Bupati Minta Inspektorat Audit Teknik dan Keuangan Perumda Giri Tirta

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Kepala Inspektorat Eddy Hadisiswoyo mendatangi kantor Perusahaan umum daerah (Perumda) Giri Tirta pada Jumat, 17 September 2021. Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad tiba pukul 14.00. Selama 2,5 jam Gus Yani di dalam ruangan Direktur Utama Perumda Giri Tirta Siti Aminatus Zariyah. 

Ada apa? “Kami membahas tentang banyaknya keluhan masyarakat. Hampir setiap hari ada keluhan dari masyarakat,”ujar Gus Yani usai pertemuan dengan manajemen Perusda Giri Tirta. “Kami bersama inspektorat duduk bersama untuk melakukan evaluasi kinerja Perumda Giri Tirta,”sambungnya.

Dalam pertemuan tertutup untuk wartawan, mantan Ketua DPRD Gresik, itu mengatakan ada dua keputusan yang telah dilakukan. Dua keputusan itu adalah audit keuangan dan teknik. “Kami ingin tahu karena ada penyertaan modal yang dilakukan pemerintah pada 2019 sebesar Rp 25 miliar yang diduga tidak sesuai dengan perencanaan sebelumnya,”ujarnya. 

Akibatnya, target pelayanan distribusi air bersih kepada masyarakat tidak sesuai target. “Pendistribusian air bersih yang menjadi lepas dari target awalnya berdirinya BUMD terkait kinerja internal,”tegasnya. Kemungkinan terburuk hasil audit?  Gus Yani berharap tidak menjadi masalah. Tetapi menjadi catatan rapor merah bagi manajemen Perumda Giri Tirta.

“Manajemen Perumda Giri Tirta tidak melaksanakan perencanaan yang seharusnya dilakukan,”tegasnya.
Gus Yani berharap audit teknik dan keuangan ini dalam rangka mitigasi terkait kerugian agar selanjutnya tidak terjadi lagi. 

Terpisah, Direktur Utama Perumda Giri Tirta Siti Aminatus Zariyah tidak menampik adanya pekerjaan yang tidak sesuai rencana. Dia menyatakan, anggaran penyertaan modal Rp 25 miliar itu tidak sesuai dengan perencanaan karena ada perubahan rencana pekerjaan. 

“Perubahan perencanaan dengan pengalihan pekerjaan itu harus mendapatkan persetujuan BPKP,”ujarnya. Selain persetujuan BPK itu, penyusunan Detail Engineering Design (DED). “Pengunaan anggaran penyertaan modal Rp 25 miliar akan selesai tahun ini,”kata Risa-panggilan-Siti Aminatus Zariyah. (yad)

Bupati Minta Inspektorat Audit Teknik dan Keuangan Perumda Giri Tirta Selengkapnya

Lantamal V Surabaya Gelar Serbuan Vaksin di Ponpes Al-Karimi


GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik semakin intensif melakukan percepatan pembentukan herd immunity. Memasuki zona hijau atawa level 1, vaksinasi semakin digenjot. Vaksinasi untuk santri maupun pelajar di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. 

Vaksinasi di Pondok Pesantren (Ponpes) Al- Karimi di Desa Tebuwung, Kecamatan Dukun dihadiri oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani pada Selasa, 14 September 2021. Ditempat terpisah, di SMP Muhammadiyah 1 Gresik vaksinasi menyasar siswa sekolah menengah pertama (SMP) berusia diatas 12 tahun.

Vaksinasi dosis pertama di Ponpes Al-Karimi Tebuwung diikuti ribuan santri ini diinisiasi oleh Lantamal V Surabaya. Puluhan tenaga kesehatan yang bertugas sebagai vaksinator dikerahkan untuk melakukan penyuntikan 1.200 santri dan masyarakat sekitar Ponpes dengan vaksin Sinovac. 

Meski ribuan santri dan warga yang mengikuti serbuan vaksinasi ini, proses lancar, cepat dan sesuai protokol kesehatan (prokes) karena data calon penerima vaksin telah di data oleh pengurus Ponpes. Bupati Fandi Akhmad Yani terlihat puas proses vaksinasi santri ini.

“Alhamdulillah gerakan vaksinasi hari ini berjalan dengan lancar. Tentunya ini hasil kerja keras dari semua pihak, terutama keluarga besar TNI AL dan Ponpes Al Karimi,”ujar Gus Yani-panggil akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani. 

Ia menjelaskan, vaksinasi merupakan sebuah ikhtiar dan menjadi satu langkah dalam menghadapi pandemi Covid-19. Gus Yani seakan tidak pernah lelah mengingatkan kepada masyarakat untuk terus waspada meskipun saat ini Kabupaten Gresik sudah turun level 1 PPKM. K”Kita harus terus waspada, tidak hanyut dalam euforia karena Covid-19 masih ada disekitar kita. Tetap mematuhi protokol kesehatan karena disiplin menjadi kunci keselamatan kita semua,”kata Gus Yani.

Serbuan vaksin untuk santri ini diadakan penuh mulai pagi hingga sore dihadiri perwakilan keluarga Besal Laktamal V Surabaya Asisten Operasi Danlantamal V Kolonel Laut (P) Hreesang Wisanggeni, Gus Han dari Ponpes Peterongan Jombang, serta keluarga besar pengurus Ponpes Al Karimi Tebuwung Dukun, Gresik. 

TERTIB PROKES: Siswa di SMP Muhammadiyah 1 Gresik anti giliran vaksinasi dengan tetap menjaga prokes di halaman sekolah pada Selasa, 14 September 2021 (Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Ditempat terpisah, guru SMP Muhammadiyah 1 Gresik  Maflakhah, vaksinasi diperuntukkan siswa berusia 12 tahun ke atas. ” Vaksinasi diikuti 119 siswa SMP Muhammadiyah 1 Gresik  dan 10 siswa SD Muhammadiyah Gresik,”ujarnya melalui pesan WhatsApp pada Selasa, 14 September 2021. (yad)

Lantamal V Surabaya Gelar Serbuan Vaksin di Ponpes Al-Karimi Selengkapnya

Pandemi Covid-19, Produksi Pertanian Gresik Meningkat, Bupati Terima Penghargaan Bakti Tani Nasional

PENGHARGAAN: Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menerima penghargaan Bakti Tani Nasional di Istana Wapres pada Senin, 13 September 2021 (Foto : Tangkapan layar youtube)

GRESIK,1minute.id – Sektor pertanian mampu menerobos disrupsi ditengah wabah pandemi Covid-19. Buktinya, produktivitas hasil pertanian meningkatkan. Kerja keras para petani di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini diganjar penghargaan oleh Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL)  pada Senin, 13 September 2021.

Penghargaan Abdi Bakti Tani 2021 di Istana Wapres Jakarta dihadiri Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin ini diikuti diantaranya Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. Kehadiran Gus Yani-panggilan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani ini untuk menerima penghargaan dalam kategori Peningkatan Produksi Padi Tertinggi Nasional. Gresik menyabet juara V. 

Bupati Fandi Akhmad Yani mengapresiasi kerjakeras petani dalam peningkatan padi. “Pemkab Gresik sangat mengapresiasi kerjakeras petani dalam peningkatan produksi padi. Kita harus fokus dalam sektor pertanian khususnya padi,”tegas Gus Yani usai menerima Penghargaan melalui pesan WhatsApp.

“Ketahanan pangan swasembada pangan,”tegasnya. Gus Yani menegaskan  Pemkab Gresik berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan petani dengan melakukan sejumlah strategi ditengah keterbatasan lahan, hama tikus dan kelangkaan pupuk. Strategi Pemkab, antara lain, menginisiasi terbentuknya BUMD Pangan dan menetapkan peta lahan pertanian dan pangan berkelanjutan (LP2B) di Gresik. 

Selain sektor pertanian padi, Pemkab Gresik juga akan mengenjot komoditas lainnya yang berpotensi ekspor. Sektor komoditas itu adalah Porang ; Jagung ; Buah-buahan ; Tebu dan Kacang Hijau.

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian Gresik Eko Anindito Putro mengatakan, penghargaan Bakti Tani Nasional 2021 ini, ada dua kriteria yang digunakan yakni, provitas dan produksi. “Dua kreteria itu, pertanian Gresik mengalami peningkatan,”tegas Eko dikonfirmasi melalui selulernya pada Senin, 13 September 2021. (yad)

Pandemi Covid-19, Produksi Pertanian Gresik Meningkat, Bupati Terima Penghargaan Bakti Tani Nasional Selengkapnya

Bupati Akan Mereaktivasi Poedak Galery, Pusat Oleh-oleh Dilengkapi Klinik Revitalisasi Ekspor

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani (foto: ist)

GRESIK,1minute.id –  Selangkah lagi Poedak Galery akan kembali beroperasi. Hampir dua tahun pusat kuliner dan galeri produk unggulan UMKM Gresik berlokasi di bekas terminal minibus wisatawan relegi Maulana Malik Ibrahim di Jalan Pahlawan, Gresik itu tutup.

Wabah coronavirus disease 2019 yang memaksa pusat kuliner dan oleh-oleh Khas Gresik itu harus berhenti beroperasi. Nah, Jumat, 10 September 2021, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengumpulkan 31 UMKM di Pendapa Bupati di Jalan KH Wachid Hasyim, Gresik itu. Mereka berkumpul terkait rencana Pemkab Gresik untuk melakukan reaktivasi Poedak Galery. 

Bupati Fandi Akhmad Yani menyatakan, saat ini Surabaya Raya (Surabaya, Sidoarjo dan Gresik) sudah berada di Level 2. Zona kuning artinya tingkat resiko persebaran Covid-19 rendah. Dan, zona hijau untuk daerah yang tidak ada kasus Covid-19. Pemerintah, katanya, harus bergerak cepat melakukan pemulihan ekonomi. 

Salah satunya, dengan membuka kembali Poedak Galery. Menghadirkan kembali pelaku UMKM di lokasi tersebut. Tentunya, dengan kemasan dan inovasi yang berbeda.”Sudah saatnya memikirkan pemulihan ekonomi. Tentu disertai dengan serbuan vaksinasi,”kata Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani.

Ia menambahkan, sejak diresmikan pada tahun lalu, Poedak Galery hanya beroperasi beberapa bulan. Kemudian, datang wabah Covid-19 yang menyerang segala sektor. Termasuk pelaku UMKM. Poedak Galery, sebut Gus Yani, sentra oleh-oleh khas Gresik menjadi rumah bagi pelaku UMKM. Bahkan, ada penambahan program baru disana.

Yakni, klinik revitalisasi ekspor bersama Bea Cukai Gresik. Tujuannya, mengajak pelaku UMKM berani ekspor serta mengembangkan potensi yang ada. Misalnya, meningkatkan kualitas produk. Meliputi kemasan dan sebagainya. “Soal izin, nanti urusan pemerintah dan Bea Cukai Gresik. Pelaku UMKM tidak perlu takut produknya untuk di ekspor. Yang perlu dilakukan adalah mengembangkan kualitas produk,”jelasnya.

Kapan kepastian UMKM yang bersedia menempati Poedak Galery, Gus Yani menyebut, secara teknis akan dibahas oleh tim dari pelaku UMKM. “Prinsipnya, Poedak Galery menjadi rumah bersama. Termasuk hadirnya Bea Cukai dan Bank Gresik sebagai suport terhadap pelaku UMKM,”tegasnya didampingi Ketua TP PKK Nurul Haromaini Ali. 

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perindag (Diskoperindag) Agus Budiono menambahkan, sejak pandemi melanda, Poedak Galery tutup total. Tidak ada aktivitas apapun. “Berkat pak bupati, Poedak Galery akan dibuka lagi dengan kemasan baru. Tentu tujuannya pemulihan ekonomi nasional,” tambah Agus Budiono.

Rencananya, sentra kuliner dan oleh-oleh khas gresik tersebut akan dibuka lagi pada akhir September 2021. Saat ini tengah membahas mengenai teknis bersama pelaku UMKM. Dalam kegiatan tersebut Kepala Bea Cukai Gresik Bier Budy Kismulyanto menyebut, di Gresik sudah ada produk UMKM yang ekspor keluar negeri. 

“Ada sambel, kopi, legen dan beberapa produk asli Gresik yang sudah ekspor ke Hongkong. Ternyata pengepul di Hongkong ekspor lagi ke Eropa dan Turki,”kata Bier Budy.  Bea Cukai Gresik juga melakukan pendampingin izin hingga ke pemerintah pusat. Semua berjalan lancar. “Insya Allah  peran kita semua akan membantu mengembangkan pelaku UMKM di Gresik,”tandasnya.(yad)

Bupati Akan Mereaktivasi Poedak Galery, Pusat Oleh-oleh Dilengkapi Klinik Revitalisasi Ekspor Selengkapnya

Karutan Apresiasi Respon Cepat Bupati Memberikan Hadiah Mobil Ambulans

GRESIK,1minute.id – Pelayanan kesehatan untuk anak binaan di rumah tahanan (Rutan) Gresik menjadi perhatian pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik. Diantaranya, pemkab menyerahkan bantuan satu unit ambulans kepada rutan Gresik pada Kamis, 9 September 2021.

Mobil ambulans yang akan digunakan untuk mempermudah petugas rutan berlokasi di Jalan Raya Banjarsari, Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme, Gresik merujuk warga binaan yang sakit ke rumah sakit itu diserahkan oleh Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik dr. Rini Sulistiyoasih. 

Mobil ambulan berwarna putih itu masih kinyis-kinyis. Baru. Interiornya juga rapi. Mobil berjenis Suzuki APV itu dilengkapi tandu, kotak P3K, wastafel dan tabung oksigen. “Alhamdulillah, sudah dari kemarin sore,”ujar Karutan Gresik Aris Sakuriyadi pada wartawan pada Kamis, 9 September 2021.

Aris bercerita bahwa ambulan tersebut diambil pihaknya dari Kantor Dinas Kesehatan Pemkab Gresik. Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan, dr. Rini Sulistiyoasih memberikan kunci dan berita acara serah terima secara simbolis. Aris pun mengapresiasi respon cepat yang diberikan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. “Respon bapak bupati sangat luar biasa, kami sangat berterima kasih atas dukungan yang diberikan kepada kami,”tutur Aris.

Aris menegaskan bahwa pihaknya akan memanfaatkan ambulan ini dengan sebaik-baiknya. Pelayanan kesehatan kepada masyarakat pun bisa semakin optimal. Sebelumnya, pihak rutan terpaksa mengantar tahanan yang sakit parah ke rumah sakit menggunakan mobil tahanan. “Poliklinik kami terbatas, sehingga ketika perlu penanganan lebih lanjut, kami harus merujuk warga binaan ke rumah sakit yang alatnya lebih lengkap,” imbuh Aris.

Hal senada diungkapkan Kepala Kanwil Kemenkumham Jatim Krismono. Dia mengapresiasi langkah yang diambil Pemkab Gresik. Menurutnya, kolaborasi kinerja ini harus terjalin secara berkelanjutan. Mengingat, masih ada beberapa tantangan yang dihadapi Rutan Gresik. Diantaranya kebutuhan air bersih yang selama ini masih harus membeli dari agen air sumber. “Selama ini Rutan Gresik harus mendatangkan 3-5 tanki air untuk memenuhi kebutuhan dasar warga binaannya,”tutur Krismono. (yad)

Karutan Apresiasi Respon Cepat Bupati Memberikan Hadiah Mobil Ambulans Selengkapnya

Gresik Masuk Zona Kuning, Tetap Manut Protokol Kesehatan


GRESIK,1minute.id – Kerja keras Satgas Covid-19 dibarengi sikap patuhmasyarakat mematuhi protokol kesehatan (Prokes) berbuah manis. Berdasarkan asesmen dari Kemeterian Kesehatan, Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik turun level 2 atau zona kuning. 

Selangkah lagi, syaratnya hanya satu yakni manut aturan pemerintah antara lain,  tetap menjaga prokes tidak mustahil Gresik bisa masuk level 1 atau zona hijau. Sebab, pemerintah melakukan percepatan vaksinasi kepada masyarakat. 

Berdasarkan data Asesmen Kementerian Kesehatan kondisi Gresik turun level 2 karena ada beberapa indikator. Yakni, bed occupancy rate (BOR/tingkat keterisian tempat tidur) rumah sakit dengan kapasitas 352 bed sebesar 6,43 persen. Positivity rate-nya 3,41 persen dibawah standar WHO 5 persen. Percepatan vaksinasi 37,90 persen atau 383.375 penduduk telah mendapatkan vaksin dosis pertama per 7 September 2021. Pengetesan 3,72 melebihi target WHO 2 ,77 per 6 September 2021. 

Selain, Pemkab Gresik dibawah komando Satgas Covid-19 yang juga Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani telah menyiapkan tempat isolasi terpusat di Stadion Gelora Joko Samudro (G-JOS).

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengajak para mahasiswa untuk ikut melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk mengikuti serbuan vaksinasi yang dilakukan oleh Pemkab Gresik. “Vaksinasi aman dan halal. Tetap mematuhi protokol kesehatan,”kata Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani ketika meninjau vaksinasi masal di Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) pada Rabu, 8 September 2021. (yad)

Gresik Masuk Zona Kuning, Tetap Manut Protokol Kesehatan Selengkapnya

Pantau Vaksinasi di UMG, Bupati Ajak Mahasiswa ikut Sosialisasi Vaksin Aman dan Halal

GRESIK,1minute.id – Antusiasme mahasiswa dan masyarakat sekitar Kampus Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) untuk mengikuti vaksinasi mendapatkan apresiasi dari Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani.  

Dihadapan peserta vaksinasi dan civitas akademika UMG, nomor satu di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik itu memastikan vaksinasi aman. Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani meminta kepada mahasiswa untuk ikut mensosialisasikan kepada masyarakat lainnya bahwa vaksin ini aman dan halal.

“Jangan takut vaksin, semua sudah dipastikan aman. Vaksin ini membuat sistem kekebalan tubuh meningkat, mampu mengenali dan dengan cepat melawan bakteri penyebab infeksi (Covid-19),” kata Gus Yani kepada peserta vaksinasi pada Rabu, 8 September 2021.

Kehadiran Bupati Fandi Akhmad Yani disambut oleh Rektor UMG Eko Budi Leksono. Mereka kemudian keliling melihat kesiapan vaksinator, tempat vaksin hingga memantau ruang KIPI (kejadian ikutan pasca imunisasi). UMG menyiapkan 2 ribu dosis pertama vaksin merek Sinovac buatan Tiongkok ini.

Gus Yani dihadapan peserta vaksin tidak lupa mengingatkan pentingnya menjaga protokol kesehatan. “Meskipun sudah di vaksin dan kekebalan tubuh kita meningkat, namun protokol kesehatan harus tetap diterapkan. Ini adalah upaya kita semua, termasuk kolaborasi antara pemerintah dengan UMG untuk memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19 di Kabupaten Gresik melalui percepatan vaksinasi,”kata mantan Ketua DPRD Gresik itu. 

Sementara itu, Rektor UMG Eko Budi Laksono mengatakan pihaknya mengalokasikan 2 ribu dosis vaksin. “Sasarannya adalah para mahasiswa dan juga masyarakat sekitar,”kata Eko Budi Leksono. UMG ,imbuhnya, turut berkomitmen mendukung upaya pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19 di Gresik “Vaksinasi sebagai ikhtiar  dalam hal percepatan vaksinasi yang saat ini kami laksanakan,”ujarnya. (yad)

Pantau Vaksinasi di UMG, Bupati Ajak Mahasiswa ikut Sosialisasi Vaksin Aman dan Halal Selengkapnya

Pemkab Siapkan Gedung baru MUI Gresik, Tiga Lantai

GRESIK,1minute.id – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Gresik akan memiliki gedung baru. Gedung baru itu berada di Kompleks Masjid Agung Maulana Malik Ibrahim. Peletakan batu pertama pembangunan gedung tiga lantai diatas lahan seluas 17.058 meter persegi (m²) itu dilakukan oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani pada Rabu, 8 September 2021.

Selama ini, kantor MUI menempati salah satu bangunan di Masjid Agung di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Gresik. 
Pembangunan gedung MUI ini dibiayai anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) secara bertahap. Tahap pertama dimulai tahun ini. Tahap berikutnya melalui APBD 2022.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, keberadaan gedung baru MUI ini diharapkan dapat memberi manfaat bagi masyarakat. Tak hanya itu, dalam proses pembangunan gedung, Gus Yani meminta kepada pemenang lelang untuk melibatkan masyarakat sekitar.

“Saya minta masyarakat sekitar juga ada yang terlibat, sehingga pembangunan gedung ini turut memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar,”kata Gus Yani.
Dirinya juga meminta agar pembangunan ini dilaksanakan tepat waktu dan juga memperhatikan pentingnya kualitas bangunan. “Selain ketepatan waktu, saya minta kualitas gedung juga harus diperhatikan,” tegas mantan Ketua DPRD Gresik itu. 

Sementara itu, Ketua MUI Gresik KH. Mansoer Shodiq menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Gresik telah menyetujui dibangunnya gedung baru MUI. “Kami mewakili MUI mengucapkan terima kasih atas dibangunnya gedung baru. Semoga dengan adanya gedung baru ini semakin menambah spirit kami untuk terus memberikan manfaat bagi masyarakat Gresik,”kata Kiai Mansoer Shodiq. (yad)

Pemkab Siapkan Gedung baru MUI Gresik, Tiga Lantai Selengkapnya

Pemkab Gresik dan Unusa Jalin Kerjasama Peningkatan SDM Bidang Pendidikan dan Kesehatan

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik menjalin kerjasama dengan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya(Unusa). Kerjasama dalam  bidang Pendidikan,  Kesehatan dan Pengabdian Masyarakat. 
Nota kesepahaman (MoU) ditandatangani oleh Rektor Unusa Prof Achmad Jazidie dengan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dilakukan di Ruang Rapat Rektor Lantai 8 Tower Unusa Kampus B Jemursari Surabaya pada Jumat, 3 September 2021.

Nota kesepahaman ini disaksikan oleh Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, Plt Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik Hariyanto, Kepala Bagian Administrasi Pemerintahan Pemkab Gresik Nurlaelie Indah. Serta, Jajaran Rektorat Unusa. 

Rektor Unusa Prof Achmad Jazidie mengatakan kerjasama seperti ini sangat diperlukan untuk menyinergikan potensi yang dimiliki para pihak agar dapat memberikan dampak yang lebih besar. “Kami berharap ada hubungan yang dekat antara dunia kampus dan industri termasuk di dalamnya pemerintah daerah. Sinergi perguruan tinggi dan pemerintah daerah memang perlu supaya ada titik temu kebijakan untuk kemajuan daerah serta meningkatkan sumber daya manusia di kedua belah pihak,”ujar Jazidie dalam sambutannya.

Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyatakan sependapat dengan pernyataan Rektor Jazidie, untuk sinergi positif antara kampus dan pemerintah. “Kita sudah mempersiapkan implementasi dari kerja sama ini. Semoga implementasi tersebut dapat maksimal dilaksanakan supaya membawa kemajuan bagi kedua belah pihak terutama Kabupaten Gresik. Terima kasih sudah mau mendampingi Kabupaten Gresik agar dapat meroket,”kata Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani itu.

Nota kesepahaman yang diteken Rektor Jazidie dengan Bupati Fandi Akhmad Yani ini. dantaranya bidang pendidikan, penelitian dan pengembangan, pengabdian masyarakat. Selain itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), perencanaan strategis daerah, kajian dan evaluasi pembangunan daerah,pendampingan dan bantuan teknis implementasi pembangunan daerah, pendampingan dan bantuan teknis peningkatan pendapatan asli daerah (PAD), serta penyelenggaraan Merdeka Belajar – Kampus Merdeka. (yad)

Pemkab Gresik dan Unusa Jalin Kerjasama Peningkatan SDM Bidang Pendidikan dan Kesehatan Selengkapnya

Pemkab Mulai Mencairkan Ganti Rugi Tanah untuk Normalisasi Kali Lamong


GRESIK, 1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik mulai melakukan pembebasan lahan untuk proyek normalisasi Kali Lamong. Untuk tahap awal ini, ada sepuluh bidang lahan yang dilakukan pembayaran ganti rugi untuk masyarakat pemilik lahan di Desa Tambakberas dan Jono, Kecamatan Cerme, Gresik. 

Pembayaran ganti rugi senilai Rp 5,9 miliar dilakukan di Balai Desa Tambakberas itu disaksikan oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail dan forum pimpinan kecamatan setempat pada Selasa, 31 Agustus 2021. Masyarakat penerima ganti rugi proyek percepatan normalisasi Kali Lamong itu semringah. 

Abdul Hadi dan Imam Santoso, diantaranya. Abdul Hadi, pemilik lahan dan bangunan seluas 141 m² di Desa Jono mendapatkan nilai ganti rugi sebesar Rp 772.735.900. Sedangkan, Imam Santoso, pemilik tanah seluas 1.739 m² mendapatkan ganti rugi Rp 709.508.089.

Proses pembebasan lahan normalisasi Kali Lamong ini tergolong cepat. Pembebasan lahan perdana ini sebagai tonggak awal pemerintahan yang memiliki tagline “Gresik Baru” untuk mengakhiri penderitaan masyarakat sepanjang bantaran Kali Lamong akibat banjir selama puluhan tahun itu.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengapresiasi masyarakat yang sukarela melapas lahan untuk proyek normalisasi Kali Lamong ini. “Mudah-mudahan ini menjadi rezeki yang barokah karena mau merelakan tanahnya untuk proyek kemanusiaan ini. Sampeyan mendapatkan pahala. Semoga berkah,”kata Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani.

Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani menambahkan, masyarakat yang merelakan lahannya untuk proyek percepatan normalisasi Kali Lamong akan tercatat di prasasti.  “Iki gawe kepentingan wong akeh.Alhamdulillah sampeyan untung. (Pemerintahan) tidak ada niatan merugikan bapak dan ibu,”tegas mantan Ketua DPRD Gresik dalam sambutannya. 

Ganti rugi pembebasan lahan ditengah pandemi Covid-19 yang belum berakhir diharapkan bisa stimulus bagi pemkab Gresik melakukan percepatan pemulihan ekonomi masyarakat.  Lebih lanjut ia menyatakan untuk tahap awal ini ĺpemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik telah menganggarkan untuk pembebasan lahan normalisasi Kali Lamong melalui APBD 2021 sebesar Rp 30 miliar. Pemkab hanya memiliki kewenangan membebaskan lahan dibawah 5 hektare.

“Anggaran pembangunan awal Tanggul dikerjakan oleh BBWS sebesar Rp 100 miliar. BBWS sudah melakukan pekerjaan penanggulan Kali Lamong di Desa Jono,”katanya. 

BANJIR KALI LAMONG: Kondisi Jalan Desa Tambakberas, Kecamatan Cerme saat banjir Kali Lamong pada 3 Januari 2021. Kondisi memprihatinkan ini terjadi setiap tahunnya dan sudah puluhantahun. (Foto: Chusnul cahyadi/1minute.id)

Sementara itu, Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Gresik Asep Heri menambahkan, tahap awal ada 54 bidang dengan luas 4,8 hektare yang dibebaskan. “Hari ini, ganti rugi dibayar 10 bidang kepada masyarakat senilai Rp 5,9 miliar,”ujarnya. Rinciannya, 8 bidang untuk masyarakat Desa Tambakberas dan 2 bidang warga Desa Jono.

“Sebanyak 44 bidang sisanya akan dibayar pada September nanti,”kata Asep Heri yang juga Ketua pengadaan tanah normalisasi Kali Lamong ini. Asep Heri juga mengapresiasi sikap masyarakat yang legawa melepaskan sebagaian lahan untuk proyek kemanusiaan ini. “Ganti rugi ini penghormatan kepada pemilik tanah,”,tegasnya. Pembebasan lahan perdana ini tergolong lancar. Tim pengadaan membutuhkan waktu sebulan.  

Lalu akan digunakan untuk apa uang ganti rugi tersebut? Murti, pemilik tanah di Desa Jono mengaku akan digunakan untuk membeli rumah lagi. “Semoga masih ada sisanya,”kata Murti yang tinggal di bantaran Kali Lamong di Desa Jono sejak 1991 itu. Ia mengaku selama 30 tahun hampir tiap tahun kebanjiran. “Tahun lalu saja, empat kali rumah kebanjiran,”ungkapnya.  Murti memiliki lahan dan bangunan seluas 141 m² mendapatkan ganti rugi sekitar Rp 700 jutaan. “Ganti ruginga hampir Rp 700 jutaan,”katanya. (yad)

Pemkab Mulai Mencairkan Ganti Rugi Tanah untuk Normalisasi Kali Lamong Selengkapnya