Jemaah Menyemut di Puncak Haul Habib Abu Bakar bin Muhammad Assegaf, Bupati Gresik : Semoga Semua Dapat Keberkahan

GRESIK,1minute.id – Puncak Haul Habib Abu Bakar bin Muhammad Assegaf pada Kamis, 6 Juli 2023. Ribuan jemaah membanjiri kawasan Masjid Jamik dan sekitarnya. Saking banyaknya jemaah yang hadir sepanjang mata memandang yang tampak berwarna putih. Baju muslim dan kopyah haji warna putih yang dipakai jemaah.

Sedangkan jemaah  perempuan memakai busana muslim warna hitam. Mereka tumpah ruang mulai Jalan Malik Ibrahim, Jalan KH Agus Salim, Jalan Pahlawan hingga Alun-alun Gresik sesak lautan manusia. Simpang empat Gedung Nasional Indonesia (GNI) dan simpang tiga Jalam Akim Kayat ditutup untuk semua kendaraan yang mengarah Alun-alun Gresik. 

Sebelum prosesi puncak di Masjid Jamik pukul 09.00 WIB, selapas Subuh para habaib dan keluarga lebih dulu mengikuti rangkaian acara di kediaman Habib Abu Bakar Assegaf di Jalan K.H.Zubair dengan acara Maulid Nabi SAW.

Seusai itu, para habaib dan keluarga berjalan dari kediaman Habib Abu Bakar Assegaf menuju ke Masjid Jamik dengan membaca salawat diiringi musik hadrah berjalan mundur. Jaraknya tidak lebih 700-an meter. Jemaah yang hadir menyemut membuat jalan habaib tersendat. Sejumlah personel polisi, TNI serta anggota Banser membuat pagar betis membuka jalan para habaib dan undangan. Antara lain, Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. 

DI TENGAH JEMAAH : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dalam haul Habib Abu Bakar bin Muhammad Assegaf pada Kamis, 6 Juli 2023 ( Foto: Pemkab Gresik)

Di sepanjang perjalanan, jemaah menyapa dan memanggil para habaib. Tidak sedikit jemaah berebut mengacungkan kamera handphone. Mengabadikan momentum tersebut. 

Mengutip berbagai literatur, Habib Abu Bakar Assegaf lahir di kampung Besuki, Jawa Timur, pada 1285 H atau sekitar 1869 M. Putra dari Habib Muhammad bin Umar. Tapi, sejak kecil sudah ditinggal wafat ayahnya di Gresik pada 1293 H.

Habib Abu Bakar Assegaf wafat pada 1376 H, di usia 91 tahun. Beliau dimakamkan di sisi barat Masjid Jamik Gresik. Selama ini, makamnya selalu menjadi jujukan para peziarah dari berbagai daerah. Termasuk tokoh-tokoh nasional, seperti Presiden Joko Widodo dan Wapres KH Ma’ruf Amin.

Saat berusia 8 tahun, atas permintaan neneknya yang salihah bernama Fatimah binti Abdullah, Habib Abu Bakar meninggalkan tanah kelahirannya menuju ke Hadramaut. Setiba di Kota Sewun, disambut paman sekaligus gurunya. Yakni, Habib Abdullah bin Umar berikut para kerabatnya.

LARIS : Pedagang mendapatkan berkah dagangan laris di HaulnHabib Abu Bakar bin Muhammad Assegaf pada Kamis, 6 Juli 2023 ( Foto: chusnul cahyadi/1minute.id)

Sejak itu, Habib Abu Bakar Assegaf mulai menimba ilmu. Dari ilmu fiqih hingga tasawuf di bawah bimbingan sang paman. Selain berguru kepada pamannya yang alim, juga belajar ilmu dari para ulama besar di sana.

Setelah menuntut ilmu di Hadramaut, pada 1302 H kembali ke Jawa bersama Habib Alwi bin Saggaf Assegaf. Menuju ke tempat kelahirannya di Besuki. Dari sinilah beliau mulai mensyiarkan dakwah Islam di kalangan masyarakat. Saat masih berusia 20 tahun, pindah ke Gresik. Sekembali dari Hadramaut, Habib Abu Bakar Assegaf juga masih memperdalam pendidikan ke ulama-ulama besar kala itu.

Singkat kisah, setelah menunaikan salat Jumat di Masjid Jamik Gresik, beliau memilih beruzlah, mengasingan diri untuk memusatkan perhatian pada ibadah (berzikir dan tafakur) kepada Allah SWT. Uzlah tersebut dilakukan di kediamannya sampai 15 tahun lamanya. Akhirnya, Habib Abu Bakar Assegaf mendapatkan izin keluar dari uzlah melalui isyarat dari gurunya, yaitu Habib Muhammad bin Idrus Alhabsyi.

Setelah keluar dari uzlah, beliau ditemani gurunya berziarah ke Al-Imam Al-Habib Alwi bin Muhammad Hasyim Assegaf. Sehabis ziarah, mereka menuju ke Surabaya dan singgah di kediaman Habib Abdullah bin Umar Assegaf. Saat itu, warga  berbondong-bondong menyambut kedatangannya di rumah tersebut. Sejak itu, Habib Abu Bakar Assegaf mulai membuka majelis taklim dan zikir di kediamannya, Gresik. Masyarakat pun menyambut dengan begitu antusias.

Dakwahnya dengan cepat tersebar luas. Sebab, dakwahnya sejuk, penuh ilmu, dan ikhlas serta semata-mata mencari ridha Allah SWT. Dalam majelisnya, setidaknya telah mengkhatamkan kitab Ihya Ulumuddin karya Imam Ghazali sebanyak 40 kali. Sedangkan, di rumah beliau menghatamkan 90 kali. Total 130 kali khatam kitab Ihya Ulumuddin.

Kebiasaan Habib Abu Bakar Assegaf, setiap kali mengkhatamkan kitab Ihya Ulumuddin tersebut, selalu mengundang jamuan makan-makan kepada masyarakat luas. Tradisi itulah yang tetap dilestarikan pada setiap haul hingga saat ini. 

Kebiasaan Habib Abu Bakar Assegaf, setiap kali mengkhatamkan kitab Ihya Ulumuddin tersebut, selalu mengundang jamuan makan-makan kepada masyarakat luas. Tradisi itulah yang tetap dilestarikan pada setiap haul hingga saat ini. Banyak murid atau santri Habib Abu Bakar Assegaf yang juga menjadi ulama besar.

“Semoga kita semua mendapat keberkahan,” kata Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani . (yad)

Jemaah Menyemut di Puncak Haul Habib Abu Bakar bin Muhammad Assegaf, Bupati Gresik : Semoga Semua Dapat Keberkahan Selengkapnya

Tradisi Siraman Berlanjut, 21 Personel Polres Gresik Naik Pangkat 

GRESIK,1minute.id –  Sebanyak 21 anggota Polres Gresik dan Satu Aparatur Sipil Negera (ASN) di Polres Gresik semringah. Pasalnya, mereka mengalami kenaikan pangkat satu strip di momen HUT ke-77 Bhayangkara ini.

Puluhan personel yang memperoleh kenaikan pangkat itu berbaris di halaman Mapolres Gresik di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas pada Rabu, 5 Juli 2023. Mereka bersiap untuk menerima pangkat yang baru dan ucapan selamat dari Waka Polres Gresik Kompol Erika Purwana Putra serta para pejabat utama (PJU) lain.

Setelah menerima surat Keputusan (SK) Kenaikan Pangkat mereka kemudian disemprot air dari mobil water canon. Sebagian lainnya, diguyur dengan air kembang, seperti prosesi siraman dalam pernikahan adat Jawa. Meski diguyur air mereka tetap semringah. Karena kenaikkan pangkat ini, otomatis membuat pundi-pundi pendapatan mereka juga terkerek naik.

Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom melalui Wakapolres Gresik Kompol Erika Purwana Putra mengajak semua personel bersyukur. “Saya mengucapkan selamat,” kata Kompol Erika Purwana Putra.  Kenaikan pangkat ini  sesuai Surat Kapolda Jatim Nomor : ST/975/VI/KEP/Tgl 27-06-2023 Tentang petunjuk pelaksanaan korps rapor kenaikan pangkat anggota Polri periode 1juli 2023 dan PNS 1 April 2023.

“Kenaikan pangkat adalah amanah serta anugerah yang patut di syukuri. Kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi dari pangkat sebelumnya merupakan suatu pencapaian, prestasi dan wujud penghargaan terhadap kemampuan personel baik dalam keseharian maupun dalam penugasan,” imbuh mantan Waka Polres Jombang itu.

Lebih lanjut mantan Kasat Lantas Polres itu, kenaikan pangkat juga merupakan apreasiasi dan kepercayaan yang diberikan oleh pimpinan dan lembaga melalui penilaian yang cermat dan obyektif berdasarkan persyaratan yang telah ditentukan. “Semakin tingginya pangkat yang disandang, diharapkan saudara dapat menunjukan kematangan sikap dan kinerja yang lebih baik,” harap Erika.

“Saya mewakili Kapolres berserta segenap staf Polres Gresik mengucapkan selamat atas kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi kepada 21 anggota Polri dan 10 ASN Polres Gresik 1 Juli 2023,” imbuhnya.pp

“Semoga melalui kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi ini, dapat memberikan kedewasaan dan ketegasan bagi para personel untuk bersinergi dan membimbing junior serta anggotanya menuju polri yang prediktif, responsibilitas dan transformasi yang berkeadilan,” tutup Wakapolres

Sementara perwakilan personil yang naik pangkat Iptu Tita Puspita Agustina mengucapkan terimakasih atas kenaikan pangkat semoga kedepannya dengan bertambahnya pangkat menjadi pribadi yang baik. “Kenaikan pangkat tentunya dapat melaksanakan tugas semakin baik dan bertanggung jawab,” pungkasnya. (yad)

Tradisi Siraman Berlanjut, 21 Personel Polres Gresik Naik Pangkat  Selengkapnya

Bupati Fandi Akhmad Yani Sebut Pelaksanaan Haji Tahun Ini Relatif Lancar, Layanan Lebih Baik

GRESIK,1minute.id – Bupati GresikFandi Akhmad Yani lega. Sebab, pelaksanaan haji secara keseluruhan berlangsung lancar. Bupati Gresik termuda itu menunaikan rukun Iman kelima bersama istri, Nurul Haromaini Ali. 

Seluruh jemaah haji asal Gresik sudah melaksanakan rangkaian ibadah mulai wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, mabit dan lempar jumrah di Mina hingga tawaf ifadha di Makkah.

“Terima kasih kepada Kementerian Agama RI dan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi yang telah membantu jemaah haji bisa melaksanakan safari wukuf, lempar jumrah hingga tawaf ifadhah,” terang Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani pada Senin, 3 Juli 2023. Hari itu, Bupati Fandi Akhmad Yani sedang berada di Masjidil Haram Makkah. 

Selain melaksanakan rukun haji secara khusyuk, Gus Yani juga ikut memantau perkembangan warganya, asal Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik yang sedang berhaji. Bupati Gus Yani bersyukur selalu mendapatkan update terbaru dari para petugas haji.

Selain itu, Ia juga menyambangi tempat pemondokan jemaah haji asal Kabupaten Gresik. Dikatakan, kondisi jemaah haji asal Kabupaten Gresik, hingga saat ini dikabarkan dalam kondisi baik dan sehat. Jemaah yang meninggal dunia asal Gresik ada dua, yakni di Madinah dan Mina. Sementara sejumlah jemaah masih menjalani perawatan medis oleh Petugas Kesehatan PPHI maupun dirawat di sejumlah rumah sakit di Makkah.

Jumlah jemaah haji yang berangkat dari Kabupaten Gresik pada 1444H/2023 M ini sebanyak 2.051 jemaah. Rincian, jamaah haji lunas sebanyak 2.103 jemaah, mutasi masuk sebanyak 30 jemaah, dan mutasi keluar sebanyak 82 jemaah. “Dari total 2.051 jemaah asal Gresik, sekitar 15 persen merupakan berisiko tinggi karena usianya sudah di atas 75 tahun serta memiliki penyakit kronis,” katanya.

Dari pengamatanya selama di Madinah dan Makkah, jemaah berisiko tinggi mendapat pendampingan ketat dari PPIH maupum Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) masing-masing. “Para jeqmaah lansia juga nurut saat diarahkan untuk tidak keluar pemondokan siang hari karena cuaca terik. Serta jarak ke Masjidil Haram yang cukup jauh bila dengan jalan kaki sekira 2,5 hingga 3 km,” ujar Fandi Akhmad Yani.

Gus Yani juga mengaku terus melakukan komunikasi intens dengan para jemaah asal Gresik untuk memantau keadaan dan kondisinya. Setiap kali bertanya tentang pelayanan, jemaah mengatakan sudah cukup baik, hotelnya bagus, pelayanan kesehatan bagus, makananya juga lumayan.

“Walau jarak hotelnya jauh di sektor 6 wilayah Sisyah Aziziah namun tidak alasan bagi jemaah haji Gresik untuk tidak ke Masjid Al Harram karena ada layanan bus shalawatnya 24 jam,” tuturnya.

Gus Yani, mengaku pelayanan haji terus mengalami peningkatan signifikan. “Alhamdulillah, layanan haji terus mengalami peningkatan meski ada kejadian haji terlantar di Muzdalifah dan Mina,” ujarnya. Menurutnya, penyelenggaraan haji semakin bagus dan teratur, baik dari pemondokan hingga makanan. Kesan ini muncul, aku Gus Yani, karena dirinya pernah berhaji pada 2015 silam. 

Perbaikan layanan bahkan tidak hanya dia rasakan saat di Tanah Suci. Perubahan signifikan juga sudah terjadi sejak awal proses pemberangkatan haji dari embarkasi. Secara umum, menurut bupati, mereka merasa puas terlayani. Terkait layanan katering, Bupati Gresik juga menilai sudah bagus. Dari segi menu sesuai selera orang Indonesia, pendistribusiannya juga sudah relatif tepat waktu. Namun demikian, Gus Yani berharap layanan katering bisa diberikan secara penuh selama jemaah berada di Makkah. (yad)

Bupati Fandi Akhmad Yani Sebut Pelaksanaan Haji Tahun Ini Relatif Lancar, Layanan Lebih Baik Selengkapnya

Anak Diacungi Clurit, Bapak Murka Hajar Tetangga Sampai Tewas 

GRESIK,1minute.id – Mujiono, 39, merengang nyawa di tangan Bonadi, 44, tetangganya di Desa Kesambenkulon, Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik. Bagian kepala dan bibir korban berdarah-darah setelah dikepruk oleh tersangka Bonadi menggunakan kayu usuk jati ukuran 3 x 5 cm dan pajang 1 meter. 

Setelah dua hari menjalani perawatan di rumah sakit Mujiono meninggal. Bonadi pun meringkuk di hotel prodeo Polres Gresik. Ia dijerat dengan Pasal 351 ayat (3) KUHP tentang penganiayaan mengakibatkan mati. “Tersangka terancam hukuman  maksimal 7 tahun penjara,” kata Waka Polres Gresik Kompol Erika Purwana Putra didampingi Kasatreskrim Polres Gresik Iptu Aldhino Prima Wirdhan pada Senin, 3 Juli 2023.

Menurut keterangan polisi, penganiayaan terhadap korban Mujiono yang dilakukan oleh tersangka Bonadi ini terjadi pada 21 Juni 2023 sekitar pukul 14.30 WIB. Lokasi berada di belakang rumah tersangka di Desa Kesambenkulon. Sejumlah warga setempat melihat korban Mujiono dikepruk dengan kayu jati oleh tersangka Bonadi. 

Kayu berukuran 3 x 5 cm dan pajang 1 meter mengenai bagian kepala dan wajah sehingga membuat korban Mujiono tersungkur. Dalam kondisi korban jatuh tertelungkup itu, tersangka menindih. Seorang warga bernama Budiono melerai dengan cara mendorong tubuh tersangka yang berada diatas tubuh tersangka. 

Setelah itu, korban Mujiono kabur meminta pertolongan kepada Eko, salah montir motor yang tidak jauh dari lokasi kejadian. Melihat bagian kepala dan wajah korban Mujiono berdarah Eko membawa ke Puskesmas Kesambenkulon untuk mendapatkan perawatan. Sekitar pukul 19.00 WIB, kondisi kesehatan korban semakin drop kemudian di rujuk ke RSUD Ibnu Sina Gresik.  ‘Selama dua hari korban di rawat ke rumah sakit,” ujar polisi. 

Akan tetapi, tuhan berkehendak lain. Korban Mujiono dikabarkan meninggal pada Jumat, 23 Juni 2023 sekitar pukul 07.00 WIB. “Farid, salah satu perangkat desa yang kali pertama mendapat kabar korban meninggal,” jelasnya. 

Kabar Mujiono meninggal setelah dianiaya oleh Bonadi cepat menyebar hingga ke telinga polisi. Setelah melalui serangkaian pemeriksaan saksi-saksi dan oleh tempat kejadian perkara dan menyita sejumlah barang bukti, polisi kemudian mengamankan dan menetapkan Bonadi sebagai tersangka. Bonadi langsung di tahan. 

Tersangka Bonadi berdalih murka karena anaknya, bernama Yudan diancam oleh korban Mujiono. “Anak saya diacungi celurit oleh korban,” kata Bonadi di Polres Gresik. Nasi sudah menjadi bubur, karena Bonadi tidak menahan emosi akhirnya meringkuk di rumah tahanan (rutan) Polres Gresik karena perbuatannya. (yad)

Anak Diacungi Clurit, Bapak Murka Hajar Tetangga Sampai Tewas  Selengkapnya

Polres Gresik Ringkus Ayah Bejat Cabuli Anak Tiri 5 Kali

GRESIK,1minute.id – Usia Delima (samaran) masih 13 tahun. Namun, bocah kelas VI Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik itu harus menanggung beban psikologis yang berat. Delima menjadi korban pencabulan. 

Yang bikin ngelus dada, pelaku adalah ayah tiri, yang seharusnya menjadi pelindung anak, malah “menerkam” anaknya. Pelaku bernama Khoirul Umam. Lelaki 29 tahun ini tinggal di Kecamatan Sidayu. Polisi bertindak cepat. Sejumlah anggota dari Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Gresik menangkap Khoirul Umam di Desa Lewolaga, Kecamatan Titahena, Kabupaten Flores Timur, NTT.

Penangkapan tersangka cabut itu dipimpin oleh Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Ipda Hepi Muslih Riza bersama tim Reskrim Polres Flores Timur NTT. ” Tersangka kami tahan,” tegas Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom melalui Waka Polres Gresik Kompol Erika Purwana Putra di Mapolres Gresik pada Senin, 3 Juli 2023.

Kompol Erika didampingi Kasatreskrim Polres Gresik Iptu Aldhino Prima Wirdhan melanjutkan, selain mengamankan tersangka, p0juga menyita barang bukti milik korban Delima berupa sepotong baju warna merah dan celana panjang jenis leging warna hitam.

“Penyidik menjerat tersangka dengan pasal berlapis, yakni Pasal 82 UURI No 17 tahun 2016 tentang penetapan perpu No 1 tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang –Undang Republik Indonesia nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak,” jelas mantan Waka Polres Jombang itu.

Menurut keterangan polisi, pencabulan yang dilakukan oleh tersangka Khoirul Umam kepada anak tirinya, Delima terungkap pada Rabu, 14 Juni 2023. Hari itu, sekitar 20.00 WIB. Nur Imam menyambangi rumah anak kandungnya, Delima di Kecamatan Sidayu. Saat itu, Nur Imam mendapatkan cerita Delima yang membuat nafas sesak seketika. Delima mengaku tubuhnya digeranyangi oleh ayah tirinya, Khoirul Umam sebanyak lima kali. 

“Pencabulan dilakukan ketika semua tidur,” terang polisi. Sekali, dua kali korban pasrah. Namun, tersangka Khoirul Umam semakin ketagihan membuat psikologis Delima terguncang. Delima semula diam karena diancam oleh ayah tirinya. Akan tetapi, seperti kata pepata, sepandai-pandai menyembunyikan bangkai pasti akan tercium bau busuk.

Pada saat, Nur Imam datang, Delima langsung menceritakan kejadian pahit tersebut kepada ayah kandungnya. “Ayah korban kemudian melaporkan ke kami (Polres Gresik),” kata polisi.  Rupanya, Khoirul Umam mendengar perbuatan laknatnya kepada Delima terbongkar sehingga melarikan diri ke Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Polisi bergerak dan meringkus Khoirul Umam.. (yad)

Polres Gresik Ringkus Ayah Bejat Cabuli Anak Tiri 5 Kali Selengkapnya

Polwan Polres Gresik Bagikan Makan Siap Saji, Santri  Ponpes Salafiyah Nurul Ulum Semringah

GRESIK,1minute.id – Krop Bhayangkara genap berusia 77 tahun, Sabtu besok, 1 Juli 2023. Puluhan anggota Polisi Wanita (Polwan) Polres Gresik melakukan memasak makanan untuk dibagikan kepada sejumlah pondok pesantren (Ponpes) dab masyarakat di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. 

Diantaranya, Ponpes Salafiyah Nurul Ulum Nargosari, Kecamatan kebomas Kabupaten Gresik. Menu makanan itu lauknya daging. Daging kurban yang telah disebelih di Polres Gresik. Puluhan santri semringah. 

Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom melalui Kasat Lantas AKP Agung Fitransyah menjelaskan keterlibatan anggota Polwan pada kegiatan kali ini merupakan bentuk loyalitas serta pelayanan prima bagi masyarakat. “Ini adalah bentuk loyalitas serta pelayanan kami anggota Polwan kepada masyarakat, apalagi menjelang hari Bhayangkara ke – 77,” terang AKP Agung Fitransyah. Sebanyak 50 kotak makanan siap saji yang distribusikan. 

Sementara Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Nurul Ulum Ustad Jauharudin mengucapkan terimakasih kepada Kapolres Gresik yang berkenan memberikan bantuan daging siap saji kepada kami. “Terima kasih kepada Bapak Kapolres dan pak Kasat lantas Khususnya Polwan Polwan Gresik yang berkenan datang dan menyalurkan daging siap saji kepada kami, Semoga bisa bermanfaat bagi kami,“ kata ustad Jauharudin. (yad)

Polwan Polres Gresik Bagikan Makan Siap Saji, Santri  Ponpes Salafiyah Nurul Ulum Semringah Selengkapnya

Motor Sport Vs Honda Grand Adu Banteng,Dua Meninggal, Tiga Luka-luka

GRESIK,1minute.id – Kecelakaan tragis terjadi di ruas Jalan Raya Desa Kedungpring, Kecamatan Balongpanggang. Kabupaten Gresik pada Rabu dini hari, 29 Juni 2023. Kecelakaan dua pengendara motor itu mengakibatkan dua orang meninggal dan tiga orang luka parah. Korban meninggal dan luka-luka dibawah ke Rumah Sakit Wates Husada dan Rumah Sakit Wali Songo.

Korban meninggal adalah berinisial DBF, 14, warga Desa Kedungpring, Kecamatan Balongpanggang dan Ariyani Marfianto, 20, warga Desa Talun, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto. Sedangkan, korban luka-luka berinisial WS, 14, dan DM, 14. Keduanya warga Desa Kedungpring, Kecamatan Balongpanggang dan Ahmad Rizal, 21, warga  Desa Dawarblandong, Mojokerto. 

Informasi yang dihimpun, Rabu, 29 Juni 2023 pukul 01.00 WIB, tiga pelajar usai melakukan takbir keliling. Perut mereka lapar dan mencari makan di Pasar Kedungpring. Mereka mengendarai sepeda motor Honda Grand nomor polisi (Nopol) L 3837 WU. Pelajar berinisial WS membonceng dua temannya, yakni berisial DM dan BDF. 

Selesai makan, ketiga pelajar yang belum cukup umur untuk mengendarai sepeda motor tujuan pulang ke rumahnya. Motor melaju dengan kecamatan sedang. Sekitar 400 meter dari utara Masjid As Syuro tepatnya di Jalan Raya Desa Kedungpring. Dari berlawanan melaju pengendara motor Honda CBR nopol S 5136 SU. Motor lanang itu di joki oleh Ahmad Rizal, 21, membonceng Ariyani Marfianto, 21. Keduanya, warga Desa Dawarblandong, Mojokerto. 

Karena kondisi jalan sepi, Rizal diduga memacu motor spor kelas pemula dengan cepatan tinggi. Karena di depan masjid terdapat trafficon alias kerucut lalu lintas yang digunakan untuk pengaturan lalu lintas bersifat sementara itu, Rizal, pengendara motor CBR memilih jalur ke tengah.  

Karena kecepatan tinggi motor spor yang dikendarai oleh Rizal beradu banteng dengan pemotor Honda Grand yang dikendarai pelajar berinisial WU. Benturan adu mocong sangat keras sehingga beberapa orang terpental. DBF, 14, warga Desa Kedungpring, Kecamatan Balongpanggang dan Ariyani Marfianto, 20, warga Desa Talun, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto meninggal di lokasi kejadian. Kondisi kedua korban menggerikan.

Tiga orang lain yakni WS, DM dan Ahmah Rizal mengerang kesakitan. 

Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom melalui Kapolsek Balongpanggang AKP M. Zainuddin dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut.  “Korban meninggal dan luka-luka telah dibawah kerumah sakit,” kata Zainuddin. (yad)

Motor Sport Vs Honda Grand Adu Banteng,Dua Meninggal, Tiga Luka-luka Selengkapnya

Arif Rosyidi, Mantan Penyidik Tipikor Jadi Anggota DPRD Gresik: Saya Berharap Tidak Ada Lagi Proyek Molor 

GRESIK,1minute.id – Arief Rosyidi, resmi sebagai anggota DPRD Gresik periode 2019-2024. Ia menggantikan Eddy Santoso, anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD Gresik yang mundur dari partai yang digawangi oleh Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) itu. Eddy yang Mantan Ketua DPC PD Gresik ini memilih ikut konstestasi di Pemilihan legislatif (Pileg) 2024 dari Partai NasDem. 

Pengambilan Sumpah atau Janji anggota pengganti antarwaktu (PAW) DPRD Gresik itu dilakukan di ruang paripurna DPRD Gresik pada Selasa, 27 Juni 2023. Selain Arief Rosyidi ada satu anggota DPRD Gresik lain yakni Mubin, mantan anggota DPRD Gresik dua periode itu, menggantikan posisi Didik Widodo, anggota Fraksi Amanat Pembangunan (FAP) DPRD Gresik karena mundur dari PAN. Didik pada Pileg 2024 maju lewat PKB dari daerah pemilihan (Dapil) Gresik 1 (Kebomas dan Gresik). 

Wakil Ketua DPRD Gresik Achmad Nurhamim mengatakan, Arif Rosyidi akan menempati di komisi III (Bidang Pembangunan) DPRD Gresik. “Beliau mantan penyidik di Polres Gresik akan memperkuat fungsi pengawasan DPRD Gresik,” ujar Nurhamim dalam konferensi pers usai pelantikan di gedung DPRD Gresik pada Selasa, 27 Juni 2023. Nurhamim didampingi Wakil Ketua DPRD Gresik Nursaidah, dan dua anggota yang baru dilantik yakni Arief Rosyidi dan Mubin. 

Siapa Arief Rosyidi? Arief Rosyidi adalah pensiunan Polisi. Pangkat terakhir adalah Ajun Komisaris Polisi (AKP). Jabatan terakhir di korp Bhayangkara adalah Kepala Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Gresik. Arief dikenal lurus selama menjadi polisi. Sejumlah perkara besar sempat ditangani oleh Arief Rosyidi. Antara lain, korupsi Pembangunan fasilitas mandi, cuci dan kakus (MCK) di Kelurahan Tlogopojok, Kecamatan/Kabupaten Gresik. 

Tersangka adalah oknum anggota DPRD Gresik. Perkara korupsi ini ditangani Polres Gresik pada 2007. Saat itu, Arif Rosyidi masih berpangkat Ajun Inspektur Polisi Satu (Aiptu).

Pada 2008, Arif Rosyidi bersama tim penyidik dari Unit Tipikor Polwitabes Surabaya-kini-Polwitabes Surabaya menetapkan 5 orang tersangka korupsi reklamasi di Pulau Bawean dengan nilai kerugian negara Rp 1,2 miliar. Tiga tersangka itu, ada 3 aparatur sipil negera (ASN) dan dua orang kontraktor. 

Sementara itu, Arief Rosyidi berjanji akan melakukan pengawasan terhadap jalan roda Pembangunan di Kabupaten Gresik. Arief mengatakan, masih banyak program pembangunan yang tidak sesuai jadwal. “Kami akan melakukan pengawasan yang lebih ketat, harapan kedepan tidak ada proyek yang molor,” kata Arief Rosyidi. 

Arief Rosyidi dan Mubin memiliki sisa mengabdi selama 14 bulan. Namun, Arief Rosyidi dan Mubin bisa melanggeng menduduki kursi DPRD Gresik bila terpilih dalam Pileg 2024. “Insya Allah akan maju di Pemilu Legislatif 2024,” kata Arief. (yad)

Arif Rosyidi, Mantan Penyidik Tipikor Jadi Anggota DPRD Gresik: Saya Berharap Tidak Ada Lagi Proyek Molor  Selengkapnya

Bea Cukai Gresik Musnahkan Rokok Tanpa Cukai dan Mihol Senilai Rp 1,8 Miliar 

GRESIK,1minute.id – Kantor Bea Cukai Gresik memusnahkan barang milik negara hasil penindakan kurun waktu 2021-2023. Barang yang dimusnakan berupa rokok tanpa cukai dan minuman keras mengandung etil alkohol (MMEA) lokal senilai Rp 1,8 miliar. Barang ilegal itu menimbulkan potensi kerugian negara sebesar Rp 1,14 miliar. 

Pemusnahan rolok tanpa cukai dimusnahkan dengan cara dibakar, sedangkan, miras dimusnahkan dengan dibuang dalam tong yang telah dicampur zat pembersih lantai  itu dilakukan di halaman Kantor Bea Cukai Gresik di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Gresik itu.

Menurut Kepala Kantor Bea Cukai Gresik Wahjudi Adrijanto, selain rokok, minuman keras atau arak Bali yang disita. Ada sejumlah obat kadaluarsa yang ikut dimusnahkan. “Obat kadaluarsa itu, kami siap dari anak buah kapal,” kata Wahjudi Adrijanto kepada wartawan pada Selasa, 27 Juni 2023.

Wahjudi Adrijanto didampingi diantaranya, Kepela Kejaksaan Negeri (Kajari) Gresik Nana Riana, Kepala Kantor Syahbandar Otoritas Kepelabuhanan (KSOP,) Gresik Hiotman Siagian, Kepala Satuan Pol PP Gresik Suprapto dan Danramil Gresik Kapt Muhammad Nur Qomar. 

Selain melakukan penyitaan barang, imbuh Wahjudi Adrijanto, pihaknya telah menetapkan dua orang sebagai tersangka. “Kasus sedang kami lakukan pemeriksaan. Terduga pelaku kami titipkan rutan Gresik. Mobil untuk mengangkat rokok tanpa cukai kami lakukan penyitaan,” tegasnya. 

PEMUSNAHAN MIJOL MMEA: Kepala Bea Cukai Gresik Wahjudi Adrijanto (5 dari kiri) bersama undangan memusnahkan minuman beralkohol MMEA di Kantor Bea Cukai Gresik pada Selasa, 27 Juni 2023 ( Foto: chusnul cahyadi/1minute.id)

Ribuan bfahkan jutaan batang rokok tanpa cukai itu berasal dari luar Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. Gresik menjadi sasaran bagi produsen rokok tanpa cukai. Jual beli rokok ilegal melalui marketplace. Distribusi barang tersebut melalui jalur darat dan laut. “Banyak juga rokok tanpa cukai itu dikirim melalui jasa pengiriman barang,” terang Wahjudi. 

Seorang operator jasa pengiriman barang membenarkan. Pihaknya, katanya, kesulitan untuk mengidentifikasi barang. Karena pengirim menyarmarkan isi barang. Packaging sangat rapi. “Untuk mengidentifikasi barang yang kami curigai , melibatkan Bea Cukai karena memiliki teknologi,” terang seorang dari jasa pengiriman barang itu. 

Ia melanjutkan dalam operasi penindakan yang dilakukan oleh Kantor Bea Gukai ini, pihaknya, menggandeng semua stakeholder. Kepolisian, Kejaksaan Negeri, TNI dan Polisi Pamong Praja.  “Selain penindakan juga dilakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk tidak membeli barang tanpa cukai tercukai,” tegasnya. (yad)

Bea Cukai Gresik Musnahkan Rokok Tanpa Cukai dan Mihol Senilai Rp 1,8 Miliar  Selengkapnya

Wabup Gresik : SDM Handal Sulit Dipenuhi Jika Banyak Anak Stunting

“Butuh Komitmen TPPS dan Stakeholder Dalam Penurunan Stunting”

GRESIK,1minute.id – Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah membuka rapat koordinasi (Rakor) penyusunan laporan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) semester 1/2023. Kegiatan yang diinisiasi Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBPPPA) Gresik ini digelar di Hotel Aston Inn Gresik pada Senin, 26 Juni 2023.

“Kebutuhan SDM yang handal tersebut tentu akan sulit dipenuhi apabila banyak dari anak-anak penerus bangsa yang mengalami stunting,” kata Bu Min-sapaan karib-Aminatun Habibah. Dikatakan, hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Kementerian Kesehatan menunjukkan, prevalensi balita stunting di Jawa Timur mencapai 19,2% pada 2022. Kabupaten Gresik telah berhasil menurunkan angka stunting sebesar 10,7% dari semula sebesar 23% pada 2021.

“Hal ini menjadi sebuah prestasi Kabupaten Gresik untuk terus semangat hingga mencapai target prevalensi stunting di 2024 sebesar 10%,” kata Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting terintegrasi di Gresik dalam rakor

penyusunan laporan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) menghadirkan narasumber dari tim INEY (Investing in Nutrition and Early) Direktorat Jenderal Bina Bangda Kementerian Dalam Negeri Bagus Affandri. 

Ia berharap konsistensi dan komitmen TPPS dengan stakeholder terkait dalam upaya menurunkan angka stunting di Kabupaten Gresik. Kegiatan terkait percepatan penurunan stunting haruslah dituangkan dalam pelaporan TPPS yang sesuai dari kabupaten, kecamatan hingga desa. “Saya harapkan rapat koordinasi ini akan menjadi konsistensi dan komitmen kita bersama untuk dapat menurunkan stunting di Kabupaten Gresik,” tandasnya.

Sementara, Kepala Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBPPPA) Gresik Titik Ernawati dalam laporannya menerangkan, TPPS ada organisasi percepatan penurunan stunting yang bertugas mengkoordinasikan, mensinergikan, dan mengevaluasi penyelenggaraan percepatan penurunan stunting.

Berdasarkan Perbup No 09 tentang percepatan penurunan stunting terintegrasi di Kabupaten Gresik bahwa Kepala Desa/Lurah melalui Camat menyampaikan laporan penyelenggaraan percepatan penurunan stunting kepada bupati melalui koordinator TPPS paling sedikit 3 bulan sekali atau sewaktu waktu apabila diperlukan. “Ini harus menjadi perhatian kita semua, karena kita yakini bahwa desa/kelurahan memiliki peran paling vital dalam menurunkan angka stunting,” pungkasnya. (yad)

Wabup Gresik : SDM Handal Sulit Dipenuhi Jika Banyak Anak Stunting Selengkapnya