Paslon Niat Dirikan Perusahaan Daerah untuk Jamin Kepastian Harga Pasca Panen yang Untungkan Petani

GRESIK,1minute.id – Panen raya biasanya dibarengi anjloknya harga. Kondisi tersebut kerap dikeluhkan petani di Kota Santri.  Pasangan Calon (Paslon) nomor urut 2, Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah (Niat) menawarkan solusi untuk menjaga stabilitas harga produk pertanian melalui Program Agropolitan.  

Hal itu disampaikan paslon Niat usai mendapat keluhan dari para petani saat kampanye blusukan di sejumlah desa di Kecamatan Manyar, Minggu 8 November 2020. 

Menurut Cabup Fandi Akhmad  Yani,  melalui program Gresik Agropolitan, ini menjamin kepastian harga semua produk pertanian. Antara lain, produk pertanian pangan, perikanan, peternakan dan holtikultura di areal seluas 67.900 hektare di kabupaten Gresik melalui subsidi pemerintah kabupaten nantinya. 

“Jika Niat jadi (terpilih) , kami akan buat plafon harga agar produk pertanian pascapanen yang harganya di bawah plafon nantinya akan dibeli pemerintah  lewat program Gresik Agropolitan sesuai harga plafon supaya petani tetap bisa untung pascapanen,”kata Gus Yani-sapaan- Fandi Akhmad Yani dihadapan para petani dalam rilis yang diterima 1minute.id,  Minggu 8 November 2020. 

Biasanya, ketika memasuki masa tanam stok gabah para petani mulai menipis, sehingga persediaan beras juga menipis lantaran gabah maupun beras petani diborong oleh spekulan sejak pasca panen dan ditimbun sampai musim tanam. 

Hal ini berdampak karena petani tidak bisa menjual beras lagi di pasaran saat musim tanam. Oleh sebab itu, paslon Niat nantinya akan mengatasinya dengan cara membeli gabah maupun beras tersebut melalui pendirian Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) berstatus Perusahaan Daerah (PD) untuk bidang Pertanian. 

Cawabup Aminatun Habibah (Bu Min) menambahkan pemerintah kabupaten Gresik nantinya bisa memanfaatkan dana subsidi untuk membeli gabah hasil panen para petani. Maka, bila harga gabah yang semula dipatok Rp 4.000 per kilogram, nantinya dibeli pemerintah kabupaten Gresik dengan harga Rp 5.000 sampai Rp 6.000 per kilogram.

“Dengan pola ini, maka ada kepastian harga karena pemerintah kabupaten bisa menjaga harga gabahnya yang bisa menguntungkan petani. Dana tersebut juga bisa dirasakan langsung oleh petani, karena yang diinginkan oleh mereka ialah melindungi harga pasca panen,”jelas Cawabup perempuan pertama di Gresik ini. 

Selain masalah ketidakpastian harga pasca panen, persoalan yang kerap dihadapi para petani ialah masalah kelangkaan pupuk saat memasuki masa tanam. Oleh karena itu melalui program Gresik Agropolitan, Bu Min menjamin ketersediaan pupuk bagi para petani di Kabupaten Gresik. 

“Masalah ketersediaan pupuk saat petani memasuki masa tanam, kami akan berikan jaminan tidak akan ada kelangkaan pupuk melalui program Gresik Agropolitan,”tandasnya. (*)

Paslon Niat Dirikan Perusahaan Daerah untuk Jamin Kepastian Harga Pasca Panen yang Untungkan Petani Selengkapnya

Pasukan Emak-emak Tak Sabar Paslon Niat Realisasikan Program Bunda Puspa

GRESIK,1minute.id – Pasangan calon Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah (Niat) semakin optimistis memenangi perhelatan Pilbup Gresik 9 Desember 2020. Dukungan terus mengalir kepada paslon nomor urut 2 yang diusung enam partai politik di Kota Santri itu. 

Amunisi baru bagi paslon mengusung Perubahan Gresik Baru itu datang dari emak-emak mengatasnamakan Bunda Cantik (Butik). Dukungan itu disampaikan secara langsung ketika cawabup Aminatun Habibah memaparkan visi dan misi di Posko Pemanangan Niat di Desa Suci,  Kecamatan Manyar, Gresik,  Jumat 6 November 2020.  

Kehadiran Bu Min-sapaan-Aminatun Habibah, cawabup pertama di Gresik itu disambut antusias bunda-bunda cantik menggenakan hijab warna merah itu. Mereka menyanbut dengan salawat dan menyanyikan jingle Niat Perubahan. Dalam kesempatan itu,  Bu Min menyampaikan visi dan misi sambil menyerukan coblos kudung abang (Jilbab Merah, Red). 

Bu Min menyampaikan misi Niat, diantaranya Gresik Mapan dan Gresik Cerdas dalam Program Bunda Puspa yakni pemberdayaan untuk emak-emak  yang memiliki usaha dan anak yang sedang sekolah. 

Program dalam misi Niat itu direspon positif. “Tidak ada lagi nanti ibu-ibu yang memiliki usaha bergerak di sektor UMKM tapi kesulitan mendapatkan suntikan modal atau pinjaman hanya karena masalah validasi data sehingga terancam tidak bisa mengembangkan usahanya,”ujar Bu Min saat menyampaikan visi misinya, Jumat 6 November 2020.

Rosita, salah satu anggota Bunda Cantik mengaku bersemangat menjemput perubahan. Sebab, ia tertarik dengan program Bunda Puspa untuk menghidupkan kembali sumber income dari usahanya yang selama ini merasa terabaikan.

“Bantuan tidak ada, ya sulit mengembangkan usaha. Lalu pelatihan juga tidak ada, sehingga produk rumahan yang kita hasilkan ya tidak punya pangsa pasar yang jelas,”tutur Rosita yang punya produk rumahan makanan kering itu. Rosita membandingkan mekanisme penyaluran bantuan program untuk perempuan usaha (UMKM) dari pemerintah daerah ternyata lebih rumit dibanding dengan bantuan dari pemerintah pusat melalui program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Meekar). 

Misalnya dari segi validasi database peserta, program Meekar bisa rampung cepat sehingga peserta tidak perlu menunggu terlalu lama untuk melakukan pinjam kredit lunak.  “Program Meekar yang dari Presiden Jokowi itu cepat pendataannya, gak ribet jadinya uang bisa cair Rp 2,4 juta dan bisa langsung buat ngembangkan usaha saya. Kalau dari Pemkab Gresik ngajukan mulai dulu sampai sekarang gak ada kabar,”tandasnya. (*)

Pasukan Emak-emak Tak Sabar Paslon Niat Realisasikan Program Bunda Puspa Selengkapnya

Dipukul Balok Kayu, Diikat Tali Lalu Dicerburkan ke Kubangan. Motif Sakit Hati

GRESIK,1minute.id – Dua terduga pelaku pembunuhan terhadap AAH telah meringkuk ditahanan khusus anak Polres Gresik.  Kedua anak itu bernisial MKS alias S, 15, dan MSI atawa Si,  16.

Mengapa kedua anak bau kencur itu tega menghabisi teman sebayanya itu ?  Menurut Kapolres Gresik AKBP arief Fitrianto mengatakan,  kedua tersangka atau anak berhadapan hukum (ABH) itu tega melakukan pembunuhan terhadap korban AAH karena sakit hati.  

Berdasarkan pengakuan ABH, tambah alumnus Akpol 2001 itu,  korban AAH mengganggu teman perempuan S.  “Anak korban berkirim pesan WA agar MSK (S, Red) menjauhi teman perempuannya,”ujar Kapolres AKBP Arief Fitrianto didalam konferensi pers di Mapolres Gresik, Jumat 6 November 2020.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto didampingi Kasatreskrim AKP Bayu Febrianto Prayoga, Kasub bag Humas AKP Bambang Angkasa,  Kanit Pidum Satreskrim Ipda Joko Kristiono, dan Kanitreskrim Polsek Bungah Aipda Dwi Rahmanto.
Sedangkan,  ABH MSI atau Si mengaku sakit hati karena orang tua kerap diolok-olok anak korban AAH. “Orang tua MSI sering diejek korban,”tegasnya.  

Kedua ABH itu kemudian merancang balas dendam. Kamis malam, 30 Oktober 2020, mereka mengajak korban AAH pertemuan di sebuah lapangan di sekitar Kecamatan Bungah. 

Korban dan pelaku Si bertemu kemudian jalan kaki menuju salah satu lapangan di Kecamatan Bungah. “Dilapangan itu sudah S menyiapkan tali. Ketiga anak itu lalu jalan kaki menuju kawasan Bukit Jamur di Desa/Kecamatan Bungah.  

Begitu sampai di tempat kejadian perkara (TKP) korban AAH dipukul dengan kayu balok. Korban AAH lalu di ikat kaki dan kedua tangannya kemudian diceburkan disebuah kubangan yang ada airnya.  “Kedua ABH membalik tubuh korban sehingga tengkurap,”jelasnya. 

Setelah itu,  kedua ABH itu pulang.  Si ikut orang tuanya kerja sebagai kuli bangunan. Sedangkan,  S sempat balik ke TKP untuk memastikan korban sudah meninggal atau belum.

“Waktu S balik lihat tubuh korban mengambang. Sempat mau menenggelamkan lagi,”jelas alumnus Akpol 2001 itu.  Setelah memastikan korban AAH meninggal ABH itu lari ke Pasuruan.  “Satu kami tangkap di Pasuruan.  Satu lagi kami tangkap di kecamatan Bungah,”ujarnya. 

Kedua ABH yang tega menghabisi teman sepermainnyan itu anak putus sekolah. Penyidik menjerat dua ABH itu dengan pasal 76 jo Pasal 80 ayat (3) UU 35/2014 tentang Perlindungan Anak.  “Ancaman hukumannya maksimal 15 tahun,”tegas Kapolres AKBO Arief Fitrianto. (*)

Dipukul Balok Kayu, Diikat Tali Lalu Dicerburkan ke Kubangan. Motif Sakit Hati Selengkapnya

Wujudkan Tatanan Gresik Baru, Niat Usung Sembilan Program

GRESIK – 1minute.id – Sembilan program diusung pasangan calon (paslon) Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah (NIAT) mewujudkan tatanan Gresik Baru.

Program yang diusung oleh paslon nomor urut 2 itu salah satunya menjembatani visi mereka. Mandiri, sejahtera, berdaya saing dan berkemajuan, berlandaskan akhlaqul karimah.

Sembilan program itu, pertama misi yang diusung tertuang dalam Gresik Akas. Program ini ditujukan untuk memudahkan sistem pelayanan kepada masyarakat. Misalnya, pengurusan kependudukan (catatan sipil) cukup hanya sampai di tingkat kecamatan. Termasuk pengaduan layanan bisa dilakukan di tingkat RT (rukun tetangga) juga bisa via online.

Kedua, Gresik Seger. Di sini paslon diusung enam partai politik di parlemen Gresik berkeinginan bagaimana memberikan pendampingan dan bantuan perlindungan bagi pekerja perempuan, termasuk Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Gresik dan juga pemberdayaan perempuan. Program ini juga meliputi peningkatan kesejahteraan guru ngaji, takmir masjid dan musala.

Kemudian,  program ketiga Gresik Mapan. Dalam program ini Paslon Niat berkeinginan memberikan bantuan khusus untuk pembangunan infrastuktur dusun. Termasuk di antaranya, menata dan menambah fasilitas taman kota serta memberikan ruang ekonomi kepada UMKM.

“Ini menjadi ikhtiar kami untuk menuntun UMKM dan para pelaku usaha baru. Salah satunya dengan menumbuhkan nasabah bankable, sehingga mendapat kemudahan persyaratan untuk mendapatkan kredit usaha,”ujar Cabup Fandi Akhmad Yani,  Jumat 6 November 2020.

Paslon Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah besama masyarakat untuk wujudkan tatanan Gresik Baru

Berikutnya, misi keempat adalah Gresik Cerdas. Yakni, dengan cara memberikan voucher dana pendidikan untuk siswa dari tingkat SD/MI hingga SMA/SMK, bagi anak yatim-piatu, huffadz dan penyandang disabilitas, insentif bagi guru tidak tetap dan non sertifikasi, serta guru PAUD dan TK. Serta meningkatkan potensi infrastruktur pendidikan di Pulau Bawean.

“Kami ingin rintisan Bawean sebagai pulau pendidikan seperti Unimap (Universiti Malaysia Perlis) di negara bagian Perlis, semenanjung Malaysia. Dulu di daerah tersebut awalnya hutan belantara, tapi sekarang bisa eksis dan memberikan dampak kesejahteraan bagi warga sekitar,” ungkap Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani. 

Sedangkan, misi kelima Gresik Sehati. Yakni, menyangkut peningkatan fasilitas kesehatan dan tenaga medis profesional dengan menjadikan puskesmas sebagai basis program komunitas rumah sehat. Memberikan pelayanan kesehatan gratis pada masyarakat kurang mampu, membangun rumah sakit baru di daerah selatan.

“Masyarakat di bagian Gresik selatan itu biasa berobat ke Surabaya atau Mojokerto, itu wajar sebab lebih dekat ke sana (Surabaya dan Mojokerto) dari pada ke Gresik. Tapi kan beda bila kita nantinya punya rumah sakit sendiri dengan sarana pra sarana mumpuni,”tambah mantan Ketua DPRD Gresik itu. 

Adapun misi keenam adalah Gresik Lestari. Melakukan pengembangan dan revitalisasi ekowisata dengan mengedepankan keunggulan kompetitif di setiap desa, revitalisasi Gresik Kota Tua sebagai salah satu icon heritage, mendorong terciptanya industri ramah bagi lingkungan dan berkelanjutan, serta membangun sistem pengelolaan sampah terpadu di tingkat kecamatan.

Ketujuh Gresik Barokah. Yakni, dengan cara menguatkan pembentukan karakter pemuda yang didasarkan pada nilai agama, budaya lokal dan toleransi, terbebas dari narkoba dan HIV/AIDS, serta pemuda berdaya guna.

Misi kedelapan tertuang dalam Gresik Agropolitan. Di sini yang menjadi poin utama adalah peningkatan kesejahteraan petani, peternak, dan sektor perikanan dengan menerbitkan kartu Go Tani untuk akses bantuan dan pendampingan peningkatan usaha.

Terakhir, misi kesembilan adalah Gema Karya. Program akan disasar oleh paslon Niat adalah memberikan permodalan serta penguatan manajemen terhadap produk yang dihasilkan pesantren, peningkatan dan percepatan pelayanan yang terkoneksi.

“Generasi milenial kreatif di Gresik juga menjadi konsentrasi kami melalui program co-working space yang nantinya kita bangun dengan Gresik Creative Hub,” pungkas Gus Yani. (*)

Wujudkan Tatanan Gresik Baru, Niat Usung Sembilan Program Selengkapnya

Polisi Dalami Keterangan Terduga, Gelar Rekonstruksi

GRESIK,1minute.id – Penyidik  unit  pidana  umum  (Pidum)  Satreskrim  Polres  Gresik  terus  mendalami keterangan dua remaja  yang diduga sebagai pelaku pembunuhan  terhaap AAH.  Remaja  kelas  VIII  sebuah  sekolah  di Kecamatan  Bungah  itu  ditemukan  mengambang  di  sebuah  kubangan air di  kawasan  Bukit  Jamur  di  Desa/Kecamatan Bungah, 30 Oktober  2020.

Ketika  ditemukan  korban  yang  tinggal  di  Desa Sidokumpul, Kecamatan Bungah  kondisinya mengenaskan. Kaki terikat.  Dan, kedua tangan  terikat  dibelakang.  Melihat kejadian  di  lokasi  kejadian polisi  mencurigai  AAH  meninggal  karena  dibunuh. 

Sumber dikepolisian menyebutkan, telah  mengamankan dua remaja terduga sebagai pelaku pembunuhan itu. Dua pelaku itu berinisial  S  dan  SI.  Polisi  dikabarkan  telah  dilakukan  rekonstruksi  dugaan  pembunuhan  terhadap  AAH  itu,  Kamis  5  November 2020. 

Dalam rekonstruksi  itu,  pelaku  setelah  menghabisi  korban  kemudian  mengambil  smartphone  milik  korban. Terduga pelaku berisial  S  kabur kemudian  ditangkap  polisi  di Sidoarjo. 

Sedangkan, pelaku  berinisial Si ditangkap  kecamatan  Bungah. Ketika rekonstruksi  dua  pelaku  yang  masih dibawah umur itu  didampingi kuasa hukumnya, Sulton  Sulaiman. 

”Kedua  pelaku  mengakui telah menghabisi  korban. Karena  sakit  hati,”ujar  sumber  yang  enggan  disebutkan  identitasnya.  

Kapolres Gresik  AKBP Arief Fitrianto dikonfirmasi  mengaku  pihaknya  masih  terus melakukan  penyelidikan. ”Mohon doanya,”kata  alumnus  Akpol  2001  dikonfirmasi seluler,  Kamis  5  November 2020.

Terpisah, Sulton Sulaiman  ketika  dikonformasi  membenarkan  telah ditunjuk  sebagai  kuasa hukum terduga pelaku  pembunuhan itu.  Akan tetapi,  Sulton  enggn menjlentrehkan  kronologis kejadian. 

Seperti  diberitakan,  AAH  adalah  pelajar kelas  VIII  yang  ditemukan  mengambang di kawasan  Bukit  Jamur  di  Desa/Kecamatan Bungah, Jumat  31  Maret  2020 petang.    Saat  ditemukan  kondisi  remaja  asal  Desa  Sidokumpul,  Kecamatan  Bungah  itu kondisinya  mengenaskan.  Kedua  kaki  terikat  plastik.  Sedangkan  kedua  tangan  terikat  kebelakang. Kondisi itu muncul dugaan AAH  korban  pembunuhan. Jasad  AAH  sempat  kesulitan  diidentifikasi karena sidik jari rusak. Memasuki hari kelima jenazah remaja 13  tahun  yang berada  di  kamar  jenazah  RSUD  Ibnu  Sina  Gresik  diserahkan  keluarganya.  Jenazah AAH  baru  bisa  diambil  oleh keluarganya,  Selasa  3  November 2020  sekitar  pukul 12.30. (*)

Polisi Dalami Keterangan Terduga, Gelar Rekonstruksi Selengkapnya

Polisi Dikabarkan Tangkap Dua Orang Terduga Pembunuh AAH. Satu Pelaku Masih Dibawah Umur

GRESIK,1minute.id – Setelah berhasil mengungkap identitas korban. Kini,  polisi dikabarkan menangkap dua orang diduga sebagai pelaku yang menghabisi korban berinisial AAH.

AAH adalah pelajar kelas VIII yang ditemukan mengambang di kawasan Bukit Jamur di Desa/Kecamatan Bungah , Jumat 31 Maret 2020 petang.   Saat ditemukan kondisi remaja asal Desa Sidokumpul, Kecamatan Bungah itu kondisinya mengenaskan. Kedua kaki terikat plastik. Sedangkan kedua tangan terikat kebelakang. Kondisi itu muncul dugaan AAH korban pembunuhan.

Jasad AAH sempat kesulitan diidentifikasi. Karena sidik jari rusak. Memasuki hari kelima jenazah remaja 13 tahun yang berada di kamar jenazah RSUD Ibnu Sina Gresik diserahkan keluarganya.  Jenazah AAH baru bisa diambil oleh keluarganya, Selasa 3 November 2020 sekitar pukul 12.30. Sebelumnya,  tim inafis Satreskrim Polres Gresik dan tim dokter RSUD ibnu Sina Gresik melakukan otopsi mulai pukul 08.00 hingga 11.00. Otopsi dilakukan untuk mengetahui penyebab korban meninggal dunia.

Kepala Desa Sidokumpul, Kecamatan Bungah Achmad Asyhar mengatakan ada dua orang yang diamankan polisi.  “Salah satu diantaranya warga sekitar sini,”kata Asyhar kepada wartawan, Rabu 4 November 2020. Akan tetapi, kades murah senyum itu enggan menyebut identitas terduga pelaku pembunuhan terhadap AAH itu.  Sumber 1minute.id menyebut terduga berisial S dan Si. Satu terduga pelaku masih dibawah umur. 

Benarkah polisi telah menangkap terduga pembunuh AAH?  Kanitreskrim Polsek Bungah Aipda Dwi Rahmanto dikonfirmasi mengaku masih melakukan penyelidikan. “Masih lidik. Mohon doanya agar bisa tertangkap,”ujarnya dikonfirmasi selulernya Rabu 4 November 2020 malam. (*)

Polisi Dikabarkan Tangkap Dua Orang Terduga Pembunuh AAH. Satu Pelaku Masih Dibawah Umur Selengkapnya

Jalin Silaturahmi, Kapolres Gresik Kunjungi Pondok Pesantren

GRESIK, 1minute.id – Perhelatan pesta demokrasi, pemilihan bupati (Pilbup) Gresik semakin dekat. Sementara, pandemi korona belum ada tanda-tanda berakhir. 

Untuk tetap menjaga kondusifitas kamtibmas dan mengerem laju penularan korona di Kota Santri, Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melakukan silaturahmi ke sejumlah Pondok Pesantren (Ponpes) di Gresik, Selasa 3 November 2020. Diantaranya, Ponpes Nur Muhammad di Jalan Proklamasi, Gresik. 

Alumnus Akpol 2001 itu didampingi Kasat Binmas AKP Zunaedi. Sekitar pukul 14.00, Kapolres AKBP Arief Fitrianto tiba Ponpes Nur Muhammad dan disambut langsung pemangku pondok KH Nur Muhammad biasa disapa Gus Nur itu.

Duduk bersila berlatar kiswah Kakbah pembicaraan terasa gayeng. Pada kesempatan Kapolres AKBP Arief Fitrianto mengatakan tujuan datang untuk silaturahmi. 

Perwira dua melati di pundak itu menceritakan kondisi pandemi korona di Gresik. Kapolres menghimbau kepada santri tetap menerapkan protokol kesehatan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.  Tradisi bulan Maulid , pasentren biasanya merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW secara sederhana..

“Dimasa pandemi Covid-19 dalam perayaan maulid Nabi Muhammad SAW agar tidak mengadakan acara yang mengundang terkumpulnya masyarakat banyak untuk menghindari penyebaran Covid-19,”harap Arief Fitrianto.

Sementara itu, menjelang Pilbup Gresik, Kapolres Gresik Arief Fitrianto, berharap perlehatan lima tahunan itu bisa berjalan sukses dan aman. “Semoga agar terciptanya kabupaten Gresik yang aman, damai dan sejuk,”harapnya. (*)

Jalin Silaturahmi, Kapolres Gresik Kunjungi Pondok Pesantren Selengkapnya

Tiga Jam Otopsi, Jenazah Remaja Diduga Korban Pembunuhan Diserahkan Keluarga

GRESIK,1minute.id – Kerjakeras polisi menungkap identitas jenazah ditemukan mengambang di kubangan bekas galian C di Desa/Kecamatan Bungah, Jumat 31 Oktober 2020 membuahkan hasil.

Memasuki hari kelima, jenazah remaja nahas yang tersimpan di kamar mayat RSUD Ibnu Sina Gresik itu diambil oleh orang tuanya, Selasa 3 November 2020. Sekitar pukul 12.30, Muhammad Arifin, 48, membawa jenazah anaknya pulang kerumahnya di Desa Sidokumpul, Kecamatan Bungah, Gresik. Arifin didampingi Kepala Desa Sidokumpul Ahmad Asyhar. 

“Jenazah kami ambil untuk dimakamkan,”ujar Asyhar ditemui di kamar jenazah RSUD Ibnu Sina Gresik, Selasa 3 November 2020.  Korban berinisial AAH. Korban masih siswa kelas VIII di Kecamatan Bungah itu dilaporkan hilang pada Kamis 30 Oktober 2020. Ketika pamit keluar rumah AAH memakai sarung, kopiah hitam, baju lengan pendek warna putih. Saat itu, AAH juga membawa smarphone. 

Pada Jumat 31 Oktober 2020 sekitar pukul 16.30 ditemukan mengambang di sebuah kubangan bekas galian C di kawasan Bukit Jamur di Desa/Kecamatan Bungah. Ketika ditemukan kaki korban terikat dan kedua terikat di belakang. AAH diduga menjadi korban pembunuhan.

Korban AAH ( facebook). Ayahanda AAH, Muhammad Arifin bersama perangkat desa setempat mengambil jenazah di RSUD Ibnu Sina Gresik, Selasa 3 November 2020 ( foto atas : chusnul cahyadi/1minute.id)

“Untuk perkara itu (dugaan pembunuhan,Red), kami menyerahkan kepada kepolisian,”elak Asyhar. Dia berharap, kejadian yang menimpah AAH ini tidak terulang kembali. “Kejadian ini harus menjadikan introspeksi kita semua,”katanya. Orang tua dan masyarakat ikut mengawasi anak-anaknya. “Kami dipemerintahan desa akan melakukan perbaikan dengan cara memasang CCTV,”kata lelaki murah senyum itu.

Kamera pengintai akan dipasang di sejumlah titik di desa. “Mungkin tahun depan. Karena tahun ini anggaran desa untuk penanganan korona,”tegasnya.

Informasi yang dihimpun sebelum jenazah AAH diserahkan kepada orang tuanya. Jenazah menjalani otopsi di RSUD Ibnu Sina Gresik. Otopsi melibatkan dua anggota Inafis Satreskrim Polres Gresik dan dua dokter di rumah sakit milik Pemkab Gresik itu. Merunut petugas rumah sakit yang ditemui menyebutkan otopsi dilakukan mulai pukul 08.00 hingga 11.00. Otopsi dilakukan untuk mengetahui penyebab korban AAH meninggal dunia. “Kami belum mengetahui hasilnya,”ujar petugas itu ditemui 1minute.id.

Terpisah, Kasatreskrim Polres Gresik AKP Bayu Febrianto Prayoga ketika dikonfirmasi belum bisa memastikan penyebab meninggalnya AAH. “Penyebab korban meninggal belum kami ketahui. Menunggu hasil otopsi dari RSUD Ibnu Sina,”katanya melalui WhatsApp, Selasa 3 November 2020. (*)

Tiga Jam Otopsi, Jenazah Remaja Diduga Korban Pembunuhan Diserahkan Keluarga Selengkapnya

The Avengers Ikut Operasi Zebra. Bagikan Masker, Nasi Bungkus dan Stiker

GRESIK,1minute.id – Operasi Zebra Semeru 2020 dilakukan berbeda, Selasa 3 November 2020. Petugas satuan polisi lalu lintas (Satlantas) Polres Gresik yang turun ke jalan itu memakai kostum Avengers. Diantaranya, kostum Captain Amerika dan Iron Man

Operasi digelar di simpang empat  landmark Gardu Suling di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Gresik menjadi hiburan menarik bagi pengguna jalan. Kasatlantas Polres Gresik AKP Yanto Mulyanto mengatakan operasi Zebra di masa pandemi korona dilakukan secara berbeda. 

“Selain mencegah terjadinya laka lantas. Juga, memberikan sosialisasi dan himbauan kepada masyarakat melaksanakan protokol kesehatan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19,”ujar Kasatlantas Polres Gresik AKP Yanto Mulyanto, Selasa 3 November 2020.

Kegiatan sosialisasi dilakukan bersama siswa SD Muhammadiyah 1 GKB  (Mugeb) dan superhero. Operasi Zebra 2020 digelar mulai 26 Oktober 2020 hibgga 8 November 2020 lebih banyak digunakan kegiatan preemtif dan preventif.  Sedangkan penindakan tilang dilakukan kepada pengendara yang membahayakan keselamatan berlalu lintas.

Operasi Zebra di mulai pukul 06.30 ini, selain memberikan sosialisasi  untuk mengajak masyarakat disiplin pola hidup sehat kunci pencegahan virus Covid-19. Juga, membagikan sejumlah helm kepada anak-anak yang dibonceng orang tuanya tanpa memakai helm. “Tadi kami bagikan nasi bungkus kepada masyarakat,”tegas Yanto. (*)

The Avengers Ikut Operasi Zebra. Bagikan Masker, Nasi Bungkus dan Stiker Selengkapnya

Hilirisasi Perkuat Industri Nasional, Petrokimia Gresik Bakal Bangun Dua Pabrik Baru Tahun Depan

GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik bakal membangun dua pabrik baru tahun depan. Yakni, Pabrik Aluminium Fluorida (AlF3) dan Soda Ash. Pabrik baru AIF3 ini akan meningkatkan kapasitas produksi AIF3 menjadi dua kali lipat menjadi 25 ribu MT pertahun.

Produk aluminium khususnya pada segmen transportasi terus meningkat setiap tahunnya. “Nah, kebutuhan AlF3 yang merupakan bahan penolong peleburan juga menjadi meningkat,”ujar Dwi Satriyo Annurogo dalam siaran pers Minggu, 1 November 2020.

Saat ini, tambahnya, kapasitas produksi AlF3 sebesar 12.600 ton per tahun. Dari jumlah tersebut, pada tahun ini, sekitar 5.000 ton diantaranya dijual kepada PT Inalum (Indonesia Asahan Aluminium) sebagai bahan penolong peleburan aluminium.

Selain dalam negeri, kebutuhan AlF3 di pasar global juga sangat besar. Petrokimia Gresik selama ini mengekspor ke negara-negara yang masih defisit seperti Amerika, Eropa, India, Middle East, dan Afrika. Apalagi, AlF3 produk Petrokimia Gresik memiliki harga jual produk yang kompetitif dibandingkan dengan pasar global, bahkan margin profit bisa mencapai 25 persen apabila menggunakan bahan baku limbah dari Pabrik Asam Sulfat.

Sedangkan keuntungan lain pembangunan pabrik AlF3 bagi Petrokimia Gresik adalah mengurangi limbah H2SiF6 yang merupakan hasil samping (by product) dari Pabrik Asam Sulfat.  Apabila perusahaan tidak memproduksi AlF3 maka akan menghabiskan biaya sekitar Rp 40 miliar per tahun untuk mengelola limbahnya.

Sedangkan dengan adanya pabrik baru AlF3 ini perusahaan bisa meningkatkan revenue sebesar Rp 245 miliar per tahun. Selain pembangunan pabrik baru AIF3, Petrokimia Gresik akan bertransformasi dari single industry firm menjadi related diversified industry. Strategi ini tentu dilakukan dengan meneruskan hilirisasi produk.

“Kita akan pilih produk hilir berbasis gas alam, fosfat dan sulfur yang mempunyai nilai tambah yang besar,”ujar Dwi Satriyo. Tahun 2020 Petrokimia Gresik telah berhasil memproduksi produk baru, Methyl Ester Sulfonate (MES). MES Petrokimia Gresik ini dikembangkan bersama dengan Surfactant 
Bioenergy Research Centre Institut Pertanian Bogor (SBRC IPB).

MES adalah bio-degradable surfactant yang dapat digunakan di sektor minyak dan gas (migas) untuk meningkatkan produksi lapangan minyak tua melalui teknologi EOR (Enhanced Oil Recovery). “Ini merupakan terobosan penting dan diharapkan bagi pelaku industri sektor migas di Indonesia,”tandasnya.

MES diproduksi di Pabrik III dengan memanfaatkan gas SO3 yang biasa digunakan untuk memproduksi asam sulfat. Produksi MES ini akan meningkatkan profitabilitas Pabrik III, karena harga MES bisa mencapai 200 kali lipat lebih mahal dibandingkan harga asam sulfat.

Dwi Satryo menambahkan proyek pembangunan pabrik baru harus bisa memperkuat posisi Petrokimia Gresik sebagai perusahaan berbasis Related Diversified Industry. “Untuk itu pembangunan pabrik baru akan difokuskan pada hilirisasi produk,” tandas Dwi Satriyo.

Dalam kerangka itu, Petrokimia Gresik segera membangun Pabrik Soda Ash dengan kapasitas 300 ribu ton. Pabrik Soda Ash ini, ungkap Dwi Satriyo, bakal menjadi yang pertama di Indonesia, dan akan menjadi penopang penting dalam mendukung tumbuh kembangnya industri kaca dan deterjen dalam negeri. “Pabrik ini nanti juga mampu mengurangi dampak dari CO2 yang merupakan hasil samping dari Pabrik Amoniak sebesar 174 ribu ton,” ungkapnya.

Bagi Petrokimia Gresik, Soda Ash mampu menyumbangkan revenue USD 87 juta tiap tahunnya. Selain itu, produk samping berupa Alumunium Klorida (NH4CL) dapat digunakan sebagai bahan baku NPK, sehingga kebutuhan ZA untuk bahan baku dapat berkurang sebesar 364 ribu ton setiap tahunnya.  “Dan untuk itu kita tidak akan perlu lagi mengimpor ZA,” kata Dwi Satriyo.

Sedangkan bahan baku yang dibutuhkan adalah garam, Petrokimia Gresik dapat bersinergi bersama PT Garam (Persero) dengan jumlah kebutuhan mencapai 100.000 MTPY, dan hal ini juga telah mendapat dukungan dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa guna peningkatan taraf hidup petani garam.

“Melalui program hilirisasi ini diharapkan Petrokimia Gresik akan semakin mampu melaksanakan tugas pokok sebagai penopang ketahanan pangan nasional, dan di saat yang sama dapat memperkuat industri nasional sebagai penggerak ekonomi nasional,” tutup Dwi Satriyo. (*)

Hilirisasi Perkuat Industri Nasional, Petrokimia Gresik Bakal Bangun Dua Pabrik Baru Tahun Depan Selengkapnya