Gepal Desak Kejari Usut Tuntas Perkara Korupsi di Gresik


GRESIK,1minute.id – Ratusan aktivis Gepal turun jalan pada Selasa,2 Maret 2021. Aktivis Gerakan Penolak Lupa (Gepal) Gresik itu mendesak kejaksaan negeri (Kejari) Gresik menuntaskan perkara korupsi di Gresik.

Lembaga swadaya masyarakat (LSM) itu mendatangi dua institusi yakni Kantor Bupati Gresik dan Kejari Gresik. Di kantor Bupati Gresik, aktivis Gepal dibawah komando Syafi’uddin itu ditemui Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. Sedangkan, di kantor Adhyaksa mereka ditemui Kasi Intel Kejari Gresik Dimaz Atmadi Brata Anandiansyah.

Dalam aksinya, mereka menyoroti kejanggalan terkait penangan korupsi selama ini terjadi di Gresik. Menurut Koordinator lapangan (korlap) Syafi’uddin selama ini  sejumlah kasus korupsi yang ditangani aparat penegak hukum terkesan hanya berdiri sendiri dan seolah-olah memutus mata rantai, bahkan ada juga yang terkesan mandek.

“Yang namanya korupsi pasti ada yang memberi dan menerima, maka dari dari itu tidak ada korupsi yang berdiri sendiri, kami meminta untuk mengusut tuntas seluruh kasus korupsi yang ada di Kabupaten Gresik ini,” kata Udin. 

Ia mencontohkan, dua kasus korupsi yang cukup menyita perhatian publik di Gresik pada 2019 lalu. Dua kasus itu, Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik atas  dugaan pemotongan dana insentif pegawai di Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Gresik dan OTT di Inspektorat Kabupaten Gresik oleh pihak kepolisian yang sampai saat ini belum ada pengembangan tersangkanya.

Kasus OTT dilakukan Kejari Gresik di BPPKAD Gresik, fakta dalam proses sidang di pengadilan tindak pidana korupsi, nama-nama dibacakan oleh jaksa penuntut umum (JPU) Gresik tidak tidak diusut tuntas. “Sedangkan OTT di inspektorat yang dilakukan pihak kepolisian belum ada tersangkanya,”ujar Udin.

Usai berorasi menggunakan pengeras suara diatas mobil komando, para aktivis itu ditemui Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. Gus Yani-panggilan akrab-Fandi Akhmad Yani dihadapan para aktivis memberikan apresiasi kepada aktivis Gepal itu.

“Saya menyampaikan terimakasih karena para aktivis selama ini selalu menjadi alarm, dan saya setuju kedepan Gresik kita jadikan pemerintahan yang bersih dari korupsi,”ujar Gus Yani. Usai bertemu Bupati Gresik itu, mereka bergeser menuju kantor Kejari Gresik di Jalan Permata, Kompleks Perumahan Bunder Asri, Kecamatan Kebomas.

Kasi Intel Kejari Gresik Dimaz Atmadi Brata Anandiansyah menyatakan kejaksaan siap mendukung para aktivis dalam pemberantasan korupsi di Gresik. “Mari kita jadikan Gresik lebih baik, bebas dari korupsi,”kata Dimaz yang juga Humas Kejari Gresik itu.

Dimaz menegaskan, terkait tuntutan untuk masalah penangguhan penahan Camat Duduksampeyan tidak ada penangguhan tahanan.”Untuk perkara korupsi tidak ada yang di peti es kan semua masih dalam proses,”tegasnya. (*)

Gepal Desak Kejari Usut Tuntas Perkara Korupsi di Gresik Selengkapnya

Bersatu Melawan Pandemi, Karya Ariel , Remaja Disleksia Terpajang di RSUD Ibnu Sina Gresik


GRESIK,1minute.id – Koleksi lukisan RSUD Ibnu Sina Gresik bertambah pada Selasa, 2 Maret 2021. Lukisan terbaru itu karya Ariel Ramadhan. Lukisan berjudul “Bersatu Melawan Pandemi” itu dihadiahkan kepada rumah sakit rujukan Covid-19 milik Pemkab Gresik bertepatan 1 tahun Pagebluk Corona di Indonesia.

Lukisan berukuran 80 x 100 cm menggunakan cat air dan arklik diatas kanvas itu diterima oleh Wakil Direktur Medik RSUD Ibnu Sina Gresik Maftuhan dan Ketua Tim Pinere RSUD Ibnu Sina Gresik dr Wiwik Kurnia Ilahi. 

Ariel, penyandang disleksia itu terlihat semringah.  Disleksia adalah gangguan dalam proses belajar yang ditandai dengan kesulitan membaca, menulis, atau mengeja. Penderita disleksia akan kesulitan dalam mengidentifikasi kata-kata yang diucapkan, dan mengubahnya menjadi huruf atau kalimat.

Ariel yang didampingi ayahnya, Eko Sumargo dan kurator lukis,Arik S Wartono itu mengaku senang bisa berkontribusi dalam upaya memerangi pagebluk corona melalui karyanya. “Covid ini berdampak semua sektor, termasuk seniman lukis,”kata Ariel dengan nada lirih.

Pagebluk corona membuat sejumlah agenda pameran tertunda. Antara lain, keliling pantai utara Jawa, Singapura dan Australia. Namun, Ariel mengambil hikmah dari pandemi berawal dari Wuhan, Tiongkok itu bisa menyelesaikan sejumlah lukisan. “Lukisan Bersatu Melawan Pandemi bisa saya selesaikan dua bulan,”katanya.

Ariel mengungkapkan lukisan tentang sejumlah wajah dari berbagai profesi memakai masker menunjukkan covid menyerang semua lapisan masyarakat. “Semua warga harus bersatu untuk bisa melawan penyebaran pandemi ini,”ujarnya. Tentang kapal pinisi berbendera palang merah, mahasiswa ITS Surabaya mengaku dibesarkan di kawasan pesisir Kota Santri. 

Sementara itu, dr Wiwik Karunia Ilahi mengatakan rumah sakit sangat senang menerima lukisan Bersatu Melawan Pandemi ini. Lukisan ini, tambahnya,akan dipasang di depan lobi masuk rumah sakit untuk menginspirasi masyarakat yang berkunjung di RSUD Ibnu Sina Gresik. 

“Lukisan ini membuat kita, para nakes bangga. Memerangi Covid -19 bukan tugas nakes saja. Tapi, tugas kita semua dengan cara mematuhi protokol kesehatan,”ujar ketua Tim Pinere (Penyakit infeksi emerging dan remerging) RSUD Ibnu Sina Gresik ini.

Terkait kembangan Covid-19 di RSUD Ibnu Sina Gresik dalam dua pekan ini cenderung menurun. Di ruang ICU tersisa 3 pasien. Di dua ruang lainnya sekitar 10 pasien. Rumah sakit menyediakan 110 bad untuk pasien covid kategori sedang dan berat. “Dibandingkan bulan November dan Desember tahun lalu semua ruang nyaris penuh. Semoga Covid segera berakhir,”harapnya. (*)

Bersatu Melawan Pandemi, Karya Ariel , Remaja Disleksia Terpajang di RSUD Ibnu Sina Gresik Selengkapnya

Gus Yani, Pidato Kerakyatan Jlentrehkan Program Nawa Karsa

GRESIK,1minute.id – Program 99 Hari Nawa Karsa di hari kedua masa kepemimpinan duet Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah di depan Pendapa Bupati Gresik pada Selasa, 2 Maret 2021. 

Pidato kerakyatan dengan protokol kesehatan diawali santunan anak yatim itu dihadiri pimpinan partai politik, tokoh masyarakat, ulama, forkopimda dan para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkab Gresik.

Menurut Gus Yani-panggilan akrab-Fandi Akhmad Yani, Nawa Karsa menuju Gresik Baru berisi sembilan visi dan misi. “Misi utama untuk mewujudkan Gresik Baru yang Mandiri, Sejahtera, Berdaya Saing dan Berkemajuan berlandaskan Akhlakul Karimah,”kata Gus Yani didampingi Wabup Aminatun Habibah.

Program 99 Hari kerja pertama, Gus Yani–Bu Min untuk menciptakan tata kelola yang dinamis dan transparan menuju good and clean government. Bupati akan membangun Gresikpedia.

“Kami akan berkolaborasi dengan berbagai komunitas untuk media sinkronisasi data dan integrasi sistem informasi menuju sistem satu data rujukan yang dapat diakses oleh seluruh warga kabupaten Gresik ( One data, One Portal, and Open Access ),”kata Bupati Gresik termuda itu.

Untuk menjaga identitas kota religius, tambahnya, sebagai apresiasi memberikan santunan kehormatan kepada 1.000 hafidz. Selanjutnya, berkembang untuk menjangkau guru ngaji, marboth masjid dan musala, penjaga makam, situs religi, dan situs budaya.

“Prioritas kami dalam 99 hari pertama, dalam rangka membangun Gresik Baru adalah dengan melakukan perbaikan kualitas air PDAM,”katanya.

Caranya, mengeliminasi kebocoran, peremajaan pipa untuk mendukung mata air Umbulan, serta pengawasan kejernihan air. Selanjutnya, keberlanjutan pemantaban infrastruktur daerah, untuk kelayakan hunian dan ketangguhan daerah menghadapi bencana.

“Gresik Baru memprioritaskan kota bebas banjir, oleh sebab itu pemerintah daerah akan melakukan normalisasi kali lamong, kami akan menyiapkan lahan secara progresif untuk pembangunan tanggul dan dengan ditambah kolam retensi untuk menampung luapan kali lamong,”terangnya.

Bupati menyebut perbaikan Infrastruktur desa melalui program gerbang dusun. Gresik Baru bergerak mempercepat pembangunan desa dengan melakukan alokasi pembangunan infrastruktur sebesar Rp. 178,8 miliar yang ditujukan untuk pembangunan jalan, infrastruktur pertanian, perekonomian dan pelayanan publik.

PROGRAM NAWA KARSA : Sembilan program Bupati – Wabup Gresik, Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

“Program ini, 99 hari pertama, kami berupaya menciptakan warga desa yang ayem tentrem dan dapat menerima manfaat pembangunan secara langsung. Kami juga akan menghadirkan kartu Go Tani. Kartu ini memiliki kebermanfaatan yang luas bagi petani dan nelayan untuk mengakses dana bantuan berupa alat produksi, permodalan, asuransi, akses terhadap gudang tani, serta kemudahan dalam distribusi dan penjualan,”urainya.

Pada bidang Pendidikan, Bupati dan Wakil Bupati, Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah, akan menghadirkan beasiswa Gresik Cerdas, melalui Nawa Karsa Gresik cerdas.

“Kami berkomitmen untuk mewujudkan pendidikan murah berkualitas untuk seluruh masyarakat Gresik. Peningkatan infrastruktur dan suprastruktur pelayanan pendidikan akan menjadi prioritas pembangunan Gresik Baru untuk menguatkan kualitas sumber daya manusia Gresik guna bersaing dalam era disruptif,”tandasnya.

Kemudahan layanan kependudukan. Melalui Nawa Karsa Gresik sehati, kami menjamin seluruh anak Gresik yang baru lahir akan mendapatkan akta kelahiran. “Lahir, pulang bawa akta. Secara serentak akan kami mulai di 12 rumah sakit bersalin dan 32 puskesmas.

Di akhir sambutannya, mengajak seluruh masyarakat mendukung visi-misi-program. Gus Yani mengakui, warisan Sambari-Qosim adalah capaian yang sangat penting dan menjadi kerja yang akan kami apresiasi untuk kami rawat dan lanjutkan pada fase yang lebih baik.

“Mulai hari ini sudah tidak ada lagi kubu Gus Yani dan Bu Min serta Pak Qosim- Alif, Wahai Warga Gresik apabila kita semua ditanya, berapa jumlahmu? Jawablah jumlah kita adalah satu sebagai warga Gresik yang berjuang bersama untuk kemajuan melalui jalan perubahan,”pungkasnya. (*)

Gus Yani, Pidato Kerakyatan Jlentrehkan Program Nawa Karsa Selengkapnya

49 Unit Senpi Anggota Polres Gresik Ditarik, Ini Penyebabnya


GRESIK,1minute.id – Puluhan senjata api anggota Polres Gresik menjalani pemeriksaan. Pemeriksaan untuk mengantisipasi penyalagunaan senpi itu dipimpin Waka Polres Gresik Kompol Eko Iskandar. Pemeriksaan puluhan senpi dilakukan di Mapolres Gresik pada Senin, 1 Maret 2021.

Menurut Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, meminta kepada seluruh personil yang membawa senjata api (senpi) bisa menggunakannya secara profesional dan sesuai SOP (Standar Opersional Prosedur).  Alumnus Akpol 2001 itu, kembali menegaskannanggota yang memegang senpi selalu waspada dan tidak ceroboh saat membawa maupun menggunakan senpi.

“Gunakan senjata api sebaik mungkin dan pedomani Standar Opersional Prosedur yang berlaku, dan jangan dipergunakan hal-hal yang dapat merugikan diri sendiri dan kesatuan,”ujar AKBP Arief Fitrianto.

Sementara itu, Waka Polres Gresik Kompol Eko Iskandar mengatakan pemeriksaan senpi anggota Polres dan polsek jajaran Polres Gresik antara lain pengecekan surat-surat dan kebersihan senpi. “Tujuannya untuk memastikan senpi dinas atau yang dipegang anggota siap pakai dan digunakan,”ujar Wakapolres Gresik Kompol Eko Iskandar didampingi Kasi Propam Polres Gresik Ipda Suharto dan Kasubag Sarpras Bag Sumda M. Zainudin pada Senin, 1 Maret 2021.

Ia menambahkan, jika surat-surat dalam kondisi mati maka senpi tersebut akan diambil. “Jika surat maupun kebersihan tidak diperhatikan, maka senpi tersebut akan ditarik. Itu sudah menjadi sanksi bagi anggota,”katanya. Kompol Eko Iskandar melanjutkan tidak semua anggota memegang senpi. Sebab, anggota yang memegang senpi harus memenuhi syarat. Seperti lulus ujian psikotes atau psikologi kemudian uji praktek menembak.

“Itu syarat yang harus dilalui oleh anggota. Nantinya pemeriksaan senpi ini juga akan terus dilakukan secara berkala,”kata perwira satu mawar di pundak itu. “Pemeriksaan senpi juga untuk mengantisipasi penyalahgunaan senpi oleh anggota,”tegas mantan Kasatlantas Polresta Sidoarjo itu.

Kasi Propam Polres Gresik Ipda Suharto menyatakan, ada 49 senpi yang di tarik karena masa berlaku habis. “Selain memeriksa kondisi fisik senjata, pihaknya juga mengecek administrasi penggunaan senjata api para anggotanya. Hal itu agar kepemilikan senjata ini jelas dan terdata,”katanya. (*)

49 Unit Senpi Anggota Polres Gresik Ditarik, Ini Penyebabnya Selengkapnya

BKD Pemkab Gresik Berhentikan Camat Duduksampeyan


GRESIK,1minute.id – Badan Kepagawaian Daerah (BKD) Kabupaten Gresik menghentikan sementara Suropadi sebagai Camat Duduksampeyan dan menunjukan Suyono sebagai Plt merangkap Camat Cerme.

Kepala BKD Gresik Nadlif mengatakan, dengan status sebagai tersangka dan penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik melakukan penahanan membuat Suropadi tidak bisa melaksanakan tugas sebagai aparatur sipil negara (ASN). Memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Karena itu lah, Suropadi untuk sementara diberhentikan sebagai camat,”kata Nadlif ditemui usai salat Duhur di Masjid Al Inabah Kompleks Kantor Bupati Gresik pada Senin, 1 Maret 2021. 

BKD, tambahnya, telah menunjuk Camat Cerme Suyono sebagai pelaksana harian (Plh) Camat Duduksampeyan. ” Harapannya pelayanan kepada masyarakat tetap bisa berjalan dengan baik,”kata mantan Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik itu. 

Suyono, imbuhnya, memiliki kapasitas untuk merangkap jabatan sebagai camat. “Selain itu, lokasi Kecamatan Cerme dengan Duduksampeyan juga dekat,”ujarnya. 

Terpisah, keinginan Suropadi menghidup udara bebas dengan status tahanan rumah bakal sulit dikabulkan oleh penyidik kejaksaan. Kuasa hukum Suropadi, Fajar Trilaksana Yulianto dikonfirmasi mengatakan, penyidik Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Gresik belum memberikan jawaban terkait surat permohonan pengalihan penahanan  dari rumah tahanan (Rutan) Gresik menjadi tahanan rumah.

“Tapi, Saya mendapatkan surat pemberitahuan perpanjangan masa penahanan hingga 15 April mendatang,”ujar Fajar dikonfirmasi selulernya pada Senin, 1 Maret 2021. Masa penahanan 20 hari pertama Suropadi berakhir 6 Maret 2021. “Tapi, Saya menghormati putusan penyidik kejari,”kata Fajar.

Seperti diberitakan, tersangka Camat Duduksampeyan Suropadi ditahan oleh Kejari Gresik atas dugaan tindak pidana korupsi anggaran Kecamatan selama tiga tahun sejak tahun 2017-2019. Suropadi ditahan sejak 15 Februari 2021. Hasil audit yang dilakukan Inspektorat Kabupaten Gresik, selama kurun waktu  3 tahun, negara dirugikan sekitar 1,041 Miliar.  (*)

BKD Pemkab Gresik Berhentikan Camat Duduksampeyan Selengkapnya

Ngowes, Bupati GresikTemui PKL Alun-alun untuk Penataan dan Vaksinasi

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menemui pedang kaki lima (PKL) di Alun-alun dekat rumah Dinas Bupati pada Minggu pagi, 28 Februari 2021.

Bupati termuda di Gresik itu “kulakan” aspirasi. Gus Yani -panggilan – Fandi Akhmad Yani akan menata para PKL agar lebih nyaman berjualan di Alun-alun Gresik. Branding akan disiapkan pemerintah agar lebih ciamik di pandang mata.

Pagi itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani selesai ngowes. Memakai jersey sepeda, memakai helm dan bermasker. Suasana Alun-alun cukup ramai aktivitas masyarakat. Ada sekadar jalan-jalan, rekreasi sama keluarga, atau menikmati aneka kuliner.
PKL di Alun-alun Gresik ini diperbolehkan jualan pagi pada Minggu pagi di badan jalan sebelah Timur dan Selatan di dekat pendapa rumah Dinas Bupati.

Selain Minggu, mereka berjualan mulai badal Ashar.
Gus Yani, minggu pagi itu adalah hari kedua pascapelantikan pada Jumat sore, 26 Februari 2021 menempati rumah dinasnya di Alun-alun Gresik. Sambil menuntun sepeda angin, Gus Yani mendatangi para pedagang. Ada minta berswafoto. Juga, ada nyambi menggoreng Tahu ketika Gus Yani menyapanya.

Gus Yani kemudian berhenti dan duduk lesehan bersama perwakilan pedagang Alun-alun. Mohammad Yasin, PKL yang menyewakan mainan anak-anak, mengaku pemasukannya terjun bebas selama penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). 

Dia ingin pedagang bisa berjualan setiap hari untuk mensiasati adanya pembatasan jam malam pukul 21.00. Dalam sepekan, para PKL hanya berjualan pada hari Jumat, Sabtu dan Minggu saja. Yasin mengaku ikut menjaga kebersihan sebelum dan sesudah jualan. Dia ingin diberi fasilitas tenda yang seragam.

“Total ada 150 PKL resmi disini, kami maunya bisa jualan setiap hari. Ada tempat di Alun-alun, tidak memakan hak jalan, dibuatkan tenda yang seragam. Satu lagi Gus, jangan ada lagi penggusuran,”kata dia. 

Selain penataan, buka jam ngelapak di perpanjang, PKL juga berharap vaksin Covid-19. Vaksinasi agar bisa meyakinkan pembeli bahwa membeli di PKL itu aman. Iis, antara lainnya. Konsumen di PKL Alun-alun setuju dengan penataan dan vaksinasi untuk PKL. 

“Saya setuju pedagang divaksin, biar kami pembeli juga merasa aman. Lebih bagus ditata, ada tempat karena kalau di tepi jalan kasihan digusur,” terangnya saat berbincang dengan Gus Yani di depan pedagang aksesoris.

Sembari memesan jus alpukat dan pentol, Gus Yani telah memerintahkan jajarannya agar memfasilitasi para PKL untuk dilibatkan dalam kegiatan di Pendopo. PKL yang berjualan nasi goreng, bakso,  pentol dan lain sebagainya bergiliran masuk pendapa saat ada kegiatan. Dia menanyakan jumlah pasti PKL yang terdaftar untuk difasilitasi di Alun-alun, vaksinasi dan branding agar lebih ramai.

“Saya ingin berinteraksi langsung dengan teman PKL Alun-alun, mereka bagian masyarakat Gresik harus dilayani dengan baik. Tidak hanya PKL saja, ini menjadi daya tarik masyarakat Gresik bisa mencari hiburan di hari libur dengan keluarga, jalan-jalan santai dan mencoba kuliner di Alun-alun. Yang mau main sepakbola juga bisa di Alun-alun,”terangnya.

Aspirasi dari para PKL ini, akan dibawa ke dalam hari pertama masuk kantor. Menurutnya, ini merupakan tugas pemerintah menata para pedagang. Penataan PKL di Alun-alun, katanya, kami tawarkan di tata dengan baik, kita tunjang vaksinasi yang diprogramkan pemerintah pusat ke daerah.

“Kita berikan vaksin, kita sosialisasikan kepada mereka vaksin itu aman sehat dan halal, tidak ada efek samping. Kepercayaan masyarakat akan timbul, kawasan bersih rapi dan sehat. Maka pertumbuhan perekoniman teman-teman PKL.Masyarakat tidak perlu was-was berkunjung ke Alun-alun. Ini akan menjadi bekal saya, senin besok masuk kantor hari pertama,” imbuhnya.

Gus Yani juga mengingatkan para pedagang untuk disiplin dalam menggunakan masker. Senin, 1 Maret 2021 menjadi hari pertama Gus Yani  dan Aminatun Habibah atau Bu Min masuk kantor hari pertama setelah dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Gresik. (*)

Ngowes, Bupati GresikTemui PKL Alun-alun untuk Penataan dan Vaksinasi Selengkapnya

Tanamkan Nilai Loyalitas kepada Negara dan Jamiyah, Habib Luthfi dan Gus Yani, Kibarkan Bendera Merah-Putih dan NU


GRESIK,1minute.id – Dua bendera berkibar di halaman masjid Jamik Gresik  pada Sabtu, 27 Februari 2021. Bendera Merah- Putih dan Nahdlatul Ulama.  Istimewa lagi,  pengibaran dua bendera secara simbolis itu adalah Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya dan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani.

Pengibaran bendera dilakukan seusai ziarah ke makam Syeh Abu Bakar Assegaf di dalam kompleks masjid berada di Jalan KH Wachid Hasyim, Gresik itu.  

Pengibaran bendera bertepatan Hari Lahir (Harla) ke-98 Nahdlatul Ulama ini sebagai tonggak gerakan loyalitas kepada negara dan jamiyah.  

Habib Luthfi dalam tausiyah tasyakuran pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Gresik di Pendapa Bupati Gresik mengingatkan masih adanya upaya untuk memecah belah NKRI. Caranya antara lain membuat berita bohong.

Karena itulah, anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) ini mengajak masyarakat Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini untuk mencintai tanah air dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Wahai bangsa ku yang aku banggakan relakah kita terpecah bela?”kata Habib Luthfi dijawab serentak tidak rela. Rais Am Idarah Aliyah Jamiyah Ahlith Thariqah al Mu’tabarah an Nahdliyah (Jatman) mengaku bangga dan senang jawaban itu.

Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengajak masyarakat mengibarkan bendera Merah Putih dan NU. Gerakan itu tak hanya formalitas, tapi ada nilai loyalitas kepada negara dan jamiyah.

“Bendera itu simbol dan juga ada nilai yang berhubungan dengan jati diri. Karenanya, kami mengajak segenap warga Nahdliyin untuk mendukung gerakan ini,”kata Gus Yani pada Sabtu, 27 Februari 2021. 

Bupati Gresik yang dilantik Gubernur Jatim pada Jumat, 26 Februari 2021 itu memberikan contoh simbolis bersama Habib Luthfi bin Yahya. Usai ziarah ke Makam Habib Abu Bakar bin Muhammad Asegaf, keduanya menyempatkan mengibarkan bendera di halaman Masjid Jamik.

Habib Luthfi mengibarkan bendera Merah Putih. Sedangkan Bupati Gresik mengibarkan bendera NU. Para pengiring menyempatkan untuk ikut menyaksikan. “Pengibaran ini tidak hanya di rumah, kantor atau masjid dan musola. Tetapi pengibaran ini dilakukan di sosial media. Tujuannya adalah bagian ikhtiar kebangsaan,”kata Bupati Gus Yani. (*)

Tanamkan Nilai Loyalitas kepada Negara dan Jamiyah, Habib Luthfi dan Gus Yani, Kibarkan Bendera Merah-Putih dan NU Selengkapnya

Gus Yani Mengajak Penyintas menjadi Pahlawan Covid-19

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani tancap gas. Bupati Gresik termuda itu meminta dukungan semua pihak untuk menyelesaikan sejumlah pekerjaan rumah yang belum terselesaikan masa kepempinan sebelumnya.

Gus Yani – sapaan – Fandi Akhmad Yani mengajak kepada semua kepala organisasi perangkat daerah (OPD) untuk bekerja lebih keras, lebih cepat, dan kaya inovasi sehingga bisa mengikuti ritme kerja bersama Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah mewujudkan Nawa Karsa.

Dari sembilan program itu, Gus Yani berharap bisa diselesaikan dalam masa 100 hari kerjanya. “Untuk itu meminta kepada semua pihak untuk saling berkolaborasi dan mendukung langkah kerja kami demi kelancaran berjalannya program kerja dalam 9 Nawakarsa untuk 100 hari kerja kami kedepan,”kata Gus Yani didampingi Wabup Gresik Bu Min – panggilan – Aminatun Habibah pada Jumat malam, 26 Februari 2021.

NIAT : Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani dan Aminatun Habibah di kantor Bupati Gresik pada Jumat malam, 26 Februari 2021 (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Gus Yani menyinggung terkait penyelesaian persoalan banjir Kali Lamong. Ia berharap, di era kepemimpinannya ini persoalan Kali Lamong dapat segera terselesaikan dan warga Gresik Selatan tidak lagi dihantui banjir saat musim penghujan tiba.

Priorotas utama lainnya, yakni berkaitan dengan penanganan Covid-19 di Gresik. Penanganan Covid-19 di Gresik tetap harus dilakukan agar mata rantai sebaran virus ini dpaat segera terputus. Salah satunya adalah dengan menggalakkan vaksinasi bagi masyarakat, agar masyarakat dapat terhindar dari bahaya virus covid-19 yang mengancam semua orang.

Gus Yani juga akan mengajak penyintas untuk melakukan kampanye terkait dengan pencegahan covid-19 di Gresik. “Mereka yang penyitas Covid akan kita ajak sebagai pahlawan dalam pencegahan Covid 19,”tegasnya. (*)

Gus Yani Mengajak Penyintas menjadi Pahlawan Covid-19 Selengkapnya

Disambut Tari Giri Salawat, Gus Yani – Bu Min Awali Masuk Kantor Bupati Gresik dengan Santuni Anak Yatim

GRESIK,1minute.id – Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah mengawali aktivitas pascapelantikan dengan memberikan santunann kepada anak yatim. Santunan diberikan di ruang Mandala Bhakti Praja lantai IV Kantor Bupati Gresik pada Jumat malam, 26 Februari 2021.

Kedatangan Bupati Gresik termuda dan Wakil Bupati perempuan pertama di Gresik itu disambut dengan Tari Giri Salawat dengan hiburan gambus Al Elma Kecamatan Cerme. Gus Yani – sapaan – Fandi Akhmad Yani dan Bu Min – panggilan – Aminatun Habibah itu masih mengenakan pakaian dinas resmi untuk upacara besar (PDUB).

Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Abimanyu Poncoatmojo Iswinarno mengatakan penyambutan dilakukan sedernaha dan terbatas karena pandemi Covid-19 belum berakhir. Meski, tren kasus pagebluk berawal dari Wuhan, Tiongkok itu menurun.

“Dan, Saya jamin semua yang datang dalam kondisi sehat. Karena mereka telah menjalani vaksin Covid-19,”ujar mantan Pelaksana Harian (Plh) Bupati Gresik itu.

Pria berkumis yang juga Asisten III Pemprov Jatim itu mengucapkan selamat datang dan selamat bekerja membangun Gresik Baru yang lebih baik. 

SANTUNI ANAK YATIM : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani ( foto atas), dan Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah pascapelantikan dan masih memakai PDUB memberikan santunan anak yatim di Ruang Mandala Bhakti Praja Lantai IV Kantor Bupati Gresik pada Jumat malam, 26 Februari 2021 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Setali tiga uang, Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto didapuk sebagai perwakilan Forkopimda menyatakan siap untuk mendukung dan menyukseskan program pemerintah. ” Kami siap mengawal program Bupati dan Wakil Bupati Gresik untuk Gresik lebih baik,”kata alumnus Akpol 2001 itu.

Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menceritakan, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa sempat menyebut Gresik sebanyak lima kali. Gresik, Surabaya , Sidoarjo. Artinya, Gubernur Khofifah memiliki harapan dan optimistis Gresik akan menjadi potensi luar biasa. 

Gus Yani meminta dukungan semua elemen masyarakat bergotong royong dan kalaborasi untuk mewujudkan Gresik Baru semakin sejahtera. Para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) , Gus Yani, mengajak untuk kerja lebih keras, cepat, penuh strategi, kaya inovasi dalam menghadapi pandemi corona ini.

“Tidak boleh pesimis. Kedepan kita harus gotong royong, kalaborasi insya Allah bisa mengatasi masa kesulitan pandemi Covid,”katanya. (*)

Disambut Tari Giri Salawat, Gus Yani – Bu Min Awali Masuk Kantor Bupati Gresik dengan Santuni Anak Yatim Selengkapnya

Khidmat, Pelatikan Bupati dan Wabup Gresik, Gus Yani Siap Kalaborasi dengan Surabaya dan Sidoarjo

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa ketika melantik Fandi Akhmad Yani dan Aminatun Habibah, sebagai Bupati dan Wakil Bupati Gresik di Gedung Negara Grahadi di Kota Surabaya pada Jumat. 26 Februari 2021 (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)


GRESIK,1minute.id – Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah akan dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Gresik pada 27 Februari 2021. Pelantikan dilakukan secara hybrid di Gedung Negara Grahadi di Kota Surabaya.

Gus Yani dan Bu Min dilantik bersama tiga kepala daerah lainnya, yakni Wali Kota Surabaya, Bupati Sidoarjo dan Kediri. Pelantikan terasa khitmad. Sementara itu, forkopimda, kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Gresik serta keluarga Bupati dan Wakil Bupati Gresik menyaksikan secara virtual di Ruang Mandala Bhakti Praja lantai IV Kantor Bupati Gresik. Mereka menyaksikan dari sebuah layar lebar (videotron). 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani (Gus Yani) dan Wabup Hj. Aminatun Habibah (Bu Min) bakal tancap gas. Ada sejumlah program yang akan mendapatkan perhatian serius di 100 hari pertamanya. Antara lain, peningkatan ekonomi dan pelayanan publik.

Sebagai bentuk keseriusannya, Gus Yani juga siap berkolaborasi dengan Walikota Surabaya maupun Bupati Sidoarjo dengan menciptakan segitiga ekonomi. Kebetulan ketiga pemimpin daerah ini masih muda. Dengan dipimpin orang muda, tambahnya, komunikasi lebih mudah, dan diharapkan sinergitas kebijakan, kesalarasan visi serta misi bisa sejalan.

“Melalui kolaborasi ini kedepan Kabupaten Gresik, Pemerintah Kota Surabaya, dan Kabupaten Sidoarjo tumbuh bersama. Bukan sebaliknya daerah satu dengan lainnya tumbuh sendiri-sendiri,”ujarnya pada Kamis, 25 Februari 2021.

Menurut Gus Yani, dengan cara itu maka persoalan antara kabupaten maupun kota bisa dibicarakan bersama. Selain itu, adanya kolaborasi ini nantinya tercipta inovasi bersama terkait dengan pembangunan ekonomi daerah.

“Gagasan ini dinisiasi bersama mulai bicara soal ekonomi, olahraga sepak bola, musik dan lain-lain. Kendati tiap daerah antara Gresik, Surabaya, dan Sidoarjo ada perbedaan geografis,”ujarnya.

Gus Yani dan Bu Min menambahkan dirinya berdua berangkat dari amanah para kiai agar bisa membawa perubahan yang bermanfaat bagi masyarakat Gresik. Sebab, masih banyak permasalahan yang belum terselesaikan. Misalnya, banjir Kali Lamong, banyak infrastruktur jalan yang rusak serta pelayanan publik yang belum maksimal.

Melihat hal itu, lanjut Gus Yani, dirinya dan Bu Min siap melakukan perubahan khususnya dalam hal pelayanan publik meski telah beroperasi satu mal pelayanan publik. Dirinya berharap dengan pelayanan yang tersistem semua yang berurusan dengan pelayanan baik itu perizinan investasi maupun lainnya bisa lebih maksimal.

Ditanya mengenai pandemi Covid-19 yang meluluhlantakan semua sektor. Gus Yani juga berharap vaksinasi yang sudah berjalan hingga sekarang bisa memutus penyebaran virus ini. Prinsipnya, Pemkab Gresik mensupport program pemerintah supaya pergerakan ekonomi bisa berjalan kembali.

“Saya mohon doanya pandemi Covid-19 segera berakhir. Sehingga, investasi kembali lancar yang dampaknya bisa mengangkat perekonomian,”katanya. (*)

Khidmat, Pelatikan Bupati dan Wabup Gresik, Gus Yani Siap Kalaborasi dengan Surabaya dan Sidoarjo Selengkapnya