Lolos El Nino, Kini Ratusan Petani Nunggu Ganti Rugi Dampak Banjir Kali Lamong dari Pusat

GRESIK,1minute.id – Eko Anindito Putro, Kepala Dinas Pertanian Gresik lega. Kemarau panjang dampak El Nino tahun lalu tidak berdampak  hasil pertanian di Kabupaten Gresik. “Stok beras masih aman,” kata Eko Anindito Putro pada Rabu, 2 Januari 2024. Ia mengaku, tidak terganggunya hasil pertanian selama kemarau panjang itu karena telah melakukan sosialisasi sejak awal.

“Para petani sudah kami sosialisasikan untuk menanam palawija karena tidak membutuhkan banyak air,” kata Eko-begitu sapaannya. Namun, Eko mengaku risau saat ini. Tahun 2023 sudah berganti. Akan tetapi, ganti rugi ratusan petani terdampak banjir Kali Lamong awal tahun lalu, belum ada tanda direalisasikan oleh pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Data petani yang terdampak banjir Kali Lamong itu, kata Eko, pihaknya telah mengirimkan tahun lalu. Luas lahan pertanian yang terdampak banjir sekitar 200 hektar. Nilai ganti rugi untuk petani yang terdampak banjir itu dijanjikan  mendapatkan sebesar Rp 8 juta per hektar. Bila dikalikan 200 hektar berjumlah Rp 1,6 miliar. “Sampai sekarang belum ada tanda-tanda pencairan ganti rugi itu,” katanya. 

Eko adalah pejabat tinggi Pratama (JPT) yang lama menduduki kursi Kepala Dinas Pertanian. Lebih dari 4 tahun. Berdasarkan Pasal 117 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN), dan Pasal 133 Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Menjemen PNS menyebutkan dalam ayat (1) Jabatan Tinggi Pratama hanya dapat diduduki paling lama 5 tahun. 

Ayat (2) Jabatan Pimpinan Tinggi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat diperpanjang berdasarkan pencapaian kinerja, sesuai dengan kompetensi, dan berdasarkan kebutuhan instansi setelah mendapatkan persetujuan Pejabat Pembina Kepegawaian dan berkoordinasi dengan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).  Pada 2 Januari 2024, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengungkuhkan kembali Eko Anindito Putro sebagai Kepala Dinas Pertanian Gresik. “Pengukuhan kembali karena jabatan pak Eko lebih dari 4 tahun,” kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Gresik Agung Endro Dwi Setyo Utomo. (yad)

Lolos El Nino, Kini Ratusan Petani Nunggu Ganti Rugi Dampak Banjir Kali Lamong dari Pusat Selengkapnya

Kali Lamong Meluap, 7 Desa di Balongpanggang Terendam 

GRESIK,1minute.id – Musim hujan tiba. Kali Lamong kembali meluap pada Jumat, 8 Desember 2023. Sebanyak 7 Desa di Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik terendam air kiriman dari hulu yang berada di Kabupaten Lamongan dan Mojokerto itu. Tujuh desa yang terendam air banjir Kali Lamong itu, yaitu Desa Dapet ; Desa Ngampel ; Desa Sekarputi ; Desa Wotansari ; Desa Karangsemanding ; Desa Banjaragung dan Desa Pucung.

Menurut Camat Balongpanggang Muhammad Amri, banjir Kali Lamong mulai datang Badal Subuh sekitar pukul 04.00 WIB. Air luapan itu terjadi karena Kali Lamong tidak bisa menampung volume yang sangat besar karena beberapa kali hujan terjadi di bagian hulu. Namun, air cepat surut.  Di beberapa desa masing masing jalan poros Desa dan jalan lingkungan sudah tidak ada genangan dan sudah bisa di lewati, sebagian pemukiman warga sudah mulai tidak ada genangan air. 

“Jam 4 sore tadi sebagian besar sudah surut. Yang tersisa ada di dua desa yaitu Desa Pucung dan Wotansari,” kata Muhammad Amri dikonfirmasi 1minute.id pada Jumat malam, 8 Desember 2023.

Puluhan unit rumah dan puluhan hektar tanaman padi terendam. Padi yang siap panen pada musim tanam Oktober-Maret (Okmar) itu terancam puso alias gagal panen. Amri mengatakan, sebenarnya di sejumlah desa yang terendam banjir Kali Lamong itu telah dilakukan normalisasi pada musim kemarau lalu. Kondisi bantaran Kali Lamong di beberapa desa ditengarai terjadi longsor. Sehingga menimbulkan pendangkalan lagi. 

“Butuh perawatan berkala karena pasti ada abrasi baik karena kekeringan atau musim hujan,” katanya. Untuk diketahui tiga tahun terakhir ini, pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik telah melakukan normalisasi Kali Lamong yang melintas di Kabupaten Gresik sepanjang 58 kilometer itu. Total panjang Kali Lamong 103 kilometer. Kali Lamong melintasi Kabupaten Mojokerto, Lamongan, Gresik dan Surabaya. (yad)

Kali Lamong Meluap, 7 Desa di Balongpanggang Terendam  Selengkapnya

Lagi, Bupati Gresik Sambangi Warga Terdampak Banjir Luapan Kali Lamong 

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani kembali memantau kondisi banjir luapan Kali Lamong. Sehari sebelumnya, Bupati Fandi Akhmad Yani bersama Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom memantau dan membagikan sembako kepada warga terdampak di Desa Morowudi, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik.  

Tadi sore, Jumat, 24 Februari 2023 Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad bersama Dandim 0817/Gresik Letkol Inf Ahmad Saleh Rahanar memantau kondisi banjir di Desa Jono, Kecamatan Cerme. Air bah mulai masuk Desa Jono pada Kamis petang. Gus Yani didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik Dhiannita Tri Astuti, Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik Darmawan dan Camat Cerme Umar Hasyim. 

Selain memantau perkembangan banjir luapan Kali Lamong, juga memberikan bantuan sosial kepada masyarakat desa setempat. Mantan Ketua DPRD Gresik itu juga menyapa warga setempat. Bupati Fandi Akhmad Yani menceritakan selama dua tahun bersama Bu Min, Wakil Bupati Gresik mengupayakan penanggulangan Kali Lamong. Melakukan normalisasi Kali Lamong. 

“Kami sudah dua tahun ini sudah berupaya, dan tidak menunggu karena keterbatasan kewenangan. Karena biasanya terkait sungai banyak kewenangan yang terbatasi, ini kewenangan BBWS atau ini kewenangan pemerintah pusat. Kami berupaya apa yang bisa kita lakukan dalam pengendalian banjir ini akan kita lakukan,” terang Gus Yani.

Gus Yani menjelaskan, sejak awal menjabat langsung memohon izin kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo untuk melakukan normalisasi dengan cara mengeluarkan rekomendasi teknis dalam membantu balai besar dalam upaya normalisasi Kali Lamong.

“Selama ini kami sudah mengupayakan berbagai pembebasan lahan guna pembangunan tanggul dan normalisasi yang mencapai luasannya sudah lebih dari 50%. Kedepan, solusi kami tidak akan berhenti di normalisasi saja. Kami akan mendesain kolam-kolam retensi dengan luasan kewenangan daerah sehingga bisa menampung air yang meluap,” ujar Gus Yani. “Ini butuh gerak cepat, dan apa yang menjadi kewenangan kita akan kita kerjakan,” tegasnya.

Untuk diketahui Kali Lamong memiliki panjang 103 kilometer.  Melintasi 4 Kabupaten/Kota yakni Lamongan, Mojokerto, Gresik, dan Surabaya. Kali Lamong melintasi Gresik sepanjang 58,1 kilometer melintasi kecamatan Balongpanggang, Benjeng, Cerme, Kedamean, Menganti, dan Kebomas. (yad)

Lagi, Bupati Gresik Sambangi Warga Terdampak Banjir Luapan Kali Lamong  Selengkapnya

OSIS SMP Negeri 2 Gresik Salurkan 300 Mi Gelas kepada Warga Terdampak Luapan Kali Lamong 

GRESIK,1minute.id – Empati masyarakat kepada korban banjir akibat luapan Kali Lamong terus mengalir. Diantaranya, siswa UPT SMP Negeri 2 Gresik. Sejumlah siswa yang tergabung dalam organisasi siswa intra sekolah (OSIS) berlokasi di Jalan KH Kholil, Gresik itu menyalurkan sembako kepada warga Dusun Ngablak, Desa Kedungrukem, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik.

Bantuan berupa ratusan mi instan gelas itu diserahkan langsung kepada Kepala Dusun Ngablak Heri dan masyarakat setempat pada Kamis, 23 Februari 2023. Ratusan mi instan itu hasil dari donasi siswa dan guru yang dikoordinir oleh pengurus OSIS SMP Negeri 2 Gresik. “Kegiatan donasi ini atas inisiatif OSIS. Mereka tersentuh hati nuraninya untuk membantu meringankan korban banjir,” kata Humas SMP Negeri 2 Gresik Titin Harfutin.

Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim menambahkan kegiatan ini diinisiasi oleh pengurus OSIS. Penyalurannya melalui perwakilan OSIS yang dipimpin oleh Kesiswaan sebagai Pembina OSIS untuk menumbuhkan rasa empati peserta didik kepada sesama. 

“Semoga kegiatan ini dapat menumbuhkan rasa empati dalam mendidik karakter siswa peduli terhadap sesama,” kata Salim. Dalam kegiatan siswa peduli korban banjir luapan Kali Lamong ini terkumpul 300 mi instan gelas. “Bantuan ini diserahkan kepada kepala dusun,” terangnya. 

Kepala Dusun Ngablak, Desa Kedungrukem, Kecamatan Benjeng Heri mengaku senang dan berterima kasih kepada para siswa yang peduli kepada warganya. (yad)

OSIS SMP Negeri 2 Gresik Salurkan 300 Mi Gelas kepada Warga Terdampak Luapan Kali Lamong  Selengkapnya

Ditpolair Polda Jatim Pantau Kawasan Banjir, Polres Gresik dan Bupati Gresik Salurkan Bantuan Sembako Naik Perahu Karet

GRESIK,1minute.id – Banjir luapan Kali Lamong di sejumlah kecamatan di Kabupaten Gresik menjadi perhatian Polri. Ditpolair Polda Jatim bersama Polres Gresik melakukan pemantauan di sejumlah desa terdampak banjir kiriman tersebut.pada Kamis, 24 Februari 2023. 

Selain melakukan pemantauan juga melakukan pembagian bantuan paket sembako kepada warga terdampak banjir Kali Lamong. Ditpolair Polda Jatim melakukan pemantauan di Kecamatan Driyorejo, Menganti dan Cerme. Banjir di Kecamatan Driyorejo disebabkan Kali Avour di aliran Sungai Brantas meluap. Sejumlah desa terendam air diantaranya Desa Sumput, Desa Krikilan dan Desa Driyorejo. Pemantauan dilanjutkan ke Kecamatan Menganti kemudian ke Kecamatan Cerme. 

“Kami melakukan pemantauan di beberapa Desa di wilayah Gresik, yang tergenang air atau banjir akibat dari terjadinya hujan dan debit air naik dari Kali Lamong dan anak sungai Kali Brantas,” tegas Ditpolairud Polda Jatim AKBP Puji Hendro Wibowo pada Kamis, 23 Februari 2023.

Sementara itu, Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom melakukan bakti sosial ke Desa Morowudi, Kecamatan Cerme. Kapolres Adhitya bersama Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani membagikan paket sembako kepada warga desa setempat. Kapolres Adhitya didampingi Waka Polres Gresik Kompol Erika Purwana Putra dan jajaran pejabat utama (PJU) Polres Gresik. 

Sedangkan, Bupati Gresik Fandi didampingi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik Darmawan dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik Dhiannita Tri Astuti. 

Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom menyatakan pihak meninjau langsung warga terdampak banjir di kecamatan Cerme. Ketinggian air mulai dari 40 centimeter sampai 60 centimeter. Beberapa rumah terdampak banjir. “Saat ini kami memberikan bantuan sosial sembako dan obat-obatan, ada ratusan paket,” tegas Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom.

Ia menghimbau kepada warga berada di sekitar aliran Kali Lamong untuk waspada agar jangan sampai musibah banjir ini menelan korban. Selain itu juga mengimbau anak-anak agar tidak berenang di sekitar lokasi banjir. “Warga yang rumahnya terdampak banjir di sarankan mengungsi ke tempat pengungsian yang telah disediakan, karena nanti khawatir arus listrik,” tegas alumnus Akpol 2002 itu. (yad)

Ditpolair Polda Jatim Pantau Kawasan Banjir, Polres Gresik dan Bupati Gresik Salurkan Bantuan Sembako Naik Perahu Karet Selengkapnya

Banjir Kali Lamong Meluas, Bupati Gresik dan Kapolres  Kirim Bantuan Gunakan Perahu Karet

GRESIK,1minute.id – Kali Lamong ngamuk. Air bah kiriman itu terus mengalir hingga jauh. Ikhtiar pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik melakukan normalisasi dan melakukan penyedotan air belum bisa mencegah air surut. Bahkan, semakin mengalir jauh karena ada sejumlah tanggul jebol.

Data didapat 1minute.id air bah merambah 13 desa di dua kecamatan yakni Kecamatan Cerme dan Menganti. Rinciannya, Di Kecamatan Cerme di Desa Morowudi, Dungus, Pandu, dan Iker-Ikergeger. Ketinggian air rata-rata selutut orang dewasa. Desa Morowudi, terdampak paling parah. Ada 175 unit rumah yang terendam. Jalan Raya Morowudi ditutup untuk semua kendaraan bermotor. Arus lalu lintas dialihkan lewat Pasar Cerme ke arah Benjeng. Dan, juga arah sebaliknya. 

Sedangkan di Kecamatan Menganti, air bah luapan Kali Lamong menggenangi Desa Boboh, Bringkang, Mojotengah, Pranti, Putat Lor, Beton, Gading Watu , Boteng dan Hendrosari. Simpang tiga Jalan Raya Boboh menuju Benowo, Surabaya ditutup untuk semua kendaraan. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom kembali melakukan pemantauan perkembangan banjir luapan Kali Lamong itu pada Kamis, 23 Februari 2023. Gus Yani dan Kapolres Adhitya mendatangi sejumlah warga di Desa Morowudi yang terdampak paling berat akibat banjir kiriman itu. 

Mereka mendatangi rumah dan memberikan bantuan kepada warga terdampak dengan naik perahu karet. Sebab, ketinggian air di Jalan Raya Morowudi itu mencapai pinggang orang dewasa. Selama 60 menit, Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad dan AKBP Adhitya blusukan  menemui warga terdampak banjir. Dalam dialog bersama dengan warga Desa Morowudi, Gus Yani seakan ikut merasakan kesusahan yang dialami warganya akibat luapan Kali Lamong itu. “Sekarang sudah memasuki hari kelima. Air surut 5 centimeter. Naik lagi 10 centimeter,” kata seorang warga di Desa Morowudi.

DIALOG: Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani berdialog dengan warga terdampak luapan Kali Lamong di Desa Morowudi, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik pada Kamis, 23 Februari 2023 (Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Kondisi itu yang membuat Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani prihatin. “Saya ikut merasakan prihatin,” kata Gus Yani didampingi Kapolres Adhitya usai melakukan peninjauan lokasi banjir di Desa Morowudi pada Kamis, 23 Februari 2023. Banjir luapan Kali Lamong ini menjadi perhatian serius pemerintah. Sejumlah upaya untuk mencegah banjir cepat surut telah dilakukan. “Kami sudah mengajak BBWS melakukan penyedotan dengan mesin pompa air kekuatan besar tapi belum bisa surut,” imbuhnya. 

Penyebabnya, ada kondisi geografis di kecamatan Cerme dan lainnya lebih rendah dari bagian hulu. Selain itu, intensitas curah hujan yang sangat tinggi.  “Kondisi itu membuat sejumlah desa yang tergenangi air kiriman lama suratnya,” katanya. 

Untuk menanggulangi banjir kiriman ini, Pemkab Gresik harus berjuang sendiri. Sebab, Pemkab Gresik tidak melakukan intervensi kebijakan kepada kabupaten lain. “Mudah-mudahan dalam satu atau dua hati ini bisa surut,” harap mantan Ketua DPRD Gresik itu. 

Sementara itu, Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom menambahkan, penanganan yang dilakukan oleh Pemkab Gresik sudah on the track. “Pemkab Gresik telah membuka dapur lapangan (dapur umum) untuk mensuplai kebutuhan warga terdampak ini. Dan posko kesehatan. Kami akan terus membantu Pemkab untuk ikut untuk meringankan beban warga yang terdampak,” kata AKBP Adhitya Panji Anom. 

Perwira dua melati ini, meminta kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terutama orang tua harus memperhatikan anak-anak yang sedang bermain di area banjir. “Orang tua harus menjaga anak-anaknya. Dan, melarang anaknya untuk berenang di daerah banjir. Karena kita tahu kapan volume air besar sehingga arusnya tiba-tiba naik. Sehingga bisa berpotensi menimbulkan kerawanan bagi anak-anak,” katanya.

Selain itu, Kapolres Adhitya juga menghimbau masyarakat tidak memaksakan diri tetap tinggal di rumah bila kondisi air terus meningkat. “Jika kondisi rumah sudah tidak layak lagi (banjir) silakan mengungsi di tempat yang sudah disediakan. Jadi jangan dipaksakan tetap dirumah khawatir ada arus listrik yang bisa membahayakan penghuni rumah tersebut,” katanya. 

Namun, Kapolres Adhitya bersyukur sampai saat ini, belum ada evakuasi warga yang terdampak banjir Kali Lamong itu. “Data kami, sejak 2 hari lalu warga mulai kembali ke rumah masing-masing,” katanya. (yad)

Banjir Kali Lamong Meluas, Bupati Gresik dan Kapolres  Kirim Bantuan Gunakan Perahu Karet Selengkapnya

Kali Lamong Meluap 4 Desa di Balongpanggang Terendam

GRESIK,1minute.id – Debit air Kali Lamong terus meningkatkan. Sejumlah desa di Kecamatan Balongpanggang, Benjeng dan Kedamean di Kabupaten Gresik mulai terendam air bah kiriman dari hulu yakni Mojokerto dan Lamongan. 

Derasnya arus membuat sejumlah tanggul jebol. Tanggul Desa Cermen, Kecamatan Kedamean, diantaranya. Pada Senin, 24 Oktober 2022 sekitar pukul 13.10 WIB tanggul desa Cermen jebol selebar 10 meteran. Air bah langsung merambah ke area persawahan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik melakukan sejumlah langkah untuk mengantisipasi bahaya terburuk. “Kami sudah persiapan perahu, bila air semakin tinggi dan masyarakat perlu mengungsi,”kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPPD Gresik F.X Driatmiko Herlambang pada Senin, 24 Oktober 2022.

Sementara itu, di Balongpanggang air bah semakin tinggi. Sebanyak 4 desa dilaporkan telah tergenangi luapan Kali Lamong. Berdasarkan data yang dihimpun dari Kecamatan Balongpanggang, empat desa adalah Pucung ; Wotansari; Sekarputih dan Dapet. Ketinggian air antara 20 centimeter hingga 40 centimeter. Sedangkan rumah yang tergenangi luapan Kali Lamong berkisar 62 unit rumah. “Area persawahan dan jalan poros yang mayoritas tergenangi air bah,”kata Camat Balongpanggang Muhammad Amri dikonfirmasi telepon selulernya pada Senin, 24 Oktober 2022.

TANGGUL JEBOL: Debit air semakin tinggi membuat tanggul di Desa Cermen, Kecamatan Kedamean jebol pada Senin, 24 Oktober 2022 ( Foto: Istimewa)

Ia menjelaskan kronologi “tamu” tahunan itu tiba pagi tadi sekitar pukul 07.00 WIB. Air bah itu datang setelah pada Minggu, 23 Oktober 2022 wilayah hulu yakni Mojokerto dan Lamongan diguyur hujan lebat. “Sehingga Kali Lamong  tidak bisa menampung air hujan tersebut karena debit air bertambah semakin banyak sehingga air meluber ke jalan dan merusak beberapa fasilitas umum, pertanian dan  jalan yang ada di wilayah kecamatan Balongpanggang,”kata Amri. (yad)

Kali Lamong Meluap 4 Desa di Balongpanggang Terendam Selengkapnya

Bupati Kunjungi Warga Terdampak Luapan Kali Lamong untuk Pasti Aman dan Sehat 

GRESIK,1minute.id – Luapan air Kali Lamong merambah Kecamatan Benjeng, Gresik. Sehari sebelumnya menggenangi tujuh desa di Kecamatan Balongpanggang. Di Kecamatan Benjeng sebanyak 200 unit rumah yang tergenangi banjir kiriman itu. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani meninjau langsung ke rumah warga terdampak luapan Kali Lamong itu pada Jumat, 11 Februari 2022.

Diantaranya ke Desa Munggungianti. Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani datang sambil membawa bantuan. Bupati 36 tahun itu didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setkab Gresik Suyono, Kepala Dinas PUTR Achmad Hadi, Kepala Dinas Sosial dr. Ummi Khoiroh, Kepala Dinas Satpol PP Suprapto.

Kedatangan Bupati Fandi Akhmad Yani untuk memastikan kondisi warga terdampak dalam kondisi aman dan sehat. Bupati menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik untuk tetap siaga apabila kawasan terdampak banjir meluas.
“Saya ingin melihat langsung dan memastikan warga yang terdampak tidak ada yang sakit. Kemudian posko siaga banjir juga telah kami siapkan melalui Dinas Sosial dan BPBD yang kita pusatkan di Balai Desa Munggugianti untuk siaga,”katanya. 

Banjir akibat meluapnya Kali Lamong yang melanda wilayah di Gresik Selatan hampir setiap tahun terjadi. Dan, sudah bertahun-tahun. Sejak tahun lalu, Pemkab Gresik mulai mengurai problem tahunan itu dengan melakukan normalisasi Kali Lamong. Normalisasi dilakukan dengan cara membangun plengsengan, mengeruk dan melebar bantaran Kali Lamong.

Normalisasi dilakukan diantaranya di Desa Morowudi, Kecamatan Cerme dan sekitarnya. 
“Memang kondisi seperti saat ini selalu terjadi setiap tahun. Namun kita terus mencari solusi-solusi terbaik. Normalisasi di Morowudi misalnya, sudah kita lakukan.Sebab normalisasi juga berdampak sangat penting ketika curah hujan cukup tinggi,”katanya. 

Kedepan, tambahnya, pihaknya juga akan segera melakukan perbaikan pada saluran air dengan menggunakan box culvert. “Secepatnya kita perbaiki saluran air dengan menggunakan box culvert. Kita mulai dari depan kantor PLN, kantor Kecamatan Benjeng, Kantor Koramil, Pasar benjeng hingga ke Puskesmas Benjeng dan sekitarnya,”lanjutnya.

Dirinya berharap bencana banjir yang melanda setiap tahun ini dapat segera teratasi sehingga masyarakat tidak waswas saat musim hujan tiba. Ia juga berharap kolaborasi antara Pemerintah dan para pengusaha di wilayah Kecamatan Benjeng, Cerme, Balongpanggang untuk gotong royong mengatasi permasalahan saat ini. Sebab menurutnya, campur tangan para pengusaha ini juga dinilai sa gat bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

“Seperti yang sudah dilakukan di Kecamatan Cerme. Para pengusaha bersatu dan gotong royong membantu mengatasi banjir. Untuk itu kami mendorong adanya sebuah gerakan mitigasi bencana berbasis gotong royong yang tergabung dalam paguyuban pengusaha. Kami selaku pemerintah siap memfasilitasi dan menentukan titik lokasi prioritas untuk ditangani,”pungkasnya.

Sementara itu, Kadinsos Gresik dr. Ummi Khoiroh menyampaikan bahwa pihaknya telah mendapat arahan dari Bupati Gresik (Gus Yani) untuk tetap bersiaga di posko banjir. Hingga saat ini, pihaknya dibantu dengan tim Tagana dan Karangtaruna setempat telah menyiapkan bantuan makanan untuk masyarakat. “Kita terus standby dan siaga, hingga hari ini kita sudah mendistribusikan sekitar 1.200 posri nasi bungkus untuk masyarakat,”imbuhnya. (yad)

Bupati Kunjungi Warga Terdampak Luapan Kali Lamong untuk Pasti Aman dan Sehat  Selengkapnya

BMKG Paparkan Potensi Bencana Hidrometeorologi, Pemkab Turunkan 19 Ekskavator di Kali Lamong


GRESIK,1minute.id – Musim hujan sudah tiba. Meski, intensitas masih rendah. Namun, sejumlah Kabupaten/kota lainnya curah hujan cukup tinggi. Akibatnya, bencana banjir , tanah longsor terjadi. 
Sebagian masyarakat  di bantaran aliran Kali Lamong mulai merasakan dampak banjir kiriman dari bagian hulu tersebut.

Banjir kiriman itu tentu menjadi evaluasi bagi Pemkab Gresik. Sebab, berdasarkan perkiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) puncak curah hujan diperkirakan terjadi antara Januari sampai Februari 2022. Ada waktu dua bulan bagi pemerintah dan masyarakat untuk melakukan mitigasi bencana.

Forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) Gresik menggelar rapat koordinasi (rakor) bersama BMKG di Ruang Mandala Bhakti Praja Kantor Bupati Gresik pada Senin, 15 November 2021. Rakor itu membahas mitigasi bencana. Mengantisipasi dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi dampak La Nina dan potensi bencana hidrometeorologi di Gresik.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, curah hujan beberapa hari terakhir luar biasa. Dan, kondisi itu ancaman bencana banjir. Terutama Kali Lamon. “Kita ketahui curah hujan luar biasa, tetapi upaya kita sebagai Pemerintah Daerah berikhtiar untuk terus melakukan mitigasi bencana,”ujar Bupati Yani saat membuka acara tersebut. 

Bupati Fandi Akhmad Yani menambahkan jika tidak hanya pencegahan banjir yang harus diperhatikan, tetapi perlu diperhatikan juga mengenai penanganan banjir. Penanganan banjir ini menurut Bupati Yani meliputi diantaranya berapa lama durasi banjir yang terjadi, dan ketersediaan sarana penampungan sementara yang layak bagi korban terdampak banjir. 

Kali Lamong menjadi salah satu prioritas presiden melalui Perpres 80 tahun 2019 bahwasanya didalamnya tercantum mengenai pengendalian banjir Kali Lamong. Pemerintah Kabupaten Gresik di bawah kepemimpinan Bupati Fandi Akhmad Yani dan Wakil Bupati Aminatun Habibah melakukan upaya percepatan penanggulangan banjir Kali Lamong. Diantaranya adalah dengan melakukan komunikasi intens dengan BBWS untuk bisa mendapatkan izin kewenangan terkait normalisasi. 

“Alhamdulillah ini sudah berjalan, di Cerme sudah berjalan. Di Balongpanggang dan Benjeng ini jangan sampai berminggu-minggu tapi tidak surut. Kalau memang bisa dalam 1×24 jam bisa surut, itu yang akan kita lakukan,” ungkap Bupati Yani  Hingga Senin hari ini, total 19 alat berat dari berbagai pihak dikerahkan untuk normalisasi Kali Lamong. Bupati Yani juga menginstruksikan kepada Dinas PUPR agar segera menginformasikan apabila jumlah tersebut masih dirasa kurang. 

Selain Kali Lamong, Pemkab Gresik juga sudah melakukan ikhtiar di wilayah Desa Sumput, Kecamatan Driyorejo, lewat normalisasi Kali Avour. Sebelumnya ketika hujan turun, seketika itu juga wilayah tersebut banjir. Tetapi setelah dilakukan normalisasi Kali Avour, dalam waktu 1×24 jam air yang menggenang tersebut sudah habis. 

Sementara itu. Koordinator BMKG Jawa Timur Taufiq Hermawan, menyampaikan ancaman La Nina yang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi berupa banjir, tanah longsor, puting beliung, dan sebagainya.  Taufiq menegaskan perlunya kesepahaman mengenai apa itu La Nina, hal ini karena masih banyak anggapan yang beredar bahwa La Nina diartikan sebagai badai. Taufiq meluruskan bahwa La Nina merupakan suatu fenomena cuaca global yang menyebabkan curah hujan menjadi lebih tinggi termasuk di wilayah Kabupaten Gresik. 

“Karena La Nina ini, curah hujan meningkat 2-70 persen ini yang perlu diwaspadai. Karena banjir ini utamanya terjadi karena tingginya curah hujan,”ujar Taufiq. 
Kepala Stasiun Klimatologi Malang Anung Suprayitno menambahkan, La Nina berefek paling tinggi di periode September-November, tetapi ini tidak lantas membuat bulan Desember 2021 hingga Februari 2022 curah hujan menjadi rendah. Hal ini lantaran pada bulan Desember-Februari merupakan periode yang menjadi puncak musim hujan. 

Selain dihadiri Forkopimda, Rakor ini juga dihadiri oleh pejabat dari OPD dan jajaran camat di lingkungan Kabupaten Gresik. Dalam kesempatan ini, diberikan juga dokumen peta rawan bencana dari BMKG Jatim kepada Pemerintah Kabupaten Gresik. (yad)

BMKG Paparkan Potensi Bencana Hidrometeorologi, Pemkab Turunkan 19 Ekskavator di Kali Lamong Selengkapnya

Beradu Cepat Proyek Normalisasi dengan Banjir Kiriman Kali Lamong


GRESIK, 1minute.id – Air bah Kali Lamong memasuki wilayah Cerme, Gresik pada Sabtu , 6 November 2021. Air luapan dari bagian hulu Lamongan dan Mojokerto itu menggenangi sawah, tambak dan infrastruktur jalan poros Desa di tiga desa yakni Dadapkuning ; Sukoanyar dan Ngembung. 

Air luapan Kali Lamong itu mulai memasuki tiga desa di Kecamatan Cerme itu sekitar pukul 10.00. Volume air semakin tinggi. Data yang dihimpun 1minute.id,  air bah di Desa Dadapkuning menggenangi sawah seluas 70 hektare dengan kedalaman 20 centimeter ;  tambak seluas 100 ha kedalaman 5 cm ;  jalan poros desa ketinggian air setinggi lutut orang dewasa, 50 cm sepangjang 200 meter. 

Sedangkan, di Desa Sukoanyar banjir kiriman itu menggenangi sawah seluas 50 ha kedalaman 54 cm ; tambak seluas 34 ha kedalaman 50 cm ;  jalan poros desa sepanjang 60 m ketinggian air 30 cm ; jalan kampung sepanjang 100 m ketinggian air 10 cm. Selain itu ada dua rumah tergenang dengan ketinggian air 30 cm ; Jalan PU sepanjang 500 m ketinggian air 39 cm. 

Kemudian, di Desa Ngembung , luapan air Kali Lamong  menggenangi sawah seluas 25 ha kedalaman air 100 cm ; jalan poros desa sepanjang 100 m ketinggian air 70 cm. 
“Kami pantau di lokasi,  hanya dua rumah di Desa Sukoanyar yang tergenangi air,”kata Camat Cerme Suyono pada Sabtu, 6 November 2021. Sementara itu, proyek normalisasi Kali Lamong terus dikebut. 

TERENDAM AIR LUAPAN KALI: Proyek Jembatan Dungus, Kecamatan Cerme dihentikan sementara karena terdampak luapan Kali Lamong pada Sabtu, 6 November 2021. ( foto atas) Camat Cerme Suyono memantau Proyek normalisasi Kali Lamong di Jembatan Morowudi, Kecamatan Cerme . (Foto: Ist for 1minute.id)

Diantaranya, di sisi timur Jembatan Morowudi, Kecamatan Cerme. Ada tiga alat berat, ekskavator yang dikerahkan untuk melakukan pengerukan. Pelebaran dan pendalaman.  Normalisasi Kali Lamong ini membuat daya tampung air semakin banyak. Kali sebelum normalisasi  awalnya selebar selangkah kini sudah menjadi tiga atau empat kali lebih lebar. 

Untuk diketahui sejak Kamis, 4 November 2021 kawasan hulu yakni Lamongan dan Mojokerto hujan sangat lebat. Dampaknya, enam desa di Kecamatan Balongpanggang tergenangi air luapan Kali Lamong itu. Sehari kemudian air bah melanda Kecamatan Benjeng. Di dua kecamatan itu air mulai surut karena mengalir ke Kecamatan Cerme. 

Pemkab Gresik mulai mengurai problem tahunan itu dengan melakukan normalisasi Kali Lamong. Proyek normalisasi Kali Lamong itu baru di mulai pada Oktober 2021. Akibat tingginya curah hujan dari bagian hulu mengakibatkan air meluap. (yad)

Beradu Cepat Proyek Normalisasi dengan Banjir Kiriman Kali Lamong Selengkapnya