Wabup Gresik : KORPRI untuk Melayani Dan Mempercepat Pelayanan

GRESIK,1minute.id – Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah meminta kepada Korp Pegawai Negeri Republik Indonesia (KORPRI) meningkatkan perjuangan, pengabdian, serta kesetiaan masyarakat. Hal ini juga termasuk saling membantu satu sama lain.

“Saya minta antar KORPRI tetap solid sebagai organisasi di dalam kedinasan. Tujuannya agar aspirasi ASN dapat ditampung, diformulasikan, dan disalurkan secara proporsional,”ujar Bu Min-sapaan karib-Aminatun Habibah memulainya sambutan di Peringatan HUT ke-51 KORPRI di halaman Kantor Bupati Gresik pada Selasa, 29 November 2022. 

Upacara tersebut, selain memperingati HUT KORPRI juga HUT ke-71 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ; Peringatan Hari Guru Nasional (HGN), dan Hari Kesehatan Nasional (HKN). Dalam kesempatan itu, Bu Min memberikan tali asih, santunan kematian, dan bantuan rawat inap kepada anggota KORPRI. 

Tali asih yang diberikan kepada Sutrisno dari Dinas Pendidikan (Dispendik) dan Mimy Ernawati dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah  (BPBD) Gresik. Santunan kematian diberikan kepada ahli waris Santoso dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) dan ahli waris Srawi Budi Sukamto dari Sekretariat Daerah (Setda) Gresik. Sedangkan untuk bantuan rawat inap diberikan kepada staf seksi Kesra Kecamatan Sidayu Insyiyah.

Ia berharap bantuan yang telah digelontorkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab), KORPRI dapat memberikan pelayanan publik yang lebih menarik, atraktif, dan kreatif. Hal ini untuk mempermudah dan mempercepat pelayanan kepada masyarakat.

“Maka KORPRI harus melayani masyarakat dengan sepenuh hati. Caranya dengan mengubah mindset bahwa ASN bukanlah orang yang harus dilayani tetapi masyarakatnya (melayani,Red),” kata Wabup Aminatun Habibah.  

Selain bantuan tersebut, Bu Min juga menyerahkan penghargaan atas peran serta membina GP2SP Kemenkes RI 2022 kepada Kepala Dinas Kesehatan Gresik dr Mukhibatul Khusnah.

Serta penghargaan Top 10 kompetisi Inovasi Pelayanan Publik 2022. Masing-masing adalah DPM-PTSP,  Kelas Patas (Kelas Pandu Terintegrasi Akses SIMBG), Puskesmas Sukomulyo, Cinta ABK (Cari Identifikasi dan Tangani Anak Berkebutuhan Khusus), Kecamatan Driyorejo, Cetingan Papa Kepo (Cegah Stunting dengan Pepaya, Pandan, Kelor dan Pendampingan Orang Tua), Dinas Pertanian, Rubuha (Rumah Burung Hantu), Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR), Bimaku Apalan (Bina Marga Kerja Untuk Pengaduan Pengguna Jalan).

Puskesmas Kesamben Kulon, Padamu Mas Aji (Posyandu Kesehatan Jiwa Mutiara Hati Mewujudkan Masyarakat Sehat Jiwa), Puskesmas Cerme, Ketuk Pintu Besan (Kunjungan Rumah Bebaskan Stunting), Puskesmas Duduk Sampeyan, Centing Seni (Cegah Stunting Sejak Dini), Kelurahan Gending, Kebun Pemulihan, dan Kecamatan Ujungpangkah, Ayam Swiwi (Ayo Manfaatno Siswa-Siswi Gratis WiFi di Ujung Pangkah). (yad)

Wabup Gresik : KORPRI untuk Melayani Dan Mempercepat Pelayanan Selengkapnya

Meriah, Pameran Pendidikan Terbesar Dihelat Dispendik Gresik 

GRESIK,1minute.id – Ribuan pelajar meramaikan Pameran Pendidikan di Stadion Gelora Joko Samudro (G-JOS) pada Minggu, 20 November 2022. Pameran pendidikan terbesar di kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik digelar oleh Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik ini dibuka Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah. 

Aminatun Habibah mengapresiasi perlehatan yang diprakarsai Dispendik Gresik ini. Karena pameran pendidikan dengan sangat meriah. 

“Kami atas nama Pemkab Gresik mengucapkan terima kasih kepada Dispendik dan para guru maupun kepala sekolah karena senantiasa memberikan yang terbaik untuk anak didik. Terbukti pameran pendidikan berjalan dengan luar biasa,”ujar Bu Min- sapaan akrab-Wabup Gresik Aminatun Habibah ini.

Menurut dia, kegiatan pameran pendidikan bisa menjadi wadah bagi siswa untuk berkreasi dalam berbagai lomba yang digelar. “Semoga tahun depan bisa lebih meriah lagi,”imbuh Wabup perempuan pertama di Kabupaten Gresik ini.

Sementara itu, Kepala Dispendik Gresik S. Hariyanto mengatakan kegiatan pameran pendidikan digelar untuk memberikan wadah bagi siswa untuk berkreasi. Serta kepada sekolah dan lembaga pendidikan untuk menampilkan inovasi-inovasi yang selama ini telah dibuat. “Kegiatan ini digelar mulai 20 November hingga 26 November mendatang,” ujarnya.

Dikatakan, pada pameran pendidikan 2022 ini ada sejumlah kegiatan yang digelar. Selain exhibition, ada pentas seni, pameran sekolah, challenge, festival literasi, pameran IT, lomba serta stan UMKM.

“Alhamdulillah, pada pembukaan pameran berlangsung sangat meriah. Ini di luar ekspektasi kami. Sangat luar biasa. Saya mewakili Dispendik Gresik mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu mensukseskan acara ini,” ungkapnya.

Ia berharap, kegiatan pameran pendidikan bisa digelar rutin setiap tahun. Dan semoga tahun depan bisa lebih meriah lagi dengan melibatkan seluruh stakeholder pendidikan di Kabupaten Gresik. “Kami akan terus berbenah, semoga tahun depan bisa lebih baik lagi,” imbuhnya. (yad)

Meriah, Pameran Pendidikan Terbesar Dihelat Dispendik Gresik  Selengkapnya

Pemkab Gresik Borong 3 Penghargaan di HKN di Banyuwangi 

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten Gresik memborong tiga penghargaan puncak Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-58 di Banyuwangi pada Selasa, 15 November 2022. Istimewanya lagi tiga penghargaan itu pada kategori berbeda.

Yakni, Kabupaten dengan Inovasi Penggerakan Sasaran Pelaksanaan Imunisasi Tambahan MR (BIAN) dengan pelibatan berbagai lintas sektor, mitra (Pentahelix) serta perusahaan (CSR). Kedua, Kabupaten Gresik sebagai daerah di Jawa Timur yang telah mencapai Universal Healt Coverage (UHC). Dan ketiga, Kabupaten Gresik Lolos verifikasi Kabupaten Sehat Provinsi Jawa Timur.

Penghargaan itu diserahkan Sekretaris Daerah Provinsi Jatim Andy Karyono kepada Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah di Banyuwangi. 

Tiga penghargaan itu semakin meneguhkan duet Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah, berkomitmen meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. Penghargaan tersebut diserahkan oleh 

Wabup Gresik Aminatun Habibah  mengatakan bahwa urusan kesehatan masyarakat merupakan hal yang sangat penting. Sebab, kesehatan menjadi salah satu indikator keberhasilan utama pembangunan.

“Pemberian imunisasi BIAN kepada balita yang kami lakukan juga sebagai salah satu upaya meningkatkan derajat kesehatan di masyarakat. Kemudian pelaksanaan UHC juga sudah kita terapkan di Kabupaten Gresik. Kita layani masyarakat dengan sepenuh hati dan dengan pelayanan yang prima,”kata Bu Min-sapaan karib-Aminatun Habibah pada Selasa, 15 November 2022.

Disamping itu, lanjut Bu Min, pelayanan kesehatan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kesehatan masyarakat. Ia juga berharap agar Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik tidak pernah bosan memberikan pemahaman dan edukasi atas pentingnya menjaga kesehatan dan pencegahan terhadap penyakit.

“Sebab keberadaan fasilitas kesehatan sangat menentukan dalam pelayanan pemulihan kesehatan, pencegahan terhadap penyakit, pengobatan dan keperawatan serta kelompok dan masyarakat yang memerlukan pelayanan kesehatan. Yang tak kalah penting juga adalah edukasi kepada masyarakat, saya minta Dinkes tidak bosan-bosan memberikan edukasi,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Gresik dr. Mukhibatul Khusnah menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bimbingan Bupati-Wakil Bupati Gresik yang sangat peduli terhadap kesehatan masyarakat. Ia mengatakan, Dinkes Gresik menjalankan komitmen yang telah diamanatkan oleh Bupati dan Wakil Bupati Gresik, utamanya demi kepentingan masyarakat.

“Insya Allah komitmen Pemerintah Kabupaten Gresik terhadap pelayanan kesehatan akan terus kami tingkatkan,”katanya. (yad)

Pemkab Gresik Borong 3 Penghargaan di HKN di Banyuwangi  Selengkapnya

12.836 Orang Berisiko Mengidap HIV/AIDS, Wabup Gresik: Cegah Penyebaran Gandeng Organisasi Perempuan 

GRESIK,1minute.id – HIV/AIDS bukan penyakit turunan. Tapi, penyakit gaya hidup. Gaya hidup tidak sehat. Dengan perawatan dan pengobatan yang tepat, kualitas hidup bisa semakin meningkat. Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik tercatat 156 orang terindikasi mengidap HIV/AIDS. Ratusan orang pengidap HIV/AIDS itu hasil dari pemeriksaan kesehatan terhadap 12.836 orang yang berisiko terkena HIV/AIDS. Fenomena gunung es.

Merespon hal tersebut, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah menggelar rapat koordinasi bersama Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) di Gresik pada Senin, 14 November 2022.

Diantara kriteria yang diperiksa adalah ibu hamil, pasien Tuberculosis (TB), penderita Infeksi Menular Seksual (IMS), Gay, transgender, Wanita Pekerja Seks (WPS), Pengguna Napza Suntik (Penasun), dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WPS).

Rakor tersebut bertujuan sebagai upaya dalam mencegah penularan HIV/AIDS di lingkungan Kabupaten Gresik. Serta mewujudkan target Three Zero. Yakni, zero infeksi baru, zero kematian terkait AIDS, serta zero stigma dan diskriminasi.

Sebagai informasi, indikator nasional pengendalian HIV AIDS adalah melalui Fast Track 90-90-90. Yang meliputi percepatan tracking Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) sampai dengan 90%, terapi obat dari ODHA sampai 90%, dan 90% orang dalam terapi berhasil menekan virus, serta tidak ada lagi stigma dan diskriminasi ODHA.

“HIV/AIDS yang ada di Gresik ini seharusnya tidak boleh bertambah, maka ini menjadi keinginan kita bersama untuk bisa mencegahnya,”harap Wabup Aminatun Habibah.

Lebih lanjut, Wabup perempuan pertama di Kabupaten Gresik ini mengusulkan, untuk turut menggandeng beberapa organisasi keagamaan perempuan di Gresik. Seperti Muslimat, Fatayat, dan Aisyiyah. Menurutnya, pencegahan akan sangat efektif apabila mendapat dukungan mereka.

“Dalam pengendalian HIV/AIDS, saya mengusulkan untuk kita juga menggandeng Muslimat, Fatayat, dan Aisiyah. Mereka harus terus kita berdayakan dan diberi sosialisasi. Karena seringkali lewat para ibu-ibu program seperti ini bisa terlaksana dengan cepat dan efektif,”kata Bu Min-sapaan karib-Wakil Bupati Aminatun Habibah. 

Bu Min juga menekankan, tidak hanya para orang dewasa yang perlu di berikan sosialisasi, para anak muda juga wajib mendapatkan hal yang sama. Hal ini penting, karena anak muda saat ini rentan terjangkit HIV/AIDS. “Anak-anak muda juga perlu sosialisasi, karena merekalah yang menjadi objek utama dalam pencegahan HIV AIDS,”ujarnya.

“Stigma negatif kepada pengidap HIV/AIDS juga harus segera dihilangkan. Karena penyebab HIV/AIDS tidak hanya berasal dari hal-hal negatif saja. Ada juga yang memang terjangkit karena beberapa alasan tertentu,” imbuhnya.

Sementara itu, Sekretaris KPA dr Adi Yumanto menambahkan, hingga saat ini, pasien HIV/ AIDS di Gresik yang menjalani terapi pengobatan sebanyak 156 orang. Dengan pasien mulai membaik sebanyak 135 orang.

“Dalam pengobatan para pasien HIV/AIDS, Gresik sudah mencapai efektivitas pengobatan sebanyak 87% dimana dari 156 pasien, 135-nya mengalami penurunan jumlah virus. Jumlah ini sedikit berbeda dimana di tingkat nasional baru 73%. Nah kesenjangan presentasi ini harus kita cari masalahnya apa sehingga kita bisa maksimal,”kata mantan Kepala Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KB-PPPA) Gresik itu. (yad)

12.836 Orang Berisiko Mengidap HIV/AIDS, Wabup Gresik: Cegah Penyebaran Gandeng Organisasi Perempuan  Selengkapnya

Satu Lagi, Layanan Kesehatan Beroperasi di Gresik Selatan, Klinik Mabarrot Muslimat NU Menganti 

GRESIK,1minute.id – Pelayanan kesehatan di kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik bertambah. Masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan pun semakin mudah. Pelayanan kesehatan baru itu adalah Klinik Mabarrot Muslimat NU Menganti.

Klinik yang berada di Gedung Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Menganti di launching pada Minggu, 13 November 2022. Launching dihadiri oleh Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah. 

Fandi Akhmad Yani menyambut baik kehadiran klinik tersebut. Karena pada prinsipnya, semakin banyak fasilitas kesehatan yang tersedia, maka akan semakin memudahkan masyarakat untuk mendapatkan layanan kesehatan.

“Saat ini eranya ada kolaborasi, kalau pun ada persaingan itu adalah persaingan yang positif. Seperti halnya MWCNU di tiap wilayah Gresik saling berlomba-lomba menyediakan klinik pratama di MWC masing-masing. Berikutnya yang harus dilakukan adalah bersaing memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada masyarakat,”ucap Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani mengawali sambutannya.

Gus Yani berharap adanya sinergi yang baik antara Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik dengan klinik Mabarrot. “Monggo bersinergi dengan baik. Prinsipnya adalah kita tumbuh bersama, manfaatnya kita dahulukan melayani masyarakat. Oleh karenanya, semoga klinik ini akan menjadi suatu prasasti peninggalan kita bagi kepentingan masyarakat luas,”tegasnya. 

Senada Fandi Akhmad Yani, Bu Min- sapaan akrab- Wakil Bupati Gresik berpesan kepada manajemen klinik untuk lebih mengutamakan pelayanan kepada masyarakat. Sehingga, kehadiran klinik bisa dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan. “Ini akan semakin memudahkan dan mendekatkan masyarakat yang memerlukan pelayanan kesehatan. Sakit itu tidak bisa ditawar atau direncakanan, oleh karenanya kita akan terus berusaha mendekatkan supaya ada banyak fasilitas kesehatan di sekitar kita. Termasuk nanti di Gresik selatan akan didirikan RSUD,”terang Bu Min.

Klinik Mabarrot Muslimat MWCNU Menganti yang diresmikan hari ini direncanakan akan memberikan pelayanan UGD 24 jam. Sedangkan fasilitas poli umum, poli gigi, poli balai kesehatan ibu dan anak / KB, instalasi farmasi, laboratorium, khitan dan persalinan akan dilayani dari pukul 07.00 WIB hingga 20.00 WIB.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Gresik dr Mukhibatul Khusnah mengatakan, untuk mengenalkan kepada masyarakat, pihaknya menggelar pelayanan kesehatan gratis di Klinik Mabarrot Muslimat NU Menganti ini. 

“Kita adakan pelayanan gratis dengan bekerja sama dengan Puskesmas terdekat yaitu Puskesmas Menganti dan Puskesmas Kepatihan. Mungkin nanti seminggu sekali akan kita adakan pelayanan kesehatan atau Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Posbindu PTM) sehingga masyarakat familiar dengan Klinik Mabrrot,”ungkap dr. Khusnah. (yad)

Satu Lagi, Layanan Kesehatan Beroperasi di Gresik Selatan, Klinik Mabarrot Muslimat NU Menganti  Selengkapnya

Silatnas Bu Nyai Nusantara Fokus Bahas Problem Santriwati dan Kelompok Rentan 

GRESIK,1minute.id – Peran Bu Nyai sebagai Ibu santri di Pondok Pesantren (Ponpes) memilki  sangat penting dalam pengasuhan Pondok Putri. Khususnya, permasalahan yang dihadapi para santriwati dan kelompok rentan.

Pada Silaturahmi Nasional (Silatnas) ke-3 Bu Nyai Nusantara akan membahas segala persoalan dalam pesantren terutama menyangkut kelompok rentan. Silatnas ini diikuti lebih dari 450 pengasuh pesantren putri itu engangkat tema “Perempuan Pesantren Bergerak dan Bersinergi Membangun Peradaban Dunia” digelar di Semarang selama 2 hari, mulai Senin, 7 November 2022.

Mereka para Bu Nyai ini tergabung dalam naungan Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI), yaitu lembaga NU yang mengurusi Asosisasi Pondok Pesantren. Tampak hadir Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah, Wakil Ketua Umum PBNU KH. Zulfa Mustofa, serta Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen. 

Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah menegaskan bahwa dirinya bersama Pemerintah Kabupaten Gresik, ingin agar santriwan dan santriwati selama menempuh pendidikannya di pesantren mendapatkan pola asuh yang baik dan optimal dari para pengasuhnya. “Sebab para pengasuh tersebut merupakan pengganti orang tua,”kata Bu Min yang juga Koordinator Bu Nyai Nusantara Kabupaten Gresik ini. 

“Di sisi lain hendaknya dapat memberikan pengasuhan dan pemenuhan 4 hak dasar anak yang baik dan optimal serta dapat memberikan perlindungan kepada anak sehingga anak dapat hidup aman, tumbuh kembang anak nyaman dan tentram. Selain itu, pola asuh di pesantren juga harus di optimalkan agar santriwan santriwati tidak mengalami kekerasan dan diskriminasi,”imbuhnya. 

Bu Min dalam acara sebelumnya menegaskan, pihaknya bersama Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani sudah menyadari peranan penting tersebut. Untuk diketahui Silatnas ke-3 di Semarang ini, merupakan kelanjutan dari Silatnas Bu Nyai Nusantara Pertama (2019) di Surabaya yang dilaksanakan oleh RMI PWNU Jawa Timur. Kemudian dilanjutkan dengan Silatnas Bu Nyai Nusantara Kedua (2021) di Lampung. (yad)

Silatnas Bu Nyai Nusantara Fokus Bahas Problem Santriwati dan Kelompok Rentan  Selengkapnya

Peduli Lingkungan, 3 Ribu LRB untuk Resapan Air Dibuat Desa Mojopurogede

GRESIK,1minute.id – Ribuan biopori di Desa Mojopurogede, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik pada Jumat,4 November 2022. Lubang resapan bagian dari Gerakan pembuatan 3 Ribuan Lubang Resapan Biopori dan manfaatkan Tempat Pengelolaan Sampah Reuce, Reduce, Recycle (TPS3R).

Wakil Bupati Gresik mengatakan, biopori ini bertujuan untuk, menjaga air tanah bilamana saat musim hujan, mengurangi potensi banjir dan tanah longsor. Serta peran masyarakat dalam pengolahan sampah sangatlah penting guna mendukung program pemerintah menuju Gresik zero waste.

“Dengan adanya TPS3R, nantinya akan dilakukan pengambilan sampah di rumah warga, yang selanjutnya dibawa ke pengelolaan sampah atau TPS3R, di tempat inilah dilakukan pemilahan dan pengomposan sampah,”terang Wabup saat menghadiri Peringatan Maulid Nabi di Desa Mojopurogede Kecamatan Bungah.

Dikatakan, melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini masyarakat Desa Mojopurogede sudah meneladani sifat dan akhlak Nabi Muhammad dalam bentuk menjaga alam dan kebersihan lingkungan.

Pemerintah sangat mendukung setiap bentuk gerakan dalam menjaga dan merawat lingkungan. “Mudah mudahan memberikan efek yang luar biasa nantinya kepada anak cucu kita,”ujarnya. Acara itu dihadiri Pemangku Pondok Pesantren Al Islah Bungah KH. Thonawi Hadin.

Sebelumnya, Kepala Desa Mojopurogede Kasmuji menyampaikan, pihaknya melibatkan warga guna mendukung program pemerintah melalui pencanangan gerakan sejuta lubang resapan biopori. Juga program mewujudkan Gresik zero waste, kami melibatkan warga dan peran karang taruna.

“Masyarakat Desa Mojopurogede mengambil peran secara langsung dalam pembuatan lubang resapan biopori dan pengolahan sampah melalui TPS3R,” kata Kasmuji.

Dijelaskan, LRB dapat dijadikan sebagai tempat pembuangan sampah organik biasa, dimana sampah-sampah organik tersebut akan diurai oleh biota tanah, agar dapat menghasilkan pupuk kompos untuk tanaman pertanian. “Kerja sama akan terus berlanjut, terutama melalui dukungan semangat dan kebersamaan pemerintah dan masyarakat Desa Mojopurogede,” ujarnya.

Untuk TPS3R, imuh dia, di Kecamatan Bungah saat ini baru ada di Desa Pegundan dan di Desa Mojopurogede. “Semoga kedepan tiap desa di Kecamatan Bungah ada TPS3R, mengingat keberadaannya sangat bermanfaat,”tandasnya. (yad)

Peduli Lingkungan, 3 Ribu LRB untuk Resapan Air Dibuat Desa Mojopurogede Selengkapnya

Akselerasi Pengentasan Kemiskinan Ekstrem, Wabup Gresik: Program untuk Kesejahteraan Masyarakat

GRESIK,1minute.id – Presiden Joko Widodo telah mengeluarkan instruksi Presiden (Inpres) 4/2022 tentang Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (PPKE). Inpres sebagai pijakan pemerintah wilayah tanah air pada 2024 mendatang, termasuk juga di Kabupaten Gresik.

Bagaimana strategi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik untuk menuntaskan kemiskinan di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini. 

Koordinator Tim Koordinasi Penanganan Kemiskinan (TKPK) Gresik Aminatun Habibah mengajak semua dinas di lingkungan Kabupaten Gresik untuk turut serta mengambil peran. Sebab, permasalahan penanggulangan kemiskinan merupakan permasalahan yang kompleks, dan perlu kerja sama dari banyak pihak.

“Saat ini Kabupaten Gresik posisinya ada di nomor 7 dalam Provinsi Jawa Timur. Meskipun trennya terus turun dari tahun sebelumnya, tetapi kita ingin ini terus diakselerasi lagi agar penurunannya makin masif,”tegas Bu Min-sapaan karib-Aminatun Habibah saat membuka rapat koordinasi (rakor) percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Gresik pada Selasa, 1 November 2022.

Bu Min yang juga Wakil Bupati Gresik itu mengingatkan bahwa semua program yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Gresik muaranya adalah untuk kesejahteraan masyarakat. Sehingga dalam pelaksanaannya, harus benar-benar dievaluasi apakah program tersebut sudah benar-benar menyentuh masyarakat.

Meski penghapusan kemiskinan ektrem, lanjutnya, tidak semudah membalikkan telapak tangan. Sebab, sejumlah permasalahan masih ditemukan di lapangan. Diantaranya, masih belum pulihnya ekonomi pascapendemi Covid-19. Selain itu, tingkat pengangguran terbuka yang masih cukup tinggi, dan permasalahan seputar Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan tumpang tindih sasaran program.

“Dengan mengidentifikasi permasalahan-permasalahan yang ada, bersama-sama kita bisa mengambil solusi terbaik untuk mengatasi permasalahan tersebut. Sehingga penurunan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Gresik bisa lebih di akselerasi,”tegasnya. 

Senada diungkapkan, Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman. Washil, begitu sapaannya, menegaskan penghapusan kemiskinan ekstrem merupakan prioritas pembangunan daerah.

“Dengan sinergi semua pihak dalam forum ini, harapannya bisa didapat strategi yang bisa kita terapkan untuk percepatan penghapusan kemiskinan ektrem di Kabupaten Gresik,”harapnya.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Gresik Misbahul Munir optimistis Pemkab Gresik bisa melakukan akselerasi pengentasan kemiskinan. Sebab, Pemkab Gresik memiliki modal yang bagus untuk bisa mengakselerasi penghapusan kemiskinan ektrem. Modal tersebut diantaranya capaian tingkat pertumbuhan ekonomi Kabupaten Gresik mencapai 3,79 persen. yang berada diatas Provinsi Jawa Timur (3,57%), bahkan nasional (3,69%).

“Modal yang lain adalah capaian Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Gresik saat ini menduduki peringkat yang cukup tinggi di Provinsi Jawa Timur,”kata Munir. (yad)

Akselerasi Pengentasan Kemiskinan Ekstrem, Wabup Gresik: Program untuk Kesejahteraan Masyarakat Selengkapnya

Wabup Gresik : Jangan Ada Saat Penilaian Akreditasi, UKS Jadi Gaya Hidup Siswa

GRESIK,1minute.id – Jambore Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah (UKS/M) 2022 dihelat di Aula Putri Mijil Pendapa Bupati Gresik pada Kamis, 27 Oktober 2022. Jambore ini bertujuan meningkatkan mutu pendidikan dan prestasi belajar peserta didik dengan perilaku hidup bersih dan sehat (PHPS), serta menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat melalui program.  

Jambore UKS/M untuk wujudkan UKS/M yang Ceria, Berdedikasi dan Berprestasi, tercipta program Nawa Karsa menuju Gresik baru, itu diikuti 112 lembaga dari 16 Kecamatan. Mereka berasal dari  SD/MI 32 lembaga, SMP/MTS 32 lembaga dan SMA/MA 48 lembaga.

Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah mengatakan, UKS merupakan sebuah usaha sekolah, untuk menjadikan anak-anak sehat dan lingkungan yang harus mendukung kesehatannya di sekolah masing-masing.

“Salah satu syarat sebuah akreditasi yang baik salah satunya sekolah tersebut harus ada UKS nya. Terkadang UKS di sekolah itu ada hanya di saat penilaian akreditasi saja,”ungkap Wabup Aminatun Habibah didampingi Ketua Dharma Wanita Persatuan Siti Qomariyah, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Gresik dr Mukhibatul Khusnah, Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik S. Hariyanto, serta Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Hamim.

Bu Min-sapaan karib-Wakil Bupati Aminatun Habibah berharap, perlu diselenggarakan jambore di tingkat kecamatan. Sehingga, bisa memotivasi anak-anak di sekolah untuk menjadikan UKS suatu usaha untuk menjadikan lingkungan yang bersih dan sehat.

“Pemerintah akan mendukung semaksimal mungkin kegiatan yang mencerdaskan masyarakatnya. Khususnya, lingkungan sekolah yang sebagai generasi penerus, dalam membangun bangsa dan negaranya,”kata Wabup perempuan pertama di Kabupaten Gresik ini. 

Menurut wabup, UKS merupakan wadah dan program, untuk meningkatkan kemampuan hidup sehat dan derajat kesehatan, peserta didik sedini mungkin. Ini agar dapat menciptakan sumber daya manusia (SDM) berkualitas.

“Dengan demikian akan tercipta visi misi UKS/M yakni sekolah yang sehat, aman dan bersih. Serta terciptanya generasi muda yang berkualitas yang terbebas dari bahaya kenakalan remaja, bahaya merokok, narkoba, kehamilan pra nikah/pergaulan bebas, HIV Aids, dan Stunting,” pungkasnya. Kegiatan Jambore UKS/M kali ini di antaranya, lomba baca puisi tentang UKS, lomba desain poster tentang 8 sasaran UKS dan lomba karya ilmiah tentang 8 sasaran UKS. (yad)

Wabup Gresik : Jangan Ada Saat Penilaian Akreditasi, UKS Jadi Gaya Hidup Siswa Selengkapnya

Wujudkan Gen-Z Gresik Anti Stunting, Ribuan Siswa Makan Bergizi,Minum Tablet Penambah Darah di Gerakan Nasional Aksi Bergizi 

GRESIK,1minute.id – Ribuan siswa sekolah menengah pertama negeri berkumpul gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP) Gresik pada Rabu pagi, 26 Oktober 2022. Ribuan siswa itu berasal dari tiga sekolah. Yakni UPT SMP Negeri 1 Gresik, SMP Negeri 4 Gresik dan SMP Negeri 16 Gresik. 

Mereka berkumpul di gedung serba guna indoor berlokasi di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Gresik untuk mengikuti Gerakan Nasional Aksi Bergizi. Gerakan nasional untuk membentuk Gen Z Anti Stunting. Ada sejumlah kegiatan yang dihadiri oleh Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik S. Hariyanto, Kepala Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KB-PPPA) Gresik drg Syaifuddin Ghozali itu. 

Tampak juga Ketua Tim Penggerak PKK Gresik Nurul Haromaini Ali, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik dr Mukhibatul Khusnah serta lainnya. Sebelum Aksi Bersama Minum Sebutir Tablet Penambah Darah, ribuan siswa itu mengikuti senam UKS dan makan makanan bergizi.

Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah mengatakan, di Kabupaten Gresik masih ditemui kasus stunting pada anak-anak berumur di bawah 18 tahun. Untuk itulah perlu adanya pengendalian dalam menurunkan angka stunting.

“Di Kabupaten Gresik ini dari 100 anak umur bawah 18 tahun, ada 23 anak yang terkena stunting. Oleh karena itu ini harus diturunkan angkanya. Yang sekarang 24 persen menjadi 14 persen atau bahkan dibawahnya,”katanya optimistis. 

Menurut Kementerian Kesehatan (Menkes), stunting merupakan gejala kurang gizi atau gagal tumbuh yang dialami oleh anak-anak di bawah 18 tahun. Umumnya terjadi pada balita. Hal ini bisa disebabkan oleh orang tua yang masih muda atau fisiknya tidak sehat saat kehamilan. 

AKSI GIZI : Peserta minum tablet penambah darah di Gerakan Nasional Aksi Bergizi di WEP pada Rabu, 26 Oktober 2022 ( Foto : Prokopim Gresik for 1minute.id)

Gerakan Nasional Aksi Bergizi yang diinisiasi oleh Menkes secara serentak se-Indonesia ini, mentargetkan 1.028 sekolah dengan estimasi peserta 1.395.000 orang untuk bersama-sama minum tablet tambah darah.

Untuk itu, Bu Min-sapaan karib-Wakil Bupati Aminatun Habibah  mengarahkan agar seluruh siswa ataupun guru yang menjadi peserta aksi bergizi ini, untuk ikut serta mengkampanyekan gaya hidup sehat di daerah masing-masing. 

“Jangan lupa, informasi stunting ini harus kalian sampaikan ke seluruh masyarakat terutama tetangga-tetangga kalian. Mulai sekarang harus membiasakan gaya hidup sehat dengan makan makanan bergizi, berolahraga, minum vitamin dan tablet penambah darah,”ujarnya.

“Sehingga dengan kalian memiliki kondisi yang sehat, maka keturunannya pasti juga akan sehat,”imbuhnya. Bu Min memastikan dalam pendistribusian tablet penambah darah, tidak akan berhenti disini. Nantinya, seluruh lembaga pendidikan termasuk pondok pesantren akan diberikan tablet tambah darah, khususnya kepada para perempuan.

Kepala UPT SMP 1 Gresik Beri Avita Prasetya menambahkan, kegiatan Aksi Bergizi di Gresik ini juga diikuti oleh 2.774 peserta.  Mereka berasal dari 3 sekolah di Gresik. Yaitu, SMPN 1 Gresik 962 siswa, UPT SMPN 4 Gresik (950 siswa), dan UPT SMPN 16 Gresik (862 siswa).

Menurut data dari United Nations International Children’s Emergency Fund (Unicef) masih banyak remaja di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik  mengalami gejala stunting, seperti tubuh pendek, kegemukan, dan anemia atau kurang darah. “Dari data Unicef, 1 dari 4 remaja kita pendek, 1 dari 7 remaja kita mengalami kegemukan dan lebih parah lagi 1/4 remaja perempuan kita mengalami anemia,”ujar Beri. (yad)

Wujudkan Gen-Z Gresik Anti Stunting, Ribuan Siswa Makan Bergizi,Minum Tablet Penambah Darah di Gerakan Nasional Aksi Bergizi  Selengkapnya