Pendamping PKH Gresik Beber Resep Inovasi Pengentasan Kemiskinan kepada Delegasi Pemprov Maluku

GRESIK,1minute.id – Kinerja Dinas Sosial dan tim pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Gresik dalam mengentas kemiskinan mendapatkan apresiasi dari Pemprov Maluku, Sulawesi Utara (Sulut). Bahkan, Pemprov Maluku mengutus sebelas orang dari lintas organisasi perangkat daerah (OPD)  menimbah ilmu ke Gresik.

Rombongan disambut oleh Plt Kadinsos GresikMahfud Ahmadi dan Koordinator Kabupaten (Korkab) PKH Gresik Lestari Widodo.  Pertemuan dilakukan di ruang rapat Dinsos Gresik berada di Jalan KH Wachid Hasyim, Gresik. Pertemuan terasa gayeng.

Ketua Tim Pemprov Maluku dipimpin Kabag Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Provinsi Maluku Usman Manidja’a menyatakan, kunjungan kerja ke Dinsos Gresik atas rekomendasi dari Kementerian Sosial. “Kunjungan ini dalam rangka menggali potensi dan inovasi pengurangan angka kemiskinan melalui pengendalian bantuan sosial (Bansos) PKH,”kata Usman.

“Kami ingin belajar, mengetahui resep dan menggali inovasi Kabupaten Gresik bisa meraih berbagai penghargaan tingkat nasional,”imbuhnya.  Sementara Plt Kepala Dinsos Gresik Mahfud Ahmadi melalui Koordinator Kabupaten (Korkab) PKH Gresik Lestari Widodo mengatakan, pendamping PKH di Gresik dalam mengembangkan inovasi sesuai potensi dan kearifan lokal masing-masing wilayah binaan.

“Inovasi tersebut didasarkan atas kepedulian SDM PKH dengan adanya jerat rentenir, potensi-potensi kelompok, dan itu semua termasuk wujud nyata atau hasil dari edukasi P2K2/FDS dalam Modul Ekonomi,”kata Widodo.
P2K2/FDS (Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga/Family Development Session) yang juga dikenal KPM dengan istilah ‘Sekolah PKH’, adalah kegiatan wajib untuk diikuti seluruh penerima bansos PKH.

P2K2/FDS merupakan komponen penting dari PKH yang memperkaya aspek jangkauan/ outreach program dengan mengajarkan para penerima manfaat tentang keterampilan hidup yang penting seperti cara meningkatkan nutrisi, kesehatan dan cara mengasuh anak serta pengelolaan keuangan rumah tangga yang lebih baik, serta pentingnya kesejahteraan bagi lanjut usia dan penyandang disabilitas berat.

Widodo menyebut, kunci kesuksesan inovasi dan penggalian potensi tidak lain adalah sinergi dan kekompakan seluruh SDM PKH dalam mensukseskan Program Nawa Karsa yang diusung Bupati dan Wakil Bupati Gresik dalam rangka satu langkah bergerak mengurangi angka kemiskinan.

“Kunci suksesnya adalah bisa bersinergi dengan Program Nawa Karsa Bupati dan Wakil Bupati Gresik dalam rangka satu langkah bergerak mengurangi angka kemiskinan di Gresik, kemudian merubah pola pikir atau mindset, kompak dalam tim, bersinergi, dan berinovasi adalah kata kuncinya,”tuturnya.

Dijelaskan, wujud nyata dari edukasi dan inovasi pemberdayaan pendamping PKH Gresik salah satunya adalah terbentuknya koperasi bagi kelompok-kelompok binaan sosial di salah satu kecamatan Balongpanggang. “Salah satu inovasi pemberdayaan terbentuknya koperasi KPPS di Balongpanggang,”ungkap Widodo.

Pihaknya juga menjalin kerjasama dengan pemangku kebijakan dari berbagai sektor untuk menggali potensi berbagai program yang bisa dimanfaatkan oleh keluarga penerima manfaat (KPM). Seperti program Usaha Masyarakat Kecil Menengah (UMKM), program beasiswa pendidikan, maupun program lainnya. (yad)

Pendamping PKH Gresik Beber Resep Inovasi Pengentasan Kemiskinan kepada Delegasi Pemprov Maluku Selengkapnya

Destinasi KPI Kini Dilengkapi Monumen Ratu Agro yang Penuh Filosofi, Penasaran ?

GRESIK,1minute.id – Satu lagi destinasi wisata hadir di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. Destinasi itu bernama Kebun Pak Inggih (KPI). Lokasinya di samping destinasi wisata Selo Tirta Giri (Setigi).

Destinasi KPI dan Setigi ini milik pemerintah desa (Pemdes) Sekapuk, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik. 
Destinasi wisata anyar itu dilengkapi dengan Monumen Ratu Agro yang diresmikan pada Selasa, 12 Oktober 2021. “Dibangunnya Monumen Ratu Agro ini memiliki tujuan agar nantinya para pengunjung mudah mengingat agrowisata KPI (Kebun Pak Inggih),”ujar Kepala Desa (Kades) Sekapuk Abdul Halim saat meresmikan monumen bersama seluruh perangkat desa, BPD, Bumdes, PKK, RT/RW, Pokdarwis dan Karang Taruna itu. 

Ratu Agro, kata Abdul Halim, adalah Ratu yakni wanita yang memimpin atau istri pemimpin. Namun maksud di sini dengan harapan wisata ini bisa menyajikan kecantikan tata ruang, dan keanggunan taman yang tertata rapi agar pengunjung lebih santai. 

“Sedangkan, Agro memiliki arti tanah, dengan harapan agar semangat masyarakat dan pengunjung membuat tanah yang kami bangun ini bisa lebih produktif dan lebih bermanfaat dari sebelumnya,”ungkap AHA-julukan-Abdul Halim. Ia menjelaskan, makna detail bangunan dari Monumen Ratu Agro. Ada anak tangga yang berjumlah sebelas (sewelas), menggambarkan setiap menapaki langkah untuk naik harus dapat ‘welasan’ (izin/ dukungan) dari lingkungan dan dari yang Maha Berkehendak.

Sedangkan tiga titik surya di monumen Ratu Agro terdapat bergambar Trisula yang bermakna sebagai pengingat kita bersama. Trisula yakni sebuah tombak bermata tiga, yang maksudnya adalah bertanah air satu, berbangsa satu, dan berbahasa satu.Sekaligus tiga sifat penting yang harus diterapkan untuk menjalani proses, yaitu: benar, lurus, dan jujur.

Tugu utama dengan jumlah 9 tingkat/pilar untuk mengingatkan jika tlatah ini berada di kawasan dakwah 9 wali (wali songo).Tugu 4 yang mengelilingi dan satu tugu utama ( berjumlah 5 tugu ) menggambarkan 4 arah mata angin, sehingga kita bisa melangkah dengan tepat dan tidak lupa dengan kiblat.

“Jumlah lima tugu itu mengingatkan 5 waktu  dengan keutamaan salat subuh, bumi seisinya akan diserahkan untuk kita yang menunaikan,” jlentreh Kades yang berhasil mengubah Desa Tertinggal menjadi Desa Miliarder ini.

Sementara air mancur kelopak bunga dengan tujuh (pitu) tumpuk itu untuk mengingatkan sehebat apapun diri kita masih butuh pitulung, pitutur, pituduh, serta sumber itu adalah pemberian yang Kuasa, kapan pun bisa melimpah dan sebaliknya. Mengingat area KPI dulunya dikenal tidak ada sumber, bahkan dulunya ada perkampungan sampai pindah, sebab hilangnya sumber air.

Dari simbol tersebut, kita ingatkan kebesaran-Nya dan bersyukur kita punya 7 panutan dalam memahami kebenaran, yakni Rasul beserta empat sahabatnya Abubakar, Umar, Usman, Ali dan empat Mahzab Imam Syafii, Maliki, Hambali, dan Hanafi serta adanya waktu 7 hari, langit 7 lapis, bumi 7 lapis, dan air 7 warna. (yad)

Destinasi KPI Kini Dilengkapi Monumen Ratu Agro yang Penuh Filosofi, Penasaran ? Selengkapnya

Presiden Jokowi : Smelter Kapasitas 1,7 Juta Ton Konsentrat Tembaga, Proses Pembangunan Dibutuhkan 40 Ribu Naker

GRESIK,1minute.id –  Presiden Joko Widodo meresmikan pembangunan smelter PT Freeport Indonesia di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Manyar, Gresik pada Selasa, 12 Oktober 2021. Pabrik pemurnian tembaga dan emas dibangun dengan investasi USD 4 miliar atau setara Rp 42 triliun diatas lahan seluas 100 hektare.

Presiden Jokowi menyebutkan, untuk pembangunan pabrik pemurnian tembaga ini akan menyerap 40 ribu tenaga kerja. Belum nanti pabrik peleburan dan pemurnian tembaga ini beroperasi. “Menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan ini gol yang penting bagi rakyat dan tentu saja membuat bangsa kita semakin Mandiri semakin maju,”ujar Jokowi yang dikutip melalui saluran YouTube Biro Pers,Media dan Informasi

Sekretariat Negara pada Selasa, 12 Oktober 2021.
Smelter yang dibangun oleh PT Freeport Indonesia ini mampu mengolah 1,7 juta ton konsentrat tembaga per tahun dan 480 ribu ton logam tembaga. “Saya dapat laporan smelter yang akan dibangun ini dengan desain single line ini terbesar di dunia, karena mampu mengolah 1,7 juta ton konsentrat tembaga per tahun,”kata Presiden Jokowi.

Presiden menalogikan 1,7 juta ton konsentrat tembaga itu bila diangkut dengan truk kapasitas muatan 3-4 ton akan berjajar 600 ribuan unit truk di KEK Gresik. “Coba bayangkan,”selorohnya.  Potensi kekayaan sumber daya alamtersebut, ujar Presiden, harus dimanfaatkan sebaik-baiknya, sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat dengan menciptakan nilai tambah yang setinggi-tingginya bagi ekonomi Indonesia, bagi kesejahteraan masyarakat. 

“Jangan sampai kita memilki tambang,konsentrat, hilirisasinya ada di negara lain, seperti tadi disampaikan pak Menteri ada di Spanyol, ada di Jepang, nilai tambahnya berarti yang menikmati mereka. Inilah kenapa smelter yaitu di provinsi Jawa Timur karena itu pemerintah sebuah kebijakan strategis,”ujar Presiden Jokowi.

KUNKER PRESIDEN: (ki-ka) Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Presiden Joko Widodo dan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dalam groundbreaking pembangunan smelter PT Freeport Indonesia di KEK, Manyar, Gresik pada Selasa, 12 Oktober 2021 ( foto : ist )

Hilirisasi hasil industri dilakukan dengan harapan Indonesia menaikkan pendapatan negara. “Ini memperkuat hilirisasi industri akan perintah satu per satu perusahaan apapun, swasta maupun BUMN yang berkaitan dengan tambang Minerba untuk masuk ke hilirisasi agar komoditas kita lebih tinggi nilainya tidak kirim dalam bentuk material memberikan nilai tambah bagi negara,”ujar Presiden Jokowi.

Groundbreaking pembangunan smelter PT Freeport Indonesia di KEK Gresik dihadiri Menteri BUMN Erick Thohir, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri ESDM Arifin Tasrif , Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. 

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir melaporkan setelah pemerintah Indonesia menguasai 51 persen saham PT Freeport Indonesia, kinerja, inovasi dan transformasi terus berlangsung. Pertumbuhan pendapatan Freeport mengalami kenaikan 100 persen dibanding tahun lalu. Pada 2020 pendapatan Freeport Rp 50 triliun, tahun ini, kata Erick Thohir, diestimasikan menjadi Rp 105 triliun. Keuntungan bersih pada 2020 Rp 10 triliun, pada tahun ini diestimasikan menjadi Rp 40 triliun. “Pertumbuhan itu karena harga copper naik dan terus dilakukan efisiensi,”kata Erick Thohir. (yad)

Presiden Jokowi : Smelter Kapasitas 1,7 Juta Ton Konsentrat Tembaga, Proses Pembangunan Dibutuhkan 40 Ribu Naker Selengkapnya

1.600 Personel Amankan Kunjungan Presiden Joko Widodo ke Gresik

GRESIK,1minute.id – Presiden Joko Widodo akan melakukan kunjungan kerja ke Gresik,  Jawa Timur pada Selasa, 12 Oktober 2021. Kunjungan Jokowi akan mendapatkan pengamanan ketat dari TNI-Polri. Sebanyak 1.600 personel disiagakan untuk pengamanan R.I-1 itu.

Ribuan personel  gabungan dari TNI-Polri untuk pengamanan VVIP kunjungan kerja Presiden RI Joko Widodo melakukan apel di halaman Kantor Bupati Gresik pada Senin, 11 Oktober 2021. Gelar apel pasukan gabungan tersebut dilaksanakan dalam rangka pengecekan dan pemberian tugas serta tanggungjawab, agar dalam pelaksanaan tugas pengamanan semua pasukan bisa dijalankan secara maksimal.

Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail mengatakan, gabungan personel pengamanan di tiga titik lokasi tersebut terdiri dari Kodim Sidoarjo, Kodim Surabaya Selatan dan Utara, Satlantas Polres Sidoarjo, Satlantas Polres Surabaya, Satlantas Polres Gresik, Dalmas Polres Gresik, Yon Arhanud 8 Sidoarjo.  “Pengamanan sudah disiapkan sesuai dengan prosedur dan hasil rakor Pam VVIP, pasukan diterjunkan untuk pengamanan,”katanya.

Dalam kunjungan kerja Presiden Jokowi kali ini, TNI-Polri menurunkan sebanyak 1600 personel  untuk mengamankan di tiga titik sepanjang rute Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo menuju Gresik. “Untuk total kurang lebih 1600 personel dan dibagi tiga titik, meliputi di jalur yang dilewati Presiden, lokasi yang dituju Presiden, dan sisanya di bandara Juanda,”ungkapnya.

Letkol Inf Taufik menjelaskan bahwa kunjungan Presiden RI merupakan hal biasa. Kendati demikian, seluruh pasukan yang diterjunkan untuk pengamanan harus memahami tugas dan tanggungjawab di masing-masing sasaran.”Pahami sesuai tugas dan tanggung jawabnya di sasaran masing-masing karena kegiatan kunjungan Presiden RI sudah hal biasa sehingga tetap utamakan protokol kesehatan Covid-19,”tandasnya.

Hadir dalam pelaksanaan apel, Asops Kodam V/Brawijaya Kolonel Inf Andy Mustafa Akad, Dandim 0817/Gresik Letkol Inf Taufik Ismail selaku Komandan Apel, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Kapolres Gresik AKBP Muchamad Nur Aziz, serta para Dansub Satgas Pamwil dan serta prajurit yang terlibat dalam pengamanan VVIP.

Informasi yang dihimpun 1minute.id, Presiden Joko Widodo akan melaksanakan kunjungan kerja ke Java Integreted  Industrial and Port Estate (JIIPE) di Kecamatan Manyar. Kawasan industri terintegrasi di Gresik itu akan ditetapkan sebagai kawasan ekonomi khusus (KEK). (yad)

1.600 Personel Amankan Kunjungan Presiden Joko Widodo ke Gresik Selengkapnya

Skuad Gresik United Digembleng Fisik di Pantai

GRESIK,1minute.id – Menjelang bergulirnya Liga 3 Zona Jawa Timur skuad Gresik United melakukan pemusatan latihan di Pantai Utara Gresik. Selama lima hari, mulai Minggu, 10 Oktober 2021, Laskar Joko Samudro digebleng fisik dan teknik. Yellow Power digembleng fisik habis-habisan. ”Tiap pagi kami akan adakan latihan fisik di pantai,” jelas Pelatih Gresik United Subangkit dalam siaran pers diterima 1minute.id pada Senin, 11 Oktober 2021.

Dia mengatakan pemusatan latihan ini sangat penting. Selain ingin mencapai fisik yang prima dan bisa bermain full selama 90 menit dalam pertandingan, para pemain juga akan dibekali materi taktikal. ”Jadi tiap hari akan ada diskusi soal taktik, sorenya bakal diterapkan di lapangan,”ungkapnya.

Subangkit berharap dalam waktu lima hari, pemain bisa menerapkan apa yang diinginkan olehnya di kompetisi nanti. Agar target untuk lolos Liga 2 bisa tercapai. ”Waktu sudah sangat mepet. Saya berharap pemain bisa berkembang setelah dari pemusatan latihan ini,” tegasnya.

Selain lewat pemusatan latihan, imbuh pelatih asal Pasuruan itu berharap kekompakan pemain terjaga. Para pemain baru yang bisa cepat beradaptasi. ”Dengan suasana baru, mereka bisa saling mengenal satu sama lain. Agar lebih kompak lagi,”paparnya.

Nah, nanti sebanyak 28 pemain yang ikut pemusatan latihan juga akan mendapat satu laga uji coba. Tepatnya pada Kamis, 14 Oktober 2021. ”Di uji coba itu saya juga melihat apa kekurangan tim. Langsung diperbaiki agar Gresik United tidak punya kelemahan lagi saat bertanding di kompetisi nanti,”jelasnya. (yad)

Skuad Gresik United Digembleng Fisik di Pantai Selengkapnya

RSI NAP Miliki Kamar Operasi Modern, Perluas Layanan Kesehatan

GRESIK,1minute.id – Fasilitas kesehatan di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik semakin lengkap. Kini, warga Gresik memiliki rumah sakit Islam. Namanya, Rumah Sakit Islam Nyai Ageng Pinatih (RSI NAP). Rumah sakit tipe C inilokasinya di Jalan KH Abdul Karim, Gresik. Peresmian rumah dulunya bernama Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Nyai Ageng Pinatih itu dilakukan oleh Ketua Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya (Yarsis) Muhammad pada Sabtu, 9 Oktober 2021.

Sejumlah tokoh Nahdliyin hadir dalam peresmian gedung dan pergantian nama rumah sakit tersebut. Diantaranya, Rais Aam PBNU  KH Miftachul Akhyar, Ketua PWNU Jatim KH Marzuki Mustamar , Pemangku pondok pesantren (Ponpes) Bumi Sholawat, Tulangan, Sidoarjo KH Agoes Ali Masyhuri dan KH Muchtar Djamil serta Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. 

Menurut Muhammad Nuh, perubahan nama dari RSIA menjadi RSI NAP itu dimaksudkan untuk meningkatkan cakupan dan kualitas layanankesehatan kepada masyarakat sekaligus tempat pembelajaran bagi mahasiswa kedokteran dan kesehatan, khususnya bagi mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA).

“Kami akan memperluas cakupan layanan dan kualitas kesehatan dan karenannya kamitingkatkan dari Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak (RSIA) menjadi Rumah Sakit Umum tipe C, dengan kapasitas 107 tempat tidur. Layanannya kami perluas dan kualitas kami tingkatkan,”kata M.Nuh.

Sejak 19 Oktober 2019 RSIA Nyai Ageng Pinatih secara resmi bergabung dengan Yarsis. Penggabungan RSIA Nyai Ageng Pinatih Gresik ke dalam Yarsis Bersama-sama RSIS A.Yani dan RSIS Jemursari dan Unusa dimaksudkan untuk memperkuat sinergi dan berbagi sumberdaya, dengan harapan mampu memberikan layanan maksimal kepada masyarakat Gresik dan sekitar. 

Dengan berbekal pengalaman dan sumberdaya yang dimiliki, melalui kerjasama dengan PCNU,  Muslimat, akan terus mengembangkan Rumah Sakit di beberapa daerah. Ini semua dilakukan karena layanan kesehatan masih sangat terbatas dan harus ditingkatkan. Layanan kesehatan masih sangat terbatas dan harus ditingkatkan.

Pihaknya berupaya terus mengembangkan rumah sakit di beberapa daerah melalui skema kerjasama dengan PCNU-Muslimat, sekaligus kita dedikasikan dalam rangka 100 tahun Nahdlatul Ulama. RSI NAP berdiri diatas lahan seluas 3 ribu meter persegi (m²) ini mengusung konsep Small in Modernity (Kecil namun modern). 

Kamar Operasi misalnya, menggunakan kamar operasi berbasis MOT (Modular Operating Theater) dengan dual pressure, bisa memilih yang bertekanan
negative atau positif. Ini sangat dibutuhkan, khususnya saat Pandemi Covid. 

“Kami bertekad untuk meningkatkan modernitas tersebut melalui kualitas infrastruktur, alat kesehatan, sistem informasi dan layanan, serta kualitas para dokter, tenaga kesehatan dan tenaga pendukung lainnya,”kata mantan Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) itu.
Untuk diketahui pembangunan gedung baru (empat lantai) ini dilakukan selama satu tahun sejak peletakan batu pertama (ground breaking) pada 18 Okober 2020.

Disamping melayani layanan kesehatan bagi masyarakat, RSI NAP ini juga sebagai tempat pembelajaran bagi mahasiswa Unusa, khususnya mahasiswa Kedokteran dan Kesehatan. Di kamar Operasi misalnya, dilengkapi dengan peralatan yang memungkinkan mahasiswa Unusa yang berada di Surabaya bisa mengikuti secara langsung proses operasi yang sedang di lakukan di RSI Nyal Ageng Pinatih. Demikian juga mahasiswa di Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) yang lain.

DIALOG : Bupati Gresik Fandi Akhmad, Sekda Gresik Washil Miftachul Rachman dan Direktur RSI NAP drg A.Zayadi di peresmian gedung pada Sabtu, 9 Oktober 2021

Intinya, Rumah Sakit yang kami bangun, tidak hanya untuk layanan kesehatan, tetapi sekaligus sebagai saranan pembelajaran. Diantara alat-alat canggih yang frekuensi penggunaannya paling tinggi adalah Ultrasonografi (USG) 4 Dimensi. Sama seperti USG 2 dimensi atau 3 dimensi, dengan USG 4 dimensi ini dapat menampilkan kondisi kehamilan, mulai dari keadaan rahim, wujud janin, hingga gangguan yang terjadi didalam kandungan.

“Kami berharap, kehadiran RSI Nyai Ageng Pinatih bisa menjadi kebanggaan masyarakat Gresik-sekitarnya, khususnya warga Nahdliyin, sekaligus sebagai ikhtiar untuk merawat dan mengembangkan warisan para sesepuh NU yang telah merintisnya sejak 1970-an,”harap mantan Ketua Dewan Pers ini.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergitas berbagai pihak dalam hal kemaslahatan umat. “Di era pandemi Covid-19 ini kita mampu berdiri bersama-sama, kekompakan, sinergitas, kolaborasi yang tinggi sehingga Rumah Sakit Islam Nyai Ageng Pinatih ini bisa berdiri,”ujar Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani. 

Bupati Yani juga berpesan kepada seluruh MWC di Kabupaten Gresik untuk bergeser dalam pelayanan kesehatan terhadap masyarakat. “Saya berharap MWC memiliki klinik- klinik kecil yang bisa bersinergi dengan Rumah Sakit Islam Nyai Ageng Pinatih,” harapnya.

Sebab, menurutnya, yang harus dikedepankan di era pandemi saat ini adalah pelayanan kesehatan terhadap masyarakat. “Mudah-mudahan ini bisa segera diawali. Di MWC Kebomas, dan untuk Rumah Sakit Islam Nyai Ageng Pinatih semoga bisa bermanfaat kepada masyarakat,”harap Bupati Yani. 

Senada dengan Bupati Yani, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur Erwin Ashta Triyono, pentingnya pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Ia menambahkan bahwa perkembangan kebutuhan layanan dunia kesehatan butuh rumah sakit yang berkualitas, cepat, tepat dan akurat. “Dengan adanya rumah sakit yang memanfaatkan teknologi, cepat dan tepat merupakan nilai tambah sehingga nantinya bisa menambah derajat kesehatan masyarakat,”ungkapnya.

Selepas prosesi sambutan dan penandatanganan prasasti, Bupati Yani dan undangan keliling Rumah Sakit untuk melihat sarana prasarana dan fasilitas yang ada. Diawali masuk ruang ICU. Bupati Fandi Akhmad Yani, Rais Aam PBNU KH. Miftachul Akhyar, Syuriah PBNU KH. Ali Agus Masyhuri, Ketua PWNU Jatim KH. Marzuki Mustamar, Sekretaris Daerah Gresik Achmad Washil, Plt Kadinkes Gresik Mukhibatul Khusnah, Camat Gresik Agung Endro serta Direktu RSI NAP drg Ach Zayadi. (yad)

RSI NAP Miliki Kamar Operasi Modern, Perluas Layanan Kesehatan Selengkapnya

Kapal Rumah Sakit Kebutuhan Warga Kepulauan itu Ghanda Nusantara

“Idealnya Jawa Timur memiliki empat sampai lima unit kapal rumah sakit terapung”

Ali Yusa


MODA transportasi paling unik menurut saya adalah kapal. Siapa penemu kapal. Saya menggunakan lima medin pencari di Internet, tidak menemukan hasil memuaskan. Moda transportasi kapal memang hidup bersama masyarakat sebuah moda tranportasi yang tumbuh dari kebutuhan manusia berpindah tempat.

Dari sungai hingga samudra. Dan, moda transportasi sanggup  bertahan terhadap bencana yang sangat besar di zaman es. Nabi Nuh AS sekitar 3650 sebelum masehi (SM) telah memperkenalkan teknologi kapal yang sangat komplek jauh melebihi masa teknologi saat itu.  Bahkan untuk direalisasikan saat ini akan sulit dilaksanakan. Bagaimana kapal tersebut mengangkut manusia, seluruh spesies hewan darat, hingga bahan bahan kebutuhan hidup selama berada di atas kapal yang di perkiraan berdasar kitab suci sekitar 150-200 hari. 

Perjalanan yang panjang jika dilakukan di zaman milenial ini. Karena itu, saya berpendapat bahwa desain kapal diciptakan kali pertama bukan oleh manusia, namun teknologi yang diturunkan oleh tuhan melalui utusanya di bumi yaitu Nuh. Karena keunikan ini maka menempatkan kapal sebagai moda tranportasi saja sangatlah tidak bijak, karena kapal juga berfungsi sebagai infrasturktur juga sebagai sarana kita bisa melihat laut sebagai alur/jalan yang diberikan oleh tuhan kepada manusia tanpa harus membangun jalan raya/tol untuk membantu/mempermudah perjalanan.

Bangsa ini telah melupakan bahwa lautan justru mempermudah kita melakukan perpindahan orang secara masal, barang dan aktifitas apapun di muka bumi. Karenanya kita menemukan jenis- jenis kapal berdasar fungsinya. Ada kapal pesiar, kapal kargo, kapal  pengangkut gas cair  di sebut kapal LNG , kapal selam, hingga kapal yang di gunakan sebagai pusat layanan kesehatan yang di sebut kapal rumah sakit (rumah sakit terapung).

KRS GHANDA NUSANTARA: Fasilitas pelayanan di kapal rumah sakit Ghanda Nusantara milik Pemprov Jatim (Foto : Ali Yusa)

Rumah Sakit Terapung Pemprov Jatim 
Menurut WHO (World Health Organization), rumah sakit adalah bagian integral dari suatu organisasi sosial dan kesehatan dengan fungsi menyediakan pelayanan paripurna (komprehensif), penyembuhan penyakit (kuratif) dan pencegahan penyakit (preventif) kepada masyarakat. 

Rumah sakit juga merupakan pusat pelatihan bagi tenaga kesehatan dan pusat penelitian medik. Jika merujuk undang-undang no. 44/ 2009 tentang rumah sakit, yang dimaksudkan dengan rumah sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat.

Keberadaan rumah sakit merupakan salah satu faktor utama  dari tercapainya pembangunan kesehatan di Indonesia. WHO mendefinisikan kesehatan sebagai sebuah kondisi dimana kesejahteraan fisik, mental dan sosial, dan bukan sekedar bebas penyakit dan kelemahan fisik. Dalam prakteknya, pengukuran tingkat kesehatan yang digunakan tingkat harapan hidup. Ukuran ini merupakan salah satu dari tiga komponen dalam penghitungan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). 

Sehingga keberadaan rumah sakit atau layanan kesehatan di daerah terpencil mutlak dibutuhkan. Diantaranya,  Jawa Timur yang memiliki luas lautan lebih luas dari pada daratan dan memiliki lebih dari 431 pulau. Pemprov Jatim membutuhkan layanan kesehatan yang memadai untuk seluruh masyrakatnya yang tersebar di pulau-pulau tersebut.

Terjadinya pandemi Covid-19 menunjukan betapa rentanya ketahanan kondisi fasilitas layanan kesehatan kita. Akan tetapi, kondisi geografis ini sebenarnya sangat menguntungkan bagi provinsi Jawa Timur dalam melaksanakan layanan kesehatan karena keberadaan laut yang bisa menjadi penghubung percepatan layanan kesehatan di Jawa Timur. Asalkan kita memandang wilayah Jawa Timur tidak terbatas pada daratannya dan pada center of gravity yang ada.

Dimana kapal digunakan sebagai HUB yang menghubungkan kebutuhan sarana kesehatan di kawasan kepulauan. Dan ini merupakan pengembangan dari keberadaan puskesmas air yang dikembangkan kali pertama di sungai-sungai di Kalimantan, pedalaman Papua dan kawasan kepulauan di Maluku. Keberadaan kapal rumah sakit ini akan menjadi solusi instan dalam pembangunan fasilitas kesehatan di daerah pesisir dan kepulauan.

Terjaminnya kebutuhan kesehatan masyarakat dan  merupakan bagian dari efisiensi dan percepatan dalam membangun fasilitas kesehatan masyrakat dalam upaya meningkatkan IPM  di Jawa Timur. Kita bisa membayangkan keberadaan kapal ini ketika memberi layanan di kepulauan Masa Lembu dan Masa Kambing, Pulau Madura yang tidak memiliki layanan kesehatan rumah sakit tipe atau puskesmas tipe A. Keberadaan kapal rumah sakit ini akan sangat membantu masyarakat.

Dan jika kita tidak memandang ruang maka kapal ini bisa juga membantu melakukan percepatan layanan kesehatan. Semua pasien warga kepulauan bisa dilayani di kapal. Pasien tidak perlu dibawa ke rumah sakit di Surabaya yang butuh waktu dua kali lebih lama ketimbang kapal ini menuju Makasar. Atau masyarakat di kepulauan Kangean, Madura yang membutuhkan dua moda transportasi untuk menuju Surabaya dalam upaya memperoleh layanan kesehatan yang memadai.

Kapal rumah sakit ini dapat menjadi solusi begitu juga masyarakat Gili Mandangin akan lebih terjamin layanan kesehatanya karena memiliki pilihan yang beragam apakah menuju Sampan atau menuju Probolinggo untuk memperoleh layanan kesehatan apa bila di kapal rumah sakit sudah tidak mampu lagi menangani kondisi permaslaahan kesehatanya.

Pemprov Jawa Timur saat ini telah memiliki dua unit kapal rumah sakit. Kapal itu dapat dari hibah dari Kementrian Perhubungan. Pada 19 Maret 2021 Gubernur Jawa Timur juga sudah memerintahkan percepatan penggunaan kapal rumah sakit ini sebagai bagian dari pusat layanan kesehatan yang diberikan pemerintah kepada masyarakat Jawa Timur. 

Menurut saya idealnya Jawa Timur memiliki empat sampai lima unit kapal rumah sakit terapung. Dan kekurangan kebutuhan tersebut di dapat dari jumlah penduduk yang akan dilayani kapal tersebut dan berdasar pada alur perjalanan kapal. Kondisi ini mirip dengan layanan kapal selam Indonesia yang hanya 2 buah untuk meng-cover wilayah Indonesia yang panjang luasanya sepanjang  Benua merika. Belum lagi tugas yang diemban rumah sakit terapung ini tidak hanya menjadi rumah sakit tapi juga memiliki tugas tambahan sebagai moda transportasi.

Dua unit kapal  Rumah Sakit yang berada di Jawa Timur saat ini adalah kapal  Ghanda Nusantara 01 dan Ghanda Nusantara 02 telah diresmikan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Kesehatan Nila F Moeloek, dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pada Kamis,15 Agustus 2019 lalu. Namun baru diserah terimakan pada 19 Maret 2021. Dan baru awal Agutus 2021 kapal ini baru selesai docking untuk dapat segera di operasikan pada awal Oktober 2021 ini.

Ghanda Nusantara 01 dan dan Ghanda Nusantara 02 keberadaan kedua kapal ini sudah barang tentu akan menjadikan beberapa masalah yang menjadi beban di masyarakat kepulauan akan terselesaikan, masalah logistik, angkutan manusia, dan masalah kesehatan
Pengaturan Jadwal KRS. Dalam pengoperasian kapal rumah sakit ini diperlukan sampel berdasar kondisi operasional yang ada saat ini sebagai permodelannya. Sehingga efektifitas dan efisiensi operasional kapal dapat tercapai.  Sebagai sampel perhitungan dapat mengunakan data dari salah satu perusahaan pelayaran dalam kurun waktu 1 tahun atau lebih.

Penggunaan sampel berbasis kapal kargo, perintis/ pelayaran rakyat jauh akan lebih baik digunakan sebagai sampel di banding kapal penumpang. Meskipun kapal rumah sakit ini lebih berfungsi juga sebagai kapal penumpang dibanding kapal kargo. Tapi jika melihat kebutuhan layanan kesehatan yang dilakukan maka bersandar lebih lama di dermaga seperti yang dilakukan kapal kargo perintis/pelayaran rakyat akan menjadi pemodelan yang lebih tepat. 

Selain itu pertumbuhan ekonomi dianggap konstan, dan tidak ada kasus yang di luar kebiasaan (sebagai contoh pandemi) serta menggunakan konsep pelayaran linier tidak dilakukan perhitungan proyeksi muatan dan penjadwalan kapal dari rute yang sudah dipilih, dan dilakukan sampai tahapan menentukan rute yang optimum tentu akan memperolehmendapatkan biaya transportasi minimum / maksimum profit. 

Shipping Cost
Biaya Kapital,  Biaya Operasi, Biaya Pelayaran dan Biaya Bongkar/Muat. Dengan batasan yang diberikan dalam analisa optimasi ini adalah : • Total waktu perjalanan dalam melayani rute terpilih kurang dari sama dengan hari efektif selama setahun, • Rute yang dipilih harus memiliki konsep roundtrip ( cth : Perjalanan dari pelabuhan A, harus berakhir di pelabuhan A juga), • Distribusi muatan dalam kurun waktu 1 tahun kurang dari sama dengan jumlah permintaan yang ada dalam kurun waktu yang sama.

Maka Kondisi aktual perusahaan peluang untuk meningkatkan profitabilitas (baca: efiensiensi dan efektifitas) dari jaringan rute yang ada maka pengoperasian kapal rumah sakit ini tidak hanya merupakan pemberiaan layanan kesehatan kepada masyarakat namun juga sangat berpotensi memberikan kontribusi kepada PAD provinsi atau memperoleh pendapat non pajak yang bisa digunakan untuk melakukan perbaikan dan peningkatan layanan pada kapal rumah sakit ini. 

Meningkatnya jumlah trip, juga tidak selalu akan mempengaruhi peningkatan profit (baca: efiensiensi dan efektifitas) yang di peroleh oleh kapal rumah sakit sehingga optimal profit diperoleh tidak berdasarkan pada banyaknya pelabuhan yang dilayani kapal tersebut, melainkan diperoleh dengan berdasarkan pada tingkat penggunaan hari efektif dan jarak tempuh antar pelabuhan.

Perencanaan yang matang dengan model optimasi yang valid, dapat meningkatkan peluang kebermanfaatan dalam pelayanan kesehatan dan logistik dari pemanfaatan kapal rumah sakit ini dibanding pengoperasian rumah sakit di darat di tambah pengoperasian kapal argo/perintis/pelayaran rakyat  pada kondisi pasar yang sama.

Dan melihat gugus pulau yang ada di Jawa Timur yaitu gugus Pulau Kangean, gugus Pulau Masa Lembu, gugus Pulau Selat Madura, dan gugus Pulau Kalianget. Maka Jawa Timur setidak memerlukan 5 unit kapal Rumah Sakit, dan setidaknya bisa dioperasikan sebelum 2025 sebagai bagian dari upaya meningkatkan IPM Jawa Timur melalui bidang kesehatan dan menurunkan disparitas harga di wilayah Jawa Timur.  (*)

(Penulis : Yusa Ali, Kepala Prodi Teknik Perkapalan Universitas Muhammadiyah Gresik)

Kapal Rumah Sakit Kebutuhan Warga Kepulauan itu Ghanda Nusantara Selengkapnya

Ashadi Ikhsan Nakhoda baru PWI Gresik, Dipilih secara Aklamasi

 GRESIK,1minute.id – Konferensi III Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Gresik akhirnya selesai digelar. Hasilnya, Ashadi Ikhsan terpilih sebagai ketua PWI periode 2021-2025. Ashadi mengantikan ketua sebelumnya yakni Sholahudin. 

Acara konfrensi yang digelar, di Hotel Saptanawa pada Jumat, 8 Oktober 2021. Konferensi dibuka Ketua PWI Jatim Ainurochim. Sedangkan, pimpinan sidang adalah Mahmud Suharmono, ketua Bidang Organisasi PWI Jatim. Ada 5 bakal calon mendaftar sebagai bakal calon. Satu bacalon gugur proses administrasi. Satu bacalon mengundurkan diri. Tiga calon lainnya melaju. Mereka ada Ashadi Ikhsan ; Rokim Edy Nurhasan dan Ratno Dwi Santo.

Sebelum pemilihan, Tiga calon melakukan lobi-lobi. Dalam pertemuan tertutup itu, ketiga kandidat sepakat aklamasi. Ashadi terpilih secara aklamsi. Ketua PWI Gresik terpilih Ashadi Ikhsan mengatakan, siap mengemban amanah  sebagai nahkoda baru di organisasi profesi.

Menurutnya, sesuai visi misi yang dibawa, yakni menjadikan PWI Gresik sebagai organisasi profesi yang progresif, kuat dan mandiri. “Amanat yang diberikan kepada saya cukup berat. Saya ingin membangun kolektifitas dan kekeluargaan sesama anggota PWI Gresik demi tercapainya kesatuan,”katanya di hadapan peserta konferensi. 

Ashadi merupakan wartawan Seputar Indonesia (Sindo) di Kabupaten Gresik. Ia merupakan wartawan senior di dunia kewartawanan. Antara lain, pernah bekerja di Surabaya Pagi area Gresik, Surabaya pagi area Surabaya, Bisnis Suarabaya area Surabaya, Nusa Bali area Denpasar Bali, Suara Indonesia area Surabaya, Seputar Indonesia area Gresik, Seputar Indonesia area Jalarta dan Seputra Indonesia area Pantura. (yad)

Ashadi Ikhsan Nakhoda baru PWI Gresik, Dipilih secara Aklamasi Selengkapnya

Pasutri Kompak jadi Perantara Sabu-sabu

GRESIK,1minute.id –  Pernikahan Sulchan, 33, dengan Putri Septini, 24, masih seumur jagung. Layaknya pengantin baru lainnya. Pasutri mengaku tinggal di Jalan Usman Sadar, Gresik selalu kompak. Sayangnya, kekompakan mereka kebablasan.  Tidak patut ditiru oleh siapapun. Sebab, pasutri ini memilih profesi sebagai perantara mengedarkan sabu-sabu. 

Sulchan dan Putri mempertanggungkan perbuatan. Menurut jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri Gresik Arga Bramantyo Cahya Sahertian dalam surat dakwaannya, kedua terdakwa, Sulchan dan Putri  menyediakan sabu-sabu.  Terdakwa Sulchan mengetahui stok sabu dirumahnya habis. Sulchan meminta kepada istrinya, Putri Septyani menemui Hari (DPO) membeli sabu-sabu seberat 1 gram. Harganya, Rp 1 juta per gram. 

Sulchan lalu mengemas kristal bening itu menjadi empat poket. Masing-masing dengan berat 0,25 gram. Ketika Sulchan dan istrinya, Putri menimbang sabu-sabu rumahnya digerebek polisi. “Dalam penggerebekan itu, polisi menyita 4 poket sabu-sabu, timbangan elektrik dan alat nyabu,”terang Arga dihadapan majelis hakim diketuai oleh Ida Ayu Sri Adriyanthi Astuti Widja di ruang Tirta Pengadilan Negeri Gresik pada Kamis, 7 Oktober 2021.

Kedua terdakwa, lanjutnya, ditangkap oleh Polda Jatim pada 3 Mei 2021. Atas perbuatannya, kedua terdakwa tidak mempunyai hak dalam menawarkan untuk dijual, menjula, membeli, menerima, menjadi perantara, dalam hal jual beli, menukar atau menyerahkan Narkotika golongan 1 jenis sabu-sabu.

“Perbuatan kedua terdakwa ini, sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 114 ayat (1) Jo pasal 132 ayat (1) UU RI N0.35 tentang narkotika,”katanya. “Sidang ditunda pekan depan untuk menghadirkan saksi-saksi,” timpal majils hakim sambil mengetok palu tandanya sidang selesai. (yad)

Pasutri Kompak jadi Perantara Sabu-sabu Selengkapnya

Diduga Gelapkan Uang Perusahaan Rp 300 Juta, Dea Dituntut 3 Tahun

GRESIK,1minute.id – Anggarda Dea Pratiwi berulangkali mengungkapkan penyesalannya. Gadis 32 tahun itu memohon kepada majelis hakim Pengadilan Negeri Gresik diketuai Ida Ayu Sri Andriyanti Astuti Widja memberikan putusan ringan. Sebab, gadis yang tinggal Kompleks Perum DeNayla Village, Desa Mojosari Rejo, Kecamatan Driyorejo, Gresik itu menjadi tulang punggung perekonomian keluarga. 

“Saya menyesal yang mulia. Minta hukuman seringan-ringannya. Saya berjanji ingin menjadi pribadi yang baik. Selain itu saya tulangpunggung keluarga. Sebab saya menghidupi bapak dan ibu,”kata Dea dengan suara lirih dalam sidang daring di Pengadilan Negeri Gresik pada Selasa, 5 Oktober 2021.

Permohonan Dea-sapaan-Anggarda Dea Pratiwi itu menanggapi tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri Gresik Ferry Hari. Surat tuntutan dibacakan oleh  jaksa pengganti Arga Bramantyo Cahya Sahertian sebelumnya. Jaksa penuntut menilai perbuatan terdakwa itu yang menjabat sebagai staf kasir di PT Pelita Mekar Smesta menyalahgunakan jabatan. Terdakwa Dea diduga menggelapkan uang perusahaan sebesar Rp 300 juta.

“Perbuatan terdakwa dilakukan sejak 1 Januari sampai dengan 30 Juni 2020. Terdakwa ini cukup pintar untuk memperkaya diri gelapkan uang perusahaan. Ia lakukan dengan cara enggan menyetorkan uang hasil tagihan dari pelanggan. Uang tersebut masuk kantong pribadi,”ujar jaksa penuntut Arga dalam sidang dengan agenda pembacaan surat tuntutan di Pengadilan Negeri Gresik itu.

Hasil audit, kata Jaksa Arga, perusahaan mengalami kerugian sebesar Rp 300 juta lebih. Mengadili menyatakan bahwa terdakwa Anggarda Dea Pratiwi terbukti secara sah meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penggelapan uang milik perusahaan yang ia bekerja. Terdakwa melanggar pasal 374 KUHP Jo pasal 64 ayat (1) KUHP. “Menuntut terhadap terdkawa dengan hukuman 3 tahun penjara,” tegas jaksa.

Setelah dilakukan audit kata Jaksa Arga, perusahaan mengalami kerugian sebesar 300 juta lebih. Mengadili menyatakan bahwa terdakwa Anggarda Dea Pratiwi terbukti secara sah meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penggelapan uang milik perusahaan yang ia bekerja. Terdakwa melanggar pasal 374 KUHP Jo pasal 64 ayat (1) KUHP. “Menuntut terhadap terdkawa dengan hukuman 3 tahun penjara,”tegas jaksa penuntut Arga. 

Usai pembacaan surat tuntutan, majelis hakim diketuai Ida Ayu Sri Adriyanthi Astuti Widja memberikan memberikan kesempatan terhdap terdakwa untuk menyampaikan pembelaan dengann cara lisan. Terdakwa Dea meminta majelis hakim menghukum ringan. Ia mengaku bersalah dan menyesali perbuatannya. Majelis kemudian menunda sidang pekan depan dengan agenda pembacaan putusan. (yad)

Diduga Gelapkan Uang Perusahaan Rp 300 Juta, Dea Dituntut 3 Tahun Selengkapnya