Berlagak kayak Pembeli, Ternyata Pencuri Susu Formula, 4 Kali Gerayangi Minimarket


GRESIK,1minute.id – Dua alap-alap susu formula di minimarket asal Surabaya dihakimi massa. Maling apes itu Syaifuddin, 23, dan Faisal M. Romadhoni, 24. Keduanya warga Tegalsari, Surabaya. 

Dalam rekaman kamera pengintai atawa closed circuit television (CCTV) duo maling itu sudah beraksi di empat minimarket di Benjeng, Cerme dan Balongpanggang. 

Informasi yang dihimpun Minggu sore Syaifuddin masuk minimarket di sekitar Pasar Benjeng, Desa Bulurejo,  Kecamatan Benjeng. Pemuda 23 tahun masuk layaknya pembeli. Pemuda asal Tegalsari, Surabaya membawa tas slempang mirip mahasiswa. 
Selama 5 menit , Syaifuddin di dalam minimarket.

Sepuluh kotak susu berbagai merek dan rasa dimasukkan dalam tas. Dia lalu keluar minimarket. Dan, wussss.  Kabur bersama temannya, belakangan diketahui bernama Faisal M. Romadhon, 24.

Penjaga minimarket yang curiga memelototi CCTV dan memastikan pemuda membawa tas itu pencuri. Penjaga minimarket mengejar pelaku kabur ke arah Balongpanggang kemudian belok ke arah Jalan Raya Metatu, Benjeng. Polisi mendapatkan laporan melakukan pengejaran. 

Duo pencuri akhirnya tertangkap massa di simpang empat Metatu ke arah Cerme. Massa menghajarnya. 

Kapolsek Benjeng AKP Sholeh Lukman Hadi mengatakan, tertangkap dua pelaku pencurian itu bermula dari kecurigaan penjaga minimarket. “Penjaga lalu memutar CCTV. Tapi, pelaku sudah kabur,”kata AKP Sholeh. 

Petugas minimarket lalu melaporkan ke polsek. “Mendapatkan laporan kami lakukan pengejaran dan pelaku kami tangkap,”ungkap mantan Kapolsek Panceng itu.

Dalam pemeriksaan, kedua tersangka mengaku empat kali mencuri. Barang bukti yang diamankan yakni  7 kotak susu bubuk untuk balita usia 4 tahun rasa Vanila dan rasa Madu  berat 750 gram dan 3 kotak susu bubuk untuk usia 3 tahun rasa madu dan vanila berat 1000 gram.

“Total kerugian mencapai Rp 1 juta,” pungkas mantan Kapolsek Bungah tersebut. (*)

Berlagak kayak Pembeli, Ternyata Pencuri Susu Formula, 4 Kali Gerayangi Minimarket Selengkapnya

Donasi Korban Banjir Mengalir, Delapan Desa di Kecamatan Cerme Masih Tergenangi Banjir Kali Lamong

Seorang warga Desa Mungungianti, Kecamatan Benjeng membersihkan bak menggunakan air banjir di depan rumahnya, Minggu 20 Desember 2020 ( foto : Chusnul Cahyadi)

GRESIK,1minute.id – Banjir Kali Lamong masih menggenangi sejumlah desa di Kecamatan Cerme, Gresik, Senin 21 Desember 2020.

Masyarakat berada di aliran Kali Lamong masih dilanda kekhawatiran . Pasal, curah hujan di masih cukup tinggi. Kali Lamong berpotensi kembali meluap.  

Data dihimpun 1minute.id, ada delapan desa yang masih tergenangi air luapan Kali Lamong di Kecamatan Cerme. Delapan desa itu adalah Sukoanyar ; Dungus ; Guranganyar dan Iker-ikergeger. Kemudian,  Desa Pandu ; Jono ; Tambakberas dan Morowudi. 

Masih merujuk data tersebut, dari delapan desa yang tergenangi banjir Kali Lamong itu ada dua desa tergolong cukup parah. Dua desa itu adalah Desa Tambakberas dan Guranganyar.

Di Desa Tambakberas, tercatat ada 200 somah atawa rumah tergenangi air setinggi 30-50 centimeter. Kemudian,  Desa Guranganyar terdapat 150 rumah yang kebanjiran setinggi 30-70 centimeter. 

Camat Cerme Suyono ketika dikonfirmasi mengatakan, desa yang tergenangi banjir Kali Lamong terus berkurang. “Siang tadi tercatat hanya delapan desa yang terdampak,”katanya dikonfirmasi melalui pesan whatsapp, Senin 21 Desember 2020.

Sebagian besar air luapan Kali Lamong menggenangi jalan poros desa (JPD) , sawah dan tambak. Untuk JPD yang terparah adalah ruas jalan Tambakberas-Jono panjangnya sekitar 2 kilometer. “Tapi, ketinggian airnya antara 35 hingga 70 centimeter,”kata mantan Kabag Humas dan Protokol Pemkab Gresik itu. 

DISTRIBUSI SEMBAKO : H. R. M. Thohir memimpin langsung bakti sosial Keluarga Besar PT Hasil Bantuan Grup kepada masyarakat korban banjir Kali Lamong, Senin 21 Desember 2020 ( foto : ist)

Sementara itu, masyarakat yang peduli korban luapan Kali Lamong itu masih terus mengalir. Diantaranya, keluarga besar PT Hasil Bantuan Grup. 

Perusahaan yang dipimpin H.R. M.Thohir membagikan 600 paket sembako untuk masyarakat di dua desa di Kecamatan Cerme yakni Tambakberas dan Dungus. Serta Desa Deliksumber, Kecamatan Benjeng.

“Semoga bantuan ini bisa sedikit meringankan beban masyarakat yang terdampak banjir,”kata H Thohir, Senin 21 Desember 2020. (*)

Donasi Korban Banjir Mengalir, Delapan Desa di Kecamatan Cerme Masih Tergenangi Banjir Kali Lamong Selengkapnya

Kasus Corona Tren Meningkat, Bupati Sambari Bagikan Masker, Hand Sanitizer dan Larang Hiburan Tahun Baru

Bupati Gresik Sambari Halim Radianto dalam rapat koordinasi bersama forkopimda terkait perkembangan covid-19 di ruang Mandala Bhakti Praja, Kantor Pemkab Gresik, Senin 21 Desember 2020

GRESIK,1minute.id – Kedisplinan masyarakat mencegah penyebaran virus corona mengendur. Jumlah kasus Covid-19 cenderung meningkat diduga disebabkan menurunnya kedisplinan masyarakat dalam melaksanakan protokol kesehatan (prokes).

Kondisi itu membuat Sambari Halim Radianto, Bupati Gresik yang juga Komandan Satgas Pencegahan Covid-19 Gresik kembali kembali mengencangkan penegakan prokes.

Selain itu, orang nomor satu di Kota Giri itu meminta Satgas Covid-19 untuk menyiapkan masker dan hand sanitizer untuk masyarakat. 

“Tolong belikan masker dan hand sanitizer yang botol kecil untuk dibagikan ke masyarakat melalui kecamatan dan pemerintah desa,”ujar Bupati Sambari dalam rapat yang dihadiri forkopimda di Ruang Mandala Bhakti Praja, Senin 21 Desember 2020. 

Forkopimda Gresik mendukung rencana Bupati Gresik itu. Pengetatan itu dilakukan untuk menindaklanjuti kebijakan Satgas Covid Pusat agar pemerintah daerah melakukan pengetatan protokes, terutama  menjelang Natal dan Tahun baru (Nataru). 

Bupati Sambari juga meminta kepada para anggota Forkopimda untuk meniadakan segala bentuk kegiatan yang menciptakan kerumunan. “Jadi tidak ada lagi panggung hiburan, hura-hura dan segala bentuk pesta pada malam pergantian tahun,”ujar dosen pascasarjana di Universitas Airlangga Surabaya ini. 

“Giatkan lagi operasi yustisi, operasi kegiatan malam hari sesuai Perbup 22 tahun 2020. Wisata antarprovinsi selama Nataru juga harus ditutup sesuai himbauan Gubernur tidak boleh keluar kota,”imbuhnya serius. 

Bupati Sambari  juga meminta kepada camat untuk memperketat dalam mengeluarkan surat izin hajatan atau keramaian lainnya. 

“Kepada jajaran Forkopimda untuk memberlakukan chek point saat malam pergantian tahun dengan menjaga setiap perbatasan. Mulai jam 17.00 ada larangan untuk kendaraan yang keluar dan masuk rombongan,”katanya. (*)

Kasus Corona Tren Meningkat, Bupati Sambari Bagikan Masker, Hand Sanitizer dan Larang Hiburan Tahun Baru Selengkapnya

Operasi Lilin Semeru Dimulai, Pastikan Kamtibmas Aman, Kamseltibcar Lantas dan Cegah Penyebaran Covid-19

APEL OSL : Polres Gresik gelar apel pasukan Operasi Lilin Semeru 2020 di Halaman Pemkab Gresik, Senin 21 Desember 2020

GRESIK,1minute.id –  Operasi Lilin Semeru (OLS)  2020 mulai digelar hari ini,  Senin 21 Desember 2020. Menandai OSL selama 15 hari kedepan, Polres Gresik melakukan Apel Gelar Pasukan OSL di halaman Kantor Pemkab Gresik, tadi pagi. 

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto yang memimpin langsung apel yang melibatkan dari unsur TNI, Polri,  Pol PP hingga organisasi kemasyarakatan dan kepanduan di Kota Giri ini dengan tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes) itu. 

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto menyatakan, apel gelar pasukan Operasi Lilin Semeru 2020 merupakan bentuk kesiapan akhir pengecekan dalam pengamanan perayaan Natal dan tahun Baru (Nataru).

“Baik kesiapan petugas pengaman dan sarana prasarana yang digunakan,”kata AKBP Arief Fitrianto dalam sambutannya. 
Apel gelar Pasukan OSL ini dihadiri Bupati Gresik Sambari Halim Radianto,  Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail,  Ketua Pengadilan Negeri (PN) Gresik Fransiskus Arkadeus Ruwe,  Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Gresik Heru Winoto, Ketua DPRD Gresik Abdul Qodir dan pejabat utama Polres Gresik itu,  alumnus Akpol 2001 itu menambahkan bentuk pengamanan yaitu ibadah Natal, Perayaan Tahun Baru, destinasi wisata dan tempat kerumunan massa.   

“Sehingga pengamanan harus ekstra guna antisipasi gangguan kamtibmas dan kamseltibcar lantas serta pencegahan penyebaran virus Covid-19,”tegas perwira dua melati di pundak itu. OSL akan digelar selama 15 hari.

Pengamanan maksimal ini dilakukan untuk memberikan rasa aman dan nyaman masyarakat dalam merayakan nataru.  (*)

Operasi Lilin Semeru Dimulai, Pastikan Kamtibmas Aman, Kamseltibcar Lantas dan Cegah Penyebaran Covid-19 Selengkapnya

Air Luapan Kali Lamong mulai Surut, Bantuan Terus Mengalir ke Warga Terdampak


GRESIK,1minute.id – Memasuki pekan kedua, air luapan Kali Lamong di Gresik Selatan berangsur surut. Dalam pantauan 1minute.id, sejumlah jalan kampung, perkantoran dan fasilitas umum terlihat surut.

Di Kecamatan Benjeng, sekitar pukul 11.00 jalan Raya Benjeng -Balongpanggang hanya setinggi mata kaki orang dewasa. Sedangkan, perkantoran yang tergenangi air diantaranya Markas Koramil Benjeng.
Kemudian di Desa Munggungianti, Benjeng hanya beberapa jalan kampung yang terendam air dengan ketinggian 20 sentimeter.

AMBROL : Badan jalan desa Munggungianti, Kecamatan Benjeng tergerus air luapan Kali Lamong, Minggu 20 Desember 2020 ( foto : chusnul cahyadi)

Bagaimana dengan di Kecamatan Cerme. Menurut Camat Cerme Suyono mengatakan, masih tersisa tujuh desa di kecamatan Cerme yang tergenangi air bah luapan Kali Lamong.

Tujuh desa itu adalah Desa Sukoanyar, Dungus, Guranganyar dan Iker-ikergeger. Berikutnya, Desa Pandu, Jono dan Tambakberas.

“Di Desa Tambakberas ada 300-an unit rumah yang tergenangi air,”kata Suyono dikonfirmasi melalui Whatsapp, Minggu 20 Desember 2020.

Warga Kompleks Perumahan Pongangan Indah (PPI) , Kecamatan Manyar mendistribusikan sembako korban banjir Kali Lamong, Minggu 20 Desember 2020. ( foto : ist)

Disisi lain, penderitaan yang dialami ribuan jiwa warga di Gresik Selatan ini mematik rasa empati elemen masyarakat. Mereka pun berbondong-bondong menyalurkan bantuan untuk korban banjir Kali Lamong. Selain, Bupati dan Wakil Bupati Gresik terpilih Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah.

Organisasi kemasyarakatan hingga perorangan berusaha meringankan beban masyarakat terdampak Kali Lamong. Diantaranya, warga Kompleks Perumahan Pongangan Indah (PPI) , Kecamatan Manyar. Mereka mendistribusikan ratusan paket sembako di tiga desa di kecamatan Benjeng. (*)

Air Luapan Kali Lamong mulai Surut, Bantuan Terus Mengalir ke Warga Terdampak Selengkapnya

Seorang Pemancing Tenggelam di Waduk Gajah di Desa Ngabetan


GRESIK, 1minute.id – Luapan Kali Lamong kembali memakan korban jiwa. Kurun waktu dua pekan ini, sudah tiga orang meninggal karena terseret arus dan tenggelam. 

Teranyar, korban bernama Hafidl Zarkoni, 32, asal Desa Cangkring Turi, Kecamatan Prambon, Mojokerto. Jasad penggemar mancing itu ditemukan di Waduk Gajah Desa Ngabetan, Kecamatan Cerme, Gresik, Minggu 20 Desember 2020.

Untuk diketahui sejak dua pekan terakhir, Kali Lamong meluap. Air bah menerjang puluhan desa di tiga kecamatan yakni Balongpanggang, Benjeng dan Cerme. Ratusan rumah terendam air. Banjir juga menenggelamkan ratusan hektare sawah dan tambak.

Sejak itu muncul pemancing dadakan. Mereka beradu nasib maupun melampiaskan hobi mencari ikan di aliran Kali Lamong itu. 

Diantaranya, Hafidl Zarkoni,  32, asal Prambon, Sidoarjo ; Hamzah Rangkuti, 36, warga Pakis Gunung, Sawahan, Surabaya; dan Verdi Karmirangga,  21, asal Krian, Sidoarjo. Mereka memancing di Waduk Gajah di Desa Ngabetan, Kacamatan,  Cerme, Gresik. 

Hafidl berangkat dari rumahnya di Desa Cangkringturi, Kecamatan Prambon, Sidoarjo mengendarai Honda Scoopy nopol W 4751 US. Berangkat dari rumah pukul 05.30. Hafidl langsung menuju waduk Gajah di Desa Ngabetan, Cerme.

Di lokasi sudah ada sejumlah pemancing lainnya. Diantaranya, Hamzah Rangkuti dan Verdi Karmirangga.  Beberapa kali, kail dilemparkan. Akan tetapi, Hafidl belum mendapatkan ikan. 

Pemuda 32 tahun seakan melihat banyak ikan di bagian tengah waduk itu. Hafidl pamit nyemplung. “Saat itu mungkin korban mengira waduk tidak dalam,”duga pemancing lainnya. 

Dugaan Hafidl keliru. Kondisi air waduk cukup dalam. Korban Hafidl lalu teriak minta tolong. Mendengar teriakan itu, saksi Nova Faltomi langsung nyemplung untuk menolong Hafidl. 

Saat akan ditolong Hafidl panik membuat Nova nyaris ikut tenggelam. Nova akhirnya melepaskan tubuh Hafidl tersebut. “Saya nyaris tenggelam karena terus berontak. saya akhirnya pegangan pohon eceng gondok untuk menyelamatkan diri,”kata Nova kepada polisi. 

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui Kapolsek Cerme AKP Moh Nuramin mengatakan, korban berhasil dievakuasi pukul 07.30. “Korban dalam kondisi meninggal dunia,”kata Nuramin. 

Korban lalu dibawa ke RSUD Ibnu Sina Gresik untuk menjalani visum. “Tapi, keluarga korban menolak jenazah di otopsi. Keluarga mengikhlaskan kepergian korban,”kata Nuramin (*)

Seorang Pemancing Tenggelam di Waduk Gajah di Desa Ngabetan Selengkapnya

Positif Corona Bertambah 10 Kasus, Jelang Nataru, Ops Yustisi Masker Semakin Intensif


GRESIK,1minute.id– Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) operasi yustisi penegakan protokol kesehatan (Prokes) semakin intensif dilakukan aparat gabungan. 

Minggu, 20 Desember 2020 operasi yustisi dilakukan di Alun-Alun Gresik di Jalan KH Wachid Hasyim, Gresik. Sasarannya masyarakat beraktivitas pagi fasilitasnya umun di perkotaan itu. 

Seakan sudah menjadi tradisi masyarakat Gresik Minggu pagi beraktivitas melepas penat di Alun-alun Gresik. Ada sekadar jalan-jalan pagi. Sebagain lainnya nongkrong. Sedangkan anak-anak bermain di fasilitas umum berlokasi di Jalan KH Wachid Hasyim, Gresik itu. 

Masa pandemi masyarakat yang beraktivitas tetap harus mematuhi prokes. Memakai masker, diantaranya.  Operasi yustisi dipimpin Kasat Binmas Polres Gresik AKP Junaedi, perwakilan TNI dan Pol PP itu menjaring sepuluh pemuda yang tanpa masker. 

“Kami masih melakukan himbauan simpatik. Kepada para pelanggar prokes kami berikan masker,”ujar Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui Kasubbag Humas Polres Gresik AKP Bambang Angkasa, Minggu, 20 Desember 2020.

Sementara itu,  Satgas Covid-19 mencatat ada sepuluh orang terkonfirmasi Covid-19. Mereka berasal dari Desa Jatirembe, Benjeng ; Desa Sumput, Driyorejo, masing-masing satu orang terkonfirmasi. 

Kemudian, di Kecamatan Kedamean ada dua kasus yaitu dari Desa Manunggal dan Katimoho.  Lalu, Kecamatan Cerme ada tiga kasus yakni di Desa Dadapkuning , Dungus dab Ngembung. 

Sedangkan di Kecamatan Kebomas ditemukan tiga kasus yakni Desa Randuagung, Klangonan dan Kedanyang. 
“Sedangkan yang terkonfirmasi sembuh ada 7 kasus dan satu kasus meninggal dunia,”kata Kabag Humas Pemkab Gresik Reza Pahlevi, Sabtu 19 Desember 2020. (*)

Positif Corona Bertambah 10 Kasus, Jelang Nataru, Ops Yustisi Masker Semakin Intensif Selengkapnya

Gerimis, Mancing Dikubangan Bekas Galian C, Bocah 8 Tahun Terpeleset, Tenggelam

Jalan akses menuju rumah penduduk di Desa Pandu, Kecamatan Cerme, Gresik
GRESIK,1minute.id – Curah hujan tinggi membuat sejumlah kubangan bekas galian C tergenangi air. Orang tua tetap harus memperhatikan anak ketika bermainnya. 

Jangan sampai kejadian menimpah Adi Yusuf Maulana, 8 tahun, terulang lagi. Adi,  bocah kelas III Sekolah Dasar tinggal Desa Betiting Kecamatan Cerme ini ditemukan meninggal dunia, Sabtu 19 Desember 2020 menjelang Maghrib. 

Informasi yang dihimpun Sabtu, 19 Desember 2020 pukul 16.00 itu cuaca gerimis. Adi, 8 tahun itu kemudian memancing bersama lima temannya  di sebuah kubangan di belakang SDN  Betiting dalam kompleks Perumahan Cerme Indah, tempat tinggalnya. 

Awalnya bocah-bocah kompleks perumahan itu senang. Riang karena bisa hujan-hujanan. Mereka juga bisa memancing bersama dengan teman-temannya. Mereka semakin riang. 

Bocah rata-rata berumur 8 tahun itu tidak menyadari bahaya bila berkain di dekat kubangan bekas galian C ketika gerimis. Sebab, sekitar lokasi kubangan bekas galian C itu licin. 

Tiba-tiba Adi terpeleset. Sejumlah temannya dikabarkan panik kabur pulang memberitahukan kepada orang tuanya masing-masing. “Adi tetenggelam,”teriak mereka. 

Sekejap, penduduk di kompleks perumahan itu riuh.  Mereka bergegas menuju kubangan di belakang SDN Betiting itu. Kubangan diubek-ubek. Selama 1,5 jam Adi ditemukan di dasar kubangan. Namun, nyawa Adi tidak tertolong. Bocah 8 tahun itu meninggal dunia. 

Camat Cerme Suyono dikonfirmasi membenarkan ada kejadian siswa tenggelam di sebuah kubangan di belakang SDN Betiting, Kecamatan Cerme itu. “Iya tadi (Sabtu)  malam pukul 21.00 korban dimakamkan di TPU dalam kompleks perumahan,”ujar Suyono dikonfirmasi melalui Whatsapp, Minggu 20 Desember 2020. 

Sementara itu, air bah luapan Kali Lamong kembali menggenani rumah warga di tiga kecamatan yakni Balongpanggang, Benjeng dan Cerme. (*)

Gerimis, Mancing Dikubangan Bekas Galian C, Bocah 8 Tahun Terpeleset, Tenggelam Selengkapnya

Kali Lamong Meluap, Teras Rumah jadi Balai Pengobatan, Kamar Tidur hingga Dapur

GRESIK, 1minute.id – Kali Lamong kembali meluap, Jumat 18 Desember 2020. Sekitar pukul 22.00. Air luapan dari kabupaten tetangga itu mengalir begitu cepat.

Pada Sabtu 19 Desember 2020 sekitar pukul 05.00 air bah itu sudah menggenangi jalan, rumah, sawah sejumlah desa di Kecamatan Benjeng. Ketinggian air di Jalan Sedapurklagen, Kecamatan Benjeng antara 30-50 sentimeter.

Ruang perawatan Ponkesdes Jono digenangi air, pemeriksaan kesehatan lesehan di teras ( foto : chusnul cahyadi)

Pekan lalu air bah menggenangi Desa Sedapurklagen ini mengakibatkan korban jiwa. Seorang siswi kelas VII hanyut dan sehari kemudian, Senin 14 Desember 2020 ditemukan kondisi meminggal dunia.

Kini, air bah itu datang lagi. Padahal masyarakat terdampak luapan Kali Lamong belum sepenuhnya fit karena kecapekan bersih-bersih rumah pascaterendam air Kali Lamong. Penyakit seperti gatal-gatal, pusing, hingga kaki terserang kutu air (rangen) belum hilang.

Keluarga Jono, mendirikan kamar tidur dan memasak di teras rumahnya di Desa Jono, Kecamatan Cerme, Gresik (

“Ngeluh (pusing) dan tekanan darah tinggi,”kata Rodiyah, 61, salah satu warga ditemui di Poskesdes Jono, Jumat 18 Desember 2020.

Konstruksi rumah di Desa Jono ini sebagai tinggi di bagian teras. Sedangkan di bagian dalam lebih rendah. Mulai ruang tamu, kamar tidur hingga dapur. Karena genangan air tinggi akibat jebolnya tanggul membuat sebagian “ngungsi” tidur.

Mereka membuat kamar tidur hingga dapur darurat di teras rumahnya. Jono, salah satunya. W arga Desa Jono, ini memilih membangun kamar tidur dan dapur di teras rumah. Sedangkan bagian dalam rumah genangan air tetap dibiarkan .

Masyarakat Desa Jono, Kecamatan Cerme, Gresik, menjemur tempat tidur di depan rumahnya yang kondisi jalan tergenangi air banjir Kali Lamong ( foto : chusnul cahyadi)

“Ini air sudah sejak Rabu belum sat (surut),”katanya. Dalam pantauan 1minute.id, sebagian penduduk menjemur kasur. Sebagian penduduk lainnya melakukan kontrol kesehatan di Pondok Kesehatan Desa (Ponkesdes).

Karena kamar tempat pemeriksaan masih tergenangi air, pemeriksaan kesehatan dilakukan di teras ponkesdes. Bidan Desa Ny Saropah dibantu para medis memeriksa kondisi kesehatan warga terdampak banjir luapan Kali Lamong itu.

Mayoritas kaum hawa. Lalu apa keluhan mereka? “Rata-rata terkena gatal-gatal, rangen, badan pegal-pegal hingga tekanan darah tinggi,”kata Bidan Saropah sambil menulis diagnosis pasien secara lesehan itu.

Mereka para lansia itu hanya bisa berdoa agar banjir tidak datang lagi. “Pegel rasane kebanjiran terus,”ujar seorang lansia ngereneng. (*)

Kali Lamong Meluap, Teras Rumah jadi Balai Pengobatan, Kamar Tidur hingga Dapur Selengkapnya

Perayaan Nataru Ditengah Pandemi Corona, Misa Natal secara Bergelombang dan Menindak Knalpot Brong


GRESIK,1minute.id – Hari Raya Natal dan Tahun Baru (Nataru) segera tiba. Kepolisian Resor Gresik terus mematangkan rencana Operasi Lilin Semeru (OLS) 2020 untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat Gresik. 

Diantaranya, melakukan latihan Pra OLS di Aula Mapolres Gresik, Jumat 18 Desember 2020. Latihan itu dipimpin langsung Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto itu dihadiri pejabat utama, kepala kesatuan dan Kapolsek jajaran Polres Gresik. 

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto mengatakan latihan Pra Ops Lilin Semeru 2020 ini bertujuan memberikan rasa aman dan nyaman masyarakat dalam merayakan Natal dan Tahun Baru (Nataru) di tengah pandemi Covid -19.

Alumnus Akpol 2001 ini meminta seluruh anggota untuk melaksanakan dengan ikhlas. “Pelaksanaan latihan pra ops ini merupakan agenda tahunan dan tahapan dalam Ops Lilin Semeru, mari kita laksanakan dengan ikhlas dan jangan samakan dengan kegiatan rutin,”kata AKBP Arief Fitrianto didampingi Waka Polres Kompol Eko Iskandar.

Terkait Misa Natal di Gereja, mantan Kapolres Ponorogo itu, tidak melarang umat kristiani melaksanakan misa natal di gereja dan tempat ibadat.  Akan tetapi, perwira dua melati di pundak itu, tetap mengingatkan  masa pandemi corona belum berakhir sehingga misa natal dilakukan secara bergelombang dan mematuhi protokol kesehatan (prokes). Yakni, menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan dengan air mengalir. 

“Perayaan Natal di Gereja dan tempat ibadat agar diatur secara bergelombang. Maksimal 25 persen dari kapasitas tempat ibadat,”kata AKBP Arief Fitrianto.

Sebelum pelaksanaan misa natal, tambahnya, pihaknya akan melakukan sterilisasi gereja. Sehingga umat kristiani yang akan melakukan misa natal merasakan aman dan nyaman. 

Sementara itu, perayaan tahun baru yang identik dengan konvoi kendaraan tidak standar,  diantaranya menggunakan knalpot brong polisi akan melakukan penindakan. (*)

Perayaan Nataru Ditengah Pandemi Corona, Misa Natal secara Bergelombang dan Menindak Knalpot Brong Selengkapnya