Tim Labfor Polda Jatim Selidiki Penyabab Tangki Metanol PT CAS Indonesia Meledak, 5 Meninggal Dunia, 2 Luka-luka


GRESIK,1minute.id – Polisi masih menyelidiki penyebab tangki metanol PT Citra Adi Sarana (CAS) Indonesia yang meledak dan mengakibatkan lima orang pekerja meninggal dunia dan dua pekerja mengalami luka-luka pada Selasa, 8 Juni 2021.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan kecelakaan kerja di PT CAS Indonesia di Jalan Kapt. Darmo Sugondo, Kecamatan Kebomas, Gresik. “Masih kami lakukan penyelidikan,”kata AKBP Arief Fitrianto dikonfirmasi melalui selulernya pada Rabu, 9 Juni 2021.

Saat ini, imbuh alumnus Akpol 2001 itu, tim laboratorium forensil Mabes Polri Cabang Polda Jatim masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). “Kami belum bisa menyimpulkan penyebab. Karena tim labfor masih melakukan penyelidikan,”imbuh mantan Kapolres Ponorogo itu.

Untuk diketahui, masyarakat Jalan Kapt. Darmo Sugondo, Kecamatan Kebomas dikagetkan suara ledakan sekitar pukul 15.00 pada Selasa, 8 Juni 2021. Belakangan diketahui ledakan itu berasal pekerjaan tangki metanol diduga milik PT CAS Indonesia. Siang itu, sejumlah pekerja sedang melakukan pekerjaan bagian sensor di atas tangki metanol.

UCAPAN DUKA : Salah satu korban ledakan tangki PT CAS Indonesia (foto : ist)

Tidak diketahui tiba-tiba tangki meledak. Tangki yang cukup besar itu terguling. Sebanyak 5 pekerja dilaporkan meninggal dunia dan dua pekerja mengalami luka-luka. Lima korban meninggal dunia yakni, Muhammad Burhanudin Al Ansori, 22, dan Ibnu Attoilah, 21. Keduanya berasal dari Kabupaten Trenggalek. Saat ini jenazah kedua korban berada di kamar jenazah Rumah Sakit (RS) Semen Gresik.

Kemudian Septianingrum Devi Putri, 26, warga Kabupaten Kediri, Muhammad Andik, 33, warga Kelurahan Gending, Kecamatan Kebomas Gresik dan Johanes Saputro, 22, warga Kabupaten Lamongan. Ketiga jenazah berada di RSUD Ibnu Sina Gresik.

Sementara dua korban yang luka berat yakni, Nur Kholik, 35, warga Kelurahan Sukorame Gresik dan Ali , 25. Kedua korban mengalami luka bakar di sekujur tubuh dan dirawat di RS Semen Gresik. (yad))

Tim Labfor Polda Jatim Selidiki Penyabab Tangki Metanol PT CAS Indonesia Meledak, 5 Meninggal Dunia, 2 Luka-luka Selengkapnya

Pemkab Gelontor Bantuan Sosial ke Pulau Bawean

GRESIK,1minute.id – Lawatan Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah berkah masyarakat Pulau Bawean. Sebab, kedatangan dua pucuk pimpinan di Kota Giri ini juga membagikan bantuan tunai non pangan (BPNT) kepada 2.850 penerima manfaat dan 1.542 bantuan bantuan langsung tunai dana desa (BLT DD).

Penyerahan secara simbolis dilakukan disela acara Rembuk Akur bertajuk Silaturahmi dengan ulama, kiai dan tokoh masyarakat di Pesanggrahan Kecamatan Sangkapura pada Selasa malam. 

Dalam rembuk akur itu berbagai masukan muncul dari masyarakat Pulau Putri-sebutan lain-Pulau Bawean. Bupati Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani terlihat serius mendengarkan masukkan dan menjawab tuntas pertanyaan masyarakat.

Rosyid, antara lain. Ia menyoroti maraknya perahu trawl (pukat harimau) yang masih marak di perairan Pulau Bawean. Mereka nelayan dari luar  Bawean. Saking getolnya, nelayan Bawean untuk menjaga ekosistem biota laut sempat menimbulkan perselisihan dengan nelayan luar Bawean. 

“Kami berharap pemerintah untuk menerbitkan perda larangan pengunaan perahu trawl,”kata Rosyid. Selain perahu trawl , Rosyid menyoroti tentang sampah yang masih berserakan di pantai dan pelabuhan Bawean. 

Bupati Fandi Akhmad Yani menjawab semua pertanyaan masyarakat itu dengan taktis. Bupati Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani mengatakan, persoalan perahu trawl akan dilakukan koordinasi dengan Pemprov Jatim.
Sedangkan, persoalan sampah, Gus Yani, berharap masyarakat ikut partisipasi dalam menjaga lingkungan. “Pemerintah segera menyiapkan tempat pengolahan sampat terpadu,”kata Gus Yani. (yad)

Pemkab Gelontor Bantuan Sosial ke Pulau Bawean Selengkapnya

Untuk Pemerataan, Bupati Gresik Usulkan OPD Work From Bawean


GRESIK,1minute.id – Ide anyar bermunculan ketika Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah melakukan kunjungan kerja di hari pertama ke Pulau Bawean pada Selasa, 8 Juni 2021.

Ketika melaunching transportasi umum dan perahu penyeberangan ke Gili Noko gratis di Dermaga Pelabuhan Sangkapura  muncul gagasan mendorong pelajar Kota Santri melakukan studi tour ke Pulau Bawean. Pulau yang memiliki banyak keberagaman budaya dan keindahan alamnya ini. 

Ide anyar lainnya, mewacanakan organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkab Gresik melakukan Work form Bawean (WfB) bergilir. Gagasan itu menvuat dalam Rembuk Akur bertajuk Silaturahmi bersama ulama, kiai dan tokoh agama di Pesanggrahan Kecamatan Sangkapura pada Selasa malam, 8 Juni 2021.

Semua ide itu muaranya untuk mengungkit pariwisata, pemerataan ekonomi dan pelayanan pemerintah di Gresik dan  dan di Pulau Putri-sebutan lain-Pulau Bawean itu. 

Bupati Fandi Akhmad Yani mengungkapkan, ada tiga hal utama yang dibutuhkan masyarakat berada di jarak 80 mil laut dari pusat pemerintahan Gresik itu. Tiga persoalan itu adalah transportasi, kesehatan dan pendidikan. 
Kehadiran organisasi perangkat daerah (OPD) melakukan Work from Bawean (WfB) untuk mengetahui dan memecahkan persoalan yang ada di Pulau Bawean.

OPD perlu melakukan WfB secara bergilir. Disamping itu, kebijakan di daratan harus bisa dilakukan di kepulauan Bawean.  Ia mencontohkan persoalan penerangan, Dinas Perhubungan perlu dibenahi jalur lingkar Bawean. Kemudian terkait sekolah, Dispendik apa yang perlu dibenahi segera diselesaikan. Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) sudah rampung, tinggal di launching. 

“Sehingga kita tahu persoalan yang belum terselesaikan di bawah, Bupati tidak bisa dikantor terus, seperti saat ini bertemu kiai tokoh masyarakat rembuk akur terus berjalan. Kita bisa urai persoalan yang belum terselesaikan. Memberikan keadilan di daratan dan di Pulau Bawean,”kata mantan Ketua DPRD Gresik itu.

Gus Yani mengakui gagasan WfB muncul bermula dari gagasan Menko Maririm Luhut Binsar Pandjaitan karena kondisi pariwista di Bali lumpuh. Para pengusaha di bidang pariwisata terdampak, seperti hotel dan lain sebagainya. 

“Usulan ini cocok, kunker digilir, ada sistem, ada regulasi bagian tugas pemerintah. Sebagai regulasi, maka butuh satu treatmen manajemen mudah-mudahan pulang kita bawa ciptakan pemerintahan yang adil dan merata,” paparnya. (yad)

Untuk Pemerataan, Bupati Gresik Usulkan OPD Work From Bawean Selengkapnya

Peletakan Batu Pertama Pembangunan Masjid sebagai Pusat Pengembangan Pendidikan


GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani meletakkan batu pertama pembangunan masjid Assholihien di Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Gresik. 

Peletakan batu pertama dalam rangkaian kunjungann kerja bersama Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah ini diawali dengan tradisi budaya, tari Pencak Pendekar Bawean. 

Dalam sambutannya, Bupati Fandi Akhmad Yanii mengatakan peresmian masjid Assholihien menjadi amal baik. “Semoga penuh keberkahan mudah-mudahan kita bisa merasakan sebagai manusia bermanfaat. Karena manusia meninggalkan,”harap Gus Yani. 

Ketua Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik Taufiqullah A. Ahmady mengatakan, peletakan batu pertama pembangunan masjid ini untuk pengembangan pendidikan. Dia mengungkapkan, Gresik sebagai pusat sekolah unggulan secara nasional akan ditularkan di Pulau Bawean. 

“Keinginan kita mendirikan sekolah unggulan di Gresik kita tularkan ke Sangkapura,”kata  Taufiqullah. Ia berharap peletakan batu pertama dilakukan oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani ini menuju awal kelancaran pembangunan gedung ini. 

“Mudah-mudahan peletakan batu pertama menjadi mudah menuju kelancaran gedung mendukung kegiatan pendidikan di lingkungan kita,” terangnya. (yad) 

Peletakan Batu Pertama Pembangunan Masjid sebagai Pusat Pengembangan Pendidikan Selengkapnya

Kenalkan Eksotis Pulau Bawean, Muncul Gagasan Studi Tur ke Pulau Bawean


GRESIK,1minute.id – Bupati dan Wakil Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah melaunching angkutan umum perintis di Pulau Bawean, Gresik pada Selasa, 8 Juni 2021.

Ada dua angkutan yang diperuntukan kepada masyarakat Pulau Putri-julukan lain-Pulau Bawean. Dua unit kendaraan itu berjenis minibus Damri yang beroperasi Sangkapura – Tambak. Kemudian, transportasi penyeberangan ke Gili Noko.

Ini bentuk komitmen pemerintah bahwa kebijakan dan pelayanan tidak tersentralisasi pada wilayah daratan saja. Tapi, merata sampai ke Pulau Bawean. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, transportasi tersebut untuk mempermudah aktifitas masyarakat di pulau berjarak 80 mil laut dari pusat pemeritahan kabupaten Gresik.

“Mudah-mudahan dua kendaraan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat Bawean. Sehingga berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat,”ujar Gus Yani-panggilan akrab-Fandi Akhmad Yani dalam kunjungan kerja kali pertama di Pulau Bawean pada Selasa,8 Juni 2021. Rencananya kunjungan kerja ini selama 3 hari.

Gus Yani menyebut, Pulau Bawean memiliki alam yang indah dan mempesona. Tidak kalah dari destinasi wisata di Kota/kabupaten lain di Indonesia. Sebagai anak muda, keindahan pulau Bawean harus dikenalkan kepada seluruh masyarakat.

PENCAK SILAT : Kesenian tradisional pencak silat ini ditampilkan untuk menyambut tamu istimewa, Bupati-Wabup, Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah di Pulau Bawean pada Selasa, 8 Juni 2021 (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

“Tadi ada usulan yang cukup bagus, siswa di Gresik kalau studi tour tidak perlu ke tempat lain. Cukup di Pulau Bawean,”katanya. “Harus diawali oleh masyarakatnya sendiri. Memperkenalkan kepada seluruh lapisan masyarakat di penjuru Indonesia sampai mancanegara. Pulau Bawean sangat istimewa, makanya, harus dijaga dan dirawat dengan baik. Melalui inovasi dan kreatifitas,”pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Gresik Nanang Setiawan mengatakan, launching angkutan umum perintis Sangkapuran – Tambak ini untuk memenuhi transportasi masyarakat Bawean.

Trasnportasi ini akan beroperasi selama 30 hari kedepan. Setiap hari dua kendaraan yang beroperasi keliling Pulau Putri tersebut. “Untuk transportasi penyeberangan Gili Noko juga PP setiap hari yang berlangsung selama 30 hari juga,”ujar Nanang.

Pihaknya berharap, keberadaan transportasi ini dapat memudahkan masyarakat dalam beraktifitas sehari-hari. Juga, meningkatkan perekonomian warga Bawean. (yad)

Kenalkan Eksotis Pulau Bawean, Muncul Gagasan Studi Tur ke Pulau Bawean Selengkapnya

Nakes Naik Pikap Ajak Masyarakat untuk Vaksin


GRESIK,1minute.id – Pagebluk corona belum ada tanda-tanda berakhir. Setiap hari selalu ada penambahan kasus dan sembuh baru. Sinergitas semua elemen masyarakat diperlukan untuk menghambar persebaran wabah berawal dari Wuhan, Tiongkok itu.

Seperti yang dilakukan sejumlah tenaga kesehatan (nakes) di Puskesman Alun-alun Gresik pada Senin, 7 Juni 2021. Nakes Puskesmas Alun-alun Gresik bersama anggota Koramil, Polsek dan Trantib Kecamatan Gresik naik mobil pikap menggunakan pengeras suara mengajak masyarakat untuk vaksinasi.

Mereka tidak hanya membawa pengeras suara. Juga membentangkan bener, poster yang isinya mengajak masyarakat untuk vaksinasi. Serta atribut menyerupai suntik vaksin. Mereka keliling Kota Gresik, berangkat dan finish dari Puskesmas Alun-alun Gresik. Kemudian keliling menuju  Jalan Pahlawan, Panglima Sudirman – Kapten Dulasim –  Amak Kasim – Harun Thohir dan Pelabuhan Gresik.

Neneng Rahayu, salah satu nakes Puskesmas Alun Alun Gresik mengatakan kegiatan bersama 3 pilar  untuk sosialisasi vaksin Covid- 19. “Kegiatan ini bertujuan agar masyarakat mau berbondong bondon vaksin ke Balai Desa, Balai Kelurahan, maupun ke Puskesmas terdekat,”ujar perempuan 40 tahun yang juga koordinator aksi sosialisasi vaksinasi Covid-19 pada Senin, 7 Juni 2021.

Neneng melanjutkan, ia dan temannya terpanggil  turun langsung  untuk menepis kabar hoax yang beredar di masyarakat mengenai vaksin agar masyarakat percaya akan manfaat untuk mencegah penularan Covid-19. “Kendalanya memang seperti itu, karena itu kita harus terjun langsung ke lapangan sosialisasi, karena banyak masyarakat yang masih galau terkait vaksinasi atau pun efek dari vaksinasi itu seperti apa,” terangnya. (yad)

Nakes Naik Pikap Ajak Masyarakat untuk Vaksin Selengkapnya

Geledah Blok Narapidana, Ditemukan Gawai, Charger, Botol Kaca


GRESIK,1minute.id – Narapidana penghuni Blok D di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Gresik kelabakan pada Senin, 7 Juni 2021. Sebab, petugas keamanan rutan berlokasi di Jalan Raya Banjarsari, Desa Banjarsari,  Kecamatan Cerme, Gresik melakukan penggeledahan barang bawaan warga binaan yang sedang menjalani masa tahanan. 

Dalam instagram @rutangresik disebutkan pengeledahan dipimpin oleh Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan ( Ka.KPR) Kelas II B Zulfikar Dyabir itu untuk pencegahan dini masuk barang terlarang di rutan. Penggeledahan itu dilakukan rutin merujuk arahan Dirjen Pemasyarakatan Kemenkum dan HAM. 

Penggeledan barang bawaan binaan ini difokuskan di Blok D. Yakni, D 1, 2, 3 dan D 4 atas. Blok D ini khusus untuk narapidana terbelit perkara hukum antara lain, narkoba, curanmor dan lainnya.

GELEDAH BAWAAN NAPI : Petugas keamanan rutan melakukan penggeledahan barang bawaan narapida di Rutan Kelas II B Gresik dan menemukan 9 ponsel , charger dan barang terlarang lainnya (foto : ist)

Penggeledahan ini guna meminimalisir barang-barang yang dilarang masuk atau lebih tepatnya Zero Halinar (Handphone, Pungli, Narkoba). Dalam penggeledahan itu, petugas menemukan sembilan unit telepon genggam, charger, botol kaca dan lainnya.

Diketahui, larangan menggunakan alat elektronik berupa handphone diatur dalam  Pasal 4 huruf J Permenkumham 6/2013 yang selengkapnya berbunyi setiap narapidana dilarang memiliki, membawa dan atau menggunakan alat elektronik, seperti laptop atau komputer, kamera, alat perekam, telepon genggam, pager, dan sejenisnya. 

Adapun sanksi yang dapat dijatuhkan terhadap setiap Narapidana yang diketahui memiliki, membawa, dan/atau menggunakan handphone diatur dalam Pasal 10 ayat (3) huruf f Permenkumham 6/2013 yang selengkapnya berbunyi narapidana dan tahanan dijatuhi hukuman Disiplin tingkat berat jika melakukan pelanggaran. 

Kepala Sub Seksi (Kasubsi) Pelayanan Tahanan Rutan Gresik Anis Handoyo ketika dikonfirmasi mengaku belum mendapatkan kabar kegiatan penggeledahan barang bawaan anak binaannya. “Mungkin ada, Saya tidak monitor tadi saya ada di Surabaya,”kata Anis pada 1minute.id pada Senin, 7 Juni 2021. (yad)

Geledah Blok Narapidana, Ditemukan Gawai, Charger, Botol Kaca Selengkapnya

Fenomena Pasangan Nikah Siri telah Memiliki Anak Mengajukan Kartu Keluarga ke Disdukcapil


GRESIK,1minute.id – Fenomena menarik di Kabupaten Gresik, Jatim belakangan ini. Pasangan nikah siri berbondong-bondong mengajukan permhonan kartu keluar (KK) di Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Gresik. 

Sebagian besar pemohon itu telah memiliki anak dari pernikahan siri mereka. Data yang di dapat 1minute.id mulai Januari hingga Mei 2021 tercatat 643 pasangan nikah siri mengajukan permohonan dan mendapatkan KK. Diperkirakan jumlah pasangan nikah siri yang belum mendapatkan KK ini lebih banyak. Bagai sebuah fonomena gunung es. 

Kepala Disdukcapil Gresik Khusaini membenarkan ada fonomena pasangan nikah siri yang mengajukan permohonan KK itu. “Sebagian besar mereka adalah pasangan nikah siri dari ekomoni kurang mampu. Dan, mereka telah memiliki anak dari pernikahan siri itu,”kata Khusaini ditemui di kantornya di Jalan KH Wachid Hasyim, Gresik pada Senin, 7 Juni 2021.

Nikah siri atau nikah di bawah tangan adalah sebuah pernikahan yang tidak dicatat di Kantor Urusan Agama. Masif pasangan nikah siri yang telah memiliki anak mengajukan permohonan kartu keluarga (KK) karena gencarnya sosialisasi yang dilakukan disdukcapil Gresik ke lapisan  grassroot  yakni pedesaan. “Tujuan kami untuk melindungi anak dan ibu pasangan siri,”ujar mantan Kepala Kesra Pemkab Gresik itu.

Dia mencontohkan, berdasarkan undang-undang administrasi kependudukan semua warga negara harus memiliki nomor induk kependudukan (NIK). Berdasarkan NIK ini, mereka bisa mendapatkan akses pendidikan atau kesehatan. Ketika anak hendak masuk sekolah harus memiliki KK dan nomor induk anak (KIA). 

Kartu Identitas Anak atau KIA merupakan kartu yang diberikan kepada anak-anak yang berumur 0-17 tahun dengan bentuk seperti KTP. Kartu KIA berwarna pink. Tujuan diterbitkannya Kartu Identitas Anak adalah untuk meningkatkan pendataan, perlindungan dan pelayanan publik serta sebagai upaya memberikan perlindungan dan pemenuhan hak konstitusional warga negara.

“Tujuan kami, semata-mata melindungi hak anak dan ibu pasangan siri ini,”tegasnya lagi. Pasangan nikah siri bisa mendapatkan kartu keluarga (KK) dengan cara membuat surat pernyataan tanggungjawab mutlak perkawinan atau perceraian dan ditandatangani dua orang saksi. 

Form pengisian telah disiapkan oleh Disdukcapil Gresik merujuk pada undang-undang (UU) nomor 23/2013 tentang administrasi kependudukan (Adminduk). “Tapi, dalam KK itu ada keterangan belum menikah di kantor urusan agama (KUA),”kata Khusaini. 

Pasangan nikah siri bisa mendapatkan pengakuan negara bila meminta penetapan dari Kantor Pengadilan Agama (PA). Selanjutnya, pasangan mengurus ke kantor urusan agama (KUA) dibuatkan buku nikah. (yad)

Fenomena Pasangan Nikah Siri telah Memiliki Anak Mengajukan Kartu Keluarga ke Disdukcapil Selengkapnya

Pengetatan Pelayaran, Kecamatan Tambak Terkecil, Kecamatan Manyar Terbanyak Penyumbang Kasus Konfirmasi Corona


GRESIK,1minute.id – Dua kecamatan di Pulau Bawean yakni Sangkapura dan Tambak penyumbang terkecil persebaran virus corona di Gresik. Pagebluk memasuki tahun kedua ini, di dua kecamatan berjarak 80 mil laut dari pusat pemerintahan Gresik itu “hanya” tercatat masing-masing 15 dan 6 kasus konfirmasi per Minggu, 6 Juni 2021.

Sinergitas dan kerja keras aparat di pulau terluar berjuluk Pulau Putri patut diapreasiasi. Apalagi sosialisasi kepada masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan seakan tidak pernah lelah dilakukan petugas gabungan dari TNI, Polri dan trantib disana. 

Diantaranya, dilakukan oleh anggota Polsek, Koramil dan Trantib Sangkapura kepada penumpang kapal cepat, Ekspres Bahari 6F di Dermaga Sangkapura pada Minggu pagi, 6 Juni 2021. Petugas terus menghimbau memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, memakai, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan membatasi mobilitas. 

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui Kapolsek Sangkapura Iptu Sujai mengatakan, himbauan dilakukan sebagai ikhtiar memutus rantai penyebaran virus corona. “Optimis pandemi ini akan segera berlalu, dengan bersama kita meningkatkan disiplin mematuhi protokol kesehatan,”kata Sujai.

Sementara itu, update data Satgas Covid-19 Gresik per Minggu, 4 Juni 2021 mencatat ada pertambahan empat kasus baru sehingga menjadi 5.660 kasus. Kasus sembuh juga bertambah empat menjadi 5.256 kasus. Sedangkan, isolasi dan meninggal dunia, masing-masing 48 dan 356 orang.

Berdasarkan data persebaran kasus, lima kecamatan terbesar belum bergeser sejak awal pandemi pada Maret 2020 itu. Lima penyumbang kasus konfirmasi tertinggi adalah kecamatan Manyar 1.027 kasus ; Kebomas (927) ; Gresik (658) ; Driyorejo (596) dan Menganti (569). 

Sedangkan, lima kecamatan penyumbang kasus terkecil adalah Tambak 6 kasus ; Sangkapura (15) ;  Dukun (91) ; Kedamean (96) dan Panceng (127). (yad)

Pengetatan Pelayaran, Kecamatan Tambak Terkecil, Kecamatan Manyar Terbanyak Penyumbang Kasus Konfirmasi Corona Selengkapnya

Kabar Gembira, Senin Besok, Bantuan Guru Non PNS, Tenaga Kependidikan dan Marbut Cair

GRESIK,1minute.id –  Kabar gembira bagi guru, tenaga kependidikan non PNS dan marbut (penjaga masjid) di Gresik. Bila tidak aral melintang pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik akan mencairkan bantuan pada Senin besok, 7 Juni 2021.

Anggaran bantuan kepada 24.404 penerima manfaat itu telah meja badan pendapatan, penggelolaan keuangan dan aset daerah (BPPKAD) Gresik. 

“Sekarang tinggal proses pencairan di BPPKAD. Semoga, Senin besok anggaran bisa dicairkan,”kata Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Gresik Setot Supriyohadi dikonfirmasi telepon genggamnya pada Minggu, 6 Juni 2021.

Sentot mengatakan proses bantuan itu butuh waktu lumayan panjang. Antara peraturan bupati (Perbup), konsultasi ke pemprov Jatim kemudian penetapan calon penerima manfaat oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. 

Sebelum penetapan calon penerima manfaat dilakukan verifikasi sehingga bantuan yang bakal disalurkan itu tepat sasaran. “Jadi, setelah ada penetapan dari Pak Bupati, tinggal proses pencarian,”ujar Sentot. 

Proses pencairan bantuan ini, kata Sentot, dilakukan setelah anggaran dari BPPKAD masuk ke rekening Dinsos. Selanjutnya, pencairan akan dilakukan oleh petugas dinas sosial melalui kecamatan masing-masing kepada penerima manfaat. “Pencairan kepada penerima dilakukan secara tunai. Nominalnya Rp 200 ribu,”katanya. Pemkab Gresik mengalokasikan melalui APBD Gresik 2021 sebesar Rp 5,3 miliar. 

Seperti diberitakan, memasuki hari ke-73 Bupati dan Wakil Bupati Gresik tepatnya 11 Mei 2021 merealisasikan bantuan kepada guru non PNS, TPQ, Marbot, dan tenaga kependidikan lain misalnya staf TU di sekolah, tukang kebun, tukang bersih-bersih dan lainnya. Pencairan dilakukan setelah lebaran karena harus melalui tahapan pemrosesan. (yad)

Kabar Gembira, Senin Besok, Bantuan Guru Non PNS, Tenaga Kependidikan dan Marbut Cair Selengkapnya