Bupati dan Wabup Sepakat Tolak Pengadaan Mobdin Baru, Masih Banyak Warga Terdampak Covid

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani dan Wakil Bupati Gresik, Aminatun Habibah  sepakat menolak pengadaan mobil dinas baru.  Pagebluk coronavirus disease 2019 belum berakhir sehingga pengadaan mobil dinas bupati dan wakil bupati tidak diperlukan. 

Masih banyak masyarakat Gresik yang terdampak pandemi Covid-19. Ditambah lagi, angka pengangguran dan kemiskinan di Gresik masih tinggi. 

Bupati Fandi Akhmad Yani dan Wakil Bupati Aminatun Habibah memilih memakai mobil Toyota Innova kelir putih untuk menghadiri serah terima jabatan (sertijab) Bupati  yang dihadiri Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Gedung DPRD Gresik pada Sabtu, 6 Maret 2021.

“Kami berdua sudah sepakat untuk menolak mobil dinas baru. Dalam kondisi pandemi Covid-19 ini sangat menghemat anggaran kita,” kata Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani di halaman kantor DPRD Gresik. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan mobil dinas yang lama ketika menghadiri Sertijab Bupati yang dihadiri Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Gedung DPRD Gresik pada Sabtu, 6 Maret 2021 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Sejak dilantik Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi di Kota Surabaya pada Jumat, 26 Februari 2021 lalu, Gus Yani masih menggunakan mobil dinas lama yang digunakan mantan Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto, yaitu Toyota Fortuner rakitan 2016 itu.

Begitu juga dengan Aminatun Habibah yang menggunakan bekas mobil dinas mantan Wabup Gresik Moh Qosim. Kondisi mobil dinas lama yang digunakan selama masa pemerintahan Sambari – Qosim itu adalah mobil dinas Toyota Fortuner Vrz Tetradrive warna putih itu masih layak dipakai.

Kondisi mobil masih prima, perawatan servis rutin dan belum ada kerusakaan yang berarti sehingga tidak terlalu penting baginya untuk pengadaan mobil dinas baru.

Sikap Gus Yani dan Bu Min yang menolak mobil dinas baru itu, menghemat anggaran sebesar Rp 1,4 miliar untuk pembelian mobil dinas baru. Dengan rincian, satu mobil dinas baru Toyota New Fortuner Vrz 4×4 2.4 SRZ A/T DSL terbaru dengan harga sekitar Rp 700 jutaan untuk Bupati dan Wakil Bupati. “Pakai ini saja, efisiensi anggaran,” tutupnya. (*)

Bupati dan Wabup Sepakat Tolak Pengadaan Mobdin Baru, Masih Banyak Warga Terdampak Covid Selengkapnya

Besok, Giliran Imam Masjid Suntik Vaksin


GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani memantau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 untuk pedagang Pasar Petiken, Kecamatan Driyorejo pada Jumat, 5 Maret 2021.

Bupati Fandi Akhmad Yani ingin memastikan pelaksanaan vaksin Sinovac itu berjalan lancar. Menurut Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani, pedagang pasar adalah salah satu cluster yang diprioritaskan untuk mendapatkan vaksinasi. 

“Sebab para pedagang setiap hari selalu berhadapan dengan masyarakat dan menjadi cluster yang rentan terhadap virus Covid-19. Pedagang pasar harus kami prioritaskan untuk menerima vaksinasi,”katanya. 
Vaksinasi kali ini, tambahnya, merupakan tahap awal untuk para pedagang pasar. Nantinya para pedagang di seluruh pasar se-Gresik juga direncanakan akan menerima vaksinasi. 

“Melalui vaksinasi ini, kami berupaya memberi rasa aman dan nyaman bagi para pedagang dalam melakukan aktifitasnya di pasar terhadap bahayanya virus Covid-1,”kata Bupati Gus Yani. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani didampingi Kadinkes Gresik drg Syaifudin Ghozali memantau pelaksanaan vaksinasi pedagang Pasar Petiken, Kecamatan Driyorejo, Gresik pada Jumat, 5 Maret 2021 (foto : ist)

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto menghimbau dan mengajak pedagang lain untuk melakukan vaksinasi. Sebab vaksinasi merupakan salah satu upaya untuk mencegah penularan Covid-19. “Vaksin Sinovac ini aman dan halal serta tidak berefek buruk bagi kesehatan penggunanya,”tegas alumnus Akpol 2001 itu.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Gresik drg Syaifudin Ghozali menambahkan, untuk pedagang pasar di wilayah lain akan dimasukkan dalam jatah vaksinasi untuk pelayan publik pada termin berikutnya.
“Pedagang pasar akan diprioritaskan karena selalu berinteraksi dengan banyak orang setiap harinya,”ujar Ghozali. Ghozali menyebut vaksinasi untuk pedagang Pasar Petiken berjumlah 275 vaksin dan Pasar Baru Gresik (PBG) berjumlah 525 vaksin. 

Sementara itu, berdasarkan data Satgas Covid-19 Gresik jumlah pasien konfirmasi mencapai  5.177 kasus, sembuh 4.738 kasus dan meninggal 345 kasus. Sedangkan sebaran ada 14 klaster. Yakni, Klaster Surabaya, Jakarta, Pelatihan Haji, Sidoarjo. Kemudian, klaster Mojokerto, Banyuwangi, Pasar Pabeancantikan , Pelni dan HM Sampoerna.

Berikutnya, klaster Sidowungu, Pasar Gresik, Pasar Benjeng, Pasar Balongpanggang, transmisi lokal dan dalam pendalaman. Rencananya, Sabtu besok sekitar seribu imam masjid dan musala akan mendapatkan vaksin Covid-19 di Pemkab Gresik. (*)

Besok, Giliran Imam Masjid Suntik Vaksin Selengkapnya

Bupati Gresik :Sekarang Berubah atau Orangnya Saya Ganti, tentang Sampah Berserakan di Pasar

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani (kanan) ketika di Pasar Petiken, Kecamatan Driyorejo, Gresik pada Jumat, 5 Maret 2021 (foto : ist)

GRESIK,1minute.id – Sampah berserakan. Bau menyengat menusuk hidung. Kondisi pasar Petiken, Kecamatan Driyorejo, Gresik yang jorok itu membuat Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani muntap.

Gus Yani-sapaan akrab-Fandi Akhmad Yani kemudian menyemprot pengelola pasar berlokasi di Desa Petiken, Kecamatam Driyorejo, Gresik itu pada Jumat, 5 Maret 2021. Jumat pagi itu, Bupati Fandi Akhmad Yani memantau program vaksinasi untuk pedagang pasar setempat.

Ada 200 lebih pedagang yang mendapatkan vaksinasi Covid-19 buatan Sinovac, Tiongkok itu. Bupati Gresik termuda itu bersama forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda) Gresik. Antara lain, Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail, Ketua DPRD Gresik Abdul Qodir menyempatkan menyapa para pedagang pasar setempat.

Gus Yani, begitu sapaannya, Fandi Akhmad Yani mendapatkan sambutan hangat pedagang dan memberikan apresiasi karena memberikan kesempatan ratusan pedagang setempat mendapatkan vaksinasi Covid-19 yang telah lama dinantikan itu.

Nah, ketika blusukan di dalam pasar tradisional itu melihat banyak tumpukan sampah berserakan. Gus Yani sekita menghentikan langkahnya melihat dua bak sampah terbuat dari kayu penuh hingga berserekan di grill (besi) saringan selokan yang berada di dalam pasar tersumbat sampah.

MURKA : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani ketika menyemprot penggelola Pasar Petiken, Kecamatan Driyorejo, Gresik pada Jumat, 5 Maret 2021 ( foto : ist)

“Jangan terima retribusi saja tapi tidak mau dibersihkan. Besok saya cek tidak bersih awas kamu,” tegas Gus Yani dengan nada tinggi. Pihak pengelola pasar hanya menunduk di depan Bupati yang kecewa dengan kebersihan pasar. 

Gus Yani kembali menegaskan pengelola pasar jangan hanya menerima uang retribusi dari pedagang saja, tapi tidak mau bekerja menjaga kebersihan pasar. “Pemerintah melalui vaksinasi membantu para pedagang sehat, tugasmu membuat pasar ini bersih. Pasar itu aman, jangan sampai ada copet nanti kalau ada copet saya pastikan tidak ada yang mau kesini,”kata Gus Yani.

Dia kembali berjalan menyisir pasar di area depan. Raut wajahnya langsung berubah menjadi murah senyum menyapa para pedagang. Sembari menanyakan vaksinasi yang diterima oleh para pedagang hari ini.

Sebelum meninggalkan pasar, Gus Yani kembali memanggil pengelola pasar dan Kepala Diskoperindag Gresik Agus Budiono. “Pasar harus bersih, sehat dan aman. Tidak boleh santai-santai begitu kerjanya.  Sampeyan harus punya tanggungjawab, kebersihan itu tanggungjawabmu. Harus berubah! Kalau tidak siap berubah, Saya merubah orangnya,”tegasnya. (*)

Bupati Gresik :Sekarang Berubah atau Orangnya Saya Ganti, tentang Sampah Berserakan di Pasar Selengkapnya

Bupati Gresik Turun Gunung, Warga Nurut Ajakan Mengungsi

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Gresik Ida Lailatussa’diyah, Kepala DPKP Gresik Achmad Washil dan Kepala DLH Gresik Mokh Najikh melihat kondisi bagian dapur rumah keluarga Musa’adah lantainya mulai longsor (foto : chusnul cahyadi1minute.id)

GRESIK,1minute.id – Pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik bergerak cepat mengantisipasi terjadinya korban jiwa akibat tanah longsor di kawasan Bukit Putri Cempo. Pemkab menyediakan rumah untuk keluarga Musa’adah, 70, yang semakin mengkhawatirkan. Apalagi, lantai dapur sudah bolong. Longsor. 

Rumah tinggal sementara tersebut tidak jauh dari rumah Musa’adah sebelumnya.  Jaraknya sekitar 100 meteran. Letaknya, dekat Makam Putri Cempo. Rumah berdinding tembok itu selama ini ditempati oleh Sulaiman, ASN di Dinas Informasi dan Komunikasi (Diskominfo) Gresik. Leman-sapaan-Sulaiman bertugas menjaga tower komunikasi milik Diskominfo tersebut.

Tower komunikasi ini sangat vital karena pusat pengendali jaringan internet semua kegiatan Pemkab Gresik. 

Tawaran Bupati Gresik termuda itu membuat kepala organisasi perangkat daerah (OPD) turun tangan. Pasca Gus Yani – panggilan akrab – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani turun tangan. Ada tiga kepala OPD yang berusaha menyakinkan keluarga Musa’adah agar mau menerima tawaran Gus Yani itu.

Tiga kepala OPD itu adalah Asisten Perekonomian dan Pembangunan Ida Lailatussa’diyah, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Achmad Washil Miftachul Rachman, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik Mokh Najikh. Mereka didampingi Sekcam Kebomas Zainul Arifin dan Lurah Gending dan Ngargosari.

MENGUNGSI : Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Gresik Ida Lailatussa’diyah untuk melihat rumah keluarga Musa’adah pada Rabu,3 Maret 2021 ( foto : ,chusnul cahyadi/1minute.id)

Musa’adah dan keluarganya luluh hatinya. Mereka menyatakan akan segera boyongan ke “rumah” barunya itu. 

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Ida Lailatussa’diyah pun lega. Ida mengatakan, pemerintah mengantisipasi kondisi terjelek. “Bila longsor terus jadi, jangan sampai ada korban,”kata Ida Lailatussa’diyah.

Sebab, kondisi rumah kediaman keluarga Musa’adah sangat mengkhawatirkan. “Lantai dapur sebagian sudah longsor,”katanya.  Karena itulah, Pemkab Gresik menyediakan rumah pengungsian sementara. “Untuk kondisinya ya apa adanya,”katanya. 

Saifuddin, anak Musa’adah mengaku selama ini, bila hujan turun keluarga pindah ke tempat yang lebih aman. “Setelah hujan reda ya kembali lagi,”ujar pria yang berprofesi sebagai juru kunci Makam Putri Cempo itu. Namun, Syaifudin mengaku sesekali tinggal rumah.

Sebab, profesi sebagai juru kunci Makam Putri Cempo -ada menyebut-Putri Campa harus memberikan pelayan kepada masyarakat hendak berziarah ke Putri Cempo. Tamu, tambahnya, datang sewaktu-waktu. Kadang pagi, sore hingga malam hari. “Kalau Saya hampir tidak tidur malam. Semoga diparingi keselamatan semua,”katanya. (*)

Bupati Gresik Turun Gunung, Warga Nurut Ajakan Mengungsi Selengkapnya

Bupati Gresik Sidak Bukit Putri Cempo, Longsor Semakin Mengkhawatirkan

GRESIK,1minute.id – Kondisi Jalan Bukit Putri Campa semakin mengkhawatirkan. Longsor semakin parah. Bahkan, bagian dapur rumah juri kunci Makam Putri Campa dan salah satu kafe tanahnya mulai tergerus.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani melakukan inspeksi mendadak (sidak) kawasan bukit yang sekarang banyak berdiri bangunan untuk kafe itu pada Rabu, 3 Maret 2021.

Bupati Fandi Akhmad Yani didampingi Kepala Dinas Perkerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik Gunawan Setiaji.  “Jadi, sepulang dari Stadion G-JOS, saya pun langsung meninjau lokasi longsor di Putri Cempo,” ujar Bupati Gus Yani pada Rabu , 3 Maret 2021.

Menurut Gus Yani, sidak ini dilakukan sebagai tindak lanjut banyaknya pengaduan masyarakat di media sosial (medsos) terkait kondisi Bukit Pucem. “Jadi, ketika sampai di lokasi (Putri Cempo), saya langsung menelepon Pak Kadis PU untuk mendampingi saya meninjau lokasi,”ungkapnya

Gus Yani berjanji longsornya Bukit Putri Cempo akan menjadi perhatiannya. Ia mengatakan akan membahas penanganan Bukit Putri Cempo dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. 

Dalam pengamatan 1minute.id selama musim hujan sudah beberapa kawasan bukit Putri Campa-ada menyebut-Putri Cempo mengalami longsor. Jalan alternatif menghubungkan kelurahan Gending dan Ngargosari sudah terputus total. “Kemarin (Selasa) pagi longsor cukup parah,”ujar Ny Musa’ada ditemui 1minute.id dirumahnya pada Rabu sore, 3 Maret 2021.

Menurut nenek 70 tahun itu, tanah longsor di sisi selatan di dekat deretan berdirinya kafe di kawasan itu. Untuk saat ini, akses jalan menuju selebar 1 meter dibangun masyarakat sekitar ke makam Putri Campa dan makam Syeh Sayyid Abdurahman, Paman Sunan Giri sudah hilang. Longsor. Bahkan, bangunan gapura ke  makam Paman Sunan Giri juga hilang. 

MENGKHAWATIRKAN : Bangunan dapur rumah nenek Musa’ada, ibunda Juru Kunci Makam Putri Cempo yang semakin mengkhawatirkan. Pemkab Gresik telah menyiapkan sebuah rumah untuk pengungsian sementara. (Foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Petugas memasang pita garis plastik di dekat makam aman Sunan Giri itu. Sekitar pukul 14.00, tiga kepala organisasi perangkat daerah mendatangi rumah nenek Musa’ada yang tidak lain ibunda juru kunci Makam Putri Campa, Syaifuddin. 

Mereka adalah Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Gresik Ida Lailatussa’diyah, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Achmad Washil Miftachul Rachman, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik Mokh Najikh. Mereka didampingi Sekcam Kebomas Zainul Arifin dan Kades Gending dan Ngargosari.

Tujuannya, mereka meminta kepada Musa’ada dan keluarganya mengungsi. Pemkab Gresik telah menyiapkan rumah sementara di dekat Makam Putri Campa. “Mohon untuk sementara jangan tidur disini karena kondisi mengkhawatirkan,”ujar Ida Lailatussa’diyah. (*)

Bupati Gresik Sidak Bukit Putri Cempo, Longsor Semakin Mengkhawatirkan Selengkapnya

Gus Yani Teken Perbup Perubahan Insentif Nakes di G-Jos, Nakes Semringah


GRESIK,1minute.id – Tenaga kesehatan menangani pasien pondok Rehabilitasi Covid di Stadion Gelora Samudro (G-Jos) semringah. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menandatangi peraturan bupati (Perbup) perubahan atas Perbup 22/2020 di pondok rehabilitasi Covid di G-Jos itu pada Rabu, 3 Maret 2021.

Insentif nakes yang menangani pasien corona yang beberapa bulan mandeg itu diperkirakan bisa dicairkan besok, Kamis, 4 Maret 2021. 
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, dirinya membaca aduan di media sosial mengenai masalah belum diterimanya insentif sejak awal tahun bagi para nakes Covid yang bertugas di G-Jos. 

Gus Yani- panggilan akrab- Fandu Akhmad Yani langsung menghubungi Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) drg Syaifuddin Ghozali dan Kabag Hukum Edi Hadi Siswoyo untuk menanyakan belum cairnya insentif nakes di G-Jos itu. “Ternyata, masalahnya adalah isi perbup lama yang masih tertera tahun anggaran 2020 sehingga belum bisa dicairkan untuk tahun anggaran 2021,”kata Gus Yani.

Rabu pagi tadi, 3 Maret 2021, Gus Yani didampingi Wakil Bupati Gresik Aminantun Habibah, Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Abimanyu Poncoatmojo Iswinarno, Kadinkes Syafuddin Ghozali mendatangi pondok rehabilitasi di G-Jos di Jalan Veteran, Kebomas itu.

“Pagi tadi pagi Perbup perubahan itu bisa saya tandatangi,”kata Gus Yani. Saat ini, Badan  Pendapatan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPPKAD) Gresik melakukan proses pencairan insentif nakes di G-Jos itu.  “Paling lambat besok, Kamis (4 Februari 2021) akan diberikan ke para nakes Covid-19 yang telah bertugas,”harapnya. (*)

Gus Yani Teken Perbup Perubahan Insentif Nakes di G-Jos, Nakes Semringah Selengkapnya

Luncurkan Gerbang Pahlawan , Gus Yani Awali Donor Plasma Convalense


GRESIK,1minute.id – Program 99 hari Gresik Baru resmi launching oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani pada Selasa, 2 Maret 2021.

Antara lain, Gerakan Sang Mantan jadi Pahlawan (Gerbang Pahlawan). Program mengajak para penyintas Covid-19 untuk mendonor plasma convalesen. Sekitar seratus mantan Covid-19 yang siap untuk donor plasma itu.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Ketua DPC PPP Gresik Achmad Nadir dan Veri, anggota Polres Gresik yang menjalani donor plasma di ruang tamu rumah Dinas Bupati Gresik di Jalan KH Wachid Hasyim, Gresik.

“Sebagai seorang pemimpin saya harus memberikan contoh. Dan, saya alumni S-1 atau Covid,”kata Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani sambil tersenyum. Gus Yani menceritakan, dirinya masuk kategori orang tanpa gejala (OTG). Dalam kondisi sehat.

“Tidak ada gejala apa pun. Swab positif. Berulangkali saya lakukan hasilnya tetap positif. Akhirnya saya putuskan untuk isolasi mandiri,”terang suami Nurul Haromaini itu.

Pada 25 Desember 2020, Gus Yani menjalani isolasi mandiri selama 25 hari. Selama masa isolasi itu, Bupati Gresik berusia 35 tahun itu menjalani berbagai kegiatan secara daring atawa dalam jaringan. Yakni, webinar dan membaca buku.

“Selama 25 hari isolasi itu Saya bisa menghatamkan 5 buku. Alhamdulillah ada hikmah,”terang Gus Yani. Gus Yani menjadikan pengalaman OTG Covid-19 itu sebagai sebuah hikmah. Dia pun mengajak masyarakat alumni S-1- istilah lain – penyintas Covid versi Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Abimanyu Poncoatmojo Iswinarno untuk menjadi pahlawan bagi masyarakat yang sedang berjuang hidup karena terpapar pagebluk berawal dari Wuhan, Tiongkok itu.

Gus Yani menegaskan ikhtiar penuntasan penanganan Covid-19 ini bisa segera teralisasi. Selain donor plasma convalense dan vaksinasi Covid-19 akan terus digeber di Kota Santri – sebutan lain – Kabupaten Gresik ini.

“Kita berusaha maksimal mendukung vaksinasi serentak,”tegasnya. Sebelum pencanangan Program Gerbang Pahlawan, Gus Yani mendatangi program vaksinasi di markas komando distrik militer (Kodim) 0817 Gresik. “Semua babinsa sudah menjalani vaksin. Mereka sudah sehat,”tegasnya.

Tentang program seribu vaksin untuk imam masjid dan musala menyambut bulan Suci Ramadan, akan segera dilakukan. “Harapannya, imam masjid dan musala saat menjadi imam membuat jamaah merasa aman dan nyaman,”tegasnya. (*)

Luncurkan Gerbang Pahlawan , Gus Yani Awali Donor Plasma Convalense Selengkapnya

Masyarakat Keluhkan Layanan Air, Bupati Gresik Telepon Dirut PDAM, Eh…Ngak Diangkat


GRESIK,1minute.id – Jarum jam menunjukkan pukul 06.00. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersiap berangkat dari rumah dinas di Jalan KH Wachid Hasyim, Gresik menuju Kantor Bupati Gresik di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kebomas.

Bupati Gresik termuda ini lalu jalan kaki menuju dekat masjid Jamik Gresik menyapa masyarakat sekitar yang sedang belanja di penjual sayur keliling (welijo). Ia lalu ngecek media sosial (medsos) untuk memantau keluhan masyarakat terkait pelayanan publik di Kota Santri-sebutan-Gresik itu. 

Mantan Ketua DPRD Gresik itu masih mendapati adanya keluhan air PDAM di sejumlah warga di Gresi Kota Lama hingga kawasan Manyar yang kesulitan air bersih sejak Minggu sore, 28 Februari 2021.

Akhmad Fatoni, warga Jalan KH Abdul Karim gang XII , Kecamatan Gresik kerap membeli air jerigen untuk mandi cuci dan kakus (MCK) karena air PDAM hanya keluar angin saja. Sementara, Agung Adi Putranto, warga Jalan Optima,  Perum Permata Optima, Desa Banjarsari, Manyar.

Agung belum menikmati layanan air bersih secara maksimal sejak membeli rumah tahun 2017. Dia lebih banyak membeli air kubikan ketimbang menikmati air PDAM.

“Tidak keluar airnya, selama ini beli air kubik. Seminggu dua kali beli, satu bulan beli air Rp 320 ribuan. Masih bayar abonemen setiap bulan pak,”terangnya. Gus Yani – panggilan akrab – Fandi Akhmad Yani mencoba menghubungi Direktur Utama (Dirut) Giri Tirta Siti Aminatus Zariyah untuk mengetahui penyebab air mampet.

Beberapa kali Gus Yani mencoba menghubungi Risa-sapaan-Siti Aminatus Zariyah. Namun, telepon dari orang nomor satu di Pemkab Gresik tidak diangkat. Hanya terdengar nada sambung dari nomor pribadi dirut PDAM itu. 

“Belum (telepon tidak bisa), nanti saya cek,”katanya sambil pamit masuk mobil dinas kelir putih menuju kantor Bupati. Gus Yani memimpin apel pagi perdana sebagai Bupati Gresik. Apel pagi dimulai pukul 07.00 diikuti ASN, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD)  dan seluruh camat di kabupaten Gresik. (*)

Masyarakat Keluhkan Layanan Air, Bupati Gresik Telepon Dirut PDAM, Eh…Ngak Diangkat Selengkapnya

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani minta Kepala OPD Tidak Copy Paste Program

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengajak OPD kerja keras. Tidak copy paste program.

“Mari kita kreatif dan inovatif dengan menciptakan hal-hal yang baru. Jangan ada lagi program kegiatan yang sifatnya copy paste. Keajaiban bisa kita dapatkan dari sesuatu yang baru bukan program lama yang di copy paste. Mari kita optimalkan penggunaan Dana Desa, agar masyarakat lebih sejahtera,”kata Bupati Fandi Akhmad Yani saat memimpin Apel Pagi di halaman Kantor Bupati Gresik pada Senin, 1 Maret 2021.

Apel perdana Bupati Fandi Akhmad Yani dan Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah masuk kerja. Apel diikuti seluruh aparat sipil negara (ASN), Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan para Camat. 
Apel pagi perdana ini juga dihadiri Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Abimanyu Poncoatmojo Iswinarno.

(ki-ka) Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Pj.Sekda Gresik Abimanyu Poncoatmojo Iswinarno usai apel perdana di halaman Kantor Bupati Gresik pada Senin, 1 Maret 2021

Gus Yani – sapaan akrab – Fandi Akhmad Yani memberikan perhatian serius persoalan infrastruktur dan pelayanan publik. “Terkait banyaknya insfratruktur serta jalan yang rusak seluruh OPD untuk berkolaborasi,”tegas Gus Yani serius. 

Pada kesempatan itu, Gus Yani mengajak seluruh kepala OPD untuk menyiapkan kebijakan strategis untuk reformasi birokrasi dan revolusi mental seperti yang digaungkan oleh Presiden RI.

“Pemerintah harus bisa memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat. Mudahkan layanan jangan sampai ada yang dipersulit. Mulai pelayanan kependudukan dan pelayanan masyarakat yang lain,” tandasnya.

Usai memimpin apel pagi, Gus Yani kemudian menggelar rapat bersama kepala OPD dan Camat di ruang Putri Mijil lantai dasar kantor Bupati Gresik. (*)

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani minta Kepala OPD Tidak Copy Paste Program Selengkapnya

Ngowes, Bupati GresikTemui PKL Alun-alun untuk Penataan dan Vaksinasi

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menemui pedang kaki lima (PKL) di Alun-alun dekat rumah Dinas Bupati pada Minggu pagi, 28 Februari 2021.

Bupati termuda di Gresik itu “kulakan” aspirasi. Gus Yani -panggilan – Fandi Akhmad Yani akan menata para PKL agar lebih nyaman berjualan di Alun-alun Gresik. Branding akan disiapkan pemerintah agar lebih ciamik di pandang mata.

Pagi itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani selesai ngowes. Memakai jersey sepeda, memakai helm dan bermasker. Suasana Alun-alun cukup ramai aktivitas masyarakat. Ada sekadar jalan-jalan, rekreasi sama keluarga, atau menikmati aneka kuliner.
PKL di Alun-alun Gresik ini diperbolehkan jualan pagi pada Minggu pagi di badan jalan sebelah Timur dan Selatan di dekat pendapa rumah Dinas Bupati.

Selain Minggu, mereka berjualan mulai badal Ashar.
Gus Yani, minggu pagi itu adalah hari kedua pascapelantikan pada Jumat sore, 26 Februari 2021 menempati rumah dinasnya di Alun-alun Gresik. Sambil menuntun sepeda angin, Gus Yani mendatangi para pedagang. Ada minta berswafoto. Juga, ada nyambi menggoreng Tahu ketika Gus Yani menyapanya.

Gus Yani kemudian berhenti dan duduk lesehan bersama perwakilan pedagang Alun-alun. Mohammad Yasin, PKL yang menyewakan mainan anak-anak, mengaku pemasukannya terjun bebas selama penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). 

Dia ingin pedagang bisa berjualan setiap hari untuk mensiasati adanya pembatasan jam malam pukul 21.00. Dalam sepekan, para PKL hanya berjualan pada hari Jumat, Sabtu dan Minggu saja. Yasin mengaku ikut menjaga kebersihan sebelum dan sesudah jualan. Dia ingin diberi fasilitas tenda yang seragam.

“Total ada 150 PKL resmi disini, kami maunya bisa jualan setiap hari. Ada tempat di Alun-alun, tidak memakan hak jalan, dibuatkan tenda yang seragam. Satu lagi Gus, jangan ada lagi penggusuran,”kata dia. 

Selain penataan, buka jam ngelapak di perpanjang, PKL juga berharap vaksin Covid-19. Vaksinasi agar bisa meyakinkan pembeli bahwa membeli di PKL itu aman. Iis, antara lainnya. Konsumen di PKL Alun-alun setuju dengan penataan dan vaksinasi untuk PKL. 

“Saya setuju pedagang divaksin, biar kami pembeli juga merasa aman. Lebih bagus ditata, ada tempat karena kalau di tepi jalan kasihan digusur,” terangnya saat berbincang dengan Gus Yani di depan pedagang aksesoris.

Sembari memesan jus alpukat dan pentol, Gus Yani telah memerintahkan jajarannya agar memfasilitasi para PKL untuk dilibatkan dalam kegiatan di Pendopo. PKL yang berjualan nasi goreng, bakso,  pentol dan lain sebagainya bergiliran masuk pendapa saat ada kegiatan. Dia menanyakan jumlah pasti PKL yang terdaftar untuk difasilitasi di Alun-alun, vaksinasi dan branding agar lebih ramai.

“Saya ingin berinteraksi langsung dengan teman PKL Alun-alun, mereka bagian masyarakat Gresik harus dilayani dengan baik. Tidak hanya PKL saja, ini menjadi daya tarik masyarakat Gresik bisa mencari hiburan di hari libur dengan keluarga, jalan-jalan santai dan mencoba kuliner di Alun-alun. Yang mau main sepakbola juga bisa di Alun-alun,”terangnya.

Aspirasi dari para PKL ini, akan dibawa ke dalam hari pertama masuk kantor. Menurutnya, ini merupakan tugas pemerintah menata para pedagang. Penataan PKL di Alun-alun, katanya, kami tawarkan di tata dengan baik, kita tunjang vaksinasi yang diprogramkan pemerintah pusat ke daerah.

“Kita berikan vaksin, kita sosialisasikan kepada mereka vaksin itu aman sehat dan halal, tidak ada efek samping. Kepercayaan masyarakat akan timbul, kawasan bersih rapi dan sehat. Maka pertumbuhan perekoniman teman-teman PKL.Masyarakat tidak perlu was-was berkunjung ke Alun-alun. Ini akan menjadi bekal saya, senin besok masuk kantor hari pertama,” imbuhnya.

Gus Yani juga mengingatkan para pedagang untuk disiplin dalam menggunakan masker. Senin, 1 Maret 2021 menjadi hari pertama Gus Yani  dan Aminatun Habibah atau Bu Min masuk kantor hari pertama setelah dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Gresik. (*)

Ngowes, Bupati GresikTemui PKL Alun-alun untuk Penataan dan Vaksinasi Selengkapnya