Jadi Etalase Gresik, Jalan Malik Ibrahim, Masuk Rencana Aksi Kota Pusaka, Konsep Kota Modern


GRESIK,1minute.id – Gerbang selamat datang di Wisata Religi Sunan Maulana Malik Ibrahim terlihat begitu megah. Jalan Malik Ibrahim juga terlihat mulus.  Lampu penerangan jalan tertata rapi di kanan dan kiri jalan yang terdapat makam penyebar agama Islam di Indonesia, Syeh Maulana Malik Ibrahim itu. 

Di jalan legendaris itu, juga tidak terlihat kabel telepon, listrik semrawut diatas langit di dekat kawasan makam Waliyullah itu. Sebuah konsep kota modern. 

Konsep itu tertuang dalam Rencana Aksi Kota Pusaka dan Kota Hijau. Dalam video berdurasi 3 menit, 7 detik itu,  yang didapat 1minute.id  konsep revitalisasi tujuh jalan legendaris di Gresik Kota Lama (GKL) itu di konsep sejak 2019. 

Tujuh ruas jalan itu, Jalan Basuki Rahmat,  AKS Tubun, Setiabudi, Malik Ibrahim,  Agus Salim, Kramatlangon dan Jalan KH Zubair.

Bagaimana kondisi kawasan Jalan Malik Ibrahim itu. Dalam pengamatan 1minute.id kondisi jalan sudah beraspal. Akan tetapi, gorong-gorong atawa drainase yang kecil mengakibatkan area Makam Syeh Maulana Malik Ibrahim kerap kebanjiran. 

Padahal, sebelum pagebluk coronavirus disease 2019, jumlah wisatawan yang berkunjung Syeh Maulana Malik Ibrahim itu lebih 1 jutaan per tahun. Para wisatawan religi berasal dari berbagai penjuru nusantara. 

BUPATI Gresik Fandi Akhmad Yani bersama Habib Luthfi ketika berziarah ke Makam Syeh Maulana Malik Ibrahim pada Sabtu, 27 Februari 2021 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Jutaan wisatawan yang berziarah seharusnya Jalan Malik Ibrahim dan sekitarnya bisa bagai sebuah etalase bagi Gresik Kota Santri-sebutan lain-Pemkab Gresik. Harus menarik. Enak di pandang mata. Sehingga wisatawan religi nyaman.

Harapannya, tentu mereka pun bisa betah berlama-lama di sekitar wisata religi itu. Ekonomi masyarakat sekitar terdongkrak. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, telah menyanggupi untuk membantu perbaikan saluran air di kawasan Malik Ibrahim itu. 

“Saya meminta ada pengajuan rehabilitasi makam. Sebab, saat hujan deras air masuk ke area makam,”ujar Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani ketika mengawali rangkaian peringatan HUT ke-47 Pemkab Gresik dan Hari Jadi ke-534 Kota Gresik pada Senin, 8 Maret 2021.

Gus Yani juga meminta kepada pengelolah supaya di area makam juga dibuatkan selokan air. Hal ini agar air yang masuk ke makam bisa teresap keluar.

Terkait dengan rehabilitasi ini, salah satu pengelola Makam Syeh Maulana Ibrahim Gresik, Taufiq Harris mengatakan, mengenai rehabilitasi harus ada kordinasi dengan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan Mojokerto.

“Sesuai UU  nomor 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya. Rehabilitasi makam diatur di undang-undang tersebut. Sebab, ada beberapa zona yang masuk cagar budaya. Di antaranya zona inti, pendukung, dan pengembang,”katanya.

Menurut Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Gresik Achmad Washil Miftachul Rochman mengatakan, selama ini, tujuh ruas jalan di Gresik Kota Lama (GKL) utilitasnya kurang memenuhi syarat. Dia mencontohkan saluran drainase kecil. 

RUAS Jalan Malik Ibrahim dalam video Rencana Aksi Kota Pusaka dan Hijau ( Foto : tangkapan layar/1minute.id)

“Ketika hujan, kawasan itu sering kebanjiran,”ujar Washil ditemui disela memantau tanah longsor di kawasan Bukit Cempo, Kelurahan Gending, Kecamatan Kebomas, Gresik pada Kamis pekan lalu. 

Nah, rencana aksi Kota Pusaka dan Kota Hijau, DPKP, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) dan organisasi perangkat lainnya berkalaborasi. “Rencana aksi ini dibiayai oleh pemerintah pusat,”kata Washil. Bila rencana aksi Kota Pusaka dan Kota Hijau terealisasi akan mengubah wajah GKL semakin elok. Gresik Baru dalam gagasan Nawa Karsa segera terwujud. (*)

Jadi Etalase Gresik, Jalan Malik Ibrahim, Masuk Rencana Aksi Kota Pusaka, Konsep Kota Modern Selengkapnya

Dimeriahkan Kesenian Khas Gresik, Upacara Hari Jadi Gresik Lebih Fresh

GRESIK,1minute.id – Upacara Hari Jadi ke-535 Kota Gresik dan HUT ke-47 Pemkab Gresik terasa lebih fresh pada Selasa, 9 Maret 2021. 

Pasal, apel tahunan dengan inspektur upacara Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani ini diselingi dengan sejumlah performance kesenian khas Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik yang menjadi binaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Gresik. 

Sehingga peserta upacara yang memakai baju Khas Gresik. Peserta laki-laki memakai baju koko berkopyah. Sedangkan, peserta perempuan baju kurosi. Berkebaya, jarik dan kerudung itu betah menyaksikan atraksi kesenian khas Gresik itu.

TARI DAMARKURUNG : Damarkurung, seni lukis maestro Mbah Masmundari. Di Hari Jadi ke-534 Kota Gresik pada Selasa. 9 Maret 2021 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Sebelum upacara dimulai pukul 07.30 itu, ada empat kesenian yang menghibur. Yakni, Jaran Kepang ; Pencak Macan ; Rebana dan Terbang Jidor. Setelah upacara, ada Tari Masmundari, Damarkurung dan Kridaninglegis.

Tari Masmundari, baru kali pertama ditampilkan di depan publik. Ada sepuluh remaja memakai jarik memakai masker bergambar wajah perempuan lansia menari sambil membawa Damarkurung. Masmundari adalah maestro seniman lukis damarkurung. Masmundari adalah ikon Gresik.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, upacara Hari Jadi ke-534 Kota Gresik dan HUT ke-47 Pemkab Gresik mengatakan, Gresik kaya akan kesenian. “Kita tampilkan agar ASN lainnya ikut serta melestarikannya. Bukan, hanya tugas Disparbud,”ujar Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani usai upacara di halaman Kantor Bupati Gresik.

PENCAK MACAN : Pencak Macan , kesenian khas Pesisir, Gresik. Kelurahan Lumpur, Gresik memeriahkan Hari Jadi ke-534 Kota Gresik pada Selasa, 9 Maret 2021 (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Gus Yani didampingi Wakil Bupati Aminatun Habibah, Asisten Umum dan Pemerintahan Tursilowanto Harijogi dan Kepala Disbudpar Gresik Agustin H. Sinaga.
“Tapi, penampilan mereka tetap mematuhi protokol kesehatan,”kata Gus Yani.

Terpisah, Kepala Disparbud Gresik Agustin H. Sinaga menambahkan, pagelaran kesenian ini untuk mengairahkan para pekerja seni di Gresik. “Supaya pekerja seni budaya dapat bangkit kembali,”kata Sinaga. (*)

Dimeriahkan Kesenian Khas Gresik, Upacara Hari Jadi Gresik Lebih Fresh Selengkapnya
Vaksin sopir

Pemkab Gresik Masif Lakukan Vaksinasi, Jumlah Konfirmasi Menurun


GRESIK,1minute.id – Program percepatan vaksinasi di Gresik terus dilakukan. Kali ini vaksinasi menyasar ratusan sopir transportasi umum. Pelaksanaan suntik vaksin berlangsung di Terminal Bunder Gresik pada Senin, 8 Maret 2021.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, percepatan vaksinasi terus dilakukan oleh pemerintah. Tujuannya, menekan penyebaran Covid-19. Khususnya di Gresik. Gus Yani -sapaan-Fandi Akhmad Yani, menjelaskan, dipilihnya para sopir transportasi umum karena mereka berinteraksi langsung dengan masyarakat dari berbagai daerah. 

“Alhamdulillah target vaksin kali ini para sopir transportasi umum bisa terlaksana,”ujar Bupati Gresik termuda itu. Bupati milenial itu berharap, usai dilakukan vaksinasi, masyarakat tidak ragu lagi jika ingin menggunkan angkutan umum di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresim itu. 

“Meski sudah divaksin, kami tetap sampaikan agar para sopir mematuhi protokol kesehatan,” katanya. Mantan Ketua DPRD Gresik tersebut menarget seluruh lapisan masyarakat masuk dalam program percepatan vaksinasi yang dilakukan secara bertahap. “Harapannya ada dampak positif. Aktifitas perekonomian masyarakat bisa kembali normal,”harapnya.

Sementara itu, masa pemberlakuan pembatasan kegiatan mikro (PPKM) jilid 2 berdampak penurunan angka persebaran Covid-19.
Program percepatan vaksin untuk sopir moda transportasi umum dihadiribKapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail, Ketua Pengadilan Negeri Gresik  Wiwin Arodawanti. 

Sementara update perkembangan Covid-19 angka kesembuhan lebih tinggi dibandingkan kasus positif. Data Satgas Covid-19 Gresik diterima 1minute.id per Senin, 8 Maret 2021, pasien konfirnasi bertambah 8 kasus terakumulasi menjadi 5.217 kasus. Jumlah kasus smbuh bertambah 11 kasus menjadi 4.775 kasus. Sedangkan, jumlah meninggal positif Covid-19 menjadi 346 kasus. (*)

Pemkab Gresik Masif Lakukan Vaksinasi, Jumlah Konfirmasi Menurun Selengkapnya

Kota Pusaka di Gresik Kota Lama, Berkonsep Kota Modern

GRESIK,1minute.id – Sebuah video beredar di laman sosial media, instagram. Video kiriman dari sahabat 1minute.id berdurasi 3 menit, 7 detik itu berupa rencana aksi dari organisasi perangkat daerah (OPD) Gresik. 

Video tu berjudul Rencana Aksi Kota Pusaka dan Kota Hijau di Kota Santri-sebutan lain-Pemkab Gresik yang tahun ini bakal merayakan Hari Jadi ke-534 Kota Gresik dan HUT ke-47 Pemkab Gresik itu.

HUT Pemkab Gresik diperingati setiap 27 Februari. Sedangkan, Hari Jadi Kota Gresik dirayakan setiap 9 Maret. Pemkab Gresik biasanya mengabungkan dua perayaan itu pada 9 Maret. Video itu dibuat pada 2019. “Kemungkinan baru bisa direalisasikan tahun ini,”ujar seorang staf di lingkungan Pemkab Gresik yang enggan disebutkan identitasnya itu.

GARLING : Gardu Suling di Jalan Basuki Rahmat, Gresik pada Minggu,7 Maret 2021 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Dalam video rencana itu, wajah Gresik Kota Lama (GKL) akan di make over lebih elok. Enak di padang mata atawa eye cathing. Mirip kota modern. Tidak ada kabel listrik, telepon semrawut, pedestrian atau trotoar jalan untuk pejalan kaki lebar, bersih dan di keramik. Serta, rindang. 

Di dalam video itu, kekhasan kawasan Gresik Kota Lama (GKL) dengan bangunan cagar budaya, kampung dan tempat religi tetap dipertahankan. Bila teralisasi tahun ini, kawasan GKL ini menjadi daya tarik destinasi bagi wisatawan ini menjadi kado istimewa bagi pemerintahan Bupati – Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani dan Aminatun Habibah.

Revitalisasi itu rencananya dibiayai oleh pemerintah pusat. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Gresik Hermanto T.H. Sianturi membenarkan video rencana aksi Kota Pusaka dan Kota Hijau itu digagas Pemkab Gresik.

“Rencana detailnya di Pak Washil,”kata Herman ditemui disela acara Gerakan Sang Mantan Menjadi Pahlawan (Gerbang Pahlawan) di Pendapa Bupati pada Selasa, 2 Maret 2021.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Gresik Achmad Miftachul Rochman mengatakan, dalam skala kawasan yang ada di kota lama ada 7 jalan yakni Jalah Syeh Maulana Malik Ibrahim, Jalan Agus Salim Jalan KH Zubair,  Jalan Kramatlangon, AKS Tubun, Jalan Setiabugi sama lanjutan untuk yang Basuki Rahmat. 

Integrasi dengan Jalan Basuki Rahmat, kata Washil, konsepnya bagian bawah terkait dengan saluran yang selama ini sering banjir karena dimensinya kecil. Kedua banyak sedimentasi itu akan diperbaiki secara keseluruhan. 

“Kalau itu sudah diperbaiki sekalian saja karena anggaran dari pusat itu cukup besar utilitas yang bagian atas itu turun ke bawah. Semua sesuai dengan koridor untuk wilayah perkotaan,”kata Washil ditemui disela memantau longsor di Bukit Putri Cempo pada Kamis, 4 Maret 2021.

Untuk utilitas, tambahnya, kalau bisa dibawah semua sehingga penataan kota itu jadi lebih baik. “Nanti aja penghijauan yang tumbuh baik disesuaikan dengan kondisi yang ada. Nah itu tujuannya cuman itu aja dengan konsep seperti itu diharapkan untuk wilayah wilayah tersebut itu bebas dari banjir kemudian penataan pedestrian sehingga bisa menjadi daya tarik wisatawan,”harapnya. (*)

Kota Pusaka di Gresik Kota Lama, Berkonsep Kota Modern Selengkapnya

Balongpanggang Surut, Banjir Kali Lamong merambah 4 Desa di Cerme

GRESIK,1minute.id – Kali Lamong kembali meluap. Curah hujan tinggi membuat air bah membanjiri empat desa di Kecamatan Cerme pada Sabtu, 6 Maret 2021.
Data Posko Bencana Alam Kecamatan Cerme, empat desa terdampak banjir luapan Kali Lamong itu adalah Desa Dungus, Morowudi, Betiting dan Dadapkuning. 

Di Desa Dungus menggenangi 50 rumah dengan ketinggian antara 10-20 centimeter. Selain rumah, air bah kiriman dari kabupaten tetangga itu merendam sawah seluas 30 hektare,  tambak seluas 20 ha serta jalan poros desa (JPD) sepanjang 650 meter dengan ketinggian air 50 cm serta jalan lingkungan sepanjang 250 m dengan ketinggian air 30 cm. 

Sedangkan, di Desa Morowudi, air menggenangi sawah seluas 50 ha, tambak seluas 25 ha serta jalan raya sepanjang 250 m dengan ketinggian air 3 cm. Di Desa Betiting air menggenangi sawah seluas 20 ha dan tambak seluas 10 ha. Kemudian, di Desa Dadapkuning. sawah seluas 10 ha dan JPD sepanjang 100 m dengan ketinggian air 15 cm.

“Air mulai datang siang hari,”kata Rahman, warga Desa Dungus,”katanya pada Sabtu, 6 Maret 2021. Camat Cerme Suyono ketika dikonfirmasi mengatakan, sebagian besar banjir Kali Lamong masih menggenangi area sawah, tambak dan jalan poros desa. “Hanya di Desa Dungus ada sekitar 50-an unit rumah yang tergenangi banjir. Ketinggian airnya antara 10-20 centimeter,”ujar Suyono yang juga Plt Camat Duduksampeyan ini ketika dikonfirnasi melalui WhatsApp pada Sabtu, 6 Maret 2021. 

Penyelesaian banjir Kali Lamong di Gresik Selatan berasal dari kabupaten tetangga yang bertahun-tahun ini menjadi prioritas masa kepemimpinan Bupati-Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani dan Aminatun Habibah yang baru dilantik oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pada 26 Februari 2021. 

“Kali Lamong akan tetap menjadi prioritas dalam masa bakti kami, Gresik Baru,”kata Gus Yani usai acara serah terima jabatan (sertijab) dari Plh Bupati Gresik Abimanyu Poncoatmojo Iswinarno kepada Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani di Gedung DPRD Gresik pada Sabtu, 6 Maret 2021. (*)

Balongpanggang Surut, Banjir Kali Lamong merambah 4 Desa di Cerme Selengkapnya

Bupati dan Wabup Sepakat Tolak Pengadaan Mobdin Baru, Masih Banyak Warga Terdampak Covid

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani dan Wakil Bupati Gresik, Aminatun Habibah  sepakat menolak pengadaan mobil dinas baru.  Pagebluk coronavirus disease 2019 belum berakhir sehingga pengadaan mobil dinas bupati dan wakil bupati tidak diperlukan. 

Masih banyak masyarakat Gresik yang terdampak pandemi Covid-19. Ditambah lagi, angka pengangguran dan kemiskinan di Gresik masih tinggi. 

Bupati Fandi Akhmad Yani dan Wakil Bupati Aminatun Habibah memilih memakai mobil Toyota Innova kelir putih untuk menghadiri serah terima jabatan (sertijab) Bupati  yang dihadiri Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Gedung DPRD Gresik pada Sabtu, 6 Maret 2021.

“Kami berdua sudah sepakat untuk menolak mobil dinas baru. Dalam kondisi pandemi Covid-19 ini sangat menghemat anggaran kita,” kata Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani di halaman kantor DPRD Gresik. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan mobil dinas yang lama ketika menghadiri Sertijab Bupati yang dihadiri Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Gedung DPRD Gresik pada Sabtu, 6 Maret 2021 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Sejak dilantik Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi di Kota Surabaya pada Jumat, 26 Februari 2021 lalu, Gus Yani masih menggunakan mobil dinas lama yang digunakan mantan Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto, yaitu Toyota Fortuner rakitan 2016 itu.

Begitu juga dengan Aminatun Habibah yang menggunakan bekas mobil dinas mantan Wabup Gresik Moh Qosim. Kondisi mobil dinas lama yang digunakan selama masa pemerintahan Sambari – Qosim itu adalah mobil dinas Toyota Fortuner Vrz Tetradrive warna putih itu masih layak dipakai.

Kondisi mobil masih prima, perawatan servis rutin dan belum ada kerusakaan yang berarti sehingga tidak terlalu penting baginya untuk pengadaan mobil dinas baru.

Sikap Gus Yani dan Bu Min yang menolak mobil dinas baru itu, menghemat anggaran sebesar Rp 1,4 miliar untuk pembelian mobil dinas baru. Dengan rincian, satu mobil dinas baru Toyota New Fortuner Vrz 4×4 2.4 SRZ A/T DSL terbaru dengan harga sekitar Rp 700 jutaan untuk Bupati dan Wakil Bupati. “Pakai ini saja, efisiensi anggaran,” tutupnya. (*)

Bupati dan Wabup Sepakat Tolak Pengadaan Mobdin Baru, Masih Banyak Warga Terdampak Covid Selengkapnya

Besok, Giliran Imam Masjid Suntik Vaksin


GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani memantau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 untuk pedagang Pasar Petiken, Kecamatan Driyorejo pada Jumat, 5 Maret 2021.

Bupati Fandi Akhmad Yani ingin memastikan pelaksanaan vaksin Sinovac itu berjalan lancar. Menurut Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani, pedagang pasar adalah salah satu cluster yang diprioritaskan untuk mendapatkan vaksinasi. 

“Sebab para pedagang setiap hari selalu berhadapan dengan masyarakat dan menjadi cluster yang rentan terhadap virus Covid-19. Pedagang pasar harus kami prioritaskan untuk menerima vaksinasi,”katanya. 
Vaksinasi kali ini, tambahnya, merupakan tahap awal untuk para pedagang pasar. Nantinya para pedagang di seluruh pasar se-Gresik juga direncanakan akan menerima vaksinasi. 

“Melalui vaksinasi ini, kami berupaya memberi rasa aman dan nyaman bagi para pedagang dalam melakukan aktifitasnya di pasar terhadap bahayanya virus Covid-1,”kata Bupati Gus Yani. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani didampingi Kadinkes Gresik drg Syaifudin Ghozali memantau pelaksanaan vaksinasi pedagang Pasar Petiken, Kecamatan Driyorejo, Gresik pada Jumat, 5 Maret 2021 (foto : ist)

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto menghimbau dan mengajak pedagang lain untuk melakukan vaksinasi. Sebab vaksinasi merupakan salah satu upaya untuk mencegah penularan Covid-19. “Vaksin Sinovac ini aman dan halal serta tidak berefek buruk bagi kesehatan penggunanya,”tegas alumnus Akpol 2001 itu.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Gresik drg Syaifudin Ghozali menambahkan, untuk pedagang pasar di wilayah lain akan dimasukkan dalam jatah vaksinasi untuk pelayan publik pada termin berikutnya.
“Pedagang pasar akan diprioritaskan karena selalu berinteraksi dengan banyak orang setiap harinya,”ujar Ghozali. Ghozali menyebut vaksinasi untuk pedagang Pasar Petiken berjumlah 275 vaksin dan Pasar Baru Gresik (PBG) berjumlah 525 vaksin. 

Sementara itu, berdasarkan data Satgas Covid-19 Gresik jumlah pasien konfirmasi mencapai  5.177 kasus, sembuh 4.738 kasus dan meninggal 345 kasus. Sedangkan sebaran ada 14 klaster. Yakni, Klaster Surabaya, Jakarta, Pelatihan Haji, Sidoarjo. Kemudian, klaster Mojokerto, Banyuwangi, Pasar Pabeancantikan , Pelni dan HM Sampoerna.

Berikutnya, klaster Sidowungu, Pasar Gresik, Pasar Benjeng, Pasar Balongpanggang, transmisi lokal dan dalam pendalaman. Rencananya, Sabtu besok sekitar seribu imam masjid dan musala akan mendapatkan vaksin Covid-19 di Pemkab Gresik. (*)

Besok, Giliran Imam Masjid Suntik Vaksin Selengkapnya

Bupati Gresik :Sekarang Berubah atau Orangnya Saya Ganti, tentang Sampah Berserakan di Pasar

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani (kanan) ketika di Pasar Petiken, Kecamatan Driyorejo, Gresik pada Jumat, 5 Maret 2021 (foto : ist)

GRESIK,1minute.id – Sampah berserakan. Bau menyengat menusuk hidung. Kondisi pasar Petiken, Kecamatan Driyorejo, Gresik yang jorok itu membuat Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani muntap.

Gus Yani-sapaan akrab-Fandi Akhmad Yani kemudian menyemprot pengelola pasar berlokasi di Desa Petiken, Kecamatam Driyorejo, Gresik itu pada Jumat, 5 Maret 2021. Jumat pagi itu, Bupati Fandi Akhmad Yani memantau program vaksinasi untuk pedagang pasar setempat.

Ada 200 lebih pedagang yang mendapatkan vaksinasi Covid-19 buatan Sinovac, Tiongkok itu. Bupati Gresik termuda itu bersama forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda) Gresik. Antara lain, Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail, Ketua DPRD Gresik Abdul Qodir menyempatkan menyapa para pedagang pasar setempat.

Gus Yani, begitu sapaannya, Fandi Akhmad Yani mendapatkan sambutan hangat pedagang dan memberikan apresiasi karena memberikan kesempatan ratusan pedagang setempat mendapatkan vaksinasi Covid-19 yang telah lama dinantikan itu.

Nah, ketika blusukan di dalam pasar tradisional itu melihat banyak tumpukan sampah berserakan. Gus Yani sekita menghentikan langkahnya melihat dua bak sampah terbuat dari kayu penuh hingga berserekan di grill (besi) saringan selokan yang berada di dalam pasar tersumbat sampah.

MURKA : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani ketika menyemprot penggelola Pasar Petiken, Kecamatan Driyorejo, Gresik pada Jumat, 5 Maret 2021 ( foto : ist)

“Jangan terima retribusi saja tapi tidak mau dibersihkan. Besok saya cek tidak bersih awas kamu,” tegas Gus Yani dengan nada tinggi. Pihak pengelola pasar hanya menunduk di depan Bupati yang kecewa dengan kebersihan pasar. 

Gus Yani kembali menegaskan pengelola pasar jangan hanya menerima uang retribusi dari pedagang saja, tapi tidak mau bekerja menjaga kebersihan pasar. “Pemerintah melalui vaksinasi membantu para pedagang sehat, tugasmu membuat pasar ini bersih. Pasar itu aman, jangan sampai ada copet nanti kalau ada copet saya pastikan tidak ada yang mau kesini,”kata Gus Yani.

Dia kembali berjalan menyisir pasar di area depan. Raut wajahnya langsung berubah menjadi murah senyum menyapa para pedagang. Sembari menanyakan vaksinasi yang diterima oleh para pedagang hari ini.

Sebelum meninggalkan pasar, Gus Yani kembali memanggil pengelola pasar dan Kepala Diskoperindag Gresik Agus Budiono. “Pasar harus bersih, sehat dan aman. Tidak boleh santai-santai begitu kerjanya.  Sampeyan harus punya tanggungjawab, kebersihan itu tanggungjawabmu. Harus berubah! Kalau tidak siap berubah, Saya merubah orangnya,”tegasnya. (*)

Bupati Gresik :Sekarang Berubah atau Orangnya Saya Ganti, tentang Sampah Berserakan di Pasar Selengkapnya

Bupati Gresik Turun Gunung, Warga Nurut Ajakan Mengungsi

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Gresik Ida Lailatussa’diyah, Kepala DPKP Gresik Achmad Washil dan Kepala DLH Gresik Mokh Najikh melihat kondisi bagian dapur rumah keluarga Musa’adah lantainya mulai longsor (foto : chusnul cahyadi1minute.id)

GRESIK,1minute.id – Pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik bergerak cepat mengantisipasi terjadinya korban jiwa akibat tanah longsor di kawasan Bukit Putri Cempo. Pemkab menyediakan rumah untuk keluarga Musa’adah, 70, yang semakin mengkhawatirkan. Apalagi, lantai dapur sudah bolong. Longsor. 

Rumah tinggal sementara tersebut tidak jauh dari rumah Musa’adah sebelumnya.  Jaraknya sekitar 100 meteran. Letaknya, dekat Makam Putri Cempo. Rumah berdinding tembok itu selama ini ditempati oleh Sulaiman, ASN di Dinas Informasi dan Komunikasi (Diskominfo) Gresik. Leman-sapaan-Sulaiman bertugas menjaga tower komunikasi milik Diskominfo tersebut.

Tower komunikasi ini sangat vital karena pusat pengendali jaringan internet semua kegiatan Pemkab Gresik. 

Tawaran Bupati Gresik termuda itu membuat kepala organisasi perangkat daerah (OPD) turun tangan. Pasca Gus Yani – panggilan akrab – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani turun tangan. Ada tiga kepala OPD yang berusaha menyakinkan keluarga Musa’adah agar mau menerima tawaran Gus Yani itu.

Tiga kepala OPD itu adalah Asisten Perekonomian dan Pembangunan Ida Lailatussa’diyah, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Achmad Washil Miftachul Rachman, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik Mokh Najikh. Mereka didampingi Sekcam Kebomas Zainul Arifin dan Lurah Gending dan Ngargosari.

MENGUNGSI : Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Gresik Ida Lailatussa’diyah untuk melihat rumah keluarga Musa’adah pada Rabu,3 Maret 2021 ( foto : ,chusnul cahyadi/1minute.id)

Musa’adah dan keluarganya luluh hatinya. Mereka menyatakan akan segera boyongan ke “rumah” barunya itu. 

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Ida Lailatussa’diyah pun lega. Ida mengatakan, pemerintah mengantisipasi kondisi terjelek. “Bila longsor terus jadi, jangan sampai ada korban,”kata Ida Lailatussa’diyah.

Sebab, kondisi rumah kediaman keluarga Musa’adah sangat mengkhawatirkan. “Lantai dapur sebagian sudah longsor,”katanya.  Karena itulah, Pemkab Gresik menyediakan rumah pengungsian sementara. “Untuk kondisinya ya apa adanya,”katanya. 

Saifuddin, anak Musa’adah mengaku selama ini, bila hujan turun keluarga pindah ke tempat yang lebih aman. “Setelah hujan reda ya kembali lagi,”ujar pria yang berprofesi sebagai juru kunci Makam Putri Cempo itu. Namun, Syaifudin mengaku sesekali tinggal rumah.

Sebab, profesi sebagai juru kunci Makam Putri Cempo -ada menyebut-Putri Campa harus memberikan pelayan kepada masyarakat hendak berziarah ke Putri Cempo. Tamu, tambahnya, datang sewaktu-waktu. Kadang pagi, sore hingga malam hari. “Kalau Saya hampir tidak tidur malam. Semoga diparingi keselamatan semua,”katanya. (*)

Bupati Gresik Turun Gunung, Warga Nurut Ajakan Mengungsi Selengkapnya

Bupati Gresik Sidak Bukit Putri Cempo, Longsor Semakin Mengkhawatirkan

GRESIK,1minute.id – Kondisi Jalan Bukit Putri Campa semakin mengkhawatirkan. Longsor semakin parah. Bahkan, bagian dapur rumah juri kunci Makam Putri Campa dan salah satu kafe tanahnya mulai tergerus.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani melakukan inspeksi mendadak (sidak) kawasan bukit yang sekarang banyak berdiri bangunan untuk kafe itu pada Rabu, 3 Maret 2021.

Bupati Fandi Akhmad Yani didampingi Kepala Dinas Perkerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik Gunawan Setiaji.  “Jadi, sepulang dari Stadion G-JOS, saya pun langsung meninjau lokasi longsor di Putri Cempo,” ujar Bupati Gus Yani pada Rabu , 3 Maret 2021.

Menurut Gus Yani, sidak ini dilakukan sebagai tindak lanjut banyaknya pengaduan masyarakat di media sosial (medsos) terkait kondisi Bukit Pucem. “Jadi, ketika sampai di lokasi (Putri Cempo), saya langsung menelepon Pak Kadis PU untuk mendampingi saya meninjau lokasi,”ungkapnya

Gus Yani berjanji longsornya Bukit Putri Cempo akan menjadi perhatiannya. Ia mengatakan akan membahas penanganan Bukit Putri Cempo dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. 

Dalam pengamatan 1minute.id selama musim hujan sudah beberapa kawasan bukit Putri Campa-ada menyebut-Putri Cempo mengalami longsor. Jalan alternatif menghubungkan kelurahan Gending dan Ngargosari sudah terputus total. “Kemarin (Selasa) pagi longsor cukup parah,”ujar Ny Musa’ada ditemui 1minute.id dirumahnya pada Rabu sore, 3 Maret 2021.

Menurut nenek 70 tahun itu, tanah longsor di sisi selatan di dekat deretan berdirinya kafe di kawasan itu. Untuk saat ini, akses jalan menuju selebar 1 meter dibangun masyarakat sekitar ke makam Putri Campa dan makam Syeh Sayyid Abdurahman, Paman Sunan Giri sudah hilang. Longsor. Bahkan, bangunan gapura ke  makam Paman Sunan Giri juga hilang. 

MENGKHAWATIRKAN : Bangunan dapur rumah nenek Musa’ada, ibunda Juru Kunci Makam Putri Cempo yang semakin mengkhawatirkan. Pemkab Gresik telah menyiapkan sebuah rumah untuk pengungsian sementara. (Foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Petugas memasang pita garis plastik di dekat makam aman Sunan Giri itu. Sekitar pukul 14.00, tiga kepala organisasi perangkat daerah mendatangi rumah nenek Musa’ada yang tidak lain ibunda juru kunci Makam Putri Campa, Syaifuddin. 

Mereka adalah Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Gresik Ida Lailatussa’diyah, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Achmad Washil Miftachul Rachman, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik Mokh Najikh. Mereka didampingi Sekcam Kebomas Zainul Arifin dan Kades Gending dan Ngargosari.

Tujuannya, mereka meminta kepada Musa’ada dan keluarganya mengungsi. Pemkab Gresik telah menyiapkan rumah sementara di dekat Makam Putri Campa. “Mohon untuk sementara jangan tidur disini karena kondisi mengkhawatirkan,”ujar Ida Lailatussa’diyah. (*)

Bupati Gresik Sidak Bukit Putri Cempo, Longsor Semakin Mengkhawatirkan Selengkapnya