Karutan Apresiasi Respon Cepat Bupati Memberikan Hadiah Mobil Ambulans

GRESIK,1minute.id – Pelayanan kesehatan untuk anak binaan di rumah tahanan (Rutan) Gresik menjadi perhatian pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik. Diantaranya, pemkab menyerahkan bantuan satu unit ambulans kepada rutan Gresik pada Kamis, 9 September 2021.

Mobil ambulans yang akan digunakan untuk mempermudah petugas rutan berlokasi di Jalan Raya Banjarsari, Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme, Gresik merujuk warga binaan yang sakit ke rumah sakit itu diserahkan oleh Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik dr. Rini Sulistiyoasih. 

Mobil ambulan berwarna putih itu masih kinyis-kinyis. Baru. Interiornya juga rapi. Mobil berjenis Suzuki APV itu dilengkapi tandu, kotak P3K, wastafel dan tabung oksigen. “Alhamdulillah, sudah dari kemarin sore,”ujar Karutan Gresik Aris Sakuriyadi pada wartawan pada Kamis, 9 September 2021.

Aris bercerita bahwa ambulan tersebut diambil pihaknya dari Kantor Dinas Kesehatan Pemkab Gresik. Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan, dr. Rini Sulistiyoasih memberikan kunci dan berita acara serah terima secara simbolis. Aris pun mengapresiasi respon cepat yang diberikan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. “Respon bapak bupati sangat luar biasa, kami sangat berterima kasih atas dukungan yang diberikan kepada kami,”tutur Aris.

Aris menegaskan bahwa pihaknya akan memanfaatkan ambulan ini dengan sebaik-baiknya. Pelayanan kesehatan kepada masyarakat pun bisa semakin optimal. Sebelumnya, pihak rutan terpaksa mengantar tahanan yang sakit parah ke rumah sakit menggunakan mobil tahanan. “Poliklinik kami terbatas, sehingga ketika perlu penanganan lebih lanjut, kami harus merujuk warga binaan ke rumah sakit yang alatnya lebih lengkap,” imbuh Aris.

Hal senada diungkapkan Kepala Kanwil Kemenkumham Jatim Krismono. Dia mengapresiasi langkah yang diambil Pemkab Gresik. Menurutnya, kolaborasi kinerja ini harus terjalin secara berkelanjutan. Mengingat, masih ada beberapa tantangan yang dihadapi Rutan Gresik. Diantaranya kebutuhan air bersih yang selama ini masih harus membeli dari agen air sumber. “Selama ini Rutan Gresik harus mendatangkan 3-5 tanki air untuk memenuhi kebutuhan dasar warga binaannya,”tutur Krismono. (yad)

Karutan Apresiasi Respon Cepat Bupati Memberikan Hadiah Mobil Ambulans Selengkapnya

Gresik Masuk Zona Kuning, Tetap Manut Protokol Kesehatan


GRESIK,1minute.id – Kerja keras Satgas Covid-19 dibarengi sikap patuhmasyarakat mematuhi protokol kesehatan (Prokes) berbuah manis. Berdasarkan asesmen dari Kemeterian Kesehatan, Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik turun level 2 atau zona kuning. 

Selangkah lagi, syaratnya hanya satu yakni manut aturan pemerintah antara lain,  tetap menjaga prokes tidak mustahil Gresik bisa masuk level 1 atau zona hijau. Sebab, pemerintah melakukan percepatan vaksinasi kepada masyarakat. 

Berdasarkan data Asesmen Kementerian Kesehatan kondisi Gresik turun level 2 karena ada beberapa indikator. Yakni, bed occupancy rate (BOR/tingkat keterisian tempat tidur) rumah sakit dengan kapasitas 352 bed sebesar 6,43 persen. Positivity rate-nya 3,41 persen dibawah standar WHO 5 persen. Percepatan vaksinasi 37,90 persen atau 383.375 penduduk telah mendapatkan vaksin dosis pertama per 7 September 2021. Pengetesan 3,72 melebihi target WHO 2 ,77 per 6 September 2021. 

Selain, Pemkab Gresik dibawah komando Satgas Covid-19 yang juga Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani telah menyiapkan tempat isolasi terpusat di Stadion Gelora Joko Samudro (G-JOS).

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengajak para mahasiswa untuk ikut melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk mengikuti serbuan vaksinasi yang dilakukan oleh Pemkab Gresik. “Vaksinasi aman dan halal. Tetap mematuhi protokol kesehatan,”kata Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani ketika meninjau vaksinasi masal di Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) pada Rabu, 8 September 2021. (yad)

Gresik Masuk Zona Kuning, Tetap Manut Protokol Kesehatan Selengkapnya

Pantau Vaksinasi di UMG, Bupati Ajak Mahasiswa ikut Sosialisasi Vaksin Aman dan Halal

GRESIK,1minute.id – Antusiasme mahasiswa dan masyarakat sekitar Kampus Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) untuk mengikuti vaksinasi mendapatkan apresiasi dari Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani.  

Dihadapan peserta vaksinasi dan civitas akademika UMG, nomor satu di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik itu memastikan vaksinasi aman. Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani meminta kepada mahasiswa untuk ikut mensosialisasikan kepada masyarakat lainnya bahwa vaksin ini aman dan halal.

“Jangan takut vaksin, semua sudah dipastikan aman. Vaksin ini membuat sistem kekebalan tubuh meningkat, mampu mengenali dan dengan cepat melawan bakteri penyebab infeksi (Covid-19),” kata Gus Yani kepada peserta vaksinasi pada Rabu, 8 September 2021.

Kehadiran Bupati Fandi Akhmad Yani disambut oleh Rektor UMG Eko Budi Leksono. Mereka kemudian keliling melihat kesiapan vaksinator, tempat vaksin hingga memantau ruang KIPI (kejadian ikutan pasca imunisasi). UMG menyiapkan 2 ribu dosis pertama vaksin merek Sinovac buatan Tiongkok ini.

Gus Yani dihadapan peserta vaksin tidak lupa mengingatkan pentingnya menjaga protokol kesehatan. “Meskipun sudah di vaksin dan kekebalan tubuh kita meningkat, namun protokol kesehatan harus tetap diterapkan. Ini adalah upaya kita semua, termasuk kolaborasi antara pemerintah dengan UMG untuk memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19 di Kabupaten Gresik melalui percepatan vaksinasi,”kata mantan Ketua DPRD Gresik itu. 

Sementara itu, Rektor UMG Eko Budi Laksono mengatakan pihaknya mengalokasikan 2 ribu dosis vaksin. “Sasarannya adalah para mahasiswa dan juga masyarakat sekitar,”kata Eko Budi Leksono. UMG ,imbuhnya, turut berkomitmen mendukung upaya pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19 di Gresik “Vaksinasi sebagai ikhtiar  dalam hal percepatan vaksinasi yang saat ini kami laksanakan,”ujarnya. (yad)

Pantau Vaksinasi di UMG, Bupati Ajak Mahasiswa ikut Sosialisasi Vaksin Aman dan Halal Selengkapnya

Pemkab Siapkan Gedung baru MUI Gresik, Tiga Lantai

GRESIK,1minute.id – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Gresik akan memiliki gedung baru. Gedung baru itu berada di Kompleks Masjid Agung Maulana Malik Ibrahim. Peletakan batu pertama pembangunan gedung tiga lantai diatas lahan seluas 17.058 meter persegi (m²) itu dilakukan oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani pada Rabu, 8 September 2021.

Selama ini, kantor MUI menempati salah satu bangunan di Masjid Agung di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Gresik. 
Pembangunan gedung MUI ini dibiayai anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) secara bertahap. Tahap pertama dimulai tahun ini. Tahap berikutnya melalui APBD 2022.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, keberadaan gedung baru MUI ini diharapkan dapat memberi manfaat bagi masyarakat. Tak hanya itu, dalam proses pembangunan gedung, Gus Yani meminta kepada pemenang lelang untuk melibatkan masyarakat sekitar.

“Saya minta masyarakat sekitar juga ada yang terlibat, sehingga pembangunan gedung ini turut memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar,”kata Gus Yani.
Dirinya juga meminta agar pembangunan ini dilaksanakan tepat waktu dan juga memperhatikan pentingnya kualitas bangunan. “Selain ketepatan waktu, saya minta kualitas gedung juga harus diperhatikan,” tegas mantan Ketua DPRD Gresik itu. 

Sementara itu, Ketua MUI Gresik KH. Mansoer Shodiq menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Gresik telah menyetujui dibangunnya gedung baru MUI. “Kami mewakili MUI mengucapkan terima kasih atas dibangunnya gedung baru. Semoga dengan adanya gedung baru ini semakin menambah spirit kami untuk terus memberikan manfaat bagi masyarakat Gresik,”kata Kiai Mansoer Shodiq. (yad)

Pemkab Siapkan Gedung baru MUI Gresik, Tiga Lantai Selengkapnya

Pemkab Gresik dan Unusa Jalin Kerjasama Peningkatan SDM Bidang Pendidikan dan Kesehatan

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik menjalin kerjasama dengan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya(Unusa). Kerjasama dalam  bidang Pendidikan,  Kesehatan dan Pengabdian Masyarakat. 
Nota kesepahaman (MoU) ditandatangani oleh Rektor Unusa Prof Achmad Jazidie dengan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dilakukan di Ruang Rapat Rektor Lantai 8 Tower Unusa Kampus B Jemursari Surabaya pada Jumat, 3 September 2021.

Nota kesepahaman ini disaksikan oleh Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, Plt Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik Hariyanto, Kepala Bagian Administrasi Pemerintahan Pemkab Gresik Nurlaelie Indah. Serta, Jajaran Rektorat Unusa. 

Rektor Unusa Prof Achmad Jazidie mengatakan kerjasama seperti ini sangat diperlukan untuk menyinergikan potensi yang dimiliki para pihak agar dapat memberikan dampak yang lebih besar. “Kami berharap ada hubungan yang dekat antara dunia kampus dan industri termasuk di dalamnya pemerintah daerah. Sinergi perguruan tinggi dan pemerintah daerah memang perlu supaya ada titik temu kebijakan untuk kemajuan daerah serta meningkatkan sumber daya manusia di kedua belah pihak,”ujar Jazidie dalam sambutannya.

Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyatakan sependapat dengan pernyataan Rektor Jazidie, untuk sinergi positif antara kampus dan pemerintah. “Kita sudah mempersiapkan implementasi dari kerja sama ini. Semoga implementasi tersebut dapat maksimal dilaksanakan supaya membawa kemajuan bagi kedua belah pihak terutama Kabupaten Gresik. Terima kasih sudah mau mendampingi Kabupaten Gresik agar dapat meroket,”kata Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani itu.

Nota kesepahaman yang diteken Rektor Jazidie dengan Bupati Fandi Akhmad Yani ini. dantaranya bidang pendidikan, penelitian dan pengembangan, pengabdian masyarakat. Selain itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), perencanaan strategis daerah, kajian dan evaluasi pembangunan daerah,pendampingan dan bantuan teknis implementasi pembangunan daerah, pendampingan dan bantuan teknis peningkatan pendapatan asli daerah (PAD), serta penyelenggaraan Merdeka Belajar – Kampus Merdeka. (yad)

Pemkab Gresik dan Unusa Jalin Kerjasama Peningkatan SDM Bidang Pendidikan dan Kesehatan Selengkapnya

Pemkab Mulai Mencairkan Ganti Rugi Tanah untuk Normalisasi Kali Lamong


GRESIK, 1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik mulai melakukan pembebasan lahan untuk proyek normalisasi Kali Lamong. Untuk tahap awal ini, ada sepuluh bidang lahan yang dilakukan pembayaran ganti rugi untuk masyarakat pemilik lahan di Desa Tambakberas dan Jono, Kecamatan Cerme, Gresik. 

Pembayaran ganti rugi senilai Rp 5,9 miliar dilakukan di Balai Desa Tambakberas itu disaksikan oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail dan forum pimpinan kecamatan setempat pada Selasa, 31 Agustus 2021. Masyarakat penerima ganti rugi proyek percepatan normalisasi Kali Lamong itu semringah. 

Abdul Hadi dan Imam Santoso, diantaranya. Abdul Hadi, pemilik lahan dan bangunan seluas 141 m² di Desa Jono mendapatkan nilai ganti rugi sebesar Rp 772.735.900. Sedangkan, Imam Santoso, pemilik tanah seluas 1.739 m² mendapatkan ganti rugi Rp 709.508.089.

Proses pembebasan lahan normalisasi Kali Lamong ini tergolong cepat. Pembebasan lahan perdana ini sebagai tonggak awal pemerintahan yang memiliki tagline “Gresik Baru” untuk mengakhiri penderitaan masyarakat sepanjang bantaran Kali Lamong akibat banjir selama puluhan tahun itu.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengapresiasi masyarakat yang sukarela melapas lahan untuk proyek normalisasi Kali Lamong ini. “Mudah-mudahan ini menjadi rezeki yang barokah karena mau merelakan tanahnya untuk proyek kemanusiaan ini. Sampeyan mendapatkan pahala. Semoga berkah,”kata Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani.

Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani menambahkan, masyarakat yang merelakan lahannya untuk proyek percepatan normalisasi Kali Lamong akan tercatat di prasasti.  “Iki gawe kepentingan wong akeh.Alhamdulillah sampeyan untung. (Pemerintahan) tidak ada niatan merugikan bapak dan ibu,”tegas mantan Ketua DPRD Gresik dalam sambutannya. 

Ganti rugi pembebasan lahan ditengah pandemi Covid-19 yang belum berakhir diharapkan bisa stimulus bagi pemkab Gresik melakukan percepatan pemulihan ekonomi masyarakat.  Lebih lanjut ia menyatakan untuk tahap awal ini ĺpemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik telah menganggarkan untuk pembebasan lahan normalisasi Kali Lamong melalui APBD 2021 sebesar Rp 30 miliar. Pemkab hanya memiliki kewenangan membebaskan lahan dibawah 5 hektare.

“Anggaran pembangunan awal Tanggul dikerjakan oleh BBWS sebesar Rp 100 miliar. BBWS sudah melakukan pekerjaan penanggulan Kali Lamong di Desa Jono,”katanya. 

BANJIR KALI LAMONG: Kondisi Jalan Desa Tambakberas, Kecamatan Cerme saat banjir Kali Lamong pada 3 Januari 2021. Kondisi memprihatinkan ini terjadi setiap tahunnya dan sudah puluhantahun. (Foto: Chusnul cahyadi/1minute.id)

Sementara itu, Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Gresik Asep Heri menambahkan, tahap awal ada 54 bidang dengan luas 4,8 hektare yang dibebaskan. “Hari ini, ganti rugi dibayar 10 bidang kepada masyarakat senilai Rp 5,9 miliar,”ujarnya. Rinciannya, 8 bidang untuk masyarakat Desa Tambakberas dan 2 bidang warga Desa Jono.

“Sebanyak 44 bidang sisanya akan dibayar pada September nanti,”kata Asep Heri yang juga Ketua pengadaan tanah normalisasi Kali Lamong ini. Asep Heri juga mengapresiasi sikap masyarakat yang legawa melepaskan sebagaian lahan untuk proyek kemanusiaan ini. “Ganti rugi ini penghormatan kepada pemilik tanah,”,tegasnya. Pembebasan lahan perdana ini tergolong lancar. Tim pengadaan membutuhkan waktu sebulan.  

Lalu akan digunakan untuk apa uang ganti rugi tersebut? Murti, pemilik tanah di Desa Jono mengaku akan digunakan untuk membeli rumah lagi. “Semoga masih ada sisanya,”kata Murti yang tinggal di bantaran Kali Lamong di Desa Jono sejak 1991 itu. Ia mengaku selama 30 tahun hampir tiap tahun kebanjiran. “Tahun lalu saja, empat kali rumah kebanjiran,”ungkapnya.  Murti memiliki lahan dan bangunan seluas 141 m² mendapatkan ganti rugi sekitar Rp 700 jutaan. “Ganti ruginga hampir Rp 700 jutaan,”katanya. (yad)

Pemkab Mulai Mencairkan Ganti Rugi Tanah untuk Normalisasi Kali Lamong Selengkapnya

Bupati Melakukan Mutasi, Rotasi, dan Promosi, Pemkab Butuh ASN Pelayanan Cepat dan Integritas

GRESIK,1minute.id –  Mutasi, rotasi dan promosi dilakukan oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani pada Senin, 30 Agustus 2021. Penyegaran kali pertama ini sebanyak 483 aparat negeri sipil (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik. Ratusan pejabat itu mulai eselon II, III dan IV. 

Pengukuhan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, Admistrator, Pengawas dan Kepala Sekolah di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Gresik ini dihelat di Hall Parkir Selatan Kantor Bupati di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas, Gresik. 

“Pelantikan membawa berkah bagi masyarakat Gresik,”kata Bupati Fandi Akhmad Yani usai pelantikan pada Senin, 30 Agustus 2021. Gus Yani-sapaan akrabnya didampingi Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah dan Ketua DPRD Gresik Much Abdul Qodir. 
Gus Yani berharap, pelantikan kali pertama ini memberikan energi positif dan semangat baru di Pemkab Gresik ditengah masa pandemi Covid-19 yang belum berujung.

Sehingga diperlukan penyegaran personel di lingkungan Pemkab Gresik. ” (Pemkab Gresik) membutuhkan para ASN yang siap berjuang, punya integritas dalam melaksanakan tugas, menjalankan birokrasi pemerintahan lebih baik. Untuk memberikan pelayanan terbaik dan cepat di Kabupaten Gresik,”tegas mantan Ketua DPRD Gresik itu. 

Masyarakat Gresik, imbuhnya, butuh birokrasi yang ada kepedulian kepada masyarakat, birokrasi cepat, merubah mindset bahwasanya pandemi Covid-19 sangat memprihatinkan buat masyarakat. “Dibutuhkan SDM lebih cepat, lebih peka dan mudah-mudahan berkah bagi masyarakat Gresik,”harapnya. 

Dalam mutasi, rotasi dan promosi yang menjadi perhatian publik adalah di eselon II. Ada 18 posisi yang rombak oleh Bupati Fandi Akhmad Yani. Meraka adalah Andhy Hendro Wijaya menjadi staf Ahli Bupati bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik. Darmawan sebelumnya Sekretaris DPRD Gresik jabatan barunya staf ahli Bupati bidang ekonomi dan social.  Hermanto T.H Sianturi staf Ahli Bupati bidang Ekonomi dan Sosial sebelumnya Kepala Bappeda Gresik.

TEMPAT PELANTIKAN: (ki-ka) Ketua DPRD Gresik Much Abdul Qodir, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Wakil Ketua DPRD Gresik Mujib Ridwan memasuki tempat pelatikan di hall parkir Selatan Kantor Bupati pada Senin, 30 Agustus 2021 ( Foto: chusnul cahyadi/1minute.id)

Deretan asisten masing masing Abu Hassan (administrasi Umum) sebelumnya Kasat Pol PP ; Nadlif, semula Kepala BKD menempati pos baru Asisten dan Kesra dan Gunawan Setijadi, Kepala DPUTR menjabat Asisten bidang Perekonomian dan Pembangunan.

Syaifuddin Ghozali, Kadinkes jabatan barunya  Kepala Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak (KBPPA). Nuri Mardiana di definitif menjadi Kepala BPPKAD. Sedangkan Kadis Kepemudaan dan Olahraga dijabat Agustin Halomoan Sinaga sebelumnya Kepala Disbudpora.

Berikutnya, Sutaji Rudy, Kadis Pertanahan menempati jabatan yang ditinggalkan oleh Sinaga. Kursi yang ditinggalkan Sutaji ditempati oleh Nanang Setiawan sebelumnya Kadishub Gresik. Kursi Kadishub ditempati oleh Tursilowanto Harijo sebelumnya menjabat Asisten pemerintahan. 

Kemudian Siti Jaiyaroh sebelumnya Kepala Perpustakaan dan kearsipan Gresik menempati jabatan baru Kadiskominfo menggantikan posisi Budi Raharjo yang menduduki Kepala Dinas tenaga Kerja. Budi menggantikan Ninik Asrukin dengan jabatan barunya Kadis Perpustakaan dan kearsipan Gresik. 

Pejabat eselon II yang lain yaitu Achmad Washil Miftahul Rachman  menjabat Kepala Dinas PUTR, Ida Lailatussa’diyah menjabat Kadis Perumahan dan Kawasan Pemukiman menggantikan Washil. (yad)

Bupati Melakukan Mutasi, Rotasi, dan Promosi, Pemkab Butuh ASN Pelayanan Cepat dan Integritas Selengkapnya

Giliran Ekspor Komiditas Mangga, Sinergi Pemkab dan Bea Cukai, Percepatan Desa Devisa

GRESIK,1minute.id – Komiditas pertanian Kota Santri semakin diminati mancanegara. Setelah ekspor kacang hijau ke Filipina. Kini, giliran ekspor mangga asal Desa Gedangan, Kecamatan Sidayu. Mangga Sidayu ini masuk pangsa pasar ekspor ke negeri jiran, Singapura.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani melepas ekspor perdana mangga ke negeri Singa itu pada Kamis, 26 Agustus 2021. Bupati Fandi Akhmad Yani didampingi Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Cukai dan Cukai Tipe Madya Pebean B Gresik Bier Budi Kismulyanto dan Kepala Dinas Pertanian Gresik Eko Anindito Putra. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyatakan ekspor mangga ke Singapura ini patut mendapatkan apresiasi. Sebab, di masa pandemi tidak mudah untuk bisa melakukan ekspor ke luar negeri. “Ekspor perdana ini mampu mendongkrak perekonomian petani Mangga di Kecamatan Sidayu khususnya, dan  Kabupaten Gresik,”kata Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani.

Buah mangga ini adalah hasil usaha kecil menengah mikro (UMKM) bekerjasama dengan Dinas Pertanian, Diskoperindag dan kantor Bea Cukai Gresik. “Yang membanggakan mangga ini mampu bersaing dengan mangga dari kabupaten/kota lainnya,”ujar mantan Ketua DPRD Gresik itu. Ia pun berpesan kepada para petani untuk menjaga kualitas panen. “Sehingga mangga Gedangan bisa menjadi magnet di mancanegara,”tegasnya. 

Ekspor perdana ke Singapura ini menjadi titik awal pertumbuhan perekonomian masyarakat Gresik khususnya petani mangga. Ekspor Mangga ini hasil dari sinergi antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab Gresik) dengan Kantor Bea Cukai Gresik. “Karena untuk mempertahankan pangsa pasar di tengah pandemi ini tidaklah mudah.  Pemkab Gresik bekerjasama dengan Bea Cukai Gresik untuk membantu proses ekspor ini sehingga menjadi mudah untuk pengiriman ke Singapura,”ungkap Gus Yani.

Sehari sebelumnya, Gus Yani mengungkapkan komoditas Mangga asal Gresik sangat diminati oleh masyarakat mancanegara. Diantaranya, Tiongkok. Sebab, mangga Gresik cukup lezat. Kondisi tanah kapur dianggap sangat cocok untuk tanaman mangga.

Gus Yani berharap ekspor komoditas pertanian semakin cepat dalam pemulihan ekonomi di tengah pandemi Covid-19 ini. Gus Yani optimistis semakin banyak komoditas pertanian masuk pangsa ekspor akan mempercepat terbentuk Desa Devisa di Gresik. (yad)

Giliran Ekspor Komiditas Mangga, Sinergi Pemkab dan Bea Cukai, Percepatan Desa Devisa Selengkapnya

Bupati Melantik Empat Kades Antarwaktu

GRESIK,1minute.id – Diana Eviana semringah. Mengenakan pakaian dinas upacara (PDU) perempuan asal Desa Metatu, Kecamatan Benjeng itu berdiri tegak saat Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani melantik sebagai Kepala Desa Metatu di Ruang Mandala Bakti Praja Kantor Bupati Gresik pada Kamis, 26 Agustus 2021.

Diana satu dari empat kades yang terpilih sebagai Kepala Desa antarwaktu karena kades sebelumnya berhalangan tetap. Meninggal, diantaranya. Tiga kades lainnya adalah Kades Gumeno, Kecamatan Manyar Hasan Fatoni ;  Kades Punduttrate, Kecamatan Benjeng Muslik dan Kades Gelam, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean Abdus Salam. 

Pelantikan empat kades antarwaktu dengan masa jabatan 2021-2025 itu berlangsung khidmat. Bupati Fandi Akhmad Yani didampingi Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah menyampaikan selamat atas pelantikan para Kades tersebut.  

“Anda adalah orang yang terpilih. Anda sudah dipercaya memimpin masyarakat, tentu saja Anda juga harus bisa menjadi teladan bagi masyarakat di desa. Anda harus bekerja keras untuk memajukan desa. Anda juga harus bisa berempati terhadap masyarakat desa,”pesan Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani.

Gus Yani juga mengingatkan tentang pandemi Covid-19 belum berujung. Pagebluk paling mematikan di era modern itu masih berada disekitar kita. Gus Yani  meminta kepada para kades agar bekerja keras membantu meringankan beban masyarakat.

“Beban masyarakat saat ini sangat berat dalam menghadapi pandemi, butuh kecerdasan agar anda bisa mencari jalan keluar untuk segala kesulitan masyarakat. Kami disini akan selalu terbuka kepada anda untuk memberikan berbagai konsultasi untuk solusi segala permasalahan di desa,”kata Gus Yani. (yad) 

Bupati Melantik Empat Kades Antarwaktu Selengkapnya

Bupati Lepas Ekspor 250 Ton Kacang Hijau ke Filipina, Selanjutnya Bisa Mangga ke Tiongkok

GRESIK,1minute.id – Ekspor komoditas pertanian kembali bergairah. Diantaranya, ekspor kacang hijau ke Filipina. Ekspor perdana di masa PPKM Level 3 ini dilepas oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dari gudang PT Agrotani Sukses Sejahtera berlokasi di Desa Metatu, Kecamatan Benjeng, Gresik pada Rabu, 25 Agustus 2021.

Ekspor kacang hijau sebanyak 250 ton atau senilai Rp 4,6 miliar. Ratusan ton kacang hijau buram diangkut sepuluh kontainer menuju Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya disaksikan oleh perwakilan Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya dan Dinas Pertanian Gresik. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyatakan, ekspor kacang hijau ke Filipina sebanyak 250 ton dari target 1.000 ton suatu terobosan yang harus mendapatkan apresiasi. Sebab, ditengah pandemi Covid-19 masih tetap bisa ekspor. Gus Yani-panggilan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani berharap tidak hanya kacang hijau. Tapi, komoditas pertanian lainnya. Mangga, misalnya.

“Saya sangat bangga, kacang hijau kita bisa mendunia,” ujarnya. Menurut dia, sektor pertanian ke depan harus terus digenjot. Sebab, selama ini sektor tersebut terkesan kurang bergairah. “Saya minta Dispertan bisa meningkatkan hasil pertanian agar bisa diekspor. Saat ini kami sedang mencoba mengembangkan mangga. Permintaan dari China sangat tinggi,” katanya. Gus Yani berharap ekspor ini bisa menjadikan terbentuk Desa Devisa di Gresik. 

Senada diungkapkan Kasi Pelayanan Operasional Karantina Tumbuhan Balai Karantina Pertanian Surabaya Tupa Sarihon M Hutabarat. Pihaknya sangat mengapresiasi ekspor kacang hijau dari Gresik. “Selama ini, kita impor dari Myanmar sangat tinggi untuk kacang hijau. Sekarang Gresik bisa ekspor ini sungguh luar biasa,”ujarnya.

Ditambahkan, pihaknya sudah memantau langsung seluruh kacang hijau yang akan di ekspor ke Filipina ini. Dan kondisinya sangat bagus. “Kami memberikan dukungan penuh kepada para petani untuk terus mengembangkan pasarnya,”imbuh dia.

EKSPOR KACANG HIJAU: Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani (berkopyah) foto bareng sebelum melepas ekspor 250 ton kacang hijau ke Filipina pada Rabu, 25 Agustus 2021 ( Foto: chusnul cahyadi/1minute.id)

Sementara itu, Direktur PT Agrotani Sukses Sejahtera Sumanto Margo Suwitomengatakan pihaknya berkomintmen untuk membantu petani kacang hijau. Pihaknya siap melakukan MoU dengan Dispertan. Harga terendah sebesar Rp 14.000. “Dan, kalau harga diatas Rp 14 ribu pihaknya akan membeli sesuai harga pasaran tersebut. 

Sumanto mengaku komitmen itu belum secara resmi. “Kapanpun Dispertan minta MoU kami sangat siap. Kami berkomitmen membantu mensejahterakan petani Gresik,”imbuhnya. Ditambahkan, untuk saat ini kacang hijau yang di ekspor sebanyak 250 ton. Total untuk 2021 ada seribu ton yang akan dikirim ke luar negeri.“Kami targetkan tahun ini seribu ton bisa dikirim. Sekarang sudah 650 ton,” pungkasnya.

Terpisah, Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Gresik Hamzah Takim mengatakan pihaknya akan mengawal MoU harga antara PT Agrotani Sukses Mandiri dengan Dispertan. Ini sangat menguntungkan petani. “Jadi kami minta Dispertan segera merealisasikan. Serta memfasilitasi para petani,”ungkapnya. (yad)

Bupati Lepas Ekspor 250 Ton Kacang Hijau ke Filipina, Selanjutnya Bisa Mangga ke Tiongkok Selengkapnya