Kelas Industri mulai Pembelajaran, Kuliah Perdana Menghadirkan Direktur Human Capital Indospring

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 24 siswa kelas industri Indospring SMK PGRI 1 Gresik memulai pembelajaran, Sabtu 12 Desember 2020. Kuliah perdana angkatan VII ini dibimbing langsung Human Capital Director PT Indospring Bob Budiono.

Masa pandemi Covid-19 Bob Budiono lebih banyak memotivasi siswa untuk disiplin protokol kesehatan dan budaya kerja. Sebab, virus corona tidak terlihat oleh mata.

Sehingga disiplin menerapkan protokol kesehatan yakni memakai masker, menjaga jarak dan sering mencuci tangan dengan sabun harus dilakukan. “Vaksin sesungguhnya adalah memenuhi prokes,”tegas Bob Budiono dihadapan 24 siswa dan perwakilan wali murid di lantai 2 Gedung SMK PGRI 1 Gresik, Sabtu 12 Desember 2020. 

Dia melanjutkan masa pandemi semua industri terdampak. Pabrik pegas daun maupun pegas keong (pegas ulir) terdampak virus berawal dari Wulan, Tiongkok itu sempat terdampak. 

“Terpuruk di bulan Mei.Beruntung pencipta alam sangat baik dengan Indospring. Dan, kemudian merangkak naik terutama ekspor,”katanya. “Dan, hari ini Indospring akan melakukan ekspor perdana ke Taman,”imbuhnya. 

Kuncinya, disiplin dan inovasi. Bob berharap 24 dari 380 siswa lolos seleksi ini dari segi kemampuan hampir sama. Lalu apa pembedanya? “Harus memiliki agile (tangkas),”kata Bob Budiono. 

Selain itu, siswa harus berbakti kepada orang tua. “Nanti bila di terima di Indospring jangan lupa berikan perhatian kepada orang tua,”pesannya.

Biasanya, Bob Budiono memberikan kuliah perdana bisa lebih 60 menit. Namun, masa pandemi Bob hanya memberikan kuliah perdana selama 30 menit. Bob mempersilakan siswa untuk mengcopi materi di flasdisk. “Silakan di copi untuk dipelajari,”ujarnya. 

Sementara itu, Kepala SMK PGRI 1 Gresik Arief Susanto mengatakan, mengapresisi kepedulian Bob Budiono dan Indospring atas kepedulian kepada dunia pendidikan.

Selain itu, Arief juga meminta kepada 24 siswa kelas industri untuk selalu bersyukur karena terpilih menjadi siswa Indospring Class. 

“Dan utamakan budaya kerja,  seperti tempat waktu, menggunakan APD dan K3,”tegas Arief. (*)

Kelas Industri mulai Pembelajaran, Kuliah Perdana Menghadirkan Direktur Human Capital Indospring Selengkapnya

Pandemi Covid-19, Sertijab Waka Polres Gresik dengan Prokes, Tetap Khidmat

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto didampingi (kiri) Kompol Dhyno Indra Setyadi dan (kanan) Kompol Eko Iskandar


GRESIK,1minute.id – Gerbong mutasi di Polres Gresik kembali bergerak. Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto memimpin serah terima jabatan (sertijab) Waka Polres Gresik Kompol Dhyno Indra Setyadi kepada Kompol Eko Iskandar. 

Sertijab dilanjutkan pisah sambut secara sederhana dengan protokol kesehatan itu digelar di Mapolres Gresik di Jalan Basuki Rahmat,  Gresik. 

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto dalam sambutannya mengatakan mutasi dalam institusi Polri adalah hal yang wajar. Hal ini sebagai upaya penyegaran dan promosi jabatan anggota kepolisian.

“Puji syukur kita semua bisa menghantarkan sekaligus menyambut pergantian pejabat Wakapolres Gresik,” ujarnya, Jumat 11 Desember 2020.

Alumnus Akpol 2001 menyampaikan apresiasinya terhadap Kompol Dhyno yang telah mengemban tugas dengan baik selama menjabat di Polres Gresik. Dhyno bakal menempati pos barunya sebagai Kasubbag TIK Bagbinopsnal Ditlantas Polda Jatim.

Sedangkan penggantinya Kompol Eko Iskandar sebelumnya menjabat Kasatlantas Polresta Sidoarjo. 

“Momen ini merupakan acara yang haru namun penuh optimisme. Di mana orang-orang hebat pergi untuk mengemban tugas yang baru dan telah datang orang yang hebat untuk menggantikannya,”ungkapnya. 

Sementara itu, Kompol Dhyno mengaku bersyukur dapat menjalankan tugas selama dua tahun tiga hari sebagai Wakapolres Gresik. Perjalanan begitu tak terasa hingga berganti tiga Kapolres.

“Mohon maaf kepada rekan-rekan apabila dalam tutur kata maupun perbuatan yang telah kami perbuat disengaja ataupun tidak disengaja,”kata Dhyno. (*)

Pandemi Covid-19, Sertijab Waka Polres Gresik dengan Prokes, Tetap Khidmat Selengkapnya

DPP PDI-P Datang ke Gresik Bawa Hasil Survei Kemenangan Niat, Kawal Pemenangan di PPK

(ki-ka) Ketua DPC PDIP Gresik Mujib Ridwan, By Risma dan Sadarestuwati di kantor DPC PDI-P


GRESIK,1minute.id – Pengurus Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesian Perjuangan mengunjungi kantor DPC PDI-P Gresik di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Gresik, Kamis 10 Desember 2020.

Kunjungan Wasekjen DPP PDIP Sadarestuwati didampingi Tri Rismaharini itu membawa hasil survei Dari Badan Saksi Pemilu Nasional (BSPN) PDIP. Mereka disambut Ketua DPC PDI-P Gresik Mujib Ridwan dan jajaran pengurus partai.

“Dari hasil survei BSPN itu,  paslon nomor urut 1, pak Qosim dan dokter Alif mendapatkan suara 48,97 persen. Pasangan yang diusung PDIP nomor urut 2, Gus Yani dan Bu Min alhamdulilah bisa 51,03 persen,”paparnya di kantor DPC PDIP Gresik, Kamis 10 Desember 2020. 

Pasangan calon (Paslon) Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah (Niat) diusung enam partai. Yakni, PDI-P, PPP, Nasdem, Partai Demokrat, Partai Golkar dan PAN. 

“Ini bukan akhir tugas dari tim, karena mulai besok (Jumat) akan bertugas mengawal pemenangan di PPK,”tegas Sadarestuwati. 

Sementara itu, Walikota Surabaya, Tri Rismaharini yang juga Ketua DPP PDIP menyampaikan harapannya kepada pemerintahan Gresik baru.

Adanya wakil Bupati dari kalangan perempuan akan memberikan sifat perempuan yang lebih detail dalam pembangunan di Gresik.
Menjadi kepala daerah, lanjut Risma, bukanlah kuat-kuatan badan atau kuat-kuatan fisik.

“Saya percaya kedepan di Gresik kotanya akan lebih ramah, lebih bersih, nyaman dengan hal-hal yang sifatnya kecil-kecil. karena kita terbiasa Kabupaten itu adalah rumahnya,”katanya.

Lebih nyaman, karena sifat perempuan peduli kepada anak-anak memberikan rasa aman dan nyaman. (*)

DPP PDI-P Datang ke Gresik Bawa Hasil Survei Kemenangan Niat, Kawal Pemenangan di PPK Selengkapnya

Diduga Pengaruh Miras, Dua Pemuda Bersenjata Pisau Dapur Keroyok Tetangga


GRESIK,1minute.id – Aksi brutal diduga dilakukan Robert, 18 tahun. Pemuda asal Lampung itu tiba-tiba masuk rumah Nuh al Mubarok di Desa Campurrejo, Kecamatan Penceng, Gresik, Rabu 9 Desember 2020. 

Robert dan temannya, Aris, 18, membawa pisau dapur lalu menyerang korban Nuh itu. Serangan mendadak itu membuat Nuh kelagapan untuk menangkis. Akibat serangan itu, Nuh mengalami luka di jari dan bagian kepalanya. Korban Nuh dilarikan ke RSUD Ibnu Sina Gresik. 

Informasi yang dihimpun Rabu, 9 Desember 2020 badal Mahgrib Roziqin bertemu keponakan Nuh al Mubaroq Di Desa Campurrejo, Kecamatan Penceng, Gresik untuk menanyakan terkait kepergiannya dengan anaknya. 

Setelah bercengkrama Roziqin masuk rumah. Tiba-tiba, lelaki 41 tahun itu mendengar keributan di luar rumahnya. Roziqin melihat ada dua pemuda menyerang Nuh menggunakan pisau dapur. 

Robert, Sarah satu pelaku mengarahkan pisau dapur kearah korban Nuh. Serangan dadakan itu membuat Nuh berusaha menangkisnya. Akibatkan jari tangan terluka. Roziqin keluar dan mencoba melerai akan tetapi Roberts berusaha menyerangnya.

Korban Nuh memilih lari menyelamatkan diri. Melihat Nuh kabur Aris, teman Robert memburunya dengan membawa pisau dapur. Sebetan pisau Aris mengenai bagian tangan korban dan kepala. Masyarakat yang mendengar adanya keributan itu berhamburan keluar rumah. 

Massa berhamburan keluar rumah membuat , Robert dan Aris kabur. Korban Nuh lalu ditolong masyarakat. Setelah itu, Roziqin melaporkan kejadian pengeroyokan itu ke Polsek Penceng. 

Kapolsek Panceng AKP D. Jannah melalui Kanitreskrim Polsek Penceng Iptu Dawud membenarkan kejadian pengeroyokan tersebut. “Setelah dapat laporan kami lakukan pengejaran. Malam itu juga kedua pelaku kami tangkap,”ujar Iptu Dawud, Kamis 10 Desember 2020.

Kedua pelaku, tambahnya, dijerat pasal 170 KUHP tentang penganiayaan. “Mereka kami than,”umar mantan Kanit Pidum Satreskrim Polres Gresik itu. Tentang motif penganiayaan, kedua pelaku mengaku dendam terhadap korban. “Pengaruh minuman keras,”tegasnya. (*)

Diduga Pengaruh Miras, Dua Pemuda Bersenjata Pisau Dapur Keroyok Tetangga Selengkapnya

Hasil Rekapitulasi Sirekap KPU Pukul 11.13, Niat Kantongi Suara 51,1 Persen


GRESIK,1minute.id – Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Gresik mengimbau Komisi Pemilihan Umum (KPU) agar mempercepat input data hasil pemungutan suara di seluruh Tempat Pemungutan Suara (TPS) se-Kabupaten Gresik melalui aplikasi Sirekap.

Hal ini seiring dengan banyaknya real count yang beredar ditengah masyarakat saat ini. Akibatnya, masyarakat dibuat bingung dengan banyaknya hasil real acount yang berbeda-beda tersebut.

Ketua KIPP Gresik Bahtiar Rifa’e mengatakan, selain untuk publikasi, Sirekap juga berfungsi sebagai media transparansi KPU dari hasil pemungutan suara Pilkada Gresik 2020 di 2.267 TPS.

“Banyaknya real count yang beredar, masyarakat dibuat bingung. Jika tidak segera tertangani berpotensi menghambat proses tahapan, dan rawan menjadi masalah, KPU juga harus mempersiapkan cara manual dengan munggunakan salinan Model C Hasil KWK sebagai alternatif,”ungkap Bachtiar Rifa’e, Kamis 10 Desember 2020.

Bachtiar juga mengimbau kepada masyarakat agar bersabar menunggu hasil resmi dari KPU terkait hasil pemungungutan suara Pilkada Gresik.

“Masyarakat bisa sabar menunggu proses yang ada di KPU Kabupaten Gresik, karena kewenangan penetapan hasil dan calon terpilih ranahnya KPU,” imbaunya.

Sementara itu, Sekretaris KIPP Gresik, Al Ushudy mewanti-wanti agar pada proses input data hasil pemungutan suara oleh KPU Gresik, aplikasi Sirekap jangan sampai terjadi error atau berbeda dengan hasil dilapangan. 

Selain itu, seharusnya Sirekap sudah bisa dilihat hasilnya pada pukul 17.00, artinya data sudah masuk 100 person.  Hal ini menandakan ada indikasi ketidaksiapan KPU dalam menjalankan sistem Sirekap, sehingga masyarakat dibuat bingung menunggu hasil perhitungan.

“Selain mempercepat akses hasil menggunakan Sirekap, jangan sampai pada waktu digunakan atau input data hasil pemungutan suara terjadi error atau perbedaan hasil manual dengan hasil Sirekap,” jelasnya.

Terpisah, Devisi Teknis Penyelenggaraan KPU Gresik Elvita Yulianti menyatakan penghitungan cepat menggunakan aplikasi Sirekap. Akan tetapi, server sempat mengalami permasalahan. 

“Saat itu server tidak support. Kita tunggu hasil rekapitulasi di kecamatan besok (Jumat, 11 Desember 2020,Red). Kan kita rekapitulasi berjenjang,”kata Veti. 

Sementara itu, berdasarkan 1minute.id  aplikasi Sirekap pukul 11.15, rekapitulasi Sirekap sudah 62,02 persen atau 1.406 dari 2.267 TPS. Berdasarkan rekapitulasi itu, pasangan calon (Paslon) nomor urut 1, Moh Qosim – Asluchul Alif mengantongi suara 48,9 persen. Sedangkan, paslon nomor urut 2 , Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah, memperoleh suara 51,1 persen.  (*)

Hasil Rekapitulasi Sirekap KPU Pukul 11.13, Niat Kantongi Suara 51,1 Persen Selengkapnya

Peringati Hari Anti Korupsi,Kejari Gresik Baberkan Hasil Kinerja Penanganan Korupsi, Tidak Ada Perkara yang Dihentikan

Kajari Gresik Heru Winoto didampaingi Kasi Pidsus Kejari Gresik,  Dymas Adji Wibowo


GRESIK,1minute.id – Masa pandemi Covid – 19 membuat Peringatan HariAnti Korupsi Sedunia (Hakordia) 2020 terasa beda. Apalagi, Harkodia bertepatan Pemilihan kapala daerah (Pilkada)  Serentak ,9 Desember 2020.

Kejaksaan Negeri Gresik untuk memperingati Harkodia itu dengan meliris hasil kinerja kurun waktu Januari hingga 8 Desember 2020. 

Kurun waktu itu, korp Adhyaksa telah menangani dua perkara korupsi saat ini telah naik ke penyidikan, yakni kasus dugaan penyalahgunaan pengelolahan ADD tahun 2015-2017 Desa Dooro Kecamatan Cerme dan Dugaan tindak pidana korupsi pengelolahan dan keuangan di Kecamatan Duduksampeyan antara 2017- 2019.

Terbaru Kejari Gresik melakukan penyelidikan kasus dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa pekerjaan perbaikan lingkungan di lokasi Driyorejo Perumahan Nasional (Perumnas)  Cabang Gresik 2018 sebesar Rp 11 miliar. 

Sedangkan, perkara melalui bidang Tindak Pidana Khusus (Pidsus) telah melakukan penuntutan atas dugaan tindak pidana korupsi di Badan Pendapatan, Pengelolahan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Dan perkara mask tingkat kasasi.

Kajari Gresik Heru Winoto mangatakan bahwa saat ini perkara tindak pidana korupsi ditingkat penyidikan masih menungu hasil audit pemeriksaan kerugian negara dari Inspektorat Gresik,  sehingga pihaknya belum bisa menentukan kerugian negara dan tersangka. 

“Hasil pemeriksaan audit kerugian negara saat ini masih diperiksa oleh tim audit dari Inspektorat Kabupaten Gresik sehingga kami belum bisa menentukan berapa kerugian negara,” jelas Heru Winoto didampaingi Kasi Pidsus Kejari Gresik,  Dymas Adji Wibowo kepada wartawan, Rabu 9 Desember 2020.

Ketika ditanya terkait progres penyidikan perkara dugaan penyalahgunaan ADD Desa Dooro dan dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan keuangan Kecamatan Duduksampeyan apakah akan dihentikan,  Kajari Gresik dengan tegas mengatakan tidak ada penghentian perkara yang sudah masuk ke tingkat penyidikan. 

“Kami tegaskan, kejaksaan tidak akan pernah menghentikan perkara ditingkat penyidikan yang saat ini ditangani,  seperti perkara penyalahgunaan ADD Desa Dooro maupun di Kecamatan Duduksampeyan,”tegas Kajari.

Sementara itu, terkait penyelidikan dugaan pengadaan barang dan jasa pekerjaan perbaikan lingkungan dilokasi Driyorejo Perumahan Nasional (Perumnas) saat ini sedang dilakukan pemeriksaan.  

“Kami mendapatkan laporan jika ada dugaan penyimpangan korupsi sebesar Rp 11 miliar di Perumnas cabang Gresik tahun 2018. Saat ini tim pidsus masih melakukan progres pemeriksaan dan sudah memanggil beberapa orang untuk dimintai keterangan,”jelasnya juga didampingi Kasi Intel Kejari Gresik, Dimaz Atmadi Brata Anandiansyah.

Pada kesempataan ini, Kajari Gresik juga membeberkan kinerja kejaksaan selama 2020.  Kejaksaan juga telah melakukan eksekusi pada tepidana korupsi Agus Eko Isnanto ;  dr. Nurul Dholam dan terpidana Mukhtar.  

Tidak hanya itu, Kejaksaan juga berhasil mengamankan kerugian negara dari hasil uang pengganti dari terpidana Elly Sundari sebesar Rp 478.824.400, dari terpidana dr. Nurul Dholam sebesar Rp. 500 juta dan dari terpidana Mukhtar sebesar Rp 542.086.000. (*)

Peringati Hari Anti Korupsi,Kejari Gresik Baberkan Hasil Kinerja Penanganan Korupsi, Tidak Ada Perkara yang Dihentikan Selengkapnya

Hasil Real Count Formulir C-1, Niat Unggul, Paslon dan Pendukung Sujud Syukur

GRESIK, 1minute.id – Calon Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Cawabup Aminatun Habibah (NIAT) melakukan sujud syukur. 

Ungkapan rasa syukur setelah ketua tim pemenangan Niat, Kkoirul Huda mengumumkan hasil real count berdasarkan formulir C-1 paslon nomor urut 2 mendapatkan 366.643 suara (51,16 persen). Sedangkan, paslon nomor urut 1, Moh Qosim-Asluchul Alif memperoleh 350.032 suara (48,84). Selisih 16.116 suara. 

Paslon Niat ketika melaksanakan sujud syukur setelah hasil rekapitulasi berdasarkan real count formulir C-1 saksi unggul ( foto : chusnul cahyadi)

Ketua Tim Pemenangan Paslon NIAT Khoirul Huda mengatakan, hasil itu sesuai penghitungan real count formulir C1 pasangan Niat unggul atas paslon QA.

“Kemenangan hasil real count formulir C1 ini patut disyukuri dan tetap dikawal sampai rekapitulasi di tingkat KPU,”katanya, Rabu 9 Desember 2020 malam.

Sekretaris DPC PPP Gresik itu menambahkan perolehan suara ini menghimbau agar pendukungnya di tingkat bawah untuk terus menjaga suara sampai dilantik. Selain itu, tetap mengkedepankan protokol kesehatan (Prokes) karena pandemi Covid-19 belum berakhir.

Paslon Niat didampingi Ketua tim pemenangan memberikan keterangan kepada wartawan hasil real count formulir C-1 unggul

Sementara Cabup Gresik Fandi Akhmad Yani (Gus Yani) menambahkan sujud syukur atas perolehan suara ini meski masih berdasarkan real count formulir C1.

“Mudah-mudahan ini menjadi semangat kita menuju perubahan Gresjk baru, dan menjadi rumah baru bagi masyarakat,”ungkapnya.
Sedangkan Cawabup Aminatun Habibah (Bu Min) dirinya berharap suasana di Gresik tetap kondusif dan tidak ada hal-hal yang menjadi kekisruhan.

“Kemenangan ini kita tetap jaga sampai kami ditetapkan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Gresik,” tandas cawabup perempuan pertama di Kota Santri ini. (*)

Hasil Real Count Formulir C-1, Niat Unggul, Paslon dan Pendukung Sujud Syukur Selengkapnya

Antusiasme Pemilih Patut Diapresiasi


GRESIK, 1minute.id – Antusiasme masyarakat menggunakan hak pilih pemilihan bupati (Pilbup) Gresik patut di apresiasi. Diantaranya, TPS 03 kelurahan Bedilan, Kecamatan Gresik. Sekitar pukul 09.00 atau 60 menit pasca dibuka sudah seratus lebih pemilih yang menggunakan hak pilihnya. 

Diantaranya, KH Muchtar Djamil dan Khoirul Anam.  Di gerbang masuk tempat pemungutan suara (TPS), petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) melakukan pemeriksaan suhu tubuh pemilih dengan thermo gun.

Petugas lalu memberikan sebuah sarung tangan plastik. 
Pemilih lalu menyerahkan surat pemanggilan kepada petugas KPPS dan menunggu pemanggilan. Setiap pemilih tidak lebih 3 menit. 

Jimmy, salah satu petugas KPPS menyatakan sempat ada kendala sedikit terkait nomor surat pemanggilan dengan nomor absensi daftar pemilih tetap (DPT). “Awalnya agak lama karena petugas harus mencari untuk mencocokkan nama pemilih,”katanya. (*)

Antusiasme Pemilih Patut Diapresiasi Selengkapnya

Gubernur Optimistis Pilkada Lancar, Tanpa ada Klaster Baru, Karena Terapkan Prokes

GRESIK,1minute.id – Pesta demokrasi Lima tahunan dihelat Rabu besok, 9 Desember 2020. Panitia pemungutan suara (PPS) mulai mendirikan tempat pemungutan suara (TPS). 

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa , Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Suharyanto dan Ketua KPU Jatim Chairul Anam melihat TPS 08 di Desa Dahanrejo, Kecamatan Kebomas, Gresik. 

“Kami kesini untuk memastikan pelaksanaan pemilihan Kepala Daerah di seluruh Jawa Timur bisa dilaksanakan tanpa kendala,”Kata Chairul Anam, Selasa sore 8 Desember 2020. 

Hampir semua kabupaten/kota yeah dilakukan pemantauan. Ada beberapa TPS yang memang perlu ada perbaikan. Diantaranya, TPS 08 ini. “Penyekat bilik khususnya kurang tinggi,”kata Anam. 

Akan tetapi, secara keseluruhan telah siap untuk menyelenggarakan pemungutan suara dengan protokol kesehatan. 

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa optimitis gelaran Pilkada di Jatim akan berjalan dengan baik. Pasalnya, penyelenggara pemilu dilakukan dengan prosedur prokes sangat ketat. 

Dalam simulasi yang diperagakan Di TPS 08 Desa Dahanrejo, Kecamatan Kebomas itu, petugas KPPS melakukan prosedur kesehatan secara ketat. Pemilih wajib cuci tangan, memakai masker, dan pemeriksaan suhu tubuh. 

“Pemilih yang suhu tubuh diatas 37,3 derajat celsius disediakan bilik khusus. Bila prosedur itu dilakukan insya Allah semuanya berjalan lancar,”tegas mantan Menteri Sosial itu. 

Gubernur Khafifah beserta rombongan tiba di TPS 08 sekitar pukul 15.00. Mereka disambut Bupati Gresik Sambari Halim Radianto, Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto dan Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail. 

Pada kesempatan itu, Gubernur perempuan pertama di Jatim itu menyerahkan bantuan perlengkapan protokol kesehatan. Yaitu, masker, hand sanitizer, hazmat, sarung tangan dan lain-lain.

Pilbup Gresik diikuti dua pasangan calon (Paslon) yakni Moh Qosim – Asluchul Alif ( QA) dan Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah (Niat). Jumlah pemilih 918.192 orang  tersebar di 2.267 TPS di 18 kecamatan di Kota Santri.

Petugas atau badan yang dibawah KPU Gresik berjumlah 22.683 orang. Mereka telah menjalani rapid test. Sedangkan, personel pengamanan berjumlah 1.144 personel gabungan, TNI, Polri dan Linmas. (*)

Gubernur Optimistis Pilkada Lancar, Tanpa ada Klaster Baru, Karena Terapkan Prokes Selengkapnya

1.144 Personel Amankan Pilbup Gresik, Ingatkan Prokes

Ape pergeseran personel pengamanan Pilbup Gresik


GRESIK ,1minute.id – Ribuan personel pengamanan Pilbup Gresik mulai digest ke tempat pemungutan suara (TPS). Sebelum menempati posisinya, mereka  menjalani apel pagi di halaman Kantor Bupati Gresik di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo,Kecamatan Kebomas, Selasa 8 Desember 2020.

Apel pergeseran pengamanan itu dipimpin Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto itu dihadiri Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail. 

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto mengatakan pengamanan pilbup Gresik melibatkan 1.144 personel. Personel yang terlibat berasal dari berbagai kesatuan. Yani, 584 Dari Polres Gresik ; 60 BKO Polda Jatim;  300 anggota Sat Brimob Polda Jatim ; 200 personel Kodim 0817 Gresik dan 4.305 Linmas.

“Apel kesiapsiagaan ini untuk mengecek kesiapan personel sebelum bergeser untuk melaksanakan PAM TPS,” kata Kapolres AKBP Arief Fitrianto saat apel pergeseran pasukan di halaman Kantor Bupati Gresik, Selasa 8 Desember 2020.

Dalam kesempatan itu, alumnus Akpol 2001, juga mengingatkan ke personel yang bertugas agar terus mengawasi dan mentaati protokol kesehatan ketat. Kewajibkan memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak (3M).

Pasukan ini disebar di seluruh kecamatan yang ada di Kota Pudak. Bahkan, juga ada yang bertugas di Pulau Bawean. Selain menjaga Kamtibmas, personel juga mengawal penyaluran surat suara, pemungutan suara hingga penghitungan suara.

Alumnus Akpol 2001 ini juga mewanti-wanti anggotanya agar berhati-hati dalam menjalankan tugas, hal ini karena pemilihan Bupati 2020 ini berlangsung dalam masa pandemi Covid-19.

“Satukan tekad untuk mensukseskan pelaksanaan Pilbup Gresik 2020 sehingga berjalan aman dan lancar dan tentu sehat semua tidak ada kluster penyebaran Covid-19,”pungkasnya. (*)

1.144 Personel Amankan Pilbup Gresik, Ingatkan Prokes Selengkapnya