DNA Inovasi Insan Petrokimia Gresik Merajai Ajang Temu Karya Mutu dan Produktivitas Nasional

GRESIK,1minute.id – Inovasi berkelanjutan yang dilaksanakan Petrokimia Gresik dan anak perusahaan (anper) kembali mendapatkan apresiasi di level nasional. Dalam ajang Temu Karya Mutu dan Produktivitas Nasional (TKMPN) XXVI tahun 2022 di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) memborong 30 penghargaan.

Sebanyak 11 penghargaan adalah kategori Diamond yang merupakan penghargaan level tertinggi dalam konvensi inovasi tersebut.

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo menyampaikan bahwa, perolehan prestasi ini menjadi bukti jika Petrokimia Gresik bersama anak perusahaan (anper) tidak pernah berhenti menciptakan berbagai terobosan dalam menghadirkan sistem bisnis yang lebih efektif dan efisien, sebagai upaya Petrokimia Gresik menjadi leader di pasar komersial dalam negeri serta mendorong Pupuk Indonesia  selaku holding untuk go global.

“DNA inovasi selalu ada dalam tubuh Insan Petrokimia Gresik. Alhamdulillah beberapa tahun terakhir inovasi yang dihadirkan secara kualitas semakin baik. Ini dapat dilihat dari perolehan penghargaan di TKMPN tiap tahunnya yang juga terus bertambah,” ujar Dwi Satriyo.

Selama tiga tahun terakhir, perolehan penghargaan di TKMPN terus meningkat, dimana pada 2020 lalu atau di tengah pandemi Covid-19, Petrokimia Gresik sudah bisa meraih 22 penghargaan, dan berikutnya bertambah lagi di 2021 menjadi 25 penghargaan. Begitu juga dengan perolehan Diamond, dimana pada 2021 lalu berhasil mendapatkan 5 Diamond, tahun ini total berhasil meraih 11 Diamond yang dibawa pulang.

Dari perolehan Diamond tahun ini, delapan diantaranya diraih gugus inovasi Petrokimia Gresik dan tiga oleh gugus inovasi anper.  Adapun gugus inovasi Petrokimia Gresik yang meraih Diamond yaitu GIO Lingfos, GIO Faba, GIO ErPort, GIO HCDev, GIO DTMS, GIO New Crossbar, SS Helem, GIO Jet High Tech. Sementara gugus inovasi anper peraih Diamond adalah SS Commorbid (Petrokopindo Cipta Selaras/PCS), SS Girobo (Koperasi Konsumen Karyawan Keluarga Besar Petrokimia Gresik/K3PG) dan SS PG Checking (K3PG).

Penghargaan berikutnya adalah enam Platinum yang diraih oleh SS Si Makmur (Petrokimia Gresik), SS Exacc (Petrokimia Kayaku), SS StarPlus (Petrokimia Kayaku), SS Max (Petrokimia Kayaku), GIO Medipack (Petro Graha Medika) dan GIO Sidang (Graha Sarana Gresik/GSG).

Dua penghargaan selanjutnya adalah Gold yang diraih oleh SS SiK3ling (Aneka Jasa Grhadika/AJG) dan SS Pekabis Daan (Petrokimia Kayaku). Terakhir adalah penghargaan lain, yaitu enam Best Performance yang diperoleh atas penampilan Gio ErPort, GIO DTMS, GIO Jet HighTech, GIO Faba, SS Girobo dan SS PG Checking; tiga Best Presenter yang diraih GIO Lingfos, SS Starplus, dan GIO Medipack; serta dua Most Favorite untuk Gio ErPort dan SS Exacc.

“Petrokimia Gresik dalam TKMPN tahun ini mengirimkan 19 gugus inovasi, yaitu sembilan gugus Petrokimia Gresik dan sepuluh dari anper. Semuanya berhasil membawa pulang prestasi tanpa kecuali,”ujar Dwi Satriyo.

Sementara itu, Ia menambahkan jika inovasi-inovasi Petrokimia Gresik di tahun 2021 telah mampu menciptakan nilai tambah atau value creation sebesar Rp65 miliar. Capaian ini merupakan sumbangsih dari 82% karyawan yang terus adaptif dengan berpikir improvement.

“Inovasi Insan Petrokimia Gresik selain memberikan nilai tambah bagi perusahaan, juga memberikan dampak positif bagi kemajuan pertanian Indonesia melalui produk dan layanan berkualitas, serta kompetitif,” tutup Dwi Satriyo. (yad)

DNA Inovasi Insan Petrokimia Gresik Merajai Ajang Temu Karya Mutu dan Produktivitas Nasional Selengkapnya

Petrokimia Gresik Klaim Berhasil Minimalisasi Efek Rumah Kaca hingga 89,15 Ton Karbon Dioksida dengan Pemanfaatan Gipsum 

GRESIK, 1minute.id – Aksi nyata Petrokimia Gresik merespon perubahan iklim dunia. Salah satunya dilakukan oleh perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia itu dengan mengurangi gas rumah kaca hingga 89,15 ton karbon dioksida (CO2) dari pemanfaatan gipsum sepanjang tahun 2015 hingga 2022. 

Hal itu disampaikan Direktur Operasi dan Produksi Petrokimia Gresik Digna Jatiningsih saat menjadi pembicara dalam event internasional “Indonesia Pavilion on COP-27 UNFCCC” di Mesir beberapa waktu lalu.

Dalam materi berjudul “Utilization Gypsum Waste in the Petrochemical Industry”, Digna menyampaikan bahwa Petrokimia Gresik berupaya menjaga lingkungan dengan memanfaatkan gipsum menjadi produk bernilai tambah bagi pertanian dan industri nasional. Diantaranya, untuk pembuatan pupuk ZA, Neutralized Crude Gypsum (NCG) dan Petro-Cas, serta pembuatan Purified Gypsum.

“Limbah gipsum yang dihasilkan Petrokimia Gresik tidak termasuk golongan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) sesuai dengan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (Nomor SK.238/MENLHK/SETJEN/PLB.3/5/2021, Red). Dengan status ini, Petrokimia Gresik lebih flexible dalam pemanfaatannya,”tandas Digna.

Gipsum Petrokimia Gresik merupakan produk sekunder dari pabrik bahan baku NPK, yaitu asam fosfat (phosphoric acid). Hilirisasi produk gipsum ini juga menjadi bagian dari program related diversified industry yang dijalankan perusahaan.

Adapun total pemanfaatan gipsum Petrokimia Gresik untuk produksi pupuk ZA selama periode 2015-2022 sebanyak 1.689.405 ton. Pupuk ini dapat meningkatkan produksi hasil tebu dan tanaman hijau menjadi lebih segar.

Petrokimia Gresik juga mengoptimalkan 1.249.872,46 ton gipsum untuk produksi NCG dan Petro-Cas di periode yang sama. NCG sendiri dapat dimanfaatkan untuk bahan baku pembuatan bata ringan, plasterboard. Sementara untuk Petro-Cas diproduksi Petrokimia Gresik untuk memperbaiki sifat fisik dan kimia tanah, sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas tanaman.

Sementara, untuk memproduksi purified gypsum, Petrokimia Gresik telah memanfaatkan gipsum hingga 5.247.342,24 ton, selama 2015 hingga 2022. Purified Gypsum diproduksi untuk mendukung kemajuan industri semen nasional, yaitu sebagai bahan penolong.

Dari pemanfaatan gipsum selama tujuh tahun ini, Petrokimia Gresik mampu mereduksi gas rumah kaca sekitar 89,15 ton karbon dioksida dari penggunaan alat transportasi dan alat berat.

“Pemanfaatan gipsum ini menjadi upaya Petrokimia Gresik untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan hidup, karena kepedulian terhadap lingkungan menjadi instrumen penting bagi perusahaan untuk keberlangsungan perusahaan,” ujarnya.

Sementara itu, COP-27 UNFCCC menjadi event yang mempresentasikan wajah Indonesia Pavilion sebagai soft diplomacy untuk memberikan kepercayaan kepada dunia internasional terhadap komitmen Indonesia dalam perang melawan perubahan iklim.

Event internasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia ini digelar tahunan, dimana tahun sebelumnya diadakan di Prancis. Event ini diisi dengan kegiatan presentasi, panel diskusi, exhibition dan networking. Dengan demikian, COP-27 UNFCCC menjadi salah satu platform pengambilan keputusan bagi pejabat negara dan kepala daerah, CEO BUMN dan perusahaan swasta, analis, pelaku sosial budaya dan lainnya.

Pada event tahun ini diikuti 195 perwakilan pemerintahan delegasi COP-27 UNFCCC, lembaga-lembaga kebijakan internasional, para ahli energi terbarukan, lembaga keuangan dunia dan investor, asosiasi perdagangan karbon, akademisi, dan stakeholder lingkungan lainnya.

“Event ini sungguh luar biasa dampaknya bagi perlindungan lingkungan secara global. Kami merasa terhormat dipercaya sebagai salah satu pembicara atas nama Indonesia, terima kasih kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Tentunya Petrokimia Gresik akan senantiasa berkomitmen secara optimal untuk terus berpegang teguh pada SDGs dalam menghadirkan Solusi Agroindustri terbaik demi pertanian yang berkelanjutan,”pungkas Digna. (yad)

Petrokimia Gresik Klaim Berhasil Minimalisasi Efek Rumah Kaca hingga 89,15 Ton Karbon Dioksida dengan Pemanfaatan Gipsum  Selengkapnya

Mangga Gadung Petrokimia Gresik Motor Penggerak Ekonomi Pascapandemi 

GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia telah menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Mangga Gadung atau Mitra Kebanggaan – Pedagang Unggul selama setahun. Program yang berjalan mulai 2021 ini digagas untuk mendorong kebangkitan ekonomi pascapandemi Covid-19 melalui bantuan permodalan, dan sekarang telah menyentuh 12 kota/Kabupaten yang ada di Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo menyampaikan Mangga Gadung merupakan program pendanaan bagi kios pupuk yang merupakan bagian dari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Melalui program ini, Petrokimia Gresik telah membantu kios dalam penebusan pupuk nonsubsidi sebesar 883,25 ton sebagai CSV (Creating Shared Value).

“Program ini memiliki multiplier effect. Selain memberikan pendanaan bagi kios pupuk, juga menjamin ketersediaan pupuk nonsubsidi bagi petani, sekaligus menjaga ketahanan pangan nasional,”tandas Dwi Satriyo pada Selasa, 15 November 2022.

Sebanyak 58 Mangga Gadung telah menerima bantuan pendanaan sebesar Rp6,34 miliar. Mereka berasal dari berbagai kota/kabupaten yaitu Bojonegoro, Jember, Jombang, Magetan, Ngawi, Trenggalek dan Tuban untuk wilayah Jawa Timur. Berikutnya Demak, Grobogan, Kudus, Pati dan Sragen untuk Jawa Tengah. Selama setahun ini, Mangga Gadung juga telah turut berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan pupuk nonsubsidi bagi 354 kelompok tani (poktan) di wilayahnya.

“Kesejahteraan tidak hanya dirasakan oleh pemilik kios pupuk, tapi juga petani. Karena produk nonsubsidi Petrokimia Gresik telah terbukti mampu meningkatkan produktivitas pertanian, selain itu ketersediannya semakin terjamin dengan Mangga Gadung,”ungkapnya.

Di sisi lain, Mangga Gadung sekaligus menjadi media edukasi Petrokimia Gresik untuk para petani agar petani tidak bergantung pada pupuk bersubsidi dengan jumlah dan komoditas yang terbatas. Untuk itu, program Mangga Gadung saat ini semakin relevan seiring dikeluarkannya Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 10 Tahun 2022 tentang Tata Cara Penetapan Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian.

Pemerintah melalui Kementerian Pertanian Republik Indonesia dalam Permentan tersebut membatasi subsidi pupuk pada jenis Urea dan NPK saja, sehingga produk nonsubsidi baru Petrokimia Gresik yaitu ZA Plus, Phosgreen, dan Petroganik Premium dapat menjadi solusi atas pupuk yang tidak lagi termasuk dalam subsidi pemerintah yaitu ZA, SP-36, dan Petroganik.

Sementara itu, Mitra Mangga Gadung dalam program ini tidak hanya mendapatkan bantuan permodalan. Petrokimia Gresik juga memberikan pembinaan dan promotion tools berupa kaos dan topi yang dapat dibagikan kepada poktan yang membeli produk.

 Dwi Satriyo menambahkan, Mangga Gadung memberikan manfaat yang berkesinambungan, sehingga berhasil menjadi stimulus dalam kembangkitan ekonomi daerah pascapandemi. Hal tersebut selaras dengan tagline peringatan satu tahun Mangga, yakni “Satu Tahun Mangga, Tumbuh Lebih Cepat”.

“Kedepannya, program Mangga Gadung akan terus berinovasi dan diharapkan mampu menjadi motor penggerak perekonomian masyarakat di masa-masa mendatang,” tutup Dwi Satriyo. (yad)

Mangga Gadung Petrokimia Gresik Motor Penggerak Ekonomi Pascapandemi  Selengkapnya

Dirut Petrokimia Gresik Diganjar Jer Basuki Mawa Beya atas Peran Kemanusiaan Atasi Krisis Oksigen saat Wabah Covid-19

GRESIK,1minute.id – Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo menerima penghargaan “Jer Basuki Mawa Beya Perak” dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur. Penghargaan itu diberikan kepada Dwi Satriyo Annurogo atas  peranannya sebagai Ketua Satgas Tanggap Bencana Nasional BUMN Wilayah Jawa Timur dalam mengatasi krisis oksigen medis di tengah tingginya kasus Covid-19 Jawa Timur pada 2021. 

Lencana penghargaan disematkan langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kepada Dwi Satriyo pada momen Upacara Hari Pahlawan di halaman Tugu Pahlawan, Surabaya pada Kamis, 10 November 2022.

Gubernur Jawa Timur dalam amanatnya menyampaikan bahwa, nilai-nilai kepahlawanan dan semua kebaikan harus dirawat. Namun perjuangan di era sekarang merupakan perang dalam bentuk yang baru. “Semangat kerelawanan masyarakat untuk memberi yang terbaik bagi Jawa Timur ini sangat luar biasa, maka dari itu ada pemberian penghargaan dan lencana Jer Basuki Mawa Beya,”ujar Gubernur Khofifah. 

Sementara itu, Dwi Satriyo menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Jawa Timur karena upayanya dalam mengemban amanah bersama Satgas Tanggap Bencana Nasional BUMN Wilayah Jawa Timur untuk membantu masyarakat dalam menangani Covid-19 mendapatkan apresiasi.

“Penghargaan ini adalah bonus. Paling utama kami mampu memberikan kontribusi atau bermanfaat bagi masyarakat, khususnya di saat terjadi bencana seperti pandemi Covid-19 kemarin. Ini adalah buah kolaborasi dan kerja keras dari seluruh tim di Satgas Tanggap Bencana Nasional BUMN Wilayah Jawa Timur,” tandas Dwi Satriyo.

Penghargaan ini adalah apresiasi Gubernur Jawa Timur atas kontribusi Satgas Tanggap Bencana Nasional BUMN Wilayah Jawa Timur dalam memberikan bantuan oksigen cair sebanyak 31 ton untuk mendukung program Pelayanan Oksigen Gratis oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur di beberapa daerah sebagai upaya percepatan penanganan pandemi Covid-19.

Kala itu, bantuan diserahkan langsung oleh Dwi Satriyo bersama anggota Satgas Tanggap Bencana Nasional BUMN Wilayah Jawa Timur lainnya, yakni direktur/pimpinan perusahaan dari PTPN XII, PTPN X, PT BNI, PT INKA, PT KAI, PT Kimia Farma, PT Pelindo III, Perum Jasa Tirta I, Rumah BUMN, PT Bank Mandiri, PT Semen Indonesia, PT Telkom Indonesia dan PT Garam kepada Gubernur Jawa Timur, di Unit Produksi Oksigen – Air Separation Plant (ASP) Petrokimia Gresik padal 30 Agustus 2021.

Disampaikannya, oksigen cair yang diberikan ini merupakan produk dari Unit Produksi Oksigen Petrokimia Gresik yang dioperasikan kembali setelah 11 tahun berhenti. Dimana reaktivasi ini merupakan tindak lanjut arahan Menteri BUMN Erick Thohir, agar BUMN berperan aktif dalam membantu pemerintah memenuhi kebutuhan oksigen medis yang kala pandemi Covid-19 menjadi prioritas.

“Reaktivasi Unit Produksi Oksigen ini sekaligus menjadi wujud optimalisasi peran Petrokimia Gresik sebagai Koordinator Satgas BUMN Wilayah Jatim,”tandas Dwi Satriyo.

Ia menambahkan peran Satgas BUMN saat ini terus berkembang. Satgas BUMN juga hadir di tengah-tengah bencana yang melanda di Jawa Timur, seperti erupsi Gunung Semeru akhir tahun 2021. Begitu juga pada saat bencana banjir dan longsor yang melanda beberapa daerah di Jawa Timur akhir-akhir ini, seperti di Malang, Blitar, Trenggalek, Gresik dan Banyuwangi.

“Lencana ini kami persembahkan untuk seluruh BUMN yang menjadi anggota Satgas Tanggap Bencana Nasional BUMN Wilayah Jawa Timur. Semoga tim ini bisa terus meningkatkan kolaborasinya dengan senantisa hadir di tengah masyarakat Jawa Timur,” tutup Dwi Satriyo. (yad)

Dirut Petrokimia Gresik Diganjar Jer Basuki Mawa Beya atas Peran Kemanusiaan Atasi Krisis Oksigen saat Wabah Covid-19 Selengkapnya

Petrokimia Gresik Kenalkan ZA Plus, Phosgreen, dan Phonska OCA Plus melalui Demplot Tomat Target Produktivitas Naik 40 Persen

GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia kembali memperkenalkan tiga produk nonsubsidi ritel baru. Tiga produk yaitu ZA Plus, Phosgreen, dan pupuk organik cair Phonska OCA Plus melalui demonstration plot (demplot) tanaman tomat di Kecamatan Garung, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Pemupukan perdana demplot dilaksanakan oleh Direktur Operasi dan Produksi Petrokimia Gresik, Digna Jatiningsih pada Jumat, 4 November 2022.

Digna menyampaikan bahwa, Kabupaten Wonosobo merupakan salah satu daerah yang dipilih Kementerian Pertanian (Kementan) menjadi kawasan Food Estate. Sementara Kecamatan Garung adalah salah satu lokasi andalan penghasil hortikultura di Wonosobo. Untuk itu, ia memilih strategi promosi di sentra hortikultura tersebut melalui bukti peningkatan hasil panen.

“Produktivitas budidaya hortikultura di Kabupaten Wonosobo saat ini sudah tinggi, khususnya pada tanaman tomat. Untuk lahan demplot seluas 2.500 meter persegi ini, produktivitas sebelumnya sudah mencapai 10 ton. Karena itu kami tertantang untuk membuktikan produk baru kami di sini, dengan target peningkatan produktivitas 40 persen dibandingkan hasil panen petani sebelumnya, menjadi 14 ton,”ujar Digna.

Menurutnya, peningkatan produktivitas akan menjadi magnet yang kuat untuk menarik minat petani menggunakan pupuk baru Petrokimia Gresik. Demplot ini juga menjadi sarana edukasi Petrokimia Gresik untuk petani hortikultura dimana penggunaan pupuk nonsubsidi mampu meningkatkan pendapatan.

Sebab, mengacu Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 10 Tahun 2022 tentang Tata Cara Penetapan Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian, hanya tiga komoditas hortikultura yang berhak mendapatkan pupuk bersubsidi, yaitu bawang merah, bawang putih dan cabai, bersama enam komoditas lainnya yaitu padi, jagung, kedelai, tebu rakyat, kopi dan kakao.

Selain itu, Permentan 10/2022, membatasi pupuk bersubsidi hanya pada NPK dan Urea. Sedangkan ZA, SP-36, serta Petroganik yang banyak dibutuhkan petani hortikultura sudah tidak lagi masuk dalam skema subsidi.

“Ketiga pupuk dalam demplot ini dapat menjadi alternatif substitusi bagi petani hortikultura yang membutuhkan produk ZA, SP-36 dan Petroganik yang sudah tidak lagi disubsidi sesuai regulasi yang baru,” tandas Digna.

Produk baru ini mampu memenuhi kebutuhan nutrisi lengkap tanaman. ZA Plus, merupakan produk nonsubsidi yang diperkaya dengan tambahan unsur hara mikro yaitu Zinc sebesar 1.000 ppm.

Berikutnya Phosgreen, mengandung tambahan unsur hara sulfur bagi tanaman yang dapat memacu pertumbuhan akar dan membentuk sistem perakaran yang baik serta meningkatkan ketahanan hasil panen sehingga mengurangi penyusutan selama penyimpanan.

Sementara Phonska OCA Plus dengan kandungan bahan organik serta unsur hara makro dan mikro dapat memacu pertumbuhan dan perkembangan tanaman, serta mikroba fungsional sebagai penambat nitrogen, pelarut fosfat, dan penghasil zat pengatur tumbuh yang dapat mengefektifkan penyerapan hara tanaman.

“Ketiga pupuk tersebut sangat cocok untuk komoditas tanaman pangan dan hortikultura, seperti tomat. Hasil panen yang optimal tentu dapat dirasakan dengan pemupukan berimbang dengan dosis yang efektif,” ujar Digna.

Turut menghadiri pemupukan perdana demplot, Kepala Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan (Paperkan) Kabupaten Wonosobo, Dwiyama Satyani Budyayu mengapresiasi inovasi Petrokimia Gresik mampu memberikan solusi kebutuhan pupuk petani, mengingat Permentan 10/2022 membatasi jenis pupuk subsidi maupun komoditasnya.

“Bagi petani hortikultura yang membutuhkan pengganti ZA dan SP-36 subsidi, sekarang Petrokimia Gresik sudah menyediakannya. Semoga hasilnya sesuai dengan harapan,” tutupnya. (yad)

Petrokimia Gresik Kenalkan ZA Plus, Phosgreen, dan Phonska OCA Plus melalui Demplot Tomat Target Produktivitas Naik 40 Persen Selengkapnya

Petrokimia Gresik Hattrick Juara Umum Sektor Anak Usaha BUMN Dalam Anugerah Humas Indonesia 2022

GRESIK,1minute.id – Kinerja komunikasi Petrokimia Gresik mengantarkan perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia ini meraih Platinum Award atau Juara Umum sektor Anak Usaha BUMN dalam ajang Anugerah Humas Indonesia (AHI) 2022. Penghargaan diterima oleh Vice President (VP) Komunikasi Korporat Petrokimia Gresik Rama Yusron Harbiansyah mewakili manajemen di Malang, Jawa Timur pada Jumat, 28 Oktober 2022.

Platinum Award diraih Petrokimia Gresik karena berhasil meraih tropi terbanyak di seluruh kategori. Rinciannya, mendapat dua penghargaan pada Kategori Media Internal, yaitu Bronze Trophy yang diperoleh Majalah Gema Edisi 344 pada Sub Kategori Majalah Cetak, dan Gold Trophy untuk Sub Kategori Video Profile. Sementara, Website Petrokimia Gresik juga mendapatkan Silver Trophy pada Kategori Kanal Digital.

Sementara Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo juga dinobatkan sebagai “Pemimpin Anak Usaha BUMN Terpopuler di Media Digital” dan Petrokimia Gresik juga berhasil menjadi “Institusi Terpopuler di Media Digital” pada Sub Kategori Anak Usaha BUMN

Rama Yusron Harbiansyah menyampaikan bahwa, komunikasi merupakan aspek penting dalam menjalankan bisnis perusahaan. Apalagi di era informasi digital seperti saat ini, ancaman terhadap citra dan reputasi dapat menimpa siapapun, kapanpun, dan dimana saja. Untuk itu, manajemen memberikan support terhadap peran Public Relations (PR) di perusahaan.

“Komunikasi harus bisa memainkan peran yang lebih strategis. Apalagi saat ini Petrokimia Gresik tengah melakukan banyak pengembangan baik dalam rangka mendukung kemajuan pertanian di Indonesia, maupun industri kimia nasional. Maka, hal ini harus bisa disampaikan dengan baik kepada publik dan selaras dengan kebijakan komunikasi Pupuk Indonesia selaku holding,”ujarnya pada Sabtu, 29 Oktober 2022.

Rama juga mengungkapkan jika selama ini Direktur Utama Petrokimia Gresik memiliki concern terhadap aspek komunikasi. Sehingga manajemen memberikan dukungan atau full support terkait pengelolaan komunikasi di perusahaan.

Selama ini, Petrokimia Gresik memanfaatkan banyak platform sebagai media komunikasi. Diantaranya melalui Majalah Gema, video profile, media sosial Instagram YouTube, dan website yang dikelola secara dinamis. Petrokimia Gresik juga aktif melakukan digital campaign yang memanfaatkan seluruh saluran komunikasi perusahaan.

“Media sosial perusahaan tidak hanya rutin update, tapi membangun konten-konten yang informatif, menarik, edukatif dan kekinian sehingga banyak menarik follower atau subscriber, dengan demikian program campaign perusahaan dapat memberikan hasil optimal,”ujar Rama.

Berikutnya, Petrokimia Gresik juga memiliki program Apresiasi Karya Jurnalistik yang saat ini dilakukan setiap caturwulan. Perusahaan juga memanfaatkan kanal press release untuk menyampaikan kinerja perusahaan. Program ini efektif mendorong pemberitaan positif.

“Prestasi ini juga tidak lepas dari keberhasilan strategi Petrokimia Gresik dalam mengemas kinerja perusahaan sehingga menarik bagi media massa, khususnya media digital yang saat ini perkembangannya semakin pesat,” tandasnya.

Rama juga menambahkan bahwa pencapaian ini juga tidak lepas dari peran dan kinerja yang baik dari seluruh Unit Kerja di Petrokimia Gresik yang telah bekerja secara optimal dan inovatif di era digital ini.

Sementara itu, AHI merupakan kompetisi untuk kinerja kehumasan, dan AHI menjadi salah satu barometer pencapaian tertinggi kinerja komunikasi bagi banyak lembaga di Indonesia. Pada AHI 2022, Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo juga dinobatkan sebagai Pemimpin Terpopuler di Media Digital, dan Kementerian Pertanian sebagai Pemenang Institusi Terpopuler di Media Digital 2022. Kehadiran kompetisi ini mendorong terciptanya humas yang strategis dan kontributif bagi reputasi positif segenap institusi publik dan perusahaan.

Tahun ini merupakan kali ketiga Petrokimia Gresik mengikuti AHI secara berturut-turut, dimana pada tahun 2022 adalah pencapaian tertinggi setelah berhasil menjadi Juara Umum. (yad)

Petrokimia Gresik Hattrick Juara Umum Sektor Anak Usaha BUMN Dalam Anugerah Humas Indonesia 2022 Selengkapnya

Dwi Satriyo Annurogo Kunker ke Papua Pastikan Stok Pupuk Bersubsidi Musim Tanam Okmar Sesuai Alokasi 

GRESIK,1minute.id – Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo melakukan kunjungan kerja ke Papua pada Rabu lalu, 19 Oktober 2022. Kunjungan kerja top manajemen perusahaan Solusi Agroindustri anggota  holding Pupuk Indonesia memastikan stok pupuk bersubsidi di awal musim tanam Oktober 2022 – Maret 2023 (Okmar) sesuai dengan alokasi yang diatur pemerintah.

Ketersediaan stok pupuk bersubsidi Petrokimia Gresik, per 18 Oktober 2022 mencapai 377.544 ton, atau dua kali lipat lebih banyak dari ketentuan minimum yang diatur pemerintah (142.222 ton).

Dwi Satriyo Annurogo di tengah kunjungan ke pertanian Papua menyampaikan bahwa, Petrokimia Gresik berkewajiban menyalurkan pupuk bersubsidi sesuai dengan regulasi yang ditetapkan oleh pemerintah. Melalui Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 10 Tahun 2022, pemerintah membatasi pupuk bersubsidi pada Urea dan Phonska.

Adapun stok pupuk bersubsidi Petrokimia Gresik tersebut, teridiri dari Urea 34.387 ton dan Phonska 343.157 ton yang berada di pabrik (Lini I), gudang Provinsi (Lini II), hingga gudang tingkat Kabupaten (Lini III). Khusus Urea bersubsidi, Petrokimia Gresik hanya mendapatkan amanah untuk memenuhi kebutuhan di wilayah Jawa Timur, Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat, serta NTT. Sementara untuk Phonska bersubsidi, Petrokimia Gresik berkewajiban untuk memenuhi seluruh kebutuhan di seluruh Indonesia.

“Petrokimia Gresik selalu siap mendukung ketahanan pangan nasional, dengan menjaga ketersediaan pupuk bersubsidi sesuai regulasi. Pupuk bersubsidi menjadi salah satu agro input yang sangat penting untuk meningkatkan produktivitas pertanian,”tandas Dwi Satriyo dalam siaran pers yang diterima 1minute.id pada Sabtu, 22 Oktober 2022. 

Guna memastikan penyaluran pupuk bersubsidi tepat sasaran, Petrokimia Gresik selama ini meningkatkan pengawasan distribusi melalui penerapan sejumlah sistem dan aplikasi digital, seperti Warehouse Management System (WMS), Sistem Scheduling Truk Online (SISTRO) dan Petrokimia Gresik Port Information System (Petroport). Digitalisasi ini menjadikan pupuk bersubsidi dapat diawasi secara realtime.

“Kami ingin memastikan proses distribusi di seluruh lini yang menjadi tanggung jawab Petrokimia Gresik berjalan dengan baik dan sesuai prosedur.  Dengan digitalisasi sistem yang terintegrasi, diharapkan dapat meminimalisasi potensi penyimpangan dalam jaringan distribusi Petrokimia Gresik,”tegasnya.

Dwi Satriyo pun mengimbau petani agar mewaspadai produk pupuk dengan kemasan atau merek menyerupai produk milik Petrokimia Gresik yang marak beredar atau dijual pada musim tanam seperti saat ini, terutama produk pupuk bersubsidi, karena tidak dapat dipertanggungjawabkan kualitasnya. Penggunaan pupuk tersebut tidak memiliki jaminan terhadap produktivitas hasil panen.

Di sisi lain, sejalan dengan pemenuhan kewajiban menyalurkan pupuk bersubsidi, Petrokimia Gresik juga menyiapkan stok pupuk nonsubsidi sebagai solusi bagi petani yang kebutuhan pupuknya tidak teralokasi dalam skema subsidi.

“Alokasi pupuk bersubsidi memang jumlahnya terbatas jika dibandingkan dengan kebutuhan petani. Hanya petani yang terdaftar dalam e-RDKK berhak mendapatkan pupuk bersubsidi. Sedangkan untuk petani yang tidak terdaftar, kami sarankan menggunakan produk nonsubsidi kami karena sudah terjamin mampu meningkatkan produktivitas pertanian,” terangnya.

Sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas pertanian, Petrokimia Gresik juga memberikan kawalan pertanian yang komprehensif bagi pertanian di dalam negeri. Petrokimia Gresik memiliki produk pengendalian hama melalui anak perusahaan. Petrokimia Gresik juga memberikan layanan mobil uji tanah untuk mengetahui kondisi lahan pertanian di setiap daerah, sehingga dapat memberikan rekomendasi pemupukan yang tepat. Saat ini sudah ada 15 unit mobil uji tanah yang beroperasi di delapan provinsi untuk melayani petani.

Sementara itu, dalam kunjungannya di Papua, Dwi Satriyo bertemu dengan sejumlah petani di beberapa daerah yaitu, Kota Jayapura, Merauke, dan Sorong. Selain itu menggelar sarasehan dengan petani, kios dan distributor, juga melakukan kunjungan ke Gudang Penyangga.

“Tujuan dari kunjungan kami untuk mengetahui kondisi kebutuhan pupuk di wilayah Papua dan Papua Barat. Selain itu juga sebagai sarana customer intimacy khususnya pupuk nonsubsidi, khususnya di awal musim tanam Oktober-Maret,” tutup Dwi Satriyo. (yad)

Dwi Satriyo Annurogo Kunker ke Papua Pastikan Stok Pupuk Bersubsidi Musim Tanam Okmar Sesuai Alokasi  Selengkapnya

Satgas Tanggap Bencana BUMN Gelontorkan Bantuan 2.500 Paket Sembako Korban Bencana di Malang, Blitar dan Trenggalek 

GRESIK,1minute.id – Satgas Tanggap Bencana Nasional BUMN Wilayah Jawa Timur kembali memberikan bantuan sembako untuk korban bencana di Jawa Timur. Kali ini 1.000 paket sembako disalurkan untuk korban banjir di Kabupaten Blitar dan Trenggalek.

Sebanyak 500 paket sembako diserahkan Koordinator Wilayah 3 (Blitar, Tulungagung dan Trenggalek) Satgas BUMN Tanggap Bencana Nasional BUMN Wilayah Jawa Timur Anang Kusetyono Budoyo kepada Bupati Blitar Rini Syarifah di Blitar pada Kamis, 20 Oktober 2022. Bantuan itu selanjutnya didistribusikan kepada korban banjir setempat. Berikutnya bantuan sembako dengan jumlah yang sama juga diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek.

Ketua Satgas Tanggap Bencana Nasional BUMN Wilayah Jawa Timur Dwi Satriyo Annurogo secara terpisah menyampaikan bahwa, beberapa hari terakhir bencana banjir dan longsor menimpa sejumlah daerah di wilayah Jawa Timur bagian Selatan. Untuk itu, Satgas BUMN harus gerak cepat berada di tengah-tengah para korban untuk membantu proses penanganan dampak bencana, salah satunya melalui bantuan sembako ini.

“Sembako merupakan basic need yang harus segera dipenuhi untuk para korban bencana. Ini bantuan tahap pertama dari kami. Setiap bantuan yang kami berikan, merupakan hasil Koordinasi Satgas BUMN dengan Pemerintah Kabupaten setempat, sehingga benar-benar tepat sasaran atau sesuai dengan kebutuhan para korban,”tandas Dwi Satriyo yang juga Direktur Utama Petrokimia Gresik ini.

Adapun setiap paket sembako yang disalurkan berisi beras (3 kg), minyak goreng (1 liter), gula (1 kg) dan mi instan (5 bungkus). Total nilai setiap paketnya mencapai Rp100 ribu. 

Dwi Satriyo menambahkan, bantuan ini menjadi bukti bahwa BUMN senantiasa hadir di tengah masyarakat, tidak terkecuali di saat terjadi bencana. Hal ini diharapkan dapat menguatkan semangat dari para korban bencana untuk segera pulih. “Satgas ini merupakan kolaborasi semua BUMN untuk bahu-membahu melakukan mitigasi dan penanggulangan awal saat bencana terjadi. Kehadiran Satgas BUMN juga membuat distribusi bantuan kepada masyarakat jadi lebih cepat, selain itu potensi terjadinya penumpukan bantuan dari BUMN juga dapat dicegah,”tandasnya.

Usai menerima bantuan secara simbolis, Bupati Blitar Rini Syarifah menyampaikan bahwa bantuan ini akan langsung disalurkan ke korban banjir yang melanda wilayah Blitar selatan. Bantuan ini akan meringankan beban para korban. “Terima kasih kepada BUMN. Semoga bantuan ini berkelanjutan, karena hari ini kita banyak dilanda bencana ada di tujuh kecamatan, dan dampaknya luar biasa. Selanjutnya, kita juga harus memperhatikan kondisi ekonomi korban pascabencana,” tandasnya.

Sementara itu, bantuan ini melengkapi bantuan yang sebelumnya telah disalurkan untuk korban banjir dan longsor di Kabupaten Malang, dengan total bantuan sebanyak 1.500 paket sembako.

Dwi Satriyo berharap bencana banjir dan longsor yang melanda beberapa daerah di Jawa Timur segera berakhir, sehingga tidak menimbulkan korban dan mengganggu perekonomian masyarakat. Kendati demikian, ia mengimbau masyarakat Jawa Timur untuk tetap waspada, karena curah hujan yang tinggi menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) masih terjadi di beberapa wilayah Jawa Timur.

“Dengan kewaspadaan yang tinggi, dampak terjadinya bencana dapat diminimalisasi. Saya berharap bencana ini segera berakhir,” tutupnya. (yad)

Satgas Tanggap Bencana BUMN Gelontorkan Bantuan 2.500 Paket Sembako Korban Bencana di Malang, Blitar dan Trenggalek  Selengkapnya

Petrokimia Gresik Dorong Edufarm Literasi,Ekosistem Tani Ternak Terintegrasi 

GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) terus meningkatkan pendampingan program Literasi atau Lingkungan Peternakan Sapi Terintegrasi dengan mendorong pengembangan edufarm di Desa Sumbersari, Kecamatan Sambeng, Kabupaten Lamongan. 

Program Literasi menerapkan ekosistem smart agrobisnis yang mampu menciptakan solusi risiko pertanian dan peternakan melalui asuransi dan tabungan berbasis limbah pertama di Jawa Timur.

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo menjelaskan cikal bakal program ini berawal dari “Suri Insap” atau Sumbersari Industri Sapi yang dijalankan Kelompok Tani Ternak Sumber Rejeki mulai 2018. Pada saat itu hanya berfokus pada pengelolaan limbah pertanian menjadi pakan fermentasi atau silase.

“Melalui berbagai pembinaan berkelanjutan, program ini terus berkembang dan mampu menjadi solusi serta memberikan manfaat yang lebih luas, tidak hanya bagi pelakunya tetapi juga masyarakat,”ujar Dwi Satriyo pada Kamis, 6 Oktober 2022

Pengembangan pertama dilakukan pada 2019 hingga 2020, dimana anggota kelompok mulai memanfaatkan limbah ternak yang selama ini menjadi momok lingkungan, sebagai media tanam. Kemudian di tahun 2021, program Literasi mulai fokus pada pelibatan seluruh sektor baik itu pertanian, peternakan, serta potensi lain yang ada di desa untuk bersinergi membentuk kandang edukasi atau yang lebih dikenal sebagai edufarm.

“Di tahun ini, kami mendukung kelompok dalam transformasi organisasi menjadi Koperasi Tani Ternak Literasi Sumber Rejeki, agar seluruh bidang usaha yang ada di program ini memiliki naungan hukum yang kuat untuk mendukung pengembangan ke depannya,”imbuh Dwi Satriyo.

Sementara itu, local hero sekaligus Ketua Koperasi Tani Ternak Literasi Sumber Rejeki, Tomi Distianto mengatakan bahwa, Edufarm Literasi sendiri bertujuan sebagai tempat pembelajaran bagi masyarakat dari berbagai usia tentang pengelolaan ekosistem tani-ternak terintegrasi.

Adapun pembelajaran pertama adalah pembuatan silase, yakni pengelolaan limbah pertanian menjadi pakan ternak fermentasi. Ini merupakan solusi yang ditawarkan Petrokimia Gresik terhadap kelompok untuk mengatasi masalah pembakaran limbah pertanian yang berdampak buruk bagi lingkungan.

“Saat ini kelompok mampu mengolah limbah pertanian sebanyak 60 ton per tahun menjadi silase yang tidak hanya dimanfaatkan untuk ternak sendiri, tetapi juga dijual ke beberapa peternak sapi di wilayah Kabupaten Lamongan,”ujar Tomi.

Kemudian pembuatan media tanam berbahan limbah ternak dengan merk “Literasi” yang sudah dipatenkan. Kelompok mampu mengolah limbah peternakan 504 ton per tahun dan produknya sudah dipasarkan di Lamongan, Jombang, Bojonegoro, Mojokerto, Gresik, Malang dan Tuban.

Sebelum dipasarkan, media tanam “Literasi” diaplikasikan di kebun percobaan yang memanfaatkan lahan tidur di sekitar kandang. Kebun ini ditanami berbagai tanaman hortikultura dan tanaman toga, seperti tomat, cabai, kunyit dan lain sebagainya. Hasil panennya kemudian digunakan oleh istri peternak sebagai bahan baku usaha catering dan minuman jamu kunyit asam.

“Dengan demikian, ibu-ibu di Desa Sumbersari juga terberdayakan dan dapat menambah penghasilan keluarga,”imbuh Tomi. Selain menjadi media tanam, limbah kotoran sapi juga diolah menjadi biogas sebagai bahan bakar kompor dan lampu untuk aktivitas operasional di kandang. Residu biogas cair kemudian dimanfaatkan menjadi akuakultur dan residu padat menjadi media budidaya cacing yang juga bernilai ekonomi, sehingga tidak menyisakan limbah yang terbuang sia-sia (zero waste).

Di aspek pengelolaan usaha, masyarakat juga bisa belajar mengelola smart agribusiness yang saat ini dijalankan oleh Koperasi Tani Ternak Literasi Sumber Rejeki. Dimana koperasi ini telah menerapkan sistem Bank Literasi yang memberikan kemudahan bagi peternak maupun petani padi dalam mengakses AUTS/K (Asuransi Usaha Ternak Sapi/Kerbau) dan AUTP (Asuransi Usaha Tani Padi).

Dalam hal ini, peternak hanya perlu menyetorkan 15 karung kotoran sapi sebagai pengganti premi asuransi yang dibayarkan koperasi untuk satu ekor sapi. Selain asuransi, peternak juga dapat mengirim kotoran ternak kepada koperasi dengan pengganti jasa Rp3 ribu per karung. Sementara untuk petani padi yang ingin mendaftar AUTP cukup menukarkan 15 karung jerami/limbah padi untuk mengasuransikan satu Hektare lahan padi.

Terakhir, Dwi Satriyo menegaskan bahwa, sebagai bagian dari BUMN yang memiliki fungsi agen pembangunan, Petrokimia Gresik akan terus meningkatkan komitmennya dalam mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui program pemberdayaan masyarakat semacam Literasi ini.

“Melalui program Literasi, masyarakat mampu mengubah masalah menjadi solusi, ini sejalan dengan semangat Petrokimia Gresik sebagai perusahaan Solusi Agroindustri. Saya berharap edufarm Literasi ini juga mampu menginspirasi peternak dan petani lain di Jawa Timur,” tutup Dwi Satriyo. (yad)

Petrokimia Gresik Dorong Edufarm Literasi,Ekosistem Tani Ternak Terintegrasi  Selengkapnya

Melindungi Konsumen untuk Meningkatkan Produktivitas Pertanian Semua Produk Petrokimia Gresik Ber-SNI

GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia konsisten menerapkan Standar Nasional Indonesia (SNI) sebagai upaya untuk melindungi konsumen. Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama Petrokimia Gresik (PG) Dwi Satriyo Annurogo usai mengikuti pembukaan Indonesia Quality Expo (IQE) 2022 di Jakarta pada Kamis, 6 Oktober 2022.

Ia menyampaikan bahwa, konsistensi ini merupakan bentuk jaminan untuk konsumen, jika produk yang dihasilkan Petrokimia Gresik berkualitas dan sesuai dengan spesifikasi yang dipersyaratkan. Dengan demikian produk-produk tersebut tidak merusak unsur tanah maupun tanaman, tapi mampu meningkatkan kesejahteraan petani melalui hasil panen yang lebih melimpah.

“Petrokimia Gresik sebagai bagian dari BUMN, memiliki komitmen untuk membangun kesejahteraan petani melalui budidaya pertanian yang menguntungkan. Nah, konsistensi dalam menerapkan SNI merupakan salah satu implementasi dari upaya kami untuk membangun sektor pertanian yang sustainable,”ujar Dwi Satriyo.

Petrokimia Gresik sendiri telah puluhan tahun menerapkan SNI. Produk Petrokimia Gresik mulai bersertifikat SNI sejak 1997 atau sejak SNI masih bernama SII (Standar Industri Indonesia).

Saat ini Petrokimia Gresik telah memiliki sebelas produk dengan Surat Persetujuan Pengguna Tanda (SPPT) SNI. Rinciannya ada tujuh poduk jenis pupuk yaitu Urea, ZA, NPK, SP-36, Fosfat Alam, ZK dan Gipsum Pertanian. Selain itu, ada empat produk non pupuk yang telah ber-SNI antara lain Asam Sulfat, Gipsum Buatan Tipe 1, 2 dan 3.

Jika dikelompokkan berdasarkan status penerapannya, produk yang tercatat dalam SNI Wajib antara lain Urea, ZA, NPK, SP-36, Fosfat Alam dan Asam Sulfat. Sedangkan lainnya tergolong dalam SNI Sukarela.

Produk yang bersertifikat SNI tersebut adalah semua produk subsidi dan juga nonsubsidi. Berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 10 Tahun 2022 subsidi hanya diberikan pada dua jenis pupuk saja, yaitu Urea dan NPK Phonska.

“Pada dasarnya SNI tidak memandang pupuk tersebut subsidi atau tidak, tetapi lebih kepada produk tersebut wajib SNI atau tidak. Apabila iya, maka kami wajib mendapatkan sertifikat produk pengguna tanda SNI. Sedangkan, untuk SNI sukarela kami dibebaskan, namun produk dengan logo SNI akan memiliki daya saing lebih tinggi karena dijamin kualitasnya oleh pemerintah,” ujar Dwi Satriyo

Menurutnya, konsistensi penerapan SNI sejatinya juga memberikan dampak positif bagi perusahaan. Jaminan mutu yang dikomunikasikan melalui logo SNI mampu mendongkrak penjualan, seiring dengan meningkatnya product image dan juga kepercayaan konsumen.

“Loyalitas petani maupun pelaku usaha lain adalah kunci untuk membangun bisnis Petrokimia Gresik secara berkelanjutan. Kepuasan pelanggan dan ulasan positif dari konsumen dapat membantu Petrokimia Gresik terus tumbuh dan berkembang,”tandasnya.

Selain itu, SNI juga mendorong semua proses produksi di Petrokimia Gresik lebih efisien. Dengan demikian, SNI mampu meningkatkan competitiveness bagi Petrokimia Gresik, karena ada jaminan pada mutu produk, efisiensi proses produksi, dan harga untuk petani pun bersaing.

Sementara itu, komitmen ber-SNI Petrokimia Gresik tidak hanya diwujudkan dalam konsistensi penerapannya, tapi juga juga ditunjukkan Petrokimia Gresik melalui peran aktifnya sebagai konseptor SNI sejumlah produk pupuk dan nonpupuk, yaitu SNI Pupuk NPK (SNI 2803 : 2012), SNI Gipsum Buatan (SNI 0715 : 2016), SNI Kapur untuk Pertanian (SNI 482 : 2018), dan konseptor SNI Pupuk Organik (SNI 7763 : 2018).

“Sebagai produsen pupuk dengan varian produk terlengkap di Indonesia, Petrokimia Gresik juga menjadi acuan dalam perumusan SNI. Khususnya di bidang pupuk majemuk yang selama ini kita memang menjadi kiblat untuk teknologi NPK di Tanah Air,”ujar Dwi Satriyo.

Petrokimia Gresik juga aktif dalam pembahasan Peraturan Menteri Perindustrian (Memperind) tentang SNI Asam Sulfat Teknis dan Petunjuk Teknis Pelaksanaan. Petrokimia Gresik juga turut berpartisipasi dalam sejumlah rapat teknis penyusunan RSNI, yaitu untuk Natrium Hipoklorit Teknis, Pupuk ZK, HCl, dan NH4Cl. Selanjutnya, Petrokimia Gresik turut berpartisipasi dalam rapat pembahasan negatif vote RSNI pupuk organik padat. Terakhir, Petrokimia Gresik aktif berpartisipasi dalam penerapan ISO 17025: 2017 untuk Laboratorium Penguji dan Laboratorium Kalibrasi.

Sementara, standardisasi yang dijalankan oleh Petrokimia Gresik, telah berhasil mendapatkan apresiasi dari stakeholder melalui sejumlah penghargaan. Diantaranya, Petrokimia Gresik dinobatkan sebagai “Most Trusted Company” dalam implementasi GCG berdasarkan Corporate Governance Perception Index (CGPI) dalam ajang nasional Indonesia Trusted Companies Award 2021.

“Banyak manfaat dan perlindungan yang didapatkan dari penerapan SNI, baik itu untuk Petrokimia Gresik maupun petani sebagai konsumen. Khususnya dalam menjaga ketahanan pangan nasional, dan peningkatan kesejahteraan petani,”tutup Dwi Satriyo. (yad)

Melindungi Konsumen untuk Meningkatkan Produktivitas Pertanian Semua Produk Petrokimia Gresik Ber-SNI Selengkapnya