Pemkab Gresik Perkuat Kompetensi Santri dan Siswa SMK berbasis Pesantren Kebutuhan Dunia Industri

GRESIK,1minute.id –  Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) A. Muhaimin Iskandar  mendorong pertumbuhan industri di Kabupaten Gresik berjalan beriringan dengan peningkatan kapasitas dan kesejahteraan masyarakat. Penguatan kualitas sumber daya manusia dinilai penting agar masyarakat lokal dapat mengambil peluang kerja dari perkembangan industri di daerah.

“Jangan sampai industri tumbuh besar, tetapi masyarakat di sekitarnya justru tertinggal. Ini yang harus kita koreksi. Pertumbuhan ekonomi tidak boleh hanya mengandalkan trickle down effect,” ujar Cak Imin, sapaan akrab, A. Muhaimin Iskandar saat mengunjungi Pondok Pesantren Ihyaul Ulum, Kecamatan Dukun, Kabupaten, Jawa Timur pada Sabtu, 8 Agustus 2026. 

Menurutnya, pesantren dapat menjadi salah satu pusat pemberdayaan masyarakat yang menghubungkan pendidikan, dunia kerja, UMKM, dan akses ekonomi. Karena itu, penguatan kompetensi santri dan siswa SMK berbasis pesantren perlu diselaraskan dengan kebutuhan dunia industri.

“Pesantren harus menjadi pusat pemberdayaan. Bukan hanya mencetak SDM unggul, tetapi juga membuka akses kerja dan kemudahan berusaha bagi masyarakat,” imbuhnya. 

Penguatan akses kerja tersebut dilakukan melalui link and match SMK berbasis pesantren dengan dunia industri. Dari 62 SMK di Kabupaten Gresik, sebanyak 35 di antaranya berbasis pesantren dengan sekitar 7.883 siswa. Kerja sama vokasi diarahkan untuk menyelaraskan kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri, memperkuat sertifikasi, serta membuka akses penempatan kerja.

“Anak-anak SMK berbasis pesantren harus memiliki akses yang sama ke dunia industri. Jangan sampai industri tumbuh besar, tetapi lulusan di sekitarnya tidak terserap karena kompetensinya tidak tersambung dengan kebutuhan industri,” tegas Cak Imin.

Cak Imin mengatakan Gresik memiliki modal sosial yang besar dengan 211 pesantren dan sekitar 10.857 santri. Potensi tersebut perlu dihubungkan dengan kekuatan industri dan peluang ekonomi agar masyarakat tidak hanya menjadi penonton pertumbuhan ekonomi.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan Pemerintah Kabupaten Gresik terus memperkuat keterhubungan antara pendidikan vokasi dan kebutuhan industri melalui Tim Vokasi Daerah serta kolaborasi dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Gresik.

“Pengembangan konsep sosio-ekonomi pesantren ini kami implementasikan melalui kerja sama Tim Vokasi Daerah, yaitu diketuai oleh Pak Sekda. Kemudian MoU dengan Kadin Kabupaten Gresik untuk mendampingi pemberdayaan talenta, skill dan kompetensi yang sasarannya adalah SMK,” kata Gus Yani, sapaan karib, Fandi Akhmad Yani. 

Menurutnya, penguatan kompetensi tersebut menyasar SMK yang berada di lingkungan pesantren maupun SMK di luar pesantren. Pemkab Gresik tidak hanya mendorong peningkatan keterampilan teknis, tetapi juga kemampuan bahasa dan talenta siswa agar lebih siap menghadapi kebutuhan industri.

“Kami ingin ada pemberdayaan, peningkatan kapasitas, peningkatan skill, peningkatan bahasa, semuanya ditujukan kepada masyarakat Kabupaten Gresik agar tumbuh kembang bersama antara industri yang disampaikan oleh Pak Menko dengan kompetensi yang ada melalui anak-anak SMK,” ujarnya.

Gus Yani menilai kebutuhan peningkatan kompetensi semakin penting seiring berkembangnya investasi di Kabupaten Gresik. Masuknya investasi dari luar negeri, termasuk China, menurutnya harus diikuti dengan kesiapan tenaga kerja lokal agar masyarakat Gresik dapat mengambil peluang kerja yang tersedia.

Ia mencontohkan kemampuan bahasa asing sebagai salah satu kompetensi tambahan yang perlu dimiliki lulusan SMK untuk meningkatkan daya saing di tengah perkembangan industri. “Oh, ternyata teknologinya cukup tinggi. Investasinya China, minimal lulusan SMK itu bisa bahasa China, minimal lulusan SMK itu punya talenta-talenta terbaik,” pungkasnya

Untuk mendukung penguatan kompetensi tersebut, Pemkab Gresik menyiapkan dukungan anggaran melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker). Dukungan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kapasitas dan kesiapan tenaga kerja lokal agar sesuai dengan kebutuhan dunia industri.

Melalui penguatan pendidikan vokasi, kolaborasi dengan dunia usaha dan dunia industri, serta pemberdayaan pesantren, Pemkab Gresik berupaya memastikan perkembangan industri di daerah turut membuka peluang yang lebih besar bagi masyarakat lokal. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Pemkab Gresik Perkuat Kompetensi Santri dan Siswa SMK berbasis Pesantren Kebutuhan Dunia Industri Selengkapnya

Mencegah dan Menanggulangi Fraud, Wabup Alif Dorong Perkuat Sistem JKN

GRESIK,1minute.id – Keberhasilan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tidak hanya ditentukan oleh luasnya cakupan kepesertaan dan akses layanan kesehatan, tetapi juga oleh kuatnya komitmen seluruh pihak dalam menjaga tata kelola program agar tetap berjalan sesuai aturan. Karena itu, pencegahan kecurangan (fraud) menjadi salah satu aspek penting untuk memastikan keberlanjutan manfaat JKN bagi masyarakat.

Hal ini disampaikan Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif saat membuka koordinasi pencegahan dan penanggulangan Fraud Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Kabupaten Gresik di Ruang Mandala Bhakti Praja Kantor Bupati Gresik pada Kamis, 6 Agustus 2026.

“Program JKN telah memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Karena itu, pengendalian fraud dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan harus menjadi komitmen bersama, agar manfaat program ini dapat terus dirasakan masyarakat secara berkelanjutan,” harapnya. 

Dikatakan, keberhasilan Kabupaten Gresik dalam mencapai Universal Health Coverage (UHC) merupakan bukti nyata komitmen Pemkab Gresik dalam menjamin hak masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan. Komitmen tersebut juga diwujudkan melalui penyediaan pembiayaan kepesertaan JKN bagi masyarakat melalui skema peserta bukan penerima upah yang didaftarkan oleh pemerintah daerah (PBPU dan BP Pemda) dengan kebijakan tersebut, Pemkab Gresik hadir untuk memastikan masyarakat memperoleh perlindungan jaminan kesehatan. 

PBPU dan BP Pemerintah Daerah adalah segmen kepesertaan BPJS Kesehatan (JKN) di mana warganya didaftarkan dan iuran bulanannya dibayarkan penuh oleh Pemerintah Daerah melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Pemkab Gresik berkomitmen penuh untuk mendukung keberhasilan program jaminan kesehatan nasional, sebagai salah satu instrumen utama dalam memjamin akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang bermutu,” ungkap dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif. 

“Komitmen pemerintah tidak berhenti pada perluasan kepesertaan dan penyediaan anggaran. Yang tidak kalah penting adalah memastikan bahwa seluruh dana yang dikelola dalam program JKN dimanfaatkan secara tepat, efektif, efisien, transparan dan akuntabel,” tegasnya.

Wabup Alif menambahkan, Pemkab Gresik menegaskan komitmennya untuk memperkuat upaya pencegahan Fraud dalam penyelenggaraan program JKN. Menurut Wabup Alif, pencegahan Fraud bukan hanya menjadi tanggung jawab BPJS kesehatan atau Dinas Kesehatan tetapi merupakan tanggung jawab bersama pemangku kepentingan mulai dari pemerintah daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, hingga seluruh tenaga kesehatan. 

“Komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan tata kelola pelayanan kesehatan,  peningkatan kepatuhan terhadap regulasi, penguatan sistem pengendalian internal peningkatan kompetensi SDM, pemanfaatan teknologi informasi dalam pengawasan serta membangun budaya integritas di seluruh fasilitas  pelayanan kesehatan,” ujarnya. 

Wabup Alif mengajak seluruh rumah sakit, Puskesmas, Klinik, dan seluruh mitra penyelenggara program JKN di seluruhKabupaten Gresik untuk menjadikan integritas sebagai landasan utama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. 

“Mari kita jadikan kegiatan ini sebagai momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam memberikan  pelayanan kesehatan yang bermutu, berintegritas, profesional dan berorientasi pada keselamatan serta kepuasan masyarakat,” pungkasnya.

Di tempat sama, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Gresik dr Mukhibatul Khusnah dalam laporannya menyampaikan, kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Gresik melalui Dinas Kesehatan untuk memperkuat tata kelola program JKN yang transparan, akuntabel dan berintegritas.

Menurutnya, pencegahan Fraud merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan sinergi antara pemerintah daerah, BPJS kesehatan, fasilitas pelayanan kesehatan, dan seluruh pemangku kepentingan. Fraud adalah setiap tindakan yang dilakukan dengan sengaja untuk memperoleh keuntungan finansial secara tidak sah dari penyelenggaraan program JKN. 

Pihaknya menjelaskan, tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman mengenai upaya pencegahan Fraud, memperkuat koordinasi antar Faskes dengan BPJS kesehatan. Serta meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi untuk membangun komitmem bersama dalam memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas mengutamakan mutu  pelayanan serta keselamatan pasien kepada masyarakat. 

“Peserta kegiatan terdiri dari unsur Dinas Kesehatan, BPJS kesehatan, rumah sakit, Puskesmas, klinik, serta pengelola program JKN di Kabupaten Gresik,” pungkasnya.

Kegiatan ini turut dihadiri, Ketua Komisi IV DPRD Gresik Muchamad Zaifudin, mewakili Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Yunti Fitriani, Direktur rumah sakit, Kepala Puskesmas, dan ketua ASKLIN (Asosiasi Klinik Indonesia) se Kabupaten Gresik, serta jajaran BPJS Kesehatan Kantor Cabang Gresik. (yad)

Editor  : Chusnul Cahyadi 

Mencegah dan Menanggulangi Fraud, Wabup Alif Dorong Perkuat Sistem JKN Selengkapnya

Pol PP Gresik Gelar Operasi “Sayang”, Ciduk 11 PNS dan 2 Pelajar Mokong

GRESIK,1minute.id – Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) Gresik menggelar operasi “Sayang” PNS dan Pelajar yang keluyuram pada jam kerja dan sekolah pada Rabu, 5 Agustus 2026. Dalam operasi itu, aparat penegak peraturan daerah (Perda) itu “menciduk” sebelas aparatur sipil negara (ASN) serta dua pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). 

Mereka tertangkap basah sedang ngopi pada jam kerja. Mereka ditengarai melanggar disiplin pegawai dan bolos sekolah. Inspeksi mendadak (sidak)  penegakan disiplin pegawai dan pelajar dimulai pukul 10.30 WIB. Jam istirahat kantor pukul 12.00 WIB. 

Sejumlah petugas Pol PP Gresik memakai baju putih dan bawahan hitam melakukan penyisiran sejumlah warung kopi dan warung makan. Bahkan, kantin dalam kompleks Kantor Bupati Gresik pun dilakukan penyisiran. 

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Gresik Agustin Halomoan Sinaga mengatakan, sidak ini untuk mendisplinkan pegawai dan pelajar. “Sidak ini akan terus kami lakukan agar ada efek jera bagi pegawai dan pelajar yang tidak disiplin pada jam kerja,” tegas Sinaga pada Rabu, 5 Agustus 2026.

Dalam operasi ini, katanya, pihaknya “mengamankan” sebelas PNS dan dua pelajar. “Pegawai yang berada diwarung kopi atau warung makan dilakukan pendataan serta disampaikan kepada OPD masing-masing secara tertulis untuk dilakukan pembinaan serta tembusan kepada BKPSDM Kabupaten Gresik dan Inspektorat Kabupaten Gresik,” ujarnya.  Sedangkan pelajar yang berada di warung kopi saat jam pelajaran, ia melanjutkan, dilakukan pembinaan di Kantor Satpol PP Gresik.  (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Pol PP Gresik Gelar Operasi “Sayang”, Ciduk 11 PNS dan 2 Pelajar Mokong Selengkapnya

PWI Gresik Sinergi DPRD Gresik Gelar Giri Pancasuar Awards 2026, Ajang Apresiasi Tokoh Inspiratif 

GRESIK,1minute.id – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Gresik sinergi dengan DPRD Gresik kembali menggelar Giri Pancasuar Awards (GPA) di Hotel Aston, Gresik pada Rabu, 5 Agustus 2026. Awarding yang mengusung tema “Pers Bersinergi, Masyarakat Berkreasi, Gresik Berprestasi” menjadi ajang apresiasi kepada tokoh, pejabat, dan lembaga inspiratif yang berjasa dalam pembangunan daerah, pendidikan, politik, ekonomi hingga tata kelola industri di Kabupaten Gresik ini.

Puncak kegiatan peringatan Hari Pers Nasional (HPN) yang diperingati setiap 9 Februari ini berlangsung meriah. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, Ketua DPRD Gresik Muhammad Syahrul Munir didampingi dua Wakil Ketua DPRD Gresik yakni Mujid Riduan dan Lutfi Dhawam.

Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution, Kasdim 0817/Gresik Mayor Inf Siari, Kasi Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik Raden Achmad Nur Rizky. Serta, anggota DPR RI Nila Yani Hardiyanti, Ketua PWI Jawa Timur Lutfil Hakim dan shohibul bait, Ketua PWI Gresik Deni Ali Setiyono dan jajaran pengurus PWI Gresik lainnya. 

Pada GPA 2026, anugerah diberikan kepada lima tokoh dan pelaku usaha yang dinilai memberikan kontribusi di berbagai bidang. Kategori Pelopor Inovasi Bisnis dan Ekonomi Kreatif dianugerahkan kepada Irene Yandri Sandrika, pengusaha Sop Buah Irine. Kategori Tokoh Penggerak Penyerapan Tenaga Kerja Lokal diberikan kepada Alfan Wahyuddin, CEO juga Presiden Direktur PT Asuka Engineering.

Sementara itu, kategori Tokoh Penggerak UMKM Gresik dianugerahkan kepada Nila Yani Hardiyanti, anggota DPR RI dari Komisi VII yang membidangi sektor perindustrian, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), ekonomi kreatif, pariwisata, serta sarana publikasi.

Penghargaan sebagai Penggerak Industri Kreatif dan Fashion Lokal diberikan kepada Ramli Collection, brand fasyen muslim Gresik. Adapun kategori Pelopor Usaha dan Pariwisata Gresik diberikan kepada PT Dharma Graha Utama, pengelola Gressmall dan Hotel Aston Gresik.

AWARDING : Ketua DPRD Gresik Muhammad Syahrul Munir menyerahkan anugerah GPA 2026 Kepada Nila Yani Hardiyanti, anggota DPR RI dalam kategori Tokoh Penggerak UMKM Gresik pada Rabu, 5 Agustus 2026 ( Foto : PWI Gresik untuk 1minute.id)

Selain anugerah kepada para tokoh dan pelaku usaha, GPA 2026 juga memberikan apresiasi kepada sejumlah lembaga dan perusahaan atas kontribusinya bagi masyarakat dan pembangunan Kabupaten Gresik.

Yakni, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Tunggal Satu Pintu (DPMPTSP) Gresik atas komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan perizinan kepada masyarakat; PT Petrokimia Gresik atas konsistensinya menghadirkan Program Petrokimia Media Award (PMA) sebagai bentuk sinergi dengan insan pers; serta PT Cargill Cocoa & Chocolate Gresik atas kontribusinya dalam mendukung percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Gresik. 

Berikutnya, PT Smelting atas kepeduliannya melalui program pendampingan pasien tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Gresik, serta RS Wates Husada atas kontribusinya dalam menghadirkan program rehabilitasi medis dan sosial bagi masyarakat. GPA 2026 terasa meriah dengan menghadirkan orkestra SMA Nahdlatul Ulama (NU) 2 Gresik. 

Ketua PWI Gresik Deni Ali Setiono, mengatakan Giri Pancasuar Awards 2026 merupakan bentuk apresiasi kepada mereka yang telah menjadi inspirasi sekaligus teladan bagi masyarakat. “Penghargaan ini diharapkan tidak berhenti sebagai simbol apresiasi, tetapi mendorong semakin banyak masyarakat untuk berdaya, berprestasi, dan memberikan manfaat,” kata Deni Ali dalam sambutannya. 

INOVASI : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyerahkan anugerah GPA 2026 kepada Irene Yandri Sandrika, pengusaha Sop Buah Irine dalam Kategori Pelopor Inovasi Bisnis dan Ekonomi Kreatif di Hotel Aston Gresik pada Rabu, 5 Agustus 2026 ( Foto : Prokopim Gresik untuk 1minute.id)

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengapresiasi para peraih penghargaan dan menyebut mereka sebagai tokoh yang telah memberikan kontribusi dan manfaat bagi masyarakat melalui bidang masing-masing. “Siang hari ini kita berkumpul bersama tokoh-tokoh hebat yang memiliki dedikasi dan kontribusi, sekecil apa pun, tetapi memberikan dampak dan manfaat yang bisa dirasakan masyarakat Kabupaten Gresik,” ujar mantan Ketua DPRD Gresik itu.

Senada, Ketua DPRD Gresik Muhammad Syahrul Munir, mengapresiasi konsistensi PWI Gresik dalam mengawal iklim demokrasi dan pembangunan daerah. Ia berharap cakupan kategori penghargaan di masa mendatang dapat semakin diperluas ke berbagai sektor strategis lainnya seperti kesehatan, sosial, dan keamanan.

“Di era disrupsi informasi ini memang menjadi tantangan bagi kita semua sebagai penyelenggara pemerintahan untuk menyajikan informasi yang faktual. Semoga kebijakan pemerintah dapat disampaikan dengan baik, dirasakan manfaatnya, serta dievaluasi di kemudian hari. Konsep seimbang ini agar suasana demokrasi dan pembangunan di Gresik bersifat timbal balik, dengan media sebagai jembatannya,” tuturnya.

Selain penyerahan penganugerahan GPA, acara ini turut dimeriahkan dengan penyerahan hadiah kepada 10 pemenang Lomba Voice Over dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN), yang terdiri atas Juara 1, 2, dan 3, tiga Juara Harapan, serta empat Juara Favorit.

Ketua PWI Jawa Timur Lutfil Hakim mengapresiasi penyelenggaraan Giri Pancasuar Awards 2026. Ia berharap penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi para penerima untuk terus berkarya, berinovasi, dan memberikan kontribusi bagi daerah.

Lutfil juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara UMKM dan korporasi besar dalam memperkuat ekosistem perekonomian Gresik. Menurutnya, keberadaan industri besar perlu diikuti dengan semakin terbukanya ruang bagi UMKM lokal untuk masuk dalam rantai pasok industri, mulai dari penyediaan katering, seragam, konveksi, hingga kebutuhan operasional lainnya.

“Bagaimana kemudian ekonomi kerakyatan, ekonomi UMKM ini bisa menjadi penyangga, menjadi vendor daripada usaha-usaha korporasi besar,” ujarnya. Dalam konteks tersebut, Lutfil menilai pers juga dapat mengambil peran dengan memprofilkan potensi UMKM dan mempertemukannya dengan korporasi besar. “PWI bisa menjadi jembatan informasi bagaimana yang besar bisa melihat potensi yang kecil,” katanya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

PWI Gresik Sinergi DPRD Gresik Gelar Giri Pancasuar Awards 2026, Ajang Apresiasi Tokoh Inspiratif  Selengkapnya

Cuaca Buruk, Ini Skenario Dinkes Gresik untuk Distribusi Logistik Kesehatan ke Pulau Bawean 

GRESIK,1minute.id – Cuaca buruk masih terjadi di perairan Gresik-Pulau Bawean. Moda transportasi laut mandek sepekan terakhir. Akibatnya, distribusi logistik kesehatan pun terancam terganggu. 

Manajemen RSUD Umar Mas’ud, Pulau Bawean meminta masyarakat tidak perlu khawatir karena terus berupaya memberikan pelayanan optimal bagi masyarakat, termasuk memastikan pasien yang membutuhkan penanganan lanjutan dapat memperoleh layanan kesehatan.

Pada Sabtu, 1 Agustus 2026, seorang pasien dirujuk dari RSUD Umar Mas’ud Bawean ke RSUD Ibnu Sina Gresik dengan pendampingan tenaga perawat hingga tiba di rumah sakit tujuan. Rujukan dilakukan karena kondisi pasien masih mengalami sesak napas dan memerlukan pemeriksaan serta penanganan medis lanjutan. Pada saat yang sama, stok oksigen medis di RSUD Umar Mas’ud mulai menipis akibat terhambatnya distribusi logistik kesehatan dari daratan.

Sebelum proses rujukan dilakukan, pihak rumah sakit telah berkoordinasi dengan keluarga pasien dan menjelaskan kondisi medis serta pilihan transportasi yang tersedia. Namun, seluruh layanan kapal menuju Bawean tidak beroperasi akibat cuaca buruk, sementara tiket penerbangan perintis telah habis hingga 7 Agustus 2026. Dengan mempertimbangkan kebutuhan penanganan medis yang bersifat segera, keluarga pasien memutuskan menggunakan pesawat sewaan agar pasien dapat segera dirujuk ke RSUD Ibnu Sina Gresik.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan pada Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik drg. Setyo Susilo, menjelaskan bahwa terhambatnya distribusi logistik kesehatan merupakan dampak langsung dari cuaca buruk yang menyebabkan kapal pengangkut tidak dapat beroperasi.

“Kondisi cuaca yang tidak memungkinkan menjadi kendala utama dalam distribusi logistik kesehatan ke Bawean. Selama periode 28 Juli hingga 4 Agustus, kapal menuju Bawean tidak beroperasi akibat cuaca buruk sehingga pengiriman logistik kesehatan, termasuk oksigen medis, tidak dapat dilakukan. Saat stok oksigen di RSUD Umar Mas’ud mulai menipis pada 1 hingga 3 Agustus, kami langsung menyiapkan pengiriman darurat sebanyak 40 tabung oksigen. Kami berharap kondisi cuaca membaik dalam satu hingga dua hari ke depan agar distribusi dapat segera dilakukan,” ujar Setyo.

Sebagai langkah antisipasi, Dinas Kesehatan Gresik telah menyiapkan 40 tabung oksigen untuk pengiriman darurat. Selain itu, sebanyak 80 tabung oksigen juga disiapkan sebagai pasokan lanjutan yang akan diberangkatkan segera setelah kapal barang kembali beroperasi.

Selama ini, distribusi oksigen menuju Bawean dilakukan melalui kapal barang dari Pelabuhan Sidayu menuju Pelabuhan Bawean dan telah berjalan lancar selama bertahun-tahun. Namun, cuaca ekstrem yang mengakibatkan terhentinya aktivitas pelayaran menyebabkan distribusi logistik kesehatan ikut terdampak.

Untuk mempercepat penyaluran logistik kesehatan, Dinas Kesehatan telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan  Gresik, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Palabuhan (KSOP) Gresik 

serta pihak terkait di Paciran dan Lamongan. Apabila kondisi cuaca buruk berlangsung lebih lama, Dinas Kesehatan juga menyiapkan alternatif distribusi dengan berkoordinasi bersama Koarmada II untuk membantu pengiriman gas medis menuju Bawean.

Selain jalur laut, Dinas Kesehatan turut mengkaji kemungkinan distribusi melalui jalur udara. Namun, keterbatasan kapasitas angkut pesawat perintis serta adanya prosedur khusus dalam pengangkutan tabung oksigen menjadikan jalur laut tetap sebagai pilihan utama dalam pemenuhan kebutuhan oksigen medis di RSUD Umar Mas’ud Bawean.

Peristiwa ini menjadi bahan evaluasi Pemerintah Kabupaten Gresik untuk semakin memperkuat sistem layanan kesehatan di wilayah kepulauan. Salah satu langkah strategis yang tengah disiapkan adalah pengadaan oxygen generator di RSUD Umar Mas’ud Bawean. Fasilitas tersebut diharapkan mampu memenuhi sekitar 50 persen kebutuhan oksigen medis rumah sakit sehingga ketergantungan terhadap pasokan dari daratan dapat dikurangi.

“Bawean memiliki karakteristik sebagai wilayah kepulauan yang membutuhkan sistem logistik kesehatan yang kuat. Karena itu, kami terus menyiapkan berbagai langkah, baik jangka pendek maupun jangka panjang, agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap terjamin meskipun menghadapi tantangan cuaca,” pungkas Setyo. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Cuaca Buruk, Ini Skenario Dinkes Gresik untuk Distribusi Logistik Kesehatan ke Pulau Bawean  Selengkapnya

Mensos Syaifullah Yusuf Apresiasi Pemkab Gresik dalam Penjangkauan Siswa Sekolah Rakyat bagi Keluarga Prasejahtera

GRESIK,1minute.id – Menteri Sosial Saifullah Yusuf memberikan apresiasi tinggi kepada Bupati Fandi Akhmad Yani atas keberhasilan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik dalam melakukan penjangkauan aktif untuk memenuhi kuota siswa-siswi Sekolah Rakyat. Hal ini disampaikan Mensos Saifullah Yusuf saat mengunjungi Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) I di Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu pada Senin, 3 Agustus 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Mensos Saifullah Yusuf mengatakan, proses rekrutmen calon murid Sekolah Rakyat menggunakan pola penjangkauan terhadap keluarga miskin. Pihaknya menegaskan tidak ada praktik titip-titipan atau percaloan dalam proses rekrutmen calon murid Sekolah Rakyat. “Tidak ada titip-titipan dalam proses penjangkauan calon siswa Sekolah Rakyat. Tidak ada titipan gubernur, bupati, camat, atau kepala desa,” tegas Gus Ipul, sapaan akrab, Syaifullah Yusuf. 

Gus Ipul menjelaskan, untuk tahun ajaran baru di Kabupaten Gresik tercatat sebanyak 405 siswa resmi memulai aktivitas Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Permanen. Distribusi peserta didik terbagi secara merata ke dalam tiga jenjang pendidikan, yakni 90 siswa Sekolah Dasar (SD), 90 siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan 90 siswa Sekolah Menengah Atas (SMA), termasuk 75 SRMA dan 60 siswa titipan dari Lamongan.

“Terima kasih Bupati Gresik, meskipun pembangunan SRT belum rampung 100% namun sudah bisa ditempati dan memenuhi kuota di masing-masing jenjang. Sebelum memasuki kegiatan belajar-mengajar secara penuh, seluruh siswa diwajibkan mengikuti rangkaian MPLS untuk mengenal lingkungan sekolah, sistem pembelajaran, serta kehidupan di sekolah berasrama yang diterapkan di Sekolah Rakyat,” ungkapnya.

Selain itu, ia melanjutkan, untuk MPLS di Sekolah Rakyat  tahun ajaran 2026/2027 ini ada Program Taruna Bhakti Akademi Militer TNI dan Akademi Kepolisian yang ditempatkan di Sekolah Rakyat. Lebih dari 1.000 taruna dari Akademi TNI dan Akademi Kepolisian (Akpol) terpilih mengikuti program tersebut. Sebanyak lima taruna ditempatkan di setiap titik Sekolah Rakyat untuk melaksanakan pendampingan selama lima hari.

“Penempatan taruna Akademi TNI dan Akpol melalui Program Taruna Bhakti bertujuan membangun fondasi karakter, melatih kemandirian, serta menjadi teladan bagi siswa Sekolah Rakyat selama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS),” tegasnya.

Ia menambahkan, konsep Sekolah Rakyat menjadi program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Target sasaran Sekolah Rakyat adalah anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem agar mereka mendapatkan layanan pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan berkeadilan. Program ini bagian dari upaya pemerintah memutus mata rantai kemiskinan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Sekolah Rakyat dimulai sejak 2025 dengan beroperasinya sekolah rintisan di 166 lokasi dengan sekitar 15.000 siswa baik jenjang SD, SMP, dan SMA. Sekarang, anak-anak yang dahulu putus harapan kini Sekolah Rakyat menjawab mereka dalam meraih impian dan cita-citanya,” tutup Gus Ipul.

MPLS siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Gresik dimulai Jumat, 31 Juli 2026 hingga 21 Agustus 2026. Sekolah berasrama gratis menempati lahan seluas  6,5 hektare. Sebanyak 19 dari 26 gedung atau fasilitas telah berdiri. Fasilitas itu, antara lain, ruang kelas, gedung asrama, aula berkapasitas 1000 tempat duduk , laboratorium, perpustaan, masjid hingga lapangaa sepak bola. 

Di tempat sama, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, menyampaikan jika keberadaan Sekolah Rakyat merupakan wujud nyata komitmen negara dalam memberikan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera, terutama yang termasuk dalam kategori miskin ekstrem.

“Sekolah Rakyat ini memberikan kesempatan kepada anak-anak dari keluarga yang belum beruntung. Termasuk mereka dari keluarga miskin ekstrem, untuk belajar dan berpeluang menjadi orang sukses di masa depan. Ini adalah mandat dari Bapak Presiden Prabowo Subianto,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Ia menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas beroperasinya gedung permanen tersebut. Menurut Gus Yani, sapaan akrab bupati, Sekolah Rakyat Terintegrasi merupakan program prioritas hasil kolaborasi nyata dengan pemerintah pusat guna memutus mata rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan berkualitas.

“Alhamdulillah ada 405 siswa dengan rincian dari SD, SMP, SMA masing-masing 90 juga ada 75 siswa SRMA yang sudah berjalan satu tahun serta 60 anak dari Kabupaten Lamongan. Melalui sekolah berasrama gratis ini, kita ingin melahirkan generasi unggul yang berkarakter kuat. Kami memadukan kurikulum standar nasional dengan kearifan lokal yang religius agar para siswa siap menghadapi masa depan,” ujar Gus Yani di sela-sela peninjauan lokasi.

Dalam kunjungan tersebut, Gus Ipul didampingi Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Gresik dr. Ummi Khoiroh. Selain meninjau fasilitas Sekolah Rakyat yang berdiri di atas lahan seluas 6,5 hektare, juga mengajak berdialog langsung dengan para siswa.

Turut mendampingi kunjungan kerja Mensos RI Saifullah Yusuf, Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur Restu Novi Widiani, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gresik Ummi Khoiroh, Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi I Kabupaten Gresik Rangga Pratama, Pendamping Keluarga Harapan (PKH), serta TAGANA jajaran Dinas Sosial Kabupaten Gresik. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Mensos Syaifullah Yusuf Apresiasi Pemkab Gresik dalam Penjangkauan Siswa Sekolah Rakyat bagi Keluarga Prasejahtera Selengkapnya

Gubernur Khofifah bersama Sekda Gresik Sapa Siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Gresik

GRESIK,1minute.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengunjungi Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Gresik  pada Sabtu, 1 Agustus 2026. 

Dalam kunjungan di sekolah berlokasi di Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik itu, Gubernur Khofifah didampingi diantaranya, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman menyampaikan, bahwa Sekolah Rakyat merupakan wujud kehadiran negara dalam memberikan akses pendidikan berkualitas sekaligus menjadi upaya memutus mata rantai kemiskinan.

Gubernur Khofifah disambut para siswa yang membawa bendera Merah Putih dan menyanyikan lagu-lagu perjuangan di tengah lapangan sekolah. SRT 1 Gresik berdiri di atas lahan seluas 6,5 hektare. Sebanyak 405 peserta di didik yang belajar di sekolah berasrama jenjang SD, SMP dan SMA dan gratis itu. Rinciannya, setiap  sebanyak 90 siswa. Para peserta didik ini berasal dari 161 desa yang tersebar di 18 kecamatan se-Kabupaten Gresik, ditambah 60 siswa jenjang SMA titipan dari Kabupaten Lamongan dan siswa kelas XI sebanyak 75 siswa.

Fasilitas SRT 1 Gresik komplit. Mulai ruang kelas, laboratorium, perpustaan, kantin, masjid hingga lapangan sepak bola. Mereka yang belajar adalah anak-anak dari keluarga desil 1 dan 2, atau sangat miskin dan miskin.

Gubernur Khofifah menyampaikan rasa bahagianya dapat melihat secara langsung keseharian para siswa di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Gresik. Menurutnya, Sekolah Rakyat tidak hanya memberikan akses pendidikan, tetapi juga menjadi ruang pembentukan karakter, kedisiplinan, dan kemandirian bagi anak-anak.

Dalam kunjungan tersebut, Khofifah meninjau sejumlah fasilitas pendukung sekolah, di antaranya kantin, masjid, dan aula sekolah. Ia juga menyapa para siswa serta memberikan bantuan kepada wali asrama dan para pekerja pendukung di lingkungan Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Gresik.

Khofifah menyampaikan bahwa penyelenggaraan Sekolah Rakyat terintegrasi membutuhkan persiapan yang matang, terutama dalam penyesuaian kurikulum karena mencakup beberapa jenjang pendidikan dalam satu lingkungan. Selain itu, ia menyoroti pentingnya pendampingan bagi siswa yang masih beradaptasi dengan sistem pendidikan berasrama.

“Meyakinkan orang tua agar anak kelas 1 SD berasrama itu tidak mudah. Ada anak yang sudah langsung merasa nyaman berada di asrama, tapi ada juga anak yang homesick. Nah, bagi yang homesick ini perlu ada pendampingan khusus supaya mereka tidak berontak minta pulang. Penguatan juga diberikan saat anggota keluarganya berkesempatan menengok,” ujar Khofifah.

Ia juga berpesan kepada pihak sekolah dan pengelola Sekolah Rakyat agar memberikan perhatian terhadap perlindungan anak, khususnya pencegahan perundungan di lingkungan sekolah.

“Pesan saya kepada para kepala sekolah, pastikan lingkungan sekolah benar-benar bebas dari perundungan. Anak-anak kelas 1 SD ini masih sangat rentan dan belum bisa membela diri. Di sinilah mereka sangat membutuhkan pendampingan dan perlindungan kita,” tuturnya 

Lebih lanjut, Khofifah meminta agar sebulan sekali menghadirkan psikolog untuk berdialog dengan anak-anak SD, untuk mengetahui kondisi dan perasaan siswa yang tentu apa yang mereka rasakan berbeda dengan anak SMP maupun SMA.

Menurutnya, program ini merupakan cara paling efektif untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan. Sebelumnya, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani juga menyampaikan bahwa Sekolah Rakyat bukan sekadar program pemerintah, melainkan komitmen bersama untuk memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam memperoleh pendidikan dan kesempatan meraih masa depan yang lebih baik.

Pemerintah Kabupaten Gresik berharap keberadaan Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Gresik dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta memberikan kesempatan pendidikan yang lebih luas bagi masyarakat. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Gubernur Khofifah bersama Sekda Gresik Sapa Siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Gresik Selengkapnya

Pemkab Gresik Salurkan Bantuan Stimulan Material Untuk Korban Kebakaran Sembayat

GRESIK, 1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama Wakil Bupati Asluchul Alif menyalurkan bantuan stimulan material bangunan kepada warga korban kebakaran di Desa Sembayat, Kecamatan Manyar pada Jumat, 31 Juli 2026. Sebelumnya Pemerintah Kabupaten Gresik melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) juga memberikan bantuan logistik kepada korban. 

Kebakaran yang terjadi di Jalan Manunggal, Desa Sembayat Kecamatan Manyar,  Kabupaten Gresik pada Kamis, 23 Juli 2026 tersebut selain menghanguskan 4 rumah warga juga menghanguskan sebagian fasilitas umum yaitu Musala Darul Ikhsan. 

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, menyampaikan rasa prihatin atas musibah yang dialami para warga, dan berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban korban. Ia juga mengapresiasi kepedulian berbagai pihak, termasuk pemerintah desa, yang turut membantu penanganan para korban. 

“Kami sangat prihatin atas musibah kebakaran yang menimpa warga kita. Mudah-mudahan bantuan stimulan berupa material ini dapat sedikit meringankan beban para korban,” ujarnya.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Fandi Akhmad Yani didampingi Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, Kepala Dinas Cipta Karya, Perumahan dan Kawasan Permukiman (CKPKP) Ida Lailatussa’diyah, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarla) Suyono, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukardi, Forkopimcam Manyar, serta Kepala Desa Sembayat, Amin beserta perangkat dan BPD menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Gresik untuk selalu hadir di tengah masyarakat yang tertimpa musibah. 

Menurutnya, kehadiran pemerintah tidak hanya sebatas menyalurkan bantuan, tetapi juga memastikan para korban mendapatkan pendampingan dan dukungan agar dapat segera bangkit serta melanjutkan kehidupan secara normal.

“Anggaran bantuan dari pemerintah daerah tidak hanya terbatas bagi korban musibah kebakaran, namun berlaku adil juga disalurkan untuk warga yang terdampak musibah angin puting beliung maupun banjir,” ungkapnya.

Selain menyerahkan bantuan secara simbolis kepada para penerima manfaat, Bupati dan Wakil Bupati Gresik juga menyempatkan diri berdialog dengan warga untuk mendengarkan secara langsung kondisi yang mereka alami pascabencana. Serta memberikan semangat agar tetap optimistis menjalani proses pemulihan.

Sementara itu, salah satu penerima bantuan, Sarwedi, 65, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang sudah diberikan Pemerintah Kabupaten Gresik. “Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Bupati dan Wakil Bupati yang sudah sudi datang dan berkunjung ke rumah kami yang kebakaran,” tururnya.

“Kami sekeluarga juga mengucapkan terima kasih atas bantuan berupa kasur, logistik, sembako, dan makanan dari BPBD dan Pemdes Sembayat, serta bantuan stimulan tanggap bencana dari Pemkab Gresik,” ungkapnya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Pemkab Gresik Salurkan Bantuan Stimulan Material Untuk Korban Kebakaran Sembayat Selengkapnya

Bupati Gresik Buka MPLS Siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi di Gedung baru, Wujudkan Mimpi Anak Keluarga Prasejahtera 

GRESIK,1minute.id – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Gresik dimulai pada Jumat, 31 Juli 2026. Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani-Asluchul Alif hadir luar lingkungan (luring) atau hadir langsung di sekolah berlokasi di Jalan Raci Cendana Pekuncen, Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik itu.

Sedangkan, Menteri Sosial (Kemensos) Syaifullah Yusuf dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa hadir secara dalam jaringan alias daring. Pembukaan MPLS di gedung baru dan permanen Ini menjadi langkah nyata pemerintah daerah dalam memutus rantai kemiskinan melalui akses pendidikan gratis berkualitas bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera,

MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Gresik Tahun ajaran 2026/2027 diikuti 330 siswa jenjang SD, SMP dan SMA. Rinciannya, masing-masing jenjang sebanyak 90 siswa. Serta, 60 siswa SR dari Lamongan. Tahun 2025/2026 SRMA Gresik untuk jenjang SMA berjumlah 75 siswa. Sehingga, jumlah siswa SRT 1 Gresik berjumlah 405 siswa. 

MPLS dipusatkan di Aula Sekolah yang bisa menampung seribu lebih tempat duduk. Gedung permanen SRT 1 Gresik berdiri diatas lahan seluas 6,5 hektare. Sebanyak 19 dari 26 gedung atau fasilitas sekolah telah selesai pengerjaan. Fasilitas itu, antara lain, ruang kelas, gedung asrama, gedung laboratorium, perpustaan, masjid, hingga lapangan sepak bola.  

Sekolah boarding atau berasrama dengan fasilitas sangat lengkap ini semuanya gratis menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan akses pendidikan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. 

Pembukaan MPLS SRT 1 Gresik ditandai dengan pengalungan tanda pengenal siswa secara simbolis di semua jenjang SD hingga SMA yang dilakukan Bupati Fandi Akhmad Yani, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, Ketua DPRD Gresik Muhammad Syahrul Munir, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution serta undangan lainnya dari Provinsi Jawa Timur dan Pemkab Lamongan. MPLS akan berlangsung 31 Juli sampai 21 Agustus 2026.

Performance MPLS Siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Gresik pada Jumat, 31 Juli 2026 ( Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Sebelumnya, ada performance siswa kelas XI SR SMA. Mereka tampil percaya diri dengan menggunakan lima siswa dengan lima bahasa, yakni, Jawa, Prancis, Inggris, Tagalok dan Bahasa Arab. Ada juga, paduan suara dan puisi. Penampilan siswa ini berbeda saat awal mereka masuk di SMA Sekolah Rakyat membuat para undangan seakan terhipnotis. 

Penampilan mereka seakan telah berubah 180 derajat, percaya diri dibandingkan awal mereka sekolah. “Alhamdulillah, hari ini Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Gresik resmi beroperasi. Ini bukan sekadar bangunan baru, melainkan rumah kedua bagi anak-anak kita untuk menimba ilmu, mengembangkan potensi, dan membangun masa depan,” ujar Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat pembukaan MPLS SRT 1 Gresik pada Jumat, 31 Juli 2026.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas berdirinya lembaga pendidikan ini. Sekolah Rakyat, kata dia, hadir sebagai wujud kepedulian agar tidak ada satu pun anak di Gresik yang terhalang cita-citanya karena keterbatasan. 

“Program ini bukan hanya sebuah pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan kualitas sumber daya manusia yang nantinya akan menjadi pondasi kemajuan bangsa. SR hadir sebagai upaya negara menyediakan ruang belajar yang inklusif, terjangkau, dan berkualitas bagi anak-anak kita terutama mereka yang membutuhkan dukungan lebih besar,” ujarnya.

Bupati Gresik menyampaikan selamat datang kepada seluruh calon peserta didik dan orang tua yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya di Sekolah Rakyat Terintegrasi I Kabupaten Gresik. Hari ini merupakan momentum yang sangat istimewa karena menjadi awal perjalanan pendidikan bagi anak-anak.

“Momentum ini bukan sekadar membuka tahun ajaran baru, tetapi juga meneguhkan komitmen kita bersama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul sebagai fondasi terwujudnya Gresik Baru Lebih Maju. Yaitu Gresik yang semakin maju pembangunan manusianya, semakin kuat daya saingnya, semakin inklusif pembangunannya, serta semakin sejahtera masyarakatnya,” harapnya.

(kiri-kanan) Kadis CKPKP Gresik Ida Lailatussa’diyah, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution, Ketua DPRD Gresik Muhammad Syahrul Munir (baju putih) , Bupati Gresik Fandi Akhmad dan Kepala SRT 1 Gresik Rangga Pratama Wahyu bersama siswa baru jenjang SD Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Gresik pada Jumat, 31 Juli 2026 ( Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Pemerintah Kabupaten Gresik juga memastikan fasilitas di Sekolah Rakyat terus disempurnakan, mulai dari ruang kelas yang nyaman, perpustakaan, laboratorium, hingga sarana ibadah dan olahraga. Dukungan tenaga pendidik yang profesional juga disiapkan agar proses belajar mengajar berjalan efektif dan menyenangkan.

“Sekolah Rakyat Sidayu adalah bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Gresik untuk menghadirkan pendidikan yang merata, terjangkau, dan berkualitas bagi seluruh anak di wilayah kita. Tidak ada satu pun anak Gresik yang tertinggal dalam menuntut ilmu,” katanya. 

“Saya berharap Sekolah Rakyat terus menjadi kebanggaan warga Sidayu, melahirkan generasi penerus yang tidak hanya pintar secara intelektual, tetapi juga kuat imannya, santun akhlaknya, dan mampu membawa Gresik semakin maju dan sejahtera di masa depan,” imbuhnya. 

Ia melanjutkan, kurikulum yang diterapkan akan memadukan standar pendidikan nasional dengan nilai-nilai kearifan lokal serta penguatan karakter dan wawasan kebangsaan. Kearifan lokal, misalnya, hafidz.

Sekolah Rakyat merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam memastikan setiap anak Indonesia memperoleh hak yang sama atas pendidikan yang bermutu. Program ini sejalan dengan semangat Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia, memperluas akses pendidikan yang berkualitas, mengurangi kemiskinan, serta mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani didampingi Wabup Gresik Asluchul Alif (kiri) dan Kepala SRT 1 Grsik Rangga Pratama Wahyu saat memberikan Keterangan Pers usai pembukaan MPLS pada Jumat, 31 Juli 2026 ( Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

“Sekolah Rakyat program prioritas Bapak Presiden Prabowo ini dibangun di atas tanah seluas 6,5 hektare menampung 405 siswa. Sebanyak 90 siswa jenjang SD, 90 siswa jenjang SMP, dan 90 siswa jenjang SMA. Selain itu, terdapat pula 60 siswa titipan dari Kabupaten Lamongan serta 75 siswa dari SRMA 37 Gresik,” terangnya.

Bupati Yani menambahkan, keberadaan sekolah rakyat bukan hanya menjadi program pemerintah. Melainkan gerakan bersama yang melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia pendidikan, dunia usaha, masyarakat, dan keluarga untuk memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam memperoleh masa depan yang lebih baik.

Dikatakan, pendidikan merupakan jalan paling efektif untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Untuk itu, Pemkab Gresik terus memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Sekolah Rakyat sebagai salah satu investasi jangka panjang dalam membangun generasi yang cerdas, sehat, berkarakter, berakhlak mulia, mandiri, adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memiliki semangat gotong royong dan cinta tanah air.

“Inilah investasi terbaik yang kita siapkan menuju Indonesia Emas 2045,ketika bangsa Indonesia memasuki satu abad kemerdekaan dengan kualitas sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing global,” katanya. 

Sementara itu, Kepala SRT 1 Gresik Rangga Pratama Wahyu menyampaikan bahwa proses belajar mengajar di sekolah rakyat adalah : belajar, tumbuh, mengasah otak dan ketrampilan. “Selamat datang bagi calon murid di Sekolah Rakyat, dengan harapan lulusan SR bisa lancar membaca Al Qur’an dan bisa masuk perguruan tinggi favorit, dan konsen dalam trilogi : menjangkau yg tidak terjangkau, memungkinkan yang tidak mungkin, memuliakan masyarakat,” paparnya.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani didampingi Wabup Gresik Asluchul Alif menyapa calon siswa jenjang SMA SRT 1 Gresik dalam pembukaan MPLS SRT 1 Gresik pada Jumat, 31 Juli 2026 ( Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Kepala Dinas Sosial Umi Khoiroh menyampaikan tahun ajaran baru 2026/2027, Sekolah Rakyat Gresik menerima siswa tingkat SD sebanyak 90 siswa, untuk tingkat SMP sebanyak 90 siswa, dan untuk tingkat SMA sebanyak 90, sementara ada titipan 60 siswa dari Kabupaten Lamongan.

“Hingga saat ini, ada 19 gedung yang siap di gunakan dalam proses belajar mengajar dilingkungan sekolah rakyat, mulai ruang kelas, asrama, masjid, aula, ruang olahraga indoor, dan lain-lain, dengan harapan siswa menikmati belajar dilingkungan sekolah rakyat,” paparnya.

Dalam kesempatsn tersebut Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang melakukan daring atau zoom dengan Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan juga dengan Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Gresik, akan membantu sarung bagi siswa laki-laki dan mukena bagi siswa perempuan.

Bagaimana tanggapan orang tua siswa SRT 1 Gresik? Bayu Dewangga Putra, 33, mengaku senang anaknya bisa masuk SRT 1 Gresik. “Saya sedih tapi bangga. Sedih karena berpisah dengan anak. Tapi demi masa depannya apalagi fasilitas sekolah sangat lengkap dan gratis saya senang,” ujar bapak dua anak asal Desa Kalipadang, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik ini. (adv/yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Bupati Gresik Buka MPLS Siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi di Gedung baru, Wujudkan Mimpi Anak Keluarga Prasejahtera  Selengkapnya

Beyond Investment, Bupati-Wabup Gresik Dorong Investasi Tumbuh Bersama Masyarakat

GRESIK,1minute.id –  Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Gresik untuk membangun iklim investasi yang tidak hanya mengejar besarnya modal yang masuk, tetapi juga memastikan kehadirannya memberi manfaat bagi masyarakat.

Komitmen tersebut disampaikan dalam The 1st Gresik Business Forum bertema “Beyond Investment: Membangun Kemitraan Strategis untuk Masa Depan Gresik” yang digelar Pemerintah Kabupaten Gresik melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) pada Kamis, 30 Juli 2026.

Forum ini mempertemukan pemerintah dengan pelaku usaha, asosiasi dunia usaha, kawasan industri, perbankan, akademisi, serta pemangku kepentingan lainnya.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, investasi yang masuk ke Gresik harus dilihat lebih luas dari sekadar angka realisasi. Investasi diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja, memperkuat UMKM lokal, meningkatkan kompetensi tenaga kerja, sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.

“Investasi mungkin dimulai dengan angka, tetapi kemitraan dibangun melalui kepercayaan. Investasi menghadirkan proyek, tetapi kemitraan menciptakan masa depan,” ujar Fandi Akhmad Yani.

Hingga semester pertama 2026, realisasi investasi di Kabupaten Gresik telah mencapai sekitar Rp 11,4 triliun. Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya mengejar target investasi sebesar Rp 30 triliun pada tahun ini.

Ia mengatakan, capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak. Di tengah situasi ekonomi global yang penuh ketidakpastian, menurutnya, Gresik harus mampu memberikan pelayanan dan kepastian terbaik agar tetap kompetitif sebagai tujuan investasi.

Gresik memiliki modal kuat untuk itu. Selain posisi geografis yang strategis, daerah ini ditopang kawasan industri, pelabuhan, ketersediaan energi, air dan gas, serta infrastruktur yang terus dikembangkan.

Namun, Bupati Yani menekankan bahwa kekuatan tersebut harus diikuti dengan kepastian tata ruang dan birokrasi yang responsif. Pemerintah daerah terus mendorong penyelesaian tata ruang agar investor memiliki kepastian mengenai kawasan yang dapat dikembangkan.

“Kita berangkat dari tata ruang karena dari tata ruang itu ada kepastian hukum dalam berinvestasi. Jelas, tidak tumpang tindih, tidak abu-abu,” katanya.

Komitmen yang sama berlaku dalam pelayanan perizinan. Bupati meminta seluruh perangkat daerah memberikan pelayanan yang cepat, terbuka, dan solutif kepada pelaku usaha. “Tidak ada lagi bahasa sulit mengurus perizinan di Kabupaten Gresik. Kalau ada yang kurang, dilengkapi, cepat selesai, keluar. Kalau ada yang lama, silakan ngomong ke saya,” tegas mantan Ketua DPRD Gresik ini.

Bupati Yani juga menekankan bahwa investasi harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Pemkab Gresik mendorong kemitraan antara industri dengan UMKM lokal, peningkatan kompetensi tenaga kerja, kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas, hingga kolaborasi dalam pengelolaan lingkungan dan sampah.

Salah satu gagasan yang didorong adalah pengembangan platform marketplace UMKM yang dapat menghubungkan produk pelaku usaha dari berbagai desa dengan kebutuhan perusahaan dan tenant kawasan industri. Transaksi kemitraan tersebut nantinya dapat tercatat dan diukur sehingga kontribusi industri terhadap masyarakat dapat terlihat secara nyata.

“Ini yang bisa kita sampaikan kepada masyarakat bahwa kehadiran industri yang ada di Kabupaten Gresik sudah memberikan manfaat untuk masyarakat Kabupaten Gresik,” ujarnya.

Bupati juga mendorong kawasan industri untuk terlibat dalam pengelolaan sampah bersama. Gresik diproyeksikan berkontribusi dalam program waste to energy kawasan aglomerasi Surabaya Raya dengan target sekitar 250 ton sampah per hari.

Selain itu, Pemkab Gresik membuka ruang kolaborasi dengan perusahaan untuk mendukung kesempatan kerja yang lebih inklusif bagi penyandang disabilitas melalui Unit Layanan Disabilitas (ULD).

“Lihatlah Gresik sebagai mitra strategis. Tempat pemerintah hadir sebagai fasilitator, masyarakat siap menjadi bagian dari pertumbuhan, dan dunia usaha memperoleh kepastian untuk berkembang,” tutur Bupati Yani.

Menurut Bupati Yani, ukuran keberhasilan investasi pada akhirnya bukan hanya besarnya modal yang masuk, tetapi seberapa besar manfaat yang dapat dirasakan masyarakat. “Keberhasilan bukan hanya diukur dari besarnya investasi yang datang, tetapi dari besarnya manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menambahkan, daya tarik investasi Gresik juga diperkuat dengan pembangunan infrastruktur. Pemerintah daerah terus mendorong peningkatan konektivitas menuju kawasan industri, termasuk pengembangan jaringan jalan yang menghubungkan kawasan industri dengan akses jalan nasional dan jalan tol.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur harus berjalan beriringan dengan kesiapan sumber daya manusia. Investasi yang tumbuh di Gresik harus membuka lebih banyak kesempatan bagi masyarakat lokal untuk bekerja dan meningkatkan kesejahteraannya. “Investasi yang ada di Kabupaten Gresik harus bisa menurunkan angka kemiskinan dan angka pengangguran,” ujarnya.

Karena itu, Pemkab Gresik terus memperkuat pelatihan kerja, pendidikan vokasi, dan akses magang bagi masyarakat. Pemerintah juga mendorong agar kebutuhan kompetensi industri dapat disampaikan lebih awal sehingga pelatihan tenaga kerja dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.

Wabup Alif juga mengingatkan pentingnya keberlanjutan lingkungan. Menurutnya, perusahaan yang ingin tumbuh dalam jangka panjang harus ikut menjaga lingkungan sosial dan lingkungan hidup di sekitar wilayah operasionalnya.

“Bapak Ibu semua tentu tidak hanya ingin berusaha lima atau sepuluh tahun. Pasti ingin usaha itu berjalan 20 sampai 50 tahun ke depan. Karena itu kami berharap lingkungan sosial, udara, tanah, dan air juga dijaga,” ujarnya.

Wabup juga mendorong sinergi pemerintah dan dunia usaha dalam memperkuat akses pembiayaan, pengembangan SDM, serta penguatan infrastruktur pendukung kawasan industri. “Investasi yang ada di Kabupaten Gresik harus bisa menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran. Karena itu, investasi harus berjalan bersama dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan keberlanjutan lingkungan,” ujarnya.

Setelah komitmen pemerintah daerah disampaikan, forum tersebut juga menawarkan sejumlah peluang investasi strategis kepada dunia usaha. Terdapat lima proyek yang telah disiapkan untuk dikembangkan bersama mitra strategis.

Peluang pertama adalah industri pengolahan logam tembaga dengan produk copper rod and wire serta copper tube. Proyek ini membutuhkan investasi sekitar Rp 17,19 triliun dan diarahkan untuk mendukung pengembangan industri kendaraan listrik, elektronik, serta energi terbarukan.

Kedua, industri alat dan mesin pertanian dengan produk utama traktor roda empat dan combine harvester. Proyek ini membutuhkan investasi sekitar Rp 784,83 miliar untuk memperkuat modernisasi pertanian dan ketahanan pangan nasional.

Ketiga, industri hilirisasi timah dengan produk tin solder, tin ribbon, dan tin chemical. Proyek bernilai sekitar Rp 1,17 triliun tersebut diarahkan untuk memenuhi kebutuhan industri elektronik, semikonduktor, dan kendaraan listrik.

Ketiga proyek tersebut direncanakan dikembangkan di kawasan ekonomi khusus Gresik yang didukung pelabuhan laut dalam, infrastruktur modern, dan ekosistem industri terintegrasi.

Peluang keempat adalah industri farmasi dengan nilai investasi sekitar Rp 707,95 miliar, yang akan memproduksi garam farmasi berkualitas tinggi sebagai bahan baku industri kesehatan.

Kelima, unit pengolahan ikan bernilai tambah dengan nilai investasi sekitar Rp514,75 miliar. Proyek ini akan mengolah hasil perikanan menjadi berbagai produk bernilai tambah untuk pasar domestik dan ekspor sekaligus memperkuat sektor perikanan dan UMKM Gresik.

Kepala DPMPTSP Gresik Reza Pahlevi mengatakan, The 1st Gresik Business Forum menjadi ruang untuk mempertemukan pemerintah dan dunia usaha dalam membangun kolaborasi yang lebih kuat. Menurut Reza, forum tersebut juga menjadi wadah untuk membahas berbagai isu yang berkaitan langsung dengan dunia usaha, mulai dari tata ruang, ketenagakerjaan, hingga penyesuaian kebijakan investasi.

“Kami ingin forum ini menjadi wadah strategis untuk menarik investasi sekaligus memperkuat brand image bahwa Gresik adalah salah satu daerah tujuan investasi yang menarik,” ujarnya. Reza mengatakan, forum tersebut diikuti sekitar 100 peserta, termasuk 50 pelaku usaha yang diundang, perwakilan perangkat daerah, asosiasi dunia usaha, kawasan industri, perbankan, serta pemangku kepentingan lainnya.

Selain membahas peluang investasi, forum juga menjadi momentum Pemkab Gresik memberikan apresiasi kepada perusahaan dan mitra usaha yang dinilai berkontribusi terhadap pembangunan daerah.

Penghargaan Investment Realization Contributor of Foreign Investment in 2025 diberikan kepada PT Freeport Indonesia dengan realisasi investasi sekitar Rp 2,5 triliun. The Largest Investment Realization Contributor of Domestic Investment in 2025 diberikan kepada PT Petrokimia Gresik dengan realisasi sekitar Rp 1,7 triliun.

Selanjutnya, The Largest Investment Realization Contributor of Industrial Estate in 2025 diberikan kepada PT Berkah Kawasan Sejahtera dengan realisasi sekitar Rp 81,1 miliar. The Largest Investment Realization Contributor SSMI in 2025 diberikan kepada PT Gajah Putera Antariaga dengan realisasi sekitar Rp 24,9 miliar.

Penghargaan juga diberikan kepada PT Garuda Unggul Putra Putri Jaya sebagai The Most Compliant Company in Submitting Investment Activity Report in 2025, PT Dharma Graha Utama sebagai perusahaan pertama yang melaksanakan kewajiban kemitraan sesuai Peraturan Bupati Gresik Nomor 62 Tahun 2026, serta CV Tiga Peruang Lampur sebagai The Most Contributive MSME Partnership in 2026.

PT Multimanao Indonesia memperoleh penghargaan The Best Participation Commitment upon Investment Facility 2026 to the Realization of Partnership Obligation, setelah merealisasikan komitmen kemitraan dengan UMKM dengan nilai kontrak sekitar Rp1,56 miliar.

Sementara itu, penghargaan The Highest Foreign Investment of Local Workforce in 2025 diberikan kepada PT Freeport Indonesia atas penyerapan tenaga kerja lokal sekitar 71 persen.

Penghargaan lainnya diberikan kepada PT Marco Prisma sebagai The Highest Domestic Investment of Local Workforce, PT BHST sebagai The Most Contributive GPMPTSP Partnership in 2025, Bank BPD Jawa Timur Cabang Gresik sebagai The Most Contributive Banking GPMPTSP Partnership in 2025, serta PT Himalaya Mitra Sukses sebagai The Most Participative GPMPTSP Partnership in 2025.

Melalui The 1st Gresik Business Forum, Pemkab Gresik ingin memastikan investasi tidak berhenti pada masuknya modal dan pembangunan proyek. Lebih jauh, investasi diharapkan berkembang menjadi kemitraan yang menghadirkan lapangan kerja, memperkuat UMKM, meningkatkan kompetensi masyarakat, menjaga lingkungan, serta menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Beyond Investment, Bupati-Wabup Gresik Dorong Investasi Tumbuh Bersama Masyarakat Selengkapnya