Giring : Saatnya Pemimpin yang Membangun Daerah adalah Milenial, NIAT bisa Membuat Kota Gresik Lebih Baik Semua Sektor

GRESIK,1minute.id – Giring Ganesha atau dikenal Giring  Nidji menyambangi posko pemenangan pasangan calon (Paslon) Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah (Niat), Selasa 17 November 2020 malam. 

Kehadiran pelaksana tugas Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia ( PSI) itu membawa angin segar dan menambah “suplemen” penambah semangat  paslon nomor urut 2 untuk memenangkan konstestasi Pilbup Gresik 9 Desember 2020. 

Sebab, deklarasi dukungan vokalis lagu Laskar Pelangi itu semakin mengukuhkan Gus Yani-Bu Min, adalah paslon yang diinginkan anak-anak milenial di Kota Santri. 

Dalam bincang santuy di posko pemenangan Niat di Srembi, Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Gresik itu, Giring menyakini Gus Yani – Bu Min bisa membuat Kota Gresik menjadi lebih baik semua sektor. 

“Pemimpin yang merakyat, yang peduli masyarakat kecil, yang sederhana itu semua ada di Gus Yani dan Bu Min,”kata Giring. “Saatnya pemimpin yang membangun daerah adalah pemimpin millenial dan Niat akan menjadi pemimpin yang benar-benar melayani masyarakat,”tambah Giring yang disambut riuh tepuk tangan milenial Gresik.

Giring Ganesha atau dikenal Giring Nidji ketika mendatangi Posko Niat di Srembi, Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Gresik, Selasa 17 November 2020 malam.

Giring juga mengajak para milenial untuk memilih Niat karena slogan perubahan yang diusung identik dengan karakter anak-anak muda yang cenderung dinamis dan kerap menginginkan sesuatu yang baru. 

“Saya sudah keliling di 18 kabupaten kota mendampingi calon kepala daerah. Hari ini secara khusus saya mendampingi Gus Yani dan Bu Min, karena saya tau masyarakat Gresik, anak muda  yang ingin perubahan dan perbaikan di Gresik,”ungkap penyanyi yang sekaligus aktor film sang pencerah. 

Selama 60 menit “Bincang Seru Bareng Milenial Gresik” berlangsung gayeng. Giring sebelum mengakhiri membawakan sebuah tembang lagi membuat histeris pengemarnya. 

Cabup milenial Gus Yani mengapresiasi langkah PSI yang mencoba menumbuhkan politik partisipatif oleh anak-anak muda. Diakuinya bahwa dukungan PSI Gresik ke Niat merupakan misi awal PSI dalam menggerakan politik anak muda indonesia. 

“Saya sangat berterima kasih karena PSI sudah memberikan amanat penuh kepada Paslon Niat. Ini menjadi bukti bahwa PSI ialah partai yang memberi ruang baru bagi anak muda untuk berperan di dunia politik,”ujarnya. 

Kehadiran Giring di posko pemenangannya itu, membuat Gus Yani lebih bersemangat karena sosok Giring sendiri merupakan anak muda yang tidak apatis terhadap politik,”Bro Giring ini adalah contoh bahwa perubahan itu diawali dari anak-anak muda yang tidak alergi politik tapi justru partisipatif terhadap politik,”pungkasnya. (*)

Giring : Saatnya Pemimpin yang Membangun Daerah adalah Milenial, NIAT bisa Membuat Kota Gresik Lebih Baik Semua Sektor Selengkapnya

Tuntutan Tidak Dipenuhi Buruh Ancam Nginap di Jalan Raya depan Kantor Bupati


GRESIK,1minute.id – Ribuan buruh masih bertahan di depan kantor Bupati Gresik, Selasa 17 November 2020 pukul 16.45. Massa yang menuntut kenaikan upah minimum Kabupaten (UMK) Gresik 2021 sebesar Rp 645 ribu menjadi Rp 4,8 juta per bulan itu.

Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, depan Kantor Bupati Gresik di blokade massa sejak pukul 14.30. Saat ini masa hanya duduk-duduk di badan jalan nasional jurusan Gresik Lamongan itu. 
Belum ada satu pun pejabat Pemkab Gresik yang menemui massa. Masa berasal sekretariat bersama (Sekber) Serikat Pekerjaan-Serikat Buruh (SP/SB). Buruh pun bertekad untuk menginap bila tuntutan tidak dipenuhi. 

“Sampai tuntutan kami dipenuhi,”tegas Subari, salah satu pengurus Sekber SP/SP Gresik itu. Ribuan buruh tetap menolak kesempatan yang telah diteken asosiasi pengusaha Indonesia (Apindo) Gresik yang menurunkan UMK 2021 sebesar Rp 900 ribu. UMK Gresik 2020 Rp 4.197.300 per bulan akan menjadi Rp 3.927.300 per bulan. 

Penurun UMK 2021 dianggap buruh tidak masuk akal. Sebab, hasil survei kebutuhan hidup layak (KHL) terdapat kenaikan kebutuhan sebesar Rp 650 ribuan.  Terpisah, Ketua Apindo Gresik Tri Andi Suprihartono belum bisa dikonfirmasi. Telepon selulernya tidak aktif. (*)

Tuntutan Tidak Dipenuhi Buruh Ancam Nginap di Jalan Raya depan Kantor Bupati Selengkapnya

Buruh Gresik Desak Upah Naik Rp 645 Ribu jadi Rp 4,8 Juta

GRESIK, 1minute.id – Ribuan buruh turun jalan, Selasa 17 November 2020. Mereka menuntut kenaikkan upah minimum kabupaten (UMK) 2021 sebesar Rp 645 ribu.

Ruas jalan Raya Dr Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas macet dua arah. Dari arah barat dan timur,  kemacetan hingga radius 1 kilometer. Sekitar pukul 14.30, ratusan buruh dari berbagai serikat pekerja yang tergabung dalam sekretariat bersama (Sekber) Serikat Pekerja – Serikat Buruh (SP/SB).

Nugroho,  dalam orasinya mendesak pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik menaikkan UMK 2021 sebesar Rp 646 ribu. UMK Gresik 2020 sebesar Rp 4.197.030. Sehingga, UMK Gresik 2021 sekitar Rp 4,8 juta.

Agus Salim, salah satu pengurus SP/SB menyatakan bila pemerintah tidak menaikkan upah. “Teman-teman akan nginap disini (Kantor Pemkab Gresik, Red),”tegas Agus Salim dibenarkan Subari dan Ali Muchisin. (*)

Buruh Gresik Desak Upah Naik Rp 645 Ribu jadi Rp 4,8 Juta Selengkapnya

NIAT Gandeng NU-Muhammadiyah Membangun Gresik

GRESIK,1minute.id – Jika ditakdirkan menang Pilkada Gresik, 9 Desember 2020 nanti, pasangan calon (paslon) Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah (Niat) punya komitmen untuk Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah. Dalam setiap pembangunan bakal melibatkan kedua ormas besar itu.

Pria yang akrab disapa Gus Yani itu menjelaskan, Gresik punya potensi yang luar biasa. Yang sangat besar yang dapat di eksplore untuk memaksimalkan pembangunan.

“Dalam membangun saya tidak bisa hanya melibatkan Bu Min selaku wakil, juga dewan selaku legislatif. Tetapi harus melibatkan semua elemen masyarakat di Gresik,”kata Gus Yani dalam siaran pers diterima 1minute.id, Senin, 16 November 2020.

Apalagi, lanjutnya, sumberdaya manusia di NU maupun Muhammadiyah cukup banyak. Sangat diperlukan untuk mendukung proses pembangunan di Gresik.

“Jadi sangat tidak elok kalau saya meninggalkan NU atau Muhammadiyah. Juga dengan LDII atau elemen lainya. Apalagi di Gresik banyak komunitas yang bagus-bagus,”ungkpanya lagi.

Ketua Tim NIAT Gresik Khoirul Huda menambahkan, sampai saat ini tim makin kompak menyambut coblosan 9 Desember nanti. Isu-isu negatif yang dihembuskan makin memperkuat loyalitas tim, relawan maupun simpatisan. 

“Progres NIAT makin mendekati pemilihan 9 Desember 2020 terus melonjak naik, baik popularitas maupun elektabilitasnya,”tegas Sekretaris DPC PPP itu. (*)

NIAT Gandeng NU-Muhammadiyah Membangun Gresik Selengkapnya

KPK Kawal PSU di Gresik, hanya 10 dari 258 Pengembang yang Menyerahkan PSU

GRESIK, 1minute.id – Tiga pengembang perumahan menyerahkan akta penyerahan prasarana, sarana dan utilitas (PSU) ke Pemkab Gresik, Senin 16 November 2020.

Penyerahan PSU itu disaksikan Edy Suryanto dan Irawati dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang sedang melaksanakan kegiatan koordinasi dan supervisi pencegahan (koraupgah). Dua anggota KPK itu sedang melaksanakan kegiatan korsupgah di Gresik.

Bupati Gresik Sambari Halim Radianto  menerima akta PSU dari tiga pengembang Gresik itu di Ruang Graita Eka Praja Kantor Bupati Gresik.

Akta PSU perumahan dari pengembang itu diserahkan setelah masing-masing perwakilan dari PT Swan Menganti Emas (SME)  di Menganti, PT Bunga Regency (BR) di Desa Dungus, Kecamatan Cerme dan PT The Lotus Wringinanom menandatangani dihadapan Bupati dan Korsupgah KPK serta para Kepala OPD yang hadir pada kegiatan tersebut.

Adapun luas area dari masing-masing pengembang yaitu, PT SME seluas 8 hektare,  PT BR seluas 1 hektare dan PT The Lotus dengan luas 2,3 hektare. Bupati Gresik mengapresiasi kepada para pengembang di Gresik yang telah menyerahkan PSU-nya kepada pemkab Gresik.

“Semakin cepat diserahkan semakin baik. Pengembang biasanya ingin segera menyerahkan fasum dan fasosnya. Tentu saja kami siap menerima asal ada jaminan tanggungjawab. Kami akan mengecek prosentase dan keberadaan PSU tersebut sesuai aturan yang telah ditetapkan,”kata Bupati Sambari. 

Pada kesempatan itu Bupati Sambari meminta kepada OPD yang mempunyai kewenangan tersebut untuk memeriksa jalan, gorong-gorong, saluran air dan berbagai fasilitas lain sesuai kualitas dan kuantitasnya.

“Kepada OPD yang berwenang tolong hal ini terus dipantau, jangan sampai ada pengembang yang lari sebelum membereskan PSU-nya,”tegas doktor alumnus Unair Surabaya itu. 

Sementara itu, Kosubgah KPK Edy Suryanto mengatakan pihaknya sangat konsen dengan penyerahan PSU. Edy mengingatkan kepada para pengembang perumahan yang ada di Gresik, agar segera menyerahkan PSU ke Pemkab Gresik. 

“Ada potensi tindak pidana jika PSU tidak segera diserahkan ke pemerintah daerah,”tegasnya. Dia mencontohkan pengembang yang mengalihfungsikan lahan semula dipakai sebagai taman kemudian diubah menjadi ruko. Sementara tamannya di pindah ke tempat yang tidak layak.

Untuk itu, pihaknya melalui Satuan Tugas Koordinasi dan Supervisi Pencegahan (Korsupgah) KPK melakukan pengawasan terhadap PSU kawasan perumahan.

“Kami minta Camat dan pengembang yang hadir disini untuk merekomendsasikan penyerahan PSU ini sesegera mungkin,”imbau Edy. Dalam catatan Korsubgah KPK di Gresik ada 258 pengembang. ” Namun, sekian tahun terakhir hanya 10 pengembang yang menyerahkan PSU nya,”katanya. (*)

KPK Kawal PSU di Gresik, hanya 10 dari 258 Pengembang yang Menyerahkan PSU Selengkapnya

Roy Jeconiah, Eks Vokalis Boomerang : Wes Wayahe Sing Enom Dadi Bupati

GRESIK,1minute.id – Performa Calon Bupati (Cabup) nomor urut 2, Fandi Akhmad Yani membuat kepincut Roy Jeconian. Eks vocalis grup band Boomerang itu mengapresiasi  pasangan cawabup Aminatun Habibah (Bu Min) maju dalam kontestasi pemilihan bupati (Pilbup) Gresik 2020.

Bahkan, rocker era-90an itu mengajak anak-anak band, komunitas musisi, seniman dan pegiat musik di Gresik untuk mendukung dan memilih Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani.  

Hal itu diungkapkan Roy Jeconiah saat ngopi bareng Gus Yani dengan tajuk “Berbicara dengan Nada dan Lagu Peduli Komunitas Musisi dan Pegiat Musik Gresik” di Posko Pemenangan niat di Srembi, Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Gresik, Minggu 15 November 2020 malam.  

“Sudah saatnya generasi milenial jadi pemimpin. Wes wayahe sing enom iki dadi kepala daerah. Kalau Bupatinya masih muda, insya Allah bisa mengerti keadaan anak-anak muda karena yang paham anak-anak muda ya pemimpin muda,”ucap pelantun lagu Pelangi ini. 

Kongko bareng dengan komunitas musik dari kelompok seniman musik Rock In Gresik (RIG) semakin gayeng dengan dilanjutkan acara deklarasi dukungan kepada paslon Niat. 

Sementara itu, Ketua RIG Andi Kondel menyatakan dukungannya terhadap paslon Niat dianggap sebagai pilihan terbaik. Karena sosok Gus Yani punya perhatian lebih kepada seniman di Gresik. 

“Kami merasakan perhatian nyata Gus Yani kepada seniman sewaktu menjabat sebagai Ketua DPRD Gresik. Kami tahu sendiri upaya beliau waktu itu gigih sekali memperjuangkan musisi Gresik yang gelisah karena tidak adanya kepastian izin keramaian akibat pandemi Covid-19,”ujar Andi Kondel. 

Dukungan RIG kepada paslon Niat ini merupakan harapan baru bagi musisi dan seniman di Gresik untuk bisa terus eksis di kota sendiri. Selain itu, tidak sedikit anak-anak muda di kota Santri ini yang memiliki bakat musik namun tidak pernah teraktualisasi karena minimnya perhatian pemerintah daerah.

Karena itu, RIG menaruh harapan besar kepada paslon nomor urut 2 ini untuk ikut andil memfasilitasi eksistensi para musisi di Gresik jika terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Gresik periode 2021-2025.
“Tujuan kita ingin mengangkat seni di kabupaten Gresik. Tapi kita dulu pernah pinjam WEP saja harus bayar. Padahal biaya kita itu patungan,”jelasnya.

Pria berambut gondrong ini mengaku jika sosok Gus Yani sebagai anak muda merupakan figur pemimpin yang tepat. Senada dengan Roy, Andi Kondel juga menilai hanya anak muda yang mampu memahami anak muda. 

“Sebagai komunitas rocker Gresik, saya sangat berharap jika Gus Yani jadi, nantinya bisa memberi kita kemudahan untuk menggelar event. Dan sebagai pemimpin muda juga turut mensupport,”harapnya.

Komunitas musik rock, RIG dalam ngopi bareng di Posko Pemenangan Niat di Srembi, Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Gresik, Minggu 15 November 2020 malam

Menyikapi dukungan dari Komunitas RIG, Gus Yani sangat mengapresiasi. Pihaknya juga mengingatkan anak-anak muda yang punya kebiasaan bermusik tidak boleh apatis dengan politik. Karena melalui politik, anak-anak muda bisa memperjuangkan habit (kebiasaan) dan passion bermusiknya selama itu positif dan berkontribusi untuk kota Gresik.

“Jangan alergi dengan politik, justru lewat politik lah kita bisa memperjuangkan hobi kita, kreatifitas kita, eksistensi kita selama itu baik dan bermanfaat untuk masyarakat dan kota Gresik,”ujar Cabup milenial ini.

Gus Yani menjamin jika nanti ia dan Bu Min terpilih, dirinya akan memberikan ruang ekspresi kepada pekerja seni dan musisi untuk berkreasi. Sebab dengan adanya kegiatan musik, lanjut Gus Yani, bisa memberikan dampak perputaran ekonomi terhadap pelaku UMKM.

“Wahana Ekspresi Poesponegoro itu didanai APBD. Tentunya saya ingin WEP itu gratis untuk teman-teman musisi, anak band dan seniman Gresik,”tambahnya.
Gus Yani juga mengakui jika talenta anak muda Gresik sesungguhnya sangat luar biasa. Salah satunya Efret, putra daerah yang pernah meraih the best vokal di Indonesia. 

“Gresik ini gudangnya potensi terutama pekerja seni. Sudah sepatutnya pemerintah daerah hadir memberikan fasilitas untuk ajang ekspresi dan kreatifitas mereka karena tugas pemimpin harus memberi kelonggaran pada anak muda untuk mengekspresikan karyanya,”pungkasnya. (*)

Roy Jeconiah, Eks Vokalis Boomerang : Wes Wayahe Sing Enom Dadi Bupati Selengkapnya

Pemerataan Pembangunan, Paslon Niat Luncurkan Program Gresik Mapan, Program Bantuan Khusus untuk Bangun Dusun Senilai Rp 100 Juta/Dusun

GRESIK, 1minute.id – Pemerataan pembangunan menjadi salah satu prioritas pasangan calon (Paslon) nomor urut 2, Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah (Niat). 
Paslon yang diusung enam dari delapan partai yang memiliki kursi di DPRD Gresik itu mengenalkan Program Gresik Maju, Pintar dan Aman (Mapan).

Harapannya, tidak ada pagi istilah Gresik Utara dan Selatan.  Menurut Cabup Fandi Akhmad Yani, Program Gresik Mapan itu adalah program bantuan keuangan khusus Rp 100 juta untuk pembangunan infrastruktur dusun. 

“Guna meningkatkan pelayanan di desa, kami siapkan program Gresik Bangun Dusun. Nantinya setiap dusun mendapat Rp 100 juta. Bantuan keuangan khusus itu meliputi kesehatan, fasilitas pendidikan di RT/RW beserta operasionalnya,”ujar Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani ketika melakukan blusukan menyapa warga di Kompleks Perumahan Pongangan Indah (PPI)  di Desa Pongangan, Kecamatan Manyar, Gresik, Minggu 15 November 2020.

Cabup nomor urut 2 itu menambahkan, Program Gresik Mapan itu untuk mewujudkan pemerataan pembangunan.  Langkah ini ditempuh agar tidak ada lagi istilah yang selama ini kerap digaungkan oleh masyarakat bahwa masih terjadi ketimpangan pembangunan antara Gresik Utara dan Selatan.

Ia dan cawabup Aminatun Habibah, menambahkan pihaknya ingin di masa kepemimpinannya nanti saat terpilih menjadi Bupati Gresik periode 2021-2025, unsur pemimpin terkecil di masyarakat seperti RT dan RW harus dilibatkan dalam pembangunan daerah. 

Gus Yani menilai selama ini pembangunan di Gresik masih memiliki sekat antara kepala daerah dengan RT dan RW. “Pak RT dan Pak RW itu garda terdepan di lingkungan masyarakat. Tapi selama ini mereka tidak pernah dilibatkan di setiap pembangunan. Hanya dilibatkan saat dibutuhkan saja,”ungkap mantan Ketua DPRD Gresik ini. 

Selain gerakan membangun (Gerbang) Dusun, Paslon Niat juga akan menciptakan Gresik sebagai Kota 4.0 dengan membangun infrastruktur jaringan online terpadu untuk pengawasan infrastruktur, lingkungan hidup, dan mobilitas masyarakat yang berpusat pada Command Center. 

“Komitmen paslon Niat membangun Gresik sebagai Smart City (Kota Pintar),”tegasnya. Saat ini, tambahnya,  hampir setiap kota di dunia berlomba-lomba menjadi yang paling depan dalam mengintegrasikan produk teknologi informasi.

“Surabaya, Malang, Tangerang, Bandung dan Cirebon sudah menjadi Smart City. Masak Gresik belum. Padahal APBD kita besar,”jelasnya serius. 

Gus Yani memaparkan, konsep Kota 4.0 itu merupakan salah satu inovasi dalam pelayanan publik yang menyediakan berbagai informasi di lingkup pemerintahan. Sehingga kabupaten Gresik nantinya bisa melengkapi dirinya dengan pusat kendali berbasis teknologi informasi atau yang dikenal sebagai Command Center. 

“Integrasi teknologi informasi dalam kehidupan masyarakat saat ini tidak dapat dihindari. Bahkan akhir-akhir ini konsep smart city atau kota pintar semakin mengemuka di beberapa kota. Gresik tidak boleh ketinggalan, supaya maju maka Gresik harus menuju Smart City,”tegasnya.  (*)

Pemerataan Pembangunan, Paslon Niat Luncurkan Program Gresik Mapan, Program Bantuan Khusus untuk Bangun Dusun Senilai Rp 100 Juta/Dusun Selengkapnya

PPP Gelar Pendidikan Politik Secara Maraton, Target Menangkan Paslon Niat

GRESIK,1minute.id – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP Gresik terus menggelar pendidikan politik secara maraton bagi pengurus dan kader partai  se-Kabupaten Gresik. 

Ikhtiar yang dilakukan partai berlambang Kakbah itu sebagai komitmennya dalam memenangkan pasangan calon (paslon) Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah (Niat) di pilkada Gresik 2020.

Kali pertama roadshow pendidikan politik itu digelar di Desa Pangkah Wetan, Kecamatan Ujung Pangkah, Gresik, Ketua Tim Pemenangan PPP Gresik untuk paslon Niat, Mokhamad Yunus menginstruksikan kepada jajaran PAC dan pengurus ranting PPP se-Gresik agar all out mengawal dan memenangkan paslon yang direstui para kiai kharismatik di Gresik.

“Saya instruksikan PPP harus kompak dan bersatu untuk memenangkan paslon Niat dalam pilkada Gresik 2020. Karena ini keputusan DPP untuk mengusung Niat, jadi wajib hukumnya PPP memenangkan Niat,”tegas Yunus dihadapan para kader PPP, Minggu, 15 November 2020.  

Pendidikan politik tersebut digelar lintas dapil. Kali ini Mokhamad Yunus membekali kader PPP di PAC Dukun, Ujung Pangkah dan Panceng. Yunus menargetkan dalam minggu ini pendidikan politiknya untuk pengurus dan kader PPP bisa rampung karena pilkada Gresik tinggal menghitung hari. 

Selain itu, ia juga menginstruksikan Wanita Persatuan Pembangunan (WPP) untuk bergerak aktif mengawal Niat sampai menang. ” Harapan kami yang dibawah DPC, PAC dan Ranting harus benar-benar mengawal niat dengan cara mengawal calon-calon pemilih yang ada di masing-masing desa sampai ke TPS,”pinta anggota dewan dapil 3 ini.  

Ditambahkan Yunus, pendidikan politik PPP ini membekali para pengurus dan kader dengan menggunakan sistem per-dapil untuk dikumpulkan kemudian digalakkan agar paslon Niat menang. Sebab, kemenangan paslon Niat nantinya merupakan momentum bagi PPP Gresik untuk bangkit dan menang. 

“Kalau PPP ingin bangkit di 2024 maka Niat harus menang. Karena kemenangan Gus Yani dan Bu Min adalah modal awal bangkitnya PPP untuk menang di 2024,”pungkasnya. (*)

PPP Gelar Pendidikan Politik Secara Maraton, Target Menangkan Paslon Niat Selengkapnya

Program Gresik Sehati, Paslon Niat Siap Gratiskan BPJS Kelas 3 dan Subsidi Kelas 2 dan 1

GRESIK,1minute.id – Calon Bupati dan Wakil Bupati nomor urut 2 Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah (Niat) kembali mendapat keluhan dari masyarakat saat melakukan kampanye blusukan di Dusun Glintung, Desa Kepatihan, Kecamatan Menganti, kabupaten Gresik, Jumat Malam 13 November 2020.

Cabup milenial itu, disambati warga Gresik Selatan persoalan di sektor kesehatan. Salah seorang warga peserta BPJS ketika berobat ke rumah sakit mendapatkan perlakukan berbeda dengan pasien umum maupun asuransi. 

“Bukan hanya saya. Tapi,  banyak peserta BPJS mendapatkan perlakuan berbeda ketika berobat,”kata warga tersebut.

Menanggapi keluhan masyarakat itu, Cabup Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani, mengatakan bila mendapatkan amanah terpilih sebagai Bupati Gresik akan menjamin tidak akan ada lagi perlakuan berbeda dari Rumah Sakit terhadap pasien BPJS di semua kelas.

Bahkan, Gus Yani menjanjikan akan mengratiskan iuran seluruh pasien BPJS kelas 3 ber KTP Gresik.  “Melalui program Gresik Sehati bakal menggratiskan pasien BPJS kelas 3 ber-KTP Gresik melalui APBD,”kata Cabup yang diusung enam parpol di DPRD Gresik ini. 

Tak hanya pasien kelas 3, tambahnya,  pasien BPJS kelas 2 dan 1 nantinya juga disubsidi oleh Pemkab Gresik senilai iuran BPJS kelas 3. Sehingga peserta BPJS kelas 2 dan 1 tinggal mengangsur sisanya.  “Semua peserta BPJS kelas 3 nanti akan saya gratiskan. Yang kelas 2 dan 1 juga saya subsidi senilai kelas 3,”tegasnya.

Gus Yani mengilustrasikan,  kalau sekarang kelas 3 angsuran BPJS Rp 42 ribu ;  kelas 2 Rp 100 ribu dan kelas 1 Rp  150 ribu. 
“Maka kelas 2 tinggal ngangsur sisanya Rp. 58 ribu, dan kelas 1 tinggal bayar 108 ribu,”ucap Gus Yani yang disambut tepuk tangan emak-emak berkerudung merah.

Lebih jauh Gus Yani menjelaskan, pihaknya bersama Bu Min (Aminatun Habibah) sudah mengkaji dan memperhitungkan matang program ini. Sebab menurut mantan Ketua DPRD Gresik itu,  kesehatan merupakan sektor yang fundamental di dalam masyarakat. Sehingga alokasi APBD pada sektor kesehatan bisa ditambah tanpa  menyebabkan APBD defisit.

“Masyarakat bisa menagih dan mengawal realisasi program Niat”

Cabup Fandi Akhmad Yani

“APBD kita ini besar Rp 3,5 triliun. Karena itu alokasi anggaran di sektor kesehatan masih bisa ditambah. Dan tidak perlu khawatir defisit, karena APBD kita masih bisa ditingkatkan lagi,”tegasnya. 

Salah satunya dengan cara intensifikasi pendapatan serta efisiensi dan efektifitas belanja daerah. “Dengan begitu sangat mungkin iuran BPJS nanti akan ditanggung pemerintah daerah melalui integrasi layanan BPJS dengan kebijakan jaminan sosial daerah,”terangnya. 

Selain masalah BPJS, tidak sedikit warga yang mengharapkan adanya rumah sakit daerah baru di wilayah Gresik Selatan. Gus Yani mengaku prihatin dengan kondisi tersebut. Karena itu pihaknya menegaskan bahwa pembangunan rumah sakit itu sudah masuk dalam visi misinya. Termasuk masalah BPJS. 

“Saya tidak tega warga Menganti sakit harus ke rumah sakit Surabaya, termasuk warga  Driyorejo. Warga Wringinanom juga kalau sakit harus ke Mojokerto. Makanya saya jamin warga tidak perlu berobat ke luar Kota Gresik karena nanti kita bangunan rumah sakit daerah baru di wilayah selatan. Dan subsidi BPJS oleh pemerintah daerah. Semua itu ada di visi misi Niat dalam program Gresik Sehati,”jelasnya.

Gus Yani melanjutkan ini bukan sekedar janji politik tapi ini komitmen kami untuk mengurangi beban masyarakat di sektor kesehatan. “Sehingga masyarakat bisa menagih dan mengawal realisasi program Niat,”tegas Cabup milenial.

Ditambahkan dia, dalam program Gresik Sehati itu paslon Niat juga melakukan optimalisasi pelayanan kesehatan di tingkat desa dengan cara peningkatan kualitas serta kuantitas bidan desa. Bahkan, tunjangan kinerja tenaga kesahatan juga ditingkatkan agar tercipta pelayanan yang maksimal untuk kesehatan masyarakat terutama yang kurang mampu.

“Program Gresik Sehati akan meningkatkan fasilitas kesehatan dan menyiapkan tenaga medis profesional pada pusat layanan kesehatan masyarakat gresik. Dan juga menjadikan puskesmas sebagai basis program komunitas rumah sehat,”pungkasnya. (*)

Program Gresik Sehati, Paslon Niat Siap Gratiskan BPJS Kelas 3 dan Subsidi Kelas 2 dan 1 Selengkapnya

Lulus Diklat SKK 30 Mil, UMG Berikan Ratusan Sertifikat Pendidikan Ahli Keamanan dan Perlengkapan Kapal kepada Nelayan asal Sampang

GRESIK, 1minute.id –  Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) memberikan sertifikat pendidikan ahli keamanan dan perlengkapan kapal kepada 260 nelayan penyeberangan Sampang, Madura, Jumat 13 November  2020.

Ratusan nelayan itu mendapatkan sertifikat setelah dinyatakan menjalani pendidikan dan latihan (diklat) SKK 30 mil digelar di Pendapa Kabupaten Sampang dan Kantor  Dinas Perhubungan Jatim selama dua hari secara daring.  Sertifikat kecakapan itu setara diploma (D-1).

Menurut Wakil Rektor III UMG hasan Basri,  Kabupaten Sampang dipilih karena memiliki populasi pelaku usaha kapal penyeberangan perseorangan terbesar di Jawa Timur. Selain itu seluruh awak kapal dan kapal tidak memiliki dokumen yang sesuai dengan peraturan perundangan. Sehingga kegiatan ini merupakan aksi nyata pembinaan kepada pelaku usaha.

Kegiatan digelar di masa pandemi Covid-19, penyelenggaraan diklat dibagi menjadi 2 lokasi demi memenuhi standar protokol kesehatan (prokes).

“Materi diklat SKK 30 mil memiliki nilai KKNI (kerangka kualifikasi nasional Indonesia) level 3 yang setara D1.  aka berdasarkan RPL (rekognisi pembelajaraan lampau) Jurusan Teknik Perkapalan UMG memberikan ijazah setara D1 kepada mereka yang lulus”, kata Hasan Basri, Sabtu 14 November 2020.

Di Indonesia, tambahnya,  banyak orang yang mampu mengoperasikan perahu atau kapal, dimana keterampilannya tersebut diperoleh secara informal atau otodidak. 
Mereka umumnya mengoperasikan Kapal Layar Motor (KLM) untuk usaha wisata, menangkap ikan, dan angkutan penyeberangan penumpang dan barang.

Terhadap mereka, pemerintah menyediakan program SKK 30 mil, yang bertujuan untuk menyamakan pengetahuan dasar pelayaran. 
Melalui diklat singkat selama 2 hari secara daring,  imbuh Hasan Basri,  kecakapan para pelaut mandiri ini memperoleh pengakuan dari negara. 

“Sertifikat keterangan kecakapan (SKK) 30 mil disesuaikan dengan kemampuan berlayar umumnya kapal digunakan,”katanya.  Diklat SKK 30 mil diselenggarakan oleh pemerintah pusat melalui Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan (KSOP) dan Dinas Perhubungan (Dishub)  Provinsi Jatim atau Pemkab Sampang ini melibatkan perguruan tinggi atau sekolah pelayaran. 

Sementara itu,  Kepala Program Studi (Kaprodi)  Teknik Konstruksi Perkapalan UMG Ali Yusa menambahkan, dalam kegiatan ini pihaknya mengajak mahasiswa  Teknik Bangunan Kapal di Politeknik Negeri Madura (Poltera) sebagai peserta pelatihan. 

“Kami sangat mengapresiasi kolaborasi antar perguruan tinggi mutlak dibutuhkan dalam membangun negeri terlebih dalam mempersiapkan generasi unggul,”ujar Ali Yusa. Kedepan, tambahnya, bila semua kelengkapan dokumen awak kapal dan kapalnya telah terpenuhi, maka kesempatan untuk membuka peluang meningkatkan potensi wisata di perairan Sampang akan terbuka luas,”imbuh  Ali Yusa yang juga anggota dari Dewan Kelautan Jawa Timur ini. (*)

Lulus Diklat SKK 30 Mil, UMG Berikan Ratusan Sertifikat Pendidikan Ahli Keamanan dan Perlengkapan Kapal kepada Nelayan asal Sampang Selengkapnya