Bupati Melakukan Mutasi, Rotasi, dan Promosi, Pemkab Butuh ASN Pelayanan Cepat dan Integritas

GRESIK,1minute.id –  Mutasi, rotasi dan promosi dilakukan oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani pada Senin, 30 Agustus 2021. Penyegaran kali pertama ini sebanyak 483 aparat negeri sipil (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik. Ratusan pejabat itu mulai eselon II, III dan IV. 

Pengukuhan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, Admistrator, Pengawas dan Kepala Sekolah di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Gresik ini dihelat di Hall Parkir Selatan Kantor Bupati di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas, Gresik. 

“Pelantikan membawa berkah bagi masyarakat Gresik,”kata Bupati Fandi Akhmad Yani usai pelantikan pada Senin, 30 Agustus 2021. Gus Yani-sapaan akrabnya didampingi Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah dan Ketua DPRD Gresik Much Abdul Qodir. 
Gus Yani berharap, pelantikan kali pertama ini memberikan energi positif dan semangat baru di Pemkab Gresik ditengah masa pandemi Covid-19 yang belum berujung.

Sehingga diperlukan penyegaran personel di lingkungan Pemkab Gresik. ” (Pemkab Gresik) membutuhkan para ASN yang siap berjuang, punya integritas dalam melaksanakan tugas, menjalankan birokrasi pemerintahan lebih baik. Untuk memberikan pelayanan terbaik dan cepat di Kabupaten Gresik,”tegas mantan Ketua DPRD Gresik itu. 

Masyarakat Gresik, imbuhnya, butuh birokrasi yang ada kepedulian kepada masyarakat, birokrasi cepat, merubah mindset bahwasanya pandemi Covid-19 sangat memprihatinkan buat masyarakat. “Dibutuhkan SDM lebih cepat, lebih peka dan mudah-mudahan berkah bagi masyarakat Gresik,”harapnya. 

Dalam mutasi, rotasi dan promosi yang menjadi perhatian publik adalah di eselon II. Ada 18 posisi yang rombak oleh Bupati Fandi Akhmad Yani. Meraka adalah Andhy Hendro Wijaya menjadi staf Ahli Bupati bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik. Darmawan sebelumnya Sekretaris DPRD Gresik jabatan barunya staf ahli Bupati bidang ekonomi dan social.  Hermanto T.H Sianturi staf Ahli Bupati bidang Ekonomi dan Sosial sebelumnya Kepala Bappeda Gresik.

TEMPAT PELANTIKAN: (ki-ka) Ketua DPRD Gresik Much Abdul Qodir, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Wakil Ketua DPRD Gresik Mujib Ridwan memasuki tempat pelatikan di hall parkir Selatan Kantor Bupati pada Senin, 30 Agustus 2021 ( Foto: chusnul cahyadi/1minute.id)

Deretan asisten masing masing Abu Hassan (administrasi Umum) sebelumnya Kasat Pol PP ; Nadlif, semula Kepala BKD menempati pos baru Asisten dan Kesra dan Gunawan Setijadi, Kepala DPUTR menjabat Asisten bidang Perekonomian dan Pembangunan.

Syaifuddin Ghozali, Kadinkes jabatan barunya  Kepala Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak (KBPPA). Nuri Mardiana di definitif menjadi Kepala BPPKAD. Sedangkan Kadis Kepemudaan dan Olahraga dijabat Agustin Halomoan Sinaga sebelumnya Kepala Disbudpora.

Berikutnya, Sutaji Rudy, Kadis Pertanahan menempati jabatan yang ditinggalkan oleh Sinaga. Kursi yang ditinggalkan Sutaji ditempati oleh Nanang Setiawan sebelumnya Kadishub Gresik. Kursi Kadishub ditempati oleh Tursilowanto Harijo sebelumnya menjabat Asisten pemerintahan. 

Kemudian Siti Jaiyaroh sebelumnya Kepala Perpustakaan dan kearsipan Gresik menempati jabatan baru Kadiskominfo menggantikan posisi Budi Raharjo yang menduduki Kepala Dinas tenaga Kerja. Budi menggantikan Ninik Asrukin dengan jabatan barunya Kadis Perpustakaan dan kearsipan Gresik. 

Pejabat eselon II yang lain yaitu Achmad Washil Miftahul Rachman  menjabat Kepala Dinas PUTR, Ida Lailatussa’diyah menjabat Kadis Perumahan dan Kawasan Pemukiman menggantikan Washil. (yad)

Bupati Melakukan Mutasi, Rotasi, dan Promosi, Pemkab Butuh ASN Pelayanan Cepat dan Integritas Selengkapnya

Giliran Ekspor Komiditas Mangga, Sinergi Pemkab dan Bea Cukai, Percepatan Desa Devisa

GRESIK,1minute.id – Komiditas pertanian Kota Santri semakin diminati mancanegara. Setelah ekspor kacang hijau ke Filipina. Kini, giliran ekspor mangga asal Desa Gedangan, Kecamatan Sidayu. Mangga Sidayu ini masuk pangsa pasar ekspor ke negeri jiran, Singapura.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani melepas ekspor perdana mangga ke negeri Singa itu pada Kamis, 26 Agustus 2021. Bupati Fandi Akhmad Yani didampingi Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Cukai dan Cukai Tipe Madya Pebean B Gresik Bier Budi Kismulyanto dan Kepala Dinas Pertanian Gresik Eko Anindito Putra. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyatakan ekspor mangga ke Singapura ini patut mendapatkan apresiasi. Sebab, di masa pandemi tidak mudah untuk bisa melakukan ekspor ke luar negeri. “Ekspor perdana ini mampu mendongkrak perekonomian petani Mangga di Kecamatan Sidayu khususnya, dan  Kabupaten Gresik,”kata Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani.

Buah mangga ini adalah hasil usaha kecil menengah mikro (UMKM) bekerjasama dengan Dinas Pertanian, Diskoperindag dan kantor Bea Cukai Gresik. “Yang membanggakan mangga ini mampu bersaing dengan mangga dari kabupaten/kota lainnya,”ujar mantan Ketua DPRD Gresik itu. Ia pun berpesan kepada para petani untuk menjaga kualitas panen. “Sehingga mangga Gedangan bisa menjadi magnet di mancanegara,”tegasnya. 

Ekspor perdana ke Singapura ini menjadi titik awal pertumbuhan perekonomian masyarakat Gresik khususnya petani mangga. Ekspor Mangga ini hasil dari sinergi antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab Gresik) dengan Kantor Bea Cukai Gresik. “Karena untuk mempertahankan pangsa pasar di tengah pandemi ini tidaklah mudah.  Pemkab Gresik bekerjasama dengan Bea Cukai Gresik untuk membantu proses ekspor ini sehingga menjadi mudah untuk pengiriman ke Singapura,”ungkap Gus Yani.

Sehari sebelumnya, Gus Yani mengungkapkan komoditas Mangga asal Gresik sangat diminati oleh masyarakat mancanegara. Diantaranya, Tiongkok. Sebab, mangga Gresik cukup lezat. Kondisi tanah kapur dianggap sangat cocok untuk tanaman mangga.

Gus Yani berharap ekspor komoditas pertanian semakin cepat dalam pemulihan ekonomi di tengah pandemi Covid-19 ini. Gus Yani optimistis semakin banyak komoditas pertanian masuk pangsa ekspor akan mempercepat terbentuk Desa Devisa di Gresik. (yad)

Giliran Ekspor Komiditas Mangga, Sinergi Pemkab dan Bea Cukai, Percepatan Desa Devisa Selengkapnya

Bupati Melantik Empat Kades Antarwaktu

GRESIK,1minute.id – Diana Eviana semringah. Mengenakan pakaian dinas upacara (PDU) perempuan asal Desa Metatu, Kecamatan Benjeng itu berdiri tegak saat Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani melantik sebagai Kepala Desa Metatu di Ruang Mandala Bakti Praja Kantor Bupati Gresik pada Kamis, 26 Agustus 2021.

Diana satu dari empat kades yang terpilih sebagai Kepala Desa antarwaktu karena kades sebelumnya berhalangan tetap. Meninggal, diantaranya. Tiga kades lainnya adalah Kades Gumeno, Kecamatan Manyar Hasan Fatoni ;  Kades Punduttrate, Kecamatan Benjeng Muslik dan Kades Gelam, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean Abdus Salam. 

Pelantikan empat kades antarwaktu dengan masa jabatan 2021-2025 itu berlangsung khidmat. Bupati Fandi Akhmad Yani didampingi Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah menyampaikan selamat atas pelantikan para Kades tersebut.  

“Anda adalah orang yang terpilih. Anda sudah dipercaya memimpin masyarakat, tentu saja Anda juga harus bisa menjadi teladan bagi masyarakat di desa. Anda harus bekerja keras untuk memajukan desa. Anda juga harus bisa berempati terhadap masyarakat desa,”pesan Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani.

Gus Yani juga mengingatkan tentang pandemi Covid-19 belum berujung. Pagebluk paling mematikan di era modern itu masih berada disekitar kita. Gus Yani  meminta kepada para kades agar bekerja keras membantu meringankan beban masyarakat.

“Beban masyarakat saat ini sangat berat dalam menghadapi pandemi, butuh kecerdasan agar anda bisa mencari jalan keluar untuk segala kesulitan masyarakat. Kami disini akan selalu terbuka kepada anda untuk memberikan berbagai konsultasi untuk solusi segala permasalahan di desa,”kata Gus Yani. (yad) 

Bupati Melantik Empat Kades Antarwaktu Selengkapnya

Bupati Lepas Ekspor 250 Ton Kacang Hijau ke Filipina, Selanjutnya Bisa Mangga ke Tiongkok

GRESIK,1minute.id – Ekspor komoditas pertanian kembali bergairah. Diantaranya, ekspor kacang hijau ke Filipina. Ekspor perdana di masa PPKM Level 3 ini dilepas oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dari gudang PT Agrotani Sukses Sejahtera berlokasi di Desa Metatu, Kecamatan Benjeng, Gresik pada Rabu, 25 Agustus 2021.

Ekspor kacang hijau sebanyak 250 ton atau senilai Rp 4,6 miliar. Ratusan ton kacang hijau buram diangkut sepuluh kontainer menuju Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya disaksikan oleh perwakilan Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya dan Dinas Pertanian Gresik. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyatakan, ekspor kacang hijau ke Filipina sebanyak 250 ton dari target 1.000 ton suatu terobosan yang harus mendapatkan apresiasi. Sebab, ditengah pandemi Covid-19 masih tetap bisa ekspor. Gus Yani-panggilan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani berharap tidak hanya kacang hijau. Tapi, komoditas pertanian lainnya. Mangga, misalnya.

“Saya sangat bangga, kacang hijau kita bisa mendunia,” ujarnya. Menurut dia, sektor pertanian ke depan harus terus digenjot. Sebab, selama ini sektor tersebut terkesan kurang bergairah. “Saya minta Dispertan bisa meningkatkan hasil pertanian agar bisa diekspor. Saat ini kami sedang mencoba mengembangkan mangga. Permintaan dari China sangat tinggi,” katanya. Gus Yani berharap ekspor ini bisa menjadikan terbentuk Desa Devisa di Gresik. 

Senada diungkapkan Kasi Pelayanan Operasional Karantina Tumbuhan Balai Karantina Pertanian Surabaya Tupa Sarihon M Hutabarat. Pihaknya sangat mengapresiasi ekspor kacang hijau dari Gresik. “Selama ini, kita impor dari Myanmar sangat tinggi untuk kacang hijau. Sekarang Gresik bisa ekspor ini sungguh luar biasa,”ujarnya.

Ditambahkan, pihaknya sudah memantau langsung seluruh kacang hijau yang akan di ekspor ke Filipina ini. Dan kondisinya sangat bagus. “Kami memberikan dukungan penuh kepada para petani untuk terus mengembangkan pasarnya,”imbuh dia.

EKSPOR KACANG HIJAU: Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani (berkopyah) foto bareng sebelum melepas ekspor 250 ton kacang hijau ke Filipina pada Rabu, 25 Agustus 2021 ( Foto: chusnul cahyadi/1minute.id)

Sementara itu, Direktur PT Agrotani Sukses Sejahtera Sumanto Margo Suwitomengatakan pihaknya berkomintmen untuk membantu petani kacang hijau. Pihaknya siap melakukan MoU dengan Dispertan. Harga terendah sebesar Rp 14.000. “Dan, kalau harga diatas Rp 14 ribu pihaknya akan membeli sesuai harga pasaran tersebut. 

Sumanto mengaku komitmen itu belum secara resmi. “Kapanpun Dispertan minta MoU kami sangat siap. Kami berkomitmen membantu mensejahterakan petani Gresik,”imbuhnya. Ditambahkan, untuk saat ini kacang hijau yang di ekspor sebanyak 250 ton. Total untuk 2021 ada seribu ton yang akan dikirim ke luar negeri.“Kami targetkan tahun ini seribu ton bisa dikirim. Sekarang sudah 650 ton,” pungkasnya.

Terpisah, Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Gresik Hamzah Takim mengatakan pihaknya akan mengawal MoU harga antara PT Agrotani Sukses Mandiri dengan Dispertan. Ini sangat menguntungkan petani. “Jadi kami minta Dispertan segera merealisasikan. Serta memfasilitasi para petani,”ungkapnya. (yad)

Bupati Lepas Ekspor 250 Ton Kacang Hijau ke Filipina, Selanjutnya Bisa Mangga ke Tiongkok Selengkapnya

NasDem Lindungi Kiai dan Santri dengan Vaksinasi

GRESIK,1minute.id – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Nasional Demokrat (NasDem) menggelar serbuan vaksinasi di sejumlah Pesantren (Ponpes) di Kota Santri. Hari pertama serbuan vaksinasi digelar di Ponpes Al Muniroh pada Rabu, 25 Agustus 2021.

Ribuan orang mulai Pengasuh, santri hingga masyarakat sekitar Ponpes yang berlokasi di Desa Pangkahwetan, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik itu. Ada dua jenis vaksin yang disuntikkan. Yakni, Sinovac dan AstraZeneca. 

Ikhtiar percepatan membentuk herd immunity ini dihadiri oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani serta pengurus DPD NasDem yakni Ketua DPD NasDem Gresik Syaiful Anwar, Sekretaris Ainul Fuad, dan Bendahara Nur Rachmad Yani Hidayatullah serta anggota Fraksi NasDem DPRD Jatim Ahmad Iwan Zunaih (Gus Iwan). Juga, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Gresik drg Saifudin Ghozali. 

Ketua DPD NasDem Gresik Syaiful Anwar mengatakan,  serbuan vaksinasi di Ponpes Al Muniro sebagai bentuk komitmen NasDem Gresik membantu pemerintah dalam mempercepat capaian herd immunity. “Serbuan vaksin yang diadakan NasDem Gresik ini sebagai ikhtiar untuk membantu membentuk herd immunity masyarakat agar tak terpapar Covid-19,” ucap Syaiful didampingi Ainul Fuad dan Nur Rachmad Yani Hidayatullah.

Menurut Syaiful, kegiatan ini bagian dari serbuan 15 ribu dosis vaksin yang menjadi program NasDem Gesik. Ribuan dosis vaksin  itu dilakukan secara bertahap di sejumlah pondok pesantren. “Serbuan vaksin kami diawali dari Ponpes Al Muniroh ini,”tegas Syaiful.

SERBUAN VAKSINASI: Bupati Gresik Fandi Akhmad bersama Ketua DPD NasDem Gresik Syaiful Anwar (kanan berdiri) dalam serbuan vaksinasi fi Ponpes Al Muniroh di Desa Pangkahwetan, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik pada Rabu, 25 Agustus 2021 (foto : NasDem for 1minute.id)

Serbuan selanjutnya digelar di Ponpes Ihyaul Ulum Desa Dukunanyar, Kecamatan Dukun pada Sabtu, 27 Agustus 2021. Kemudian, di Ponpes Bustanul Arifin Kecamatan Menganti vaksinasi digelar pada Senin, 30 Agustus 2021. Selanjutnya di Ponpes Al Ibrohimi Kecamatan Manyar, dan Ponpes Al Qonaah Kecamatan Manyar pada Rabu, 1 September 2021.

“Vaksinasi ini sengaja kami gelar di ponpes agar kiai, bu nyai, ustad dan ustadzah, serta santri tervaksin sehingga terbentuk herd immunity,”katanya. 

Syaiful berharap dengan serbuan 15 ribu vaksin yang dilakukan NasDem Gresik, sebaran Covid-19 bisa terus ditekan hingga hilang. “Sehingga, masyarakat bisa kembali beraktivitas normal dan ekonomi kembali pulih,”harapnya.

Sebelumnya dalam sambutan Syaiful Anwar menyatakan vaksinasi dipusatkan di Pondok Pesantren karena pesantren adalah tempat anak-anak atau generasi muda untuk membangun negara ini juga harus sehat 

Tentu kiai, ustad, ustadzah dan santri yang menjadi prioritas bagi partai NasDem dalam membangun sumber daya manusia (SDM) yang seutuhnya. Pondok Pesantren merupakan bagian yang melakukan proses belajar mengajar atau pembelajaran tatap muka (PTM) sehingga pilihan anak-anak untuk menimbah ilmu sudah tidak ada lagi keraguan oleh orang tuanya.Karena Covid-19 telah ditangkal dengan doa dan dengan vaksinasi baik santri, ustad dan pengasuhnya. (yad)

NasDem Lindungi Kiai dan Santri dengan Vaksinasi Selengkapnya

Turun Level 3, Bupati Mulai Melakukan Pemulihan Ekonomi, Implementasikan Program Nawa Karsa

GRESIK,1minute.id – Kerja keraspemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik dan semua stakeholder berbuah penurunan zona dari merah ke zona oranye. Masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang diperpanjang hingga 30 Agustus 2021, 

Kota Santri bersama Kota Surabaya dan Sidoarjo dikenal dengan sebutan Surabaya Raya memasuki level-3.
Penurunan level itu membuat Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bergerak cepat mengambil momentum untuk pemulihan ekonomi masyarakat. Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Poedak Galery Gresik pada Selasa, 24 Agustus2021.  Pusat kuliner dan penjualan oleh-oleh berlokasi di Jalan Pahlawan, Gresik.  

Poedak Galery Gresik itu menempati lahan bekas terminal untuk para wisatawan relegi, Maulana Malik Ibrahim itu sudah lebih setahun tutup karena merebaknya wabah coronavirus disease 2019.
Gus Yani didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik Gunawan Setiaji, Kepala Diskoperindag Agus Budiyono, dan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Gresik Ida Lailatus Sa’diyah.

Gus Yani langsung menuju lantai dua tempat lapak kuliner. Kemudian, turun melihat kondisi tempat galery para UMKM. Tidak lebih 10 menit Gus Yani berada Poedak Galery Gresik itu.

Gus Yani menyatakan, Pemkab Gresik tidak boleh telat mengambil momentum penurunan level 3 ini. “Alhamdulillah Surabaya Raya terutama Gresik turun level 3. Sudah saatnya mencuri start untuk pemulihan ekonomi,”ujar mantan Ketua DPRD Gresik itu. Sebab, penurunan level di Surabaya Raya diperbolehkan memulai melakukan pemulihan ekonomi.

Pemulihan ekonomi tetap dibarengi dengan serbuan vaksinasi masal sehingga kasus konfirmasi terus menurun. Kini, saatnya memikirkan terkait pemulihan ekonomi terutama sektor-sektor UMKM yang terus di dorong dan back up. “Program Nawa Karsa, 3B (bela,  beli dan bagi) harus diaplikasikan ditengah pandemi Covid-19,”ujarnya.

Sementara itu, Kepala Diskoperindag Gresik Agus Budiyono mengatakan, pihaknya segera melakukan rapat untuk melakukan reaktivasi Poedak Galery Gresik ini. “Kamis lusa, kami akan rapatkan dulu,”kata Agus Budiyono. Poedak Galery Gresik dibagi menjadi dua bagian.  Lantai untuk kuliner terdapat 12 lapak. Sedangkan, lantai dasar untuk galeri UMKM. “Poedak Galery Gresik akan buka mulai pukul 10 pagi sampai 10 malam,”tegas Agus Budiyono. (yad)

Turun Level 3, Bupati Mulai Melakukan Pemulihan Ekonomi, Implementasikan Program Nawa Karsa Selengkapnya

Bupati Siapkan Voucher Belanja, Dokter, Vitamin, Tempat Tidur berstandar Atlet Olimpiade untuk Warga Isoter di RSL G-JOS


GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mendorong kepala desa, babinsa dan bhabinkamtibmas untuk melakukan pendekatan kepada warga yang sedang melakukan isolasi mandiri (isoman) menjalani isolasi terpusat (Isoter) di Rumah Sakit Lapangan (RSL) Gelora Joko Samudro (G-JOS).

Bupati Fandi Akhmad Yani menjamin warga yang Isoter akan mendapatkan perawatan yang maksimal. Selain itu, Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani akan memberikan vaucher belanja senilai Rp 200 ribu per pekan.

Hal itu diungkapkan Gus Yani dalam Rapat Koodinasi Forkopida  Pelaksanaan Pemindahan Isoman) ke Isoter dan Pelaksanaan Isolasi Massal di Parkir Barat Kantor Bupati Gresik pada Senin, 23 Agustus 2021.
“Bagi masyarakat Gakin yang terpapar Covid-19 dan siap di isolasi terpusat di RSL G-JOS. Kami akan memberikan voucher belanja. Perawatan Isolasi terpusat di RSL G-JOS lebih terawat. Paling hanya seminggu sudah pulang,”kata Gus Yani.

RSL G-JOS memiliki fasilitas cukup lengkap. Tempat tidur berstandar atlet di Olimpiade Jepang, makanan bergizi,  obat-obatan hingga oksigen medis telah disiapkan. Selain itu, isoter mendapatkan pengawasan dan perawatan dari tenaga kesehatan (nakes) bahkan dokter spesialis.

“Dengan fasilitas itu, isoter akan lebih cepat sembuh,”kata mantan Ketua DPRD Gresik itu. Sarana dan prasarana serta pengawasan nakes itu telah terbukti warga yang menjalani isolasi di G-JOS semuanya sembuh. Sembuh 100 persen,”tegasnya.  Karena itu, Gus Yani berharap para kepala desa, babinsa dan bhabinkamtibmas bisa melakukan pendekatan humanis kepada warganya untuk mau menjalani perawatan di RSL G-JOS. 

Rakor yang dihadiri Forkopimda ini diikuti Camat, Danramil dan seluruh Kepala Desa (Kades) Se-Kabupaten Gresik ini, Gus Yani melanjutkan pelaksanaan pemindahan ini harus segera dilaksanakan. Karena perintah Presiden Jokowi kepada Gubernur, Pangdam, Kapolda Jawa Timur serta para Bupati/Walikota, Kapolres dan Dandim se Jawa Timur beberapa saat yang lalu. 

“Mulai besok (Selasa), pemindahan bisa dilaksanakan,” katanya. Berdasarkan data Dinkes Gresik tren kasus Covid-19 terus melandai. Gresik yang semula masuk zona merah kini menjadi zona oranye. Tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy rate/BOR  rujukan Covid-19 hanya sebesar 16,27 persen atau hanya 88 orang. Jumlah pasien aktif di Gresik sudah sangat menurun yakni hanya tersisa 490 orang.  Sedangkan, pasien isoman sebanyak 402 orang.

KETERANGAN PERS: Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani didampingi Forkopimda memberikan keterangan pers usai rakor di Parkir Barat Kantor Bupati Gresik pada Senin, 23 Agustus 2021 (foto: chusnul cahyadi/1minute.id)

Pada kesempatatan itu, Gus Yani  menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang membantu. Tapi dia tetap mengingatkan agar kita semua aparat Pemerintah tidak boleh lengah dan tetap melaksnakan pengetatan protokol kesehatan.

“Kami mengumpulkan para Kades/Lurah, Tiga pilar di Kecamatan secara mendadak hanya untuk sebuah komitmen bersama untuk pelaksanaan isoter ini secepatnya. Kalau Pemerintah desa tidak mau membantu kami akan kesulitan melaksanakan ini. Bila tidak mau isoter pakai mobil ambulan bisa dengan mobil siaga. Silahkan tinggal telepon ke Posko darurat,”harap Gus Yani. 

Sementara itu, Dandim 0817 Gresik Letkol Inf. Taufik Ismail menambahkan pemindahan ke isoter itu, sesuai perintah dan target sampai hari Jumat. “Kami ditugaskan untuk sesegera mungkin membawa pasien isoman ke RSL G-JOS. Perintah ini tegas bahwa apabila kami tidak bisa melakukan isoter, kami di sanksi diharuskan menjaga pasien isoman 24 jam. Tentu kami akan perintahkan Danramil dan Babinsa saya untuk menjaga.Tolong para Danramil hal itu harus segera dilaksanakan,” ujar Taufik Ismail. 

Perintah yang sama disampaikan Kapolres AKBP Arief Fitrianto kepada Kapolsek dan anggota Bhabinkamtibmas yang juga di undang pada rakor kali ini. Bahkan dihadapan Bupati dan anggota Forkopimda yang lain, Arief Fitrianto meminta Kades untuk melakukan pengadaan alat rapid test antigen dari dana desa. “Alat rapid test ini penting untuk membantu mendukung pelaksanaan tracing di desa, sebagai antisipasi kekosongan alat pada Dinkes maupun Puskesmas,”tandas alumnus Akpol 2001 itu.

Ketua DPRD Gresik Much Abdul Qodir mengatakan, aparat yang akan memindahkan warga ke isoter bisa meyakinkan warga. Abdul Qodir memberikan tips yakni fasilitas tempat tidur isoter nyaris sama dengan yang digunakan atlet Olimpiade Tokyo. “Fasilitas sangat terjamin,”tegasnya. (yad)

Bupati Siapkan Voucher Belanja, Dokter, Vitamin, Tempat Tidur berstandar Atlet Olimpiade untuk Warga Isoter di RSL G-JOS Selengkapnya

Bupati Gresik : Membantu dan Bersedekah Tak harus Menunggu Kaya


GRESIK,1minute.id – Puluhan tahun mereka mengabdi sebagai tenaga pendidik. Honorer yang mereka dapatkan terbilang cekak. Akan tetapi, jiwa kemanusiaan para guru honorer tergabung dalam perkumpulan Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer Non Kategori (GTKHNK) 35+ kepada sesama, masyarakat terdampak Covid-19 di Kota Santri tidak perlu diragukan lagi.

Ratusan guru honorer berusia diatas 35 tahun urunan. Hasil urunan 978 anggota GTKHNK 35+ itu kemudian dibelikan beras, mi instan, telur dan minyak goreng. Sembako itu  diserahkan untuk dapur umum yang ada di Pendapa Bupati Gresik di Jalan KH Wachid Hasyim, Gresik pada Jumat, 20 Agustus 2021. 

Bantuan sembako itu diserahkan oleh Ketua GTKHNK 35+ Miftachul Choiri kepada Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani pun terharu. “Saya terharu menerima bantuan sampeyan, ternyata membantu dan bersedekah tak harus menunggu kaya. Mestinya kami yang memberi bantuan kepada anda semua para guru honorer non K2 ini,”kata Gus Yani yang saat itu didampingi Ketua Tim Pengerak PKK Gresik Nurul Haromaini Ali pada Jumat, 20 Agustus 2021.

“Ternyata niat membantu tak hanya bagi mereka yang kelebihan. Baiklah bantuan ini kami terima, semoga barokah,”imbuh Gus Yani.Ketua GTKHNK 35+ Miftachul Choiri menyatakan sembako yang diserahkan untuk bantu keperluan dapur umum ini hasil urunan seluruh anggota berjumlah 987 orang se-Kabupaten Gresik. Pendirian dapur umum di halaman Pendapa Bupati Gresik ini diinisiasi oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. 

Dapur umum ini yang menyediakan makanan bagi masyarakat yang terdampak coronavirus disease 2019 (Covid-19) di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik itu. Makanan yang menunya berdasarkan merujuk dari para ahli gizi ini. Makanan 4 sehat, 5 sempurna. 

BANTUAN PENGUSAHA: Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menerima bantuan beras dari pengusaha Gresik Barat di Pendapa Bupati pada Jumat, 20 Agustus 2021

Selain bantuan dari para guru honorer berusia diatas 35 tahun. Bupati Fandi Akhmad Yani juga menerima bantuan beras seberat 15 ton dari PT Pelabuhan Indonesia III Gresik.  Bantuan beras dalam kemasan 5 kilogram atau 3 ribu paket. Serta, paguyuban pengusaha Gresik Barat. Paguyuban yang beranggotakan pengusaha hasil pertanian ini memberikan sumbangan beras sebanyak 4 ton. 

Usai menerima sumbangan, Bupati mengajak anggota paguyuban untuk melihat langsung dapur umum yang dikelola oleh Ketua TP PKK Gresik.”Pak Bupati, besok akan saya kirimkan 1 ton beras untuk kebutuhan dapur umum ini,”kata Sumanto Margo Suwito, salah seorang anggota paguyuban pengusaha Gresik barat ini.

Kepala Bagian Humas dan Protokol Reza Pahlevi mengatakan bahwa dalam menangani pandemi Covid-19 di Gresik merasa sangat terbantu dengan kebersamaan dari seluruh elemen masyarakat. 

“Dalam menangani Covid-19 kami tidak berdiri sendiri. Dengan kerja keras dan kesungguhan dalam melayani masyarakat ini, seakan apapun kami butuhkan masyarakat sudah siap membantu. Dengan semangat gotong royong dan kebersamaan disitu ada keberkahan. Kami sampaikan terima kasih kepada semuanya. Semoga pandemi ini akan segera berlalu,”ujar Reza. (yad)

Bupati Gresik : Membantu dan Bersedekah Tak harus Menunggu Kaya Selengkapnya

Zona Oranye, Pemkab Menggeber Serbuan Vaksin, Dimulai Kecamatan Driyorejo dan Wringnanom

GRESIK, 1minute.id – Kabar gembira. Kabupaten Gresik akhirnya bisa keluar dari zona merah. Kini, kota Santri masuk zona oranye bersama Kota Surabaya, Kabupaten Lamongan dan Mojokerto. Meskipun begitu, Pemkab Gresik tidak mau leha-leha. Perubahan zona menjadi momentum bagi Pemkab Gresik menggeber serbuan vaksin. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani langsung mengumpulkan tiga pilar di dua kecamatan yakni Driyorejo dan Wringinanom di ruang Mandala Bhakti Praja lantai IV Kantor Bupati Gresik pada Rabu, 18 Agustus 2021. Tiga pilar plus terdiri dari Camat, Koramil dan Kapolsek plus kepada desa serta kepala Puskesmas.

Dalam pertemuan itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani membeberkan rencana serbuan vaksin di dua kecamatan di Gresik Selatan itu. “Seiring menurunnya kasus Covid-19 di Gresik, mulai Senin depan kami akan memulai serbuan vaksin.  Kami mulai dari Kecamatan Driyorejo dan Wringinanom,,”kata Gus Yani-panggilan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani dihadapan tiga plus pada Rabu, 18 Agustus 2021.

Gus Yani didampingi Kepala Dinas Kesehatan Syaifudin Ghozali melanjutkan untuk percepatan pihaknya tidak akan melaksanakan vaksinasi secara door to door pada setiap desa, melainkan terpusat pada setiap kecamatan.  “Tenaga kesehatan dan relawan kita sangat terbatas. Kita dikejar waktu karena serbuan vaksin ini harus dilaksanakan secara cepat dan serentak. Makanya tolong para Camat dan Kepala Desa mengatur jadwalnya,”kata mantan Ketua DPRD Gresik itu.

Setiap kecamatan mendapatkan kuota 10 ribu dosis dan harus selesai dalam waktu 4 atau 5 hari. “Selanjutnya akan berpindah ke kecamatan yang lain,” katanya. Setelah berunding dengan para Camat dan Kepala Desa serta unsur terkait lainnya, maka diputuskan untuk pelaksanaan vaksin di Kecamatan Wringinanom akan dilaksanakan di SMA Negeri I Wringinanom dan di Kecamatan Driyorejo dilaksanakan di SMP Negeri 8 Driyorejo.

“Kita memutuskan melaksanakan vaksinasi di dua sekolah tersebut karena fasilitasnya memungkinkan, tempat yang luas serta tempat parkir yang memadai dan yang penting mudah dijangkau dan tidak terlalu mengganggu aktifitas masyarakat,”kata Gus Yani beralasan. Serbuan vaksin yang akan berlangsung mulai Senin pekan depan ini sebagai persiapan akan adanya droping vaksin secara besar-besaran di Kabupaten Gresik.

“Sudah saya perkirakan sejak awal bahwa droping vaksin akan tiba pada pertengahan Agustus sampai awal September 2021. Makanya kami sudah siapkan sarana prasarananya. Untuk vaksinasi di Gedung Wahana Ekspresi Pusponegoro tetap akan berlangsung sebagai pusat vaksinasi di Gresik. Dan vaksin yang akan tiba di Gresik adalah vaksin AstraZeneca,”tandasnya.

Jadwal, waktu dan alokasi vaksinasi tiap desa diserahkan kecamatan masing-masing untuk membaginya. Yang jelas menurut Bupati harus disesuaikan dengan jumlah dan sebaran penduduk di masing-masing desa.

Siapa saja yang bisa divaksinasi ? Bupati memberikan arahan bahwa vaksinasi diberikan kepada para warga desa yang berumur diatas 18 tahun. “Semua warga desa tanpa terkecuali meskipun dia warga tidak tetap sekali pun. Utamakan warga desa yang sangat membutuhkan vaksin tersebut. Para Kepala Desa lebih bijak dalam mengatur pemberian vaksin kepada warganya,” pungkasnya. (yad)

Zona Oranye, Pemkab Menggeber Serbuan Vaksin, Dimulai Kecamatan Driyorejo dan Wringnanom Selengkapnya

Bupati Gresik Kukuhkan Anggota Paskibraka, Suasana Khidmat dan Haru


GRESIK,1minute.id – Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Gresik 2021, resmi dikukuhkan oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani.Pengukuhan para Ksatria yang akan mengibarkan bendera Merah Putih dalam HUT ke-76 Kemerdekaan R.I dilakukan di Mandala Bhakti Praja Kantor Bupati pada Senin sore, 16 Agustus 2021.

CIUM MERAH-PUTIH: Silviana Adelia Putri mencium bendera Merah-Putih dalam Upacara pengukuhan Anggota Paskibraka di Ruang Mandala Bhakti Praja Kantor Bupati Gresik pada Senin sore , 16 Agustus 2021 ( Foto: chusnul cahyadi/1minute.id)

Ada nuansa beda dalam upacara Pengukuhan Anggota Paskibraka pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 ini. Upacara pengukuhan hanya diikuti sebagian anggota. Sebagian lainnya mengikuti upacara dari vurtual dari tempat mereka melakukan karantina.

Meski demikian, suasana tetap berlangsung khidmat dan haru. Terutama saat mereka mengucapkan ikrar Putra Indonesia dan saat melakukan prosesi mencium sang saka merah putih dengan komandan upacara Silviana Adelia Putri. 

IKRAR INDONESIA: Anggota Paskibraka Gresik dalam Upacara Pengukuhan Anggota Paskibraka di Ruang Mandala Bhakti Praja Kantor Bupati Gresik pada Senin sore, 16 Agustus 2021 ( foto: chusnul cahyadi/1minute.id)

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dalam amanatnya memberikan motivasi dan semangat kepada putra-putri terbaik di Kota Santri ini. Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani, mereka bisa terus berbuat yang terbaik untuk bangsa dan negara dengan tetap mengedepankan Iman, akhlak dan budi pekerti yang luhur. “Jemputlah masa depan yang gemilang. Wujudkan dengan kerja keras,”kata mantan Ketua DPRD Gresik itu. 

Sehingga bisa mewujudkan Indonesia Tangguh  Indonesia Tumbuh sesuai tema Peringatan Hari Ulang Tahun ke 76 Kemerdekaan Republik Indonesia. Gus Yani juga mendoakan kepada seluruh anggota Paskibraka bisa mewujudkan cita-citanya dan diberikan kelancaran dalam bertugas. Upacara Pengukuhan Anggota Paskibraka 2021 dihadiri oleh Forkopimda dan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Gresik. (yad)

Bupati Gresik Kukuhkan Anggota Paskibraka, Suasana Khidmat dan Haru Selengkapnya