Ops Yustisi PPKM, Pelanggar Jalani Rapid Antigen

GRESIK,1minute.id – Operasi yustisi pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) makin masif dilakukan aparat. Jumat malam, operasi yustisi skala besar dipusatkan di Bunderan I Love GKB. 

Ratusan petugas gabungan dilibatkan. Petugas itu dari unsur TNI, Polri, Pol PP dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik. Sebagian besar warga masyarakat yang terjaring ops yustisi PPKM memasuki hari kelima ini tidak memakai masker. 

Ratusan pelanggar yang terjaring ops yustisi itu dikenai sanksi teguran dan denda. Pelanggar prokes yang dicurigai orang tanpa gejala (OTG) langsung menjalani rapid test antigen.  Ada 20-an pelanggar prokes yang di rapid antigen. Mayoritas anak-anak usia produktif. 

Abdur Rahman, diantaranya. Pemuda 23 tahun yang indekos di Jalan Gubernur Suryo, Gresik. Motor yang dikendarai Rahman dihentikan petugas karena tidak memakai masker. Petugas nakes langsung melakukan rapid antigen. 

Tes usap itu membuat Rahman grogi. Ada juga, pelanggar prokes yang senang menjalani rapid antigen ini. “Makasi ya dapat rapid gratis,”cerita Kasi Penyidikan dan Penindakan Pol PP Gresik Nur Haedah kepada 1minute.id di sela Ops Yustisi, Jumat malam, 15 Januari 2021.

Disisi lain, Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto menginstruksikan anggota di Polsek jajaran Polres untuk semakin intensif melakukan operasi yustisi. “Polsek jajaran kami dorong untuk bersama aparatur tiga pilar menggelorakan peningkatkan kepatuhan protokol kesehatan ditengah masyarakat baik siang maupun malam,”tegas AKBP Arief Fitrianto.

Jumat, operasi yustisi PPKM memasuki hari kelima. Ops yustisi dimulai Senin, 11 Januari 2021. Berdasarkan data Polres Gresik, selama lima hari operasi yustisi telah menindak ribuan pelanggar prokes. 

Rinciannya, teguran lisan 58.404 kali, tertulis 14.985 kali, sanksi sosial 6.853 kali, dan menyita  KTP, SIM , HP sebanyak 6.938. “85 kali pelanggar sidang tipiring,”terang alumnus Akpol 2001 ini. (*)

Ops Yustisi PPKM, Pelanggar Jalani Rapid Antigen Selengkapnya

Kadinkes Pertama, Ketua DPRD Kedua Disuntik Vaksin Sinovac


GRESIK, 1minute.id – 
Sejarah baru dicetak Pemkab Gresik dalam ikhtiar pencegahan coronavirus disease 2019 (Covid-19). Gresik tercatat sebagai kabupaten pertama yang melaksanakan vaksinasi Covid-19.  Hal itu diungkapkan Wakil Gubernur Jatim Emil Elistianto Dardak di Ruang Poli VIP RSUD Ibnu Sina Gresik, Jumat 15 Januari 2021. Pencanangan vaksin buatan Sinovac asal Tiongkok itu disuntikkan kepada sepuluh pejabat publik dan tokoh masyarakat di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Gresik drg Syaifudin Ghozali, pejabat kali pertama yang mendapatkan vaksin Sinovac itu. Urutan kedua, Ketua DPRD Gresik Abdul Qodir.  Menurut Wagub Jatim Emil Elistianto Dardak, vaksin ini, salah satu perjuangan dan ikhtiar dalam mengentaskan pandemi Covid-19. Vaksin asal Tiongkok ini sudah melalui berbagai proses. Pemerintah menjamin keamanan dengan telah terbitnya izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). 

Juga, Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah mengeluarkan fatwa vaksin COVID-19 halal dan suci. “Vaksin ini sudah melalui berbagai uji klinis dan dijamin keamanannya. MUI juga sudah menyatakan halal terhadap vaksin ini,”katanya. Emil memantau langsung vaksinasi di rumah sakit milik Pemkab Gresik di Jalan DR. Wahidin Sudirohusodo, Kebomas, Gresik ini. 

PANTAU VAKSINASI : Wakil Gubernur Jatim Emil Elistianto Dardak memantau pencanangan vaksinasi di RSUD Ibnu Sina Gresik didampingi forkopimda Gresik, Jumat 15 Januari 2021

Emil melanjutkan masyarakat tidak perlu khawatir dan merasa waswas terhadap vaksinasi yang dilakukan. “Saya sebagai orang pertama di Jawa Timur yang disuntik vaksin kemarin (Kamis, 14/01). Kenapa saya lebih dulu? Karena saya ingin memberikan kepercayaan kepada masyarakat bahwa vaksin ini benar-benar aman,”imbuhnya. Pelaksanaan vaksinasi kali ini, tambahnya, pemerintah memfokuskan pemberian vaksin kepada tenaga kesehatan (Nakes). Sebab mereka adalah garda terdepan di bidang pelayanan kesehatan dan harus di vaksin terlebih dulu. Selanjutnya adalah masyarakat dengan usia rentan.

Kedatangan Emil disambut Wakil Bupati Gresik Moh Qosim, Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail dan Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Abimanyu Poentjoadmodjo Iswinarno dan Kadinkes Gresik drg Syaifudin Ghozali. 
Sementara itu, Wakil Bupati Gresik Moh Qosim menambahkan  sepuluh orang yang mengawali vaksinasi COVID-19 di Gresik merupakan pionir untuk menjadi contoh dan menyebarkan semangat bervaksin. “Untuk dijadikan semangat, contoh, dan dapat menyebarkan kebaikan dari vaksin ini,” ucap Wabup Qosim. (*)

Kadinkes Pertama, Ketua DPRD Kedua Disuntik Vaksin Sinovac Selengkapnya

BNNK Gresik Tangkap Pemakai dan Pengedar SS Jaringan Lapas

GRESIK,1minute.id – Badan Nasional Narkotika Kabupaten (BNNK) Gresik menciduk dua maniak narkoba. Dua tersangka itu bernama Eko Rusdiyanto, 32, warga Desa Sidowungu dan Khusnul Fauzi, 23, warga Desa Hulaan. Keduanya asal Kecamatan Menganti, Gresik.

Eko, ditengarai sebagai pengedar. Sedangkan, Fauzi, pemakai. Mereka ditangkap ditempat berbeda. Dalam pemeriksaan, kedua maniak sabu-sabu ini mendapatkan barang dari pengedar besar bernama Pucem, jaring lapas. 

Menurut Kepala BNNK Gresik AKBP Supriyanto, kali pertama yang dibekuk anggota BNNK Gresik adalah Fauzi. Pemuda 23 tahun ditangkap di sebuah bengkel di dekat rumahnya, Desa Hulaan, Kecamatan Menganti, Gresik.

“Tersangka KF ditangkap Selasa sore pukul 17.00,”terang perwira dua melati di pundak itu di kantor BNNK Gresik, Kamis 14 Januari 2021. Barang bukti yang diamankan satu poket sabu-sabu berat 0,5 gram dan sebuah gawai. “Pengakuan tersangka KF sudah dua tahun memakai sabu-sabu,”terang Supriyanto didampingi Kabag Umum BNNK Gresik Diaz Prananda. 

Selang 5 jam kemudian anggota mengamankan Eko Rusdiyanto. Pemuda 32 tahun ini ditengarai sebagai pengedar barang haram di Gresik Selatan. Ketika dibekuk anak buah AKBP Supriyanto menyita 7,2 gram, timbangan digital dan smartphone sebagai sarana bertransaksi. 

Kepada penyidik BNNK Gresik, Eko mengaku baru tiga bulan menjadi pengedar sabu-sabu.  Dia mendapatkan kristal bening itu dari seorang penghuni lapas. “Dua tersangka tidak saling kenal, tapi pengakuan mereka mendapatkan barang dari satu orang pengedar jaringan lapas,”kata Supriyanto. 

Eko membeli dari Pucem seharga Rp 1,1 juta pet gram. Eko lalu menjual sistem eceran. Paket hemat. “Eko menjual Rp  200 ribu per poket,”kata AKBP Supriyanto.  Eko mengaku beralih profesi sebagai pengedar SS karena usahanya berjualan ayam potong sepi. (*)

BNNK Gresik Tangkap Pemakai dan Pengedar SS Jaringan Lapas Selengkapnya

Dinkes Gresik Alokasikan Lima Ribu Rapid Test Antigen untuk Ops Yustisi PPKM

GRESIK,1minute.id – Jumlah kasus konfirmasi Covid-19 terus bertambah. Seminggu terakhir jumlah kasus konfirmasi lebih tinggi dibandingkan kasus sembuh. Masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mengendalikan, pencegahan penyebaran wabah berawal dari Wuhan, Tiongkok itu.

Tim gabungan dari TNI, Polri dan Pol PP berharap masyarakat Kota Santri-sebutan lain-kabupaten Gresik mematuhi protokol kesehatan (Prokes).  Bagaimana bila masih ada warganya membandel? Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto mengatakan, masa PPKM ini pihaknya bersama TNI, dan Polisi Pamong Praja (Pol PP) dan Dinas Kesehatan Gresik akan semakin intensif melakukan operasi yustisi, testing dan tracing kepada masyarakat. 

Sasaran operasi yustisi adalah tempat publik yang berpotensi menimbulkan kerumunan massa. Warung kopi, rumah makan, mal maupun destinasi wisata. Pun, di jalan raya. Operasi yustisi masa PPKM ini berbeda dengan masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sebelumnya.

“Operasi yustisi masa PPKM sanksinya lebih berat,”kata Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, Kamis 14 Januari 2021. Kapolres Arief didampingi Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail dan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Gresik drg Syaifudin Ghozali itu, 

“Untuk pelaku usaha yang membandel sanksi bisa denda sampai pencabutan izin usaha,”ujar mantan Kapolres Ponorogo itu.  Operasi yustisi dilakukan petugas gabungan akan menyisir jalan raya Petugas menemukan ada kerumunan massa mengabaikan prokes petugas akan melakukan rapid test antigen. “Rapid test antigen ini tingkat keakuratan hasilnya mencapai 90 persen,”ujar alumnus Akpol 2001 itu. 

Dinas Kesehatan Gresik mengalokasikan 5 ribu rapid test antigen. Dikutip dari berbagai sumber cara kerja rapid test antigen ini mengambil sampel usap dari kedua lubang hidung. Rapid test antigen untuk mendeteksi protein nukklekapsid virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19.

Hasil pemeriksaan diketahui lebih cepat dibandingkan PCR. Karena itu, hasil test rapid antigen dinyatakan positif atau negatif, sama seperti test PCR. “Operasi yustisi masa PPKM akan melibatkan dinas kesehatan,”kata AKBP Arief Fitrianto.
Kapolres AKBP Arief Fitrianto mengajak kepada seluruh masyarakat Gresik tetap mematuhi protokol kesehatan, memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak. “Menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas,”sarannya. (*)

Dinkes Gresik Alokasikan Lima Ribu Rapid Test Antigen untuk Ops Yustisi PPKM Selengkapnya

Cepat Ungkap dan Tangani Perundungan Anak Dapat Apresiasi Komnas KPAI


GRESIK,1minute.id – Gerak cepat tim siber dan opsnal Satreskrim Polres Gresik dalam mengungkapkan dugaan perundungan anak berbuah apresiasi. 

Apresiasi diberikan oleh Komisi Nasional Perlindungan Anak Indonesia (Komnas KPAI). Penghargaan itu diserahkan langsung Ketua Komnas KPAI Ariest Merdeka Sirait di Mapolres Gresik, Rabu 13 Januari 2021.

“Saya tidak menyangka pengungkapan dan penanganan dugaan perundungan anak dipantau Komnas KPAI,”ujar Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto ditemui disela pengamanan vaksin Sinovac di Gudang Farmasi Dinkes Gresik, Rabu 13 Januari 2021.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto mengatakan, penyidik terus mendalami dengan meminta keterangan saksi-saksi. “Status mereka masih saksi,”ujar alumnus Akpol 2001 itu. 

Selain melakukan pendalaman perkara, penyidik juga intens koordinasi dengan pihak kejaksaan dan bapas. “Karena semua terduga pelaku masih anak dibawah umur,”katanya. 

Apakah ada upaya korban dan para terduga pelaku melakukan perdamaian, AKBP Arief Fitrianto mengatakan peluang itu tetap memungkinkan. “Upaya diversi tetap ada. Untuk masa depan anak-anak,”tegas AKBP Arief Fitrianto. 

Seperti diberitakan, tim siber dan opsnal Satreskrim dan Polsek Gresik Kota mengamankan tujuh terduga perundungan di selasar Alun-alun Gresik. Penangkapan dilakukan setelah video berdurasi 23 detik viral di media sosial (medsos) meski akhirnya dihapus oleh pengunggahnya. 

Dalam pemeriksaan di unit PPA Satreskrim selama 12 jam, terungkap motif perundungan ada cemburu. Pasalnya, ZR berusia 11 tahun itu ditengarai jalan bareng dengan pacar salah satu terduga pelaku berinisial P. 

Korban ZR dijemput dua temannya untuk diajak mencari spot foto di Alun-alun Gresik, Rabu 6 Januari 2021 pukul 15.00. Mereka naik angkot. Di selasar atau lantai 2 Alun-alun Gresik sudah menunggu lima remaja putri lainnya. 

ZR lalu dihajar. Ditendang, dijambak, ditampar secara beringas anak-anak belasan tahun itu. Aksi kekerasan yang tidak patut di tiru siapa pun mereka rekam menggunakan smartphone. (*)

Cepat Ungkap dan Tangani Perundungan Anak Dapat Apresiasi Komnas KPAI Selengkapnya

10 Perwakilan Ormas dan Nakes Kali Pertama Dapat Vaksin Covid-19

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 3 ribu vial vaksin buatan Sinovac disimpan di gudang farmasi kantor Dinas Kesehatan Gresik. Jumat, 15 Januari 2021, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik memulai melakukan vaksinasi anti Covid-19 di RSUD Ibnu Sina Gresik.

Imunisasi kekebalan tubuh dari virus asal Wuhan, Tiongkok itu berikan kepada tenaga kesehatan di Gresik. Secara simbolis ada sepuluh tokoh yang siap di vaksinasi. “Saya siap di vaksin,”ujar Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto. “Saya juga siap di vaksin,”imbuh Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail.

Selain dua pucuk pimpinan di Kota Santri -sebutan lain-Kabupaten Gresik itu, tokoh masyarakat dan agama dari organisasi kemasyarakatan bakal mendapatkan vaksin di tahap pertama. Usia mereka minimal 18 tahun, maksimal 58 tahun. 

Mengapa pencanangan vaksinasi Sinovac dilakukan di RSUD Ibnu Sina Gresik? Menurut Wakil Bupati Gresik Moh Qosim, RSUD Ibnu Sina Gresik semua ready. Tempatnya, tenaga kesehatan, fasilitas pelayanan kesehatan, obat-obatanya. 

“Jika terjadi Kipi (kejadian ikutan pasca imunisasi) vaksin Covid-19 bisa langsung kita tangani rekan-rekan di rumah sakit Ibnu Sina,”kata Wabup Qosim didampingi Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail dan Kadinkes Gresik drg Syaifudin Ghozali.

JAGA KETAT : Anggota gabungan TNI, Polri menjaga gudang penyimpanan vaksin di gudang farmasi Dinkes Gresik ( foto : Chusnul Cchusnul Chusnul Cahyadi /1minute.id)

Sementara itu, pascaserahterima 3 ribu vial vaksin Sinovac. Gudang Farmasi di UPT Pengelolaan dan Pelayanan Farmasi Dinkes Gresik dijaga petugas gabungan TNI dan Polri. 

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto mengatakan gudang farmasi penyimpanan vaksin Sinovac dilakukan penjagaan selamaa 24 jam nonstop. “Setiap harinya ada 10 anggota yang berjaga disini,”kata alumnus Akpol 2001 itu.  

Seperti diberitakan  Pemkab Gresik mendapatkan kuota vaksin Sinovac sebanyak 5.920 vial. Vial adalah wadah dosis tunggal dengan penutup karet diatasnya. Distribusi pertama, sebanyak 3 ribu vial. Sisanya, 2.920 vial menyusul karena kapasitas gudang farmasi Dinkes Gresik terbatas. (*)

10 Perwakilan Ormas dan Nakes Kali Pertama Dapat Vaksin Covid-19 Selengkapnya

Kapasitas Gudang Farmasi Terbatas, Vaksin Anticorona Dikirim Bertahap, untuk Nakes dan Forkopimda

GRESIK,1minute.id – Vaksin buatan Sinovac tiba di Gresik, Rabu 13 Januari 2021. Sekitar pukul 13.30 mobil boks yang membawa vaksin asal Tiongkok itu sampai di gudang farmasi di UPT Pengelolaan dan Pelayanan Farmasi Dinas Kesehatan Gresik. Mobil pembawa vaksin yang dilengkapi  cold room, vaccine rafrigerator atawa tempat penyimpanan vaksin bersuhu 2 hingga 8 derajat celcius dikawal ketat kepolisian menggunakan mobil barakuda dari Surabaya. 

Wakil Bupati Gresik Moh Qosim, Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto , Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail dan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Gresik drg Syaifudin Ghozali menyambut kedatangan vaksin di gudang farmasi di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas. 

“Pengiriman di Surabaya Raya, Gresik urutan terakhir,”ujar pengemudi mobil pembawa vaksin. “Alhamdulillah distribusi lancar,”katanya sambil menghela nafas panjang. Vaksin untuk menambah kekebalan tubuh dari coranavirus disease 2019 diturunkan dari dalam mobil. Ada dua dus. Dibagian atas  berwarna merah bertuliskan Keep In a Cool & Dry Place.

Dibagian samping dus bertuliskan Urgent itu langsung dimasukkan gudang farmasi. Dalam gudang berukuran 4 x 10 meteran itu terdapat beberapa kotak pendingin. Wakil Bupati Gresik Moh Qosim mengatakan, untuk tahap awal Gresik mendapatkan kuota 5.920 vial. “Untuk pengiriman pertama hari ini 3 ribu vial,”kata Wabup Qosim didampingi Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail dan Kadinkes Gresik drg Syaifudin Ghozali.

VAKSIN SINOVAC : Kadinkes Gresik drg Syaifudin Ghozali mengamati proses pemindahan vaksin dari mobil menuju gudang farmasi di UPT Pengelolaan dan Pelayanan Farmasi Dinkes Gresik, Rabu 13 Januari 2021 (foto : chusnul cahyadi /1minute.id)

Wabup Qosim menambahkan, vaksin ini akan diperuntukkan tenaga kesehatan (nakes) di Gresik dan forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda) Gresik. “Pencanangan awal vaksinasi dimulai Jumat di RSUD Ibnu Sina Gresik,”kata Wabup Qosim.  Selain nakes dan forkopimda, vaksin tahap awal juga untuk perwakilan pengurus organisasi kemasyarakatan. Diantaranya, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah dan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII). 

“Perwakilan Ormas itu semakin meyakinkan masyarakat vaksin aman, dan halal,”tegas mantan Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik itu.  Lebih jauh, Qosim mengatakan sesuai ketentuan vaksin diberikan kepada masyarakat berusia 18 tahun sampai 58 tahun. “Usia saya sudah diatas ketentuan itu, vaksin tahap berikutnya,”kata Qosim. (*)

Kapasitas Gudang Farmasi Terbatas, Vaksin Anticorona Dikirim Bertahap, untuk Nakes dan Forkopimda Selengkapnya

5.093 Dosis Vaksin Sinovac untuk Nakes Gresik, Kurang 2 Ribuan Dosis

GRESIK,1minute.id – Kesibukan terasa di UPT Pengelolaan dan Pelayanan Farmasi Dinas Kesehatan Gresik, Rabu 13 Januari 2021. Sibuk menyiapkan ruang penyimpanan  vaksin buatan Sinovac ini. Siang hari ini rencananya vaksin asal Tiongkok tiba di Gresik. 

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Gresik mendapatkan jatah 5.903 dosis vaksin dari Tiongkok itu. Dalam pengamatan 1minute.id, tempat penyimpanan vaksin berukurun 4 x 10 meter. Dalam ruangan terdapat dua AC. Masing-masing berukuran 2 PK. 
“Suhu di dalam ruangan dibawah 25 derajat celcius,”ujar seorang petugas di kantor UPT Pengelolaan dan Pelayanan Farmasi Dinkes Gresik. 

Sedangkan, cold room,  vaccine rafrigerator atawa tempat penyimpanan vaksin bersuhu 2 derajat celcius. Distribusi vaksin Covid-19 ini direncanakan tiba di Gresik, Selasa malam, 12 Januari 2021. Kemudian, mundur hari ini, Rabu 13 Januari 2021.
Seperti diberitakan, Pemerintah Kabupaten Gresik tahap awal mendapatkan 5.903 dosis vaksin Sinovac. Menurut Kepala Dinas Kesehatan Gresik drg Syaifudin Ghozali, ribuan dosis itu digunakan untuk tenaga kesehatan (nakes).

“Jumlah nakes di Gresik sekitar 7 ribuan,”kata Ghozali, Senin 11 Januari 2021. Sementara itu, perkembangan jumlah kasus Covid-19 di Kota Santri-sebutan lain-Gresik bertambah 22 kasus menjadi 4.387 kasus konfirmasi pada Selasa 12 Januari 2021. Sedangkan, kasus sembuh bertambah 9 kasus menjadi 3.920 kasus. 
Tambahan 22 kasus baru itu tersebar di tujuh kecamatan yakni Dukun 2 kasus,  Bungah (1) , Duduksampeyan (2) , Menganti (6) dan Manyar (6). Kemudian, Kecamatan Benjeng (4) dan Gresik (2). 

Menurut Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemkab Gresik Reza Pahlevi,  sembilan kasus konfirmasi sembuh tersebar di lima kecamatan yakni, Menganti,  Balongpanggang, dan Benjeng. “Dua kasus sembuh lainnya di Desa Sumput, Kecamatan Driyorejo dan Desa Serah, Kecamatan Panceng,”kata Reza.  (*)

Gresik mendapatkan 5.903 dosis vaksin dari Tiongkok itu. Dalam pengamatan 1minute.id, berukurun 4 x 10 meter terdapat dua AC. Masing-masing berukuran 2 PK. “Suhu di dalam ruangan dibawah 25 derajat celcius,”ujar seorang petugas di kantor UPT Pengelolaan dan Pelayanan Farmasi Dinkes Gresik. 

Untuk tempat penyimpanan vaksin, cold room,  vaccine rafrigerator bersuhu 2 derajat celcius. Semula direncanakan vaksin coronavirus disease 2019 itu tiba di Gresik, Selasa 12 Januari 2021 malam. Tapi, mundur. Informasi yang dihimpun vaksin tiba pukul 12.30 hari ini. 

Seperti diberitakan, Pemerintah Kabupaten Gresik tahap awal mendapatkan 5.903 dosis vaksin Sinovac. Menurut Kepala Dinas Kesehatan Gresik drg Syaifudin Ghozali, ribuan dosis itu digunakan untuk tenaga kesehatan (nakes). “Jumlah nakes di Gresik sekitar 7 ribuan,”kata Ghozali, Senin 11 Januari 2021 (*)

5.093 Dosis Vaksin Sinovac untuk Nakes Gresik, Kurang 2 Ribuan Dosis Selengkapnya

Cegah Persebaran Coronavirus Disease 2019, Batasi Tamu Hotel hingga 80 Persen

GRESIK,1minute.id – Industri perhotelan kembali lesu. Pandemi coronavirus disease 2019 belum menunjukkan tanda-tanda berakhir. Bahkan, kini pagebluk asal Wuhan, Tiongkok itu adanya tren ada kasus.

Pemerintah kembali memutuskan masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mulai 11-25 Januari 2021.

Selama PPKM ini, tempat perbelanjaan atau mal wajib tutup pukul 19.00. Untuk industri perhotelan, pengetatan setiap tamu hotel. Diantaranya, membawa surat keterangan bebas Covid-19 atawa hasil rapid test.

Sedangkan, usaha lainnya, warung kopi, kafe dan pedagang kaki lima (PKL) harus menghentikan aktivitas usahanya mulai pukul 21.00. 

Chief Eginering AstonInn Hotel di Gresik Gamma mengatakan, pihaknya sudah melakukan PPKM ini dengan protokol yang ketat. “Pengunjung harus membawa surat rapid test, serta ada pembatasan untuk hunian hotel dari 80 persen menjadi 30 persen,”kata Gamma ketika menerima rombongan forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda) Gresik di lobi hotel, Senin malam, 11 Januari 2021.

Kedatangan forkopimda yakni Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufiq Ismail untuk memastikan pengelola hotel di Kota Santri ini mematuhi surat edaran masa PPKM.

Penjelasan Gamma membuat forkopimda lega. Sebab, langkah manajemen itu diharapkan bisa mencegah penyebaran Covid-19. (*)

Cegah Persebaran Coronavirus Disease 2019, Batasi Tamu Hotel hingga 80 Persen Selengkapnya

Pastikan Sesuai Surat Edaran, Mal Tutup Pukul 19.00, Hotel Sesuai Prokes

GRESIK,1minute.id – Gamma, chief enginering AstonInn Hotel terlihat sibuk, Senin malam, 11 Januari 2021. Handy talky yang dibawa terdengar suara panggilan berulang-ulang. “Gamma monitor,”panggil seorang rekannya. Sekitar pukul 20.00.

Gamma, terus naik lift menuju lobi hotel. Pasalnya, bagian lobi sudah ada forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda) Gresik. Yakni, Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufiq Ismail dan Wakil Bupati Gresik Moh Qosim.

Selain, Forkopimda juga ada Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil,  Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Agus Budiono, dan Satpol PP Abu Hasan.

Kedatangan mereka ini, untuk memastikan pengelola perhotelan telah menerapkan protokol kesehatan (Prokes) untuk karyawan maupun tamu hotel di hari pertama penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Kota Santri-sebutan lain-kabupaten Gresik ini.

Selain perhotelan, tim gabungan terdiri dari TNI, Polri dan aparatur sipil negara (ASN) mengecek jam berapa operasional mal.  “Setiap tamu menginap wajib menunjukkan surat keterangan kesehatan negatif corona,”kata Gamma.

Wakil Bupati Gresik Moh Qosim mengatakan, surat edaran PPKM di Gresik sudah mulai dilakukan oleh beberapa pengusaha di sektor pembelanjaan.

“Untuk mal dan pusat pembelanjaan jam malam sampai pukul 19.00. Sedangkan untuk warkop dan cafe serta pedagang kaki lima (PKL) sampai pukul 21.00,”kata Qosim didampingi didampingi Kapolres AKBP Arief Fitrianto, Kodim 0817 Letkol Inf Taufik Ismail, Kasat Pol PP Abu Hassan, Kepala Diskoperindag Gresik Agus Budiono, Senin malam, 11 Januari 2021.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto menambahkan, pihaknya akan terus melakukan operasi tempat kerumunan sesuai Perbup nomor 22/2020. “Terkait sanksi bagi masyarakat dan pelaku usaha yang melanggar PPKM tetap mengikuti Perbup. Sanksi sosial, denda, serta pencabutan usaha,”terang alumnus Akpol 2001 itu.

Selain pusat perbelanjaan dan perhotelan, tim gabungan juga melakukan penyisiran di kawasan Bukit Putri Cempo, kini menjadi tempat usaha kafe itu.  (*)

Pastikan Sesuai Surat Edaran, Mal Tutup Pukul 19.00, Hotel Sesuai Prokes Selengkapnya