RMI NU Gresik Ingatkan Santri Patuhi Prokes untuk Jaga Santri, Jaga Kiai


GRESIK,1minute.id – Ratusan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Lirboyo Kediri balik ke pondok untuk kembali belajar pada Minggu, 23 Mei 2021. Mereka berangkat dari Kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Gresik dengan menumpang empat bus milik Petrokimia Gresik kerjabareng dengan Dinas Perhuhungan Gresik.

Rombongan berangkat dilepas oleh Pengurus Cabang Rabitha Ma’ahd Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) Gresik. Sebelum berangkat semua barang bawaan, bodi dan tempat duduk bus dilakukan penyemprotan desinfektan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik. Sehingga, dipastikan tempat duduk dan barang bawaan streril dari kuman.

BERANGKAT : Santri Ponpes Lirboyo Kediri ketika berangkat balik ke pondok dari halaman kantor PCNU Gresik pada Minggu, 23 Mei 2021 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan Gresik Muhammad Amri mengatakan, program mengantar santri balik ke pondok ini adalah sebuah inovasi dilakukan oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. “Selama saya di dishub baru tahun ini ada program mengantar santri untuk balik ke pondok pesantren,”kata Amri dalam sambutannya.

Ketua Bidang Kesehatan PC RMI NU Gresik
dr Heri Munajib mewanti-wanti para santri untuk mematuhi protokol kesehatan. “Patuhi prokes apapun nanti yang diminta Satgas Covid di Lirboyo tolong dipatuhi,”kata Heri.

SEMPROT DESINFEKTAN : Petugas melakukan penyemprotan desinfektan milik santri Ponpes Lirboyo Kediri sebelum masuk bagasi bus yang mengantarkan balik ke pondok pada Minggu, 23 Mei 2021 (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Selain itu, dokter Heri meminta santri menjaga kesehatan sesuai dengan aturan pondok. Tetap makan minum sesuai jatah dari pondok.”Intinya jaga kesehatan. Menjaga diri sendiri jaga orang lain wabil khusus menjaga kiai -kiai kita,”tegasnya.

Berdasarkan data RMI Nasional pandemi corona virus disease 2019 warga Nahdliyin telah kehilangan ratusan kiai. “Sampai bulan ini kita telah kehilangan 480 ulama,”ujarnya. “Ayo Jogo Santri, Ayo jogo kiai. Jangan pernah melupakan yang namanya protokol kesehatan Patuhi aturan satgas jangan sampai pondok pesantren menjadi klaster,”imbuh dr Heri lagi. (yad)

RMI NU Gresik Ingatkan Santri Patuhi Prokes untuk Jaga Santri, Jaga Kiai Selengkapnya

Pemkab Fasilitasi Tes Swab Santri Balik ke Pondok

GRESIK,1minute.id – Masa liburan sekolah santri segera berakhir. Pembelajaran diperkirakan mulai 11 Syawal 1442 hijriah atau 23 Mei 2021 mendatang.  Santri asal Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik bersiap balik ke pondok pesantren mereka masing-masing sebelum pembelajaran. 

Menurut Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemkab Gresik Reza Pahlevi mengatakan, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani berencana memfasilitasi tes kesehatan untuk santri yang mau balik ke pndok pesantren. Tes kesehatan antara lain tes swab PCR atau Antigen gratis.

“Dalam apel pagi tadi, Bupati mengungkap rencana baik pemerintah itu,”kata Reza pada Senin, 17 Mei 2021. Mekanisme pemeriksaan kesehatan itu dilakukan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik. Selain tes usap, tambahnya, pemkab juga mewacanakan untuk memberikan pelayanan pengangkutan bagi para santri yang bakal balik ke pondok itu.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Gresik Nanang Setiawan mengatakan, saat ini ada 200-an santri Ponpes Lirboyo, Jombang mengajukan permohonan untuk mendapatkan fasilitas angkutan balik ke pondok. “Kita akan coba usahakan bantuan CSR,”kata Nanang Setiawan.

Seperti diberitakan, mulai Selasa, 18 Mei 2021, pemerintah akan melonggarkan pembatasan perjalanan. Meski begitu, masyarakat yang bepergian ke luar kota pada periode 18-24 Mei 2021 tetap mesti mematuhi beberapa persyaratan.

Persyaratan ini berlaku untuk masyarakat yang menggunakan angkutan transportasi umum dan pribadi. Pengetatan syarat perjalanan ini juga berlaku untuk seluruh moda transportasi baik darat, laut, udara, dan kereta api dalam perjalaman antarkota/kabupaten dan antarprovinsi.

Syarat-syarat bepergian untuk Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) berikut ini :
1. Keterangan Negatif Covid-19

Syarat perjalanan tercantum dalam Adenum SE Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021.Salah satu syarat itu adalah surat keterangan negatif Covid-19 yang berlaku 24 jam untuk tes usap atau swab test PCR dan swab antigen. Sementara, hasil tes GeNose berlaku hanya pada hari keberangkatan perjalanan. 

2. Surat Keterangan Perjalanan

Pemerintahn juga mengimbau masyarakat untuk membatasi perjalanan demi mengurangi risiko tertular Covid-19. Apabila terpaksa untuk melakukan perjalanan, masyarakat diminta menyiapkan dokumen yang dapat menjelaskan kepentingan melakukan perjalanan.

Surat keterangan, baik itu surat keterangan karena tugas maupun juga surat keterangan dari kepala desa atau lurah setempat jika kepentingannya adalah kepentingan pribadi.

3. Pengisian e-HAC Indonesia

Pelaku perjalanan dengan moda transportasi darat umum maupun pribadi kembali diimbau untuk melakukan pengisian e-HAC Indonesia.
Sedangkan, bagi pelaku perjalanan udara dan laut wajib melakukan pengisian e-HAC Indonesia.

e-HAC adalah electronic-Health Alert Card atau Kartu Kewaspadaan Kesehatan. Kartu elektronik ini dikembangkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes), khususnya pada Direktorat Surveilans dan Karantina Kesehatan, Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit. (yad)

Pemkab Fasilitasi Tes Swab Santri Balik ke Pondok Selengkapnya

Pemkab Siap Kalaborasi dengan Perguruan Tinggi Wujudkan Nawa Karsa Gresik Baru

GRESIK,1minute.id – Duet pasangan Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah akan menggandeng perguruan tinggi untuk mewujudkan Nawa Karsa Gresik Baru. 

Hal itu disampaikan Bupati Fandi Akhmad Yani  saat silaturrahim dengan civitas akademika Universitas Qomaruddin (UQ) Kecamatan Bungah, Gresik pada Kamis, 6 Mei 2021. Bupati Fandi Ahmad Yani mengatakan, sejak awal dirinya ingin mewujudkan Nawa Karsa dengan pola kolaborasi dengan semua pihak, salah satunya di bidang pendidikan dan SDM dengan menggandeng perguruan tinggi.

“Saya menyampaikan terimakasih atas komitmen Universitas Qomaruddin dalam rangka mendukung program Nawa Karsa, dan kedepan bisa berbentuk kerjasama bidang pendidikan, ekonomi, dan lainnya, kebetulan di kampus ini ada jurusan yang membidangi itu,”kata mantan Ketua DPRD Gresik itu.

Wabup Aminatun Habibah menambahkan, bentuk keseriusan komitmen perguruan tinggi akan ditindaklanjuti dengan MoU atau kerjasama dengan Pemkab Gresik. 

Namun sebelum kerjasama itu dilakukan, tambahnya, perguruan tinggi terlebih dahulu menentukan bidang kerjasamanya sehingga lebih fokus. “Seperti kampus UISI yang telah bekerjasama dengan kita terkait pendampingan di dunia pendidikan, ada lagi terkait pendampingan lingkungan dari Universitas Muhammadiyah Gresik,”jelas Bu Min-sapaan-Wabup Aminatun Habibah.

Sementara itu. Wakil Rektor Universitas Qomaruddin Moh Maghfur menyatakan, lembaganya komitmen mendukung dan mensukseskan pemerintahan Gresik Baru. 

Bukti komitmen itu, dikatakan Maghfur akan melakukan kerjasama dalam rangka pembangunan dalam segala aspek kebijakan yang ada di Pemkab Gresik.

“Jadi, kegiatan ini sebagai upaya yayasan Qomaruddin dan seluruh lembaga naungannya melakukan kerjasama dalam rangka pembangunan di seluruh aspek kebijakan,” terangnya.

Ia mencontohkan bentuk kerjasama itu berbentuk keterlibatan dan pendampingan program, seperti pada saat penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), vaksinasi, dan program lainnya.

“Kami yang ada di perguruan tinggi ini berada di luar legislasi, eksekusi, dan stakeholder lainnya, untuk itu kami siap mengawal seluruh program Nawa Karsa yang digagas Bupati Gresik dengan berkolaborasi dengan perguruan tinggi,”tegasnya. (yad)

Pemkab Siap Kalaborasi dengan Perguruan Tinggi Wujudkan Nawa Karsa Gresik Baru Selengkapnya

Melongok Kawasan Bukit Pucem yang Longsor, Pemilik Kafe Seakan Berlomba Tawarkan View Gresik Kota Bandar

GRESIK,1minute.id – Puluhan kafe berdiri di kawasan Bukit Putri Cempo (Pucem). Sebelum tahun 2000-an kawasan berada di Desa Ngargosari, Kecamatan Kebomas, Gresik menjadi tempat wisata religi ke makam Putri Cempo dan Sayyid Abdurahman, Paman Sunan Giri. Kawasan itu hanya ramai hari tertentu.

Kini, berubah 180 derajat celsius. Kawasan itu, ramai setiap hari. Siang hingga malam hari. Mereka yang datang mayoritas bukan lagi untuk berselancar rohani, bermunajat kepada sang Khaliq.  Tapi, berselancar dunia maya dan berswafoto. Pengunjung lainnya bisa menikmati pemandangan Kota Gresik dari atas bukit itu.

Sekitar 23 kafe berdiri di kawasan Pucem itu. Rata-rata bangunan kafenya menjulang. Pemilik kafe seakan berlomba menawarkan view Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik yang ciamik.

Pada Siang hari terlihat hamparan lautan dengan kapal berderet seperti sedang menunggu giliran labuh atau sandar di kawasan Gresik Kota Bandar (Pelabuhan). Bila malam hari, gemerlap lampu dan asap cerobong pabrik seakan menambah suasana berbeda.

Bukit Pucem menjadi tempat alternatif bagi para milenial hingga emak-emak untuk melepas penat setelah seharian berkutat dengan aktivitas rutin.

“Suasana mirip di Batu, Malang,”ujar Zainuri, salah seorang pengunjung kafe di kawasan Pucem ditemui 1minute.id pada Minggu, 21 Maret 2021. Remaja 18 tahun itu bersama tiga orang temannya. Langit Gresik juga sedang mendung. “Lagi, santai saja karena hari libur,”imbuh remaja asal Kecamatan Bungah, Gresik itu.

Kondisi Bukit Pucem yang mengalami longsor cukup parah tidak membuat pengunjung waswas. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani turun gunung ikut merayu masyarakat antara lain keluarga juru kunci makam Putri Cempo mau mengungsi. Pasalnya, bagian dapur rumah telah longsor sehingga mengkhawatirkan keselamatan jiwa para penghuninya.

Sementara perangkat desa hingga kecamatan telah mengeluarkan himbauan kepada pemilik kafe untuk meningkatkan kewaspadaan bencana tanah longsor. Pada Minggu, 21 Maret 2021, tansh longsor di Bukit Pucem semakin mengkhawatirkan.

Akses jalan ke kawasan Bukit Pucem hanya dari Jalan Sunan Giri atau Desa Ngargosari. Sebab, alternatif dari Kelurahan Gending ke Desa Ngargosari, Kecamatan Kebomas terputus.

Sebagian masyarakat ada yang mengaitkan salah satu penyebab terjadi tanah longsor di kawasan Bukit Pucem akibat bermunculan bangunan kafe itu. Sebab, sebelumnya kawasan Pucem itu cukup sakral karena tempat makam orang-orang alim keturunan maupun santri Sunan Giri, Wali Songo.

Apalagi, belalakangan muncul duga pembangunan sejumlah kafe di kawasan itu tidak mengindahkan faktor lingkungan. Selain itu, bangunan permanen ditengarai tidak memiliki izin mendirikan bangunan. (*/bersambung)

Melongok Kawasan Bukit Pucem yang Longsor, Pemilik Kafe Seakan Berlomba Tawarkan View Gresik Kota Bandar Selengkapnya

Polres Gresik Gelar Apel Kalaborasi Indonesia Sehat, Kibarkan Bendera Raksasa

GRESIK,1minute.id – Polres Gresik menggelar Apel Kolaborasi melawan pandemi untuk Indonesia sehat di halaman Mapolres Gresik pada Senin,15 Maret 2021. Apel dalam rangka untuk penanggulngan penyebaran pegebluk coronavirus disease 2019 ini terasa istimewa.

Sebab, pimpinan apel adalah tiga pilar sekaligus. Tiga pilar itu adalah Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto dan Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail.

Peserta apel adalah anggota Polres Gresik, Kodim 0817 Gresik dan Tenaga Kesehatan (nakes) Dinas Kesehatan Gresik.  Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dalam sambutannya mengatakan kegiatan ini dilaksanakan untuk melawan pandemi menuju Indonesia sehat.

Selain itu, mendukung pencanangan pemerintah Pusat sampai daerah sebagai langkah ikhtiar kita bersama untuk mencegah penyebaran Covid 19. “Vaksinasi tersebut aman dan halal serta tidak memiliki efek samping bagi penggunanya.

TIGA PILAR : (ki-ka) Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto memimpin apel kalaborasi untuk Indonesia Sehat di Mapolres Gresik pada Senin, 15 Maret 2021 ( foto : istimewah)

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto menambahkan kebersamaan dan kekompakan menjadi kekuatan kita bersama dalam mendukung vaksinasi nasional sebagai upaya bersama-sama untuk melawan penyebaran Covid-19.

Usai apel kalaboraksi (Kalaborasi melawan Pandemi untuk Indonesia Sehat) ini dilakukan pengibaran bendera raksasa dan kata Sehat yang dilakukan puluhan anggota Polres Gresik ini. 

Usai melakukan apel, peserta apel bersama anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Gresik melakukan vaksinasi tahap dua. Sebanyak 825 orang yang mendapatkan vaksin Sinovac buatan Tiongkok itu. (*)

Polres Gresik Gelar Apel Kalaborasi Indonesia Sehat, Kibarkan Bendera Raksasa Selengkapnya

Peserta Didik Kangen Sekolah, Besok Pemkab Vaksinasi Seribu Guru

GRESIK,1minute.id – M.Rizal Umam terlihat serius mengerjakan soal di sebuah warung kopi (warkop) di Kawasan Sunan Giri. Siswa kelas VIII Madrasah Ibtidaiyah (MI) 272 Ahsani di Desa Klangonan, Kecamatan Kebomas, Gresik itu mengerjakan tema 8.

Rizal mengerjakan soal dalam pembelajaran dalam jaringan (daring). “Soal UTS (ujian tengah semester),”ujar Rizal. Sejak naik kelas VI, Rizal belum pernah bertemu dengan temannya. Pagebluk coronavirus disease pembelajaran dilakukan secara daring. “Kapan bisa masuk sekolah,”kata Rizal.

Rizal sebuah fonomena gunung es yang diduga merasa jenuh belajar di rumah. Sudah setahun, pembelajaran tatap muka ditiadakan karena pandemi covid belum berakhir.

Kini, tren penularan virus corona menurun. Vaksin Covid-19 sudah disuntikkan kepada ribuan orang di Kota Gresik. Pemkab Gresik rencananya akan melakukan vaksinasi 1.000 tenaga pendidik pada Rabu besok, 10 Maret 2021.

Vaksinasi dipusatkan di Kecamatan Ujungpangkah, Gresik rencananya akan dihadiri forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) Gresik.

UTS : M Rizal Umam mengerjakan UTS di warkop Kompleks Sunan Giri pada Senin, 8 Maret 2021 ( Foto : chusnul cahyadi/1minute.id )

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani berharap Covid-19 segera berakhir. “Sehingga bisa kembali beraktivitas lagi,”ujar Gus Yani di kantor Bupati Gresik pada Selasa, 9 Maret 2021.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik Mahin mengatakan, vaksin Sinovac akan disuntikkan kepada 1.000 guru, mulai PAUD, TK, SD dan SMP Negeri dan Swasta. 

Setelah vaksinasi, tambahnya, pihaknya akan mengusulkan pembelajaran tatap muka (PTM) dengan protokol kesehatan. “Tentu saja, PTM nanti berdasarkan zona yang sesuai dengan peraturan bupati (perbup),”kata Mahin dikonfirmasi 1minute.id melalui telepon genggamnya pada Selaasa, 9 Maret 2021.

Namun, Mahin belum bisa memastikan kapan rencana PTM dimulai. “Kami harap pelaksanaan vaksinasi terhadap tenaga pendidikan ini berjalan lancar, sehingga PTM bisa segera dilaksanakan,” ujarnya. (*)

Peserta Didik Kangen Sekolah, Besok Pemkab Vaksinasi Seribu Guru Selengkapnya

Kota Pusaka di Gresik Kota Lama, Berkonsep Kota Modern

GRESIK,1minute.id – Sebuah video beredar di laman sosial media, instagram. Video kiriman dari sahabat 1minute.id berdurasi 3 menit, 7 detik itu berupa rencana aksi dari organisasi perangkat daerah (OPD) Gresik. 

Video tu berjudul Rencana Aksi Kota Pusaka dan Kota Hijau di Kota Santri-sebutan lain-Pemkab Gresik yang tahun ini bakal merayakan Hari Jadi ke-534 Kota Gresik dan HUT ke-47 Pemkab Gresik itu.

HUT Pemkab Gresik diperingati setiap 27 Februari. Sedangkan, Hari Jadi Kota Gresik dirayakan setiap 9 Maret. Pemkab Gresik biasanya mengabungkan dua perayaan itu pada 9 Maret. Video itu dibuat pada 2019. “Kemungkinan baru bisa direalisasikan tahun ini,”ujar seorang staf di lingkungan Pemkab Gresik yang enggan disebutkan identitasnya itu.

GARLING : Gardu Suling di Jalan Basuki Rahmat, Gresik pada Minggu,7 Maret 2021 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Dalam video rencana itu, wajah Gresik Kota Lama (GKL) akan di make over lebih elok. Enak di padang mata atawa eye cathing. Mirip kota modern. Tidak ada kabel listrik, telepon semrawut, pedestrian atau trotoar jalan untuk pejalan kaki lebar, bersih dan di keramik. Serta, rindang. 

Di dalam video itu, kekhasan kawasan Gresik Kota Lama (GKL) dengan bangunan cagar budaya, kampung dan tempat religi tetap dipertahankan. Bila teralisasi tahun ini, kawasan GKL ini menjadi daya tarik destinasi bagi wisatawan ini menjadi kado istimewa bagi pemerintahan Bupati – Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani dan Aminatun Habibah.

Revitalisasi itu rencananya dibiayai oleh pemerintah pusat. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Gresik Hermanto T.H. Sianturi membenarkan video rencana aksi Kota Pusaka dan Kota Hijau itu digagas Pemkab Gresik.

“Rencana detailnya di Pak Washil,”kata Herman ditemui disela acara Gerakan Sang Mantan Menjadi Pahlawan (Gerbang Pahlawan) di Pendapa Bupati pada Selasa, 2 Maret 2021.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Gresik Achmad Miftachul Rochman mengatakan, dalam skala kawasan yang ada di kota lama ada 7 jalan yakni Jalah Syeh Maulana Malik Ibrahim, Jalan Agus Salim Jalan KH Zubair,  Jalan Kramatlangon, AKS Tubun, Jalan Setiabugi sama lanjutan untuk yang Basuki Rahmat. 

Integrasi dengan Jalan Basuki Rahmat, kata Washil, konsepnya bagian bawah terkait dengan saluran yang selama ini sering banjir karena dimensinya kecil. Kedua banyak sedimentasi itu akan diperbaiki secara keseluruhan. 

“Kalau itu sudah diperbaiki sekalian saja karena anggaran dari pusat itu cukup besar utilitas yang bagian atas itu turun ke bawah. Semua sesuai dengan koridor untuk wilayah perkotaan,”kata Washil ditemui disela memantau longsor di Bukit Putri Cempo pada Kamis, 4 Maret 2021.

Untuk utilitas, tambahnya, kalau bisa dibawah semua sehingga penataan kota itu jadi lebih baik. “Nanti aja penghijauan yang tumbuh baik disesuaikan dengan kondisi yang ada. Nah itu tujuannya cuman itu aja dengan konsep seperti itu diharapkan untuk wilayah wilayah tersebut itu bebas dari banjir kemudian penataan pedestrian sehingga bisa menjadi daya tarik wisatawan,”harapnya. (*)

Kota Pusaka di Gresik Kota Lama, Berkonsep Kota Modern Selengkapnya

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani minta Kepala OPD Tidak Copy Paste Program

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengajak OPD kerja keras. Tidak copy paste program.

“Mari kita kreatif dan inovatif dengan menciptakan hal-hal yang baru. Jangan ada lagi program kegiatan yang sifatnya copy paste. Keajaiban bisa kita dapatkan dari sesuatu yang baru bukan program lama yang di copy paste. Mari kita optimalkan penggunaan Dana Desa, agar masyarakat lebih sejahtera,”kata Bupati Fandi Akhmad Yani saat memimpin Apel Pagi di halaman Kantor Bupati Gresik pada Senin, 1 Maret 2021.

Apel perdana Bupati Fandi Akhmad Yani dan Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah masuk kerja. Apel diikuti seluruh aparat sipil negara (ASN), Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan para Camat. 
Apel pagi perdana ini juga dihadiri Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Abimanyu Poncoatmojo Iswinarno.

(ki-ka) Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Pj.Sekda Gresik Abimanyu Poncoatmojo Iswinarno usai apel perdana di halaman Kantor Bupati Gresik pada Senin, 1 Maret 2021

Gus Yani – sapaan akrab – Fandi Akhmad Yani memberikan perhatian serius persoalan infrastruktur dan pelayanan publik. “Terkait banyaknya insfratruktur serta jalan yang rusak seluruh OPD untuk berkolaborasi,”tegas Gus Yani serius. 

Pada kesempatan itu, Gus Yani mengajak seluruh kepala OPD untuk menyiapkan kebijakan strategis untuk reformasi birokrasi dan revolusi mental seperti yang digaungkan oleh Presiden RI.

“Pemerintah harus bisa memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat. Mudahkan layanan jangan sampai ada yang dipersulit. Mulai pelayanan kependudukan dan pelayanan masyarakat yang lain,” tandasnya.

Usai memimpin apel pagi, Gus Yani kemudian menggelar rapat bersama kepala OPD dan Camat di ruang Putri Mijil lantai dasar kantor Bupati Gresik. (*)

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani minta Kepala OPD Tidak Copy Paste Program Selengkapnya

Ngowes, Bupati GresikTemui PKL Alun-alun untuk Penataan dan Vaksinasi

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menemui pedang kaki lima (PKL) di Alun-alun dekat rumah Dinas Bupati pada Minggu pagi, 28 Februari 2021.

Bupati termuda di Gresik itu “kulakan” aspirasi. Gus Yani -panggilan – Fandi Akhmad Yani akan menata para PKL agar lebih nyaman berjualan di Alun-alun Gresik. Branding akan disiapkan pemerintah agar lebih ciamik di pandang mata.

Pagi itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani selesai ngowes. Memakai jersey sepeda, memakai helm dan bermasker. Suasana Alun-alun cukup ramai aktivitas masyarakat. Ada sekadar jalan-jalan, rekreasi sama keluarga, atau menikmati aneka kuliner.
PKL di Alun-alun Gresik ini diperbolehkan jualan pagi pada Minggu pagi di badan jalan sebelah Timur dan Selatan di dekat pendapa rumah Dinas Bupati.

Selain Minggu, mereka berjualan mulai badal Ashar.
Gus Yani, minggu pagi itu adalah hari kedua pascapelantikan pada Jumat sore, 26 Februari 2021 menempati rumah dinasnya di Alun-alun Gresik. Sambil menuntun sepeda angin, Gus Yani mendatangi para pedagang. Ada minta berswafoto. Juga, ada nyambi menggoreng Tahu ketika Gus Yani menyapanya.

Gus Yani kemudian berhenti dan duduk lesehan bersama perwakilan pedagang Alun-alun. Mohammad Yasin, PKL yang menyewakan mainan anak-anak, mengaku pemasukannya terjun bebas selama penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). 

Dia ingin pedagang bisa berjualan setiap hari untuk mensiasati adanya pembatasan jam malam pukul 21.00. Dalam sepekan, para PKL hanya berjualan pada hari Jumat, Sabtu dan Minggu saja. Yasin mengaku ikut menjaga kebersihan sebelum dan sesudah jualan. Dia ingin diberi fasilitas tenda yang seragam.

“Total ada 150 PKL resmi disini, kami maunya bisa jualan setiap hari. Ada tempat di Alun-alun, tidak memakan hak jalan, dibuatkan tenda yang seragam. Satu lagi Gus, jangan ada lagi penggusuran,”kata dia. 

Selain penataan, buka jam ngelapak di perpanjang, PKL juga berharap vaksin Covid-19. Vaksinasi agar bisa meyakinkan pembeli bahwa membeli di PKL itu aman. Iis, antara lainnya. Konsumen di PKL Alun-alun setuju dengan penataan dan vaksinasi untuk PKL. 

“Saya setuju pedagang divaksin, biar kami pembeli juga merasa aman. Lebih bagus ditata, ada tempat karena kalau di tepi jalan kasihan digusur,” terangnya saat berbincang dengan Gus Yani di depan pedagang aksesoris.

Sembari memesan jus alpukat dan pentol, Gus Yani telah memerintahkan jajarannya agar memfasilitasi para PKL untuk dilibatkan dalam kegiatan di Pendopo. PKL yang berjualan nasi goreng, bakso,  pentol dan lain sebagainya bergiliran masuk pendapa saat ada kegiatan. Dia menanyakan jumlah pasti PKL yang terdaftar untuk difasilitasi di Alun-alun, vaksinasi dan branding agar lebih ramai.

“Saya ingin berinteraksi langsung dengan teman PKL Alun-alun, mereka bagian masyarakat Gresik harus dilayani dengan baik. Tidak hanya PKL saja, ini menjadi daya tarik masyarakat Gresik bisa mencari hiburan di hari libur dengan keluarga, jalan-jalan santai dan mencoba kuliner di Alun-alun. Yang mau main sepakbola juga bisa di Alun-alun,”terangnya.

Aspirasi dari para PKL ini, akan dibawa ke dalam hari pertama masuk kantor. Menurutnya, ini merupakan tugas pemerintah menata para pedagang. Penataan PKL di Alun-alun, katanya, kami tawarkan di tata dengan baik, kita tunjang vaksinasi yang diprogramkan pemerintah pusat ke daerah.

“Kita berikan vaksin, kita sosialisasikan kepada mereka vaksin itu aman sehat dan halal, tidak ada efek samping. Kepercayaan masyarakat akan timbul, kawasan bersih rapi dan sehat. Maka pertumbuhan perekoniman teman-teman PKL.Masyarakat tidak perlu was-was berkunjung ke Alun-alun. Ini akan menjadi bekal saya, senin besok masuk kantor hari pertama,” imbuhnya.

Gus Yani juga mengingatkan para pedagang untuk disiplin dalam menggunakan masker. Senin, 1 Maret 2021 menjadi hari pertama Gus Yani  dan Aminatun Habibah atau Bu Min masuk kantor hari pertama setelah dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Gresik. (*)

Ngowes, Bupati GresikTemui PKL Alun-alun untuk Penataan dan Vaksinasi Selengkapnya

Gelar Tasyakuran Pelantikan, Bupati dan Wabup Gresik Dapat Doa dan Pesan Khusus Habib Luthfi

GRESIK,1minute.id –  Fandi Akhmad Yani dan Aminatun Habibah menggelar tasyakuran Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Gresik di Pendapa Bupati Gresik pada Sabtu, 27 Februari 2021. Tasyakuran digelar secara sederhana. Namun tetap khidmat. Diawali Khotmil Quran, badal salat Subuh dilanjutkan dengan Istighotsa.

Tasyakuran dihadiri Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya, sejumlah ulama, forkopimda dan kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkab Gresik. 

Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani,-Aminatun Habibah bersama Habib Luthfi di Rumah Dinas Bupati Gresik pada Sabtu. 27 Februari 2021 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Dalam tausiyah, Habib Luthfi memberikan sejumlah pesan khusus kepada Gus Yani-sapaan akrab -Fandi Akhmad Yani dan Bu Min -panggilan- Aminatun Habibah untuk ikut menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Jangan mau saling dibenturkan oleh sesama bangsa dan tanah air. Jangan mudah termakan hoaks,”kata Rais Am Idarah Aliyah Jamiyah Ahlith Thariqah al Mu’tabarah an Nahdliyah (Jatman) ini.

Selain itu, anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) ini juga berpesan agar selalu menanamkan cinta kepada bangsa dan tanah air. “Jangan mudah terpecah belah,”imbuhnya. 

Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Tiba-tiba Habib Luthfi berdiri dengan suara bergetar menyatakan “Wahai bangsa ku yang aku banggakan rela kah kita terpecah bela?”dijawab serentak tidak rela. Habib Luthfi mengaku bangga dan senang jawaban itu dan mengakhiri pidato kerakyatannya.

Sebelumnya, di ruang tamu rumah Dinas Bupati Gresik, Habib Luthfi mendoakan Gus Yani dan Bu Min bisa semakin mensejahterakan masyarakat Gresik. 

Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengaku mendapatkan kehormatan tasyakuran pelantikan kedatangan tamu Habib Luthfi bin Yahya. Tasyakuran secara sederhana dengan protokol kesehatan ditengah guyuran hujat lebat. “Semoga Gresik ke depan menjadi lebih bermanfaat. Mudah-mudahan Gresik Baru lebih bermanfaat bagi seluruh masyarakat Gresik,”ujar Gus Yani. (*)

Gelar Tasyakuran Pelantikan, Bupati dan Wabup Gresik Dapat Doa dan Pesan Khusus Habib Luthfi Selengkapnya