Sidang Paripurna Penyampaian Nota R-APBD 2022, Bupati Paparkan Sembilan Prioritas Pembangunan Gresik Baru

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (R-APBD) Gresik 2022 pada Kamis, 14 Oktober 2021. Penyampaian R-APBD dilakukan secara video conference oleh Bupati dalam Sidang Paripurna agenda Penyampaian Nota RAPBD 2022. Sidang Paripurna dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Gresik Nur Saidah. 

Sidang Paripurna itu diikuti 42 dari 50 anggota parlemen berkantor di Jalan KH Wachid Hasyim, Gresik itu. Empat unsur pimpinan DPRD Gresik hadir yakni Ketua DPRD Gresik Much Abdul Qodir. Kemudian, Ahmad Nurhamim, Mujib Ridwan dan Nur Saidah. Ketiganya Wakil Ketua DPRD Gresik. 

Dalam paripurna penyampaian Nota R-APBD 2022, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan pendapatan daerah diproyeksikan sebesar Rp 3,37 triliun. Pendapatan tersebut berasal dari pendapatan asli daerah (PAD) Rp 1,17 triliun dan transfer sebesar Rp 2,20 triliun.

Sedangkan belanja mencapai Rp 3,55 triliun.Terdiri dari belanja operasional Rp 2,35 triliun, belanja modal Rp 353,25 miliar, belanja tidak terduga Rp 40,62 miliar serta belanja transfer Rp 806,52 miliar.  Tema Pembangunan Gresik 2022 yaitu “Percepatan Transformasi Ekonomi Inklusif dan Pemulihan Sosial menuju Gresik Baru”. 

Ada sembilan prioritas tematik pembangunan yakni pertama, Penguatan reformasi birokrasi didukung pelayanan publik inklusif dan responsif gender serta pengembangan Smart Governance berbasis satu data pembangunan (Gresik Akas) ; Kedua, pengentasan kemiskinan inklusif, partisipatif dan bersasaran (Gresik Seger) dan ketiga, Pembangunan infrastruktur tangguh dan berkelanjutan (Gresik Mapan)

Berikutnya, Peningkatan kesejahteraan sektor agropolitan dan minapolitan (Gresik Agropolitan) ; kelima Pengembangan ekonomi kreatif dan peningkatan kapasitas fiskal Daerah didukung kemudahan, kesederhanaan, dan ketepatan pelayanan investasi (Gema Karya) dan keenam, Peningkatan kualitas pendidikan didukung perluasan aksesibilitas layanan dan kesejahteraan tenaga pendidik (Gresik Cerdas).

Ketujuh, Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan yang inklusif, ramah anak dan responsif gender (Gresik Sehati) ; kedelapan, Penguatan keluhuran budaya berbasis kearifan Gresik yang agamis (Gresik Barokah) dan kesembilan, Pembangunan ekologi berkelanjutan didukung pengembangan ekowisata, budaya dan industri ramah lingkungan (Gresik Lestari).

“Untuk mendukung tercapainya sasaran strategis sesuai dengan arah kebijakan dan prioritas pada RKPD 2022, diperlukan sinkronisasi program dan kegiatan yang dilaksanakan, baik oleh Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Kabupaten yang diwujudkan dalam Kebijakan Umum APBD dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara yang telah disepakati bersama antara Pemerintah Daerah dan DPRD,”kata Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani. 

Sementara itu, Ketua DPRD Gresik Abdul Qodir mengatakan, terkait target pendapatan daerah ini. Pihaknya akan berupaya agar pembahasan anggaran bisa maksimal untuk kepentingan masyarakat. Sehingga, mengajak anggota dewan untuk benar-benar teliti melakukan pembahasan anggaran. Untuk Badan Anggaran (Banggar) segera langsung menggelar rapat pembahasan. 

Sebelumnya, pimpinan sidang Nur Saidah, mengatakan, setelah penyampaian nota R-APBD 2022 , Banggar dan fraksi-fraksi akan melakukan pembahasan. ” Hasil pembahasan Banggar dan fraksi-fraksi akan kita sampai melalui rapat paripurna pada 16 Oktober 2021,”kata Nur Saidah.  (yad)

Sidang Paripurna Penyampaian Nota R-APBD 2022, Bupati Paparkan Sembilan Prioritas Pembangunan Gresik Baru Selengkapnya

Kamabicab Mengajak Anggota Kepanduan jadi Promotor Prokes

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dilantik sebagai Ketua Majelis Pembimbing Kwartir Cabang (Kamabicab) Gerakan Pramuka Gresik periode 2021-2023.Pelantikan dilakukan di Ruang Mandala Bhakti Praja Kantor Bupati Gresik pada Kamis, 14 Oktober 2021.

Selain melantik Kamabicab, Ketua Kwartir Dearah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Timur Muhammad Arum Sabil melantik Pengurus, Lembaga Pemeriksa Keuangan Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Gresik. 

Kamabicab Gerakan Pramuka Gresik Fandi Akhmad Yani mengajak anggota kepanduan menjadi garda terdepan dalam mengkampanyekan menerapkan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19.  Fandi Akhmad Yani mengatakan hingga hari ini tingkat resiko penyebaran kasus Covid-19 di Gresik cenderung menurun. Hal ini menurut Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani patut di syukuri. Namun, Gus Yani mengingatkan kepada masyarakat harus tetap waspada. Jangan lengah dan euforia. 

“Hampir dua tahun kita terkepung oleh situasi pandemi Covid-19. Dan saat ini tingkat resiko penyebaran Covid-19 di Gresik sudah cenderung melandai. Kami harap kepada seluruh masyarakat untuk tetap waspada dan tidak lengah, tetap patuhi protokol kesehatan,” ujar Fandi Akhmad Yani yang juga Komandan Satgas Covid-19 Gresik itu.

Ia mengajak seluruh komponen anggota kepanduan  di Gresik untuk menjadi promotor dalam mengkampanyekan pentingnya penerapan protokol kesehatan. “Kita tunjukkan bahwasannya kader Pramuka sebagai promotor dalam mengkampanyekan protokol kesehatan. Saya mengajak seluruh kader pramuka untuk menunjukkan dedikasi untuk Kabupaten Gresik dalam penanganan Covid-19,”tegas Gus Yani. 

Gus Yani juga mengapresiasi terhadap seluruh kader Pramuka yang  berperan aktif dalam percepatan vaksinasi di di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. “Kemarin sudah dilaksanakan vaksinasi oleh Gerakan Pramuka Kwarcab Gresik dengan 3.200 dosis vaksin, ini merupakan suatu bentuk kolaborasi yang baik antara gerakan Pramuka dengan pemerintah dalam kaitannya percepatan vaksinasi di Gresik,” katanya.

Untuk itu, kedepan Gus Yani mengharapkan  seluruh komponen Pramuka untuk terus kompak dan meningkatkan kebersamaan antarsesama. Bersinergi, kolaborasi. Sebab, kata Gus Yani, kekompakan adalah kunci utama dalam membangun organisasi di tubuh Pramuka.

Sementara itu, Ketua Kwartir Dearah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Timur, Muhammad Arum Sabil, mengatatakan bahwa melalui kegiatan pramuka produktif, kwarda Jawa Timur akan mengajak seluruh cabang se-Jawa Timur untuk ambil bagian dalam mengembangkan kegiatan pramuka.

“Mari kita semua bergandengan tangan, bersinergi dengan program pemerintah terutama untuk membantu memulihkan ekonomi masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19. Pendidikan karakter tentu harus dikembangkan oleh gerakan pramuka, namun kita juga harus tetap peduli terhadap keadaan masyarakat dan lingkungan dengan berbagai program nyata yang menyentuh dan berdampak langsung bagi maysarakat,” katanya.

Dirinya yakin bahwa di Kabupaten Gresik seluruh anggota Mabicab dan seluruh anggota pramuka akan berkomitmen untuk menjalankan tugas dan mengemban tanggung jawab untuk membesarkan nama pramuka di Kabupaten Gresik. (yad)

Kamabicab Mengajak Anggota Kepanduan jadi Promotor Prokes Selengkapnya

Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, Bupati Ingatkan Jaga Kesehatan, Disiplin Protokol Kesehatan

GRESIK,1minute.id –  Pengurus Cabang Muslimat Nahdlatul Ulama Gresik menggelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1443 H di Masjid Agung Maulana Malik Ibrahim Gresik pada Selasa, 12 Oktober 2021. Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW itu dihadiri Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. 

Fandi Akhmad Yani berpesan agar dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, diisi dengan kegiatan yang positif dan tentu saja harus tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan. Hal ini dilakukan dalam rangka ikhtiar besar kita bersama untuk menjaga kesehatan. “Kuncinya adalah kesehatan, karena kesehatan adalah modal awal kita untuk melakukan ibadah,”ujar GusYani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani dalam sambutannya. 

Pandemi Covid-19 belum berakhir. Momen Maulid Nabi, imbuhnya, merupakan pengingat bagi kita, untuk terus menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai teladan. Selain itu, juga untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT, dengan lebih mendekatkan diri kepada Allah seraya tetap berusaha dan bersabar dalam menghadapi segala ujian. “Pandemi Covid-19 sejatinya juga merupakan ujian sekaligus peringatan bagi kita untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT,”ujar Bupati Fandi Akhmad Yani dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dihadiri Ketua PC Muslimat NU Gresik Hj. Nafiatus Saadah dan undangan Muslimat NU se-Kabupaten Gresik dengan penceramah Hj. Nurul Abidah itu.

Gus Yani kembali mengingatkan kembali tentang kondisi pandemi Covid-19 sekitar 2 bulan yang lalu. Dimana setiap hari ada saudara-saudara kita yang terinfeksi Covid-19, hingga hampir setiap hari ada berita duka. “Mudah-mudahan kita bisa benar-benar menjaga dan mendukung, karena disiplin protokol kesehatan adalah kunci keselamatan bersama dalam menghadapi pandemi. Sehingga pandemi bisa terus mereda dan Covid-19 hilang dari sekitar kita,”sambungnya. 

Dalam kesempatan ini,Gus Yani, menyampaikan ucapan terima kasih atas terselenggaranya acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, dimana acara ini merupakan bentuk kecintaan kita terhadap Nabi Besar Muhammad SAW. (yad)

Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, Bupati Ingatkan Jaga Kesehatan, Disiplin Protokol Kesehatan Selengkapnya

RSI NAP Miliki Kamar Operasi Modern, Perluas Layanan Kesehatan

GRESIK,1minute.id – Fasilitas kesehatan di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik semakin lengkap. Kini, warga Gresik memiliki rumah sakit Islam. Namanya, Rumah Sakit Islam Nyai Ageng Pinatih (RSI NAP). Rumah sakit tipe C inilokasinya di Jalan KH Abdul Karim, Gresik. Peresmian rumah dulunya bernama Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Nyai Ageng Pinatih itu dilakukan oleh Ketua Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya (Yarsis) Muhammad pada Sabtu, 9 Oktober 2021.

Sejumlah tokoh Nahdliyin hadir dalam peresmian gedung dan pergantian nama rumah sakit tersebut. Diantaranya, Rais Aam PBNU  KH Miftachul Akhyar, Ketua PWNU Jatim KH Marzuki Mustamar , Pemangku pondok pesantren (Ponpes) Bumi Sholawat, Tulangan, Sidoarjo KH Agoes Ali Masyhuri dan KH Muchtar Djamil serta Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. 

Menurut Muhammad Nuh, perubahan nama dari RSIA menjadi RSI NAP itu dimaksudkan untuk meningkatkan cakupan dan kualitas layanankesehatan kepada masyarakat sekaligus tempat pembelajaran bagi mahasiswa kedokteran dan kesehatan, khususnya bagi mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA).

“Kami akan memperluas cakupan layanan dan kualitas kesehatan dan karenannya kamitingkatkan dari Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak (RSIA) menjadi Rumah Sakit Umum tipe C, dengan kapasitas 107 tempat tidur. Layanannya kami perluas dan kualitas kami tingkatkan,”kata M.Nuh.

Sejak 19 Oktober 2019 RSIA Nyai Ageng Pinatih secara resmi bergabung dengan Yarsis. Penggabungan RSIA Nyai Ageng Pinatih Gresik ke dalam Yarsis Bersama-sama RSIS A.Yani dan RSIS Jemursari dan Unusa dimaksudkan untuk memperkuat sinergi dan berbagi sumberdaya, dengan harapan mampu memberikan layanan maksimal kepada masyarakat Gresik dan sekitar. 

Dengan berbekal pengalaman dan sumberdaya yang dimiliki, melalui kerjasama dengan PCNU,  Muslimat, akan terus mengembangkan Rumah Sakit di beberapa daerah. Ini semua dilakukan karena layanan kesehatan masih sangat terbatas dan harus ditingkatkan. Layanan kesehatan masih sangat terbatas dan harus ditingkatkan.

Pihaknya berupaya terus mengembangkan rumah sakit di beberapa daerah melalui skema kerjasama dengan PCNU-Muslimat, sekaligus kita dedikasikan dalam rangka 100 tahun Nahdlatul Ulama. RSI NAP berdiri diatas lahan seluas 3 ribu meter persegi (m²) ini mengusung konsep Small in Modernity (Kecil namun modern). 

Kamar Operasi misalnya, menggunakan kamar operasi berbasis MOT (Modular Operating Theater) dengan dual pressure, bisa memilih yang bertekanan
negative atau positif. Ini sangat dibutuhkan, khususnya saat Pandemi Covid. 

“Kami bertekad untuk meningkatkan modernitas tersebut melalui kualitas infrastruktur, alat kesehatan, sistem informasi dan layanan, serta kualitas para dokter, tenaga kesehatan dan tenaga pendukung lainnya,”kata mantan Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) itu.
Untuk diketahui pembangunan gedung baru (empat lantai) ini dilakukan selama satu tahun sejak peletakan batu pertama (ground breaking) pada 18 Okober 2020.

Disamping melayani layanan kesehatan bagi masyarakat, RSI NAP ini juga sebagai tempat pembelajaran bagi mahasiswa Unusa, khususnya mahasiswa Kedokteran dan Kesehatan. Di kamar Operasi misalnya, dilengkapi dengan peralatan yang memungkinkan mahasiswa Unusa yang berada di Surabaya bisa mengikuti secara langsung proses operasi yang sedang di lakukan di RSI Nyal Ageng Pinatih. Demikian juga mahasiswa di Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) yang lain.

DIALOG : Bupati Gresik Fandi Akhmad, Sekda Gresik Washil Miftachul Rachman dan Direktur RSI NAP drg A.Zayadi di peresmian gedung pada Sabtu, 9 Oktober 2021

Intinya, Rumah Sakit yang kami bangun, tidak hanya untuk layanan kesehatan, tetapi sekaligus sebagai saranan pembelajaran. Diantara alat-alat canggih yang frekuensi penggunaannya paling tinggi adalah Ultrasonografi (USG) 4 Dimensi. Sama seperti USG 2 dimensi atau 3 dimensi, dengan USG 4 dimensi ini dapat menampilkan kondisi kehamilan, mulai dari keadaan rahim, wujud janin, hingga gangguan yang terjadi didalam kandungan.

“Kami berharap, kehadiran RSI Nyai Ageng Pinatih bisa menjadi kebanggaan masyarakat Gresik-sekitarnya, khususnya warga Nahdliyin, sekaligus sebagai ikhtiar untuk merawat dan mengembangkan warisan para sesepuh NU yang telah merintisnya sejak 1970-an,”harap mantan Ketua Dewan Pers ini.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergitas berbagai pihak dalam hal kemaslahatan umat. “Di era pandemi Covid-19 ini kita mampu berdiri bersama-sama, kekompakan, sinergitas, kolaborasi yang tinggi sehingga Rumah Sakit Islam Nyai Ageng Pinatih ini bisa berdiri,”ujar Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani. 

Bupati Yani juga berpesan kepada seluruh MWC di Kabupaten Gresik untuk bergeser dalam pelayanan kesehatan terhadap masyarakat. “Saya berharap MWC memiliki klinik- klinik kecil yang bisa bersinergi dengan Rumah Sakit Islam Nyai Ageng Pinatih,” harapnya.

Sebab, menurutnya, yang harus dikedepankan di era pandemi saat ini adalah pelayanan kesehatan terhadap masyarakat. “Mudah-mudahan ini bisa segera diawali. Di MWC Kebomas, dan untuk Rumah Sakit Islam Nyai Ageng Pinatih semoga bisa bermanfaat kepada masyarakat,”harap Bupati Yani. 

Senada dengan Bupati Yani, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur Erwin Ashta Triyono, pentingnya pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Ia menambahkan bahwa perkembangan kebutuhan layanan dunia kesehatan butuh rumah sakit yang berkualitas, cepat, tepat dan akurat. “Dengan adanya rumah sakit yang memanfaatkan teknologi, cepat dan tepat merupakan nilai tambah sehingga nantinya bisa menambah derajat kesehatan masyarakat,”ungkapnya.

Selepas prosesi sambutan dan penandatanganan prasasti, Bupati Yani dan undangan keliling Rumah Sakit untuk melihat sarana prasarana dan fasilitas yang ada. Diawali masuk ruang ICU. Bupati Fandi Akhmad Yani, Rais Aam PBNU KH. Miftachul Akhyar, Syuriah PBNU KH. Ali Agus Masyhuri, Ketua PWNU Jatim KH. Marzuki Mustamar, Sekretaris Daerah Gresik Achmad Washil, Plt Kadinkes Gresik Mukhibatul Khusnah, Camat Gresik Agung Endro serta Direktu RSI NAP drg Ach Zayadi. (yad)

RSI NAP Miliki Kamar Operasi Modern, Perluas Layanan Kesehatan Selengkapnya

Gandeng Siswa SMK Jawara Robotik Usir Hama Tikus

GRESIK,1minute.id – Sapa Petani di Desa Sukoanyar, Kecamatan Cerme terasa beda pada Selasa, 5 Oktober 2021. Pasalnya, program peningkatan kesejahteraan petani petani itu dihadiri oleh Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani dan Aminatun Habibah. 

Kegiatan diawali panen padi secara simbolis oleh Aminatun Habibah, Kepala Dinas Pertanian Gresik Eko Anindito Putro dan Camat Cerme Suyono. Panen padi itu kali ketiga. Bupati Fandi Akhmad Yani usai menghadiri HUT ke-76 Tentara Nasional Indonesia di Makodim 0817 Gresik langsung menuju lokasi Desa Sukoanyar, tempat Sapa Desa sambil menyerahkan bantuan empat unit traktor kepada kelompok tani setempat. 

Dalam dialog bersama petani setempat itu, Bupati Fandi Akhmad Yani dan Wakil Aminatun Habibah mendapatkan banyak keluhan. Diantaranya, terkait hama tikus, irigasi dan banjir Kali Lamong. Terkait hama tikus, Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani ada dua cara yang akan dilakukan untuk memberantas hama tikus. Tradisional dan modern menggunakan teknologi robot. Gus Yani mengaku sudah bertemu dengan pelajar SMK yang kerap menjuarai lomba robot. 

“Anak-anak SMK kita ini pinter-pinter, langganan juara lomba robot. Karena itu, Saya sudah ketemu dengan anak-anak SMK Gresik untuk dibuatkan robot pengusir tikus,”ujar Gus Yani. Dengan usaha yang beriringan antara cara tradisional dan cara modern ini, diharapkan masalah hama Tikus bisa dikendalikan. 

PANEN RAYA : Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah melakukan panen padi secara simbolis di Desa Sukoanyar, Kecamatan Cerme pada Selasa, 5 Oktober 2021 (Foto : Ist)

Terkait pengairan dan banjir Kali Lamong, Wabup Aminatun Habibah mengatakan, sudah menjadi fokus pemerintah daerah yang tertuang dalam program Nawa Karsa. “Saat ini sudah dimulai penanggulangan banjir Kali Lamong. Pembebasan tanah dan normalisasi sudah dimulai sebagai salah satu usaha, sehingga ketika musim hujan tidak banjir. Jadi panjenengan tandur niku tenang,”kata Bu Min.

Bu Min menjelaskan,  pengerukan sungai yang saat ini dilakukan bertujuan agar kedalaman sungai tidak semakin dangkal, sehingga debit air waktu musim hujan mampu ditampung dan tidak meluber ke sekitar. “Ini sudah menjadi keinginan Pak Bupati dan Saya, Kali Lamong selain di keruk, juga dibuatkan sudetan untuk mengisi waduk – waduk yang nantinya akan digunakan untuk mengairi lahan pertanian waktu musim Kemarau,”sambung Bu Min.

Sementara itu, Camat Cerme Suyono menjelaskan ecara keseluruhan lahan pertanian di Kecamatan Cerme seluas 6.668 hektare, produksinya 34.788 ton. “Biasanya, pnen padi dua kali setahun. Tapi, di Desa Sukoanyar ini istimewa karena bisa tiga kali panen,”kata Suyono. (yad)

Gandeng Siswa SMK Jawara Robotik Usir Hama Tikus Selengkapnya

Festival Layang-layang, Kearifan Lokal jadi Daya Tarik Wisatawan

GRESIK, 1minute.id  –  Ratusan pasang mata seakan enggan bersedia melihat keelokan layang-layang diatas langit di Desa Dohoagung, Kecamatan Balongpanggang pada Minggu, 3 Oktober 2021. Ada ratusan layangan beraneka bentuk. Layang-layang itu meliuk itu. Layang-layang Naga, misalnya.  Panjangnya antara 75 meter sampai 100 meter. Ketika berada diatas langit kepala hingga ekor seperti melambai-lambai. Penonton tepuk sorak. Bahagia. Terhibur dengan gelaran itu mesti pandemi belum berujung. 

Festival Layang-layang Dohoagung seri V ini menjadi event ditunggu masyarakat. Tidak hanya warga desa setempat. Tapi, pengemar layang-layang di Nusantara. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani membuka festival layang-layang tingkat nasional itu. Ada 300 peserta yang berpartisipasi dalam kegiatan tahunan itu. Kegiatan pascapanen pada musim kemarau. 

Menurut festival layangan merupakan kearifan lokal yang patut harus dijaga. Festival Layang-layang menjadi daya tarik bagi masyarakat. Festival luar biasa menjadi hiburan tidak hanya di desa atau kecamatan jadi hiburan nasional karena peserta banyak dari luar Gresik dan luar provinsi. “Ini semangat kita keluar pandemi Covid-19 karena festival layang-layang menjadi kearifan lokal benar benar kita jaga. Target kita ekonomi kerakyatan bangkit dari pandemi covid-19,”kata GusYani-sapaanakrab-Bupati Fandi Akhmad Yani.

Tidak menutup kemungkinan, lanjutnya, festival layang-layang akan dibuat lebih meriah pada tahun depan. Karena perputaran ekonomi desa dan produk UMKM terbantu. Apalagi paskapanen lahan pertanian masih banyak, bahkan telah panen buah melon dan garbis.  “Kedepan hasil panen bisa dihadirkan di festival ini. Karena kita punya target ekonomi kerakyatan,”ujar mantan Ketua DPRD Gresik itu. 

Aneka bentuk layangan yang terbang ke angkasa. Menghiasi langit Dohoagung. Namun, layang-layang berbentuk Naga paling menyita perhatian masyarakat dan peserta lainnya. Bentuknya megah. Untuk membuat layangan Naga yang panjangnya sekitar 75 meter itu butuh waktu 4 bulan. Untuk menerbangkan layangan Naga yang pembuatan menelan biaya Rp 4 juta melibatkan empat orang. Bupati Fandi Akhmad Yani ikut membantu menerbangkan layangan naga itu.

Camat Balongpanggang Jusuf Ansyori menambahkan adanya festival  layang-layang ini dapat menjadikan destinasi wisata Desa Dohoagung, dan meningkatkan hasil produk unggulan buah semangka, melon, garbis atau blewah serta meningkatkan UMKM produk unggulan Desa Dohoagung. “Berharap dengan even tahunan ini, yang berskala nasional dapat mengangkat dan meningkatkan perekonomian warga masyarakat Desa Dohoagung serta kesejahteraan warganya,”harap Ansyori.

Sementara itu, Ketua Panitia Festival Adieb Hazmy mengatakan, ada sekitar 300 peserta yang mengikuti gelaran layang-layang. Pihaknya sendiri membagi festival ini dengan tiga kategori lomba. Yakni layang-layang biasa hingga termegah seperti naga. “Penilaian bawah 40 persen meliputi desain dan keindahan model layangan, sedangan penilaian 60 persen meliputi kestabilan saat mengudara kekompakan tim saat menerbangkan layang-layang,”ujar Adieb. (yad)

Festival Layang-layang, Kearifan Lokal jadi Daya Tarik Wisatawan Selengkapnya

Kolaborasi dengan Koarmada II, Gelar Serbuan 30 Ribu Dosis, Gus Yani Sebut 900 Ribu Warga Gresik Sudah Vaksinasi

GRESIK,1minute.id – Serbuan vaksinasi untuk masyarakat terus digenjot Pemkab Gresik. Sebanyak 30 ribu digelontorkan kepada masyarakat di Wisma A Yani Jalan Veteran, Kecamatan Kebomas pada Kamis, 30 September 2021.

Serbuan vaksin berkolaborasi dengan Komando Armada (Koarmada) II diperuntukkan masyarakat di Aglomerasi Surabaya Raya yakni Gresik, Surabaya dan Sidoarjo plus Bangkalan. Jenis vaksin yang disuntikkan merek Sinovac dosis 1 dan 2. Serbuan vaksinasi dilakukan selama dua hari.  Untuk wilayah Kabupaten Gresik disebar di tujuh kecamatan yakni Gresik ; Kebomas ; Manyar ; Cerme ; Bungah ; Dukun ; Menganti dan Wringinanom. 

Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) II Laksda TNI Iwan Isnurwanto mengapresiasi kolaborasi antara Koarmada II bersama jajaran Pemkab Gresik dalam pelaksnaan vaksinasi kali ini. Menurutnya, kolaborasi yang baik tersebut diwujudkan dengan antusias masyarakat yang cukup tinggi. 

“Kami menerima laporan dari Dansatgas vaksinasi hari ini sudah 11.500 masyarakat Gresik yang sudah tervaksin. Itu artinya antusias masyarakat cukup tinggi. Menurut kami merupakan perwujudan kolaborasi yang baik antara Koarmada II dan Pemkab Gresik,”kata Laksda TNI Iwan Isnurwanto usai meninjau pelaksanaan vaksinasi bersama Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani pada Kamis, 30 September 2021.

Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menambahkan ucapan terima kasih atas pelaksnaan vaksinasi di Kabupaten Gresik. Sebab menurutnya, dengan ketersediaan 30 ribu dosis vaksin dari Koarmada II, Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani, optimis bahwa laju percepatan vaksinasi di Kabupaten Gresik semakin meningkat dan terlaksana secara maksimal.

“Kami selaku Pemerintah Kabupaten Gresik tentu sangat berterima kasih atas terjalinnya kolaborasi dalam pelaksanaan vaksinasi hari ini. Kami meyakini bahwa vaksinasi kali ini merupakan suatu bentuk ikhtiar bersama dalam memutus mata rantai Covid-19 dan mencapai Herd Immunity  di wilayah Aglomerasi Surabaya Raya (Gresik, Surabaya, Sidoarjo dan Bangkalan),”ujar mantan Ketua DPRD Gresik itu.

Gus Yani menyebutkan, tingkat risiko sebaran di Kabupaten Gresik saat ini semakin menurun. Kendati demikian, Gus Yani menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap waspada terhadap penularan Covid-19. “Kuncinya adalah dengan disiplin menjaga protokol kesehatan. Jangan sampai lengah dan terlena dengan kondisi saat ini. Seiring dengan ikhtiar berupa vaksinasi, kita juga harus tetap waspada,” imbau Gus Yani.

Gus Yani menyebutkan, hingga hari ini maysarakat Gresik yang telah tervaksin sudah memasuki angka 900 ribu penduduk. “Semaksimal mungkin akan kita gencarkan terus serbuan vaksinasi,” pungkas Gus Yani. (yad) 

Kolaborasi dengan Koarmada II, Gelar Serbuan 30 Ribu Dosis, Gus Yani Sebut 900 Ribu Warga Gresik Sudah Vaksinasi Selengkapnya

Washil, Nakhoda Baru Sekretaris Daerah Gresik, Bupati Optimistis Gresik Baru lebih Bermanfaat

GRESIK, 1minute.id – Achmad Washil Miftachul Rachman, nakhoda baru Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik. Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Sekda Washil dilakukan oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani di Ruang Mandala Bhakti Praja Kantor Bupati Gresik pada Kamis, 30 September 2021.

Pelantikan Washil sebagai Sekda Gresik dari hasil seleksi terbuka (Selter) yang dilakukan oleh Panitia Seleksi (Pansel) mengakhiri kekosongan jabatan tertinggi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Gresik. Selama 14 bulan, kursi Sekda dijabat Pj Abimanyu Poncoatmojo Iswinarno yang merangkap sebagai Kepala Dinas Pendapatan Pemprov Jatim. 

Fandi Akhmad Yani berharap Sekda Washil bisa menjadi dirigen yang bisa mengharmonisasi jalan roda pemerintahan kabupaten (Pemkab) Gresik yang lebih harmonis. Sebab, dimasa pandemi Covid-19 sangat sulit ini dibutuhkan akselerasi, inovasi, kreatifitas dan kerja keras OPD dengan di nakhodai oleh Sekda.

“Sekda Washil mampu mengharmonisasi, membentuk teamwork yang kuat, gotong royong, kolaborasi dengan OPD yang lain,”kata Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani usai pelantikan kepada wartawan. Bupati Fandi Akhmad Yani didampingi Wakil Bupati Aminatun Habibah, Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail, Kapolres Gresik AKBP Muchamad Nur Azis dan Sekda Gresik Washil. 

SK PENGANGKAT SEKDA: Bupati Gresik Fandi Akhmad menyerahkan SK Sekda Gresik kepada Achmad Washil Miftachul Rachman usai pelantikan di Ruang Mandala Bhakti Praja Kantor Bupati Gresik pada Kamis, 30 September 2021 ( Foto: Humas Pemkab Gresik)

Sebelumnya, Gus Yani dalam sambutannya meminta Washil langsung tancap gas bekerja dan membangun sinergi yang baik antar OPD. “Kita dukung bersama Pak Washil sebagai Sekretaris Daerah, saya harap Pak Washil mampu mengharmonisasi seluruh peran kepala OPD, membentuk teamwork yang kuat, demi mewujudkan Gresik baru yang bermanfaat,”ujar Bupati Yani. 

Seperti diberitakan selama 14 bulan kursi Sekda lowong. Tugas sehari-hari sementara diemban oleh Abimanyu Poncoatmojo Iswinarno selaku Pj. Sekretaris Daerah. Sesuai dengan amanat undang – undang nomor 5/2014 tentang aparatur sipil negara dan peraturan pemerintah nomor 11/2017 tentang manajemen pegawai negeri sipil bahwa pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama dilakukan secara terbuka dan kompetitif di kalangan PNS sesuai dengan persyaratan yang telah dilakukan dengan seleksi terbuka. 

Ada tujuh pejabat eselon II yang melamar sebagai kandidat calon Sekda Gresik. Dua pelamar gugur di seleksi administrasi. Lima orang running tahapan berikutnya. Lima orang itu adalah Kepala DLH Gresik Mokh Najikh ;  Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman ; Asisten Abu Hasan ;  Kadisnaker Budi Rahardjo dan Kepala Inspektorat Edy Hadisiswoyo.  

Lima kandidat diambil tiga orang. Mereka adalah Achmad Washil Miftachul Rachman  ; Abu Hasan dan Budi Rahardjo. Ketiga nama ini dibawa ke Komisi Aparatur Sipil Negara dan Gubernur Jatim. Hasil koordinasi Gubernur Jatim dan rekomendasi KASN memutuskan Washil sebagai Sekda Gresik.  (yad)

Washil, Nakhoda Baru Sekretaris Daerah Gresik, Bupati Optimistis Gresik Baru lebih Bermanfaat Selengkapnya

Petani Keluhkan Hama Tikus, Bupati Siap Mendirikan Rubuha dan Gagas Pembuatan Ultrasonik

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani melakukan panen raya buah Semangka di Desa Gredek, Kecamatan Duduksampeyan pada Rabu, 29 September 2021. Sistem pola tanam tumpang sari yakni  dua kali padi dan sekali buah-buahan membuat hasilnya panen cukup memuaskan. Petani semringah. 

Akan tetapi, bukan berarti para petani di desa itu puas. Penyebabnya, ada hama tikus masih menjadi momok bagi para petani. Sebab, mereka acap kali gigit jari karena gagal panen akibat serangan hama tikus itu.
Nah, ketika Bupati Fandi Akhmad Yani melakukan kunjungan kerja (kunker) ke desa para petani mengungkapkan uneg-unegnya. 

As’ad, diantaranya. Petani berusia 50 tahun itu  menceritakan, selama ini dirinya dan petani lainnya menggunakan metode setrum untuk menghalau hama tikus. Namun,  As’ad mengakui metode  tersebut dinilai kurang efektif dan justru menimbulkan resiko yang cukup besar. Tak jarang menimbulkan korban jiwa karena tersengat setrum jebakan tikus sawah. 

“Pak Bupati, tolong kami dicarikan solusi,”pinta As’ad. 
Syarifuddin, petani lainnya mengeluhkan tingginya biaya produksi panen. Ia membeberkan penyebab tingginya biaya diakibatkan karena belum tersedianya Jalan Usaha Tani (JUT). Biaya angkut gabah yang dinilai tinggi karena rute jalan yang dilalui. “Kami ingin adanya jalan usaha tani pak Bupati. Mohon ada tindak lanjut agar kami dapat memangkas ongkos,”katanya. Bupati Fandi Akhmad Yani terlihat nyamak semua keluhannya para petani. 

Bagaimana respon Bupati Fandi Akhmad Yani yang saat itu didampingi Kepala Dinas Pertanian Eko Nandito Putro dan Kepala Desa (Kades) Gredek Muhammad Bahrul Ghofar kemudian menjawab satu per satu keluhan petani itu. 

Terkait hama tikus, Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani mengatakan, langkah awal dengan mendirikan rumah burung hantu (rubuha). Tujuannya adalah untuk menyeimbangkan ekosistem yang ada. Sehingga diharapkan mampu meminimalisir merebaknya hama tikus. 

SAPA PETANI: (ki-ka) Kades Gredek Muhammad Bahrul Ghofar, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Kadis Pertanian Eko Anindito Putro dalam kunker di Desa Gredek, Kecamatan Duduksampeyan pada Rabu, 29 September 2021 (Foto : Humas Pemkab Gresik)

Langkah kedua, sambungnya, membuat satu terobosan dengan menciptakan alat yang bisa mengusir tikus dengan menimbulkan suara ultrasonik. Menurutnya, langkah ini perlu dilakukan uji coba untuk melihat seberapa besar efektif kegunaan alat tersebut. “Kita sedang memperlajari bagaimana caranya menciptakan suatu alat untuk mengusir tikus. Misalnya saja kita ciptakan suatu alat semacam robot yang menimbulkan suara ultrasonic yang dapat mengusir hama tikus tersebut,”kata Gus Yani. 

Sedangkan, biaya produksi tinggi karena belum ada JUT? Mantan Ketua DPRD Gresik itu mengatakan, Pemkab Gresik siap membangun JUT, asalkan wilayah desa sudah masuk wilayah LP2B (Lembaga Pertanian Pangan Berkelanjutan). “Kalau sudah masuk wilayah LP2B, maka kami siap untuk membangun JUT,”tegas Gus Yani. 

Selain Kunker yang dikemas dalam program Sapa Petani ini, Gus Yani menyempatkan melakukan blusukan. Diantaranya melihat kondisi embung desa setempat. Orang nomor satu di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik itu melihat kondisi embung yang digunakan sebagai saluran irigasi pertanian itu terjadi pendangkalan. 

Bupati berjanji akan melakukan normalisasi embung secepatnya. “Kita minta Dinas Pekerjaan Umum untuk menyiapkan alat berat. Bila perlu kita lakukan pengadaan agar normalisasi embung dapat sesegera mungkin dilakukan. Tujuannya agar para petani tak kerepotan jika membutuhkan pasokan air saat musim panen ke dua, atau ketika memasuki musim kemarau,”tegasnya. (yad)

Petani Keluhkan Hama Tikus, Bupati Siap Mendirikan Rubuha dan Gagas Pembuatan Ultrasonik Selengkapnya

Pertahankan Surplus Beras, Usulkan Ranperda RTRW untuk Lindungi Lahan Pertanian

GRESIK,1minute.id – Program blusukan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani untuk Sapa Petani dilakukan di Desa Turirejo, Kecamatan Kedamean pada Selasa, 28 September 2021. Desa itu, selain penghasilan padi juga bawang. Kedatangan orang nomor satu di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik itu disambut antusias oleh petani setempat. 

Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani dengan humanis menyapa mereka. Sesekali ia melambaikan tangan membalas sapaan warga setempat. Dihadapan para petani itu, mantan Ketua DPRD Gresik itu mengapresiasi kerjakeras petani sehingga Pemkab Gresik meraih penghargaan Abdi Bakti Tani dari Kementerian Pertanian. Piagam Penghargaan diberikan oleh Wakil Presiden Ma’ruf Amin di Istana Wapres di Jakarta. 

“Penghargaan Abdi Bakti Tani yang saya terima kemarin, sejatinya adalah penghargaan kepada njenengan semua. Bapak, Ibu tani di Kabupaten Gresik. Terima kasih atas upayanya dalam peningkatan produktivitas padi,”ujar Gus Yani disambut tepuk tangan petani Desa Turirejo. 

Bupati kembali menegaskan komitmen pemerintah untuk melindungi para petani. Diantaranya, bersama DPRD Gresik membuat rancangan peraturan daerah (Ranperda) Inisiasi tentang rencana tata ruang wilayah (RTRW) yang tujuannya menjaga luas lahan pertanian agar tidak semakin berkurang di Gresik. 

“Sektor pertanian ini tidak boleh diremehkan, terbukti di masa pandemi seperti saat ini, sektor pertanian adalah sektor yang bisa bertahan menembus keterbatasan yang ada,”katanya.

Sementara itu, Camat Kedamean Arifin mengatakan, Kecamatan Kedamean, salah satu lumbung padi di Gresik. Luas lahan pertanian di Kecamatan Kedamean sekitar 3.400 hektare dari 6.400 hektare luas wilayah Kecamatan Kedamean. Rata-rata hasil panen padi 6,5 ton per hektare.  “Kecamatan Kedamean merupakan salah satu daerah penopang peningkatan produktivitas padi. Surplus padi di Kabupaten Gresik,”kata Arifin. (yad)

Pertahankan Surplus Beras, Usulkan Ranperda RTRW untuk Lindungi Lahan Pertanian Selengkapnya