai pendidik dan pengasuh layak bangga, pasalnya ada kekurangan dipenglihatan, namun bisa mengalahkan yang penglihatannya normal,”ujar Ainul Muttaqin. (*)