GRESIK,1minute.id – Pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik dalam waktu dekat akan memulai normalisasi Kali Lamong. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani meminta doa restu ketika menemui warga terdampak banjir Kali Lamong pada Senin malam, 15 Maret 2021.
Kapan dan bagaimana cara Pemkab Gresik melakukan normalisasi Kali Lamong yang menjadi problem bertahun-tahun bagi masyarakat di Gresik Selatan itu.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, normalisasi Kali Lamong akan dimulai pada musim kemarau tahun. Diperkirakan sekitar bulan depan, April 2021.
“Kita akan mengawali pengerjaan normalisasi Kali Lamong pada bulan depan, April 2021,”kata Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani kepada wartawan pada Senin malam, 15 Maret 2021.
Tahap awal ini, tambahnya, berupa pekerjaan pembuatan tanggul dan parapet. Parapet adalah sebuah tembok pembatas penghalang yang merupakan perluasan dari dinding di tepi.
“Pengerjaan akan dimulai dari Desa Jono dan Tambakberas, Kecamatan Cerme,”ujar Gus YaniKementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mengalokasikan anggaran Rp 100 miliar untuk normalisasi.
“Sedangkan untuk pembebasan lahan menggunakan dana APBD sekitar Rp 3,8 miliar,”kata Gus Yani. Karena itulah, Gus Yani memohon doa restu kepada masyarakat agar pengerjaan normalisasi bisa lancar. Sehingga banjir luapan Kali Lamong segera teratasi.
SIDAK BANJIR : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menemui korban banjir Kali Lamong di Kecamatan Cerme pada Senin malam, 15 Maret 2021 (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)
Bahkan, untuk akselerasi pekerjaan agar lebih cepat lagi dalam melakukan normalisasi, Gus Yani berinisiatif menyurati Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo. “Agar kita tidak disalahkan dalam normalisasinya, kita minta MoU (Memorandum of understanding) dengan BBWSnya. Bahwasannya, ini boleh diberikan kewenangan oleb BBWS ke daerah, maka musim kemarau kedepan akan kami terjunkan alat-alat berat mengatur anak sungai Kali Lamong,”kata Gus Yani.
Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik Gunawan Setiaji membenarkan rencana normalisasi Kali Lamong itu. “Nanti diperkirakan bulan April akan dilakukan normalisasi. Pembangunan parapet dan sejumlah tanggul,”kata Gunawan kepada wartawan. (*)
GRESIK,1minute.id – Curah hujan masih tinggi. Banjir Kali Lamong berpontesi semakin meluas. Kondisi itu membuat Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani harus turun gunung bertemu masyarakat terdampak hingga larut malam pada Senin, 15 Maret 2021.
Masih mengenakan seragam dinas, orang nomor satu di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik mendatangi sejumlah warga desa terdampak banjir Kali Lamong di tiga kecamatan yakni Balongpanggang, Benjeng dan Cerme.
Mulai dari Desa Sambiroto, Kecamatan Balongpanggang. Desa Karangankidul, Kecamatan Benjeng dan desa Guranganyar, Kecamatan Cerme. Menggunakan sepatu boots, Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani membagikan bantuan kepada warga.
Bantuan berupa sembako itu diberikan bersama Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik Tarso Sagito, Camat dan kepala desa setempat.
Selain membagikan sembako, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyambangi para korban banjir luapan Kali Lamong memohon doa restu kepada masyarakat terkait rencana normalisasi Kali Lamong.
“Mohon doa, normalisasi Kali Lamong akan kita mulai musim kemarau nanti,”katanya kepada warga yang ditemui pada Senin malam, 15 Maret 2021.
SEMBAKO : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani membagikan sembako kepada warga terdampak luapan Kali Lamong di Kecamatan Cerme, Gresik pada Senin malam. 15 Maret 2021 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id
Seperti diberitakan, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dalam apel pagi di kantor Bupati Gresik memberikan perhatian serius banjir luapan Kali Lamong ini. Sebab, kurun waktu Januari hingga 15 Maret 2021, air bah kiriman dari kabupaten tetangga itu sudah kali keempat menerjang puluhan desa di empat kecamatan yakni Balongpanggang, Benjeng, Kedamean dan Cerme.
Bupati Gus Yani mengajak ASN bekerja lebih keras lagi membantu masyarakat agar terbebas dari banjir rutin. “Ini merupakan suatu bencana tahunan dan bencana kita semua. Untuk itu saya berharap kepada seluruh masyarakat terutama ASN untuk bersama-sama menyelesaikan masalah ini,” jelas Gus Yani. (*)
GRESIK,1minute.id – Luapan Kali Lamong semakin meluas. Sebanyak 19 desa tersebar di dua kecamatan yakni Benjeng dan Cerme. Rincianya, tujuh desa di kecamatan Benjeng dan 12 desa di Kecamatan Cerme.
Ratusan rumah tergenangi air bah kiriman dari kabupaten tetangga itu. Ratusan hektare sawah dan tambak tenggelam. Kondisi yang dialami ribuan jiwa masyarakat terdampak banjir Kali Lamong ini membuat Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah prihatin.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani ketika memimpin apel pagi di halaman Kantor Bupati mengajak seluruh aparat sipil negara (ASN) untuk berubah. Bekerja lebih keras lagi untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Kita harus punya strategi, inovasi dan kreatifitas.Kita tidak boleh santai dan selalu mengulang-ulang hal yang sama,”tegas Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani. Gus Yani lalu menyinggung tentang banjir Kali Lamong yang melanda masyarakat di Gresik Selatan.
Yakni, di Kecamatan Cerme, Benjeng, Kedamean dan Balongpanggang. Bupati yang baru dilantik 26 Februari 2021 itu, menyatakan keprihatinannya. Bupati Gresik termuda, 35 tahun itu kembali mengajak ASN di Gresik bekerja keras lagi, memiliki rasa empati membantu masyarakat di Gresik Selatan agar terbebas dari banjir rutin itu.
“Ini merupakan suatu bencana tahunan dan bencana kita semua. Untuk itu Saya berharap kepada seluruh masyarakat terutama ASN untuk bersama-sama menyelesaikan masalah ini,”kata Gus Yani. Keprihatinan Gus Yani beralasan. Pasalnya, kurun waktu 2,5 bulan sudah kali keempat Kali Lamong meluap.
Sementara itu, Camat Benjeng Suryo Wibowo melalui Kabag Humas dan Protokol Pemkab Gresik Reza Pahlevi mengatakan sejak Minggu hingga Senin, hari ini ada tujuh desa terdampak banjir. Tujuh desa itu, adalah Sedapurklagen ; Karangankidul ; Munggugebang dan Klampok. Berikutnya, Desa Deliksumber ; Bengkelolor dan Gluranploso.
“Camat bersama muspika yang lain sudah mendatangi wilayah yang terdampak banjir dan terus memantau perkembangan debet air, dan selalu berkoordinasi dengan beberapa Instansi terkait,”kata Reza Pahlavi.
Sedangkan, banjir Kali Lamong di Kecamatan Cerme semakin parah. Bila siang hari tadi masih sembilan desa yang tergenangi luapan Kali Lamong. Berdasarkan data diperoleh 1minute.id pada Senin. 15 Maret 2021 pukul 20.00 , air bah meluas ke tiga desa lainnya.
“Debit air malam ini semakin tinggi, sudah 12 desa yang tergenangi banjir Kali Lamong,”ujar Camat Cerme Suyono dikonfirmasi Senin malam. Belasan desa yang kebanjiran itu yaitu Dadapkuning ; Ngembung ; Sukoanyar dan Guranganyar. Kemudian, Desa Dungus ; Morowudi ; Pandu ; Betiting dan Iker-ikergeger.Tiga desa terendam susulan yakni Tambakberas ; Lengkong dan Jono. (*)
GRESIK,1minute.id – Seorang ibu bersama Gerhana, anaknya berusia sekitar 3 tahun berdiri di depan Mapolres Gresik pada Senin, 15 Maret 2021. Ibu itu menawarkan kepada sejumlah orang yang hendak masuk maupun keluar Mapolres Gresik berlokasi di Jalan DR Wahidin Sudirosodo, Kebomas.
Hingga pukul 09.00 belum laku. Pagi itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani hendak balik ke kantor Bupati usai menjadi pimpinan Apel Kalaborasi Indonesia Sehat, vaksinasi kedua untuk anggota Polres dan Polsek Jajaran Polres Gresik meminta drivernya menghentikan mobilnya.
Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani kemudian membuka kaca mobil dinasnya. Hilma terlihat kaget. Dia pun gemetaran. Ibu empat anak berusia 36 tahun itu tidak mengetahui bila mobil Toyota Innova kelir putih adalah mobil dinas Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani.
Gus Yani lalu mengeluarkan dua lembar pecahan Rp 50 ribu dan perempuan itu menyerahkan beberapa bungkus keripik peyek itu. Gus Yani kemudian pamit sambil mengatupkan ke dua tangan di dada (Namaste). Hilma semringah.
Hilma mengaku sejak pandemi corona virus disease 2019 (Covid-19) setahun ini berjualan keripik peyek dengan berkeliling. Salah satu kantor yang menjadi tujuan tetapnya adalah Mapolres Gresik di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kebomas.
Setiap harinya, Hilma membawa 30 bungkus keripik peyek seharga Rp 6 ribu per bungkus. Bila habis Hilma membawa pulang uang hasil jualannya Rp 180 ribu. Namun, tidak setiap hari terjual habis. “Alhamdulillah, pagi ini saya senang sekali karena peyek saya dibeli Gus Yani 100 ribu,”katanya.
Hilma mengaku dirinya sempat nderedek mengetahui mobil yang menghampirinya itu ditumpangi Gus Yani. Perasaan langsung campur aduk antara senang dan khawatir.
Senang karena bisa tertemu Gus Yani, Bupati Gresik. Khawatir, orang di dalam mobil marah-marah. Tapi, kekhawatiran langsung hilang seketika karena Gus Yani ramah dan sopan. “Senang sekali bisa bertemu dengan Gus Yani. Ini kali kedua saya melihat Gus Yani secara langsung, pertama saat beliau kampanye dulu,” kata Hilma.
Ibu empat anak ini mengungkapkan jika dirinya sengaja berjualan keripik peyek untuk menambah penghasilan keluarga, terutama untuk biaya sekolah anak-anaknya.
“Anak sulung saya tahun ini lulus SMP, saya dan suami bertekad bisa melanjutkan sekolah anak sulung saya di pesantren agar mendapat pelajaran agama yang lebih baik.
Karena itu saya berjualan agar punya biaya yang cukup untuk mendaftarkan anak saya di pesantren,”ujarnya sambil berulangkali mengucapkan syukur kepada sang Khaliq. (*)
GRESIK,1minute.id – Proyek perbaikan akses jalan ke Mengarai terancam molor. Pasalnya. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik Gunawan Setiaji baru ngeh pejabat pembuat komitmen (PPK) mengalami kesulitan mengupload dokumen lelang. Dokumen lelang itu semestinya mulai di unggah melalui aplikasi layanan pengadaan secara elektronik (LPSE) akhir Februari 2021.
Akan tetapi, sampai Jumat, 12 Maret 2021 belum bisa diunggah. Akibat, PPK kesulitan mengunggah dokumen lelang proyek pavingisasi jalan menuju Pulau Eksotis di Kecamatan Bungah sepanjang 2 kilometer itu pun molor dari perencanaan.
Sebab, DPUTR Gresik rencananya akan mengupload dokumen lelang pada Senin lusa, 15 Maret 2021. Lelang pekerjaan dilakukan karena DPUTR Gresik mengalokasi anggaran perbaikan jalan kabupaten itu sebesar Rp 1 miliar.
Kepala DPUTR Gresik Gunawan Setiaji mengaku baru mendapatkan laporan dari anak buahnya terkait kerusakan sistem aplikasi itu beberapa hari lalu. Pasca Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani melakukan inspeksi mendadak pada Kamis, 11 Maret 2021.
Belum diketahui secara pasti penyebab adanya kebuntuan komunikasi antara kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dengan para stafnya.
Akan tetapi, Gunawan mengaku siap disemprot Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani karena terlambat memberikan kabar molornya proses lelang perbaikan jalan Mengare itu. “Saya salah, saya tanggungjawab karena tidak lapor ke Bupati. Masalah teknis baru saya tahu kemarin. Padahal ada paketnya,”katanya.
Gunawan mengatakan, proyek perbaikan jalan Mengare, salah satu prioritas program kerja 99 hari Nawa Karsa. “Proses lelang ada kendala akun yang dipakai PPK (pejabat pembuat komitmen) untuk mengupload dokumen. Kami menunggu dijawab pusat menunggu,”kata Gunawan dikonfirmasi pada Jumat, 12 Maret 2021.
Proses lelang butuh waktu sebulan. Bila proses lelang lancar, perbaikan jalan menjadi akses masyarakat di tiga desa yakni Tanjung Widoro, Kramat dan Watuagung, Kecamatan Bungah itu bisa mulai dikerjakan medio April 2021. “Nanti paving dibongkar, lapisan diganti, paving yang rusak diganti dengan mutu dan kualitas sama dan yang diperlukan,”terang Gunawan.
Seperti diberitakan, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani sidak Jalan Mengare pada hari libur, Isra Mikroj pada Kamis, 11 Maret 2021. Gus Yani -sapaan-Fandi Akhmad Yani, naik sepeda angin hingga tiga kali melintas di jalan kabupaten itu mulai pukul 05.30.
Gus Yani seakan ikut merasakan susahnya masyarakat ketika melintasi jalan rusak itu. Ia pun merasa bersalah. Bupati yang baru dilantik pada 26 Februari 2021 itu pun meminta maaf kepada para pengguna jalan yang melintas.
“Ngapunten pak, ngapunten nggih margine risak, segera kulo dandosi (maaf pak, maaf nggih, jalannya rusak secepatnya saya perbaiki),”kata Gus Yani kepada warga yang melintas pada Kamis, 11 Maret 2021.
Akses jalan itu satu-satu bagi masyarakat di tiga desa beraktivitas di luar desa itu bertahun-tahun rusak. Belum tersentuh perbaikan. Kalau pun ada perbaikan tambal sulam ala kadarnya. Gus Yani tidak menemukan keberadaan alat berat untuk perbaikan jalan tersebut.
Saking kesalnya, dia menuntun sepedanya itu, kemudian menata paving yang rusak dengan kondisi bergelombang dan tidak beraturan di tengah jalan. Paving yang mengelupas hanya diuruk dengan pasir dan batu (sirtu).
Terkait tidak ada alat berat di sepanjang jalan Mengare itu, Gunawan menceritakan kronologinya. Menurutnya, dia sudah melaporkan bahwa ada alat berat untuk membenahi jalan menuju Mengare yang rusak karena paving-paving tidak beraturan.
Menurutnya, pada Jumat pekan lalu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berencana datang ke Mengare dalam waktu dekat. Dia bersama Pj Sekda Gresik Abimanyu Poncoatmojo Iswinarno meninjau dan mengirim alat berat URC untuk persiapan menguruk sedikit jalan yang rusak. Seperti memberi urukan pasir kepada paving yang rusak.
Saat itu juga, ada kegiatan Bupati bersama Forkopimda untuk ziarah dalam rangkaian hari jadi Kabupaten Gresik. “Disana ternyata ada permasalahan sampah saat mau ziarah. Terpaksa mesin yang dibawa ke Mengare, kami tarik kembali untuk membersihkan sampah.
Kemudian, akan kembali ke Mengare. Bannya meletus, kemarin sudah mobilisasi kesana. Besok kembali lagi,”kata Gunawan. (*)
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menemui Menko Perekomonian Airlangga Hartanto di Jakarta pada Jumat, 12 Maret 2021 (foto : ist)
GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bergerak cepat. Penetapan Java Integreted Industrial and Port Estate (JIIPE) sebagai kawasan ekonomi khusus (KEK) menjadi peluang untuk mendorong pemulihan dan pertumbuhan ekonomi Kota Santri langsung direspon cepat dengan menemui Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto.
Berdasarkan kajian Dewan Ekonomi Nasional (DEN) kawasan berlokasi di Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik ini di proyeksikan mampu menghadirkan investasi senilai USD 16,9 miliar atau sekitar Rp 237 triliun dengan serapan tenaga kerja mencapai 199.818 orang pada saat beroperasi penuh.
“Alhamdulillah, Jumat sore kemarin saya diterima Bapak Airlangga Hartarto. Tujuan saya cuma satu, ingin ekonomi rakyat Gresik segera pulih, salah satunya dengan akselerasi dan optimalisasi JIIPE. Golnya segera buka lapangan kerja seluas mungkin untuk warga,” ujar Gus Yani – sapaan- Bupati Fandi Akhmad Yani pada Sabtu, 13 Maret 2021.
Gus Yani mengatakan, akibat pandemi Covid-19, Gresik menghadapi sejumlah tantangan ekonomi terkait pengangguran dan kemiskinan. tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Gresik meningkat pada 2020 menjadi 8,21 persen, jauh di atas rata-rata TPT Jatim sebesar 5,84 persen.
“Ketika industri terdampak pandemi baik secara pasar maupun operasional, pasti ada layoff. Maka saya ikhtiar cepat cari solusi untuk pulihkan ekonomi warga,”ujar Gus Yani.
Dengan akselerasi dan optimalisasi KEK JIIPE, Gus Yani ingin banyak lapangan kerja baru tercipta. Berdasarkan kajian, saat beroperasi penuh, serapan tenaga kerja di KEK JIIPE mencapai hampir 200.000 orang.
“Saya minta warga Gresik dilibatkan. Jangan khawatir, SDM Gresik berkualitas. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) kami termasuk tertinggi di Jatim. Saya juga akan menggeber program sertifikasi keahlian gratis untuk anak-anak muda Gresik, sehingga bisa terserap ke kebutuhan industri,” terang bendahara PW GP Ansor Jatim ini.
Adapun dari sisi kemiskinan, pada 2020, angka Gresik mencapai 12,40 persen, di atas rata-rata Jatim sebesar 11,09 persen. “Langkah terpadu kita percepat, termasuk KEK JIIPE ini yang ujungnya harus bisa menurunkan kemiskinan,” tegas Gus Yani.
KEK JIIPE, papar Gus Yani, bakal dipacu pengembangannya untuk industri teknologi, metal, kimia, energi, dan logistik. Berdasarkan hasil kajian, KEK JIIPE diproyeksi mampu mendatangkan investasi sekitar USD 16,9 miliar atau setara Rp 236,6 triliun.
Produksi pelaku usaha di JIIPE akan mampu memberikan kontribusi ekspor sebesar USD 10,1 miliar per tahun ketika beroperasi penuh. “Saya juga sudah baca kajiannya dari berbagai sisi, dengan KEK JIIPE nanti devisa negara juga bisa dihemat karena industri di dalamnya menghasilkan produk substitusi impor untuk industri metal dan kimia,”ujarnya.
“Jadi kita kerja keras menjadikan Gresik sebagai andalan penghasil devisa melalui kegiatan ekspor, sekaligus penyelamat devisa melalui substitusi impor. Alhamdulillah, Pak Airlangga sangat mendukung pengembangan ekonomi Gresik ini,”imbuh alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga itu.
TUKS : Salah satu terminal untuk kepentingan sendiri (TUKS) di Gresik. Ekspor produk bisa melalui pelabuhan di Gresik ini ( foto : dokumen chusnul cahyadi/1minute.id)
Tak hanya membahas tentang investasi industri berskala besar yang bakal masuk Gresik, Gus Yani juga menekankan pentingnya tautan dengan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Saya ingin UMKM dan IKM Gresik masuk dalam rantai pasok industri, baik mendukung dari sisi operasional utama pabrik maupun penunjangnya. Konsep ini akan memperluas nilai tambah KEK JIIPE sehingga manfaatnya untuk rakyat juga kian besar. Pak Airlangga Hartarto ingin konsep kerakyatan perpaduan investasi besar dan UMKM-IKM ini dikembangkan,”ujarnya.
Gus Yani optimistis KEK JIIPE bisa menjadi salah satu instrumen pemulihan ekonomi Gresik. “Growth kita tahun 2019 hanya 4,3 persen. Kena pandemi tambah menurun. Pemulihan ekonomi harus cepat dan tepat kita lakukan,”katanya.
JIIPE sendiri berdiri di atas lahan seluas 3.000 hektar, yang terdiri atas kawasan industri, pelabuhan umum multifungsi, dan hunian kota mandiri. Kawasan yang dikembangkan bersama oleh PT Pelindo III dan PT AKR Corporindo Tbk tersebut memiliki pelabuhan laut terdalam di Jatim dengan kedalaman -16 LWS. Sehingga kapal-kapal besar dengan muatan lebih dari 100.000 DWT bisa sandar di kawasan industri tersebut untuk memudahkan proses distribusi. (*)
GRESIK,1minute.id – Tren jumlah kasus konfirmasi coronavirus disease 2019 (Covid-19) terus menurun. Memasuki hari keempat, Masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala Mikro jilid-3 hari ini, Jumat, 12 Maret 2021 kasus sembuh lebih tinggi dari jumlah kasus konfirmasi Covid-19.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, telah meneken surat edaran (SE) terkait perpanjangan masa PPKM skala Mikro jilid-3. Dalam SE bernomor 800/513/437.73/2021 itu, PPKM skala Mikro mulai 9 – 21 Maret 2021. Menurut Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, jumlah aktif kasus Covid-19 selama tiga kali PPKM terus mengalami penurunan signifikan. Jumlah kasus aktif pada PPKM jilid I sebanyak 338 kasus. Kemudian, PPKM Mikro jilid II turun lagi menjadi 312 kasus
“Setelah diterapkan PPKM Mikro I kasus aktif turun drastis menjadi 112, kemudian PPKM Mikro II turun lagi 96,”kata Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani pada Jumat,12 Maret 2021. Selain mengoptimalkan operasi yustisi, Gus Yani melanjutkan pihaknya secara maraton melaksanakan vaksinani tahap dua dengan memprioritaskan pelayan publik seperti ASN, TNI-Polri, Jurnalis, Imam masjid, pedagang pasar, sopir angkutan transportasi dan guru serta tenaga pendidik.
“Kemampuan tracking, sistem dan manajemen tracing, perbaikan treatment. Kita juga sudah menggagas program donor konvalesen dan vaksinasi secara maraton,”tambahnya. Dalam PPKM skala Mikro ini, masih membatasi tempat kerja dengan menerapkan Work From Home (WFH) dan Work From Office (WFO), masing-masing sebesar 50 persen. Kegiatan belajar mengajar juga masih berlangsung secara daring atau online.
Pengaturan pembatasan jam operasional untuk pusat perbelanjaan atau mal, toko modern, grosir, toko kelontong sampai dengan pukul 21.00. Ditambahkan Bupati Yani, pihaknya tetap mengimbau protokol kesehatan dilaksanakan seperti menggunakan masker yang baik dan benar, mencuci tangan mengunakan sabun atau handsanitizer, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan yang berpotensi menimbulkan penularan.
Dinas Kesehatan Gresik harus memperkuat kemampuan tracking, sistem dan manajemen tracing, perbaikan treatment termasuk meningkatkan fasilitas kesehatan (tempat tidur, ruang Intensive Care Unit (ICU), maupun tempat isolasi/karantina). “Satuan Polisi Pamong Praja Gresik agar berkoordinasi dengan Polres dan Kodim guna meningkatkan pengawasan, operasi yustisi, dan penegakan hukum lainnya. Dinas pariwisata dan Kebudayaan untuk meningkatkan pengawasan terhadap kegiatan sosial budaya,”terangnya.
Sementara itu, berdasar data Satgas Covid-19 Gresik jumlah kasus konfirmasi bertambah 7 kasus pada Jumat, 12 Maret 2021. Sedangkan, kasus sembuh bertambah 8 kasus menjadi 4.810 kasus. Meninggal dunia terakumulasi menjadi 347 kasus .(*)
GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani tetap bekerja sambil berolahraga di hari libur Isra Miraj pada Kamis, 11 Maret 2021. Mengayuh sepeda balap, Gus Yani-sapaan akrabnya-Fandi Akhmad Yani, geleng-geleng kepala merasakan jalan rusak di wilayah Mengare, Kecamatan Bungah.
Dia mencari keberadaan alat berat yang disampaikan jajarannya di dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik untuk perbaikan jalan. Mengenakan masker, helm sepeda balap dan jaket berwarna biru membuat banyak orang tidak mengenali inspeksi mendadak yang dilakukan Bupati milenial ini di wilayah Mengare.
Gus Yani sudah melintasi akses masuk ke Mengare bahkan ke tiga desa di Mengare pagi hari sejak pukul 05.30. Gus Yani melihat kondisi jalan rusak itu merasa bersalah. Bupati yang baru dilantik pada 26 Februari 2021 itu pun meminta maaf kepada para pengguna jalan yang melintas.
“Ngapunten pak, ngapunten nggih margine risak, segera kulo dandosi (maaf pak, maaf nggih, jalannya rusak secepatnya saya perbaiki),”kata Gus Yani kepada warga yang melintas pada Kamis, 11 Maret 2021.
Akses jalan itu satu-satu bagi masyarakat di tiga desa beraktivitas di luar desa itu bertahun-tahun rusak. Belum tersentuh perbaikan. Kalau pun ada perbaikan tambal sulam ala kadarnya.Tiga Desa di Mengare itu, adalah Watuagung, Tanjung Widoro dan Kramat.
Gus Yani tidak menemukan keberadaan alat berat untuk perbaikan jalan tersebut. Saking kesalnya, dia menuntun sepedanya itu, kemudian menata paving yang rusak dengan kondisi bergelombang dan tidak beraturan di tengah jalan. Paving yang mengelupas hanya diuruk dengan pasir dan batu (sirtu).
Gus Yani mendapatkan keluhan kerusakan jalan di Mengare itu dari warga. Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik sudah memberi laporan, bahwa ada alat berat untuk pengerjaan perbaikan jalan di Mengare.
Akan tetapi, Gus Yani yang mengeliling jalan itu sejak pukul 05.30 hingga 08.30 tidak menemukan keberadaan alat berat itu. “Ternyata tidak ada pengerjaan pagi hari ini, saya berharap dinas PU (DPUTR,red) harus konsisten mengawal pekerjannya. Beberapa hari yang lalu masih ada alat berat, saya pikir dikerjakan sampai tuntas, pada pagi hari ini ternyata tidak ada,”kata dia dengan nada kecewa.
GATUR JALAN : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatur lalu lintas di sela sidak ruas jalan rusak di kawasan Mengare, Kecamatan Bungah, Gresik pada Kamis, 11 Maret 2021 (foto : ist)
Infrastruktur jalan menjadi salah satu prioritas Gus Yani bersama Wabup Gresik Aminatun Habibah. Jalan rusak menjadi keluhan di masyarakat Kota Santri-sebutan lain- Kabupaten Gresik. Bahkan, tidak hanya di Mengare saja, Gus Yani menyebut masih banyak di wilayah Gresik Selatan seperti di Kecamatan Menganti, Kecamatan Driyorejo dan lainnya.
Dia berharap para Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait segera menindaklanjuti dan konsisten dengan pembangunan di Kabupaten Gresik. “Kami berharap tidak ada lagi korban kecelakaan akibat kondisi jalan rusak yang ada di Gresik,”kata dia.
Ridholah Amanu, 58, seorang pengguna jalan mengaku sudah lama, akses jalan ini rusak. Pengendara sepeda motor ini bekerja di pelabuhan dan melintasi jalan Mengare menuju Sembayat, Kecamatan Manyar ke tempat kerjanya setiap hari.
“Pernah ada kejadian kecelakaan jatuh gara-gara jalan rusak disini,”terangnya. Annna, warga lainnya setali tiga uang dengan Amanu. Pekerja pabrik di kawasan Manyar itu berharap perbaikan harus tuntas, akses jalan sudah lama rusak.
“Harusnya segera diperbaiki. Kondisi jalannya dari dulu ya rusak begini sampai sepeda motor saya pernah rusak,”ucapnya. Sejatinya, Pemkab Gresik sudah membuka akses kepada warga untuk melaporkan jalan rusak. Mulai dari media sosial, Facebook, Instagram dan WhatsApp.
Warga bisa memberikan pengaduan jalan rusak melalui aplikasi APALAN (Aplikasi Pengaduan Pengguna Jalan) yang bisa diunduh di playstore. Kemudian spanduk layanan pengaduan nomor WhatsApp Unit Reaksi Cepat (URC) yang tersebar di Gresik dengan slogan ‘Tiada Hari Tanpa Menambal jalan’.
Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik Gunawan Setiaji ketika dikonfirmasi 1minute.id mengaku masih rapat. “Maaf, saya masih rapat,”katanya. (*)
GRESIK,1minute.id – Gerbang selamat datang di Wisata Religi Sunan Maulana Malik Ibrahim terlihat begitu megah. Jalan Malik Ibrahim juga terlihat mulus. Lampu penerangan jalan tertata rapi di kanan dan kiri jalan yang terdapat makam penyebar agama Islam di Indonesia, Syeh Maulana Malik Ibrahim itu.
Di jalan legendaris itu, juga tidak terlihat kabel telepon, listrik semrawut diatas langit di dekat kawasan makam Waliyullah itu. Sebuah konsep kota modern.
Konsep itu tertuang dalam Rencana Aksi Kota Pusaka dan Kota Hijau. Dalam video berdurasi 3 menit, 7 detik itu, yang didapat 1minute.id konsep revitalisasi tujuh jalan legendaris di Gresik Kota Lama (GKL) itu di konsep sejak 2019.
Tujuh ruas jalan itu, Jalan Basuki Rahmat, AKS Tubun, Setiabudi, Malik Ibrahim, Agus Salim, Kramatlangon dan Jalan KH Zubair.
Bagaimana kondisi kawasan Jalan Malik Ibrahim itu. Dalam pengamatan 1minute.id kondisi jalan sudah beraspal. Akan tetapi, gorong-gorong atawa drainase yang kecil mengakibatkan area Makam Syeh Maulana Malik Ibrahim kerap kebanjiran.
Padahal, sebelum pagebluk coronavirus disease 2019, jumlah wisatawan yang berkunjung Syeh Maulana Malik Ibrahim itu lebih 1 jutaan per tahun. Para wisatawan religi berasal dari berbagai penjuru nusantara.
BUPATI Gresik Fandi Akhmad Yani bersama Habib Luthfi ketika berziarah ke Makam Syeh Maulana Malik Ibrahim pada Sabtu, 27 Februari 2021 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)
Jutaan wisatawan yang berziarah seharusnya Jalan Malik Ibrahim dan sekitarnya bisa bagai sebuah etalase bagi Gresik Kota Santri-sebutan lain-Pemkab Gresik. Harus menarik. Enak di pandang mata. Sehingga wisatawan religi nyaman.
Harapannya, tentu mereka pun bisa betah berlama-lama di sekitar wisata religi itu. Ekonomi masyarakat sekitar terdongkrak. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, telah menyanggupi untuk membantu perbaikan saluran air di kawasan Malik Ibrahim itu.
“Saya meminta ada pengajuan rehabilitasi makam. Sebab, saat hujan deras air masuk ke area makam,”ujar Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani ketika mengawali rangkaian peringatan HUT ke-47 Pemkab Gresik dan Hari Jadi ke-534 Kota Gresik pada Senin, 8 Maret 2021.
Gus Yani juga meminta kepada pengelolah supaya di area makam juga dibuatkan selokan air. Hal ini agar air yang masuk ke makam bisa teresap keluar.
Terkait dengan rehabilitasi ini, salah satu pengelola Makam Syeh Maulana Ibrahim Gresik, Taufiq Harris mengatakan, mengenai rehabilitasi harus ada kordinasi dengan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan Mojokerto.
“Sesuai UU nomor 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya. Rehabilitasi makam diatur di undang-undang tersebut. Sebab, ada beberapa zona yang masuk cagar budaya. Di antaranya zona inti, pendukung, dan pengembang,”katanya.
Menurut Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Gresik Achmad Washil Miftachul Rochman mengatakan, selama ini, tujuh ruas jalan di Gresik Kota Lama (GKL) utilitasnya kurang memenuhi syarat. Dia mencontohkan saluran drainase kecil.
RUAS Jalan Malik Ibrahim dalam video Rencana Aksi Kota Pusaka dan Hijau ( Foto : tangkapan layar/1minute.id)
“Ketika hujan, kawasan itu sering kebanjiran,”ujar Washil ditemui disela memantau tanah longsor di kawasan Bukit Cempo, Kelurahan Gending, Kecamatan Kebomas, Gresik pada Kamis pekan lalu.
Nah, rencana aksi Kota Pusaka dan Kota Hijau, DPKP, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) dan organisasi perangkat lainnya berkalaborasi. “Rencana aksi ini dibiayai oleh pemerintah pusat,”kata Washil. Bila rencana aksi Kota Pusaka dan Kota Hijau terealisasi akan mengubah wajah GKL semakin elok. Gresik Baru dalam gagasan Nawa Karsa segera terwujud. (*)
GRESIK,1minute.id – Upacara Hari Jadi ke-535 Kota Gresik dan HUT ke-47 Pemkab Gresik terasa lebih fresh pada Selasa, 9 Maret 2021.
Pasal, apel tahunan dengan inspektur upacara Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani ini diselingi dengan sejumlah performance kesenian khas Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik yang menjadi binaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Gresik.
Sehingga peserta upacara yang memakai baju Khas Gresik. Peserta laki-laki memakai baju koko berkopyah. Sedangkan, peserta perempuan baju kurosi. Berkebaya, jarik dan kerudung itu betah menyaksikan atraksi kesenian khas Gresik itu.
TARI DAMARKURUNG : Damarkurung, seni lukis maestro Mbah Masmundari. Di Hari Jadi ke-534 Kota Gresik pada Selasa. 9 Maret 2021 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)
Sebelum upacara dimulai pukul 07.30 itu, ada empat kesenian yang menghibur. Yakni, Jaran Kepang ; Pencak Macan ; Rebana dan Terbang Jidor. Setelah upacara, ada Tari Masmundari, Damarkurung dan Kridaninglegis.
Tari Masmundari, baru kali pertama ditampilkan di depan publik. Ada sepuluh remaja memakai jarik memakai masker bergambar wajah perempuan lansia menari sambil membawa Damarkurung. Masmundari adalah maestro seniman lukis damarkurung. Masmundari adalah ikon Gresik.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, upacara Hari Jadi ke-534 Kota Gresik dan HUT ke-47 Pemkab Gresik mengatakan, Gresik kaya akan kesenian. “Kita tampilkan agar ASN lainnya ikut serta melestarikannya. Bukan, hanya tugas Disparbud,”ujar Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani usai upacara di halaman Kantor Bupati Gresik.
PENCAK MACAN : Pencak Macan , kesenian khas Pesisir, Gresik. Kelurahan Lumpur, Gresik memeriahkan Hari Jadi ke-534 Kota Gresik pada Selasa, 9 Maret 2021 (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)
Gus Yani didampingi Wakil Bupati Aminatun Habibah, Asisten Umum dan Pemerintahan Tursilowanto Harijogi dan Kepala Disbudpar Gresik Agustin H. Sinaga. “Tapi, penampilan mereka tetap mematuhi protokol kesehatan,”kata Gus Yani.
Terpisah, Kepala Disparbud Gresik Agustin H. Sinaga menambahkan, pagelaran kesenian ini untuk mengairahkan para pekerja seni di Gresik. “Supaya pekerja seni budaya dapat bangkit kembali,”kata Sinaga. (*)