Dua Terduga Pelaku Pembunuhan di Bukit Jamur dibawa ke RS Bhayangkara, Mengaku Sering “Didatangi” Korban

GRESIK,1minute.id – Dua  anak berhadapan hukum (ABH) atawa tersangka diduga mengalami ganggung psikologis. Dua ABH itu berinisial MSK alias S, 15 dan MSI alias Si, 16. Mereka ada pelaku pembunuhan AAH, 15, teman sepermainnya di desa. 

Kedua anak bau kencur itu kini hidup di tahanan anak di Mapolres Gresik mulai dihantui perasaan bersalah.  Mereka kerap mengaku “didatangi” sosok AAH. “Siang maupun malam,”ujar sumber 1minute.id. Kedua anak itu mulai  ketakutan.

Dua ABH ini menghabisi korban dengan cara tidak lazim.  Bahkan,  tergolong sadis untuk pelaku seusianya. Mereka merencanakan aksi pembunuhan itu di sebuah lapangan di kecamatan Bungah.  

Korban AAH dipukul balok kayu dan batu dibagian kepala belakang. Anak yang baru kelas VIII di salah satu sekolah di Kecamatan Bungah kemudian kaki dan tangannya diikat. Kemudian,  melemparkan jasad AAH itu di kubangan air bekas galian C di kawasan Bukit Jamur di Desa / Kecamatan Bungah. 
Korban diduga dibunuh 28 Oktober 2020. Dan,  ditemukan mengambang Jumat 31 Oktober 2020 petang.  

Menurut Kapolres Gresik AKBP arief Fitrianto sehari pascapembunuhan terduga kembali lokasi dan melihat jasad korban mengapung. “Terduga sempat mau menenggelamkan lagi. Tapi, tidak berhasil,”kata Kapolres Arief saat konferensi pers di Mapolres Gresik, Jumat lalu.

Terpisah, Kuasa hukum dua ABH Sulton Sulaiman dikonfirmasi membenarkan adanya pemeriksaan spikologi di RS Bhayangkara Polda Jatim ,Selasa 10 November 2020.  

“Klien mengaku ketakutan karena sering “didatangi” oleh korban,”kata Sulton dikonfirmasi selulernya, Senin 9 November 2020 malam. 

Akan tetapi, tambahnya, saat rekonstruksi terlihat tegar. Tiba-tiba, tambahnya, sosok korban hadir dihadapan mereka. Kondisi itu,  pagi ini,  Selasa 10 November 2020 rencananya dua terduga pembunuh AAH itu menjalani pemeriksaan psikologis di RS Bhayangkara Polda Jatim. (*)

Dua Terduga Pelaku Pembunuhan di Bukit Jamur dibawa ke RS Bhayangkara, Mengaku Sering “Didatangi” Korban Selengkapnya

Berbincang dengan Lelaki, Suami Cambuk Punggung, Pukul Kepala Istri Siri

GRESIK,1minute.id – Emosi Afif membuncah. Pengusaha jasa transportasi berusia 50 tahun itu  meluapkan amarahnya begitu melihat istri sirinya, Anidah berbincang dengan Sugianto, 40, dan anaknya, Indah Sofia Labibah, 22.  

Bincang santai di ruang tamu rumah korban Anidah, 38, warga Desa Sumurber, Kecamatan Panceng itu berujung penganiayaan. Pasalnya, Afif yang sudah terbakar api cemburu itu tidak bisa menahan emosinya. Afif langsung menendang kursi yang diduduki Aninda hingga rusak. Bagian kursi kayu yang patah itu lalu dihajarkan kepada Anidah. Korban yang diduga istri siri pengusaha jasa transportasi asal Desa Lowayu, Kecamatan Dukun, Gresik itu nyaris kelenger.

Teriakan Anidah yang kesakitan itu tidak bisa membuat hati Afif luluh. Afif seperti sudah kerasukan setan. Setelah puas menghajar istri sirinya. Afif ngeloyor pulang. “Tiga pukulan mengenai kepala korban. Dua kali pukulan dibagian punggung,”ujar polisi. 
Penganiayaan dialami korban Anidah terjadi Kamis 22 Oktober 2020 sekitar pukul 10.30.

Kanitreskrim Polsek Panceng Iptu Moh Daud mengatakan pihaknya setelah menerima pengaduan dari korban sudah melakukan pemanggilan dan pemeriksaan saksi-saksi.  “Dua kali dilakukan pemanggilan.Tapi tersangka  tidak datang,”ujar mantan Kanit Pidum Satreskrim Polres Gresik itu, Senin 9 November 2020.
Karena tidak koorporatis kemudian dilakukan upaya penangkapan.

“Tersangka warung kopi termasuk Desa Tlogosadang, Kecamatan Paciran Lamongan, Jumat 6 November 2020 sekitar pukul 16.00,”jelas Daud. Tersangka Afif,  jelasnya, dijerat 351 dan 406 KUHP tentang penanganiayaan. “Tersangka kami tahan,”tegas mantan Kanitreskrim Polsek Kebomas itu. (*)

Berbincang dengan Lelaki, Suami Cambuk Punggung, Pukul Kepala Istri Siri Selengkapnya

Identitas Mrs X Mengapung di BGS itu Terungkap, Korban asal Babaksari, Dukun, Gresik

GRESIK, 1minute.id – Tidak lebih 4 jam pasca ditemukan mengapung di Bendung Gerak Sembayat (BGS). Polisi akhirnya bisa mengindentifikasi identitas korban. Korban bernama Lilin Lina Hartatik, 29, warga Desa Babaksari, Kecamatan Dukun,  Gresik. 

Kapolsek Bungah AKP Sujiran melalui Kanitreskrim Polsek Bungah Aipda Dwi Rahmanto membenarkan korban warga Desa Babaksari,  Kecamatan Dukun, Gresik. “Suami korban yang mengidentifikasinya,”kata Dwi dikonfirmasi telepon genggamnya,  Senin 9 November 2020.

Seperti diberitakan sosok mayat tanpa identitas ditemukan mengambang di BGS. Mayat berjenis kelamin perempuan. Kondisi mayat sudah membusuk. Bau menyengat hidung hingga radius 3 meteran.  Masyarakat kemudian melaporkan penemuan mayat itu kepada satpam BGS.

Kurun waktu tiga bulan terakhir ini,  sudah tiga mayat ditemukan di bendungan air yang belum diresmikan itu.  Sebelum, dua pelajar asal Lamongan ditemukan kondisi telungkup. Mrs X mengenakan daster corak warna biru, dan  babydoll celana pendek abu-abu.  

Dwi Rahmanto menambahkan dugaan sementara tidak ada tanda kekerasan dalam diri korban. “Diduga saat ke bengawan terpeset lalu hanyut,”ujarnya. (*)

Identitas Mrs X Mengapung di BGS itu Terungkap, Korban asal Babaksari, Dukun, Gresik Selengkapnya

Penyidik Lakukan Rekonstruksi Pembunuhan di Bukit Jamur, ABH Koreksi Adegan Versi Penyidik sehingga Peragakan 23 Adegan

GRESIK,1minute.id – Penyidik unit pidana umum (Pidum) Satreskrim Polres Gresik menggelar rekonstruksi dugaan pembunuhan dengan korban AAH, Senin 9 November 2020.

Rekonstruksi tidak dilakukan di tempat kejadian perkara (TKP) kawasan Bukit Jamur di Desa/Kecamatan Bungah, Gresik. 
Gantinya penyidik mengalihkan ke asrama polisi (Aspol) Polres Gresik di Jalan Basuki Rahmad, Gresik. Karena alasan keamanan kedua tersangka atawa anak berhadapan hukum (ABH) yakni MKS alias S, 15, dan MSI atawa Si,  16.

Ada 23 adegan dalam konstruksi yang tertutup untuk wartawan itu. Rekonstruksi dipimpin Kasatreskrim AKP Bayu Febrianto Prayoga,  Kanit Pidum ipda Joko Suprianto. Sedangkan,  dua ABH didampingi kuasa hukumnya Sulton Sulaiman. 

Barbuk : Tali tampar ini yang digunakan dua ABH mengikat kaki dan tangan korban sebelum diceburkan kubangan di Bukit Jamur di Desa/Kecamatan Bungah, Gresik ( foto : chusnul cahyadi /1minute.id)

Dalam rekonstruksi itu diawali perencanaan dua ABH yakni Si dan S di lapangan bola di Kecamatan Bungah. Pembunuhan terjadi di adegan 20, korban AAH dipukul menggunakan kayu balok oleh anak bau kencur. 

Adegan ke-21, dua ABH mengikat kaki dan tangan korban menggunakan tali tampar. Adegan berikut,  kedua anak itu melorot atau melepas sarung korban. Adegan terakhir, 23 kedua ABH itu melemparkan korban dalam kubangan di kawasan Bukit Jamur itu. 

Setelah memastikan korban meninggal kedua anak yang teman sepermainan korban itu pulang. Kasatreskrim Polres Gresik AKP Bayu Febrianto Prayoga melalui Kanit Pidum Ipda Joko Suprianto mengatakan adegan pertama hingga kesepuluh adalah perencanaan dilakukan di lapangan bola. “Adegan kesebelasan hingga adegan ke-23 di Bukit Jamur,”ujar Joko.

Sementara itu, kuasa hukum dua ABH, Sulton Sulaiman mengatakan klien lancar dalam memperagakan kejadian yang membuat AAH meninggal. “Bahkan, semula  versi penyidik ada 22 adegan,  klien membetulkan menjadi 23 adegan,”kata Sulton dikonfirmasi selulernya,  Senin 9 November 2020. (*)

Penyidik Lakukan Rekonstruksi Pembunuhan di Bukit Jamur, ABH Koreksi Adegan Versi Penyidik sehingga Peragakan 23 Adegan Selengkapnya

Niat Luncurkan Program Gresik Akas, Solusi Lambatnya Kepengurusan Dukcapil, Ngurus KTP dan KK Sehari Kelar

GRESIK, 1minute.id – Calon Bupati, (Cabup) nomor urut 2 Fandi Akhmad Yani tidak hanya blusukan untuk menyerap aspirasi masyarakat. Cabup milenial ini juga semakin intens melakukan konsolidasi dengan sejumlah partai pengusung.

Salah satu dengan pengurus, konstituen dan simpatisan DPC PPP Gresik, Minggu, 8 November 2020. Gedung Mambaus Sholihin Jalan Panglima Sudirman, Gresik itu riuh.  Mereka mengeluh-eluhkan cabup yang berpasangan dengan cawabup Aminatun Habibah (Bu Min)  itu.

Dihadapan kader dan konstituen partai berlambang Kakbah itu , Gus Yani mengkritisi birokrasi pemerintah kabupaten Gresik terkait lambatnya proses pengurusan KTP di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) yang memakan waktu sampai berhari-hari.  

“Sekarang sudah eranya digital, tapi ngurus KTP saja masih manual, bahkan jadinya lama berhari-hari. Dampaknya masyarakat kita kehilangan banyak waktu kerja hanya untuk ngurus KTP,”ujar cabup Milenial ini.
Selain itu, tambah Gus Yani, kedepan pihaknya menjamin masyarakat Gresik dalam mengurus kartu tanda penduduk (KTP), kartu keluarga (KK) dan akta kelahiran cukup selesai dalam satu hari.

Paslon Niat bersama pengurus DPC PPP Gresik

Ia menyebut dalam visi misinya ada program Gresik Akas yang nantinya menciptakan sistem e-Layanan sebagai solusi masalah kependuduk dan catatan sipil.

“Lewat sistem e-Layanan kami nanti panjenengan kalau ngurus KTP dan KK  sehari langsung selesai. Dan itu tuntas di tingkat kecamatan, tidak perlu jauh-jauh ke kota. Termasuk ada warga yang anaknya baru lahir, hari itu aktanya langsung jadi,”tegasnya. 

Sementara itu, Ketua Laskar Suci Khuluk mengatakan, kabupaten Gresik membutuhkan sosok seperti Gus Yani dan Bu Min untuk merubah Gresik menjadi lebih baik. Ia menilai Gus Yani yang masih muda ialah sosok yang energik dan memiliki kinerja yang cepat serta tegas. 

“Gus Yani harus menang, makanya kita masyarakat Gresik butuh sosok yang energik, cepat dan tegas. Dan sosok itu ada pada beliau yang tepat untuk merubah Gresik menjadi lebih baik,”ucap Khuluk.
Rapat konsolidasi paslon Niat dengan DPC PPP Gresik dihadiri para tokoh, anggota dewan fraksi PPP, kader, konstituen dan relawan. 

Pada kesempatan itu, DPC PPP Gresik mengintruksikan komponen dipartainya untuk wajib memenangkan Gus Yani – Bu min dengan konsekuensi, kader yang tidak sejalan akan mendapat sanksi pemecatan sesuai intruksi DPP PPP. (*)

Niat Luncurkan Program Gresik Akas, Solusi Lambatnya Kepengurusan Dukcapil, Ngurus KTP dan KK Sehari Kelar Selengkapnya

Kenang Jasa Pahlawan,  TNI dan Pelajar SMK Bersih-bersih TMP

GRESIK, 1minute.id – Menyambut Hari Pahlawan , 10 November 2020, siswa SMK Sunan Giri bersama Koramil Menganti kerja bakti membersihkan Taman Makam Pahlawan (TMP). TNI dan pelajar berbaur membersihkan makam dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes).

Meski kerap dibersihkan, rumput masih tumbuh di area TMP di Jalan Raya Sidomulyo, Menganti. Mereka bergegas membersihkan makam para pejuang itu. Ada yang menggunakan mesin pemotong rumput bahkan tangan kosong.

Sebelum bakti sosial pelajar yang diwakili oleh Organisasi siswa intra sekolah (OSIS) diberi bimbingan oleh petugas. Untuk menanamkan semangat bela tanah air, mengenang jasa para pahlawan dan mengisi kemerdekaan dengan hal yang positif.

Mereka langsung berpencar menuju makam ditumbuhi rumput liar. Setelah semua area TMP bersih, secara bergantian melakukan prosesi tabur bunga.

Danramil 0817 / 04 Menganti Mayor Har Inf Nawardi, bakti sosial ini sebagai media untuk mengenalkan kepada generasi penerus akan para pahlawan yang telah gugur. Sekalian mengenalkan jasa para pahlawan yang telah gugur memperjuangkan kemerdekaan. 
“Ini salah satu bentuk praktik di lapangan ini, menghargai jasa para pahlawan,”ujarnya.

Kepala Sekolah SMK Sunan Giri Syafi’i menambahkan, para wali murid selama pandemi Covid-19 ini mengeluhkan kegiatan belajar mengajar. Pihak sekolah pun memberikan kegiatan positif memperingati Hari Pahlawan. “Semoga bisa menginspirasi murid yang lain dan menjadi contoh mengenang jasa pahlawan,”katanya. (yad)

Kenang Jasa Pahlawan,  TNI dan Pelajar SMK Bersih-bersih TMP Selengkapnya

Lagi, Mayat Ditemukan Mengapung di BGS. September 2020, Dua Siswa asal Lamongan Meninggal

GRESIK, 1minute.id – Sosok mayat perempuan ditemukan mengapung di kawasan Bendung Gerak Sembayat (BGS) , Senin 9 November 2020. Polisi masih menyelidiki identitas mayat itu. 

Informasi yang dihimpun sekitar pukul 11.30, sejumlah orang yang sedang memancing di kawasan Bendung Gerak Sembayat (BGS) melihat sosok mayat mengambang. Mayat dalam kondisi tengkurap. Tersangkut sampah di bendungan air berlokasi di Desa Sidomukti, Kecamatan Bungah, Gresik. 

Kondisi mayat sudah membusuk. Bau menyengat hidung hingga radius 3 meteran.  Masyarakat kemudian melaporkan penemuan mayat itu kepada satpam BGS. Penemuan mayat itu langsung menyebar ke masyarakat. Dalam hitungan menit BGS riuh. Ada yang hanya menonton.

Ada juga penasaran untuk mengetahui identitas mayat itu. “Sepertinya orang sekitar Dukun,”ujar seorang warga, Senin 9 November 2020.
Kapolsek Bungah AKP Sujiran melalui Kanitreskrim Polsek Bungah Aipda Dwi Rahmanto mengatakan pihaknya belum bisa memastikan identitas tersebut. “Mayat itu diduga hanyut dari daerah lain,”ujar Dwi Rahmanto, Senin 9 November 2020.

Terkait adanya warga yang mengaku mengenalnya diduga berasal dari Desa Babaksari, Kecamatan Dukun, Gresik, Dwi Rahmanto, belum bisa memastikan. Masih dilakukan identifikasi.  Mayat sekarang ada di kamar mayat RSUD Ibnu Sina Gresik,”tegasnya. 

Dalam catatan 1minute.id mayat ini kali ketiga di bendungan yang belum diresmikan itu. Sebelumnya,  September 2020 ditemukan dua siswa asal Lamongan mengapung. (*)

Lagi, Mayat Ditemukan Mengapung di BGS. September 2020, Dua Siswa asal Lamongan Meninggal Selengkapnya

Paslon Niat Dirikan Perusahaan Daerah untuk Jamin Kepastian Harga Pasca Panen yang Untungkan Petani

GRESIK,1minute.id – Panen raya biasanya dibarengi anjloknya harga. Kondisi tersebut kerap dikeluhkan petani di Kota Santri.  Pasangan Calon (Paslon) nomor urut 2, Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah (Niat) menawarkan solusi untuk menjaga stabilitas harga produk pertanian melalui Program Agropolitan.  

Hal itu disampaikan paslon Niat usai mendapat keluhan dari para petani saat kampanye blusukan di sejumlah desa di Kecamatan Manyar, Minggu 8 November 2020. 

Menurut Cabup Fandi Akhmad  Yani,  melalui program Gresik Agropolitan, ini menjamin kepastian harga semua produk pertanian. Antara lain, produk pertanian pangan, perikanan, peternakan dan holtikultura di areal seluas 67.900 hektare di kabupaten Gresik melalui subsidi pemerintah kabupaten nantinya. 

“Jika Niat jadi (terpilih) , kami akan buat plafon harga agar produk pertanian pascapanen yang harganya di bawah plafon nantinya akan dibeli pemerintah  lewat program Gresik Agropolitan sesuai harga plafon supaya petani tetap bisa untung pascapanen,”kata Gus Yani-sapaan- Fandi Akhmad Yani dihadapan para petani dalam rilis yang diterima 1minute.id,  Minggu 8 November 2020. 

Biasanya, ketika memasuki masa tanam stok gabah para petani mulai menipis, sehingga persediaan beras juga menipis lantaran gabah maupun beras petani diborong oleh spekulan sejak pasca panen dan ditimbun sampai musim tanam. 

Hal ini berdampak karena petani tidak bisa menjual beras lagi di pasaran saat musim tanam. Oleh sebab itu, paslon Niat nantinya akan mengatasinya dengan cara membeli gabah maupun beras tersebut melalui pendirian Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) berstatus Perusahaan Daerah (PD) untuk bidang Pertanian. 

Cawabup Aminatun Habibah (Bu Min) menambahkan pemerintah kabupaten Gresik nantinya bisa memanfaatkan dana subsidi untuk membeli gabah hasil panen para petani. Maka, bila harga gabah yang semula dipatok Rp 4.000 per kilogram, nantinya dibeli pemerintah kabupaten Gresik dengan harga Rp 5.000 sampai Rp 6.000 per kilogram.

“Dengan pola ini, maka ada kepastian harga karena pemerintah kabupaten bisa menjaga harga gabahnya yang bisa menguntungkan petani. Dana tersebut juga bisa dirasakan langsung oleh petani, karena yang diinginkan oleh mereka ialah melindungi harga pasca panen,”jelas Cawabup perempuan pertama di Gresik ini. 

Selain masalah ketidakpastian harga pasca panen, persoalan yang kerap dihadapi para petani ialah masalah kelangkaan pupuk saat memasuki masa tanam. Oleh karena itu melalui program Gresik Agropolitan, Bu Min menjamin ketersediaan pupuk bagi para petani di Kabupaten Gresik. 

“Masalah ketersediaan pupuk saat petani memasuki masa tanam, kami akan berikan jaminan tidak akan ada kelangkaan pupuk melalui program Gresik Agropolitan,”tandasnya. (*)

Paslon Niat Dirikan Perusahaan Daerah untuk Jamin Kepastian Harga Pasca Panen yang Untungkan Petani Selengkapnya

Pasukan Emak-emak Tak Sabar Paslon Niat Realisasikan Program Bunda Puspa

GRESIK,1minute.id – Pasangan calon Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah (Niat) semakin optimistis memenangi perhelatan Pilbup Gresik 9 Desember 2020. Dukungan terus mengalir kepada paslon nomor urut 2 yang diusung enam partai politik di Kota Santri itu. 

Amunisi baru bagi paslon mengusung Perubahan Gresik Baru itu datang dari emak-emak mengatasnamakan Bunda Cantik (Butik). Dukungan itu disampaikan secara langsung ketika cawabup Aminatun Habibah memaparkan visi dan misi di Posko Pemanangan Niat di Desa Suci,  Kecamatan Manyar, Gresik,  Jumat 6 November 2020.  

Kehadiran Bu Min-sapaan-Aminatun Habibah, cawabup pertama di Gresik itu disambut antusias bunda-bunda cantik menggenakan hijab warna merah itu. Mereka menyanbut dengan salawat dan menyanyikan jingle Niat Perubahan. Dalam kesempatan itu,  Bu Min menyampaikan visi dan misi sambil menyerukan coblos kudung abang (Jilbab Merah, Red). 

Bu Min menyampaikan misi Niat, diantaranya Gresik Mapan dan Gresik Cerdas dalam Program Bunda Puspa yakni pemberdayaan untuk emak-emak  yang memiliki usaha dan anak yang sedang sekolah. 

Program dalam misi Niat itu direspon positif. “Tidak ada lagi nanti ibu-ibu yang memiliki usaha bergerak di sektor UMKM tapi kesulitan mendapatkan suntikan modal atau pinjaman hanya karena masalah validasi data sehingga terancam tidak bisa mengembangkan usahanya,”ujar Bu Min saat menyampaikan visi misinya, Jumat 6 November 2020.

Rosita, salah satu anggota Bunda Cantik mengaku bersemangat menjemput perubahan. Sebab, ia tertarik dengan program Bunda Puspa untuk menghidupkan kembali sumber income dari usahanya yang selama ini merasa terabaikan.

“Bantuan tidak ada, ya sulit mengembangkan usaha. Lalu pelatihan juga tidak ada, sehingga produk rumahan yang kita hasilkan ya tidak punya pangsa pasar yang jelas,”tutur Rosita yang punya produk rumahan makanan kering itu. Rosita membandingkan mekanisme penyaluran bantuan program untuk perempuan usaha (UMKM) dari pemerintah daerah ternyata lebih rumit dibanding dengan bantuan dari pemerintah pusat melalui program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Meekar). 

Misalnya dari segi validasi database peserta, program Meekar bisa rampung cepat sehingga peserta tidak perlu menunggu terlalu lama untuk melakukan pinjam kredit lunak.  “Program Meekar yang dari Presiden Jokowi itu cepat pendataannya, gak ribet jadinya uang bisa cair Rp 2,4 juta dan bisa langsung buat ngembangkan usaha saya. Kalau dari Pemkab Gresik ngajukan mulai dulu sampai sekarang gak ada kabar,”tandasnya. (*)

Pasukan Emak-emak Tak Sabar Paslon Niat Realisasikan Program Bunda Puspa Selengkapnya

Dipukul Balok Kayu, Diikat Tali Lalu Dicerburkan ke Kubangan. Motif Sakit Hati

GRESIK,1minute.id – Dua terduga pelaku pembunuhan terhadap AAH telah meringkuk ditahanan khusus anak Polres Gresik.  Kedua anak itu bernisial MKS alias S, 15, dan MSI atawa Si,  16.

Mengapa kedua anak bau kencur itu tega menghabisi teman sebayanya itu ?  Menurut Kapolres Gresik AKBP arief Fitrianto mengatakan,  kedua tersangka atau anak berhadapan hukum (ABH) itu tega melakukan pembunuhan terhadap korban AAH karena sakit hati.  

Berdasarkan pengakuan ABH, tambah alumnus Akpol 2001 itu,  korban AAH mengganggu teman perempuan S.  “Anak korban berkirim pesan WA agar MSK (S, Red) menjauhi teman perempuannya,”ujar Kapolres AKBP Arief Fitrianto didalam konferensi pers di Mapolres Gresik, Jumat 6 November 2020.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto didampingi Kasatreskrim AKP Bayu Febrianto Prayoga, Kasub bag Humas AKP Bambang Angkasa,  Kanit Pidum Satreskrim Ipda Joko Kristiono, dan Kanitreskrim Polsek Bungah Aipda Dwi Rahmanto.
Sedangkan,  ABH MSI atau Si mengaku sakit hati karena orang tua kerap diolok-olok anak korban AAH. “Orang tua MSI sering diejek korban,”tegasnya.  

Kedua ABH itu kemudian merancang balas dendam. Kamis malam, 30 Oktober 2020, mereka mengajak korban AAH pertemuan di sebuah lapangan di sekitar Kecamatan Bungah. 

Korban dan pelaku Si bertemu kemudian jalan kaki menuju salah satu lapangan di Kecamatan Bungah. “Dilapangan itu sudah S menyiapkan tali. Ketiga anak itu lalu jalan kaki menuju kawasan Bukit Jamur di Desa/Kecamatan Bungah.  

Begitu sampai di tempat kejadian perkara (TKP) korban AAH dipukul dengan kayu balok. Korban AAH lalu di ikat kaki dan kedua tangannya kemudian diceburkan disebuah kubangan yang ada airnya.  “Kedua ABH membalik tubuh korban sehingga tengkurap,”jelasnya. 

Setelah itu,  kedua ABH itu pulang.  Si ikut orang tuanya kerja sebagai kuli bangunan. Sedangkan,  S sempat balik ke TKP untuk memastikan korban sudah meninggal atau belum.

“Waktu S balik lihat tubuh korban mengambang. Sempat mau menenggelamkan lagi,”jelas alumnus Akpol 2001 itu.  Setelah memastikan korban AAH meninggal ABH itu lari ke Pasuruan.  “Satu kami tangkap di Pasuruan.  Satu lagi kami tangkap di kecamatan Bungah,”ujarnya. 

Kedua ABH yang tega menghabisi teman sepermainnyan itu anak putus sekolah. Penyidik menjerat dua ABH itu dengan pasal 76 jo Pasal 80 ayat (3) UU 35/2014 tentang Perlindungan Anak.  “Ancaman hukumannya maksimal 15 tahun,”tegas Kapolres AKBO Arief Fitrianto. (*)

Dipukul Balok Kayu, Diikat Tali Lalu Dicerburkan ke Kubangan. Motif Sakit Hati Selengkapnya