Paslon Gus Yani-dr Alif Komitmen akan Melanjutkan Normalisasi Kali Lamong

GRESIK,1minute.id – Pasangan Calon atau Paslon Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani – dr Asluchul Alif menegaskan komitmen melanjutkan mitigasi bencana hidrometeorologi. Yakni, normalisasi Kali Lamong, Pembangunan embung air atau kolam retensi (retarding basin) dan kedepan pengendalian debit air Kali Lamong akan terus dilakukan.

Gus Yani-sapaan akrab-Fandi Akhmad Yani menyebut, selama ini dalam penangganan Kali Lamong di Gresik selatan selalu terkendala dan saling melempar kewenangan. Namun dengan pendekatan dan berkomunikasi intens dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Balai Besar Wilayah Sungai atau BBWS Bengawan Solo akhirnya bisa menemukan solusi pengerjaanya.

”Dengan menurunkan ego sektoral dan berkomunikasi dengan instansi terkait akhirnya bisa saling sinergi dalam pengendalian banjir akibat luapan kali Lamong yang selama ini menjadi kendala,” kata Gus Yani dalam Debat Publik Pemilihan Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Gresik di Hotel AstonInn pada Rabu malam, 20 November 2024.

Debat publik kali kedua atau kali terakhir yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum atau KPU Gresik ini, paslon nomor urut #1 ini memakai setelan batik khas Gresik. Selama 3,5 tahun masa kepempinan pertama, Fandi Akhmad Yani bersama Wabup Aminatun Habibah telah melakukan normalisasi lebih dari 40 kilometer.

Data yang didapat 1minute.id Sungai Kali Lamong memiliki luas Daerah Aliran Sungai atau DAS lebih kurang 720 kilometer persegi (km²) dengan panjang alur sungai lebih kurang 103 kilometer serta memiliki 7 anak sungai. Lebih kurang 58 kilometer dari 103 kilometer panjang alur Sungai Kali Lamong itu melintas di Kabupaten Gresik. Panjang alur sungai Kali Lamong mengalir jauh mulai dari Kecamatan Balongpanggang, Benjeng, Cerme, hingga Kecamatan Kebomas berbatasan dengan Kota Surabaya.

Daerah Aliran Sungai Kali Lamong melewati 4 kabupaten dan satu Kotamadya, yaitu Kabupaten Gresik, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Jombang dan Kota Surabaya. 

Data Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Gresik pada 2022, Kabupaten Gresik memiliki persentase 44 persen cakupan dengan luas 310,12 kilometer persegi, diikuti dengan Kabupaten Lamongan dengan persentase 39 persen yang memiliki luas 276 kilometer persegi, Kabupaten Mojokerto dengan persentase 11 persen yang memiliki luas 80,56 kilometer persegi. Kemudian, Kabupaten Jombang dengan persentase 4 persen yang memiliki luas 26,06 kilometer persegi yang terkecil ada pada wilayah Kota Surabaya dengan persentase 3 persen yang memiliki luas wilayah 18,06 kilometer persegi.

Gus Yani akan melanjutkan normalisasi Kali Lamong ini bila mendapatkan amanah dari warga Kota Santri-srbutan lain-Kabupaten Gresik dalam pemilihan bupati atau Pilbup Gresik pada 27 November 2024. Usai debat publik, Gus Yani dan dr Alif mengatakan, pada hari coblosan meminta masyarakat Gresik untuk tidak golput. Dan, menentukam pilihan serta menitipkan harapan kepada paslon Yani – Alif. 

Sebab, pasangan Yani-Alif telah menjadi satu untuk mengabdi untuk kemajuan dan melayani masyarakat Kabupaten Gresik. “Kami Yani-Alif berkomitmen dan siap mengemban amanah, doakan kami terus konsisten dan istikomah mengabdi demi kemajuan Kabupaten Gresik,” ujar Gus Yani didampingi Cawabup Gresik dr Asluchul Alif. (yad)

Paslon Gus Yani-dr Alif Komitmen akan Melanjutkan Normalisasi Kali Lamong Selengkapnya

Pascabanjir, Bupati Gresik Normalisasi Kali Lamong Dilanjutkan

GRESIK,1minute.id – Banjir luapan Kali Lamong telah surut. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan komitmen untuk melanjutkan normalisasi Kali Lamong. Hasilnya sudah bisa terasakan meskipun belum maksimal. Normalisasi Kali Lamong mulai Kecamatan Balongpanggang, Benjeng, Cerme, Kedamean dan Menganti akan kembali dikemukakan. Sedangkan, anak-anak sungai Kali Lamong juga akan dilakukan inventarisasi pada titik rawan jebol. 

Luapan Kali Lamong yang sempat melanda sejumlah kecamatan di Gresik Selatan disebabkan curah hujan tinggi juga sejumlah tanggul di anak Kali Lamong jebol. Diantaranya, tanggul Desa Beton, Kecamatan Menganti. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani sempat mengungkapkan rencana Pemkab Gresik untuk membuat kolam retensi di tiga titik yakni Benjeng, Kedamean dan Cerme. 

Menurut Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani penanganan banjir jangka pendek dengan normalisasi. “Kalau jangka panjang kita bikin kolam retensi. Ini upaya kita, meskipun ini bukan kewenangan kita, tapi kita akan berjuang demi masyarakat karena kita punya martabat,” tegasnya pada Sabtu, 4 Maret 2023.

Sementara konsep kolam retensi adalah menampung volume air ketika debit mencapai maksimum sungai. Kemudian secara perlahan akan mengalir kembali ke sungai ketika debit di sungai sudah kembali normal. 

Secara spesifik kolam retensi akan menyerap besarnya puncak banjir yang ada di sungai. Sehingga potensi overtopping yang mengakibatkan tanggul dan luapan sungai bisa tereduksi. Kolam retensi akan dibangun 5 hektare dengan kedalaman 4 meter. Sehingga nantinya mampu menampung 200 ribu m³ air. Bila membangun 3 kolam retensi air yang bisa ditampung sebanyak 600 ribu m². 

Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani meninginkan ada kolam retensi juga di Balongpanggang. Jadi, ketika air kiriman dari Mojokerto dan Lamongan bisa masuk ke kolam retensi di Balongpanggang. Hal ini membuat debit air Kali Lamong yang mengalir dari hulu ke hilir bisa berkurang.

Lalu, kolam retensi juga dibangun di Desa Cermen, Kecamatan Kedamean yang merupakan dataran rendah. Sehingga air bisa tertampung di kolam retensi tidak sampai membuat tanggul anak Kali Lamong jebol lagi. Tak hanya itu, kolam retensi itu juga ada di Cerme. “Dengan adanya pengerukan Kali Lamong dan tiga kolam retensi penampung air ini, setidaknya kita bisa mengendalikan banjir,” mantan Ketua DPRD Gresik itu. (yad)

Pascabanjir, Bupati Gresik Normalisasi Kali Lamong Dilanjutkan Selengkapnya

Giliran Warga Desa Lundo Terima Ganti Rugi untuk Percepatan Normalisasi Kali Lamong 

GRESIK,1minute.id – Normalisasi Kali Lamong terus dilakukan oleh pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik. Ikhtiar terus dilakukan oleh Pemkab Gresik dalam penanganan banjir Kali Lamong. Diantaranya, menyiapkan lahan untuk digunakan menjadi bagian sistem pengendalian banjir.

Kali ini, Pemkab Gresik bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN) Gresik memberikan ganti rugi pembebasan tanah di Balai Desa Lundo, Kecamatan Benjeng pada Jumat, 11 November 2022.

Kegiatan penyaluran ganti rugi ini dilakukan langsung oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama dengan Kepala BPN Gresik Asep Heri didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPU-TR) Gresik Achmad Hadi serta Muspika setempat. 

“Penyerahan tanah untuk penganganan banjir kali lamong ini merupakan ladang ibadah bagi panjenengan semua, dan semoga menjadi berkah,”ujar Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani dalam sambutannya.

Banjir memang suatu bencana. Tetapi yang bisa dilakukan adalah pengendalian. Salah satu upayanya adalah dengan responsif seperti saat tanggul jebol di Desa Cermen, Kecamatan Kedamean pada Oktober 2022. Dan hal lain adalah upaya pembebasan lahan sepanjang aliran sungai untuk pengendalian banjir.

Untuk Desa Lundo, ada lima pemilik tanah yang tanahnya terdampak dalam program pengadaan tanah untuk pembangunan pengembangan sistem pengendalian banjir Kali Lamong.

“Kita dari Pemerintah Kabupaten Gresik akan terus konsisten dalam pembebasan tanah sepanjang Kali Lamong. Tujuannya tidak lain adalah tanah yang sudah dibebaskan tersebut bisa dimanfaatkan tidak hanya normalisasi, tetapi juga untuk pembangunan fasilitas pengendalian banjir Kali Lamong,”tegas Gus Yani. 

Sementara itu, Kepala BPN Gresik Asep Heri menyampaikan bahwa untuk pembebasan tanah tahun ini ditargetkan mencakup 3 kecamatan dan 4 desa. Rinciannya yakni Desa Jono (Kecamatan Cerme), Desa Lundo (Kecamatan Benjeng), Desa Sekarputih dan Desa Wotansari (Kecamatan Balongpanggang), dengan nilai total sebesar Rp 9,6 miliar.

“Hari ini, kita undang sebanyak 5 pemililk tanah di Desa Lundo dengan tanah seluas 927 m² dengan jumlah total ganti rugi sebesar Rp 565.746.270,”terang Asep Heri. Terkait capaian proses pembebasan tanah, Asep Heri menjelaskan hingga hari ini capaian sebesar 28,81%. “Sisanya sebesar 1,7 hektar dengan nilai ganti rugi senilai Rp. 7,3 miliar Insya Allah akan kita kebut untuk selesai di tahun ini,”imbuhnya. 

Nurali Widodo, salah satu warga Lundo penerima ganti rugi mengaku sangat senang dengan langkah yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Gresik. Pemilik tanah dengan luas 238 m² ini mendukung penuh langkah Pemerintah Kabupaten Gresik dalam upaya penanganan banjir Kali Lamong. “Apalagi nilai ganti ruginya juga sangat layak. Rencananya uangnya akan digunakan untuk memperbaiki rumah,”katanya. (yad)

Giliran Warga Desa Lundo Terima Ganti Rugi untuk Percepatan Normalisasi Kali Lamong  Selengkapnya

Ganti Rugi Tahap Pertama Normalisasi Kali Lamong Kelar, Satu Konsiyansi

GRESIK,1minute.id – Tuntas sudah proses ganti rugi tanah untuk proyek Normalisasi Kali Lamong. Ganti rugi tahap pertama. Kayin, 63, warga Desa Jono, Kecamatan Cerme dan hak waris Ny Sarmi, warga Desa Putat Lor, Kecamatan Menganti kali terakhir menerima pembayaran ganti rugi proyek normalisasi Kali Lamong.

Pelepasan dan ganti hak atas tanah kedua warga itu dipusatkan di Desa Jono pada Selasa, 16 Agustus 2022. Kayin yang rumahnya seluas 124 meter persegi (m²) terkena dampak proyek normalisasi Kali Lomong mendapatkan ganti rugi sebesar Rp 396,8 juta. Sedangkan, Hari Santoso, ahli waris keluarga Ny Sarmi lahannya seluas 213 m² menerima ganti rugi Rp 80,5 juta. 

“Proses ganti rugi tahap pertama ini tertunda. Lebih baik tertunda daripada tidak sama sekali,”dalih Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik Achmad Hadi dalam sambutannya. Seharusnya, ganti rugi dilakukan pada 2021. “Penyebabnya, proses verifikasi administrasi belum lengkap sehingga pembayaran ganti rugi dilakukan sekarang,”tambah Hadi. 

Sementara itu, Kasi Pengadaan Tanah BPN Gresik Dading Wirya Kusumah menambahkan, pembebasan lahan tahap pertama sejatinya menyisakan 3 bidang tanah. “Dua bidang ganti rugi hari ini. Satu lagi, dititipkan ke Pengadilan Negeri Gresik,”kata Dading dalam sambutannya yang dihadiri muspika Cerme dan Menganti serta Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Gresik Alifin N Wanda ini.

Informasi yang dihimpun, konsiyansi ganti rugi dilakukan karena para ahli waris belum sepakat besaran ganti rugi. Sehingga, panitia pembebasan lahan menitipkan uang ganti rugi kepada Pengadilan Negeri Gresik. 

Camat Cerme Umar Hasyim mengatakan, tahap kedua di Desa Jono masih ada 14 bidang yang harus dibebaskan. “Semoga proses ganti rugi bisa lancar. Persoalan banjir Kali Lamong yang puluhan tahun bisa teratasi,”harap Umar Hasyim. 

Tahun ini, Pemkab Gresik menargetkan normalisasi Kali Lamong sepanjang 15 kilometer. Pengerjaannya dibagi menjadi dua bagian. Di wilayah hilir meliputi Desa Jono dan Pandu, Kecamatan Cerme. Kemudian, Desa Bangkelolor dan Bulurejo, Kecamatan Benjeng.

Sedangkan di wilayah huludiarahkan ke Desa Dapet, Sedapurklagen, Sekarputih, Wotansari,. Banjaragung dan Lundo, Kecamatan Balongpanggang. “Normalisasi ini terus dikerjakan lantaran cukup efektif menanggulangi dampak dari banjir Kali Lamong,”kata Kepala DPUTR Gresik Achmad Hadi. 

Dia berharap, normalisasi Kali Lamong bisa selesai sesuai rencana. Sehingga, keberadaan Kali Lamong selama ini dianggap bencana. “Normalisasi kelar, Kali Lamong bisa menjadi berkah bagi warga,”harap Hadi. (yad)

Ganti Rugi Tahap Pertama Normalisasi Kali Lamong Kelar, Satu Konsiyansi Selengkapnya

10 Ekskavator, 1 Unit Bantuan Bank Jatim, 2022 DPUTR Gresik Targetkan Normalisasi Kali Lamong Sepanjang 17 Kilometer 

GRESIK,1minute.id – Normalisasi Kali Lamong terus dikebut. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik tahun ini pekerjaan normalisasi sepanjang 17 kilometer. Target normalisasi Kali Lamong di Gresik Selatan itu diungkapkan oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik Achmad Hadi pada Rabu, 15 Juni 2022. Pemkab Gresik menerima bantuan satu unit ekskavator dari Bank Jatim. 

Bantuan program Corporate Social Responbility (CSR) itu diserahkan oleh Direktur Utama Bank Jatim Busrul Iman didampingi oleh corporate secretary Budi Sumarsono kepada Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. 

“Tambahan satu unit ekskavator untuk percepatan normalisasi mengurangi risiko banjir di musim hujan. Kami Pemerintah Kabupaten Gresik sangat berterima kasih atas kepedulian dari Bank Jatim. Mudah-mudahan alat ini membawa berkah dan manfaat untuk masyarakat Gresik,”kata Bupati Fandi Akhmad Yani. 

Kadis PUTR Gresik Achmad Hadi menambahkan, tambahan satu unit ekskavator ini merupakan alat berat kesepuluh sesuai spek. “Ada yang kecil ada yang long dan standar. Secara garis besar kebutuhannya untuk 2 aspek yaitu jalan dan kali lamong. Untuk sementara ini kita fokuskan di kali lamong,”kata Achmad Hadi. 

Kali Lamong dengan panjang 60 km tersebut sudah ada 3 titik alat berat yang diterjunkan yaitu di Desa Jono dan Pandu, Kecamatan Cerme dan Bangkelo lor, kecamatan Benjeng.

“Alat berat CSR dari Bank Jatim ini akan ditempatkan di Desa Bengkelo Lor. Salah satu tempat yang masih rawan potensi banjir ditambah dengan adanya waduk dan tanggul di daerah tersebut,”ungkapnya.

Hadi lalu menjlentrehkan perkembangan penanganan Kali Lamong setahun terakhir ini. Pada 2021, pihaknya telah mengerjakan normalisasi sepanjang 10 kilometer. Pada 2022, ditargetkan 17 kilometer. “Harapannya,  2023 sudah 80 persen normalisasi kita tuntaskan sehingga untuk 2024 hanya tinggal pembenahan spot potensi agak ringan,”terangnya. 

Hadi menambahkan 10 unit alat berat itu akan dioptimalkan hingga ruas Balongpanggang. Tepatnya, Desa Dapet. “Jadi perhatian kami dengan mengoptimalkan 10 alat berat termasuk CSR dari Bank Jatim ini kita harapkan akan mempercepat penanganan normalisasi banjir kali Lamong,”tandasnya. (yad)

10 Ekskavator, 1 Unit Bantuan Bank Jatim, 2022 DPUTR Gresik Targetkan Normalisasi Kali Lamong Sepanjang 17 Kilometer  Selengkapnya

Pemkab Ajak Perusahaan Sinergi, Kolaborasi Penanganan Normalisasi Kali Lamong

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten Gresik mengajak perusahaan di Kecamatan Kebomas berkolaborasi dan sinergi dalam penanganan banjir Kali Lamong. Caranya,  perusahaan mengalokasikan corporate Social Responsibility (CSR) untuk normalisasi Kali Lamong melalui paguyuban pengusaha. 

Penuntasan penanganan banjir Kali Lamong yang sudah puluhan tahun menjadi prioritas Pemkab Gresik.  Pertemuan perwakilan pengusaha di Kecamatan Kebomas dihelat di sebuah hotel di Jalan Veteran, Gresik itu dihadiri oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman dan Camat Kebomas Miftachul Huda.

Washil Miftachul Rachman mengatakan pertemuan dengan perwakilan perusahaan ini bertujuan untuk mendorong perusahaan-perusahaan di wilayah Kecamatan Kebomas untuk membentuk paguyuban, serta mengajak perusahaan untuk mendukung program pemerintah daerah dalam bentuk CSR untuk penanganan banjir di Kali Lamong.

“Dengan jumlah perusahaan sebanyak 356 perusahaan yang berada di Kecamatan Kebomas, akan sangat membantu Kabupaten Gresik apabila kegiatan CSR-nya dilakukan dalam bentuk normalisasi aliran Kali Lamong yang melintasi Kecamatan Kebomas,”kata mantan Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Gresik itu.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menjelaskan banjir luapan Kali Lamong yang terjadi setiap tahunnya merupakan masalah yang belum teratasi. Kali Lamong sendiri merupakan sungai yang melintasi beberapa kecamatan di Kabupaten Gresik. Salah satunya adalah Kecamatan Kebomas yang mana dilewati Kali Lamong sepanjang kurang lebih  9 kilometer.

“Banjir Kali Lamong yang setiap tahun terjadi di Kabupaten Gresik ini menimbulkan banyak kerugian bagi masyarakat, mulai dari gagal panen hingga rusaknya infrastruktur. Kerugian yang besar ini membuat penanganan banjir Kali Lamong menjadi kebijakan prioritas Pemerintah Kabupaten Gresik, maka dari itu kami menawarkan agar dana CSR di perusahaan dapat difokuskan untuk penanganan banjir Kali Lamong, alih-alih digunakan untuk kegiatan sosial ketika banjir,” ujar Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad itu.

Oleh karenanya, Gus Yani mengajak seluruh perusahaan yang berada di wilayah Kecamatan Kebomas untuk membuat satu Paguyuban yang menaungi perusahaan di wilayah Kecamatan Kebomas sebagai bentuk sinergitas dan kolaborasi untuk kemajuan Kabupaten Gresik.
“Kami melihat adanya peluang kebersamaan gotong royong antara perusahaan dan Pemerintah Daerah untuk mengatasi permasalahan di Kabupaten Gresik.

Dengan membentuk paguyuban, kami mendorong adanya gotong royong untuk mencapai tujuan tidak hanya sosial namun juga menjalin silaturahmi antar perusahaan di wilayah Kecamatan Kebomas serta paguyuban dapat langsung bersinergi dengan pemerintah,” tambah Bupati 36 tahun itu.

Sebelumnya, Pemkab Gresik Pemerintah telah melaksanakan penanganan banjir Kali Lamong di berbagai kecamatan dengan menggandeng perusahaan wilayah tersebut. Pembebasan lahan di wilayah Kecamatan Cerme telah direalisasikan serta normalisasi di beberapa titik telah dilaksanakan dengan menggandeng perusahaan lokal. Pemerintah Kabupaten Gresik sendiri juga telah memfokuskan APBD untuk penanganan Banjir.

Berbagai upaya dilakukan Pemkab Gresik  melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) maupun berkolaborasi bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo yang memiliki wewenang dalam penanganan Kali Lamong. Efek yang nyata dirasakan setelah adanya normalisasi tersebut adalah makin berkurangnya wilayah yang terdampak banjir dan durasi banjir yang semakin menurun sehingga banjir bisa lekas surut. (yad)

Pemkab Ajak Perusahaan Sinergi, Kolaborasi Penanganan Normalisasi Kali Lamong Selengkapnya

BNPB Ingatkan Fenomena La Nina, Pemkab Gresik Kebut Normalisasi Kali Lamong Kerahkan 17 Unit Ekskavator


GRESIK, 1minute.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menghimbau semua pihak untukwaspada atas meningkatnya ancaman bencana hidrometeorologi. 

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengungkapkan, ancaman bencana ini meningkat akibat fenomena alam La Nina yang datang bersamaan dengan masa puncak musim hujan di Indonesia. La Nina sendiri diprediksi bakal terjadi hingga Januari-Februari 2022.  “Fenomena La Nina sendiri memicu peningkatan frekuensi dan intensitas curah hujan hingga 70 persen,”ujarnya dilansir dari laman BNPB pada Senin, 8 November 2021.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik ngebut melakukan normalisasi Kali Lamong. Sebanyak 17 unit ekskavator diterjunkan di sepanjang aliran Kali Lamong mulai dari Kecamatan Balongpanggang, Benjeng hingga Cerme. Puluhan backhoe itu beraktivitas sejak Oktober 2021.

Normalisasi dengan cara melakukan pengerukan dan pelebaran Kali Lamong akibat sedimentasi itu. Pendangkalan ditambah lagi penyempitan Kali Lamong mengakibatkan tidak bisa menampung volume air ketika curah hujan tinggi. Kali Lamong di Gresik Selatan kembali meluap pada Kamis, 4 November 2021. 

Camat Cerme Suyono terus memantau percepatan normalisasi Kali Lamong di sisi timur Jembatan Morowudi,  Kecamatan Cerme.  Semua operator alat berat terus bekerja. Muara Kali Lamong terlihat semakin lebar dan dalam. Volume air yang tertampung semakin banyak. Harapan tidak sampai meluber ke desa lainnya. “Saat ini, kedalaman mencapai 2 meter dari dasar air,”kata Suyono yang berada di lokasi normalisasi Kali Lamong pada Selasa, 9 November 2021.

KEBUT NORMALISASI KALI LAMONG: Camat Cerme Suyono memantau percepatan normalisasi Kali Lamong di sisi timur Jembatan Morowudi, Kecamatan Cerme pada Selasa, 9 November 2021 (Foto : Istimewa)

Terpisah, Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik Endoong Wahyukuncoro mengatakan belasan ekskavator disebar di sejumlah titik. Sebanyak delapan ekskavator dari titik nol  jembatan Bulangkulon, Kecamatan Benjeng ke arah Kecamatan Balongpanggang. “Normalisasi dikerjakan rekanan dengan nilai kontrak Rp 1,1 miliar,”kata Endoong.

Sedangkan, swakelola titiknol dari jembatan Bulangkulon ke arah Benjeng dengan mengerahkan empat alat ekskavator milik DPUTR Gresik. Rinciannya, 2 unit ekskavator  long up dan 1 unit ekskavator kecil. Dan, 1 unit ekskavator long up ditempatkan di Desa Wotansari, Kecamatan Balongpanggang. Kemudian di Jembatan Morowudi, Kecamatan Cerme ditempatkan empat unit ekskavator. Dua unit milik Pemkab Gresik dan 2 unit lainnya pinjaman dari Pemkot Surabaya. (yad)

BNPB Ingatkan Fenomena La Nina, Pemkab Gresik Kebut Normalisasi Kali Lamong Kerahkan 17 Unit Ekskavator Selengkapnya

Pelebaran Kali Lamong Sisi Timur Jembatan Morowudi Sudah Mencapai 40 Meteran


GRESIK,1minute.id – Empat unit ekskavator masih terus melakukan normalisasi Kali Lamong. Normalisasi di sisi timur Jembatan Morowudi sudah mencapai lebar 40 meteran pada Senin, 8 November 2021. Hampir dua kali lipat dari sebelumnya. Empat operator backhoe terus beraktivitas melakukan pengerukan. Pelebaran dan pendalaman di muara Kali Lamong yang melintasi empat kabupaten dan kota di Jawa Timur itu.  Yakni, Mojokerto, Lamongan, Gresik dan Surabaya itu. 

Empat backhoe yang beraktivitas di sisi timur Jembatan Morowudi, Kecamatan Cerme, Gresik itu masing-masing milik Pemkab Gresik dan Pemkot Surabaya. Mereka berkolaborasi dalam percepatan normalisasi Kali Lamong itu.

Disisi lain, air luapan Kali Lamong terus merambah ke empat desa lainnya menjadi tujuh desa yang terdampak air bah kiriman dari kabupaten tetangga Gresik itu. Data yang dihimpun oleh wartawan 1minute.id,  tujuh desa terdampak itu adalah Dadapkuning, Sukoanyar Ngembung dan Dungus. Kemudian,  Desa Pandu, Morowudi dan Guranganyar.  

Dampak air kiriman itu di tujuh desa di Kecamatan Cerme itu sebanyak 232 rumah terendam air. Ketinggian air antara 5 centimeter hingga 40 centimeter. Terparah dialami warga Kompleks Perumahan Cerme Prisma Land di Desa Guranganyar. Ada 220 unit rumah yang terendam air bah dengan ketinggian 30-40 centimeter. 

Sedangkan, area sawah seluas 135 hektare dan tambak 129 hektare. Selain itu, infrastruktur jalan juga terendam air. “Kami terus memantau perkembangan. Saat ini Saya di Morowudi,”ujar Camat Cerme Suyono dikonfirmasi pada Senin, 8 November 2021.

Sementara itu, genangan di Desa Cermen, Kecamatan Kedamean terus turun. Namun, masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan untuk antisipasi banjir susulan. Banjir Kali Lamong yang melewati di Gresik ini akan cepat surut bila kawasan hulu antara lain di Mojokerto maupun Lamongan tidak diguyur hujan lebat.  

Merujuk pada perkiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dalam dua kedepan, mulai Senin hingga Selasa besok dua wilayah Kabupaten Mojokerto dan Lamongan hanya berawan. Cuaca hujan dengan intensitas ringan diperkirakan turun pada Rabu lusa, 10 November 2021. “Semoga di hulu tidak hujan,”harap Suyono.  (yad)

Pelebaran Kali Lamong Sisi Timur Jembatan Morowudi Sudah Mencapai 40 Meteran Selengkapnya

Beradu Cepat Proyek Normalisasi dengan Banjir Kiriman Kali Lamong


GRESIK, 1minute.id – Air bah Kali Lamong memasuki wilayah Cerme, Gresik pada Sabtu , 6 November 2021. Air luapan dari bagian hulu Lamongan dan Mojokerto itu menggenangi sawah, tambak dan infrastruktur jalan poros Desa di tiga desa yakni Dadapkuning ; Sukoanyar dan Ngembung. 

Air luapan Kali Lamong itu mulai memasuki tiga desa di Kecamatan Cerme itu sekitar pukul 10.00. Volume air semakin tinggi. Data yang dihimpun 1minute.id,  air bah di Desa Dadapkuning menggenangi sawah seluas 70 hektare dengan kedalaman 20 centimeter ;  tambak seluas 100 ha kedalaman 5 cm ;  jalan poros desa ketinggian air setinggi lutut orang dewasa, 50 cm sepangjang 200 meter. 

Sedangkan, di Desa Sukoanyar banjir kiriman itu menggenangi sawah seluas 50 ha kedalaman 54 cm ; tambak seluas 34 ha kedalaman 50 cm ;  jalan poros desa sepanjang 60 m ketinggian air 30 cm ; jalan kampung sepanjang 100 m ketinggian air 10 cm. Selain itu ada dua rumah tergenang dengan ketinggian air 30 cm ; Jalan PU sepanjang 500 m ketinggian air 39 cm. 

Kemudian, di Desa Ngembung , luapan air Kali Lamong  menggenangi sawah seluas 25 ha kedalaman air 100 cm ; jalan poros desa sepanjang 100 m ketinggian air 70 cm. 
“Kami pantau di lokasi,  hanya dua rumah di Desa Sukoanyar yang tergenangi air,”kata Camat Cerme Suyono pada Sabtu, 6 November 2021. Sementara itu, proyek normalisasi Kali Lamong terus dikebut. 

TERENDAM AIR LUAPAN KALI: Proyek Jembatan Dungus, Kecamatan Cerme dihentikan sementara karena terdampak luapan Kali Lamong pada Sabtu, 6 November 2021. ( foto atas) Camat Cerme Suyono memantau Proyek normalisasi Kali Lamong di Jembatan Morowudi, Kecamatan Cerme . (Foto: Ist for 1minute.id)

Diantaranya, di sisi timur Jembatan Morowudi, Kecamatan Cerme. Ada tiga alat berat, ekskavator yang dikerahkan untuk melakukan pengerukan. Pelebaran dan pendalaman.  Normalisasi Kali Lamong ini membuat daya tampung air semakin banyak. Kali sebelum normalisasi  awalnya selebar selangkah kini sudah menjadi tiga atau empat kali lebih lebar. 

Untuk diketahui sejak Kamis, 4 November 2021 kawasan hulu yakni Lamongan dan Mojokerto hujan sangat lebat. Dampaknya, enam desa di Kecamatan Balongpanggang tergenangi air luapan Kali Lamong itu. Sehari kemudian air bah melanda Kecamatan Benjeng. Di dua kecamatan itu air mulai surut karena mengalir ke Kecamatan Cerme. 

Pemkab Gresik mulai mengurai problem tahunan itu dengan melakukan normalisasi Kali Lamong. Proyek normalisasi Kali Lamong itu baru di mulai pada Oktober 2021. Akibat tingginya curah hujan dari bagian hulu mengakibatkan air meluap. (yad)

Beradu Cepat Proyek Normalisasi dengan Banjir Kiriman Kali Lamong Selengkapnya

Normalisasi Kali Lamong Dikebut, Dulu Lebar Selangkah dan Dangkal

GRESIK,1minute.id – Proyek normalisasi Kali Lamong terus dikebut.  Sebelum puncak musim hujan proyek tahap pertama yang masuk agenda pemulihan ekonomi nasional (PEN) itu kelar. Bahkan, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menargetkan pekerjaan  normalisasi tahap awal sepanjang 6 kilometer di Kecamatan Benjeng dan Balongpanggang kelar akhir November 2021.

Disisi lain, pembebasan lahan dilakukan di Kecamatan Cerme meliputi Desa Tambak Beras, Desa Jono, Desa Morowudi, Desa Putat Lor, dan Desa Sukoanyar, serta membangun Parapet di Desa Jono dan Tambakberas sepanjang 1,5 kilometer tuntas sebelum akhir tahun anggaran 2021.

Bupati Fandi Akhmad Yani terlihat puas perkembangan pekerjaan proyek normalisasi Kali Lamong. Sebanyak 12 alat berat dikerahkan untuk melakukan normalisasi Kali Lamong. Sebab, pendangkalan Kali Lamong sangat parah dimana-mana. Lebar Kali Lamong sangat sempit. 

“Dulu dangkal dan lebarnya hanya selangkah. Sekarang sudah lebih dalam dan lebih lebar,”kata Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani ketika berdialog bersama anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Gresik pada Selasa, 26 Oktober 2021.

Gus Yani menegaskan penanganan Kali Lamong merupakan salah satu prioritas era Gresik Baru. Sebab, banjir Kali Lamong bagai menjadi tradisi bencana tahunan. Puluhan tahun. Kerugian yang alami masyarakat di sepanjang aliran Kali Lamong mencapai puluhan miliar pertahun. Bahkan, pernah menimbulkan korban jiwa dari masyarakat yang terdampak. 

Dari kajian di lapangan, masalah timbul karena kondisi sungai yang relatif dangkal, dan secara kontur beda tinggi permukaannya tidak terlalu jauh. Sementara daya tampung air Kali Lamong saat ini hanya 250 m³/detik. Sedangkan, debit air hujan bisa mencapai 700 m³/ tahunnya. Ketika hujan lebat, air tidak tertampung dan membanjiri puluhan desa sedikitnya tersebar di enam kecamatan. Yakni, Balongpanggang, Benjeng, Cerme, Menganti, Kedamean sampai Kebomas terdampak banjir. Rumah, area persawahan, tambak maupun infrastruktur jalan.

“Semoga ikhtiar ini bisa bermanfaat bagi masyarakat di Gresik Selatan,”kata Gus Yani. Karena itu Kali Lamong harus menjadi prioritas pusat, hal ini berdasarkan Perpres nomor.80 / 2019 mengenai Percepatan Pembangunan Ekonomi Nasional dimana wilayah Kali Lamong masuk didalamnya. (yad)

Normalisasi Kali Lamong Dikebut, Dulu Lebar Selangkah dan Dangkal Selengkapnya