GRESIK,1minute.id – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Gresik bekerjasama Polda Jatim dan Polres Gresik menggelar vaksinasi masal di Aula Masjid Agung Maulana Malik Ibrahim Gresik pada Selasa, 28 September 2021.
Vaksinasi Mandiri itu sebagai ikhtiar lahiriyah menjaga umat mendukung upaya Pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik mempercepat terbentuknya herd immunity warga Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik.
Vaksinasi untuk para kiai, pengurus dan keluarga MUI Gresik, guru madin dan TPQ, serta para dai dan masyarakat sekitar dihadiri oleh Kabid Dokkes Kombes Pol Erwin Zainul Hakim, Dirbinmas Kombes Pol Asep Rosadi serta Kapolres Gresik AKBP Mochammad Nur Azis. Vaksin yang disuntikkan berjenis Sinovac.
Ketua MUI Gresik KH Mansoer Shodiq mengatakan, pelaksanaan vaksinasi sebagai ikhtiar lahiriyah mencapai herd immunity. “Disamping itu, vaksinasi ini sebagai upaya menjaga umat dari serangan virus Covid-19,”ujar KH Mansoer Shodiq kepada wartawan pada Selasa, 28 September 2021.
Kabid Dokkes Kombes Pol Erwin Zainul Hakim didampingi Dirbinmas Kombes Pol Asep Rosadi serta Kapolres Gresik AKBP Mochammad Nur Azis menyatakan, pihaknya siap mendukung penuh kegiatan vaksinasi yang diselenggarakan oleh MUI Gresik. Hal tersebut sebagai wujud Polres dalam mendukung percepatan Vaksinasi dan sebagai ikhtiar melawan Covid-19.
“Ada sebanyak 2.300 peserta yang mengikuti vaksinasi. Terdiri dari para kiai dan masyarakat sekitar Kebomas. Semoga dengan terlaksana vaksinasi penyebaran virus Covid-19 segera mereda,”kata dia.
Menariknya, dalam gelaran vaksinasi, panitia juga menyediakan foto board. Para peserta yang menggungah fotonya di media sosial dengan pose terbaik akan diberi hadiah. Panitia menyediakan 10 pemenang. Hadiahnya antara lain, berupa kaos cantik dan paket APD lengkap. (yad)
GRESIK,1minute.id – Sebanyak 146 guru mengikuti seleksi kepala sekolah. Rinciannya, 108 guru sekolah dasar (SD) dan 38 guru sekolah menengah pertama (SMP). Seleksi digelar di Universitas Qomarudin Bungah, Sampurnan, Desa/Kecamatan Bungah, Gresik.
Seleksi selama dua hari mulai Selasa, 28 September 2021 itu dibuka oleh Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah dengan didampingi Plt Kepala Dinas Pendidikan Gresik Hariyanto. Aminatun Habibah meminta kepada peserta seleksi untuk semangat mengikuti tahapan seleksi ini.
“Tentunya Anda semua sudah mempersiapkan diri sedemikian rupa untuk berlaga pada seleksi Kasek Ini. Sekarang eranya berbeda, Kami akan memilih yang terbaik dan Insya Allah yang terbaik ini akan ikut serta bersama kami untuk memajukan pendidikan di Gresik,”kata Bu Min-sapaan akrab-Aminatun Habibah serius.
Bu Min meminta agar para calon kasek ini tidak terpengaruh dengan isu-isu yang tidak baik yang ada di luar sana. Saat ini di era Gresik baru ini kami akan berlaku adil dan fair play. “Insya Allah yang terbaik yang terseleksi dan lulus menjadi Kepala sekolah,”tegasnya.
Sementara Plt Kadis Dinas pendidikan Hariyanto mengatakan bahwa materi ujian seleksi Kasek selama 2 hari ini meliputi leadership, pedagogic, problem solving, rancangan anggaran pendapatan belanja sekolah (RAPBS), Pancasila dan Kewarganegaraan. (yad)
GRESIK, 1minute.id – Ifan Suparno, terdakwa perkara perikanan, larangan menangkap ikan menggunakan jaring trawl kembali di sidang. Sidang lanjutan digelar di Pengadilan Negeri (PN) Gresik pemeriksaan saksi meringankan dan dilanjutkan pemeriksaan terdakwa.
Sidang dipimpin hakim Ketua Wiwin Arodawanti digelar pada Senin, 28 September 2021. Dalam pemeriksaan terdakwa, jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri Gresik Arga Bramantyo Cahya Sahertian menanyakan kronologis kejadian sehingga terdakwa duduk di kursi pesakitan.
Sidang itu, terdakwa Ifan Suparno, nakhoda KM Indah Jaya mengaku perjalanan pulang dari Masalembu, Bangkalan ke Paciran, Lamongan. Di tengah perjalanan, di perairan Pulau Bawean, kata Ifan, kapal mengalami kebocoran pipa.
“Sambil memperbaiki perahu, kami menangkap ikan,”dalih Ifan. Posisi kapal berada di sekitar 5 mil dari bibir pantai Pulau Bawean. Aktivitas Ifan menangkap ikan diduga menggunakan jaring trawl diketahui oleh nelayan Pulau Putri-sebutan lain-Pulau Bawean itu.
Ifan dan seluruh kru memotong jaring penangkap ikan. Ia lalu kabur. Nelayan setempat mengejar hingga akhirnya tertangkap dan diserahkan ke Polisi Air Pulau Bawean. “Saya lari karena takut ditangkap massa. Mereka sambil membawa parang,”dalih terdakwa kepada JPU. Usai menjawab pertanyaan JPU, giliran hakim yang bertanya.
Salah satunya yang disinggung keterangan terdakwa tidak sesuai dengan berita acara pemeriksaan (BAP) di kepolisian. Didalam berkas BAP, terdakwa mengaku jika alat tangkap yang dipakai adalah jaring trawl. Tetapi, saat dipersidangan, terdakwa membantah.
Terdakwa bersikukuh jika selama ini ia memakai alat tangkap jenis cantrang. Bukan trawl. “Dulu (saat BAP, Red) langsung tanda-tangan, tidak saya baca,”kata terdakwa Ifan Suparno. Hakim pun mematahkan pernyataan terdakwa. Majelis hakim meminta pernyataan itu dibuktikan dengan alat bukti yang dimiliki.
“Kalau tidak ada bukti bagaimana kami tahu dan yakin kalau terdakwa menggunakan trawl atau cantrang,” ujar hakim anggota Bagus Trenggono. Sidang yang dipimpin Wiwin Arodawanti ditunda pada 4 Oktober dengan agenda tuntutan JPU.
Usai persidangan, penasehat hukum (PH) terdakwa Fasichatus Sakdiyah mengaku akan menyiapkan bukti-bukti saat pledoi. Dia menyebut, bahwa di wilayah Brondong, Lamongan tidak ada nelayan yang memakai jaring trawl. Semuanya cantrang.
Disinggung mengenai keterangan terdakwa saat di BAP, Fasichatus Sakdiyah menyebut jika kliennya tidak memahami perbedaan jaring trawl dengan cantrang. “Seperti yang tertera di BAP poin ke 17, terdakwa mengatakan trawl tapi dalam kurung ada cantrang,” ujarnya.
Sakdiyah juga mengakui jika alat tangkap jenis trawl dan cantrang memiliki dampak yang sama terhadap kerusakan laut. Terutama pada laut yang dangkal. “Kalau dangkal tentu sama-sama akan merusak karang, tapi kalau ditengah laut kedalaman tidak apa-apa,” pungkasnya.
Seperti diberitakan Ifan Suparno ditangkap karena menangkap ikan menggunkan jaring trawl di wilayah perairan, Desa Lebak, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean pada Juni 2021 lalu. Ia didakwa dengan Pasal 85 jo Pasal 9 ayat (1) Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perubahan atas Undang – Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan.
GUCI MOTIF NAGA : Dalam penangkapan itu, nelayan menemukan guci diduga peninggalan Dinas Ming. Guci itu kini tersimpan di rumah salah satu warga di Pulau Bawean (Foto: Ist)
Dalam penangkapan ini, ditemukan dua buah guci diduga peninggalan Dinas Ming. Akan tetapi, dua guci kuno tidak masuk dalam berita acara pemeriksaan. Menteri Kelautan dan Perikanan (MKP) Sakti Wahyu Trenggono melalui Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KP) Nomor 18 Tahun 2021 melarang penggunaan cantrang atau trawl untuk menangkap ikan.
Ketua Advokasi Kerukunan Nelayan Bawean (KNB) Baharudin mengapresiasi Polair Polres Gresik yang telah menetapkan penggunaan cantrang ke meja hijau, Pengadilan Negeri Gresik. “Pembelajaran nelayan cantramg memahami kearifan lokal. Empati kepada nelayan lokal,”tegas Baharudin.
Dalam penangkapan itu, pegiat lingkungan di Pulau Bawean dihebohkan temuan guci diduga dari Dinasti Ming. Guci dengan ornamen gambar ular Naga ditemukan di perairan Barat Pulau Bawean. Guci tersimpan di Pulau Bawean. (yad)
GRESIK,1minute.id – Ikhtiar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) melakukan percepatan pembentukan herd immunity mendapat sokongan dari Pasar Modal Indonesia. Pasar Modal Indonesia melalui Self-Regulatory Organization (SRO) terdiri dari PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kliring Penjamin Efek Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) didukung oleh Otoritas Jasa Keungan (OJK) menggelontor 51 ribu vaksin Sinovac untuk masyarakat Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik pada Senin, 27 September 2021.
Penyerahan ribuan vaksinasi dosis pertama dipusatkan Hal Parkir Selatan Kantor Bupati Gresik di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas, Gresik. Ribuan dosis vaksin itu diserahkan oleh Ketua Pelaksana HUT ke-44 Pasar Modal Indonesia Syarfuddin kepada Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani didampingi Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah.
Fandi Akhmad Yani mengatakan penanganan Covid-19 memang membutuhkan kolaborasi hebat dan juga gotong royong bersama. Kali ini, dirinya mendorong agar percepatan vaksinasi dilakukan dengan strategi yang berbeda dari sebelumnya. Vaksinasi dilakukan dengan cara masif di desa.
“Strategi yang akan kita lakukan adalah dengan melakukan vaksinasi di desa-desa. Jadi 51 ribu dosis vaksin ini akan kami distribusikan ke desa-desa. Kita mulai bergerak ke Gresik bagian utara,”kata Gus Yani.
Pasar Modal Indonesia, imbuhnya, turut andil dalam percepatan laju vaksinasi di Gresik dengan memberikan 102 ribu jumlah total vaksin dosis 1 dan dosis 2 kepada Pemkab yang akan digunakan untuk masyarakat Gresik. Gus Yani optimis, antusias masyarakat dalam gelaran vaksinasi ini cukup tinggi. Dengan begitu, capaian herd immunity di Gresik dapat segera tercapai.
“Kami minta para kades untuk turut aktif melakukan sosialisasi terkait dengan vaksinasi ini,”tegasnya. Pada kesempatan itu, Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani, berterima kasih kepada Pasar Modal Indonesia yang turut membantu Pemkab Gresik dan memberikan support vaksin kepada Gresik.
SIMBOLIS : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menerima penyerahan 51 ribu dosis vaksin dari Ketua Pelaksana HUT ke-44 Pasar Modal Indonesia di Gresik pada Senin, 27 September 2021 ( Foto: Humas Pemkab Gresik)
Sementara itu, Ketua Pelaksana HUT ke-44 Pasar Modal Indonesia Syarfuddin, menjelaskan bahwa vaksinasi Covid-19 merupakan salah satu hal yang diupayakan oleh Pasar Modal Indonesia untuk mewujudkan kesehatan herd immunity agar semua masyarakat dapat kembali produktif dalam kehidupan keseharian.
“Untuk mendukung dan mempercepat pemberian vaksin kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk membantu meringankan vaksin dan pelaksanaan vaksinasi, salah satunya dilakukan di kabupaten Gresik,”kata Syafruddin dalam sambutannya.
Penyerahan vaksinasi dilanjutkan dengan pemberian vaksinasi kepada masyarakat ini dihadiri Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufiq Ismail , Kapolres Gresik AKBPMuchamad NurAzis dan Plt Kepala Dinas Kesehatan Gresik dr Mukhibatul Khusnah. (yad)
GRESIK, 1minute.id – Sepintas tas motif batik khas Gresik ini terlihat seperti tas pada umumnya. Begitu diteliti lebih detail, tiga model tas karya inovasi Aiko Vitranty Araminta S., dan Sarasifa Mashia berbeda. Tas temuan dua siswa SMA Negeri 1 Gresik keren. Kekinian. Karena tas itu memadukan unsur teknologi dan budaya batik.
“Tas ini tetap modis buat belanja, mejeng bahkan naik gunung,”kata Kiko-panggilan-Aiko Vitranty Araminta S., kepada wartawan pada Minggu, 26 September 2021. Penasaran ? Kiko menceritakan tiga model tas motif batik itu memiliki fungsi berbeda. Ada berfungsi untuk kesehatan, traveling dan hangout di mal.
Kiko memberi label berbeda setiap model tas hasil ciptaannya. Tas Kahyuna Sehat. Tas ini didalamnya ada kotak berbahan kain aluminium foil dan teknologi UVC (sinar ultra violet) yang disalurkan ke USB layaknya kabel HP. Kemudian di alas tas tersebut diberi roda kecil, sehingga dapat ditarik seperti tas koper.
Para ibu yang biasa berbelanja di supermarket, dapat memasukkan barang-barangnya itu di tas setelah dari kasir. Kemudian ditarik menuju parkiran tanpa harus menjinjing . “Dan sesampai di rumah dapat menancapkan kabel USB yang sudah tersedia itu pada aliran listrik seperti kalau kita ngecharge HP untuk mensterilkan belanjaannya,”terangnya.
Berikutnya, Kahyuna Slim (Hasil Limbah). Tas ini cocok untuk para milenial ketika hang out ke mal. Sebab, bahannya dari limbah konveksi denim jins. Bentuknya masih tote bag. Tetapi, bahan utama dari kain jins dan dipermanis dengan kain batik bergambar khas Gresik.
“Sama dengan tas Kahyuna Sehat, Tas Kahyuna Slim ini lebih manis jika dipakai remaja yang sangat dinamis dan tentu saja lebih murah,”sela Sarasifa Mashia, rekan Kiko. Model tas ketiga adalah tas Kahyuna Amarta. Bentuknya tas ransel. Bedanya, jika desain ransel, kotak strerilisasi dari kain aluminium foil berada di bawah dan bisa dibuka dengan membuka ritslitingnya. Tetapi kalau Tas Kahyuna berada di dalam tasnya. “Tas ini cocok untuk traveling atau naik gunung,”tegasnya.
Bagaimana awal mula gagasan itu muncul ? Kiko mengatakan, awal penemuan tas trendy berawal dari keisengan mengutak-atik tote bag atau tas kasual agar mempunyai manfaat lebih, multifungsi. Untuk mempercantik tampilan menggunakan motif batik.
“Kami menggunakan motif batik khas Gresik,”terangnya. Untuk memasarkan produk Inovasi ini, ia menggunakan media sosial dan menitipkan di beberapa toko. “Alhamdulillah, ternyata sambutan masyarakat positif. Banyak yang order, baik lewat platform medsos, maupun menghubungi kami langsung untuk ke 3 model tas tersebut,”kata Mashia. (yad)
GRESIK, 1minute.id – Mobil patroli Satuan Polisi Lalu Lintas (Satlantas) Polres Gresik sedang parkir di Jalan Raya Sukomulyo, Kecamatan Manyar, Gresik. Sebuah alat pendeteksi kecepatan dan perilaku pengemudi dipasang di bagian kap mobil sedan itu.
Alat pendeteksi kecepatan dan perilaku pengguna jalan bernama INCAR (Integrated Node Capture Attitude Record). Hampir sepekan ini, Satlantas Polres Gresik mengoperasikan Mobil Incar itu. Inovasi baru dari Korp Sabuk Putih-sebutan lain-Satlantas Polres Gresik dalam melakukan penindakan pelanggar lalu lintas secara elektronik.
Kapolres Gresik AKBP Mochamad Nur Azis melalui Kasatlantas Polres Gresik AKP Engkos Sarkosi mengatakan, Operasi Patuh Semeru 2021, selain melakukan sosialisasi protokol kesehatan (Prokes) untuk mencegah persebaran Covid-19 di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. Juga, dilakukan penindakan terhadap pengendara yang berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas.
“Petugas melakukan patroli penindakan dengan menggunakan mobil INCAR,”ujar Kasatlantas Polres Gresik AKP Engkos Sarkosi pada Sabtu 25 September 2021. Petugas mengendarai mobil Incar melakukan patroli di sejumlah ruas jalan protokol. Antara lain di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo ; Jalan R.A Kartini ; Jalan Veteran dan Jalan Mayjend Sungkono. Kemudian, bergerak lagi menuju Jalan Panglima Sudirman ; Jalan Pahlawan ; Jalan Dr Soetomo serta Jaksa Agung Suprapto.
Patroli dipimpin oleh Kanit Turjawali Satlantas Polres Gresik Iptu Darwoyo dan personil anggota lainnya. “Mobil Incar itu patroli di Jalan rawan macet,”kata Engkos. Selain, patroli dilakukan sebagai upaya preventif dan represif. “Penindakan dilakukan kepada pengendara yang ugal-ugalan sehingga berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas,”tegasnya. (yad)
GRESIK,1minute.id – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Surabaya mengganjar Pemkab Gresik dengan penghargaan untuk kategori Pemerintah Daerah Terbaik dalam Program Prioritas Nasional Keamanan Pangan di Jawa Timur.
Apresiasi itu diberikan karena BPOM menganggap Pemkab Gresik sukses dalam program pengawasan obat dan makanan untuk masyarakat Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. Piagam penghargaan itu diserahkan oleh Inspektur Utama BPOM RI Rr. Maya Gustina Andarini kepada Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah dalam rangkaian acara Pencanangan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) BBPOM di Surabaya pada Jumat, 24 September 2021.
Wabup Aminatun Habibah didampingi oleh Plt Kepala Dinas Kesehatan Gresik dr Mukhibatul Khusnah. Wakil Bupati Gresik, Aminatun Habibah mengucapkan terima kasih atas penghargaan yang diberikan BBPOM Surabaya.
Dikatakannya, penghargaan ini akan menjadi motivasi bagi Pemkab Gresik, terutama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dalam melakukan pengawasan obat dan makanan yang tujuan akhirnya adalah memastikan keamanan pangan masyarakat.
Keberhasilan Gresik meraih penghargaan ini sejalan dengan masuknya 9 sekolah dan 2 desa binaan BBPOM Surabaya yang juga masuk dalam nominasi penghargaan BPPOM Surabaya. Bu Min-sapaan-Aminatun Habibah juga mengingatkan, penghargaan ini tidak lantas membuat kita berpuas diri atas kinerja yang selama ini sudah dilakukan.
“Justru kita jadikan penghargaan ini sebagai motivasi dan semangat untuk terus memberikan pengabdian yang terbaik kepada masyarakat,”katanya. (yad)
CCTV : Terduga pelaku memakai hoodie ketika masuk konter handphone di Desa Sukomulyo, Kecamatan Manyar pada Kamis, 23 September 2021 (foto : ist)
GRESIK,1minute.id – Konter dan aksesori handphone, Harapan Seluler Makmur dibolehkan kawanan penjahat dini hari tadi, Kamis, 23 September 2021. Hampir seluruh isi konter berlokasi di Jalan Raya Sukomulyo, Desa Sukomulyo, Kecamatan Manyar itu diringkesi penjahat.
Dalam rekaman closed circuit television (CCTV) pelaku berjumlah empat orang. Mereka diantaranya menggunakan hoodie. Kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Informasi yang dihimpun, pembobolan konter dan aksesoris handphone ini terjadi sekitar pukul 03.00 pada Kamis, 23 September 2021.
Menurut salah satu karyawan konter, sekitar pukul 09.00 hendak membuka konter. Ia curiga karena gembok pintu harmonika rusak. Kecurigaan semakin kuat ketika melihat kaca etalase pecah berantakan. Diduga dikepruk benda tumpul. Diduga linggis. Seluruh isi dalam etalase diringkisi penjahat yang membawa mirip karung. Sekitar seratus gawai diangkut penjahat.
Smartphone berbagai merek. Harga gawai terendah Rp 2 juta dan Rp 5 juta. Dalam rekaman CCTV itu, tiga pelaku yang mengobrak-abrik isi konter. Mereka memakai hoodie dan masker. “Seorang lagi, menunggu di luar konter,”kata karyawan itu.
Kapolsek Manyar AKP Windu Priyo dikonfirmasi membenarkan kejadian pembobolan konter dan aksesoris smartphone itu. “Tapi, sampai malam ini, korban belum melaporkan secara resmi ke Polsek,”kata Windu dikonfirmasi sekitar pukul 20.10 pada Kamis, 23 September 2021.
Meski, belum ada laporan resmi tim reserse kriminal Polres Gresik dan Polsek Manyar melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sekitar pukul 11.30. Ada sepuluh polisi diantaranya dari tim Automatic Finger Print Identification System (Inafis) Satreskrim Polres Gresik. Mereka menyelesik jejak pelaku yang tertinggal di lokasi kejadian.
Terpisah, Kanit Pidana Umum (Pidum) Satreskrim Polres Gresik Iptu Moch Dawud mengatakan pihaknya hanya membantu melakukan identifikasi. (yad)
GRESIK,1minute.id – Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah mendatangi rumah nenek Sri, 84 tahun. Ia warga Desa Sirnoboyo, Kecamatan Benjeng. Usia lanjut membuat nenek Sri mengalami gangguan penglihatan dan pikun. Nenek Sri hanya bisa berbaring di tempat tidur dirumah yang sederhana.
Kedatangan Wabup Aminatun Habibah bersama Plt Kepala Dinas Sosial Gresik Mahfud Ahmadi ; Camat Benjeng Suryo Wibowo ; serta Koordinator PKH Kabupaten Gresik Lestari Widodo untuk menyampaikan bantuan. Bantuan Program Keluarga Harapan plus Jaminan Sosial Lanjut Usia (PKH plus Jaslut).
Penyaluran PKH dan Jaslut dipusatkan di Balai Desa Sirnoboyo. Sebanyak 203 orang termasuk nenek Sri yang mendapatkan program triwulanan senilai Rp 2 juta tersebut. Penerima manfaat PKH plus Jaslut minimal berusia 70 tahun.
Aminatun Habibah mengatakan bantuan sosial untuk masyarakat lanjut usia ini merupakan salah satu bantuan sosial dari pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup para lansia agar tidak menjadi beban di keluarga yang tidak mampu. Bu Min-sapaan-Aminatun Habibah mewanti-wanti kepada Kepala Desa dan tim pendamping PKH agar bantuan ini dikawal dan dipastikan tepat sasaran. Mulai dari tahap pendataan maupun ketika proses pencairan dana kepada penerima manfaat.
“Kepada Kepala Desa dan minta agar pendataannya selalu update. Harus obyektif nggih. Benar-benar murni karena kondisi ekonomi calon penerima manfaatnya,” pesan Bu Min. Ketepatan data ini merupakan faktor yang penting dalam keberhasilan program bantuan sosial. Sebab, bantuan sosial ini ditujukan untuk masyarakat yang membutuhkan sehingga bisa memutus kemiskinan. “Kedepan, Kabupaten Gresik akan dijadikan proyek percontohan untuk pengentasan kemiskinan di wilayah,”kata Bu Min.
PKH plus Jaslut kerja sama antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik dengan Bappeda Provinsi Jawa Timur, dimana nanti akan diracik strategi yang pas bagaimana cara untuk mengurangi angka kemiskinan. “Semangatnya adalah, bagaimana semua masyarakat di Kabupaten Gresik ini bisa menjadi masyarakat yang sejahtera,”kata Bu Min. (yad)
GRESIK, 1minute.id – Dewan Pimpinan Daerah Partai NasDem Gresik menggelar vaksinasi di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Muniroh di Desa/Kecamatan Ujungpangkah, Gresik pada Rabu, 22 September 2021.
Vaksinasi dosis kedua ini sebanyak 750 dosis. Sasaran sama seperti dosis pertama. Yakni, khusus untuk Pengasuh Ponpes, santri dan masyarakat sekitar. Ketua DPD NasDem Gresik Syaiful Anwar mengatakan, vaksinasi untuk Ponpes ini sebagai langkah preventif untuk melindungi pengasuh dan santri. Sebab, mereka rentan terpapar wabah Covid-19 yang memasuki tahun kedua ini.
“Pelaksanaan vaksinasi untuk santri dan masyarakat sekitar adalah salah satu kegiatan preventif dari Satgas Covid-19 DPD Nasdem Gresik,”ujar Syaiful Anwar didampingi Sekretaris Nasdem Ainul Fuad pada Rabu, 22 September 2021. Nasdem, lanjut ketua partai berlatar pengusaha ini sengaja menyasar pondok pesantren, karena menjadi tempat berkumpulnya para santri. Mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia.
Mereka sangat rentan menjadi klaster Covid-19, saat melakukan proses belajar mengajar, dan kegiatan keagamaan lainnya. “Makanya, vaksin ini sebagai ikhtiar untuk bersama-sama menjaga para ustadz/ustadzah, bu nyai, dan pak kiai, serta santri, agar tak terpapar Covid-19. Hal ini dilakukan sebagai bentuk bahwa NasDem manut kiai bukan hanya sebagai jargon, tetapi harus diimplementasikan ,”tegasnya.
Selain di Kecamatan Ujungpangkah, NasDem Gresik juga masih akan melaksanakan vaksinasi dosis 1 di Kecamatan Benjeng, Duduksampeyan, Driyorejo, dan kantor DPD NasDem di Jalan Veteran, Kecamatan Kebomas.
“Semoga ikhtiar DPD Partai Nasdem Gresik membantu perecepatan target vaksin 70 persen di Kabupaten Gresik cepat terwujud. Sehingga, diharapkan Gresik segera bebas dari pandemi,”harapnya. (yad)